You are on page 1of 27

TUGAS CONFINED SPACE

TK3 VI A KELOMPOK 1 :
1. Dio Dita pradana 2. Nanda Widya Pryandika 3. Dwi Ayu Wulansari 4. Yoga Adi Mulya

6510040005 6510040016 6510040020 6510040028

TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ruang tertutup (confined space) adalah ruang yang cukup besar yang memungkinkan orang untuk masuk ke dalamnya untuk melakukan pekerjaan, dan memiliki keterbatasan untuk keluar dan masuk serta tidak dirancang untuk tempat kerja yang terus menerus seperti tangki, silo, dan bejana lainnya. Bekerja di dalam ruang terbatas (confined spaces) mempunyai resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja di dalamnya. Oleh karenanya diperlukan aturan dalam rangka memberikan jaminan perlindungan terhadap pekerja dan aset lainnya, baik melalui peraturan perundang-undangan, program memasuki ruang terbatas dan persyaratan ataupun prosedur untuk memasuki dan bekerja di dalam ruang terbatas. Mengandung beberapa sumber bahaya baik yang berasal dari bahan kimia yang mengandung racun dan mudah terbakar dalam bentuk gas, uap, asap, debu dan sebagainya. Selain itu masih terdapat bahaya lain berupa terjadinya oksigen defisiensi atau sebaliknya kadar oksigen yang berlebihan, suhu yang ekstrem, terjebak atau terliputi (engulfment), maupun resiko fisik lainnya yang timbul seperti kebisingan, permukaan yang basah atau licin dan kejatuhan benda keras yang terdapat di dalam ruang terbatas tersebut yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja sampai dengan kematian tenaga kerja yang bekerja di dalamnya. Banyak kecelakaan fatal (mengakibatkan meninggal dunia) terjadi terhadap pekerja yang bekerja dalam ruang tertutup tersebut, karena tidak memahami dan mengindahkan praktek dan prosedur kerja yang selamat. Sebagian besar dari yang meninggal justru terjadi pada mereka yang berusaha untuk menyelamatkan teman sekerjanya yang mengalami kecelakaan saat bekerja dalam ruang tertutup tersebut. Kecelakaan ini dapat terjadi karena beberapa bahaya yang ada dalam ruang tertutup seperti potensi kekurangan

Sebagai calon ahli K3 kami harus mengetahui prosedur dan bahya apa yang akan timbul apabila bekerja di dalam ruang terbatas dan bagaimana cara tindakan pengendalian agar tidak terjadi kecelakaanakibat bekerja didalam ruang terbatas. .Makalah ini dibuat karena banyak sekali bahaya dan kecelakaan yang terjadi akibat bekerja di dalam ruang terbatas.2 Tujuan Memberikan pengetahuan tentang Keselamatan dan kesehatan kerja untuk pekerjaan yang dilakukan di ruangan terbatas dan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan pada pekerjaan di dalam ruang terbatas (confined spaces) guna mengerti bagaimana mencegah terjadinya kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja serta menekan kerugian karena peledakan. 1. kebakaran dan klaim kesehatan lainnya.

1 Pengertian Confined Space Jenis-Jenis tempat kerja dibedakan menjadi: 1. . furnace. seperti tanki penyimpanan. Ciri-ciri dari confined space adalah sebagai berikut:  Memiliki bukaan yang terbatas baik untuk masuk maupun keluar. pipa dan sejenisnya. terowongan. Tidak dirancang untuk manusia berada didalamnya terus menerus. karakteristik ruang terbatas adalah. karena tingkat bahaya dalam confined space jauh lebih tinggi dibandingkan tempat kerja open space. • Ada ruang untuk masuk yang cukup besar atau setidaknya sebagian terbuka.Contoh ruang terbatas: tangki produk. 3. Ruang Terbuka (Open Space). sebagai berikut: 1. vessel. Berdasarkan standar OSHA. 2. • • • Di area pabrik umumnya sangat mudah untuk menemui confined space. Jalan masuk dan keluar terbatas. tangki air. Ruang Terbatas (Confined Space). Berpontensi mengandung gas beracun. Tidak dirancang untuk ditempati secara terus menerus sebagai tempat bekerja normal. dsb. saluran udara. kita dapat mengidentifikasi confined space yang ada di lingkungan kerja. 2. Ventilasi yang tidak memadai. piping system. header pit. Identifikasi dilakukan agar ada standar prosedur kerja khusus. Memiliki ventilasi yang terbatas.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Berdasarkan definisi tersebut. ruangan untuk spray painting. saluran air bawah tanah (sewers).

13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan direktur jenderal pembinaan pengawasan ketenagakerjaan No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja Undang No. Sistem Lock Out Tag Out (LOTO) dilakukan atas izin dan sepengetahuan dari operator ini.3 Kualifikasi dan Tanggung Jawab a) Supervisory Personnel: adalah orang yang bertugas mengawasi pekerjaan confined space tersebut. 113/djppk/ix/2006 tentang pedoman dan pembinaan teknis petugas keselamatan dan kesehatan kerja ruang terbatas (confined spaces) direktur jenderal pembinaan pengawasan ketenagakerjaan •Keputusan Menteri TenagaKerja No.2 Peraturan yang terkait •Undang Undang No.Gambar 2. b) Operator: adalah orang yang bertugas mengoperasikan atau mematikan jalannya sistem atau proses di sebuah plant.187/MEN/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja 2.1: Contoh ruang terbatas (confined space) 2. . KEP. 3 tahun 1969 tentang Persetujuan Konvensi ILO Undang No. dan harus tahu prosedur kerja yang aman serta scope kerja dia seperti apa. Kep. 120 mengenai Hygiene dalam Perniagaan dan Kantor-Kantor •Undang •Undang •Keputusan no. dia juga yang memegang kendali untuk Emergency Response Team (ERT Leader).

e) Safety Watch (Safety Standby) : adalah orang yang bertugas untuk memastikan berjalannya sistem keselamatan sesuai dengan work permit yang telah dibuat dan penilaian resiko yang telah disepakati bersama. Beliau juga yang menyatakan area kerja tersebut aman atau tidak dari gas berbahaya melalui hasil gas detektor yang dia lakukan. sehingga dia bisa memberikan peringatan dini dan memberhentikan pekerjaan ketika ada kondisi yang dianggap emergency. tim ini harus selalu standby dilokasi saat onfined space working sedang berlangsung. Tugas utamanya adalah untuk mengendalikan orang masuk ke dalam dan ruang luar terbatas dan . ada potensi sumber api yang dapat terbakar dll. harus memiliki pengetahuan mengenai safe work practices dan apa yang dilakukan ketika terjadi keadaan darurat. d) Gas Tester: adalah seoarang yang qualified untuk melakukan pengecekan gas dalam confined space. Dia juga harus menjelaskan setiap resiko dan penanggulangan dalam Job Safety Analysis (JSA) yang akan dihadapi oleh pekerja melalui Pre Job safety Meeting (PJSM) f) Rescue Personnel: ialah regu yang bertugas untuk menyelamatkan karyawan ketika ada kondisi darurat sperti karyawan terpapar gas beracun hingga pingsan. h) Watch Man : Selama pelaksanaan masuk ruang tertutup.c) Pekerja: adalah orang yang akan melakukan pekerjaan dalam ruang terbatas. penjaga harus siap di pintu masuk. Pekerja tidak boleh masuk ke dalam confined space sebelum dilakukan gas test oleh gas tester untuk mengetahui kandungan gas apa saja yang ada didalam area terbatas tersebut. dll. serta menggunkan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai prosedur dan hasil analisa bahaya. Dia bekerja dilengkapi dengan gas detektor dan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA). g) Fire Watch: adalah petugas yang bertugas untuk mengawasi setiap proses pekerjaan apakah mengeluarkan percikan api. anggota dari tim ini minimal harus telah mendapat kan pelatihan Basic First Aider (BFA).

Gambar 2.1 Pengurus wajib melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap tempat kerja untuk menentukan apakah terdapat ruang terbatas dengan ijin khusus.4 Persyaratan Umum Bekerja Di Dalam Ruang Terbatas 2.3 Jika pengurus memutuskan bahwa pekerja tidak diperbolehkan memasuki ruang terbatas dengan ijin khusus. 2. Dia harus menginformasikan nomor darurat jika ada keadaan darurat di dalam ruang tertutup. Dia juga untuk mengontrol sistem blower atau exhaust.2: Watch Man berjaga diluar ruang terbatas (confined space) 2. pengurus wajib menginformasikannya kepada pekerja dengan memasang tanda bahaya atau peralatan lain yang efektif.2 Jika pada tempat kerja terdapat ruang terbatas dengan ijin khusus. Dia harus meningkatkan alarm untuk pendatang jika ada situasi darurat yang dapat membahayakan pendatang. mengenai keberadaan dan lokasi serta bahaya yang terdapat dalam ruang terbatas yang memerlukan ijin khusus tersebut. .4.4.untuk memastikan mereka mengisi Log In / Out Lembar dengan benar. 2.4.

turut untuk kadar oksigen.1.5. 2.1. pada jalur tersebut harus dipasang selusur. 2.4.3 Tidak boleh ada udara berbahaya dalam ruangan tersebut jika terdapat pekerja di dalamnya 2.4 Wajib menyediakan sistem aliran udara secara kontinyu. 2.1 Jika penutup akses atau pintu masuk dibuka. gas dan uap yang mudah terbakar dan kontaminan udara yang berpotensi berbahaya. 2.5.5.5.1.5 Persyaratan untuk ruang terbatas yang memerlukan ijin khusus 2. udara di dalam ruangan harus diuji terlebih dahulu.2 Aliran udara tersebut diarahkan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai area dimana pekerja akan berada dan harus berlangsung terus menerus selama pekerja berada di dalam.5.2 Sebelum pekerja memasuki ruangan.4.5.1 Pekerja tidak boleh memasuki ruangan sebelum udara berbahaya di dalamnya dibersihkan terlebih dahulu 2.1.5. penutup sementara atau penghalang sementara lainnya untuk mencegah masuknya pekerja tanpa disengaja dan untuk melindungi pekerja di dalam ruang terbatas tersebut dari masuknya benda asing ke dalam ruangan.4. dengan ketentuan sebagai berikut: 2.pengurus wajib melakukan langkah-langkah untuk mencegah dan melarang pekerja memasuki ruang terbatas tersebut.3 Pengaturan aliran udara tersebut harus diperoleh dari sumber yang bersih dan tidak boleh meningkatkan bahaya dalam ruangan . Setiap pekerja yang memasuki ruangan atau perwakilan pekerja tersebut. wajib diberi kesempatan untuk mengawasi pengujian tersebut.1. berturut.1.5.1. dengan peralatan yang telah dikalibrasi.1 Peryaratan yang wajib dilakukan untuk memasuki ruang terbatas dengan ijin khusus 2.

6.6.5 Udara dalam ruangan harus diuji secara berkala sesering mungkin untuk memastikan bahwa pengaturan aliran udara dapat mencegah akumulasi udara yang berbahaya dalam ruangan.1 Setiap pekerja harus meninggalkan ruangan terbatas tersebut secepatnya 2.5.3 melindungi tersebut berlangsung 2. atau perwakilan pekerja tersebut.4 Pengurus wajib memastikan bahwa sebelum kegiatan ruang tersebut telah aman dan telah dilakukan pemeriksaan berlangsung.1.2 menentukan 2.1. Setiap pekerja yang memasuki ruangan.1. Pernyataan tertulis tersebut harus dibuat sebelum kegiatan berlangsung dan dapat dilihat oleh pekerja yang akan melakukan kegiatan dalam ruang tersebut.6 Jika terdeteksi udara berbahaya selama kegiatan berlangsung: 2.5. 2.1. wajib diberi kesempatan untuk mengamati proses pengujian tersebut.5.2. yang memuat tanggal.6.5.6. dapat diklasifikasikan kembali sebagai ruang terbatas tanpa ijin khusus dengan persyaratan berikut. lokasi ruang dan tandatangan petugas pemeriksa.5.2 Ruang yang diklasifikasikan sebagai ruang terbatas dengan ijin khusus oleh pengurus.5.1.melalui pernyataan tertulis. Ruangan harus dievaluasi untuk bagaimana udara berbahaya tersebut dapat terjadi.1. 2. atau perwakilan pekerja tersebut. dan Harus dilakukan pemeriksaan untuk pekerja sebelum dari udara berbahaya berikutnya kegiatan .5.

1 Bekerja di ruang terbatas dapat memberikan tekanan fisik dan psikologis.6 Persyaratan Kesehatan Orang yang Bekerja di Ruang Terbatas 2. seluruh pekerja wajib meninggalkan ruangan. ruang tersebut dapat diklasifikasikan kembali sebagai ruang terbatas tanpa ijin khusus selama tetap tidak terdapat bahaya di dalamnya. Hal ini dikarenakan kualitas penerangan yang buruk dan ruangan yang sempit.5. dapat menyebabkan gangguan .2.2. 2. Sertifikasi tersebut dapat dibaca oleh seluruh pekerja yang memasuki ruang tersebut atau oleh perwakilan pekerja 2.2.6. dan jika bahaya di dalamnya telah dieliminasi tanpa perlu masuk ke dalam ruangan tersebut.2. Jika dirasakan perlu untuk memasuki ruang tersebut untuk menghilangkan bahaya di dalamnya. Jika pengujian dan pemeriksaan selama kegiatan membuktikan bahwa bahaya dalam ruang tersebut telah dihilangkan.2.1 Jika ruang terbatas dengan ijin khusus tersebut tidak mengandung udara berbahaya.4. kegiatan tersebut harus dilakukan sesuai persyaratan pada paragraph sebelumnya. melalui sertifikasi yang memuat tanggal. 2.2.5. 2. lokasi ruang dan tandatangan petugas yang membuat penentuan tersebut.3. Pengurus wajib mengevaluasi kembali ruang tersebut dan menentukan apakah ruang tersebut harus diklasifikasikan kembali sebagai ruang terbatas dengan ijin khusus.5.5. Pengurus wajib mendokumentasikan dasar penentuan bahwa seluruh bahaya dalam ruang terbatas dengan ijin khusus telah dihilangkan. Jika bahaya timbul dalam ruang terbatas dengan ijin khusus yang telah diklasifikasikan sebagai ruang terbatas tanpa ijin khusus. ruang tersebut dapatdiklasifikasikan kembali sebagai ruang terbatas tanpa ijin khusus selama tetap tidak terdapat udara berbahaya di dalamnya.

pastikan dinding galian telah mengikuti prosedur keselamatan untuk pencegahan longsoran atau pemasangan dinding pengaman (retaining wall) sehingga dinding galian dibuat 45 derajat.2. bronchitis atau sesak napas apabila kelelahan 2. produk atau material yang berkaitan dengan peralatan yang akan dimasuki .6.2. vessel atau boiler tersebut telah dikosongkan atau di drainage • Identifikasi peralatan: nomor dan letak peralatan atau vessel.6.2. diagram bagian .6.7 Gangguan atau sakit tulang belakang lainnya yang dapat membahayakan 2.2.6.6.2 Pengurus wajib memastikan petugas yang bekerja di ruang terbatas dalam keadaan sehat secara fisik dan dinyatakan oleh dokter pemeriksa kesehatan kerja bahwa petugas tersebut tidak mempunyai riwayat : 2.2.6.6.5 Sakit kepala seperti migrain ataupun vertigo yang dapat menyebabkan disorientasi 2.bagian dalamnya. • Jika memasuki ke dalam vessel atau manhole.6. sehingga karyawan yang lain tahu bahwa dalam sistem itu sedang ada proses perbaikan atau pekerjaan sehingga proses tersebut tidak bisa di running untuk sementara. daftar jalur yang di blind.4 Gangguan pendengaran 2.9 Penyakit 2.3 Asma.1 Sakit sawan atau epilepsi 2.6 Klaustropobia.8 Kecacatan penglihatan permanen 2.2.6.2 Penyakit jantung atau gangguan jantung 2.2.7 keselamatan selama bekerja di ruang terbatas Persiapan Sebelum Memasuki Confined Space Memastikan beberapa prosedur telah dijalankan seperti : • Jika memasuki area galian. pastikan juga fluida yang didalam jalur pipa.2. pastikan sistem LOTO telah berjalan dan terpasang. atau gangguan mental lainnya 2.6. 2.2.penglihatan dan keseimbangan karena menurunnya fungsi koordinasidan peredaran darah yang tidak normal.

Ventilasi 4. disconnect. Purrging 3. plug or cap.3: Kartu Pengenal Masuk (Entry Tag) yang ditampilkan pada pintu masuk ruang tertutup . misal fluida nya condensate maka harus tahu MSDS dari material tersebut. Persiapan di lapangan : 1. kemudian safety pracautions nya juga harus disiapkan. double block and bleed) 5. Isolasi peralatan (blind. Cleaning atau pembersihan 2.Material Safety Data Sheet (MSDS). blank. Gas test 6. Pemutusan arus atau energi Gambar 2.

9 %. Tabel 2. bila oksigen diudara kurang dari 19 % manusia akan mengalkami kesulitan bernafas dan akan mengakibatkan berbagai gangguan (lemas.1 Konsentrasi Oksigen 21% Konsentrasi normal Oksigen diudara 15%-19% Tanda pertama adalah hipoksia. Penuruan kemampuan untuk bekerja. persepsi dan . dan mulai terjadi gangguan koordinasi otot. pingsan dan dapat berakibat kematian).Bahaya dalam Ruang Terbatas Bekerja dalam ruang terbatas atau tertutup yang bekas berisi zat hydrokarbon atau bahan kimia lainnya mengandung berbagai jenis bahaya yaitu : a) Oksigen defficiency ( kekurangan oksigen ) Bahaya kekurangan oksigen dapat terjadi dalam ruang terbatas/tertutup atau ruangan yangan memiliki ventilasi kurang baik. laju napas mulai naik.8 Bahaya .Gambar 2.4: Pengujian terhadap atmosfir dalam ruang tertutup 2. seperti diketahui udara nornal yang yang dihirup untiuk bernafas mempunyai kadar oksigen 20. Dapat menimbulkan gangguan awal pada sirkulasi paru bagi yang memiliki masalah pernapasan (sesak napas) 12%-14% Proses pernapasan mulai berat.

bejana. muntah. kejang. tidak mampu bergerak. mual. pada tangki.Bila seseorang memasuki ruang terbatas atau tertutp harus memperhitungkan kemungkinan adanya campuran mudah terbakar ini sehingga harus .sifat tertentu serta efek keracunan terhadap manusia. Campuran gas dan udara dalam jumlah yang cukup akan membentuk campuran yang mudah meledak dan mengakibatkan bahaya kebakaran atau peledakan. media absorbent didalamnya dan sebagainya yang masih cukup potensial untuk menimbulkan gas – gas yang mudah terbakar. c) Bahaya kebakaran dan peledakan Pada tangki – tangki. CO. Apabila campuran tersebut terkena atau mendapat sumber panas yang cukup akanmengakibatkan terjadinya kebakaran atau peledakan.penilaian. dan meninggal b) Bahaya keracunan Didalam ruang – ruang terbatas sering ditemukan gas – gas berbahaya bagi manusia. Untuk itu sebelum memsuki ruang terbatas atau tertutup harus diyakinkan terlebih dahulu bahwa ruangan tersebut telah bebas dari zat – zat berbahaya. pingsan. bibir biru. vessel atau ruangan lainnya yang bekas mengandung zat mudah terbakar dapat terjadi bahaya kebakaran atau peledakan. walaupun suatu tangki atau bejana telah dikosongkan dari isinya mungkin masih ditemukan sisa kotoran. 6 menit. penilaian makin 8%-10% 6%-8% 4%-6% buruk dan bibir mulai biru. pucat. gas tersebut mempunyai sifat . tidak sadar. 100% kemungkinan meninggal Koma dalam 40 detik. Gagal mental. kerak. 10%-12% Laju pernapasan makin cepat dan dalam. H2S dll. bejana atau aparat lain bekas berisi minyak atau gas bumi sering ditemukan senyawa hydrokarbon. CO2. 50% kemungkinan meninggal8 menit. pernapasan terhenti.

Kemungkinan lain berasal • dari exhoust motor atau alat-alat lainnya yang menggunakan sumber daya listrik. • Percikan bunga api Bisa timbul karena pergesekan atau benturan antara bahan logam. guna mencegah terjadinya listrik statis pada selang atau pipa diberi grounding. apabila muatan listrik statis yang terakumulasi telah cukup maka ion positip atau negatif akan berpindah sehingga terjadi listrk statis yang dapat menghasilkan energi panas tinggi. • Api terbuka Yaitu sumber api yang berasal dari pekerjaan pengelasan dan lainnya yang terdapat di sekitar lokasi kerja.mencegah adanya sumber panas atau api yang terjadi seperti gesekan logam. bejana atau benda logam mengenai logam lainnya dan sebagainya. Listrik statis Menurut berbagai penelitian bahwa listrik statis ini ternyata cukup mampu sebagai sumber panas dari salah unsur segi tiga api (fire triangle) bila udara dan bahan bakar di sekitarnya telah berada dalam batas ledak. disamping bahaya-bahaya diatas sering pula terjadi kecelakaan lainnya yang disebabkan oleh kondisi tidak aman yang terdapat dalam ruang tersebut diantaranya: . pipa dan sebagainya. • Sulfida besi Sulfida besi sering ditemukan pada tangki-tangki minyak atau bejana-bejana pada kilang gas alam bila mana terkena udara (oksigen) dapat bereaksi dengan sendirinya dan mampu menyalakan gas yang mudah terbakar (proses pyrophoric). misalnya antara palu besi dengan dinding tangki. d) Bahaya kecelakaan Suatu ruangan terbatas atau tertutup merupakan tempat kerja yang tidak menyenangkan. benturan dan sebagainya. Listrik statis terjadi karena pergesekan fluida gas atau cair dan zat padat pada suatu benda isolator yang berbentuk selang.

Pelindung telinga. k. h. Sarung tangan d. Kacamata atau pelindung mata. gas dapat terakumulasi Panas yang tinggi Ruang gerak terbatas Penerangan yang kurang baik Bahaya benturan dan sebagainya - 2. i. 2. g. Semua izin yang dikeluarkan harus dicatat. .9 Izin atau Work Permit 1.10 APD (Alat Pelindung Diri) Bila pekerja akan memasuki ruang terbatas atau tertutup untuk melakukan suatu pekerjaan diperlukan alat-alat keselamatan berikut : a. Pelindung kepala dengan tali dagu. Izin hanya berlaku untuk periode atau batas waktu tertentu. Sepatu karet e.- Kurangnya ventilasi sehingga debu. ELSA. Baju Pelindung (pakaian pelindung) Oksigen portable atau indikator gas. l. Respirator (alat bantu pernafasan) sebagai - Gas masker Air supply system b. Izin harus ditempelkan secara jelas di pintu masuk ruang terbatas.Izin harus dikembalikan 2. j. Senter yang aman secara intrinsik. EEDB atau alat bantu bernafas lainnya. 4. Tali penyelamat c. Izin harus disiapkan oleh seorang yang berwenang (biasanya supervisor atau orang yang ditunjuknya) 3. Topi keselamatan f.

d. Waktu bertahan hidup dalam keadaan kekurangan oksigen atau atmosfir gas sangat terbatas.Secara khusus. b. gas tester. Semua isolasi sudah dibuka dan posisinya benar. dll.5: Perlengkapan ELSA yang digunakan 2. Semua permit sudah dikembalikan. alat-alat emergency. seluruh peralatan haruslah tipe yang disetujui (dan harus tahan terhadap percikan 2. equipment. Jika personil yang ada dalam ruang tertutup mengalami kesulitan dan harus diselamatkan. APD. c. (confined space checklist) memeriksa isolasi telah terpasang pada tempatnya dengan menggunakan isolation sheet.12 Post Check Inspeksi akhir diperlukan untuk menyakinkan bahwa semuanya sudah kembali seperti semula dengan mengadakan pemeriksaan: a.13 Prosedur Penyelematan di Ruang Terbatas . Periksa tidak ada peralatan yang tertinggal. hazards dan emergency plant. (pre-job meeting) pemeriksaan prosedur.11 Pelaksanaan Pekerjaan Ruang Terbatas • (pre-use inspection) pemeriksaan peralatan.Gambar 2. pada kapal tangker dan kapal-kapal lainnya yang mengangkut produk-produk yang mudah terbakar. (LOTO procedure) setelah semua dilakukan baru dikeluarkan work permit atau izin kerja dan selanjutnya diadakan first entry. penyelamatan harus dilakukan secepat mungkin. Semua orang sudah keluar. • • • • 2. Penempatan alat baik peralatan kerja atau peralatan emergency yang benar dan tepat.

Tandu Penganalisa gas. c. f. SCBA (alat bantu pernafasan) dengan silinder cadangan yang terisi penuh. peralatan b. merupakan tindakan yang bagus untuk meletakan peralatan keselamatan pada pintu masuk menuju ruangan. Membunyikan alarm. Sarana untuk mengangkat orang yang membutuhkan pertolongan.aba yang disepakati d.6: Peralatan darurat ditempatkan pada pintu masuk ruang tertutup Ingat : 60 % korban di ruang terbatas menimpa penolong atau rescuer Ada 7 langkah umum yang dilakukan dalam situasi emergency : a. b. Peralatan-peralatan tersebut termasuk: a. Jaring pengaman harus memiliki panjang dan kekuatan yang sesuai dan dapat dilepaskan bila terjadi belitan. penugasan personil c. d. safe area Gambar 2. meteran oksigen. Peralatan resusitasi misalnya tandu g. Senter penerangan. Menggunakan jaring pengaman dan penyelamatan. Perencanaan penyelamatan : harus diskusi dan yakinkan semua personil tahu dan mengerti : a. e. .saat dibutuhkan) dan untuk mempercepat proses penyelamatan. aba .

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga kerja Kabupaten Pelalawan. Mengamati situasi. Ditambahkan Nasri. e. Nasri FE kepada wartawan. Kecelakaan terjadi pada saat keempat orang korban menjalankan tugas pengisian bahan kimia Sulfamic Acid kedalam tangki untuk pembersihan pipa Green Liquor.14 Contoh kecelakaan Contoh 1 PANGKALAN KERINCI .7: tindakan penyelamatan yang dilakukan pada pekerja confined space 2. dari laporan pihak perusahaan kepadanya. Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. c. Sadarkan atau first aid f." jelasnya. di kantornya usai menerima perwakilan PT. Bantuan medis Gambar 2. bukan masker standar khusus untuk bahan bahan kimia berbahaya. RPE yang menyampaikan laporan kecelakaan kerja yang terjadi Senin dini hari. Memakai APD d. safety . karyawan RPE dan ketiga karyawan rekanan tidak dalam safety standard kerja yang dianjurkan.b. Riau Prima Energi (RPE) yang menyebabkan korban meninggal dunia dan tiga karyawan rekanan PT. Minta bantuan. "Informasi yang kita dengar dari mereka bahwa saat kejadian karyawan tersebut menggunakan masker biasa.Kecelakaan kerja yang menimpa karyawan PT. namun hanya menggunakan masker biasa. Naga Berlian Sejati (NBS) yang harus diopname karena gangguan pernafasan.

Tempat kejadian disebutkan pada FLS Station Evaporator Plant sedangkan penyebab terjadinya kecelakaan. sehingga kecelakaan kerja seperti itu tidak terelakkan lagi. siap itu baru kita masuk." imbuh Nasri. RPE. R Elwan Sumantri didampingi GA Head. karena masih terpasang police line jadi saya tunggu saja sampai selesainya penyelidikan oleh pihak kepolisian.Padahal tempat terjadinya kecelakaan bukan didalam ruangan yang memiliki dampak yang cukup besar dan reaksi kimia yang cepat terhadap orang menghirup udara dalam ruangan tersebut. Setelah mendapatkan laporan adanya kecelakaan kerja di PT. melainkan di ruangan terbuka. Di dalam laporan yang disampaikan PT. Sebelumnya. Nofrizal (24) dan Umay (18) merupakan karyawan perusahaan rekanan . hingga akibatnya seperti ini. RPE yang diwakili oleh EIR Head. ditambahkan Nasri. RPE disebutkan bahwa masih didalam penyelidikan atau investigasi.standard untuk antisipasi zat kimia berbahaya sudah disediakan perusahaan. RPE. namun kejadiannya di ruangan terbuka. RPE disebutkan bahwa kecelakaan terjadi pada saat pengisian bahan kimia Sulfamic Acid kedalam tangki untuk pembersihan pipa Green Liquor pada hari Senin (10/9/12) pada pukul 01." kata Nasri. namun saat ini di TKP tengah dipasang police line menandakan masih berada dalam penyelidikan pihak kepolisian. PT RPE juga melaporkan nama-nama yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut yakni Agus Siswanto dengan No ID 10010684 karyawan PT. sedangakn ketiga korban lainnya M Jimmy (38). Jazril menyerahkan laporan kecelakaan kerja di PT RPE kepada Kadisnakertrans Kabupaten Pelalawan Nasri FE. didalam laporan PT. pihak PT. "Kejadiannya itu diruangan tertutup. hanya saja safetynya yang standar hingga menyebabkan korban meninggal akibat menghirup zat kimia Sulfamic Acid. pihaknya sebenarnya ingin meninjau tempat kejadian. namun karena karyawan dilapangan sudah terbiasa dengan masker ala kadarnya. "Dari pihak perusahaan melaporkan bahwa sudah menyediakan safety standar namun karena sudah terbiasa dengan masker yang biasa." lanjutnya."Sebenarnya saya mau kesana meninjau lokasi kejadian.30 WIB dini hari.

"Kedatangan kita untuk melaporkan telah terjadinya kecelakaan kerja di RPE ke Disnakertrans. "Kemaren dalam penyelidikan kepolisian dan hari ini kita laporkan ke Disnakertrans. Kepada wartawan Elwan mengatakan. dengan nama korban dan kronolisnya. masalah penyebab kecelakaan saya tidak bisa menjawabnya. Elwan berkilah bahwa sebelumnya kasus kecelakaan kerja itu tengah disidik oleh pihak kepolisian." kilah Elwan."Saya hanya bagian hubungan industrial. apakah disebabkan oleh kelalaian karyawan atau safety yang disediakan perusahaan tidak sesuai standar yang ditetapkan? Elwan enggan berkomentar. Naga Berlian Sejati yang saat ini masih di rawat di RS. "secara detailnya telah disidik oleh polisi.Jakarta (2005) . Elwan enggan menjelaskan dengan beralasan bahwa telah disidk secara detail oleh kepolisian.Mengingat kecelakaan terjadi pada Senin dini hari namun baru dilaporkan pada Rabu ke Disnakertrans Pelalawan.".PT. maksud kedatangannya ke Disnakertrans untuk melaporkan kecelakaan kerja yang terjadi di PT.Ketika diminta penjelasan bagaimana kecelakaan bisa terjadi." ujar Elwan. RPE disertai dengan kronologis singkat kejadian. Contoh 2 Kecelakaan kerja di Gorong-gorong ITC Cempaka Mas ." pungkasnya. Saat diminta menjelaskan kronologis kejadian secara rinci.

yaitu: .Berikut beberapa penyebab yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan diatas : • • • • tidak ada identifikasi ruang terbatas tidak ada petugas kompeten dan fit tidak ada prosedur ijin masuk/kerja pada ruang terbatas pekerjaan dilakukan oleh pihak ke-3 (subkontraktor) yang tidak mengetahui karakteristik ruang terbatas tidak ada perencanaan kerja tidak tersedianya peralatan yang standar tidak tersedianya APD Standar tidak tersedianya sistem penyelematan. BAB III KESIMPULAN Definisi menurut OSHA (lembaga K3 Amerika). Confined space • • • • adalah sebuah ruangan yang mempunyai tiga karakteristik.

lubang. Kebisingan yang berlebihan. h. Terkena benda jatuh. fuel tank. Oksigen defficiency ( kekurangan oksigen ) Bahaya keracunan Bahaya kebakaran dan peledakan Bahaya kecelakaan Hambatan dalam ruangan tersebut. Panas. Ventilasi yang buruk akan menimbulkan akumulasi bahan kimia (gas/uap) berbahaya didalam ruangan tersebut. Kurangnya pencahayaan dan visibilitas. Furnace (tungku). Tidak didisain untuk pekerjaan yang terus menerus. j. Beberapa aspek penting yang harus diperhatikan dari bahaya confined space adalah: a. Terowongan. Jatuh dari ketinggian (kolom. water tank). Tangki penyimpanan. m.• Mempunyai luas yang terbatas dan dikonfigurasi agar tubuh pekerja dapat masuk dan melakukan tugasnya. n. g. Contoh-contoh dari Confined space dapat kita jumpai di: • • • • • Boiler. f. Listrik. k. l. stasiun pompa Septic tank. i. Tangki (Ballast tank. dll). c. sewage digestor. Tenggelam kedalam kantong cairan.Dll. • • Mempunyai keterbatasan pintu untuk masuk dan keluar. Sulit akses dan jalan keluar. penukar panas.) b. e. dll Confined space berpotensi menimbulkan bahaya karena adanya bahan kimia dan aktifitas yang dilakukan didalamnya. Adanya peralatan internal / mesin (mixer. d. . Silo. duct. Jalur pipa.

g. Selain work permit pekerja juga haru memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.APD yang diperlukan antara lain : a. Seseorang yang masuk ke dalam ruang confined space harus mengisi Log In / Out Lembar dengan namanya. Topi keselamatan f.Mengingat banyaknya bahaya yang dapat terjadi ketika pekerja bekerja di ruang terbatas atau confined space pekerja diwajibkan memiliki ijin kerja tau lebih dikenal dengan work permit. i. Pelindung telinga.Selain pekerja harus memiliki work permit dan memakai APD yang lengkap . . Respirator (alat bantu pernafasan) - Gas masker Air supply system b. Sarung tangan d.Perlu di ingat pekerja harus didampingi satu orang yang harus tetap berada di luar ruangan untuk mengantisipasi terjadi kejadian diluar kendali atau kecelakaan makapekerja yang didalam ruang cofined space bisa tertolong dengan cepat. Tali penyelamat c. EEDB atau alat bantu bernafas lainnya. Sepatu karet e. j. ELSA. Pekerja bisa meminta work permit pada ahli k3 atau supervisor yang ditunjuk di tiap pabrik atau tempat kerja. Baju Pelindung (pakaian pelindung) k. Ketika orang tersebut ke luar dari ruang confined space ia juga harus mengisi Log In / Out Lembar dengan waktu dan tanda tangan. ruang kerja atau confined harus di periksa dan dipastikan bahwa ruang confined space sudah aman untuk dimasuki para pekerja. Kacamata atau pelindung mata. h. waktu masuk dan tanda tangan. Senter yang aman secara intrinsik. Pelindung kepala dengan tali dagu.

.

Contoh work permit .Lampiran 1.

com/read-3407--safety-tak-standar-penyebab-kecelakaankerja-pt-rapp.html diakses terakhir pada tanggal 28 Februari 2013 http://ergonomi-fit.yimg.com/2012/06/mengenal-confined-spacepengendalian.blogspot.com/ diakses terakhir pada tanggal 28 Februari 2013 http://danarpradhipta.html terakhir pada tanggal 26 Februari 2013 http://healthsafetyprotection.html diakses terakhir pada tanggal 26 Februari 2013 http://q-hse.docstoccdn.com/category/umum/ diakses terakhir pada tanggal 03 Maret 2013 diakses .blogspot.html diakses terakhir pada tanggal 03 Maret 2013 http://igedesumantra999.blogspot.blogspot.wordpress.blogspot.com/2012/01/confined-space.html diakses terakhir pada tanggal 26 Februari 2013 http://img.com/health-safety-a-environment/safety-practice/83-metodekerja-dan-pengendalian-kondisi-bekerja-di-ruang-terbatas-confinedspace diakses terakhir pada tanggal 26 Februari 2013 http://riautrust.DAFTAR PUSTAKA OHSAS 18001:2007 http://d.pdf diakses terakhir pada tanggal 26 Februari 2013 http://wfbaskoro2011.png diakses terakhir pada tanggal 26 Februari 2013 http://hse-edi.com/kq/groups/1051902/1592620420/name/Pedoman+K3+di +Ruang+Terbatas.com/2012/09/pelatihan-confinedspaces.com/2012/11/penyelamatan-di-tempat-kerjaruang.com/bahaya-confined-space/ diakses terakhir pada tanggan 01 Maret 2013 http://hr-interanekalestarikimia.com/thumb/orig/54222356.