You are on page 1of 67

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

Jl. Pattimura No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Tlp : (021) 72797233 Email : snvt_p2kp@yahoo.com

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

PROYEK REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI MASYARAKAT DAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS

REKOMPAK
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas

Jl. Melati 173A Sambilegi Baru - Maguwoharjo - Depok - Sleman - DI Yogyakarta Telp : (0274) 4332012, Fax: (0274) 4332467 Email : kmprekompak@gmail.com SMS Pengaduan : 0 8 1 1 2 5 0 5 6 9 7 dan Website : www.rekompakjrf.org

PROYEK REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI
MASYARAKAT DAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS PASCA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI D.I. YOGYAKARTA, JAWA TENGAH DAN JAWA BARAT

PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT

PANDUAN

NATIONAL MANAGEMENT CONSULTANT
PT Mitra Lingkungan Dutaconsult

Bekerjasama dengan
EXPERTS & ASSOCIATES, PT.

=

C O N S U L T A N T

PT. TATA GUNA PATRIA TATA

REKOMPAK - JRF

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ISTILAH DAN SINGKATAN KATA PENGANTAR BAB 1 BERAWAL DARI TONG SAMPAH, BERAKHIR DI TPA PERJALANAN SETUMPUK SAMPAH KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT SAMPAH ANJURAN AGAMA TENTANG MENJAGA LINGKUNGAN JENIS-JENIS SAMPAH REDUCE, REUSE, RECYCLE (3R PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT (COMMUNITY BASED SOLID WASTE MANAGEMENT = CBSWM) BAB 3 MERENCANAKAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT PEMETAAN SISTEM DAN FASILITAS KEBERSIHAN PANDUAN PENELUSURAN WILAYAH POLA PEMILAHAN POLA PENGUMPULAN PERTAMA (DARI RUMAH KE TPS / TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA) POLA PENANGANAN SAMPAH DI TPS POLA PENGOLAHAN BAB 3 SERBA SERBI KOMPOS PENGERTIAN DAN TUJUAN PENGOMPOSAN/KOMPOSTING

Halaman i iii v

I–1 I–3 I–6 I–7 I – 12 I – 13

II – 1 II – 1 II – 5 II – 9 II – 10 II – 11

III – 1

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

i

REKOMPAK - JRF

ANCAMAN PENYAKIT AKIBAT KOTORAN MANUSIA DAN SAMPAH PRINSIP DASAR PENGOMPOSAN/KOMPOSTING JENIS SAMPAH YANG DAPAT DIKOMPOSKAN JENIS SAMPAH YANG TIDAK DAPAT DIKOMPOSKAN BERBAGAI METODA PENGOMPOSAN/KOMPOSTING LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT KOMPOS PEMANTAUAN PROSES KOMPOSTING RENCANA TINDAK LANJUT PEMANFAATAN KOMPOS BAB 4 DAUR ULANG SAMPAH NON-ORGANIK PENGERTIAN DAN MANFAAT DAUR ULANG KEBIASAAN HIDUP RAMAH LINGKUNGAN PUSAT DAUR ULANG ANEKA KREASI (HASTA KARYA) DAUR ULANG DAUR ULANG KERTAS DAUR ULANG PLASTIK BAB 5 MEMBUAT BRIKET ARANG DARI SAMPAH PENGERTIAN DAN TUJUAN PRINSIP DASAR PEMBUATAN BRIKET ARANG PROSES PEMBUATAN BRIKET ARANG DAFTAR PUSTAKA

III – 1 III – 3 III – 5 III – 6 III – 6 III – 11 III – 14 III – 19 III – 19

IV – 1 IV – 1 IV – 2 IV – 3 IV – 5 IV – 7

V–1 V–2 V–4 DP 1

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

ii

Bauksit : barang tambang campuran yang merupakan bahan dasar alumunium 16. Insinerator/insinerasi : proses pengolahan sampah dengan cara pembakaran 26. Transfer station : stasiun peralihan antara 25. 5. Recycle : daur ulang 20. Transect walk : penelusuran wilayah 21. 11. Aerob : kondisi dimana udara atau oksigen hadir dalam suatu reaksi biologis. Recycle 17. misalnya bakteri/jamur. Conveyor : alat untuk mempermudah pemilahan sampah 23. 8. 9. Mikroorganisme/mikroba : makhluk hidup berukuran mikro (sangat kecil) yg hanya dapat dilihat melalui mikroskop. 7. 4. 3 R : Reduce. misalnya dalam proses komposting. 2. Reuse. 6. Flora & fauna laut Lahan urug saniter Pemasangan penimbunan terbuka gas berbahaya yg dapat menyebabkan kebakaran gabungan reaksi biologi dan kimia sampah basah atau sampah yang dapat hancur secara alami atau sampah yang mudah busuk : sampah kering atau sampah yang tersusun dari senyawa non organik yang berasal dari sumber daya alam tidak terbaharui. Reuse : pakai ulang 19. Reduce : mengurangi 18. 15. 13. Komposting : upaya pengolahan sampah organic melalui proses pembusukan yang terkendali 27. 10.JRF ISTILAH DAN SINGKATAN 1. 14. Sampah non-organik Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat iii . TPA TPS B3 PPLI Lindi Biota Laut Sanitary Landfill Instalasi Open dumping Gas methan Reaksi biokimia Sampah organik : : : : : : : : : : : : Tempat Pembuangan Akhir Tempat Pembuangan Sementara Bahan Berbahaya dan Beracun Pusat Pengolahan Limbah Industri Cairan dari sampah yang baunya sangat menyengat. 3. Komunal : secara bersama-sama 22.REKOMPAK . 12. Pengolahan Antara : pengolahan sampah yang dilakukan setelah pemilahan sampah dan sebelum penimbunan akhir 24.

SNI : derajat keasaman : upaya pemberian udara agar proses biologis berlangsung secara aerob dengan cara pembalikan atau pengadukan : metoda komposting atau pengomposan dengan membuat gundukan : Standard Nasional Indonesia Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat iv .REKOMPAK . Aerasi 30. pH 29.JRF 28. Windrow composting 31.

Sebagai salah satu sumber sampah. Mulai dari sampah yang dibuang sembarangan. Modul ini disusun oleh Tim Inti NMC berdasarkan berbagai referensi dan pengalaman pelaksanaan program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di beberapa wilayah.JRF Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat v .REKOMPAK . Kenyataannya. Terimakasih kami ucapkan kepada berbagai pihak yang telah memberikan masukan Selamat membaca! Jika bukan kita. barangkali Modul ini tidak perlu ada. Jika dilakukan bersama dengan segenap masyarakat. upaya menangani sampah dapat memberi manfaat yang besar bagi kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Melalui Modul ini diharapkan memahami konteks. dasar dan praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat sehingga mampu menyampaikan pesan hidup bersih dan sehat secara efektif kepada masyarakat.JRF KATA PENGANTAR Seandainya dunia ini bebas sampah. sampah selalu ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satu proses penting untuk melakukan perubahan adalah melalui pemahaman dan pengetahuan. setiap rumah tangga perlu ikut berperan dalam menangani sampah. sampai bencana di tempat pembuangan akhir sampah yang merenggut nyawa manusia. kapan lagi? Tim Penyusun National Management Consultant (NMC) REKOMPAK . terutama bagi para Fasilitator yang akan menjadi penggerak berbagai kegiatan REKOMPAK di masyarakat. siapa lagi? Jika bukan sekarang. Berbagai masalah timbul akibat sampah di lingkungan kita. Modul ini disusun untuk menjadi materi pelatihan yang menarik dan efektif untuk para Fasilitator.

REKOMPAK-JRF

BAB 1 BERAWAL DARI TONG SAMPAH, BERAKHIR DI TPA
PERJALANAN SETUMPUK SAMPAH
Pernahkah kita memikirkan bagaimana perjalanan sampah yang kita buang, mulai dari rumah hingga lokasi pembuangan akhir (TPA)? Gambar berikut ini adalah perjalanan setumpuk sampah dari berbagai sumber sampah di DKI Jakarta menuju TPA Bantargebang berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

Keterangan gambar: TPS= tempat pembuangan sementara TPA = tempat pembuangan akhir B3 = Bahan Berbahaya dan Beracun PPLI = Pusat Pengolahan Limbah Industri

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

I-1

REKOMPAK-JRF

Diperkirakan setiap harinya rata-rata setiap penduduk menghasilkan 2-3 liter sampah, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan oleh warga DKI mencapai 6000 ton. Percayakan Anda bahwa jumlah ini setara dengan tumpukan sampah setinggi gedung-gedung perkantoran di Jalan Sudirman Jakarta...

Dari gambar diatas, dapatkah Anda menceritakan bagaimana perjalanan sampah yang kita hasilkan dari rumah hingga sampai di pembuangan akhir?

Dalam gambar terlihat bahwa penghasil sampah terbesar (lebih dari 50%) adalah rumah tangga. Jika setiap anggota masyarakat secara aktif mengelola sampah rumah tangga sebagai wujud tanggung jawabnya, maka jumlah beban sampah di TPA akan jauh berkurang.

Jarak rata-rata sumber sampah ke TPA adalah 40 km, karena lokasi TPA berada di luar batas wilayah DKI Jakarta. Hal ini juga banyak terjadi di kota besar lainnya di Indonesia, yang sering berakibat pada protes masyarakat yang tinggal dekat dengan TPA. Dengan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA, ceceran air sampah yang terjadi selama pengangkutan sampah juga akan berkurang, dan biaya truk serta bahan bakar juga akan jauh berkurang.

Tumpukan sampah bukan hanya mengganggu kesehatan, namun juga mengancam nyawa manusia! Seperti yang terjadi di Bandung tahun 2005 lalu – TPA Leuwigajah – yang menyebabkan meninggalnya lebih dari 140 nyawa tertimbun longsor sampah sejumlah jutaan meter kubik dalam semalam. Tahun 2006 yang lalu kejadian serupa pun terjadi di TPA Bantargebang, yang menewaskan sejumlah pemulung. Kejadian menyedihkan ini tentunya dapat dicegah jika sampah dapat kita kurangi dan diolah semaksimal mungkin mulai dari sumbernya, yang salah satunya adalah lingkungan rumah tangga kita sendiri...

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

I-2

REKOMPAK-JRF

KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT SAMPAH

Gambar 1: Pemandangan yang sering dijumpai, sungai yang dipadati sampah

LINDI Lindi lebih dikenal sebagai air sampah yang baunya sangat menyengat. Lindi adalah substansi cairan yang dihasilkan dalam proses pembusukan sampah. Seringkali lindi bercampur dengan air hujan sehingga jumlahnya menjadi sangat banyak, seperti sering kita lihat menetes dari truk yang mengangkut sampah di jalan raya. Lindi mengandung zat berbahaya apalagi jika berasal dari sampah yang tercampur. Jika tidak diolah secara khusus, lindi dapat mencemari sumur air tanah, air sungai, hingga air laut dan menyebabkan kematian biota (makhluk hidup) laut.

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

I-3

Sanitary Landfill juga dilengkapi dengan jaringan pipa gas untuk mengendalikan gas metana (gas berbahaya yang dapat menyebabkan kebakaran) yang timbul akibat proses biokimia yang terjadi pada sampah di TPA. minimal Rp. Setiap hari. Malaysia.per ton sampah.. Jika total 6000 ton sampah Jakarta ditimbun menggunakan sanitary landfill. 100. Lapisan dasar TPA menggunakan bahan tertentu sehingga lindi tidak meresap ke air tanah.REKOMPAK-JRF TPA LAHAN URUG SANITER (SANITARY LANDFILL) TPA (Tempat Pembuangan Akhir) jenis ini menerapkan sistem pengendalian pencemaran akibat sampah yang sangat ketat.000. sampah yang ditimbun harus dipadatkan dan ditutup kembali dengan lapisan tanah menggunakan alat berat seperti buldozer. Biaya operasional TPA jenis ini tidak murah. melainkan dialirkan ke instalasi pengolahan lindi yang telah disiapkan. yang telah menerapkan sistem Lahan Urug Saniter (Sanitary Landfill) Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I-4 . maka setiap harinya dibutuhkan biaya minimal 600 juta rupiah! Gambar 2: TPA di Kuala Lumpur.

REKOMPAK-JRF TPA PENIMBUNAN TERBUKA (OPEN DUMPING) Gambar 3: TPA di Indonesia umumnya masih menerapkan system pembuangan terbuka (open dumping) Oleh karena sanitary landfill membutuhkan biaya tinggi. umumnya TPA yang ada di kotakota besar di Indonesia menggunakan metoda penimbunan terbuka (open dumping). TPA jenis ini sangat merusak lingkungan dan menjadi sumber berbagai penyakit dan masalah lainnya seperti longsor. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I-5 . Gas metana yang timbul akibat reaksi biokimia sampah tidak dikendalikan sehingga sering terjadi kebakaran di TPA. Sampah yang ditimbun dibiarkan terbuka atau tidak ditutup secara harian dengan tanah. dan sistem pengumpulan dan pengolahan lindi (air sampah) tidak optimal.

pasti akan terjadi akibat yang menyebabkan bencana alam. Sungguh rahmat Allah dekat kepada orang yang berbuat kebaikan (QS Al A’raf. ibu dari semua ibu. yang memperkaya manusia dengan kearifannya. Bab awal Perjanjian Lama. Hindu memandang alam sebagai guru. Apabila manusia/masyarakat bertindak tidak bermoral termasuk merusak alam. Pelestarian alam adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh semua orang. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I-6 . 56) Kristen ’Tumbuhlah dan berkembang biaklah. ayat 28) Hindu Agama Hidu menerima konsep bahwa alam adalah ’Ibu Pertiwi’. dan segenap makhlup hidup yang bergerak di bumi’ (Genesis. dan kuasaialah ikan di laut. Budha Sang Budha mengajarkan untuk hidup di jalan yang benar dalam keselarasan dengan alam. dan arus udara. Tapi serulah Ia dengan ketakutan dan kerinduan.REKOMPAK-JRF ANJURAN AGAMA TENTANG MENJAGA LINGKUNGAN Islam ’Janganlah merusak di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. dan isilah serta taklukkanlah bumi ini.

kunci dari pengelolaan sampah adalah pemilahan. daging. Metoda pengolahan sampah organik yang paling tepat tentunya adalah melalui pembusukan yang dikendalikan. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I-7 . yang dikenal dengan pengomposan atau komposting. Pembusukan sampah organik terjadi karena proses biokimia akibat penguraian materi organik sampah itu sendiri oleh mikroorganime (makhluk hidup yang sangat kecil) dengan dukungan faktor lain yang terdapat di lingkungan. Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari sampah organik setiap harinya. Marilah kita memahami lebih lanjut apa saja jenis sampah dan bagaimana pengolahan masing-masing. SAMPAH ORGANIK Gambar 4: sampah organik atau sampah yang mudah busuk. ikan. dan potongan rumput/ daun/ ranting dari kebun. atau pemisahan antara jenis sampah yang satu dengan jenis sampah yang lain. Oleh karena itu. Sampah yang tercampur menyebabkan biaya pengolahan menjadi mahal.REKOMPAK-JRF JENIS-JENIS SAMPAH Setiap hari manusia menghasilkan sampah yang jenisnya tergantung dari aktivitasnya. Setiap jenis memiliki metoda pengolahan yang berbeda. Contohnya adalah sayuran. nasi. Sampah organik atau sering disebut sampah basah adalah jenis sampah yang berasal dari jasad hidup sehingga mudah membusuk dan dapat hancur secara alami.

kaleng. tas plastik.REKOMPAK-JRF SAMPAH NON-ORGANIK Gambar 5: Sampah non organik atau sampah yang tidak mudah busuk. Sebagian sampah non-organik tidak dapat diuraikan oleh alam sama sekali. Perbandingan lamanya sampah organik dan non-organik hancur dapat dilihat pada tabel berikut: JENIS SAMPAH Kertas Kulit Jeruk Dus Karton Filter Rokok Kantong Plastik Kulit Sepatu Pakaian/Nylon Plastik Alumunium Styrofoam LAMA HANCUR 2-5 bulan 6 bulan 5 bulan 10-12 tahun 10-20 tahun 25-40 tahun 30-40 tahun 50-80 tahun 80-100 tahun tidak hancur Sumber: http://merbabu-com.html Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I-8 . Sampah non-organik atau sampah kering atau sampah yang tidak mudah busuk adalah sampah yang tersusun dari senyawa non-organik yang berasal dari sumber daya alam tidak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi. Contohnya adalah botol gelas.net/artikel/sampah.ad-one. Mengolah sampah non-organik erat hubungannya dengan penghematan sumber daya alam yang digunakan untuk membuat bahan-bahan tersebut dan pengurangan polusi akibat proses produksinya di dalam pabrik. dan sebagian lain dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. dan logam. plastik. atau dari proses industri.

Dengan demikian. melelehkan. dan kemasan makanan dan minuman. Gambar 6: Sampah gelas/kaca/ beling. Jika dibuang. Kaleng Sebagian besar kaleng dibuat dari aluminium melalui proses yang membutuhkan banyak energi. Plastik – yang bahan dasarnya minyak bumi – sudah menjadi gaya hidup sehari-hari manusia. dan sumber daya bauksit. Daur ulang plastik dapat dilakukan dengan melelehkan dan menjadikan bijih plastik sebagai bahan dasar produk baru. Plastik Sampah plastik termasuk sampah yang tidak dapat hancur dan menyatu dengan tanah. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I-9 . mengganggu permukiman. Hal ini membutuhkan mesin yang relative mahal dan dapat Gambar 8: Sampah plastik. sampah gelas membutuhkan ratusan bahkan ribuan tahun untuk bisa hancur dan menyatu dengan tanah. sebagai bahan pembungkus maupun pengganti alat dan perabotan seperti gelas / sendok / piring plastik. dan memproses kembali sebagai bahan baku dengan temperatur tinggi sampai menjadi cairan gelas dan kemudian dicetak. Yang dapat kita lakukan adalah memakai sebagai bahan dasar aluminium dapat dihemat.REKOMPAK-JRF Gelas / Kaca Sampah gelas dapat didaur ulang dengan menghancurkan. polusi dapat dikurangi. sehingga tidak dianjurkan bagi rumah tangga. Sampah kaleng dapat didaur ulang dengan melelehkan dan menjadikan batang aluminium sebagai bahan dasar produk baru. sumber energi dapat dihemat. kapur dan soda abu Gambar 7: Sampah kaleng.

kita sekaligus menghemat jumlah pohon yang ditebang.10 . karena selain berbahaya bagi kesehatan.REKOMPAK-JRF barang-barang dari plastik secara berulang-ulang atau membuat kreativitas sampah plastik Styrofoam Penduduk perkotaan saat ini cukup akrab dengan styrofoam yang sering digunakan sebagai pembungkus barang. sampahnya TIDAK DAPAT HANCUR secara alami. yang apabila dibakar akan menimbulkan gas beracun. Hal ini dapat juga dilakukan oleh rumah tangga. Bahan ini dibuat dari zat kimia yang berbahaya. Selain mengurangi jumlah sampah. Gambar 10: Sampah kertas. Daur ulang kertas dapat dilakukan dengan menghancurkan dan membuat bubur kertas sebagai bahan dasar produk baru. Pemakaian styrofoam sebisa mungkin perlu dihindari. Kertas Menghemat penggunaan kertas adalah cara terbaik. Gambar 9: Sampah styrofoam. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I . namun tidak dianjurkan untuk kertas koran karena banyak mengandung logam berat.

kain. pestisida (obat serangga). obat-obatan Sampah lainnya Styrofoam. membutuhkan pengawasan ketat dari pemerintah. cairan kimia pembersih. Jawa Barat sebagai instalasi pengolahan limbah B3. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I . ikan. dan lampu neon. kabel.11 . Sampah B3 yang sering terdapat di rumah tangga misalnya adalah baterei. dll Total 2. Pemerintah Indonesia telah menentukan lokasi khusus di Cileungsi. Jika dibuang ke lingkungan atau dibakar. popok / pembalut. Jenis Sampah Sampah Organik Sisa sayur.REKOMPAK-JRF Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Sampah B3 adalah sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Pengolahan sampah B3 ini dilakukan secara khusus di lokasi khusus yang Gambar 11: Sampah B3. potongan rumput Sampah Non-organik Plastik. daun. kardus. nasi. botol aerosol. logam. botol aerosol. pestisida. karet. karton. Tuliskanlah hasilnya dalam tabel berikut ini. daging. Setelah memahami jenis-jenis sampah yang ada di rumah tangga. ranting. 4. kertas. gelas/kaca Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Baterai. komposisi sampah yang ada di lingkungan RT atau RW. tentukanlah bersama-sama dalam kelompok. sampahsampah ini dapat mencemari tanah dan membahayakan kesehatan. 3. Berat (kg) Persentase (%) No 1. kaleng. cairan pembersih (karbol).

REKOMPAK-JRF REDUCE. Sampah organik dapat dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman maupun penghijauan. REUSE. Misalnya menulis pada kedua sisi kertas dan menggunakan botol isi ulang. 3R adalah prinsip utama mengelola sampah mulai dari sumbernya. Recycle artinya daur ulang. dll. seperti contoh gambar diatas. Sampah kertas dapat dibuat hasta karya. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I . Misalnya dengan membawa tas belanja saat ke pasar sehingga dapat mengurangi sampah plastik dan mencegah pemakaian styrofoam. demikian pula dengan sampah kemasan plastik mie instan.12 . RECYCLE (3R) Gambar 12: Para ibu-ibu memilah sampah plastik agar dapat didaur ulang 3R adalah singkatan dari Reduce. Barang yang masih dapat digunakan jangan langsung dibuang. Reduce artinya mengurangi. melalui berbagai langkah yang mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Reuse artinya pakai ulang. Kurangilah jumlah sampah dan hematlah pemakaian barang. tetapi sebisa mungkin gunakanlah kembali berulang-ulang. Langkah utama adalah pemilahan sejak dari sumber. minyak. sabun. Reuse dan Recycle.

Tujuannya adalah kemandirian masyarakat dalam mempertahankan kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang ramah lingkungan Prinsip-prinsip CBSWM adalah: 1. dioperasikan. Perlindungan lingkungan 5. Kemandirian 3. Keterpaduan Gambar 13: Sistem atau model pengelolaan sampah berbasis masyarakat. disusun.13 . Partisipasi masyarakat 2.REKOMPAK-JRF PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT (COMMUNITY BASED SOLID WASTE MANAGEMENT = CBSWM) CBSWM adalah sistem penanganan sampah yang direncanakan. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I . Setiap komponen atau subsistem akan dipelajari pada bab berikutnya. Efisiensi 4. dikelola dan dimiliki oleh masyarakat.

Pembentukan komite lingkungan atau kelompok kerja. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat I . 8. Perumahan. daur ulang). 3. 5. penghijauan. Pemetaan masalah persampahan dan kebersihan lingkungan setempat dari berbagai aspek. Tata Kota. atau kompos bagi yang berminat menambah penghasilan. Pemasaran hasil daur ulang. reuse. 2. Lurah). penyebaran informasi dan pemantauan terus menerus sampai menghasilkan kompos.14 . produk daur ulang. tanaman produktif. 7. termasuk pendataan jumlah dan komposisi sampah dari rumah tangga. dan pameran foto lingkungan. Pekerjaan Umum. kepedulian dan kemampuan untuk melaksanakan program serta dapat menjadi penggerak di lingkungannya. 6.REKOMPAK-JRF Langkah-langkah mewujudkan CBSWM adalah: 1. dan tanaman produktif. 4. 10. penyusunan rencana kerja. Pendekatan kepada pemuka masyarakat setempat dan izin dari pemimpin wilayah (RW. bazaar hasil kegiatan daur ulang. Koordinasi dengan pemerintah setempat seperti Dinas/Sub Dinas Kebersihan. dan kesepakatan kontribusi warga dalam bentuk materi maupun non-materi. Berpartisipasi dalam perlombaan kebersihan. sosialisasi. Studi banding (kalau memungkinkan). dll agar bersinergi dengan sistem pengelolaan sampah skala kota 9. Pendampingan. recycle atau kurangi. pakai ulang. Pelatihan dan kampanye untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran penghijauan lingkungan dan 3R (reduce. Pendekatan kepada warga yang mempunyai kemauan.

PANDUAN PENELUSURAN WILAYAH Untuk melakukan ini tim harus mencatat secara sistematis apa yang Anda dengar dan lihat. Pengambilan foto untuk hal-hal yang dianggap penting juga sangat membantu kelengkapan hasil pemetaan. pemetaan juga berfungsi mengetahui lebih rinci permasalahan yang ditemui di lapangan.JRF BAB 2 MERENCANAKAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT PEMETAAN SISTEM DAN FASILITAS KEBERSIHAN Pemetaan lingkungan sangat berguna untuk mengetahui kondisi fisik lingkungan dan interaksi masyarakat yang terkait dengan pengelolaan sampah saat ini di lingkungan RT atau RW. pemetaan lingkungan dapat dilakukan secara lebih sederhana. kondisi sarana dan prasarana penunjang kebersihan. ibu PKK. dan melakukan wawancara dengan anggota masyarakat maupun petugas gerobak mengenai rute pengumpulan sampah dan permasalahan sampah pada umumnya.REKOMPAK . Namun jika tidak atau belum memungkinkan. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II . para pemuda. ketua RT/RW. pembakaran sampah. Tim sebaiknya terdiri dari gabungan BKM/TPK. Kegiatan pemetaan lingkungan terdiri dari pengamatan langsung kondisi kebersihan di lingkungan RT atau RW. dan TPS liar. misalnya titik-titik penumpukan sampah. agar informasi yang terkumpul mewakili berbagai sudut pandang berbagai anggota masyarakat.1 . Selain kita dapat mengetahui potensi sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan sistem. Pemetaan paling baik dilakukan dengan menelusuri wilayah masyarakat (transect walk).

REKOMPAK .2 .JRF Gambar 14 : Proses membuat peta penelusuran wilayah (transect walk) sistem pengelolaan sampah beserta kondisi lingkungan yang terkait. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II .

apakah pembakaran sampah diorganisir atau dilakukan oleh individu. dll Coba tanyakan berapa keluarga yang menggunakan tempat sampah tersebut Coba tanyakan siapa pemilik tempat tersebut.3 . menggunakan alat/tungku. Pembakaran sampah 5. PANDUAN PEMETAAN FASILITAS PERSAMPAHAN No 1. pembakaran sampah. atau diatas tanah? Coba tanyakan siapa pemilik lahan tersebut. sampah berceceran atau tidak? Apakah bahan yang digunakan – semen. Gerobak sampah Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II . coba tanyakan rute/jalur kerja gerobak tersebut mulai dari rumah tangga hingga ke TPS. apakah dia warga atau pengusaha yang menyewa tempat itu? Ambil foto. Penyimpanan barang bekas 3. dan dijual kepada siapa barang tersebut dan kapan waktu pengangkutannya Tunjukkan lokasinya di peta. sudah budaya. logam. ambil foto Coba tanyakan siapa pemilik tanah tersebut. dan sejak kapan warga membuang sampah ke lahan itu Amati dan catat: apakah Anda lihat pemukiman pemulung diatas lahan tersebut? Apa saja aktivitas yang terjadi di lahan tersebut (pemulungan. Fasilitas Bak/tong sampah Simbol Observasi (Pengamatan) Tunjukkan lokasinya di peta. Lahan pembuangan sampah 4. dll Coba tanyakan apakah ada tempat dimana masyarakat melakukan pembakaran sampah Tunjukkan lokasinya di peta. dan berapa trip per hari? 2. dll)? Coba tanyakan alasan warga membuang sampah ke lahan tersebut – tidak sanggup membayar biaya sampah. coba tanyakan pada pengelola: barang bekas apa saja yang dikumpulkan. tunjukkan lokasi di peta Jika memungkinkan.JRF Gunakanlah panduan ini dalam pelatihan pemetaan fasilitas persampahan. dan kapan biasanya pembakaran dilakukan: malam/siang hari Ambil foto. ambil foto Amati dan catat: apakah sampah dibakar di lubang. penuh. Buatlah kesepakatan antara fasilitator dan peserta tentang simbol atau singkatan yang akan digunakan. tunjukkan lokasinya di peta: apakah gerobak selalu parkir disitu? Jika ada tukang sampah yang bertugas. lebih praktis.REKOMPAK . Berapa rumah yang dilayaninya. plastic. kotor/terawat. ambil foto Jelaskan kondisi: apakah ditutup/terbuka.

bau sampah. rumah atau jalan yang lebih ‘rimbun’ dibandingkan wilayah lainnya.4 .JRF 6. Tanyakan apakah penghijauan merupakan anjuran (program pemerintah) atau inisiatif sendiri Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II . coba tanyakan dari institusi mana – Dinas Kebersihan. TPS (Tempat Pembuangan Sementara) 7. Akses jalan/gang 8. truk mengangkut/membuang sampah.REKOMPAK . atau tukang sampah menggunakan cara lain? Amati kondisi jalan: kotor/bersih. hewan ternak berkeliaran. dan dari RT/RW mana saja TPS ini menerima sampah? Untuk gang sempit. pembakaran. ambil foto Amati dan catat aktivitas di TPS: pemulungan. dll Tandai di peta. tanyakan apakah jalan tersebut mendapat pelayanan kebersihan: apakah gerobak dapat lewat. Ambil foto. bau asap sampah. Penghijauan Tunjukkan lokasinya di peta. dll Apakah area TPS dibatasi pagar? Jika sedang ada petugas. kelurahan? Coba tanyakan jam kerja truk dan gerobak di TPS. ada genangan air.

5 . Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II . Sebab sampah organik yang menginap satu hari saja sudah dapat menimbulkan bau.REKOMPAK .JRF POLA PEMILAHAN Kunci keberhasilan program kebersihan dan pengelolaan sampah terletak pada pemilahan. Minimal pemilahan menjadi dua jenis: sampah organik dan non organik. Prinsipnya: disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat yang akan memilah. mahal dan beresiko tinggi mencemari lingkungan dan membayahakan kesehatan. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan. pengolahan sampah menjadi sulit. namun tidak demikian halnya dengan sampah non organik. Pemilahan adalah memisahkan antara jenis sampah yang satu dengan jenis yang lainnya. Berbagai bentuk dan bahan wadah pemilahan dapat digunakan. Umumnya pemilahan di lokasi yang telah melakukan program pengelolaan sampah adalah sebagai berikut: Gambar 15: Diagram pewadahan sampah untuk mempermudah pemilahan. Tanpa pemilahan.

Contoh-contoh wadah pemilahan dapat dilihat pada foto dan gambar berikut ini. Sleman. Yogyakarta) Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II .REKOMPAK . yaitu rumah tangga.6 . ibu. Gambar 16: Urutan dari kiri ke kanan pengumpulan sampah non-organik untuk dijual MODEL 1: PEMILAHAN OLEH RUMAH TANGGA Pemilahan paling baik dilakukan mulai dari sumbernya. Gambar 17: Pemilahan dengan tong logam terpisah yang dihiasi dengan gambar menarik (lokasi: Sukunan. anak dan anggota keluarga lainnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam pemilahan di rumah tangga. Setiap anggota keluarga baik ayah.JRF Pemilahan sampah non organik yang dapat didaur ulang kemudian di tindak lanjuti untuk dijual agar dapat mendatangkan keuntungan ekonomi.

7 .JRF Gambar 18: Pemilahan dengan tong plastic terpisah berbeda warna yang dipasang pada besi (Rawajati. serta waktu-waktu penting untuk cuci tangan pakai sabun. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II .REKOMPAK . cuci tangan pakai sabun! Untuk melihat cara cuci tangan yang benar. lihatlah lampiran yang ada pada akhir buku ini. Jakarta). Jangan lupa. setelah memilah sampah.

Gambar 19: Pemilahan tingkat komunal dengan conveyor oleh petugas (lokasi: Bumi Serpong Damai.JRF MODEL 2: PEMILAHAN OLEH PETUGAS (TINGKAT KOMUNAL) Jika pemilahan di rumah sulit dan perlu waktu lama untuk diterapkan.8 . Tangerang) Dapatkah Anda menunjukkan perbandingan kekurangan dan kelebihan tiap model tersebut? Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II . maka model yang kedua ini cocok diterapkan. sedangkan di wilayah RT atau RW tersedia area yang cukup luas.REKOMPAK .

Bentuk. pewadahan sampah yang ditempatkan di area terbuka harus dilengkapi dengan penutup agar air hujan tidak masuk. ukuran dan bahan prasarana pendukung ini sangat bervariasi.9 .REKOMPAK . (Kiri: tong sampah dari ban mobil. TIPE PEWADAHAN SAMPAH Gambar 20: Berbagai tipe tong atau wadah sampah.JRF POLA PENGUMPULAN PERTAMA (DARI RUMAH KE TPS / TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA) Pengumpulan pertama umumnya didukung oleh prasarana yang terdiri dari pewadahan dan gerobak pengangkut. Kanan: bambu sebagai penutup dan pintu bak sampah) TIPE GEROBAK PENGUMPUL SAMPAH Gambar 21: Kiri: Tempat sampah sekaligus gerobak dari plastic dengan tutup tidak terlepas. Tong atau bak sampah juga perlu mempertimbangkan kemudahan bagi petugas sampah untuk mengeluarkan sampah dan memindahkannya ke dalam gerobak sampah. yang dilengkapi roda untuk memindahkan sampah ke TPS (lokasi: Tamansari. Prinsipnya. Bandung) Kanan: Gerobak biasa yang dimodifikasi untuk sampah yang telah dipilah (sumber: Pusdakota) Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II .

TPS.10 . 1 2 3 4 5 Gambar 22: Penanganan sampah di rumah. 1. Namun agar sistem pengelolaan sampah di masyarakat dapat bersinergi dengan sistem lanjutannya. Sampah dipindahkan dari TPS ke truk oleh petugas pengangkut truk Dinas Kebersihan 5.REKOMPAK . sehingga sampah kadang harus ’menginap’ di TPS Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II . Tukang sampah mengumpulkan sampah di gerobak 3. Sampah dari truk ditimbun di TPA Masalah teknis yang sering timbul di TPS umumnya disebabkan oleh: Ketidaksesuaian kapasitas TPS dengan jumlah sampah yang masuk. Tukang sampah memindahkan sampah dari gerobak ke TPS 4. dan TPA. Sampah dihasilkan dari rumah 2.JRF POLA PENANGANAN SAMPAH DI TPS Penanganan sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sementara) adalah kewenangan pemerintah daerah. pengetahuan tentang penanganan sampah di TPS sangat penting. sehingga banyak sampah yang tidak tertampung dan berceceran Jadwal pengangkutan ke TPA yang tidak lancar.

11 .REKOMPAK . misalnya untuk proses pengomposan rumah tangga Pemadatan: pengolahan fisik dengan menambah densitas (kepadatan) sampah agar volumenya berkurang. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II . insinerasi tidak cocok untuk tingkat RT atau RW. Pengomposan/komposting: pengolahan sampah organik melalui pembusukan (proses biologis) yang terkendali. Pembakaran atau insinerasi sangat mahal dan perlu teknologi tinggi agar tidak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. dan membuat kerajinan atau hasta karya. di TPS. terutama untuk menghemat penggunaan truk untuk pengangkutan sampah ke TPA. Prinsipnya adalah dilakukan setelah pemilahan sampah dan sebelum penimbunan akhir. Daur ulang sampah non organik: pengolahan fisik dan kimia untuk mengubah sampah non organik menjadi material baru yang dapat dimanfaatkan kembali. Contohnya di DKI Jakarta adalah stasiun peralihan antara (transfer station)di Cakung. membuat bubur kertas untuk menjadikan kertas daur ulang. Hasil yang diperoleh disebut kompos. Contoh: melelehkan plastik dan mencacahnya menjadi bijih plastik. sehingga sering juga disebut pengolahan antara. maupun di TPA. Pembakaran: pengolahan fisik dengan membakar sampah pada temperatur tinggi (diatas 1000 derajat celcius).JRF POLA PENGOLAHAN Pengolahan sampah adalah upaya yang sangat penting untuk mengurangi volume sampah dan mengubah sampah menjadi material yang tidak berbahaya. Pencacahan: pengolahan fisik dengan memotong/mengurangi ukuran sampah agar lebih mudah diolah. Contoh komposting dapat dilihat di bab 3. Karena itu. yang jumlah sampahnya masih dibawah 120 ton per hari. Pengolahan dapat dilakukan di sumber.

Singapura.12 .JRF Gambar 23: Insinerator sampah di Senoko. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat II .REKOMPAK .

selokan. atau ditimbun di lahan kosong yang sering disebut TPA (Tempat Pembuangan Akhir) / TPS (Tempat Pembuangan Sementara) liar. karena jumlah sampah organik yang dibuang ke TPA menjadi berkurang. ANCAMAN SAMPAH PENYAKIT AKIBAT KOTORAN MANUSIA DAN Dari seluruh jumlah sampah yang dihasilkan penduduk DKI Jakarta setiap hari.1 . dibakar. Apa akibatnya dengan kesehatan keluarga kita? Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . Produk utama komposting adalah kebersihan lingkungan. Adapun kompos sebagai produk komposting adalah hasil tambahan atau bonus yang dapat kita gunakan untuk tanaman sendiri ataupun untuk dijual. 2005).JRF BAB 3 SERBA SERBI KOMPOS PENGERTIAN DAN TUJUAN PENGOMPOSAN/KOMPOSTING Komposting adalah upaya mengolah sampah organik melalui proses pembusukan yang terkontrol atau terkendali. Jumlah ini termasuk sampah yang dibuang langsung ke sungai. 13% nya tidak dapat ditangani oleh Dinas Kebersihan (data Dinas Kebersihan. tercecer di jalan.REKOMPAK .

JRF Kotoran Manusia Air Debu Lalat Tangan Makanan Keluarga Gambar 24: Diagram transmisi kuman. Sumber: EHP 1999 Preventing Child Diarrheal Disease: Options for Action Dari diagram diatas. Cara paling tepat adalah melalui pengomposan/komposting.2 . melalui pengolahan sampah organik yang baik. kita akan mempersempit kesempatan lalat untuk hinggap dan berkembang biak. karena sampah yang tercampur adalah tempat favorit tikus untuk bersarang. terutama sampah organik atau yang mudah membusuk sangat digemari oleh lalat. Begutu pula halnya dengan tikus.REKOMPAK . Oleh sebab itu. lalat merupakan salah satu ’jalur pengantar’ kuman yang utama. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . Sampah yang berceceran.

REKOMPAK . sehingga timbul bau menyengat dan pembentukan kompos tidak terjadi. Gambar 25: faktor yang mempengaruhi proses pembuatan kompos. ada beberapa faktor yang wajib dipenuhi. Semakin banyak jumlah mikroba maka semakin baik proses komposting. Aliran udara yang kurang baik selama komposting akan menyebabkan mikroba jenis lain (yang tidak baik untuk komposting) yang lebih banyak hidup. 1. pembalikan dan pengadukan secara teratur sangat penting dalam komposting. Mikroba ini dapat diperoleh dari kompos yang sudah jadi ataupun dari lapisan atas tanah yang gembur (humus). Mikroorganisme atau mikroba.3 . Udara. Mikroba inilah yang ’memakan’ sampah dan hasil pencernaannya adalah kompos. 2. wadah yang berlubang ataupun. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . Oleh karena itu. misalnya bakteri dan jamur. Komposting adalah proses yang bersifat aerob (membutuhkan udara).JRF PRINSIP DASAR PENGOMPOSAN/KOMPOSTING Proses perubahan sampah organik menjadi kompos merupakan proses metabolisme alami dengan bantuan makhluk hidup. Untuk itu. Yaitu makhluk hidup berukuran mikro (sangat kecil) yang hanya dapat dilihat melalui mikroskop.

Aerob Aerob adalah kondisi dimana udara atau oksigen hadir dalam suatu reaksi biologis. mikroba juga membutuhkan makanan atau nutrisi. Kisaran suhu yang ideal untuk komposting adalah 45 – 70 derajat celcius. Jika terlalu lembab maka udara akan terhambat masuk ke dalam materi organik sehingga bakteri mati karena kekurangan udara. Oleh karena itulah pada proses komposting kondisi anaerob harus dihindari.REKOMPAK . disebabkan reaksi biologis yang terjadi. Nutrisi.4 . Kondisi anaerob menyebabkan tumpukan/timbunan sampah organik berbau busuk dan tidak sedap. pH (derajat keasaman). 5. Variasi waktu tergantung pada jenis sampah organik dan ada tidaknya unsur tambahan yang mempercepat proses komposting seperti EM4. Rata-rata proses komposting membutuhkan waktu sekitar 6 – 8 minggu. Kelembaban. dan ukuran partikel sampah organik. Kondisi sebaliknya disebut dengan anaerob. Komposting berlangsung optimal dalam kelembaban antara 50 – 70%. 6. misalnya dalam proses komposting. Kulit pisang dan sayuran misalnya. Kandungan karbon dan nitrogen yang ada dalam sampah organik merupakan sumber makanan mikroba. Maka simpanlah di tempat yang cukup kering. Suhu. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . 4. Suhu akan turun secara bertahap yang menandakan fase pematangan kompos. berikan sirkulasi udara yang baik atau lakukan proses pembalikan yang teratur. Faktor lainnya seperti waktu.JRF 3. yaitu kondisi tanpa udara atau oksigen. Ukuran partikel sampah juga perlu diperhatikan dalam pengomposan rumah tangga. Proses penguraian materi organik oleh mikroba menyebabkan suhu yang cukup tinggi (fase aktif). Perbandingan kedua unsur ini akan berubah saat komposting berakhir. Namun juga jangan terlalu kering karena mikroba membutuhkan air sebagai media hidupnya. Maka siram atau percikkan lah air jika terlalu kering. perlu dicacah terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam komposter. Seperti manusia. Caranya. misalnya sampah yang ditimbun di TPA.

ikan.5 . Pembusukan sampah organik terjadi karena proses biokimia akibat penguraian materi organik sampah itu sendiri oleh mikroorganime dengan dukungan faktor lain yang terdapat di lingkungan. Contohnya adalah sayuran. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . Daun kering Sisa sayuran Potongan tanaman hias Sisa buah & kulit buah Gambar 26: Sampah organik untuk dibuat kompos. Metoda pengolahan sampah organik yang paling tepat tentunya adalah melalui pembusukan yang dikendalikan. dan potongan rumput /daun/ ranting dari kebun.JRF JENIS SAMPAH YANG DAPAT DIKOMPOSKAN SAMPAH ORGANIK Sampah organik atau sering disebut sampah basah adalah jenis sampah yang berasal dari jasad hidup sehingga mudah membusuk dan dapat hancur secara alami. Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari sampah organik setiap harinya.REKOMPAK . yang dikenal dengan pengomposan atau komposting. daging. nasi. ampas perasan kelapa.

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . karena murah dan sederhana. atau dari proses industri. Sebagian sampah non-organik tidak dapat diuraikan oleh alam sama sekali. dan logam. dan kompos jadi. Takakura terdiri dari keranjang berpori. Metoda Takakura sangat dikenal di Surabaya.JRF JENIS SAMPAH YANG TIDAK DAPAT DIKOMPOSKAN SAMPAH NON-ORGANIK Sampah non-organik atau sampah kering adalah sampah yang terususun dari senyawa nonorganik yang berasal dari sumber daya alam tidak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi. dan sebagian lain dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Mengolah sampah non-organik erat hubungannya dengan penghematan sumber daya alam yang digunakan untuk membuat bahan-bahan tersebut dan pengurangan polusi akibat proses produksinya di dalam pabrik. Menggunakan prinsip aerob (dengan udara). Contohnya adalah botol gelas. bantal sekam. tas plastik. kaleng.REKOMPAK . kardus tebal. plastik. kain penutup.6 . BERBAGAI METODA PENGOMPOSAN/KOMPOSTING MODEL 1: SKALA RUMAH TANGGA Takakura dan modifikasinya Gambar 27: Takakura (kiri) dan Bambookura (kanan).

Doskura Gambar 29: Doskura (Kiri dan kanan). Cukup kardus yang dilapisi dengan gelangsing dan diberi aktivator (kompos). sebaiknya kardus tidak diletakkan langsung di lantai namun diberi alas berupa kayu atau triplek Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . doskura dapat juga mengubah sampah menjadi kompos. Orang menyebutnya doskura . Pembalikan dan pengadukan juga tetap perlu dilakukan.7 .REKOMPAK . Untuk memperpanjang umur kardus.JRF Gentong Gambar 28: Gentong dari tanah liat ini dapat disulap menjadi komposter karena sirkulasi udara yang cukup dan juga kelembabannya. karena kardus mudah lapuk maka kardus harus diganti secara kontinyu setiap 6-8 minggu sekali. Hanya saja. karena menggunakan kardus sebagai pengganti keranjang.

MODEL 2: SKALA KOMUNAL Drum/tong Gambar 31: Menggunakan tong plastik berukuran 120L yang dilengkapi pipa vertical dan horizontal agar proses berlangsung secara aerob (dengan udara). digunakan bantal sekam dan kardus untuk mengontrol kelembaban dan mengurangi bau. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III .8 . Salah satu pengguna komposter jenis ini adalah masyarakat di Jambangan. Surabaya. Mirip dengan Takakura.JRF Ember berlubang Gambar 30: Ember bekas cat seperti ini dapat disulap menjadi komposter sederhana dengan memberi lubang yang cukup untuk aerasi. Jakarta Utara. Komposter model ini digunakan di Penjaringan.REKOMPAK .

Bak/kotak Gambar 33: Metoda ini menggunakan konstruksi sederhana pasangan bata yang dikombinasikan dengan bilik kayu sebagai pintu untuk ruang pengomposan. Jakarta.9 .REKOMPAK . Di bagian dalam tong terdapat pipa berlubang dan pemecah gumpalan sampah agar aerasi berjalan lebih optimum dan air yang belebih dapat dikeluarkan (gambar kanan). Komposter ini dipasang di kolong tol dan digunakan oleh masyarakat di Penjaringan. Jakarta. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . Kerangka yang kuat diperlukan agar mampu menyangga berat sampah organik saat komposter penuh (gambar kiri). namun aerasi dilakukan dengan menggoyang/ memutar komposter.JRF Gambar 32: Masih dengan tong plastik serupa. Cara ini digunakan di Kebun Karinda Lebak Bulus.

metode ini sangat efektif karena mudah dan murah untuk diterapkan. dan air. Kemudian dimasukkan kedalam keranjang dan ditutup dengan keset dari sabut kelapa.REKOMPAK . Jakarta Pusat.10 . Caranya: sampah organic dicampurkan dengan mikroorganisme padat dari campuran bekatul. dan dibalik secara berkala untuk memungkinkan proses aerob. Windrow composting Untuk lahan yang cukup luas. Cara ini diterapkan oleh Pusdakota Universitas Surabaya.JRF Takakura susun Gambar 34: Metoda ini menggunakan keranjang berlubang dan kemudian dilapisi dengan gelangsing. sekam padi. pupuk kompos. Gambar dan tahap proses dijelaskan pada bagian selanjutnya. Sampah ditumpuk sesuai umur prosesnya dalam bentuk gundukan atau ‘pile’. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . Contoh metoda ini berada di TPS Rawasari.

3. (b) mengatur kelembaban. sehingga dapat menyerap serta membuang udara & air. Media kompos jadi yang berasal dari sampah rumah tangga diisikan ½ sampai 2/3 bagian keranjang. Fungsi kardus adalah: (a) membatasi gangguan serangga. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . pilihlah keranjang yang berlubang. agar lalat tidak dapat bertelur dalam keranjang.11 . Metoda lain kurang lebih akan mirip dengan langkah-langkah yang digunakan dalam Takakura.JRF LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT KOMPOS SISTEM INDIVIDUAL TAKAKURA Berikut ini adalah contoh penggunaan komposter Takakura. Kompos yang ada dalam keranjang berfungsi sebagai aktivator/ragi bagi sampah baru 4. Gambar 35: Alat dan bahan untuk komposter Takakura (kiri). Letakkan bantal sekam di bawah dan di atas keranjang. dan (c) sifat sekam yang kering akan memudahkan pengontrolan kelembaban sampah yang akan menjadi kompos. Susunan bagian dalam keranjang Takakura (kanan) Fungsi alat dan bahan: 1. serta mencegah metamorfosis (perubahan) dari belatung menjadi lalat. 2. dan lapisi dengan kardus. dan (c) berpori-pori. maka bantal sekam dapat segera menyerap air dan bau sampah. (b) karena berrongga besar. Fungsi bantal sekam adalah: (a) sebagai tempat mikrobakteri yang akan mempercepat pembusukan sampah organik.REKOMPAK . Pilih kain penutup yang serat atau berpori besar. Tutupkan kain di atas bantal sekam. karena lalat tidak dapat keluar dan mati di dalam keranjang. Agar proses aerob berlangsung dengan baik.

12 .JRF 5. 3 4 Tekan-tekan atau masukkan sampah ke dalam materi kompos dalam keranjang atau aduk-aduk sehingga materi sampah tertutup oleh kompos dalam keranjang Tutup dengan bantal sekam hingga rapat untuk mencegah lalat dan binatang lain masuk. Masukkan sisa makanan yang akan dikomposkan ke dalam keranjang.REKOMPAK . Tutup keranjang bagian atas sebagai pemberat agar tidak diganggu oleh predator (kucing/anjing). Pilih tutup yang berlubang agar udara dapat keluar masuk 1 2 Cacah sampah sisa sayur sebelum dimasukkan ke dalam keranjang. 5 Gambar 36: Langkah langkah membuat kompos dengan keranjang Takakura. Tutup dengan kain hitam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . usahakan sampah yang akan dimasukkan adalah sampah baru.

diamkan selama 2-4 minggu agar kompos benar-benar matang. 1. gunakan keranjang lain untuk memulai proses baru 2. Bila sudah lapuk. diangin-anginkan dan kemudaian diayak. Jangan lupa. lihatlah lampiran yang ada pada akhir buku ini. cuci tangan pakai sabun! Untuk melihat cara cuci tangan yang benar. kardus harus diganti agar tidak robek dan menyebabkan lalat/ serangga masuk Cara pemanenan kompos 1. setelah membuat kompos.REKOMPAK .13 . Hindarkan dari hujan (taruh di tempat teduh) 2. cipratkan air bersih. sambil diaduk 3. serta waktu-waktu penting untuk cuci tangan pakai sabun. Sampah yang dalam ukuran besar harap dicacah dahulu Cara perawatan 1. kompos dikeluarkan dari keranjang. Bagian yang halus dapat dijual/diberikan ke tanaman. Bila keranjang penuh. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . Sampah yang dimasukkan berumur maksimal 1 hari 3. Cuci kain penutup satu minggu sekali 2.JRF Catatan lain. Sementara itu. Setelah matang. Bila kompos kering. sedangkan bagian yang kasar dapat digunakan sebagai ’starter’ awal proses komposting berikutnya.

yaitu untuk: 1. Area pemilahan dan pencacahan (jika diperlukan. terutama untuk sampah pertamanan) 3. dibutuhkan lahan yang cukup. Ruang pengayakan kompos 6. Area penerimaan sampah 2. Instalasi pengelolaan lindi (air sampah) Instalasi pengomposan sebaiknya dilengkapi juga dengan kantor.REKOMPAK . Gudang kompos 7. Gudang peralatan 8. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III .14 . Untuk komposting dengan metoda ini. sebagai ruang untuk pemantauan.JRF SISTEM KOMUNAL WINDROW COMPOSTING (METODA GUNDUKAN) Gambar 37: Pembuatan kompos skala komunal dengan metoda windrow (gundukan). toilet dsb. Area sampah non organik / lapak 4. Ruang pengomposan (windrow) 5. dan dilengkapi juga dengan fasilitas air bersih.

JRF Tahapan komposting 1. 3. Secara teratur tumpukan dibalik 1 – 2 kali seminggu secara manual dengan memindahkan tumpukan atau digulirkan.REKOMPAK .15 . agar lebih cepat pemilahannya. 2. sedangkan residu (sisa) dikumpulkan dalam kontainer. menggunakan selang spray agar perata. taman. Sampah yang masuk ke lokasi dari gerobak/truk sebaiknya masih relatif segar dan didominasi oleh sampah organik. bau. Pencampuran dan pembentukan tumpukan/gundukan. Pemantauan. dan kegunaannya untuk tanaman. Agar lebih homogen (merata). produsen kompos. Hasil pemantauan dicatat dengan rapi. Penerimaan sampah. 5. Catat waktu / tanggal pembalikan. Terutama terhadap suhu. kotoran ternak dll) perlu dicampur terlebih dahulu. 4. Agar masalah yang timbul dapat diantisipasi sedini mungkin. Kemudian ditumpuk berbentuk trapesium (windrow) memanjang atau dalam bak. Secara manual. Tumpukan perlu disiram secara rutin untuk menjaga kelembaban proses. 8. 6. tekstur. Pemilahan dan pencacahan sampah organik. kompos halus dapat dikemas sesuai volume yang diinginkan dan diberi informasi tentang nama kompos. bahan baku. pemantauan sangat penting. Non organik yang dapat di daur ulang dibawa ke area non organik/lapak. Jika ingin dijual. Produk kompos matang perlu diayak agar berukuran halus sesuai kemudahan penggunaan. Pemanenan dan pengayakan. warna. Setelah dilemas dapat disimpan dalam gudang yang terlindung dari panas matahari dan hujan. 7. beberapa jenis sampah organik (sampah dapur. Sampah yang berukuran besar dan panjang seperti dari pertamanan dicacah terlebih dahulu. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . Penyiraman. sampah organik dipisahkan untuk dibawa ke tempat pengomposan. Pengemasan dan penyimpanan. dan populasi lalat. Hentikan penyiraman untuk tumpukan yang telah berumur 5 minggu atau dua minggu sebelum panen. Pembalikan. Jumlahnya perlu dicatat secara rutin dalam log book (buku catatan kegiatan).

Perlengkapan yang diperlukan diantaranya termometer yang mampu mengukur hingga 100 derajat Celcius.JRF PEMANTAUAN PROSES KOMPOSTING Pemantauan atau monitoring penting dilakukan untuk memastikan proses komposting berjalan dengan baik. bapak. sarung tangan karet. Gambar 38: Peralatan monitoring komposting yang terdiri dari termometer. Semakin banyak yang terlibat dalam pemantauan akan semakin baik. terutama pada 6 minggu pertama.16 . dan sekop. baik ibu-ibu. Pemantauan ini sangat mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat.REKOMPAK . maupun pemuda/pemudi. sarung tangan karet. dan tabel/formulir monitoring Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . sekop.

Larva dan bau Perhatikan kondisi sampah organik yang sedang diproses. Untuk mengetahui kualitas kompos apakah sudah sesuai standar atau belum. Kualitas kompos dari sampah rumah tangga telah dibuat standard. gunakan termometer dengan hati-hati untuk mengukur suhu sampah organik dalam komposter. yaitu Standar Nasional Indonesia atau SNI No. perlu dilakukan uji laboratorium. dan dilanjutkan paling tidak dua kali seminggu hingga minggu ke-6. jika keluar air dari sela-sela jari maka kadar airnya berlebih. cuci tangan pakai sabun! Untuk melihat cara cuci tangan yang benar. baik kualitasnya maupun kuantiítas atau jumlahnya. Jangan lupa. atau jumlah sampah organik yang terlalu sedikit. Pengukuran sebaiknya dilakukan sejak minggu pertama. Bau yang timbal mungkin disebabkan kurangnya aerasi atau pembalikan dan pengadukan sehingga proses biologis yang terjadi menghasilkan gas yang berbau. 19-7030-2004. Untuk memastikannya. Kelembaban Memantau kelembaban dilakukan dengan mengambil segenggam sampah organik dalam komposter yang sedang diproses lalu diremas. lihatlah lampiran yang ada pada akhir buku ini. apakah terdapat larva atau belatung yang disertai bau yang tidak enak atau tidak. Jika suhu tidak lebih dari 30 ºC.JRF PARAMETER YANG PERLU DIPANTAU DIANTARANYA: Suhu Proses komposting ditandai dengan peningkatan suhu yang mampu mencapai 70ºC.17 . Pemantauan juga sebaiknya dilakukan terhadap kompos yang telah dihasilkan. serta waktu-waktu penting untuk cuci tangan pakai sabun. Jika ya. maka mungkin kondisi terlalu lembab atau sampah yang masuk sudah dihinggapi lalat. setelah memantau kompos. Jika tanah yang digenggam menjadi hancur berarti kompos terlalu kering. Hal ini dapat disebabkan kelembaban yang berlebihan.REKOMPAK . Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . kemungkinan besar proses komposting tidak terjadi.

8 – 7.REKOMPAK . kita dapat memperkirakan sudah berapa banyak jumlah sampah organik yang berkurang dari lingkungan tempat tinggal kita.49 Min 0. Melalui data ini.8 – 32% Min 0. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III .JRF Standar Kualitas Kompos dari Sampah Rumah Tangga PARAMETER Kadar air pH Nitrogen Karbon Kalium (K2O) Fosfor (P2O5) Besi (Fe) Tembaga (Cu) Seng (Zn) Timbal (Pb) Kromium (Cr) STANDAR Max 50% 6.4% 9.18 .1% Max 2% Max 100 ppm Max 500 ppm Max 150 ppm Max 210 ppm Kuantitas atau jumlah kompos dapat dipantau dengan mudah melalui penimbangan setiap kali panen kompos. Jumlah ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat untuk menilai apakah program komposting sudah dapat meningkatkan kebersihan lingkungan atau perlu diperluas dan ditingkatkan lagi.2% Min 0.

19 . Membuat kompos memang gampang-gampang susah akan tetapi jika mengingat banyaknya manfaat yang bisa diperoleh. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . pasar. sangatlah membantu jika pupuk yang digunakan tidak perlu dibeli dari luar tetapi dihasilkan sendiri melalui proses pengomposan. atau kombinasi keduanya 3. dll 2. Pembuatan kompos di lokasi khusus 3. Salah satu pemanfaatan kompos adalah dalam pemupukan untuk penghijauan dan budidaya tanaman obat. Kompos yang terbentuk dari proses penguraian materi organic oleh mikroorganisme pada sampah akan menjadi pupuk yang sangat baik jika memang telah melalui tahapan composting yang benar. Pembuatan kompos 1. Pemilahan 2. Pengumpulan dari rumah ke rumah 2. Menyusun tabel rencana kerja dan membuat kesepakatan Metode Kompos Rumah tangga Komunal Kegiatan 1. kesulitan dalam proses pembuatanpun dapat dilalui. Untuk menunjang kegiatan tersebut. berdasarkan jumlah keluarga yang akan berpartisipasi atau sumber sampah lainnya seperti warung. Pembalikan secara teratur Penanggung jawab Teknik Pelaksanaan Kebutuhan Potensi Perlu yang dukungan sudah ada lain PEMANFAATAN KOMPOS PENGHIJAUAN DAN BUDIDAYA TANAMAN Selama ini tidak sedikit masyarakat yang melakukan penghijauan dan budidaya tanaman obat di lingkungan rumah masing-masing. komunal. Memperkirakan jumlah sampah organik.REKOMPAK . Menentukan metoda yang digunakan: individual.JRF RENCANA TINDAK LANJUT Langkah selanjutnya untuk melakukan program pengomposan di lingkungan adalah: 1. kios.

dijual kepada petani atau tukang tanaman.REKOMPAK .20 . Beberapa tambak udang juga menggunakan kompos untuk tanah tambak. agar plankton tumbuh lebih baik. Adapun kemungkinan kontaminasi bakteri patogen dapat pula terjadi. Harga. kompos dapat digunakan untuk rehabilitasi lahan bekas tambang. seperti kotoran hewan atau sampah pertanian. jika selama proses kurang dilakukan pemantauan suhu dan kelembaban yang baik. Pemilahan sebelum proses maupun pengecekan setelah proses komposting sangat penting untuk mengurangi kemungkinan kontaminasi produk kompos dengan materi anorganik dan logam berat. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat III . Ini semua adalah potensi pemasaran kompos. 2. 1.JRF Gambar 39: Penghijauan. PENJUALAN KOMPOS Selain untuk penghijauan di rumah tangga. atau dibeli untuk program pertamanan. Pengendalian standar kualitas. penting untuk memperhatikan hal-hal berikut ini jika kompos akan dijual ke pasaran. Hal ini disebabkan biaya produksi yang lebih tinggi untuk pemilahannya. Harga jual kompos dengan bahan baku sampah rumah tangga akan sulit bersaing dengan kompos dari sampah yang lebih homogen. Namun.

Mengurangi penggunaan bahan alam untuk kebutuhan industri plastik. berarti kita membantu mengurangi jumlah pohon yang harus ditebang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat IV . logam. Makan dengan cara prasmanan lebih cocok dibandingkan dengan nasi di box untuk menghindari pemakaian kertas/kardus. dengan membiasakan memakai kertas atau fotokopi secara bolak balik.REKOMPAK .JRF BAB 4 DAUR ULANG SAMPAH NON-ORGANIK PENGERTIAN DAN MANFAAT DAUR ULANG Daur ulang adalah proses memanfaatkan bahan bekas atau sampah untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan kembali. Dengan menghemat kertas. Diantaranya adalah : 1. Saat di kantor. biasakan membawa tas belanja sendiri agar tidak memerlukan tas plastik lagi 2. Mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) 2. Gunakanlah gelas. Saat hajatan. Dapat menambah penghasilan melalui penjualan produk daur ulang yang dihasilkan 4. sehinga dapat dipakai berulang kali 3. Mengurangi dampak lingkungan yang terjadi akibat menumpuknya sampah di lingkungan 3.1 . arisan. dan jika mungkin gunakan daun untuk membungkus kue. piring atau cangkir yang dapat dipakai berulangkali. diantaranya: 1. dan lain-lain KEBIASAAN HIDUP RAMAH LINGKUNGAN Setiap rumah tangga dan anggota keluarga dapat melakukan banyak hal kecil tetapi berarti bagi lingkungan. Saat berbelanja. Atau pakailah piring dari anyaman lidi daun lontar yang diberi alas kertas atau daun. hematlah kertas. jamuan atau kumpul keluarga usahakan untuk tidak menggunakan plastik/styrofoam untuk menempatkan makanan dan minuman. Daur ulang memiliki banyak manfaat. kertas.

JRF 4. RW atau Kelurahan). 2. Sesekali adakanlah acara ‘dari warga untuk warga’ yaitu mengumpulkan barang yang sudah tidak terpakai dan biarkan orang yang membutuhkan untuk mengambil dan menggunakannya secara gratis atau dengan harga murah. Misalnya: 1. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat IV . ikat dan beri sampul sehingga menjadi buku tulis yang baru. Pemilahan sampah mulai dari rumah.REKOMPAK . para ibu kader.2 . jangan lupa menggunakan sarung tangan. Demi kesehatan. ketua RW dan pemuda/pemudi perlu bekerjasama membiasakan warga hidup secara ramah lingkungan. Jangan lupa pula untuk mencuci tangan dengan sabun sesudah kegiatan PUSAT DAUR ULANG Kegiatan pengomposan dan daur ulang sampah non-organik dapat dilakukan baik di rumah tangga maupun komunal (tingkat RT. Di tingkat masyarakat. ketua RT. beri lubang. buku-buku lama yang tidak diminati dapat diserahkan ke perpustakaan. Buku petunjuk telepon lama dapat diberikan kepada tukang sayur untuk membungkus dagangannya. tindak lanjut dari kegiatan ini adalah adanya Pusat Daur Ulang sebagai suatu kebutuhan untuk mata rantai sampah yang dikelola secara terpadu. dengan program ‘dari kakak untuk adik kelas’. buku dll. Kerjabakti secara berkala untuk mengumpulkan sampah dan membersihkan selokan. Acara yang sama di sekolah untuk baju seragam. Pada umumnya. Kumpulkan sisa halaman dari buku tulis yang masih bersih. atau kantung plastik yang diikat di pergelangan tangan. dilanjutkan dengan pusat daur-ulang sederhana. barangkali masih dapat dipakai. Saat kenaikan kelas anak. Usulkanlah di lingkungan tempat tinggal agar diadakan suatu pusat daur ulang 3.

Perlu kerjasama antara masyarakat dan pihak kelurahan maupun kecamatan untuk mempelajari peta daerah/lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pusat daur ulang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat IV . wadah 3 untuk kertas.REKOMPAK . Tulislah secara jelas fungsi masih-masing wadah. buatlah sistem pemilahan namun gunakan wadah yang lebih besar dan perhatikan kebersihan serta kerapihan agar tidak menjadi tempat kumuh yang dijauhi masyarakat. Jika perlu. 2. misalnya: wadah 1 untuk pecahan atau wadah gelas/botol. atau diberikan kepada pemulung. 4. Gunakan kardus. dan tempatkan komposter (alat pembuat kompos) tidak jauh dari jangkauan. libatkan perangkat di tingkat Kelurahan dan Kecamatan untuk mendampingi kegiatan ini * Untuk daerah yang kepadatannya tinggi dan kurang ketersediaan lahan. maupun pemuda/pemudi 3. dan tempatkan wadah-wadah tersebut di tempat yang kering.3 . pusat daur ulang mungkin menjadi sulit. Untuk sampah non organik dan barang bekas lainnya. lakukanlah pengomposan. 3. keranjang. 2. sediakanlah ruangan di suatu pojok di rumah yang tidak mengganggu kegiatan lainnya. wadah 2 untuk plastik. dll 5. ditukar dengan barang lain. Penyebaran info ini sangat efektif jika dikerjakan bersama-sama baik oleh ibu PKK. lihat apakah barang-barang tersebut dapat dijual. Jika kerjasama dengan pemulung sudah terjalin. diharapkan kegiatan ini dapat mengurangi beban pemulung dan memberi tambahan waktu kepada mereka untuk melakukan hal-hal lain yang positif Tips untuk pusat daur ulang skala komunal *) 1.JRF Tips untuk pusat daur ulang skala rumah tangga 1. namun diketahui dan mudah dicapai oleh semua anggota keluarga. para ketua RT. Sampaikan informasi seluasnya kepada masyarakat tentang bagaimana melakukan kegiatan di pusat daur ulang: tata tertib. dsb. Seperti skala rumah tangga. jam buka. Pada akhir bulan. ember bekas atau apa saja sebagai wadah. Untuk sampah organik.

Tas anyaman dari aluminium foil 4. Amplop dan kertas surat dari kertas daur ulang 3.4 .REKOMPAK . Berbagai produk dari flexible plastic. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat IV . Taplak dari sedotan plastik 5. Tas anyaman dari bungkus mi instan 2.JRF ANEKA KREASI (HASTA KARYA) DAUR ULANG 1 2 3 4 5 Gambar 40: 1.

Alat-alat : 1.5 .REKOMPAK . Blender 2. Papan kayu yang dilapisi kain tipis (disebut sebagai kain hero) 5. Screen (cetak saring) 3. Bak besar Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat IV .JRF DAUR ULANG KERTAS Berikut ini adalah cara sederhana membuat kertas daur ulang yang dapat dilakukan di rumah tangga atau masyarakat Gambar 41: Cara membuat kertas daur ulang. Rekel (dapat dibeli di toko kertas) 4.

REKOMPAK .6 .JRF Bahan: 1. Air Langkah pembuatan: 1. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat IV . cabut kertas dengan perlahan-lahan. Setelah kering. Ulangi langkah berkali-kali hingga papan dipenuhi oleh kertas secara merata. 5. Kertas bekas (sewarna dan sejenis lebih baik) 2. lalu aduk hingga merata dengan campuran pulp dan lem. Perbandingan antara air. Bubur kertas dan lem kemudian dimasukkan ke dalam bak besar berisi air. Potongan kertas direndam di dalam bak air selama sekitar tiga jam (tergantung jenis kertasnya). Lem kertas 3. 2. Basahi papan yang telah dilapisi dengan kain hero. Jemur papan di tempat panas hingga kertas menjadi kering. Masukkan screen ke dalam bak. Kertas dilunakkan dengan blender hingga halus hasilnya dan menyerupai bubur kertas (pulp). Kertas bekas dipotong kecil-kecil dengan ukuran sekitar 3 x 3 cm. 3. Masukkan karakteristik yang dipilih ke dalam bak. Masukkan bubur kertas (pulp) ke dalam bak besar lagi. Tempelkan screen ke papan lalu dirakel sehingga airnya turunAngkat screen hingga kertas menempel di papan 4. bubur kertas dan lem adalah: 15 liter air : 3 liter bubur kertas : 1 sendok makan lem. Angkat screen hingga pulp tinggal di atas screen.

7 . c. Peleburan (pembuatan pelet). 2. Pembersihan dan pengepakan. Pelet. Produksi barang baru.REKOMPAK . 3. 1. Gunting kecil Benang Jarum jahit strimin (sulaman) Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat IV . 4.JRF DAUR ULANG PLASTIK Gambar 42: Proses daur ulang plastik menjadi bijih plastik dan digunakan kembali sebagai barang rumah tangga. TAS ANYAMAN DARI BUNGKUS MI INSTANT DAN KOPI Bahan-bahan: a. 6. Pencacahan. 5. Kemasan mi instant Alat-alat: a. b. Pemilahan sampah plastik.

4. hanya berbeda pada bahan yang digunakan. Bahan baku bungkus mi instan. dirangkaikan satu sama lain membentuk anyaman tas 6. Hasil anyaman dirangkai dengan cara dijahit menggunakan benang. Bekas kemasan mi instant yang sudah dibersihkan dan dirapikan. Gambar 43: 1. hasil lipatan. proses menganyam.JRF Cara pembuatan 1. Anyaman tas yang telah terbentuk diperkuat dengan cara dijahit menggunakan benang dan jarum jahit 7. 3. 2. Lipatan ditipiskan dan dirapikan dengan menggunakan ujung gunting Lipatan-lipatan kemasan mi instant yang sudah terbentuk. Tas anyaman dari bungkus kopi memerlukan alat-alat dan cara pembuatan yang sama dengan tas anyaman dari bungkus mi instant. 5. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat IV .REKOMPAK . 5. Bagian dalam dan luar bekas kemasan mi instant dibersihkan Masing-masing ujung atas dan bawah kemasan digunting agar kemasan lebih rapi dan mudah untuk dilipat 3. proses melipat. 2. Tas anyaman siap untuk digunakan Berikut adalah langkah kerja persiapan kemasan mi instant yang siap untuk dianyam membentuk tas dan produk-produk lainnya.8 . dilipat menjadi tiga bagian dengan bentuk lipatan disesuaikan dengan bagian kemasan yang ingin ditampilkan 4.

1983). 1983). Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat V-1 .JRF BAB 5 MEMBUAT BRIKET ARANG DARI SAMPAH PENGERTIAN DAN TUJUAN Briket merupakan bahan bakar padat yang menjadi bahan bakar alternative pengganti minyak tanah dan arang kayu. Sampah organik pun juga bisa dimanfaatkan Pada awal perkembangannya. kayu adalah sumber bahan bakar yang paling banyak dipakai karena mudah didapat dan sederhana penggunaannya. Selain itu. Untuk itu diperlukan alternatif penggantiannya. 2003). Tapi. Keuntungan arang yang diubah bentuk menjadi briket adalah akan memberikan kalor pembakaran yang lebih tinggi dan asap yang lebih sedikit (Anonim. ukuran dan kerapatan dengan cara mengepress campuran serbuk arang dengan perekat (Hartoyo dkk. dimana sampah organik merupakan bahan yang masih mengikat energi.REKOMPAK . Namun dewasa ini tekanan terhadap hutan sangatlah berat sehingga mengurangi persediaan kayu sebagai bahan bakar. juga dapat memudahkan dalam pengemasan. khususnya di kawasan Kecamatan Kretek dan Bambanglipuro. briket juga memberikan keuntungan karena rendahnya pencemaran yang ditimbulkan dalam penggunaannya (Saswojo. dan salah satunya adalah pembuatan briket arang. pemasaran dan penggunaannya (Sudrajat. Dalam upaya pemanfaatan sampah organik. oleh karena itu rantai pelepasan energi dimaksud diperpanjang dengan cara memanfaatkannya sebagai bahan pembuatan briket arang. Selain memiliki nilai kalor tinggi serta lebih efektif dan efisien dibanding bentuk aslinya. Saat ini bahan untuk membuat briket tak hanya dari batu bara saja. bagi sebagian warga Bantul. 1978). pengangkutan. Salah satu contoh pemanfaatn sampah sebagai briket arang adalah sebagai berikut : sampah makin melimpah kian menjadi masalah. banyaknya sampah justru menjadi berkah. Briket arang adalah arang yang dirubah dalam bentuk.

JRF Mereka mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat dan mendatangkan keuntungan ekonomi. untuk 1 kg sampah yang akan dipirolisis. juga untuk membedakan dengan briket batu bara yang sudah ada dikenal masyarakat sebelumnya. glodogan. Bantul. tersebar di kawasan Kecamatan Kretek dan Bambanglipuro. Briket dibuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat V-2 . ranting dan sekam padi. "Sebenarnya tak harus kulit kacang. yaitu daun mahoni. Dedaunan. salah seorang pemilik sentra pembuatan briket sampah menyebutkan bahwa kegiatan membuat briket ini mulai marak setahun lalu. Briket yang satu ini memang terbuat dari sampah. Bambanglipuro. kulit kelapa. Pirolisisis dilaksanakan pada kiln dan retort dengan bahan bakar pada kiln adalah sampah organik. tapi semua sampah organik bisa untuk bahan baku. Edi Gunarto (35).5 kg ranting." ujarnya saat ditemui dirumahnya yang terletak di Dusun Plebengan. Rasio bahan bakar yang digunakan adalah 2 kg daun dan 0. Sebutan briket sampah. Limbah organik dapat mencapai 4. Daun-daunan misalnya. selain mengacu pada bahan baku. melainkan sampah organik. Suhu mencapai 3100C selama 53. Penelitian beliau mengambil sampel dari daun kering di sabuk hijau kota. felicium. Karenanya pengubahan limbah padat menjadi briket arang akan mengurangi timbunan. PRINSIP DASAR PEMBUATAN BRIKET ARANG Menurut Nisandi (2007). di rumahnya Edi juga memiliki usaha penggilingan pengupasan kacang dan penggergajian kayu sehingga tak perlu susah-susah membeli bahan baku. Tapi sampah yang dipakai bukan sembarang sampah.114 % dari total sampah perkotaan.2 menit dalam 6 kali pirolisis. Pengetahuan dan keterampilan membuat bahan bakar alternatif tersebut mereka dapat dari pelatihan yang diselenggarakan pemerintah desa setempat. Bantul. sidomulyo. rating-ranting tumbuhan kecil contohnya. Salah satu produk "daur ulang" sampah itu adalah briket sampah. Maklum. limbah padat organik adalah limbah yang dapat diubah menjadi briket arang dengan metode pirolisis (pengarangan). Edi sendiri menggunakan bahan baku kulit kacang dan serutan kayu sisa gergajian kayu untuk pembuatan briket. bisa dibuat briket. Setelah dipirolisis arang dihaluskan dan disaring dengan 20-40 mesh filter.REKOMPAK . Saat ini ada sekitar tujuh sentra pembuatan briket sampah. Penggunaan bahan baku kulit kacang dan sisa gergajian kayu itu lantaran bahan tersebut melimpah di rumahnya.3 – 73.

28 60 1 62 6230 Inggris 3.4407 6914. Setelah dikeringkan di udara bebas selama sekitar 3 hari briket diuji kualitasnya.JRF dengan mencampur arang dan air serta tepung tapioka dengan perbandingan 50:24:1.51 16.6 5.30 60 .65 6000 . 1994 Gambar 44. Standar kualitas briket arang pada tiap negara berbeda.4 75.80 1 – 1.57 5. seperti pada tabel berikut : Tabel 5.1 Standar Kualitas Briket Arang Sifat Kadar Air (%) Kadar Abu (%) Kadar Zat menguap (%) Kadar karbon terikat (%) Kerapatan (g/cm3) Kekuatan tekan (kg/cm2) Nilai kalor (kal/g) Jepang 6-8 3-6 15 .35 0.48 12.2 8.7000 Amerika 6.3 19 . Campuran ini ditekan dengan kekuatan 159.REKOMPAK .11 Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Hutan.9 16.2 60 .7 7289 Indonesia (SNI) 7.14 78.3 0.09 kg/cm2 selama setengah menit. Briket Arang dari Sampah yg diap digunakan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat V-3 .

Setiap 1 kg berisi 20 kotak briket. Pembakaran dapat dilakukan dengan menggunakan drum atau bak di dalam tanah. Setelah itu barulah dilakukan pencetakan dan pengepresan dengan mesin. Proses pertama adalah proses membuat arang. Semakin kecil ukuran briket. Lebih Irit Dari Kayu Bakar Menggunakan briket untuk bahan bakar memasak.500. briket yang masih basah cukup didiamkan selama 4 hari. bubuk arang tersebut dicampur dengan adonan perekat yang terbuat dari kanji. Kemasan untuk rumah tangga biasanya dalam ukuran kiloan. briket pun siap digunakan. maka semakin mudah untuk menyalakannya. campuran bubuknya sebesar sepuluh kilogram (1 kg adonan perekat : 10 kg bubuk arang). Agar mudah dalam pemasarannya. dan gorengan lauk. Perbandingan campurannya. Namun kelemahannya. Setelah proses pencetakan selesai. "Bahkan hitungannya juga lebih irit dari kayu bakar. Setelah menjadi arang. setiap satu kilogram adonan perekat. briket yang masih basah itu kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama kurang lebih 2 hari. Satu kotak briket besarnya kurang lebih 4 cm x 4 cm dengan ketebalan sekitar 3 cm.000-an. Setelah kering. untuk keperluan memasak nasi. Sedangkan jika menggunakan briket cukup hanya mengeluarkan uang Rp 1. makin semakin tinggi daya nyala apinya. ada yang kotak dan ada juga yang bulat. briket dikemas dalam kantung plastik. jika asumsinya kayu bakar juga membeli. Proses pencetakan briket menentukan briket yang akan dibuat. Semakin padat briket.JRF Membuat briket sampah tidaklah terlalu sulit. Selanjutnya. Hitungan sederhananya. Satu ikat kayu yang kemampuan nyalanya sebanding dengan setengah kilogram Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat V-4 . terhitung lebih irit dibanding minyak tanah. jika tak ada panas. atau pada saat musim hujan.REKOMPAK . sampah bakar kemudian digiling hingga berbentuk bubuk arang. Cetakan briket pun beragam. sayur. Jika dibakar di dalam ruang atau tabung terbuka maka akan sampah yang dibakar akan menjadi abu. jika menggunakan kompor minyak tanah akan menghabiskan sekitar 1 liter minyak yang harganya sekarang ini paling tidak sekitar Rp 3. Harga 1 kg briket sekitar Rp 2. briket ukuran kecil semakin cepat habis. Bahan baku yang berupa sampah dibuat arang dengan cara dibakar dalam tabung tertutup.250 untuk keperluan memasak. Pengepresan merupakan bagian sangat penting karena menyangkut kualitas kepadatan briket.

kendala pengembangan produksi briket sampah. Untuk menyalakan briket ini diperlukan tungku gerabah. "Kapasitas tungku kecil bisa untuk memasak nasi. Bahkan sisanya masih bisa untuk menanak air untuk mandi. Kemudian briket dinyalakan dari atas. briket batu bara juga agak sulit didapatkan.5 jam. Namun selama ini pemanfaatan bahan bakar tersebut masih sebatas untuk bahan bakar bagi industri besar. Apinya pun cenderung stabil menyala. Tungku untuk ukuran rumah tangga.JRF briket paling tidak sekarang harganya sekitar Rp 2. di daerah pedesaan. Tidak perlu hembusan angin dari kipas. briket ditaruh di lubang di atas tungku. "jelaganya tidak hitam. Bantul. tapi putih dan lebih mudah dibersihkan. Mudah Nyala Di Tungku Kecil Mendengar kata briket. Karena pembakaran bahan bakar ini tidak banyak mengeluarkan asap maupun jelaga.REKOMPAK . dan gorengan lauk secara bergantian. briket sampah ini memang belum banyak dikenal masyarakat luas. umumnya yang muncul dalam ingatan kita adalah briket batu bara. Kretek. Sedangkan dengan briket. Selain itu." lanjut Sudarti (28) pembuat briket sampah dari Tirtohargo. sayur. Selain itu. Rumah tangga belum banyak yang memakainya karena selain agak sulit ketika menyalakannya untuk tungku kecil. Untuk menyalakan briket sampah pun tidak sesulit briket batu bara. Atun (26) warga Samen. Sebagaimana briket pada umumnya. harganya juga relatif mahal. Kekuatan menyala 1/2 kg briket berkisar 1. briket sampah tidak akan mengotori peralatan masak ketika dipakai untuk memasak. Briket batu bara selama ini dikenal sebagai bahan bakar alternatif. Bambanglipuro. yang telah beralih menggunakan briket. Untuk merangsang api menyala bisa menqqunakan bantuan secuil kain atau kertas." kata Ny.500. lebih pada Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat V-5 ." kata Edi. Sumbermulyo. Selain lebih irit. Bantul. biasanya menggunakan ukuran kapasitas 1/2 kg dan 1 kg briket. Asal satu kotak briket sudah menyala maka dalam waktu cepat akan menular ke kotak briket lainnya. Caranya. sebagaimana diungkapkan Gunarto. mudah ketika menyalakannya. Sosialisasi pada konsumen masih sangat terbatas. Jika memakai kayu masih harus melakukan proses pembakaran kayu yang membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

boleh jadi briket sampah menjadi satu satu pilihan alternatif bahan bakar. Belum lagi rasa takut akibat pemberitaan kasus ledakan gas elpiji.JRF peralatan. Mengentaskan masyarakat dari kemiskinan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat V-6 . bau dan aroma dari masakan yang dimasak tetap asli/orisinil 6. juga membantu mengurangi penumpukan sampah. Aman dan tidak meledak Selain itu pemakaian Briket Arang akan menunjang program Pemerintah dalam : 1. Panas dari nyala briket relatif lebih tinggi 3. Solusinya. Ini artinya. Apapun alasannya. Daya tahan nyala briket cukup lama tidak berbau dan tidak berasap 5. Lebih irit dan hemat 2. Menghemat devisa negara 5. Selain lebih irit secara ekonomis. Rasa. Nyala briket lebih bersih (tidak berjelaga) 4. Konservasi dan diversifikasi energi 4. Selama ini produsen briket sampah di kedua daerah ini masih menqandalkan peralatan manual Akibatnya kualitas pada proses pres kurang bisa seragam kepadatannya.REKOMPAK . Memperluan kesempatan berusaha dan lapangan kerja baru 6. Tungku yang bisa digunakan (banyak di pasaran) Manfaat dan keuntungan memasak dengan Briket Arang : 1. Gas juga setiap saat meroket harganya. Minyak tanah kian mahal dan langka. ikut menjaga kebersihan lingkungan Gambar 45. Konservasi hutan 3. Konservasi hutan 2. menggunakan apalagi membuat sendiri briket sampah jelas lebih menguntungkan.

REKOMPAK . and Surabaya. Bandung.ad-one. Subang. et. November 2006. 5. Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) 6. Pusdakota Universitas Surabaya 3. Tata Laut. Sri Wahyono. Situs resmi Dinas Kebersihan DKI Jakarta. 2005. Inc.net/artikel/sampah. Fardah Assegaf. November 2007. http://kebersihandki. Kalau Sulit Dilawan. 2004. Kementerian Lingkungan Hidup 2. Menengah. UNESCO Jakarta Office Rudi Yuwono. 2005. Nuning Wirjoatmodjo et. Christianto. Comparative Assessment on Community Based Solid Waste Management (CBSWM) – Medan. 2002. Tertib Darat. al. Pedoman Umum Pembuatan Kompos Untuk Skala Kecil. UNESCO Jakarta Office 4.html Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat DP . Nuning Wirjoatmodjo. Pengomposan Sampah Rumah Tangga.1 . Langkah Kecil Untuk Lompatan Besar. Environmental Services Program. Jadikan Kawan.com/ http://merbabu-com. Tri Bangun L. 8. al. for USAID 7. Sony. Pengomposan Sampah Rumah Tangga. dan Besar. Development Alternatives.JRF DAFTAR PUSTAKA 1.