LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN TUMOR INTRA ABDOMEN DI RUANG A2 RUMAH SAKIT Dr.

KARIADI SEMARANG

DISUSUN OLEH : RESTANTIE FRIMADINIE G3A012098

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2013

tidak berguna. tidak terbatas. Hormon 3. 2000). kemampuanya mengadakan infiltrasi dan menyebabkan metastasis. progresif (tumbuh tidak beraturan). infeks. Budi 2001). Gaya hidup. Tumor Intra Abdomen adalah pembengkakan atau tonjolan yang disebabkan oleh neoplasma. B. 4. Genetic 6. hipersensitivitas terhadap obet-obatan. Pengertian Tumor adalah kumpulan sel abdormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus mennerus. karena pertumbuhan baru massa abnormal di sel-sel yang berpoloferasi yang bersifat : autonom (tidak terkontrol). Infeksi. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tumor antara lain: 1. Karsinogen 2. Oswari. trauma. .TUMOR INTRA ABDOMEN (TIA) A. Etiologi Penyebab terjadinya tumor karena terjadinya pembelahan sel yang abnormal. Parasit : parasit schistososma hematobin yang mengakibatkan karsinoma planoseluler. kelebihan nutrisi khususnya lemak dan kebiasaan makan makanan yang kurang berserat. Pembedaan sel tumor tergantung dari besarnya penyimpangan dalam bentuk dan fungsi aotonomnya dalam pertumbuhan. tidak terkoordinasi dengan jaringan disekitarnya serta tidak berguna bagi tubuh (Kusuma. 5. Tumor adalah benjolan yang disebabkan oleh pertumbuhan sel dengan pertumbuhan yang terbatas dan lonjong (E.

Konsistensi tumor umumnya padat atau keras 3. Hiperplasia 2. Anoreksia. 9. 5. Sel-sel neoplasma dapat mengalahkan sel-sel normal dalm mendapatkan bahan-bahan tersebut (Kusuma. mengabaikan sinyal mengatur pertumbuhan dalam lingkungan sekitar sel tersebut. Sel-sel tersebut menginfiltrasi jaringan sekitar dan memperoleh akses ke limfe dan . Kadang tampak hipervaskulari disekitar tumor. 2001). Nyeri 8.C. 4. D. Sel-sel neoplasma mandapat energi terutama dari anaerob karena kemampuan sel untuk oksidasi berkurang. Penurunan berat badan. 6. Edema disekitar tumor disebabkan infiltrasi kepembuluh limfe. 7. Ketika dicapai suatu tahap dimana sel mendapatkan ciri-ciri invasi. Jaringan yang tumbuh memerlukan bahan-bahan untuk membentuk protioplasma dan energi. Manifestasi Klinik 1. Budi drg. dan terjadi perubahan pada jaringan sekitarnya. Tumor epital biasanya mengandung sedikit jaringan ikat dan apabila berasal dari masenkim yang banyak mengandung jaringan ikat maka akan elastic kenyal atau lunak. mual. sel abnormal ini membentuk kolon dan berpopliferasi secar abnormal. Patofisiologi Tumor adalah proses penyakit yang bermula ketika sel abnormal di ubah oleh mutasi ganetic dari DNA seluler. meskipun mempunyai enzim yang lengkap untuk oksidasi. antara lain asam amino. Susunan enzim sel uniform sehingga lebih mengutamakan berkembang biak yang membutuhkan energi unruk anabolisme daripada untuk berfungsi yang menghasilkan energi dengan jalan katabolisme. muntah. Biasa terjadi pengerutan dam mengalami retraksi.

2001) 2. namun tumor bukan suatu penyakit tunggal dengan penyebab tunggal : tetapi lebih kepada suatu kelompok penyakit yang jelas denagn penyebab. Radioterapi Penggunaaan partikel energy tinggi untuk menghancurkan sel-sel dalam pengobatan tumor dapat menyebabkan perubahan pada DNA dan RNA sel tumor. metastase. Pasien dengan tumor lambung tanpa biopsy dan tidak ada bukti matastatis jauh harus menjalani laparotomi eksplorasi atau seliatomi untuk menentukan apakah pasien harus menjalani prosedur kuratif atau paliatif. Meskipun penyakit ini dapat diuraikan secara umum seperti yang telah digunakan. Pembedahan Pembedahan adalah modalitas penanganan utama. Penatalaksanaan 1. Komplikasi yang berkaitan dengan tindakan adalah injeksi. . ileus. Suzanne C. pengobatan dan prognosa yang berbeda (Smelstzer. perdarahan. dan digunakan untuk baik pengobatan maupun paliasi. dan kebocoran anastomoisis (Smeltzer.2001). Suzanne C. Bentuk energy yang digunakan pada radioterapi adalah ionisasi radiasi yaitu energy tertinggi dalam spektrum elektromagnetik. Kemoterapi Kemoterapi sekarang telah digunakan sebagai terapi tambahan untuk reseksi tumor. E. 3.pembuluh-pembuluh darah. tumor dengan fraksi pembelahan yang tinggi ditangani lebih efektif dengan kemoterapi. biasanya gasterektoni subtotal atau total. untuk tumor lambung tingkat tinggi lanjutan dan pada kombinasi dengan terapi radiasi dengan melawan sel dalam proses pembelahan. melalui pembuluh darah tersebut sel-sel dapat terbawa ke area lain dalam tubuh untuk membentuk metastase (penyebaran tumor) pada bagian tubuh yang lain.

Bioterapi Terapi biologis atau bioterapi sebagai modalitas pengobatan keempat untuk kanker dengan menstimulasi system imun(biologic response modifiers/BRM) berupa antibody monoclonal. nyeri. 2000). nyeri pada defekasi. perumusan diagnosa keperawatan. . Eliminasi Gejala : perubahan pada pola defekasi misalnya : darah pada feces. hematuria. Pengkajian Fokus Pengkajian merupakan tahap awal dan merupak dasar proses keperawatan diperlukan pengkajian yang cermat untuk mengenal masalah klien agar dapat memberikan rah kepada tindakan keperawatan. Data dasar pengkajian klien : 1. menarik diri dan marah 4. analisa data. Kebiasaan : perubahan pada TD 3. dada pada pengarahan kerja. Integritas ego Gejala : alopesia. Tahap pengkajian ini terdiri dari empat komponen antara lain : pengelompokan data. Sirkulasi Gejala : palpitasi. lesi cacat pembedahan Tanda : menyangkal. F. Keberhasilan keperawatan sanagat tergantung kepada kecermatan dan ketelitian dalam pengkajian. vaksin.4. distensi abdomen. factor stimulasi koloni. sering berkemih. interleukin (Danielle Gale. interferon. Aktivitas istirahat Gejala : kelemahan dan keletihan 2. Tanda : perubahan pada bising usus. Perubahan eliminasi urunarius misalnya nyeri atau ras terbakar pada saat berkemih.

karsinogen. aditif bahan pengawet). sinkope. tinggi lemak. ulserasi. nuligravida lebih besar dari usia 30 tahun. Tanda : perubahan pada kelembapan/tugor kulit. Pernafasan Gejala : merokok (tembakau. multigravida. Anoreksisa. riwayat perkawinan (berkenaan dengan kepuasan di rumah dukungan. ruam kulit. Seksualitas Gejala : masalah seksualitas misalnya dampak pada hubungan perubahan pada tingkat kepuasan. mual/muntah. 11. Neurosensori Gejala : pusing. berkuranganya massa otot. 7. 6. hidup dengan seseorang yang merokok). 10. pemajanan matahari lama/berlebihan Tanda : demam. edema. Intoleransi makanan. pemajanan asbes. Nyeri/kenyamanan Gejala : tidak ada nyeri atau derajat bervariasi misalnya ketidaknyamanan ringan sampai berat (dihubungkan dengan proses penyakit) 8. aktivitas seksual dini. Perubahan pada berat badan. mariyuana.5. Makanan/cairan Gejala : kebiasaan diet buruk ( rendah serat. atau bantuan). 9. Keamanan Gejala : pemajanan bahan kimia toksik. pasangan seks miltifel. Interaksi sosial Gejala : ketidakadekuatan/kelemahan sotem pendikung. . penurunan berat badan hebat.

kebiasaan merokok. muntah. jumlah kehamilan&partus. Pathways Faktor resiko: Umur. infeksi virus HPV Metaplasia sel Neoplasia sel Displasia sel Diferensiasi sel-sel epitel Perubahan struktur sel dan fungsi sel-sel normal Aktivitas regenerasi sel meningkat Sel-sel ganas karsinoma TUMOR INTRA ABDOMEN Penekanan/ mendesak jaringan sekitar serviks Kurang informasi Kurang pengetahuan Pemberian kemoterapi Menekan sirkulasi Darah ke otak dan hipofise menurun Asam lambung meningkat Mual. anoreksia Efek samping : rambut rontok Gangguan konsep diri Iskemia Penekanan saraf Gangguan rasa nyaman: nyeri Ulkus nekrosis jaringan Jaringan sekitar serviks rapuh Ansietas Gangguan perfusi jaringan Gangguan pemenuhan nutrisi . sosial ekonomi. jumlah perkawinan.G.

Diagnosa Keperawatan 1. Kurang pengetahuan mengenai prognisis dan kebutuhan pengobatan I. Ansietas/cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan Kemungkinan dibuktikan oleh: peningkatan ketegangan. Hasil yang diharapkan : a) Menunjukkan rentang yang tepat dari perasaan dan berkurangnya rasa takut b) Tampak rileks dan melaporkan ansietas berkurang pada tingkat dapat diatasi c) Mendemonstrasikan penggunaan mekanisme koping efektif dan partisipasi aktif dalam pengaturan obat. Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan 2. Intervensi 1) Dorong klien Rasional untuk 1) Memberikan kesempatan untuk memeriksa takut realistis serta kesalahan konsep tentang mengungkapkan pikiran dan perasaan 2) Berikan terbuka merasa lingkungan dimana aman diagnosis. mengekspresikan masalah mengenai perubahan dalam kejadian hidup. gelisah. Perencanaan 1.H. klien 2) Membantu klien untuk untuk merasa adanya diterima kondisi pada tanpa mendiskusikan perasaannya perasaan dihakimi dan meningkatkan terhormat rasa 3) Pertahankan sesering kontak mungkin 3) Memberikan keyakinan . Nyeri (akut) berhubungan dengan proses penyakit 3.

data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan / keefektifan intervensi. durasi dan skala. 3) Dorong penggunaan hiburan 3) Memungkinkan untuk klien keterampilan berpartisipasi . Nyeri berhubungan dengan proses penyakit Kemungkinan dibuktikan oleh: keluhan nyeri. perilaku berhati-hati Hasil yang diharapkan : a) Melaporkan nyeri yang dirasakan menurun atau menghilang b) Mengikuti aturan farmakologis yang ditentukan Intervensi Rasional 1) Tentukan riwayat nyeri 1) Informasi memberikan misalnya lokasi. 2) Berikan tindakan 2) Dapat relaksasi meningkatkan kenyaman dasar misal: massage punggung dan aktivitas misalnya music. respon autonomic gelisah.dengan klien bahwa klien tidak sendiri atau ditolak 4) Bantu dalam klien/keluarga 4) Dukungan dan konseling mengenali dan sesering untuk diperlukan memungkinkan mengklasifikasikan rasa takut untuk memulai individu mengenal dan menghadapi rasa takut. mengembangkan strategi koping 5) Berikan informasi yang 5) Dapat akurat ansietas menurunkan 2.

sesuai nyeri relaksasi secara aktif dalam rasa meningkatkan control.sikap. 2) Tentukan persepsi 2) Membantu identifikasi klien tentang kanker dan pengobatan kanker. tedekat diagnose alternative Rasional 1) Memvalidasi pemahaman tingkat ini saat mengidentifikasi kebutuhan belajar dan dasar pengobatan dan sifat harapan. ide .penggunaan keterampilan manajement misalnya napas dalam. dan pengetahuan kanker. Kurang pengetahuan b/d kurangnya informasi Tujuan : dapat mengungkapkan informasi akurat tentang diagnose dan aturan pengobatan Intervensi 1) Tinjau ulang dengan klien/orang pemahaman khusus. memberiakan pengobatan dimana klien membuat keputusan berdasarkan informasi. dapat stimulus 3. 4) Analgetik menghambat nyeri. kesenjanagan tentang 3) Berikan informasi 3) Membantu diagnose penilaian kanker. akurat dan jelas dalam . lokasi. kesalahan konsepsi. 4) Kolaborasi pemberian analgetik indikasi. rasa takut.

6) Meperbaiki feces dan konsistensi merangsang peristaltic. .cara yang nyata tetapi sensitive. 5) Tinjau ulang dengan klien/orang pentingnya mempertahankan status nutrisi optimal. reaksi/interaksi obat. memberikan informasi yang diperlukan selama waktu menyerapnya. mengatur perwatan diri dan potensial. serta latihan terdekat 5) Meningkatkan kesejateraan. memudahkan pemulihan dan memumgkinkan klien mentoleransi pengobatan. 6) Anjurkan meningkatkan masukan cairan dan serta dalam diet teratur. menghindari komplikasi. 4) Tinjau ulang aturan 4) Meningkatkan kemampuan untuk pengobatan khusus dan penggunaan obat yang dijual bebas.

Jakarta : EGC. 1998. Lynda Juall. Edisi 8.Jakarta : EGC. Suzanne C. 1999.DAFTAR PUSTAKA Carpenito. 1995. 2001.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 17. 2. Vol. William. F. Marrilyn. Diagnosa keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinik Edisi 6. Doengus. Smelster. E. Keperawatan Medikal Bedah. . Jakarta : EGC. Ganong. Jakarta : EGC. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful