You are on page 1of 23

2.1.2.6 Penatalaksanaan a. meminumnya. b. memenuhi dan zat besi). c. d. e. f.

Memberitahukan pada ibu bahwa vitamin C dapat membantu Menganjurkan ibu untuk menghindari minum teh dan kopi Memberitahukan Memberitahu kepada ibu kalau dan motivasi ibu merasakan untuk keluhan penyerapan zat besi sehingga menjadi lebih efisiensi. karena dapat mengurangi penyerapan zat besi. maka ibu harus datang ke tenaga kesehatan terdekat. melakukan kunjungan ulang berikutnya. Menganjurkan ibu untuk mengatur pola makan yang dapat kebutuhannya (makanan bergizi, tinggi protein Memberikan tablet Fe lalu jelaskan manfaat dan cara

2.2 Konsep Asuhan Kebidanan 2.2.1 Pengkajian 2.2.1.1 Identitas ibu dan suaminya 2.2.1.1 Nama 2.2.1.2 Umur : : Untuk identitas atau mengenali pasien. _ Untuk mengantisipasi diagnosa masalah kesehatan dan tindakan yang tua (> akan 35 dilakukan tahun) dan pada pada primigravida 2.2.1.3 Kebangsaan : 2.2.1.4 Agama 2.2.1.5 Pendidikan : :

primigravida muda (< 16 tahun). Untuk mengetahui adat istiadat, budaya, suku dan ras. Untuk membimbing ibu dalam proses persalinan, sesuai dengan agama yang dianut. Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang hasil pemeriksaan dan sejauh mana ibu dapat mengerti apa yang telah drjelaskan. 2.2.1.6 Pekerjaan 2.2.1.7 Alamat : : Untuk mengetahui kegiatan ibu dan suaminya dan untuk mengetahui status ekonominya. Untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi dan memberi petunjuk keadaan lingkungan temp at tinggal. 2.2.1.2 Anamnesa 2.2.1.2.1 2.2.1.2.2 −Riwayat menstruasi: HPHT : Untuk menghitung usia kehamilannya. Lama : Batasan normal 5-7 hari. Menarche : Batasan normal (12-13 tahun) : : Alasan kunjungan saat ini : Klien datang ke BPS untuk lakukan kunjungan ulang. Riwayat kehamilan ini : Untuk mengetahui sistem reproduksinya (faal kandungannya).

Siklus 28 hari : Hari pertama haid terakhir misalnya HPHT :?-?-? Atau HPHT :?-?-? (+7) (+9) (+0) −Tanda-tanda kehamilan • Merasa sering kencing • Melakukan PP test (+) −Pergerakan janin Untuk mengetahui pergerakan janin normal atau tidak.Banyaknya : Batasan normal < 80 cc atau 2 . . BAK : ± 5 x/hari. sayuran. tempe dan tahu). −Keluhan yaag dirasakan pada kehamilan anemi sedang • Lemah • Letih • Lesu • Lunglai • Lelah − Diet / makan  Untuk mengetahui pola makan ibu dalam sehari. − Pola eliminasi : Untuk mengetahui normal tidaknya pola eliminasi ibu yang normalnya BAB 1 .ikan.3x ganti pembalut / hari Siklus : 28-35 hari Konsistensi : Encer Warna : Coklat agak kemerahan Taksiran persalinan : Untuk mengetahui hari taksiran persalinan. Makan 3 x sehari dengan lauk (nasi. Minum 6 gelas sehari dengan tambahan susu untuk ibu hamil 1 x sehari.2x sehari. normalnya pergerakan janin dalam 1 jam kurang lebih 10 kali dirasakan pada usia kehamilan 20 minggu.

−Seksualitas : Pada wanita hamil yang mudah keguguran sebaiknya dinasehatkan agar jangan melakukan coitus pada hamil muda. • Ibu sering jalan-jalan pagi. . Coitus pada hamil muda harus dilakukan dengan hati-hati.11 jamperhari. • Ibu tidak melakukan pekerjaan yang beresiko terhadap kehamilannya.kadang menimbulkan infeksi pada persalinan dan nifas serta dapat memecahkan ketuban pada multipara. Coitus pada akhir kehamilan juga lebih baik ditinggalkan karena kadang . − Pola Aktivitas / olah raga : Ibu hanya boleh melakukan pekerjaan ringan dan tidak terlalu berat.− Pola istirahat − Untuk mengetahui istirahat ibu cukup minimal 10. dan menyapu lantai. Disamping itu mani mengandung pula prostaglandin yang dapat menimbulkan kontraksi uterus. • Di rumah melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak.

3 Pemeriksaan Fisik a. Kehamilan sekarang difencanakan atau tidak. 2.2. Keadaan umum : Untuk mengetahui keadaan ibu secara umum (baik).− Imunisasi • • Pemberian imunisasi TT1 ke TT2 dengan interval 1 bulan. hipertensi dan Iain-lain.2. diabetes mellitus.2. Keadaan umum kehamilan normal biasanya baik. Kesadaran : Ibu terlihat composmentis atau tidak. 2.4 Riwayat sosial ekonomi • Keluarga terlihat senang atau tidak dengan kehamilan ibu khususnya suami ibu.1.1. jantung.3 Riwayat Kesehatan − Riwayat kesehatan keluarga • Ada / tidak penyakit keturunan ataupun menular dari kedua keluarga yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh kehamilannya seperti asma.1. − Perilaku kesehatan • Apakah ibu hanya mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh bidan dan apakah ibu mengkonsumsi obatobat terlarang ataupun jamu-jamuan. Keadaan emosional : Terlihat stabil atau tidak. .2. − Kontrasepsi yang pernah digunakan Sebelum hamil apakah ibu menggunakan alat kontrasepsi.2. 2.

biasanya ada. Biasanya dalam anemi sedang diastol turun. .5°C .. Gigi dilihat apakah ada caries atau tidak. Tanda-tanda vital Tekanan darah : Normalnya tidak boleh mencapai sistol : 140 mmHg. biasanya konjungtiva pucat. − Mulut dan gigi : dilihat apakah ada stomatitis atau tidak. Puting menonjol atau tidak. d. tidak ada oedem conjungtiva merah muda. terdapat oedem atau tidak pada wajah. Biasanya atau tidak.5 cm. diastol tidak boleh > 90 mmHg. Ada pengeluaran colostrum atau tidak.konjungtiva merah muda atau pucat sclera putih atau kuning. Normalnya tidak ada. Pemeriksaan fisik −Kepala : terlihat bersih atau tidak − Muka : terdapat cloasma gravidarum atau tidak.. Gigi dilihat apakah ada stomatitis atau tidak. Biasanya simetris.b. Normalnya terdapat cloasma gravidarum.sclera putih. Lidah dilihat apakah bersih atau kotor.37°C Denyut nadi : Denyut nadi normal antara 80-120 x/menit Pernapasan : Pernafasan normal 16-20 x/menit c. Suhu tubuh : Suhu normal antara 36. biasanya menonjol. − Kelenjar thyroid dan kelenjar getah bening : ada atau tidak pembesaran. Tinggi badan : Normalnya lebih dari 145 cm Kenaikan berat badan selama hamil : Normalnya 10-12 kg Lila : Tidak boleh kurang dari 23. Normalnya reguler. Ada benjolan atau tidak. Payudara : Bentuknya simetris atau tidak. Ada hiperpigmentasi areola aiau tidak. Paru-paru : Ada suara wheezing dan ronci atau tidak. Pada kehamilan anemi sedang. biasanya ada. Normalnya tidak ada. −Dada Jantung : Irama jantung reguler atau tidak.

Leopold IV : Untuk mengukur seberapa jauh bagian terendah janin masuk PAP. lunak. −Ekstremitas atas dan bawah Ada varices oedem atau tidak. Untuk menentukan tinggi fundus uteri. Untuk mengetahui bagian terendah janin sudah masuk PAP atau belum. Leopold II : Untuk menentukan letak punggung janin (puka atau puki) dan bagian kecil janin. biasanya kepala (teraba bulat. terdapat luka bekas operasi atau tidak. biasanya tidak. keras. Biasanya terdapat striae gravidarum dan tidak terdapat luka bekas operasi. melenting). Normalnya 120-160 x/menit. Warna kuku merah muda atau pucat. Tapi pada kehamilan sedang bisanya pucat. biasanya bokong (kurang bulat. TBJJ : TFU-11 (sudah masuk PAP) x 155 TFU-12 (setengah masuk PAP) x 155 TFU-13 (belum masuk PAP) x 155 −Auskultasi DJJ normal atau tidak. normalnya teratur. −Palpasi Leopold I : Untuk menentukan bagian apa yang berada di fundus.−Punggung dan pinggang Biasanya di usia kehamilan > 34 minggu posisi tulang belakang mulai lordosis. biasanya positif. biasanya tidak. kurang indenting). reflek patela positif atau negatif. Leopold III : Untuk menentukan bagian terendah janin. −Abdomen Terdapat striae gravidarum atau tidak. biasanya merah muda. Frekuensinya teratur atau tidak. CVAT : dengan cara mengetuk pinggang ibu apakah nyeri atau tidak. Punctum .

Normalnya tidak. . normalnya tidak ada. Ada atau tidaknya kelainan varises pembengkakan kelenjar bartolini. −Anogenital Vagina : Terdapat tanda chadwick atau tidak. normalnya ada. Elastisitas bertambah atau tidak. Anus : Ada tidaknya hemoroid.maksimum adalah tempat dimana DJJ terdengar paling jelas di sebelah kanan atau kiri pusat. normalnya bertambah. skene.

Kebutuhan : Berdasarkan atas keadaan umum dan keadaan fisik ibu biasanya dibutuhkan konseling lebih lanjut. Masalah : Berkaitan dengan keadaan psikologis ibu.2.tanda vital dalam batas normal. Diagnosa potensial pada anemi sedang biasanya anemi berat. anak lahir hidup.A gravida minggu janin tunggal atau ganda..4 Identifikasi Kebutuhan Akan Tindakan Segera / Kolaborasi Pada langkah ini dilakukan identifikasi perlunya tindakan segera oleh Bidan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.2.2.4 Pemeriksaan Laboratorium Hb : untuk mengetahui kadar Hbnya normal atau tidak. Pada kasus anemi sedang biasanya berkolaborasi dengan DSOG atau ahli gizi. 2. . Normalnya > 11 gr % kehamilan dengan anemis sedang biasanya 7-8 gr %.1. G P.3 Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial Pada langkah ini dilakukan identifikasi diagnosa dan masalah potensial yang mungkin terjadi dari diagnosa di atas. Masalah potensial pada anemi sedang biasanya ibu merasa lemas. Pemeriksaan fisik : Palpasi abdomen. Tanda.2 Interpretasi Data Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa masalah dan kebutuhan. Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan.2. intrauterin atau tidak dengan keadaan umum ibu anemia sedang. 2. hidup atau mati. Dasar Anamnesa : Jumlah kehamilan.. abortus dan HPHT. DJJ 120-160 x/menit. normalnya tidak ada masalah.2. 2..

2. Bila Hb kurang dari 11 gr % teruskan pemberian tablet zat besi.5.5. Jelaskan tanda-tanda awal persalinan.5 Merencanakan Asuhan yang Menyeluruh Pada langkah ini dilakukan perencanaan asuhan yang menyeluruh dan rasional pada anemi sedang meliputi: −Terapi dan asuhan −Pendidikan kesehatan −Konseling −Kolaborasi (bila diperlukan) −Rujukan (bila diperlukan) −Tindak lanjut 2.5.8 2.3 2.6 Sarankan ibu hamil dengan anemia untuk tetap rninum tablet zat besi sampai 4-6 bulan setelah persalinan 2 . .9 2.2. Beri tablet zat besi pada semua ibu hamil sedikitnya 1 tablet selama 90 hari berturut-turut.10 2. Anjurkan ibu agar tetap mengkonsumsi makanan bergizi.4 2.5.2. Jelaskan tentang persiapan persalinan dan komplikasi. Kaji ulang tentang tanda bahaya dalam kehamilan.2.2.2.1 2.11 Anjurkan ibu untuk cukup istirahat.2 2. Jelaskan tentang perawatan tentang payudara dan personal hygiene.5 Jelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan.5.2. Jelaskan kepada ibu tentang keluhan yang dirasakan. tinggi protein dan zat besi.5. 2.5.5.7 2. 2.3 x tablet / hari.5.5.2.2.2.5.2. Sarankan ibu untuk kontrol 1 minggu kemudian atau sesegera mungkin bila merasa ada tanda-tanda bahaya.2.2.

Memberi tablet zat besi pada semua ibu hamil sedikitnya 1 tablet selama 90 hari berturut-turut Bila Hb kurang dari 11 gr % teruskan pemberian tablet zat besi. 2.2. tinggi protein dan zat besi.3 Menjelaskan tentang perawatan payudara dan personal hygiene diharapkan kebersihan payudara. sehingga akan mudah dalam memberikan ASI. Penanganannya dengan mengkonsumsi makanan bergizi tinggi protein dan zat besi. Perdarahan pervaginam.2. tanda-tanda atau kekurangan darah. Bengkak pada wajah dan tangan d.6. 2.6. 2.6.7 2.6. puting menonjol /tidak rata.6. 2.2.2.5 Menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan bergizi. selain itu personal hygiene diperlukan untuk mencegah infeksi yang dapat memperburuk keadaan ibu. letih.2.6.2 Menjelaskan Menjelaskan Lemah.2. keluhan adalah dirasakan. Mengkaji ulang tentang tanda bahaya dalam kehamilan.4 2.3 x tablet / hari. Kepala pusing hebat c.6. kepada kepada lesu.6 Menyarankan ibu hamil dengan anemia untuk tetap minum tablet zat besi sampai 4-6 bulan setelah persalinan 2 .1 2. ibu ibu tengang tentang lelah hasil pemeriksaan yang bahwa keadaan kehamilannya normal dengan keadaan janin baik. 2. .serta mengkonsumsi tablet Fe yang diberikan oleh petugaskesehatan.2. Gerakan janin menurun.6. b. Penglihatan kabur e.2. a. anemi lunglai.2.2.6 Pelaksanaan Pada langkah ini dilakukan pelaksanaan asuhan yang menyeluruh seperti yang direncanakan pada langkah V. tidak seperti biasanya.8 Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat. Nyeri epigastrium f.

8 2.2.7.2. Ibu mengikuti saran bidan untuk tetap minum tablet zat besi sampai 4-6 bulan setelah persalinan 2 . Siapa yang akan menolong c.6. d.2.11 Menyarankan ibu untuk control 1 minggu lagi atau segera mungkin bila ada keadaan darurat.6. Ibu Ibu mengerti mengerti don dan dapat dapat mengulang mengulang kembali tanda-tanda tandabahaya pada kehamilan.2.9 Ibu mengerti dengan apa yang dijelaskan Ibu mengerti dan dapat melakukan penanganan keluhan tersebut Ibu mengerti bagaimana menjaga kebersihan diri dan ibu sudah mencoba membersihkan payudara Ibu mengatakan akan mengkonsumsi makanan bergizi tinggi protein dan zat besi. Blood show ( keluar darah bercampur lender).7. kembali tentang tanda persalinan.2.7. 2.7.2.2.2 2.5 2.2.6 2.7. Siapa yang mengambil keputusan dalam kelaurga. c.7.2.4 2.2.7 2. Dimana ibu akan melahirkan b.2.3 x tablet/hari. Pecahnya ketuban.7. b.10 Menjelaskan tentang persalinan dan komplikasi a. . Adanya kontraksi yang sangat kuat selama kuranglebih 30-40 x dalam 10 menit.2.7.7 Evaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan secara efektif dan efisen 2.3 2. 2.6.2.1 2.7. keluar ari-ari. Ibu mengatakan akan istirahat yang cukup. Menyiapkan transportasi 2. Ibu mengatakan akan meminum tablet zat besi.2.9 Menjelaskan tentang tanda awal persalinan yang perlu diketahuiibu seperti: a.

2.11 Ibu mengatakan sudah mempersiapkan segalanya.10 2. Ibu bersedia untuk kontrol ulang 1 minggu lagi / ibu merasakan adanya keanehan.7.2.7. .2.

cepat lelah dan mata berkunang-kunang. 3.00 WIB 1. Alasan kunjungan ini : Kunjungan ulang 2.BAB III TINJAUAN KASUS 3. Anamnesa Pada tanggal 16 Februari 2008 pukul 16. ikan. E Nama : Tn. Riwayat menstruasi : −Menarche : 12 tahun −Siklus : 28 hari −Lamanya : 6 hari −Teratur /tidak : teratur −Sifat darah : encer. .3 x sehari dengan lauk pauk : tahu. sayuran dan kadangkadang makan buah-buahan dan minum susu. Keluhan : Pusing. merah −Dismenorhoe : ya 4. Riwayat kehamilan sekarang −HPHT : 30Mei2007 −HTP : 6 Maret 2008 −Keluhan : Pusing dan cepat lelah • Pola nutrisi Ibu makan 2 . Identitas Nama Klien : Ny. D Umur : 30 Tahun Umur : 30 Tahun Kebangsaan : Sunda /Indonesia Kebangsaan : Sunda /Indonesia Agama : Islam Agama : Islam Pendidikan : SD Pendidikan : SMP Pekerjaan : Tidak bekerja Pekerjaan : Wiraswasta B.1 Pengkajian (Data Subjektif) A.

tetapi frekuensi dikurangi dan biasanya 4x seminggu. Hipertensi. DM. • Imunisasi TT1= 22 Mi 2008 TT2 = 20 Agustus 2008. • Kontrasepsi Belum pernah 5. sekarang 2x seminggu. BAK : 5-6 kali/hari. 6. Asma. TBC dan Iain-lain. Riwayat penyakit keluarga Ibu menyatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit berat seperti : Jantung. DM. 7. Riwayat social Perkawinan • Kehamilan ini : Diinginkan • Perasaan tentang kehamilan ini : Menerima • Status perkawinan : Kawin satu kali . Riwayat penyakit sistemik Ibu menyatakan tidak menderita penyakit berat seperti : Jantung. • Pekerjaan Pekerjaan yang dilakukan ibu sama dengan ibu rumah tangga yang lain. Asma. • Seksualitas Hubungan seksualitas masih tetap dilakukan. TBC. hipertensi. dan Iain-lain.• Pola eliminasi BAB : 2 kali/hari.9 jam pada malam hari dan setengah jam pada siang hari. • Pola aktivitas Pola istirahat kurang lebih 8 .

BB sebelum hamil: 37kg Lila : 23.menit Suhu : 36. Tanda-tanda vital Tekanan darah : 110 / 60 mmHg Nadi : 82 x/menit Respirasi : 23 x.3. Mata Conjungtiva : Pucat Sclera : putih 4. Kelenjar tyroid : Tidak ada pembengkakan 6. Muka Odema : Tidak ada Cloasma gravidarum : Tidak ada 3.2. Dada Jantung : regular Paru-paru : ronchi tidak ada Wheezing tidak ada Mamae : bentuk simetris Hiperpigmentasi pada aerola . Kelenajr getah bening : Tidak ada pembengkakan 7.5 0C Berat badan : 47 kg. Mulut dan gigi Stomatitis : Tidak ada Caries gigi : Tidak ada Lidah : Bersih 5.5 cm Tinggi badan : 155 cm 2.2 Data Objektif 3.1 Pemeriksaan Umum Keadaan umum : Baik Keadaan emosional : Stabil Kesadaran : Composmentis 1.

Skene tidak ada pembengkakan Perineum : Luka perut tidak ada Anus : tidakhemoroid 10. Ekstremitas Atas −Oedem : ka/ki : -/Bawah −Oedem : ka/ki :-/−Varices : ka/ki :-/−Refleks .bartholini tidak ada pembengkakan Kel. Leopold II : bagian kanan perut ibu teraba panjang keras seperti papan (punggung).Putting susu menonjol Tidak teraba benjolan 8. Anogenital Vulva vagina : oedema tidak ada Kondiloma tidak ada Kel. Abdomen Bekas luka operasi : tidak ada Striae : livida Pembesaran perut : sesuai usia kehamilan Leopold I : 28 cm. penurunan 4/5 Auskultasi : DJJ (+) teratur 142 x/menit.kurang melneting(bokong). Leopold III : Bagian terendah janian adalah kepala dan tidak dapat digoyangkan (U). 9. bagian fundus teraba bokong . Bagian kiriperut ibu teraba bagian kecil dari janin. CVAT : ka/ki : -/11. Leopold IV : sduah masuk PAP. lunak. punctum maximum sebelah kanan bawah pusat.

3. 3. tidak boleh pakai air teh karena dapat mengikat zat besi  Ibu mengatakan akan meminumnya setiap hari dan meminumnya dengan air putih.4 Memberitahu tentang bahaya anemi pada kehamilan  Ibu tahu dan mengjerti tentang bahaya anemi pada kehamilan.3.2 Pemeriksaan Penunjang Hb : 7.4. abortus.4.4. 3.4. perdarahau.2 Memberitahu masih rendah.6 Memberikan konseling makanan bergizi tinggi seperti protein dan zat besiIbu mengerti dan mengkonsumsinya. janin hidup tunggal intra uterin dengan anemia sedang. 3. Diagnosa potensial anemia berat.3 Assesment Gi Po Ao gravida 36 minggu.8 gr%. Masalah potensial tidak ada.2.4. konseling mengenai bahaya perokok mengatakan akan meminta suaminya merokok di luar rumah.8 gr% Urine : Tidak dilakukan 3.5 Memberi tablet Fe 30 butir lxl dan mengajari cara meminumnya dengan air putih.3 Melakukan pemeriksaan kadar Hb  Hasil kadar Hb yang didapat7.4.8 Menganjurkan Memberikan ibu untuk mengurangi kerja beratIbu pasif mengikuti  Ibu anjuran dan bidan. 3.4.4 Planning 3. 3. prematur. 3.7 3. hasil pemeriksaanIbu tampak -senang mengetahui bahwa bayinya sehat tapi agak sedikit cemas sehubungan Hbnya .1 Menjalin hubungan dengan baik  Hubungan sudah terbina dengan baik.4.

3.3.4.10 Mendiskusikan tentang rencana kunjungan ulang  Ibu setuju untuk periksa kembali 1 minggUi kemudian (tanggal 23 Februari 2008) kecuali bila ada tanda-tanda bahaya dan tanda-tanda persalinan. bersama ibu tentang persiapan persalinan dengan kegawatdaruratan  Ibu mengatakan akan mendiskusikan terlebih dahulu 3.4.9 Mendiskusikan dengan keluarga.4.11 Mendokumentasikan didokumentasikan. hasil pemeriksaan pada SOAP  Sudah .

3 Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial Dalam mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial penulis menemukan kesenjangan dimana tidak semua penderita Anemia sedang mengalami potensial seperti partus lama dan perdarahan post partum.BAB IV PEMBAHASAN Setelah penulis melakukan pengkajian.2 Interpretasi Data Pada tahap ini penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan data obyektif yang ditemukan pada Ny. E dengan anemi sedang di BPS berjalan cukup baik.4 Identifikasi Kebutuhan Akan Tindakan dan Kolaborasi Dalam teori dijelaskan bahwa pada kasus kehamilan dengan anemi sedang biasanya tidak diperlukan tindakan segera atau kolaborasi. cepat lelah dan pandangan mata berkunang-kunang. kesenjangan yang didapat antara lahan praktek dengan teori yaitu : 4. 4. E. 4. E sesuai dengan keluhan anemi pada umumnya sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus Ny. 4. 4. E dengan anemia sedang. hal ini di lapangan tidak terjadi.1 Pengkajian Pada tahap ini keluhan-keluhan yang dirasakan oleh ibu dengan anemia sedang umumnya berupa pusing.5 Perencanaan . memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan Ny. Keluhan yang dirasakan Ny. E didapatkan bahwa tidak ada kebutuhan akan tindakan segera / kolaborasi sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek di lapangan. pada kasus Ny.

Dalam merencanakan asuhan yang menyeluruh penulis menemukan kendala diantaranya keterbatasan waktu. sehingga dalam memberikan asuhan. penulis tidak menemukan kendala dikarenakan keadaan pasien sudah mulai membaik dan pasien sering kontrol ke bidan. . 4.6 Pelaksanaan Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dengan praktek di lapangan.7 Evaluasi Didalam evaluasi. 4. penulis tidak dapat memberikan asuhan sesuai dengan standar teori yang penulis dapatkan.

E ibu hamil dengan anemia sedang dan keluarga tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek di lapangan.BABV PENUTUP Setelah membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. Selain itu penulis juga berusaha melakukan sesuai dengan teori yang diberikan dalam asuhan kebidanan pada kehamilan dengan anemia sedang. Penulis dapat melakukan perbandingan antara teori dengan praktek di lapangan. E kehamilan dengan anemia sedang. Pengenalan dari dan penjelasan maksud dan tujuan dari kegiatan pengkajian temyata dapat menghilangkan kesalahpahaman klien terhadap petugas kesehatan dengan kegiatan ini dapat berialan dengan baik dan benar. Dalam melakukan kegiatan perencanaan.2 Saran 5. 5. penulis t>erusaha membuatnya sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh klien. tapi harus ditunjang dengan pemeriksaan Hb.2. . Tidak semua ibu hamil dengan anemia sedang mengalami konjungtiva pucat. Pada langkah asuhan kebidanan yang telah penulis lakukan pada umumnya memberikan konseling tentang haslrhal yang diperlukan klien. PadaUangkah evaluasi dan tindakan asuhan kebidanan yang dilakukan pada saat setelah satu hari pelaksanaan klien dan keluarga akhimya dapat memahami dan mengerti bahwa perawatan saat kehamilan dan bersalin sangat penting terutama trimester ke-3.1 Bagi BPS diharapkan agar lebih meningkatkan kesehatan ibu dan anak dengan mengikuti perkembangan IPTEK dan meningkatkan pelayanan dengan cepat dan tepat meningkatkan kedisiplinan dan dapat menjadi panutan bagi mahasiswi D III Kebidanan .1 Kesimpulan Dari hasil pengkajian pada Ny. 5.

Bagi Ny.2. E untuk lebih memperhatikan asupan gizinya agar kehamilannya berjalan dengan baik.5.2 Bagi Mahasiswi D III Kebidanan agar lebih meningkatkan pengetahuan dan kedisiplinan di luar manapun di dalam kampus. Segera mengunju .