Pendahuluan

KULIAH 1 PENDAHULUAN

1.1

Pengertian Hukum • Utrecht: Hukum adalah himpunan petunjuk hidup, berupa perintah dan larangan dalam suatu masyarakat yang harus ditaati oleh anggota masyarakat, jika dilanggar akan melahirkan tindakan dari pemerintah. • Mochtar Kusumaatmadja: Hukum adalah seluruh kaedah serta asasasas yang mengatur pergaulan hidup manusia dalam masyarakat yang bertujuan memelihara ketertiban yang meliputi lembaga-lembaga dan proses-proses guna mewujudkan berlakunya kaedah tersebut dalam masyarakat.

Menurut Achmad Sanusi, Sistem Hukum atau Tata Hukum Indonesia

adalah hukum yang berlaku sekarang ini di Indonesia, sedangkan menurut Achmad Rustandi, Tata Hukum Indonesia haruslah membahas keseluruhan hukum yang berlaku di Indonesia saat ini.

Tujuan Sistem Hukum Indonesia adalah untuk mengetahui dan

memahami hukum positif (ius constitutum) Indonesia yang berlaku di Indonesia saat ini, memahami perbuatan-perbuatan mana yang dilarang menurut hukum yang sedang berlaku saat ini. 1.2 Hukum dan Norma

Kaidah atau Norma mempunyai makna sebagai petunjuk untuk

bertingkah laku dalam masyarakat tentang bagaimana seseorang harus bertindak dalam kehidupan bermasyarakat dan perbuatan-perbuatan mana yang harus dijalankan serta dihindari. Tujuan norma itu sendiri adalah dalam rangka menciptakan ketertiban untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sedangkan kegunaannya adalah sebagai pedoman tingkah laku. Klasifikasi Kaidah/Norma 1) Norma Agama Norma Agama merupakan peraturan hidup yang diterima sebagai perintah dan larangan serta ajaran yang berasal dari Tuhan, sebagai tuntunan hidup ke arah jalan yang benar yang diakui dan

‘12

1

Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F.Basarah, SH., M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

yaitu peraturan yang mengatur hubungan sesama manusia dan memberi perlindungan terhadap kepentingan diri dan hartanya.Si Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Sifat norma agama itu umum dan universal yang berlaku untuk semua golongan. 4) Norma Hukum Norma hukum adalah peraturan yang dibuat oleh penguasa negara. Apa yang dianggap sopan bagi golongan tertentu mungkin dianggap tidak bagi golongan masyarakat lain. melainkan hanya pada masyarakat tertentu saja. Segolongan manusia tertentu dapat menetapkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam masyarakat. SH.. Isi peraturan itu mengikat setiap orang dan pelaksanaannya dapat dipaksakan oleh alat negara. Hasil perintah dan larangan norma kesusilaan ini tergantung pada pribadi manusia orang per orang. Berlakunya norma ini dalam lingkup yang lebih terbatas tidak berlaku secara universal. 3) Norma Kesopanan Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan hidup segolongan manusia. Norma ini memberikan peraturan pada manusia agar menjadi manusia yang sempurna. Norma ‘12 2 Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F.Basarah. Sifat norma ini juga umum dan universal.Pendahuluan diyakini oleh umat-Nya. M. Sebab. Norma Agama mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan juga mengatur kehidupan yang bersifat kemasyarakatan yang disebut muamalat. Peraturan ini diikuti dan ditaati sebagai pedoman tingkah laku manusia dalam pergaulan lingkungannya. 2) Norma Kesusilaan Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati sanubari manusia (insan) yang berupa suara batin atau bisikan kalbu yang diiinsyafi dan diakui oleh setiap orang sebagai pedoman dari sikap dan perbuatannya. hati nuraninyalah yang akan menyatakan bahwa suatu perbuatan itu baik atau jahat dan apakah akan melakukan atau menghindarinya.

M. agar dapat berlaku sebagai undang-undang. Suatu peraturan dinamakan undang-undang dan mempunyai kekuatan hukum setelah memenuhi syarat-syarat sbb. SH.Si Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .. 1.3 Penggolongan Hukum • Penggolongan hukum dapat dilakukan dengan mempergunakan ukuran-ukuran berdasarkan: 1) Sumber-sumber hukum 2) Bentuk norma hukum 3) Waktu berlaku norma hukum 4) Cara mempertahankan norma hukum 5) Sifat norma hukum 6) Isi norma hukum 1) Berdasarkan Sumber-Sumber Hukum • Secara umum. sumber hukum terdiri dari Sumber Hukum Sumber Hukum Materiil à kesadaran hukum yang ditemukan Materiil dan Sumber Hukum Formal. • dalam kesadaran masyarakat tentang sesuatu yang dianggap sebagai yang seharusnya atau sepantasnya. 1.Pendahuluan hukum muncul dalam masyarakat yang kompleks dan telah teratur sehingga membutuhkan peraturan-peraturan yang tegas. disertai sanksi yang juga tegas. dan dapat dipaksakan pelaksanaannya bagi yang melanggar. biasanya Dewan Perwakilan Rakyat sebagai kekuasaan legislatf bersamasama dengan pemerintahan. Asas-asas dalam Peraturan Perundang-undangan:  ‘12 3 Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F.Basarah.: a) Harus dibuat oleh yang berwenang. • Sumber Hukum Formal à menunjuk pada wujud atau bentuk- bentuk penampilan dari kaidah-kaidah hukum positif. b) Harus dimuat dalam Lembaran Negara. Undang-Undang  Undang-undang merupakan hukum positif utama bagi hukum positif Indonesia.

Pendahuluan a) Lex superior derogat legi inferiori à peraturan yang lebih tinggi mengesampingkan peraturan yang lebih rendah à berhubungan dengan hierarki perundang-undangan (pasal 7 UU No. tetapi ditaati oleh seluruh rakyat karena mereka yakin bahwa kebiasaan itu berlaku sebagai hukum. b) Harus ada keyakinan hukum dari golongan atau kelompok orang-orang yang berkepentingan tersebut. SH.Si Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . 2.Basarah. Kebiasaan dan Adat  Kebiasaan atau hukum kebiasaan merupakan sumber hukum positif yang meliputi semua peraturan-peraturan.  Syarat-syarat hukum kebiasaan: a) Harus ada perbuatan atau tindakan dalam keadaan yang sama dan harus selalu diikuti oleh umum. Walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah. M. c) Lex specialis derogat legi generali à peraturan yang khusus mengesampingkan peraturan umum. ‘12 4 Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F. • • • • • Undang-undang Dasar 1945 Undang-undang /Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Peraturan Pemerintah Peraturan Presiden Peraturan Daerah b) Lex posterior derogat legi priori à peraturan yang baru mengesampingkan peraturan yang lama. Hukum kebiasaan timbul dalam kelompok-kelompok orang yang berkepentingan saja yang berada dalam keadaan tertentu dan mengkuti suatu hubungan tertentu.  Adat istiadat adalah himpunan kaidah-laidah sosial yang sejak lama ada dan mengatur tata tertib masyarakat. Adat istiadat berasal dari tradisi masyarakat pribumi.. 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan).

maka hakim tidak dapat menolak memberikan putusan atau mengadili suatu perkara dengan alasan tersebut. Dalam bahasa Inggris digunakan istilah case law atau judge made law.Basarah. 3. M. Keputusan-keputusan tersebut dipertahankan oleh para penguasa adat karena mengandung unsur-unsur tata tertib masyarakat adat. ‘12 5 Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F. yaitu dengan melihat putusanputusan hakim terdahulu mengenai perkara-perkara yang sama dengan perkara yang dihadapi. b) Perjanjian Multilateral.Pendahuluan  Hukum adat adalah adat atau kebiasaan yang mempunyai akibat hukum dan merupakan tata hukum Indonesia yang berasal dari adat istiadat. Mengenai perkara yang sama dan dengan putusan yang sama. yaitu keputusan yang diadakan oleh rapat desa.Si Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . SH.: b) Oleh karena itu. diundangkan dan dimuat dalam Lembaran Negara. Hukum adat terbagi dalam dua bentuk. yaitu hukum adat tertulis dan hukum adat tidak tertulis. yaitu perjanjian antara dua negara. hakim harus mencari jalan untuk dapat memenuhi kewajibannya. Suatu adat dapat menjadi hukum adat apabila tercantum dalam Keputusan Penguasa Adat di dalam persekutuan hukum adat. 4. dalam hal-hal sbb. Traktat  Hukum traktat merupakan hukum yang ditetapkan dua negara Traktat menjadi sumber hukum nasional jika atau lebih yang bersama-sama mengadakan suatu perjanjian (traktat).  Macam-macam traktat: a) Perjanjian Bilateral.. Yurisprudensi  Yurisprudensi adalah hukum yang terbentuk karena keputusan hakim atau keputusan pengadilan. sumber hukum positif Indonesia. dinamakan constante jurisprudentie. perjanjian antara lebih dari dua negara.  Vonis atau keputusan hakim dapat menjadi a) Apabila terdapat ketidakjelasan arti atau ada hal-hal yang belum diatur dalam undang-undang.

e) Setelah itu.. f) Kemudian. konsep disampaikan oleh masing-masing delegasi (di Indonesia oleh Presiden) kepada DPR negaranya untuk dimintakan persetujuan. konsep tersebut diratifikasi atau disahkan oleh masing-masing kepala negara setelah disetujui oleh DPR. c) Hasil penetapan dinamakan traktat konsep atau perjanjian konsep. Pendapat atau ajaran para ahli atau sarjana hukum yang terkenal dapat mempengaruhi proses administrasi negara dan dapat menjadi bahan rujukan pembelaan pengacara di muka pengadilan. b) Setelah itu.  ‘12 6 Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F. dari tingkatan tertinggi sampai terbawah. yaitu apabila perjanjian multilateral memberi kesempatan kepada negara-negara yang pada permulaan tidak turut serta mengadakannya. hukum terbagi atas Hukum tertulis adalah hukum yang hukum tertulis dan hukum tidak tertulis. d) Kemudian.Basarah. 5.Pendahuluan c) Perjanjian Kolektif atau perjanjian terbuka. SH.  tercantum dalam berbagai peraturan perundang-undangan. terakhir diundangkan dalam Lembaran Negara. M. 2) Berdasarkan Bentuk Norma Hukum  Dari sisi bentuknya. yaitu penetapan isi perjanjian oleh utusan (delegasi) pihak-pihak yang bersangkutan.Si Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . tahapan penetapan. Doktrin  Doktrin merupakan pendapat atau ajaran para ahli hukum yang terkenal. kemudian terdaftar menjadi pihaknya. Urutan pembuatan traktat: a) Konsep perjanjian dibuat oleh wakil (utusan) negara yang bersangkutan.

b) Hukum pelengkap. 4) Berdasarkan Cara Mempertahankan Norma Hukum • Terbagi menjadi dua bagian. hukum terbagi a) Ius Constitutum atau hukum positif adalah hukum yang berlaku saat ini atau sekarang bagi suatu masyarakat dalam suatu wilayah tertentu. M. b) Hukum formal adalah hukum acara. maka undangundang atau peraturan itu masih sebagai ius constituendum. dan melarang berbagai perbuatan. SH. yaitu aturan hukum yang mengatur kepentingan umum. yaitu aturan hukum yang tidak dapat dikesampingkan oleh perjanjian yang dibuat oleh para a) Hukum publik.Pendahuluan 3) Berdasarkan Waktu Berlaku Norma Hukum  menjadi dua bagian: Dari sisi waktu berlakunya. yaitu: a) Hukum material atau substantive law. yaitu aturan hukum yang mengatur cara mempertahankan dan melaksanakan aturan hukum material. misalnya hukum yang mengatur hubungan hukum antara negara dengan orang/warga negara. yaitu hukum yang memuat aturan hukum yang dapat dikesampingkan oleh perjanjian yang dibuat oleh para pihak. b) Ius Constituendum adalah hukum yang dicita-citakan atau hukum yang diharapkan berlaku. 6) Berdasarkan Isi Norma Hukum • Terbagi menjadi dua bagian: Hukum yang memaksa. memerintahkan. yaitu Hukum ‘12 7 Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F. Ketika suatu undangundang telah dibuat. 5) Berdasarkan Sifat Norma Hukum • Terbagi menjadi dua bagian: a) pihak..Si Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . tetapi belum ditaati.Basarah. yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang-orang atau satu orang dengan orang yang lain. antara warga negara dengan negara yang menentukan hak dan kewajiban.

Si Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . terutama di Kepulauan Maluku. mengadakan perdamaian. yang ditujukan bagi orang-orang pribumi. dan hukum yang mengatur mengenai tugas dan kewajiban alat-alat pelengkapan negara. ‘12 8 Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F.4 Sejarah Tata Hukum Indonesia • Abdoel Djamali. hukum yang mengatur hubungan hukum antara negara dengan alat-alat perlengkapan negara. hukum yang mengatur hubungan hukum antar negara. yaitu Hukum Internasional. yaiu Hukum Tata Negara. hak monopoli pelayaran dan perdagangan. M. 2010 : Sejarah Tata Hukum adalah suatu pencatatan dari kejadian-kejadian penting mengenai tata hukum masa lalu yang perlu diketahui.4. b) Hukum privat.1 Zaman Penjajahan Belanda a.Pendahuluan Pidana. yaitu Hukum Administrasi Negara. dan hak mencetak uang. mengumumkan perang.. • VOC melakukan ekspansi penjajahan. melakukan penekanan dalam bidang perekonomian dengan memaksakan aturan-aturan hukumnya. SH. 1. 1. Masa Vereenigde Oost Indische Compagnie (1602-1799) • 1602 • Tujuan: agar tidak terjadi persaingan antara para pedagang yang membeli rempah-rempah dari orang-orang pribumi sehingga dapat memperoleh keuntungan yang besar di pasaran Eropa.Basarah. hak mendirikan benteng. yaitu Hukum Perdata. yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang per orang dan menyangkut kepentingankepentingan yang sifatnya privat atau perseorangan. diingat. yaitu ketentuan-ketentuan hukum yang dijalankan di atas kapal-kapal dagang. • Ketentuan-ketentuan tersebut merupakan hukum positif orang Belanda di “daerah perdagangan”. dan dipahami oleh setiap orang atau suatu bangsa masa kini. hak membentuk angkatan perang. Didirikan oleh para pedagang orang Belanda pada tahun • Para pedagang memperoleh hak-hak istimewa (octrooi) dari pemerintah Belanda.

• dikumpulkan kembali. • Dalam bidang hukum: Daendles memberlakukan hukum- hukum negara Eropa à hukum pribumi tetap berlaku selama tidak ‘12 9 Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F. b. • Gubernur Jendral Daendels: mempertahankan tanah jajahan nusantara dalam menghadapi kemungkinan serangan Inggris.Pendahuluan • Ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku di atas kapal dagang itu sama dengan hukum Belanda kuno (Oud Nederlandsrecht) yang sebagian besar merupakan “hukum disiplin” (tuchtrecht). yang bernama Heeren Zeventien. Penjajahan Pemerintah Belanda (1800-1942) 31 Desember 1799 VOC dibubarkan oleh Pemerintah • 1 Januari 1800: pengambilalihan daerah-daerah kekuasaan VOC oleh pemerintah Bataafsche Republiek. 1610. dan kemudian diumumkan di Batavia dengan nama “Statuta van Batavia” (Statuta Batavia) à dilakukan kembali dan selesai pada tahun 1766 dan diberi nama “Nieuwe Bataviase Statuten (Statuta Batavia Baru). • Gubernur Jenderal Pieter Both. yang kemudian berubah menjadi Koninklijk Holand. • Eropa. • “Statuta” berlaku berdampingan dengan aturan-aturan hukum lainnya à berlaku sebagai satu sistem hukum tersendiri dari Freijer melakukan penelitian terhadap aturan-aturan hukum yang dituangkan dalam Kitab Hukum Freijer (1760). dan pembuatan pangkalan Angkatan Laut dengan bentengnya di daerah Banten. membuat jalan Anyer-Panarukan. SH.. yang ternyata hanya berisi aturan-aturan hukum perkawinan dan hukum waris Islam. M. memiliki wewenang untuk membuat peraturan untuk menyelesaikan perkara istimewa yang harus disesuaikan dengan kebutuhan para pegawai VOC di daerahdaerah yang dikuasai.Si Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .Basarah. • Gubernur Both mengumumkan setiap peraturannya melalui Tahun 1642 semua plakat yang pernah diumumkan “plakat”. plakat yang masih berlaku disusun secara sistematis. • Belanda. memutuskan perkara perdata dan pidana à berlaku berdampingan dengan peraturan yang dibuat dan ditetapkan sendiri oleh Direksi VOC di Belanda. Sumedang-Bandung. yang tidak pernah dikumpulkan dengan baik.

Diterapkan sistem juri (59 orang). Court of Circuit à pengadilan keliling dan menangani perkara pidana dengan ancaman hukuman mati.Si Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . 3. 4.2 Zaman Penjajahan Jepang • 1942: Pemerintah Jepang (Balatentara Jepang) membagi Indonesia dalam dua kekuasaan: ‘12 10 Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F.Pendahuluan bertentangan dengan perintah yang diberikan. Masa Besluiten Regerings 1814 – 1855 2. Masa Regerings Reglement 1855 – 1926 3. M. Dalam bidang hukum.4. Masa Indische Staatsregeling 1926 . Division’s Court à mengadili perkara pelanggaran kecil dan sipil 2. District’s Court atau Bopati’s Court à mengadili perkara sipil tk. bahkan dalam penyelesaian perkara hakim diperintahkan untuk tetap memberlakukan ketentuanketentuan hukum bumiputera.Basarah. dan juga tidak boleh bertentangan dengan dasar-dasar umum dari keadilan dan kepatutan demi keamanan umum. dengan Thomas Stamford Raffles sebagai letnan Gubernur . Resident’s Court à mengadili perkara pidana dengan ancaman bukan hukuman mati.1942 1. SH. walaupun kedudukan hukum bumiputera dianggap lebih rendah derajatnya daripada hukum Eropa. • Raffles tidak melakukan perubahan terhadap hukum yang berlaku dalam lingkungan masyarakat bumiputera. • pengadilan.. banding. 1. • 1811: Dandles diganti oleh Jansens à kepulauan Nusantara dikuasai oleh Inggris. • 1816: Inggris menyerahkan Nusantara kepada Belanda melalui Konvensi London 1814 à pengaturan tata pemerintahan dengan baik à membagi tiga masa perundang-undangan. Raffles mengutamakan susunan 1.

Pengantar Hukum Indonesia. Abdoel. ‘12 11 Kapita Selekta Ilmu Sosial Finny F. dengan berpedoman kepada peraturan perundang-undangnya.4.. 1. disamping peraturan daerah yang dibuat sendiri oleh masing-masing daerah untuk kepentingan dan keamanan daerahnya sendiri. Indonesia Timur à di bawah kekuasaan Angkatan Indonesia Barat à di bawah kekuasaan Angkatan Laut. M. untuk kepentingan pemerintah di Jawa dan Madura membuat “Osamu Seirei” dan “Osamu Kanrei” sebagai peraturan pelaksana. • (UUDS).Pendahuluan 1. 2. “Gunseirei”.3 Indonesia Merdeka • 17 Agustus 1945: Indonesia merdeka 18 Agustus 1945: pembentukan Undang- • Undang Dasar 1945. SH. • Jepang. berkedudukan di Jakarta. Bogor: Ghalia Indonesia. Dwiyatmi. berkedudukan di Makassar.Si Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . 2010. Pengantar Hukum Indonesia. • Desember 1949: Konferensi Meja Bundarà1 Januari 1950: Republik Indonesia Serikat (RIS) à Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat (UU RIS). Darat. DAFTAR PUSTAKA Djamali. R. 2006.Basarah. Sri Harini. Sedangkan untuk di daerah luar Jawa dan Madura dibuat “Tomi Seirei” dan “Tomi Kanrei”. 17 Agustus 1950: Kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia à Undang-Undang Dasar Sementara • 5 Juli 1959: Dekrit Presiden à kembali ke Undang-Undang Dasar 1945. Edisi 2. Cetakan Pertama. Cetakan 16 Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful