You are on page 1of 6

PELAJARAN 13

AKU DI TENGAH KELUARGA

TUJUAN PEMBELAJARAN

Pada akhir pelajaran siswa mampu:


1. menceritakan pengalaman suka dan duka hidup di dalam keluarga
2. menyebutkan peran orangtua dan saudara-saudara dalam keluarga bagi
perkembangan dirinya
3. menyebutkan macam-macam bentuk tanggung jawab anak dalam keluarga
4. Menjelaskan sikap yang perlu dikembangkan sebagai wujud kasih dalam
keluarga, khususnya kepada orang tua, berdasarkan firman Allah keempat
(Kel 20: 12) dan Ef 6: 1-3; Ams 4: 1-13; 6: 20-22
5. menyusun doa untuk keluarga masing-masing.

BAHAN KAJIAN

1. peranan keluarga dalam proses pengembangan diri


2. tantangan bagi keluarga-keluarga dalam masyarakat modern
3. peran anak dalam keluarga
4. relasi antara anak dan orangtua berdasarkan fiman Allah keempat.

SUMBER BAHAN

1. John Powell, Mengapa Takut Mencinta, Cipta Loka Caraka: Jakarta.


2. George Kirchberger & Vinncent de Ornay (Penyadur), Panggilan Keluarga
Kristen, Penerbit LPBAJ dan Celesty Hieronika, Jakarta : 1999.
3. Team Pembinaan Persiapan Berkeluarga DIY, Membangun Keluarga
Kristiani, Kanisius-Yogyakarta: 1981.
4. Robert J. Wicks, Self-Care for Every Day – Kasihilah Dirimu dari Hari ke Hari,
Kanisius, Yogyakarta: 2002.
5. KWI, Iman Katolik .

METODE : Diskusi – menyanyi – menyusun doa.

SARANA

1. lagu “Keluarga Cemara”


2. Kitab Suci.

WAKTU : 2 X 45 menit.

PEMIKIRAN DASAR

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang menjadi tempat


seseorang bertumbuh dan berkembang. Semua anggota keluarga pasti akan
mempengaruhi dan membentuk diri kita menjadi seperti sekarang ini. Perngaruh
tersebut tentu saja berbeda antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain
dan sangat ditentukan oleh peran masing-masing. Orang tua tentu saja
mempunyai peran yang paling besar, tetapi yang lain pun: adik, kakak, dan
semua orang yang tinggal serumah, mempunyai peran juga. Melalui peran
mereka masing-masing, kita mendapatkan banyak hal yang kita butuhkan untuk
hidup: kasih sayang, pengetahuan dan keterampilan. Di dalam keluarga pula
seseorang belajar mengenal, mengasihi, melayani dan mengembangkan

Pendidikan Agama Katolik SMP 1 1


sesama. Semuanya itu terjadi tidak sekaligus, juga tidak pernah lepas dari
pengalaman suka dan duka. Tetapi bagaimana pun kita sadar bahwa keluarga
mempunyai peran yang besar dalam kehidupan, maka kita dipanggil untuk
menjunjung tinggi nilai luhur kehidupan dalam keluarga, serta mengupayakan
sedemikian rupa sehingga keluarga menjadi tempat yang nyaman dalam
mengembangkan diri menuju kepenuhan.

Para bapa bangsa Israel mempunyai pandangan yang sama tentang pentingnya
keluarga, baik dalam kaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka, maupun
dalam kaitannya dengan kehidupan beriman. Sikap hormat dan tanggung jawab
terhadap keluarga, antara lain diwujudkan dalam sikap hormat terhadap orang
tua. “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang
diberikan Tuhan kepadamu” (Kel 20: 12, lih. Juga Ams 4: 1-13, 6: 20-22).
Gagasan tersebut masih dipertahankan dalam Perjanjian Baru. Yesus sendiri
memperlihatkan sikap hormat dan penghargaan yang luhur kepada kedua orang
tua-Nya. Dengan berupaya memperdalam pengetahuan agama di Bait Allah, Ia
memperlihatkan keinginan-Nya untuk menjadi anak yang bisa berguna bagi
sesame (bdk. Luk 2: 41-52). Bahkan sebelum wafat-Nya, Ia menitipkan Ibu-Nya
kepada para murid-Nya (bdk. Yoh 19: 26-27). Sikap terhadap orang tua juga
dipertegas dalam ajaran Santo Paulus; Ia mengajak setiap orang untuk
mendengarkan nasihat dan didikan mereka (bdk. Ef 6: 3).

Bertolak dari pengalaman suka dan duka yang dialami siswa dalam keluarga
masing-masing, mereka diajak untuk semakin menyadari arti penting peran
keluarga masing-masing. Dengan demikian mereka semakin terpanggil pula
untuk menciptakan keluarga sebagai lingkungan yang menyenangkan sebagai
tempat pertumbuhan dan perkembangan mereka. Sehingga pada akhirnya
mereka juga makin menemukan dan memaksimalkan peran mereka dalam
keluarganya masing-masing.

Pembukaan

= Doa pembukaan, misalnya:

Allah, Bapa Yang Pengasih dan Penyayang,


kami bersyukur karena Engkau memelihara kami melalui keluarga kami,
terutama melalui kedua orangtua kami,
yang dengan penuh pengabdian dan cinta memelihara kami,
Bantulah kami agar kami pun dapat mencintai mereka
melalui doa dan peran kami dalam keluarga,
Keluarga Kudus Nazaret,
hadirkanlah semangatmu dalam keluarga kami
agar keluarga kami menjadi surga yang indah
tempat kami saling mengasihi
dan juga tempat kami untuk meluhurkan Allah
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
Amin.

= Beberapa orang siswa diminta merumuskan rangkuman pembahasan topik


sebelumnya.

Pendidikan Agama Katolik SMP 1 2


PENGALAMAN BELAJAR

1. Menggali pengalaman hidup dalam keluarga

= Guru mengajak siswa untuk menyimak atau menyanyikan bersama lagu


“Keluarga Cemara”.

KELUARGA CEMARA

Harta yang paling berharga adalah keluarga.


Istana yang paling indah adalah keluarga.
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga.
Mutiara tiada tara adalah keluarga.

Selamat pagi emak.


Selamat pagi abah.
Mentari pagi ini bersinar indah.
Terima kasih emak.
Terima kasih abah.
Bentuk kami perkasa.
Putra-putri yang siap berbakti.

= Siswa mengungkapkan hal-hal yang paling mengesankan dari syair lagu


sinetron Keluarga Cemara!

= Siswa menuliskan satu pengalaman yang indah dan satu pengalaman buruk
hidup dalam keluarganya.

= Siswa mensharingkan pengalamannya dalam kelompok. Hasil sharing tidak


diplenokan.

= Siswa menuliskan peran masing-masing anggota keluarganya secara berurut


sesuai dengan besar-kecilnya peran mereka.

Anggota Keluarga Peran dalam perkembangan diriku

= Siswa masuk dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan problematika


keluarga zaman sekarang, dengan bantuan pertanyaan berikut:

• Permasalahan apa yang dihadapi oleh keluarga pada zaman sekarang


yang dapat menghancurkan kehidupan dalam keluarga?

Pendidikan Agama Katolik SMP 1 3


• Apa saja yang bisa kamu lakukan untuk menjadikan keluarga sebagai
tempat yang nyaman untuk hidup dan memperkembangkan diri?

= Guru dapat memberikan rangkuman, misalnya:

• Setiap orang mendambakan agar keluarganya dapat menjadi tempat


yang aman dan nyaman untuk mengembangkan diri, tempat yang
dirindukan untuk pulang dan tinggal di dalamnya. Tetapi ada sebagian
yang merasakan situasi rumah atau keluarga sebagai “neraka”.
Akibatnya mereka lebih betah tinggal di luar rumah, atau bermain dengan
teman-teman, dan berusaha agar hanya sedikit waktu saja berada di
rumah; yakni makan, tidur.
• Hal yang terakhir ini memberi gambaran bahwa keluarga zaman modern
menghadapi berbagai macam tantangan. Tantangan itu antara lain
berupa: banyaknya aktivitas masing-masing anggota keluarga yang dapat
menyebabkan mereka bersikap egois, kurangnya komunikasi antar satu
anggota keluarga satu dengan anggota keluarga yang lain karena
kesempatan bertemu yang kurang, dan sebagainya.
• Menciptakan suasana keluarga yang didambakan, merupakan tanggung
jawab semua anggota keluarga. Dan hal itu hanya mungkin tercipta bila
masing-masing anggota keluarga menunjukkan perannya secara aktif dan
bertanggung jawab.
• Sebagai anak, kita bisa memperlihatkan peran itu dengan berbagai
macam bentuk, misalnya: membantu menjaga kebersihan rumah,
mengurus pakaian sendiri, membantu pekerjaan orangtua dan
sebagainya. Dan peran yang lebih penting adalah bahwa kita perlu
mencintai semua anggota keluarga, khususnya kedua orangtua kita. Cinta
itu bisa ditunjukkan dengan cara menghormati mereka.

2. Menggali Pandangan Iman Kristiani tentang sikap terhadap


keluarga.

= Siswa mempelajari bersama kutipan Kel 20: 12 dan Ef 6: 1-3.

KESEPULUH FIRMAN
(Kel 20: 12)

“Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang


diberikan Tuhan, kepadamu.”

TAAT DAN KASIH


( Ef 6: 1- 3)

“1Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah


demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang
penting, seperti yang nyata dalam janji ini: 3supaya kamu berbahagia dan
panjang umurmu di bumi.”

= Siswa mendalami makna kutipan dalam kelompok kecil, melalui beberapa


pertanyaan berikut:

• Mengapa dalam Perjanjian Lama dikaitkan antara hormat kepada


orangtua dengan panjang umur dan tanah yang dijanjikan Tuhan?
• Apa yang dimaksud Paulus pada ayat 1 dengan kata “di dalam Tuhan”?

Pendidikan Agama Katolik SMP 1 4


= Setelah pleno, bila diperlukan guru dapat menyampaikan pokok-pokok
berikut:

• Dalam Perjanjian Lama para bapa bangsa Israel mempunyai pandangan


tentang pentingnya keluarga, baik dalam kaitan dengan kehidupan sehari-
hari mereka, maupun dengan kehidupan beriman mereka. Hal itu nampak
dalam penekanan tentang perlunya sikap hormat terhadap orangtua.
“Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang
diberikan Tuhan kepadamu” (Kel 20: 12, lih. Juga Ams 4: 1-13, 6: 20-22).
• Yang menarik adalah: hormat kepada orang tua dikaitkan dengan panjang
umur dan tanah yang dijanjikan Tuhan.
1. Rupanya bangsa Israel sadar betul akan kedudukan orang tua.
Orang tua dipandang sebagai wakil dari Allah. Maka menghormati
orang tua “sama” artinya dengan mengasihi Allah. Orang yang
mengasihi Allah akan mendapat berkat.
2. Salah satu berkat yang diberikan Allah adalah panjang umur dan
perlindungan di tanah terjanji.
• Gagasan tersebut masih dipertahankan dalam Perjanjian Baru. Yesus
sendiri memperlihatkan sikap hormat dan penghargaan yang luhur
kepada kedua orangtua-Nya. Dengan berupaya memperdalam
pengetahuan agama di Bait Allah, Ia memperlihatkan keinginan-Nya untuk
menjadi anak yang bisa berguna bagi sesama (bdk. Luk 2: 41-52).
Bahkan sebelum wafat-Nya, Ia menitipkan Ibu-Nya kepada para murid-
Nya (bdk. Yoh 19: 26-27). Sikap terhadap orangtua juga dipertegas dalam
ajaran Santo Paulus; Ia mengajak setiap orang untuk mendengarkan
nasihat dan didikan mereka (bdk. Ef 6: 3).

Mengembangkan hidup keluarga beriman.

= Guru mengajak siswa untuk menuliskan hal yang dapat dan akan dilakukan
dalam keluarga sebagai wujud perannya dalam keluarga.

= Guru meminta siswa untuk menyusun doa bagi keluarga mereka sesuai
dengan kebutuhan/situasi dan kondisi keluarganya. Misalnya: bila ada
anggota keluarganya ada yang sakit, maka doa minta kesembuhan. Bila
keluarganya sedang tidak rukun maka doa mohon kerukunan, dan
sebagainya.

EVALUASI

1. Bila orangtua adalah wakil Allah, bagaimana seharusnya kamu bersikap


terhadap mereka?
2. Demi menghidupi keluarga ayah dan ibu Sari keduanya bekerja. Karena
tempatnya jauh, mereka pergi pagi hari dan pulang malam hari. Sementara
itu, kakaknya ada yang bekerja dan ada yang kuliah. Masing-masing sibuk
dengan urusannya sendiri. Mereka tetap bertegur sapa, tapi jarang sekali ada
kesempatan untuk bercerita tentang kesulitan atau masalah yang dihadapi.
Sari yang masih duduk di kelas I SLTP merasa kesepian. Akhirnya ia pun
tidak mau kalah. Ia sering pergi bahkan untuk meluapkan kejengkelannya
terhadap keluarga ia sering mabuk-mabukan bersama teman. Bagaimana
penilaianmu terhadap sikap Sari?

Pendidikan Agama Katolik SMP 1 5


3. Bagi umat Katolik, keluarga dari Nazaret (Maria, Yusuf, dan Yesus) sering
menjadi idola hidup keluarga. Hal-hal apa saja yang menarik untuk diteladani
dari keluarga Nazaret tersebut?
4. Rumuskan dengan kata-katamu sendiri isi dari Ams 4: 1-13; 6: 20-22 dalam
kaitannya dengan peranmu terhadap keluarga, khusunya orang tua!

PENUTUP

= Pembelajaran dapat ditutup dengan doa penutup yang dipilih dari hasil
pekerjaan salah seorang siswa.

Pendidikan Agama Katolik SMP 1 6