MODEL KEPERAWATAN MENURUT ABDELLAH PAYE DAN HILDEGARD PEPLAU

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Halaman Judul Daftar isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan

Teori Keperawatan Menurut Hildegard Peplau B.BAB II PEMBAHASAN A. Kesimpulan B. Latar Belakang . Teori Keperawatan Menurut Abdellah Faye BAB III PENUTUP A. Saran DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A.

serta akan berubah seirama dengan berubahnya masyarakat itu sendiri. IPTEK yang terus berkembang. B. Untuk dapat menerapkan model keperawatan yang merupakan aplikasi praktek keperawatan berdasarkan teori maka perlu dipahami dahulu konsep dan teori model keperawatan. masyarakat berkembang disini masyarakat akan lebih berpendidikan. 2002 adalah sebagai berikut : peran perawat professional yang belum optimal. dikutip oleh Nursalam 2002 ) artinya semua tindakan keperawatan harus dapat memenuhi kebutuhan pasien tanpa ada resiko negative yang ditimbulkan. Era kesejagatan hendaknya oleh perawat dipersiapkan secara benar dan menyeluruh. terlambatnya pengembangan sistem pelayanan asuhan keperawatan professional. terlambatnya pengakuan body of knowledge profesi keperawatan. Rentang masalah kesehatan yang semakin melebar mulai dari yang sederhana sampai pada masalah yang komplek c. namun yang memikirkan dengan cermat tentang apa yang dilakukannya dan bertindak bijaksana demi kepertingan pasien atau klien. Hal ini ditegaskan oleh Lynn Basford dan Oliver Slevin ( 2006 ) yang menyatakan profesi keperawatan menginginkan adanya perawat yang berpikir. d.. terlambatnya pengembangan pendidikan keperawatan professional. Tantangan tersebut tentunya harus dapat dikelola dengan baik oleh profesi keperawatan keperawatan . Masyarakat terus-menerus berkembang dan mengalami perubahan. lebih sadar akan hak dan hukum. mencakup seluruh aspek keadaan atau peristiwa yang terjadi atau sedang dan yang akan berlangsung dalam era tersebut. Tuntutan profesi terus meningkat. seperti yang dikemukakan oleh Azrul Anwar. dimana penggunaan teknologi dari yang sederhana sampai pada teknologi yang sangat canggih. b. 1999 ) antara lain : a. Ada 4 skenario masa depan yang diprediksikan akan terjadi dan harus di antisipasi dengan baik oleh profesi keperawatan Indonesia ( Ma’arifin Husin. yaitu perawat yang tidak hanya melakukan tugasnya tanpa berpikir. Namun disisi lain ada permasalahan pokok yang dihadapi perawat Indonesia dalam sistem pelayanan kesehatan.Keperawatan sebagai profesi merupakan bagian dari masyarakat. pengembangan Ilmu keperawatan. disamping itu peningkatan pendidikan. Tujuan 1. 1999 dikutip oleh Nursalam. Tujuan Umum . menuntut berbagai jenjang pelayanan kesehatan/ keperawatan yang professional serta rentang kehidupan daya ekonomi masyarakat semakin melebar. Salah satu strategi adalah penerapan model keperawatan yang merupakan aplikasi praktek keperawatan berdasarkan teori. Langkah strategik yang harus dilakukan dalam mengahadapi tantangan dan permasalahan diatas adalah “ the nurse should do no harm to your self “ ( Nigthtingale. pelaksanaan riset keperawatan.

. Teori Keperawatan Menurut Hildegard Peplau Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh Peplau menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar hubungan antar manusia yang mencakup 4 komponen sentral yaitu klien. · Klien Sistem dari yang berkembang terdiri dari karakteristik biokimia. masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit (sumber kesulitan). b.Mampu memahami konsep dan teori model keperawatan. d. Tujuan Khusus : Mampu menjelaskan pengertian konsep Mampu mengidentifikasi konsep utama keperawatan Mampu menjelaskan pengertian teori keperawatan Mampu mennguraikan proses penyusunan teori keperawatan Mampu menjelaskan karateristik teori keperawatan. c.Oleh adanya proses interpersonal. BAB II PEMBAHASAN A. fisiologis. a. e. perawat. Mampu menjelaskan model keperawatan beserta karateristiknya Mampu menjelaskan aplikasi praktek keprawatan berdasarkan teori. 2. g. dan proses interpersonal. · Perawat . Klien adalah subjek yang langsung dipengaruhi. interpersonal dan kebutuhan serta selalu berupaya memenuhi kebutuhannya dan mengintegrasikan belajar pengalaman. f.

Pendidik (teacher) merupakan kombinasi dari semua peran yang lain. Perngasuh pengganti (surrogate) membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal. Sebagai mitra kerja. berbagi rasa hormat dan minat yang positif pada pasien. pendidik. Perawat merupakan individu yang dipercaya klien untuk berperan sebagai orang tua. jelas dan rasional kepada klien dalam suasana bersahabat dan akrab. pengasuh pengganti. perawat berperan sebagai mitra kerja. Nara sumber (resources person) memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang masalah yang lebih luas dan selanjutnya mengarah pada area permasalahan yang memerlukan bantuan. 4. tokoh masyarakat atau rohaniawan guna membantu memenuhi kebutuhannya. menghasilkan pribadi dan cara hidup bermasyarakat. Pendidikan atau pematangan tujuan yang dimaksud untuk meningkatkan gerakan yang progresif dan kepribadian seseorang dalam berkreasi. 3. saling mengasihi dan menghargai. 5. Perawat mempunyai 6 peran sebagai berikut : 1. pemimpin dan konselor sesuai dengan fase proses interpersonal. pelatihan.Perawat berperan mengatur tujuan dan proses interaksi interpersonal dengan pasien yang bersifat partisipatif. Kepemimpinan (leadership) mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan. 2. Hubungan P-K merupakan hubungan yang memerlukan kerha sama yang harmonis atas dasar kemitraan sehingga perlu dibina rasa saling percaya. perawat mampu memberikan informasi yang akurat. Perawat menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada situasi baru. Mitra kerja. Hal ini berarti dalam hubungannya dengan pasien. . Perawat harus mampu memimpin klien/keluarga untuk memecahkan masalah kesehatan melalui proses kerja sama dan partisipasi aktif klien. membangun. sedangkan pasien mengendalikan isi yang menjadi tujuan. Perawat harus berupaya memberikan pendidikan. dan bimbingan pada klien/keluarga terutama dalam megatasi masalah kesehatan. narasumber.

Fase identifikasi Terjadi ketika perawat memfasilitasi ekspresi perilaku pasien dan memberikan asuhan keperawatan yang tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasi kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dan kepribadian pasien. 2. Oleh karena itu perawat pada saat ini harus mengkaji tingkat ansietas klien. Perawat harus dapat memberikan bimbingan terhadap masalah klien sehingga pemecahan masalah akan mudah dilakukan. Tahap ini ditandai dimana perawat melakukan kontrak awal untuk membangun kepercayaan dan terjadi pengumpulan data. · Proses Interpersonal Dalam ilmu komunikasi. biasanya dengan tujuan untuk membina suatu hubungan. proses interpersonal didefinisikan sebagai proses interaksi secara simultan dengan orang lain dan saling pengaruh-mempengaruhi satu dengan lainnya. konstruktif dan produktif. maka proses interpersonal yang dimaksud antara perawat dan klien ini menggambarkan metode transpormasi energi atau ansietas klien oleh perawat yang terdiri dari 4 fase yaitu : 1. · Sumber kesulitan Ansietas berat yang disebabkan oleh kesulitan mengintegrasikan pengalaman interpersonal yang lalu dengan yang sekarang ansietas terjadi apabila komunikasi dengan orang lain mengancam keamanan psikologi dan biologi individu. Fase orientasi Lebih difokuskan untuk membantu pasien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian askep pada klien. Dalam model peplau ansietas merupakan konsep yang berperan penting karena berkaitan langsung dengan kondisi sakit. Dalam keadaan sakit biasanya tingkat ansietas meningkat.6. Berkurangnya ansietas menunjukkan bahwa kondisi klien semakin membaik. Konselor (consellor) meninhgkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang kreatif. Berkaitan dengan hal tersebut. Respon pasien pada fase identifikasi dapat berupa : .

konselor. terapeutik. perawat dan proses interaktif yang menghasilkan hubungan antara perawat dan klien. Pemaparan ini menunjukkan bahwa teori Hildegard E. 3. Artinya seorang perawat berusaha mendorong kemandirian pasien.1. dan interpersonal. Peplau(1952) berfokus pada individu. perawat berupaya mengembangkan hubungan perawat dan klien melalui peran yang diembannya (nara sumber. Individu yang tak berdaya dan sangat tergantung pada perawat. Keempat fase tersebut merupakan rangkaian proses pengembangan dimana perawat membimbing pasien dari rasa ketergantungan yang tinggi menjadi interaksi yang saling tergantung dalam lingkungan sosial. 4. Pasrtisipan mandiri dalam hubungannya dengan perawat. Berdasarkan teori ini klien adalah individu dengan kebutuhan perasaan. dan wali). 2. 3. Fase eksplorasi Memungkinkan suatu situasi dimana pasien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan/persepsinya terhadap situasi. Dalam fase ini perawat membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien dan seluruh aspek yang terlibat didalamnya. Keperawatan berpartisipasi dalam menyusun struktur system asuhan kesehatan untuk menfasilitasi kondisi yang alami dari kecenderungan manusia untuk mengembangkan hubungan interpersonal. Tujuan keperawatan adalah untuk mendidik klien dan keluarga dan untuk membantu klien mencapai kematangan perkembangan kepribadian. . dan keperawatan adalah proses interpersonal dan terapeutik. Individu mandiri terpisah dari perawat. Oleh sebab itu. Fase resolusi Secara bertahap pasien melepaskan diri dari perawat. Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal. Adapun kerangka kerja praktik dari teori Peplau memaparkan bahwa keperawatan adalah proses yang penting. Artinya suatu hasil proses kerja sama manusia dengan manusia lainnya supaya menjadi sehat atau tetap sehat (hubungan antar manusia). Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi kea rah realisasi potensi.

Ketika kebutuhan dasar telah diatasi. Aplikasi yang dapat kita lihat secara nyata yaitu pada saat klien mencari bantuan. Peplau mengembangkan teorinya sebagai bentuk keprihatinannya terhadap praktik keperawatan “Custodial Care”. Hubungan interpesonal perawat klien digambarkan sebagai fase-fase yang saling tumpang tindih seperti berikut ini orientasi. dan instrument untuk mengevaluasi respon verbal dihasilkan dari model konseptual Peplau. Dengan berkembangnya hubungan antara perawat dan klien bersama-sama mendefinisikan masalah dan kemungkinan penyelesaian masalahnya. kebutuhan yang baru mungkin muncul. pertama perawat mendiskusikan masalah dan menjelaskan jenis pelayanan yang tersedia. Dari hubungan ini klien mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan pelayanan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhannya dan perawat membantu klien dalam hal menurunkan kecemasan yang berhubungan dengan masalah kesehatannya. Penelitian keperawatan tentang kecemasan. sehingga sebagai perawat jiwa. Teori peplau merupakan teori yang unik dimana hubungan kolaborasi perawat klien membentuk suatu “kekuatan mendewasakan” melalui hubugan interpersonal yang efektif dalam membantu pemenuhan kebutuhan klien. penjelasan dan resolusi. Dimana dalam memberikan asuhan keperawatan ditekankan pada perawatan yang bersifat terapeutik. Teori dan gagasan Peplau dikembangkan untuk memberikan bentuk praktik keperawatan jiwa. identifikasi. .Implementasi Teori Peplau Pada awalnya. melalui tulisannya ia kemudian mempublikasikan teorinya mengenai hubungan interpersonal dalam keperawatan. empati. instrument perilaku.

perawat harus secara akurat mengidentifikasi kekurangan atau defisit tentang kesehatan bahwa klien mengalami. Individu (dan keluarga) adalah penerima keperawatan. Teori Keperawatan Menurut Abdellah Faye Abdellah menggambarkan orang memiliki. Namun untuk secara efektif melakukan layanan ini. negara bagian.B. Abdellah menggambarkan kesehatan sebagai negara saling eksklusif penyakit. Ini kekurangan atau defisit adalah klien kebutuhan kesehatan. sosial dan spiritual berfungsi penuh dari klien yang berkaitan dengan perawatan holistik. dan kesehatan. seperti emosional. Penekanan harus ditempatkan setelah pencegahan dan rehabilitasi dengan kesehatan sebagai tujuan seumur hidup. Tujuan dari keperawatan menurut Abdellah adalah fisik. ia berbicara kepada "kebutuhan kesehatan total" dan "sebuah negara yang sehat pikiran dan tubuh" dalam deskripsi nya keperawatan sebagai layanan yang komprehensif. fokus pelayanan keperawatan jelas individu. Tingkat "Namun". sosiologis dan interpersonal kebutuhan-yang sering terlewatkan dan dianggap salah. Untuk Abdellah. yang terdiri dari sebagian besar kebutuhan fisik. Pendekatan holistik harus diambil oleh perawat untuk membantu klien mencapai keadaan kesehatan (George. Meskipun Abdellah tidak memberikan definisi kesehatan. keperawatan adalah jasa untuk perorangan. emosi. atau mencapai itu. kompetensi intelektual. nasional dan internasional. 1990). Pada pasien-Centered Pendekatan untuk Keperawatan. tujuan dari pelayanan keperawatan. untuk keluarga dan oleh karena itu untuk masyarakat. Lingkungan secara implisit didefinisikan oleh Abdellah sebagai rumah atau komunitas dari mana pasien berasal. sakit atau baik. Masyarakat termasuk dalam perencanaan optimal pada kesehatan lokal. Pasien digambarkan sebagai pembenaran hanya untuk eksistensi keperawatan. dan keterampilan teknis dari perawat individu menjadi keinginan dan kemampuan untuk membantu orang. Kebutuhan ini bisa terbuka. intelektual. Masyarakat terpadu saat ia membahas pelaksanaannya. 1990). mengatasi kebutuhan kesehatan mereka . emosional. dan sosiologis kebutuhan fisik. Dia menyatakan keperawatan yang didasarkan pada seni dan ilmu yang cetakan sikap. atau rahasia. Abdellah menggambarkan lebih lanjut ide-idenya. Konsep Abdellah kesehatan mungkin didefinisikan sebagai pola dinamis berfungsi dimana ada interaksi dilanjutkan dengan kekuatan-kekuatan internal dan eksternal yang hasil yang optimal dalam penggunaan sumber daya yang diperlukan yang berfungsi untuk mengurangi kerentanan (George.

2. Membantu individu untuk menyesuaikan diri dengan keterbatasan dan masalah emosional. mencakup : 1. 10. Menyadari masalah merawat pasien. meningkatkan atau memulihkan-membantu kemampuan diri atau mengurangi penurunan. Menentukan tindakan yang tepat untuk mengambil dalam hal prinsip-prinsip keperawatan yang relevan. 3.. Melakukan evaluasi dan penelitian untuk meningkatkan teknik keperawatan dan untuk mengembangkan teknik baru untuk memenuhi semua kebutuhan kesehatan rakyat Asuhan keperawatan untuk Abdellah adalah melakukan sesuatu untuk orang atau memberikan informasi kepada orang tersebut dengan tujuan memenuhi kebutuhan. ini akan mencakup: 1. 5. Status Pengamatan status kesehatan Keterampilan komunikasi .(George. 8. 9. Ini akan berarti pelayanan keperawatan yang komprehensif. 7. Berikut 11 keterampilan yang seorang perawat harus memiliki. Memberikan perawatan lanjutan untuk menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan dan memberikan keamanan langsung bagi individu. 6. Bekerja dengan bersekutu kesehatan profesional dalam perencanaan untuk kesehatan yang optimal pada lokal. 4. Teorinya juga menyatakan bahwa kebutuhan perawat pengetahuan tentang ilmu pengetahuan dasar dan keterampilan perawatan khusus. Memberikan perawatan kontinius total kebutuhan kesehatan individu. Memerintahkan personil perawat dan keluarga untuk membantu individu lakukan untuk dirinya sendiri yang ia dapat dengan keterbatasan itu. Mengatur total rencana perawatan untuk memenuhi kebutuhan individu pasien. nasional dan internasional kebutuhan negara. 1990). pertumbuhan dan perkembangan sosiologi dan hubungan interpersonal. Membantu individu untuk menjadi diri lebih mengarahkan dalam mencapai atau mempertahankan negara yang sehat pikiran dan tubuh. serta keterampilan pengetahuan dalam psikologi komunikasi. 2.

8. Prosedur Perawatan Perawatan secara luas dikelompokkan ke dalam 21 bidang masalah untuk panduan perawatan dan mempromosikan penggunaan penghakiman menyusui. upaya besar untuk membedakan keperawatan dari orientasi obat dan penyakit. dan sosial daerah biologis individu. dan secara teknis siap untuk memberikan pelayanan kepada pasien. 4. . Untuk mempromosikan keselamatan melalui pencegahan kecelakaan. kompeten. Tipologi dari 21 Masalah Keperawatan : 1. 2. Faye Abdellah klasifikasi mengusulkan kerangka kerja untuk masalah keperawatan mengidentifikasi. 7. cedera. 6. Aplikasi pengetahuan Pengajaran pasien dan keluarga Perencanaan dan organisasi kerja Penggunaan bahan-bahan sumber daya Penggunaan sumber daya personil Pemecahan masalah Arah pekerjaan ke orang lain 10. didasarkan pada gagasan bahwa pada dasarnya keperawatan berorientasi untuk memenuhi total klien kesehatan individu membutuhkan. Untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan fisik. juga memiliki relevansi untuk asuhan keperawatan dalam pengaturan masyarakat Abdellah jelas mempromosikan citra perawat yang tidak baik saja dan peduli. Walaupun itu dimaksudkan untuk memandu perawatan mereka di rumah sakit.3. dan tidur. Terapi penggunaan diri 11. istirahat. atau trauma lain dan melalui pencegahan penyebaran infeksi. 9. Ini berkaitan dengan psikologis. 5. Yang berpusat pada pasien pendekatan Abdellah untuk menyusui dikembangkan induktif dari praktek dan dianggap sebagai teori kebutuhan manusia. Untuk mempromosikan kegiatan yang optimal: olahraga. tapi juga cerdas. 3.

Untuk memudahkan pemeliharaan gizi dari semua sel tubuh. dan emosional kebutuhan pasien. Jenis hubungan interpersonal antara perawat dan pasien. fisik. 12. 20. dan reaksi. 13. 21. Untuk menggunakan sumber daya masyarakat sebagai bantuan dalam menyelesaikan masalah yang timbul dari penyakit. dan perkembangan kebutuhan fisik. 5. Untuk memudahkan pemeliharaan dan keseimbangan cairan elektrolit. 7. 9. Untuk mengidentifikasi dan menerima ekspresi positif dan negatif. 14.4. Untuk memudahkan kemajuan menuju pencapaian tujuan rohani pribadi 17. 18. perasaan. sosiologis. Untuk memfasilitasi kesadaran diri sebagai individu dengan berbagai. Untuk menerima tujuan mungkin optimal dalam terang keterbatasan. Tipologi Abdellah dibagi menjadi tiga bidang: 1. 6. Untuk memudahkan pemeliharaan eliminasi. 15. . 16. Untuk memahami peran masalah sosial sebagai faktor yang mempengaruhi dalam penyebab penyakit. Fisik. 19. 2. Untuk menjaga mekanika tubuh yang baik dan benar dan mencegah deformitas. Untuk memudahkan pemeliharaan mekanisme peraturan dan fungsi. Untuk memudahkan pengurusan suatu pasokan oksigen ke semua sel tubuh. 8. fisiologis. Untuk mengidentifikasi dan menerima keterkaitan emosi dan penyakit organik. Untuk memudahkan pemeliharaan komunikasi verbal dan nonverbal efektif. Untuk memudahkan pemeliharaan fungsi sensor. dan emosional. emosional. Untuk mempromosikan pengembangan hubungan interpersonal yang produktif. 11. Untuk mengetahui respon fisiologis tubuh untuk kondisi penyakit patologis. dan kompensasi. 10. Untuk membuat dan / atau memelihara lingkungan terapeutik.

2. meningkatkan praktek keperawatan juga. Hal ini akhirnya membantu perawat mengembangkan pemikiran kritis individu- . Dia percaya bahwa sebagai perawat meningkatkan pendidikan. Klien berpusat perawatan menekankan prinsip bahwa setiap tujuan keperawatan harus diarahkan merawat pasien dan bukan hanya penyakit belaka. Umum unsur perawatan pasien. 3. Abdellah identifikasi kebutuhan kesehatan sebagai terbuka dan rahasia membantu perawat dalam mengeksplorasi kondisi membuka tabir tentang klien dan rencana intervensi yang tepat untuk mengatasinya. Masalah keperawatan yang dibuat perawat melihat 'masalah pasien dan datang dengan keperawatan rencana perawatan dan terorganisir dalam cara yang menyeluruh. Masalah keperawatan telah diperbarui untuk berfokus pada diagnosis dan perawatan pasien. Benar identifikasi masalah keperawatan pengaruh perawat penghakiman dalam memilih langkah-langkah dalam memecahkan masalah pasien.3. tujuan utama Abdellah adalah perbaikan pendidikan keperawatan. These Penegasan ini adalah: 1. pasien akan cenderung dinilai secara menyeluruh dan dengan demikian akan membantu perawat menyusun strategi keperawatan yang tepat. Inti dari keperawatan pasien masalah-masalah klien / yang berfokus pada pasien dan nya masalah. Masalah keperawatan dan pengobatan tipologi keperawatan adalah prinsip-prinsip dari praktek keperawatan dan merupakan tubuh yang unik pengetahuan yang menyusui. · Praktek Keperawatan Pertama dan terpenting. Dia dikategorikan keperawatan masalah berdasarkan kebutuhan individu dan mengembangkan tipologi pengobatan keperawatan dan tujuan keperawatan yang berfungsi sebagai dasar untuk menentukan dan mengatur perawatan. Beberapa pernyataan berulang kali dinyatakan oleh Abdellah meskipun mereka tidak berlabel seperti itu. Saat ini. Yang penting dampak yang paling organisasi-teori Abdellah untuk praktek keperawatan adalah bahwa ia membantu mengubah fokus profesi dari menjadi "penyakit-berpusat" untuk bermanfaat untuk keperawatan praktek seperti " Pasien berpusat " yang berpusat pada pasien pendekatan dibangun itu harus membantu membawa struktur dan organisasi untuk apa yang sering menjadi koleksi teratur keperawatan pengalaman perawatan. Telah dilihat bahwa jika semua 21 masalah diselidiki.

1995) Jika perawat membantu klien dalam pertemuan negara-negara tujuan dalam masalah keperawatan. pelaksanaan dan evaluasi (Abdellah dan Levine. tingkat asosiasi dan keperawatan program diploma. publikasi dan karya-karya lain dan reputasinya di seluruh dunia telah berperan dalam mensosialisasikan berpusat pada pasien pendekatan untuk program pendidikan di seluruh dunia. itu teori Abdellah membantu perawat berlatih mengatur administrasi perawatan. diagnosis. Luar biasa Abdellah penelitian. memilih data yang relevan. 1986. et al 1960). yang pemecahan masalah proses Abdellah identifikasi masalah. secara tidak langsung. Tipologi Abdellah dari 21 Masalah keperawatan adalah panggilan kebangkitan untuk revisi dan perubahan dari sistem pendidikan keperawatan di era-nya. Profesor dan pendidik menyadari pentingnya perawatan klien berpusat daripada berfokus pada intervensi medis. Adalah tentang pelaksanaan model di Baccalaureat. kesehatan optimal. Karena orientasi yang kuat di 21 Masalah keperawatan. George. Pasien berpusat pendekatan yang didasarkan dari konsep yang mendukung dan memfasilitasi gerak dari model medis yang digunakan pada saat itu untuk model keperawatan. perencanaan. pendidikan Perawatan lalu perlahan-lahan konsentrasi menyimpang dari konsep medis kompleks. dan merevisi hipotesis berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari data paralel langkah-langkah dari proses keperawatan penilaian.keterampilan mereka menyebabkan peningkatan kepuasan kerja dan lebih sabar produktifperawat dan perawat-keluarga interaksi. maka klien akan dipindahkan ke arah yang baik. . merumuskan hipotesis melalui pengumpulan data. 1995). ke latihan perhatian yang lebih baik untuk klien sebagai perhatian utama. Sebagai teori yang aktif terlibat pada keperawatan dan perawatan kesehatan internasional. Pada akhirnya. Fokus utama dari bukunya. Abdellah memberikan kepercayaan untuk penggunaan model dan merupakan penganjur menerapkan pengetahuan baru untuk meningkatkan praktek.. Pasien-Centered Pendekatan (Abdellah. manfaat klien (George. · Pendidikan Keperawatan Abdellah's teori dan konsep dikembangkan di tahun 1950 untuk menyajikan rekor klinis yang komprehensif untuk mahasiswa keperawatan. strategi keperawatan dan menyediakan basis ilmiah untuk membuat keputusan. gunakan mereka dalam proses keperawatan terutama untuk mengarahkan perawat. Penerapan teori Abdellah dalam praktek keperawatan sangat dikaitkan dengan pengaruh yang kuat ke-berpusat perawat-pendekatan yang berfokus pada pemecahan masalah pasien. dengan demikian menyediakan struktur kurikulum keperawatan.

untuk mengevaluasi kinerja siswa di daerah klinis. atau keduanya (George. yaitu perawatan intensif. Ini diidentifikasi menurut bagaimana Abdellah ideates kebutuhan pasien dalam konsep nya perawatan. itu kontribusi besar terhadap pendidikan keperawatan. merangsang disiplin serupa dan penelitian. tipologinya juga digunakan oleh beberapa institusi klinis dalam membangun garis kepegawaian mereka. Dengan orientasi ini. dengan demikian. dan struktur kurikulum. Bahkan. · Penelitian Keperawatan Penelitian memainkan peran besar dalam pemilihan 21 klasifikasi masalah. Penelitian ekstensif dilakukan tentang kebutuhan pasien dan masalah telah menjabat sebagai landasan untuk pengembangan dari apa yang sekarang dikenal sebagai diagnosis keperawatan. penelitian sebenarnya kekuatan utama dari karyanya. 1995). selain dengan diagnosa medis dan penyakit. teori dapat digunakan untuk mengatur isi mengajar untuk mahasiswa keperawatan.Salah satu Abdellah's teori utama keterbatasan itu sangat kuat berpusat orientasi adalah di sisi lain. identifikasi masalah pasien. Konsep yang tepat dan lurus ke depan sangat. Abdellah sangat percaya gagasan bahwa penelitian keperawatan akan menjadi faktor kunci dalam membantu perawatan muncul sebagai profesi yang benar. Sekarang pasien di lembaga medis bervariasi dikategorikan dengan kebutuhan klien yang sama. perawatan jangka panjang. Juga membantu perawat memberikan perawatan pasien yang lebih baik dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis. kerangka kerja dia terus merangsang penelitian tentang peran dan tanggung jawab perawat. organisasi intervensi keperawatan. Tipologi nya melahirkan penelitian keperawatan lebih dan studi. perawatan intermediate. peningkatan pendidikan keperawatan. . sehingga sederhana dan yang berlaku. teori nya terus memandu peneliti untuk berfokus pada tubuh pengetahuan keperawatan itu sendiri. Sifat yang luas dari konsep-konsep dalam rangka dia menawarkan kesempatan untuk mengidentifikasi hubungan yang terarah pada intervensi keperawatan. perawatan diri dan perawatan unit rumah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful