You are on page 1of 7

Labuan Cermin Lake

Posted: March 18, 2011 by iPetta in Photos

0 Ketika sedang asyik browsing, aku takjub melihat tulisan tentang sebuah danau yang punya dua rasa. Jadi, tidak ada salahnya juga berbagi informasi dengan kawan-kawan tentang danau yang menjadi objek wisata di salah satu provinsi ibu pertiwi D Namanya Danau Labuan Cermin. Terletak di Kecamatan Biduk-biduk, Kalimantan Timur. Jika dilihat di peta, letaknya tepat di punggung hidung Kalimantan. Tempat ini bisa ditempuh dalam tiga jam perjalanan laut dari Derawan. Selain itu, penikmat wisata juga bisa mengunjungi pantai Teluk Sulaiman, yang tak kalah indah dengan Pulau Derawan.

Welcome To Labuan Cermin Lake Bagian atas Danau Labuan Cermin ini berisi air tawar seperti danau pada umumnya, namun beberapa meter di bawahnya terdapat aliran air asin. Hal ini karena pengaruh sumber air danau yang berasal dari bebatuan yang mengandung kapur. Yang menjadi keunikannya, kedua jenis air ini malah tidak tercampur. Dari dasar danau, air terlihat dangkal, tetapi kedalamannya bisa mencapai lebih dari 3 meter. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa air laut dan air tawar dipisahkan oleh lapisan mirip awan. Dasar air terlihat begitu jelas, termasuk biota air di dalamnya seperti karang dan ikan beragam jenis. Tak ketinggalan, penyu hijau juga sesekali singgah di perairan ini.

Sejauh ini, belum ada yang pernah melakukan penelitian tentang mengapa fenomena ini bisa terjadi. Hal itu yang membuat kawasan wisata ini masih menjadi misteri. Danau kecil ini dikelilingi hutan dan ada tebing menjulang tinggi di salah satu sisinya. Mengapa diberi nama Labuan Cermin karena airnya jernih sekali sampai orang bisa bercermin di atasnya. Arus di beberapa tempat cukup kuat dan mudah menyeret orang yang tak bisa berenang. Tak jauh dari kawasan ini juga terdapat pelabuhan tradisional. Dengan adanya pelabuhan tersebut, dapat mendukung aktivitas warga yang banyak tinggal di kawasan ini dengan mata pencaharian sebagai nelayan. Baik menangkap ikan di laut lepas, maupun dengan cara membuat bagan.

Swimming Beragam jenis ikan juga banyak dijumpai di perairan ini. Ada ikan yang banyak durinya, ada ikan yang menyengat dan ikan yang bertubuh pipih panjang. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjug harus harus menumpang sampan nelayan dan menempuh perjalanan selama 15 menit, melewati semak bakau dan hutan. Terlebih lagi, hutan itu masih dihuni aneka binatang liar seperti monyet, bekantan, berang-berang dan beruang madu (menantang sekal, hehhe ). Salah satu alasan kenapa hampir tidak ada pengunjung yang datang adalah lokasinya yang jauh dai perkotaan dan tentunya fasilitas yang apa adanya.

Beragam Ikan Disana juga terdapat rumah nelayan, yang disebut Pusat Informasi Nelayan (PIN) binaan sebuah lembaga pegiat pelestarian lingkungan, The Nature Conservancy. PIN berbentuk rumah panggung di tepi muara sebuah sungai, hanya beberapa ratus meter dari laut. Rumah itu punya semacam dermaga kecil tempat menambatkan perahu. Sungai di depan PIN berair payau. Kadar keasinannya tergantung pada pasang-surut air laut. Ketika laut surut, sungai berubah menjadi sangat jernih sehingga dasarnya dapat dilihat dengan jelas.

Pengunjung Nah, itulah gambaran dari Danau dua Rasa, Labuan Cermin, Kalimantan Timur yang saya ambil dari berbagai sumber. Walau letaknya jauh dari kata modern, namun keindahan pesona yang ditawarkan tidak kalah dengan hiruk pikunya perkotaan yang penuh dengan modernisasi. Bagi yang punya hobi jalan-jalan dan suka berpetualang, tempat ini cocok untuk dimasukkan sebaagi daftar tempat liburan/wisata yang ingin dikunjungi, dan buktikan sendiri panorama Labuan Cermin secara langsung .

Ekonomi Indonesia
Posted on 2011/02/27 by admin

Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah. Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.

Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing. Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981. Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997. Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu, yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998. Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam mempengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.

Bangsa Indonesia telah melewati 25th pertama Pembangunan Jangka Panjang I (PJPT I) yang di canangkan sejak 1 april 1969, dengan dua tujuan yang sama yaitu; meningkatkan taraf hidup rakyat dan kesejahteraan rakyat serta meletakkan landasan yang kuat untuk pembangunan tahap berikutnya. Kemudian pada tanggal 1 april 1994, Indonesia memasuki PJPT II (tahap tinggal landas), yang bertujuan menciptakan masyarakat yang maju, sejahtera, dan mandiri dalam kehidupan yang serba seimbang. Peristiwa-peristiwa penting 1990-1995 (Periode 1990-1995) Indonesia mengalami berbagai peristiwa penting dalam politik. Dalam peristiwa ini Indonesia melaksanakan pemilu yang kelima. Dan dalam periode ini juga Indonesia merayakan ulang tahun proklamasi RI yang ke-50. (Januari 1990 Desember 1992) Harga minyak dipasaran internasional mengalami ketidak stabilan harga yang sangat diluar batas yaitu dari angka USS 19,24/barel naik menjadi US$ 29,01/barel yang kemudian turun menjadi US$ 18,07/barel. (27-28 Januari 1992) Melalui konfrensi KTT Asean di Singapura disepakati dua naskah pokok perjanjian kerjasama ekonomi sebagai prinsip dasar bagi perkembangan kerjasama ekonomi di NegaraNegara Asean.

(12 November 1991) Terjadi peristiwa berdarah di Dili, Timor Timur. Peristiwa itu kemudian dikenal dengan sebutan peristiwa Dili. Yang dimana dalam kejadian tersebut, banyak para demonstran Timor Timur yang tewas akibat bentrokan terhadap petugas keamanan setempat. ( 9 Juni 1992) Bangsa Indonesia melangsungkan pemilu yang kelima dalam sejarah politik orde baru. Untuk memilih anggota DPR dan DPRD seperti tiga pemilu terdahulu, pemilu 1992 diikuti oleh tiga kontestan, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (GOLKAR), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) untuk memperebutkan 400 kursi di DPR RI. (1-6 September 1992) Indonesia menggelar perhelatan akbar yakni Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan NonBlok (GNB) yang ke-10. (November 1992) Presiden Soeharto berkunjung ke Dakar, Senegal. Untuk menghadiri KTT G-15 dan Presiden mewakili Indonesia untuk mengulurkan bantuan perekonomian Negara-negara yang mengalami masalah perhutangan luar negeri. (Awal 1993) Total omzet BUMN mencapai sekitar Rp 72 Triliun. Dari segi aktifitas Ekonomi BUMN beroperasi hampir di setiap sector perekonomian Indonesia. Ke-184 BUMN yang ada dapat dikategorikan ke dalam 31 bidang usaha, antara lain : pertanian, pertambangan, perdagangan, perbankan, telekomunikasi, listrik, jasa, dan konstruksi. Beberapa diantaranya dalam industry strategis. (Juni 1993) Pemerintah membentuk komisi nasional hak asasi manusia (komnas HAM) melalui keppres No. 50/1993. Yang diketuai oleh mantan Ketua mahkamah Agung Ali Said, dan didampingi oleh Baharuddin Lopa sebagai sekjen. (November 1993) Indonesia semakin aktif dalam forum kerjasama ekonomi internasional, diantaranya APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) forum kerjasama diantara 15 negara di Asia. Dalam kurun waktu 1990-1995 pemerintah mengambil tindakan swastanisasi yang bertujuan untuk pengalihan kepemilikan badan usaha milik Negara (BUMN) kepada yang non pemerintah dalam pengoperasian BUMN. Dampak dari perekonomian Indonesia pada tahun 1990-1995

Meningkatnya kaum urbanisasi yang pindah dari daerah menuju ke ibukota yang dikarenakan semakin sulitnya mendapatkan pekerjaan didaerah-daerah asal mereka yang kemudian para kaum urbanisasi tersebut berinisiatif untuk berpindah tempat ke ibukota dengan harapan akan mendapatkan pekerjaan yang lebih untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Akan tetapi para kaum urbanisasi justru malah kebanyakan yang menjadi kaum gelandangan ditengah hiruk-pikuknya ibukota yang dikarenakan minimnya pengetahuan orang-orang daerah tersebut yang kemudian justru menjadikan mereka menjadi lebih merugi dari kehidupan sebelumnya, dimulai dari sinilah muncul keluarga-keluarga pengemis dan para gelandangan di tengah-tengah ibukota.