KONSEP DASAR KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS ( Community Health Nursing

)
Pendahuluan Para ahli mendefinisikan komunitas atau masyarakat dari berbagai sudut pandang. Pengertian komunitas menurut : 1) WHO ( 1974 ) , sebagai kelompok sosial yang ditentukan oleh batas batas wilayah, nilai nilai keyakinan dan minat yang sama serta adanya saling mengenal dan berinteraksi antara anggota masyarakat yang satu dan yang lainnya. 2) Spradley (1985 ) , sebagai sekumpulan orang yang saling bertukar pengalaman penting didalam hidupnya. 3) Saunders ( 1991 ) , sebagai tempat atau kumpulan orang – orang atau sistem sosial . Dapat disimpulkan bahwa komunitas berarti :  Sekelompok individu  tinggal pada wilayah tertentu  memiliki nilai , keyakinan  dan minat relatif sama  serta adanya interaksi satu sama lain  untuk mencapai tujuan.

Selain itu , komunitas juga dipandang sebagai target pelayanan kesehatan, yang bertujuan mencapai kesehatan komunitas sebagai suatu peningkatan kesehatan dan kerja sama sebagai suatu mekanisme untuk mempermudah pencapaian tujuan yang berarti masyarakat / komunitas tersebut dilibatkan secara aktif untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam pelaksanaannya, Asuhan keperawatan komunitas diupayakan dekat dengan komunitas, sehingga strategi pelayanan kesehatan utama merupakan pendekatan yang juga menjadi acuan. Artinya upaya pelayanan atau asuhan yang diberikan merupakan upaya yang esensial atau sangat dibutuhkan komunitas, secara universal upaya tersebut mudah dijangkau. Dengan demikian didalam keperawatan komunitas penggunaan teknologi tepat guna sangat ditekankan. Contohnya : seorang perawat komunitas akan melakukan stimulasi tumbuh kembang pada balita di wilayah binaannya, seyogyanya ia bisa memilih alat permainan edukatif sederhana yang tersedia diwilayah tersebut. Apabila daerah tersebut wilayah pengrajin kayu, bekas potongan kayu tersebut diciptakan sebagai balok, kubus dsb untuk menstimulasi balita, dengan melibatkan orang tua balita dalam menyiapkan peralatan tersebut. Tidak hanya menggunakan permainan yang modern yang belum tentu terjangkau oleh komunitas tersebut. Peran serta komunitas tersebut diartikan sebagai suatu proses dimana individu, keluarga dan komunitas bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri, dengan berperan sebagai pelaku kegiatan upaya peningkatan kesehatannya berdasarkan asas kebersamaan dan kemandirian. Bantuan yang diberikan karena ketidak mampuan, ketidak tahuan dan ketidak mauan, dengan menggunakan potensi lingkungan untuk memandirikan masyarakat, sehingga pengembangan wilayah setempat merupakan bentuk pengorganisasian yang tepat digunakan. Didalam keperawatan komunitas pendekatan ilmiah yang digunakan adalah proses keperawatan komunitas yang terdiri dari empat tahapan pengkajian, perencanaan , pelaksanaan dan evaluasi.

Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006, 1

Perawat sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan perlu terjalin kerjasama yang baik d. sekunder dan tersier merupakan komponen sistem pelayanan kesehatan c. Pencegahan penyakit dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan f. dimana hasil pendidikan dan penelitian melandasi praktek d. sosio. terjangkau dan diterima semua orang b. Pada kenyataannya belum semua tenaga keperawatan komunitas memberikan pelayanan sesuai konsep. psiko. Sistem pelayanan kesehatan bersifat kompleks b. baik bersifat mendukung maupun menghambat untuk itu perlu diantisipasi e. sosio. Kesehatan merupakan tanggung jawab setiap orang Dari asumsi dan keyakinan yang mendasar tersebut dikembangkan falsafah keperawatan komunitas yang akan menjadi landasan praktek keperawatan komunitas FALSAFAH KEPERAWATAN KOMUNITAS Keperawatan komunitas merupakan pelayanan yang memberikan perhatian terhadap pengaruh lingkungan ( bio. Fokus utama adalah keperawatan primer. dalam hal ini komunitas c. 1980 ). Yaitu manusia merupakan titik sentral setiap upaya pembangunan kesehatan yang menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan dan bertolak dari pandangan ini disusun falsafah atau paradigma keperawatan komunitas yang terdiri dari empat komponen dasar. kultur. Lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas. Pelayanan kesehatan tersedia . spiritual ) KESEHATAN ( Sehat – Sakit ) Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. sesuai keyakinan keperawatan komunitas.Intervensi keperawatan yang dilakukan haruslah yang dapat dilakukan oleh perawat secara mandiri. 2 . psiko. KEYAKINAN Beberapa keyakinan yang mendasari praktek keperawatan komunitas yaitu : a. Penyusunan kebijakan melibatkan penerima pelayanan. maupun dengan berkolaborasi dengan tim kesehatan lain melalui lintas program atau lintas sektoral. ASUMSI DASAR KEPERAWATAN KOMUNITAS Menurut American Nurses Association ( ANA. bio. Keperawatan merupakan subsistem pelayanan kesehatan. yaitu : MANUSIA ( komunitas dengan keluarga sebagai unit pelayanan dasar) KEPERAWATAN ( 3 level prevensi ) LINGKUNGAN (Fisik. Pelayanan kesehatan primer . keperawatan komunitas didasarkan pada asumsi berikut : a. kultural dan spiritual ) terhadap kesehatan komunitas dan memberikan prioritas pada strategi pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. sehingga keperawatan komunitas perlu dikembangkan ditatanan pelayanan kesehatan utama Dengan demikian keperawatan komunitas perlu dikembangkan ditatanan pelayanan kesehatan dasar yang melibatkan komunitas secara aktif. hal ini antara lain karena pemahaman yang belum sama tentang konsep dasar keperawatan komunitas dan perannya dalam keperawatan komunitas . Falsafah yang melandasi keperawatan komunitas mengacu kepada falsafah atau paradigma keperawatan secara umum.

dengan mengikutsertakan tim kesehatan lainya dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu. CIRI PRAKTEK KEPERAWATAN KOMUNITAS • • Bersifat umum dan komprehensif Asuhan yang diberikan berlanjut / berkesinambungan Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. KESEHATAN : Sehat adalah suatu kondisi terbebasnya dari gangguan pemenuhan kebutuhan dasar klien ( komunitas ).MANUSIA : Komunitas sebagai klien berarti sekumpulan individu/ klien yang berada pada lokasi atau batas geografis tertentu yang memiliki nilai – nilai . Berdasarkan falsafah tersebut dikembangkan pengertian. psikologis. WHO ( 1974 ): Selain mencakup perawatan kesehatan keluarga juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas. Komunitas merupakan sumber dan lingkungan bagi keluarga. tujuan . melalui pencegahan primer. Intervensi yang bertujuan untuk menekan stresor atau meningkatkan kemampuan klien ( komunitas ) menghadapi stresor. daerah rawan. c. melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal. Departemen Kesehatan RI ( 1986 ): Suatu upaya pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat. membantu masyarakat mengidentifikasi masalah kesehatan sendiri serta memecahkan masalah kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka sebelum mereka meminta bantuan kepada orang lain. Komunitas sebagai klien yang dimaksudkan termasuk kelompok risiko tinggi. KEPERAWATAN . daerah kumuh. TUJUAN Tujuan Keperawatan komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui : • Pelayanan keperawatan langsung terhadap individu. 3 . keluarga dan kelompok dalam konteks komunitas • Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat dan mempertimbangkan bagaimana masalah / issue kesehatan masyarakat mempengaruhi individu. keluarga dan kelompok. keluarga. natara lain adalah daerah terpencil. LINGKUNGAN : Semua faktor internal dan eksternal atau pengaruh disekitar klien. sekunder dan tersier. yang bersifat biologis. keluarga dan masyarakat. ditujukan kepada individu. sosial kultural dan spiritual. keyakinan dan minat relatif sama serta adanya interaksi satu sama lain untuk mencapai tujuan . Rapat Kerja Keperawatan Kesehatan Masyarakat ( 1990 ) : Suatu bidang keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat secara aktif dan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara menyeluruh dan terpadu. Sehat merupakan keseimbangan yang dinamis sebagai dampak dari keberhasilan mengatasi stresor. sehingga mandiri dalam upaya kesehatan. b. kelompok dan masyarakat sebagai kesatuan yang utuh. PENGERTIAN Keperawatan Kesehatan Komunitas ( CHN ) a. sasaran dan strategi intervensi keperawatan komunitas.

usia lanjut. cacat fisik. kelompok khusus baik sehat maupun sakit yang mempunyai masalah kesehatan Individu : bagian dari anggota keluarga Keluarga : unit terkecil dari masyarakat Kelompok khusus : kumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis kelamin. mental . diperlukan berbagai strategi . Potensi yang ada dilingkungan masyarakat digunakan untuk memandirikan masyarakat. Kelompok khusus dengan kebutuhan kesehatan khusus sebagai akibat pertumbuhan dan perkembangannya . maka intervensi keperawatan yang dilakukan adalah bantuan atas dasar : Kemampuan perawat dan klien . kegiatan yang terorganisir yang sangat rawan terhadap masalah kesehatan dan termasuk diantaranya adalah : a. 4 . diantaranya adalah : Klien berpenyakit menular : TBC. terutama yang menyangkut tenaga. diantaranya : Panti werdha Panti asuhan Pusat rehabilitasi ( cacat fisik. gangguan mental Kelompok khusus yang mempunyai risiko terserang penyakit. permasalahan. b. Autonomi : komunitas diberi kebebasan untuk melakukan atau memilih alternatif terbaik yang disediakan untuk komunitas c. AIDS • Klien berpenyakit tidak menular : DM. Dengan demikian bentuk perorganisasian keperawatan komunitas yang digunakan adalah “ Locality development “ artinya mengembangkan komunitas sesuai potensi yang ada. Jantung koroner. SASARAN Individu. seperti : ibu hamil. diantaranya : Pekerja Seks Komersial Kelompok narkoba Kelompok pekerja tertentu Lembaga sosial.• • • • • • Pada kondisi klien sehat dan/ sakit pada suatu rentang siklus tumbuh kembang manusia Berfokus pada upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan Berfokus pada sasaran individu. Keadilan : melakukan upaya atau tindakan sesuai kemampuan atau kapasitas komunitas STRATEGI & INTERVENSI KEPERAWATAN KOMUNITAS Sesuai dengan keyakinan yang mendasari keperawatan komunitas. • • • • • • • d. keluarga. keluarga. sosial ) Penitipan anak balita • c. PRINSIP DASAR Pada praktek keperawatan komunitas prinsip-prinsip kesehatan komunitas harus menjadi pertimbangan yaitu : a. Kemanfaatan : intervensi yang dilakukan harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi komunitas artinya ada keseimbangan antara manfaat dengan kerugian b. dan Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. bayi baru lahir. anak balita. Agar pelaksanaan perawatan komunitas dapat berhasil guna dan berdaya guna. perawatan dan rehabilitasi. Kelompok khusus dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasan dan bimbingan serta asuhan keperawatan. pengelola. umur. anak usia sekolah. kelompok risiko tinggi di komunitas Melibatkan klien sebagai mitra dalam asuhan yang dilakukan Intervensi yang dilakukan lebih banyak bersifat mandiri secara profesi Bekerjasama dengan profesi lain atau institusi lain yang terkait dalam mengatasi masalah komunitas. Lepra.

Perlindungan terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. dan allergen . Sex education. Pendidikan kesehatan . melalui kegiatan : • • • • • • Diklat : untuk peningkatan pengetahuan & ketrampilan tenaga pengelola dan pelaksana perawatan komunitas diberbagai tingkat pelayanan . Diklat Kader. Gizi. Mendorong partisipasi aktif masyarakat • Mengembangkan kerjasama lintas program & sektor • Bimbingan & Konseling keperawatan • Terapi medis ( bersifat kolaboratif dengan dokter ) • Memanfaatkan fasilitas kesehatan . ditujukan untuk merawat dan mengobati anggota keluarga. Observasi keperawatan • Mengorganisasi masyarakat. Meningkatkan kemampuan managemen perawatan komunitas. balita.partisipasi masyarakat secara aktif dengan Strategi intervensi mancakup 3 aspek : Proses kelompok. Peningkatan hygiene perorangan. Rujukan keperawatan dan non keperawatan RUANG LINGKUP Intervensi keperawatan difokuskan pada tiga level prevensi yaitu prevensi primer. Pendidikan kesehatan. Terapi keperawatan.melalui kegiatan Health education. Home nursing . Pemberian vitamin A . Pendidikan kesehatan. dengan dua kelompok kegiatan sebagai berikut : Early diagnosis & prompt treatment Diagnosa dini dan pengobatan adekwat melalui upaya kuratif. Pemeriksaan kesehatan secara berkala . Olah raga secara teratur. Menemukan kasus. Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan. toxin. Perlindungan diri dari carcinogen. Secondary Prevention 1) Pencegahan terhadap masyarakat yang masih sedang sakit. Intervensi keperawatan komunitas berupa : • Home visite. sekunder dan tersier meliputi : a. 2) b. Marriage counseling General & Specific Protection Memberikan perlindungan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan terhadap komunitas. Growth & development. 5 . Pembinaan keluarga / masyarakat rawan kesehatan Mengadakan koordinasi dengan seluruh upaya kesehatan pokok Puskesmas dalam memberikan pelayanan yang komprehensif sesuai dengan fungsi Puskesmas. sehingga dapat mencapai hasil yang optimal Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor terkait Membantu masyarakat dalam penyelesaian masalah kesehatan melalui kegiatan : Diklat kader. Pemeriksaan masal / mass screening Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. melalui kegiatan : Imunisasi ( bayi. Pemeriksaan umum lengkap / general check up. Pengendalian lingkungan . Perlindungan kerja ( Occupational health ). Bimbingan teknik di lapangan. nifas dan menyusui. melalui kegiatan : Penemuan kasus secara dini / early case finding. Kerjasama ( Partnership ). Perlindungan kecelakaan . Rekreasi / hiburan sehat. kelompok yang bermasalah kesehatan . yodium. Misalnya . Primary prevention : 1) Health Promotion Dilakukan untuk meningkatkan status kesehatan komunitas . Pelayanan kesehatan dasar. ibu hamil dl ).

Lebih banyak bersifat supportif – edukatif. perawat pada awalnya lebih dominan Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. Sifat hubungan antara Perawat – Klien dalam keperawatan komunitas dapat digambarkan sebagai berikut : 1. misalnya . dimana otonomi klien sangat tinggi. ketidak tahuan atau ketidak mauan klien.. AIDS atau kelompok PSK. Perbaikan fasilitas kesehatan. perencanaan. Tertiary prevention Usaha pencegahan terhadap masyarakat yang setelah sembuh dari sakit serta mengalami kecacatan . seperti sifat hubungan perawat – klien di rumah sakit. pelaksanaan dan penilaian. school survey. Membentuk Perkampungan rehabilitasi social. Kemitraan artinya adanya kerjasama yang erat antara perawat sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan. Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis di rumah. household survey. artinya dalam memandirikan klien untuk mengatasi masalah kesehatan. maupun terhadap kelompok tertentu yang menderita penyakit yang sama. 4. pendekatan atau cara perawat berinteraksi dengan klien dari suku yang berbeda akan berbeda pula. Bersifat Kelompok artinya yang dibina didalam asuhan tidak hanya klien individu. Dalam hal ini perlu meyakinkan masyarakat untuk dapat menerima kembali kelompok yang mempunyai masalah kesehatan tersebut dengan cara memberikan pengertian dan batasan yang jelas dan dimengerti. 6 .2) Survei terhadap kontak. kelompok khusus dan komunitas merupakan klien dalam praktek keperawatan komunitas. Artinya dalam interaksi Perawat – Klien. TBC. misalnya keluarga. Terapi kerja 2) Resosialitatif : Upaya untuk mengembalikan individu. tuna wisma dan sebagainya. Keluarga. cacat fisik dan lainnya. ibu bersalin dan nifas. Saling percaya yang dilandasi oleh etika dan norma. patah tulang. sekolah dan rumah / contact survey. keluarga dan kelompok khusus ke dalam pergaulan masyarakat. melalui kegiatan : Penyadaran masyarakat. Latihan fisik tertentu bagi klien sakit tertentu. 2. . bagi yang mengalami gangguan fisik seperti klien kusta. Mendirikan lembaga rehabilitasi dan partisipasi masyarakat. kelompok khusus dan komunitas. TBC : latihan napas dan batuk. kelainan bawaan. Penanganan kasus/ case holding. sebagai akibat ketidak mampuan. rehabilitatif dan resosialitatif. dilakukan melalui kegiatan : Latihan fisik. 3. c. Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari Puskesmas atau RS. misalnya karena sakit kusta. antara lain melalui upaya : 1) Upaya Rehabiliatif : Merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi klien yang dirawat di rumah. Pendidikan kesehatan lanjutan. dll. Disability limitation / pembatasan gangguan Penyempurnaan dan intensifikasi terapi lanjutan. Pencegahan komplikasi. Dalam memberikan asuhan keperawatan komunitas kegiatan yang ditekankan adalah upaya promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif.. Perawatan orang sakit di rumah ( home nursing ). mulai dari pengkajian. tetapi klien berkelompok. Berkesinambungan atau terus menerus sehingga pada akhirnya klien mandiri dalam melakukan pemenuhan kebutuhan dasar terkait dengan kesehatan. misalnya Kusta. Perawatan tali pusat bayi baru lahir. diantaranya adalah kelompok yang diasingkan oleh masyarakat. Perawatan buah dada. 5. Penurunan beban social klien. Pengobatan adekwat melalui kolaborasi medis dalam pemberian obat. nilai budaya komunitas. HUBUNGAN PERAWAT – KLIEN Individu. dengan menghargai kemampuan klien dan kesediaan klien untuk dibina. Klien stroke melalui fisioterapi manual yang mungkin dilakukan oleh perawat.

keluarga. inisiatif. 7 . dan perawat hanya memberikan pendidikan serta memotivasinya. 1984). menjamin mutu asuhann keperawatan. di sekolah. e. Collaborator Role : Perawat bersama individu . Pemecahan masalah difokuskan pada masalah keperawatan dan perubahan perilaku hidup sehat. kelompok dan masyarakat baik di rumah. baik dirumah. Puskesmas. Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. panti dan sebagainya sesuai kebutuhannya dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. cepat tanggap terhadap rangsangan dari lingkungannya. dan masyarakat serta tim kesehatan lain berupaya mengidentifikasi pelayanan kesehatan /keperawatan yang diperlukan. Perawat juga sebagai tempat untuk bertanya bagi klien baik individu. paduan keahlian dan ketrampilan dari berbagai profesional pemberi pelayanan kesehatan. i. j. preventif.melakukan intervensi. mengorganisir dan mengendalikan sistem pelayanan kesehatan masyarakat dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim kesehatan lainya sehingga tercipta keterpaduan dalam system pelayanan kesehatan. Consultant Role : Perawat adalah sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi spesifik klien. Kuratif. kelompok dan masyarakat tentang bagaimana tata cara hidup sehat yang dapat ditiru dan dicontoh oleh masyarakat. c. di Puskesmas. rehabilitatif. Care Provider Role : Peranan utama Perawat Kesehatan komunitas sebagai Pelaksana asuhan keperawatan kepada individu. Role Model : Perawat sebagai Panutan masyarakat harus dapat memberikan contoh yang baik dalam bidang kesehatan kepada individu. Secara bertahab peran perawat didifusikan kepada klien. Conselor Role : Konseling adalah serangkaian kegiatan paling pokok bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka. keluarga. Advocate Role : Perawat bertanggung jawab untuk membantu klien ( komunitas ) dalam menginterprestasikan informasi berbagai pemberi pelayanan dan informasi lain yang diperlukan untuk pengambilan persetujuan (inform concent) atas tindakan keperawatan/medis yang diberikan. sehingga terjadi perubahan perilaku seperti yang diharapkan dalam mencapai tingkat kesehatan yang optimal. b. tukar pendapat terhadap pelayanan yang diperlukan klien. Coordinator Role : Perawat berperan dalam memantau. dan di masyarakat secara terorganisir dalam rangka menanamkan perilaku sehat. yang berarti sebagai pembaharu (inovator) yang memiliki kreativitas. f. dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus (Andi Mapiare. kelompok atau masyarakat yang sehat mapun sakit . Change Agent Role : Perawat berperan sebagai pembawa perubahan dalam bidang pelayanan kesehatan. keluarga. keluarga. sehingga klien akan berperan lebih besar. PERAN PERAWAT KESEHATAN MASYARAKAT a. pemberian dukungan. h. keluarga. Manager Role : Perawat diharapkan dapat mengelola berbagai kegiatan pelayanan kesehatan Puskesmas dan masyarakat sesuai beban tugas dan tanggung jawab yang diembankan kepadanya. Health Educator Role : Perawat berperan mendidik individu. d. g. Tugas utama perawat adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya. kelompok dan masyarakat yang menghadapi permasalahan kesehatan yang menyangkut Upaya promotion health.

Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. 8 .

Analisa data untuk identifikasi masalah c. seluruh masalah tidak dapat diatasi. a. dapat dipertanggung jawabkan dalam memenuhi kebutuhan klien. yang diformulasikan dengan P-E-S 2. dengan kemungkinan : seluruh masalah dapat diatasi. Perumusan diagnosa keperawatan. Proses Keperawatan. Perencanaan penyelesaian masalah Tahap ini akan menjawab pertanyaan “ Rencana tindakan apa yang akan dilaksanakan “ Kegiatan yang dilakukan : a. maka perlu dinilai : • Apakah pengkajian dilakukan dengan baik sehingga diagnosa keperawatan yang ditetapkan sudah benar • Apakah rencana dapat dilaksanakan secara tepat • Apakah sumber daya yang ada cukup memadai dan digunakan secara efektif – efisien • Apakah dijumpai faktor penghambat • Sehingga dapat dilakukan perbaikan pada rencana perawatan yang berikutnya. meliputi 4 tahap : 1. Menetapkan tujuan asuhan termasuk tolok ukurnya c. Pengumpulan data b. Kegiatan yang dilakukan : Kunjungan rumah Pelaksanaan peran Mengembangkan kerjasama lintas program & lintas sektor Memanfaatkan fasilitas rujukan Mendorong pratisipasi aktif masyarakat Mengorganisir masyarakat Tahap ini akan menjawab pertanyaan “ Sejauh mana masalah yang dihadapi telah berhasil diatasi “ Kegiatan yang dilakukan : Membandingkan hasil asuhan yang telah dicapai dengan tujuan yang ditetapkan. d. b. c. timbul masalah baru Bila tidak berhasil. sebagian masalah dapat diatasi. Menetapkan prioritas masalah b. Pengkajian kebutuhan /masalah keperawatan Tahap ini menjawab “ Apa yang menjadi masalah / kebutuhan “ Kegiatan yang dilakukan : a. Penilaian keperawatan Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. keterlibatan sasaran dalam pelaksanaan serta batas waktu yang telah ditetapkan. e. f. 9 .METODOLOGI KEPERAWATAN KOMUNITAS Pendekatan penyelesaian masalah dalam asuhan keperawatan komunitas ( proses perawatan ) yang merupakan metoda ilmiah. Pelaksanaan / implementasi Tahap ini akan menjawab pertanyaan “ Bagaimana tindakan keperawatan yang disusun dapat dilaksanakan secara tepat “ dengan tetap memperhatikan etika keperawatan. Menetapkan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan 3. 4.

Kelompok khusus. penurunan angka kesakitan. Kelompok khusus. TAHAP IV Penilaian ( Review & Assessment ) Pendidikan kesehatan RENCANA PENYELESAIAN MASALAH III Proses Kelompok Kerja sama lintas program dengan Puskesmas Perawatan Paripurna & Kolaborasi medis Bimbingan dan Penyuluhan Kunjungan Rumah & Rujukan T A H A P Rencana Kegiatan & Langkah – langkah DIAGNOSA MASYARAKAT T A H A P Penentuan masalah kesehatan Keluarga . Penilaian Formatif : Menilai keberhasilan dalam kelancaran pelaksanaan program . Masyarakat ( Felt needs & Observed needs ) Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006.RENCANA EVALUASI Penilaian Sumatif : Menilai keberhasilan dalam perubahan perilaku. Masyarakat ( Analisa & Priority setting ) melalui Lokakarya mini II Menilai kebutuhan Keluarga . kematian dll. 10 .

Pendidikan 8. Sistem Komunikasi 7. Keamanan dan Transportasi 5. Pelayanan Kesehatan dan social 3. Lingkungan fisik 2. Politik dan pemerintahan 6. Ekonomi 4.Base line data Untuk tahap berikut Pemetaan & Tabulasi data T A H A P DELAPAN SUB SISTEM YANG MEMPENGARUHI KOMUNITAS : 1. Rekreasi IDENTIFIKASI MASYARAKAT . I Jaringan Kerja Sosial masyarakat Budaya Masyarakat Vital Statistik Riwayat / Sejarah masyarakat Konsep diri komunitas Asuhan keperawatan keluarga METODOLOGI Perawatan Kesehatan Masyarakat ( CHN ) Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. 11 Asuhan keperawatan kelompok khusus/ masyarakat Daerah kerja Puskesmas .

serta dipengaruhi pula oleh delapan sub sistem komunitas yang terdiri dari : fisik dan lingkungan perumahan. Pendejatan yang digunakan dalam asuhan keperawatan komunitas adalah pendekatan keluarga binaan dan kelompok kerja komunitas. Pengkajian Kumpulan individu/ keluarga di komunitas merupakan “ Core “ atau inti dari asuhan keperawatan komunitas yang meliputi : demografi. keselamatan dan transportasi . peningkatan dan mempertahankan kesehatan. keluarga. Lebih banyak tidak langsung dan diberikan secara terus menerus melalui kerja sama. Fokus dari asuhan keperawatan komunitas adalah individu. ditunjang pula dengan data statistik wilayah dan hasil wawancara dengan tokoh masyarakat dan kader kesehatan. apakah tidak menimbulkan stress Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. apakah penerangan. pendidikan . Semua aspek tersebut perlu dikaji melalui pengamatan langsung ke masyarakat dengan klien ( Winshield survey ) dimana perawat komunitas melakukan pengamatan dengan berkeliling wilayah dan menggunakan semua panca indranya dalam melakukan observasi. politik dan kebijakan pemerintah. 1. kepadatannya merupakan stressor bagi penduduk 2) Education : ( Status pendidikan.PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS Dalam kontek ini keperawatan komunitas merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dimana sifat asuhan yang diberikan adalahb umum dan menyeluruh. sirkulasi. sanitasi. 12 . populasi. nilai. Tahap – tahap proses keperawatan komunitas a. ekonomi dan rekreasi. kelompok khusus dan masyarakat dengan penekanan pada pencegahan penyakit. keyakinan dan riwayat individu termasuk riwayat kesehatannya. Transportasi : berupa jalan dan sarana angkutan ) dilingkungan tempat tinggal. komunikasi. penerapan teknologi tepat guna serta memanfaatkan kebijaksanaan pemerintah. yang dapat merupakan stressor timbulnya gangguan b) Data tentang subsistem yang mempengaruhi kelompok / komunitas : 1) Physical Environment : Perumahan yang dihuni penduduk.nilai. polisi. kesehatan dan pelayanan sosial. Strategi yang digunakan untuk penyelesaian masalah adalah melalui pendidikan kesehatan. Koleksi data kelompok/ komunitas a) Sebagai data inti : 1) Usia yang berisiko 2) Pendidikan 3) Jenis kelamin 4) Pekerjaan 5) Agama 6) Keyakinan 7) Nilai – nilai 8) Riwayat komunitas. sarana pendidikan ) apakah dapat digunakan untuk peningkatan pengetahuan 3) Safety & Transportation : ( Pelayanan perlindungan: kebakaran.

Keyakinan. radio. poster dan sebagainya )apakah sarana komunikasi dapat dimanfaatkan di komunitas tersebut untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan gangguan kesehatan. misalnya televisi. RW. kematian. 6) Communication : ( Formal : koran. Dinamika kelompok masyarakat. 13 . 7) Economics : tingkat sosial ekonomi komunitas secara keseluruhan apakah sesuai dengan UMR ( Upah Minimum Regional / individu/ bulan ) dibawah atau diatas sehingga upaya pelayanan. Pola komunikasi. Posyandu dan lainlain ) apakah tersedia untuk melakukan deteksi dini pada gangguan / merawat / memantau apabila gangguan sudah terjadi. LKMD. biayanya apakah terjangkau oleh komunitas. Observasi tentang : Norma. Melakukan pengukuran langsung data kesehatan masyarakat Mengumpulkan data sekunder: Dilakukan dengan cara mencatat data dan informasi dari sumber yang relevan untuk wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. kapan saja dibuka. 8) Recreation : apakah tersedia sarana . Lurah.4) Politics & Government: Politik dan kebijakan pemerintah ( tingkat RT. informal : papan pengumuman. Karang taruna. misalnya anjuran untuk konsumsi jenis makanan sesuai status ekonomi tersebut. panti . Rembuk desa dan atau survey mawas diri bersama masyarakat 4. Camat dan lain-lain ) apakah cukup menunjang sehingga memudahkan komunitas mendapat pelayanan diberbagai bidang termasuk kesehatan 5) Health & Social services : ( PKK. radio. Analisa data - Tujuan : menetapkan kebutuhan komuniti Menetapkan kekuatan Mengidentifikasi pola respon kesehatan Mengidentifikasi kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan Cara mengkategorikan data : Karakteristik demografi Karakteristik geografi Karakteristik sosial – ekonomi Pelayanan dan Sumber kesehatan - Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. TV . Wawancara dengan : masyarakat. Proses penyelesaian masalah. aparat kelurahan / desa. Nilai. koran. Rekreasi ini hendaknya dapat digunakan komunitas untuk mengurangi stress a. cakupan pelayanan. Langkah pengkajian : b. dilakukan melalui kegiatan : 1.misalnya catatan kelahiran. Struktur kekuatan. Situasi/ kondisi lingkungan wilayah 3. kader. leaflet yang diberikan kepada komunitas. Koleksi data Mengumpulkan data primer. Membahas data yang terkumpul :Kegiatan yang dilakukan yaitu Lokakarya mini atau pertemuan khusus pada forum koordinasi Melalui pembahasan ini dirumuskan masalah serta mencari penyebabnya. pemda setempat 2. tokoh masyarakat.

Secara umum kegiatan perawat kesehatan komunitas adalah sebagai berikut : • • • • • • • • • • • Memberikan asuhan keperawatan kepada individu.data yang mendukung . di perusahaan/ industri.sumber air tidak memenuhi syarat . Diagnosa keperawatan Contoh : Community response / Concern/Problem ( Actual or Potential ) Incomplete immunization status of children at temple elementary Potensial terjadi diare di RW 01 Etiologi “ Related to “ Documentation Signs and symptoms “ as evidenced by “ School health records at temple elementary . tentunya sesuai tingkat pelayanan kesehatan dimana perawat melaksanakan tugas. 14 . antara lain adalah : -perhatian masyarakat -prevalensi -berat ringannya masalah -kemungkinan masalah untuk diatasi -tersedianya sumber daya masyarakat -aspek politis b) Menetapkan sasaran dan tujuan c) Menetapkan strategi intervensi ( Klien & Perawat ) Rencana intervensi Kegiatan praktek perawatan kesehatan komunitas .indikator kesehatan Inadequate communication between parents and school’s staff . di polindes dan di daerah binaan kesehatan masyarakat Melaksanakan pendidikan kesehatan Konsultasi dan pemecahan masalah Bimbingan dan pembinaan Melaksanakan rujukan Penemuan kasus Sebagai penghubung antara masyarakat dengan unit pelayanan kesehatan Mengadakan koordinasi di berbagai kegiatan asuhan perawatan komuniti Mengadakan kerjasama lintas program dan lintas sektoral dengan instansi terkait Memberikan ketauladanan yang berkaitan dengan keperawatan/ kesehatan Mengembangkan perawatan kesehatan komunitas melalui penelitian Labotaorium IPTEK Keperawatan Komunitas Program Studi Keperawatan Blitar 2006. di posyandu. mencakup hal yang sangat luas. keluarga.belum terbiasa melakukan cuci tangan sebelum makan Langkah Perencanaan Proses : a) Menyusun / mengurutkan masalah sesuai prioritas Dalam menentukan prioritas masalah perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria. di sekolah. kelompok khusus baik di rumah.c.