You are on page 1of 11

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I

I. Judul II. Tujuan -

: Belerang :

Mahasiswa memahami beberapa karektristik senyawa belerang Mahasiswa dapat membedakan struktur belerang rombik dengan belerang monoklin Menentukan karakteristik reaksi unsur belerang pada pembentukan senyawa tiosulfat dan polisulfida.

III. Manfaat -

Dapat mengetahui yang mana bentuk atau strutur dari belerang rombik dengan belerang monoklin Dapat menyimpulkan hasil dari reaksi unsur belerang pada pembentukan senyawa tisolfat dan polisulfida.

IV. Landasan Teori Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida. Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus. Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.

Pembuatan Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan. Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta. Sifat-sifat Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami. Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa. Belerang dengan kemurnian 99.999+% sudah tersedia secara komersial. Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal. Isotop Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi.

Senyawa-senyawa Senyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa belerang yang sangat penting Kegunaan Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting. Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik. Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit. Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemar udara. Unsur belerang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk allotropi, dua diantaranya adalah monoklinik dan rhombik belerang seperti gambar yang tertera di bawah ini.

Kanan : Rhombik belerang ; Kiri : Monoklinik Belerang Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang yang membentuk molekul siklik.

Molekul siklik dari belerang padat (S8)

Rupa dari sulfur pada suhu dan tekanan biasa memiliki sifat isulator arus listrik. Walaupun, penelitian belerang pada tekanan tinggi menunjukkan bukti terjadinya transisi ke struktur berbeda yang merupakan fase logam (superkonduktivitas sering dikaitkan dengan perubahan struktur dari satu struktur kristal logam ke struktur logam lainnya, dimana struktur yang kedua menyimpang dari struktur sebelumnya). Elektromagnet khusus yang didasari oleh superkonduktif material digunakan secara luas di ilmu kedokteran untuk magnetik resonance imaging (MRI). Secara umum, superkonduktif material hanya menunjukkan sifat ini pada temperatur yang sangat rendah, lebih rendah daripada temperature hidrogen cair (20K). Sifat dari belerang ini sangatlah penting karena fase logamnya memiliki suhu kritis yang sangat tinggi yang melampaui superkonduktivitas dari unsur-unsur benda padat lainnya yang telah diteliti. Lebih lanjut, suhu kritis ini meningkat dengan bertambahnya tekanan, merupakan sifat yang luarbiasa. Sebagai contoh, selenium dan telurium, yang merupakan satu golongan dengan belerang, menunjukkan sifat yang berbeda. Belum ada yang tahu bagaimana menjelaskan fenomena tersebut. Makna dari hasil penelitian tersebut adalah bahwa belerang membuka kesempatan untuk pengembanhan dari percobaan teori superkonduktivitas. Para peneliti sedang merencanakan untuk meningkatkan tekanan guna mempelajari sifat yang luarbiasa ini Belerang mempunyai titik lelh 113 o dan titik didih 445 oC. Belerang terdapat dalam berbagai bentuk alotrop yang secara alami yaitu Si, siklooktasulfur yang tertata secara zigzag. Macam macam alotrop belerang yang bias temui yaitu , S, -S, -S, S, -S, dan -S. Belerang membenuk senyawa dalam berbagai tingkatan oksidasi , dan senyawanya dengan oksigen merupakan salah satu senyawa belerang yang terpenting yang sering melibatkan ikatan rangkap dua dari donasi pasangan electron oksigen. Hal ini dapat terjadi oleh karena tersedianya orbital kosong 3d dalam atom belerang. Ikatan tunggal S-S juga banyak dijumpai khususnya pada pada spesies tiosulfat dan polisulfida ( yang paling sederhana yaitu S22- tak berwarna sedangkan homolog yang lebih panjang S32-, S42-, S52-, dst. Berwarna kuning). Iion sulfite bereaksi dengan belerang membentuk ion tio sulfat : reaksi pembentukannya ini sesungguhnya mirip dengan pengikatan oksigen menjadi sulfat, oleh karena itu keduanya mempunyai struktur identik.

V. Alat dan Bahan a. Tabung uji ( reaksi) b. Pemanas c. Corong Penyaring d. Sentrifuga e. kaca Arloji f. Larutan CS2 g. larutan NaOH (5M) h. Kristal Na2S2O3 i. Serbuk belerang j. Larutan HCl( 5 M) dan HCl encer k. Kertas saring l. Larutan AgNO3 ( 0,1 M) m. Toluena VI. Cara Kerja 1. Masukkan ~ 1 gram serbuk belerang kedalam tabung reaksi, panaskan secara perlahan (hati-hati) hingga meleleh, kemudian tuangkan cairan panas belerang ini kedalam gelas kimia yang berisi air dingin(~ 10 ml). Amati hasil nya. 2. Masukkan ~ 1 gram serbuk belerang kedalam tabung reaksi yang berisi ~ 3 ml toluene ( awas mudah terbakar dan bersifat karsinogenik kembali dan amati hasil ( pertumbuhan kristalnya). 3. Masukkan ~ 0,5 gram serbuk belerang kedalam tabung reaksi yang berisi ~ 4 ml karbon disulfide, panaskan secara perlahan hingga larut ( jika perlu disaring), kemudian tuangkan larutan panas ini kedalam kaca arloji. Biarkan dingin kembali dan amati hasil ( pertumbuhan kristalnya). 4. kedalam ~ 4 ml air larutkan ~ 0,5 gram Kristal Na2S2O3, kemudian tambahkan ~ 0,3 gram serbuk belerang dan panaskan dengan hati-hati secara perlahan campuran ini selama 2-3 menit. Saring atau pusingkan dan ambil larutannya, kemudian kedalam filtrate ini tambahkan asam hidroklorida encer ( kerjakan didalam almari asam). Amati secara hati-hati dan catat setiap perubahan yang terjadi. 5. Panaskan hingga mendidih campuran ~ 2, 5 ml NaOH ( 5 M) dan ~ 0,25 gram belerang selama 3-4 menit. Dinginkan, saring kedalam tabung reaksi, kemudian kedalam filtrate ini tambahkan asam hidroklorida ( 5 M) bertetes-tetes dan tutup ujung tabung dengan kertas saring yang telah dibasahi dengan larutan perak nitrat ( kerjakan ini dalam almari asap). Amati, kenali baunya, dan catat setiap perubahan yang terjadi.

VII. Data Hasil Pengamatan No Perlakuan 1 Serbuk belerang Serbuk dituangkan air dingin. Amatan/ Simpulan belerang berwarna kuning pucat dan

dipanaskan kemudian dipanaskan kemudian membuat serbuk belerang kedalam tersebut mencair dan berwarna merah kecokelatan dan cairannya langsung dimasukkan kedalam air dingin. Cairan tadi berubah menjadi kristal seperti pelastik. Lalu dari tabung reaksi keluar gas gas berwarna kuning kehijauan. 2 Air + Na2S2O3 + S Air ditambahkan pada natrium tiosulfat tidak larut, dipanaskan, disaring kemudian Filtrat + HCl ditambahkan dengan belerang tidak bercampur larutannya, jika dipanaskan larutannya tidak berubah. Ketika disaring dengan kertas saring membuat larutan yang tersaring adalah larutan yang berwarna beningjernih. Ditetesi dengan asam klorida, perlahan-lahan larutannya menjadi warna putih susu dan membuat larutan menjadi 3 fasa. 3. NaOH + S didihkan. Larutan natrium hidroksida ditambahkan dengan Disaring HCl Filtrat + belerang tidak dapat bercmpur, ketika dipanaskan membuat larutan menjadi warna kuning tua, ketika di fitrat menghasilkan larutan yang berwarna kuning jernih. Ketika ditambah dengan asam klrida membuat larutan menjadi warna putih dan larutan tersebut menjadi terpisah. Bau larutannya adalah bau busuk

VIII. Persamaan Reaksi

1.

- S8 (s) + 8 O2 (g) 8 SO2 (s) 2. SO2 (s) + H2O (l) H2SO3 (s) 4C6H5CH3 (aq) + 4 S8 (s) + O2 (g) 4 C6H5CH2S8 (s) + 2 H2O

4.

- Na2S2O3 (s) + 5H2O (l) Na2S2O3. 5H2O (aq) Na2S2O3.5H2O (aq) + S(s) + O2 (g) Na2S2O3 (aq) + SO2 (g) + 5H2O(l) Na2S2O3 (aq) + 2HCl (aq) 2NaCl (aq) + S (s) + SO2 (g) + H2O(l)

5. S(s) + 2NaOH (aq) Na2S(s) + H2O (l) - 2S (s) + 4NaOH (aq) Na2S (s) + Na2SO3 (aq) + H2O (l) - Na2S (s) + 2HCL (aq) H2S (g) + 2NaCl (aq) - H2S (g) + 2 AgNO3 (aq) Ag2S(s) + 2HNO3 (aq)

IX. PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini kami melakukan percobaan tentang belerang dimana kami mengamati perubahan belerang yang seharusnya dilakukan dengan melakukan percobaan sebanyak lima kali, tetapi karena keterbatasan bahan yang tersedia didalam laboratorium, maka hanya dilakukan tiga percobaan dan belerang itu dicampur dega zat kimia lainnya. Belerang membenuk senyawa dalam berbagai tingkatan oksidasi, dengan hasil yang berbeda-beda. Ketika belerang yang berwarna kuning pucat dipanasakan kemudian serbuk belerang tersebut mecair berwarna merah kecokelatan, idsini perlu kita ketahui bahwa pada saat belerang tersebut mencair maka kita harus menuangkannya langsung kedalam air, karena apabila tidak langsung dituangkan, maka belerang tersebut akan membeku karena suhu yang terlalu tinggi. Ketika serbuk belerang tersebut mencair maka cairannya dimasukkan dalam air maka akan berubah menjadi plastic seperti mengkristal yang berwarna kuning kehijauan. Belerang yang berbentuk kristal tadi disebut belerang plastic yang diperoleh dari lelehan belerang yang dituangkan kedalam air berisi rantai rantai spiral -S. sedangkan uap belerang mengandung campuran S2, S4, S6 dan S8. Percobaan yang keempat, Na2S2O3 yang berwarna bening yang dilarutkan dalam air tidak larut semuanya dalam air, Na2S2O3 tidak bercampur dengan air, hal ini karena Na2S2O3 merupakan zat yang hanya dapat larut pada pelarut organic sedangkan air temasuk pelarut yang bersifat polar. Setelah ditambahkan dengan belerang yang berwarna kuning pucat, belerang dan Na2S2O3 tidak dapat bercampur karena antara belerang dan Na2S2O3 memiliki ikatan dan sruktur kimia yang jauh berbeda. Ketika kedua campuran tersebut dipanaskan, belerang akan mulai masuk kedalam larutan Na2S2O3. hal ini terjadi dipengaruhi oleh temperature dan mampu mengubah keadaan larutan tersebut. Saat dipanaskan warna larutan tersebut semakin berwarna merah hingga berwarna orange kemerahan. Kemudian larutan tersebut disaring dengan menggunakan kertas saring agar menyaring larutan yang tidak bercampur, saatdisaring, latutan yang tersaring adalah menjadi larutan yang berwarna orange yang jernih, Kemudian filtrate dari larutan tersebut diambil dan ditetesi dengan HCl yang berwarna bening akan membentuk 3 fase yaitu bening, gel, dan larutan putih keruh. Penambahan asam kuat pada proses ini akan menghasilkan H2S2, SO2 dan H2O . dan berbau H2S Untuk percobaan yang kelima, belerang yang berwarna kuning pucat bereaksi dengan basa kuat (NaOH) yang berwarna bening membentuk ion tio sulfat dan ion

polisulfida, dan larutan tersebut tidak dapat bercmpur. Apabila larutan tersebut dipanaskan maka akan membuat warna larutan menjadi warna kuning tua. Kemudian larutan tersebut disaring dengan menggunakan filtran maka yang tersaring adalah larutan yang berwarna kuning jernih, ketika ditambahkan dengan asam klorida Kemudian filtrate dari larutan tersebut diambil dan ditetesi dengan HCl yang berwarna bening dan membentuk dua fasa, yaitu berwarna putih diatas dan berwarna orange kemerahan dibawah, semakin ditambai asam klorida, mengubah larutan yang berwarna putih itu semakin banyak, dan apabila larutan tersebut didiamkan lama kelamaan akan membentuk 3 fase yaitu bening, gel, dan larutan putih keruh. Larutan tersebut berbau busuk.

X. Kesimpulan

1. Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. 2. Macam macam alotrop belerang yang bias temui yaitu , S, -S, -S, -S, -S, dan -S. 3. Unsur belerang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk allotropi, dua diantaranya adalah monoklinik dan rhombik belerang. Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang yang membentuk molekul siklik. 4. Belerang plastic yang dapat diperoleh dari lelehan belerang yang dituangkan kedalam air berisi rantai-rantai spiral -S. 5. Belerang beraksi dengan basa kuat membentuk ion tiosulfat dan ion polisulfida. 6. Ion sulfite bereaksi dengan belerang membentuk ion tiosulfat ; reaksi pembentukannya ini ssuangguhnya mirip dengan pengikatan oksigen menjadi sulfat, oleh karena itu keduanya mempunyai strtuktur yang identik.

XI. Daftar Pustaka Gulo, Fakhili. 2006. Kimia Anorganik I. Inderalaya : FKIP P.Kimia UNSRI.

Gulo, Fakhili. 2010. Petunjuk Praktikum Kimia Anorganik I. Inderalaya : Laboratorium PSB UNSRI. Hadeli, 2004. Petunjuk PraktikumKimia Anorganik I. Inderalaya: Universitas Sriwijaya Handoyo, Kristian Sugiyarto. 2001. Dasar-Dasar Kimia Anorganik Nonlogam. Yogyakarta : PMIPA Jurusan Kimia UI Yogyakarta.