KONTROL HORMON INSULIN DAN GLUKAGON DALAM PERUBAHAN METABOLISME SELAMA LATIHAN

Mokhamad Nur Bawono )* Abstrak
Peredaran zat-zat gizi dari karbohidrat, lemak, dan protein dalam proses metabolisme dipengaruhi oleh berbagai hormon, termasuk hormon insulin, glukagon, ephineprin, kortisol, dan hormon pertumbuhan. Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya sebagai organ endokrin didukung oleh pulau-pulau Langerhans (Islets of Langeerhans)yang terdiri tiga jenis sel yaitu; sel alpha (α) yang menghasilkan glukagon, sel beta (β) yang menghasilkan insulin dan merupakan jenis sel pankreas yang paling banyak, sel deltha (D) yang menghasilkan somatostatin namun fungsinya belum jelas diketahui, sel PP yang menghasilkan polipeptida pankreas. Kita akan lebih banyak membahas dan mengkaji hormon glukagon dan insulin, karena kedua hormon ini memegang peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Bahkan keseimbangan kadar gula darah sangat ,dipengaruhi oleh kedua hormon ini. Fungsi kedua hormon ini saling bertolak belakang. Kalau secara umum, sekresi hormon insulin akan menurunkan kadar gula dalam darah sebaliknya untuk sekresin hormon glukagon akan meningkatkan kadar gula dalam darah.

Kata kunci: metabolisme, insulin, glukagon, latihan

1. Pendahuluan Hubungan hormon dengan program latihan pada seorang atlet yang melaksanakan latihan terjadi banyak proses fisiologis pada tubuhnya sehingga dengan berbagai macam aktivitas yang dilakukan berpengaruh terhadap kecepatan metabolisme tubuh yang berakibat meningkatnya sekresi hormon. Latihan fisik adalah suatu rangsangan yang berpengaruh nyata dalam pengaturan proses metabolik dan transkriptional di otot rangka. Antara lain, latihan meningkatkan serapan glukosa otot rangka. Setelah latihan, ada peningkatan kecepatanangka dari serapan glukosa dan sintesa gliklogen. Selama olahraga sel-sel otot menggunakan banyak glukosa dan bahan bakar nutrien lain dari biasanya untuk kegiatan kontraksi otot. Kecepatan transportasi glukosa ke dalam otot yang digunakan dapat meningkat sampai 10 kali lipat selama aktivitas fisik. Mekanisme yang bertanggung jawab terhadap peningkatan pengambilan glukosa oleh otot-otot yang bekerja masih belum jelas. Pada banyak sel termasuk otot yang sedang istirahat, difusiterfasilitasi glukosa bergantung pada hormon insulin (10, 16, 17). Ketika aktivitas fisik kepekaan insulin meningkat menyebabkan penurunan kadar glukosa plasma. Oleh karena itu insulin mungkin tidak berperan dalam meningkatkan transpor glukosa ke dalam otot yang sedang bekerja. Mekanisme kerja dari kedua hormon insulin dan glukagon ketika terjadi aktivitas fisik atau latihan olahraga masih memerlukan penjabaran dan kajian lebih lanjut. Untuk itu tulisan ini berusaha mengungkap bagaimana kerja kedua hormon ini ketika latihan dan adaptasinya yang terjadi ketika latihan. 2. Perubahan Fisiologis tubuh pada Latihan Olahraga

termasuk hormon insulin. (2) Adaptasi ‗jawaban lambat‘ adalah perubahan struktur atau fungsi organ-organ tubuh yang sifatnya lebih menetap karena latihan fisik yang dilakukan dengan teratur dalam periode waktu tertentu. Sedangkan perubahan yang terjadi karena training disebut adaptasi. (8). Ada dua istilah latihan yang kita kenal yaitu acute exercise dan chronic exercise. sedangkan chronic exercise adalah latihan yang dilakukan berulang-ulang sampai beberapa hari atau sampai beberapa bulan (training)(4. Kontrol Hormon Insulin dan Glukagon dalam Perubahan Metabolisme Peredaran zat-zat gizi dari karbohidrat. Pada berbagai kondisi insulin dan glukagon secara normal merupakan hormon pengatur yang paling dominan mengubah jalur metabolik dari anabolisme netto menjadi katabolisme netto bolak-balik dan penghematan glukosa. (5) Pada individu yang terlatih terjadi peningkatan pengaturan panas tubuh karena dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi panas dengan mudah. terjadi hiperthropi otot. Berdasarkan teori stres fisik adaptasi jaringan terjadi sebagai respon terhadap stres fisik (1). (3) Rendahnya akumulasi laktat darah seiring dengan peningkatan intensitas latihan disebabkan karena peningkatan oksidasi asam laktat menjadi pirufat. dan protein dalam proses metabolisme dipengaruhi oleh berbagai hormon. sel alpha (α) menghasilkan glukagon. Tanggapan tersebut berupa: (1) Respon ‗jawaban sewaktu‘ adalah perubahan fungsi organ tubuh yang sifatnya sementara dan berlangsung tiba-tiba. sebagai akibat dari aktivitas fisik. hal ini disebabkan oleh besarnya volume plasma dan lebih responsifnya mekanisme termoregulator. 8). kortisol. Perubahan fungsi ini akan hilang dengan segera dan kembali normal setelah aktivitas dihentikan. ephineprin. 5). Reaksi adaptasi hanya akan timbul apabila beban latihan yang diberikan intensitasnya cukup memadai dan berlangsung cukup lama. glukagon. (7) Latihan yang dilakukan secara teratur bermanfaat terhadap kondisi psikologis 3. Hal penting yang perlu diperhatikan ialah bahwa dengan melakukan training ‗pelatihan‘ akan terjadi perubahan penting di dalam tubuh sedangkan dengan melakukan exercise perubahan yang terjadi kurang penting. sel beta (β) menghasilkan insulin dan . fungsi jantung paru lebih baik. Acute exercise adalah latihan yang dilakukan hanya sekali saja atau disebut juga dengan exercise. Fungsinya sebagai organ endokrin didukung oleh pulau-pulau Langerhans (Islets of Langeerhans)yang terdiri tiga jenis sel yaitu. (4) Perubahan komposisi tubuh dengan berkurangnya massa dan lemak tubuh karena latihan aerobik meningkatkan kapasitas penggunaan asam lemak sebagai energi. dan hormon pertumbuhan. yang masing-masing bergantung pada apakah tubuh berada dalam keadaan kenyang atau puasa (17).Ketika tubuh melakukan latihan fisik yang merupakan salah satu bentuk stressor fisik dapat menyebabkan gangguan homeostatis. (2) Perubahan kardiorespirasi. Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Adaptasi sistem tubuh akibat latihan aerobik sebagai berikut (4): (1) Perubahan otot . maka tubuh akan memberi tanggapan berupa mekanisme umpan balik negatif (7. Perubahan yang terjadi pada waktu seseorang melakukan exercise disebut dengan respon. (6) Perubahan penampilan atau performa dengan meningkatnya kapasitas endurance ‗daya tahan‘. lemak.

karena kedua hormon ini memegang peranan penting dalam metabolisme karbohidrat. sel deltha (D) menghasilkan somatostatin namun fungsinya belum jelas diketahui. sekresi hormon insulin akan menurunkan kadar gula dalam darah sebaliknya untuk sekresin hormon glukagon akan meningkatkan kadar gula dalam darah. dimana dengan melepaskan ikatan asam lemak untuk ditranspor ke mitokhondria untuk oksidasi. Insulin Insulin memiliki efek penting pada metabolisme karbohidrat. Demikian juga ketika memfasilitasi serapan glukosa di hati dan jaringan adipose jaringan. . Hormon insulin juga memainkan peran yang krusial dalam metabolisme lemak. dan asam amino darah meningkat. dan lemak. glukagon merangsang glikogenolisis (pemecahan glikogen menjadi glukosa) dan meningkatkan transportasi asam amino dari otot serta meningkatkan glukoneogenesis (pemecahan glukosa dari yang bukan karbohidrat). Konversi glikolitik dari glukosa ke acetyl CoA merupakan pendahuluan ke sintese asam lemak. Lipolysis. yakni dalam mengatur lipolysis dan lipogenesis. 1) Peranan hormon insulin pada sel sebagai berikut : (1) Mentranslokasi dari GLUT-4 transporter ke membran plasma dan mengalirkan atau memasukkan glukosa. sintese glikogen. Walau hormon ini juga berperan di dalam meningkatkan sintese protein (anabolisme). hormon insulin merangsang lipogenesis juga. peran utama hormon insulin adalah mengurangi dari menguraikan protein (katabolisme). dan asam amino dalam darah serta mendorong penyimpanan zat-zat gizi tersebut (17).merupakan jenis sel pankreas paling banyak. Beberapa studi telah mencatat bahwa elevasi hormon insulin tanpa diikuti dengan peningkatan pada kemampuan asam amino sebenarnya menurunkan sintese protein sebagai hasil rendahnya konsentrasi asam amino plasma. Efek glukagon ini juga sama dengan efek kortisol. akibatnya sebagian besar bergantung pada kemampuan asam amino. asam lemak. Secara bersamaan. a. Hormon ini memudahkan penyerapan glukosa dan asam amino ke dalam otot rangka dan hati. Banyak kajian yang menunjukkan bahwa hormon insulin dengan jelas berperan dalam lipolysis pada posisi istirahat. 12. GH dan epinefrin. Hormon ini menurunkan kadar glukosa. insulin menghalangi pelepasan glukosa hati (glycogenolysis) dan produksi glukosa baru dari nutrien nonkarbohidrat (gluconeogenesis) (2. glikolisis dan sintesis asam lemak. dengan demikian berperan dalam proses glycogenesis. Kalau secara umum. dan protein. lemak. hidrolisis dari triglycerida. (3) Meningkatkan replikasi DNA dan sintesa protein melalui kontrol dari serapan asam amino. 17) Kita akan lebih banyak membahas dan mengkaji hormon glukagon dan insulin. adalah salah satu langkah syarat dari oksidasi lemak. Perangsangan glukagon bila kadar gula darah rendah. protein. Dalam kaitan dengan metabolisme protein. dan sel PP menghasilkan polipeptida pankreas (15. Fungsi kedua hormon ini saling bertolak belakang. 13). Bahkan keseimbangan kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh kedua hormon ini. Hormon insulin digunakan secara nyata untuk mempengaruhi metabolisme karbohidrat dan protein pada otot rangka.Dalam meningkatkan kadar gula darah. (2) Mengontrol substrat masukan selular . secara jelas mencolok adalah glukosa di otot dan jaringan adipose. 11.

(4) Memodifikasi aktivitas dari banyak enzim ( pengaruh allosterik ). Pengangkut-pengangkut tersebut diinsersikan ke dalam membran plasma sebagai respon terhadap peningkatan sekresi insulin. 12. 12. 11. Proses ini seperti ditunjukkan oleh gambar 2 di bawah ini: . Insulin meningkatkan mekanisme difusi terfasilitasi (dengan perantara pembawa) glukosa ke dalam sel-sel tergantung insulin tersebut melalui fenomena transporter recruitment (17). (6) Meningkatkan sintesis asam lemak – hormon insulin memfasilitasi masuknya lemak dalam darah ke jaringan adipose yang kemudian dapat dikonversi menjadi triglycerida. kadar hormon insulin yang lebih rendah menyebabkan sel hati mengkonversi glikogen menjadi glukosa dan mengeluarkannya ke dalam darah. (7) Menurunkan proteinolisis – mengurangi kekuatan dari pemecahan protein. 13). akan terjadi sebaliknya jika kekurangan dari hormon insulin.10. kekurangan dari hormon insulin menyebabkan sebaliknya. GLUT4 tersebut sebagian ditarik dari membran sel dan dikembalikan ke simpanan intrasel ( 2. Secara skematik peranan insulin seperti terlihat pada gambar 1 di bawah ini: Dari Gambar di atas Menunjukkan bahwa masuknya glukosa ke dalam sel otot rangka dan ke jaringan adiposa hanya melalui pembawa di membran plasma yang dikenal sebagai glucose transporter.11. 13). Glut 4 ini ditemukan pada jaringan adiposa dan otot serang lintang (otot rangka dan jantung) (10. sehingga terjadi peningkatan pengangkutan glukosa ke dalam sel. (10) Meningkatkan ambilan/serapan amino asam – memfasilitasi penyerapan dari sirkulasi asam amino. (9) Menurunkan gluconeogenesis – menurunkan produksi glukosa dari berbagai substrates di hati. Apabila sekresi insulin berkurang. kekurangan insulin menyebabkan produksi glukosa dari variasi substrat pada hati dan di tempat lain. (8) Menurunkan lipolisis – mengurangi kekuatan dari konversi dari simpanan sel lemak lipid ke dalam asam lemak plasma. kekurangan dari hormon insulin menyebabkan pemecahan protein. kekurangan insulin akan menghambat penyerapan. (5) Meningkatkan sintesis glikogen – hormon insulin memfasilitasi masuknya glukosa ke sel hati dan sel otot. Glukosa transporter ini adalah glucose transporter 4 atau yang lebih dikenal dengan istilah GLUT 4.

2) Faktor yang Mengontrol Sekresi Insulin Kontrol utama atas sekresi insulin adalah sistem umpan balik negatif langsung antara sel β pankreas yang menghasilkan insulin dengan konsentrasi glukosa dalam darah. (2) Hormon pencernaan utama yang disekresikan oleh saluran pencernaan sebagai respon adanya makanan. Peningkatan kadar glukosa darah. 3 di bawah ini: Konsentrasi glukosa darah Hormone pencernaa n Konsentrasi asam amino + Kontrol utama + Asupan makanan + + + + . Penurunan kecepatan sekresi insulin ini menyebabkan perubahan metabolisme dari keadaan absorptif ke keadaan pascaabsorptif. sepeti yang terjadi setelah proses pencernaan makanan secara langsung akan merangsang sintesa dan sekresi insulin oleh sel β pankreas (2. maka akan menurunkan kadar glukosa darah ke tingkat yang normal karena terjadi peningkatan pemakaian dan penyimpanan glukosa. dan hati (17). Pada otot yang aktif seperti ketika digunakan dalam latihan olahraga memang tidak tergantung pada insulin tetapi pada kondisi istirahat sel-sel tersebut tetap bergantung pada insulin. 15). Dengan adanya kadar insulin yang meningkat. Faktor lain yang mengontrol sekresi hormon insulin adalah: (1) Peningkatan kadar asam amino plasma. Kontrol insulin ketika olahraga akan dijelaskan berikutnya. Sebaliknya penurunan kadar glukosa darah akan secara langsung menghambat sekresi insulin. otot yang aktif. Dengan demikian sistem umpan balik negatif sederhana ini mampu mempertahankan pasokan glukosa ke jaringan secara konstan tanpa memerlukan fungsi hormon insulin.Akan tetapi pada beberapa jaringan masuknya glukosa tidak tergantung pada insulin—yaitu otak. (3) Sistem saraf otonom. secara skematik seperti tampak pada gambar.

mengakibatkan peningkatan pembentukan dan pengeluaran glukosa oleh hati sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa darah. dan merangsang glukoneogenesis. 15. Glukagon meningkatkan pembentukan keton (ketogenesis) di hati dengan mendorong perubahan asam lemak menjadi badan keton (gambar 1). Glukagon Banyak ahli fisiologi memandang sel-sel β pankreas penghasil insulin dan sel-sel α pankreas penghasil glukagon sebagai pasangan sistem endokrin yang sekresinya kombinasinya merupakan faktor utama dalam mengatur metabolisme bahan bakar (17). (2) Efek pada lemak. simpanan protein yang utama di tubuh. Stimulasi glukoneogenesis juga memperkuat efek katabolik glukagon pada metabolisme protein di hati. Walaupun meningkatkan katabolisme protein di hati. asam amino darah . sintesa protein simpanan glukosa b. Glukagon menimbulkan efek hiperglikemik dengan menurunkan sintesis glikogen. meningkatkan glikogenolisis. asam lemak darah . Glukagon mempengaruhi banyak proses metabolisme yang juga dipengaruhi oleh insulin dan berlawanan dengan efek insulin (2. lemak. Glukagon bekerja terutama di hati. tempat hormon ini menimbulkan berbagai efek pada metabolisme karbohidrat. glukagon tidak memiliki efek bermakna pada kadar asam amino darah karena hormon ini tidak mempengaruhi protein otot. 17). mendorong penguraian lemak dan menghambat sintesa trigliserida. dan protein yaitu: (1) Efek pada karbohidrat. Secara sekematik ditunjukkan oleh Gambar 4 : . glukagon menghambat sintesa protein dan meningkatkan penguraian protein di hati. (3) Efek pada protein.+ Stimulasi parasimpatis + + Sel-sel β pankreas - Stimulasi simpatis (dan epinephrine) Sekresi insulin Glukosa darah .

Ketika glukosa darah mengalami penurunan maka sel α pankreas meningkatkan sekresi glukagon. Efek hiperglikemik hormon ini cenderung memulihkan konsentrasi glukosa darah ke tingkat normal.Seperti sekresi insulin. Sebaliknya peningkatan glukosa darah seperti yang terjadi setelah makan akan menghambat sekresi glukagon yang juga cenderung memulihkan kadar glukosa ke kadar normal. seperti ditunjukkan gambar 5 berikut: . faktor utama yang mengatur sekresi glukagon adalah efek langsung konsentrasi glukosa darah pada pankreas endokrin (17).

Fiedler dan Kibittel. dua jam setelah latihan hormon insulin plasma masih tersisa pada taraf dasar. Hormon ini mempunyai peran yang berlawanan dengan fungsi dari hormon insulin. walau hormon insulin plasma menurun selama latihan.3. Banyak penelitian lain juga telah mengamati adanya penurunan yang sama. Dari sini ada anggapan dimana ada modifikasi yamg tetap dari keberhasilan stimuli bahwa yang bertanggung-jawab terhadap variasi dari pengeluaran hormon insulin selama latihan. Kontrol Insulin Selama Latihan Hormon insulin satu-satunya hormon glucoregulatory yang mengalami penurunan pada saat latihan di bawah kondisi fisiologis normal . Pada individu yang terlatih ada kenaikan yang konstan dari kadar insulin plasma selama tiga menit pertama pada aktivitas sepeda ergometer . penurunan ini banyak terjadi pada latihan jangka waktu lebih panjang dengan intensitas lebih rendah dibandingkan singkatnya jangka waktu pendek dengan intensitas latihan yang tinggi (11) Beberapa peneliti ( Hoffman. 6. konsentrasi dari hormon insulin plasma selama latihan jangka waktu pendek sangat bergantung kepada proses pencernaan dari makanan kaya karbohidrat sebelum latihan (Orara. Selama latihan. 1974). Pruett. 1972. 9) Dengan turunnya kadar glukosa plasma maka tubuh berusaha untuk mengembalikan kadar glukosa plasma yakni dengan menskresi hormon glukagon. tubuh manusia berusaha mengembangkan suatu mekanisme kompleks dari mobilisasi hormon yang mengatur dan menyesuaikan jalur metabolisme ke suatu kondisi yang spesifik. Penemuan ini menyepakati penemuan sebelumnya dimana pada individu tak terlatih kadar hormon insulin plasma meningkat selama latihan. Pada individu yang minum air tanpa karbohidrat (placebo). glukosa dan asam lemak bersamaan dibutuhkan sebagai bahan bakar metabolisme. 1970. . Oleh karena itu insulin mungkin tidak berperan dalam meningkatkan transpor glukosa ke dalam otot yang sedang bekerja. a. sedang pada individu yang minum karbohidrat. Langer dan Pickenhain) menunjukkan ada suatu penurunan dari konsentrasi hormon insulin plasma selama aktivitas (11). Kontrol Hormon Insulin dan Glukagon Selama Latihan Selama aktivitas fisik . Hormon insulin menurun selama lari treadmill dengan waktu yang lama dengan intensitas 76%VO2max dan pada latihan incremental treadmill dengam intensitas 47% dan 77% VO2max (tidak ada perbedaan berpengaruh nyata dicatat pada 100% VO2max) (10). maka glukagon meningkat sedangkan insulin menurun (2. Untuk itu di bagian ini akan diungkap bagaimana kerja kedua hormon ini ketika latihan dan adaptasinya yang terjadi ketika latihan. Bagaimanapun. Berbeda pada individu tak terlatih kadar insulin plasma meningkat dengan cepat pada menit pertama aktivitas fisik. Gerberger. Mekanisme kerja dari kedua hormon insulin dan glukagon ketika terjadi aktivitas fisik atau latihan olahraga masih memerlukan penjabaran dan kajian lebih lanjut. Juga. Keibel. Vapaatalo. yang didasari oleh kadar glukosa darah. kemudian kadar insulin plasma menurun secara progresif dan pada akhir dari latihan kadar insulin lebih rendah dibandingkan kadar basal insulin. kemudian kadar insulin ini tersisa tetap tinggi dan bahkan dua jam setelah latihan selesai. hormon insulin plasma selama latihan di bawah taraf inisial. tetapi penurunan ini tidak sampai di bawah taraf inisial/normal. Sama pentingnya.. Ketika aktivitas fisik kepekaan insulin meningkat yang menyebabkan penurunan kadar glukosa plasma. Hellemans (1978) membuktikan suatu penyimpangan dari kadar insulin plasma selama aktivitas yang bergantung kepada subyek pelatihan . Saarela dan Reinila.

oleh sebab itu. ketika konsentrasi dari glukosa darah rendah. (b) Kenaikan dari sintesa glikogen otot . (2) Akibat yang relevan bahwa hormon insulin itu dapat menghasilkan ambilan glukosa selama latihan menyisakan keraguan. Lebih dari itu bahwa selama latihan kenaikan dari glucagon menghasilkan satu aktivator yang berakibat langsung pada pengeluaran dari hormon insulin. Grasso. dari gluconeogenesis dan dari sintese glikogen hati. 1974. 1) Fungsi Metabolik Selama Latihan a) Efek pada Carbohydrates. Konsentrasi Katekholamin pada Darah. telah menjadi anggapan bahwa konsentrasi cAMP meningkat selama latihan. dan sehubungan dengan fakta yang benar bahwa ambilan dari glukosa oleh otot rangka selama latihan meningkat bahkan ketika hormon insulin tidak ada (16). kenaikan dari somatostatin menghambat pengeluaran dari hormon insulin. peningkatan dari hasil pengeluaran insulin akan terjadi : (1) Kenaikan dari sintesa dari asam lemak di jaringan adipose. Sesuai dengan di atas. ini tidak boleh menjadi tidak relevan untuk latihan yang keras dan waktu yang lama. . Karam. sangat mungkin. (c) Pengurangan dari cAMP. (2) Kenaikan dari sintese dari fosfat glycerol di jaringan adipose . Peningkatan dari noradrenaline pada darah menghambat sekresi hormon insulin (Orara. Glucagon adalah suatu hormon perangsang dari sekresi hormon insulin pada sel beta dan secara tak langsung meningkatkan glukosa pada darah. Fakta ini untuk menjelaskan penemuan oleh peneliti berbeda. Kadar cAMP. Jadi. Sebelumnya. 2) Efek pada lemak. Selama latihan ada suatu kenaikan dari hormon pertumbuhan dan. Somatostatin. pelepasan somatostatin dihambat. paling tidak.(1) (2) (3) (4) (5) Sekresi hormon insulin selama aktivitas fisik diatur oleh : Konsentrasi Glukosa Darah. 1966). Saarela dan Reinila. terutama ketika mempertimbangkan variasi dari pengeluaran hormon dalam hubungannya dengan aktivitas latihan seseorang. kenaikan sekresi catecholamines yang dihasilkan selama latihan akan berfungsi sebagai suatu mekanisme penghambatan dari sekresi hormon insulin. Wegienka. Demikian juga. mekanisme pengatur ini mungkin menghasilkan satu rangsangan yang menghambat sekresi hormon insulin. meningkatnya cAMP akan merangsang sekresi hormon insulin. selama latihan ada berbagai mekanisme aktivator dan penghambat dari sekresi hormon insulin yang terjadi secara serempak. peningkatan dari hasil pengeluaran dari hormon insulin plasma : (1) Kenaikan dari serapan glukosa oleh otot dan dengan jaringan lain melalui suatu mekanismme pada membran selular: (a) Kenaikan dari serapan glukosa oleh jaringan adipose . (3) Kenaikan dari penyimpanan dari triglycerides di jaringan adipose (4) Kenaikan dari sintese dari lipids pada hati. Balagué and Barbany (17) :karena akibat fluktuasi (kenaikan atau penurunan) pada kadar insulin plasma dalam darah yang dihasilkan selama aktivitas. ada dua alasan yakni pendapat yang dikemukakan oleh Company. Kadar Glukagon Plasma . Frodsky dan Forsham. Vapaatalo. tidak tampak suatu mekanisme pengaturan yang relevan selama latihan sejak kadar glukosa plasma sedikit. hasil yang kontradiksi tentang modifikasi plasma dari hormon insulin selama latihan.

Pada subjek terlatih terjadi penurunan dari glucagon plasma selama latihan dan satu kali aktivitas latihan selesai glucagon kembali meningkat ke konsentrasi normal. pengurangan dari konsentrasi glukosa darah hanya terjadi setelah latihan yang intensif dan keras (10.sekali ditegaskan bahwa terjadi kenaikan dari konsentrasi cAMP selama aktivitas (10. Holst. Faloona Knoche dan unger. Seydoux. Efek ini telah ditunjukkan oleh latihan yang makin lama makin bertambah dan latihan daya tahan yang lama. 1975) menemukan suatu hubungan antara kadar glucagon dan kadar dari adrenaline dan noradrenaline selama latihan yang intensif.13). ditemukan bahwa glucagon lebih meningkat pada skenario latihan dengan waktu yang lebih panjang (peningkatan tiga kali lipat diatas nilai istirahat) dibandingkan di latihan incremental (meningkatnya 35% dari istirahat ke VO2max). Fungsi Metabolik Selama Latihan . Girardier.16). Efek Adrenergic ini mungkin dimediasi oleh konsentrasi siklik cAMP. Sebaliknya. 1978) (16). pada subyek tak terlatih terdapat sebuah peningkatan luar biasa dari glucagon plasma dua jam tak bergerak setelah latihan (10. Holst dan Christensen. Bagaimanapun. 2. Schlein. Glukagon Inhibitor Kenaikan dari kadar asam lemak bebas di darah secara umum merupakan suatu mekanisme penghambat untuk sekresi glukagon. Hellemans. Galbo. walau korelasi ini hanya berpengaruh nyata pada adrenaline selama latihan dengan intensitas moderat. 1975. 1975). Mekanisme kontrol sekresi glukagon selama latihan dapat digolongkan ke dalam dua kategori : 1) Glukagon Aktivator Meningkatnya penghantaran simpatis yang dihasilkan selama latihan.13). glukagon meningkat sebagai respons dari latihan. Orci. Pada studi yang dilakukan oleh Galbo (15. Untuk alasan ini. Knowton dan Martin.). Beberapa peneliti (Galbo. renold dan Porte.adrenergic. sedangkan pada latihan intensif dan waktu yang lama mungkin bertambah sebanyak 300% (10. Wollheim. Para ahli telah menunjukkan bahwa pelepasan dari glucagon meningkat selama latihan fisik (Bottger. merangsang sekresi dari glucagon. 1973. Penurunan dari konsentrasi dari glukosa darah merupakan suatu mekanisme kuat dari sekresi glukagon. konsekuensinya adalah suatu penurunan konsentrasi glukosa darah mempunyai pengaruh nyata sebagai satu rangsangan untuk sekresi glukagon dalam kondisi ini (latihan yang keras). Christensen. Di samping itu. Kenaikan dari konsentrasi glukagon selama latihan mengindikasikan bahwa glukagon aktivator lebih berperan dominan daripada efek glukagon inhibitor.15.Hasilnya adalah suatu kontrol negatif oleh asam lemak bebas harus diberikan bergantung kepada latihan untuk individu itu sendiri.16). Kontrol Glukagon Selama Latihan Sebagai suatu hormon yang kerjanya berlawanan langsung dengan hormon insulin. Kanazawa. atas bantuan jalur β . Ada buktik tambahan bahwa ada respon yang berbeda dari kadar glukagon plasma selama latihan antara subyek terlatih dan tidak terlatih.15.16). Marliss. suatu beta-blocker (agen penghambat β -adrenergic) selama latihan menata meningkatnya sekresi glucagon (15. 1972.b. Ini kemungkinan untuk menjelaskan bahwa peningkatan konsentrasi dari cAMP masuk ke dalam pankreas yang terisolasi meningkatkan sekresi dari glucagon (Weir. Pada latihan dengan intensitas moderat konsentrasi glukagon di darah hanya meningkat 35%.12.

juga peka terhadap peranan glukagon. glukagon merangsang adenincyclase dari sel hati. proses lipolisis ini dapat dipastikan diakibatkan ada peranan dari glukagon yang juga berpartisipasi dalam meningkatnya asam lemak bebas yang dihasilkan selama latihan. b) Akibat pada Lipids. lemak intraseluler dalam jaringan adiposa yang ditransformasi ke trigliserida menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Oleh karena itu. Mekanisme ini seperti tergambar dalam skema di bawah ini: Dengan demikian. Glucagon tidak menyempurnakan glikogenolisis pada otot. ada hubungan yang parallel antara tingkat latihan dengan kadar glukagon darah dan asam lemak bebas. Dalam proses glikogenoisis. . Proses ini menuju aktivasi phosphorylase. oleh sebab itu pemecahan glikogen menjadi meningkat.a) Efek pada karbohidrat. Glikoneogenesis pada hati meningkat banyak sebagai satu fungsi dari tersedianya asam amino. yakni merangsang glikogenolisis dan glukoneogenesis.

GH dan epinefrin. terutama pada latihan yang intense dan prolonge atau waktu yang sangat lama.Dalam meningkatkan kadar gula darah. (3) Kerja kedua hormon walaupun berlawanan namun membutuhkan kesinambungan dan kesinergisan peran diantara keduanya baik dalam kondisi normal maupun dalam dalam kondisi latihan. Mekanisme kontrol sekresi glukagon selama latihan dapat digolongkan ke dalam dua kategori yaitu glukagon aktivator dan glukagon inhibitor.kadar glukagon plasma . dan asam amino darah meningkat. Hormon ini menurunkan kadar glukosa. asam lemak. kadar camp. dan protein. Efek glukagon ini juga sama dengan efek kortisol. Simpulan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan beberapa hal terkait dengan kontrol hormone insulin dan glukagon dalam perubahan metabolisme selama latihan : (1) Pada berbagai kondisi insulin dan glukagon secara normal merupakan hormon pengatur yang paling dominan mengubah jalur metabolik.4. lemak. . dan asam amino dalam darah serta mendorong penyimpanan zat-zat gizi tersebut (glikogenesis). maka glukagon meningkat sedangkan insulin menurun. konsentrasi katekholamin pada darah. (2) Selama latihan. Sekresi hormon insulin selama aktivitas fisik diatur oleh konsentrasi glukosa darah. somatostatin. glukosa dan asam lemak bersamaan dibutuhkan sebagai bahan bakar metabolisme. Perangsangan glukagon bila kadar gula darah rendah. glukagon merangsang glikogenolisis (pemecahan glikogen menjadi glukosa) dan meningkatkan transportasi asam amino dari otot serta meningkatkan glukoneogenesis (pemecahan glukosa dari yang bukan karbohidrat). Insulin memiliki efek penting pada metabolisme karbohidrat.

P. & Wilson. . Barbany. Sugiharto. Tras.KK. Soc.SP. 2008. 17. 13. Insulin: The Science Stuff. © 2003 humanmovement. Supriadi. O.T.E. J. Exercise Physiology Human Bioenergetics and Its Aplications. Patrice Bélanger. J. William D. Bowers R. 1998. Harsono. Fisiologi Kedokteran (terjemahan). Katch. N. 2002.. Victoria Matas Bonjorn. 16(61)...EvilGenius. Issue 2 302-305. Biochem. 2000. T. Vollaard. Fisiolofi Manusia: dari Sel ke Sistem. 14. Endocrine Web. Harjanto & Santoso.com 11.A. C.. 30: 280-285 2. New York : Macmillan Publishing Company. 3. Rennie. 16. F. Fox El. Exercise Physiology: 6. (1979). M. & Katch. Hickson and J. Balagué. Jakarta: PIO KONI Pusat. Holloszy. Influence of prior exercise and liver glycogen content on the sensitivity of the liver to glucagons. Victor L. 10(1): 22-32. Copyright © 1977 by American Physiological Society.R. Brahm U.00 Copyright © 2002 the American Physiological Society.). 8. Fahey TD. ―Pembentukan Radikal Bebas Oksigen dalam Aktivitas Fisik‖. 15. Philadelphia: Saunders College. Nutrition.S. Tengadi. 4. 1997. Brooks GA. pp 701 – 715. Sherwood L. 9-17. Chavez B. Endocrine Kontrol of Carbohydrat and Lipid Metabolic Change during Exercise. 2001. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. LMA Ken Ariata Santoso dan Alex. C. Guyton & Hall. Ganong WF. Lab Jurnal Ilmu Keolahragaan dan Pendidikan Jasmani. Journal of Applied Physiology. 1997. and Jean-Marc Lavoie.. Choueiri. Terjemahan oleh Setiawati Irawan. Frank I. The Pysiological Basis of Physical Education and Athletics (4th Ed. Energy. 1984. McArdle. Company. Philadelphia etc: Lippincott 7. The Importance of Insulin and Glucagon . M. 1996. 5. and Human Performance. M. A. Majalah Ilmu Faal Indonesia. R. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Texbook of Medical Physiology) (9th Ed. Free Radicals and Oxidative Stress. 01(1): 13-21. edisi 2: Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Kuncoro. ―Penelitian Pendahuluan Tentang Pengaruh Intensitas dan Durasi Latihan Renang pada Tikus terhadap Derajat Stres Oksidatif‖. hlm 275. Martin G.C.B. Pengaruh Latihan Aerobik dan Anaerobik terhadap Luas Penampang 9. Exercise. Kedokteran EGC.Daftar Rujukan 1. SP. F. Prinsip-Prinsip Latihan dan Kondisi Fisik. Gyntelberg. Vol 43.D. Ed 20. Jakarta: EGC. 2001. Diabetes and Hypoglicemia.. Alih Bahasa: dr. Latour. Effect of training on the response of plasma glucagon to exercise. James Norman.. Puguh. February 08 12. 2000.). www. Journal of Applied Physiolog 92(1):188-194 8750-7587/02 $5.com. X. 10. Apuntes de Medicina Deportiva.W & Foss ML. Cooper.