You are on page 1of 13

BAB I PENDAHULUAN

Setelah diketahui seorang anak menderita ketulian, upaya habilitasi pendengaran harus dilaksanakan sedini mungkin. American Joint Committee on Infant Hearing (2000) merekomendasikan upaya habilitasi sudah harus dimulai sebelum usia 6 bulan.2 Pemasangan alat bantu dengar merupakan upaya pertama dalam habilitasi pendengaran yang akan dikombinasikan dengan terapi wicara atau terapi audio verbal.2 Berdasarkan hasil tes fungsi pendengaran, seorang audiologis bisa menentukan apakah penderita sudah memerlukan alat bantu dengar atau belum (audiologis adalah seorang profesional kesehatan yang ahli dalam mengenali dan menentukan beratnya gangguan fungsi pendengaran). Saat ini dikenal beberapa startegi habilitasi pendengaran, seperti : 2 1. 2. 3. Alat Bantu Dengar ( ABD ) Assistive Listening Device ( ALD ) Implantasi koklea

Selanjutnya dalam makalah ini, penulis akan membahas lebih dalam mengenai Alat Bantu Dengar (ABD).

1

Ear mould Untuk ABD yang komponennya berada di luar telinga. berfungsi menangkap medan magnet dari peralatan audio disekitarnya.BAB II ISI II.  Amplifier. sebagai sumber tenaga. Untuk ABD yang sangat kecil (misalnya jenis in the canal) pengaturan ABD (misalnya menghidupkan / mematikan) dapat dilakukan secara tidak langsung melalui remot kontrol.2 II. memungkinkan ABD terhubung dengan peralatan audio (TV.4 Alat bantu dengar berguna untuk memperkeras (amplifikasi) suara yang masuk dalam telinga. 1. Tone Control.  Baterai. Telecoil.  Receiver. dapat memilih kualitas nada yang diinginkan. yaitu. suara yang telah diperkeras disalurkan ke liang telinga melalui pipa plastik ( tubing) dan ear mould 2 . 2.1. 2. 3. Komponen ABD Pada ABD terdapat 4 bagian pokok. Selain komponen dasar tersebut.4  Microphone. signal elektronik ini kemudian diteruskan ke amplifier. dll). sehingga si pemakai dapat mendengar lebih jelas suara yang ada disekitarnya. mengubah elektronik signal yang sudah diperkeras menjadi suara. Audio input. Definisi Alat bantu dengar merupakan suatu alat akustik listrik yang dapat digunakan oleh manusia dengan gangguan fungsi pendengaran pada telinga. radio.2. berfungsi untuk memperkeras elektronik signal dari mikrofon menjadi signal yang lebih besar. pada jenis ABD tertentu juga dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti. mengubah suara menjadi signal elektronik.

gaya hidup dan kebutuhan akan pendengaran. Jenis. Pada bayi dan anak.6 Alat ini paling banyak digunakan.3. Sebaliknya bila ear mould terlalu besar dapat menyebabkan luka pada kulit liang telinga. Tipe yang terbaik untuk dipilih tergantung pada tingkat kehilangan pendengaran.Jenis Alat Bantu Dengar Alat bantu pendengaran pada saat ini tersedia dalam beberapa jenis. Alat ini disimpan dalam saku kemeja atau celana dan dihubungkan 3 . Ear mould dibuat khusus agar sedemikian rupa cocok dengan ukuran liang telinga. Pada ABD jenis tertentu bila tidak menggunakan ear mould atau ear mould tidak pas (terlalu kecil) dapat terjadi kebocoran akustik (acoustic leakage) sehingga menimbulkan suara berdenging (feed back). Alat Bantu Dengar Berdasarkan Sifat Hantaran Alat Bantu Dengar Hantaran Udara 2. seorang ahli THT dapat menolong kita untuk menentukan pilihan yang tepat.  Alat Bantu Dengar Yang Dipasang Di Badan 6 1. terbuat dari bahan acrylic atau silikon.2 II. Setelah mengevaluasi tingkat pendengaran. Ukurannya sangat individualsehingga ear mould untuk telinga kiri tidak cocok untuk telinga kanan. biasanya dipasang di dalam saluran telinga dengan sebuah penutup kedap udara atau sebuah selang kecil yang terbuka. A. Digunakan pada penderita tuli dan merupakan alat bantu dengar yang paling kuat. ear mould menyatu dengan komponen ABD.(cetakan liang telinga). ear mould secara berkala harus diganti karena ukuran liang telinga pasti berubah sesuai perkembangan anatomi kepala. bentuk telinga. Pada ABD berukuran kecil dimana semua komponen berada di liang telinga.

Mikrofon dipasang pada masing-masing telinga. Ada 2 jenis : 4 . Alat Bantu Dengar Hantaran Tulang 2. Cara kerja alat ini sama dengan alat bantu dengar yang lain.  CROS (contralateral routing of signals) 2. Alat ini seringkali dipakai oleh bayi dan anak-anak karena pemakaiannya lebih mudah dan tidak mudah rusak. Biasanya dimanfaatkan pada kasus atresia liang telinga dan kasus dimana sewaktu liang telinga terisi cairan yang berasal dari infeksi telinga tengah. Tetapi yang membedakan adalah amplifier dan mikrofon pada alat ini bisa ditaruh di saku berbentuk kotak biasanya. Alat ini seringkali dipakai oleh bayi dan anak-anak karena pemakaiannya lebih mudah dan tidak mudah rusak.6 Bila kedua telinga mengalami gangguan pendengaran yang asimetris dapat dilakukan pemasangan ABD BICROS.dengan sebuah kabel ke alat yang dipasang di saluran telinga. 2.dan dihubungkan dengan kabel ke telinga.6 Alat ini digunakan oleh penderita yang hanya mengalami gangguan fungsi pendengaran berat pada salah satu telinganya. sedangkan amplifier dan receiver dipasang pada sisi telinga normal.  Alat Bantu Dengar Yang Dipasang Di Belakang Telinga 6 Digunakan untuk penderita gangguan fungsi pendengaran sedang sampai berat. Cara ini memungkinkan penderita menangkap bunyi dari sisi yang tidak berfungsi. Suara dari sisi telinga yang mengalami gangguan diteruskan ke sisi telinga yang normal melalui kabel atau pemancar FM mini. sedangkan amplifier dan receiver dipasang pada sisi telinga yang lebih baik. Mikrofon dipasang pada telinga yang tidak terganggu. Alat ini dipasang di belakang telinga dan relatif tidak terlihat oleh orang lain misalnya BTE.6 Alat ini digunakan oleh penderita tuli konduktif.  BICROS (bilateral CROS) 2.

penampilan kurang menarik. Alat ini ditahan oleh bentuk telinga sesuai 5 . Pilihan model ABD pada sistem ini adalah jenis saku atau BTE.6 Jenis alat bantu pendengaran ini diletakkan di belakang telinga dan dikaitkan di bagian atas daun telinga. Behind The Ear (BTE) 2. Getaran tulang dihasilkan oleh bone vibrator yang ditempelkan pada os mastoid dengan bantuan ikat kepala khusus.  ABD jenis BAHA ( Bone Anchored Hearing Aid) ABD yang mirip jenis saku dihubungkan melalui kabel dengan penggetar tulang ( bone vibrator) yang dapat dipasang dan dilepas melalui sistem sekrup-baut dengan lempengan logam dari bahan titanium yang telah ditanam ke dalam tulang mastoid melalui tindakan operasi. kacamata. atau plastik mirip bando. butuh amplifikasi besar dan timbul lecet pada kulit yang menempel pada bone vibrator.6 1. ABD hantaran tulang konvensional Suara dari luar akan menggetarkan bone vibrator yang dipasang pada proccesus mastoid. Alat Bantu Dengar Berdasarkan Lokasinya 2. B. Kerugiannya adalah tidak praktis.

tone hook. saklar on/ off. Pada Hearing Aid jenis BTE. Selama seorang bayi tumbuh. Keuntungannya adalah kemampuan amplifikasinya cukup besar. Ear mould dibuat tersendiri untuk setiap anak dan dipaskan dengan sempit dalam kanal telinga. dibuat dengan bagian dasar yang sama. Ear mould terbuat dari bahan materi lunak setelah sebuah cetakan diambil dari telinga anak anda. Tone hook adalah sebuah lempengan plastic kecil yang terkait di atas dan belakang telinga bagian luar pada anak (pinna).dengan kanal telinga sehingga suara dari alat bantu pendengaran ini diteruskan ke gendang telinga. Jenis ini mudah untuk dimanipulasi dan segala tipe rangkaian dapat sesuai dengan model ini. tanpa memperhatikan jenisnya. kemudian suara tersebut diarahkan melalui hearing aid tone hook ke sebuah earmold yang mana dibuat berdasarkan kebiasaan untuk setiap anak. 6 . Seluruh hearing aid. Mikrofon mengambil suara . Ahli suara anda menggunakan hearing aid's tone controls untuk menghasilkan penguatan suara yang sesuai untuk kehilangan pendengaran pada anak anda. penyetelan tombol pengaturnya relatif mudah. Ear mould mempengaruhi hearing aid dalam telinga anak dan mengarahkan suara dari hearing aid ke dalam kanal telinga. Hearing Aid akan memperkuat beberapa frekuensi dari suara yang masuk lebih dari berbagai ketergantungan atas kehilangan pendengaran anak anda. Setelah suara tersebut diperkuat. seperti yang ditunjukkan di bawah ini. volume control.suara dari sekitarnya dan mengirimnya ke prosessor yang memperkuat sinyal tersebut. anda dapat mengamati mikrofon. ear mould perlu untuk diganti sesuai pada bentuk dasar. Kerugiannya adalah dalam hal mencegah bunyi feedback masih dibawah jenis saku. dan baterai.

6 ABD jenis ini ukurannya lebih kecil dari BTE. Pemasangan sampai setengah bagian luar liang telinga.6 Ukuran lebih kecil dari jenis ITE. pengaturan secara manual lebih sulit. Merupakan ABD terkecil dan dipasang pada sisi dalam liang telinga.2. Dipasang pada bagian konka daun telinga. In The Canal (ITC) 2. 3. Komponen ABD menyatu dengan ear mould. 4. Namun model terbaru telah dilengkapi dengan remot kontrol. Amplifikasi baik untuk frekuensi tinggi karena dipasang cukup dalam pada liang telinga. jadi lebih dekat dengan gendang telinga. In The Ear (ITE) 2. Karena ukurannya yang relatif kecil berarti jarak antara mikrofon dengan receiver juga lebih pendek. Permukaan luar dilengkapi dengan tangkai plastik untuk mempermudah memasang dan melepaskan ABD.6 Sebenarnya dapat dikelompokkan sebagai jenis ITC juga. Completely-in-the-Canal (CIC) 2. Hanya bermanfaat bagi tuli derajat sedang. Sebagai mana halnya dengan jenis ITC. 7 .

Pemanfaatan cara ini untuk ABD jenis hantaran tulang kurang efektif karena bone vibrator tidak stabil. Faktor yang merugikan dari ABD jenis saku. 8 . Antara kotak dengan receiver dihubungkan melalui kabel. sedangkan receiver terpisah dan berada di liang telinga.      Kosmetik kurang baik Tidak praktis Kabel dapat putus Kemampuan mikrofon mencari bunyi dari belakang terhalang tubuh Timbul bunyi gesekan antara ABD dengan kain ( saku ) 6. Selain itu tombol pengatur mudah disesuaikan.5. ABD jenis kacamata (spectacle aid) 2 ABD ditempatkan pada tangkai kacamata bagian belakang. namun dapat juga jenis bone conduction. Pada ABD jenis saku penempatan terpisah ini dimaksudkan agar pengguna dapat leluasa memperbesar output tanpa khawatir timbulnya bunyi feedback. Jadi ABD jenis saku ini diperlukan oleh penderita tuli berat atau sangat berat yang membutuhkan pengerasan bunyi atau output yang besar. Biasanya kotak ditempatkan pada saku baju atau kantung khusus yang digantungkan pada dada. Jenis Saku 2 Dapat dianggap sebagai ABD terbesar. Umumnya jenis BTE. Mikrofon dan amplifier berada dalam satu unit berbentuk kotak. Keuntungan lain adalah dapat menggunakan baterai silinder biasa yang murah dan mudah didapat. Hal ini dapat dianggap sebagai faktor yang menguntungkan untuk ABD jenis saku. Secara kosmetik jenis ini memberikan penampilan lebih baik karena seolah-olah penderita menggunakan kacamata.

dan juga Conventional Analogue.  Directionality adalah suatu teknologi dimana terdapat mikrofon yang dapat mengenali dan mengetahui arah sumber suara yang didengar. 9 . pada bagian dalamnya memiliki tiga sirkuit elektronik yang diantaranya Digital. Programmable Analogue. Ditambah sirkuit digital ini memiliki kemampuan dalam penciptaan suatu alat bantu pendengaran yang mempunyai tingkat pengelolaan suara yang maksimal. Sistem digital tadi yang meredam dan melenyapkan bunyi feedback tersebut. Nilai tambah sirkuit digital :  Peredam Feedback yang memungkinkan alat ini dapat mengawasi bunyi lengkingan yang ada. Teknologi ini telah diakui secara ilmiah sebagai salah satu temuan yang paling penting dalam menciptakan pemahaman percakapan di tengah kebisingan. Sistem Alat Bantu Dengar 3 Alat bantu dengar yang digunakan pada orang dengan gangguan telinga. maka kebisingan dari sumber suara bagian belakang dapat dikurangi dan pemaksimalan suara dari arah depan memungkinkan untuk dilakukan. Dengan kemampuan itu dapat dilakukan proses pemaksimalan sumber suara yang diinginkan dan pengurangan sampai pelenyapan pada sumber suara yang tidak diinginkan. Dalam pemakaiannya juga sangat nyaman dimana kita dapat mengatur berbagai macam hal yang dapat memperjelas kualitas dari suara yang akan didengar. Sirkuit ini dirancang dan diprogram dengan menggunakan komputer. Kinerja alat ini juga dapat sangat disesuaikan dengan keadaan pemakainya.II. misalnya apabila telinga si pengguna kurang dapat mendengar suara bisikan dari lawan bicara. 1.4. maka dengan alat ini dapat dilakukan pembesaran volume suara dan memperhalus suara latar. Digital Sirkuit digital ini merupakan inovasi paling canggih fleksibel yang memberikan kenyamanan yang luar biasa bagi penggunanya. Seperti halnya jika ingin fokus terhadap percakapan yang sumber suara berasal dari depan. dan juga meminimalisir kebisingan yang dapat mengganggu kejernihan pendengaran.

sirkuit Conventional Analogue ini lebih sederhana. 1.  Sirkuit digital juga memberikan fasilitas peredam bising dalam pemakaiannya.5. Umumnya tiap prosedur pemilihan membutuhkan informasi audiometric berupa (1) ambang pendengaran.3 Setelah ditentukan bahwa seseorang akan sangat tertolong dengan pemakaian ABD. Misalnya situasi bising. 10 . Analog yang dapat diprogram Untuk sirkuit dengan jenis ini dapat diupayakan pengaturan ulang dan sesuai dengan kebutuhan pengguna alat tersebut. Dengan peredam bising ini memungkinkan untuk melenyapkan suara yang dianggap mengganggu pendengaran. Alat bantu dengar digital juga memiliki kemampuan Multi Program dimana terdapat berbagai macam tombol yang dapat disesuaikan dengan keadaan. maka harus diseleksi spesifikasi alat tersebut. Dari mulai pengaturan dari volume yang diinginkan dilakukan secara manual. Dengan kemampuan seperti ini Programmable Analogue menghadirkan suatu alat bantu dengar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pemakainya 3. keadaan ramai dapat disesuaikan kualitas volume dan kejernihan suaranya melalui tombol yang tersedia. II. jadi baik suara halus lembut ataupun keras sama-sama dilakukan pengerasan volume terhadap keduanya. Selain itu konvensional Analogue tidak menawarkan pengaturan ulang ataupun di program kembali sesuai kebutuhan. Daya saring akan suara-suara lembut dan juga suara yang cenderung keras tidak tersedia. (2) tingkat pendengaran yang paling nyaman ( MCL = most comfortable level ). Analog konvensional Dibandingkan dengan kedua sirkuit yang telah di sebutkan diatas. Pemilihan Alat Bantu Dengar. Untuk tujuan ini telah dikembangkan sejumlah metode dan rumusan. 2. dan (3) tingkat kekerasan yang mengganggu ( LDL = loudness discomfort level ).

ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. pertimbangkan hal-hal sebagai berikut : 1.Biasanya ambang tiap-tiap frekwensi dikalikan dengan suatu faktor yang berkisar antara 0. anda mungkin dapat memperoleh manfaat optimal dengan memakai dua alat bantu dengar. Gaya Hidup Apa pekerjaan dan aktifitas luang anda? Aktifitas apa yang paling terganggu dengan gangguan dengar anda? Adakah hal yang tak dapat anda lakukan akibat gangguan dengar? pahami kebutuhan anda dan buatlah prioritas. 11 . 2.50 tergantung pada frekwensinya. Gaya Digital. Malahan seorang dengan ketulian sensorineural 60 dB tidak dapat mentoleransi penerimaan 60 dB dan akan lebih menyukai penerimaan 30 atau 40 dB. Sebelum membuat pilihan. Physiologi Bentuk dan ukuran telinga luar dan lubang telinga akan menentukan gaya alat bantu dengar apa yang akan anda gunakan 5. Sebelum memilih alat bantu dengar. Praktisi perawatan pendengaran anda dapat membantu memahami kebutuhan unik anda dan menawarkan model yang sesuai. Rumusan-rumusan ini tidak mengatakan bahwa gangguan pendengaran akan sepenuhnya terkompensasi dengan alat bantu dengar. Satu atau dua? Jika memiliki gangguan dengar dikedua telinga.33 sampai 0. Volume Control Beberapa alat bantu dengar memiliki volume control yang terseting secara otomatis dan manual. Mana yang anda inginkan? 4. programable atau analogue kah? Fitur teknologi apa yang memberi manfaat untuk gangguan dengar anda? 3.

sehingga apabila ada keluhan pada telinga sebaiknya segera diperiksakan ke dokter spesialis THT.BAB III PENUTUP Kesimpulan dan saran 1. Upaya habilitasi pendengaran harus dilaksanakan sedini mungkin agar memperoleh hasil yang optimal. 3. Salah satu startegi habilitasi pendengaran yang banyak dipilh adalah menggunakan alat bantu dengar. 12 . 2. Penggunaan alat bantu dengar disesuaikan dengan derajat ketulian dan kebutuhan masing-masing individu.

Soepardi.dkk. http://www.com%2F 2012%2F01%2Fmakalah-hearing-aidjadi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 3. 1997.org/wiki/Alat_bantu_dengar 5.com/url?sa=t&rct=j&q=makalah+alat+bandtu+dengar&source=w eb&cd=1&ved=0CD8QFjAA&url=http%3A%2F%2Fdeyra.com/2008/02/12/mengenal-alat-bantu-dengar/ 4.wikipedia. http://andyhearing.doc&ei=qQ4RUe6OFsvtrQfHjIGADw&usg=AFQjCNHjd97PllHUARb2XF8hx ZrdWird5g&cad=rja 13 . Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher Edisi Kelima.Jakarta: Penerbit Buku Kedeokteran ECG 2. Adams.BOEIS Buku Ajar Penyakit THT.files. Efiaty Arsyad.wordpress. Goerge L. 2006..google. dkk.wordpress.DAFTAR PUSTAKA 1. http://id.