You are on page 1of 26

REFERAT

GLAUKOMA DAN TRABEKULEKTOMI

Pembimbing : dr. Sri Harto, SpM

Penyusun : Wiryani Elvira Ambat 030.07.274

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata RSAU dr.Esnawan Antariksa Periode 8 Oktober – 9 November 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas referat dengan judul “GLAUKOMA DAN TRABEKULEKTOMI” dengan baik. Tugas ini merupakan salah satu syarat dalam mengikuti Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata Periode 8 Oktober – 9 November 2012. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada dr. Sri Harto, SpM atas bimbingannya selama menyelesaikan tugas ini. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada teman dalam siklus ini yang telah membantu dalam pembuatan referat ini serta semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu masukan dalam bentuk saran maupun kritik akan saya terima guna memperbaiki makalah ini. Saya berharap isi dari makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, Oktober 2012

Wiryani Elvira Ambat

Penatalaksanan glaucoma sebaiknya dilakukan oleh ahli oftalmologi dan kerjasama dari berbagai ahli kesehatan. Pemeriksaan oftalmoskopi dan tonometri merupakan bagian dari pemeriksaan rutin pada pasien yang kooperatif dan berusia lebih dari 30 tahun. Tekanan bola mata normal rata-rata sekitar 15 mmHg. Mekanisme peningkatan tekanan intraocular pada glaucoma adalah gangguan pengeluaran humor akueus akibat kelainan system drainase sudut kamera anterior (glaucoma sudut terbuka) atau gangguan akses humor akueus ke dalam system drainase (glaucoma sudut tetutup). Kebutaan sering dapat dicegah bila glaucoma dapat terdeteksi dan mendapatkan pengobatan dini. Kelainan mata pada glaucoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata.000 penduduknya buta akibat glaucoma. . sehingga terjadi kerusakan papil saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. berupa ekskavasasi serta degenerasi papil saraf optic.BAB I PENDAHULUAN Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat. atrofi papil saraf optic dan menciut nya lapangan pandang. dengan batas antara 1220 mmHg. Di amerika. Pada glaucoma akan terdapat melemah nya fungsi mata dengan terjadinya cacat lapangan pandang dan kerusakan anatomi. yang dapat berakhir dengan kebutaan. Tekanan bola mata yang tinggi akan mengakibatkan gangguan pembuluh darah retina yang disusul oleh kematian saraf mata. Hal ini penting pada pasien yang mempunyai riwayat glaucoma pada keluarganya. hampir 80. Glaucoma merupakan salah satu penyakit penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah.

penglihatan kabur disertai dengan adanya halo (pelangi disekitar lampu). Glaucoma merupakan salah satu gaup dari penyakit saraf optic yang melibatkan sel ganglion retina dengan karakterikstik berupa optic neuropathy. antimuntah serta obat yang melebarkan pupil.1. Glaukoma primer dibagi atas 2 bentuk yaitu glaukoma sudut tertutup atau glaukoma sudut sempit dan glaukoma sudut terbuka. Keluhan ini hilang bila .Serangan glaukoma mudah terjadi pada keadaan ruang yang gelap seperti bioskop yang memungkinkan pupil melebar. kornea suram dan edem. dan akibat mengkonsumsi beberapa obat tertentu seperti antidepresan. tekanan bola mata sangat tinggi yang mengakibatkan pupil lebar. Glaukoma Primer Pada glaukoma primer. influenza. iris sembab meradang.1. mata merah.1 DEFINISI Glaucoma berasal dari bahasa Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan. sehingga terjadi kerusakan papil saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. yang disebut juga sebagai glaukoma simpleks atau glaukoma kronik. Tekanan yang mendadak ini akan memberikan rasa sakit yang sangat di mata dan di kepala serta perasaan mual dan muntah. Sudut Tertutup Akut Terjadi pada pasien dengan sudut bilik mata sempit. Terjadi peningkatan tekanan bola mata. yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaucoma. Glaukoma Sudut Tertutup 1. Klasifikasi glaukoma adalah sebagai berikut : 1. Pada glaukoma sudut tertutup terjadi penutupan pengaliran keluar cairan mata secara mendadak. Keadaan mata menunjukkan tanda-tanda peradangan seperti kelopak mata bengkak. antihistamin. 1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. penyebab timbulnya glaukoma tidak diketahui.

Sudut Tertutup Kronik Pada glaukoma tertutup kronis.Tindakan pembedahan harus dilakukan pada mata dengan glaukoma sudut tertutup akut karena serangan dapat berulang kembali pada suatu saat. 1. Pada umumnya sudut bilik mata depan sudah sempit sejak semula (bersifat herediter). iris berangsur-angsur menutupi jalan keluar cairan mata tanpa gejala yang nyata. Sudut Tertutup dengan Hambatan Pupil Sudut tetutup dengan hambatan pupil adalah glaukoma dimana ditemukan keadaan sudut bilik mata depan yang tertutup disertai dengan hambatan pupil.1. .1.berada dalam ruangan yang gelap atau minum terlalu banyak.3. Posisi lensa yang kedepan akan mendorong iris ke depan. 1. Tekanan bola mata akan naik bila terjadi gangguan jumlah cairan keluar akibat bertambahnya jaringan parut. Penutupan Sudut Mendadak (Acute Angle Closer) Penutupan sudut terjadi secara mendadak atau tiba-tiba sehingga aliran cairan mata (akuos humor) dari bilik mata depan menjadi terhalang sama sekali. Faktor pencetus dapat berupa keadaan emosi yang terlalu gembira. sehingga menyebabkan gangguan penglihatan cairan bilik mata depan ke jaring trabekulum.2. oleh karena itu diperlukan tekanan yang lebih tinggi untuk mendorong cairan mata (akuos humor) keluar melalui celah iris. Pada keadaan ini perlahan-lahan terbentuk jaringan parut antara iris dan jalur keluar cairan mata. Hambatan aliran cairan mata (akuos humor) dapat terjadi karena penutupan sudut bilik mata yang dapat terjadi sedikit demi sedikit sampai tertutup sama sekali atau mendadak tertutup sama sekali. tanpa disertai dengan hambatan pupil. Sudut Tertutup tanpa Hambatan Pupil Glaukoma sudut tertutup tanpa hambatan pupil adalah glaukoma primer yang ditandai dengan sudut bilik mata depan yang tertutup.1.4. Masing-masing keadaan memberikan gambaran klinik yang berbeda-beda antara lain : a. Bila usia bertambah tua maka lensa akan bertambah cembung sehingga bilik mata depan akan bertambah dangkal.pasien masuk ruang terang atau tidur karena terjadi miosis yang mengakibatkan sudut bilik mata terbuka. Hanya pembedahan yang dapat mengobati glaukoma sudut tertutup akut. sesudah menonton film di bioskop. 1.

Gangguan akibat tingginya tekanan bola mata terjadi pada kedua mata. Penutupan Sudut Intermedit (Intermettent Angle Closer) Pada umumnya sudut bilik depan sudah sempit sejak semula dan dapat menyebabkan gangguan aliran cairan mata (akuos humor) menuju ke jaring trabekulum. Sesudah setiap kali serangan sudut bilik mata depan terbuka kembali. Pada umumnya glakoma sudut terbuka kronik (simpleks) ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun. Pada glaukoma simpleks terdapat perjalanan penyakit yang lama. Diduga glaukoma diturunkan secara dominan atau resesif pada kira-kira 50% penderita. Glaukoma Steroid Pemakaian kortikosteroid topikal ataupun sistemik dapat mencetuskan glaukoma sudut terbuka kronik (simpleks). sehingga ditemukan gejala klinik akibat tekanan yang tinggi. Glaukoma Sudut Terbuka 1. Perjalanan penyakit biasanya berupa serangan-serangan yang singkat dan hilang timbul. akan tetapi berjalan progresif sampai berakhir dengan kebutaan. c. Dapat juga terjadi karena serangan mendadak yang tidak diatasi dengan baik. 1. 1. walaupun penyakit ini kadang kadang ditemukan pada usia yang lebih muda. Secara genetik penderitanya adalah homozigot.2. Pada penderita glaukoma sudut terbuka kronik (simpleks) 99% hambatan terdapat pada jaring trabekulum dan kanal Schlemm.2.1. Pada pasien glaukoma steroid akan terjadi . akan tetapi keadaan sudut bilik mata depan tidak terbuka kembali seperti semula (menjadi lebih sempit). Glaukoma Sudut Terbuka Kronik (Simpleks) Glaukoma sudut terbuka kronik (simpleks) adalah glaukoma yang penyebabnya tidak ditemukan dan disertai dengan sudut bilik mata depan yang terbuka.2. Mata tidak merah dan sering penderita tidak memberikan keluhan sehingga terdapat gangguan susunan anatomik tanpa disadari penderita.b.2. Penutupan Sudut Menahun (Chronic Angle Closure) Dapat terjadi karena penutupan sudut yang perlahan-lahan atau merupakan kelanjutan serangan intermitet yang sudah menimbulkan dengan kornea pada sudut bilik mata) yang luas.

trauma. 1.2. Pada stadium permulaan ditemukan tekanan intraokuler (TIO) atau tekanan di dalam bola mata. Penyebab dari tipe glaukoma bertekanan rendah (normal). . Glaukoma Sekunder Glaukoma sekunder adalah glaukoma yang diketahui penyebab timbulnya. kelainan uvea. yang dapat mengakibatkan kematian dari sel-sel saraf optik yang bertugas membawa impuls/rangsang dari retina menuju ke otak. Glaukoma Tekanan Rendah (Normal) Glaukoma bertekanan rendah (normal) adalah suatu keadaan dimana ditemukan penggaungan papil saraf optik dan kelainan lapang pandangan yang khas glaukoma tetapi disertai dengan tekanan bola mata yang tidak tinggi (normal). Bila steroid diberhentikan maka pengobatan glaukoma steroid masih diperlukan sama seperti pengobatan padaglaukoma lainnya. Sesudah stadium permulaan dapat diatasi biasanya tekanan intraokuler (TIO) atau tekanan di dalam bola mata dapat terkontrol. berhubungan dengan kekurangan sirkulasi darah di daerah saraf optik mata.Glaukoma dibangkitkan lensa merupakan salah satu bentuk daripada glaukoma sekunder. yang tinggi dan adanya halo (pelangi disekitar lampu) karena adanya edema pada kornea. Glaukoma Miopi (Pigmen) Glaukoma miopi dan pigmen adalah glaukoma primer sudut terbuka dimana pada pemeriksaan gonioskopi ditemukan pigmentasi yang nyata dan padat pada jaring trabekulum.3. dimana terjadi gangguan pengaliran cairan mata (akuos humor) ke sudut bilik mata akibat mencembungnya lensa mata. pembedahan dan lain-lain.4. Pasien akan memperlihatkan kelainan funduskopi berupa ekskavasi papil glaukomatosa dan kelainan pada lapang pandangan. Glaukoma ini terjadi bersamaan dengan kelainan lensa.peninggian tekanan bola mata dengan keadaan mata yang terlihat dari luar putih atau normal.2.Glaukoma sekunder dapat disebabkan atau dihubungkan dengan kelainankelainan atau penyakit yang telah diderita sebelumnya atau pada saat itu. 1. 2. seperti : kelainan lensa.

Keadaan ini akan mengakibatkan terjadinya menutup sudut bilik mata depan. Neovaskuler ini menuju ke sudut bilik depan dan berakhir pada jaring trubekulum.2. Hal ini menyebabkan terjadinya penimbunan cairan mata (akuos humor) hasil produksi badan siliar di bagian belakang yang mendesak ke segala pendangkalan bilik mata depan. Pada hambatan yang bersifat relatif. Glaukoma Neovaskuler Glaukoma neovaskuler adalah glaukoma sekunder yang disebabkan oleh bertumbuhnya jaringan fibrovaskuler (neovaskuler) di permukaan iris. Glaukoma dengan Hambatan Pupil Glaukoma dengan hambatan pupil adalah glaukoma sekunder yang timbul akibat terhalangnya pengaliran cairan mata (akuos humor) dari bilik mata belakang ke bilik mata depan. Hambatan ini dapat bersifat total dan relatif. Pada hambatan yang bersifat total. sehingga arah. Gangguan perkembangan embriologik dapat berupa kelainan akibat terdapatnya membran kongenital yang menutupi sudut bilik mata depan pada saat perkembangan bola mata. 3. dan kelainan akibat tidak sempurnanya pembentukan pembuluh darah bilik yang menampung cairan bilik .3. misalnya: kelainan pembuluh darah. Hambatan siliar pada glaukoma maligna terjadi karena penempelan lensa dengan badan siliar atau badan kaca dengan badan siliar. 2. Glaukoma Maligna Glaukoma maligna adalah suatu keadaan peningkatan tekanan intrakuler (TIO) atau tekanan pada bola mata oleh karena terdapatnya hambatan siliar (ciliary block).2. Hal ini biasanya terjadi sesudah peradangan.1. 2. Glaukoma neovaskuler dapat diakibatkan oleh berbagai hal. penyakit peradangan pembuluh darah. Akibatnya terjadi tekanan yang lebih tinggi di bilik mata belakang dibandingkan dengan bilik mata depan. penyakit pembuluh darah sistemik. glaukoma terjadi akibat perlekatan iris dengan lensa ataupun iris dengan badan kaca. glaukoma terjadi akibat iris dan pangkal iris terdorong kedepan. kelainan pembentukan kanal Schlemm. Glaukoma Kongenital Glaukoma kongenital merupakan suatu keadaan tingginya tekanan bola mata akibat terdapatnya gangguan perkembangan embriologik segmen depan bola mata. serta penyakit tumor mata.

Pada dindingnya sebelah dalam terdapat lubang sebesar 2 mikro. lalu ke posterior 0. Bagian terpenting dari sudut filtrasi adalah trabekula. kemudian ke dalam mengelilingi kanalis schlemm dan trabekula sampai ke COA. Kanal Schlemm merupakan kapiler yang mengelilingi kornea.Akibat pembendungan cairan mata. Epitelnya 2 kali tebal epitel kornea. Limbus tersiri dari 2 lapisan dan stroma. sehingga terdapat hubungan langsung antara trabekula dan kanalis Schlemm. Glaukoma Absolut Glaukoma absolut adalah suatu keadaaan akhir semua jenis glaukoma dimana tajam penglihatan sudah menjadi nol atau sudah terjadi kebutaan total akibat tekanan bola mata memberikan gangguan fungsi lanjut. . Limbus adalah bagian yang dibatasi oleh garis yang menghubungkan akhir dari membaran decement dan membrane bowman. 2. Jalina trabekula terdiri dari berkas-berkas jaringan kolagen dan elastic yang dibungkus oleh sel-sel trabekula yang membentuk suatu saringan dengan ukuran pori-pori makin mengecil sewaktu mendekati kanal Schlemm.Gejala-gejala glaukoma kongenital biasanya sudah dapat terlihat pada bulan pertama atau sebelum berumur 1 tahun. 2030 buah yang menuju ke pleksus vena didalam jaringan sclera dan episklera dari vena siliaris anterior di dalam badan siliar. Kelainan pada glaukoma kongenital terdapat pada kedua mata. mata keras seperti batu dan disertai dengan rasa sakit. hal ini terlihat pada suatu sikap seakan-akan ingin menghindari sinar sehingga bayi tersebut akan selalu menyembunyikan kepala dan matanya.2 ANATOMI SUDUT FILTRASI Sudut filtrasi terdapat di dalam limbus kornea. Akhir dari membrane decement disebut sebagai garis Schwalbe. kornea terlihat keruh.mata. Di dalam stromanya terdapat serat-serat dan cabang akhir dari artery siliaris anterior. Rasa silau dan sakit akan terlihat pada bayi yang menderita glaukoma kongenital.75 mm. Dari kanal schlemm keluar saluran kolektor. bilik mata dangkal.Pada glaukoma absolut. 4. tekanan bola mata meninggi pada saat bola mata sedang dalam perkembangan sehingga terjadi pembesaran bola mata yang disebut sebagai buftalmos.

saluran kolektor.2. Melaui trabekula ini ke kanal schlemm. adalah 1. Sudut ini merupakan tempat melekatnya kornea ke dasar dari iris. Kemudian cairan ini akan masuk ke jamera okuli posterior (COP).3 FISIOLOGIS HUMOR AKUEUS Humor akueus adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata.5-2 L/menit. dan kecepatan pembentukannya. kemudian masuk ke pleksus vena di jaringan sclera dan episklera juga ke dalam vena siliaris anterior di badan silier. Volumenya adalah sekitar 250 L. . Humor akueus diproduksi oleh korpus siliare. Fungsi dari humor akueus ini adalah memberikan nutrisi kepada bagian depan dari bola mata. Sudut bilik mata depan ini pada orang normal berukuran 45 derajat dan disebut sudut nya menyempit bila kurang dari 25 derajat. lalu melalui pupil menuju ke bilik mata depan kemudian masuk ke kanalis trabekula di sudut kamera anterior. yang bervariasi diurnal.

Akibatkan efek samping obat misalnya steroid.4 ETIOLOGI GLAUKOMA Etiologi penyakit Glaukoma secara umum: 1. Akibatkan penyakit lain dari tubuh. Sangat mungkin merupakan penyakit yang diturunkan dalam keluarga (genetic). Penyumbatan pengaliran keluar cairan mata oleh jaringan sudut bilik mata yang terjadi oleh adanya kelainan kongenital. 6.irisdisgenesis dan korneodisgenesis dan yang paling sering trabekulodisgenesis dan goniodisgenesis.2. Kelainan pembentukan kanal schlemm dan saluran keluar cairan mata yang tidak sempurna terbentuk. Etiologi berdasarkan tiap klasifikasinya:  Glaukoma primer Glaukoma dengan etiologi tidak pasti. dimana tidak didapatkan kelainan yang merupakan pnyebab glaukoma.  Glaukoma simpleks Glaukoma yang penyebabnya tidak diketahui. 2. 3. berupa trabekuloidisgenesis. Adanya kelainan pertumbuhan pada sudut bilik mata depan (goniodisgenesis). 2. 5. Membrane kongenital yang menutupi sudut bilik mata pada saat pengembangan bola mata. . Hambatan aliran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil (Glaukoma hambatan pupil). 3. 4.  Glaukoma kongenital 1. Akibat penyakit atau kelainan lain dalam mata. Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliari. 2. Glaukoma ini ditemukan pada orang yang telah memiliki bakat bawaan glaukoma seperti: 1. Gangguan fasilitas pengeluaran cairan mata atau susunan anatomis bilik mata yang menyempit.

dan terjadi serangan berulang beberapa kali. Operasi mata. Kenaikan tahanan vena episklera. . Obat-obatan. 4. 7. Inflamasi mata/ uveitis 2. yang dapat disebabkan: 1. misal pemakaian steroid yang lama. Misal lensa maju akibat katarak insipien. Kelainan lensa. berair penglihatan kabur Kronik : gejala hampir sama dengan yang akut tetapi rasa sakit. 3.  Glaukoma absolut Akibat tekanan bola mata yang memberikan gangguan fungsi penglihatan lanjut. misal pada penderita Diabetes Melitus.5 GEJALA DAN TANDA GLAUKOMA Glaukoma primer  Glaukoma primer sudut tertutup  Akut :      rasa sakit berat (cekot-cekot) di mata. misal operasi katarak. Sindroma eksfoliatif. 2. Trauma yang merusak sudut iridokornea atau menyebabkan iris menutup sudut atau menyebabkan blok pupil atau blok silier. 6. mata merah. Glaukoma sekunder Akibat kelainan di dalam bola mata. dapat sampai sakit kepala dan muntah-muntah. 5. merah dan kabur dapat hilang dengan sendirinya. disini terdapat sumbatan trabekulum oleh pigmen iris. Sindroma pigmentari. misal adanya fistula karotiko-kavernosa. 9. terdapat sumbatan pada trabekulum oleh bahan yang lepas pada sindroma ini. 8. Biasanya rasa sakit kurang berat dibandingkan dengan yang akut. Neovaskularisasi sudut.

penglihatan kabur mata merah rasa sakit di mata dan sakit kepala.buta Glaukoma simpleks Tidak diketahui tanda dan gejalanya. fotofobia/takut sinar mata berair Glaukoma absolut Stadium akhir Glaukoma yang dimana terjadi kebutaan total. Pada sebagian besar kasus tidak terdapat penyakit mata lain ( glaukoma primer ). Glaukoma kongenital a. 2. Glaukoma sekunder a. c. Tekanan intra-okuler tersebut ditentukan oleh kecepatan pembentukan humor akueus dan tahanan terhadap . b. PATOGENESIS GLAUKOMA Glaukoma ditandai dengan meningkatnya tekanan intra-okuler yang disertai pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapangan pandang. b.6. Glaukoma sudut terbuka  Awal :        mungkin tanpa gejala rasa capai pada mata rasa pegal pada mata fluktuasi tajam penglihatan kadang-kadang melihat seperti pelangi sekitar lampu Lanjut : penyempitan lapang pandang .

menurunkan inflamasi intra-okular. Masalah yang nyata adalah waktu pemberian obat yang bermacam-macam disertai dengan menutup saluran keluar yang mengalirkan obat ke rongga hidung (kanal nasolakrimalis). Diskus optikus menjadi atrofik disertai pembesaran cekungan optik. Efek peningkatan tekanan intra-okuler di dalam mata ditemukan pada semua bentuk glaukoma yang manifestasinya ditentukan oleh perjalanan waktu dan besar peningkatan tekanan intra-okuler. menjernihkan korea. Penutup saluran nasolacrimal berguna karena bila obat diteteskan pada mata. Iris dan korpus siliare juga menjadi atrofik dan prosesussiliaris memperlihatkan degenerasi hialin. Patofisiologi peningkatan tekanan intraokuler baik disebabkan oleh mekanisme sudut terbuka atau sudut tertutuo akan berhubungan dengan bentuk-bentuk glaukoma. obat akan masuk ke rongga hidung dan masuk ke dalam peredaran darah dan bagian tubuh yang lain sehingga akan memberikan efek samping. Mekanisme peningkatan tekanan intra-okuler pada glaukoma adalah gangguan aliran keluar humor akueus akibat kelainan system drainase sudut kamera anterior ( glaukoma sudut terbuka ) atau gangguan akses humor akueus ke system drainase ( glaukoma sudut tertutup ). terjadi kerusakan iskemik pada iris yang disertai edema kornea. 2. Untuk mencegah hal ini maka pada saat meneteskan obat ke mata maka tempat pengaliran obat masuk ke . Mekanisme utama pada penurunan penglihatan pada glaukoma adalah atrofi sel ganglion difus yang menyebabkan penipisan lapisan serat saraf dan inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson di saraf optikus.7.aliran keluarnya air mata. miosis. Pada glaukoma sudut tertutup akut. serta mencegah terbentuknya sinekia anterior perifer dan posterior. tekanan intra-okuler mencapai 60-80 mmHg sehingga. PENATALAKSANAAN GLAUKOMA Medikamentosa Pengobatan dengan obat-obatan ditujukan untuk menurunkan tekanan intraokular dengan cepat utuk mencegah kerusakan nervus optikus. Kegagalan hasil pengobatan dapat disebabkan oleh kesalahan dalam teknik pemaaian obat walaupun pasien memakai semua obat sesuai resep.

kepala sakit Sistemik Efek samping . Obat yang diteteskan dalam waktu dekat tidak efisien karena obat yang pertama diteteskan dibilas oleh obat tetes yan berikutnya. teratitis. keratitis herpes Travoprost Bimatoprost 0.004% 0. penglihatan kabur. Sebaiknya antara pemakaian 2 jenis obat dalam batas 10-15 menit. Biasanya 50% dari obat akan masuk ke dalam mata yang efeknya akan sangat baik dan waktu kerjanya akan lebih lama. Obat antiglaukoma: Obat anti glaucoma Jenis obat Konsentrasi Dosis Efek obat Penurun an TIO Okular Prostaglandins analogs Latanoprost 0.d. Aturan pemakaian obat diperlukan pada pemakaian berbagai macam obat tetes yang diberikan.hidung (punctumlakrimal) ditutup dengan jari selama 1-2 menit.a s.03% 4x 4x s.a Meningkatkan uveoskleral trabekular Unoprostone isopropyl β –adrenergic antagonist (β -bloker) Non selektif 0.005% 4x Meningkatkan aliran uveoskleral 25-30% Meningkatkan pigmentasi iris.a Gejala spt flu.a s.d. nyeri otot dan sendi.d.d.a s.d. hipertrikosis. konjungtiva hiperemis. reaktivasi.d.a dan 25-32% 27-33% s.a s. uveitis anterior.15% 2x Meningkatkan aliran trabekular 13-18% s.d.

20-30% Iritasi.d.a 15-20% s. 3x Menurunkan 20-30% Kekaburan Sakit kepala. Kepala systole ekstra 1. 2x s.a s. keratitis.a Komplikasi paru-paru Adrenergic agonist Non selektif Epinefrin 0. vena retraksi. anestesi. 0. kelelahan.a s. alergi. hiperemis.d.5. Hipotensi. kornea.d.a s. kelopak mata. depresi SSP Timolol-LA Timolol hemihydrate levobonolol metipranolol Carteolol hydrochloride Selektif Betaxolol 0. bronkospasme. alergi Bradikardi.25% 2x s. punctuate.d. blok jantung.5% 4x 4x.d.d.a s.5-1. retraksi kelopak mata.midriasi s Aβ 2-adrenergic agonist Selektif Apraclonidin HCL 0.a 0.Timolol maleate 0. 2.25.5% 0.d.a Simpatomimeti k intrinsic 0. 3x Menurunkan produksi akuos.5% 0. folikularis Sangat selektif Brimonidine 0. iskemia.a s.0. iritasi.a s.d.d.25-0.2% 2x.0% 4x.d.0% 2x.a s.0 % menurunkan tekanan episkleral vasovagal attack . hipotensi.a s.d.d.d.5% 4x Menurunkan produksi akuos 20-30% Kekaburan.3% 1. hidung mulut dan kering.a 20-30% 20-30% s. 2x s. konjungtivitis. 2x 2x 4x. 2x Meningkatkan aliran akuos 15-20% Iritasi konjungtiva.25-0.d.a 20-30% 20-30% s.

3x s.d. miosis. konjungtivitis Hiperosmotik agents Mannitol(pare nteral) 20% 2g/Kg BB Osmotic gradient dehydrates vitreous TIO rebound Retensi sakit gagal urin.d.a s.a Sama dengan pilokarpin Meningkatkan salvias. insomnia meningkatkan aliral uveoskleral Parasimpatomimetik (miotik) agent Agonis kolinergik (direct acting) Pilokarpin HCL 0. 100 mg 2x. 3x 125. kepala.d. depresi.tartrate 0. miopia Anti kolinesterase agent (indirect acting) Achothiopate iodide 0. 50.a .a s.a 15-20% Tidak ada Asidosis. keratitis. letargi s. 250 mg 25.a s. meningkatkan sekresi gaster kongestif Gliserin(Oral) 50% s.d.a 15-25% Myopia.d.0% 2-4% Meningkatkan aliran trabekular 15-25% Sinekia posterior.125% 4x. hipotensi.0% 2x. katarak.d.5.2-10. penglihatan kabur. sensasi benda asing kelelahan. epipora Carbonic anhidrase inhibitors Oral Asetazolamid e metazolamid e Topical Dorzolamide 2. 2x s. edem kelopak mata. keratitis.a s. jantung Kurang menyebabkan efek sistemik 62.d.d.a s.a Myopia. kekeringan.2% produksi akuos. 2-4x Menurunkan produksi akuos s.d.d.

Keputusan untuk melakukan operasi glaukoma biasanya langsung pada keadaan yang memang memiliki indikasi untuk dilakukannya operasi. implantasi jalan pintas akuos. maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan. Pengawasan terhadap pasien sangat penting mengingat efek yang kurang baik dari operasi. seperti masalah yang berkaitan dengan bleb. 3.8. Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridotomi (Digunakan sinar laser untuk kaca mata) dan mengkonsumsi manggis yang mengandung . 2.Non Medikamentosa Glaukoma bukan merupakan penyakit yang dapat diobati dengan operasi saja. Target penurunan tekanan intra-okular tidak tercapai Kerusakan jaringan saraf dan penurunan fungsi penglihatan yang progresif meski telah diberi dosis maksimal obat yang bisa ditoleransi ataupun telah dilakukan laser terapi ataupun tindakan pembedahan lainnya. prosedur non-penetrasi TIO. yaitu: 1. resiko katarak di kemudian hari dan infeksi. Prosedur lain seperti iridektomi dan gonioplasti diperuntukkan untuk gangguan sudut dan drainase cairan. PENCEGAHAN GLAUKOMA Gangguan ini bisa diatasi dengan menghindari sinar matahari langsung (menggunakan antioksidan. operasi sudut untuk glaukoma kongenital dan glaukoma sudut tertutup dan ablasi badan silar. Jika penyakit ini ditemukan secara dini.Operasi glaukoma dapat dilakukan dengan laser maupun teknik bedah insisi dengan banyak prosedur yang bertujuan menurunkan TIO. 2. diantaranya trabekulektomi dengan berbagai variasinya. Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka. Operasi biasanya merupakan pendekatan primer baik untuk glaukoma kongenital maupun glaukoma blok papil. Adanya variasi tekanan diurnal yang signifkan pada pasien dengan kerusakan diskus yang berat.

Apabila tindakan operatif dapat dilakukan secara tepat maka prognosis akan lebih baik. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati. Oleh karena itu. yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. 2. PROGNOSIS GLAUKOMA 1. Glaukoma Sudut Tertutup Diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat dan cepat adalah kunci utama untuk mempertahankan penglihatan.9.membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris) untuk mencegah serangan akut. dapat mempertahankan penglihatan tetapi. Glaukoma Sudut Terbuka Apabila ditatalaksana dengan baik. 3. tidak dapat sembuh dengan sempurna. Glaukoma Kongenital Diagnosis dan penatalaksanaan dini sangat penting. . Apabila ditemukan gejala klinik dari glaukoma sudut tertutu maka perlu penanganan sesegera mungkin. 2. Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung. perlu kontrol teratur.

ia melaporkan hasil baik pada 95% di antara kasus-kasus yang dilakukan dengan metode tersebut. Dikemukakan. dalam hal mengurangi penyulit pasca bedah. Cara pembedahannya sendiri tidak banyak berbeda dengan bedah filtrasi klasik. Pada tahun 1972. Dengan demikian. dapat diketahui. ternyata yang paling menonjol adalah pengaliran akuos langsung ke bawah konjungtiva. Pada tulisan ini. hanya saja dibuat flep sklera yang ternyata merupakan dasar keuntungan dari jenis operasi anti glaukoma ini. bila seorang dokter ahli mata dihadapkan untuk mengerjakan bedah anti glaukoma. akan dibicarakan mengenai teknik pembedahan dan penyulit penyulit yang dapat terjadi selama bedah trabekulektomi. walaupun terdapat beberapa mekanisme penyebab terjadinya turunnya tekanan intraokuler. tetapi tanpa melakukan dialisis. memberikan hasil yang terbaik. mekanisme tersebut tidak berbeda dengan apa yang dicapai bedah filtrasi klasik. trabekulektomi merupakan bedah anti glaukoma yang sekarang paling banyak dilakukan. Hal ini terlihat dengan tersebut pada kasusbanyak terbentuknya gelembung (bleb) akuos di bawah jaringan kasus yang terkontrol. selair. yang mengharapkan tekanan intraokuler dapat turun oleh karena akuos dapat mengalir ke seluruh Schlemm yang ikut terpotong pada waktu pengangkatan sebagian trabekulum. juga usaha-usaha untuk mengatasi penyulit tersebut. . Cara yang sekarang banyak dilakukan adalah mengguna.BAB III TRABEKULEKTOMI Pada saat ini. maka lazimnya yang terpikir adalah melakukan trabekulektomi. Semula operasi ini dirancang sebagai trabekulokanalektomi. seperti yang dikemukakan kembali oleh Cairns (1970).kan flep sklera yang berbasis pada limbus tersebut. dan dapat digunakan untuk semua jenis glaukoma. Dari kepustakaan.

cukup dibuat 2 jahitan pada kedua ujung sayatan. 7). Pembuatan jendela trabekula sebesar 2 x 2 mm. melalui perifer kornea di atasnya. Bagian depan digunting dengan gunting Vannas. dilakukan pada jarak 6-8 mm dari dan sejajar limbus. Flap sclera berbasis pada limbus dengan ukuran ± 4x4 mm. dilakukan tahap. 2). parhatikan bahwa pupil lonjong ke arah jendela trabekula. Injeksi antibiotika subkonjungtiva dan diberikan salep mata antibiotika. Setelah disinfeksi daerah operasi dan membuat tali kendali otot rektus superior serta retraksi palpebra.dua sisi kanan dan kiri tegak luaus pada limbus.kon.jungtiva dengan basis limbus kornea.tarik dan diyakini dapat menutup bekas sayatan. dibuat sayatan sepanjang limbus ± 7 mm. termasuk akinesia dan anesteri retrobulber. 5). Pada yang berbaris fornik. Bila perlu ditambah satu atau lebih jahitan lagi. 3).Parasintesis di kornea perifer bagian temporal bawah.nya ke arah pupil dari luar. Iridektomi perifer. lak bagian psoterior.Urutan bedah trabekulektomi adalah sebagai berikut : Tindakan pembedahan umumnya dilakukan di bawah anestesi lokal. Selanjutnya dibuat 2 buah jahitan sementara pada kedua sudut posterior flep sklera. Reposisi iris biasanya cukup dilakukan dengan menekan dan mendorong.Flep tenon konjungtiva dijahit secala jclujur pada yang berbasis limbus. Sayatan dibuat dengan pisau silet dimulai pada ke. setelan konjungtiva di . . 6). Flap tenon . Kedua jahitan sementara flep sklera dikuatkan. yang dilanjutkan ke arah kornea melewati taji sklera (berwarna putih) sampai dengan lokali. Pada flep dengan basis difornik.sasi trabekulum (berwarna lebih gelap). 8).an-tahapan pembedahan sebagai berikut: 1). 4). Bila digunakan flep tenon . setengah tebal sklera.konjungtiva yang dapat dibuat baik dengan basis dalam limbus (limbal base flap) maupun berbasis pada fornik (Fornix base flap). Bersihkan bibir luka pada waktu iridektomi.

.

buat tali kendali.posisi. Bila melakukan kauterisasi. hipertensi. Irigasi dengan BSS atau penekanan dengan kapas. • Perdarahan Perdarahan dapat terjadi pada satiap tahapan pembedahan. penyaldt obstruksi pernafasan merupakan predis.konjungtiva. kelainan pem. Hal ini akan bleb pada pembedahan trabekulektomi yang pembentukan mempergunakan flep tenon konjungtiva dengan basis limbus.bekuan. diyakini bahwa tidak memotong badan siliar atau iris terlalu basal. Pada waktu iridektomi. Perdarahan pada waktu membuat flep tenon konjungtiva dapat dikurangi dengan diseksi tidak memotong. sebaiknya dapat dilakukan dengan cara kauterisasi bidang basah. Pasien usia lanjut. Begitu pula penderita glaukoma kongesti dan posisi kepala penderita yang terlampau rendah dari badan. • Konjungtiva robek Robekan konjungtiva mengganggu umumnya terjadi di daerah litrbus kornea.konjungtiva yang berbasis pada fornik. Kauterisasi pembuluh darah pada permukaan sklera hendaknya dilakukan sebelum pembuatan flep sklera. misalnya dengan menggunakan jarum yang tidak memotong pada waktu mem. arterio sklerosis. Sebagian pendarahan dapat dicegah. tidak jarang menghentik an perdarahan. Luka tersebut akan menjadi lebih terbuka dan berbentuk lobang kancing (button hole) pada waktu penjahitan kembali flep tenon . Masalah ini tidak perlu ada bila trabekulektomi dilakukan dengan menggunakan flep tenon . .ganggu dibersihkan dengan irigasi bilik mata depan melalui lobang parasintesis. terutama bila mengkauterisasi dipermukaan sklera dan di bibir jendela trabekula.Penyulit-penyulit yang dapat terjadi selama pembedahan Penyulit-penyulit lebih sering terjadi pada pembedahan pemula dan mereka yang melakukannya kurang hati-hati serta kurang memperhatikan faktor-faktor predisposisi penyulit. Hifema yang meng.

risaukan. membuat batas flep sklera sebaiknya dimulai dengan his. oleh karena dapat disertakan pada waktu membuat jendela trabekula.belum penjahitan sklera. lebih-lebih bila pengangkatan jaringan trabekulum tidak lengkap. dan bila ada perdarahan dari badan siliar harus dikontrol dulu se. • Perforasi sklera/kornea dan flep sklera robek Perforasi sklera biasanya terjadi pada waktu membuat inaisi batas flep sklera yang terlalu dalam atau diseksi sklera. terutama bila flep sklera dibuat terlalu tebal dan mengguna. Hindari memasukkan pinset iris terlalu dalam ke bilik mata depan untuk menarik iris. Jika perforasi terjadi juga.megang flep pada tepinya. jangan membuat flep sklera terlalu tipis dan menarik flep terlalu kuat. Perforasi kornea yang prematur tidak perlu terlalu di. oleh karena dapat menimbulkan trauma pada lensa. dapat dibuat dengan sedikit menarik satu sisi bibir luka sayatan permulaan untuk melihat kedalamannya. Oleh karena itu. permulaan yang tidak terlalu dalam.Robekan tersebut harus dijahit.forasi yang cukup panjang dijahit dengan benang 10 . Dianjurkan pula untuk tidak melakukan diseksi sklera dengan pisau yang terlah. Selain itu. Iris akan sukar atau tidak prolap bila jendela trabekula terlak posterior. tetapi kecil. Sedang sayatan berikutnya.kan pisau yang tajam. iris juga dapat dibuat prolap dengan menyuntikkan BSS melalui lobang parasintesis. serta menyertakan bawahnya sampai tidak ada kebocoran lagi. tetapi menjepitnya agak lebar pada sisirya. Per. yaitu untuk mencapai kedalaman yang diingini. • Iris tidak prolap atau prolap berlebihan Umumnya iris mudah prolap bila jendela trabekula di.0. Biasanya dipergunakan pisau beaver atau pisau gulf seperti waktu melakukan operasi pterygium. adanya sinekhia posterior atau iris yang kaku karena pengobatan miotikum yang lama. dapat dibiarkan. tajam.buat pada tempat yang tepat. dan dianjurkan untuk menjehitnya dengan tenon di benang 10 .motong. Bila jendela trabekula baik. Robeknya flep sklera dapat dihindari dengan tidak me. Prolap iris yang berlebihan dapat terjadi pada .0 dan jarum yang tidak me.

pupil yang lebar. ke depan. Bila ia terlalu banyak. tetapi iridotomi dahulu pada keadaan demikian. Posisi kepala terlalu rendah. . biasanya setelah iridektomi. diperlukan penambah. Umumnya ke dalaman bilik mata depan kembali setelah flep sklera dijahit kembali. meningkatnya tekanan di ruang posterior atau terjebaknya akuos di bilik mata belakang. Pada keadaan-keadaan tertentu. adanya penekanan terhadap bolamata. Adalah bijaksana untuk tidak langsung melakukan iricektomi. Pengisian ini pun sering dilakukan untuk mengetahui banyak. Ada kalanya ruang anterior tersebut tetap dangkal sehingga perlu dibentuk dengan memasukkan BSS melalui lubang parasintesis. Untuk ini harus waspada akan adanya dorongan terhadap diafragma iris lensa karena meningkatnya tekanan di ruang posterior. Penekanan bola mata oleh kelopak mata atau speculum palpebra. termasuk massase bola mata yang tidak sempurna. bilik mata depan dapat tidak terbentuk atau kembali menghilang walt. bilik mata depan baru dapat dibentuk setelah melakukan sklerotomi posterior untuk mengurangi volume di rongga mata bagian belakang. Dalam keadaan yang ekstrim dan lazim disertai dengan meningkatrya tekanan bola mata.celah flep sklera.upun sudah dicoba mengisinya dengan hawa. oleh Penyebab-penyebab tersebut selayaknya harus diketahui lebih dini sejak awal pembedahan. Akinesia dan anestesia retrobulber. b. sedikitnya drainase akuos melalui celah.kan oleh banyaknya akuos yang keluar. c. • Bilik mata depan yang dangkal/rata Bilik mata depan yang menjadi sangat dangkal disebab. adalah: a.an jahitan flep sklera.

pdf . S. (2009). Widya Medika. 4. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Didownload dari : http://www. Edisi 3. Lorraine.com/script/main/art. Ophthalmology at a Glance. Didownload dari : http://www.medicinenet. Ilmu Penyakit Mata. ( diambil tanggal : 26 Oktober 2012) didownload dari : http://en.wikipedia. Oftalmologi umum. Trabekulektomi: Teknik dan Penyulit Selama Pembedahan.com/files/cdk/files/cdk_043_bedah_mikro. Glaucoma. Vaughan D. Didownload dari: http://www. Angle Closure. Asbury.kalbefarma. Glaucoma. Cassidy. 2004 3. ( diambil tanggal : 27 Oktober 2012).Jane. H. Glaucoma.htm 5.. Jakarta. (diambil tanggal : 27 Oktober 2012). Ilyas.emedicine. ( diperbaharui : 18 April 2006: dibuka tanggal: 26 Oktober 2012). 2000 2.org/wiki/Glaucoma 6. Acute.DAFTAR PUSTAKA 1.com/oph/topic255. Edisi 14. G. Olver.asp?articlekey=373 7. Jakarta: Penerbit Erlangga.T. Jakarta.