You are on page 1of 15

hiperemesis gravidarum

BAB I PENDAHULUAN 1.1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan dibidang kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kualitas kehidupan dan usia harapan hidup. Peningkatan kualitas hidup ini perlu dimulai dari dini yaitu sejak berada dalam kandungan. Oleh karena itu kehamilan yang sehat sangat mempengaruhi potensi dari penerus keturunan di kemudian hari. ( Manuaba; 1998 ) Menurut Leimena 1993 kematian ibu adalah kematian seorang wanita yang sedang hamil atau dalam periode 42 hari setelah terminasi kehamilannya tanpa memandang lama dan lokasi kehamilannya. Angka Kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi ( AKB ) merupakan salah satu faktor paling sensitif yang menggambarkan kesehatan ibu dan anak. AKI dan AKB di Indonesia masih sangat tinggi, terbukti dengan adanya kematian ibu yang sangat bervariasi antara 5 sampai 100.000 per kelahiran hidup. Dan kematian perinatal yang berkisar antara 25 sampai 750 per kelahiran hidup. Angka kematian ibu tersebut harus dapat ditekan menjadi 225 per 100.000 kelahiran hidup dan kematian bayi ditekan menjadi 49,8 per 1000 kelahiran hidup. Maka dari itu pemeriksaan antenatal perlu sekali dilakukan untuk memastikan keadaan ibu dan janin secara berkala serta untuk mengetahui secara dini apabila ada penyimpangan atau kelainan yang ditemukan. Dengan tujuan agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta melahirkan bayi dengan sehat. Pemeriksaan kehamilan secara berkala yang diikuti secara teknis harus dikuasai oleh setiap pelaksana program KIA di lapangan agar kualitas pelayanan dapat terjamin. Apabila pada ibu hamil dengan primigravida/ multigravida umumnya banyak masalah yang berhubungan dengan kehamilannya karena kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilannya. Oleh karena itu penting bagi ibu hamil primigravida/ multigravida untuk melakukan kemungkinan faktor resiko tinggi bisa ditemukan. 1.1.2 TUJUAN PENULISAN a. Tujuan Umum Penulis dapat menerapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah dalam memberikan asuhan kebidanan secara nyata serta mendapatkan pengetahuan dalam memecahkan masalah khususnya pada Ny. L Dengan Hiperemisis Gravidarum di Poli Kandungan RSU dr. Mohamad Soewandhi. b. Tujuan Khusus Tujuan khusus yang akan dicapai adalah mampu melakukan : 1. Pengkajian dan menganalisa data pada klien dengan kehamilan fisiologis. 2. Merumuskan diagnosa kebidanan dan menentukan prioritas masalah pada klien. 3. Menyusun rencana kebidanan. 4. Melaksanakan tindakan kebidanan. 5. Evaluasi asuhan kebidanan. 1.1.3 METODE PENULISAN Metode penulisan yang digunakan dalam proses penyusunan laporan ini adalah : 1. Metode pendekatan deskriptif yaitu metode yang sifatnya mengungkapkan peristiwa dan

BAB IV Penutup meliputi kesimpulan dan saran. serta sistematika penulisan. wawancara. tujuan penulisan. pemeriksaan fisik. WAKTU Penyusunan asuhan kebidanan ini dilakukan pada saat jam kerja poli yaitu pukul 07. 2.5 SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika penulisan laporan ini terdiri dari : LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan meliputi latar belakang. diagnosa potensial. metode penulisan. 1. 3.4 LOKASI DAN WAKTU a. BAB III Tinjauan kasus meliputi pengkajian data.2.1 Pengertian . studi dokumen dan studi kepustkaan. Teknik pengumpulan data dan pengidentifikasian data melalui observasi. DAFTAR PUSTAKA BAB II LANDASAN TEORI 1. tindakan segera. Mohamad Soewandhi Surabaya.1. b. Sumber data primer dari klien dan data sekunder dari keluarga dan petugas kesehatan. 1. LOKASI Asuhan Kebidanan ini disusun saat penulis melaksanakan praktek lapangan di Poli Kandungan RSU dr. BAB II Landasan teori meliputi konsep dasar kehamilan dan asuhan kebidanan pada kehamilan. rencana tindakan dan rasional.gejala yang terjadi.00 WIB.1. pelaksanaan rencana tindakan dan evaluasi. lokasi dan waktu. diagnosa/ masalah.00 s/d 14.

Terjadi gangguan buang air besar. faktor alergi dapat menyebabkan kejadian hyperemisis gravidarum.Kulit dehidrasi – tonusnya melemah. doplepea – gambar tampak ganda perubahan mental.2. lidah kering. primigravida dan overdestensi rahim pada hamil ganda dan mola.2 Penyebab Hiperemisis Gravidarum Penyebab hiperemisis gravidarum belum diketahui secara pasti tetapi ada beberapa faktor predesposisi dapat dijabarkan : 1. dan sebagian diduga dapat menjadi faktor kejadian hyperemisis gravidarum. 2.3 Gejala Gejala hiperemisis gravidarum secara klinis dibagi menjadi 3 tingkat.Makan berkurang. . turgor kulit makin kering. keadaan dehidrasi makin jelas. . . nadi meningkat.Gangguan kesadaran dalam bentuk : sumnolen sampai koma : komplikasi susunan sayaraf pusat (ensefalopati wernicla) nistaguws.Nyeri di daerah epigastrium.Muntah berlangsung terus-menerus. yaitu : 1. lidah kering dan kotor. keretakan hubungan dengan suami.Penderita tampak lemah. Hiperemisis gravidarum tingkat III .2. . . Faktor alergi Diduga terjadi invasi jaringan velli kerialis yang masuk kedalam peredaran darah ibu.Gangguan faal hati terjadi dengan manifestasi ikterus.Nafas berbau aseton. . . 2. .Tekanan darah turun dan nadi meningkat.Mulai tampak gejala gangguan kesadaran. menjadi apatis.Muntah berkurang. Faktor psikologis Besar kemungkinan bahwa wanita yang menolak hamil. Faktor adaptasi dan hormonal Pada wanita hamil yang kekurangan darah lebih sering terjadi hyperemisis gravidarum. . 3. . . Hiperemisis gravidarum tingkat I . 3. suhu naik. 1.Gejala dehidrasi makin tampak : mata cekung.BB menurun. . takut kehilangan pekerjaan. jumlah hormon yang dikeluarkan terlalu tinggi dan menyebabkan terjadi hiperemisis gravidarum. Perubahan arah bola mata.Hiperemisis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan yang terjadi pada wanita hamil sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari dan menimbulkan kekurangan cairan dan terganggunya keseimbangan elektrolit. 1. . Faktor adaptasi adalah wanita hamil dengan anemia.Keadaan umum makin menurun : tensi menurun. Hiperemisis gravidarum tingkat II .Mata tampak cekung. .

4 Diagnosa Diagnosis hiperemisis gravidarum biasanya tidak sukar. Berikan dukungan / support dari orang sekitarnya. Anti mual muntah → . 4. Menganjurkan kepada ibu agar istirahat yang cukup.Stimetil .5 Pengobatan Konsep pengobatan dapat diberikan sebagai berikut : 1. 7. Makanan dan minuman sebaiknya dihidangkan dalam keadaan panas atau dingin sekali. Hilangakan / hindari masalah dan konfilik yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. Usahakan agar dapat BAB setiap hari karena dapat menjamin menghindarkan kekurangan karbohidrat. hepatitis. namun harus diperkirakan kehamilan muda dengan penyakit pielonefritis. 2.Antihistamin . 10. menghilangkan perasaan kuatir / takut terhadap kehamilan. harus ditemukan adanya kehamilan muda & muntah yang terus menerus sehingga mempengaruhi keadaan umum.Vitamin C Perawatan Hiperemisis : 1. 5.2. . Sedativa ringan → .Phenobarbital . Menganjurkan banyak makan makanan yang mengandung gula.Auupreg d.1. Kurangi pekerjaan yang dapat menggangu kehamilan. Anti alergi → .Emetrule . Pemberian cairan pengganti 3. 9. Menganjurkan kepada ibu untuk dapat menerima kehamilannya dengan baik. Menganjurkan mengubah pola makan sehari-hari dengan makanan dalam porsi kecil tetapi sering.2. Vitamin → . Hubungan seksual boleh dilakukan asal tidak menggangu kehamilan dan ibu merasa nyaman melakukannya.Dramaamen . 12. 6.Ovamen c. Susunan obat yang dapat di berikan : a. 1. Obat-obatan Pemberian obat-obatan pada hiperemisis gravidarum sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sehingga dapat dipilih obat yang tak bersifat teratugenik. 3.Terutama vitamin B komplek . Waktu bangun dari tempat tidur pagi jangan segera turun dari tempat tidur tapi sebaiknya makan roti atau biskuit dengan teh hangat manis. Isolasi dan pengobatan psikologis 2. Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan. ulcus pepticumdun tuner serebri yang dapat pula memberikan gejala mental.Miaaner B5 . 11. 8.Valium b.

BAB III TINJAUAN KASUS NO.1 PENGKAJIAN DATA A.10 WIB 1. Alasan kunjungan ini : P Pertama Rutin Ada keluhan 2. Telp : B. 3. Keluhan. A Umur : 23 th Umur : 25 th Agama : Islam Agama : Islam Bangsa/ suku : Indonesia/ Jawa Bangsa/ suku : Indonesia/ Jawa Pendidikan : SMEA Pendidikan : SMA Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Pedagang Lemari Alamat rumah : Jl. L Nama suami : Tn. Riwayat Menstruasi : . Pencegahan terhadap hypremisis gravidarum perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik. Ploso 1/42 Alamat rumah : Jl.3. IDENTITAS/ BIODATA Nama : Ny. Mohamad Soewandhi 1.keluhan : Ibu mengatakan pada kehamilan sering muntah-muntah dan tidak mau makan.13. REGISTER : 25066791 RSU dr. memberikan keyakinan bahwa mual dan muntah merupakan gejala fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah umur kehamilan 4 bulan. ANAMNESA ( DATA SUBYEKTIF ) Pada tanggal : 16 Agustus 2005 Pukul : 09. Ploso 1/42 No.

Lahir Usia kehamilan Jenis persalinan Tempat persalinan Komplikasi Penolong Bayi Nifas Umur Ibu Bayi PB/BB jenis keadaan keadaan Laktasi/ KB 1 2 4-6-2003 2 th Hamil ini 9 bln . .51/2900 ♂ . Persalinan dan Nifas yang lalu : No Tgl.Bidan . Riwayat Kehamilan ini :  Hari I haid terakhir : 28 Mei 2005  Taksiran persalinan : 06 Februari 2006  Keluhan. Riwayat Kehamilan.Spontan . Haid Pertama : Umur ± 13 tahun  Siklus/ Lamanya : 28 hari/ 7 hari  Banyaknya : 2 kotex penuh  Sifat darah : cair. merah  Dismenorhoe : ada.Baik -. saat hari pertama haid 4.Bps -.1 th/ suntik - 5.keluhan pada trimester I : Ibu mengatakan mual dan muntah setiap hari dan tidak bisa makan.

 Pergerakan anak pertama kali : Ibu belum merasakan gerakan anak karena usia kehamilan masih kecil.sanaP ‫ٱ‬ suret /tareb alapek tikaS ‫ -ٱ‬menerus rubak natahilgneP ‫ٱ‬ KAB taas sanap /ireyn asaR ‫ٱ‬ aynratikes nad anigav avluv adap latag asaR ‫ٱ‬ manigavrep nariac naraulegneP ‫ٱ‬ ut adap gnaget . jeruk ). tempe. konsistensi lunak.00). teratur. lauk ( ikan laut. kacangkacangan.naharemek . konsistensi lunak. memasak mencuci dll. Minum air putih ± 5-6 gelas sehari. tidur siang ± 1 jam ( 14. tanpa ada gangguan dengan kehamilannya. sayur ( bayam. 6. BAB 1x sehari. teratur.  Aktivitas sehari.hari Pola istirahat dan tidur : Ibu mengatakan baik sebelum atau saat hamil pola istirahat sama yaitu tidur malam ± 8 jam ( 21. tahu.00 – 14. M : tidak pernah Hipertensi : tidak pernah Epilepsi : tidak pernah . lancar. Seksualitas : Ibu mengatakan sebelum hamil melakukan hubungan seksual 2x seminggu sedangkan saat hamil ibu jarang sekali melakukan hubungan seksual karena takut mengganggu kehamilan. tidak nyeri. selama hamil setiap pagi ibu minum susu prenagen 1 gelas 1 hari. tidak nyeri.00 – 05.lancar. selain itu juga ibu melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu. Riwayat penyakit sistemik yang pernah diderita : Jantung : tidak pernah Ginjal : tidak pernah Asma/ TBC paru : tidak pernah Hepatitis : tidak pernah D.00.  Imunisasi TT : Belum. tidak pernah ngidam.00 – 15. warnanya kuning. wortel ).  Keluhan yang dirasakan ( bila ada jelaskan ) : uata iridreb akij gnuggnup nad ikak adap halel asarem gnires nakatagnem ubI : halel asaR ‫ٱ‬ duduk terlalu lama tnum nad lauM ‫ٱ‬ah yang lama : ada ada : turep ireyN ‫ٱ‬ ligiggnem .00 ). telur ).  Pola eliminasi Ibu mengatakan sebelum hamil BAK ± 2x -3x sehari. warna kuning saat hamil BAK ± 5x – 6x sehari. kangkung. yaitu makan 3x sehari dengan nasi. warna kuning. buah ( pepaya. Pekerjaan : Ibu mengatakan baik sebelum atau saat hamil ibu bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan swasta mulai jam 08.ireyN ‫ٱ‬ngkai amedeO ‫ٱ‬  Diet/ makan Ibu mengatakan baik sebelum atau saat hamil pola makan dan minum tetap sama.  Kontrasepsi yang pernah digunakan : Ibu mengatakan kontrasepsi yang pernah di pakai adalah kondom. warnanya kuning BAB 1x sehari.

4. dengan Suami umur : 23 tahun Lamanya : 2 tahun anak : Hamil ke dua A.5 cm Denyut nadi : 96 X/ menit TB : 155 cm Pernafasan : 20 X/ menit BB : sebelum hamil 50 kg Suhu : 36. Pinggang (periksa ketuk : Costro-veterba-Angle tendemess) Nyeri Ada Tidak . Dada : Simetris Mammae : Ada Tidak ada Benjolan : Ada Tidak ada Striae : striae livida Areola : mengalami hiperpigmentasi Puting susu : menonjol ( keluar ). usia perkawinan 2 tahun.Direncanakan Tidak direncanakan Diterima Tidak diterima  Perasaan tentang kehamilan ini : Ibu mengatakan senang dan menerima kehamilan ini begitu juga dengan suami dan keluarga yang lain.  Kehamilan ini : -. Riwayat penyakit keluarga : Jantung : tidak ada Hipertensi : tidak ada D. Muka : Oedema : Ada Tidak Conjungtiva : Pucat Sklera Mata : Putih. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBYEKTIF) 1. Status Emosional : Cukup baik. tidak ikterus.7. Tanda vital : Tekanan darah : 100/60 mmHg Lila : 23. 2. Riwayat sosial : Perkawinan : Menikah 1 kali. ibu sangat menerima kehamilan ini.3 º C BB : 52 kg 3. belum keluar kolostrum 5. M : tidak ada Asmah/TBC : tidak ada Hepatitis : tidak ada Ginjal : tidak ada Gemelly : tidak ada 8.  Status perkawinan : Kawin Kawin : 1 (satu) kali  Kawin I : Umur : 21 tahun.

31 minggu ) Bentuk perut : Bulat lonjong Oedema Ada Tidak Acites Ada Tidak Pemeriksaan Kebidanan Palpasi Uterus Tinggi fundus uteri : ½ simfisis . Extremitas Ada Tidak Oedema tangan dan jari Ada Tidak Oedema tibia dan jari Betis merah/lembek/keras Ada Tidak Varices tungkai Ada Tidak Reflek patella Ka Positif Negatif Ki Positif Negatif 7.1 Bekas luka : Ada Tidak Pembesaran perut : sesuai dengan usia kehamilan ( 30. Genetalia Inspeksi Vulva dan vagina : Varices : Ada Tidak Luka : Ada Tidak Kemerahan : Ada Tidak Nyeri : Ya Tidak Perineum : Bekas luka/luka parut : Ada Tidak Lain-lain : Ada Tidak B.6.pusat Letak : Presentasi : Punggung : TBBJ : Posisi janin : Kontraksi : Tidak ada Ada Frekuensi : tidak ada Kekuatan : tidak ada Palpasi supra pubik kandung kemih : kandung kemih kosong Auskultasi : DJJ : belum terdengar tempat : Frekunsi : 8. UJI DIAGNOSTIK . Abdomen 7.

Dasar : DS : Ibu mengatakan : .Reduksi : Tidak dilakukan 1.BB : Sebelum hamil 50 kg .Golongan Darah : O . KEBUTUHAN : Memberikan HE tentang : . kadang hanya makan biskuit atau buah.Tekanan darah : 100/60 mmHg . .Hb : 9 gram % .Ibu senang dengan kehamilan ini.5 cm TD : 100/60 mmHg N : 96 x/menit RR : 20 x/menit S : 36.3 º .TB : 155 cm .Denyut nadi : 96 X/ menit .Hbs Ag : Tidak dilakukan • Urine .Albumin : Tidak dilakukan .3. ibu tidak berselera makan.UK : 11 – 12 minggu MASALAH : Gangguan pemenuhan nutrisi : Ds : Ibu mengatakan mual-mual dan muntah bila selesai makan.TFU : ½ simfisis – pusat(13 cm).Lila : 23.Ball : (+).Sedang hamil anak kedua.Ibu sering mual dan muntah bila selesi makan serta tidak berselera makan.• Darah . .Suhu : 36. Do : Bibir kering.DJJ : Belum terdengar. Ibu hamil GIIP10001 11 – 12 minggu dengan hiperemisis gravidarum tingkat I.3 ºC TFU : ½ simpisis – pusat. . terdapat nyeri tekan pada epigastrium. . makan nasi 1-3 sendok.BB : 52 kg . DO : Hasil pemeriksaan : . BB : 52 kg TB : 155 cm Lila : 23.5 cm .Pernafasan : 20 X/ menit .HPHT : 28 Mei 2005. lidah kering.2 INTERPRETASI DATA DIAGNOSA : 1. . . .Selama hamil ini ibu makan 2x / hari porsi 1 – 3 sendok.

1. Berikan penjelasan pada ibu tentang penyebab mual dan muntah. 4. .Hindari makan makanan yang merangsang yang dapat menyebabkan muntah misalnya terlalu manis.3 IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL : Tidak ada.Nutrisi ibu hamil hyperemisis gravidarum yaitu makan sedikit tapi sering. Anjurkan ibu untuk menghisap permen. 1.3. 7. Rasional : Dengan memberikan penjelasan pada ibu dapat meningkatkan pengetahuan ibu sehingga lebih mengerti kehamilannya. Melakukan pemeriksaan kehamilan dengan standart 5 T. 6. . 3. . Rasional : Dengan pemeriksaan kehamilan standart 5 T kita dapat mendeteksi dini kelainan kehamilan.Sebelum bangun dari tempat tidur usahakan miring dulu dan mencoba makan makanan ringan seperti biskuit dan teh manis. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu.5 MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH 1. Jelaskan pada ibu tentang aktivitas selama kehamilan ini.4 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA ATAU KOLABORASI : Kolaborasi dengan dokter pemberian terapi.3. 5. asam dan pedas. Jelaskan kepada ibu makanan apa yang boleh dikonsumsi. Rasional : Dengan memberikan penjelasan pada ibu diharapkan ibu dapat meningkatkan kesehatannya. Rasional : Dengan menganjurkan ibu untuk menghisap permen agar mengurangi rasa mual.. 1. Rasional : Melakukan pendekatan dengan komunikasi therapeutik akan menumbuhkan rasa percaya pasien kepada petugas dan pasien dapat lebih kooperatif sehingga mudah dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan. Lakukan pendekatan kepada ibu dengan komunikasi therapeutik. Rasional : Dengan memberikan penjelasan pada ibu diharapkan ibu mengetahui kondisinya dan janin saat ini serta dapat mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi dari kondisi saat ini.Istirahat yang cukup. Rasional : Dengan memberikan penjelasan pada ibu diharapkan ibu dapat menjaga kesehatannya secara optimal.3. 2. .

Anjurkan kepada ibu untuk minum obat secara teratur. 11. Rasional : Dengan melakukan kolaborasi untuk memberikan tambahan obat kepada ibu.3. Jelaskan tentang tanda bahaya trimester I / kondisi yang mengarah pada hyperemisis gravidarum tingkat I.Suhu : 36. Melakukan pendekatan melalui komunikasi therapeutik baik secara verbal maupun non verbal ( sentuhan. dll ). Melakukan pemeriksaan kehamilan dengan standart 5 T. 1.TT : Boster. berbicara sopan dan tidak menyinggung pasien. Rasional : Dengan melakukan kolaborasi dengan dokter ibu diharapkan cepat sembuh.Denyut nadi : 96 X/ menit . . 12. Rasional : Dengan menganjurkan ibu untuk minum obat secara teratur. kondisi ibu dan janin akan menjadi lebih baik dan terkontrol. Hal ini disebabkan karena peningkatan hormon karena adaptasi ibu.Ball : (+) positif.DJJ : belum terdengar. Selama mual dan muntah itu tidak menggangu aktivitas ibu.6 PELAKSANAAN RENCANA TINDAKAN Tanggal 16 Agustus 2005 jam 09. 10. . Anjurkan kepada ibu untuk kontrol 1 minggu lagi. kontak mata.8. . Rasional : Dengan kontrol tepat pada waktunya kondisi ibu dan janin lebih terpantau oleh tenaga kesehatan sehingga kemungkinan tanda bahaya kehamilan tidak akan terjadi. 2. . Memberikan penjelasan pada ibu tentang mual dan muntah adalah hal yang normal yang biasa terjadi pada kehamilan. . 9.TB : 155 cm .TFU : ½ simfisis – pusat (13 cm).UK : 11 – 12 minggu. mendengar segala keluhan ibu.BB : sebelum hamil 50 kg . Berikan tablet penambah darah dan tablet multi vitamin.Lila : 23. Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi. memperkenalkan diri pada ibu. 3.BB : 52 kg . .3 º .5 cm .Pernafasan : 20 X/ menit . kesehatan ibu dan janin akan lebih terjamin.10 WIB 1.Tekanan darah : 100/60 mmHg . Rasional : Dengan memberikan penjelasan pada ibu diharapkan ibu dapat mendeteksi secara dini kelainan.

Menjelaskan pada ibu tentang makanan yang boleh diberikan semua makanan boleh dimakan asal tidak merangsang mual dan muntah seperti manis.3.Masih mual tetapi sudah tidak muntah dan sudah tidak nyeri uluhati. Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk memberikan tablet tambah darah dan vitamin 1. 7. asam. . pedas. tetapi apabila ibu merasa tidak sehat / tidak nyaman sebaiknya dihindari. 5. 1.20 WIB S : Ibu mengatakan : . . dan apabila makan diusahakan dengan porsi yang sedikit tapi sering. 8. 9. .Ibu datang dengan diantar suami dan datang dengan wajah yang ceria. Menganjurkan kepada ibu untuk kontrol 1 minggu lagi atau sewaktu-waktu bila ada keluhan misal : . .Ibu mau melaksanakan nasehat dari petugas kesehatan. 9.Ibu mengerti penjelasan petugas terbukti klien bisa mengulang apa yang telah disampaikan. roti dan buah-buahan. mencuci piring.Pemeriksaan kehamilan : BB / TB : 52 kg / 155 cm. . .Mengeluarkan darah dari vagina. hindarkan pekerjaan yang melelahkan dan segala aktivitas yang dapat menimbulkan mual dan muntah. O : . Lycalvit 1 x 1 6.Nyeri perut / mules yang hebat. sebaiknya hindari makanan yang berminyak dan berbau lemak perbanyak makan makanan yang manis. ibu tidak suka makan nasi.Ibu masih sering meludah. . Menganjurkan kepada ibu untuk makan permen untuk menambah nafsu makan dan jangan makan permen yang rasa mint tetapi makan permen yang disukai ibu. lebih suka susu. . .HPHT : 28 Mei 2005.Muntahnya bertambah hebat. RR : 20 kali/menit. Menjelaskan kepada ibu aktivitas yang boleh dilakukan yaitu kegiatan yang tidak membahayakan / memperburuk kondisinya yang boleh dilakukan seperti menyapu.Pusing yang berat dan setelah di buat istirahat tidak hilang.7 EVALUASI Tanggal 16 Agustus 2005 jam 09.Ibu lebih mengerti tentang kondisi kehamilannya. . . Inbion 1 x 1 2. Menjelaskan pada ibu tentangan hubungan suami istri yaitu selama ibu merasa tidak terganggu dan merasa nyaman ibu boleh melakukannya. Memberikan penjelasan pada ibu bahwa kekurangan kondisinya disebut hyperemisis gravidarum dan menganjurkan ibu untuk tidak cemas bahwa hal ini adalah suatu penyakit yang ringan yang sering dialami oleh wanita hamil.4.Ibu mau makan walaupun hanya sedikit.

Tensi / nadi : 100/60 mmHg / 96 kali/menit. Bagi klien. L dengan Hyperemisis Gravidarum di RSU dr. 2.Anjurkan ibu untuk tetap makan sedikit tetapi sering.1 KESIMPULAN Setelah penulis melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. Bagi petugas. Setelah penulisan mengadakan evaluasi pda Ny.Istirahat cukup. klien dan keluarga. UK : 11 – 12 minggu. Pada dasarnya pelaksanaan merupakan perwujudan dari perencanaan akan tetapi tidak dilaksanakan seperti perawatan payudara dalam kasus nyata hanya dilakukan penyuluhan saja sehingga klien melakukan sendiri dirumah sesuai petunjuk. Bidan dalam fungsinya sebagai pelaksana pelayanan kebidanan harus meningkatkan kemampuan & keterampilan yang dimiliki serta harus memiliki kerja sama yang baik dengan petugas kesehatan yang lain. 5. . MOHAMAD SOEWANDHI Surabaya.Rajin untuk meminum obat dari dokter. 1. 3.Anjurkan ibu untuk kontrol ulang.4. P : . .2 SARAN 1. Misal : Terlalu pedas. sehingga masalah yang ada pada tinjauan pustaka tidak akan direncanakan jika tidak ada tinjauan kasus nyata. TFU : ½ simfisis – pusat. . TPL : 06 Februari 2006. BAB IV PENUTUP 1. 4. Dalam analisa data dan mengangkat diagnosa kebidanan pada dasarnya mengacu pada tinjauan pustaka & adanya perubahan serta keseimbangan dengan tinjauan pustaka tergantung pada kondisi ibu hamil. terlalu asem . keberhasilan dalam mengatasi masalah klien didukung oleh beberapa faktor diantranya sarana yang memadai. A : GIIP1-1 UK : 11-12 minggu dengan hiperemisis gravidarum tingkat I keadaan membaik.Anjurkan untuk menghindari makan makanan yang merangsang. adanya tindakan yang komperhensif serta adanya kesadaran klien untuk melakukan ANC. L dengan hiperemisis gravidarum maka sebagian dari semua masalah dapat diatasi. Pada dasarnya perencanaan yang ada pada tinjauan pustaka tidak semuanya dapat direncanakan pada tinjauan kasus nyata. karena dalam perencanaan disesuaikan dengan masalah yang ada pada saat itu. .4. Pada akhirnya klien bersedia untuk kontrol 1 minggu lagi. Dalam melakukan pengkajian diperlukan adanya ketelitian. Dapat ditarik beberapa kesimpulan : 1. kepekaan dan peranan dari ibu hamil sehingga diperoleh data yang menunjang untuk mengangkat diagnosa kebidanan. 2.

Penerbit buku kedokteran. Rumah sakit harus berusaha untuk mempertahankan pelayanan yang sudah ada dan selalu berusaha untuk memberikan pelyanan yang terbaik untuk pasien. 3. .Klien harus dapat bekerja sama dengan baik dengan tenaga kesehatan agar keberhasilan dalam asuhan kebidanan dapat tercapai serta semua masalah klien dapat terpecahkan. “ Buku Saku Bidan “. ECG. Sulaiman. Helen.  Prawirohario. Rustam. “ Sinopsis Obstetri ” . Fakultas kedokteran Universitas Padjajaran Bandung. dan Keluarga Berencana untuk Pendidik Bidan ”. “ Asuhan Maternal dan Nonatal ”. Jakarta : 2001. 4. Jakarta : 1998. “Obstetri Fisiologi “. Penerbit buku kedokteran.  Varney. YBPSP. Bagi pendidikan. Sarwono. DAFTAR PUSTAKA  Mochtar. Bandung : 1993.  Manuaba “ Ilmu Kebidanan. Jakarta : 1998. Tenaga kesehatan yang berada disuatu instansi kesehatan supaya lebih memperhatikan & memberikan bimbingan kepada calon tenaga kesehatan pada umumnya serta supaya melengkapi buku-buku yang ada di perpustakaan yang merupakan gudang ilmu bagi para anak didik.  Sastrawinata. Penyakit Kandungan . Jakata : 2002. Bagi rumah sakit.