You are on page 1of 39

Laporan Kasus

Jaringan lunak (soft tissue) : jaringan ekstraskeletal non-epitel dan terpisah dengan sistem REE, glia, jaringan penyokong, & organ parenkim. Jaringan lunak: otot, lemak dan jaringan ikat beserta pembuluh darah yang menyuplai jaringan ini. sistem saraf perifer Embriologis: dominan dari mesoderm, sebagian dari neuroderm Tumor jaringan lunak sangat heterogen Tumor diklasifikasikan berdasarkan gambaran histologisnya, dan dapat dibagi lagi dalam bentuk jinak atau ganas.

Tumor jinak: • • • • Lebih mendekati gambaran jaringan normal Kemampuan bertumbuh terbatas Kecenderungan invasi lokal kurang Rekurensi rendah dengan terapi konservatif Tumor ganas (sarkoma) • • • • • Agresif Kemampuan pertumbuhan yang invasif / destruktif. Rekurensi Metastasis jauh Perlu pembedahan radikal Rasio jinak dan ganas lebih dari 100:1 .

usia tua > muda Pria>wanita. Insidensi pada umur dan jenis kelamin berbeda pada tiap tipe histologis Faktor ras belum terbukti Sarkoma terbanyak pada anak: rabdomiosarkoma (250 kasus/tahun) . batang tubuh (19%) retroperitoneum (13%) dan daerah kepala/leher (9%). Dapat timbul pada setiap umur.Sarkoma jaringan lunak dapat timbul di mana saja pada bagian tubuh ekstremitas (59%).

Diagnosis sarkoma harus disertai dengan pernyataan derajat diferensiasi atau derajat histologisnya Istilah “berdiferensiasi baik atau jelek” : Kualitatif Subjektif Menggambarkan kematangan sel tumor berdasarkan jaringan normalnya .Sarkoma terbanyak pada dewasa: histiositoma (24%) leiomiosarkoma (19%) sarkoma sinovium (12%) tumor ganas selubung saraf perifer (6%) Istilah sarkoma tidak mengindikasikan kecenderungan atau kecepatan metastasis.

Tumor Jaringan Lemak • Lipoma • Liposarkoma Tumor dan Lesi Mirip-Tumor pada Jaringan Fibrosa • Fasukitis nodularis • Fibromatosis • Fibromatosis superfisialis • Fibromatosis profunda • Fibrosarkoma Tumor Fibriohistiositik • Histiositoma fibrosa • Dermatodibrosarkoma protuberans • Histiositoma fibrosa maligna Tumor Otot Rangka • Rabdomioma • Rabdomiosarkoma Tumor Otot Polos • Leiomioma • Leiomiosarkoma • Tumor otot polos dengan potensi keganasan tidak jelas .

Tumor Vaskular • • • • • Hemangioma Limfangioma Hemangioendeotelioma Hemangioperisitoma Angiosarkoma Tumor yang Histogenesisnya Tidak Jelas • • • • Tumor sel granular Sarkoma sinovium Sarkoma bagian lunak alveolus Sarkoma epiteloid Tumor Saraf Perifer • Neurofibroma • Schwannoma • Tumor ganas selubung saraf perifer .

.

00.Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pekerjaan Pendidikan terakhir Alamat Suku/Bangsa Tanggal MRS CM : Tn. Minahasa Selatan : Minahasa/Indonesia : 29 November 2012 : 15.61 . WT : 65 th : Laki-laki : Kristen Protestan : Pensiunan guru : Tamat SLTA : Motoling.

Keluhan utama • Benjolan pada bahu kanan Riwayat Penyakit Sekarang • Benjolan pada bahu kanan dialami sejak 6 tahun yang lalu. Pergerakan sendi di sekitar benjolan baik. Benjolan baru pertama kali dialami pasien. Penurunan BB tidak ada. Benjolan tidak nyeri. Riwayat bengkak di ekstremitas tidak ada. kemudian perlahan membesar menjadi sebesar telur ayam hingga saat ini. Riwayat penyakit lain tidak ada. . Riwayat Penyakit Dahulu • Pasien baru pertama kali mengalami keluhan ini. perubahan ini disadari pasien ± 7 bulan yang lalu. Awalnya benjolan teraba lunak lalu mengeras. Benjolan awalnya sebesar uang logam lima ratus rupiah.

Pasien tidak sedang mengkonsumsi obat apapun. Riwayat Keadaan Sosial/Lingkungan • Tidak ada riwayat paparan radiasi.Riwayat Pengobatan • Pasien belum pernah mengobati keluhan ini. . Pasien tidak mengkonsumsi alkohol. Pasien merupakan perokok aktif sejak 40 tahun yang lalu hingga saat ini. Riwayat Penyakit Keluarga • Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan serupa atau keluhan lainnya.

warna sama dengan kulit sekitar P: tepi ireguler.KU : baik. konsistensi padat. kes : CM Vs : dbn Kepala : dbn Leher : dbn Thoraks : dbn Abdomen : dbn Ekstremitas : dbn Status lokalis : Regio deltoid anterior dekstra: I: massa berukuran 8x8 cm. nyeri tekan (-) . fixed. permukan licin. soliter.

FNAB (12 Oktober 2012): • Mikroskopik : hapusan tampak kelompok-kelompok sel epitel bulat. X-foto thoraks PA (14 November 2012): • Kesan: Cor & pulmo: normal . oval lebih besar dari limfosit pleomorfik dengan kromatin kasar di antara sel-sel limfosit. sel darah merah • Kesan : suatu anak sebar karsinoma yang jenisnya sukar ditentukan EKG (13 November 2012): • Kesan: LAH. KI operasi (-).

CT-scan thoraks (19 November 2012): • • • • • • • • • Parenkim paru tampak normal Tidak tampak massa pada paru dan mediastinum Main bronchus kanan/kiri dan trakea kesan baik Atrium dan ventrikel kesan baik Tak tampak atelectasis Tak tampak efusi pleura Tak tampak pembesaran KGB paraaorta Tulang-tulang/soft tissue dinding thoraks kesan baik Kesan: CT-scan thoraks tampak normal. . Tak jelas adanya massa pada paru/mediastinum.

81 juta sel/mm3 : 15.1 g/dL : 43.4% : 188000 sel/mm3 Hasil Lab Darah (27 November 2012): . EF 57% Disfungsi sistolik.Echocardiography (27 November 2012): • • • • • • • • • • • Fungsi sistolik LV global dan segmental normal. gangguan relaksasi TR mild Kontraktilitas RV cukup CT BT Leu Eri Hb Ht Tro : 2’ : 8’ : 6800 sel/mm3 : 4.

4 mmol/L .Hasil Lab Darah (27 November 2012): • • • • • • • • • GDS Ur Cr SGOT SGPT Alb Na K Cl : 119 mg/dL : 21 mg/dL : 0.1 g/dL : 140 mmol/L : 3.9 mg/dL : 20 U/L : 21 U/L : 4.71 mmol/L : 99.

Soft tissue tumor regio deltoid anterior dekstra. .

Eksisi tumor .

30 WITA : 4 jam .30 WITA : 14. deltoid anterior dekstra suspek keganasan stadium IV (GxT2N1M0) : eksisi tumor + radical neck dissection : 6 Desember 2012 : 10. deltoid dekstra : soft tissue tumor R.Dx pra-operatif Dx post-operatif Tindakan Tanggal operasi Jam operasi mulai Jam operasi selesai Lama operasi : soft tissue tumor R.

kelenjar diangkat  PA Diputuskan dilakukan RND.Laporan operasi • • • • • • • • • Penderita terlentang dengan GA Asepsis dan antisepsis lapangan operasi Insisi “Z plasty” pada regio deltoid anterior dekstra Diperdalam lagi lapis demi lapis. tampak massa ukuran tidak beraturan dengan kelenjar yang membesar Dilakukan eksisi tumor. kontrol perdarahan Pasang drain Leher ditutup lapis demi lapis Operasi selesai .

minum sedikit-sedikit sampai instruksi selanjutnya .Instruksi post-operasi • • • • • • • IVFD RL:NaCl = 1:1  20 gtt/m Ceftriaxone 2x1 gr IV Ranitidin 2x1 amp IV Ketorolac 3% 3x1 amp IV Asam traneksamat 3x1 amp IV Kontrol Hb post operasi Bila sadar betul.

.

Ax  benjolan sejak 6 tahun lalu. Alasan berobat: kosmetik Sarkoma: tanda fisik jarang ditemukan  diagnosis dini sulit.Diagnosis pada pasien ini ditegakkan melalui anamnesis. sering terlambat Kebanyakan sarkoma tidak memiliki penyebab yang jelas Faktor predisposisi: Genetik Onkogen  produksi onkoprotein spesifik. berperan dalam transduksi sinyal sel atau berfungsi sebagai GF/reseptornya Inaktivasi tumor suppressor genes . pertumbuhan lambat. dan pemeriksaan penunjang. pemeriksaan fisik.

. vinil klorida. prognosis buruk. arsenik. Limfedema Trauma (masih diperdebatkan) Zat kimia Herbisida (asam fenoksiatetik. pengawet kayu mengandung klorofenol) Torium oksida. asbestos.Paparan radiasi (radioterapi) Risiko sarkoma meningkat sesuai peningkatan dosis radiasi Sarkoma porsiradiasi biasanya didiagnosis pada stadium akhir . dioksin Risiko: pekerja tambang dan pekerja industri Pada pasien ini tidak ditemukan faktor risiko untuk tumor jaringan lunak.

batas tegas Massa yang keras dengan tepi ireguler  curiga sarkoma.Massa >5 cm/pertumbuhan atau perubahan tampilan yang cepat sebaiknya diperiksa dengan seksama: seberapa dalam penetrasi lesi meliputi berapa otot dan kompartemen adanya keterlibatan neurovaskular. letak lebih dalam dari jaringan subkutan larah keganasan . KGB jarang teraba Tekstur massa penting untuk dinilai Lipoma biasanya lunak. Massa pada ekstremitas >5-7 cm.

remodelling tulang . sitogenetik Uji laboratorium spesifik (-) Pencitraan: foto polos. reaksi periosteal. CT-scan. latar belakang otot reaksi tulang akibat invasi jaringan lunak seperti destruksi. USG. PET. skintigrafi tulang FNAB Akurasi 60-80% Lebih kurang dapat dipercaya seiring dengan penurunan derajat diferensiasi tumor Foto Roentgen Massa isodens.Pemeriksaan penunjang: Histologis. MRI.

foto Roentgen thoraks. FNAB.USG Membedakan tumor kistik atau padat Mengukur besarnya tumor USG Doppler berwarna : vaskularisasi massa jaringan lunak CT scan adanya/jumlah metastase paru MRI hubungan antara tumor serta struktur anatomi sekitarnya Paru: lokasi pertama metastase sarkoma  foto thoraks. CT scan: metastasis paru (-) .a. ekokardiografi.k FNAB : sulit dinilai Foto thoraks . EKG. Lab darah t. CT scan Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan laboratorium darah. dan CT-scan thoraks.

Saat operasi ditemukan metastasis KGB Kepustakaan: metastasis KGB jarang (5%). hisiositoma fibrosa maligna insidensi metastasis KGB ↑ . subtipe histologis seperti sarkoma epiteloid. clear cell sarcoma. rabdomiosarkoma. prognosis buruk diklasifikasikan dalam stadium IV. angiosarkoma.

G. Derajat Histologis Gx G1 G2 G3 G4 Derajat tidak dapat dinilai Diferensiasi baik Diferensiasi sedang Diferensiasi jelek Tidak berdiferensiasi .

T. Ukuran Tumor Primer Tx T0 T1 T1a T1b T2 T2a T2b Ukuran tumor primer tidak dapat dinilai Tidak terbukti adanya tumor primer <5 cm Tumor superfisial Tumor dalam ≥5 cm Tumor superfisial Tumor dalam .

Metastasis Jauh Mx M0 M1 Metastasis jauh tidak dapat dinilai Tidak ada metastasis jauh Metastasis jauh . KGB Regional Nx N0 N1 KGB regional tidak dapat dinilai Tidak ada metastasis KGB regional Metastasis KGB M.N.

2a T2b Setiap T Setiap T N0 N0 N0 N1 N0 M0 M0 M0 M0 M1 .Pengelompokan Stadium Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV G1-2 G3-4 G3-4 Setiap G Setiap G T1a. 2b T1a. 1b. 1b. 2a.

Berdasarkan anamnesis. . pemeriksaan fisik. diagnosis pasien ini adalah soft tissue tumor regio deltoid dekstra suspek keganasan stadium IV (GxT2N1M0) Diagnosis pasti belum ditentukan dan menunggu hasil pemeriksaan histopatologis jaringan. pemeriksaan penunjang serta penggolongan stadium menurut AJCC 2002.

mempertahankan fungsi secara maksimal.Reseksi secara bedah  pilihan utama kebanyakan kasus tidak diperlukan penanganan lebih lanjut Tumor jinak: eksisi marginal luas. bila perlu kemoterapi /radioterapi. tumor dieksisi hingga 1-2 cm jaringan normal (kemungkinan penyebaran lokal) . flap. dan rekonstruksi defek dan fungsi dengan graft. Apabila memungkinkan. belum ada studi definitif Tujuan pembedahan: pengangkatan seluruh tumor. atau transfer tendon (efek radioterapi yang tidak diinginkan: sarkoma terinduksi-radiasi) Kemoterapi sarkoma: kontroversial.

Reseksi meliputi saraf aksesoris spinal. namun saat operasi ditemukan pembesaran KGB  radical neck dissection (RND) RND: pengangkatan enblok dari kelenjar limfe serta jaringan sekitarnya pada satu sisi leher.Pada pasien ini dilakukan eksisi tumor. vena jugularis interna serta otot sternokleidomastoideus . dari tepi inferior mandibular hingga klavikula dan dari sisi leteral otot penyokong hingga tepi anterior otot trapezius.

.

Penanganan: eksisi tumor. radical neck dissection.Diagnosa klinis : soft tissue tumor regio deltoid dekstra suspek keganasan stadium IV (GxT2N1M0). Diagnosis pasti  hasil pemeriksaan histopatologis. .