Ameloblastoma AMELOBLASTOMA Kelompok 3A

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi , Universitas Sumatera Utara Jl. Alumni No. 2 Kampus USU Medan 20155

PENDAHULUAN Neoplasma merupakan penyakit pertumbuhan sel karena dalam tubuh timbul dan berkembang biak sel-sel baru yang bentuk, sifat, dan kinetikanya berbeda dari sel normal tetapi jika dilihat dengan mikroskop cahaya tampak sel tumor mempunyai inti yang lebih besar, anak inti lebih besar jika dibandingkan inti, mitokondria berkurang dan terlihat mitosis yang abnormal.1,2 Neoplasma dapat dibagi menjadi neoplasma jinak dan neoplasma ganas.1,2,3 Neoplasma jinak tidak menjalar (metastasis), hanya membesar pada tempat yang tumbuh dengan kecepatan tumbuh yang lambat.1,2,3,4 Ameloblastoma adalah salah satu contoh neoplasma jinak.2,3,4 Ameloblastoma atau juga sering disebut sebagai adamantinoma adalah tumor epitelial odontogenik yang memperlihatkan induksi minimal pada jaringan ikat

mesodermal.1,2,3,5 Ameloblastoma berasal dari benih gigi pembentuk email yang berkembang liar.2,3,4,6 Penyakit ini biasanya terjadi pada umur 20 - 49 tahun dengan rata-rata 39 tahun.1,4,7 Penyakit ini juga lebih sering ditemukan pada black Africans daripada ras/etnis lainnya.5,6 Sekitar 85% ameloblastoma terjadi di mandibula, terutama di regional molar dan ramus. Sedangkan 15% lagi terjadi didaerah maksila, terutama pada regional posterior.1,2,5,6,7 Secara klinis, mayoritas pasien penderita ameloblastoma dengan keluhan utama adalah pembengkakan dengan nyeri yang berkembang lambat. Tanda-tanda dan gejalanya yaitu kerusakan wajah, pembengkakan, nyeri, tanggalnya gigi, sakit pada pemasangan protesa, ulserasi dan penyakit periodontal.8

lipoma. dan gambaran histopatologis dari ameloblastoma. tumor ini dapat kambuh kembali. mitokondria berkurang dan terlihat mitosis yang abnormal. yaitu : . NEOPLASMA Neoplasma merupakan penyakit pertumbuhan sel karena dalam tubuh timbul dan berkembang biak sel-sel baru yang bentuk.3. sedangkan Derjinsky (1890) menyebut tumor ini dengan sebutan adamantinoma dan nama ini banyak digunakan dalam literatur Jerman.1.1.5 Orang pertama yang mempelajari mengenai ameloblastoma adalah Malassez (1885). dan kinetikanya berbeda dari sel normal tetapi jika dilihat dengan mikroskop cahaya tampak sel tumor mempunyai inti yang lebih besar. patogenesis. ameloblastoma. perdarahan ataupun neoplasma. serta definisi dan klasifikasi.1 Neville mengklasifikasikan ameloblastoma menurut situasi klinis radiologis menjadi 3 jenis dengan pertimbangan terapi yang berbeda tiap jenisnya. namun secara klinik istilah tumor digunakan untuk semua tonjolan/pembengkakan baik karena radang. fibroma. hanya membesar pada tempat yang tumbuh dengan kecepatan tumbuh yang lambat.2.2.1 Neoplasma dapat dibagi menjadi neoplasma jinak dan neoplasma ganas.2. Malassez menduga bahwa tumor ini berasal dari sisa epitel selubung akar dan menamakannya adamantin epitelioma. anak inti lebih besar jika dibandingkan inti.2 Secara patologi tumor identik dengan neoplasma.3.4 Contoh neoplasma jinak adalah papiloma.3. dan eksostosis (tonjolan keluar dari tulang).4 Sedangkan neoplasma ganas bercabang-cabang menjalar ke jaringan lain.1. kanker pada lidah. etiologi. dan odontoma.3 Walaupun tumor ini sudah dibuang dalam operasi.4 Contoh neoplasma ganas adalah epithelioma.2.3 Neoplasma jinak tidak menjalar (metastasis).1.2.4 DEFINISI DAN KLASIFIKASI AMELOBLASTOMA Ameloblastoma atau juga sering disebut sebagai adamantinoma adalah tumor epitelial odontogenik yang memperlihatkan induksi minimal pada jaringan ikat mesodermal. Nama ameloblastoma sendiri berasal dari Ivy dan Churchill dan merupakan nama yang banyak digunakan dalam literatur Inggris-Amerika.Dalam makalah ini akan dibahas mengenai neoplasma.1. gambaran klinis.1. sifat. misalnya dari lidah menjalar ke paru-paru.

Conventional Solid or Multicystic Intraosseus Ameloblastoma : terjadi pada 86% dari seluruh kasus ameloblastoma. pengangkatan kista dan iritasi lokal dalam rongga mulut.5 ETIOLOGI & PATOGENESIS Ameloblastoma atau juga sering disebut sebagai adamantinoma adalah tumor epitelial odontogenik yang memperlihatkan induksi minimal pada jaringan ikat mesodermal. terutama pada regional posterior. Gambaran histopatologinya adalah ameloblastoma luminal. Unicystic Ameloblastoma : presentase kejadian13% dari seluruh kasus ameloblastoma yang terjadi. Sedangkan 15% lagi terjadi didaerah maksila. plexiform pattern.7 . acantthomatous pattern.2. Tipe ini memiliki gambaran histopatologi yang berbeda-beda.3.5.7 Tumor ini juga lebih sering ditemukan pada black Africans daripada ras/etnis lainnya.5 Etiologi ameloblastoma sampai saat ini belum diketahui dengan jelas.1.49 tahun dengan rata-rata 39 tahun.6 Beberapa ahli mengatakan bahwa ameloblastoma berhubungan dengan kista folikular dari gigi impaksi.9 Ameloblastoma biasanya terjadi pada umur 20 . gangguan perkembangan organ enamel. ameloblastoma juga bisa berasal dari epithelium kista ondontogenik terutama kista dentigerous.6 Sekitar 85% ameloblastoma terjadi di mandibula.1.1. granular cell pattern. tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa ameloblastoma dapat terjadi setelah pencabutan gigi. sel-sel basal dari epithelium permukaan rahang dan epithelium heterotropik pada bagian-bagian lain dari tubuh khususnya di kelenjar pituitary.4. ameloblastoma intraluminal dan ameloblastoma mural. Secara histopatologi memiliki gambaran yang sama dengan bentuk intraosseus dari ameloblastoma. terutama di regional molar dan ramus.6.1. yaitu follicular pattern. desmoplatic pattern dan basaloid pattern 2.5.3. Tumor ini mungkin terbentuk dari sisa-sisa epitel odontogenik dibawah mukosa oral atau dari sel basal epitelal dari permukaan epithelium. 3.1 Ameloblastoma berasal dari benih gigi pembentuk email yang berkembang liar.1. sisa organ email atau lamina dental dan lapisan basal dari membran mukosa mulut. hanya sekitar 1% dari tumor dan kista rahang.2.2. Peripheral (Extraosseus) Ameloblastoma : hanya 1% kejadian yang ditemukan dari keseluruhan kasus ameloblastoma.9 Penyakit ini tidak sering terjadi.8 Selain itu.4.1.5.

Epitelium dari kista odontogenik. Terlihat sisa-sisa epitel yang biasanya terdapat pada membran periodontal dan kadangkadang dapat terlihat pada tulang spongiosa yang mungkin menyebabkan pergeseran gigi dan menstimulasi terbentuknya kista odontogenik. sakit pada pemasangan protesa. Siegmund dan Weber(1926) pada beberapa kasus ameloblastoma menemukan adanya hubungan dengan epiteluim oral. terjadi perkembangan dan rekurensi menjadi ameloblastoma.10 GAMBARAN KLINIS AMELOBLASTOMA Ameloblastoma merupakan tumor yang jinak. tetapi lambat laun meluas ke rahang dan menembus jaringan lunak. 3.Patogenesis dari ameloblastoma adalah untuk melihat adanya hubungan dengan jaringan pembentuk gigi atau sel-sel yang berkemampuan untuk membentuk gigi. Ivy (1958). Pada kasus yang dilaporkan oleh Cahn (1933). tetapi merupakan lesi invasi secara lokal.2. tanggalnya gigi. Struktur mikroskopis dari beberapa spesimen dijumpai pada area epitelial sel yang terlihat pada perifer berbentuk kolumnar dan berhubungan dengan ameloblast yang pada bagian tengah mengalami degenerasi serta menyerupai retikulum stelata 2. 4. nyeri. Sisa-sisa dari epitel Malassez. Hodson (1957)mengenai ameloblastoma yang berkembang dari kista periodontal atau kista dentigerous tapi hal ini sangat jarang terjadi.3.7 Sering menyerang akar gigi yang bersangkutan. mayoritas pasien penderita ameloblastoma dengan keluhan utama adalah pembengkakan dengan nyeri yang berkembang lambat. ulserasi dan penyakit periodontal. Sisa sel dari enamel organ atau sisa-sisa dental lamina. dimana pertumbuhannya lambat dan dapat dijumpai setelah beberapa tahun sebelum gejala – gejalanya berkembang. tetapi suatu rangsangan yang memulai terjadinya proliferasi sel–sel tumor. pembengkakan.8 . Tanda-tanda dan gejalanya yaitu kerusakan wajah. Setelah perawatan dari kista odontogenik. Ameloblastoma ini dapat berasal dari: 1.7.8 Ameloblastoma menyebar secara lambat terutama melalui tulang kanselus.8 Secara klinis. Basal sel dari epitelium permukaan dari tulang rahang. terutama kista dentigerous dan odontoma.

tetapi ada juga pola acanthomatous. Pada tahap awal.8 Ameloblastoma tumbuh secara perlahan selama beberapa tahun.9 Pola folikuler merupakan pola yang paling umum dan mudah dikenali. Pembentukan kista umumnya terjadi mulai dari kista mikro hingga makro.9 Ameloblastoma merupakan tumor jinak tapi karena sifat invasi dan sering kambuh. Pada tahap berikutnya. Berikut ini pola-pola gambaran histopatologis. tetapi kemudian menjadi kista pada pengeluaran sel-sel stelatenya. Ameloblastoma menyerupai organ enamel. Pulau-pulau epitelium menggambarkan epitel organ enamel didalam stroma jaringan ikat fibrosa dewasa.9 GAMBARAN HISTOPATOLOGIS AMELOBLASTOMA Ameloblas terdiri dari jaringan kaku yang berwarna keabu-abuan yang memperlihatkan daerah yang mengandung cairan kuning yang bening. Pada area lain sel perifernya lebih berbentuk kuboid dan menggambarkan sel basal.8.7. Intinya dikelilingi oleh lapisan tunggal sel kolumnar seperti ameloblast. pembengkakan. ukurannya bertambah besar dapat menyebabkan gangguan pengunyahan dan penelanan. riwayat pasien asimtomatis (tanpa gejala).5.8.9 Gambaran histopatologis menunjukkan bahwa secara mikroskopis terdiri dari pulaupulau atau untaian epitel di dalam stroma jaringan ikat kolagen dan biasanya berbentuk pola folikuler dan pleksiform. Tumor yang besar sering memperlihatkan kombinasi pada pola mikroskopik.9 Pada tahap lanjut. serta kelainan bentuk wajah. dan tidak ditemui sampai dilakukan pemeriksaan radiografi oral secara rutin. sel granuler. Tumor ini pertama kali adalah padat.5.Pada tahap yang sangat awal. Sarang-sarang epitel terdiri dari inti yang berisi sel anguler menggambarkan retikulum stelata dari organ email. Gejala yang didapat pada tingkat ini yaitu rasa sakit.9 . tulang keras dan mukosa diatasnya bewarna normal. maka tumor ini dapat menjadi lebih serius dan ditakutkan akan terjadi komplikasi bila tidak di singkirkan secara lengkap. Inti sel-sel terletak di kutub yang berlawanan dengan membran dasar disebut juga reversed polarity. demoplastik dan basaloid. walaupun kasus-kasus yang berbeda dapat dibedakan dari kemiripan mereka untuk tahap-tahap odontogenesis yang berbeda.5. tulang menipis dan ketika teresobsi seluruhnya tumor yang menonjol terasa lunak pada penekanan dan dapat memiliki gambaran berlobus pada radiografi.7.

tetapi . Tidak ada retikulum stelata tampak ditengah-tengah sarang. maka terbentuk dari degenerasi stroma bukan karena perubahan epitelium.5.5.9 Pola sel granular terjadi dimana sel-sel epitel ameloblastoma terkadang berubah menjadi sel-sel granular. Pada pola ini sel perifernya cenderung kuboid daripada kolumnar. Studi imunohistokimia menunjukkan produksi sitokin yang mungkin menjadi penyebab desmoplasia. Beberapa ahli mengatakan bahwa ameloblastoma dapat terjadi setelah pencabutan gigi. Secara histopatologi biasanya lesi ini mungkin disangka sebagai karsinoma sel skuamosa. sifat. Stroma memiliki struktur yang longgar dan memiliki vaskularisasi. Walaupun ada kista.9 Pola desmoplastic terdiri dari pulau-pulau kecil dan benang-benang epitel odontogenik didalam stroma yang terkolagenisasi penuh. Sel-sel ini memiliki sitoplasma berlimpah yang terisi oleh granul-granul eosinofil. Ameloblastoma merupakan tumor yang jinak. Lesi ini tersusun dari sarangsarang sel basaloid yang seragam.5 Pola basaloid merupakan tipe yang paling jarang terjadi.5 KESIMPULAN Neoplasma merupakan penyakit pertumbuhan sel karena dalam tubuh timbul dan berkembang biak sel-sel baru yang bentuk. dan kinetikanya berbeda dari sel normal. pengangkatan kista dan iritasi lokal dalam rongga mulut dan terjadi pada kisaran umur 20-49 tahun.Pola pleksiform terdiri dari benang epitel panjang yang beranastomosis atau lembaran epitel odontogenik yang lebih besar. Neoplasma dapat dibagi menjadi neoplasma jinak dan neoplasma ganas. Pembentukan kista tidak umum terjadi pada ameloblastoma dengan pola histopatologi ini. Ameloblastoma merupakan contoh dari neoplasma jinak dimana ameloblastoma adalah tumor epitelial odontogenik yang memperlihatkan induksi minimal pada jaringan ikat mesodermal. Benang-benang atau lembaran-lembaran epitel tersebut diikat oleh sel mirip ameloblast berbentuk kolumnar dan kuboid yang mengelilingi sel epitel yang diatur secara longgar.9 Pola acanthomatous terjadi ketika metaplasia sel skuamosa yang luas muncul dibagian tengah pulau epitel ameloblastoma folikuler maka disebut sebagai acanthomatous ameloblastoma. Secara radiografis lesi ini menggambarkan lesi fibro-osseus. Apabila perubahan yang terjadi cukup luas maka disebut amelobastoma sel granular.5.

Sisa sel dari enamel organ atau sisa-sisa dental lamina Sisa-sisa dari epitel Malassez Epitelium dari kista odontogenik. sel-sel basal dari epithelium permukaan rahang dan epithelium heterotropik pada bagian-bagian lain dari tubuh khususnya kelenjar pituitary. Selain itu. demoplastik dan basaloid. dan tidak ditemui sampai dilakukan pemeriksaan radiografi oral secara rutin. dimana pertumbuhannya lambat dan dapat dijumpai setelah beberapa tahun sebelum gejala – gejalanya berkembang. Sering menyerang akar gigi yang bersangkutan. Penyakit ini diduga berasal dari sisa organ email atau lamina dental dan lapisan basal dari membran mukosa mulut. tetapi ada juga pola acanthomatous. Lalu. Gambaran histopatologis menunjukkan bahwa secara mikroskopis terdiri dari pulau-pulau atau untaian epitel di dalam stroma jaringan ikat kolagen dan biasanya berbentuk pola folikuler dan pleksiform. riwayat pasien asimtomatis (tanpa gejala). tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa ameloblastoma dapat terjadi setelah pencabutan gigi. tulang menipis dan ketika teresobsi seluruhnya tumor yang menonjol terasa lunak pada penekanan dan dapat memiliki gambaran berlobus pada radiografi. Tumor ini pertama kali adalah padat. 3. Ameloblastoma ini dapat berasal dari: 1. tetapi lambat laun meluas ke rahang dan menembus jaringan lunak. tulang keras dan mukosa diatasnya bewarna normal. bisa dari epithelium dari kista ondontogenik terutama kista dentigerous. tetapi kemudian menjadi kista pada pengeluaran sel-sel stelatenya. Kemudian. Tumor yang besar sering memperlihatkan kombinasi pada pola mikroskopik. 4. sel granuler. DAFTAR PUSTAKA . Etiologi ameloblastoma belum diketahui dengan jelas. Ameloblastoma tumbuh secara perlahan selama beberapa tahun. gangguan perkembangan organ enamel. Setelah itu.10 Pada tahap yang sangat awal. Ameloblastoma menyebar secara lambat terutama melalui tulang kanselus. 2.merupakan lesi invasi secara lokal. terutama kista dentigerous dan odontoma Basal sel dari epitelium permukaan dari tulang rahang. ukurannya bertambah besar dapat menyebabkan gangguan pengunyahan dan penelanan. pengangkatan kista dan iritasi lokal dalam rongga mulut.

LC Gupta. Hendrawan A. Ameloblastoma. Bouquot JE. 83. Philadelphia : Saunders. 2009 :165. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Buku pintar patologi untuk kedokteran gigi. Damm DD. Alih bahasa. 2nd edition. 5. 25 2012. Ilmu patologi. Agus Djaya. 8. 6. Maret Utama HSY. Atlas bantu kedokteran gigi patologi. Oral & maxillofacial pathology. eds.1.com/2009/04/ameloblastoma-berdasarkan-gambaran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. http://sikkahoder.html (10 Juni 2012). eds. radiology.html (15 Juni 2012) . eds. eds. Coulthard P. 2003 : 117-9. Dental differential diagnosis.blogspot. Anonymous. 20 Februari 2012. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sloan P. 3. Ahmed A. Horner K. Kurniadhi B. 9. 22 April 2009. Lawler W. Theaker E. 1989 : 44-9. Delhi : AITBS Publisher & Distributors.blogspot. Sudiono J. Allen CM. Servasius epi. pathology and oral medicine. Neville BW.com/2012/03/25/diagnosa-dan- penanganan-ameloblastoma-adamantinoma/ (10 Juni 2012).wordpress. Kesehatan gigi dan mulut. Edinburgh : Churchill Livingstone. Abhishek Gupta. 10. Master dentistry volume one : Oral and maxillofacial surgery. 2002 : 611-5. 2. Ameloblastoma berdasarkan gambaran radiologi. 4.com/2012/02/ameloblastoma. Tarigan R. Abhitabh Gupta. 1993 : 39-41. Jakarta : Penerbit HIPOKRATES. Cawson RA. Diagnosa dan penanganan ameloblastoma/adamantinoma. 7. 1992 : 50-6. eds. http://herrysetyayudha. Djimantoro B. Hume WJ. http://penafastabiq. 2002 : 353-356. 152-5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful