You are on page 1of 6

UJIAN AKHIR SEMESTER AGAMA ISLAM SYAHADAT SEBAGAI WUJUD KESETIAAN Indra Dimas Nurdiyanto / IV MP 06 Tingkat IV Manajemen Persandian

/ 0908100809

S

yahadat merupakan rukun Islam yang pertama. Syahadat berasal dari kata bahasa Arab yaitu Syahida (‫ ,) شهد‬yang artinya ialah menyaksikan. Syahadat artinya mengakui tidak ada Tuhan yang wajib disembah, melainkan Allah, dan mengakui bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah. Syahadat ini adalah syarat utama seseorang masuk Islam, dapat digambarkan bahwa Syahadat merupakan pintu masuk Islam. Syahadat terdiri dari dua unsur, yakni Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. Kedua Syahadat itu merupakan Dua Kalimat Syahadat yang menjadi syarat mutlak bagi muallaf. Lafadz kalimat syahadat :

‫د‬

‫ش‬

‫د‬ ‫د‬

‫شهد‬ ‫د‬

‫اشهدأَن الاله االهللا واشهدان محمدرسىل هللا‬

”ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULUULAH” Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Dua Kalimat Syahadat ialah: 1. Syahadat Tauhid : artinya menyaksikan dan mengakui ke Esaan Allah. 2. Syahadat Rasul : artinya menyaksikan dan mengakui ke Rasulan Nabi Muhammad saw. Ketika mengucap dua kalimat syahadat haruslah dengan sungguh-sungguh, yakni membenarkan dengan hati apa yang ia ucapkan, serta mengerti apa yang diucapkan. Dengan begitu orang yang belum Islam masuk ke dalam Islam, dan wajiblah mengerjakan rukun Islam. Namun Mayoritas umat Islam mengartikan syahadat sebagai ikrar saja, apabila mereka tahu bahwa syahaadah juga mengandung arti sumpah dan janji, serta tahu bahwa akibat janji dan sumpah maka mereka akan benar-benar mengamalkan Islam dan beriman. Iman sebagai dasar dan juga hasil dari pengertian syahaadah yang betul. Iman merupakan pemyataan yang keluar dari mulut, juga diyakini oleh hati dan diamalkan oleh perbuatan sebagai pengertian yang sebenarnya dari iman. Apabila kita mengamalkan syahaadah dan mendasarinya dengan iman yang konsisten dan istiqamah, maka beberapa hasil akan dirasakan seperti keberanian, ketenangan dan optimis menjalani kehidupan. Kemudian Allah SWT memberikan kebahagiaan kepada mereka di dunia dan di akhirat. Keutamaan Dua Kalimat Syahadat Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'Anhu yang mengatakan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Barangsiapa bersyahadat (bersaksi) bahwa tiada Ilah (Tuhan) yang berhak disembah kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan (bersyahadat) bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan ruh daripada-Nya; dan (bersyahadat) pula bahwa surga benar adanya dan neraka benar adanya; pasti Allah memasukkannya ke dalam surga betapapun amal yang telah diperbuatnya." (Muttafaq 'Alaih) Dalan Shahih Muslim dan lainnya, hadits marfu' dari Utsman Radliyallah 'Anhu,

"Barangsiapa yang meninggal sedangkan dia mengetahui makna La Ilaha Illallah pasti masuk surga." (HR. Muslim) Dari Abu Hurairah Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

‫ه‬ ‫ه‬ ‫ش‬ ‫د‬

‫شهد‬

"Saya bersaksi bahwa tiada tuhan (yang berhak diibadahi) selain Allah dan aku adalah utusan Allah, tiada-lah seorang hamba bertemu Allah (meninggal dunia) dengan membawa keduanya tanpa ada keraguan sedikitpun pasti ia akan masuk surga." (HR. Muslim) Dari 'Ubadah bin al Shamit Radliyallah 'Anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Siapa yang bersaksi bahwa tiada tuhan (yang berhak diibadahi) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah mengharamkan neraka atasnya." (HR. Muslim) Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mencukupkan dua kalimat syahadat untuk para sahabat. Yaitu untuk mengucapkannya, mengamalkan arahannya, lalu melaksanakan konsekuensinya berupa taat kepada

? Nafyu dan itsbat inilah yang dipahami oleh orang yang diseru kepada tauhid atau kalimat Laa Ilaaha Illallaah. selalu mentauhidkan Allah 'Azza wa Jalla. sujud. "Ucapkan Laa Ilaaha Illalaah!" mereka menjawab." (QS. ketundukan. ketika Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berbicara kepada kafir Quraisy. Inilah makna ucapannya. Karena inilah. Makna Kalimat Laa Ilaaha Illallaah Para du'at dan ulama sangat memperhatikan materi kalimat tauhid. "Makna Laa Ilaaha Illallaah adalah tidak ada yang diibadahi dengan benar kecuali tuhan yang satu. berupa tauhid dan ikhlash. Maka wajib mengesakan Allah dengan ibadah itu. bernadzar. Allah Ta'ala berfirman. dan macam ibadah lainnya. Laa Ilaaha Illallaah. rasa takut. jika tidak mengamalkan tuntutannya. hal 53 menjelaskan. melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. tawakkal. diamalkan tuntutannya secara dzahir dan batin. Itulah maksud kufur dengan taghut dan iman kepada Allah. yaitu Allah yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya.Allah dan Rasul-Nya. terutama tentang maknanya. dan menjauhi berbagai tradisi? syirik. bahwa makna al-Ilaah adalah al-ma'bud (yang diibadahi). namun harus dipahami maknanya. Kalimat agung ini mengandung makna bahwa selain Allah bukan tuhan." (QS. "Apakah kamu datang kepada kami. Kalimat ini tidak cukup hanya dilisankan saja. dan menetapkan selain Allah sebagai tuhan adalah kezaliman yang terburuk. Tak seorangpun berhak diibadahi selain Allah. Semua bentuk ibadah yang hadir kerena pengabdian hati kepada Allah dengan cinta. Syaikh Sulaiman bin Abdillah dalam Taisir al 'Aziz al Hamiid. Pengakuan tuhan selain Allah merupakan kebatilah terbesar. Makna di atas dipahami oleh orang yang mengerti bahasa Arab. kalimat ini memerintahkan untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang disembah dan melarang menjadikan tuhan bersama Allah. Al Zukhruf: 86) dan ayat semisal yang menjelaskan ilmu (memahami makna) menjadi syarat kalimat syahadatain. termasuk kandungannya yaitu nafyu (peniadaan) dan itsbat (penetapan). bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah. Al Anbiya': 25) ‫د‬ ‫د‬ . Karena itu. agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami?" (QS. taubat. Kalimat ini juga mengandung Nafyu Ilahiyah (meniadakan ketuhanan) selain Allah dan mentapkannya hanya untuk Allah semata. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". kecintaan. Al Nahl: 36) Benar. Wajib memberikan semua itu kepada Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja). yaitu ibadah kepada Allah dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya. dan melaksanakan segala macam ibadah." (QS. dan jauhilah Thaghut itu'. Muhammad: 19) ‫شهد‬ ‫د‬ "Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafaat. Lalu siapa yang memberikan sedikit saja dari ibadah tadi kepada selain Allah maka dia telah menjadi musyrik walau ia mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah. akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini (nya). Inilah makna Laa Ilaaha Illallaah. dan kepatuhan kepada-Nya semata masuk dalam kategori uluhiyah. Sedangkan ikrarnya "Muhammad Rasulullah" mengharuskannya taat kepada utusan Allah ini Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan mengikutinya. Al A'raaf: 70) Padahal Nabi Huud hanya mengajak mereka kepada Laa Ilaaha Illallaah. tidak ada sekutu bagi-Nya. seperti doa. menyembelih. sebagaimana tidak pantas disebut tuhan kecuali hanya Allah. Shaad: 5) Kaum Huud berkata." (QS. "Maka ketahuilah." (QS. sebagaimana firman Allah Ta'ala: ‫د‬ "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu. "Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.

Ia sadar dan yakin bahwa Allah adalah Murabbi baginya. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Keduanya saling berkaitan. meyakini maknanya. majikannya terus menyiksanya. Bahkan itu sudah menjadi fitrah dirinya (Qs. Sistem peredaran darahnya. Karena Allah adalah rabbul „alamin. Keyakinan saja yang tidak didasari oleh pemahaman masih akan dapat diguncang. malaikat dan orang-orang mukmin. Sementara pemahaman tanpa keyakinan. Ia merupakan kombinasi antara keyakinan dan pemahaman. tidak bisa dipisahkan. juga akan menyebabkan syahadah menjadi mandul dan tidak memiliki daya dorong yang kuat. Jika saja seorang mukmin mengatakan “La Ilaaha Illallah”. dan menerapkannya dalam hidup. apa saja yang Aku berikan kepadarnu berupa kitab dan hikmah. Sementara orang mu‟min adalah mereka yang hatinya (Qs. Allah berfirman: Apakah karnu mengakui dan menerima perjanjianKu terhadap yang dernikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah lebih tahu bahwa Ia adalah Tuhan. sendiri ataupun di tengah keramaian. Pernyataan ( ) Iqrar yaitu suatu pernyataan seorang muslim mengenai apa yang diyakininya. dan mewajibkan kepada seluruh umat untuk menerima risalahnya dan berjalan di atasnya. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia. apa saja yang Aku Kandungan Kalimat Syahadat ( ‫)مدلُول الشهادَة‬ َ َّ ُ ْ ْ َ Syahadah adalah prinsip dasar yang dianut setiap mukmin. kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu. Yang oleh karena itu Allah akan menuntut bukti agar hambanya yang mengucapkan pernyataan itu dapat membuktikan bahwa ia mengIlahkan Allah dalam setiap sisi kehidupannya. pencernaannya dan banyak lainnya langsung tunduk pada sistem rabbaniyah. Dia telah memandatkan syari'at ini sebagaimana risalah (kerasulan). niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Tidak ada tempat dan waktu yang kosong dari pembuktian bahwa dirinya memang betul memperhamba dirinya kepada Allah.3:18. Itulah kenapa manusia tidak dapat menolak rasa ketuhanan (God Conciousness) yang muncul dalam dirinya. Bilal ibn Rabbah tetap saja mengucapkan kata-kata “ahad” walaupun Umayyah ibn Khalaf. harus disertai dengan membenarkan risalahnya. walau apapun resikonya. kamu”. Bahkan mereka dengan bangga akan mengumandangkan kalimah itu. Malaikat adalah makhluk yang langsung menyaksikan kebesaran Allah. Hasil dari ikrar ini adalah kewajiban kita untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang diikrarkan. Pernyataan ini sangat kuat karena didukung oleh Allah SWT. memerintahkan untuk menyampaikannya kepada umat. diam atau bicara.Makna Syahadat Muhammad Rasulullah Dalam mengikrarkan kalimat syahadat harus disertai dengan mengetahui maknanya. Yaitu keyakinan yang menghujam dalam hati bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam diutus oleh Tuhannya 'Azza wa Jalla. Nyaris seluruh sistem dalam tubuhnya langsung dikendalikan oleh kekuatan Rabbul „alamin. maka pertama-tama adalah bahwa pernyataan itu harus diucapkan dengan segenap keyakinan dan kesadaran bahwa yang penting dari pernyataan itu adalah pembuktian. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. ketika Allah mengambil perjanjian dari Para nabi: “Sungguh. ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh. Allah adalah . komitmen dengan makna dan tuntutannya.Keyakinan hati inilah yang menyebabkan mereka tidak ragu sedikitpun untuk terus mengumandangkan kalimat tauhid. Yang menegakkan keadilan. 49:14) merasakan ketundukan kepada Allah Dalam surat Ali Imran. begitu juga dalam kalimat pasangannya (Muhammad Rasulullah). Persaksian kebenaran syahadat langsung oleh Allah. AlIah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai Para nabi) dan Aku menjadi saksi (Pula) bersama. Yang Maha perkasa lagi Maha Bijaksana. debaran jantungnya. Harus dipahami bahwa Syahadah yang benar mengandung unsur-unsur yang tanpanya syahadah tidak akan dapat tegak. Tuhannya dalam keadaan sedih maupun senang. Dan setelah kita memahami bahwa Laa Ilaaha Illallaah tidak cukup dilafadzkan saja. Ayat senada terdapat dalam Dan (ingatlah). Oleh karena yang menjadi saksi bagi pernyataan itu adalah Allah sendiri. Keterangan tersebut di atas menunjukkan adalah wajar jika seorang mukmin memiliki kemantapan hati. Malaikat dan orang-orang yang berilmu (Para nabi dan orang yang beriman). Adapun unsur dimaksud adalah : A. Ikrar Syahadah merupakan pernyataan keyakinan seorang hamba mukmin terhadap pemeliharaan Allah terhadap dirinya. 7:172) yang berbunyi “Dan (ingatlah). Maka bagi orang yang mengucapkannya wajib mengetahui maksud kalimat itu. Dan oleh karenanya mereka tidak sedikitpun membangkang kepada Allah.

9:111). tapi juga mengumumkan peperangan terhadap Hizb Allah ini. Berkata Rasulullah SAW membacakan kepada kami ayat. Semua mereka adalah saudara yang saling mendukung. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Tuhan kami ialah Allah.Q. . Pelanggaran terhadap sumpah ini adalah kemunafikan dan tempat orang munafik adalah neraka jahanam. mencari kesempatan dalam kesempitan kaurn muslimin. Ada berita Ammar ibn Yasir sempat mengucapkan kalimat kafir karena beratnya penyiksaan yang dilakukan kepada mereka. padahal mereka tidak lebih sebagai pendusta Q. kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu. maka tidak ada perbedaan muwashofat (sifat. Dalam 13 tahun pertama dakwah Rasulullah Saw dan para sahabat ra di Makkah. Hilanglah berbagai „ashabiyah (kebanggaan akan suku. bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. 2:208). Tapi betapa mencengangkan bahwa ternyata tidak ada berita yang sampai kekita bahwa ada di antara mereka yang murtad karena tidak tahan penyiksaan kaum kuffar. kelompok). memperolok-olok ayat Allah SWT. Beberapa ciri orang yang melanggar sumpahnya yaitu memberikan walaa‟ kepada orang~orang kafir. berganti dengan ikatan persaudaraan yang dibangun di atas landasan aqidah Islamiyah. Atau juga tidak tahan menghadapi penderitaan di atas jalan dakwah. sampai akhirnya turun ayat yang memaafkan yang berlaku pada Ammar ibn Yasir itu. lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Diriwayatkan oleh Al-Hafizh Abu Ya‟la Mushili dari Anas bin Malik RA. “kenapa para sahabat ra demikian teguhnya memegang keyakinan mereka itu?” Tentu saja. Tapi harus bermula dari keyakinan hati yang kukuh. Namun untuk mendapatkan janji Allah itu mereka harus menyerahkan diri dan hartanya di jalan Allah (Qs. Akhirnya mereka meninggalkan sebagian atau seluruh keyakinan mereka dan menukarnya dengan kesenangan dunia (tsamanan qalila). menunggu-nunggu kesalahan kaum muslimin. Bilal bin Rabbah pernah mengatakan „pantang bagiku untuk menyakiti saudaraku sendiri. Sumpah ( ) Sumpah yaitu pernyataan kesediaan menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan syahaadah. mereka berkata: “Kami mengakui. Syahadah adalah agreement antara seorang hamba dengan Tuhannya.” Syahadah bukan persaksian lisan saja. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Bukan tidak mungkin ada yang tidak tahan memegang syahadah karena beratnya resiko kalimat ini. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. 61:10). Syahaadah berarti sumpah. Alllah menjanjikan kepada mereka ridho dan syurga-Nya (Qs. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. Akhirnya mereka melakukan pelanggaran terhadap sumpah. Muslim yang menyebut asyhadu berarti siap dan bertanggungjawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. malas dalam shalat dan tidak punya pendirian. walau untuk itu mereka akan menguliti tubuhku‟.Sebenarnya kesiapan menerima resiko bermula dari keyakinan dan kepahaman mereka terhadap syahadah yang mereka ucapkan. Tidak ada lagi ikatan-ikatan kecil yang layak dibanggakan setetalh Allah menghubungkan nasab mereka menjadi sesama muslim. Oleh karena keyakinan ini datang dari Rabbul „alamin. Orang-orang munafiq berlebihan dalarn pernyataan syahaadahnya. Mereka dihubungkan menjadi saudara dengan ikatan „aqidah ini. saling membela. Dengan perjanjian itu. niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”.berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah. Di titik inilah seorang mukmin harus menyadari bahwa akan selalu ada mereka yang tidak rela jika mukmin melakukan ketundukan total kepada Allah. kemudian mereka meneguhkan pendiriannya. karena mereka sadar bahwa konsekuensi dari syahadah yang mereka ucapkan adalah kebencian dan permusuhan kaum kuffar terhadap mereka. tidak ada satu haripun yang menyenangkan. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai. Dan itu tetap saja mereka tahankan dengan sabar dan tegar (Tsabat) oleh karena mereka tetap berharap janji Allah atas mereka. 63:1-2 yang berbunyi “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu. karakter) dari mereka yang berikrar syahadah. Satu hal yang patut ditanya adalah. Mereka masih menyimpan syahwat mereka terhadap dunia dan kesenangannya. Penyerahan itu ditandai dengan kesiapan total untuk menjadikan Islam sebagai minhaj al-hayah (Qs. Maka barang siapa yang mengatakannya sampai mati sesungguhnya orang itu telah beristiqamah diatasnya” B. 3:81 Ikrar Para nabi mengakui kerasulan Muhammad SAW meskipun mereka hidup sebelurn kedatangan Rasulullah SAW. sungguh telah banyak diucapkan oleh banyak orang kemudian kebanyakan mereka kafir. Mereka tidak hanya tidak suka. Namun itu sangat disesali olehnya. Sunnatullah sudah menunjukkan dimana dalam sejarah pelaku dakwah selalu saja bertemu dengan mereka yang terus menerus menyakiti para da‟i fillah.

Dari ketiga kandungan inilah akan melahir nilai keimanan yang benar. Amal yang dikerjakan harus merupakan amal shalih yang dilakukan dengan ihsan dan penyerahan yang sempurna kepada kehendak Allah SWT. 5:7. Seorang mukmin mengetahui bahwa syahadah yang sudah diucapkannya harus dibarengi dengan kesungguhan mewujudkannya. kepercayaan tanpa pilihan lain terhadap semua keputusan Allah SWT. suka atau tidak suka. Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah. Iman adalah sikap hidup yang merupakan cermin identitas Islam. Kitabullah maupun Sunnah Rasul. Barangsiapa yang disesatkan Allah. Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (ketenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Allah berfirman: "Barangsiapa yang mengerjakan amalamal shaleh.  Tidak meninggalkan tugas tanpa izin (jika konteksnya dalam jama‟ah) kecuali dalam keadaan sangat darurat. tetapi sesuatu yang tertanamkan di dalam hati dan harus diamalkan dalam bentuk amal produktif. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati(mu). Sesungguhnya oang-orang munafik itu menipu Allah. tidak enggan dan ragu. ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami taati”.Syahaadah adalah mitsaq yang harus diterima. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. (QS 4:125). Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjianNya yang telah diikatNya dengan kamu. dengan sikap sam‟an wa thaatan sebagaimana dinyatakan dalam Q. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang -orang kafir di dalarn jahannam. Di antara do‟a hamba mukmin adalah “Rabbana la tuzi‟ qulubana ba‟da iz hadaitanaa wahablana min ladunka rahmah innaka antal wahhab” atau juga berdo‟a seperti Rasulullah Saw “Ya muqallibal Qulub . dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. maka janganlah kamu duduk beserta mereka. maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. Dalam melakukan amal tersebut. Taat dalam keadaan susah ataupun senang. seorang mukmin merasa dilindungi Allah SWT. Ia sadar bahwa Allah Swt memperhatikannya dalam segala keadaan.Orang-orang mukmin yang sumpahnya teguh tidak akan bersifat seperti tersebut. janganlah karnu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur‟an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok olokkan (oleh orang-orang kafir). Perjanjian yang Teguh ( ) Mitsaq yaitu janji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT yang terkandung dalam. orang munafik dan orang orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjad i pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Iman sebagai dasar bagi seluruh kegiatan dan tingkah laku manusia agar mendapat ridha dari Allah SWT. (yaitu) orang-orang yang mengambil orangorang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. baik ia laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman. Iman adalah keyakinan tanpa keraguan. dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiarnat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memususnahkan orang-orang yang beriman. 4:138-145 yang berbunyi “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. tidak merasa berat. clan Allah akan membalas tipuan mereka. penerimaan menyeluruh tanpa rasa keberatan. Itupun harus tetap dibarengi dengan istighfar dan menyesal karena tidak dapat mengikuti perintah.  Taharrid diqqah (melaksanakan perintah sesuai dengan arahan syari‟ah dan bukan mengikuti pendapat dan keinginan sendiri). Sebagaimana diungkap dalam Q. sedang diapun mengerjakan kebaikan. Tidak lamban. sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. tentulah kamu serupa dengan mereka. Dan bertakwalah kepada Allah. Di antara ciri ketaatan adalah :  Sur‟atul Istijabah (segera menyambut dan melaksanakan perintah). maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi baginya. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang „beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Iman bukanlah hanya angan-angan.” C. Hai orang-orang yang beriman. Oleh karenanya di saat hatinya merasa lemah (mengalami gejala futur) maka ia bersegera memohon kepada Allah Swt agar diberi ketegaran dan semangat baru dalam menjalankan ketundukannya kepada Allah.

dan al mitsaq menjadi satu kesatuan unsur yang harus dimiliki dalam syahadah. Keyakinan saja yang tidak didasari oleh pemahaman masih akan dapat diguncang. serta bersungguh mempersiapkan kekuatan. sumpah dan perjanjian yang teguh. Pelanggaran terhadap mitsaq ini berakibat laknat Allah SWT seperti yang pernah terjadi pada orang-orang Yahudi sebagaimana dinyatakan dalam Q.kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat) “. Dengan besyahadat banyak sekali keutamaan yang dapat diperoleh dan dijanjikan masuk surga oleh Allah SWT. maka seorang hamba mukmin dapat melakukan hal-hal berikut: 1. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. http://cahayamadinah. juga akan menyebabkan syahadah menjadi mandul dan tidak memiliki daya dorong yang kuat. Syahadah yang benar mengandung unsur-unsur pernyataan. ia membangun kesadaran muraqabatullah (senantiasa dalam pengawasan dan kedekatan dengan Allah). ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah! ” Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak mentaati”. 3.blogspot.html Menebar Dakwah Membuka Cakrawala. 2:93. banyak bebannya.com/2012/06/madlul u-syahadatain-kandungan-kalimat. Dimana dalam dakwah ini sedikit orang yang mau terlibat (qillatul „amilin). „adamu tanazu‟ (menghindari konflik).blogspot. Dan (ingatlah). serta lama dan panjang (Thulu thariq). Dawamuluju ilallah (senantiasa kembali kepada Allah) atau dengan kata lain. 2. Ketiga unsur dimaksud. Makna Dua Kalimat Syahadata.voaislam. Harus dipahami bahwa Syahadah yang benar mengandung unsur-unsur yang tanpanya syahadah tidak akan dapat tegak. Untuk dapat teguh memegang janji. http://materitatbiyah.html Badrun Taman. kesabaran dan tawakkal. Dengan bersyahadat merupakanwujud kesungguhan dan kesetiaan serta ketaatan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.com/2008/04/kandu ngan-makna-syahadatain. Sementara pemahaman tanpa keyakinan. http://www. Ma‟rifatu thabi‟atu thariq (mengenal karakter jalan dakwah). al qasam. Justru disinilah para mukmin harus memperkuat istiqamah. Syahadat merupakan kombinasi antara keyakinan dan pemahaman. al iqrar. Referensi : Madlulu Syahadatain (Kandungan kalimat Syahadat). Katakanlah: Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu . banyak musuhnya.com/islamia/aqidah/2013/01/14/22743/makn a-dua-kalimat-syahadat/ E-book Materi Tarbiyah. . Seseorang baru dapat disebut sebagai mukmin jika memiliki ketiga unsur tersebut di dalam keimanannya (Qs.tsabbit qalbi „ala dinika”. 49:14) Kesimpulan : Syahadat merupakan rukun Islam yang pertama dan merupakan syarat masuk islam bagi mualaf.