STATUS LENGKAP

Identitas Nama Umur Status perkawinan Pekerjaan No. RM : Ny. Hapijah : 90 th : kawin : tidak bekerja : 0-23-93-56

Anamnesis Dilakukan secara Autoanamnesis pada tanggal 15 September 2009 di ruangan Melati RSOB jam 06.00 Keluhan utama Keluhan tambahan : Muntah-muntah berwarna hitam sejak kemarin (14 September 2009) :-

Riwayat Penyakit sekarang Pasien datang dengan keluhan muntah berwarna hitam. Muntah sebanyak dua kali. Pasien pertama kali mengira muntah hitam tersebut adalah muntahan makanan cincau yang sebelumnya dimiinum oleh pasien. Oleh karena itu, pasien tidak membawa diri segera ke rumah sakit. Pasien juga mengaku BAB cair berwarna hitam sebanyak dua kali, mencret hitam yang pertama terjadi kemarin jam 11 siang. Pada jam 21.00 hari ini, mencret hitam kembali di alami pasien, pasien langsung membawa diri ke RSOB. Selain itu pasien juga merasakan nyeri pada ulu hati, nyeri kepala dan mual. Pasien mengaku belum pernah merasakan hal yang seperti ini sebelumnya. Pasien sangat senang meminum minuman bersoda. Dalam seminggu pasien dapat meminum tiga kaleng minuman bersoda. Selain itu, pasien juga sangat suka meminum jamu penghilang sakit nyeri sendi. Karena pasien sering mengeluh nyeri pada kedua sendi lututnya. Jamu tersebut sudah diminumnya sejak usia 14 tahun.

1

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat diabetes mellitus dan hipertensi disangkal pasien dan pasien tidak pernah mengalami hal yang seperti ini sebelumnya. Pasien pernah mengalami nyeri dada. Tetapi pasien tidak mengingat kapan terakhir kali mengalaminya.

Riwayat Penyakit Keluarga Dikeluarga tidak ada yang mengalami penyakitseperti pasien alami, riwayat hipertensi dan diabetes dalam keluarga juga disangkal oleh pasien. Pemeriksaan Fisik Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan : 90/70 mmHg : 80x/menit : 36,5 o C (suhu aksila) : 20x/menit

keadaan umum Kepala

: sakit sedang, compos mentis : Normocephali, deformitas (-), rambut hitam-putih, tipis, distribusi merata tidak mudah dicabut, tidak kering.

Mata

: Oedema palpebra -/-, pupil bulat isokor, lensa jernih +/-, Arcus senilis +/+ RCL +/+, RCTL +/+, konjungtiva pucat +/+, sklera ikterik -/-

Telinga

: Normotia ki-ka, deformitas -/-, NT tragus -/-, Nyeri tarik aurikula -/-, nyeri ketuk mastoid -/-, liang telinga lapang, tidak hiperemis, MT tidak dapat dinilai

Hidung Mulut

: Sekret -/-, Septum deviasi -/-, NT SPN : bibir kering, lidah putih, kotor, tepi hiperemis (-), tidak tremor, oral higien buruk.

Tenggorokan Leher

: Tonsil T1-T1, tidak hiperemis, faring tidak hiperemis : KGB tidak teraba membesar

2

Rh -/-. petechie (-). oedem -/Bawah: akral hangat. petechie (-). Wh -/- . S2 N.Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Ictus cordis terlihat di ICS V 1 cm medial midklavikular kiri : IC teraba : tidak dilakukan : S1 N. Wh -/- Sonor Suara vesikuler.Thoraks .Paru DEPAN Inspeksi Palpasi Simetris statis & dinamis Vocal fremitus tidak mengeras BELAKANG Simetris statis & dinamis Vocal fremitus tidak mengeras Perkusi Auskultasi Sonor Suara vesikuler. Rh -/-. oedem -/- 3 . gallop (-) Abdomen Inspeksi Palpasi : datar : supel. murmur (-). reguler. turgor kurang Perkusi Auskultasi : timpani : BU (+) Ekstremitas Atas: akral hangat. NT epigastrium (+). Hepar dan Lien tidak teraba membesar.

Ringer Laktat drip cepat 250cc dilanjutkan dengan RL/8 jam .Transfusi 1 labu 4 .103 : 9.3 mg/dl : 1.103 : 200.Terpacef 2x1 gr .29 mg/dl : 135 meq/L : 5.2% : 265 .Kalnex 500 mg IV 2x1 . spooling es/6 jam .5 .Anemia Perencanaan dan Penatalaksanaan .2 meq/L : 108 meq/L : 148 mg/dl Assesment : .Hematemesis dan melena ec suspek Gastritis Erosif .Suspek Chronic Renal Failure .NGT terbuka.Pemeriksaan Laboratorium (15 September 2009) Leukosit Hb HT Trombosit Ureum Kreatinin Natrium Kalium Chlor GDS : 8.OMZ 2x1 vial .1 g/dl : 26.Vitamin K 2x1 IV .

compos mentis : Konjungtiva pucat +/+ .45 : 9. oedem -/. Murmur (+) ESM gr III. Gallop (-) : supel. NT epigastrium (+).40 Leukosit Hb HT Trombosit : sakit sedang. -/: 100 cc warna kuning pekat 18.5 o C (suhu aksil : 20x/menit keadaan umum Mata Oral Leher Thorax Paru Jantung Abdomen Ekstremitas Ekskresi urin Laboratorium 06. rh -/-. gizi buruk.3 .6 . hepar dan limpa tidak teraba : Akral hangat. cairan NGT keluar 100cc : KGB TTM : Gerak napas simetris.2 L% : 165 .00 S : Nyeri perut di ulu hati.6 g/dl : 27. Sklera ikterik -/: NGT sudah tidak hitam lagi. batuk (+) O: Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan : 120/80 mmHg : 80x/menit : 36. wh -/: BJ 1.103 5 .8 g/dl : 27. 07..103 : 9.8 L% : 200 .10 3 Leukosit Hb HT Trombosit : 7.103 : 9.Follow up 16 September 2009. datar. BJ 2 N regular.

setelah spooling dimasukkan inpepsa .Farsorbid 2 x 1 .Vitamin K 2x1 IV .Anemia .Assesment : .Endoskopi .Farsix 1x ½ .Bisoprolol 1 x ½ Anjuran: .Suspek Aorta Stenosis .Pemeriksaan GFR 6 .Echokardiografi .Hematemesis dan melena ec suspek Gastritis Erosif .Kalnex 500 mg IV 2x1 .Terpacef 2x1 gr .Suspek Chronic Renal Failure .OMZ 2x1 vial .NGT terbuka.IVFD Ringer Laktat : Aminofluid /12 jam . spooling es/6 jam .ISPA Perencanaan dan Penatalaksanaan : .

Sklera ikterik -/: NGT sudah tidak hitam lagi.8 L% : 209.40 Leukosit Hb HT Trombosit : 7. oedem -/.Follow up 17 September 2009. Murmur (+) ESM grade I. compos mentis : Konjungtiva pucat +/+ . BJ 2 N regular.9 g/dl : 31.103 : 10. wh -/: BJ 1. 07.103 7 . O: Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan : 100/60 mmHg : 80x/menit : 36. hepar dan limpa tidak teraba : Akral hangat. rh -/-.00 S : Batuk (+). -/- Laboratorium 06. datar..7 o C (suhu aksila) : 24x/menit keadaan umum Mata Oral Leher Thorax Paru Jantung Abdomen Ekstremitas : sakit sedang. Gallop (-) : supel. NT epigastrium (+). cairan NGT keluar 100cc : KGB TTM : Gerak napas simetris.0 . Belum BAB sudah 2 hari.

ISPA Perencanaan dan Penatalaksanaan : .OMZ 2x1 vial .Farsorbid 2 x 1 .Suspek Aorta Stenosis .Farsix 1x ½ .Hematemesis dan melena ec suspek Gastritis Erosif .Assesment : .Suspek Chronic Renal Failure .Bisoprolol 1 x ½ 8 .Inpepsa 1 x 2cc .Anemia .Terpacef 2x1 gr .IVFD Ringer Laktat : Aminofluid /12 jam .Kalnex 500 mg IV 2x1 .

Pasien juga sangat suka meminum jamu penghilang sakit nyeri sendi sejak usia 14 tahun.RESUME Ny. Pasien mengaku belum pernah merasakan hal yang seperti ini sebelumnya. Dilakukan juga pemeriksaan GDS. Jantung dan paru terlihat normal. 9 . pukul 21. sakit sedang. Selain itu karena terdapat peningkatan ureum dan kreatinin serta anemia. Pada pemeriksaan fungsi ginjal didapat bahwa kadar ureum dan kreatinin meningkat. Jadi dari anamnesis. lensa mata sebelah kiri tampak keruh dengan arcus senilis di kedua bola mata. Hapijah usia 90 tahun datang ke RSOB pada tanggal 15 Agustus 2009 dengan keluhan muntah berwarna hitam sebanyak 2 kali sejak tanggal 14 september 2009. hepar dan limpa tidak teraba. compos mentis. Dari pemeriksaan darah lengkap didapatkan pasien dalam keadaan anemia. Selain itu pasien juga merasakan nyeri pada ulu hati. nyeri kepala dan mual. Pasien juga mengaku BAB cair berwarna hitam sebanyak dua kali. Terdapat nyeri tekan pada epigastrium. Konjungtiva tampak pucat di kedua mata tetapi tidak ikterik. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien dalam keadaan hipotensi. lidah putih dan kotor dengan tepi yang tidak hiperemis. sehingga pasien membawa diri ke RSOB.00 mencret hitam di alami pasien kedua kalinya. maka pasien diduga memiliki keadaan gagal ginjal kronik. pemeriksaan fisik dan penunjang didapatkan bahwa pasien sedang mengalami hematemesis dan melena yang di sebabkan karena gastritis erosive yang diduga karena mengkonsumsi jamu-jamu yang mengandung OAINS. dan di dapatkan pasien dalam keadaan toleransi gula terganggu. Pasien meminum meminum tiga kaleng minuman bersoda dalam seminggu. Bibir tampak kering. mencret hitam yang pertama terjadi pada tanggal 14 september jam 11 siang.

Pasien suka meminum jamu anti nyeri sendi dan minuman bersoda Jamu anti nyeri sendi biasanya dicampur dengan oabt anti inflamasi non steroid yang sangat toksik terhadap mukosa lambung. . Minuman bersoda juga dapat menjadi pemicu timbulnya gastritis. Dan perdarahan tersebut pastinya berasal dari saluran cerna bagian atas yaitu berasal dari esophagus dan lambung.Jamu tersebut sudah diminumnya sejak usia 14 tahun. tepi hiperemis (-).ANALISIS KASUS Pasien didiagnosis Hematemesis Melena ec Gastritis Erosif karena didapatkan pada pasien: a. nyeri kepala dan mual Gejala di atas merupakan gejala yang khas pada ganstritis. oral higien buruk. tidak tremor. Jika terdapat peradangan pada lambung. . Nyeri pada ulu hati disebabkan karena di lokasi tersebut tempat adanya lambung. lidah putih. . dan pasien dari 1 hari sebelum ke rumah sakit tidak mau makan karena merasa tidak enakj pada perutnya. b. Anamnesis .Muntah dan BAB berwarna hitam sejak 1 hari SMRS Muntah dan BAB yang berwarna hitam disebabkan karena adanya darah yang telah teroksidasi dengan asam lambung. kotor. Hal ini merupakan pemicu timbulnya ulkus pada mukosa lambung yang kemungkinan besar dapat menyebabkan gastritis erosif hemoragika. maka akan nyeri pada daerah ulu hati. .Nyeri pada ulu hati.Konjungtiva Pucat Menandakan pasien dalam keadaan anemia .Nyeri Tekan Epigastrium Merupakan gejala yang khas pada gastritis. Menandakan pasien dalam keadaan dehidrasi. Pemeriksaan Fisik . 10 . Artinya sudah ada peradangan kronis pada lambung pasien yang ditandai dengan lamanya konsumsi jamu-jamu yang mengandung OAINS.Bibir kering. Mual dan nyeri kepala merupakan kumpulan gejala dari sindroma dyspepsia.

Penatalaksanaan . berpotensi untuk menjadi diabetes mellitus.Ureum dan kreatinin yang meningkat Menandakan ada penurunan fungsi dari ginjal.Ekskresi urin 100 cc/24 jam dengan warna kuning pekat Menandakan terdapat penurunan laju pengeluaran urin. c. . d.Ringer Laktat drip cepat 250cc dilanjutkan dengan RL/8 jam Diberikan RL drip cepat untuk mencegah terjadinya syok hipovolemik dan memperbaiki keadaan dehidrasi pada pasien ini..GDS 148 mg/dl Pasien dalam keadaan toleransi gula terganggu.Murmur sistolik tipe ejeksi pada daerah Aorta grade III Kemungkinan pasien memiliki kelainan jantung berupa Aorta Stenosis. . . . biasanya merupakan Chronic Renal Failure.Vitamin K 2x1 IV Vitamin K dapat membantu mempercepat pembekuan darah. Pemeriksaan Laboratorium . . Jika disertai dengan anemia. Bisa merupakan manifestasi dari ARF atau pun CRF. Memungkinkan terdapatnya kelainan ginjal berupa gagal ginjal kronik.IVFD Ringer Laktat : Aminofluid /12 jam Diberikan cairan rumatan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.Transfusi 1 labu Dilakukan dengan tujuan untuk mengkoreksi keadaan anemia pada pasien.Anemia Anemia bisa berasal dari perdarahan lambungnya ataupun karena penyakit lain yang menyertai seperti gagal ginjal . Dan dapat dipastikan dengan pemeriksaan ekokardiografi.Kalnex 500 mg IV 2x1 Berisi asam tranexamat yang berfungsi dalam pembekuan darah 11 . . sehingga dapat meminimalisai perdarahan pada saluran pencernaan pasien.

Endoskopi Dilakukan untuk mendiagnosis secara pasti dari gastritis erosive .Bisoprolol 1 x ½ Adalah obat golongan Beta bloker. . dan ternyata lambung terisi dengan cairan berwarna hitam yang menandakan masih terjadi perdarahan di dalamnya. Oleh karena itu untuk pelaksanaan rutin dipakai klasifikasi dan cara estimasi 12 . Saat ini baku emas pemeriksaan LFG yang paling tepat adalah bersihan inulin tetapi tidak tersedia di Indonesia. .Terfacef 2x1 gr Terpacef berisi ceftriakson yang dapat membunuh bakteri gram negatif dan positif. . Berisi sucralfate.. Uji bersihan kreatinin yang dianggap mendekati nilai LFG banyak dipengaruhi kesalahan pengumpulan urin. spooling es/6 jam Untuk melihat isi dari lambung. Membantu menghilangkan infeksi karena ada keluhan batuk pada pasien. adalah pemeriksaan renogram 99 Tc DTPA.Pemeriksaan GFR Untuk kepentingan klinik. . sehingga diharaokan dapat membantu menghentikan perdarahan. Pemeriksaan yang setara dan tersedia di RSCM. Kandungan dari obat ini adalah Isosorbide dinitrate.Farsorbid 2 x 1 Diberikan sebagai profilaksis dari angina pektoris. . pemeriksaan laju filtrasi glomerulus (LFG) adalah petanda paling penting dalam evaluasi fungsi ginjal pada penderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK). sehingga dilakukan spooling / pencucian lambung dengan menggunakan air es.NGT terbuka.Inpepsa 1 x 2cc Pengobatan duodenal ulcer.Farsix 1x ½ Berisi furosemid yang berfungsi sebagai diuretik. . Obat beta bloker mengurangi denyut jantung dan kontraktilitas miokard Anjuran: .OMZ 2x1 vial Omeperazol berfungsi untuk mencegah perluasan ulkus.

02 mg/L dengan median 0.3.LFG menurut rumus bersihan kreatinin Cockroft & Gault yang direkomendasi oleh K/DOQI.5%.73m2.1% sedangkan untuk bersihan kreatinin CGC adalah 100% dan 38. Berdasarkan hasil nilai-nilai spesifisitas.90 mL/menit/1. dan 99TcDTPA renogram sebagai baku emas.81 mg/L dan rentang LFG DTPA 75 126 Ml/menit/1.73m2 dengan median 118. 13 .73m2 dengan median 72. kadar kreatinin serum dengan metode Jaffe kinetik.1 mL/menit/1.0 mL/menit/1. Jenis penelitian uji diagnostik. perhitungan estimasi LFG dengan bersihan kreatinin Cockroft & Gault modifikasi Coresh (CGC). Hasil penelitian didapatkan hasil uji bersihan kreatinin CGC berada dalam rentang 39. prediksi negatif.2 dan 3 diperiksa untuk mendeteksi penurunan fungsi ginjal dini. Tujuan penelitian adalah mendapatkan pemeriksaan penurunan fungsi ginjal yang lebih baik dibandingkan bersihan kreatinin. akurasi diagnostik dan Iuas daerah di bawah kurva ROC dari kadar Cystatin C lebih tinggi dari CGC. maka Cystatin C lebih tepat digunakan untuk penetapan adanya kerusakan ginjal dengan penurunan LFG.48 . . Setiap subyek diperiksa kadar serum Cystatin C dengan cara imunonefelometri.73m2. Pemeriksaan kadar serum Cystatin C adalah parameter baru yang dikatakan lebih sensitif dibandingkan bersihan kreatinin Cockroft & Gault.Pemeriksaan Echokardiografi Untuk melihat adanya kecurigaan dari kelainan jantung berupa aorta stenosis karena didapat dari ejection sistolik murmur dengan punctum maksimum didaerah aorta. Sensitifitas dan spesifisitas untuk uji Cystatin C adalah 100% dan 57. sehingga kedua uji dapat digunakan sebagai parameter penurunan fungsi ginjal. hasil uji kadar Cystatin C serum 0. dengan atau tanpa koreksi luas permukaan badan berdasarkan nilai kreatinin serum. Tiga puluh orang kelompok PGK stage 1.

badan mengurus dan anemis. Varises esofagus Penderita dengan hematemesis melena yang disebabkan pecahnya varises esofagus. misalnya pada peminum alkohol atau pada hamil muda. esofagus dan lambung. b.HEMATEMESIS DAN MELENA Hematemesis adalah muntah darah berwarna merah kehitaman menyerupai endapan bubuk air kopi. Disamping muntah darah penderita juga mengeluh rasa nyeri dan panas seperti terbakar di mulut. Lokasi hematemesis dimulai dari faring sampai intestine di tempat pelekatan ligamentum treitz. 1. Keduanya ini sebagai akibat perdarahan saluran makan bagian atas. yang bersifat korosif untuk mukosa mulut. Disamping mengeluh disfagia. c. Karsinoma esofagus Karsinoma esofagus sering memberikan keluhan melena daripada hematemesis. Dada dan epigastrum. Bila penderita mengalami disfagia kemungkinan disebabkan oleh karsinoma esofagus. hanya sesekali penderita muntah darah dan itupun tidak masif. Sindroma Mallory-Weiss Sebelum timbul hematemesis didahului muntah–muntah hebat yang pada akhirnya baru timbul perdarahan. Pada pemeriksaan endoskopi jelas terlihat gmabaran karsinoma yang hampir menutup esofagus dan mudah berdaharah yang terletak di sepertiga bawah esofagus. Pada umumnya sifat perdarahan timbul spontan dan masif. Dari hasil analisis air keras tersebut ternyata mengandung asam sitrat dan asam HCI. Kelainan Esofagus a. Esofagitis korosiva Pada sebuah penelitian ditemukan seorang penderita wanita dan seorang pria muntah darah setelah minum air keras untuk patri. lengket bercampur dengan darah. tidak pernah mengeluh rasa nyeri atau pedih di epigastrum. Biasanya disebabkan oleh karena terlalu sering muntah-muntah hebat dan terus menerus. d. Darah yang dimuntahkan berwarna kehitam-hitaman dan tidak membeku karena sudah bercampur dengan asam lambung. 14 . Melena adalah buang air besar dengan kotoran seperti ter atau aspal.

15 . c. Karsinoma lambung Insidensi karsinoma lambung di negara kita tergolong sangat jarang dan pada umumnya datang berobat sudah dalam fase lanjut. nyeri ulu hati dan sebelum hematemesis didahului rasa nyeri atau pedih di epigastrum yang berhubungan dengan makanan. muntah. b. Esofagitis dan tukak esofagus Esofagitis bila sampai menimbulkan perdarahan lebih sering bersifat intermittem atau kronis dan biasanya ringan. Sesaat sebelum timbul hematemesis karena rasa nyeri dan pedih dirasakan semakin hebat. sehingga lebih sering timbul melena daripada hematemesis. Tukak lambung Penderita mengalami dispepsi berupa mual. Setelah muntah darah rasa nyeri dan pedih berkurang. Gastritis erisova hemoragika Hematemesis bersifat tidak masif dan timbul setelah penderita minum obat-obatan yang menyebabkan iritasi lambung. nyeri di daerah ulu hati sering mengeluh merasa lekas kenyang dan badan menjadi lemah. Perlu ditanyakan juga apakah penderita sedang atau sering menggunakan obat rematik (NSAID + steroid) ataukah sering minum alkohol atau jamu-jamuan. Tukak di esofagus jarang sekali mengakibatkan perdarahan jika dibandingkan dengan tukak lambung dan duodenum.e. dan sering mengeluh rasa pedih. Lebih sering mengeluh karena melena. Sebelum muntah penderita mengeluh nyeri ulu hati. 2. Kelainan di lambung a. Sifat hematemesis tidak begitu masif dan melena lebih dominan dari hematemesis.

luka terbuka). Gastritis bakterialis Biasanya merupakan akibat dari infeksi oleh Helicobacter pylori (bakteri yang tumbuh di dalam sel penghasil lendir di lapisan lambung). tetapi jika lambung tidak menghasilkan asam. Keadaan 16 . 3. berbagai bakteri bisa tumbuh di lambung. Tidak ada bakteri lainnya yang dalam keadaan normal tumbuh di dalam lambung yang bersifat asam. 6. Cederanya sendiri mungkin tidak mengenai lambung. diantaranya: 1.bahan iritan seperti obat-obatan. Lapisan lambung menahan iritasi dan biasanya tahan terhadap asam yang kuat. Bakteri ini bisa menyebabkan gastritis menetap atau gastritis sementara. Gastritis ini terjadi secara perlahan pada orang-orang yang sehat. yang disebabkan oleh penyakit berat atau trauma (cedera) yang terjadi secara tiba-tiba. Gastritis eosinofilik bisa terjadi sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap infestasi cacing gelang. Gastritis karena stres akut Merupakan jenis gastritis yang paling berat. Gastritis erosif kronis Bisa merupakan akibat dari: . bisa disertai dengan perdarahan atau pembentukan ulkus (borok. Eosinofil (sel darah putih) terkumpul di dinding lambung. seperti yang terjadi pada luka bakar yang luas atau cedera yang menyebabkan perdarahan hebat. terutama aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya . 2.GASTRITIS Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Paling sering terjadi pada alkoholik.infeksi virus dan bakteri. 4. sehingga lapisan lambung menjadi sangat tipis dan kehilangan sebagian atau seluruh selnya yang menghasilkan asam dan enzim. Tetapi lapisan lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan karena beberapa penyebab. 5.penyakit Crohn . Gastritis karena virus atau jamur Bisa terjadi pada penderita penyakit menahun atau penderita yang mengalami gangguan sistem kekebalan. Gastritis atrofik Terjadi jika antibodi menyerang lapisan lambung.

Disebut Gastritis hemoragik karena pada penyakit ini dijumpai perdarahan mukosa lambung dalam berbagai derajat dan terjadi erosi yang berarti hilangnya kontinuitas mukosa lambung pada mukosa lambung tersebut Gastritis (inflamasi mukosa lambung) sering diakibatkan diet yang sembrono. Bentuk terberat dari penyakit Gastritis akut disebabkan oleh mencerna asam atau alkali kuat. 8. Pembentukan jaringan parut dapat terjadi. Gastritis juga merupakan tanda pertama dari infeksi sistemik akut.ini biasanya terjadi pada usia lanjut. Gastritis juga bisa terjadi jika seseorang menelan bahan korosif atau menerima terapi penyinaran kadar tinggi. Gastritis Sel Plasma Merupakan gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. diantaranya: 1. aspirin. lipatannya melebar. Penyakit lain dari Gastritis akut mencakup alkohol. Gastritis akut Inflamasi akut mukosa lambung pada sebagian besar kasus merupakan penyakit yang ringan dan sembuh sempurna. atau terapi radiasi. 17 . Salah satu bentuk Gastritis akut yang manifestasi klinisnya dapat berbentuk penyakit yang berat adalah Gastritis erosit atau Gastritis hemoragik. Sekitar 10% penderita penyakit ini menderita kanker lambung. Secara garis besar. Gastritis di bagi menjadi dua subbagian. 7. yang mengakibatkan obstruksi piloris. yang menyebabkan mukosa menjadi ganggren atau perforasi. refluk. Gastritis ini juga cenderung terjadi pada orang-orang yang sebagian lambungnya telah diangkat (menjalani pembedahan gastrektomi parsial). Gastritis atrofik bisa menyebabkan anemia pernisiosa karena mempengaruhi penyerapan vitamin B12 dari makanan. Dinding lambung menjadi tebal. kelenjarnya membesar dan memiliki kista yang terisi cairan. empedu. Sel plasma (salah satu jenis sel darah putih) terkumpul di dalam dinding lambung dan organ lainnya. Individu ini makan terlalu banyak atau terlalu cepat atau makan makanan yang terlalu berbumbu atau yang mengandung mikroorganisme penyebab penyakit. Penyakit Meniere Merupakan jenis gastritis yang penyebabnya tidak diketahui.

biasanya dalam waktu 2-5 hari setelah terjadinya cedera. Manifestasi Klinis Gastritis Gejalanya bermacam-macam. Perdarahan bisa meluas dan berakibat fatal Gejala dari gastritis erosif kronis berupa mual ringan dan nyeri di perut sebelah atas.Tinja berwarna kehitaman seperti aspal (melena) . alkohol dan aspirin merupakan agen pencetus yang lazim. Biasanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa tidak nyaman di perut sebelah atas. 18 . Jika gastritis menyebabkan perdarahan dari ulkus lambung. kafein. yaitu nyeri ketika perut kosong. Pada gastritis karena stres akut. biasanya bersifat jinak merupakan respon mukosa lambung terhadap berbagai iritan lokal. Bila penderita tetap sakit. cairan lambung menjadi kemerahan dan jika sangat berat. 2. Gastritis kronis ditandai oleh Atropi Progresif Epitel kelenjar disertai kehilangan sel parietal dan chief cell. ulkus bisa membesar dan mulai mengalami perdarahan. Penderita lainnya merasakan gejala yang mirip ulkus. Dinding lambung menjadi tipis dan mukosa mempunyai permukaan yang nyata. penyebabnya misalnya penyakit berat. Tetapi banyak penderita (misalnya pemakai aspirin jangka panjang) tidak merasakan nyeri. tergantung kepada jenis gastritisnya. yaitu limfosit dan neutrofil pada daerah tersebut menandakan adanya aktivitas. Fylory). Endotoksin bakteri (setelah menelan makanan terkontaminasi).Muntah darah (hematemesis) atau makanan yang sebagian sudah dicerna. tetapi perut sebelah atas terasa tidak enak. tekanan darah bisa turun.Gastritis akut merupakan penyakit yang sering ditemukan. luka bakar atau cedera biasanya menutupi gejala-gejala lambung. yang menyerupai endapan kopi. Gastritis kronis digolongkan menjadi dua kategori yaitu Gastritis Tipe A (Atropik atau Fundal) dan Gastritis Tipe B (Antral) Gastritis kronis adalah inflamasi yang lama yang disebabkan oleh ulkus benigna atau maligna dari lambung atau oleh bakteri Helicobacter Pylory (H. Perdarahan menyebabkan tinja berwarna kehitaman seperti aspal. Gastritis kronis Disebut Gastritis kronis apabila infiltrasi sel-sel radang yang terjadi pada lamina propria dan daerah intra epitelial terutama terdiri atas sel-sel radang kronik. gejalanya bisa berupa: .

menyebabkan peritonitis (peradangan lapisan perut) dan nyeri yang luar biasa. Pada penyakit Meniere. Secara umum peranan endoskopi saluran cerna bagian atas lebih sensitif dan spesifik untuk diagnosis kelainan akut lambung. 19 . Protein yang hilang ini bercampur dengan isi lambung dan dibuang dari tubuh. Dengan kontras tunggal sukar untuk melihat lesi permukaan yang superfisial karena itu sebaiknya digunakan kontras ganda. Kadang setelah terapi penyinaran. sehingga bakteri bisa masuk ke dalam dinding lambung dan menyebabkan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba. Hilangnya nafsu makan. Perut tampak kaku dan keadaan ini memerlukan tindakan pembedahan darurat. sehingga isi lambung tumpah ke dalam rongga perut.Pada gastritis eosinofilik. nyeri perut dan muntah bisa terjadi bersamaan dengan timbulnya ruam di kulit dan diare. Diagnosis Gastritis a. sehingga terjadi nyeri perut dan muntah. Gastritis akibat terapi penyinaran menyebabkan nyeri. mual dan heartburn (rasa hangat atau rasa terbakar di belakang tulang dada). Tidak pernah terjadi perdarahan lambung. Pada gastritis sel plasma. nyeri perut dan muntah bisa disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan ujung saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari. terbentuk jaringan parut yang menyebabkan menyempitnya saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari. Penimbunan cairan dan pembengkakan jaringan (edema) bisa disebabkan karena hilangnya protein dari lapisan lambung yang meradang. mukosa akut di mukosa lambung berupa erosi atau ulkus dangkal dengan rata pada endoskopi dan gambaran radiologi. mual. Penyinaran bisa merusak lapisan pelindung lambung. muntah dan penurunan berat badan. gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri lambung. gambaran lesi. Gastritis Akut Tiga cara menegakkan diagnosis. Tukak bisa menembus dinding lambung. lebih jarang terjadi. yaitu gambaran klinis. yang terjadi karena adanya peradangan dan kadang karena adanya tukak di lambung.

cepat kenyang. perlu pula dilakukan kultur untuk membuktikan adanya infeksi Helicobacter Pylory apalagi jika ditemukan ulkus baik pada lambung ataupun pada dedenum. Diagnosa ditegakkan berdasarkan endoskopi dan histopatologi untuk pemeriksaan histopatologi sebaiknya dilakukan biopsi dan semua segmen lambung. Diagnosa Gastritis kronik ditegakkan berdasarkan pemeriksaan endoskopi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi biopsi mukosa lambung. Pada pemeriksaan gastroskopi akan tampak mukosa yang sembab. Mengingat angka kejadian yang cukup tinggi yaitu hampir mencapai 100%. Dilakukan pula Rapid Ureum Test (CLO). pemeriksaan fisik tidak memberikan informasi apapun juga.Gastritis akut harus selalu diwaspadai pada saat pasien pada keadaan kronis yang berat atau penggunaan aspirin dan anti inflamasi nonsteroid. Kebanyakan Gastritis kronik tanpa gejala. 2. disertai dengan mual/kadang muntah-muntah. Gastritis kronis Evaluasi diagnosis untuk Gastritis kronis dilakukan dengan : pada Tipe A dihubungkan dengan tidak adanya atau rendahnya kadar asam hidra klorida Tipe B dihubungkan dengan hipoklarhidria dan Gastritis pada gastrointestinal atas. Gastritiserasif flat. Gastritis reised. merah. 20 . Keluhan yang sering dihubungkan dengan Gastritis kronik adanya nyeri tumpul di epigastrium. Mereka yang mempunyai keluhan biasanya keluhannya tidak jelas. erosi mukosa yang bervariasi dari penyembuhan sampai tertutup oleh tekanan darah dan kladang-kadang ulserasi.mudah berdarah atau terdapat perdarahan spontan. Lesi-lesi tersebut biasanya terdapat pada fundus dan korpus lambung secara endoskopik Gastritis akut dapat berupa Gastritis eksudatif atau eritematus. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan gastroskopi. Kriteria minimal yang ditegakkan diagnosis Helicobacter Pylory jika hasil Ureum Test (CLO) dan ataupun positif dilakukan pula pemeriksaan serologi untuk Helicobacter Pylory sebagai diagnosis awal. Gastritis hemoragik dan memberikan manfaat yang berarti untuk menegakkan diagnosa Gastritis akut. Keluhankeluhan ini tidak dapat digunakan untuk evaluasi keberhasilan pengobatan. seri sinar X dan pemeriksaan histologis.

karena tidak ada bukti klinis yang dapat menunjukkan manfaat tindakan tersebut untuk menghenti-kan perdarahan saluran cerna bagian atas. tetapi pada umumnya tetap dianjurkan. Bila gejala menetap. Obat-obatan ditujukan untuk mengatur sekresi asam lambung berupa antagonis reseptor H2 Inhibition pompa proton. antagenis H2 dan sukralfat tetap dianjurkan walaupun efek teraupetiknya masih diragukan. Biasanya perdarahan akan segera berhenti bila keadaan si pasien membaik dan lesi mukosa akan segera normal kembali. atau Devivat Prostaglandin Mukosa. Penatalaksanaan medical untuk Gastritis akut dilakukan dengan menghindari alkohol dan makanan sampai gejala. Dahulu sering dilakukan kuras lambung dengan air es untuk menghentikan perdarahan saluran cerna bagian atas. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian antasida dan antagonis H2 sehingga mencapai PH lambung 4. Tindakantindakan itu misalnya dengan endoskopi skleroterapi. Penatalaksanaan sebaiknya meliputi pencegahan terhadap setiap pasien dengan resiko tinggi. antikolinergik dan antasid juga ditujukan sebagai sifo protektor berupa sukralfat dan prostaglandin. Bila Gastritis dihubungkan dengan alkali kuat. pengobatan terhadap penyakit yang mendasari dan menghentikan obat yang dapat menjadi kuasa dan pengobatan suportif. Untuk pengguna aspirin atau anti inflamasi nonsteroid pencegahan yang terbaik adalah dengan Misaprostol. pemberian antasida. diet lambung dengan posisi kecil dan sering. Meskipun hasilnya masih jadi perdebatan. pada sebagian pasien biasa mengancam jiwa. Bila terdapat perdarahan. embolisasi arteri gastrika kiri atau gastrektomi. Gastrektomi sebaiknya dilakukan hanya atas dasar abolut. 21 . dilanjutkan diet tidak mengiritasi. Pencegahan ini terutama bagi pasien yang menderita penyakit dengan keadaan klinis yang berat. Gastritis akut Faktor utama adalah dengan menghilangkan etiologinya. penatalaksanaan serupa dengan pada hemoragi saluran gastrointestinal atas.Penatalaksanaan Gastritis a. diperlukan cairan intravena. gunakan jus karena adanya bahaya perforasi.

tergantung pada penyakit yang dicurigai. Jika 22 . Helicobacter Pylory dapat diatasi dengan antibiotik (seperti Tetrasiklin atau Amoxicillin) dan garam bismut (Pepto bismol). merokok. Selain itu prostaglandin adalah molekul protektif untuk mukosa lambung. Namun demikian lesi tidak selalu muncul dengan Gastritis kronis alkohol dan obat yang diketahui mengiritasi lambung harus dihindari. karena mempunyai fundus pada lambung Gastritis kronis Tipe A merupakan suatu penyakit auto imun yang disebabkan oleh adanya auto antibodi terhadap sel. Pasien dengan Gastritis Tipe A biasanya mengalami malabsorbsi vitamin B. Gastritis kronis diatasi dengan memodifikasi diet pasien. Enzim Cyclooxygenase berfungsi sebagai pemecah asam arakhidonat menjadi prostaglandin dan tromboksan. Pengaruh Obat Antiinflamasi Nonsteroid terhadap Lambung Umunya OAINs bekerja dengan menghambat enzim cyclooxigenase 1 dan cyclooxigenase 2. Pengaruh prostaglandin terhadap lambung adalah menurunkan sekresi asam lambung dan meningkatkan sekresi mukus pada mukosa lambung. Parietal kelenjar lambung dan faktor intrinsik dan berkaitan dengan tidak adanya sel parietal dan Chief Cell.12. Jadi penyebab utama Gastritis Tipe B adalah infeksi kronis oleh Helicobacter Pylory. Dinding lambung menjadi tipis dan mukosa mempunyai permukaan yang rata. Prostaglandin adalah molekul perantara peradangan. meningkatkan istirahat mengurangi dan memulai farmakoterapi. Gastritis kronis ini digolongkan menjadi dua kategori Tipe A (Altrofik atau Fundal) dan tipe B (Antral). maka penyakit ini harus diobati. Pengobatan Gastritis kronis bervariasi. Bila terdapat ulkus dedenum. dan refluks dapat mencetuskan terjadinya ulkus peptikum dan karsinoma. dapat diberikan antibiotik untuk membatasi Helicobacter Pylory. Gastritis kronis Tipe B disebut juga sebagai Gastritis antral karena umunya mengenai daerah atrium lambung dan lebih sering terjadi dibandingkan dengan Gastritis kronis Tipe A.b. Gastritis kronis Faktor utama adalah ditandai oleh progesif epitel kelenjar disertai sel parietal dan chief cell. pada anemia pernisiosa harus diberi pengobatan vitamin B. yang menurunkan sekresi asam dan menyebabkan tingginya kadar gastrin.12 dan terapi yang sesuai. Faktor etiologi Gastritis kronis lainnya adalah asupan alkohol yang berlebihan. Gastritiskronis Tipe A disebut juga Gastritis altrofik atau fundal. Bila terjadi anemia defisiensi besi (yang disebabkan oleh perdarahan kronis).

terjadi hambatan dalam produksi prostaglandin. Karena mukus yang berkurang dan asam lambung yang banyak diproduksi. 23 . Dan hal ini terjadi pada pasien yang menggunakan obat-obatan antiinflamasi non steroid. maka memperbesar terjadinya kerusakan pada mukosa lambung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful