You are on page 1of 15

MAKALAH FISIKA

O L E H

RACHEL PUSPA XI IPA II – 24

1

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas kasih-Nya kami dapat menyelesaikan makalah fisika ini tepat pada waktunya. kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca agar dalam menyusun makalah selanjutnya. orang yang membaca makalah ini dapat lebih memahami fisika terutama mengenai fluida. Oleh karena itu. Adapun makalah ini dibuat sebagai salah satu cara kami untuk memperoleh nilai pada mata pelajaran fisika di kelas XI IPA. Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Heronimus sebagai guru pada mata pelajaran fisika. hasilnya dapat lebih baik lagi. Fluida merupakan pokok bahasan dalam maklah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan makalah fisika ini. Kami juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam makalah yang kami susun ini yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman yang kami miliki dalam penyusunan sebuah makalah. Kami mengharapkan melalui makalah yang kami susun ini. kami tidak hanya merangkum mengenai fluida saja namun kami juga memberikan contoh-contoh penerapan fluida dalam kehidupan seharihari dan memberikan penjelasan yang lengkap mengenai contotoh-contoh penerapan fluida tersebut. Di dalam makalah ini. 2 . Selain itu makalah ini juga dibuat agar kami dapat lebih memahami hal-hal mengenai fluida.

14 Daftar Pustaka ………………………………………………………………………. 15 3 .DAFTAR ISI Judul …………………………………………………………………………………… 1 Kata Pengantar ………………………………………………………………………… 2 Daftar Isi ………………………………………………………………………………. Sistematika Penyusunan ………………………………………………….. Metode Penelitian …………………………………………………………. 6 Bab III Penutup ………………………………………………………………………………. 3 Bab I Pendahuluan …………………………………………………………………………… 4 A. 4 B. 5 Bab II Dasar Teori dan Pembahasan …………………………………………………………... 14 A. Rumusan Masalah …………………………………………………………. 4 C.. 4 D. Kesimpulan ……………………………………………………………….. Saran ……………………………………………………………………. 14 B. Latar Belakang ……………………………………………………………..

hokum Archimedes dan prinsip Bernoulli. Hubungan fluida dengan hukum-hukum dan konsep-konsep lain yang juga termasuk dalam bidang fisika. Rumus-rumus apa sajakah yang termasuk di dalam konsep fluida? 4. Contohnya adalah penerapan fluida pada kapal laut. alat penyemprot nyamuk.BAB I PENDAHULUAN A. Contohnya adalah hubungan fluida dengan konsep tegangan permukaan. tekanan. Apa yang dimaksud dengan fluida? 2. dan lain-lain. pada gelembung sabun. Rumusan Masalah 1. kita dapat lebih mengetahi mengenai fluida dan dapat memahami fluida sehingga kita dapat melakukan pengembangan fluida dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu apa saja yang berhubungan dengan fluida? 3. Melalui pembelajaran fluida yang lebih dalam lagi. Fluida tidak berdiri sendiri. dihasilkan hal-hal yang berguna bagi kehidupan sehari-hari. Latar Belakang Fluida merupakan salah satu bab yang dipelajari pada kelas XI jurusan IPA. Mengapa Bentuk tetesan air berbentuk bulat? 6. Fluida merupakan salah satu ilmu pada bidang fisika yang banyak digunakan dalam penerapan kehidupan sehari-hari. Ada banyak konsep yang juga berhubungan dengan fluida. 4 . Bagaimanakah penerapan konsep fluida dalam kehidupan sehari-hari? Metode Penelitian Makalah ini dikerjakan dengan cara mencari informasi dari buku-buku dan melalui pencarian data di internet. mengapa jarum dapat tenggelam di dalam air sedangkan kapal laut tidak tenggelam? 5. Apa fluida berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari? 7.

Selain itu. Bab II Berisi dasar teori mengenai fluida dan semua konsep-konsep lain yang memiliki hubungan langsung dengan konsep fluida. . . 5 . Bab III Berisi kesimpulan mengenai makalah secara keseluruhan dan berisi saran yang disampaikan untuk penyusun makalah dan pembaca makalah. terdapat juga pembahasan untuk menjelaskan pertanyaan yang berada pada rumusan masalah dan penjelasan beberapa aplikasi fluida dalam kehidupan sehari-hari. B Rumusan Masalah Merupakan pertanyaan-pertanyaan dan hipotesis yang akan dibahas di dalam pembahasan pada Bab II. D Sistematika Penyusunan Berisi susunan makalah dari awal sampai kahir secara singkat dan umum. Latar Belakang Bersisi hal-hal yang melatarbelakangi pembuatan makalah ini beserta dengan tujuan pembuatan makalah ini. C Metode Penelitian Menjelaskan dengan cara apa kita memperoleh data untuk makalah tersebut. Bab I A.Sistematika Penyusunan 1.

P=F/A a. Satuan gaya (F) adalah Newton (N). terutama fluida statis berkaitan erat dengan konsep tekanan. Pascal dipakai sebagai satuan Tekanan untuk menghormati Blaise Pascal. Nama lain dari N/m2 adalah pascal (Pa). Demikian juga air dalam bak mandi atau air kolam renang. Zat padat seperti batu atau besi tidak dapat mengalir sehingga tidak bisa digolongkan dalam fluida. dan suhu. F = gaya dan A = luas permukaan. dalam hal ini gelas. Oleh karena itu yang termasuk dalam fluida hanyalah zat cair dan gas. tekanan. P = tekanan. PARADOKS HIDROSTATIS 6 . seperti kecepatan. Misalnya melalui peninjauan air yang berada di dalam gelas. fluida memberikan gaya yang tegak lurus ke seluruh permukaan kontaknya. Fluida statis dipelajari dalam ilmu hidrostatika sedangkan fluida dinamis dipelajari dalam ilmu hidrodinamika. Fluida. Fluida statis adalah fluida yang sedang diam dalam keadaan seimbang atau dengan kata lain pada saat tidak bergerak. satuan luas adalah meter persegi (m 2). Ketika fluida berada dalam keadaan tenang. Ini merupakan salah satu sifat penting dari fluida statis. Karena tekanan adalah gaya per satuan luas maka satuan tekanan adalah N/m 2. Tekanan Hidrostatis Merupakan tekanan zat cair yang hanya disebabkan oleh beratnya sendiri.BAB II DASAR TEORI DAN PEMBAHASAN Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan hanya memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika diberi tekanan. jadi setiap bagian air memberikan gaya tegak lurus terhadap setiap satuan luas dari wadah yang ditempatinya. Tekanan itu sendiri adalah gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu bidang dibagi dengan luas bidang. sebagai fungsi ruang dan waktu. kepadatan. setiap bagian air tersebut memberikan gaya dengan arah tegak lurus terhadap dinding gelas. Penyelesaian dari masalah dinamika fluida biasanya melibatkan perhitungan banyak properti dari fluida.

tinggi ( h ) dan massa jenis zat cair ( ρ ) dalam bejana. ρ Ph Pt = = ρ Po g + Ph g Pt = = = massa jenis zat cair h h = tinggi zat cair dari permukaan percepatan tekanan gravitasi total F=PhA=ρgV Po = tekanan udara luar b. P1 = P2 → F1/A1 = F2/A2 HUKUM ARCHIMEDES Gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam suatu fluida sama denagn berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut.Gaya yang bekerja pada dasar sebuah bejana tidak tergantung pada bentuk bejana dan jumlah zat cair dalam bejana. Tekanan Gauge Merupakan selisih antara tekanan yang tidak diketahui dengan tekanan atmosfer atau tekanan udara luar. tetapi tergantung pada luas dasar bejana ( A ). Tiga keadaan benda di dalam zat cair: 7 . P = Pgauge + Patm HUKUM PASCAL Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah.

Benda akan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar dari massa jenis cairan. V' . akan memiliki berat 1 gram. Benda akan melayang jika massa jenis benda dan cairannya sama. berat benda di dalam zat cair (Wz) akan berkurang menjadi: Wz = W . sementara kapal laut yang jauh lebih berat dari jarum. melayang: W = Fα ⇒ ρb = ρz c. tenggelam: W>Fα ⇒ ρb > ρz b. ρ b<ρz W = berat benda Fα = gaya ke atas = ρz . Benda akan terapung.V=ρz. yaitu perbandingan antara massa dengan volume benda tersebut.V' . melayang. tidak tenggelam.Fα Wz = berat benda di dalam zat cair Jarum Jahit dan Kapal Laut Jarum jahit tenggelam jika dicelupkan ke dalam air.a. tenggelam di dalam sebuah cairan adalah karena massa jenis benda itu dibandingkan dengan massa jenis cairan tempat benda itu dicelupkan. terapung: W=Fα ⇒ ρb. Jadi benda akan terapung jika massa jenis benda itu lebih kecil dari massa jenis cairan. g ρb = massa jenis benda ρz = massa jenis fluida V = volume benda V' = volume benda yang berada dalam fluida Akibat adanya gaya ke atas ( Fα ). 8 . artinya air yang memiliki ukuran kubus dengan sisi masing-masing 1 cm. Sebagai contoh Massa Jenis Air adalah 1 gr/cm3 (= 1000 kg/m3). Setiap benda memiliki massa jenis.

dan juga masih lebih besar dari massa jenis kapal. maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang berada di bagian dalam cairan. Penyebabnya adalah kapal laut memiliki ”ruangan” yang demikian luas beserta rongga berisi udara. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Di bagian atas tidak ada molekul cairan lainnya. Karena molekul cairan saling tarik menarik satu dengan lainnya. jarum akan tenggelam karena massa jenis jarum lebih besar dari pada massa jenis air. yang menjadikan ”volume” kapal laut menjadi sedemikian besar dan mengakibatkan massa jenisnya jadi lebih kecil. Artinya semakin kecil massa benda (semakin ringan). Gaya apung ini membuat berat benda di dalam air akan terasa lebih ringan dibandingkan berat benda di udara. Di bagian dalam cairan. molekul cairan yang terletak 9 . jika volumenya semakin besar sementara massanya tetap. Sebaliknya. di dalam air. TEGANGAN PERMUKAAN Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk menegang sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. berat benda tidak sama dengan beratnya di udara.Massa jenis adalah perbandingan antara massa benda dengan volumenya. Massa jenis juga bergantung pada jenis bahan. Di dalam air benda mengalami apa yang dinamakan gaya apung (atau gaya keatas). Ketika jarum dan kapal dicelupkan pada cairan yang sama yang memiliki massa jenis yang sama. dan semakin besar volume benda tersebut. tetapi di permukaan cairan. sebuah kubus pejal berukuran sama yang terbuat dari kayu tentu akan memiliki massa jenis lebih kecil daripada kubus yang terbuat dari logam. setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekul-molekul lain di setiap sisinya. Selain itu. Molekul cairan biasanya saling tarik menarik. maka semakin kecil-lah massa jenisnya. Suatu kapal besar dapat mengapung karena gaya apungnya sangat besar (ini disebabkan karena ukuran kapal yang besar sehingga volume kapal yang tercelup sangat besar). Massa jenis adalah Massa dibagi volumenya. maka hasil pembagiannya menjadi lebih kecil. hanya ada molekul-molekul cairan di samping dan di bawah.

Bagian dalamnya penuh dengan air. sehingga menaikan tekanan udara di dalam selaput sampai tidak terjadi kontraksi lagi. maka timbul tegangan permukaan. Suhu mempengaruhi nilai tegangan permukaan fluida. Akibatnya. Tekanan udara yang berada di luar selaput (tekanan atmosfir) turut mendorong selaput air sabun ketika ia melakukan kontraksi. nilai tegangan permukaan mengalami penurunan. Gelembung Sabun atau Air Tetes Berbentuk Bulat Gelembung sabun atau tetes air berbentuk bulat karena dipengaruhi oleh adanya tegangan permukaan. air berkontraksi dan cenderung memperkecil luas permukaannya. Tekanan atmosfir yang berada di luar turut membantu menekan tetes air. Bagian luar tetes air ditarik ke dalam. Karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah. Setelah selaput berkontraksi. dengan menyusut sekuat mungkin. Dengan kata lain. karena tekanan udara di bagian dalam selaput lebih kecil. besarnya tekanan udara di antara selaput sama dengan tekanan atmosfir + gaya tegangan permukaan yang mengerutkan selaput. Kalau gelembung air sabun memiliki dua selaput tipis pada dua permukaannya. Ketika selaput air sabun berkontraksi dan berusaha memperkecil luas permukaannya. Gelembung sabun memiliki dua selaput tipis pada permukaannya dan di antara kedua selaput tersebut terdapat lapisan air tipis. maka udara di dalamnya (udara yang terperangkap di antara dua selaput) ikut tertekan. yakni pada bagian luar tetes air. ketika tidak terjadi kontraksi lagi. Hal ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh selaput elastis yang tipis. timbul perbedaan tekanaan udara di bagian luar selaput (tekanan atmosfir) dan tekanan udara di bagian dalam selaput.dipermukaan ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya. Kontraksi akan terhenti ketika tekanan pada bagian dalam 10 . Adanya tegangan permukaan menyebabkan selaput berkontraksi dan cenderung memperkecil luas permukaannya. Umumnya ketika terjadi kenaikan suhu. maka tetes air hanya memiliki satu selaput tipis. Akibatnya. pada permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah. maka cairan yang terletak di permukaan cenderung memperkecil luas permukaannya. Akibat adanya gaya kohesi.

Aliran fluida bisa berupa aliran termampatkan (compressible) dan aliran taktermapatkan (incompressible). Fluida juga memiliki sifat aliran. Contohnya adalah air yang mengalir dengan tenang. Partikel fluida mengalir melewati titik A dengan kecepatan tertentu. Jika fluida yang mengalir mengalami perubahan volume (atau massa jenis) ketika fluida tersebut ditekan. Jadi kecepatan partikel fluida di suatu titik yang sama selalu berubah. 4. Aliran fluida bisa berupa aliran tunak (steady) dan aliran tak tunak (non-steady). kecepatan alirannya sama dengan partikel fluida yang bergerak mendahului mereka. 11 . Makin kental fluida. Kekentalan dalam fluida itu mirip seperti gesekan pada benda padat. Ketika partikel fluida lainnya yang menyusul dari belakang melewati titik A. 3. Hal ini terjadi apabila laju aliran fluida rendah atau partikel fluida tidak saling menyusul. Kebanyakan zat cair yang mengalir bersifat tak-termampatkan. Kecepatan partikel fluida yang terlebih dahulu berbeda dengan kecepatan partikel fluida yang belakangan. Aliran fluida dikatakan aliran tunak jika kecepatan setiap partikel di suatu titik selalu sama.air sama dengan tekanan atmosfir + gaya tegangan permukaan yang mengerutkan selaput air. maka aliran fluida itu disebut aliran termapatkan. Aliran tak tunak berlawanan dengan aliran tunak. Aliran fluida bisa berupa aliran berolak (rotational) dan aliran tak berolak (irrotational). 2. gesekan antara partikel fluida makin besar. maka aliran fluida tersebut dikatakan tak termampatkan. lalu partikel fluida tersebut mengalir dengan kecepatan tertentu di titik B. Sebaliknya apabila jika fluida yang mengalir tidak mengalami perubahan volume (atau massa jenis) ketika ditekan. antara lain : 1. FLUIDA DINAMIS Merupakan fluida yang mengalir atau bergerak. Aliran fluida bisa berupa aliran kental (viscous) dan aliran tak kental (non-viscous).

Prinsip ini sebenarnya merupakan penyederhanaan dari Persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa jumlah energi pada suatu titik di dalam suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran yang sama. ASAS BERNOULLI Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah di dalam mekanika fluida yang menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida. peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut. berbagai jenis minyak. Aliran Tak-termampatkan Aliran tak-termampatkan adalah aliran fluida yang dicirikan dengan tidak berubahnya besaran kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran tersebut. dll. Prinsip ini diambil dari nama ilmuwan Belanda/Swiss yang bernama Daniel Bernoulli. emulsi. Contoh fluida tak-termampatkan adalah: air.DEBIT FLUIDA Adalah besaran yang menyatakan volume fluida yang mengalir melalui suatu penampang tertentu dalam satuan waktu tertentu. Bentuk Persamaan Bernoulli untuk aliran tak-termampatkan adalah sebagai berikut: di mana: v = kecepatan fluida g = percepatan gravitasi bumi h = ketinggian relatif terhadapa suatu referensi p = tekanan fluida ρ = densitas fluida 12 .

Persamaan Bernoulli dapat dituliskan sebagai berikut: 13 .Persamaan di atas berlaku untuk aliran tak-termampatkan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut: • • Aliran bersifat tunak (steady state) Tidak terdapat gesekan Dalam bentuk lain.

fluida tidak berdiri sendiri melainkan harus bergabung dengan konsep dan hukum-hukum lain yang berkaitan agar dapat menghasilkan sesuatu yang berguna. Yang termasuk di dalam fluida adalah gas dan zat cair karna hanya kedua zat inilah yang bisa mengalir.BAB III PENUTUP Kesimpulan Fluida adalah zat yang mengalir. Fluida berguna dalam kehidupan sehari-hari dan konsep fluida banayk diaplikasikan pada latt-alat yang mepermudah kehidupan manusia seperti pada alt peneymprot nyamuk. Selain itu. diharapkan pembaca dapat elbih memahami mengenai konsep fluida. 14 . Namun. Selain itu. Saran Melalui makalah ini. dalam pengaplikasian fluida dalam kehidupan sehari-hari. melalui konsep fluida kita dapat memahami peristiwa-peristiwa alam yang terdapat di sekitar kita contohnya adalah seperti peristiwa bentuk tetesan air yang berbentuk bulat. diharapkan juga pembaca dapat menilai makalah ini beserta dengan isinya sehingga kami selaku penyusun makalah ini dapat mempelajari kekuranagn dan kelebihan dalam makalah ini.

com/fluidastatis www.google.google. Jakarta : Kawan Pustaka Kanginan.DAFTAR PUSTAKA Bagio. Surakarta : Widya Duta www.com/teganganpermukaan www. Marthen.yahoo.com/prinsiphukumbernoulli www.com/kapallauttidaktenggelam www. 2007. 2006. 2004.google. Marthen. Jakarta : Erlangga Soetarmo.yahoo.com/fluidadinamis www./aplikasihukumarchimede 15 . 1998.com/prinsiphukumarchimede www.google.com/fluida www. Jakarta : Erlangga Kanginan.com/aplikasihukumbernoulli www. Kumpulan Rumus Fisika SMU. Tulus.google. Fisika untuk SMA Kelas XI.yahoo.com.google. Fisika untuk SMA Kelas XI. Fisika Program Inti.