P. 1
Radio Far

Radio Far

|Views: 14|Likes:
Published by Herwita Saftarini

More info:

Published by: Herwita Saftarini on Mar 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2013

pdf

text

original

A.

Interaksi Partikel Alfa Dibandingkan dengan radiasi yang lain, partikel secara fisik maupun elektrik relatif besar. Selama melintas di dalam bahan penyerap, partikel  ini sangat mempengaruhi elektron-elektron orbit dari atom-atom bahan penyerap karena, adanya gaya Coulomb. Oleh karena itu, radiasi sangat mudah diserap di dalam materi atau daya tembusnya sangat pendek. Radiasi yang mempunyai energi 3,5 MeV hanya dapat menembus 20 mm udara atau hanya dapat menembus 0,03 mm jaringan tubuh. lnteraksi radiasi dengan materi yang dominan adalah proses ionisasi dan eksitasi. lnteraksi lainnya dengan probabilitas jauh lebih kecil adalah reaksi inti, yaitu perubahan inti atom materi yang dilaluinya menjadi inti atom yang lain, biasanya berubah menjadi inti atom yang tidak stabil. 1. Proses Ionisasi Ketika radiasi (bermuatan positif) melalui materi maka terdapat beberapa elektron (bermuatan negatif) yang akan terlepas dari orbitnya karena adanya gaya tarik Coulomb. Proses terlepasnya elektron dari suatu atom dinamakan sebagai proses ionisasi. Energi radiasi setelah melakukan sebuah proses ionisasi (E0) akan lebih kecil dibandingkan dengan energi mula-mula (Ei), berkurang sebesar energi yang dibutuhkan untuk melangsungkan proses ionisasi. Setelah terjadi ionisasi maka atomnya akan bermuatan positif dan disebut sebagai ion positif. Setelah melalui beberapa kali (beribu-ribu) proses ionisasi, maka energi radiasinya akan habis. 2. Proses Eksitasi Proses ini mirip dengan proses ionisasi, perbedaannya dalam proses eksitasi, elektron tidak sampai lepas dari atomnya hanya berpindah ke lintasan yang lebih luar. Sebagaimana proses ionisasi, energi radiasi setelah melakukan proses eksitasi (E0) juga berkurang sebesar energi yang dibutuhkan untuk melangsungkan proses eksitasi. Energi yang dibutuhkan untuk melakukan eksitasi tidak sebesar energi yang dibutuhkan untuk mengionisasi. Setelah melakukan beberapa kali (beribu-ribu) proses eksitasi, maka energi radiasinya akan habis. Proses eksitasi ini selalu diikuti oleh proses de-eksitasi yaitu proses transisi elektron dari kulit yang lebih luar ke kulit yang lebih dalam dengan memancarkan radiasi sinar-X karakteristik. B. Interaksi Partikel Beta Dibandingkan dengan partikel alfa, massa dan muatan partikel beta lebih kecil sehingga kurang diserap oleh materi atau daya tembusnya lebih besar. Partikel beta dengan energi sebesar 3,5 MeV dapat melintas di udara sejauh 11 meter atau dapat mencapai jarak sekitar 15 mm) di dalam jaringan tubuh.

Proses terbentuknya Sinar-X bremstrahlung Fraksi energi (f) dari sinar-X bremstrahlung yang dihasilkan dapat ditentukan menggunakan persamaan empiris berikut ini. Energi partikel yang lebih besar akan menghasilkan radiasi bremstrahlung yang lebih besar. partikel alpha secara fisik maupun elektris relatif besar. .000 pasangan ion.03 mm (30 INTERAKSI RADIASI BETA Apa yang terjadi apabila partikel beta berinteraksi dengan materi ? Dibandingkan dengan partikel alpha. INTERAKSI RADIASI ALPHA Apa yang terjadi apabila partikel alpha berinteraksi dengan materi ? Dibandingkan dengan partikel-partikel yang lain. partikel alpha ini sangat mempengaruhi elektron-elektron orbit dari atom-atom materi tersebut karena adanya gaya Coulomb. 2. yaitu pemancaran radiasi gelombang elektromagnetik (sinar-X kontinyu) ketika radiasi .Interaksi radiasi dengan materi adalah proses ionisasi dan eksitasi sebagaimana radiasi .5 MeV mempunyai jangkauan di udara sejauh 20 mm dan mampu menghasilkan 100. Selama melintas di dalam materi. dapat menyebabkan terjadinya ionisasi langsung dengan gaya tolak coulomb terhadap elektron yang mengorbit tersebut. Gambar IV. serta proses bremstrahlung. Elektron-elektron tersebut berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi (eksitasi) atau terlepas sama sekali dari atom dan terbentuklah pasangan-pasangan ion (ionisasi).5 104 (IV-1) dengan Z adalah nomor atom bahan penyerap sedangkan Emaks adalah energi maksimum dari partikel beta (dalam Me V). Ukuran partikel  jauh lebih kecil dan kecepatannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan partikel sehingga partikel dapat "masuk" mendekati inti atom. Dari persamaan (IV -1) di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. Partikel beta (negatif) ini memiliki satu satuan muatan elementer negatif dan massanya dapat diabaikan terhadap massa partikel alpha. Semakin besar nomor atom bahan penyerap (semakin berat) akan menghasilkan radiasi sinar-X yang lebih besar pula. dibelokkan atau diperlambat oleh inti atom yang bermuatan positif. Partikel alpha yang m).3. terdiri dari 4 nukleon (2 proton dan 2 neutron). partikel beda adalah sangat kecil.sama mampu melintas di jaringan tubuh sejauh 0. f x Z Emaks 3. Partikel beta ini pada dasarnya identik dengan elektron yang mengorbit di atom penyerap (dengan muatan listrik yang sama). Partikel beta ini dapat pula menyebabkan terjadinya eksitasi bila energinya tidak cukup besar untuk dapat membuat elektron orbit lepas dari sistem atom. Partikel alpha dengan energi sebesar 3.

Radiasi tipe ini yang disebut sebagai bremsstrahlung.8 mm. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus bagi organisasi/perorangan pemilik pesawat sinar-X untuk berusaha meminimalkan munculnya radiasi bremsstrahlung di ruang pesawat sinar-X dalam rangka keselamatan radiasi terhadap operator dan konsumen yang dilayani. Energi pengereman yang terambil dari energi kinetik partikel beta tersebut. Partikel beta yang berenergi lebih tinggi dapat melintas sampai dekat ke inti atom dari bahan penyerap. akan muncul sebagai sinar-X.Partikel beta dapat menimbulkan ionisasi langsung lebih sedikit dari pada partikel alpha dan dapat bergerak lebih jauh di dalam bahan penyerap.5 MeV dapat melintas di udara sejauh sekitar 11 meter dan apabila di dalam jaringan dapat mencapai jarak sekitar 15 mm. Partikel ini kehilangan sebagian energinya karena mengalami pelambatan (pengereman) di dalam medan listrik inti.157 MeV yang dipancarkan oleh Carbon-14 hanya mampu melintas di udara sejauh 30 cm dan apabila di jaringan sekitar 0. Partikel beta dengan energi sebesar 3. Partikel beta berenergi rendah 0. yang dalam bahasa Jerman berarti radiasi pengereman. . Radiasi Bremsstrahlung merupakan hal yang penting di dalam proteksi radiasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->