Cabang-cabang dari bagian anterior N. mandibularis adalah: a. N. Maseterikus dan N.

pterigoideus lateralis biasanya keluar bersama-sama N. temporalis profundus posterior, melalui bagian horizontal lateral fasial infra temporalis dari tulang spenoid dan kemudian terus kebagian lateral dan bawah melalui insisura mandibula ke permukaan medial m. masseter dan memberikan 1-2 hubungan untuk persendian rahang. b. N. Temporalis profundi, biasanya 3 buah yaitu posterior, intermedius dan anterior yang kadang-kadang timbul bersama dengan N. maseterikus. Nervus ini mula-mula berjalan horizontal lateral seperti N. masentrikus dan kemudian membelok vertikal keatas dan akhirnya terpencar beranastomose dengan yang lain dalam m. temporalis. c. N. Bukinatorius berjalan kebawah, ke depan dan ke lateral. Nervus ini berada diantara kedua kepala M. pterigoideus atau diantara kedua mm. pterigoideus tiba diatas permukaan lateral m. bukinator dan disana ia beranastomose dengan cabang bukalis N. fasialis. nervus ini memberikan cabang-cabangnya melalui m. bukinator kepada membrana mukosa daripada pipi, kekulit sudut mulut dan kulit yang menutupi m. bukinator. ini adalah saraf sensoris yang asli. Cabang dari bagian posterior N. mandibularis adalah: 1. N. Aurikulotemporalis, muncul agak di bawah foramnen ovale dari pinggir posterior N. mandibularis. Nervus ini mula-mula berjalan ke belakang dan agak ke bawah pada permukaan medial N. pterigoideus eksternus dan prosesus kondiloideus mandibula di atas arteri maksilaris interna, membengkok (melengkung) di sekeliling kolum prosesus kondiloideus, mula-mula ke bagia lateral kemudian ke atas melalui kelenjar parotis atau tertutup oleh kelenjar parotis di depan kartilago akustikus eksternus dan akhirnya menuju bersama-sama dengan arteri temporalis superfisialis, ke atas ke kulit pelipis, bergabung dengan ganglion optikum dalam beberapa hubungan dengan membawa ke jaringan sekret dari kelenjar parotis. 2. N. Lingualis, berjalan pada sisi medial dari M. pterigoideus eksternus dan arteri maksilaris interna, kemudian diantara M. pterigoideus internus dan ramus mandibularis, sedikit membelok, ke bawah dan ke depan melalui bagian bawah M. miloparingeus dan di bawah

Nervus ini membelah menjadi rami mentalis. Diatas M. mandibularis. triangularis. N. digastrikus. b. yang berjalan didalam kanalis mandibula dan masuk ke tiap-tiap akar gigi yang akhirnya ke alveolus dan masuk ke gingiva.membrana mukosa dasar mulut. Nervus mentalis . Nervus alveolaris inferior 2. Anestesi blok mandibula merupakan anestesi yang paling penting untuk kedokteran gigi. milohioideus. alveolaris inferior. Nervus ini mengadakan cabang-cabang: a. milohioideus dan kelenjar submaksilaris. pterigoideus eksternus dan dari arteri maksilaris interna. mula-mula lateral dari m. ditutupi M. mentalis. pterigoideus internus sedikit membelok kebawah menuju foramen mandibula kemudian kebagian depan di dalam kanalis mandibula bersama artei dan vena. adalah cabang yang terbesar meninggalkan kanalis mandibula melalui foramen mentalis. kemudian dibawah M. mengelilingi duktus submaksilaris (Wartoni) sebelah lateral dan kebawah. alveolaris inferior tepat sebelum masuk ke foramen mandibularis dan turun kebawah dan kedepan didalam sulkus milohioideus mandibula. 3. N. mereka membentuk pleksus diatas N. berjalan ke depan diatas M. kemudian diantara ramus mandibula dan M. pterigoideus internus. mula-mula melalui permukaan medial dari M. berasal dari N. Sarafsaraf yang dilumpuhkan antara lain: 1. merupakan cabang terbesar. Nervus lingualis merupakan serabut-serabut sensoris yang asli dan serabut-serabut perasa dari 2/3 anterior lidah dan juga menginervasi bagian lingual mandibula. kemudian berpencar menjadi cabang-cabang terminalnya. Pterigoideus bergabung dengan khorda timpani yang menghampiri nervus ini dengan membuat sudut yang tajam dari belakang dan atas. c. yang menerobos otot-otot tersebut pergi kekulit dagu dan rami labialis inferior yang berjalan kebagian atas untuk kulit dan membrana mukosa bibir bawah. Rami dentalis inferior dan rami ginggivalis inferior. milohioideus dan akhirnya mensuplai venter anterior m. N.

misalnya pencabutan gigi posterior rahang bawah atau pencabutan beberapa gigi pada satu kuadran. Krista buksinatoria b. maka pencabutan gigi pada setengah rahang bawah dapat dilakukan tanpa rasa sakit. lingualis) pada area penyuntikan terasa kebas. Namun adakalanya pada ginggiva regio molar masih terasa sakit karena adanya N. Nervus lingualis 4. Bila N. Petunjuk penyuntikan intra oral: a. jaringan lunak lingual dan periosteum Indikasi penggunaan teknik anestesi ini yaitu: 1. Diperlukannya daerah anestesi yang luas. dasar mulut dan dua pertiga anterior lidah 5.3. alveolaris inferior) dan lidah sampai ujung (N. Badan mandibula dan ramus bagian bawah 3. Nervus insisivus Daerah yang teranestesi meliputi: 1. buksinatorius yang menginervasi pipi sampai dengan mukosa regio molar satu dan terkadang sampai molar dua . Fosa retro molaris Gejala bahwa anestesi berhasil adalah bibir (N. alveolaris inferior dan N. Adapun kontra indikasi penggunaan teknik anestesi ini yaitu adanya inflamasi pada daerah suntikan dan pada pasien yang tidak kooperatif. Pada saat diperlukannya anestesi pada jaringan lunak bagian bukal dan juga lingual. lingulis telah lumpuh. Margo anterior ramus asendens c. 2. Gigi mandibula setengah kuadran 2. Mukoperiosteum bukal dan membran mukosa di depan foramen mentalis 4.

sehingga metoda ini sulit dilakukan untuk menyambung N. auricularis. Pada perkembangan bedah rekonstrusi saraf selanjutnya. Beberapa metode perbaikan secara bedah antara lain: 1. Pada pembuluh saraf yang terputus manifestasi klinis lebih berupa suatu paralisis. Penjahitan saraf dilakukan pada pembuluh saraf yang terputus dengan jarak antara kedua ujung saraf sekitar 1 cm. alveolaris inferior yang terputus. dimana saraf donor diambil dari N. Penyambungan kedua ujung saraf yang terputus digunakan benang nilon ukuran 8. namun pada umumnya setelah 6 sampai 12 bulan perbaikan spontan tidak memberikan hasil yang baik maka dapat dilakukan perawatan secara bedah. Meskipun banyak pendapat berbeda mengenai patokan waktu untuk segera dilakukan tindakan bedah. 2. pemeriksan klinis serta pemeriksaan penunjang radiografi dan CT Scan. Autogenous graft. Pertimbangan lainnya adalah berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pasien.atau molar tiga. Faktor waktu menjadi alasan utama dilakukannya perbaikan secara bedah. eksplorasi ini bertujuan menghilangkan jaringan tulang yang menekan pembuluh saraf.0 atau 9. Pada kasus-kasus cedera saraf yang tidak kunjung sembuh dengan perawatan nonbedah maka direkomendasikan intervensi bedah. dengan saraf donor dari . Dekompresi saraf dilakukan dengan membuka jaringan lunak hingga kedaerah cedera saraf. 3. Teknik graft saraf dilakukan bila rekonstruksi mengharuskan pengambilan jaringan saraf yang rusak sehingga memberikan jarak cukup panjang antara kedua ujung saraf yang rusak. Metoda penjahitan hanya dapat dilakukan pada pembuluh-pembuluh saraf yang lurus yang terputus dan berada pada jaringan lunak. dan tidak mungkin dilakukan penyambungan jaringan saraf dengan penjahitan.0. Hampir mirip dengan cara ini yaitu menghilangkan konstriksi akibat jaringan scar yang berlebih dan menekan pembuluh saraf. dilaporkan penjahitan meliputi struktur perineum. Selain itu penjahitan dilakukan bila saraf terpotong lurus dan tidak terdapat jaringan yang hancur. Untuk menghilangkan rasa sakit ini biasanya cukup dengan infiltrasi anestesi mukosa bagian bukal dari gigi yang akan dicabut. Graft dari jaringan lainnya. Terdapat beberapa jenis graft saraf diantaranya adalah. Penjahitan dilakukan pada lapisan terluar pembuluh saraf perifer yaitu epinerium.

Hal: 22 . Handoyo.Skripsi USU. Jenis graft lainnya adalah Alloplastik graft.Benny.Parestesi Sebagai Salah Satu Komplikasi Dari Anestesi Blok Pada Mandibula.pembuluh vena atau jaringan kolagen. dengan menggunakan bahan silicon tube atau asam poligolis.2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful