Jagalah Hati Alhamdulillahirrobil'aalamiin, Allahumma Shalli 'Ala Muhammad Wa ala 'alihi wa shahbihi ajma'in , para penyimak manajemenqolbu

yg budiman apalah artinya jikalau kita memiliki rumah yang lapang, tanah yang luas jikalau hati kita sempit, apalah artinya uang melimpah jikalau hati selalu resah ,apalah artinya kalau kita memiliki kasur yang empuk, sofa yang empuk dan lembut jikalau hati keras membatu, apalah artinya kita memiliki penampilan yang rupawan jikalau hatinya naudzubillah menjadi busuk. percayalah yang menjadi nilai bagi kita sebetulnya bukan topeng kita, harta gelar pangkat dan jabatan, popularitas pujian penghargaan ternyata tidak selalu identik dengan kemuliaan hakiki Jikalau hati kian bersih Insya Allah pikiranpun menjadi semakin jernih ,raut muka akan lebih indah bercahaya tutur kata pun akan jauh terjaga jikalau hati semakin bening pribadipun akan menjadi indah kebahagiannya benar-benar terasa setiap saat dalam situasi apapun akhlaq menjadi menawan orangorangpun akan merasakan bagai cahaya matahari yang selalu dirindukan kehadirannya yang bisa menumbuhkan bibit-bibit menyegarkan yang layu Saudara-saudaraku sekalian ,hati yang tertata inilah yang membuat hidup kita jauh lebih indah dibanding sehebat apapun kedudukan, harta gelar pangkat dan jabatan yang kita miliki karena memang hidup seseorang tergantung hati nuraninya, manajemen qolbu akan menata hati nurani kita sekecil apapun potensi akan bangkit menjadi suatu yang optimal hasilnya baik untuk dunia maupun akherat dan sebesar apapun potensi buruk akan kita tahan dan kita tekan sehinga tidak muncul keburukan yang akan membuat kita terhina nista rugi dunia dan akherat Manajemen qolbu Insya Allah solusi bagi kita , solusi bagi keluarga kita dan solusi bagi bangsa kita.Wallahu a'lam bishowab. Menahan Pandangan (Ghadzul Bashar) Alhamdulillaahirabbil aalamiin, Allahuma shalli ala Muhammad waala aalihi washahbihii ajmaiin, amma badu. Apapun yang kita lihat niscaya akan direspons oleh akal pikiran kita dan juga direspons oleh suasana hati kita , semakin banyak yang kita lihat maka akan semakin banyak komentar yang akan terjadi, tentu saja melihat sesuatu adalah merupakan bagian nikmat dari Allah SWT. Tetapi melihat sesuatu bisa juga menjadi bagian dari bencana , jikalau kita tidak terlatih memilih apa yang akan kita pandang. Kita harus terus senantiasa berlatih untuk dapat mengendalikan mata kita sehingga apa yang kita lihat harus mempunyai nilai bagi kemuliaan diri kita, bagi produktivitas amal kita dan terutama bagi kepulangan kita ke akhirat nanti. Ghadzul Bashar, menahan pandangan adalah bagian daripada lezatnya iman, manisnya ibadah , kalau ada diantara sahabat yang bertanya mengapa ibadah saya tidak khusyu ? salah satu diantara penyebabnya itu adalah pandangan yang tidak terjaga.

Marilah kita pilih untuk melihat hanya yang dihalalkan Allah dan memalingkan pandangan dari sesuatu yang haram , melihat wanita yang berpakaian tidak halal tahan pandangan ! , Insya Allah kita akan merasakan manisnya iman. Termasuk melihat lawan jenis yang akan menggelincirkan , semakin tertahan semakin terjaga hati ini, percayalah saudara-saudaraku kita tidak akan bisa bahagia dengan mengobral pandangan terhadap apapun yang diharamkan , kita akan jauh lebih nikmat ketika kita mempunyai keberanian untuk menahan , tahan..!, tahan! Palingkan pandangan dari yang tidak halal. Lebih baik kita nikmati membaca Al Quran , membaca kitab-kitab yang dapat membuka hati kita daripada kita obral mata kita melihat sesuatu yang akan mengeraskan hati dan merusak lezatnya iman. Semoga kita semakin terlatih untuk menahan pandangan kita yang akan membuat bathin kita terasa bercahaya . Wallahu alam Bishowab. Hati Yang Buta Semoga Alloh Yang Maha Menatap, Yang Mengurus diri kita setiap saat. Benar-benar menyadarkan kita, bahwa hidup di dunia ini hanya mampir, hidup di dunia hanya sebentar. Semoga Alloh meyakinkan kita, bahwa akheratlah tempat yang kekal. Sebaik - baik tujuan, sebaik - baik cita cita, yakni sesuatu yang kekal. Bagaimana mungkin, kita menggadaikan yang kekal, dengan sesuatu yang akan sirna. Keajaiban yang sangat mengherankan terhadap orang yang lari dari apa yang sangat dibutuhkan, dan tidak dapat lepas daripadanya. Dan berusaha mencari apa yang tidak akan kekal padanya. Sesungguhnya bukan mata kepala yang buta, tetapi yang buta ialah mata hati yang ada di dalam dada. (Kitab Al Hikam, Syekh Ahmad Ataillah) Saudaraku yang baik. Kita sering prihatin, kasihan, kepada orang yang matanya tidak melihat. Padahal tidak melihat dunia, bukan masalah besar. Masalah besar itu ketika hati yang buta. Apa hati yang buta ? yakni orang yang tidak bisa melihat kebenaran. Salah satu ciri hati yang buta yaitu tidak bisa membedakan mana yang kekal, dan mana yang akan sirna. Kebutaan hati akan membuat seseorang tidak mengenal Alloh. Yang dikenal hanyalah dunia. Sehingga, orang yang mata hatinya buta, dia lebih sibuk mencari duniawi dibanding kedudukan di sisi Alloh. Lihatlah para pecinta dunia. Mereka rela berkelahi satu sama lain dengan menggadaikan waktu, pikiran, tenaga, hanya demi memburu dunia yang pasti ia tinggalkan. Sekaya apapun seseorang, tetap akan meninggalkan apa yang ia miliki. Istana, kekayaan, kedudukan, semuanya akan ia tinggalkan. Para pecinta

dunia, mereka tidak bisa melihat sesuatu yang lebih indah, lebih besar, lebih agung, selain daripada hiruk pikuk duniawi. Al Qur'an menyiratkan, Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah (QS. Faathir 35 : 5). Jadi kalau kita terlalu terkesima oleh dunia, berarti kita telah siap tertipu. Lalu, apakah dunia harus kita acuhkan ? oh..tentu tidak, karena dunia ini merupakan ladang kita beramal. Semakin cinta kepada dunia, akan semakin takut kehilangan. Namun, jika kita mencintai akherat dengan bekal dunia, kita tidak akan takut kehilangan. Nah..., orang-orang yang buta hatinya, mereka takut kehilangan dunia, namun tidak takut kehilangan kedudukan di sisi Alloh. Wallahu alam. Diperbudak Nafsu Sesungguhnya pemboros sejati adalah orang-orang yang memang pecinta duniawi ini, yang mengutamakan topeng ingin dipuji dihormati orang lain, yang bersikukuh menjaga gengsi , yang ingin serba enak dengan kemewahan , yang larut sebagai korban mode atau korban jaman, yang pada ujungnya penyebabnya adalah kurang iman akibat kurang pengetahuan tentang hakekat hidup mulia yang sebenarnya. Memang menyedihkan kehidupan yang selalu diukur dengan ukuran materi dengan badai informasi lewat media cetak maupun elektronik lewat film , sinetron , lagu, iklan dll, mempertontonkan kehidupan mewah , glamour , membuat banyak orang yang hidup tidak realistis seakan jauh lebih besar pasak daripada tiang, dan semua ini menjadi biang keresahan dan kesengsaraan batin juga menjadi biang ketidakjujuran atau kejahatan, karena untuk mendapatkan obsesinya tersebut akan menghalalkan segala cara. Tukang jaga gengsi , kasihan benar orang yang sangat menjaga gengsi takut tertinggal oleh orang lain , dia akan pontang panting untuk memiliki sesuatu agar gengsinya dianggap tetap terjaga, walaupun harus pinjam sana pinjam sini tentu saja barang yang dimilikinya tak akan membahagiakannya karena taruhan untuk memilikinya sesungguhnya diluar kemampuannya. Korban mode, inipun selain pemboros juga menderita, karena ingin selalu tampil up to date bermode sesuai dengan jaman, tentu akan repot karena mode kan terus menerus berubah pasti akan sangat menguras tenaga, waktu dan biaya, dan yang paling menyedihkan sering seseorang merasa keren sesuai dengan mode padahal yang melihatnya menjadi sangat geli bahkan mengasihani, karena selain seringkali mode itu tak sesuai /tak pantas juga, orang lain kan sudah tahu juga modal yang sebenarnya. Sisombong, kalau sisombong tak pernah tahan melihat orang lain melebihi keadaannya, sehingga yang terus ada dalam benak pikirannya adalah bagaimana selalu kelihatan lebih dari orang lain dalam hal apapun, makanya dia begitu menderita melihat kesuksesan , kekayaan dan kemajuan orang

lain, maka akan berjuang mati-matian dengan cara apapun agar, selalu tampak lebih bagus , lebih modern, lebih kaya, lebih elit, dia sudah tak perhitungkan lagi biaya yang keluar dan dari mana asalnya yang penting lebih dari orang lain. Si Riya, alias tukang pamer, kalu si riya ini persis mirip etalase sibuk ingin memiliki sesuatu yang diharapkan membuat dirinya diketahui kekayaannya, statusnya dan alain sebagainya, tentu saja dia akan berusaha pakai pamer barang luar negeri , ekslusif . lain dari yang lain, yaa sebetulnya hampir mirip satu sama lain, focus dari pikirannya adalah bagaimana supaya dinilai hebat oleh orang lain setidaknya tidak diremehkan. Dalam beberapa hal menjaga kemuliaan diri adalah kebaikan, tapi kalau sampai menyiksa diri, melampaui batas kemampuan apalagi sampai melanggar hak hak orang lain termasuk yang diharamkan , maka jelaslah kerugian dunia akhiratnya.Wallahualam. Bila Cemas Mendatangi Hati Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad wa'ala aalihi washahbihii ajmai'iin .Saudaraku penyimak ManajemenQolbu yang budiman,kita janganlah pernah bermimpi dapat hidup dengan tenang dan bahagia sekiranya kita belum memiliki ilmu yang benar untuk mengarungi belantara dunia yang penuh dengan jebakan, rintangan dan ancaman berbahaya ini. Cobalah tengok bagaimana kisah tarzan; semua hal yang mungkin dapat menyulitkan dan menyengsarakan, ternyata hal yang mudah saja bagi sang tarzan. Karena ia memiliki kunci pokok untuk mengatasi semua masalah dan kebutuhannnya tersebut, yakni ilmu. Ya tarzan tahu ilmu tentang seluk beluk hutan dan cara mengatasinya. Tapi bandingkan dengan orang yang masuk ke hutan tanpa tahu seluk beluk hutan, tidak tahu cara menembusnya dan bagaimana menundukan binatang buas yang berkeliaran, niscaya dirinya akan dicekam perasaan tidak tentram, cemas, was-was, dan serba takut, walaupun dia berbekal ransel penuh dengan makanan, minuman, pakaian tahan dingin, dompet penuh uang serta senjata lengkap, tetapi karena tidak berbekal ilmu maka tetap saja kecemasan mendatangi hatinya. Jadi apa sebenarnya ilmu untuk mengatasi rasa cemas dan was-was tadi ? ilmunya hanyalah satu saudaraku, yakni ilmu dari Allah , dzat yang menciptakan dunia beserta segala isinya.Itulah Al Islam, dengan pedoman pokoknya berupa Al Quran dan As Sunnah.Semua rahasia kehidupan dunia dan akhirat dibeberkan dengan sempurna dan cermat di dalamnya, sehingga tidak ada satupun urusan, kecuali mesti ada rahasia jalan keluarnya. Dengan demikian , kalau toh hidup ini kerapkali dicekam perasaan yang kacau balau dan menyengsarakan , maka penyebab pokoknya adalah karena kita kurang memahami ilmu dengan benar.

Dalam sebuah hadits dinyatakan , pada suatu ketika datanglah seseorang kepada Ibnu Maud r.a, sahabat Rasulullah saw, untuk meminta nasihat. Wahai Ibnu Masud, ujarnya berilah nasihat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram.Jiwaku gelisah dan pikiran pun serasa kusut, makan tak enak, tidur pun tidak nyenyak. Mendengar hal itu , Ibnu Masud kemudian menasehatinya Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu , maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat , yaitu ke tempat orang membaca Al Quran, kau baca Al Quran atau dengarkanlah baik-baik orang yang membacanya ; atau pergilah ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah ; atau carilah waktu dan tempat yang sunyi , kemudian berkhalwatlah untuk menyembah-Nya, misalnya di tengah malam buta , ketika orang-orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam, memohon ketenangan jiwa , ketentraman pikiran dan kemurnian hati kepada-Nya.Seandainya jiwamu belum terobati dengan cara ini , maka mintalah kepada Allah agar diberi hati yang lain karena hati yang kau pakai itu bukanlah hatimu. Setelah orang itu kembali ke rumahnya , diamalkannyalah nasihat Ibnu Masud tersebut.Dia pergi mengambil air wudhu. Setelah itu , diambilnya Al Quran, kemudian dibacanya dengan hati yang khusyuk. Selesai membaca Al Quran , ternyata jiwanya berubah menjadi sejuk dan tentram.pikirannya pun menjadi tenang, sedangkan kegelisahannya hilang sama sekali. Wallahu alam Mencegah Berbuat Maksiat Alhamdulillahirrabil alamiin, Allahuma Shalli ala Muhammad wa 'ala alihi wasohbihi ajma'in. Semoga Allah Yang Maha Mendengar, Maha Menatap mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk mengendalikan diri karena ternyata masalah yang besar bagi kita adalah kadang-kadang kita kalah oleh nafsu kita sendiri. Kita adalah manusia biasa yang punya peluang berbuat dosa tetapi tentu saja bukan berarti kita harus kalah, kita akan jatuh bangun tetapi tidak boleh kita terus menerus jatuh ,apalagi masuk ke dalam lubang yang sama. Ada beberapa teknik yang mudah-mudahan bisa menjadi bahan bagi kita untuk mengendalikan diri supaya kita tidak tergelincir dalam perbuatan dosa : 1. Teknik yang pertama dan paling potensial adalah dengan mengingat kematian,kita semua mungkin masih ingat tentang sebuah kasus yang diberitakan beberapa media baru-baru ini ,yaitu tentang seorang petinggi yang meninggal di sebuah hotel bersama seorang wanita yang bukan muhrim, kemudian ada beberapa juga nama yang dikenal meninggal dalam pelukan wanita yang tidak halal. Artinya dengan mengingat kematian itu adalah merupakan salah satu teknik untuk membuat kita tercegah dari perbuatan maksiat, karena

ternyata andaikata kita mati ketika sedang berbuat maksiat , Naudzubillahi min dzalik, alangkah aibnya mati dalam keadaan seperti itu, istri dan anak-anaknya akan menanggung aib, orang tua akan terpukul , institusi juga ikut tercemar, begitu banyak dampak negatif yang diakibatkannya,dan tentu saja mati ketika berbuat maksiat merupakan mati kehinaan, mati yang tidak terhormat. Dulu ada sebuah cerita di suatu tempat tentang seorang bapak yang sudah lanjut yang menonton film yang tidak baik di sebuah bioskop dan akhirnya bioskop tersebut terbakar,banyak sekali contoh yang dapat kita saksikan tentang orang-orang yang meninggal ketika sedang berbuat maksiat ; ada yang mati dalam keadaan mencuri, ada yang mati dalam bergelimang harta haram, ada yang mati di tempat zina, itu semua mati yang kelihatannya suul khotimah karena mengakhiri hidupnya dengan kegiatan yang buruk,Naudzubillahi min dzalik. Maka andaikata kita berkeinginan berbuat maksiat, Naudzubillahi min dzalik, kita harus ingat karena jangan-jangan kita mati di tempat maksiat,ini akan jadi aib yang akan tersebar kemana-mana.Maka hatihatilah saudaraku dengan memperbanyak ingat mati Insya Allah akan membuat kita mempunyai rem yang lebih efektif dalam mencegah diri dari berbuat maksiat. Dan Allah sekali-kali tidak akan Menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 63 ; 11) 2. Teknik yang kedua adalah dengan membayangkan bagaimana jika Allah membeberkan aib kita, karena ternyata aib itu tidak bisa disembunyikan, karena tidak ada satupun yang dapat menghalangi jika Allah akan membeberkan apa yang Dia kehendaki, mati-matian kita dengan rencana yang matang untuk menutupi aib, tidak akan dapat menghalangi kalau Allah mau membeberkan diri kita termasuk maksiat yang kita lakukan .Maksiat yang diperbuat mudah bagi Allah untuk menjelaskannya kepada siapapun. Oleh karena itu ketakutan kita akan dibeberkan aib kita oleh Allah akan membuat kita seharusnya tercegah dari perbuatan maksiat. Pernah suatu ketika ada seseorang yang memiliki keinginan untuk berzina, berbicara kepada Rasullulah SAW Ya Rasul saya ingin zina , lalu sebagian sahabat yang hadir kontan seketika itu marah, tetapi Rasulullah tetap bersikap tenang, kemudian beliau mengajukan beberapa pertanyaan bagaimana jika ibumu dzjinahi ?, orang itu langsung marah, lalu Rasul bertanya kembali bagaimana jika anak-anak perempuanmu ada yang menzinahi ? bagaimana kalau ada saudara perempuanmu ada yang menzinahi ? setelah itu Rasulullah mendoakan orang tersebut sambil diusap dadanya dan orang yang mempunyai keinginan berjina itupun berkata kalau sebelumnya saya sangat ingin zina maka sekarang saya sangat tidak ingin berzina!

3.

Ini sebuah teknik yang luar biasa sekali yang diajarkan Rasulullah, yaitu dengan membayangkan bagaimana andaikata hal maksiat itu menimpa saudara kita sendiri.Misalkan ada seorang laki-laki yang berselingkuh kepada istri orang lain, salah satu cara untuk menghentikannnya adalah dengan membayangkan bagaimana jika istri kita diselingkuhi, perasaan kita seperti apa ? Naudzubillahi min dzalik ,lalu bagaimana jika anak kita diselingkuhi ?, Naudzubillah. Jadi kalau kita memiliki keinginan seperti pemuda tadi yang ingin berzina, bayangkanlah jika istri kita dizinahi, anak perempuan kita dizinahi, pasti kita akan sangat marah. Maka dengan bersikap seperti teknik diatas akan menjadi sebuah energi untuk menghentikan niat buruk kita, kalau kita ingin mengambil hak orang lain bayangkanlah jika hak kita diambil.Kalau kita berbuat tidak baik kepada orang lain, bayangkanlah kalau hal itu menimpa diri kita , menimpa keluarga kita, menimpa anak-anak kita, pasti kita tidak akan mau, maka orang lain pun pasti tidak mau dengan perbuatan kita itu, kemurkaannya merupakan upaya untuk mencegah kita dari berbuat maksiat. Jika kita tidak ingin dihina karena dihina itu tidak enak, maka kita jangan menghina orang lain, memang butuh waktu untuk latihan mengendalikan diri, mengendalikan seni berpikir agar pikiran kita menjadi pikiran yang dapat mengerem,tapi kalau tidak dilatih akan lewat begitu saja dan kembali mengulang-ulang maksiat yang kita lakukan,Naudzubillahi min dzalik. 4. Untuk mencegah dari berbuat maksiat maka kita harus memperbanyak dzikir,dan memperkuat ibadah, shalat harus terus diperbaiki , tahajud dilakukan dengan lebih baik dan shaum dipertahankan, karena jika dzikir kita lemah maka nafsu yang akan bertambah, jika dzikir kita lemah maka amarah dan syahwatlah yang akan meningkat. Itulah beberapa trik sederhana yang mudah-mudahan akan membuat kita lebih dekat dengan rem yang akan mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar.Wallahu alam.

RINDU ILAHI Duhai Allah,..Duhai yang mendetakkan jantung ini,. Duhai yang selalu memberikan makan kepada hamba-hambaMu ini, Duhai yang memberikan air yang sejuk di kala kami dahaga, Duhai yang mengaruniakan kantuk di kala kami lelah,.. Duhai yang selalu mengurus diri-diri kami di kala kami tertidur pulas, Hanya Engkaulah Yang Maha Agung,.. Ya Allah, betapapun kami menghianatiMu setiap waktu tapi tiada suatu saat pun terputus Engkau memberi nikmat kepada kami,. Ya Allah jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala kebusukan kami. Penghapus bagi seluruh dosa-dosa kami, hari dimana Engkau singkapkan tabir dari hati kami, hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya di qolbu ini. Ya Allah, kami ingin merasakan indahnya hidup dekat denganMu, Kami ingin hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang selalu akrab bersamaMu, kami lelah jauh dariMu ya Allah , kami tidak ingin terpuruk dan terhina karena tenggelam dalam kemaksiatan.,. Berikan kepada kami kemudahan, untuk mengenalMu Ya Allah,. Berikan kepada kami jalan untuk bisa mendekat kepadaMu,. Jadikan kami menjadi orang-orang yang selalu merasakan, kehangatan, kasih sayangMu. Ya Allah jadikan sujud kami menjadi sujud yang selalu nikmat Kepada-Mu,. Jadikan shoadaqoh kami menjadi jalan yang membuat kami akrab denganMu,. Jadikan amal-amal kami sebagai amal -amal yang tulus hanya karenaMu,. Ya Allah jangan biarkan kesibukkan dunia membutakan hati kami,... Jangan biarkan hawa nafsu, menjerumuskan kami,... Jangan biarkan syahwat membuat kami terjerumus dalam maksiat,.. Jangan biarkan amarah membuat kami terhina dalam kedzoliman,.. Ya Allah, wahai yang Maha Mendengar, sayangilah kami Ya Allah. Berkahi sisa umur kami ini, Jadikan umur yang tersisa ini membawa maslahat bagi orang tua kami, bagi keluarga kami, bagi sebanyak-banyak-Nya umat Mu, Rabbanaa aatinaa Fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa 'adzaaban naar "Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan (pula) di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka"

Jika Aku Jatuh Cinta

Cinta. Sebuah kata singkat yang memiliki makna luas. Walaupun belum teridentifikasi secara pasti, namun eksistensi cinta diakui oleh semua orang. AlGhazali mengatakan cinta itu ibarat sebatang kayu yang baik. Akarnya tetap di bumi, cabangya di langit dan buahnya lahir batin, lidah dan anggota-anggota badan. Ditujukan oleh pengaruh-pengaruh yang muncul dari cinta itu dalam hati dan anggota badan, seperti ditujukkanya asap dalam api dan ditunjukkanya buah dan pohon. Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertempuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin. Tapi cinta itu tentu porsinya tidak melebihi cinta kita pada Allah, karena Allah mengatakan, "Katakanlah! Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istriistrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjiha di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." Prestasi kepahlawanan para pejuang tidak terlepas dari pengaruh cintanya seorang pemuda kepada pemudi. Umar bin Abdul Aziz berhasil memenangkan pertarungan cinta sucinya kepada Allah dari pada cinta tidak bertuannya kepada seorang gadis. Tidak ada yang salah pada cinta. Berusahalah menempatkannya pada tempat, waktu dan sisi yang tepat. Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu. Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu. Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu. Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu. Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu. Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu. Ya Allah Engaku mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah padaMU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya.

Ini syair yg aku dapat dr browsing
Lagi-lagi untuk sebuah alasan.... Entah apa...!!!

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful