BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pada dekade terakhir perhatian dan penelitian dalam bidang sel punca (stem cells) mengalami kemajuan yang amat pesat. Para peneliti menggunakan sel punca untuk mengetahui dan mempelajari proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan tubuh manusia serta patogenesis penyakit-penyakit yang diderita. Disamping itu penggunaan sel punca dalam perngobatan penyakit-penyakit yang sudah tidak mungkin untuk diobati lagi baik secara konservatif maupun operatif khususnya penyakit degeneratif maupun kelainan lainnya seperti trauma, keganasan dan sebagainya juga meningkat pesat. Dalam bidang farmakologi para peneliti juga menggunakan sel punca untuk menguji obat-obat baru. Tentu saja penggunaan sel punca dalam bidang penelitian dan pengobatan penyakit ini tidak terlepas dari potensi nilai bisnis yang akan diraih manakala sel punca ini sudah dapat digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit atau kelainan-kelainan pada manusia.1 Penggunaan dan pengembangan sel punca dalam bidang penelitian dan aplikasinya diklinik dalam rangka mengobati penyakit tidak terlepas dari masalah etik yang mungkin membayanginya, khususnya penggunaan dan pemanfaatan sel punca yang berasal dari embrio (embryonic stem cells). Tanggal 12 Pebruari 2004 sejumlah peneliti di Korea telah mengumumkan pembuatan stem cell manusia pertama dengan cara transplantasi sel somatik. Walaupun pernyataan ini kemudian ditarik kembali dengan alasan manipulasi data atau perilaku tidak etis para penelitinya, hal ini telah mendorong para peneliti untuk menggiatkan penelitian sel punca dan pengklonan embrio guna pemakaian dalam pengobatan penyakit-penyakit degeneratif. Penelitian yang melibatkan subjek manusia memang dapat memunculkan pertanyaan tentang etika dan legalitasnya. Hal tersebut untuk memastikan bahwa partisipan penelitian mendapatkan informasi dan proteksi yang sewajarnya. Berbagai forum peneliti ataupun institusi pendidikan maupun penelitian secara lembaga maupun nasional juga menyusun dan mempublikasikan isu-isu etik yang berkaitan dengan penelitian manusia (misalnya Komisi Nasional Bioetik di Indonesia,
1

3 Tujuan Penelitian 1. Mengetahui bioetika stem cell dari aspek medikolegal 2 . 1. Mengetahui sejarah perkembangan stem cell 2.1 Tujuan Umum Tujuan umum dari pembuatan referat ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai stem cell dalam aspek medikolegal kepada tenaga medis khususnya calon dokter dan dokter. Mengetahui keuntungan dan kerugian pemakaian stem cell dalam kehidupan 5. Bagaimanakah peran stem cell dalam kehidupan ? 6.2 Tujuan Khusus 1. dan European Nutrigenomics Organization di Norwegia). Apakah keuntungan dan kerugian pemakaian stem cell dalam kehidupan ? 5. Mengetahui berbagai karakteristik dan jenis stem cell 4. legal. 1.3. Mengetahui peran stem cell dalam kehidupan 6. Bagaimanakah karakteristik dan jenis-jenis stem cell ? 4. Komite-komite etik tersebut memang diharapkan pembentukannya untuk menguji isu-isu etik.3. Mengetahui pengertian stem cell 3. Apakah pengertian dari stem cell ? 3.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana sejarah perkembangan stem cell ? 2. Bagaimanakah bioetika stem cell dari aspek medikolegal ? 1. ilmiah dan sosial terkait dengan proyek penelitian yang melibatkan manusia.Nuffield Council on Bioethics.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.