BAB I ILUSTRASI KASUS

No. Registrasi RSCM : 376-38-76 Waktu Pemeriksaan : Kamis, 11 November 2012, pukul 21.45 WIB

Identitas Korban Nama Jenis Kelamin Usia Status perkawinan Kebangsaan Agama Pekerjaan Alamat : Tn. JK : Laki-laki : 52 tahun : Bernikah : Indonesia : Islam : Buruh : Jl. Petamburan RT 005/009 Kel. Petamburan Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Riwayat Medis Anamnesis Korban menerangkan pada jam 1900 WIB, korban tekah dikeronyok oleh tiga orang pelaku. Korban mengatakan dipukul dengan tangan kosong di wajah sebanyak kira-kira sepuluh kali hingga terjatuh. Pelaku menduduki bagian dada korban lalu membenturkan belakang kepala korban ke lantai berkali-kali. Kemudian korban mengaku dipukul dengan tangan kosong oleh dua pelaku lainnya di kepala sebanyak lebih dari lima kali di punggung sebanyak beberapa kali, ditendang di samping pinggang sebanyak satu kali. Korban mengatakan pelaku menggunakan sepatu pada saat menendangnya. Korban mengaku setelah kejadian keluar darah dari hidung, nyeri di belakang kepala dan nyeri di bibir. Saat pemeriksaan korban masih merasa pusing dan nyeri di bagian belakang kepala. Korban mengaku bahawa salah satu pelaku bernama Ginting dan dua lainnya hanya kenal wajah. Punca terjadinya keroyokan karena korban masih belum bisa membayar hutang kepada pelaku.

Pemeriksaan Fisik

Pada cuping hidung kiri terdapat memar berwarna merah berukuran 1. Pembuatan Visum et Repertum.7 x 0. Pada pipi kiri 3cm dari garis pertengahan depan.5 x 1 cm. ----------------------------------------------b.1 cm dan 0. dikelilingi pembengkakan seluas 2.5 x 1 cm. Rujuk bedah dan disarankan rontgen kepala namun korban menolak. Tanda vital o Tekanan darah o Frekuensi nadi o Suhu : 120/90 mmHg : 125x/menit o Frekuensi napas : 20x/menit : tidak demam : baik  Keadaan gizi Status Lokalis Luka/Cedera a. hidung tidak terasa tersumbat. --------------------------------------------------------------------------------e. ------------------------------------------------------------------------------------------ Pemeriksaan Penunjang Tidak Dilakukan Tindakan/Pengobatan 1.5 cm. 3 cm di atas sudut bibir kiri terdapat memar berwarna merah berukuran 3 x 0.5 x 0. 2. Pada saat pemeriksaan tidak ada perdarahan dari hidung.8 cm dan 1 cm. Pada bibir bawah tepat pada garis pertengahah depan terdapat 2 buah luka lecet berbentuk garis masing-masing sepanjang 0. Pada selaput bola mata kiri sisi luar dan dalam terdapat perdarahan di bawah selaput bola mata. keadaan umum tampak sakit sedang. -----------------------------------------------------------------------------------------d.  Keadaan umum : Sadar penuh.7 cm. . --------------------f. Pada bibir bawah bagian dalam sisi kanan 1 cm dari garis pertengahan depan terdapat luka lecet masing-masing ukuran nol 0. ------c. penampilan rapi. sikap kooperatif.

Luka-luka tersebut masuk ke dalam kategori luka ringan atau luka derajat satu. Umumnya.BAB II PEMBAHASAN UMUM A. Korban dengan luka berat (pasal 90 KUHP) dapat merupakan hasil dari tindak pidana penganiayaan dengan akibat luka berat (pasal 351 ayat 2 atau 353 ayat 2) atau akibat penganiayaan berat (pasal 354 ayat 1 atau 355 ayat 1). Pada kasus-kasus tersebut penyidik mungkin membutuhkan bantuan dari ahli. yang dianggap sebagai hasil dari penganiayaan ringan adalah korban dengan “tanpa luka” atau dengan luka lecet atau memar kecil di lokasi yang tidak berbahaya atau yang tidak menurunkan fungsi alat tubuh tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi rumusan delik dalam KUHP. Korban dengan luka ringan dapat merupakan hasil dari tindak pidana penganiayaan ringan (pasal 352 KUHP). diharapkan dapat memperjelas alur peristiwa dan mampu mengungkap hubungan antara bukti-bukti yang ditemukan dengan rangkaian peristiwa pada pelanggaran tersebut. keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana. maupun korban meninggal yang pada pemeriksaan pertama polisi. ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli . Tujuan pemeriksaan kedokteran forensik pada korban hidup adalah untuk mengetahui penyebab luka/sakit dan derajat parahnya luka atau sakitnya tersebut. pembunuhan. perkosaan. sebagaimana bunyi pasal 352 KUHP. baik dalam peristiwa kecelakaan lalulintas. penganiayaan. penganiayaan ringan adalah penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan jabatan atau pekerjaan. sedangkan korban dengan luka sedang dapat merupakan hasil dari tindak penganiayaan (pasal 351 ayat 1/353 ayat 1). Pelanggaran ini dilihat dari sisi hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan ketentuan dalam KUHP. salah satunya adalah dokter maupun ahli kedokteran kehakiman untuk mengungkap kasus atau membantu membuat perkara menjadi lebih terang sehingga kasus bisa segera terselesaikan. terdapat kecurigaan akan kemungkinan adanya tindak pidana. Prosedur Medikolegal Peranan ilmu kedokteran forensik berfungsi membantu penegakan hukum antara lain adalah pembuatan visum et repertum terhadap seseorang yang dikirim oleh polisi (penyidik) karena diduga sebagai korban suatu tindak pidana. Hal ini tertuang dalam Pasal 133 ayat 1 KUHAP yang berbunyi. “Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka. kecelakaan kerja. Dengan adanya keterangan ahli.

” dan dinyatakan dalam surat sesuai dengan Pasal 133 ayat 2 KUHAP. berdasarkan keilmuannya dan di bawah sumpah. dugaan penyebab kematian. jabatan peminta visum. Sebelum melakukan pemeriksaan dan pembuatan visum et repertum. Wewenang penyidik untuk meminta keterangan ahli tersebut diperkuat dengan kewajiban dokter untuk memberikannya bila diminta seperti yang tertuang dalam pasal 179 KUHAP yang berbunyi “Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. untuk kepentingan peradilan. SPV perlu diperiksa kelengkapan bagian-bagiannya. dan bagian Penutup.” Keterangan ahli yang dimaksudkan diperjelas dalam Pasal 1 butir 28 KUHAP yaitu “keterangan yang diberikan oleh seorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan. Dalam hal ini. baik hidup atau mati ataupun bagian atau diduga bagian dari tubuh manusia. antara lain visum et repertum perlukaan. pihak yang meminta visum. Visum et repertum didefinisikan sebagai keterangan yang dibuat oleh dokter atas permintaan penyidik yang berwenang mengenai hasil pemeriksaan medik terhadap manusia. bagian Pemberitaan. berdasarkan keilmuannya dan di bawah sumpah untuk kepentingan peradilan.” Berdasarkan pasal tersebut. yaitu visum et repertum hanya sah bila dibuat oleh dokter yang sudah mengucapkan sumpah sewaktu mulai menjabat sebagai dokter. Visum et repertum tergolong . maka seorang dokter wajib memberikan keterangan ahli seperti yang diminta oleh penyidik berdasarkan keilmuan yang dimiliknya. sebagaimana tercantum dalam Pasal 184 KUHAP serta berguna dalam proses penyidikan. jenazah. yaitu keterangan yang dibuat oleh dokter atas permintaan penyidik yang berwenang mengenai hasil pemeriksaan medik terhadap manusia. identitas korban. Keterangan ahli tersebut dituangkan dalam bentuk Visum et Repertum (VER). dan psikiatrik. Hal ini sesuai dengan Stb 350 tahun 1937. baik hidup atau mati ataupun bagian atau diduga bagian dari tubuh manusia. dan tanda tangan peminta visum. Keterangan ahli yang telah tertuang dalam surat berbentuk visum et repertum ini dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah di sidang peradilan.lainnya. permintaan jenis pemeriksaan. bagian Kesimpulan. peminta visum serendah-rendahnya berpangkat Pembantu Letnan Dua. perlu dipastikan adanya permintaan visum et repertum. 27 tahun 1983. yaitu kata Pro Justitia. Visum et repertum sendiri memiliki lima komponen tetap. yaitu kop surat. Permintaan ini tertuang dalam surat permintaan visum et repertum (SPV) dan diatur dalam Peraturan Pemerintah No. pihak yang dituju. bagian Pendahuluan. Alat bukti ini memiliki nilai otentik karena dibuat atas sumpah jabatan sebagai seorang dokter. kejahatan susila. Terdapat beberapa jenis visum et repertum.

kemudian berubah menjadi ungu atau kehitaman.1 Luka Memar Memar adalah suatu perdarahan pada jaringan bawah kulit akibat pecahnya kapiler dan atau vena yang disebabkan oleh kekerasan tumpul. memar berwarna merah. dan besarnya memar dipengaruhi oleh berbagai macam factor yaitu besarnya kekerasan. usia. memar dapat memberikan petunjuk mengenai benda penyebab. maka hakim dapat memanggil dokter pembuat visum et repertum tersebut untuk mempertanggungjawabkan pendapatnya. corak serta warna kulit. tubuh terbentur aspal jalan. Usia memar dapat ditentukan berdasarkan warna memar.2 Luka Lecet Luka lecet terjadi akibat cedera pada epidermis yang bersentuhan dengan benda yang memiliki permukaan kasar atau runcing. Terkadang. A. jenis benda penyebab. yang dalam proses selanjutnya dapat menjadi alat bukti petunjuk. Dari pasal di atas terlihat bahwa derajat luka sangat diperlukan untuk menentukan hukuman yang akan diterima oleh korban sehingga seorang dokter harus yang memeriksa dan membuat Visum et Repertum harus dapat menentukan derajat luka dengan benar. Dalam kasus perlukaan. bentuk. atau sebaliknya benda tersebut yang bergerak dan bersentuhan dengan kulit. misalnya pada kejadian kecelakaan lalu lintas. Luka dan Derajat Luka 1. Berdasarkan hal tersebut. seorang dokter. Luka Akibat Kekerasan Tumpul 1. dan menghilang setelah 14-15 hari. kekuatan pembuluh darah. dan penyakit seperti hipertensi. 1. setelah 4-5 hari. korban yang dimintakan visum et repertumnya adalah kasus dugaan adanya tindak kekerasan yang diancam hukuman oleh KUHP. wajib membuktikan adanya luka atau memar (kekerasan). Jika saat pemeriksaan perkara di pengadilan terdapat keragu-raguan bagi hakim meski telah terdapat visum et repertum. Pada saat muncul. Derajat luka dituliskan dalam kalimat yang mengarah ke rumusan delik dalam KUHP. jenis benda penyebabnya serta derajat perlukaan. seperti misalnya jejas ban yang merupakan marginal hemorrhage. jenis kelamin. untuk membantu peradilan. Letak. Kesimpulan Visum et Repertum korban tindak kekerasan. memar berubah warna menjadi hijau yang dalam usia 7-10 hari akan berubah menjadi kuning.dalam alat bukti surat. dokter harus menuliskan luka-luka atau cedera atau penyakit yang ditemukan. kondisi dan jenis jaringan yang dilakukan kekerasan. Sesuai dengan mekanisme terjadinya .

Memar .luka lecet dapat diklasifikasi sebagai luka lecet gores (scratch). yaitu mekanik (kekerasan oleh benda tajam. Luka akibat kekerasan benda tumpul : Luka jenis ini disebabkan benda yang memiliki permukaan tumpul. perubahan tekanan udara. Derajat Luka Menurut KUHP. 2. a. ataupun korban yang tanpa luka. akustik. listrik dan petir. sehingga yang disebut dengan luka sedang atau derajat 2 adalah yang diantara luka ringan dan luka berat. yang disebutkan dalam pasal 352 KUHP. penganiayaan ringan adalah penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan dalam menjalankan jabatan atau pekerjaan. B. dan kimia (asam atau basa kuat). luka lecet serut (graze). Dengan demikian. yang menyebabkan seseorang terus menerus tidak mampu untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan pencaharian. Perlu diingat bahwa pada saat pemeriksaan pertama kali. Kekerasan dapat dibedakan berdasarkan sifatnya. dan tembakan senjata api). yang menimbulkan cacat berat. dan luka lecet geser (friction abrasion). telah diketahui definisi luka ringan dan luka berat. kekerasan oleh benda tumpul. terganggu daya pikir selama 4 minggu atau lebih. atau luka yang menimbulkan bahaya maut. Dalam KUHP Pasal 90. biasanya digolongkan dalam luka ringan atau luka derajat satu. fisika (suhu. luka lecet tekan (impression. dan radiasi). dan terjadinya gugur atau matinya kandungan seorang perempuan. impact abrasion). yang menyebabkan kehilangan salah satu panca indera. penentuan luka sedang ataupun luka berat dapat sulit ditentukan akibat masih belum berhentinya perkembangan derajat sesuatu perlukaan sebelum selesainya pengobatan/perawatan. yang menyebabkan terjadinya lumpuh. Sementara luka adalah suatu keadaan ketidaksinambungan jaringan tubuh akibat kekerasan. memberikan batasan mengenai luka berat yaitu jatuh sakit atau mendapat luka yang telah diketahui tidak memberi harapan sembuh sama sekali. memar kecil pada daerah yang tidak berbahaya atau menurunkan fungsi alat tubuh. Korban-korban dengan luka lecet. Traumatologi Traumatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang luka dan cedera serta hubungannya dengan berbagai kekerasan.

Ciri luka ini umumnya tidak beraturan. sehingga sering digunakan utuk megidentifikasi benda penyebab luka yang khas karena bentuk luka menyerupai. bentuk. Faktor yang mempengaruhi letak. tampak jembatan jaringan antara kedua tepi luka.  Luka lecet geser : luka lecet ini disebabkan tekanan linier pada kulit disertai gerakan bergeser. tepi atau dinding tidak rata. setelah 4 sampai 5 hari akan berwarna hijau kemudian berubah menjadi kuning dalam 7 sampai 10 hari. bentuk dasar luka tidak beraturan. sering tampak luka lecet atau luka memar di sisi luka. Luka lecet diklasifikasikan sebagai berikut:  Luka lecet gores : luka lecet ini disebabkan oleh benda runcing yang menggeser lapisan permukaan kulit di depannya. Luka memar sering kali memberi petujuk tentang bentuk benda penyebab lukanya. kondisi dan jenis jaringan. dan penyakit. Luka ini berwarna lebih gelap dari jaringan sekitar. . corak dan warna kulit.  Luka lecet tekan : luka lecet ini disebabkan penjejakan benda tumpul pada kulit. kerapuhan pembuluh darah. memar berwarna merah. Saat timbul. kemudian berubah menjadi ungu atau hitam. c. Luka robek Luka robek merupakan luka terbuka akibat trauma benda tumpul yang menyebabkan kulit teregang ke satu arah dan batas elastisitas kulit terlampaui. dan menghilang dalam 14 sampai 15 hari. Perubahan warna pada luka memar dapat secara kasar digunakan untuk memperkirakan usianya.  Luka lecet serut : luka lecet ini merupakan variasi luka lecet gores dengan daerah persentuhan dengan permukaan kulit lebih lebar. atau benda tersebut yang bergerak dan menyentuh kulit. seperti pada kasus gantung atau jerat. sehingga lapisan terangkat. seperti gigitan. dan lain sebagainya. dan hal ini dapat menunjukkan ke arah kekerasan. usia. b. jenis kelamin.Memar adalah suatu perdarahan pada jaringan bawah kulit karena pecahnya kapiler dan vena. Sering terjadi pada kecelakaan lalu lintas. tubuh terbentur aspal. kisi-kisi radiator mobil. Luka lecet Luka lecet terjadi akibat cedera pada epidermis yang bersentuhan dengan benda yang memiliki permukaan kasar atau runcing. jenis benda penyebab. Letak tumpukan epitel menunjukkan arah kekerasan. misal jejas ban (marginal haemorrhage). dan luas luka memar yaitu besarnya kekerasan.

diancam. undang-undang mengaturnya dalam Pasal 354 ayat (1) yang berbunyi “Barang siapa dengan sengaja melukai berat orang lain. karena melakukan penganiayaan berat.” ayat (1) yaitu: “Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu. dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. yang bersalah dikarenakan pidana pejara palig lama tujuh tahun”. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya atau menjadi bawahannya. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi rumusan delik dalam KUHP. seperti yang disebutkan pada Pasal 351 KUHP ayat (1) yang berbunyi “Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak 4500 rupiah” dan Pasal 353 KUHP tahun. Penganiayaan Untuk mengetahui penyebab luka/sakit dan derajat parahnya luka atau sakit pada korban hidup maka diperlukan pemeriksaan kedokteran forensik. Pada korban dengan luka sedang. catatan medik pada setiap pasien harus lengkap hasil pemeriksaannya.” Hasil dari tindak penganiayaan tersebut dengan akibat luka berat diatur dalam pasal 351 ayat (2) yang berbunyi: “Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. seperti yang tertuang dalam Pasal 352 KUHP yang berbunyi: (1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356. diancam sebagai penganiayaan ringan. Oleh karena itu. Hal ini diperlukan untuk pembuatan visum et repertum. (2) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana. jika korban dengan luka berat merupakan akibat penganiayaan berat. terutama korban yang diduga tindak pidana. Sementara. diancam degan pidana penjara paling lama dua belas tahun. yang bersalah diancam dengan pidana pejara paling lama 5 tahun” atau Pasal 353 ayat (2) yaitu “Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. diancam dengan pidana pejara paling lama 4 . dengan pidana penjara paling lama delapan tahun” atau Pasal 355 ayat (1) yaitu “Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencaa lebih dahulu. maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian.C. Korban dengan luka ringan dapat merupakan hasil dari tindak pidana penganiayaan ringan. dapat pula merupakan hasil dari tindak penganiayaan.

sesuai dengan Pasal 170 KUHP ayat (1) yang berbunyi: “Barangsiapa terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang. Pada ayat (2) terdapat penjelasan mengenai ayat (1) yang berbunyi: “Yang bersalah diancam: 1: dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. jika kekerasan mengakibatkan luka berat 3: dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.D. jika kekerasan mengakibatkan maut” . diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan”. Pengeroyokan Pengeroyokan adalah penggunaan kekerasan yang dilakukan bersama-sama terhadap orang atau barang. jika dengan segaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka 2: dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

nyeri di belakang kepala dan nyeri di bibir. yaitu secara tertulis dengan komponen-komponen sebagai berikut: 1. TA : Kepala RSCM : Nama. menunjukkan bahwa kasus tersebut mengarah pada kasus pengeroyokan. pekerjaan. Korban mengaku setelah kejadian keluar darah dari hidung. Identitas : 230/VERT/XI/2012/Sektro.BAB III PEMBAHASAN KHUSUS A. jenis kelamin. Sesuai dengan surat permintaan visum dari kepolisian. Korban mengatakan dipukul dengan tangan kosong di wajah sebanyak kira-kira sepuluh kali hingga terjatuh. Nomor surat 3. Prosedur Medikolegal Pada kasus ini. . kewarganegaraan. Kemudian korban mengaku dipukul dengan tangan kosong oleh dua pelaku lainnya di kepala sebanyak lebih dari lima kali di punggung sebanyak beberapa kali. B. Pemeriksaan Korban Dari hasil anamnesis. dan alamat. tempat tanggal lahir. ditendang di samping pinggang sebanyak satu kali. Jabatan pengirim : Inspektur Dua atas nama Kepala Kepolisian Resor Sektor Metro Tanah Abang Dalam surat permintaan visum ini juga dimasukkan dasar hukum pada kasus pengeroyokan ini yaitu pasal 170 KUHP. Surat Permintaan Visum (SPV) sudah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam KUHAP pasal 133 ayat (2). Permintaan penyidik : Pemeriksaan dan pembuatan Visum et Repertum 7. Saat pemeriksaan korban masih merasa pusing dan nyeri di bagian belakang kepala. Dugaan luka : Mengalami pengeroyokan 6. korban telah dikeronyok oleh tiga orang pelaku. 5. agama. korban menerangkan pada jam 1900 WIB. Pelaku menduduki bagian dada korban lalu membenturkan belakang kepala korban ke lantai berkali-kali. Institusi pengirim : Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia Polres Metropolitan Jakarta Pusat Sektor Metro Tanah Abang Sektor Polsek Metro Tanah Abang 2. Korban mengatakan pelaku menggunakan sepatu pada saat menendangnya. sehingga akan dibuat visum et repertum yang terkait kekerasan fisik yang menyebabkan terjadinya perlukaan. Tujuan surat 4.

Sesuai dengan Pasal 351 KUHP ayat (1) yang berbunyi “Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak 4500 rupiah” maka pada kasus ini. jabatan. Berdasarkan pemeriksaan pada korban. terdapat bukti kekerasan tumpul berupa luka lecet pada bibir dan memar pada wajah dan bibir. didapatkan keadaan umum tampak sakit sedang dengan kesadaran penuh. jika kekerasan mengakibatkan maut” Pada kasus ini. Keadaan gizi pasien baik. Hukuman bagi pelaku sesuai pasal ini adalah penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Kekerasan yang dilakukan . penganiayaan terjadi luka yang didapat merupakan luka yang tidak memerlukan perawatan khusus serta tidak menimbulkan gangguan dalam melakukan aktivitas harian dan juga perkerjaan. Pada pemeriksaan tanda vital. sesuai dengan Pasal 170 KUHP ayat (1) yang berbunyi: “Barangsiapa terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang. jika dengan segaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka 2: dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. frekuensi pernapasan 20 kali/menit.Korban mengaku bahawa salah satu pelaku bernama Ginting dan dua lainnya hanya kenal wajah. luka-luka yang didapat dapat digolongkan sebagai luka ringan (luka derajat satu) karena tidak menimbulkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan. serta suhu tidak demam. frekuensi nadi 125 kali/menit. Selain itu. Aspek Medikolegal Pada kasus ini. C. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan” dan ayat (2) yang berbunyi: “Yang bersalah diancam: 1: dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Korban juga mengeluhkan pusing dan nyeri di bagian belakang kepala. atau pencaharian. Tekanan darah korban 120/90 mmHg. terjadi pengeroyokan atau penganiayaan bersama-sama karena pelaku yang melakukan kekerasan diketahui lebih dari satu orang. Punca terjadinya keroyokan karena korban masih belum bisa membayar hutang kepada pelaku. jika kekerasan mengakibatkan luka berat 3: dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Berdasarkan KUHP pasal 351 ayat (1) pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak 4500 rupiah dan berdasar KUHP pasal 170 ayat (2) butir (1) pelaku juga diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Kesimpulan Pada pemeriksaan korban laki-laki yang berusia 52 dua tahun ini ditemukan luka lecet pada bibir dan memar pada wajah dan bibir akibat kekerasan tumpul yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian. D.mengakibatkan luka-luka yang diderita korban. . Akibat lanjut dari luka tersebut tidak dapat ditentukan karena korban menolak untuk pemeriksaan Rontgen kepala. Hukuman pelaku sesuai dengan pasal 170 KUHP ayat (2) butir (1) ini yaitu penjara paling lama tujuh tahun. Pelaku dapat dikenakan dua pasal sekaligus yaitu KUHP pasal 351 ayat (1) dan KUHP pasal 170 ayat (2) butir (1).

. Kemudian korban mengaku dipukul dengan tangan kosong oleh dua pelaku lainnya di kepala sebanyak lebih dari lima kali di punggung sebanyak beberapa kali. JK :Jakarta.. Cipto Mangunkusumo telah melakukan pemeriksaan korban dengan nomor registrasi 376-38-76 yang menurut surat tersebut adalah:---------------------------------------------------------------------------------------------Nama : JK ------------------------------------------------------------------------------Umur : 52 tahun------------------------------------------------------------------------Jenis Kelamin : laki-laki------------------------------------------------------------------------Kewarganegaraan : Indonesia----------------------------------------------------------------------Pekerjaan : Buruh---------------------------------------------------------------------------Agama : Islam---------------------------------------------------------------------------Alamat : Jl. nyeri di belakang kepala dan nyeri di bibir. -----------2. : 376-38-76 : Hasil pemeriksaan terhadap Tn.. Korban mengaku pada tanggal sebelas November dua ribu dua belas pukul sembilan belas nol nol waktu Indonesia barat. 275/VER/XI/2011/RSCM Yang bertanda tangan di bawah ini. Azman Hakim Hassanuddin. 11 November 2012 . denyut nadi adalah seratus dua puluh lima kali per menit. Korban datang dalam keadaan sadar penuh dengan keadaan umum nyeri ringan. TA tertanggal 11 November 2012 dengan ini menerangkan bahwa pada tanggal sebelas november dua ribu dua belas pukul dua puluh satu empat puluh lima waktu Indonesia barat bertempat di RSUP Nasional Dr. Korban mengaku setelah kejadian keluar darah dari hidung. ---------------------------------3. Korban mengaku pelaku menggunakan sepatu pada saat menendangnya.CIPTO MANGUNKUSUMO Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jalan Salemba Raya 6 Telp 3106197. Korban dilakukan pemeriksaan fisik umum dengan hasil kesadaran sadar penuh. Jakarta Pusat --------------------------------------------------------------------Hasil pemeriksaan :--------------------------------------------------------------------------------------1.... Pada korban ditemukan. ditendang di samping pinggang sebanyak satu kali. Tanah Abang. keadaan umum tampak nyeri ringan. Fax 3154626 Jakarta 10430 Nomor Registrasi Perihal Lampiran PRO JUSTITIA VISUM ET REPERTUM No.RUMAH SAKIT UMUM PUSAT NASIONAL Dr. dokter pada Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. korban tekah dikeronyok oleh tiga orang pelaku.... Cipto Mangunkusumo Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. frekuensi napas adalah dua puluh kali per menit. atas permintaan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Polres Metropolitn Jakarta Pusat Sektor Metro Tanah Abang dengan suratnya nomor 230/VERT/XI/2011/Sektro.. Petamburan Kec. Petamburan RT 005/009 Kel. 4. tekanan darah dengan batas atas setinggi seratus dua puluh milimeter air raksa dan batas bawah setinggi sembilan puluh milimeter air raksa. Pelaku menduduki bagian dada korban lalu membenturkan belakang kepala korban ke lantai berkali-kali. Korban mengaku dipukul dengan tangan kosong di wajah sebanyak kira-kira sepuluh kali hingga terjatuh.

hidung tidak terasa tersumbat.--------------------------------------------Kesimpulan---------------------------------------------------------------------------------------------Pada pemeriksaan korban laki-laki yang berusia lima puluh dua tahun ini ditemukan luka lecet pada bibir dan memar pada wajah dan bibir akibat kekerasan tumpul yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian. ---------------------------------------------------------------------------Demikianlah visum et repertum ini dibuat dengan sebenar-benarnya berdasarkan keilmuan saya yang sebaik-baiknya mengingat sumpah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). tiga sentimeter di atas sudut bibir kiri terdapat memar berwarna merah berukuran tiga kali nol koma lima sentimeter. Pada bibir bawah tepat pada garis pertengahah depan terdapat dua buah luka lecet berbentuk garis masing-masing sepanjang nol koma lapan sentimeter dan satu sentimeter. Disarankan untuk dilakukan foto rontgen kepala namun korban menolak. -----k. Setelah dilakukan pemeriksaan. dikelilingi pembengkakan seluas dua koma lima kali satu sentimeter. -----------------------------------------------------------------------------------------5. -----------------------------------------------------------------------------------------h. Fax 3154626 Jakarta 10430 Lanjutan Visum et Repertum230/VER/XI/2012 Halaman ke 2 dari 2 halaman 4.08. ------------------------------------------------------------------------------i. ---------------l. -------------------6. -----------------------------------------------------------------------------------------j. Pada korban ditemukan:-------------------------------------------------------------------------------g. Pada selaput bola mata kiri sisi luar dan dalam terdapat perdarahan di bawah selaput bola mata.CIPTO MANGUNKUSUMO Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jalan Salemba Raya 6 Telp 3106197.RUMAH SAKIT UMUM PUSAT NASIONAL Dr. Pada bibir bawah bagian dalam sisi kanan satu sentimeter dari garis pertengahan depan terdapat luka lecet masing-masing ukuran nol koma tujuh sentimeter kali nol koma satu sentimeter dan nol koma lima kali nol koma tujuh sentimeter. Azman Hakim Hassanuddin SIP 030.270 . Korban tidak dilakukan apa-apa dan dilakukan konsultasi ke dokter spesialis bedah. korban dipulangkan. Akibat lanjut dari luka tersebut tidak dapat ditentukan karena korban menolak untuk pemeriksaan Rontgen kepala. Pada pipi kiri tiga sentimeter dari garis pertengahan depan. Pada cuping hidung kiri terdapat memar berwarna merah berukuran satu koma lima kali satu sentimeter. ---------------------------------------------------------------------------------- Dokter pemeriksa dr. Pada saat pemeriksaan tidak ada perdarahan dari hidung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful