You are on page 1of 11

Penguat Kelas C Penguat ini tidak memerlukan fidelitas, yang dibutuhkan adalah frekuensi kerja sinyal dan tidak

memperhatikan bentuk sinyal. Penguat kelas C dipakai pada penguat frekuensi tinggi. Untuk membantu kerja biasanya sering ditambahkan sebuah rangkaian resonator LC yang terdiri dari induktor dan condensator. Penguat kelas C mempunyai efisiensi yang tinggi sampai 100 % namun dengan fidelitas yang rendah. Tetapi sebenarnya fidelitas yang tinggi bukan menjadi tujuan dari penguat jenis ini. Karena posisi dari titik kerja di C yang berada di bawah kaki darikarakteristik transistor, maka arus kolektor ada pada interval yang lebih kecil darisetengah perioda. Efisiensi yang dicapai >85%. Untuk mendapatkan sinyal sinus(dengan band untuk sinyal informasinya) pada output penguat daya kelas C inidipasangkan rangkaian resonansi. Penggunaan tegangan DC yang dipasangkan secara serial dengan teganganRF yang akan diperkuat memungkinkan dipilihnya titik-titik kerja di atas, yangakan mengklasifikasikan masing-masing penguat daya itu sesuai dengannamanya. Di bab ini kita hanya akan membahas penguat daya kelas C, yang jugamerupakan penguat yang dipakai pada perangkat keras transmitter. Mula-mulakita bahas dasar dari terjadinya pembentukan sinyal yang tidak linier akibatpemilihan titik kerja di bawah kaki karakteristik transistor, yang dilanjutkandengan penurunan dari koefisien deret Fourier, yang menggambarkan harmonis-harmonis yang muncul. Penguat kelas C menghasilkan sinyal output kurang dari 180 derajat darisinyal input. Hal ini karena bias yang diberikan kepada transistor terletak dibawah titik cut-off (mati). Untuk transistor NPN adalah dengan memberikantegangan VBE negatip. Efesiensi penguat kelas C menjadi sangat tinggi, karena hidupnya transistor hanya sebentar saja. Penguat kelas C banyak digunakan padapenguat dengan rangkaian ternala, misalnya pada penguat akhir pemancar.Dengan menggunakan rangkaian ternala pada bagian output penguat kelas C dapatdiperoleh sinyal output bentuk sinus. Penguat kelas C mirip dengan penguat kelas B, yaitu titik kerjanya berada di daerah cut-off transistor. Bedanya adalah penguat kelas C hanya perlu satu transistor untuk bekerja normal tidak seperti kelas B yang harus menggunakan dua transistor (sistem push-pull). Hal ini karena penguat kelas C khusus dipakai untuk menguatkan sinyal pada satu sisi atau bahkan hanya puncak-puncak sinyal saja. Ada beberapa aplikasi yang memang hanya memerlukan 1 phase positif saja. Contohnya adalah pendeteksi dan penguat frekuensi pilot, rangkaian penguat tuner RF dan sebagainya. Transistor penguat kelas C bekerja aktif hanya pada phase positif saja, bahkan jika perlu cukup sempit hanya pada puncak-puncaknya saja dikuatkan. Sisa sinyalnya bisa direplika oleh rangkaian resonansi L dan C. Rangkaian L C pada rangkaian tersebut akan ber-resonansi dan ikut berperan penting dalam me-replika kembali sinyal input menjadi sinyal output dengan frekuensi yang sama. Tipikal dari rangkaian penguat kelas C adalah seperti pada rangkaian berikut ini.

Rangkaian ini jika diberi umpanbalik dapat menjadi rangkaian osilator RF yang sering digunakan pada pemancar. Yang pertama adalah bahwa tingkat bias output adalah dijepit. Inilah sebabnya mengapa operasi disetel kadang-kadang disebut sebuah clamper. Analisa rangkaian : C2 dan C3 pada rangkaian tersebut digunakan sebagai kapasitor coupling.. Sebuah aplikasi yang lebih umum untuk penguat kelas C adalah pemancar RF. yang menyebabkan pulsa arus mengalir melalui rangkaian disetel. memungkinkan gelombang lengkap yang akan didirikan kembali meski hanya memiliki persediaan satu-polaritas. dimana distorsi tersebut dapat sangat dikurangi dengan menggunakan beban tuned di panggung amplifier. Rangkaian L C pada rangkaian tersebut akan ber-resonansi dan ikut berperan penting dalam me-replika kembali sinyal input menjadi sinyal output dengan frekuensi yang sama. kapasitif murni induktiffilter) yang digunakan. tetapi lebih besar redaman semakin jauh dari frekuensi yang dicari yang mendapat sinyal.10 Rangkaian dasar penguat kelas C Rangkaian ini juga tidak perlu dibuatkan bias. Beberapa aplikasi (misalnya. megafon) dapat mentolerir distorsi. Hal ini langsung berkaitan dengan fenomena kedua: gelombang pada frekuensi tengah menjadi jauh lebih sedikit terdistorsi. dengan frekuensi pusat melihat distorsi sangat sedikit. karena transistor memang sengaja dibuat bekerja pada daerah saturasi. Distorsi yang hadir tergantung pada bandwidth dari beban yang dicari. Hal ini disebut operasi yg tak disetel. Kelas C amplifier melakukan kurang dari 50% dari sinyal input dan distorsi pada output yang tinggi. Ini tindakan mengangkat tingkat bias memungkinkan gelombang yang akan dikembalikan ke bentuk yang tepat. sehingga variasi output berpusat pada satu-setengah dari tegangan suplai. dua hal terjadi.Gambar IV. Fungsinya untuk membatasi arus DC yang akan memasuki dan . Penguat kelas C memiliki dua modus operasi: tuned dan yg tak disetel [11] Diagram menunjukkan gelombang dari rangkaian kelas C sederhana tanpa beban disetel. dan analisis bentuk gelombang menunjukkan distorsi besarbesaran yang muncul pada sinyal. Saat beban yang tepat (misalnya. Sinyal input yang digunakan untuk mengaktifkan perangkat kasar penguatan dan mematikan.

R3 (Lc) digunakan untuk menghasilkan Vce. R1 dan L1 menghasilkan Vb = 0 v. Untuk menganalisa rangkaian ini. Rangkaian tangki resonansi LC paralel. memiliki frekuensi resonansi sebesar: Pada saat sinyal input sesuai pada frekuensi fr tegangan output akan maksimum dan bersifat sinusoida. . dengan penguatan tegangan sebesar Amax. Pada penguat kelas B. Vb yang dihasilkan harus = 0 V(yaitu Vbe). Prinsip Kerja Power Amplifier Kelas C Penguat kelas C akan mengalir arus di kolektor kurang dari 180° pada setiap siklusnya (tidak sinusoida). ada rangkaian tangki resonansi. pertama-tama dibuat rangkaian ekivalen DC. LC seperti ditunjukkan pada gambar diatas. Selanjutnya dilakukan pembuatan garis beban ditunjukkan pada gambar berikut.keluar rangkaian ini.

Rangkaian Elivalen DC Dan Garis Beban Power Amplifier kelas C . Selanjutnya dilakukan pembuatan garis beban ditunjukkan pada gambar berikut. pertama-tama dilakukan Rangkaian ekivalen DC. Gambar 3 . dengan penguatan tegangan sebesar Amax.Untuk menganalisa rangkaian ini. Penguat kelas C tertala dan tanggapan frekuensinya Pada saat sinyal input tertala pada frekuensi fr tegangan output akan maksimum dan bersifat sinusoida.

7 V Titik Q akan cutt-off pada garis beban. IC = 0 untuk sinyal input < 0. garis beban relatif vertikal karena RS kecil. Jadi pada penguat kelas C swing tegangan sebesar VCC dan arus saturasi sebesar VCC/rc. dengan rc : hambatan kolektor AC. Rangkaian ekivalen AC gambar berikut. sehingga: dan Ic(sat) = seperti ditunjukkan pada garis beban di atas.Transistor pada power amplifier kelas C tidak membutuhkan pem-bias-an VBE = 0 . ICQ = 0 dan VCEQ = VCC. . penguat CE ditunjukkan pada Pada power amplifier kelas C seperti ditunjukan pada gambar diatas berlaku rumusan sebagai berikut : dan Pada penguat kelas C. RS : hambatan kolektor DC (resistansi induktor RF).

Jenis operasi ini mempunyai mempunyai efesiensi yang lebih baik dari penguat kelas B tetapi menghasilkan distorsi yang lebih besar dari penguat kelas A dan B. Vcc L Cc C Vi RL (a) Vcc RFC Cc C L RL Gambar 9.5 Penguat Kelas C dengan FET(a) dan BJT(b) . Keadaan distorsi yang dialami kadang masih bisa ditoleransi atau dalam keadaan frequency multiplier (pengali frekuensi) yang akan di bahas pada bagian akhir modul ini. Dan gambar 9.5 menunjukkan contoh rangakain penguat kelas C dengan menggunakan transistor FET dan BJT. Penguat C digunakan dimana tidak ada variasi dalam amplitude sinyal dan rangkaian output terdiri dari rangkaian tuned untuk mengfilter semua harmonisasi dari arus output. operasi penguat merupakan Penguat Kelas C.6 menunjukkan arus drain (arus kolektor) dari penguat kelas C yang sudut penghantarnya kurang dari 180o dan level drive (tingkat pergerakan) cukup kecil dimana arus output tidak disaturasi.Jika sudut penghantar dalam hal ini pergeseran fasa kurang dari 180o. Penguat kelas C biasanya digunakan untuk aplikasi ini. frekuensi sinyal yang penting dan bukan amplitude. Gambar 9. Pada beberapa aplikasi seperti pada penguatan sinyal FM.

…………………….(9. Untuk memudahkan diasumsikan bahwa sinyal digambarkan pada ujung dari dari gelombang sinus seperti yang ditunjukkan pada gambar 9.3) Dengan demikian arus dc adalah ∫ ……………………………….(9.5) .6..(9.6 Bentuk gelombang arus kolektor dari penguat daya kelas C Beberapa model yang berbeda bisa diasumsikan untuk arusnya. perlu ditentukan sudut penghantarnya sebagai berikut atau …………………….2) Sebaliknya Dan ………………………………………………………………………(9.Ic Ip θ1 ID θ2 t 2θ Gambar 9..4) Untuk kemudahan dalam notasinya..

sehingga tegangan drain ke sumber adalah Dengan demikian daya output maksimum adalah . maka : …………….6) Arus dc menentukan daya yang disuplai. Sehingga amplitude dari komponen frekuesinya adalah [ ]……………………………. Pergeseran waktu tidak akan mengubah amplitude dari komponen frekuensi..9) Jika sudut penghantar tergantung pada amplitude dari input.5 a.(9.8) Dimana I1 merupakan amplitude dari komponen arus fundamental ∫ Di sini asal dari waktu(t) telah bergeser ke pusat dari sinyal arus untuk kemudahan dari interasi. dan dengan demikian tegangan output merupakan fungsi nonlinier dari amplitude sinyal output.2 dapat ditulis kembali menjadi …………………………. amplitude arus fundamental. jika arus dc pada base (atau gate) lebih kecil dari arus output. maka power output akan menjadi : ……………………………………….(9.(9... hanya phasanya yang diubah..(9.7) Jika output merupakan rangkaian narrowband yang disetel mejadi frekuensi fundamental (dasar) dari sinyal arus. Untuk penguat kelas C dengan FET ditunjukkan pada gambar 9..…..Persamaan 9.

10) Arus puncak dihubungkan dnegan amplitude (I1) dari komponen frekuensi fundamental (persamaan 9. Efesiensi meningkat secara monoton sebagai mana penurunan sudut hantar. Untuk transistor BJT ditunjukkan pada gambar 9..……….5b.…. dimana tegangan colektor ke emitter maksimumnya adalah Arus kolektor maksimumnya adalah dari persamaan 9.1 Dan jika θ = π/2 – θ1.…….Dimana Ic merupakan nilai dc dari arus (persamaan 9. tegangan kolektor ke emitter( atau drain ke sumber).8) dengan : ……………. parameter desain yang perlu diperhatikan adalah daya output. efesiensi sebagai fungsi sudut hantar yang di tunjukkan pada gambar 9. sebagaimana untuk semua penguat daya.. Jika sudutnya θ adalah 90o. operasi menjadi penguat kelas B dan efesiensinya menjadi 78o.7. disipasi daya transistor.(9. dan arus output maksimum dari transistor Ip. maka …………………………. Desain Penguat Daya Kelas C Untuk penguat daya kelas C.11) Daya output ac dari penguat diperkirakan : .3).(9. Factor efesiensi tinggi ini yang menyebabkan penguat kelas C sering digunakan pada penguatan daya. Efesiensi Penguat kelas C dapat dinaikkan hingga 100% (dalam amplifier yang ideal) dengan mengurangi sudut hantar kea rah nol.

.15) Arus puncak kolektor yang dinormalisasi ditentukan dari ………………………….…………………………………………. Daya output maksimum terjadi untuk nilai Ip yang maksimum . nilai puncak dari arus kolektor meningkat jika sudut hantar menurun. Disipasi transistor untuk daya output dapat ditunjukkan sebagai sebuah fungsi daya output dan sudut hantar (dari persamaan 9.17) . ………………………………….(9.(9.. Disipasi daya (daya yang hilang) pada transistor adalah ) …………………. Untuk daya ouput pada level yang tetap.13. persamaan 9...16) merupakan fungsi sudut hantar yang ditunjukkan pada gambar 9.12) Yang disediakan oleh Q dari rangkaian tuned yang cukup tinggi.12 menentukan tegangan suplai yang dibutuhkan untuk power output tertentu. yakni ………………………………..10 dan 9.14 dan 9.(9. Oleh karena itu Daya output rata-rata(maksimum) adalah .(9..8. Arus maksimum yang sesuai adalah pada persamaan 9..(9..15): [ ]…………………….14) Untuk nilai resistansi beban tertentu. Arus puncak output adalah sebuah fungsi arus kolektor dan daya output.13) Jika untuk power output maksimum.(9.

Pada penguat kelas C ada rangkaian tambahan berupa kapasitor dan induktor atau disebut juga sirkuit resonan. sudut hantar harus dibatasi dengan nilai maksimum untuk daya outout tertentu. Jadi hanya satu jenis frekuensi dan kelipatannya saja yang dapat diperkuat. Rangkaian ini fungsinya sebagai filter frekuensi. KEKURANGAN * Amplitudo terpotong * Tidak bagus untuk power besar * Memotong Modulasi PENGGUNAAN Untuk penguat kelas C biasanya digunakan pada rangkaian gelombang radio. Sebagaimana yang dihararkan.9. misalnya pada antena untuk memperkuat sinyal yang memiliki frekuensi tertentu. Nilai maksimum yang tepat dari arus output transistor ditentukan dari gambar 9. Sebagaimana penurunan sudut maka disipasi transistor akan menurun tetapi arus output puncak semakin meningkat. Untuk PT yang maksimum. KELEBIHAN Lebih efisien. Karena dapat memperkuat sinyal hanya pada frekuensi tertentu saja.Normalisasi disipasi transistor (PT/Po) digambarkan sebagai fungsi sudut hantar pada gambar 9.9. . Nilai C dan L akan mempengaruhi nilai frekuensi yang akan diperkuat. disipasi transistor akan meningkat dengan kenaikan sudut hantar.