DEFINISI
 Malaria

adalah suatu penyakit infeksi yang ditularkan melalui nyamuk  Disebabkan parasit protozoa genus Plasmodium yang menginfeksi manusia dan serangga pejamu berganti-ganti

PARASIT PENYEBAB
 P.

falciparum  P.vivax (tertian)  P.ovale (tertian)  P.malariae (quartan)

.

Clinical manifestations  Violent fever 6-8 hours  Anaemia  Enlargement of the spleen .

backache Shivering 1 hour Body temperature 40-41 0C 1-2 hours Profuse sweating 5-8 hours  The hot stage    The sweating stage   . headache.TYPICAL SYMPTOMS OF MALARIA  The cold stage    Feels very ill.

TYPICAL SYMPTOMS OF MALARIA .

KESALAHAN DALAM MENEGAKKAN DIAGNOSIS MALARIA  Sediaan apusan darah tidak dibuat  Pada anamnesis tidak ditanyakan mengenai bepergian ke daerah endemis malaria  Kesalahan dalam menduga derajat penyakit  Kesalahan pemeriksaan sediaan apus terhadap malaria  Kesalahan dalam mendiagnosis penyakit penyerta  Hipoglikemia yang tidak terdeteksi  Tidak dilakukan funduskopi untuk mencegah perdarahan retina  Kesalahan diagnosis .

koma) Malaria serebral  Anemi berat  Hb < 7.0 g/dl dan diuresis < 400 ml/24 jam Suhu > 39 0C  Hipertermia   Syok . stupor.1 g/dl Ikterus  Bilirubin serum > 50 mmol/l  Hipoglikemi  Gagal ginjal  Serum kreatinin > 3.PERMASALAHAN: MALARIA BERAT     Hiperparasitemia  > 5 % eritrosit dihinggapi parasit Kesadaran menurun (delirium.

.

kuinidin 4-aminokuinolin: klorokuin. klindamisin . sulfalen Sulfon: dapson 9-aminoakridin: mepakrin Biguanida: proguanil 4-kuinolin metanol: meflokuin Antibiotik: tetrasiklin.Penggolongan obat anti malaria (WHO)  Berdasarkan susunan kimia           Alakaloid cinchona: kina. amodiakuin 8-aminokuinolin: primakuin Diaminopiridin: pirimetamin Sulfonamid: sulfadoksin. minosiklin. sulfadiazin. doksisiklin.

Penggolongan obat anti malaria (WHO)  Obat-obat yang masih dalam penelitian  Artemisinin  Halofrantin (9-fenatren metanol)  Pitonaridin (derivat hidroksi amino benzo naftridin) .

termasuk gametosit P.vivax dan P. Eksoeritrositik P. falsiparum Mencegah atau menghambat gametosit dalam darah untuk membentuk ookista dan sporozoit dalam nyamuk  Skizontisida jaringan sekunder   Skizontisida darah   Gametosida   Sporontosida  . ovale: radikal dan anti relaps Membunuh std. Eritrositik: berhubungan dengan kasus akut Menghancurkan semua bentuk seksual.Penggolongan obat anti malaria (WHO)  Berdasarkan sasaran obat menurut stadium penyakit  Skizontizida jaringan primer  Membunuh std. Praeritositik: profilaktif kausal Membunuh std.

5 mg/kgBB atau sulfadoksin 20-30 mg/kgBB (Fansidar/suldox)  Bila hari ke-4 masih demam atau hari ke-8 masih dijumpai parasit   Tetrasiklin + fansidar + Suldox (bila Belum) Tetrasiklin + Kina (bila belum) .600mg basa) 6 jam kemudian 10mg/kgBB 5mg/kgBB pada 24 jam (maks.Pengobatan rawat jalan  Klorokuin basa  Dosis total 25 mg/kgBB selama 3 hari     Hari ke-1 10 mg/kgBB (maks. selama 7 hari atau Pirimetamin 1.300mg basa) Primakuin 1 hari  Bila hari ke –4 masih demam atau hari ke-8 masih dijumpai parasit   Kina sulfat 30 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis.

 pencegahan relaps vivax dan ovale (Umur > 5 tahun) Primakuin 0. .3mg/kgBB/hari selama 14 hari (maksimal 26.  Meflokuin  15mg/kgBB (maks. 1000 mg) dibagi dalam 2 dosis.  Untuk  P.Pengobatan rawat jalan  Bila tersedia dapat diberikan Meflokuin tidak boleh diberikan sebelum lewat 12 jam pemberian lengkap kina parenteral.3 mg/hari).

5 mg garam) per kgBB maksimum 26. Malariae (Pengobatan radikal / Mencegah relaps)  Dep. ovale. RI  1 hari (memutuskan rantai penularan)  AAP (American Academy of Pediatrics)  Tidak diperlukan bagi infeksi P.3 mg basa (0.OBAT ANTI MALARIA  Primakuin fosfat  0. Kes.3 mg basa / hari selama 14 hari untuk P. falsiparum . dan mungkin bagi P. vivax dan P.

.OBAT ANTI MALARIA  Meflokuin : 15 mg basa/kg dosis tunggal.  Halofrantin : 8 mg/kg diulang setiap 6-12 jam.5 mg/kg/hari selama 4 hari). Ulangi 1 regimen. Bila digunakan sendiri dengan dosis yang sama diberikan selama 7 hari (biasanya 4 mg/kg pertama diikuti dengan 2 mg/kg dalam 2-3 hari dan 1 mg/kg dalam 4-7 hari).  Artemeter :sama dengan artesunat. Cat: 1 tablet = 50 mg. Satu kapsul = 40 mg.  Artesunat : dalam kombinasi dengan meflokuin dosis total 25 mg / kg. diberikan dalam dosis 10-12 mg/kg dengan dosis dibagi dalam 3-5 hari (Cont: 4 mg/kg setiap hari untuk 3 hari atau 4 mg/kg diikuti dengan 1.

 Parasit dibawa / ditularkan dari daerah yang resisten.TIMBULNYA RESISTENSI TERHADAP PENGOBATAN MALARIA  Akibat pengobatan yang terus menerus dan tidak adekuat sehingga terjadi adaptasi / mutasi parasit. .

gangguan asam basa dan elektrolit  Hipoglikemia  Gagal ginjal  Edema paru akut  Perdarahan  Hiperpireksia  Malaria biliosa .Gejala malaria berat  Anemia (Hb < 8 g/dl)  Malaria serebral  Dehidrasi.

5mg/kgBB IV. Apabila kejang berikan diazepam 0. Dapat ditambahkan fansidar atau suldoks.Tatalaksana malaria berat   Anemia (Hb < 8 g/dl)  Ht < 15 %. . 3 kali sehari. Bila sadar . Malaria serebral  Infus kina dihidroklorida 10 mg/kgBB/kali dilarutkan dalam 50-100 ml infus garam fisiologis atau cairan 2A atau dekstrose 5 % diberikan 2-4 jam. transfusi 10ml/kgBB PRC/20ml/kgBB WB. oral sampai 7 hari.

bila perlu ventilator.5-1.0 ml/kgBB) dilanjutkan rumatan glukosa 10%.  Hipoglikemia  . dilanjutkan 2 X dosis dengan maksimal 8 kg/kgBB (diberikan dalam 15 menit). Bila hipoglikemia : glukosa 40% (0. gangguan asam basa dan elektrolit   Bila urin < 1 ml/kgBB/jam berikan furosemid inisial 2 mg/kgBB.Tatalaksana malaria berat  Dehidrasi. Oksigen. Periksa kadar gula darah berkala / dekstrotiks.

stop IV.  Edema paru akut     . berikan furosemid 1mg/kgBB/ kali dan ulang bila perlu. bila tetap oliguria serta kadar ureum dan kreatinin meningkat.Tatalaksana malaria berat  Gagal ginjal  Atasi dehidrasi. lakukan dialisis peritoneal Posisi tidur setengah duduk Oksigen konsentrasi tinggi dan diuretik intravena Gagal nafas  ventilator Edema paru..

K 10 mg perlahan-lahan parasetamol 15 ml/kgBB  Hiperpireksia  >390C. beri Vit.Tatalaksana malaria berat  Perdarahan  FFP  TS  PT dan PTT memanjang.  Malaria biliosa .

RESISTENSI P. FALCIPARUM TERHADAP BEBERAPA OBAT ANTI MALARIA  Kina  Pirimetamin  Proguanil  Klorokuin  Amodiakuin  Sulfadoksin-pirimetamin  Meflokuin .

f. berkembang dan multiplikasi  Mencerna Hb dan vakuola makanan  Eritrosit pecah.MEKANISME KERJA KLOROKUIN  Parasit sensitif mengakumulasi klorokuin dalam vakuola bersuasana asam  P. menghambat intake makanan. sehingga parasit mati kelaparan  Menghambat enzim untuk polimerisasi dan detoksifikasi FPIX . merozoit menginvasi  Satu siklus 48 jam  Hb yang dicerna menghasilkan zat toksik: ferriprotoporphyrin IX (FPIX)  Klorokuin membentuk kompleks dengan FPIX  Toksin ini meracuni vakuola .

f. mengandung aminopirin demetilase dan etoksikoumarin deetilase (P-450 inhibitor simetidin akan menurunkan aktivitas enzim) Beberapa peneliti  Sitokrom P-450    Pfmdr 1 dan 2 (mdr-like genes)    Hubungan pfmdr 1 dengan fenotip resistensi Tidak ada keterkaitan dengan pfmdr 1 Belum diketahui pasti Peneliti lain  Peranan pfmdr 2  .Mekanisme resistensi klorokuin   Pompa P-glicoprotein Dependen ATP  Pengekspor obat ke luar sel Peningkatan detoksifikasi biokimiawi klorokuin oleh parasit (klorokuin dimetabolisir oleh sitokrom P-450 menjadi desetilklorokuin dan didesetil klorokuin) P.

DETEKSI RESISTENSI OBAT ANTI MALARIA (WHO)  Derajat sensitivitas Plasmodium falsiparum secara in vivo di bagi menjadi:     S = sensitif. dan diikuti selama 4 minggu RI = Resisten tingkat I bila ada rekrudensi lambat ( pada minggu ke-3 dan ke-4 atau dini (pada minggu ke-2) R II = Resistensi tingkat II bila parasit tidak menghilang. hanya jumlah parasit menurun pada minggu ke-1 R III = Resistensi tingkat III. bila jumlah parasit tetap sama atau meningkat pada minggu ke-3 . bila parasit menghilang setelah pengobatan.

DETEKSI RESISTENSI OBAT ANTI MALARIA (WHO) .

F resisten klorokuin.Tes in vivo untuk standar lapangan (WHO)  Tes standar lapangan: 7 hari  Klorokuin basa 25 mg/kgBB dalam waktu 3 hari berturut-turut. Pengambilan dan pemeriksaan darah hari I. VII . dihitung sejak hari pertama minum obat  Tes lapangan jangka panjang: 28 hari  Tes alternatif atau tes dosis tunggal  Klorokuin basa 10 mg/kgBB    Apabila pengobatan tidak dapat 3 hari berturut-turut Di derah endemis tinggi Sebagai survei pendahuluan  Tes yang disederhanakan  Hanya pada pasien P. observasi dan pemeriksaan darah setiap hari selama seminggu. II.

f. kecuali untuk wisatawan . yang sudah dikonfirmasi secara mikroskopis Tidak dipakai di daerah klorokuin sensitif Tidak dipakai sebagai obat pencegahan atau supresi.STRATEGI PENGOBATAN PLASMODIUM FALSIPARUM RESISTEN TERHADAP KLOROKUIN  Meflokuin: obat pilihan untuk mengatasi resistensi terhadap klorokuin dan fansidar atau keduanya  Batasan pemakaian kombinasi meflokuin dengan fansidar    Hanya untuk kasus P.

TERAPI OBAT MALARIA KOMBINASI  Mencegah resistensi  Arthemether dan lumefantrine (Riamet)  Artesunate-atovaquone-proguanil  Artesunate-Pyrimethamine-sulfadoxine (PSD)  Chlorproguanil-dapsone (Lapdap) .

DOSIS PENCEGAHAN Obat Formula Dosis Klorokuin Tablet 300 mg 5 mg basa/ kg/ mgg sampai 300 mg Meflokuin Tablet 228 mg <15kg: 5 mg/ mgg 15-19 kg. ½ tb/ mgg 31-45. ¼ tb/ mgg 20-30 kg . ¾ tb/ mgg > 45 kg: 1 tb / mgg .

DOSIS PENCEGAHAN Obat Formula Doksisiklin 100 mg kapsul Proguanil 100 mg garam Dosis > 8 th: 2 mg/kg. sampai 100 mg/hari 5-8 kg: ¼ tb/hr 9-16 kg: ½ tb/hr 17-24 kg: ¾ tb/hr 25-35 kf: 1 tb / hr 36-50 kg: 1 + ½ tb/hr >50 kg: 2 tb/ hr .

1980) efikasi 80%  SPF66: Oxford (Non-replicating vaccinia virus) (Viral vaccine)  MVA USA  RTSS . Patarroyo (Colombia.VAKSIN MALARIA  Manuel  1999.  1999.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful