You are on page 1of 3

PEDOMAN SELEKSI DAN PENYEMBELIHAN

HEWAN QURBAN

Pedoman ini diperuntukan bagi Panitia Pelaksana Penyembelihan Hewan


Qurban dan Masyarakat. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan
Qurban adalah sebagai berikut :

I. Seleksi Hewan Qurban

1. Sehat :
• Bulu bersih dan mengkilap
• Gemuk dan lincah
• Muka cerah
• Nafsu makan baik
• Lubang kumlah (mulut, mata, hidung, telinga, dan anus) bersih dan
normal
• Suhu badan normal (±370C)

2. Tidak Catat (pincang, mata buta/picak) dan telinga tidak rusak

3. Cuku Umur
Kambing / domba
Umur lebih dari 1 (satu) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi
tetap.
Sapi / Kerbau
Umur lebih dari 2 (dua) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi
tetap bagian bawah.
Petunjuk untuk mengetahui umur hewan qurban

4. Tidak Kurus

5. Jantan
- tidak dikastrasi/dikebiri
- testis atau buah zakar masih lengkap (2 buah); bentuk dan letaknya
simetris.
II. Penyembelihan Hewan Qurban
1. Persiapan
a. Tempat penyembelihan hendaknya terpisah dari sarana umum serta
tempat penjualan makanan dan minuman dan dibuatkan lubang seluas 1
meter persegi dengan kedalam 1 meter untuk menampung darah
penyembelihan.
b. Peralatan : pisau/golok dan peralatan lain yang digunakan untuk
memotong hendaknya diasah dengan tajam, bersih serta tidak berkarat.
c. Hewan diistirahatkan / dikarantina minimal 12 jam
d. Tersedia tempat penanganan daging secara khusus dan tempat
pembersihan jeroan yang terpisah
e. Tersedia cukup air bersih agar tempat penanganan daging dan jeroan
tetap terjaga kebersihannya selama proses berlangsung.

2. Pemeriksaan Ante Mortem (Sebelum Penyembelihan)


Dilakukan pemeriksaan sebelum pemotongan (ante mortem) agar hanya
hewan sehat yang dipotong dengan memperhatikan ciri-ciri sehat seperti
diatas.

3. Penyembelihan
Penyembelihan dilakukan dengan tata cara agama Islam sesuai dengan
fatwa Majelis Ulama Indonesia dan persyaratan teknis hygiene sanitasi
antara lain :
a. Hewan dihadapkan ke arah kiblat
b. Membaca basmalah (bismillahirrohmanirrohim)
c. Memutus saluran makanan (mari’k)
d. Emutuskan pembuluh darah (wajadain)
e. Memutuskan saluran nafas (hulqum)
f. Hewan dipotong dengan sekali tekan/potong tanpa mengangkat pisau dari
leher (kepala tidak langsung dipisahkan dari badan)
g. Proses lebih lanjut dilakukan bila hewan telah mati sempurna

4. Pemeriksaan setelah penyembelihan (post mortem) :


a. Pemeriksaan organoleptis adalah pemeriksaan terhadap bau, warna,
konsistensi/kekenyalan daging
b. Limpa normal, kenyal tidak terjadi pembengkakan atau hancur
c. Pelaksana pemeriksaan adalah dokter hewan/petugas yang berwenang

5. Penanganan Daging
Penanganan daging (dimulai pemotongan daging sampai dengan
pengemasan) harus dikelola secara hygienis dengan petugas, tempat dan
peralatan yang senantiasa terjaga kebersihannya.
III. Himbauan
1. Dalam menghadapi Idhul Adha (Hari Raya Qurban) masyarakat tidak perlu
cemas sepanjang hewan yang akan disembelih tersebut telah diperiksa oleh
dokter hewan atau petugas yang ditunjuk atau mengikuti tata cara tersebut
diatas sesuai petunjuk Dinas Kesehatan Peternakan setempat.
2. Daging hewan, termasuk daging hewan qurban agar dimasak dengan baik
dan benar serta dihindari memakan daging yang dimasak setengah matang.
3. Kepada anggota masyarakat yang merasa atau melihat gelaja, atau kelainan
yang patut dicurigai berkenaan dengan penyakit zoonosis (penyakit yang
dapat menular dari hewan ke manusia) agar segera menghubungi Dokter
atau Puskesmas setempat.