REHABILITASI MEDIK JANTUNG Upaya untuk mengembalikan pasien ke keadaan yang normal Rehabilitasi jantung : program rehab pada

penyakit jantung yg bertujuan memulihkan pasien ke derajat optimalisasi faktor2 fisik, sosial, mental, dan vokasional sesuai dengan kapasitas fungsional jantungnya sehingga dapat kembali ke status produktif dan berguna tanpa rasa takut American college : sebagai latihan dan pelayanan konsultasi mengurangi simptom Tim yg terlibat dalam rehabilitasi jantung: Dokter yg merawat dari pertama Dokter sp.KFR Perawat Fisioterapi : meningkatkan ketahanan dan kemampuan fungsional penderita Terapi okupasi : mengajarkan/melatih kembali aktivitas kehidupan sehari – hari sampai persiapan untuk kembali ke pekerjaan Petugas sosial medik : menentukan, menganalisa, dan memecahkan masalah2/problem2 sosial penderita Psikologi : mencari/memecahkan/mencegah problem psikologi yg ada/yg akan timbul Ahli gizi : mengatur diet dan pola makan yg sesuai Penderita dan keluarga : dimintakan kerja sama, dukungan dan peran aktif serta memahami tujuan dan manfaat program

Rehab jantung terpadu terdiri dari 5 aspek yaitu: Aspek fisik (fungsional,fisiologis) Aspek mental (psikologis) Epidemiologi Sosial Fungsional

Arti dari rehab jantung terpadu adalah sbg berikut :

hindari kebiasaan2 jelek. menurunkan tekanan darah. aktivitas seksual yg aman Mencegah dan mengurangi kecemasan yg berkepanjangan Keuntungan program R. menurunkan kolesterol total . meningkatkan LDL.J Meningkatkan kapasitas fungsi jantung. menurunkan denyut nadi. dan hindari faktor2 resiko Tujuan dari rehab jantung Tujuan umum : mengembalikan penderita ke fungsi optimal dan mencegah timbul serangan ulang Tujuan jangka pendek : Mengembalikan kondisi fisik Edukasi pasien dan keluarga mengenai penyakit Dukungan psikologis Tujuan jangka panjang : Mengetahui/mengenali faktor2 resiko yg mempengaruhi progresifitas penyakit dan cegah kekambuhan Mengajari gaya hidup sehat sehingga memperbaiki prognosis Mengoptimalkan kondisi fisik Memfasilitasi aktivitas okupasional dan vokasional Membiasakan pasien agar dpt mentoleransi AKS Meningkatkan percaya diri/stamina Bekerja. merangsang pembentukan kolateral Terjadi perubahan biokimia : menurunkan LDH.- Dikerjakan oleh tenaga yg terdidik/terlatih/berpengalaman dalam satu tim yg terkoordinasi dengan baik Mengikutsertakan peran keluarga secara aktif Program rehab harus dilaksanakan sedini mungkin. rekreasi. seefektif dan seadekuat mungkin Penderita dan keluarga harus diberi tahu cara2 pencegahan sekunder.

dimonitor sebelum.terhindar dari ketakutan mati mendadak. selama. 90/60 – 180/100 : latihan pasif Tekanan sistolik setelah latihan max 20mhg dan penurunan < 10mmHg Diastolik setelah latihan bisa naik/tdk. mengurangi/mencegah kekambuhan. percaya diri. memperpendek waktu perawatan. menurun pd kerja fisik Tahap2 pd R. 60 – 100x/mnt untuk latihan aktif 2. menghemat biaya. kreatif. persiapan untuk kembali bekerja Fase 3 : bergabung dengan klub jantung (3 – 6 bulan) Fase 4 : fitness club ( bergabung dengan org sehat) . diukur.- Secara psikologis : meningkatkan percaya diri mencegah/mengurangi kecemasan. menghindari ketergantungan pd keluarga Meningkatkan kualitas hidup - - Yg perlu diperhatikan. 90/60 – 160/90 : latihan aktif 2.J Fase 1`: RS/ICCU (1 – 2 minggu) Fase 2 : rumah (2 – 8 minggu). mencegah atau mengurangi depresi. mernstabilkan emosi Sosial ekonomi Penderita jadi lebih optimis. 60 – 120x/mnt untuk latihan pasif Pada AF harus dihitung pulse defisit (selisih antara HR. nadi/pulse rate pd 1 menit penuh) Bila >20x/mnt : latihan aktif tidak boleh Setelah latihan kenaikan nadi max 20x/mnt dan turun 10x/mnt Tekanan darah : aman 1. setelah RM Nadi : aman 1.

Hipertensi Program R. Saat penyembuhan/UPJ Pemanasan Senam kalistenik Jalan kaki mula2 2x/30 mnt Latihan ketahanan 15 mnt Naik turun tangga atau bukit c.J : 1. Saat rawat inap/ICCU Aktivitas fisik +.Penderita/pasien yg perlu mengikuti R.1 – 2 mets ditingkatkan bertahap sampai 3 mets Program disesuaikan dengan keperluan dan keadaan penderita b. Pasca bedah jantung 5. MI 4. Oklusi/trombosis pembuluh darah tepi 7. Saat rawat jalan Dimulai bila pasien kembali aktif Latihan dimulai dan diakhiri secara bertahap dan tidak mencapai nilai max Latihan 3x/minggu selama 30 mnt Latihan bersifat ritmik dan aerobik Latihan menggunakan sejumlah otot lengan dan tungkai Setelah latihan diselingi istirahat . Rehab fisik a. Beresiko kena penyakit kardiovaskuler 2.J secara umum : 1. Kardiomiopati 6. Angina pektoris 3.

- Aktivitas bersifat pertandingan tidak boleh 2. Rehab pekerjaan Lakukan ULJB (uji latihan beban jantung) : hasil ULJB ada 3 kemungkinan yaitu : 1. depresi dan penyimpangan tingkah laku Mengarahkan penderita untuk hidup lebih santai 3. Kemampuan < keperluan pekerjaan 3. Rehab psikis Menempati urutan terdepan Menentukan kepatuhan dan keberhasilan program latihan Sikap tenaga medik yg pertama kali menemui penderita sgt berpengaruh Mengurangi atau mencegah timbulnya kecemasan. Tdk jelas apakah kemampuan memadai utk pekerjaan lain Dapat disimpulkan prinsip2 pnting RM jantung yaitu : RM jantung harus dilaksanakan sedini mungkin RM jantung harus dilaksanakan secara terpadu RM jantung harus dilaksanakan sistemik. teratur RM jantung harus dilaksanakan oleh tenaga yg berpengalaman dan berkompetensi RM jantung harus/perlu menyertakan pihak keluarga secara aktif RM jantung perlupengertian cara pencegahan sekunder RM sebaiknya membentuk group exercise . Kemampuan melampaui keperluan pekerjaan 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful