FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA (UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA) Jl.Terusan Arjuna No.

6 Kebon Jeruk-Jakarta Barat

KEPANITERAAN KLINIK STATUS ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA SMF ILMU PENYAKIT DALAM RSU BHAKTI YUDHA DEPOK

IDENTITAS PASIEN Nama lengkap: Tn. H Tempat/tanggal lahir: 21 April 1938 Status perkawinan: sudah menikah Pekerjaan: pension Alamat: Jl. Raya Citayam no.3 Jakarta Tanggal masuk rumah sakit : 4 Maret 2012 Jenis kelamin: laki-laki Suku bangsa: Jawa Agama: Islam Pendidikan: SLTA No. RM: 275264

A. ANAMNESIS Keluhan utama: Sesak nafas sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit. Sesak yang dirasakan timbul mendadak, saat istirahat. Sesak tidak disertai bunyi menciut, dan lebih berkurang saat pasien posisi duduk. Selama ini sesak tidak terlalu dirasakan jika pasien beraktivitas sehari-hari. Pasien mengeluhkan batuk kering kadang diiringi dengan rasa sesak sejak 1 bulan yang lalu. Tidak terdapat pilek. Tidak ada keluhan berkeringat pada malam hari, dan tidak ada penurunan berat badan.

10 hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluh demam. Demam bertambah tinggi pada sore hari. Terdapat keluhan mual, perut dirasakan kembung namun tidak ada muntah dan tidak ada nyeri pada ulu hati. Tidak ada keluhan sakit kepala, rasa pegal pada sendi dan otot. Tidak ada keluhan gusi berdarah, mimisan, maupun tanda pendarahan lainnya. Pasien memiliki riwayat kebiasaan merokok tahunan namun sudah berhenti merokok sejak 15 tahun yang lalu (tahun 1997). Terdapat riwayat penyakit jantung sejak 2 tahun lalu dan biasa kontrol di RS Pasar Rebo. Tidak ada riwayat kaki bengkak. Tidak ada riwayat berpergian ke luar kota dalam 1 bulan terakhir. Keluarga yang tinggal satu rumah dengan pasien tidak ada yang sakit batuk lama ataupun sakit lainnya.

Penyakit Dahulu (Tahun, diisi bila ya (+), bila tidak (-)) (-)Cacar (-)Cacar air (-)Difteri (-)Batuk rejan (-)Campak (-)Influensa (-)Tonsilitis (-)Korea (-)Demam Rematik Akut (-)Pneumonia (-)Pleuritis (-)Tuberkulosis (-) Malaria (-) Disentri (-) Hepatitis (-) Tifus abdominalis (-) Skrofula (-) Sifilis (-) Gonore (-)Hipertensi (-)Ulkus Ventrikuli (-)ulkus duodeni (-)Gastritis (-)Batu Empedu (-)Batu ginjal (-)Burut (Hernia) (-)Penyakit prostat (-) Wasir (-)Diabetes (-)Alergi (-)Tumor (-)Penyakit Pembuluh (-)Perdarahan otak (-)Psikosis (-)Neurosis Lain-lain:(-) Operasi (-) Kecelakaan

Riwayat Keluarga Hubungan Umur (Tahun) JenisKelamin Keadaan Kesehatan Kakek (ayah) Nenek (ibu) Ayah Ibu Saudara Istri Anak Tidak tahu Tidak tahu Tidak tahu Tidak tahu 61 tahun 67 tahun 32 tahun Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Meninggal Meninggal Meninggal Meninggal Sehat Sehat Sehat Penyebab Meninggal Tua Tua Tua Tua

Adakah kerabat yang menderita: Penyakit Alergi Asma Tuberculosis Arthritis Rematisme Hipertensi Jantung Ginjal Lambung Ya Tidak V V V V V V V V V Hubungan

ANAMNESIS SISTEM Catat keluhan tambahan positif disamping judul-judul yang bersangkutan Harap diisi: bila ya (+), bila tidak (-). Kulit (-)Bisul (-)Rambut (-)Keringat malam

(-)Kuku (-)Kuning/ikterus (-) petechiae (-)sianosis (-)Lain-lain Kepala (-)Trauma (-)Sinkop (-)Sakit kepala (-)Nyeri pada sinus Mata (-)Nyeri (-)Sekret (-)Kuning/ikterus (-)Radang (-)Gangguan penglihatan (-)Ketajaman penglihatan Telinga (-)Nyeri (-)Sekret (-)Tinitus (-)Gangguan pendengaran (-)Kehilangan pendengaran Hidung (-)Trauma (-)Nyeri (-)Sekret (-)Epistaksis (-)Gejala penyumbatan (-)Gangguan penciuman (-)Pilek Mulut .

(-)Bibir (-)Gusi (-)Selaput (-)Lidah (-)Gangguan pengecap (-)Stomatitis Tenggorokan (-)Nyeri tenggorokan (-)Perubahan suara Leher (-)Benjolan (-)Nyeri leher Dada (Jantung/Paru) (-)Nyeri dada (-)Berdebar (-)ortopnoe (+)Sesak napas (-)Batuk darah (+)Batuk Abdomen(Lambung/Usus) (+)Rasa kembung (+)Mual (-)Muntah (-)Muntah darah (-)Sukar menelan (-)Nyeri perut.kolik (-)Perut membesar (-)Wasir (-)Mencret (-)Tinja darah (-)Tinja berwarna dempul (-)Tinja berwarna ter (-)Benjolan .

Saluran kemih/Alat Kelamin (-)Disuria (-)Stranguri (-)Poliuria (-)Polakisuria (-)Hematuria (-)Kencing batu (-)Ngompol (tidak di sadari) (-)Kencing nanah (-)Kolik (-)Oliguria (-)Anuria (-)Retensi urin (-)Kencing menetes (-)Penyakit prostat Katanemia (-)Lukore (-)Lain-lain (-)Perdarahan Haid (-)Haid terakhir (-)teratur/tidak (-)Gangguan haid (-)Jumlah dan lamanya (-)Nyeri (-)Pasca menopause (-)Menarche (-)Gejala klimakterum Saraf dan otot (-)Anestesi (-)Parestesi (-)Otot lemah (-)Sukar mengingat (-)Ataksia (-)Hipo/Hiper-esthesi .

S.Bersalin ()Dukun (-)Deformitas (-)Sianosis .(-)Kejang (-)Afasia (-)Amnesia (-)Lain-lain (-)Pingsan (-)Kedutan(‘tick’) (-)Pusing (vertigo) (-)Gangguan bicara (Disarti) Ekstremitas (-)Bengkak (-)Nyeri BERAT BADAN Berat badan rata-rata(Kg): 67 kg Berat tertinggi kapan(Kg) : 68 kg Berat badan sekarang(Kg): 67 kg (Bila pasien tidak tahu dengan pasti) Tetap (+) Turun () Naik () ===================================================================== RIWAYAT HIDUP Rirayat Kelahiran Tempat lahir: (+)Dirumah Ditolong oleh: ()Dokter ()Lain-lain ()Rumah Bersalin (+)Bidan ()R.

ikan. sayuran Nafsu makan : baik Pendidikan ( )SD ( )SLTP (+)SLTA ( )Sekolah Kejuruan ( )Tidak sekolah ( )Akademi ( )Universitas ( )Kursus Kesulitan Keuangan: tidak ada Pekerjaan: tidak ada Keluarga : tidak ada Lain-lain : tidak ada B.Riwayat imunisasi (-)Hepatitis (-)BCG (-)Campak (-)DPT (-)Polio (-)Tetanus Riwayat makanan Frekuensi/Hari: 2-3 kali perhari Jumlah/Hari Variasi/Hari : 1 porsi tiap makan perhari : nasi.PEMERIKSAAN JASMANI Pemeriksaaan umum Tinggi badan Berat badan Tekanan darah Nadi : 170 cm : 67 kg : 120/80 mmHg : 72 x/menit . telur.

9°C : 36x/menit. torakoabdominal : berlebih (BMI= 23.Suhu Pernapasan (frekuensi dan tipe) Keadaan gizi Keadaan umum Kesadaran Sianosis Udema umum Habitus Cara berjalan Mobilisasi(aktif/pasif) : 38.1 overweight) : tampak sakit sedang : compos mentis : tidak ada : tidak ada : piknikus : normal : aktif Umur menurut perkiraan pemeriksa :sesuai dengan umur Aspek Kejiwaan Tingkah laku Alam perasaan Proses pikir : wajar/gelisah/tenang/hipoaktif/hiperaktif :biasa/sedih/gembira/cemas/takut/marah :wajar/cepat/gangguan waham/fobia/obsesi Kulit Warna Jaringan Parut Pertumbuhan rambut Suhu raba Keringat : sawo matang : tidak ada : distribusi merata : febris : Umum + .

Setempat – Lapisan Lemak Effloresensi Pigmentasi Pembuluh darah Lembab/kering Turgor kulit Ikterus Edema : merata : tidak ada : merata : tidak ada penonjolan : lembab : baik : tidak ada : tidak ada Kelenjar Getah Bening Submandibula Supraklavikula Lipat paha : tidak membesar : tidak membesar : tidak membesar Leher : tidak membesar Ketiak : tidak membesar Kepala Ekspresi wajah: normal Rambut : hitam. distribusi merata tidak mudah tercabut Simetri muka : simetris Pembuluh darah temporal : teraba pulsasi Mata Exophthalamus Enopthalamus : tidak ada : tidak ada .

tidak hiperemis . serumen + : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada Mulut Bibir Tonsil : tidak tampak kering : T1/T1. refleks cahaya baik : liang telinga lapang. tidak ada edema : jernih : tidak anemis : tidak dilakukan pemeriksaan : tidak ikterik : baik ke segala arah : normal : normal : tidak ada : tidak ada Telinga Tuli Selaput pendengaran Lubang Penyumbatan Serumen Pendarahan Cairan : tidak ada : utuh.Kelopak Lensa Konjungtiva Visus Sklera Gerakan Mata Lapangan penglihatan Tekanan bola mata Deviasi konjugat Nystagmus : tidak ptosis.

Langit-langit Bau pernapasan Gigi geligi Trismus Faring Lidah : tidak ada celah : tidak berbau : tidak ada karies : tidak ada : tidak hiperemis : tidak kotor Leher Tekanan Vena Jugularis (JVP) Kelenjar Tiroid Kelenjar Limfe : 5 + 2 cm H2O : tidak membesar : tidak membesar Dada Bentuk : normal. jenis pernapasan torakoabdominal. Palpasi Fremitus taktil menurun kiri daripada kanan . simetris kanan dan kiri Pembuluh darah : tidak ada penonjolan Buah dada :- Paru – Paru Inspeksi Dada simetris saat statis dan dinamis. sela iga tidak membesar.

wheezing (-) Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : ictus cordis tidak terlihat : ictus cordis tidak teraba : : pada intercostal 4 linea sternalis kanan : pada intercostal 5 linea midclavicularis kiri :pada intercostal 3 parasternalis kiri Batas kanan Batas kiri Batas atas Auskultasi : bunyi jantung I dan II irreguler. ronkhi (+). gallop (-) Pembuluh Darah Arteri Temporalis Arteri Karotis Arteri Brakhialis Arteri Radialis Arteri Femoralis Arteri Poplitea : teraba pulsasi : teraba pulsasi : teraba pulsasi : teraba pulsasi : teraba pulsasi : teraba pulsasi .Perkusi Kiri : Redup dari ICS III ke bawah Kanan : Sonor di lapangan paru Auskultasi Kiri : bunyi paru vesikuler menurun. ronkhi (+). wheezing (-) Kanan : bunyi paru vesikuler menurun. tidak terdengar murmur.

tidak ada massa Alat Kelamin (atas indikasi): Tidak diperiksa Anggota Gerak Lengan Otot Tonus Massa Sendi Gerakan : normotonus : tidak ada : tidak ada keterbatasan : aktif normotonus tidak ada tidak ada keterbatasan aktif Kanan Kiri . nyeri ketok CVA (-/-) Auskultasi Refleks dinding perut : bising usus (+) 8x/menit : positif normal : datar.Arteri Tibialis Posterior : teraba pulsasi Arteri Dorsalis Pedis : teraba pulsasi Perut Inspeksi Palpasi Dinding perut :supel. tidak ada distensi. nyeri tekan (-) Hati Limpa Ginjal Perkusi :tidak teraba. batas paru-hati sela iga 5 linea midclavikularis kanan. nyeri tekan (-) :tidak teraba. shifting dullnes (-). nyeri tekan (-) : tidak teraba : timpani. peranjakan hati 2 jari. tidak ada penonjolan. tidak ada bekas operasi.

Kekuatan Edema : +++++ : tidak ada +++++ tidak ada Tungkai dan Kaki Luka Varises Otot Tonus Massa Sendi Gerakan Kekuatan Edema : : : : : : : : Kanan tidak ada : tidak ada Kiri tidak ada tidak ada normotrofi normotonus tidak ada normal aktif +++++ tidak ada normotrofi normotonus tidak ada normal aktif +++++ tidak ada Refleks Kanan Refleks Tendon Bisep Trisep Patela Achiles Kremaster Refleks kulit Refleks patologis + + + + + Tidak dilakukan + Kiri + + + + + Tidak dilakukan + - .

1 21.7 30.Colok dubur (atas indikasi): tidak dilakukan LABORATORIUM & PEMERIKSAAN PENUNJANG LAINNYA Tanggal : 4 Maret 2012 Pemeriksaan Hemoglobin Lekosit Hematokrit Trombosit LED MCV MCH MCHC Diff Basofil Eosinofil Neutrophile stab Neutrophile segmen Lymphosyte Monosyte 0 0 0 83 10 7 % % % % % % 0–1 1–3 3–5 54 – 62 25 – 33 3–7 Hasil 11.5 33 418 35 90.5 Unit g/dL ribu/mm3 % ribu/mm3 mm/jam fL pg g/dl Nilai normal 12 – 18 5 – 10 38 – 47 150 – 450 <20 82 – 92 27 – 42 34 – 45 Glucose sewaktu SGOT SGPT Ureum Creatinin 136 30 22 22 0.4 33.8 mg/dl U/L U/L mg/dl mg/dl <180 <35 <40 10 – 50 .

Salmonella Tiphi H Salmonella Paratiphi AH Salmonella Paratiphi BH Salmonella Paratiphi CH Salmonella Tiphy O Salmonella Paratiphi AO Salmonella Paratiphi BO Salmonella Paratiphi CO 1/320 1/160 NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE NEGATIVE EKG : Kesan: Atrial Fibrilasi (AF) .

1 g/dl. namun sudah berhenti sejak 15 tahun yang lalu. tidak disertai bunyi menciut. mual dan perut terasa kembung. trombosit 418. frekuensi napas 36x/menit.000 / mm3. Terdapat batuk kering. LED =35 mm/jam. wheezing (-) dan pada paru kanan didapatkan sonor di lapang paru. dan nadi 72 x/menit. demam yang bertambah tinggi pada sore hari. Sesak timbul mendadak saat istirahat. gallop (-). wheezing (-). Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 38.D. leukositosis dengan leukosit : 21. Ht=33%. ronkhi (+). Pada pemeriksaan paru kiri ditemukan redup dari ICS III ke bawah. dan Salmonella Paratiphi AH 1/160. Pada auskultasi jantung didapatkan bunyi jantung I dan II irreguler. Pada pemeriksaan widal diperoleh hasil Salmonella Tiphi H 1/320.count 0/0/0/83/10/7. E. suara napas vesikuler menurun. tekanan darah 120/80 mmHg. Terdapat riwayat penyakit jantung sejak 2 tahun lalu. lebih berkurang saat pasien duduk. RINGKASAN (RESUME) Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit. Dyspnea ec BP DD/ TBC paru . Dari pemeriksaan penunjang didapatkan Hb=11.500 / mm3 . ronkhi (+). suara napas vesikuler menurun.9°C. Diff. DIAGNOSIS KERJA DAN DASAR DIAGNOSIS 1. Pasien mempunyai riwayat merokok. tidak terdengar murmur.

dan lebih berkurang saat pasien posisi duduk. Typhoid Fever Dasar diagnosis : Anamnesis: Pasien mengeluhkan demam sejak 10 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien memiliki riwayat kebiasaan merokok tahunan namun sudah berhenti merokok sejak 15 tahun yang lalu (tahun 1997). 3.9°C Pemeriksaan penunjang: leukositosis (leukosit= 21. Tidak ada keluhan berkeringat pada malam hari.Dasar diagnosis : Anamnesis: Pasien mengeluhkan batuk kering yang kadang diiringi dengan sesak sejak 1 bulan yang lalu. Terdapat keluhan mual. pada paru kanan didapatkan sonor di lapang paru Pada auskultasi paru ditemukan ronkhi (+/+) dan wheezing (-/-). perut dirasakan kembung namun tidak ada muntah dan tidak ada nyeri pada ulu hati. dan tidak ada penurunan berat badan. dan Salmonella Paratiphi AH 1/160. tidak disertai bunyi menciut. Pemeriksaan penunjang: - 2. Tidak ada keluhan gusi berdarah. Tidak ada keluhan sakit kepala. Sesak timbul mendadak.500 / mm3) Salmonella Tiphi H 1/320. Tidak terdapat pilek. bertambah tinggi pada sore hari. Pemeriksaan fisik: frekuensi napas 36x/menit Pada pemeriksaan perkusi paru kiri ditemukan redup dari ICS III ke bawah. mimisan. saat istirahat. Aritmia (Atrial Fibrilasi) . maupun tanda pendarahan lainnya Pemeriksaan fisik: suhu tubuh 38. rasa pegal pada sendi dan otot.

Pemeriksaan fisik: Auskultasi Jantung =bunyi jantung I dan II irreguler. RENCANA PENGELOLAAN Non Medikamentosa: Bed rest Diet makanan lunak Medika mentosa: IVFD RL IV kolf/ 24 jam (30 tpm) . PEMERIKSAAN YANG DIANJURKAN . gallop (-) Pemeriksaan penunjang: -EKG = Atrial Fibrilasi (AF) F. Tidak ada riwayat kaki bengkak. tidak terdengar murmur.Rontgen foto thoraks H.TBC Paru Anamnesis: batuk kering sejak 1 bulan SMRS.Anamnesis: Terdapat riwayat penyakit jantung sejak 2 tahun lalu dan biasa kontrol di RS Pasar Rebo. DIAGNOSIS DIFERENSIAL DAN DASAR DIAGNOSIS DIFERENSIAL . Tidak terdapat pilek Pasien memiliki riwayat kebiasaan merokok tahunan namun sudah berhenti merokok sejak 15 tahun yang lalu (tahun 1997) Pemeriksaan fisik: Pada auskultasi paru ditemukan ronkhi (+/+) dan wheezing (-/-). Pemeriksaan penunjang: - G.

O2 per nasal kanul 3 lpm Nebulizer (salbutamol sulfat 2. lemas. suara napas vesikular. batuk kering (+). RR= 32x/menit. kesadaran: CM. Wheezing .3oC.o Omeprazole 1x 40 mg IV Ondansetron 2x 8 mg IV J. TD= 140/90mmHg.00 WIB) S O : demam sore hari (+). mual (+). S= 37. HR= 96x/menit -Thoraks= Jantung: BJ I & II irregular.Abdomen Kembung (+). pusing (-). Hepar/Lien: dbn Hasil AGD + Elektrolit Pemeriksaan Hasil Unit Nilai normal Natrium 127* “MEQ/L 135-146 .9% 1cc) Cefotaxime 2 x 1 gram IV Parasetamol 500 mg 3 x 1 tab p. Rhonki +. gallop (-) Paru kiri: redup.07. murmur(-). sesak napas (+).5mg 1cc +Bromhexine HCl 4mg/5ml 1cc + NaCl 0. muntah (+) : Keadaan umum: tampak sakit sedang. Rhonki +. suara napas vesikular menurun. PROGNOSIS Ad vitam: dubia ad bonam Ad functionam: dubia ad bonam Ad sanationam: dubia ad bonam FOLLOW UP 5 Maret 2012 (pk. Wheezing – Paru kanan: sonor.

8 99.6* 18* -10.kalium chloride hemoglobin temperature O2 FiO2 pH pCO2 pO2 tCO2 HCO3 BEecf SO2© 3.5 11.8 11.35-7.9* 99. Aritmia (Atrial Fibrilasi) .45 mmHg mmHg mmHg mmol/lt mmol/lt % 32-45 75-100 23-27 22-26 -2-3 95-98 Hasil EKG : Takikardi.1* 36 3 32 7.5* “MEQ/L “MEQ/L mg/dl celcius liter % 3.5-5 98-107 12-18 7.56 90* 11.

Tindakan inhalasi (salbutamol sulfat 2.Oksigen per nasal kanul 3 lpm .9% 1cc) Sesak tidak berkurang dgn inhalasi.Pro Rontgen Thoraks .Isosorbid Dinitrat 5 mg SL  lanjut 3x 5mg . pasien terus sesak berat sampai berkeringat dingin→dikonsulkan ke SpJP dan SpP .Pasang DC 3 jam lagi .DD/ TBC paru .Methylprednisolone 1x1 ampul (125 mg) IV .Dyspnea ec BP .o .Pro AGD ulang .Digoxin 1 ampul IV dicairkan dengan 5 cc dan disuntik perlahan-lahan ulang EKG lead 2 diperpanjangkan .Furosemide 1x1 ampul (20mg/2ml) .Omeprazole 1x 40 mg IV .A :.00 setelah itu O2 lpm .Amlodipine 1x 5mg .IVFD RL 30 tpm .Typhoid Fever .Parasetamol 500 mg 3 x 1 tab p.Cefotaxime 2 x 1 gram IV .Sungkup rebreathing 8 lpm/ 12 jam sampai dengan pk.Dexamethasone 1x1 ampul (5mg/ml) .23.Aritmia (Atrial Fibrilasi) P : .Ondansetron 2x 8 mg IV .5mg 1cc +Bromhexine HCl 4mg/5ml 1cc +NaCl 0.

Rhonki +.8* 129.5oC -Thoraks= Jantung: BJ I & II irregular.96 95* 11. Wheezing – Paru kanan: sonor. murmur(-).5-5 98-107 12-18 7. gallop (-) Paru kiri: redup.9* mmHg mmHg mmHg mmol/lt mmol/lt % “MEQ/L “MEQ/L “MEQ/L mg/dl celcius liter % 135-146 3.45 32-45 75-100 23-27 22-26 -2-3 95-98 Hasil EKG: -Atrial Fibrilasi .00 WIB) S O : Sesak berat (+). Kesadaran: CM TD 140/90mmHg Nadi:84x/min.1* 36. Rhonki +.475 23. RR: 32x/min.2* -5.6 Maret 2012 (pkl 7.1 98.3* 18* 17. S:35. : KU: tampak sakit sedang. Wheezing – Hasil AGD dan elektrolit Pemeriksaan Hasil Unit Nilai normal Natrium kalium chloride hemoglobin temperature O2 FiO2 pH pCO2 pO2 tCO2 HCO3 BEecf SO2 136 3.5 3 32 7. suara napas vesikular menurun. suara napas vesikular.35-7. batuk (+) sulit keluar dahak.

efusi pleura kiri .Hasil x-foto thorax PA: Kesan: cardiomegali.

Sungkup rebreathing 8 lpm/ 12 jam sampai dengan pk.3% /12 jam . mual (-).Ondansetron 2x 8 mg IV .Pro pungsi diagnostik cairan pleura 7 Maret 2012 S O : sesak (+) berkurang.Dexamethasone 1x1 ampul (5mg/ml) .Methylprednisolone 1x1 ampul (125 mg) IV .Inhalasi /12 jam (Bromhexine HCl 4mg/5ml 1cc + NaCl 0.23.00 setelah itu O2 lpm .Nebulizer (salbutamol sulfat 2.Typhoid fever dengan perbaikan .Omeprazole 1x40 mg IV .9% 1cc) .A : . muntah (-) : KU: tampak sakit sedang.Furosemide 1x1 ampul (20mg/2ml) . batuk (+) berkurang. Kesadaran: CM .9% 1cc) .Ceftriaxone 2x1 gram IV .5mg 1cc + NaCl 0.Efusi pleura kiri ec pneumonia DD/ TBC paru .Aritmia (atrial fibrilasi) -Hipertensi grade I P :. sakit kepala (+).IVFD NaCl 0.

9% /12 jam .3oC -Thoraks= Jantung: BJ I & II irregular. Wheezing – . murmur (-). suara napas vesikular menurun. Kesadaran: CM TD 130/90mmHg Nadi:88x/min. : KU: tampak sakit sedang. murmur(-). Rhonki +. batuk (+) berkurang.Hipertensi grade I P : .Empiema kiri ec pneumonia DD/ TBC paru . suara napas vesikular.Furosemide 1x1 ampul (20mg/2ml) kalau perlu -terapi lain dilanjutkan 9 Maret 2012 S O : semalam demam (38 oC ).pro kultur resistensi cairan pungsi pleura -Nebulizer stop -Pro pasang WSD mini (tgl. suara napas vesikular.Atrial Fibrilasi . sesak (+) berkurang. A : . rhonki +. rhonki +. suara napas vesikular menurun.7oC -Thoraks= Jantung: BJ I dan BJ II irregular.TD 140/90mmHg Nadi: 96x/min. RR: 28x/min. Rhonki +. RR: 28x/min. S:36. Wheezing – Paru kanan: sonor. 9 Maret 2012) -Metronidazole 3x 500 mg -IVFD NaCl 0.Dilakukan pungsi diagnostik cairan pleura = cairan pus (+) berwarna hijau muda kental. S:36. gallop (-) Paru kiri: redup. wheezing - . wheezing – Paru kanan: sonor. gallop (-) Paru kiri: redup.

kental A : .Paracetamol 3 x 500 mg -Asam Mefenamat 3x 500 mg .-Dilakukan pemasangan WSD -didapatkan cairan berupa pus berwarna hijau muda.Atrial Fibrilasi -Hipertensi grade I P : -IVFD Kaen 3B /12 jam .9 % 1 kolf + povidone iodine 20 cc / 24 jam (spuling WSD) .Empiema kiri ec pneumonia DD/ TBC paru .Infus terpasang WSD dan NaCl 0.

S:37. Rhonki + mulai ICS V ke bawah. tidak ada rembesan -EKG: sinus . murmur (-). batuk (+) berkurang. rhonki -. sakit pada tempat pemasangan WSD O : KU: tampak sakit sedang. sesak (+) berkurang.6oC -Thoraks= Jantung: BJ I dan BJ II regular. suara napas vesikular.-terapi lain dilanjutkan 10 Maret 2012 S : demam (+). gallop (-) Paru kiri: redup. suara napas vesikular sampai ICS IV. Wheezing – Paru kanan: sonor. wheezing -Status lokalis WSD: tidak tampak kemerahan. RR: 28x/min. Kesadaran: CM TD 130/90mmHg Nadi:76x/min. kassa penutup bersih.

murmur (-). Wheezing – Paru kanan: sonor. sesak (-).Thoraks= Jantung: BJ I dan BJ II regular. tidak ada rembesan .Empiema kiri ec pneumonia DD/ TBC paru dengan perbaikan klinis . rhonki -. Kesadaran: CM TD 130/90mmHg Nadi:76x/min. wheezing -Status lokalis WSD: tidak tampak kemerahan. gallop (-) Paru kiri: sonor. sakit pada tempat pemasangan WSD : KU: tampak sakit sedang.Ceftriaxone 1x 2 gram IV -terapi lain dilanjutkan 13 maret 2012 S O : demam (+). batuk (+) berkurang. kassa penutup bersih. suara napas vesikular sampai ICS IV.6oC . RR: 20x/min. Rhonki + mulai ICS V ke bawah. suara napas vesikular.Pro rontgen Thoraks .Atrial Fibrilasi dengan perbaikan -Hipertensi grade I P : . S:37.A : .

Empiema kiri dengan perbaikan . batuk (+) berkurang. rhonki -. sakit pada tempat pemasangan WSD : KU: tampak sakit sedang. suara napas vesikular sampai ICS IV. gallop (-) Paru kiri: sonor. suara napas vesikular.-Rontgen Thoraks: A: . Rhonki + mulai ICS V ke bawah. S:37.Atrial Fibrilasi dengan perbaikan -Hipertensi grade I P: -terapi dilanjutkan 14 Maret 2012 S O :demam (+). sesak (-). Kesadaran: CM TD 120/80mmHg Nadi:76x/min.6oC -Thoraks= Jantung: BJ I dan BJ II regular. Wheezing – Paru kanan: sonor. RR: 24x/min. murmur (-). wheezing - .

sakit pada tempat pencabutan WSD : KU: tampak sakit sedang. murmur (-). tidak ada rembesan A : . suara napas vesikular.Empiema kiri dengan perbaikan . gallop (-) Paru kiri: sonor. rhonki -. LED: 25mm/jam -Hasil kultur: Klebsiella oxytoca . kassa penutup bersih.-Status lokalis WSD: tidak tampak kemerahan. Ht :33%.8 g/dl. Wheezing – Paru kanan: sonor.340/ mm3. RR: 20x/min.Atrial Fibrilasi dengan perbaikan -Hipertensi grade I P : -terapi dilanjutkan -pencabutan WSD dijalankan jam 21. batuk (+) berkurang.4oC -Thoraks=Jantung: BJ I dan BJ II regular. trombosit:319. tidak ada rembesan -Laboratorium: Hb: 10. suara napas vesikular sampai ICS IV. S:37. Rhonki + mulai ICS V ke bawah. wheezing -Status lokalis bekas pencabutan WSD: tidak tampak kemerahan. Lekosit: 13.000/ mm3.00 15 Maret 2012 S O :demam (+). sesak (-). Kesadaran: CM TD 120/80mmHg Nadi:88x/min.

Empiema kiri dengan perbaikan .Atrial Fibrilasi dengan perbaikan -Hipertensi grade I P : Chloramphenicol 4x500 mg -terapi lain dilanjutkan .A : .