Menyamakan Pola Pikir

Wawasan Nusantara adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dalam memanfaatkan konstelasi, geografi Indonesia, sejarah, dan kondisi budaya untuk mengejawantahkan segala dorongan dan rangsangan di dalam usaha untuk kelangsungan hidup, pencapaian aspirasi bangsa, dan kepentingan serta tujuantujuan nasional. Untuk menyusun, membina, dan meningkatkan ketahanan nasional, bangsa Indonesia wajib berpedoman kepada wawasan nasionalnya yaitu Wawasan Nusantara, yang harus menjadi landasan bagi ketahanan nasional bagi bangsa Indonesia. Konsepi Ketahanan Nasional Indonesia pada hakikatnya adalah konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan di dalam kehidupan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, atau dengan kata lain, konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengejawantahan Pancasila dan UUD 1945 dalam segala aspek kehidupan nasional secara terpadu, utuh menyeluruh (Astagatra) dengan berpedoman pada Wawasan Nusantara. Aspek alamiah (Trigatra) bangsa Indonesia terdiri dari : Gatra geografi (Indonesia) Gatra keadaan dan kekayaan alam (Indonesia) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk (Indonesia) Aspek sosial (Pancagatra) bangsa Indonesia terdiri dari : Gatra ideologi (Indonesia) Gatra politik (Indonesia) Gatra ekonomi (Indonesia)

Dengan demikian, kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Ketahanan Nasional Indonesia dapat digambarkan sebagai kemampuan dan bangsa dan negara Indonesia, untuk menjawab tantangan, menumbuhkan, mengembangkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 menjadi kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan yang ingin dicapai untuk mewujudkan Ketahanan Nasional Indonesia adalah kemampuan bangsa dan

negara Indonesia untuk melindungi nilai dan aset nasional itu terhadap ancaman baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar.

Kebudayaan Bangsa sebagai Kekuatan Nasional
Sistem nilai dan gagasan vital atau kebudayaan memberikan kepribadian dan identitas kepada bangsa yang bersangkutan. Sedangkan untuk menjamin kelangsungan eksistensi kepribadian dan identitas bangsa dan untuk mengembangkannya dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasional, diperlukan ketahanan nasional. Kebudayaan suatu bangsa memerlukan asas-asas normatif, termasuk asas-asas moral maupun pembentukan motivasi untuk survive ‘bertahan’ dan untuk memperjuangkan tujuan dan cita-cita nasional. Ketangguhan dan keuletan, perjuangan dan pengorbanan bangsa pun dibentuk oleh kebudayaan nasional. Demikian pula Pancagatra, ketahanan nasional selalu diwarnai oleh kebudayaan nasional, apakah itu ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya atau pun Hankam.

Beberapa Tantangan Terhadap Kebudayaan Bangsa Indonesia Dewasa ini ke Depan.
Indonesia yang merupakan negara berkembang, kita selalu mendengar dan menanggapi masalah yang bersangkutan dengan persatuan nasional. Sampai saat ini eksistensi bangsa kita belum mantap. Jelas seperti yang kita tahu bahwa persatuan dan kesatuan adalah hal yang membentuk identitas dan kebudayaan nasional. Berkaitan dengan legitimasi, ketentuannya tidak saja mencakup keadaan formal saja melainkan pula aspek aktual, boleh saja suatu peraturan misalnya dibuat secara sah menurut hukum namun tidak mampu memaksa orang lain untuk menaatinya. Juga transformasi sosial, adalah suatu proses sosial yang lampau menuju proses yang diidamkan oleh bangsa kita saat ini, ialah yang berdasarkan pancasila. Kondisi sosial tersebut dibentuk oleh hubungan antar manusia maupun antar golongan baik vertikal maupun horizontal, serta pembangunan nasional untuk mencapai hal tersebut. Ketahanan nasional dapat dijadikan pedoman dalam

pembangunan nasional juga mempunyai hubungan timbal balik antara kebudayaan nasional sebagai sistem nilai dan pembangunan nasional. Dapat disimpulkan bahwa bangsa Indonesia yang merupakan negara yang sedang berkembang masih harus menghadapi masalah dasar guna mencapai ketangguhan dalam identitas dan kebudayaan nasional antara lain seperti laju perkembangan teknologi yang pesat, pengaruh dari perkembangan teknologi, adanya berbagai penemuan baru serta telah berkembangnya demokrasi yang telah menjadi kecenderungan dunia hingga isu pemerataan keadilan di masa mendatang. Kebudayaan nasional, di satu segi adalah obyek ketahanan nasional, sebagai sistem nilai dan identitas bangsa harus dipertumbuhkan dan diamankan dalam rangka survival ‘bertahan’ dan perjuangannya mencapai cita-cita bangsa. Identitas bangsa adalah esensi dari kekuatan nasional yang juga adalah esensi dari Pancagatra ketahanan nasional. Indonesia sebagai negara baru yang berada dalam tahap memantapkan ke-eksistensi-an sebagai negara dan bangsa, masih harus menghadapi masalah-masalah pokok seperti persatuan dan kesatuan nasional, pemantapan legitimasi, masalah transformasi sosial, juga pembangunan sosial dengan segala macam nilai yang melandasinya. Selain itu pengaruh lingkungan juga dapat mempengaruhi, kecenderungan dunia luar tak dapat dibendung, pengaruh luar yang bertubi-tubi harus mampu disaring, mana yang harus dimanfaatkan dan mana yang harus disingkirkan dalam rangka pengembangan kebudayaan dan identitas bangsa Indonesia.