MAKALAH BIOTEKNOLOGI PERANAN BIOTEKNOLOGI DAN MIKROBA ENDOFIT DALAM PENGEMBANGAN OBAT HERBAL

YULI RAMAH DINI 3425092322

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2013

memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi obat berbagai penyakit. Bahkan sampai saat inipun menurut perkiraan badan kesehatan dunia (WHO). tentu sangat potensial dalam mengembangkan obat herbal yang berbasis pada tanaman obat kita sendiri. Sampai saat ini seperempat dari obat-obat modern yang beredar di dunia berasal dari bahan aktif yang diisolasi dan dikembangkan dari tanaman.A. Latar Belakang Tanaman. Indonesia yang dikenal sebagai salah satu dari 7 negara yang keanekaragaman hayatinya terbesar kedua setelah Brazil. Permasalahannya adalah bagaimana menjaga tingkat produksi obat herbal tersebut dengan bahan baku obat herbal yang terbatas karena sebagian besar bahan baku obat herbal diambil dari tanaman induknya. PENDAHULUAN a. 80% penduduk dunia masih menggantungkan dirinya pada pengobatan tradisional termasuk penggunaan obat yang berasal dari tanaman. Lebih dari 1000 spesies tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat. Peranan bioteknologi dalam . 1996). Tumbuhan tersebut menghasilkan metabolit sekunder dengan struktur molekul dan aktivitas biologik yang beraneka ragam. Sehingga dihawatirkan bahwa sumberdaya hayati ini akan musnah disebabkan karena adanya kendala dalam budidayanya. telah lama kita ketahui merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting dalam upaya pengobatan dan upaya mempertahankan kesehatan masyarakat. Sebagai contoh misalnya aspirin adalah analgesik yang paling popular yang diisolasi dari tanaman Salix dan Spiraea. demikian pula paclitaxel dan vinblastine merupakan obat antikanker yang sangat potensial yang berasal dari tanaman (Pezzuto J. Bahkan disinyalir bahwa bahan obat herbal yang diproduksi dan diedarkan di Indonesia saat ini sebagian besar bahan bakunya sudah mulai diimpor dari beberapa negara lain.

Dalam makalah ini akan dibahas tentang perkembangan dan pemanfaatan teknik-teknik bioteknologi antara lain seperti teknik kultur jaringan. dan sel tumbuhan lainnya. multiplikasi. dan peran mikroba endofit dalam meningkatkan produksi metabolit sekunder dari berbagai tanaman obat tersebut.  Kultur Jaringan Tumbuhan memiliki sifat totipotency. batang. Tujuan • mengetahui peranan bioteknologi dan mikroba endofit dalam pengembangan obat herbal. in-vitro propagsi. b. rekayasa genetika. Bahkan dengan kemajuan yang pesat dalam bidang bioteknologi ini telah dapat dihasilkan beberapa jenis tanaman transgenik yang dapat memproduksi vaksin rekombinan (Maksum R. Bila kita menggunakan sebuah sel yang berasal dari . rekayasa genetika. LANDASAN TEORI Dalam pengembangan obat herbal teknik-teknik bioteknologi yang dapat digunakan antara lain kultur jaringan. rekayasa genetika. dan skrining mikroba endofit yang dapat menghasilkan metabolit sekunder sangat penting dalam rangka pengembangan bahan obat yang berasal dari tanaman obat ini. dan peran mikroba endofit dalam meningkatkan produksi metabolit sekunder dari berbagai tanaman obat tersebut.budidaya. daun. • mengetahui aplikasi bidang teknologi apa saja yang dapat digunakan dalam pengembangan obat herbal • Mengetahui jenis dan klasifikasi mikroba endofit dalam pengembangan obat herbal B. artinya perkembangbiakannya tidak hanya dari sel telur atau sperma saja akan tetapi juga bisa berasal dari sel-sel akar. in-vitro propagsi. 2004).

Propagasi secara in vitro dari mtanaman obat telah dilakukan untuk menghasilkan obat ataupun bahan obat yang berkualitas tinggi (Murch SJ...  Rekayasa Genetika Kemajuan yang telah dicapai dalam bidang bioteknologi dan teknik DNA rekombinan telah membantu mempercepat dan meningkatkan berbagai penelitian menuju ke arah pemahaman tentang biosintesis dari metabolit sekunder. Isoplexis canariensis. et. (Perez BP. Disamping itu teknik mikropropagasi juga telah dikembangkan dan digunakan untuk beberapa tanaman obat. Digitalis spp.al. 2002). dan aman. 1986). Beberapa diantaranya yang telah berhasil dilakukan terhadap tanaman obat seperti Cinchona ledgeriana. Karena adanya sifat inilah. perbanyakan klon tumbuhan dapat dilakukan tanpa batas. karena terbukti multiplikasinya lebih cepat. Rauwolfia serpentina. dll.  Metabolit Sekunder Tanaman obat merupakan salah satu sumber bahan baku obat. dan telah berhasil dilakukan rekayasa dan manipulasi terhadap enzim-enzim tersebut. Sebagian besar komponen kimia yang berasal dari tamanan yang digunakan sebagai obat atau bahan obat adalah merupakan metobolit sekunder. okulasi. Secara in vitro produksi metabolit sekunder ini dapat dilakukan dengan teknik kultur jaringan (Stafford A. et. Regenerasi tanaman dengan tehni kultur jaringan ini terbukti menghasilkan bahan kimia yang sama denga tanaman induknya.al. dengan teknikteknik yang telah lama dikenal seperti setek. serta dengan metode kultur jaringan.tumbuhan maka badan tumbuhan keseluruhannya dapat ditumbuhkan kembali. cangkok. Berbagai penelitian telah berhasil mengidentifikasi beberapa enzim yang berperan penting dalam jalan metabolisme.2000). Rehmania glutinosa. Teknik rekayasa genetika dengan .

.melakukan transformasi genetik telah dilakukan untuk memanipulasi lebih dari 120 jenis spesies dari sekitar 35 famili tanaman menggunakan perantara bakteri Agrobacterium ataupun transformasi langsung (Birch RG. 1997). .

 Mikroba Endofit Mikroba endofit adalah mikroba yang hidup di dalam jaringan tanaman pada periode tertentu dan mampu hidup dengan membentuk koloni dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan inangnya.benxylaminopurine (BA) dengan konsentrasi tinggi (1-5 ppm). dan aman. 1989).1988). .. 1999.et. et. Disamping itu teknik mikropropagasi juga telah dikembangkan dan digunakan untuk beberapa tanaman obat. karena terbukti multiplikasinya lebih cepat..al.2000). C.. 2001).et. Pada kultur jaringan dan propagasi invitro telah menghasilkan obat ataupun bahan obat berkualitas tinggi (Murch SJ. dapat mempercepat petumbuhan jaringan meristem dan meningkatkan produksi alkaloid dari Atropa belladonna (Benyamin BD.al.et. Demikian pula penambahan 6.et. Penambahan 1-5 mg/l kinetin mampu meningkatkan proliferasi sel Picorrhiza kurroa (Lai N. Penambahan senyawa auxin dan cytokinin dalam media perbenihan kultur jaringan ternyata mampu mempercepat multiplikasi sel jaringan beberapa tumbuhan obat (Rout Gr.al. dan Plantago ovata (Barna KS. Pembahasan Teknik bioteknologi yang digunakan dalam pengembangan obat herbal ini memiliki mekanisme dan cara tersendiri dalam mendapatkan metabolit sekunder dari berbagai jenis tumbuhan tersebut dengan pemanfaatan kultur jaringan. Setiap tanaman tingkat tinggi dapat mengandung beberapa mikroba endofit yang mampu menghasilkan senyawa biologi atau metabolit sekunder yang diduga sebagai akibat koevolusi atau transfer genetik (genetic recombination) dari tanaman inangnya ke dalam mikroba endofit (Tan RX. Kemampuan mikroba endofit memproduksi senyawa metabolit sekunder sesuai dengan tanaman inangnya merupakan peluang yang sangat besar dan dapat diandalkan untuk memproduksi metabolit sekunder dari mikroba endofit yang diisolasi dari tanaman inangnya tersebut.al. 1987). invitro propagasi. et. Tsay HS. et.al.al.al. rekayasa genetika.. 1996).

2002).. 1988). Dalam berbagai percobaan yang telah dilakukan pengaturan zat tumbuh atau zat suplemen lainnya dapat mengatur percepatan dari embryogenesis tersebut untuk tujuan pembudidayaan tanaman obat (Das P. kalus. 2002). 2003) . et. pollen.al. 1999). dapat meningkatkan kecepatan tumbuh dari sel jaringan Zingiber spp.. 2003). dan bagian lainnya dari tumbuhan. bunga. dan Lepidium sativum (Pande D. Atropa belladonna. Echinacea pallida ( Koroch AR. dll. Induksi pertumbuhan kalus dengan berbagai jenis zat yang bersifat sebagai regulator pertumbuhan yang dimasukkan ke dalam medium pertumbuhannya juga telah banyak dilakukan.. et..sedangkan penambahan 2. umbi. (Faria RT. dan regenerasi kalus ini telah berhasil dilakukan dari berbagai tambuhan obat yang berasal dari berbagai eksplan tumbuhan misalnya kalus yang berasal dari daun..2 uM thidiazuron dapat mempercepat proliferasi sel Nothapodytes foetida (Rai VR et. sehingga sangat bermanfaat untuk konservasi tanaman obat (Tripathi L. cabang. Digitalis lanata.al. meristem. et.acetic acid (IAA). Disamping regenerasi melalui sel kalus. Beberapa tanaman obat telah dilakukan preservasinya dengan cara pembekuan sel kulturnya antara lain tanaman obat yang menghasilkan alkaloid yang sangat penting seperti Rauwollfia serpentina. embrio. regenerasi tumbuhan obat melalui somatic embryogenesis juga telah banyak dilakukan.al. Kultur sel atau jaringan tanaman obat yang telah didapat melalui regenerasi secara in vitro ini dapat disimpan dalam waktu yang lama pada temperatur rendah dalam nitrogen cair (-1960 C). akar.1995).et.al. et..et. Sistem preservasi beku (cryopreservation) ini dapat digunakan untuk tujuan penyimpanan berbagai jenis sel/jaringan. 2002). Penambahan auxin dan cytokinin dalam jumlah yang tepat terbukti dapat meningkatkan regenerasi kultur dari kalus Plumbago rosea (Satheesh KK. Demikian pula dengan penambahan 5 uM indole-3. Hyoscyamus spp. Beberapa diantaranya adalah regenerasi kalus Solanum laciniatum ( Okslar V.al.al.al. Teknik ini merupakan suatu proses dimana sel somatik yang diambil dari jaringan tumbuhan dapat diinduksi menjadi embrio dan dapat tumbuh menjadi tanaman utuh di dalam media perbenihan yang sesuai. ataupun protoplas.

2002).al..et. Beberapa diantaranya adalah transformasi genetik menggunakan Agrobacterium tumafaciens terhadap tanaman transgenik Azadirachta indica yang mengandung rekombinan plasmid pTiA6 (Naina NS. T-DNA yang merupakan segmen penting dari Ti plasmid ditransfer ke dalam nukleus sel yang terinfeksi dan terintegrasi ke dalam kromosom hospesnya.al. merupakanbakteri gram-negatif yang terdapat di dalam tanah yang menyebabkan tumor crown gall dan hairy root pada tanaman.2002). Demikian pula transformasi genetik menggunakan Agrobacterium rhizogenes telah berhasil meningkatkan produksi artemisin sebesar 4. Melalui infeksi ini dapat ditransfer T-DNA yang dikenal dengan root inducing plasmid (Ri plasmid).al. dan Agrobacterium rhizogenes.et..al 1989).8 mg/ L. Atropa belladonna (Cucu N. Berbagai jenis tanaman lain juga telah diteliti peningkatan kadar metabolit sekunder yang dihasilkannya melalui transformasi genetik dengan Agrobacterium rhizogenes antara lain adalah terhadap kultur sel/jaringan yang .. dan kemudian dapat terintegrasi ke dalam kromosom sel tanaman (Nester EW. Agrobacterium tumafaciens.Pada teknik rekayasa genetika telah dilakukan manipulasi lebih dari 120 jenis spesies dari sekitar 35 famili tanaman menggunakan perantara bakteri Agrobacterium ataupun transformasi langsung (Birch RG. (Cai G..et.al.. et. baik tanaman dikotil ataupun monokotil. rhizogenes dapat menginduksi proliferasi multibranched di tempat akar yang terinfeksi sehingga disebut dengan “hairy root”.. Kemampuan bakteri Agrobacterium tumafaciens.et. rhizogenes yang mampu masuk ke dalam nukleus dan berintegrasi ke dalam kromosom tanaman inilah yang dimanfaatkan oleh para peneliti bioteknologi untuk melakukan modifikasi secara genetik guna meningkatkan produksi matabolit sekunder tanaman obat.. dan Echinea purpurea dan terbukti dapat meningkatkan komposisi alkaloid secara signifikan (Koroch AR. dari kultur sel Artemisia annua L. Bakteri Agrobacterium tumafaciens mengandung megaplasmid yang berperan penting dalam induksi tumor tanaman yang diberi nama Ti plasmid.al. 2003). dan dapat meningkatkan produksi alkaloid puerarin dari kultur sel Pueraria phaseoloides (Shi HP. 1984). Transformasi genetik terhadap tumbuhan obat telah banyak yang berhasil dilakukan. 1997). Sedangkan bakteri A.1995)..et. Selama proses infeksi. dan A.

et.al. Demikian pula metabolit sekunder yang diproduksi oleh mikroba endofit tersebut telah berhasil diisolasi dandimurnikan serta telah dielusidasi struktur molekulnya. 2001).al. 2000).al. 1991). (Park SU. et.. JY.albicans. dan Solanum aviculare (Argolo.al.. Phomopsichalasin. Endofit ini menghasilkan metabolit sekunder ambuic acid yang berhasiat sebagai antifungi (Li.et.al. yang kemungkinan besar memerlukan puluhan tahun untuk dapat dipanen. 1999). yang dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans dan Cryptococcus neoformans (Harrison LD.. merupakan metabolit yang diisolasi dari mikroba . Dari sekitar 300. Beberapa diantaranya adalah : Mikroba endofit yang menghasilkan antibiotika Cryptocandin adalah antifungi yang dihasilkan oleh mikroba endofit Cryptosporiopsis quercina yang berhasil diisolasi dari tanaman obat Tripterigeum wilfordii.et... 1998). Pestalotiopsis micrispora. masing-masing tanaman mengandung satu atau lebih mikroba endofit yang terdiri dari bakteri dan jamur (Strobel GA. Berbagai jenis endofit telah berhasil diisolasi dari tanaman inangnya. Sehingga apabila endofit yang diisolasi dari suatu tanaman obat dapat menghasilkan alkaloid atau metabolit sekunder sama dengan tanaman aslinya atau bahkan dalam jumlah yang lebih tinggi. et. Beberapa zat aktif lain yang diisolasi dari mikroba endofit misalnya ecomycin diproduksi oleh Pseudomonas viridiflava juga aktif terhadap Cryptococcus neoformans dan C. maka kita tidak perlu menebang tanaman aslinya untuk diambil sebagai simplisia. (Strobel GA. dan berhasiat sebagai anti jamur yang patogen terhadap manusia yaitu Candida albicans dan Trichopyton spp. 2000). merupakan mikroba endofit yang paling sering ditemukan di tanaman hutan lindung di seluruh dunia.berasal dari tanaman Papaver somniferum L.. Ecomycin merupakan lipopeptida yang disamping terdiri dari molekul asam amino yang umum juga mengandung homoserin dan beta-hidroksi asam arpartat (Miller RV. 2003).000 jenis tanaman yang tersebar di muka bumi ini. et al..et. dan telah berhasil dibiakkan dalam media perbenihan yang sesuai. sedangkan senyawa kimia yang diproduksi oleh mikroba endofit Pseudomonas Syringae yang berhasiat sebagai anti jamur adalah pseudomycin.al.

. 2002). yang diisolasi dari tanaman Taxus andreanae. 2003).endofit Phomopsis spp. et.et. Aktifitas antibakterinya sama seperti munumbicin D.al. Et. 2000).al. dihasilkan oleh endofit Streptomyces spp. Demikian pula upaya untuk sintesisnya telah berhasil dilakukan (Strobel GA. Cytonic acid A dan B ini merupakan protease inhibitor dan dapat menghambat pertumbuhan cytomegalovirus manusia.al. dapat menghambat pertumbuhan Bacillus anthracis.al. Endofit ini menghasilkan metabolit kakadumycin. Mikroba endofit yang menghasilkan metabolit sebagai antikanker Paclitaxel dan derivatnya merupakan zat yang berkhasiat sebagai antikanker yang pertama kali ditemukan yang diproduksi oleh mikroba endofit. dan kakadumycin ini juga berkhasiat sebagai anti malaria (Castillo UJ. T. et. umumnya diproduksi oleh endofit Pestalotiopsis microspora. dan Mycobacterium tuberculosis yang multiresisten terhadap berbagai obat anti tbc. Dapat menghasilkan metabolit cytonic acid A dan B. 2002). Staphylococcos aureus. berhasiat sebagai anti virus. dan T.. dan juga dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida tropicalis (Horn WS.al. Antibiotika berspektrum luas yang disebut munumbicin. Saat ini beberapa jenis endofit lainnya telah dapat diisolasi dari berbagai jenis Taxus dan didapatkan berbagai senyawa yang berhasiat sebagai anti tumor. (Castillo UF. Salmonella enterica. Paclitaxel merupakan senyawa diterpenoid yang didapatkan dalam tanaman Taxus. Mikroba endofit yang memproduksi antivirus Jamur endofit Cytonaema sp. brevifolia.et. strain NRRL 30562 yang merupakan endofit yang diisolasi dari tanaman Kennedia nigriscans. wallichiana. berhasiat sebagai anti bakteri Bacillus subtilis. yang struktur malekulnya merupakan isomer p-tridepside. Jenis endofit lainnya yang juga menghasilkan antibiotika berspaktrum luas adalah mikroba endofit yang diisolasi dari tanaman Grevillea pteridifolia. 1995). (Guo B. . Senyawa yang dapat mempengaruhi molekul tubulin dalam proses pembelahan sel-sel kanker ini.

Hasil tersebut diperkirakan dapat menjadi awal dari era terapi baru untuk mengatasi diabetes dimasa mendatang (Zhang B. Mikroba Endofit yang memproduksi senyawa imunosupresif Obat-obat imunospresif merupakan obat yang digunakan untuk pasien yang akan dilakukan tindakan transplantasi organ. . Endofit ini berhasil diisolasi dari tanaman Terminalia morobensis. 2002) Mikroba Endofit yang memproduksi antioksidan Pestacin dan isopestacin merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh endofit P. et.. 2002).. menghasilkan metabolit artemisinin yang sangat potensial sebagai anti malaria (Lu H. Selain itu imunosupresif juga dapat digunakan untuk mengatasi penyakit autoimum seperti rematoid artritis dan insulin dependent diabetes. Senyawa subglutinol A dan B yang dihasilkan oleh endofit Fusarium subglutinans yang diisolasi dari tanaman T. Senyawa ini sangat menjanjikan karena tidak sebagaimana insulin. Baik pestacin ataupun isopestacin berhasiat sebagai antioksidan. Dalam uji praklinik terhadap binatang coba membuktikan bahwa aktivitasnya sangat baik dalam menurunkan glukosa darah tikus yang diabetes. microspora.al. Disamping itu beberapa mikroba endofit yang diisolasi dari tanaman Cinchona spp.al. menghasilkan metabolit sekunder yang bekerja seperti insulin. et. dimana aktivitas ini diduga karena struktur molekulnya mirip dengan flavonoid (Strobel GA.al. et. senyawa ini tidak rusak jika diberikan peroral.. yang tumbuh di Papua New Guinea. Mikroba Endofit yang menghasilkan metabolit yang berkhasiat sebagai antidiabetes Endofit Pseudomassaria sp yang diisolasi dari hutan lindung. et. Merupakan endofit yang diisolasi dari tanaman Artemisia annua.Mikroba endofit penghasil zat anti malaria Colletotrichum sp.al. juga mampu menghasilkan alkaloid cinchona yang dapat dikembangkan sebagai sumber bahan baku obat anti malaria (Simanjuntak P. 2000).1999).

KESIMPULAN  Tanaman merupakan sumberdaya yang penting dalam upaya pengobatan dan upaya mempertahankan kesehatan masyarakat  Pemanfaatan teknologi sangat diperlukan dalam penyediaan bahan baku obat dari tanaman  Beberapa teknologi yang digunakan dalam pengoptimalan bahan baku obat dari metabolit sekunder tanaman adalah kultur jaringan.J. Mikroba yang menghasilkan antioksidan 6. Mikroba endofit yang menghasilkan antibiotik 2. et. Mikroba yang menhasilkan antidiabetes 7. Mikroba yang menghasilkan metabolit sebagai antikanker 4. rekayasa genetika dan peranan bakteri endofit  Terdapat 7 mikroba endofit yang dapat menghasilkan metabolit sekunder dari tanaman.wilfordii. D. merupakan senyawa imunosupresif yang sangat poten (Lee. Mikroba endofit penghasil zat anti malaria 5. 1995). Mikroba yang memproduksi antivirus 3. yaitu 1..al. Mikroba yang memproduksi senyawa immunosupresif .

RV. (1998). (2002). (1995) Phomopsichalasin. Appl.. Microbiol. MSJ. (2002).Simmonds. GA. Micropropagation and hairy root culture of Solanum laciniatum. Schartz. Teplow. Garton.(2002) Rapid protocol for in vitro propagation of Lepidium sativum Linn and enchancement in the yield of lepidine. Bora.J. 7(2): 27-30. NB. Parwati. Strobel. Il. 38: 451. Mikrobiol.CM. Maj. B. and GA. unique antimycotics from Pseudomonas viridflava. Ecomycins. M.DAFTAR PUSTAKA Horn WS.455. PS. Srivastava.. Strukeij. Okslar V. Subglutinols A and B: immunosuppressive compounds from the endophytic fungus Fusarium subglutinans. . Shibuya. B. Condron. Miller. a novel antimicrobial agent from an endophytic Phomopsis Spp. Tetrahedron 14: 3969-3978.357.Miller. B. Indon. J. TK. Bustanussalam. Strobel. Blaney.. and WM.Kefarmasian Indon. Clardy (1995). S. Maksum R. Zel. and J.Kinney. 38: 352. In vitro Cell Dev Biol Plant. J. Prana. Lee. RE. J.Redgrave. M. J. H. Simanjuntak P. 60: 7076. Bohanec. (2004) Pemberian Vakasin melalui Tanaman Trangenik. Pande P. J. Wibowo. S.Chem. Isolasi dan kultivasi mikroba endofit penghasil senyawa alkaloid kinkona dari Chinchona spp. 1(1): 1-9.. Kreft. D. Malik. E. Sears. T.. Pliam. 84:937-944. S. D.7077. In vitro Cell Dev Biol Plant. Lobkovsky.Org.

a potent antimycotic from endophytic fungus Cryptosporiopsis quercina. and WM. Condron. Bioprospecting for Microbial Endophytes and Their Natural Products. Daisy (2003).. RV..1926. and Mol. M.Strobel GA. Miller. Microbiology 145: 1919. C. Teplow. Biology Rev. and B. . Miller. Cryptocandin. Strobel GA. 67(4):491-502. (1999). Hess. DB. Microbiol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful