MAKALAH

FUNGSI PENGORGANISASIAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas MANAJEMEN UMUM DOSEN ERIYANTI,SE

Disusun oleh: ABRIONALDI ALDONA VIVE RONIKA HEPRI GUSWAN DIKGO HARDIWIRAHASANAH VIVIT SUSANTI LINDA JUITA

KELAS C

PRODI MANAJEMEN INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI UNGGULAN SWARNADWIPA KABUPATEN KUANTAN SINGINGI 2011/2012

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Umum. karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Fungsi Pengorganisasian”. Teluk Kuantan. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi teman-teman dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan atas kehadiran Allah Swt. 29 Mei 2011 Penulis . Makalah ini jauh dari sempurna.

.......................................DAFTAR ISI Kata Pengantar........................................................... C..................................................................................... Daftar Pustaka............................................. Kesimpulan.................................................................. Bab II isi A............ Prinsip-prinsip Organisasi.................................... Pengertian Pengorganisasian.................................. B....................... Desentralisasi Wewenang........................................................................................................................ Departementasi......... D........................................................................ i Bab I Pendahuluan A................ Bentuk Organisasi.................................................................................... Bab III Penutup A................ .....................

Menurut Dimock. James D. tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip. Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orangorang dalam rangka mencapai tujuan bersama. dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki . coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two more persons) b. PENGERTIAN PENGORGANISASIAN Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority. dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut : a. Chester I. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama) c.BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli. koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).

bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi : 1. memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain. Prinsip Pertanggungjawaban.BAB II ISI A. 4. 9. Prinsip Kesatuan Perintah. Dalam pendelegasian. 2. 3. Prinsip Fungsional. Prinsip Keseimbangan. 3. 5. sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban. seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja. dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. 2. dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi. 6. 4. Prinsip Rentang Pengendalian. 12. Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya.M. Prinsip Pembagian Pekerjaan. Prinsip Pendelegasian Wewenang. 11. dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan. . Prinsip Kepemimpinan. melakukan hubungan dengan orang lain. Prinsip Kesatuan Perintah. Prinsip Skala Hirarkhi. sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. pembantu pimpinan sampai pelaksana. Prinsip Skala Hirarkhi. 10. Prinsip Pemisahan. Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan. Prinsip bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. salah satunya A. Prinsip Pendelegasian Wewenang. Misalnya. 1. mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain. Prinsip Fleksibilitas. PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli. Dalam hal ini. wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan. organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi. 8. 7. Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya “Organization of Canadian Government Administration” (1965). Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai. Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas.

semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak. serta tanggung jawab dari pekerjaannya. Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan. Prinsip Kepemimpinan.5. 9. 11. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya. hubungan kerja. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. Prinsip Fungsional. 12. akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang. Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan. Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. semakin kompleks rentang pengendaliannya. Suatu organisasi. pertanggungjawaban. Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. kegiatannya. Prinsip Pembagian Pekerjaan. atau Surabaya. untuk mencapai tujuannya. 7. Prinsip Keseimbangan. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh ‘koperasi di suatu desa terpencil’. Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain. Prinsip Fleksibilitas Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor). serta menunjang efektivitas jalannya organisasi. . Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi. Prinsip Rentang Pengendalian. 8. atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut. penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. 10. Dalam hal ini. 6. Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya. Bandung. Prinsip Pemisahan. struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta. Prinsip Pertanggungjawaban. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas.

antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat 8. cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).Pengawasan berjalan efektif Kelemahan-kelemahan organisasi garis 1. Rukun tetangga. yaitu pimpinan 6. Ciri-ciri: Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang • Jumlah karyawan sedikit • Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi • Belum terdapat spesialisasi • Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan • Struktur organisasi sederhana dan stabil • Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil • Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan) • Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah : 1.B. Perbengkelan. Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi 2. Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan) 3. Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri 5. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan. Adanya penghematan biaya 10. Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang. Bentuk organisasi tersebut adalah: 1. tidak simpang siur. Koordinasi lebih mudah dilaksanakan 4. Kurang tersedianya saf ahli . Kedai Nasi. Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi 7. BENTUK – BENTUK ORGANISASI Dalam perkembangan untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. 9. karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan 6. Garis kepemimpinan tegas. Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan . sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor. Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik 2. karena dipegang sendiri 3. Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION) Diciptakan oleh Henry Fayol. Contohnya. Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat 5. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. 4. Warteg.

Koordinasi mudah dilakukan. bantuan pikiranm saran-saran. karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting 4. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana 3. Asas kesatuan komando tetap ada. karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf. 2. Solidaritas pegawai kurang. Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf: 1.Contoh bagan organisasi lini : 2. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG) Merupakan kombinasi dari organisasi lini. karena ada pembagian tugas yang jelas. asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff. karena tugas sesuai dengan spesialisasinya 7. 8. bersifat komplek • Adanya spesialisasi Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf: 1. Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas. Pengembalian keputusan relatif mudah. Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya. data informasi yang dibutuhkan: Ciri-ciri: • Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung • Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff • Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff • Jumlah karyawan banyak • Organisasi besar. Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar . Pimpinan lini mengabaikan advis staf 5. Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil. Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat 2. 4. Pimpinan tetap dalam satu tangan. maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang 6. 5. karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal 3. 6. dimana staff berperan memberi masukan. Sering terjadi persaingan tidak sehat.

Ciri-ciri: • Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan • Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan • Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis • Target-target jelas dan pasti • Pengawasan ketat • Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional : 1. sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan . masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh. loyalitas. ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG) Diciptakan oleh Frederick W. Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini 8. Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja 3. Taylor. Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan 4. Pembidangan tugas menjadi jelas Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional: 1. 6. Contoh bagan : 3. Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri. Solidaritas.7. dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi. Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing 3. Pekerjaan seringkali sangat membosankan 2. Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks. Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan. sehingga berjalan lancar dan tertib 5. Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal 2.

2. Spesiaisasi memberikan kejenuhan . 4. Solodaritas tinggi Disiplin tinggi Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan Kebaikan organisasi Lini dan fungsional : Sedangkan keburukannya adalah : 1. Terdapat spesialisasi yang maksimal Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja 1. Ciri-ciri: • • • Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan. Kurang fleksibel dan tour of duty 2.Contoh Bagan Organisasi Bentuk Fungsional 4. 3. ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG) Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan. Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang 3.

ORGANISASI LINI. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG) Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif. Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:    Karyawan dengan tugas pokok (line personal) Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal) Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group) 6. Ciri-ciri: • • • Organisasi besar dan kadang sangat ruwet Jumlah karyawan banyak. Executive Committee ( Pimpinan Komite) .Contoh bagan organisasi Lini dan Fungsional 5. Organisasi komite terdiri dari : 1. FUNCTIONAL AND STAFF ORG) Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional. FUNGSIONAL DAN STAF (LINE.

Langganan: penjualan industri. Jawa Barat. Proses decision making sangat lambat 2. Proses ini disebut departementalisasi. televisi atau radio 3. Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab C. asuransi. DEPARTEMENSASI Departemensasi adalah usaha mengelompokkan aktivitas-aktivitas orang-orang kedalam departemen-departemen. bagian . Staff Committee yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf Ciri-ciri: • • • • • Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif Adanya hak. niaga. Biaya operasional rutin sangat tinggi 3. lemari es. produksi. atau keuangan 2. pedagang eceran. Fungsi: pemasaran. Jawa Tengah 4. Produk atau jasa: divisi mesin cuci. pemerintah 5. wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan. Proses atau peralatan: departemen pemotongan. Ada beberapa cara di mana organisasi dapat memutuskan pola organisasi yang akan digunakan untuk mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang bermacam-macam untuk dilaksanakan. Bentuknya adalah atas dasar: 1. Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil 3. Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin Sedangkan keburukannya 1. Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan 2. akuntansi. Wilayah: divisi DKI Jakarta. “Departemen” menandakan suatu bidang. kelompok perakitan.yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini 2. Asas musyawarah sangat ditonjolkan Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana Biasannya bergerak dibidang perbankan. divisi atau cabang suatu perusahaan dimana seorang manajer mempunyai wewenang untuk melaksanakan aktivitas khsusus. Kebaikan Organisasi komite 1. setiap organisasi terdiri dari beberapa Departemen (Bagian Divisi Kerja = Subsistem).

dan perusahaan konsultan. Kebaikan departementalisasi fungsional adalah menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi utama. kualitas dan kecepatan pembuatan keputusan meningkat. langganan. Kelemahannya adalah kepentingan divisi ditempatkan di atas tujuan organisasi keseluruhan. Proyek dan Matriks: digunakan oleh perusahaan-perusahaan konstruksi dengan teknologi tinggi. misalnya nomor 00000 – 5000 ditempatkan dalam satu departemen 9. shift malam 7. Waktu: shift pagi. meningkatkan biaya administrasi (karena setiap divisi mempunyai anggota staff dan spesialis tersendiri). Alpha-numerical: bisa digunakan pada pelayanan telepon.pembungkusan 6. wilayah. kelas turis (pelayanan pesawat terbang) 8. Gambar 5. shift siang.2. . dan proses. kelas ekonomi. memungkinkan pengawasan manajemen puncak lebih ketat. Pelayanan: kelas bisnis. Departementalisasi Fungsional Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatankegiatan yang sejenis dalam suatu organisasi. kemacetan tugas. menciptakan efisiensi. Sedangkan keburukannya adalah terjadinya konflik antar fungsi. pandangan yang sempit. Kebaikan departementalisasi divisional adalah pekerjaan dapat lebih mudah dikoordinasikan dan prestasi kerja yang tinggi. Bagan Organisasi Fungsional Departementalisasi Divisional Departementalisasi divisional adalah pembagian divisi atas dasar produk.

Gambar 5. Kebaikan organisasi proyek dan matriks adalah sebagai berikut: 13. 17. Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer-manajer fungsional Mengembangkan keterampilan pegawai. 4. Memotivasi karyawan tentang pandangan manajemen menengah terhadap masalahmasalah strategik perusahaan Memberikan fleksibilitas dan mengembangkan kreativitas Menstimulasi kerjasama antar disiplin Membebaskan manajemen puncak untuk perencanaan 16. Pertanggungjawaban ganda Memerlukan koordinasi horizontal dan vertikal Memerlukan lebih banyak keterampilan Mendorong pertentangan kekuasaan dan perdebatan Sangat mahal untuk diimplementasikan . Kelemahan organisasi proyek dan matriks adalah: 1. 3. 18. 2. Bagan Organisasi Divisional atas dasar produk Organisasi Proyek dan Matriks Bentuk organisasi proyek dan matriks adalah tipe departementalisasi campuran (hybrid design). 5. 14.3. 15. Kedua struktur organisasi ini berusaha menggabungkan kebaikan-kebaikan dari dua tipe departementalisasi di atas.

Hal tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di tingkat pusat. DESENTRALISASI WEWENANG Desentralisasi wewenang adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi.Gambar 5. melainkan sistem otonomi daerah atau otda yang memberikan sebagian wewenang yang tadinya harus diputuskan pada pemerintah pusat kini dapat di putuskan di tingkat pemerintah daerah atau pemda. Pada sistem pemerintahan yang terbaru tidak lagi banyak menerapkan sistem sentralisasi. . Kelebihan sistem ini adalah sebagian besar keputusan dan kebijakan yang berada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di pusat. Namun kekurangan dari sistem desentralisasi pada otonomi khusus untuk daerah adalah euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau oknum.4. Bagan Organisasi Matriks D.

kami dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar. Dan dari 3 unsur diatas adalah unsur terpenting dalam Berorganisasi. KESIMPULAN Dari beberapa pengertian organisasi . b.BAB II PENUTUP A. yaitu : a. Tujuan yang ingin dicapai. Kerjasama. c. Orang-orang (sekumpulan orang). .

Manajemen (Terjemahan). Jakarta Richard L. Reformation : The renewal of thinking pattern. T.DAFTAR PUSTAKA http://id.go.djpk. Penerbit Erlangga – Jakarta http://wahyu410.com/tags/desentralisasi-wewenang/ www. Willms (1965). Jakarta Poeng P. Jakarta. Alfabeta. 1999. ADB Soedarmono Soejitno (2001). BPFE – Yogyakarta Stoner. Poerwanto (2000).shvoong.id/document. Ottawa Depkes (1999).com/2010/11/07/wewenang-delegasi-sentralisasi-dan-desentralisasi/ AM.wordpress.depkeu. Daft (1986).scribd. Hani.F.php/document/article/51/45/ http://www. Organizational Theory and Design. Perilaku Organisasi. Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010. Manajemen. New York Yayat Hayati Djatmiko (2002).Bandung . Akselerasi Reformasi Kesehatan.com/doc/14129804/Wewenang-Delegasi-Dan-Desentralisasi Handoko. 1996. James A. Organization of Canadian Government Administration.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful