You are on page 1of 24

Criterion-Referenced Assessment, Norm-Referenced Assessment, Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), Kisi-Kisi Soal, Rubrik Penilaian

Untuk memenuhi tugas matakuliah Evaluasi Pendidikan (AKBC 361) yang diasuh oleh Bapak Drs. Maya Istyadji, M.Pd

Oleh : Rahmat Eko Sanjaya (A1C309008)

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA Mei 2012

EVALUASI PENDIDIKAN

PART A. PAP, PAN & KKM
PENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP)/CRITERION REFERENCED ASSESSMENT Pendekatan ini menitikberatkan pada apa yang dibuat oleh peserta didik. Tujuan penelian acuan patokan adalah untuk mengukur secara pasti tujuan atau kompetensi yang ditetapkan sebagai kriteria keberhasilannya. Penilaian acuan patokan sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar sebab peserta didik diusahakan untuk mencapai standar yang ditentukan dan hasil belajar peserta didik diusahakan untuk mencapai standar yang ditentukan dan hasil belajar peserta didik dapat diketahui derajat pencapaiannya. Untuk menentukan bats lulus (passing grade) dengan pendektan ini, setiap skor peserta didik dibandingkan dengan skor ideal yang mungkin dicapai peserta didik. PAP pada umumnya digunakan untuk menafsirkan hasil tes formatif. Contoh penilaian dengan pendekatan PAP Tes yang digunakan adalah tes objektif berupa pilihan ganda sebanyak 60 soal dengan jumlah alternatif jawaban (option) sebanyak 4 option, dengan jumlah jawaban benar setiap siswa adalah sebagai berikut : 50 56 38 55 55 26 58 46 42 28 40 48 41 36 44 53 30 38 32 57 25 32 27 49 35 24 25 51 43 20 17 53 42 22 18 29 27 36 60 39

Jawaban benar dari 40 siswa tersebut setelah dikonversi ke dalam skor mentah dengan menggunakan Rumus Tebakan (Guessing Formula), Skor = ∑ , dimana ∑B = jumlah

soal yang dijawab benar, ∑S = jumlah soal yang dijawab salah, n = jumlah pilihan jawaban tiap soal, 1 = bilangan tetap. maka diperloh skor mentah untuk 40 orang tersebut adalah sebagai berikut : 47 55 31 53 53 15 59 41 36 17 33 44 35 28 39 55 20 31 23 56 13 23 16 45 27 12 13 48 37 7 3 51 36 9 4 17 16 28 60 32

24% 5% .34% 15% .14% Skor Standar 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Skor maksimum yang ditetapkan berdasarkan kunci jawababan adalah 60.95 x 60 = 57 85% = 0. 2009) Tingkat Penguasaan 95% . sehingga skor mentah dapat dikonversi berdasarkan persentase tingkat penguasaan.Standar yang digunakan adalah standar sepuluh.84% 65% . Caranya yaitu dengan mengalikan setiap batas bawah tingkat penguasaan dengan skor maksimum.54% 35% .44% 25% .100% 85% . Untuk skor ditas sebagai berikut : 95% = 0.85 x 60 = 51 75% = 0.75 x 60 = 45 dst hingga 5% .64% 45% .94% 75% . maka skor peserta didik dapat dikonversi dengan pedoman sebagai berikut : (Zainal Arifin.74% 55% .

penguasaan 70% = 0.70 x 60 = 42. Maka tabel konversinya sebagai berikut : Skor Mentah 54 – 60 48 – 53 42 – 47 36 – 41 <35 Skor Standar A B C D E .59 x 60 = 35.69% <59% Skor Standar A B C D E Skor maksimum yang ditetapkan adalah 60 maka penguasaan 90% = 0. Adapun jika menggunakan skala lima.90 x 60 = 54.79% 60% . skor 23 nilainya 4 dan seterusnya. penguasaan 59% = 0.Sehingga tabel konversinya adalah sebagai berikut : Skor Mentah 57.80 x 60 = 48.100% 80% . penguasaan 80% = 0.4 = 35. skor 35 nilainya 6.60 x 60 = 36.60 51 – 56 45 – 50 39 – 44 33 – 38 27 – 32 21 – 26 15 – 20 9 – 14 3–8 Skor Standar 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Berdasarkan tabel diatas maka peserta didik yang memperoleh skor 47 nilainya 8. maka pedoman konversi yang digunakan adalah : Tingkat Penguasaan 90% . penguasaan 60% = 0.89% 70% .

dan seterusnya. ( ) 10 ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ) 9 ) 8 ) 7 ) 6 ) 5 ) 4 ) 3 ) 2 ) 1 ) 0 Dengan demikian. penafsiran dengan PAP juga dapat dilakukan dengan pedoman sebagai berikut: Skala Sepuluh Rata-rata ideal : x ideal = Simpangan baku ideal : s ideal = Rata-rata ideal dan simpangan baku ideal tersebut dimasukkan dalam rumus Stanel yang akan menjadi patokan / criterion dalam penilaian. peserta didik yang memperoleh skor 50 berarti nilainya B. = . skor 35 nilainya 6. Selain itu. skor 60 berarti A.Jadi. skor 47 nilainya 8. skor 35 nilainya E (tidak lulus). seperti halnya tabel konversi di atas yang menjadi patokan dalam penilaian. skor 44 nilainya C. skor 23 nilainya 4 dan seterusnya.

Skala Lima Cara yang digunakan untuk skala lima sama dengan cara untuk skala sepulun. yaitu menggunakan rumus Stanel dan Stanfive serta menggunakan konversi tingkat penguasaan. dapat dilihat bahwa PAP merupakan pendekatan untuk mengetahui tingkat keberhasial suatu satuan pembelajaran. Dari dua kelompok besar PAP di atas. Begitu juga sebaliknya jika guru menggunakan tingkat penguasaan sebagai dasar konversi skor dari skor mentah ke skor standar. maka guru harus konsisten menggunakan metode ini hingga proses pembelajaran berakhir (pindah semester/naik kelas). Dari penjelasan diatas. A ( ( ( ( ) B ) C ) D ) E Sehingga skor 47 nilainya A. skor 35 nilainya B. Dan kedua jenis metode ini digunakan untuk PAP yang merupakan pendekatan untuk evaluasi formatif. skor 23 nilainya D dan seterusnya. tetapi rumus yang digunakan adalah Rumus Stanfiv. yaitu peserta didik sudah naik kelas atau pindah semester. PAP cocok digunakan dalam evaluasi formatif yang berfungsi utuk perbaikan proses pembelajaran. Kedua metode perhitungan tersebut dapat dipilih oleh seorang guru untuk melakukan PAP. terdapat rentang nilai yang berbeda setelah skor mentah dikonversi. PAP dapat menggambarkan prestasi belajar peserta didik secara objektif apabila alat ukur yang digunakan adalah alat ukur standar. maka guru harus konsisten menggunakan patokan tersebut hingga proses pembelajaran berakhir. Perbedaan ini bukanlah sebuah masalah. ( ) . melainkan disebabkan oleh metode perhitungan untuk menafsirkan pendekatan PAP. jika guru menggunakan metode dengan Rumus Stanel atau Stanfive untuk sebagai patokan penilaian.

Penilaian dilihat dari skor tertinggi yang dimiliki oleh kelompok itu dan berdasarkan rata-rata ideal serta simpangan baku ideal.PENILAIAN ACUAN NORMA (PAN)/NORM REFERENCED ASSESSMENT PAN merupakan pendekatan dalam pengolahan hasil evaluasi yang berasal dari evaluasi sumatif. PAN meruapakan penilaian yang membandingkan skor setiap peserta didik dengan teman sekelasnya. jika pedoman konversi skor sudah disusun untuk suatu kelompok. Contoh penilaian dengan pendekatan PAN Skor mentah yang diperoleh peserta didik adalah sebagai berikut : (data skor. karena distribusi skor peserta didik sudah berbeda. jumlah soal. Artinya. jumlah option.7 Simpangan baku/standar deviasi (s) s=√ ∑ =√ =√ =√ =√ ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) . maka pedoman itu hanya berlaku untuk kelompok itu saja dan tidak berlaku untuk kelompok yang lain. jumlah siswa sama dengan PAP di atas) 47 55 31 53 53 15 59 41 ∑ 36 17 33 44 35 28 39 55 20 31 23 56 13 23 16 45 27 12 13 48 37 7 3 51 36 9 4 17 16 28 60 32 Menghitung rata-rata dan simpangan baku Mean = 31. Makna nilai dalam bentuk angka maupun kualifikasi memiliki sifat relatif.

skor 35 nilainya 5.18 Pedoman konversi untuk PAN : Skala Sepuluh ( ) 10 ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ) 9 ) 8 ) 7 ) 6 ) 5 ) 4 ) 3 ) 2 ) 1 ) 0 Dengan demikian.=√ =√ =√ =√ ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) = 16. . skor 47 nilainya 7. skor 23 nilainya 4 dan seterusnya.

3% 9. skor 23 nilainya D dan seterusnya.2 8.3 9. Ini merupakan ciri khas dari penilaian dengan pendekatan PAN.8 9. tetapi rumus yang digunakan adalah Rumus Stanfiv. skor 35 nilainya C.8 Jika skor maksimal 60 maka % yang benar 100% 9.8 9.8% 9.Skala Lima Cara yang digunakan untuk skala lima sama dengan cara untuk skala sepulun.8 ( ) No 1 2 3 4 5 6 7 8 . Perlu diingat bahwa konversi disini berbeda dengan konversi skor tradisional yang menggunakan perhitungan jumlah benar dibagi jumlah soal dikalikan dengan skala nilai. Konversi nilai mentah menjadi nilai akhir dengan pendekatan PAN adalah sebagai berikut : Skor Mentah 60 59 56 55 53 51 48 47 Jumlah siswa 1 1 1 2 2 1 1 1 Jika 60 diberi nilai 10.8 8.5 8 7. maka 10 9.5% 8% 7. skor mentah di atas dapat dilihat nilai pastinya sebagai nilai akhir atau nilai kompetensi siswa dengan mengkonversi nilai mentah menjadi nilai akhir.8% Persentase diubah menjadi niai 10 9.2% 8. melainkan membandingkan jawaban benar dengan skor maksimum yang diperoleh siswa dalam kelompoknya. Selain itu.2 8. A ( ( ( ( ) B ) C ) D ) E Sehingga skor 47 nilainya B.8% 8.5 8 7.3 9.8 8.

2 6 5.8 3.3% 2.5% 3. baik PAN atau PAP terlihat perbedaannya.5 2.7 2.8 6.7 4.2 2 1.2 2 1.5 6.5 5.2% 0.5 Dari data tabel di atas terlihat nilai akhir yang diperoleh siswa dari nilai mentah dengan pendekatan PAN. Sementara itu.5 5.3 5.3 6.8 5.5 7.5 3. PAP menggunakan rata-rata dan simpangan baku ideal sedangkan PAN menggunakan rata-rata dan simpangan baku absolut.5 2.2% 2% 1.2 0.5 1. Kedua pendekatan penilaian hasil belajar di atas.3% 5.5% 7. Dari segi metode perhitungan.7 0.3 2.8 5. yaitu dari segi metode perhitungan yang digunakan dan nilai atau skor standar yang diperoleh sisiwa dari skor mentah yang sama.8 6.5 7.8% 5.5% 5.2 4.3 5.7 0.2 4.9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 45 44 41 39 37 36 35 33 32 31 28 27 23 20 17 16 15 13 12 9 7 4 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 7.7% 0.5 6.2 6 5.5% 2.5% 6.8 3.2% 4.2 0.7% 2.5 7.5% 7.8 2.7% 4.5 3.3% 6.8% 6. dari skor standar yang diperoleh siswa terlihat bahwa .5% 1.8% 3.3 6.2% 6% 5.5 1.8% 2.7 2.7 4.3 2.8 2.

terlebih dahulu harus dicari rata-rata ideal dan rata-rata aktual.Menjelaskan penurunan tekanan uap. dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan 2. tetapi dalam praktiknya.Membandingkan antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama 80 80 70 75 75 77 70 70 70 70 70 70 . penurunan titik beku larutan. PAN dan PAP berbeda. untuk penyusunan pedoman konversi dapat digunakan seperti dalam pendekatan PAP dan PAN.skor mentah yang telah dikonversi ke dalam skor standar dengan metode PAN lebih rendah dari skor standar yang dikonversi dari skor mentah yang sama untuk PAP. KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) PENETAPAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL Mata Pelajaran Besarnya KKM Kelas/Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi : Kimia : 73 : XII/1 : 2011/2012 Kompetensi Dasar Kompl eksitas Sumber Daya Pendukung Saran/ Pendid RataPrasara ik rata na Intake (Poten si siswa) Ketunt asan KD (%) Menjelaskan sifat. Begitu juga untuk mencari simpangan bakunya.sifat koligatif larutan nonelektrolit dan elektrolit 1. Rata-rata gabungan = (x ideal + x aktual)/2 Simpangan baku = (s ideal + s aktual)/2 Dengan demikian untuk memperoleh rata-rata gabungan. PAN dan PAP dapat digunakan secara bersamaan dengan asumsi bahwa pendekatan PAN dan PAP masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. kenaikan titik didih. Secara teoritik. Perbedaannya hanya terletak dalam perhitungan ratarata dan simpangan baku. Pedoman konversi yang digunakan sama dengan pedoman konversi dalam PAP dan PAN. Sementa itu.

kereaktifan.Mendeskripsikan unsur-unsur radioaktif dari segi sifat-sifat fisik dan sifat-sifat 70 70 76 73 75 73 80 76 76 76 75 77 70 80 78 79 65 71 75 80 76 78 70 74 70 75 75 75 70 72 80 75 75 75 70 75 70 75 75 75 70 72 .Mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan sifat kimia unsur utama dan unsur transisi (titik didih. Menjelaskan reaksi oksidasi-reduksi dalam sel elektrolisis 3. dan sifat khusus lainnya) 3. Menerapkan hukum Faraday untuk elektrolisis larutan elektrolit Memahami karakteristik 1. serta transisi di alam dan terdapatnya di alam produk yang mengandung unsur tersebut 2. kelarutan. dampak dan proses pembuatan unsurunsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari 4.berdasarkan data percobaan Menerapkan konsep 1. warna.Menjelaskan manfaat. titik leleh.Mengidentifikasi unsur-unsur penting. kelimpahan unsurkegunaan dan unsur utama dan bahayanya. kekerasan. Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam dalam sistem teknologi dan kehidupan elektrokimia yang sehari-hari melibatkan energi listrik dan kegunaannya dalam mencegah korosi dan dalam industri 2.

Aspek Sumber Daya Pendukung (pendidik dan sarana) Semakin tinggi sumber daya pendukung maka nilainya semakin tinggi. Buku Teks. 4. kegunaan. selanjutnya dibagi 3 untuk menentukan KKM setiap KD. Media. c. 3.kimia. Aspek Intake Semakin tinggi kemampuan awal siswa (intake) maka nilainya semakin tinggi. Rentang Nilai : 80-100 : Tinggi 60-79 40-59 : Sedang : Rendah KKM di atas sebesar 73. sesuaikan dengan kemampuan masing-masing aspek : a. b. lingkungan Rentang nilai antara 40 – 100. KKM tersebut diperoleh dengan prosedur sebagai berikut : 1. *) Pendidik ∑ ∑ ( ) : Evaluasi terhadap kemampuan diri sendiri **) Sarana prasarana : Alat Peraga. Aspek Kompleksitas : Semakin komplek (sukar) KD maka nilainya semakin rendah tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi. . selanjutnya dibagi dengan jumlah KD untuk menentukan KKM mata pelajaran. Jumlahkan seluruh KKM KD. Tentukan kekuatan/nilai untuk setiap aspek/komponen. KKM = Keterangan. Jumlahkan nilai setiap komponen. Hitung jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas 2. dan bahayanya. merupakan nilai yang dapat ditentukan oleh sekolah untuk menentukan berapa besar kekuatan untuk masing-masing aspek/komponen.

8 8. sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pembelajaran.8 Jika skor maksimal 60 maka % yang benar 100% 9.3% 6. skala 10) Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 .8% 8. Jika KKM tidak tercapai.5 8 7.5 8 7.5 7. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.5% 7.8 7.8 8.8 7. Sehingga KKM berkaitan dengan PAN. Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik.8 9.8 Keterangan berdarakan KKM (73 = 7. dan potensi siswa.3 6. serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah.5% 8% 7.3 9. maka siswa yang bersangkutan akan diberikan remedial/perbaikan nilai.2 8. Oleh sebab itu. guru tidak semestinya menentukan KKM yang sama antara satu kelas dengan kelas yang lain. daya dukung.2 8.3% 9.3 9.2% 8.3 6.3 . KKM merupakan kriteria untuk kelulusan siswa terhadap suatu ujian atau evaluasi setelah mengikuti proses belajar mengajar. KKM setiap kelas atau kelompok siswa berbeda tergantung dari daya pendukung dan kemampuan siswa itu sendiri. Hasil evaluasi sumatif sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan PAN.8% 7.8% Persentase diubah menjadi niai 10 9.8 9. Berdasarkan contoh PAN dan KKM diatas maka dapat ditemukan hubungan antara PAN dan KKM sebagai berikut : Skor Mentah 60 59 56 55 53 51 48 47 45 44 41 Jumlah siswa 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 Jika 60 diberi nilai 10. maka 10 9. KKM setiap mata pelajaran pada setiap kelas tidak sama tergantung pada kompleksitas KD. kompleksitas kompetensi. meskipun guru yang mengajar serta mata pelajarannya sama.8% 9.5 7. Sehingga dapat dikatakan bahwa KKM dapat dijadikan kriteria untuk kelulusan dalam evaluasi sumatif.5.

8% 3.8 5. Sedangkan PAP bukan untuk mengetahui kompetensi atau dijadikan nilai kompetensi bagi siswa.2 6 5.7 2.2 2 1.7 4.5 6.7% 0.2 0.5 2. terlihat bahwa hanya 10 orang yang lulus berdasarkan penilaian dengan PAN yang disatndarkan dengan KKM.5 5.2 6 5.2% 2% 1.3 2.5 Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus Dari data di atas.5 6.12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 39 37 36 35 33 32 31 28 27 23 20 17 16 15 13 12 9 7 4 3 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 6.2% 6% 5.3 5.2% 0.5% 5.2 2 1.8 3.8% 5. Oleh sebab itu.5 1.2% 4.7 2.5% 6.7 0.5 5.3 5.7 0. maka kebijakan selanjutnya akan diserahkan kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan.5 1. .3% 2. siswa yang tidak lulus berdasarkan KKM yang telah ditentukan akan dilakukan remedial.2 4.5 3.8 2. Jika siswa setelah dilakukan remedial dan penilaian dengan pendekatan PAN masih tidak dapat mencapai KKM.7% 4.5 6.5% 6.2 4.8% 2.2 0.8 2.5% 3.3% 5.7 4. bisa jadi dilakukan remedial ulang atau tinggal kelas jika ujian akhir.7% 2.8 3.3 2.5 2.8 5.5% 2. PAN merupakan penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dan kompetensi siswa terhadap materi pelajaran yang telah diajarkan.5% 1. melainkan untuk mengetahui keberhasilan program pengajaran dan kelemahan pengajaran bagi peserta didik.5 3.

maka guru dapat mempertimbangkan lagi besaran KKM dengan meninjau ulang proses penetapan KKM. KISI-KISI SOAL DAN RUBRIK KISI-KISI SOAL FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis sekolah : Mata pelajaran : Kurikulum : SMA Kimia KTSP 2 X 45’ Kls/ smt Materi pokok Jumlah soal Bentuk soal/tes Penyusun : : : 62 Pilihan Ganda & Essay 1. dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan XII /1  konsentrasi larutan  pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Raoulth) dan larutan elektrolit  tekanan uap jenuh larutan  Titik beku dan titik didih larutan elektrolit dan non elektrolit  diagram PT  Tekanan osmosis larutan elektrolit dan non elektrolit  Menghitung fraksi mol dan kemolalan suatu larutan  Menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (Hukum Raoult) dan larutan elektrolit  Menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut  Menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percobaan 1 C3 2 C2 3 C2 4 C3 . Adi Dwi Saputra Nom or soal Jenja ng Kema mpua n Alokasi waktu : No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator soal 1 Menjelaskan sifat. Rahmat Eko Sanjaya 2. jika mayoritas peserta didik setelah diadakan ujian sumatif tidak memenuhi KKM.Selain itu. penurunan titik beku larutan. melainkan juga kepala sekolah. PART B. orang tua siswa. siswa sendiri dan komite sekolah. Meskipun pada hakikatnya tidak hanya guru yang menentukan KKM.sifat koligatif larutan non-elektrolit dan elektrolit Menjelaskan penurunan tekanan uap. kenaikan titik didih.

 Mengamati penurunan titik beku suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut melalui percobaan  Menghitung penurunan titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan data percobaan  Mengamati kenaikan titik didih suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut melalui data percobaan  Menghitung kenaikan titik didih larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan data percobaan  Mengamati diagram PT untuk menafsirkan penurunan tekanan uap. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan  Menjelaskan pengertian osmosis dan tekanan osmosis serta terapannya  Menghitung tekanan osmosis larutan elektrolit dan non elektrolit 5 C2 6 C3 7 C2 8 C3 9 C2 10 C1 11 C3 .

Membandingka n antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan Perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit  Mengidentifik asi data percobaan untuk membandingk an sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit 12 C1 2 Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaannya dalam mencegah korosi dan dalam industri Persamaan reaksi redoks  Menyetarakan persamaan reaksi redoks dengan cara setengah reaksi (ion elektron) dalam suasana asam  Menyetarakan persamaan reaksi redoks dengan cara setengah reaksi (ion elektron) dalam suasana basa  Menyetarakan persamaan reaksi redoks dengan cara perubahan bilangan oksidasi (PBO) dalam suasana asam  Menyetarakan persamaan reaksi redoks dengan cara perubahan bilangan oksidasi (PBO) dalam suasana basa 13 C3 14 C3 15 C3 Menjelaskan reaksi oksidasireduksi dalam sel elektrolisis Reaksi elektrolisis Korosi 16 C3 .

 Menjelaskan ciri-ciri reaksi redoks yang berlangsung spontan melalui percobaan.  Menggambarka n susunana sel Volta atau sel Galvani dan menjelaskan fungsi tiap bagiannya 17 C1 18 C3 Menerapkan hukum Faraday untuk elektrolisis larutan elektrolit Hukum Faraday  Menjelaskan baghaiman energi listrik dihasilkan dari reaksi redoks dalam sel volta  Menuliskan lambang sel dan reaksi-reaksi yang terjadi pada sel volta  Menghitung potensial sel berdasarkan potensial stanrdar  Menjelaskan prinsip kerja sel volta yang banyak digunakan dalam kehidupan seharihari  Mengamati reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada elektrolisis melalui percobaan  Menuliskan reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada larutan atau cairan dengan 19 C1 20 C1 21 C3 22 C1 23 C3 24 C1 .

serta terdapatnya di alam Mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama dan transisi di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut Unsur-unsur golongan utama dan transisi Mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan Sifat-sifat fisik dan sifatsifat kimia unsur  Mengidentifikasi keberadaan unsur-unsur yang ada di alam terutama di Indonesia (gas mulia. aluminium.  Menjelaskan faktor-faktor 25 mempengaruhi terjadinya korosi melalui percobaa  Menjelaskan 26 beberapa cara untuk memncegah terjadinya korosi  Menerapkan konsep hukum 27 Faraday dalam perhitungan sel elektrolisis Menuliskan reaksi elektrolisis pada penyepuhan dan pemurnian suatu logam C1 C1 C2 3 Memahami karakteristik unsur-unsur penting. alkali tanah.elektroda aktif ataupun elektroda inert. kegunaan dan bahayanya. karbon. halogen. oksigen dan nitrogen)  Mengidentifika si produkproduk yang mengandung zat tersebut  Mengidentifikasi sifat-sifat fisik unsur utama dan unsur transisi 28 C1 29 C1 30. 31 C1 . silikon. tembaga. krom. alkali. besi. belerang. seng.

dampak dan proses Manfaat dan dampak unsurunsur dalam kehidupan  Menjelaskan manfaat dan dampak unsur- 44. titik leleh. 35 C1 36. dan sifat khusus lainnya  Mengidentifikasi sifat-sifat kimia (kereaktifan. 45 C1 . warna. 33 C1 34. warna. 37 C1 38. kelarutan. kelarutan. 41 C1 42. kekerasan. dan sifat khusus lainnya) (titik didih. kekerasan. kelarutan) melalui percobaan  Mengidentifika si daya pengoksidasi halogen dan daya pereduksi halida melalui percobaan  Mengidentifika si reaksi nyala senyawa logam (terutama alkali dan alkali tanah) melalui percobaan  Mengidentifikasi keteraturan sifat fisik dan sifat kimia unsurunsur periode ke tiga melalui percobaan  Mengidentifika si sifat-sifat fisik dan sifatsifat kimia unsur-unsur periode keempat  Menjelaskan cara menghilangkan kesadahan air melalui percobaan 32. titik leleh. kereaktifan. 43 C1 Menjelaskan manfaat. 39 C1 40.sifat kimia unsur utama dan unsur transisi (titik didih.

57 58. NH3 dan O2)  Memperkirakan komposisi unsur dalam pupuk 46. Al. krom. belerang. alkali tanah. kegunaan. 55 56. seng. Fe. besi. 59 60 C2 C1 C3 C1 C2 C2 . halogen. dan bahayanya. 49 C4 Mendeskripsikan unsur-unsur radioaktif dari segi sifat-sifat fisik dan sifatsifat kimia.  Penemuan sinar radioaktif  Sifat sinar radioaktif  Persamaan reaksi inti  Kegunaan unsur radioaktif  Bahaya sinar radioaktif  Mendeskripsikan penemuan sinar radioaktif  Mengidentifikasi sifat-sifat sinar radioaktif  Mengamati pita kestabilan inti  Menuliskan persamaan reaksi inti  Mendeskripsikan kegunaan unsurunsur radioaktif  Mendeskripsikan bahaya unsurunsur radioaktif 50. tembaga.  Menjelaskan pembuatan unsur dan senyawanya di laboratorium dan industri (misalnya H2SO4. N2. silikon.pembuatan unsur-unsur dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari sehari-hari dan industri unsur (seperti gas mulia. 51 52. aluminium. oksigen dan nitrogen) serta senyawanya dalam kehidupan sehari-hari dan industri. 47 C1 48. alkali. 53 54. karbon.

2 Skor yang diperoleh : skor jawaban x bobot soal = Skor maksimum :4 jumlah skor yang Anda peroleh Tingkat penguasaan = jumlah skor maksimum x 100 SKOR NO. Langkah-langkah percobaan yang dituliskan hanya mencantumkan sebagian kecil saja alat dan bahan yang digunakan pada percobaan. 1 Skor Ciri-ciri jawaban 1. Langkah-langkah percobaan yang dituliskan mencantumkan alat dan bahan yang digunakan pada percobaan. 2. Langkah-langkah percobaan ditulis dengan jelas dan menggunakan bahasa baku. Langkah-langkah percobaan yang dituliskan menunjukkan secara tepat dan sistematis mengenai prosedur percobaan reaksi nyala senyawa logam 4. Langkah-langkah percobaan ditulis dengan jelas dan menggunakan bahasa baku. Langkah-langkah percobaan yang dituliskan lengkap mencantumkan seluruh alat dan bahan yang digunakan pada percobaan. 0 1.RUBRIK MATERI KIMIA UNSUR RUBRIK SOAL NO. hanya menjelaskan pengujian reaksi nyala lampu 4. 1. 3. Langkah-langkah percobaan menunjukkan konsep yang salah pada fungsi alat2 alat percobaan dan tujuan perlakuan percobaan. Langkah-langkah percobaan menunjukkan fungsi alat percobaan dan tujuan pada perlakuan dijelaskan secara tepat. 1.1 . Bobot soal : 0. meskipun tidak seluruhnya. 1 3. 2. 2. Langkah-langkah percobaan percobaan mulai dari pengujian pengujian nyala lampu hingga analisis 3. Langkah-langkah percobaan yang dituliskan tidak lengkap. tidak beraturan dan tidak sesuai dengan prosedur reaksi nyala senyawa logam 4. Langkah-langkah percobaan ditulis dengan jelas dan menggunakan bahasa baku. Tidak ada jawaban/ Tugas tidak selesai. tidak menunjukkan fungsi alat percobaan serta konsep tujuan perlakuan. 2. 4 3. Langkah-langkah percobaan yang dituliskan tidak menunjukkan fungsi alat 3 percobaan tetapi tujuan perlakuan pada percobaan dijelaskan secara tepat. Langkah-langkah percobaan yang dituliskan tidak sistematis. Langkah-langkah percobaan yang dituliskan lengkap mencantumkan seluruh alat dan bahan yang digunakan pada percobaan. Langkah-langkah percobaan ditulis kurang jelas dan menggunakan bahasa yang tidak baku. Langkah-langkah percobaan yang dituliskan salah. 3. 1.

Bobot soal : 0. Menyebutkan contoh unsur yang ada didaerah sekitar dan menjelaskan sifat fisik 4 dan sifat kimia unsur 3. Menyebutkan contoh unsur yang ada didaerah sekitar dan tidak dapat 3 menjelaskan sifat fisik dan sifat kimia unsur 3.3 Skor soal no.4 JUMLAH SKOR AKHIR POST-TES . Menyebutkan manfaat unsur yang ada di daerah sekitar bagi kehidupan 1. Menyebutkan manfaat unsur yang ada di daerah sekitar bagi kehidupan 1.2 jumlah skor yang Anda peroleh x 100 Tingkat penguasaan = jumlah skor maksimum SKOR PILIHAN GANDA Jumlah jawaban benar Jumlah soal SKOR PILIHAN GANDA Bobot soal pilihan ganda = 0. Tidak dapat menyebutkan contoh unsur yang ada didaerah sekitar dan tidak dapat 1 menjelaskan sifat fisik dan sifat kimia unsur 3.40 Skor akhir = (Sekor PG x bobot soal PG) + (Sekor uraian x bobot soal uraian) SKOR TOTAL ESSAY Skor soal no. Menjelaskan sifat fisik dan sifat kimia unsur 2. Tidak dapat menyebutkan contoh unsur yang ada didaerah sekitar dan tidak dapat 2 menjelaskan sifat fisik dan sifat kimia unsur 3. Menjelaskan sifat fisik dan sifat kimia unsur 2.1 Skor soal no. Menjelaskan sifat fisik dan sifat kimia unsur 2. Menjelaskan sifat fisik dan sifat kimia unsur 2. Tidak dapat menyebutkan manfaat unsur yang ada di daerah sekitar bagi kehidupan 0 1. Tidak ada jawaban/ Tugas tidak selesai. Menyebutkan manfaat unsur yang ada di daerah sekitar bagi kehidupan 1.2 Skor soal no. 2 Skor Ciri-ciri jawaban 1.2 Skor yang diperoleh : skor jawaban x bobot soal = Skor maksimum :4 SKOR NO.RUBRIK SOAL NO.60 Bobot soal urian = 0.