Muhammadiyah Sebagai Gerakan Keagamaan Islam yang Berkelanjutan dan Berubah K.H.

Ahmad Dahlan mempunyai pendapat, Islam yang masuk di Indonesia sangat berbeda bahkan dianggap bertentangan dengan Islam yang dipahaminya .Agama islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah melalui para Nabi utusannNya. Jadi semua agama yang dibawa oleh Nabi Utusan Allah itulah disebut Agama Islam. Adapun agama Islam yang berlaku sekarang ini adalah agama yang dibawa oleh utusan terakhir yang menyempurnakan agama Islam yang dibawa oleh Nabi dan Utusan Allah yang dahulu. Nabi Muhammad merupakan Nabi yang terakhir. Wujud agama Islam seluruhnya adalah berupa wahyu syari’at Allah. Dua Macam Wahyu Syariat Allah 1. Berupa firman-firman Allah yang terhimpun di dalam Kitab. 2. Tidak berupa firman-firman Allah, tetapi penjelasan-penjelasan lebih lanjut dari firmanfirmna itu. Wahyu yang berupa firman Allah diturunkan kepada Nabi Musa, terhimpun dalam Kitab Taurat, Kemudian Kemudian untuk menjelaskan lebih lanjut isi kitab Taurat ini, Nabi Musa mendapat wahyu yang berguna untuk menjelaskan. Yang diberikan Nabi Daud dinamakan Kitab Zabur. Yang diberikan kepada Nabi Isa dinamakan kitab Injil. Wahyu syari’at yang diberikan kepada Nabi dan Rasul terakhir Muhammad, terhimpun dalam kitab al-Qur’an. Sedang penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh Rasulullah yang bersumber dari wahyu yang bukan berupa firman, disebut assunnah. Tahapan Perkembangan Ajaran Islam Periode Pertama : Ajaran Agama Islam pada Zaman Periode Ketiga: Zaman SahabatSahabat Yunior dan Permualaan Tabiin. (Mulai tahun 41 Hijriah sampai permulaan abad kedua Hijriah) Pada waktu itu ajaran agama Islam tetap bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah, difahami dan dilaksanakan seutuhnya. Pada waktu itu, baik sahabat Yunior atau para Tabiin dapat

ajaran Islam bersumber pada al-Qur’an dan asSunnah. Mereka sudah sangat fanatik terhadap para imam. Walaupun pendirinya bersumber kepada al-Qur’an dan asSunnah. di samping dapat menguasai Romawi Timur. Sehingga sampai ke negeri-negeri Jazirah Arabia. Tidak berani lagi mengkaji Islam langsung dari sumbernya yang asli. dipahami dengan menggunakan akal pikiran yang cerdas dan bebas daan dengan hati nurani yang bersih kemudian diamalkan seutuhnya. dan ketiga. Dalam periode pertama. serta mampu mengamalkan Islam sepenuhnya. kedua. Mereka masih mengajarkan .Ternyata pada periode ketiga ini pun umat dan agama Islam tetap mendapat kemajuan yang pesat sekali. ijtihad yang dilakukan umat Islam pun lebih meluas.memahami al-Qur’an dan as-Sunnah dengan menggunakan kemampuan akal pikirannya dengan sebaik-baiknya dan dengan hati nurani yang bersih. Di masa ini. Hal ini mengandung pengertian bahwa selama umat Islam berpegang teguh kepada agama Islam secara murni dan setutuhnyaa akan mendapatkan kemajuan yang sangat menakjubkan. maka umat Islam mampu meraih kemajuan yang berarti. Agama dan umat Islam dalam ketiga periode itu mendapatkan kemajuan pesat sekali. tetapi para pengikutnya sudah tidak mempunyai keberanian melandaskan sikap perbuatannya langsung kepada al-Qur’an dan asSunnah. Periode Keempat : Penekanan Pada Fiqh Agam Periode Kelima: Zaman Lahirnya Fanatisme pada Iamam-Imama Besar Periode ini muncul di saat umat Islam pada umumnya sudah bersikap fanatis terhadap ajaran para imam. bahwa selama umat Islam berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dan mampu menggunakan akal pikiran yang cerdas dan bebas berdasarkan hati nurani yang bersih. Para imam itu sendiri tidak mendirikan. Ketika itu para imam yang namanya dikaitkan dengan madzab sudah mempunyai murid yang sangat banyak. Para murid inilah yang kemudian mendirikan madzab-madzab. Bukti sejarah menunjukkan.

Jadi lahirnya madzab itu terjadi pada periode kelima.dengan ijtihad. Bahkan hanya mempertahankan madzab-madzabnya sendiri. Dimaksud Proses Islamisasi yang terus . dan lain-lain. Itu pun sudah terkotak-kotak karena fanatik pada madzab tersebut. Muhammad bin Abdul Wahhab. Hanya menitik beratkan kepada soal fiqih. Ahmad Dahlan ikut dalam gerakan kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah untuk dapat memurnMata rantai Pembaharuan Islam Pada permulaan abad ke-20 umat Islam Indonesia menyaksikan munculnya gerakan pembaharuan pemahaman dan pemikiran Islam yang pada esensinya dapat dipandang sebagai salah satu mata rantai dari serangkaian gerakan pembaharuan Islam yang telah dimulai sejak dari Ibnu Taimiyah di Siria. Perkembangan ajaran Islam pada periode ini mempunyai pengaruh besar. Begitu Periode Ketujuh: GerakanGerakan kembali Kepada alQur’an dan as-Sunnah Gerakan ini dimulai oleh Ibnu Taymiah. Dari sejarah perkembangan itu. diteruskan Muhammad ibn Abdul Wahab di Saudi Arabia dan kemudian jamaluddin al-Afghany bersama muridnya Muhammad Abduh di Mesir. Ijtihadnya hanya sekedar untuk mempertahankan madzab. jamaluddin al-Afghany. Hingga menyebabkan keadaan umat Islam kian melemah. Karenanya perkembangan agama Islam pada waktu itu sudah timpang. Tidak utuh lagi.H. Karenanya K. Rasyid Ridha.H. K. Muhammad Abduh. Tetapi para pengikutnya yang fanatik pada para imam tidak mampu dan tidak mempunyai keberanian untuk memahami Islam langsung kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. ikan dan dapat kembali kepada agama Islam yang sebenar-benarnya. umat islam akan dapat bangkit kembali. Ibnu Qayyim al-Jauziyah. karena sudah terlanjur fanatik. meski sudah sangat terbatas dan tidak bisa bebas lagi. Ahmad Dahlan mempunyai kesimpulan bahwa selama agama Islam masih murni dan masih utuh dilaksanakan. Munculnya gerakan pembaharuan pemahaman agama itu merupakan sebuah fenomena yang menandai proses Islamisasi yang terus berlangsung. Pada periode ini mereka masih menggunakan kemampuan ijtihadnya.

yang sifatnya berubah-ubah. al-Qur’an dan al-Hadits. lingkungan situasi dan kondisi. ialah bila tajdid itu sasarannya mengenai masalah seperti. yang karena waktu. sedangkan dalam ibadah Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah tersebut sebagaimana yang dituntunkan Rasulullah tanpa tambahan dan perubahan dari manusia. Dalam pelaksanaan agama baik yang menyangkut aqidah (keimanan) ataupun ritual (ibadah) haruslah sesuai dengan aslinya. sebagai belum memuaskan. Tajdi dalam pengertian ini sesungguhnya merupakan watak ajaran Islam itu sendiri. metode. Pembaharuan Pemikiran Agama Pembaharuan bidang keagamaan ialah penemuan kembali ajaran atau prinsip dasar yang berlaku abadi. mungkin menyebabkan dasardasar tersebut kurang jelas tampak dan tertutup oleh kebiasaan dan pemikiran tambahan lainnya. disesuaikan dengan situasi dan kondisi/ruang dan waktu.Dalam masalah aqidah Muhammadiyah bekerja dengan tegaknya aqidah Islam murni. dan selanjutnya berbuat sesuai dengan apa yang mereka anggap sebagai standar Islam 2. Hal ini sangat ter . yaitu sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam alQur’an dan diturunkan kepada Nabi Muhammad . Karenanya sebagai langkah perbaikan diusahakan untuk memahami kembali Islam. sistem. Muhammadiyah berusaha menghilangkan segala macam ibadah tambahan dalam beragama. teknis.menerus adalah suatu proses di mana sejumlah besar orang Islam memandang keadaan agama yang ada. strategi. Pembaharuan dalam arti modernisasi. taktik perjuangan dan nilai-nilai yang sebangsa itu. bid’ah dan khurafat tanpa mengabaikan prinsipprinsip toleransi menurut ajaran Islam. Dengan gerakan Islam kembali kepada sumbernya. bersih dari gejala-gejala kemusyrikan. termasuk diri mereka sendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful