Pertanyaan review Osteoarthritis dari opponent

Coass Ukrida, William Grandinata Soeseno 11.2011.129

1) Siti Massita binti Misbari (11.2011.162) a. Untuk kasus OA dengan obesitas, bagaimana cara menurunkan berat badan penderita OA? Dan jika pasien sudah lanjut usia yang dimana sukar untuk bergerak, apakah olahraga dan diet menjadi terapi utamanya? Jawab pertanyaan : Menurunkan berat badan penderita OA karena obesitas dapat dilakukan dengan diet yang sehat. Mengatur pola makan atau dapat membuat jadwal makan secara teratur dengan komposisi makanan yang tepat merupakan alternatif yang berguna. Selain diet juga dapat dilakukan olahraga aerobik aktivitas ringan agar sendi-sendinya tetap terlatih untuk bergerak. Semuanya itu dilakukan untuk dapat mencapai berat badan normal atau bahkan berat badan ideal. Olahraga dan diet bukanlah terapi utama, hanyalah maintenance. Karena untuk terapi pada OA perlu dilakukan secara holistik.

2) Susyanti (11.2011.100) a. Bagaimana cara mencegah OA secara dini? Jawab pertanyaan : Mencegah OA secara dini dapat dilakukan dengan pola hidup sehat yang dilakukan secara teratur dan kontinyu. Dari segi makanan dijaga untuk tetap mempertahankan berat badan normal, olahraga dilakukan juga dengan teratur seperti mengikuti senam ataupun lari pagi secara rutin dalam kapasitas ringan sampai sedang dan juga menghindari aktivitas yang terlampau berat seperti salah satu contohnya mengangkat barang melebihi berat badan.

c. Untuk menambah intensitas pemberian obat anti nyeri juga perlu melihat efek samping dari obat tersebut. Apabila berat badan melebihi berat badan normal(dilihat dari IMT) maka . Sehingga antara placebo dan suplemen chondroprotective agent hampir sama atau dapat dikatakan perbedaan antara keduanya tidak bermakna. saya rasa tidak ada. Biasanya obat anti nyeri dikombinasi dengan obat-obat penurun asam lambung seperti PPI(contoh : omeprazol).112) a. tapi apabila OA dari penderita mulai bertambah berat maka intensitas pemberian obat nyeri pun akan ditambah. Mengapa menurunkan berat badan merupakan upaya profilaksis? Jawab pertanyaan : Karena dengan menurunkan berat badan berarti membantu sendi menurunkan beban yang harus ditopang. Untuk alternatif lain selain terapi medikamentosa dan bedah. 3) Antonius Dicky Harlan(11. apa dasarnya dan dari umur berapa dapat diberikan? Jawab pertanyaan : Disarankan tidak mengkonsumsi suplemen chondroprotective agent menurut Badan Kesehatan Penelitian dan Kualitas(AHRQ) alasannya adalah karena satu dari enam tinjauan sistematis menyimpulkan tidak ada manfaat klinis untuk glucosamine atau kondroitin(jenis chondroprotective agent) dibandingkan dengan placebo.2011. Sisa lima tinjauan sistematis tidak memberikan kesimpulan tentang pentingnya klinis namun mereka menyimpulkan glukosamin dan atau kondroitin lebing unggul dari placebo. Bolehkah sejak memasuki usia dewasa mengkonsumsi chondroprotective agent? Jika tidak boleh berikan alasannya? Jika boleh. Jadi haruskah dalam setiap pasien OA diberikan anti nyeri? Adakah cara alternatif lain yang dapat mengurangi nyeri OA tanpa obat ataupun dengan pembedahan? Jawab pertanyaan : Pemberian obat anti nyeri hanyalah simtomatik saja.b.

Apabila dari ketiga ini ada yang berkurang maka akan mempengaruhi keseimbangan mediator kimia yang terjadi. Hambatan gerak dapat yang konsentris dan eksentris.TGF-b. interleukin dan sitokin akan menghasilkan sel-sel radang seperti mastosit. sel menjadi kurang sensitif terhadap efek IGF-1? Jawab pertanyaan : Pada keadaan inflamasi. 4) Andwi Setiawan Kokok(11. prostaglandin. b. Apa yang dimaksud dengan hambatan gerak konsentris dan eksentris? Jawab pertanyaan : Hambatan gerak umumnya akan terlihat pada pemeriksaan fisik OA. sehingga hanya sedikit reseptor yang berikatan dengan IGF-1 sehingga menjadi kurang sensitif. apabila mulai berkurang maka stromelisin tidak akan ditekan sehingga degradasi kartilago pun akan terjadi secara terus menerus dan akhirnya PGE2 dan interleukin akan menghasilkan mediator inflamasi yang akhirnya menyebabkan nyeri pada sendi tersebut.2011. Sebagai contoh : TGF-b mempunyai efek multiple pada matriks kartilago yaitu merangsang sintesis kolagen dan proteoglikan dan menekan stromelisin. Apa contoh jejas kimia yang dapat menyebabkan OA? Jawab pertanyaan : Jejas kimia yang dimaksud adalah berhubungan dengan faktor pertumbuhan pada sendi yakni IGF-1. leukotrin akan dikeluarkan pula. CSFs. Maksudnya hambatan gerak konsentris adalah . Semua yang dihasilkan tersebut dalam keadaan inflamasi akan berkumpul dan berikatan dengan reseptor yang terdapat dalam sendi. b.099) a.sendi khususnya sendi lutut akan bekerja keras menopang beban melebihi kapasitasnya. eosinofil. neutrofil trombosit serta limfosit dan akhirnya juga mediatormediator inflamasi seperti histamin . makrofag. Dengan upaya ini dapat mengurangi salah satu pencetus terjadinya OA. Mengapa pada keadaan inflamasi.

164) a. Karena adanya inflamasi yang menyebabkan degradasi kolagen dan proteoglikan (komponen tulang rawan yang membantu untuk mobilisasi). Dengan adanya perubahan gaya berjalan berarti ada salah satu ekstrimitas yang tidak terlalu dipakai sehingga dampak kronisnya bisa terjadi atrofi otot pada ekstrimitas yang terkena. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya OA sekunder? Jawab pertanyaan : Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya OA sekunder adalah diet yang sehat dengan komposisi yang lengkap(empat sehat lima sempurna) ditunjang dengan pola makan yang teratrur/jadwal yang tersusun dengan rapi. Mengapa penderita OA dapat terjadi kaku di pagi hari? Jawab pertanyaan : Kaku di pagi hari diakibatkan imobilitas yang terjadi beberapa jam selama tidur. 6) Shelvy Tucunan(11.110) a.2011. Selain itu olahraga juga diperlukan terutama olahraga ketika pagi hari seperti aerobik dan jalan/lari pagi dilakukan dengan rutinitas. Apa saja komplikasi yang dapat timbul pada penderita OA? Jawab pertanyaan : Komplikasi yang dapat timbul yang langsung dapat terlihat adalah perubahan gaya berjalan. sangat meningkat sehingga hanya ada komponen keras yang dimana apabila imbolisasi terlalu lama akan sulit atau bahkan terjadi hambatan gerak. pasien OA perlu mobilisasi yang cukup tapi tidak berlebihan. Selain itu dapat terjadi komplikasi dari traktus gastrointestinal akibat .hambatan gerak seluruh arah gerakan sedangkan hambatan gerak eksentris adalah gerakan pada salah satu arah gerakan saja. 5) Hazreena binti Hassim(11. b.2011. bukan tidak mungkin walaupun sudah melakukan hal ini OA dapat dihindari. Setidaknya apabila hal ini dilakukan dapat memperlambat terjadinya OA.

Selain itu aktivitas berolahraga juga sangat penting untuk melatih sendi-sendi menjadi tidak kaku. 9) Wan nor Asmarina binti Wan Mahmood(11.130) a. b. Apakah dapat menyebabkan komplikasi ke otak? Jawab pertanyaan : Komplikasi ke otak jarang terjadi bahkan hampir tidak pernah karena apabila dibandingkan dengan OA genu yakni sangat jarang. 8) Nur Ruhaizi Shamsuddin(11. Hanya diberikan pengobatan simptomatik awalnya dan ditunjang dengan gaya dan pola hidup sehat. Sehingga dapat dikatakan komplikasi ke otak hampir tidak pernah. Apakah indikasi terapi bedah pada pasien OA? . Pemakaian steroid juga dapat menimbulkan komplikasi. Apakah pasien OA dapat disembuhkan atau tidak dan berikan alasannya? Jawab pertanyaan : Apabila sudah terkena OA jarang sekali dapat disembuhkan secara total. peptik ulkus.2011.154) a. Manifestasi dari OA cervical sama dengan OA pada sendi umumnya(genu). Juga apabila pemakaian aspirin dapat menimbulkan komplikasi jantung.2011.153) a. Bagaimana manifestasi dari OA servikal? Jawab pertanyaan : Manifestasi dari OA cervical sebenarnya jarang ditemukan karena OA umumnya banyak terkena pada sendi yang mendapatkan beban tubuh yang diluar kapasitasnya tapi bukan berarti sendi pada cervical tidak dapat terkena OA. Biasanya dapat timbul GERD.konsumsi obat anti nyeri yang dimana efek sampingnya meningkatkan produksi asam lambung. juga dapat timbul dari obat-obatan yang dikonsumsi pada penderita OA.2011. 7) Hendrikus Sejahtera(11. Hal ini hanya digunakan sebagai pencegahan sekunder. Komplikasi yang timbul selain dari fisik yang terlihat karena perubahan gaya berjalan.

2011.Jawab pertanyaan : Indikasi terapi bedah pada pasien OA adalah apabila OA sudah masuk dalam stadium lanjut yang dimana terapi simptomatik sudah tidak berkontribusi secara maksimal untuk menghilangkan nyeri yang dirasakan penderita OA. dan gula darah dapat berubah-ubah sehingga berat badan pun menjadi aspek yang dapat dilihat dari perubahan hormon tersebut. Berapa persen(%) keberhasilan dari terapi bedah pada pasien OA? Jawab pertanyaan : Keberhasilan dari terapi bedah yang dilakukan untuk pasien OA juga tidak terlalu memuaskan. b. Pada pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada penderita OA dapat ditemui peningkatan kadar protein. 10) Viona(11. sehingga komposisi lipid. Dan akhirnya kembali lagi. Mengapa OA lebih sering diderita oleh wanita daripada pria? Jawab pertanyaan : OA lebih sering terkena/ diderita oleh wanita daripada pria dikarenakan oleh hormon. Dan terapi bedah ini pun mempunyai komplikasi yang muncul seperti salah satunya adalah tromboplebhitis. Protein apa saja yang meningkat? Jawab pertnyaan : . maka perbandingan hormon mereka pun menjadi tidak stabil sehingga dapat berpengaruh pada peningkatan berat badan dikarenakan pola makan yang berubah-ubah sesuai mood sehingga sadar tidak sadar berat badan pun naik. b. Lalu pada wanita juga terdapat fase menopause yang dimana pada fase ini perbandingan hormon juga tidak stabil atau bahkan berkurang sehingga berpengaruh juga terhadap metabolisme tubuhnya. Hanya sekitar 5% dapat mengobati nyeri.098) a. Hormon yang terdapat pada wanita adalah hormon estrogen dan progesteron yang dimana apabila psikis mereka labil. Tapi apabila setelah terapi bedah dilakukan tetap ada hambatan yang terjadi dan suatu saat nyeri pun akan timbul lagi. sendi menopang beban tubuh melebihi kapasitas. lemak.

Untuk obat-obatan masih dapat dilanjutkan tapi dengan melihat efek sampingnya. apa yang dimaksud dengan stromelisin? Jawab pertanyaan : Stromelisin adalah suatu enzym yang mendegradasi proteoglikan . 12) Tuty Alwiyah Fuad Salim(11. b. Biasanya peningkatan yang terjadi kurang bermakna dan tidak spesifik.166) a. Stromelisin ini dapat ditekan oleh faktor pertumbuhan TGF-b. Apakah pasien dapat sembuh total apabila arthroscopy dilakukan? Jawab pertanyaan : Untuk sembuh total sudah tidak dapat lagi. . Apakah indikasi dilakukannya arthroscopy pada penderita OA? Jawab pertanyaan : Arthroscopy merupakan terapi bedah yang dapat dilakukan.Kadar protein yang meningkat pada OA yakni albumin dan globulin. 11) Syafiqah Najwa binti Mohamad Zaki(11. Indikasi dilakukan artroscopy adalah apabila pemberian terapi simptomatik sudah tidak dapat mengatasi nyeri yang timbul.165) a. tapi pemeliharaan masih dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri yang dirasakan.2011. sintesis PGE2 oleh interleukin-1(IL-1).2011. Pada patofisiologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful