Chloramphenicol versus ampicillin plus gentamicin for community acquired very severe pneumonia among children aged 2-59 months

in low resource settings: multicentre randomised controlled trial (SPEAR study)
JOURNAL READING STASE ILMU KESEHATAN ANAK Pembimbing :
dr. A. Septiarko, Sp.A dr. H. Elief Rohana, Sp.A, M.Kes

Diajukan Oleh : Zahrotul Aimah J500.070.048 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

Latar Belakang Penelitian
Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak dibawah usia 5 tahun

Adanya resistensi terhadap kloramphenicol

Metode Penelitian
958 anak – anak usia 2- 59 bulan dengan pneumonia yg berat menurut definisi WHO

Diambil secara acak dari bangsal rawat inap di rumah sakit perawatan tersier di 7 negara berkembang(Bangladesh, Ekuador, India, Meksiko, Pakistan, Yaman, dan Zambia). Diberi pengobatan dengan Chlorampenicol

Diberi pengobatan dengan ampiclin + gentamicin

Menilai hasil pengobatan pada hari ke- 5 -6, 10 – 12, 21- 30

Data dianalisis dengan menggunakan software SAS. PROC FREQ digunakan untuk menghitung risiko relatif dg interval kepercayaan 95%.

anak dengan malnutrisi berat VS anak tanpa malnutrisi • Perlakuan dengan chloramphenicol dan perlakuan ampicilin + gentamicin • kegagalan pengobatan pada hari ke .5 Analisis statistik • Data dianalisis dengan menggunakan software SAS.59 bulan • Dengan pneumonia berat menurut WHO Pencatatan data dan perlakuan • Dibagi menjadi 2 . PROC FREQ digunakan untuk menghitung risiko relatif dg interval kepercayaan 95%.• Anak usia 2 . Subjek penelitian Pencatatan hasil .

Kotak 1 : Tempat penelitian  Bangladesh—Bangladesh Institute of Child Health.University Teaching Hospital. Multan Yemen—Al-Sabeen Hospital. Mexico City Pakistan—Rawalpindi General Hospital. Sana’a University. Rawalpindi. Jaurez Hospital. Dhaka Ecuador—Dr Francisco de Icaza Bustamente Children’s Hospital. Sana’a Zambia—Department of Paediatrics and Child Health. Chandigarh Mexico—National Institute of Pediatrics. Guayaquil India—Post Graduate Institute of Medical Research and Education. Lusaka . Mexico DF. Dhaka       Shishu Hospital. and Nishter Hospital.

Mexico Multan. Bangladesh Guayaquil. Ecuador Lusaka. Pakistan Rawalpindi. Zambia Mexico City.1) 156 (16.Tabel 1 : Pendaftaran berdasarkan tempat penelitian Site No (%) of children enrolled Dates of study accrual Chandigarh.8) 23 (2.4) 40 (4. Yemen Total 183 (19.2) 46 (4.1) 203 (21.3) 153 (16. India Dhaka.2) 154 (16. Pakistan Sana’a.0) 958 (100) Aug 2000 to Apr 2004 Sep 2000 to Nov 2003 Apr 2003 to Mar 2004 Apr 2001 to Nov 2001 Sep 200 to Nov 2003 Oct 2000 to Jun 2003 Dec 2000 to Mar 2004 Nov 2000 to Apr 2004 Aug 2000 to Apr 2004 .

Malnutrisi berat menurut WHO Berat badan menurut tinggi badan < 70% (-3 z skor) Tinggi badan menurut umur < 85% (-3 z skor) . tidak bisa minum. suara napas menurun atau suara napas bronkial. kejang. Sedangkan pneumonia sangat berat bila selain gejala tanda pneumonia berat juga ditemukan salah satu dari gejala. sianosis sentral. retraksi. merintih. pneumonia berat bila selain temuan yang telah disebutkan juga ditemukan salah satu dari gejala. letargi. atau napas cuping hidung.Pneumonia berat menurut WHO Ditemukan adanya batuk atau sesak napas dan takipne serta pada auskultasi terdengar ronki. muntah. kesadaran menurun atau anggukan kepala.

5 mg / kg / d seperti dalam dosis harian tunggal .Choramphenicol 75 mg / kg / d diberikan dalam tiga dosis setiap delapan jam. ampicilin Ampicilin : 200 mg / kg / d dalam empat dosis setiap enam jam Gentamicin : 7. Gentamicin .

kriteria inklusi Box 2              kriteria eksklusi  Usia 2 sampai 59     bulan Riwayat sesak nafas atau batuk atau keduanya Termasuk pneumonia yang parah menurut WHO Sianosis sentarl atau ketidak mampuan untuk minum Kesediaan untuk mengikuti penelitian Mengi. dengan riwayat serangan tiga kali atau lebih serangan (asma ) Riwayat penyakit jantung Durasi penyakit ini leih dari 10 hari Riwayat alergi terhadap obat yang digunakan dalam penelitian Pernah rawat inap lebih dari 24 jam dalam 7 hari terakhir Kurang dari 24 jam sebelum pendaftaran terbukti telah di injeksi antibiotik Stridor Gagal ginjal Sedang terkena malaria serebral Sedang terjkena meningitis bakteri Ikterik Pasien tinggal didaerah yang tidak mungkin dijangkau peneliti Pada RO thorak menunjukkan empiema atau pneumatocoeles .

kadar glukosa darah.Dasar penilaian  Pemeriksaan fisik. dan kultur bakteri dengan pewarnaan Gram . RO thorak.  Laboratorium meliputi : darah lengkap. evaluasi laboratorium. kultur bakteri  Dilakukan pungsi lumbal pada peserta dengan tanda – tanda klinis meningitis bakteri  Pemeriksaan cairan serebrospinal untuk angka leukosit total. biokimia. hitung jenis leukosit.

Terapi gagal n= n= 393 10 Hilang n= 1 Sembuh . n= 428 Terapi gagal n= 9 Dinilai hari Hilang n= 2 ke 10-12 Sembuh .Alur penelitian Memilih sampel secara acak ( n=958) Diinjeksi dengan chloramphenicol. kemudian dianalisi (n=479) Terapi gagal n= Dinilai hari 32 ke 5-6 Hilang n= 0 Membaik .n =425 Terapi gagal n= 8 Hilang n= 1 Sembuh. Terapi gagal n= n= 417 7 Hilang n= 3 Dinilai hari Sembuh . n= 382 Diinjeksi dengan ampisilin + gentamicin. dianalisis (n=479) Terapi gagal n= 52 Hilang n = 2 Membaik . ke 21-30 n= 407 .

Hasil primer dan sekunder  Hasil Primer : kegagalan pengobatan setelah lima hari pertama perkembangan baru atau peresisten setidaknya dua hal berikut: ketidak mampuan untuk minum. septik. dengan saturasi oksigen ≤ 90%. dan keadaan mengantuk yang abnormal atau sulit untuk bangun Perkembangan atau diagnosis hal berikut: meningitis bakteri. gagal ginjal. atau 88% ≤ di dua lokasi dataran tinggi Meksiko dan Yaman) kematian setelah 30 hari sejak pendaftaran Bakteri patogen yang diisolasi dari darah atau preparat lainnya steril rentan terhadap Antimikroba patogen terisolasi .30 hari. takipnea (RR ≥ 50 x/ menit pada anak usia 211 bulan dan RR ≥ 40x/ menit pada anak usia 12-59 bulan).Box 3. empiema. atau diagnosis baru kondisi komorbiditas Serius obat reaksi yang merugikan Modifikasi pengobatan antibiotik keluar dari penelitian atau hilang saat penelitian Kematian  hasil Sekunder Kegagalan pengobatan seperti dijelaskan di atas pada 48-60 jam Kegagalan pengobatan seperti dijelaskan di atas ditambah kekambuh (pneumonia hypoxaemic pada 10 -12 hari dan 21 . syok.

.

.

.

.

.

.

.

.

dan mendapatkan chloramphennicol Analisis multivarian .Diskusi Dalam penelitian ini didapatkan Injeksi chloramhenicol VS gentamicin + ampisilin menunjukkan bahwa Chlorampenicol lebih mungkin menunjukkan dalam pengobatan pneumonia yang sangat parah Kegagalan pengobatan mungkin disebabkan : imunisasi yang tidak lengkap. berjenis kelamin peremuan.

Kekuatan penelitian  Open label randomised Kelemahan penelitian  Menggunakan non- controlled trial sesuai protokol standar yang diterapkan berdasarkan populasi pedriatik pada negara berkembang  Data mikrobiologi meningkatkan pemahaman tentang bakteri yang menyebabkan pneumonia yang berat  Kemungkinan mengetahui kegagalan pengobatan lebih besar  Tingkat kekeliruan yg rendah untuk tindak lanjut pada kedua kelompok (<1%) memperkuat kepercayaan dalam hasil dan meminimalkan kesalahan klasifikasi blinded study design. .

Kesimpulan  Injeksi cholramphenikol VS gentamicin + ampisilin menunjukkan bahwa tingkat kegagalan dengan Chlorampenicol lebih besar .

professor.11 Fernando Sempertegui.7 Sunit Singhi.8 Irene MaulenRadovan.3 Jonathon Simon. professor. professor. professor.2 Josefina Egas.1 Paul Law. professor.5 Mary Katep-Bwalya.6 Zafarullah Kundi.1 Salem Banajeh.8 Mathuram Santosham. professor. professor.13 for the SPEAR (Severe Pneumonia Evaluation Antimicrobial Research) Study Group . assistant professor.12 Donald M Thea. professor.10 Samir Saha. FRCP professor.7 William MacLeod. professor.8 Shamim Qazi.Pembahasan Sumber Judul • Chloramphenicol versus ampicillin plus gentamicin for community acquired very severe pneumonia among children aged 2-59 months in low resource settings: multicentre randomised controlled trial (SPEAR study) Penulis • Rai Asghar. director. consultant. associate professor.3 Patricia Hibberd.4 Imran Iqbal. medical officer. microbiologist. professor. director.9 Greta Mino.

sesuai protokol standar yang diterapkan berdasarkan populasi pedriatik pada negara berkembang .Kritisi Jurnal Faktor Risiko dari Sudut Pandang Epidemiologi Klinik Apakah desain studi yang digunaka n cukup kuat? Desain apakah yang digunaka n? Open label randomise d controlled trial Iya.

Populasi target • Anak – anak dengan pneumonia berat menurut WHO Populasi terjangkau • 958 anak dengan pneumonia berat menurut WHO usia 259 bulan • Yang menjalani rawat inap di RS yang ditunjuk di 7 negara Sampel • 958 anak .

Bagaimanakah pemilihan sampel? • Purposive sampling Manakah variabel bebas • Chlorampenicol vs ampicilin + gentamicin Manakah variabel tergantung • Anak – anak dengan pneumonia berat Apakah hasil utama penelitian • Injeksi cholramphenikol VS gentamicin + ampisilin menunjukkan bahwa tingkat kegagalan dengan Chlorampenicol lebih besar. .

pada penelitian ini hasil dipengaruhi oleh status imunisasi pasien.DITAS INTERNA. HUBUNGAN NON-KASUAL Apakah hasil dipengaruhi bias? Apakah hasil dipengaruhi faktor peluang? • Iya. jenis kelamin • Tidak .

HUBUNGAN KAUSA Apakah hubungan waktu benar? • Benar Apakah ada hubungan dosis? • Ada Apakah hasil konsisten dalam penelitian ini? • Iya  dengan dibuktikan hipotesis yang sesuai dengan hasil penlitian Apakah hubungan bersifat spesifik? • Iya Apakah ada koherensi? • Ada .VALIDITAS INTERNA.

VALIDITAS EKSTERNA • Apakah hasil dapat diterapkan pada subjek terpilih? Tidak ada subjek drop out • Apakah hasil dapat diterapkan pada subjek terjangkau? Ya • Apakah hasil dapat diterapkan pada populasi yang lebih luas? ya .

SARAN • Dilakukan penelitian terhadap perkembangan lebih lanjut pada pasien • Dilakukan penelitian terhadap metode lain dan antibiotik golongan lain .KESIMPULAN • Jurnal yang berjudul “Chloramphenicol versus ampicillin plus gentamicin for community acquired very severe pneumonia among children aged 2-59 months in low resource settings: multicentre randomised controlled trial (SPEAR study)” sesuai dengan pedoman epidemiologi klinik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful