Wirawan Sumbodo dkk

TEKNIK PRODUKSI MESIN INDUSTRI
SMK JILID 3

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

TEKNIK PRODUKSI MESIN INDUSTRI
Untuk SMK

JILID 3
Penulis Pendukung : Wirawan Sumbodo : Sigit Pujiono Agung Pambudi Komariyanto Samsudin Anis Widi Widayat : TIM : 17,6 x 25 cm

Perancang Kulit Ukuran Buku SUM t

SUMBODO, Wirawan Teknik Produksi Im esin Industri untuk SMK Jilid 3 /oleh Wirawan Sumbodo, Sigit Pujiono, Agung Pambudi, Komariyanto, Samsudin Anis, Widi Widayat ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xii, 206 hlm Daftar Pustaka : LAMPIRAN A. Glosarium : LAMPIRAN D. Indeks : LAMPIRAN E. ISBN : 978-979-060-139-0 ISBN : 978-979-060-139-2

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2008

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada d luar negeri untuk i mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

Meskipun penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk penyempurnaan buku ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. Semoga buku ini bermanfaat bagi perkembangan teknik produksi industri mesin pada khususnya dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya. Perkembangan dunia industri mendorong kemajuan yang pesat dalam teknik industri. namun tentu masih terdapat kesalahan atau kekurang sempurnaan. taufiq dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan buku dengan judul “Teknik Produksi Industri Mesin” dengan baik. Buku ini disusun guna membantu peningkatan pengetahuan maupun skill dalam teknik produksi industri mesin baik di dunia pendidikan maupun non pendidikan.KATA PENGANTAR Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat. Penulis iv . Bersama ini Penulis sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi baik material maupun spiritual dari persiapan hingga terbentuknya buku ini. Teknik produksi industri mesin mempunyai peranan yang penting. mulai dari penggunaan perkakas tangan. mesin konvensional hingga mesin perkakas yang berbasis komputer dan yang otomatis.

.

.................3 Berbagai Jenis Sumber Daya Mineral ...................................6 Pengecoran dengan Pasir (Sand Casting) ............5 Pengecoran dengan Gips .................................................................................................................... 39 Mengenal Proses Mesin Konversi Energi .11 Kecepatan Pendinginan................................................................... 1 1.. v .........2 Macam-Macam Energi .. 21 3....... 51 2............................................................................ Rangkuman ...... iii iv v xii JILID 1 BAB I MEMAHAMI DASAR-DASAR KEJURUAN 1........................................................................................................... 44 3................1 Poros ........................ 34 1.. 25 BAB II MEMAHAMI PROSES-PROSES DASAR KEJURUAN ................................................................. 43 3...........................................4 Pemurnian Mineral .............................................. Mengenal Material dan Mineral ..........................10 Die Casting...............................4 Pengecoran Cetakan Ekspandable (Ekspandable Mold Casting) ....................................................... Mengenal Proses Pengecoran Logam ....3 Klasifikasi Mesin Konversi Energi ......................... Beton........................... 1 1....................................................... Statika dan Tegangan .........DAFTAR ISI Hal KATA SAMBUTAN ................................................................................................ 33 1................................................................1 Statika ....................................... 29 1....... 35 1........................................ 22 3..................................................................................... 5................ 35 1................................................................................................................ 30 1.....................1 Berbagai Macam Sifat Logam ........... 39 2......................7 Pengecoran dengan Gips (Plaster Casting).................. 4............................... Mengenal Komponen/Elemen Mesin ..............................................1 Pengertian ........................................... 29 1.. 20 3. 29 1............3 Pengolahan pasir Cetak .........................................2 Tegangan ................. 51 Tes Formatif..........1 Pengertian Energi .............. 9 2............ 14 2..... 36 1............................................................................................2 Pembuatan Cetakan Manual .......... 33 1...1 Pengolahan Logam (Metal Working) .... atau Plastik Resin.... DAFTAR ISI ................... 32 1.......................................................... PETA KOMPETENSI ..................................................................... 43 3...................... KATA PENGANTAR ........................ 47 Rangkuman...................................... 32 1.................... 20 3.............................. 22 4............................................................. 38 Mengenal Proses Pembentukan Logam ......... 3..................................................................................................................................... 14 3.....9 Pengecoran Sentrifugal (Centrifugal Casting).......................8 Pengecoran dengan Gips...........................................................2 Mineral ....................

.........................................................4 Penggaris ...............2 Proyeksi Isometris .................................................................................................................................................. 4...................................2 Bahan ......................................................................... 57 2....128 Rangkuman ....................................... Menguasai Prosedur Penerapan K3 ...............................................................102 3.................................................. 74 2..................................15 Toleransi.........105 3................9 Penentuan Pandangan....................................................................................................................................... 60 3..................... 75 3.............7 Bidang-Bidang Proyeksi.........................4 Langkah Kerja..................6 Penghapus dan alat Pelindung Penghapus ................11 Garis Arsiran.............13 Penulisan Angka Ukuran................. Menerapkan Prosedur K3 Secara Tepat dan Benar.........................................................16 Suaian .......................... 73 Lembar Kerja ...................................................................................................... 86 3....... 57 3.3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja........................................ 66 1................................................................................................................... 74 2................. Mengenal Alat Menggambar Teknik ................113 3.1 Tanggungjawab Perusahaan pada Lingkungan Kerja...... BAB IV GAMBAR TEKNIK 1... 60 3...... 55 1............. 71 1.....................................3 Tugas dan Tanggung Jawab Perusahaan ....................................123 3..................................4 Tugas dan Tanggung Jawab Pegawai.......................... 92 3.......... ALAT DAN LINGKUNGAN Mengenal Regulasi K3 .......................... 87 3...........7 Alat-alat Penunjang Lainnya .................. 69 1.. 74 2......3 Proyeksi Dimentris ...........................5 Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja ...................130 Soal Latihan (tes formatif).........................................8 Meja Gambar .................3 Rapido ..... 62 1................................................................................................ 79 3............................. 61 4...... 57 2.......................14 Pengukuran Ketebalan................................ 72 1......................135 2..................................... 3.BAB III MEREALISASIKAN KERJA AMAN BAGI MANUSIA................................. 65 1..................................... 74 Membaca Gambar Teknik ............ 56 1.............. Rangkuman.............................................................................................................................................................12 Ukuran pada Gambar Kerja.............................. 70 1..........................................................................5 Jangka ...2 Sasaran Undang-Undang.............................................6 Macam-macam Pandangan................................................................................................ 78 3..............1 Pengertian................... 74 2..... 5............................1 Alat ........... 67 1.... vi .....................108 3...5 Gambar Perspektif .................. 68 1......................................1 Simbol Keselamatan Kerja.......................................... 55 1..........4 Proyeksi Miring (Sejajar) .............................................1 Kertas Gambar ..............................................................9 Mesin Gambar .............................................................. 65 1..................................1 Proyeksi Piktorial .................................................................................................................................................................8 Simbol Proyeksi dan Anak Panah..........................................2 Rehabilitasi.......................................................... 75 3.................................................................................................................................................................2 Pensil Gambar ................ 75 3...... 81 3........................................................................ 55 1....................10 Gambar Potongan.............................. 79 3......... 56 1.................................................. 81 3...

................................................................................... 192 1.....................219 3...... Mesin Bubut Konvensional .................. 137 1.......................... 227 1....224 5....276 2...........................................2 Mal mata bor........................... 286 2.........................................................................................218 3...........................................................2 Menyambung .....247 1............... 294 2....... 169 1................5 Dimensi Utama Mesin Bubut................................................................................................................................. 238 1.......................278 2............... Mesin Frais Konvensional .......... 5............4 Bagian-bagian Utama Mesin Bubut Konvensional (Biasa) .............10 Menggerinda ........................... 137 1......... 190 1............4 Pengepasan Ekor Burung..............................................1 Mengikir ..................................................247 1........... dan menekuk..................... 224 5................ melipat.2 Jenis -jenis Mesin Frais .............................................. Kerja Bangku .......................................................... 229 1.........3 Alat-alat Potong (cutter) Mesin Frais .....................6 Perbedaan Mesin Bubut Konvensional dengan CNC.................................................................................. 197 1............................................... 227 1............................................................................2 Fungsi Mesin Bubut Konvensional ............ 216 3.................. 217 3............................................................................................................................ 278 2...............6 Pengasahan penitik.. 4........5 Menggergaji ...............2 Melukis ..................................................................................................................................................................................6 Memahat..................2 Kunci Jawaban ........................................................................................3 Jenis -jenis Mesin Bubut Konvensional ................ 3..........9 Kecepatan Potong (Cutting Speed).........11 Cara Membubut................................................ 208 2................246 1....penggores............... 184 1..................................................................................... 215 3................................1 Soal-soal .......................177 1..........4 Jenis -jenis Bahan Pisau.............................................4 Mereamer ...220 Rangkuman ........... 227 1...........................................................10 Waktu Pengerjaan.......................................12 Tes Formatif..... 211 Lembar Pekerjaan.......................................................................7 Menyetempel ..........................................................224 2......................................................................................... 199 Kerja Pelat ....................................................................................265 1............5 Perlengkapan Mesin Frais .......1 Pengertian Mesin Bubut Konvensional ................................................260 1.......pahat tangan dan mata bor...............................................................................................................................................................253 1.......................................................................................... 208 2................. 179 1..................................................8 Mengetap dan Menyenei ..............7 Alat Kelengkapan Mesin Bubut.......................... 280 2........................................................222 Tes Formatif ........ JILID 2 BAB VI PROSES PRODUKSI DENGAN MESIN KONVENSIONAL 1........3 Pengepasan Persegi ........................1 Membengkok......................................................3 Mengebor ............................ 295 vii ...........................................1 Pengertian .............................. 215 3........5 Kotak....................................... 150 1........................................................9 Menyekerap ...................BAB V PROSES PRODUKSI DENGAN PERKAKAS TANGAN 1............262 1.........8 Alat potong..1 Alas penindih kertas ......

...............................2 Dasar-dasar Pemrograman Mesin CNC...........1 Jenis Pengukuran ......... Rangkuman .................. 301 2...... Computer Aided Design (CAD) ........1 Sejarah Mesin CNC.............................2 Cara Kerja ......................................................................421 2...1 EDM Konvensional ......................................................................... 331 3............................ 331 3..................354 1.....2...................... 353 1..........345 5.........3 Alat Ukur Mistar Geser (Vernier Caliper) dan Mikrometer Luar (Outside Micrometer) ...............337 5.............................6 Menentukan titik koordinat benda Kerja..356 1.............................. 305 2.................................................................................5 Siklus Pemrograman .............320 3..................349 1.442 2.........350 BAB VII PROSES PRODUKSI BERBASIS KOMPUTER 1.........337 4..467 3........................................................................................................ Pembacaan Toleransi pada Gambar Kerja ............................8 Kecepatan Potong (Cutting Speed)....................4 Standarisasi Pemrograman Mesin Perkakas CNC................................433 2..11 Jenis -jenis Pemotongan/pemakanan pada Mesin Frais........436 2...........5 Membuat Gambar Solid 3D dengan AutoCAD.................................................2 Pembuatan alat cetak logam (coinage de making) ......................................................................................1 Pengertian CAD ............................................................................................. Computer Numerically Controlled (CNC) ..................................402 2.....................................................................467 4.........................................1 Peralatan Keselamatan Kerja pada Proses Produksi.......................12 Pisau Roda Gigi (Gear Cutters)....................10 Membuat Benda Kerja Berbasis Software AutoCAD ................................ 332 4...............................................................................................................3 Drilling EDM.... 468 viii ........................ 300 2..................................................... 402 2..443 3.........409 2.........................354 1.........428 2.............434 2..............................................10 Langkah-langkah pengoperasian Mesin Frais ...................................................................... 366 3................................................. 466 3. EDM (Electrical Discharge Machining) .....................11 Soal Formatif.........................................9 Membuat Benda Kerja Menggunakan mesin CNC............................. Relatif........................................ 331 3................2 Resiko-resiko dalam mengoperasikan mesin perkakas dan cara menghindarinya......3 Sistem Koordinat Absolut............................................. 465 3.............................................. Teknik Pengukuran pada Proses Produksi ....................................6 Penggunaan Kepala Pembagi (Dividing Head)..........................306 2..................................................................2 Metode Pengukuran ........ Polar...........8 Mengoperasikan mesin CNC EMCO TU 2A...............................7 Kecepatan Potong dan Kecepatan Asutan.............3 Gerakan Sumbu Utama pada Mesin CNC............ 301 2.................................4 Kabel EDM (Wire Cut EDM) .......................................409 2...................................9 Waktu Pengerjaan ...............................................345 5...........405 2.............................................346 6...................... Rangkuman ...................1 Pengkodean Toleransi............4 Perintah Menggambar Pada AutoCAD .....................................7 Penggunaan Rotary Table .386 2........... 303 2......................... Keselamatan Kerja Pada Saat Proses Produksi..............................................

2 Analisa Aliran Fluida (V) ............................................................................... 474 7................................7 Air Motor (Motor Pneumatik) .................... 471 5..........................................3 Pemeriksaan Udara Kempa dan Peralatan .......1 Soal-soal ........................................... 473 7........551 15.............................................6 Perhitungan Daya Kompressor ....537 13...................... Klasifikasi Sistim Pneumatik ............................ 510 8............................................................................... 516 10...................2 Katup Pengatur Tekanan......................... 535 11.............. 521 11... Peralatan Sistem Pneumatik ....................................... 535 11.........7 Pengubahan Tekanan .............................. 514 9...................4 Gaya Torak (F) ...............5 Katup-Katup Pneum atik ........................................... 496 7..........1 Kompressor (Pembangkit Udara Kempa) ............................................................ 480 7........ 513 9.........................................1 Pengendalian Langsung Silinder Sederhana . 485 7................. 4....................................... 509 8................ 515 9................ 470 Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Udara Kempa ....... 469 Karakteristik Udara Kempa .................................................................................................................... 521 11.................... 484 7............ Pengendalian Hidrolik .........1 Klasifikasi Pengendalian Hidrolik...............................................................................4 Membuat Profil Plat ................................. 520 11................... 497 7................. 517 10..............................................................................3 Pemotong Plat ...... 3...................................JILID 3 BAB VIII SISTEM PNEUMATIK DAN HYDROLIK 1............ Aplikasi Pneumatik dalam Proses Produksi .............. Sistem Kontrol Pneumatik ....................................................... 469 Aplikasi Penggunaan Pneumatik .......................................2 Kerugian/Kelemahan Pneumatik ................... 538 14..... System Hidrolik ......3 Pengendalian Gerak Otomatis Silinder Penggerak Ganda .............. Pengangkat dan Penggeser Material Full Pneumatik ........................................................ 538 13...... Pengertian Pneumatik ........................1 Pengertian Sistem Kontrol Pneumatik ................. 538 13...................................... 537 12..............................................................555 15..................................................................................................... 514 9................... 472 6............................................................ 469 Efektifitas Pneumatik .....................2 Penahan/Penjepit Benda (ragum)................. 516 9........................ Dasar Perhitungan Pneumatik ...............................1 Cairan Hidrolik.. 474 7..........8 Jenis -Jenis Katup Pneumatik .........................1 Pintu Bus ..............................541 14..................................................................................................... 5..........................556 ix ...................5 Udara yang Diperlukan ...... 2... 510 9....................................1 Tekanan Udara .......2 Komponen Hidrolik......................5 Pengangkat dan Penggeser Benda ...................... 518 10....................4 Konduktor dan Konektor .......... 487 7........ 515 9.................................541 14............................................................... 536 12........................................ Tes Formatif .................... 535 11......... 493 7...............................................9 Model Pengikat (Type if Mounting) ............... 471 5..........................................................................................................................................................................2 Kunci Jawaban .......555 15.............................................................................6 Unit Penggerak (Working Element = Aktuator) ....................3 Kecepatan Torak .................................. 517 10.... 511 9.................................................................................................2 Pengendalian Tak Langsung Silinder Penggerak Ganda ..... Analisis Kerja Sistem Pneumatik ........................2 Unit Pengolahan Udara Bertekanan (Air Service Unit) ...................1 Keuntungan ..................................................................1 Cara Kerja ...........................................................................................

........................................................................................................ 561 16.............................605 Rangkuman ............................. 556 16............................568 17....................................................... 1... Pengenalan Robot ...........570 BAB IX PROSES PRODUKSI INDUST RI MODERN 1.............10 Pengetesan Efesiensi Pompa Hidrolik...........3 Pemeliharaan Cairan Hydrolik ......................................11 Ladder Logic .............. 593 3....................................................................... 589 3........ 573 Otomasi Teknik Produksi ...............1 Sistem Koordinat Lengan Robot (Arm Geometry) .............. Dasar-Dasar Perhitungan Hydrolik ...............1 Sejarah PLC ............................................................................................................................ Rangkuman.................................. Soal Formatif ......568 18.....10 Perangkat Keras PLC ...........................616 4..................... 561 16............... 558 16....... 2...............14 Data dan Memory PLC ......................................5 Pompa Roda Gigi dalam Tipe Geretor ...............................................................................................................7 Device Keluaran .............................. 587 3.......................... 577 3.......................... 585 3..3 Instruksi-instruksi Dasar PLC . Sejarah Perkembangan Otomasi Industri.................4 Pompa Roda Gigi dalam Tipe Crescent .......... 564 16......... 596 3........7 Pompa Torak Radial (Radial Piston Pump) ..................................5 Modul Masukan .............................................11 Unit Pengatur (Control Element) ......... 590 3.......................................... 1.........2 Pengenalan Dasar PLC .. 559 16.................................4 Tingkatan Teknologi .......................16......................................................................................15 Programman Dasar PLC OMRON dengan Komputer......................................... 589 3....................................................................................568 17................................ 575 PLC (Programmable Logic Controller) .... 588 3.....................................................8 Bent Axis Piston (Pompa Torak dengan Poros Tekuk) ...............6 Balanced Vane (Pompa Kipas Balanced) ...18 Contoh Aplikasi dan Pembuatan Diagram Ladder Menggunakan Syswin ...... 578 3......13 Processor ........... 596 3.....................................2 Perhitungan Kecepatan Torak ..... 619 620 621 625 627 629 629 2....................................................................................................................8 Modul Keluaran ........................................................................................................................................................................... 591 3................................................2 Komponen Dasar ....... x ......17 Penggunaan Fungsi Bit Kontrol .......... 589 3..................................................... 2..................................6 Device Masukan Program .......................................................9 Perangkat Lunak PLC .............................................................................. 1............................................. BAB X TEKNOLOGI ROBOT 1............................................................. 577 3................................................ 567 17............................................................................... 562 16................................................ Operasi dan Fitur Manipulator ...................................... 563 16....3 Gerakan Robot .......................................4 Device Masukan ......................................... 566 16................... 556 16...........1 Istilah Robot .... 586 3.............................................1 Soal-soal.............................................590 3...12 Hubungan Input/Output (I/O) dengan Perangkat Lunak .......................................................................................16 Cara pengoperasian SYSWIN .... 3............ 602 3...................1 Prinsip Hukum Pascal ................... 563 16....................... 580 3....................................................................... 1.......................................................................9 Instalasi Pompa Hidrolik .........2 Kunci jawaban..................................

........................10 Sensor Jarak dan Sudut .................................................................... 644 4............................................................................................ 2...............................................3 Jenis Gripper .................................. 652 4....................................................... 671 Saran ..3 Sistem Penggerak Manipulator .......................... DAFTAR GAMBAR LAMPIRAN D............... 655 4......................9 Sensor Cair dan Gas ......2 Katup ....................... 635 Aplikasi Robot . 674 LAMPIRAN A....................................................... 648 4.................................. 4.............3 Silinders ......2 Klasifikasi Gripper .......................................................................2 Rotasi Wrist ...........................................7 Sensor Gaya dan Momen ...................................................................................4 Motor Listrik ............................................. 661 5.......................3........................................ 660 5.................. 661 5.......... 662 Tes Formatif .......................................................................... 651 4.................................... 640 3....................................................................8 Sensor Temperatur ............................................. 659 Aktuator .............................. INDEX xi ......... 660 5..............................................................................4 Jangkauan Kerja .......................1 Gripper ... 642 Efektor ............................. 640 3.........................................................................................2 Perakitan ....................................................................... 647 4.......5 Sensor Kontak ........................................ 657 4...........6 Sensor Non-Kontak ...................................1 Penanganan Material ................................... 2.................... 7.....................................................................................................................................................................................12 Sensor Kimia ........... 638 3.....4 Sensor dan Tranduser ..............................................................669 BAB XI PENUTUP 1..............................................4 Pengelasan ... 658 4................................................................................... 5.. 643 4..................................................................... 637 3.11 Linear Position .......................... 648 4.... GLOSARIUM LAMPIRAN E.. 634 2.. 644 4....1 Selenoids ...............................3 Pengecatan ......................................................................................................................................................... Kesimpulan ..... DAFTAR TABEL LAMPIRAN C............ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN B....................................... 634 2...........................666 Rangkuman .................. 6................................... 643 4...............................................................................

.

Proses Kejuruan dan K3 Memahami Gambar Teknik Pneumatik/Hidraulik xii .PETA KOMPETENSI TEKNIK PRODUKSI INDUSTRI MESIN Proses Produksi Konvensional Proses Produksi Berbasis Komputer Otomatis Industri Peralatan Perkakas Tangan CNC / EDM Robotik Peralatan Kerja Bangku CAD PLC Memahami Dasar.

.

.

Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik penggunaan udara bertekanan.. dan sejenisnya. argon... rotasi maupun gabungan 469 . gas 21 % vol.. Banyak industri an yang menggunakan sistem pneumatik dalam proses produksi seperti industri makanan... Sekarang.. Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani. seperti menggeser.. Dalam sistem pneumatik udara difungsikan sebagai media transfer dan sebagai penyimpan tenaga (daya) yaitu dengan cara dikempa atau dimampatkan.. Karakteristik udara dapat diidentifikasikan sebagai berikut : a) Udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. krypton.BAB VIII SISTEM PNEUMATIK DAN HYDROLIK 1. Penggunaan udara bertekanan sebenarnya masih dapat dikembangkan untuk berbagai keperluan proses produksi..3 kg/m³. Aplikasi Penggunaan Pneumatik…………………………….. Sifat-sifat udara senantiasa mengikuti hukum-hukum gas. b) Volume udara tidak tetap. misalnya untuk melakukan gerakan mekanik yang selama ini dilakukan oleh tenaga manusia. yaitu ‘pneuma’ yang berarti napas atau udara... Karakteristik Udara Kempa.. Sehingga v pneumatik merupakan ilmu yang mempelajari teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa). dan lain sebagainya.. neon dan xenon.. Udara dipermukaan bumi ini terdiri atas campuran dari bermacam -macam gas. melepaskan ban mobil dari peleknya.. 2... Komposisi dari macam-macam gas tersebut adalah sebagai berikut : 78 % vol.. d) Berat jenis udara 1. helium. Gerakan mekanik tersebut dapat dilakukan juga oleh komponen pneumatik. industri obat-obatan... antara lain menambah tekanan udara ban mobil/motor. e) Udara tidak berwarna 3.. c) Udara dapat dikempa (dipadatkan).. sistem pneumatik memiliki apliaksi yang luas karena udara pneumatik bersih d mudah didapat.. mendorong. robot pneumatik translasi... Udara termasuk golongan zat fluida karena sifatnya yang selalu mengalir dan bersifat compressible (dapat dikempa)... Jaman dahulu kebanyakan orang sering menggunakan udara bertekanan untuk berbagai keperluan yang masih terbatas. Belajar pneumatik sangat bermanfaat mengingat hampir semua industri sekarang memanfaatkan sistem pneumatik. menekan. Pengertian Pneumatik…………………………………………...... nitrogen. membersihkan kotoran.. baik tekanan di atas 1 atmosfer maupun tekanan di bawah 1 atmosfer ( acum)... motor pneumatik..... industri pengepakan barang maupun industri yang lain.. mengangkat. dan 1 % gas lainnya seperti carbon dioksida...... seperti silinder pneumatik.

aman dari bahaya ledakan dan hubungan singkat. elektronika. mudah didistribusikan melalui saluran (selang) yang kecil. Pemakaian pneumatik dibidang produksi telah mengalami kemajuan yang pesat. Pemilihan penggunaan udara bertekanan (pneumatik) sebagai sistim kontrol dalam proses otomasinya. Secara umum udara yang dihisap oleh kompressor. dapat dibebani lebih. maka penumatik banyak digunakan pula pada industri pengolahan logam dan sejenisnya.000 mm. terutama pada proses perakitan (manufacturing). bersih dari kotoran dan zat kimia yang merusak. dan mengandung sedikit pelumas. Udara yang digunakan dalam pneumatik sangat mudah didapat/diperoleh di sekitar kita. Adapun efektifitas penggunaan udara bertekanan dapat dilihat pada grafik berikut: 470 . makanan. dapat juga bekerja pada tekanan udara di bawah 1 atmosfer (vacuum). tenaga yang diperlukan 2 s/d 15 bar. anjang langkah 1 s/d 2. obat-obatan. tidak peka terhadap perubahan suhu dan sebagainya. Sebelum digunakan udara dari kompressor diolah agar menjadi kering. karena pneumatik mempunyai beberapa keunggulan.keduanya. antara lain: mudah diperoleh. serta tersedia dalam jumlah banyak. Adapun batas-batas ukuran yang dapat menimbulkan optimalisasi penggunaan pneumatik antara lain: diameter piston antara 6 s/d 320 mm. Selain itu udara yang terdapat di sekitar kita cenderung bersih dari kotoran dan zat kimia yang merugikan. baik berupa silinder/stang torak yang bergerak translasi. Karena tahan terhadap perubahan suhu. Efektifitas Pneumatik …………………………………………… Sistim gerak dalam pneumatik memiliki optimalisasi/efektifitas bila digunakan pada batas-batas tertentu. Udara juga dapat dibebani lebih tanpa menimbulkan bahaya yang fatal. 4. dan berputar (rotasi) pada aktuator selanjutnya digunakan untuk berbagai keperluan gerakan yang selama ini dilakukan oleh manusia atau peralatan lain. Setelah melalui regulator udara dapat digunakan menggerakkan katub penggerak (aktuator). misalnya untuk keperluan mengangkat plat baja dan sejenisnya melalui katup karet hisap flexibel. Udara dapat diperoleh dimana saja kita berada. Gerakan bolak balik (translasi). untuk keperluan pendidikan biasanya berkisar antara 4 sampai dengan 8 bar. dan flexibel. Perpaduan dari gerakan mekanik oleh aktuator pneumatik dapat dipadu menjadi gerakan mekanik untuk keperluan proses produksi yang terus menerus (continue). maupun motor pneumatik yang bergerak rotasi. akan disimpan dalam suatu tabung penampung. kimia dan lainnya.

mengatur distribusi material.. menggeser benda kerja.. memutar benda kerja. pasah..1 Keuntungan Penggunaan udara kempa dalam sistim pneumatik memiliki beberapa keuntungan antara lain dapat disebutkan berikut ini : • Ketersediaan yang tak terbatas. Keuntungan dan Kerugian Penggunaan udara Kempa . • Mudah disalurkan.ltr/cm Tekanan Kerja/Pe 15 bar 10 bar 8 bar 6 bar 4 bar 2 bar mm Diameter Torak (D) Gambar 1. membentuk profil plat. transportasi barang.. melalui peralatan 471 . panjang dan berliku. mengebor. memotong. dll. 5. Melalui gerakan rotasi pneumatik dapat digunakan untuk. proses finishing (gerinda. memposisikan benda kerja. Efektifitas udara bertekanan (Werner Rohrer.. mengarahkan aliran material ke berbagai arah. • Fleksibilitas temperatur.. udara tersedia di alam sekitar kita dalam jumlah yang tanpa batas sepanjang waktu dan tempat. penggerak poros. Penggunaan secara nyata pada industri antara lain untuk keperluan: membungkus (verpacken). membuka dan menutup pada pintu. udara dapat fleksibel digunakan pada berbagai temperatur yang diperlukan. memutar mengencangkan dan mengendorkan mur/baut. udara mudah disalurkan/pindahkan dari satu tempat ke tempat lain melalui pipa yang kecil. menumpuk/menyusun material. mengisi material. menahan dan menekan benda kerja.) 5.1990) Penggunaan silinder pneumatik biasanya untuk keperluan antara lain: mencekam benda kerja. menguji.

makanan. Oleh karena itu sistem pneumatik memerlukan instalasi peralatan yang relatif mahal. berbeda dengan sistim elektrik yang dapat menimbulkan kostleting hingga kebakaran. Bila Aktuator menggunakan silinder pneumatik. udara mudah dimanfaatkan baik secara langsung misal untuk membersihkan permukaan logam dan mesin-mesin. Peralatan pneumatik harus dilengkapi dengan peralatan kekedapan udara agar kebocoran pada sistim udara bertekanan dapat ditekan seminimal mungkin. Oleh karena itu diperlukan seal agar udara tidak bocor. Kebocoran seal dapat menimbulkan kerugian energi. serta mengandung pelumas yang diperlukan untuk peralatan pneumatik. 5.• • • • • yang dirancang untuk keadaan tertentu. Selain itu dapat dipasang pembatas tekanan atau pengaman sehingga sistim menjadi aman. tabung pelumas.000 rpm. Aman. bersih. 472 . penyaring udara. dll. Bersih. pneumatik juga memiliki beberapa kelemahan antara lain: • Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara. Bagi motor pneumatik putarannya dapat mencapai 30. memenuhi kriteria tertentu. udara dapat dibebani lebih dengan aman selain itu tidak mudah terbakar dan tidak terjadi hubungan singkat (kotsleiting) atau meledak sehingga proteksi terhadap kedua hal ini cukup mudah.2 Kerugian/Kelemahan Pneumatik Selain memiliki kelebihan seperti di atas. pengeering. Dapat disimpan. dan minuman maupun tekstil Pemindahan daya dan Kecepatan sangat mudah diatur. udara dapat disimpan melalui tabung yang diberi pengaman terhadap kelebihan tekanan udara. maka kecepatan torak dapat mencapai 3 m/s. sedangkan sistim motor turbin dapat mencapai 450. maupun tidak langsung. • Mudah terjadi kebocoran.000 rpm. Udara kempa harus dipersiapkan secara baik hingga memenuhi syarat. bahkan dalam kondisi yang agak ekstrem udara masih dapat bekerja. regulator. yaitu melalui peralatan pneumatik untuk menghasilkan gerakan tertentu. udara dapat melaju dengan kecepatan yang dapat diatur dari rendah hingga tinggi atau sebaliknya. seperti kompressor. Mudah dimanfaatkan. Salah satu sifat udara bertekanan adalah ingin selalu menempati ruang yang kosong dan tekanan udara susah dipertahankan dalam waktu bekerja. udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang berbahaya dengan jumlah kandungan pelumas yang dapat diminimalkan sehingga sistem pneumatik aman digunakan untuk industri obat-obatan. misalnya kering.

sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi persyaratan tertentu. Klasifikasi Elemen Sistim Pneumatik (FESTO FluidSIM) 473 . Secara garis besar sistim elemen pada pneumatik dapat digambarkan pada skema berikut : KLASIFIKASI CONTOH Out put = (Aktuator) Pengendali Sinyal = Katup Pengendali Sinyal Pemroses Sinyal/Prossesor = Katup kontrol AND. Diharapkan setelah diketahuinya keuntungan dan kerugian penggunaan udara kempa ini kita dapat membuat antisipasi agar kerugian-kerugian ini dapat dihindari. NOR.Menimbulkan suara bising. dll Sinyal Input = Katup Tekan. misal kering. Sensor. Pneumatik menggunakan sistim terbuka. OR. Tuas. dll Sumber Energi Udara bertekanan = Kompressor Gambar 2. memiliki tekanan yang cukup. • Mudah Mengembun. Roll. Klasifikasi Sistim Pneumatik…………………………………. artinya udara yang telah digunakan akan dibuang ke luar sistim. Sistim elemen pada pneumatik memiliki bagian-bagian yang mempunyai fungsi berbeda. • 6. dan mengandung sedikit pelumas agar mengurangi gesekan pada katup-katup dan aktuator. udara yang keluar cukup keras dan berisik sehingga akan menimbulkan suara bising terutama pada saluran buang. Udara yang bertekanan mudah mengembun. Cara mengatasinya adalah dengan memasang peredam suara pada setiap saluran buangnya.

Klasifikasi Kompresor (Majumdar. terdiri dari Reciprocating dan Rotary. 7. Kompressor dilengkapi dengan tabung untuk menyimpan udara bertekanan. Positive Displacement kompressor. Peralatan Sistem Pneumatik…………………………………. secara lengkap dapat dilihat dari klasifikasi di bawah ini: KOMPRESSOR Positiv displacement Dynamic (Turbo) Reciprocating Rotary Centrifugal Axial Ejector Piston Lebyrinth Diaphragm Lobe (roots) Liquid (water) ring Sliding vane Mono screw Twin (screw) ring Gambar 3. Tabung udara bertekanan pada kompressor dilengkapi dengan katup pengaman.2001) 474 . sedangkan Dynamic kompressor.1 Klasifikasi Kompressor Secara garis besar kompressor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian. maka katup pengaman akan terbuka secara otomatis. sehingga udara dapat mencapai jumlah dan tekanan yang diperlukan. Secara garis besar kompressor dapat diklasifikasikan seperti di bawah ini. axial dan ejector. yaitu Positive Displacement kompressor. 7. dan Dynamic kompressor. Pemilihan jenis kompresor yang digunakan tergantung dari syarat-syarat pemakaian yang harus dipenuhi misalnya dengan tekanan kerja dan volume udara yang akan diperlukan dalam sistim peralatan (katup dan silinder pneumatik).1 Kompressor (Pembangkit Udara Kempa) Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan dengan cara menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan di dalam tangki udara kempa untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik).7. (turbo) terdiri dari Centrifugal.1. bila tekanan udaranya melebihi ketentuan. (Turbo).

selanjutnya dimasukkan dalam silinder kedua untuk dikompresi oleh torak kedua sampai pada tekanan yang diinginkan. Kompresor Torak Resiprokal 7.2 Kompresor Torak Dua Tingkat Sistem Pendingin Udara Kompresor udara bertingkat digunakan untuk menghasilkan tekanan udara yang lebih tinggi.1. sehingga udara yang ada dalam tangki tidak akan kembali ke silinder. karena dilengkapi dengan torak yang bekerja bolak-balik atau gerak resiprokal. Udara masuk akan dikompresi oleh torak pertama.1. Tabung penyimpanan dilengkapi dengan katup satu arah.7. Metode pendinginan yang sering digunakan misalnya dengan sistem udara atau dengan sistem air bersirkulasi. Pada saat gerak kompressi torak bergerak ke titik mati bawah ke titik mati atas. tekanan udara di dalam silinder mengecil. sehingga udara di atas torak bertekanan tinggi. selanjutnya di masukkan ke dalam tabung penyimpan udara. kemudian didinginkan. Pemasukan udara diatur oleh katup masuk dan dihisap oleh torak yang gerakannya menjauhi katup. Proses tersebut berlangsung terus-menerus hingga diperoleh tekanan udara yang diperlukan.1. Pemampatan (pengompresian) udara tahap kedua lebih besar. atau mesin penggerak akan mati secara otomatis. sehingga udara luar akan masuk ke dalam silinder secara alami. pada umumnya bila tekanan dalam tabung telah melebihi kapasitas.1. Gambar 4. temperatur udara akan naik selama terjadi kompresi. sehingga perlu mengalami proses pendinginan dengan memasang sistem pendingin. 475 . Gerakan mengisap dan mengkompressi ke tabung penampung ini berlangsung secara terus menerus.1 Kompresor Torak Resiprokal (reciprocating kompressor) Kompresor ini dikenal juga dengan kompresor torak. maka katup pengaman akan terbuka. Pada saat terjadi pengisapan.

farmasi. Namun letak torak dipisahkan melalui sebuah membran diafragma. Torak pada kompresor diafragma tidak secara langsung menghisap dan menekan udara. perbedaannya terdapat pada sistem kompresi udara yang akan masuk ke dalam tangki penyimpanan udara bertekanan.1. 7. Prinsip kerjanya hampir sama dengan kompresor torak.1. Kompresor Torak dua Tingkat Sistem Pendinginan Udara Batas tekanan maksimum untuk jenis kompresor torak resiprokal antara lain. Gambar 6. Adanya pemisahan ruangan ini udara akan lebih terjaga dan bebas dari uap air dan pelumas/oli. Udara yang masuk dan keluar tidak langsung berhubungan dengan bagian-bagian yang bergerak secara resiprokal. sedangkan dua tingkat atau lebih tekanannya hingga 15 bar. obat-obatan dan kimia. tetapi menggerakkan sebuah membran (diafragma) dulu.. untuk kompressor satu tingkat tekanan hingga 4 bar. Kompresor Diafragma 476 . Dari gerakan diafragma yang kembang kempis itulah yang akan menghisap dan menekan udara ke tabung penyimpan. Oleh karena itu kompressor diafragma banyak digunakan pada industri bahan makanan.3 Kompresor Diafragma (diaphragma compressor) Jenis Kompresor ini termasuk dalam kelompok kompresor torak.Gambar 5.

1.1. Kompresor Rotari Baling-baling Luncur (FESTO Transparan) 7. Gambar 7. dapat menghantarkan dan menghasilkan udara secara terus menerus dengan mantap. Keuntungan dari kompressor jenis ini adalah mempunyai bentuk yang pendek dan kecil.1.1. sehingga dapat memindahkan udara secara aksial ke sisi lainnya.1.5 Kompresor Sekrup (Screw) Kompressor Sekrup memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan (engage).1 Kompressor Rotari Baling-baling Luncur Secara eksentrik rotor dipasang berputar dalam rumah yang berbentuk silindris. Balingbaling luncur dimasukkan ke dalam lubang yang tergabung dalam rotor dan ruangan dengan bentuk dinding silindris. Ketika rotor mulai berputar. 477 . Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda gigi helix yang saling bertautan. maka kompressor ini dapat digunakan sebagai pompa hidrolik pada pesawat-pesawat hidrolik. Bahkan suaranya tidak berisik dan halus dalam .4 Konpresor Putar (Rotary Compressor) 7. sedangkan lainnya berbentuk cembung.1. sehingga menghemat ruangan.7. yang satu mempunyai bentuk cekung. Jika roda-roda gigi tersebut berbentuk lurus.4. mempunyai lubang-lubang masuk dan keluar. Karena bentuk dari rumah baling-baling itu sendiri yang tidak sepusat dengan rotornya maka ukuran ruangan dapat diperbesar atau diperkecil menurut arah masuknya (mengalirnya) udara. Roda-roda gigi kompressor sekrup harus diletakkan pada rumah-rumah roda gigi dengan benar sehingga betul-betul dapat menghisap dan menekan fluida. energi gaya sentrifugal baling-balingnya akan melawan dinding.

Gambar 8.6 Kompressor Root Blower (Sayap Kupu-kupu) Kompressor jenis ini akan mengisap udara luar dari satu sisi ke sisi yang lain tanpa ada perubahan volume. Prinsip kompresor ini ternyata dapat disamakan dengan pompa pelumas model kupu-kupu pada sebuah motor bakar. sehingga dapat berputar tepat pada dinding. Torak membuat penguncian pada bagian sisi yang bertekanan. Dilihat dari konstruksinya.1. Berbeda jika dibandingkan dengan pompa pelumas pada motor bakar.7 Kompresor Aliran (turbo kompressor) Jenis kompresor ini cocok untuk menghasilkan volume udara yang besar. Kompresor Sekrup (Gottfried Nist. Arah aliran udara dapat dirubah dalam satu roda turbin atau lebih untuk 478 . karena fluidanya adalah minyak pelumas maka film-film minyak sendiri sudah menjadi bahan perapat antara dinding rumah dan sayap-sayap kupu itu. Beberapa kelemahannya adalah: tingkat kebocoran yang tinggi. Gambar 9.1.1. 1994) 7. Kompresor aliran udara ada yang dibuat dengan arah masuknya udara secara aksial dan ada yang secara radial. Sayap kupu-kupu di dalam rumah pompa digerakan oleh sepasang roda gigi yang saling bertautan juga. Kebocoran terjadi karena antara baling-baling dan rumahnya tidak dapat saling rapat betul. Kompressor Model Root Blower 7.1.

1994) 7. Prinsip kerja kompressor radial akan mengisap udara luar melalui sudu-sudu rotor. Bila kompressornya bertingkat. udara akan terisap masuk ke dalam ruangan isap lalu dikompressi dan akan ditampung pada tangki penyimpanan udara bertekanan hingga tekanannya sesuai dengan kebutuhan. Gambar 10.menghasilkan kecepatan aliran udara yang diperlukan. Putaran cepat ini mutlak diperlukan untuk mendapatkan aliran udara yang mempunyai tekanan yang diinginkan. Kompresor Aliran Radial (Gottfried Nist. 7. 479 .1. udara akan mendapatkan percepatan oleh sudu yang terdapat pada rotor dan arah alirannya ke arah aksial yaitu searah (sejajar) dengan sumbu rotor. maka dari tingkat pertama udara akan dipantulkan kembali mendekati sumbu.8 Kompressor Aliran Radial Percepatan yang ditimbulkan oleh kompressor aliran radial berasal dari ruangan ke ruangan berikutnya secara radial. Teringat pula alat semacam ini adalah seperti kompresor pada sistem turbin gas atau mesin-mesin pesawat terbang turbo propeller. Semakin banyak tingkat dari susunan sudu-sudu tersebut maka akan semakin tinggi tekanan udara yang dihasilkan.1. pada kompresor ini tenaga mekanik dari mesin akan memutar rotor sehingga akan menghasilkan udara bertekanan. Energi kinetik yang ditimbulkan menjadi energi bentuk tekanan.9 Kompresor Aliran Aksial Pada kompresor aliran aksial. Bedanya. sampai beberapa tingkat sesuai yang dibutuhkan. Jadi pengisapan dan penekanan udara terjadi saat rangkaian sudu-sudu pada rotor itu berputar secara cepat. Tetapi.1. jika pada turbin gas adalah menghasilkan mekanik putar pada porosnya.1. Dari tingkat pertama masuk lagi ke tingkat berikutnya. Pada lubang masuk pertama udara dilemparkan keluar menjauhi sumbu.

Penggerak kompressor yang sering digunakan biasanya berupa motor listrik dan motor bakar seperti gambar 12. Gambar 12. Kompressor berdaya rendah menggunakan motor listrik dua phase atau motor bensin. 480 . Penggunaan mesin bensin atau diesel biasanya digunakan bilamana lokasi disekitarnya tidak terdapat aliran listrik atau cenderung non stasioner. Kompresor yang digunakan di pabrik-pabrik kebanyakan digerakkan oleh motor listrik karena biasanya terdapat instalasi listrik dan cenderung stasionar (tidak berpindah-pindah). b) mengandung kadar air rendah. antara lain. kadar air yang tinggi dapat merimbulkan korosi dan kemacetan pada peralatan pneumatik. sedangkan kompressor berdaya besar memerlukan motor listrik 3 phase atau mesin diesel.2 Unit Pengolahan Udara Bertekanan (Air Service Unit) Udara bertekanan (kempa) yang akan masuk dalam sistem pneumatik harus harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi persyaratan.Gambar 11. a) tidak mengandung banyak debu yang dapat merusak keausan komponen-komponen dalam sistem pneumatik. Kompresor Aliran Aksial 7. Kompressor Torak berpindah (Moveble) 7. sehingga kompressor dapat bekerja secara optiomal.2 Penggerak Kompresor Penggerak kompressor berfungsi untuk memutar kompressor.1.

Secara lengkap suplai udara bertekanan memiliki urutan sebagai berikut: Filter udara. selanjutnya melalui katup saru arah udara dimasukan ke FR/L unit.c) mengandung pelumas. Filter berfungsi untuk memisahkan partikel-partikel yang terbawa seperti debu. Kompresor digerakkan oleh motor listrik atau mesin bensin/diesel tergantung kebutuhan.2. Regulator dan Lubrication/pelumasan agar lebih memenuhi syarat. terlebih dahulu disaring agar tidak ada partikel debu yang merusak kompresor. Tabung penampung udara bertekanan akan menyimpan udara dari kompresor. dsb. Distribusi Sistem Pengolahan Udara Bertekanan 7. Gambar 14.1 Peralatan Pengolahan Udara Bertekanan Pengolahan udara bertekanan agar memenuhi persyaratan diperlukan peralatan yang memadai. Filter Udara 481 . oli residu. Setelah memenuhi syarat kemudian baru ke sistim rangkaian pneumatik. sebelum udara atmosfer dihisap kompresor. antara lain : • Filter Udara (air filter). berfungsi sebagai alat penyaring udara yang diambil dari udara luar yang masih banyak mengandung kotoran. pelumas sangat diperlukan untuk mengurangi gesekan antar komponen yang bergerak seperti pada katup-katup dan aktuator. seperti tertera dalam bagan di bawah ini: Filter Udara Motor/mesin Tabung Penampung FR/L Unit Katup 3/2 Way Valve Gambar 13. yang terdiri dari Filter.

Kompressor Torak 482 . Berfungsi untuk menyimpan udara bertekanan hingga pada tekanan tertentu hingga pengisian akan berhenti. Tangki Udara • Pengering udara (air dryer) Gambar 16.• Tangki udara . Gambar 17. Sebelum digunakan harus ada sistim pengolahan udara bertekanan untuk membersihkan dan mengeringkan sebelum digunakan. kemudian dapat digunakan sewaktu-waktu diperlukan Gambar 15. Pengering Udara • Kompresor berfungsi untuk menghisap udara atmosfir kemudian dimampatkan ke tabung penyimpan hingga tekanan tertentu.

alat-alat yang tidak dilindungi sehingga harus dikeringkan dengan cara memisahkan air melalui tabung pemisah air. Adapun unit pengolahan udara dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 483 . serta dapat mengurangi panas yang timbul akibat gesekan. Udara Kering Udara Basah Air Kondensasi Gambar 18. katup. Oleh karena itu udara bertekanan/mampat harus mengandung kabut pelumas yang diperoleh dari tabung pelumas pada regulator. Kelembaban dalam udara bertekanan dapat menyebabkan korosi pada semua saluran. Untuk mengatur besar kecilnya udara yang masuk. Pemisah Air • Tabung pelumas Komponen sistim pneumatik memerlukan pelumasan (lubrication) agar tidak cepat aus.• Pemisah air udara bertekanan yang keluar melalui filter masih mengandung uap air. sehingga udara yang disuplai sesuai dengan kebutuhan kerjanya. Tabung Pelumas • Regulator udara bertekanan Udara yang telah memenuhi persyaratan. sambungan. diperlukan keran udara yang terdapat pada regulator. selanjutnya akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Gambar 19.

kandungan air embun. Secara lengkap unit pengolahan udara bertekanan dapat dilihat dalam skema berikut : Penampung udara antara Tabung Penampung Udara Mampat Kompressor Penampung cairan kondensasai Udara Kempa siap pakai Pneumatik Gambar 21.2% Menurun 7. Prosedur pemantauan penggunaan udara kempa yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut: a) Frekuensi pemantauan. selanjutnya dibuang. misalnya setiap akan memulai bekerja perlu memantau kebersihan udara. kandungan oli pelumas dan sebagainya. Air memiliki masa jenis (Rho) yang lebih tinggi sehingga cenderung berada di bagian bawah. Untuk menjebaknya maka intalasi pipa diberi kemiringan. udara kempa dan peralatannya perlu diperiksa terlebih dahulu.Gambar 20. Sedangkan udara kering diambil dari bagian atas instalasai agar memiliki kadar air yang rendah.3 Pemeriksaan Udara Kempa dan Peralatan Sebelum mengaktifkan sistem pneumatik. b) Tekanan udara perlu 484 . air akan mengalir secara alami ke tabung penampung air. Tabung Pelumas Unit pengolahan udara bertekanan memiliki jaringan instalasi perpipaan yang sudah dirancang agar air dapat terpisah dari udara. Unit Pengolahan Udara Bertekanan (Gottfried Nist. 1994) FR/L Unit 1 .

c) Pengeluaran udara buang apakah tidak berisik/bising. e) Katup pengaman/regulator tekanan udara perlu dipantau apakah bekerja dengan baik. Macam-macam konduktor : Pipa yang terbuat dari tembaga.5 bar. Kehilangan tekanan dalam perjalanan udara kempa karena bengkokan (bending).1 s. silinder dan lain-lain umumnya dirancang untuk tekanan antara 8 -10 bar. kuningan atau aluminium. d) Terjadi pencemaran (kontaminasi) pada silencers.1 Konduktor (Penyaluran) Penginstalan sirkuit pneumatik hingga menjadi satu sistem yang dapat dioperasikan diperlukan konduktor. b) Terjadi oiled-up pada valve.d 0. sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi konduktor adalah untuk menyalurkan udara kempa yang akan membawa/mentransfer tenaga ke aktuator. Peralatan sistim pneumatik seperti valve. g) Setiap sambungan (konektor) perlu dipantau agar dipastikan cukup kuat dan rapat karena udara kempa cukup berbahaya. kuningan. Dengan demikian kompressor harus membangkitkan tekanan 6. bocoran restriction dan gesekan pada pipa dapat menimbulkan kerugian tekanan yang diperkirakan antara 0. d) Udara buang perlu dipantau pencampuranya.dipantau apakah sesuai dengan ketentuan. 485 . Pipa ini juga disebut konduktor kaku (rigid) dan cocok untuk instalasi yang permanen. Pengalaman praktik menunjukkan bahwa tekanan kerja pada umumnya sekitar 6 bar.7 bar. Selang fleksible yang biasanya terbuat dari piastik dan biasa digunakan untuk instalasi yang frekuensi bongkar-pasangnya lebih tinggi.5 . baja. 7. Tabung (tube) yang terbuat dari tembaga. Apabila suplai udara kempa tidak sesuai dengan syaratsyarat tersebut di atas maka berakibat kerusakan seperti berikut : a) Terjadi cepat aus pada seal (perapat) dan bagian-bagian yang bergerak di dalam silinder atau valve (katup-katup). Ini termasuk konduktor yang semi fleksible dan untuk instalasi yang sesekali dibongkar-pasang. galvanis atau stenlees steel.4.4 Konduktor dan Konektor 7.

Gambar 22. Jenis-Jenis Konduktor

7.4.2 Konektor Konektor berfungsi untuk menyambungkan atau menjepit konduktor (selang atau pipa) agar tersambung erat pada bodi komponen pneumatik. Bentuk ataupun macamnya disesuaikan dengan konduktor yang digunakan. Adapun nacam-macam konektor dapat kita lihat pda gambar berikut.

Gambar 23. Macam-Macam Konektor

486

7.5 Katup-Katup Pneumatik Katup berfungsi untuk mengatur atau mengendalikan arah udara kempa yang akan bekerja menggerakan aktuator, dengan kata lain katup ini berfungsi untuk mengendalikan arah gerakan aktuator. Katup-katup pneumatik diberi nama berdasarkan pada: a) Jumlah lubang/saluran kerja (port), b) Jumlah posisi kerja, d) Jenis penggerak katup, dan d) Nama tambahan lain sesuai dengan karakteristik katup. Berikut ini contoh-contoh penamaan katup yang pada umumnya disimbolkan sebagai berikut : Ruang/Posisi (14 12) Ruang/Posisi

4
a a

2 12 b
b

14

5
Nomor Lubang/Port (1,3,5,2,4 )

1

3

Gambar 24. Detail Pembacaan Katup 5/2

Dari simbol katup di atas menunjukkan jumlah lubang/port bawah ada tiga (1,3,5) sedangkan di bagian output ada 2 port (2,4). Katup tersebut juga memiliki dua posisi/ruang yaitu a dan b. Penggerak katup berupa udara bertekanan dari sisi 14 dan 12. Sisi 14 artinya bila disisi tersebut terdapat tekanan udara, maka tekanan udara tersebut akan menggeser katup ke kanan sehingga udara bertekanan akan mengalir melalui port 1 ke port 4 ditulis 14. Demikian pula sisi 12 akan mengaktifkan ruang b sehingga port 1 akan terhubung dengan port 2 ditulis 12. Berdasarkan pada data-data di atas, maka katup di atas diberi nama :

KATUP 5/2 penggerak udara bertekanan
Contoh lain :

Katup ini memiliki tiga port dan dua posisi/ruang, penggerak knop dan pembalik pegas, maka katup tersebut diberi nama :
Gambar 25. Katup 3/2 knop, pembalik pegas

487

Katup-katup pneumatik memiliki banyak jenis dan fungsinya. Katup tersebut berperan sebagai pengatur/pengendali di dalam sistem pneumatik. Komponen-komponen kontrol tersebut atau biasa disebut katup-katup (Valves) menurut desain kontruksinya dapat dikelompokan sebagai berikut : a. Katup Poppet (Poppet Valves) Katup Bola (Ball Seat Valves) Katup Piringan (Disc Seat Valves) b. Katup Geser (Slide valves) Longitudinal Slide Plate Slide Sedangkan menurut fungsinya katup-katup dikelompokkan sebagai berikut : a) Katup Pengarah (Directional Control Valves) b) Katup Satu Arah (Non Return Valves) c) Katup Pengatur Tekanan (Pressure Control Valves) d) Katup Pengontrol Aliran (Flow Control Valves) e) Katup buka-tutup (Shut-off valves) Sedangkan susunan urutannya dalam sistem pneumatik dapat kita jelaskan sebagai berikut : Sinyal masukan atau input element mendapat energi langsung dari sumber tenaga (udara kempa) yang kemudian diteruskan ke pemroses sinyal. Sinyal pemroses atau processing element yang memproses sinyal masukan secara logic untuk diteruskan ke final control element. Sinyal pengendalian akhir (final control element) yang akan mengarahkan output yaitu arah gerakan aktuator (working element) dan ini merupakan hasil akhir dari sistem pneumatik. 7.5.1 Katup Pengarah (Directional Control Valves) Katup 3/2 Way valve (WV) penggerak plunyer, pembalik pegas (3/2 DCV plunger actuated, spring centered), termasuk jenis katup piringan (disc valves) normally closed (NC).

Gambar 26. Katup 3/2 Knop Pembalik Pegas

488

Katup 4/2 penggerak plunyer, kembali pegas (4/2 DCV plunger actuated, spring centered), termasuk jenis katup piringan ( disc seat valves)

Gambar 27. Katup 4/2 Plunyer Pembalik Pegas

Katup 4/3 manually jenis plate slide valves.

Gambar 28. Katup 4/3 Plunyer Pembalik Pegas

Katup 5/2, DCV-air port jenis longitudinal slide.

Gambar 29. Katup 5/2 Plunyer Penggerak Udara Bertekanan

489

Udara dari arah kiri (lihat gambar 30) akan menekan pegas sehingga katup terbuka dan udara akan diteruskan ke kanan.5. Bila udara mengalir dari arah sebaliknya.7.2. maka katup akan menutup.3 Katup DuaTekan Katup ini dapat bekerja apabila mendapat tekanan dari kedua saluran masuknya. Katup satu arah dan simbolnya 7.2. Macam-macam katup searah : 7. namun bila udara mengalir secara 490 .5.5. Shuttle Valve 7. Katup satu arah dalam sistem elektrik identitik dengan fungsi dioda yang hanya mengalirkan arus listrik dari satu arah saja. Gambar 30.2 Shuttle Valve Katup ini akan mengalirkan udara bertekanan dari salah satu sisi. yaitu saluran X.5. Gambar 31.2 Katup Satu Arah (Non Return Valves) Katup ini berfungsi untuk mengatur arah aliran udara kempa hanya satu arah saja yaitu bila udara telah melewati katup tersebut maka udara tidak dapat berbalik arah. Bila udara yang mengalir dari satu sisi saja. baik sisi kiri saja atau sisi kanan saja. Katup ini juga disebut katup “OR” (Logic OR function).1 Katup Satu Arah Pembalik Pegas Katup satu arah hanya bisa mengalirkan udara hanya dari satu sisi saja. dan saluran Y secara bersamasama (lihat gambar 32). maka katup akan menutup dan udara tidak bisa mengalir kearah kiri. Sehingga katup ini juga digolongkan pada katup pengarah khusus.

4 Katup Buang Cepat (Quick Exhoust Valve) Gambar 33. Gambar 34. Pressure Regulation Valve 491 . sehingga katup ini juga disebut “AND” (Logic AND function). katub ini berfungsi untuk mengatur besar-kecilnya tekanan udara kempa yang akan keluar dari service unit dan bekerja pada sistim pneumatik (tekanan kerja). maka katup akan membuka. Katup Buang Cepat 7.5. Katup Dua Tekan 7.bersamaan dari kedua sisinya.5 Katup Pengatur Tekanan Pressure Regulation Valve. Gambar 32.5.

5.8 Time Delay Valve (Katup Penunda) Katup ini berfungsi untuk menunda aliran udara hingga pada waktu yang telah ditentukan. Apabila terjadi tekanan lebih maka katup out-let akan terbuka dan tekanan lebih dibuang.5.7.5. bila suda penuh baru akan mengalir ke saluran lainnya.6 Katup Pembatas Tekanan/Pengaman (Pressure Relief Valve) Katup ini berfungsi untuk membatasi tekanan kerja maksimum pada sistem. Squence Valve 7. Udara akan mengalir dahulu ke tabung penyimpan. Katup penunda ini juga dikenal pula dengan timer. Gambar 36. hanya fungsinya berbeda yaitu untuk membuat urutan kerja dari sistem. Time Delay Valve 492 . 7. jadi tekanan udara yang mengalir ke sistem tetap aman. Perhatikan gambar berikut : Gambar 35.7 Sequence Valve Prinsip kerja katup ini hampir sama dengan relief valve.

Lihat gambar berikut : Gambar 38. Macam-macam aktuator : a) Linear Motion Aktuator (Penggerak Lurus) Single Acting Cylinder (Silinder Kerja Tunggal) 493 .7.9 Katup Pengatur Aliran (Flow Control Valve) Katup ini berfungsi untuk mengontrol/mengendalikan besarkecilnya aliran udara kempa atau dikenal pula dengan katup cekik. Macam-macam flow control: a) Fix flow control yaitu besarnya lubang laluan tetap (tidak dapat disetel).10 Shut of Valve Katup ini berfungsi untuk membuka dan menutup aliran udara. Katup Pengatur Aliran Udara 7.6 Unit Pengerak (Working Element = Aktuator) Unit ini berfungsi untuk menghasilkan gerak atau usaha yang merupakan hasil akhir atau output dari sistim pneumatik. c) Adjustable flow control dengan check valve by pass.5. Hal ini diasumsikan bahwa besarnya aliran yaitu jumlah volume udara yang mengalir akan mempengaruhi besar daya dorong udara tersebut. Adapun penampang dan simbol flow control valve adalah sebagai berikut: Gambar 37.. Shut of Valve 7.5. karena akan mencekik aliran udara hingga akan menghambat aliran udara. b) Adjustable flow control yaitu lubang laluan dapat disetel dengan baut penyetel.

Keuntungannya adalah bahwa silinder ini dapat memberikan tenaga kepada dua belah sisinya.1 Single Acting Cylinder Silinder ini mendapat suplai udara hanya dari satu sisi saja. selanjutnya akan kembali oleh gaya pegas yang ada di dalam silinder pneumatik. Gambar berikut ini adalah gambar silinder kerja tunggal. 494 . a) b) Gambar 39. beban dan tujuan penggunaan sistim pneumatik. dan silinder. Silinder sederhana akan bekerja bila mendapat udara bertekanan pada sisi kiri. pegas pembalik.6. yaitu torak. 7.2 Silinder Penggerak Ganda (Double Acting Cyinder) Silinder ini mendapat suplai udara kempa dari dua sisi.6. Jenis Single Acting Cylinder (a) dan Simbolnya (b) Silinder Pneumatik sederhana terdiri dari beberapa bagian. seal.Double Acting Cylinder (Penggerak Putar) b) Rotary Motion Actuator (Limited Rotary Aktuator) Air Motor (Motor Pneumatik) Rotary Aktuator (Limited Rotary Aktuator) Pemilihan jenis aktuator tentu saja disesuaikan dengan fungsi. Silinder kerja ganda ada yang memiliki batang torak ( piston road) pada satu sisi dan ada pada kedua pula yang pada kedua sisi. Untuk mengembalikan keposisi semula biasanya digunakan pegas. Secara detail silinder pneumatik sederhana pembalik pegas dapat dilihat pada gambar 39a. Silinder kerja tunggal hanya dapat memberikan tenaga pada satu sisi saja. Konstruksinya hampir sama dengan silinder kerja tunggal. batang torak. Konstruksinya yang mana yang akan dipilih tentu saja harus disesuaikan dengan kebutuhan. 7.

Cushioning Gambar 41. Sumber energi silinder pneumatik penggerak ganda dapat berupa sinyal langsung melalui katup kendali. dan silinder. Pengaturan ini tergantung pada banyak sedikitnya tuntutan yang harus dipenuhi pada gerakan aktuator yang diperlukan.1 Double Acting Cylinder With Cushioning Cushion ini berfungsi untuk menghindari kontak yang keras pada akhir langkah.6. atau melalaui katup sinyal ke katup pemroses sinyal (processor) kemudian baru ke katup kendali.Gambar 40.2. Double Acting Cylinder dan simbolnya Silinder pneumatik penggerak ganda akan maju atau mundur oleh karena adanya udara bertekanan yang disalurkan ke salah satu sisi dari dua saluran yang ada. yaitu torak. seal. batang torak. Silinder pneumatik penggerak ganda terdiri dari beberapa bagian. 7. Double Acting Cylinder with Cushioning 495 . Jadi dengan sistem cushion ini kita memberikan bantalan atau pegas pada akhir langkah. Secara detail silinder pneumatik dapat dilihat seperti gambar 40.

Motor pneumatik ini telah cukup berkembang dan penggunaanya telah cukup meluas. motor pneumatik dibedakan menjadi : a) Motor torak. b) Sliding Vane Motor . d) Turbines (High Flow). antara lain: a) Piston Motor Pneumatik. 496 . d) Motor aliran. Rotari Vane Motor Menurut bentuk dan konstruksinya.7 Air Motor (Motor Pneumatik) Motor pneumatik mengubah energi pneumatik (udara kempa) menjadi gerakan putar mekanik yang kontinyu. Macam-macam motor pneumatik.7. b) Motor baling-baling luncur. Gambar 42. c) Motor roda gigi. c) Gear Motor. Berikut contoh-contoh motor pneumatik. Motor Piston Radial dan Motor Axial Gambar 43. Cara kerja motor pneumatik berupa piston translasi kemudian dikonversi menjadi gerakan berputar/rotasi dimana udara bertekanan dialirkan melalui torak atau baling-baling yang terdapat pada porosnya.

8 Jenis-jenis Katup Pneumatik Tabel 1. Jenis dan Simbol Motor Pneumatik/Rotary Actuator Ada beberapa kelebihan penggunaan motor pneumatik. 7. e) Tidak peka terhadap debu. cairan.Gambar 44. g) Mudah dalam pemeliharaan. Simbol dan Gambar Katup Sinyal Pneumatik LAMBANG PENAMPANG NAMA Katup tekan 3/2 dengan pegas pembalik Katup NOT 3/2 dengan pegas pembalik 497 . h) Arah putaran mudah dibolak-balik. f) Tahan terhadap ledakan. panas dan dingin. d) Ada pengaman beban lebih. b) Batas kecepatan cukup lebar. c) Ukuran kecil sehingga ringan. antara lain: a) Kecepatan putaran dan tenaga dapat diatur secara tak terbatas.

antara lain penekan manual. dan lain-lain.= Katup tuas 3/2 dengan penahan Katup Roll 3/2 Katup tuas 4/2 dengan penahan/tuas Simbol penekan katup sinyal memiliki beberapa jenis. tuas. roll. Jenis-jenis penggerak katup SIMBOL KETERANGAN Penekan pada umumnya Penggerak katup oleh knop SIMBOL KETERANGAN Melalui sentuhan Penggerak katup oleh pegas 498 . Sesuai dengan standar Deutsch Institut fur Normung (DIN) dan ISO 1219. antara lain: Tabel 2. terdapat beberapa jenis penggerak katup.

1. Saluran 2 akan berfungsi sebagai pemberi sinyal pada katup berikutnya. dan lubang 1 tertutup sehinggga tidak terjadi kerja apa-apa. Hal ini akan berakibat bahwa udara bertekanan dari lubang 1 akan diteruskan ke saluran 2. Katup akan bekerja dan memberikan reaksi apabila ujung batang piston (batang penekan) sudah mendekat dan menyentuh pada roller-nya.8. Katup Sinyal Roll 3/2 499 . Gambar 45.1 Katup 3/2 dengan Penekan Roll Katup ini sering digunakan sebagai saklar pembatas yang dilengkapi dengan roll sebagai tombol. Saat posisi katup pneumatik belum tertekan yaitu saat katup tidak dioperasikan.Penggerak katup oleh tuas Penggerak katup oleh pedal kaki Penggerak katup oleh roll Penggerak katup oleh roll tak langsung (berlengan) Penggerak katup oleh magnet Penggerak katup oleh magnet dua sisi Penggerak katup oleh udara Penggerak katup magnet/ mekanik dua sisi 7. Aplikasinya nanti adalah saluran 2 itu akan dihubungkan pada katup pemroses sinyal berikutnya. Saat rooler tertekan maka terlihat bahwa lubang 1 berhubungan dengan saluran 2. sedangkan saluran 3 menjadi tertutup. Katup ini bekerja bila tombol roll pada katup tertekan secara manual melalui nok yang terdapat pada silinder Pneumatik atau karena adanya sistim mekanik lainnya. saluran 2 berhubungan dengan 3.

namun terbatas pada katup pengatur aliran/cekik yang mengatur kecepatan torak. dan lain-lain. Beberapa katup pemroses sinyal dapat pula dipasang sebelum aktuator. katup NOT. Jenis dan Simbol Katup Pemroses Sinyal Pneumatik LAMBANG PENAMPANG NAMA Katup dua tekan (AND) Katup satu tekan (OR) Katup aliran satu arah dengan pembalik pegas 500 . 7. katup pembatas tekanan. saat maju atau mundur. Katup semacam ini dapat berfungsi sebagai pembatas gerakan atau pencegah gerakan yang berlebihan.8. Katup pneumatik pada dasarnya identik dengan saklar pada rangkaian listrik. antara lain katup dua tekan (AND). maka hasil pengolahan sinyal akan dikirim ke katup kendali yang akan diteruskan ke aktuator agar menghasilkan gerakan yang sesuai dengan harapan. Sebagai pengolah input/masukan dari katup sinyal. Katup pemroses sinyal terdiri dari beberapa jenis. seperti yang tampak dalam simbol dan gambar penampang berikut ini: Tabel 3. katup satu tekan (OR). katup pengatur aliran udara (cekik) satu arah. maka katup tersebut juga disebut saklar pembatas. Katup pemroses sinyal terletak antara katup sinyal dan katup pengendalian.Katup sinyal roll ini akan bekerja apabila ujung roller tertekan oleh nok aktuator atau lainnya.2 Katup Pemroses Sinyal (Prossesor) Output yang dihasilkan oleh katup sinyal akan diproses melalui katup pemroses sinyal (prosesor).

Katup pengatur tekanan udara akan bekerja pada batas-batas tekanan tertentu.3 Katup Pengatur Tekanan (Pressure Control Valve) Katup pengatur tekanan digunakan untuk mengatur tekanan udara yang akan masuk ke dalam sistim pneumatik. Katup 501 .8.Katup aliran satu arah tanpa pegas Katup pengatur aliran (Cekik) satu arah Katup OR dengan tekanan tertentu Cekik dua arah Katup Pengatur tekanan udara penyetel pegas Secara detail fungsi dan mekanisme kerja katup pemroses sinyal dapat dijelaskan sebagai berikut: 7.

Tetapi apabila mendapat tekanan dari X (1. Fungsi dari pemasangan flow control valve pada rangkaian pneumatik antara lain untuk membatasi kecepatan maksimum gerakan piston/motor pneumatik.pengatur tekanan udara berfungsi mengatur tekanan agar penggerak pneumatik dapat bekerja sesuai dengan tekanan yang diharapkan. hingga tekanan yang diperlukan tidak berlebihan. Apabila katup ini mendapat tekanan dari arah X (1. untuk membatasi daya yang bekerja. Biasanya dikenal juga dengan istilah cekik.8.2) dan Y (1.8. serta untuk menyeimbangkan aliran yang mengalir pada cabang-cabang rangkaian pneumatik. Secara simbolik dapat dituliskan sebagai berikut : 502 .4) secara bersama-sama maka katup ini akan dapat bekerja sesuai fungsinya.2) saja atau dari arah Y (1. Sesuai fungsinya katup pengatur tekanan dapat disimbolkan sebagai berikut : Tabel 4.4. Bila telah melewati tekanan yang diperlukan maka katup ini akan membuka secara otomatis. 7. udara akan dikeluarkan.4 Katup Pengatur Aliran (Flow Control Valve) Katup ini digunakan untuk mengatur volume aliran yang berarti mengatur kecepatan gerak piston (aktuator). Untuk mendapatkan tekanan yang sesuai dengan keperluan dapat dilakukan dengan cara mengatur putaran pegas yang ada. Jenis dan Simbol Katup Pembatas Tekanan Pressure regulator Pressure relief valve Pressure regulator with self relieving Sequence valve 7.1 Katup AND (Two Pressure Valve) Katup dua tekan akan bekerja apabila mendapat tekanan dari dua sisi secara bersama-sama.4) saja maka katup tidak akan bekerja (udara tidak dapat keluar ke A).

Simbol dan Tabel Logika katup OR PENAMPANG SIMBOL SIMBOL LOGIKA 503 . Demikian pula pada pneumatik. Simbol dan Tabel Logika katup AND PENAMPANG SIMBOL SIMBOL LOGIKA RANG.2 Katup OR (One Pressure Valve) Katup OR akan bekerja bila dari salah satu sisi katup terdapat udara bertekenan.Tabel 5.X1 TABEL LOGIKA X1 X2 A 0 0 1 0 1 0 0 0 1 X2 0 1 1 7. baik dari sisi kiri X atau (X1) atau sisi kanan Y atau (Y2).4. PNUAMATIK ELEKTRIK . Dalam sistim elektrik katup OR diidentikkan dengan rangkaian parallel. Arus listrik dapat mengalir pada salah satu penghantar. atau kedua-duanya.8. udara bertekanan dapat dialirkan pada salah satu sisi atau kedua sisinya secara bersamaan. Katup OR dapat digambarkan dan disimpulkan sebagai berikut: Tabel 6.

Tabel Logika katup NOR dapat dijelaskan dalam tabel logika berikut: X1 0 0 1 1 Tabel 8. sedangkan pada posisi OFF maka outputnya akan ON. demikian pula sebaliknya.X1 X2 0 0 1 1 7.4.4.RANGKAIAN PNEUAMATIK ELEKTRIK TABEL LOGIKA X1 X2 0 1 0 1 A 0 1 1 1 .8. maka output NOR berupa OFF. Simbol dan Tabel Logika katup NOT Simbol Pneumatik Logik Kontrol Tabel Logika X 0 1 A 1 0 7. bila output OR adalah ON. Katup ini biasanya dipakai untuk Emergency.3 Katup NOT (Negations Valve) Katup ini akan selalu bekerja berlawanan dengan sinyal yang masuk. Logika katup NOR X2 A ( OR) A (NOR) 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 504 .4 Katup NOR (Not OR) Katup ini akan bekerja selalu berlawanan dengan output katup OR. namun sebaliknya udara bertekanan tidak dapat diteruskan bila katup NOT diberi aksi.8. Tabel 7. Dalam pneumatik katup NOT dapat diartikan bahwa udara bertekanan akan mengalir melalui katup NOT bila tidak diberi aksi. bila sinyal dalam kondisi ON maka outputnya (A) akan OFF (mati).

Katup NAND dapat digambarkan sebagai berikut : Tabel 9. Letak katup pengendali biasanya sebelum aktuator. dan sebagainya. Katup Kendali 5/2 Katup di atas terdiri dari 2 ruang. 4. penggerak elektrik. dan 5. demikian pula sebaliknya. Dalam pneumatik. Pada sisi kiri dan kanannya terdapat kode penggerak katup tersebut misalnya penggerak udara bertekanan. yaitu saluran 1. logika katup NAND X1 0 0 1 1 X2 0 1 0 1 A (AND) 0 0 0 1 A (NAND) 1 1 1 0 7. udara bertekanan akan diteruskan ke sistim pneumatik bila outputnya tidak AND. 2. 5/3. maka output NAND berupa OFF. Dilihat 505 . Salah satu contoh cara pembacaan katup pengendali adalah sebagai berikut: a b Gambar 46. penggerak hydrolik. 4/2. penggerak mekanik. 3.5 Katup NAND (Not AND) Katup ini akan bekerja selalu berlawanan dengan output katup AND.8.8. Setiap ruang terdiri dari 5 saluran/port.7. dan sisi kanan ruang b. Katup pengendalian biasanya memiliki dua kemungkinan. antar lain. bila output katup AND adalah ON. Katup pengendali sinyal terdiri dari beberapa jenis. dan akan berhenti bila inputnya AND. 3/2. Katup ini akan secara langsung mengendalikan aktuator baik berupa silinder pneumatik maupun motor pneumatik. yaitu mengaktifkan aktuator maju (setzen/S) atau mengembalikan aktuator ke posisi semula/mundur (rucksetzen/R). dan lain-lain.4. yaitu sisi kiri ruang a.5 Katup Pengendali Sinyal Sinyal yang telah diolah atau diproses selanjutnya akan dikirim ke katup pengendali. katup 5/2.

Gambar 47. 4. Penampang dan Simbol Katup Kendali 5/2 Pengggerak Udara Kempa 7. Bagian atas (output) terdapat dua saluran (port) yang diberi kode nomor 2 dan 4 yang akan dihubungkan dengan aktuator. 3. 2. Pada umumnya sisi 14 akan mengaktifkan ruang a sehingga port 1 terhubung dengan port 4. Selain itu terdapat dua ruang yang diberi nama ruang a dan ruang b.1 Katup Kendali 5/2 penggerak udara kempa Katup kenndali 5/2 penggerak udara kempa ini terdiri dari lima port.5. Pada bagian bawah (input) terdapat saluran masuk udara kempa yang diberi kode nomor 3. dan sisi 12. Perbedaannya dengan katup di atas adalah Kedua ruang dapat diaktifkan/digeser oleh tenaga mekanik dan oleh udara bertekanan. dan 5. Kedua ruang diaktifkan/digeser oleh udara bertekanan dari sisi 14. Sisi 12 untuk mengaktifkan ruangan b yang berdampak saluran 1 terhubung dengan saluran 2. sehingga aktuator bergerak mundur. dan dua saluran buang yang diberi kode 3 dan 5.dan 5. sedangkan bagian atas (output) terdapat dua saluran (port) yang diberi kode nomor 2 dan 4. aktuator bergerak maju. Pada bagian bawah (input) terdapat saluran masuk udara kempa yang diberi kode nomor 3. dan dua saluran buang yang diberi kode 3. Kedua saluran genap tersebut akan dihubungkan dengan aktuator.dari jenis penggerak katupnya. 506 .8.2 Katup Kendali 5/2 penggerak udara kempa dan Mekanik Katup kendali 5/2 penggerak udara kempa dan mekanik ini terdiri dari lima port. masing-masing diberi nomor 1. Biasanya penggerak mekanik difungsikan untuk melakukan cheking apakah katup dapat berfungsi dengan baik atau tidak. k atup pengendali sinyal terdiri dari beberapa jenis antara lain: 7.5.8. Selain itu terdapat dua ruang yang diberi nama ruang a dan ruang b. masing-masing diberi nomor.

2 Katup Kendali 5/2 Penggerak Udara Kempa dan Pegas Katup kendali 5/2 penggerak udara kempa dan pembalik pegas ini prinsipnya sama dengan katup kendali sebelumnya.Gambar 48.3 Katup Kendali 5/2 penggerak Magnet Katup kendali 5/2 penggerak udara magnet ini prinsipnya sama dengan katup kendali sebelumnya. Perbedaannya katup ini dilengkapi kumparan/spull yang dililitkan ke inti besi.8. Biasanya pembalik pegas ini difungsikan untuk mempertahankan katup agar tetap ke posisi semula setelah bergeser. 507 .5. Bila kumparan dilalui arus.8. Perbedaannya katup ini dilengkapi pegas. Penampang dan Simbol Katup Kendali 5/2 Pengggerak Mekanik Udara Kempa dan Pembalik Pegas 7.5. Gambar 49. Penampang dan Simbol Katup Kendali 5/2 Pengggerak Mekanik dan Udara Kempa 7. Magnet ini akan mengeser ruangan katup sesuai dengan gerakan yang diinginkan. Biasanya katup ini digunakan untuk sistem elektropneumatik atau elektro hydrolik. maka inti besi akan menjadi magnet. yang berfungsi untuk mengembalikan katup ke posisi semula secara otomatis bila udara bertekanan penggerak katup tersebut terputus.

tiga atau lebih saluran udara yang saling bersilangan Berfungsi sebagai peredam suara agar tidak bising Penampung udara bertekanan Dipasang sebelum masuk ke penampung 508 . Jenis dan Simbol Komponen Sistim Pneumatik Lainnya (FESTO FluidSIM) Simbol Nama Keterangan atau Sumber udara bertekanan Sumber udara bertekanan berasal dari kompresor Saluran Kontrol Saluran tenaga/kerja Saluran berhubungan Saluran bersilangan Filter udara Tangki penampung udara Filter udara Saluran kontrol antar peralatan pneumatik Saluran kerja dari kompresor Dua. Simbol Katup Kendali 5/2 Pengggerak Magnet Selain sistem penggerak katup.Gambar 50. tiga atau lebih saluran udara yang saling berhubungan Dua. jenis dan simbol komponen pneumatik lainnya juga terdiri dari berbagai jenis seperti dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 10.

509 . Berikut ini gambar-gambar cara pengikatan.Pemisah air Berfungsi untuk memisahkan air dari udara Pengering udara sebelum masuk ke instalasi pneumatik Pencampuran udara dengan pelumas agar mengurangi keausan pada peralatan pneumatik FR/L unit merupakan Unit pelayanan udara bertekanan yang terdiri dari Filter.9 Model Pengikat (Types Of Mounting) Cara-cara pengikat silinder (aktuator) pada mesin atau pesawat dapat dilaksanakan/dirancang dengan pengikat permanen atau remanen tergantung keperluan. Regulator dan Lubrication Pemanas udara Pelumasan FR/L Unit Katup timer/tunda waktu. berfungsi untuk mengaktifkan aktuator setelah waktu tertentu 7.

..... Sistim kontrol pneumatik merupakan bagian pokok sistim pengendalian yang menjadikan sistem pneumatik dapat bekerja secara otomatis..... 8.. dan katup kendali. seperti katup sinyal.. katup pemroses sinyal...1 Pengertian Sistim Kontrol Pneumatik Sistim udara bertekanan tidak terlepas dari upaya mengendalikan aktuator baik berupa silinder maupun motor pneumatik. Bagian ini akan mendiskripsikan tentang komponen-komponen sistim kontrol pneumatik.. Selain itu untuk memudahkan secara teoritis. arah 510 .... agar dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan.... Sistim Kontrol Pneumatik. akan dijelaskan pula tentang Karnaught Diagram......... kecepatan.. Masukan (input) diperoleh dari katup sinyal..... urutan gerak... Bagian pemroses sinyal dan pengendali sinyal dikenal dengan bagian kontrol.. selanjutnya diproses melalui katup pemroses sinyal kemudian ke katup kendali sinyal. Bagian kontrol akan mengatur gerakan aktuator (output) agar sesuai dengan kebutuhan.. Type Of Mounting Gambar 51... Tipe-Tipe Mounting 8. Komponen yang ada dalam rangkaian sistim pneumatik harus dapat bekerja sama satu dengan lainnya agar menghasilkan gerakan output aktuator yang sesuai dengan kebutuhan.Gambar ... Adanya sistim kontrol pneumatik ini akan mengatur hasil kerja baik gerakan.......

baik secara mekanik maupun elektrik yang akan menimbulkan reaksi pada sistim kontrol pneumatik. melalui penekan manual. Katup sinyal dilambangkan dengan katup yang terdiri dari beberapa ruangan (misal: ruang a. c) dan saluran udara yang dituliskan dalam bentuk angka. kecepatan torak (V). c) satuan tekanan. dan sebagainya. tuas. roll. f) satuan gaya dan g) satuan temperatur. b) Katup pemroses sinyal (processor). Dengan sistim kontrol pneumatik ini sistem pneumatik dapat didesain untuk berbagai tujuan otomasi dalam suatu mesin industri. Katup sinyal akan menghasilkan sinyal/sensor sebagai masukan (input) guna diproses ke katup pemroses sinyal. Adapun konversi satuan tersebut antara lain : a) satuan panjang. Bentuk-bentuk dari sistim kontrol pneumatik ini berupa katup (valve) yang bermacam -macam. Selengkapnya dapat dilihat di bawah ini : 511 . Dasar Perhitungan Pneumatik………………………………… Dasar perhitungan pneumatik merupakan bagian yang akan membahas tentang perhitungan dasar dalam pneumatik. bisa melalui penekan. Menurut fungsinya katup-katup tersebut dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu: a) Katup Sinyal (sensor). b) satuan volume. b. menghentikan atau mengarahkan fluida yang melalui katup tersebut. Fungsi dari sistim kontrol pneumatik ini untuk mengatur atau mengendalikan jalannya tenaga fluida hingga menghasilkan bentuk kerja (usaha) yang berupa tenaga mekanik melalui silinder pneumatik maupun motor pneumatik.gerakan maupun kekuatannya. Perintah tersebut berupa aksi. seperti contoh berikut ini: 9. roll. e) satuan energi. dan c) Katup pengendalian. Sebelum melaksanakan perhitungan pneumatik terlebih dahulu harus mengetahui konversikonversi satuan yang sering dipakai dalam perhitungan dasar pneumatik.. Katup-katup tersebut akan mengendalikan gerakan aktuator agar menghasilkan sistim gerakan mekanik yang sesuai dengan kebutuhan. Bagian ini akan mendeskripsikan tentang perhitungan tekanan udara (P). Gaya Torak (F) dan dasar perhitungan daya motor. 3. misal saluran 1. dan setersunya. Sedangkan jenis penekannya (aksi) mempunyai beberapa pilihan missal. Unit katup sinyal merupakan gabungan dari berbagai katup yang berfungsi memberikan input (sinyal) pada suatu unit prosesor (pemroses sinyal) agar menghasilkan gerakan aktuator yang sesuai dengan kebutuhan. tuas. perhitungan debit aliran udara (Q). d) satuan massa. Katup sinyal adalah suatu alat yang menerima perintah dari luar untuk mengalirkan. 2.

317 liter = 16.Gaya 1 Ib (m) = 0.22481 Ib f 512 .3937 inch = 7.9869 atm Energi 1 torr = 1 mm Hg 1J = 1 kg-m 2 /s 2 = 1.540 cm 1 gal 1 mile = 5280 ft 1ft3 = 1. Hg = 0.01325 x 10 5 N/m 2 1 Pa = 1 N/m 2 1 bar = 1.491 Ibf /in 2 = 1.886 Ibf /ft2 1 atm = 760 torr = 1.01934 Ibf /in2 = 10 7 erg 1 erg = 1 dyne-cm 1 kalori = 4.Volume 1 ft = 0.8 °R °K = °C + 273.05504 kJ 1 ft-lbf = 1.19 J 1W = 1 J/s Temperatur/suhu C=5 R=4 F=9 o R = 4/5 x oC o C = 5/4 x oR o F = (9/5 x oC) + 32o o C = 5/9 x (oF-32o) 1 °K = 1.45359237 kg 1Ibf = 7000 grain 1N 1 kg = 1000 g 1 ton 1 ton = 1000 kg 1 slug = 32.16 kal 1 in.15 = 10 -3 m 3 = 1 dm 3 = 3.3084 m 1liter 1 inch = 2.6093 km 1 inch3 1 km = 1000 m 1m = 100 cm 1 cm = 0.5939 kg = 444.186 J 1 Btu = 252.933 × 10 -2 psi 1 mm Hg = 0.4482 N = 1 kg-m/s 2 = 0.7854 liter = 28.387 cm 3 = 4.Satuan panjang .602 x 10 .105 Pa 1 bar = 0.4805 gal Massa .174 Ib m = 14.3558 J 1dyne/cm 2 = 10 -1 N/m 2 1 ev = 1. 800 dyne Tekanan 1 kPa = I000 N/m 2 = 20.

g = ?.1 Tekanan Udara P atm A. h (kPa) Pe Gambar 52.g = ?. g A = luas penampang P atm = tekanan atmosfer Pe = tekanan pengukuran Dengan mengeliminasi A. P atm + W.85 xL Pa d 5 xPabs Dimana : L = panjang salura (m) D = Diameter dalam saluran (m) Q = Debit aliran udara (m3/s) Pabs = Tekanan absolute dalam Pa (N/m 2) Catatan : 1 bar = 105 (N/m 2) = 105 Pa (Pascal) 513 .h. maka P1 = ?. Pe Dimana : A h Pe W = berat benda = m. Sistim Tekanan dalam Pneumatik Udara yang mengalir ke saluran sistem pneumatik akan mengalami penurunan tekanan (head losses) akibat adanya gesekan sepanjang saluran dan belokan. g. memiliki persamaan : ΔP = 1. Pe = A.6 x10 3 xQ1. h ? P = Pe – P atm = ?.V. g. h . g. Penurunan tekanan tersebut menurut Majumdar: 2001.A.1 = ?.9.

3 Kecepatan T orak (V) Suatu silinder pneumatik memiliki torak dengan luas dan memiliki luas penampang stang torak. Analisis Kecepatan Torak 514 . sebandang dengan perubahan luas penampangnya Q1 = Q2 .9. Vmaju = Q A Q An Vmundur = Dimana : V = kecepatan torak (m/s) Q = debit aliran udara (ltr/mnt) A = luas Penampang Torak (m2) An= A-Ak (m2) Gambar 54.2 Analisa Aliran Fluida (V) Udara yang melewati saluran dengan luas penampang A (m2) dengan kecepatan udara mengalir V (m/dtk). Debit Aliran Udara (Q) Q (m3/dtk) = A (m2) . maka kecepatan torak saat maju akan lebih kecil dibandingkan dengan saat torak bergerak mundur. V (m/dtk) Bila melewati melalui saluran yang memiliki perbedaan luas penampang A. maka debit udara akan tetap. sehingga Gambar 53. maka akan memiliki debit aliran Q (m3/dtk) sebesar A (m2) x V (m/dtk). namun kecepatannya akan berubah. Analisa Debit Udara V1 A2 = V2 A1 9.

n . S.(ltr/mn) Patm (Pe + Patm) Patm (lt/mnt) Q mundur = An. 515 . n .. Analisis Debit Udara Q maju = A.5 Udara yang Diperlukan (Q) n Ak Gambar 56.4 Gaya Torak (F) Fmaju = Pe .η …(N) Fmundur = Pe .9.. Analisis Gaya Torak Dimana: F = Gaya torak (N) Pe = Tekanan kerja/effektif (N/m 2) A = Luas Penampang (m2) An = A-Ak (m2) Ak = Luas batang torak (m2) 9. (Pe + Patm) =...(N) n Ak Gambar 55. An .A.. S.η .

Pe P2 = Q .3 x103 x10 −12 m3 /s (Majumdar.S P + 101.Dimana: S = Langkah torak (m) Pe = Tekanan (N/m 2) A = Luas Penampang (m2) An = A-Ak (m2) Ak = Luas batang torak (m2) n = Banyaknya langkah (kali/menit) Kebutuhan udara bertekanan yang diperlukan (Q) juga dapat dicari melalui rumus: Q = 0.7854 D 2 .6 Perhitungan Daya Kompresor P2 = Q .7 Pengubahan Tekanan (kW) Gambar 58.3 t ( ) 9. Analisis Tekanan pada Penampang Berbeda 516 . Analisis Daya Pompa P2 η P2 = Daya output pompa P1 = Daya Motor (kW) 9. Pe 600 P1 = Gambar 57. 2001) 101.

1 akan kembali dengan sendirinya akibat adanya gaya pegas di dalamnya. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk menggeser/ mengangkat benda kerja paling sederhana. karena tanpa melalui katup pemroses sinyal.1 melalui saluran 2 ke saluran 3 selanjutnya dikembalikan ke udara luar (atmosfer). 517 . Udara bertekanan akan diteruskan ke silinder sederhana pembalik pegas (1.η A2 Dimana : Pe1 = Tekanan awal (N/m 2) Pe2 = Tekanan akhir (N/m 2) A 1 = Luas Penampang 1 A 2 = Luas Penampang 2 10. Pengendalian Silinder Sederhana Secara Langsung Cara Kerja : Bila katup sinyal/sensor ditekan secara manual. Bila katup 1.1 di lepas.1 Pengendalian Langsung Silinder Sederhana 1. sehingga bergerak ke kanan (ON).Pe2 = Pe1 . Udara sisa yang ada di dalam silinder 1. maka udara bertekanan dari kompressor akan mengalir ke katup tekan 3/2 pembalik pegas (1.1) melalui saluran 1 ke saluran 2. maka silinder 1.0).1 OF 1. Analisis Kerja Sistim Pneumatik 10. Rangkaian tersebut termasuk dalam kategori pengendalian langsung.1 ON Gambar 59.0 akan dikeluarkan melalui katup 1. A1 .

Rangkaian ini dapat digunakan untuk menggeser benda kerja. dan bila tidak diberi sinyal. baru kemudian udara bertekanan akan mengalir menggerakan aktuator. Rangkaian tersebut dapat digunakan bilamana bendanya ringan dan gesekan benda seminal mungkin.2 Pengendalian Tak Langsung Silinder Penggerak Ganda Pengendalian tak langsung pada sistim pneumatik karena udara bertekanan tidak langsung disalurkan untuk menggerakkan aktuator. namun agar dapat bekerja secara otomatis. Dimana tekanan udara yang ada dapat digunakan untuk gerak maju dan mundur silinder pneumatik secara sempurna. silinder tidak bergerak. Penggunaan silinder pneumatik sederhana pembalik pegas pada mesin ini sangat rawan. silinder langsung bekerja. karena saat silinder harus kembali ke posisi semula memerlukan tenaga besar. rangkaian tersebut masih harus banyak mengalami penyempurnaan. Logika untuk sistim di atas adalah sebagai berikut: Katup 1.1 (S1) Silinder 1. Setelah katup bergeser.Tabel 11. Adapun sistim kendali tak langsung dapat dilihat pada gambar 61 di bawah ini: 518 . Gambar 60. karena bila diberi sinyal. Penggeser Benda Kerja 10. sehingga dengan gaya pegas pembalik yang ada dapat mengembalikan silinder ke posisi semula dengan mudah. Idealnya untuk mesin penggeser seperti di bawah ini menggunakan silinder penggerak ganda.0 (A) 0 0 1 1 Rangkaian ini dapat juga disebut identity. melainkan disalurkan ke katup kendali terlebih dahulu.

Rangkaian dan Diagram Gerak Silinder 1. Silinder 1.0 Melalui Dua Katup Cara Kerja : Bila katup sinyal 1.2 ditekan secara manual sesaat.3 ditekan/diaktifkan sesaat sehingga udara akan mengalir ke katup 519 . maka udara bertekanan dari kompresor akan mengalir ke katup kendali 1.1.2 ON .0 akan kembali bila katup sinyal 1. Udara dari kompresor akan mengalir melalui saluran 1 ke 4 diteruskan ke pengatur aliran (cekik) kemudian ke Silinder 1.OF 1.0 akan bergerak ke kanan secara perlahan-lahan sesuai dengan pengaturan cekik. sehingga katup kendali 5/2 akan bergeser ke kanan.0.3 ON .1 melalui sisi 14.OF Gambar 61. Silinder 1.

bila katup 1.2 diganti penekan roll kemudian dipasang bersama dengan katup roll 1. Pengendalian Otomatis Silinder Penggerak Ganda 520 .3 Pengendalian Gerak Otomatis Silinder Penggerak Ganda Aplikasi dari gerakan ini dapat digunakan untuk menekan atau menggeser benda kerja sampai titik tertentu hingga menekan katup roll 1. Logika untuk sistim di atas adalah sebagai berikut: Katup 1.1 kembali ke kiri melalui sisi 12. Klasifikasi rangkaian ini dapat dituliskan sebagai berikut : AKTUATOR Pengendali Katup pengendali Katup pemroses sinyal Katup sinyal Sumber energi Gambar 62. Udara dari kompresor akan menglir ke silinder pneumatik melalui saluran 1 ke 2 diteruskan ke silinder dari sisi kanan.3 (S2) Silinder 1. Tabel 12.0 (A) 0 0 ? 0 1 0 1 0 1 1 1 * Keterangan : ? = tergantung posisi sebelumnya * = tak tentu 10. kemudian silinder akan kembali secara otomatis. Silinder akan kembali secara berlahan sesuai dengan pengaturan cekik.1 yang menyebabkan katup 1.kendali 1.4.3. Silinder Penggerak Ganda akan bergerak maju dan mundur secara otomatis.2 (S1) Katup 1.

.. demikian pula pada ujung batang torak silinder.. Bagian pangkal silinder penggerak ganda diikatkan pada bodi mobil mekakui engsel..4 Gambar 64..0 Penggerak Ganda Aplikasi dari sistim gerak ini dapat digunakan pada mesin penekuk plat otomatis seperti di bawah ini: 1.2 ? 1.0 akan bergerak maju. Aplikasi Gerak Silinder 1..2 ? 1. Diagram Gerak Silinder 1.2 ditekan maka katup 1.1 Pintu Bus dengan Kontrol Pneumatik Silinder pneumatik penggerak ganda diletakkan di sisi dalam salah satu daun pintu lipat bus. 11.2 and 1. sehingga gerakan maju mundur stang torak akan memudahkan pintu bus membuka dan menutup dengan 521 .4)..2 dan 1.Sistim gerak silinder penggerak ganda dapat dilihat pada diagram gerak silinder 1..4 (1...3 1.4 aktif pada posisi awal dan knop katup 1. Bila katup 1.. maka silinder 1..0 di bawah ini. silinder 1.....3 START 1.4 Gambar 63...0 A+.. A - 11. Aplikasi Pneumatik dalam Proses Produksi.3 1..2 1.0 akan kembali secara otomatis bila telah menekan katup roll 1.4 akan aktif secara bersamaan atau dapat ditulis sebagai 1..

4 (Y) 5 1 2 1V 4 1.fleksibel. Pintu bus akan menutup bila batang torak silinder pneumatik penggerak ganda bergerak maju (A+). Diagram Rangkaian Kontrol Pintu Bus Otomatis. maka rangkaiannya adalah sebagai berikut: Diagram Rangkaian Kontrol Pintu Bus Otomatis Silinder 1 A 1S 1 1V 5 1V6 4 1.2 (X) 3 1V3 1V 2 1V 1 S1 1S 1 2 1 0Z 1 3 Pintu bus 1S2 S2 S3 2 1S 3 2 3 1 Sopir S4 1S 4 2 1 Sopir 1 3 3 Gambar 65. Simbol dan keterangan rangkaian kontrol pintu bus otomatis. Tabel 13. = Silinder kerja ganda 522 . Agar dapat bekerja seperti di atas. sedangkan pintu bus akan membuka bila batang torak silinder pneumatik penggerak ganda tersebut bergerak mundur (A -).

= Katup kontrol aliran satu arah = Katup 5/2 dengan kontrol full pneumatik = Katup tunda waktu = Katup balik fungsi “ATAU” = Katup batas 3/2 dengan pegas pembalik 523 .

= Katup tombol 3/2 dengan pegas pembalik = Katup tuas 3/2 dengan penahan = Unit pelayanan udara (FR/L Unit) = Sumber udara mampat = Saluran kontrol = Saluran kerja 524 .

Simbol logika untuk gerakan pintu bus 525 . Diagram Tahap Perpindahan 11.2 (X) 1S1 1 1V4 1.1.1 Simbol Logika 1S2 1S3 ≥1 ≥1 1V4 1.4 (Y) 1S4 (a) Gerakan pintu bus membuka (silinder mundur) (b) Gerakan pintu menutup (silinder maju) Gambar 67.Diagram Tahap Perpindahan 1S2 1S3 1S4 2 1 3=1 0 1S1 Gambar 66.

2 (X) dan saluran 1.4 (Y) * = ada tekanan udara pada kedua saluran 1. mundur (pintu membuka) 0 1 1 1 0 sil.Table 11.2 (X) dan 1. mundur (pintu membuka) 0 1 0 0 0 sil. mundur (pintu membuka) 0 1 0 1 0 sil.4 (Y) 11. mundur (pintu membuka) 0 1 1 0 0 sil.1. mundur (pintu membuka) 1 0 0 0 1 sil.4 (Y) 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 A KETERANGAN 0 0 0 0 tidak tentu 0 0 0 1 0 sil. Tabel Logika Gerakan Pintu Bus 1S1 1S2 1S3 1S4 1V 4 1.2 (X) Persamaan matematisnya : X = ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) X = ( S1Λ S 2 Λ S3 ΛS 4 ) ∨ ( S1Λ S 2 ΛS 3Λ S 4 ) ∨ ( S1 ΛS 2 ΛS 3 ΛS 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 Λ S3 Λ S 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 Λ S 3ΛS 4 ) ∨ ( S1 ΛS 2 ΛS 3 ΛS 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1Λ S 2 ΛS3 ΛS 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 Λ S 3Λ S 4 ) ∨ ( S1 ΛS 2 Λ S 3 ΛS 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) 526 . mundur (pintu membuka) 0 0 1 1 0 sil.2 (X) 1. mundur (pintu membuka) 0 0 1 0 0 sil.2 Untuk Saluran 1. maju (pintu menutup) 1 0 0 1 * tidak tentu 1 0 1 0 * tidak tentu 1 0 1 1 * tidak tentu 1 1 0 0 * tidak tentu 1 1 0 1 * tidak tentu 1 1 1 0 * tidak tentu 1 1 1 1 * tidak tentu Keterangan : = tidak ada tekanan udara pada saluran 1.

Diagram Karnought untuk saluran 1.2 (X) Untuk saluran 1.3 Diagram Karnought : S2 X = S2 ∨ S3 ∨ S4 S1 0 S4 0 S3 Gambar 68.11.1.4 (Y) Persamaan matematisnya : Y = ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S 1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1Λ S 2 ΛS 3 ΛS 4 ) ∨ ( S 1ΛS 2 Λ S 3Λ S 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 Λ S 3 ΛS 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 ΛS 3 Λ S 4 ) ∨ ( S 1ΛS 2 ΛS 3ΛS 4 ) Y = ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S 1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1Λ S 2 ΛS 3 ΛS 4 ) ∨ ( S 1ΛS 2 Λ S 3Λ S 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 Λ S 3 ΛS 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 ΛS 3 Λ S 4 ) ∨ ( S 1ΛS 2 ΛS 3ΛS 4 ) 527 .

saluran 1 terbuka. pada saluran 1. saluran 3 tertutup.(silinder mundur) maka pintu bus akan terbuka. udara mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 dan selanjutnya diteruskan ke katup V1. Dengan gerakan A. maka pintu dikondisikan terbuka terus. Aliran udara ini akan mengaktifkan katup V1 sehingga udara dari kompresor akan mengalir ke katup V4 melalui saluran 1. Pada saat yang bersamaan. saluran 3 tertutup.11.2 (X) pada katup V4 melalui katup V3. akan mengaktifkan katup S1. Udara dalam silinder bagian belakang didorong keluar menuju saluran 4 dan keluar saluran 5 pada katup V4 melalui katup V5.4 (Y).4 (Y) Cara Kerja Rangkaian Pintu Bus dengan Kontrol Pneumatik Pada saat bus sedang menunggu penumpang di terminal. Udara mendorong silinder ke belakang (A-).1.2 (X) masih terdapat udara mampat sehingga kondisi ini 528 . Diagram Karnought untuk saluran 1. Pada saat kondisi pintu bus terbuka maksimal.4 Diagram Karnought S2 S1 1 1 1 1 1 1 1 1 S4 Y = S1 S3 Gambar 69. Aliran udara pada katup V4 adalah udara masuk saluran 1 keluar saluran 2 menuju saluran silinder bagian depan melalui katup V6. Hal ini dimungkinkan dengan mengoperasikan katup S4. aliran udara dari saluran 1 ke saluran 2 menuju saluran 1. Sehingga aliran udara pada katup S1 adalah saluran 1 terbuka. Ketika katup S4 dioperasikan. halte ataupun tempat-tempat pemberhentian bus lainnya.

2 (Y) 5 1 3 1V3 1V1 1S1 2 1S4 Sopir 2 S1 3 S4 1 3 1 Gambar 70.2 (X) akan mengalir ke katup V3 menuju saluran 2 dan dibuang melalui saluran 3 pada katup S4. Posisi silinder masih dalam kondisi awal dan posisi pintu bus masih dalam keadaan terbuka terus.4 (Y) akan mendorong katup V4 sehingga aliran udara pada katup V4 adalah udara dari kompresor masuk saluran 1 diteruskan ke saluran 4 menuju katup V5 dan kemudian masuk ke saluran silinder bagian belakang. pintu bus akan segera tertutup (lihat gambar 71) 529 . sopir/kondektur bus harus menutup pintu bus terlebih dahulu.4 (Y) 4 2 1. Akibatnya udara pada saluran 1. Membuka pintu bus dengan menggunakan katup S4 Pada saat bus akan berangkat. Udara pada bagian depan akan didorong ke luar melewati katup V6 menuju saluran 2 dan dibuang melalui saluran 3 pada katup V4. (lihat gambar 70) Silinder 1 A 1 S1 1V5 1V6 1 V4 1. Untuk itu maka katup S4 harus dikembalikan ke posisi semula. Saluran 1 tertutup dan saluran 3 terbuka. Udara mampat pada saluran 1. Dengan gerakan maju ini (A+).tidak akan mempengaruhi posisi katup V4.

Silinder 1 A 1S1 1V5 1V6 4 1. 530 .4 (Y) 5 1 2 1V4 1. Selanjutnya diteruskan ke silinder melalui saluran bagian depan. kemudian menuju ke katup V4 melalui saluran 1.2 (X). Pada waktu katup S2 ditekan maka saluran 1 terbuka dan saluran 3 tertutup. Aliran udara dari saluran 1 menuju saluran 2 untuk selanjutnya diteruskan ke V2 dan V3. maka untuk membuka pintu. Aliran udara pada katup V4 udara masuk saluran 1 menuju saluran 2 kemudian diteruskan ke katup V6. Menutup pintu bus dengan menggunakan katup S4 Apabila di tengah perjalanan ada penumpang yang akan turun. Silinder bergerak mundur (A-) dan pintu bus terbuka (lihat gambar 72). Udara mendorong silinder ke belakang.2 (X) 3 1V3 1V1 1S1 2 1S4 2 Sopir S1 1 3 S4 1 3 Gambar 71. Udara pada bagian belakang silinder akan didorong ke luar melalui katup V5 menuju saluran 4 dan dibuang melalui saluran 5. penumpang tinggal menekan katup S2.

2 (X) akan segera dibuang ke udara bebas melalui saluran 3 pada katup S2.4 (Y) 5 1 2 1.4 (Y).2 (X) 3 1V 3 1V 2 1V1 1S 1 2 2 Pintu bus 1S2 S1 1 3 S2 1 3 Gambar 72.Silinder 1 A 1S1 1V5 1V 6 1V4 4 1. pada saluran 1. Sehingga udara pada saluran 1.2 (X) tidak ada udara mampat karena pada saat katup S2 dilepas maka posisi akan kembali ke posisi awal. maka katup V1 akan mengalirkan udara dari kompresor menuju katup V4 melalui saluran 1. 531 .4 (Y). Akibatnya silinder akan bergerak maju (A+) dan pintu bus akan segera menutup kembali (lihat gambar 73). Membuka pintu bus dengan menggunakan katup S2 Pada waktu pintu terbuka maksimal maka akan mengaktifkan katup S1. Pada saat udara masuk ke saluran 1. Dengan terbukanya katup S1.

Aliran udara ini akan mengubah arah aliran pada katup V4 yaitu udara masuk dari saluran 1 ke saluran 2 menuju katup V6. Selanjutnya masuk ke silinder melalui saluran bagian depan. maka saluran 1 terbuka. saluran 3 tertutup.2 (X) 1V 2 1V1 Pintu bus 2 1S1 2 1S 2 S1 1 3 S2 1 3 Gambar 74.2 (X) pada katup V4 melalui katup V2 dan katup V3. dilakukan oleh sopir atau kondektur bus tersebut yaitu dengan cara menekan katup S3. Menutup pintu bus dengan menggunakan katup S2 Apabila akan menaikkan penumpang di tengah perjalanan.4 (Y) 5 1 3 1V3 2 1. maka untuk membuka pintu bus.Silinder 1 A 1S1 1V 5 1V 6 1V4 4 1. udara mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 untuk selanjutnya diteruskan ke saluran 1. Ketika katup ditekan. Silinder bergerak mundur (A-) dan pintu bus akan terbuka (lihat gambar 75) 532 .

Membuka pintu bus dengan menggunakan katup S3 Pada saat pintu terbuka maksimal maka akan mengaktifkan katup S1 sehingga udara dari kompresor akan mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 menuju katup V1. 533 . maka udara dari kompresor akan masuk ke katup V4 melalui saluran 1.4 (Y).2 (X) 5 1 3 1V3 1V2 1V1 1S 1 2 1S3 2 Sopir S1 1 3 S2 1 3 Gambar 75. Akibatnya udara dari kompresor akan mengalir dari saluran 1 ke saluran 4 menuju katup V5 menuju silinder bagian belakang.Silinder 1 A 1S 1 1V5 1V 6 1V4 1. Dengan terbukanya katup V1.4 (Y) 4 2 1. Maka silinder akan bergerak maju (A+) dan pintu akan tertutup kembali (lihat gambar 76).

Katup ini berfungsi untuk memberikan selang waktu pintu bus menutup kembali setelah pintu bus terbuka. Katup V1 merupakan katup tunda waktu. memotong. membuat profil pada plat. dan lain-lain. Sedangkan katup V2 dan V3 merupakan katup balik fungsi “ATAU” yang memungkinkan pintu bus dapat dioperasikan dengan menggunakan beberapa jenis katup pneumatik menurut situasi dan kondisi pada saat pintu bus tersebut dioperasikan. seperti di bawah ini : 534 . Sistim pneumatik juga bisa digunakan untuk melakukan gerakan yang selama ini digerakan oleh tenaga manusia seperti menekan/ menyetempel benda kerja. Menutup pintu bus dengan menggunakan katup S3 Fungsi-fungsi katup V5 dan V6 adalah untuk mengatur kecepatan gerak pintu bus pada saat membuka dan menutup.Silinder 1 A 1S 1 1V5 1 V6 4 1.2 (X) 3 1V3 1V2 1V1 2 1S1 1 S3 2 Sopir S1 1 3 S3 1 3 Gambar 76.4 (Y) 5 1 2 1V4 1.

Ujung silinder pneumatik diberi slide untuk pengarahkan mata pisau gergaji Gambar 78. Silinder pneumatik yang digunakan berupa silinder pneumatik penggerak ganda.3 Pemotong plat Arah gerakan silinder pneumatik penggerak ganda: A+ (memotong). Ragum pneumatik 11. Setelah selesai dengan penekanan siolinder pneumatik kembali ke Posisi Awal (A-). Tombol penekan dibuat dua 535 .(melepaskan kembali ke posisi awal) Gambar 77.2 Penahan/penjepit benda (ragum) Arah gerakan silinder pneumatik penggerak ganda pada ragum di bawah ini adalah : A+ (menekan/menahan). yang dihubungkan dengan profil menekan plat.4 Membuat profil plat Benda kerja berupa plat diletakan di atas landasan berupa profil sesuai bentuk yang diinginkan. A. Pemotong Material 11.11. A.(kembali ke Posisi Awal). Gerakan menekan benda kerja diawali dengan naiknya stang torak ke atas (A+) selanjutnya akan menekan tuas mekanik.

buah. maupun PLC (Programmable Logic Kontrol) Gambar 80. menekan satu buah tombol. sedangkan untuk mengangkat dilakukan dengan. agar tidak terjadi kecelakaan pada lengan tangan saat penekanan. silinder A naik/mengangkat (A+). B-. Silinder B kembali ke Posisi Awal (B-). Untuk membuat kontrol tersebut dapat menggunakan sistem Full Pneumatik. B+.5 Pengangkat dan Penggeser Benda Arah gerakan silinder pneumatik penggerak ganda mengangkat material ke posisi atas (lihat Gambar 80). Gambar 79. Pengangkat dan Penggeser Benda 536 . ketika sampai di atas. A-. silinder B mendorong material ke konveyor atas (B+). Proses pembuatan profil plat 11. sehingga siklusnya dapat ditulis: A+. selanjutnya silinder pneumatik A kembali turun ke posisi semula (A-). elektropneumatik.

. Pengangkat dan Penggeser Material Full Pneumatik. Tertekannya katup 2.2.0 terletak pada arah vertical.1 (5/2 Way Valve) melalui sisi 14.0.1 Cara kerja Untuk mengaktifkan rangkaian harus menekan terlebih dahulu tuas katu 3/2 Way valve ke posisi ON. sehingga saluran 1 akan terhubung dengan 4 diteruskan ke silinder bagian kiri. Silinder 1.0 akan kembali ke posisi awal (A-) selanjutnya silinder 2.0 juga akan kembali ke posisi awal (B-). sehingga mengakibatkan katup kontrol bergeser ke kanan sehingga saluran 1 akan terhubung dengan saluran 4.3 (3/2 Way Valve).. Udara bertekanan akan masuk ke sisi torak silinder bagian kiri. Siklus A+. udara akan mengalir dari kompresor ke katup 1. sehingga katup AND akan mendapat suplai udara bertekanan dari dua sisi.. Selanjutnya stang torak silinder 2. Tombol start 1.A-. Pengangkatan benda 12.3 mengakibatkan udara mengalir dari 537 . Gambar 81.1 (5/2 Way Valve). melalui sisi 14.. yaitu sisi 10 dan 11. Batang torak slinder 1..2 ditekan. Silinder pneumatik penggerak ganda 1.0 akan menggeser material ke konveyor lainnya (B+).2 dan katup 1. Udara bertekanan akan diteruskan keluar melalui saluran 16 menuju ke katup kontrol 1. akibatnya silinder A akan bergerak ke kanan hingga ujung stang torak menekan katup 2.B.2 dihentikan. Silinder B menjadi bergerak ke kanan (B+) hingga menekan katup 1.0 akan mengangkat material sampai ketinggian tertentu (A+).tersebut akan berlangsung secara terus menerus selama suplai u dara dari katup 3/2 penggerak tuas 0. Aktifnya katup 1. ditersukan ke katup kontrol 2.4.12.2 mengakibatkan udara dari konpressor mengalir dari saluran 1 ke 2. Pada ujung batang toraknya diletakan plat sebagai tempat dudukan silinder 2.B+.

bahkan dalam kondisi yang agak ekstrem udara masih dapat bekerja. Tertekannya katup 2.1 Soal-Soal a. dan minuman maupun tekstil 538 . makanan. Sebutkan jenis-jenis katup beserta kegunaanya? d. panjang dan berliku. Sebutkan kelebihan dan kekurangan sistem pneumatik dibandingkan dengan sistem yang lain? b. sehingga katup 1.1 akan kembali bergeser ke kiri. Udara dari kompresor akan mengalir dari saluran 1 ke 2 diteruskan ke ke sisi silinder sebelah kiri.1 dari sisi 12. udara tersedia di alam sekitar kita dalam jumlah yang tanpa batas sepanjang waktu dan tempat. Sistem pneumatik memiliki keuntungan dan kelemahan sebagai berikut : 1) Keuntungan/kelebihan a) Ketersediaan yang tak terbatas. berbeda dengan sistim elektrik yang dapat menimbulkan kostleting hingga kebakaran. udara dapat dibebani lebih dengan aman selain itu tidak mudah terbakar. hingga menekan katup 2. udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang berbahaya. Rumus? 13. sehingga silinder A akankembali ke posisi awal (A-). demikian seterusnya. udara dapat fleksibel digunakan pada b erbagai temperatur yang diperlukan. Udara dari kompresor akan melalui saluran 1 ke 2 diteruskan ke sisi silinder sebelah kanan. melalui peralatan yang dirancang untuk keadaan tertentu. b) Mudah disalurkan. Apabila tombol Strat 1. dengan jumlah kandungan pelumas yang dapat diminimalkan sisterm pneumatik aman digunakan untuk industri obat-obatan. sehingga silinder B akan kembali ke posisi awal (B-).3.3 akan menyebabkan udara dari komporesor akan mengalir ke katup kontrol 2. e) Bersih. udara mudah disalurkan/pindahkan dari satu tempat ke tempat lain melalui pipa yang kecil. hubungan singkat (kotsleiting) atau meledak sehingga proteksi terhadap kedua hal ini cukup mudah.kompresor menuju katup kontrol 1.2 ditekan.2 Kunci Jawaban a. 13. Gambarkan secara singkat cara kerja sistem pneumatik beserta dengan komponen-komponen yang digunakan? c. d) Aman. c) Fleksibilitat Temperatur. maka siklus tersebut akan terus berlangsung seperti di atas. sehingga katup 2.1 dari sisi 12. Tes Formatif…………………………………………… 13.1 akab kembali ke posisi semula.

Oleh karena itu diperlukan seal agar udara tidak bocor. serta mengandung pelumas yang diperlukan untuk peralatan pneumatik. d) Mudah Mengembun. Bagi motor pneumatik putarannya dapat mencapai 30. h) Mudah dimanfaatkan. udara dapat disimpan melalui tabung yang diberi pengaman terhadap kelebihan tekanan udara. udara yang keluar cukup keras sehingga berisik sehingga akan menimbulkan suara bising terutama pada saluran buang. Kebocoran seal dapat menimbulkan kerugian energi. Salah satu sifat udara bertekanan adalah ingin selalu menempati ruang yang kosong. Udara yang bertekanan mudah mengembun.000 rpm. misal kering. dll. sedangkan sistim motor turbin dapat mencapai 450. artinya udara yang telah digunakan akan dibuang ke luar sistim. 2) Kerugian/Kelemahan Pneumatik a) Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara.. regulator.000 rpm.f) Pemindahan daya dan Kecepatan sangat mudah diatur. memiliki tekanan 539 . memenuhi kriteria tertentu. pengeering. seperti kompressor. penyaring udara. maka kecepatan torak dapat mencapai 3 m/s. Selain itu dapat dipasang pembatas tekanan atau pengaman sehingga sistim menjadi aman. yaitu melalui peralatan pneumatik untuk menghasilkan gerakan tertentu. Cara mengatasinya adalah dengan memasang peredam suara pada setiap saluran buangnya. sehingga memerlukan instalasi peralatan yang relatif mahal. Udara kempa harus dipersiapkan secara baik hingga memenuhi syarat. misalnya kering. tabung pelumas. g) Dapat disimpan. udara mudah dimanfaatkan baik secara langsung misal untuk membersihkan permukaan logam dan mesin-mesin. c) Menimbulkan suara bising. Pneumatik menggunakan sistim terbuka. Peralatan pneumatik harus dilengkapi dengan peralatan kekedapan udara agar kebocoran pada sistim udara bertekanan dapat ditekan seminimal mungkin. b) Mudah terjadi kebocoran. bersih. Bila Aktuator menggunakan silinder pneumatik. maupun tidak langsung. Selain itu tekanan udara susah dipertahankan dalam waktu bekerja. sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi persyaratan tertentu. udara dapat melaju dengan kecepatan yang dapat diatur dari rendah hingga tinggi atau sebaliknya.

dll Sinyal Input = Katup Tekan. Contoh katup pemroses sinyal adalah katup cekik satu arah. b. tekan dan lain-lain. dan mengandung sedikit pelumas agar mengurangi gesekat pada katup-katup dan aktuator. 540 . katup cekik duah arah. time delay dan lain-lain.yang cukup. Sensor. NOR. dll Sumber Energi Udara bertekanan = Kompressor c. Jenis-jenis katup pneumatik sebagai berikut : 1) Katup sinyal Katup yang berfungsi sebagai saklar udara bertekanan dari kompresor ke katup pemroses sinyal atau langsung ke katup kendali. tetapi ada yang dipasang antara katup kendali dengan aktuator. Roll. Katup pemroses sinyal biasanya dipasang antara katup sinyal sengan katup kendali. OR. 2) Katup pemroses sinyal Katup pemroses sinyal berfungsi mengatur udara bertekanan dari katup sinyal ke katup kendali. Katup sinyal dipasang antara kompresor dengan katup pemroses sinyal. Secara garis besar sistim elemen pada pneumatik dapat digambarkan pada skema berikut : KLASIFIKASI CONTOH Out put = (Aktuator) Pengendali Sinyal = Katup Pengendali Sinyal Pemroses Sinyal/Prossesor = Katup kontrol AND. Contoh katup sinyal adalah katup 3/2 baik penggerak roll. Tuas. tuas.

.... • Penghanyut bram/chip yaitu partikel-partikel kecil yang mengelupas dari komponen..1... Contoh katup kendali adalah katup 5/2 baik yang selenoid (elektrik) maupun yang full pneumatik.1...1. 14...1 Syarat Cairan Hydrolik 14... • Pencegah korosi. Sistem Hydrolik. • Sebagai pengirim isyarat (signal) 14. Property cairan hydrolik merupakan hal-hal yang dimiliki oleh cairan hydrolik tersebut sehingga cairan hydrolik tersebut dapat melaksanakan tugas atau fungsingnya dengan baik.1.. 14......... Apabila viskositas terlalu rendah maka film oli yang terbentuk akan sangat tipis sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan. Katup kendali dipasang antara katup pemroses sinya dengan katuator..........1 Kekentalan (Viskositas) yang cukup...... Adapun fungsi/tugas cairan hydolik: pada sistem hydrolik antara lain: • Sebagai penerus tekanan atau penerus daya..... • Sebagai pelumas untuk bagian-bagian yang bergerak.. Cairan hydrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi fungsinya sebagai pelumas.. Demikian juga bila viskositas terlalu kental..1 Cairan Hydrolik Cairan hydrolik yang digunakan pada sistem hydrolik harus memiliki ciri-ciri atau watak (propertiy) yang sesuai dengan kebutuhan....... tenaga pompa akan semakin berat untuk melawan gaya viskositas cairan 14.. 541 . Katup kendali juga yang mengendalikan/mengatur aktuator (silinder) akan bergerak maju atau mundur.2 Indeks Viskositas yang baik Dengan viscosity index yang baik maka kekentalan cairan hydrolik akan stabil digunakan pada sistem dengan perubahan suhu kerja yang cukup fluktuatif.3) Katup kendali Katup kendali berfungsi mengalirkan udara bertekanan dari katup pemroses sinyal ke aktuator. • Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan tekanan pada akhir langkah.. • Sebagai pendingin komponen yang bergesekan.1....

1. 14.1.1.5 Tahan dingin Tahan dingin adalah bahwa cairan hydrolik tidak mudah membeku bila beroperasi pada suhu dingin. 14.1.7 Demulsibility (Water separable) Yang dimaksud dengan de-mulsibility adalah kemampuan cairan hydrolik. Titik beku atau titik cair yang dikehendaki oleh cairan hydrolik berkisar antara 10°-15° C dibawah suhu permulaan mesin dioperasikan (star-up). 14.4 Tidak berbusa (Foaming) Bila cairan hydrolik banyak berbusa akan berakibat banyak gelembung-gelembung udara yang terperangkap dlam cairan hydrolik sehingga akan terjadi compressable dan akan mengurangi daya transfer.1.1 Oli hydrolik (Hydraulic oils) Oli hydrolik yang berbasis pada minyak mineral biasanya digunakan secara luas pada mesin-mesin perkakas atau juga mesinmesin industri.1.14.3 Tahan api (tidak mudah terbakar) Sistem hydrolik sering juga beroperasi ditempat-tempat yang cenderung timbul a atau berdekatan dengan api.2. 14. 14. dengan adanya busa tadi kemungkinan terjilat api akan lebih besar.1. Tetapi sistem hydrolik memerlukan persyaratanpersyaratan tertentu seperti telah dibahas sebelumnya berhubung dengan konstruksi dan cara kerja sistem.1.5 % volume untuk setiap penekanan 80 bar oleh karena itu dipersyaratkan bahwa cairan hydrolik agar seminimal mungkin dpat dikempa.8 Minimal compressibility Secara teoritis cairan adalah uncomprtessible (tidak dapat dikempa). 14. karena air akan mengakibatkan terjadinya korosi bila berhubungan dengan logam.1.1. Disamping itu. 14.1.1.2 Macam-macam cairan hydrolik Pada dasarnya setiap cairan dapat digunakan sebagai media transfer daya.1. Hal ini untuk menantisipasi terjadinya block (penyumbatan) oleh cairan hydrolik yang membeku. Oleh karena itu pi perlu cairan yang tahan api.6 Tahan korosi dan tahan aus Cairan hydrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi karena dengan tidak terjadi korosi maka kontruksi akan tidak mudah aus dengan kata lain mesin akan awet.1. Menurut standar DIN 51524 dan 512525 dan sesuai dengan karakteristik serta komposisinya oli hydrolik dibagi menjadi tiga (3) kelas : • Hydraulic oil HL • Hydraulic oil HLP 542 . Tetapi kenyataannya cairan hydrolik dapat dikempa sampai dengan 0.

• Hydraulic oil HV Pemberian kode dengan huruf seperti di atas artinya adalah sebagai berikut : Misalnya oil hydrolik dengan kode : HLP 68 artinya : H = Oli hydrolik L = kode untuk bahan tambahan oli (additive) guna meningkatkan pencegahan korsi dan/atau peningkatan umur oli P = kode untuk additive yang meningkatkan kemampuan menerima beban. 68 = tingkatan viskositas oli 14. e. Cairan hydrolik semacam ini digunakan oleh sistem hydrolik pada tempat-tempat mesin-mesin yang resiko kebakarannya cukup tinggi seperti : • • • • • Die casting machines Forging presses Hard coal mining Control units untuk power station turbines Steel works dan rolling mills Pada dasarnya cairan hydrolik tahan api ini dibuat dari campuran oli dengan air dari oli sintetis.g : phosphate ether 543 .1 HFD 24317 Anhydrolis liquid. Tabel berikut ini menunjukan jenis-jenis cairan hydrolik tahan api tersebut : Tabel 14.2 Cairan Hydroik tahan Api (Low flammability) Yang dimaksud cairan hydrolik tahan api ialah cairan hydrolik yang tidak mudah atau tidak dapat terbakar. 35-55 e. Jenis-jenis cairan hidrolik tahan api Persentase (%) No Pada Lembar Komposisi Kode Standar VDMA kandungan Air HFA 24320 Oil-water emulsion 80-98 HFB 24317 Water-oil emulsion 40 HFC 24317 Hydrolis solusion.1.2.g : water glyco 0-0.

Properties Seal compalibility Lubricating quality Temp. Selain satuan centi-Stokes (cSt). Perbandingan macam-macam cairan hidrolik Type of Fluid Petrol Oil Water Glycol Phosphor Ester Oil-in Water Oil Synthetic Free resistance Viscosity lemp. Dalam sistem standar internasional satuan viskositas ditetapkan sebagai viskositas kinematik (kinematic viscosity) dengan satuan ukuran mm²/s atau cm²/s. Apabila cairan itu mudah mengalir dapat dikatakan cairan tersebut memiliki viskositas rendah atau kondisinya encer.3 Viskositas (Kekentalan) Viskositas cairan hydrolik akan menunjukkan berapa besarnya tahanan di dalam cairan itu untuk mengalir. dimana: 1 cm²/s = 100 mm²/s . 14.1.Perbandingan antara macam-macam cairan hydrolik tersebut di atas dapat kita lihat pada tabel berikut : Tabel 15.5 F F-G F E 65 4 14. Satuan cm²/s dikenal dengan satuan Skotes (St). satuan viskositas diukur dalam sekon dengan simbol (R1) • Saybolt Universal. nama satuan viskositas ini disesuaikan dengan nama penemunya yaitu Sir Gabriel Stokes (1819-1903). range (oC) above ideal Relative cost comp. Jadi semakin kental kondisi cairan dikatakan viskositasnya semakin tinggi.1 Satuan viskositas Besar atau kecilnya viskositas ditentukan oleh satuan satuan pengukuran. Satuan mm²/s disebut centi-Stokes (cSt). satuan viskositas juga diukur dalam sekon dan dengan simbol (SU) 544 .1. Jadi 1 St = 100 cSt. terdapat satuan yang lain yang juga digunakan dalam sistem hydrolik yaitu : • Redwood 1. to oil P G G E 65 1 E E E F-G 50 4 G F F E 65 8 F G G F-G 50 1.3.

14 5.98 2.635 VK VK = Viskositas Kinematik • E = 0.2 1.00 165. angka 22 diambil dari rata-rata antara 19. seperti yang ditunjukan dalam Tabel berikut ini :Tabel 16. satuan viskositas diukur dengan derajat engler (E°) Untuk cairan hydrolik dengan viskositas tinggi dapat digunakan faktor berikut: • R1 = 4.00 1650.20 ISO VG 32 32 28.42 ISO VG 3 3.0oC Min. dan viskositas max.60 ISO VG 68 68 61.50 ISO VG 22 22 19.10 VK • SU = 4.00 ISO VG 320 320 288.2 2.00 110.00 11. Klasifikasi viskositas cairan hidrolik Kinematic Viscosity ISO Mid-Point Viscosity Limits cSt at 40.8 6.52 ISO VG 5 4.40 50.00 ISO VG 460 460 414.00 ISO VG 680 680 612. Secara faktual sering dijumpai bahwa pelumas gear box juga sering digunakan juga untuk instalasi hydrolik maka frade menurut SAE juga dibahas disini.00 ISO VG 1500 1500 1350.80 24.6 4.80 dan 24.00 ISO VG 150 150 135. Juga dijelaskan disini aplikasi penggunaan oli hydrolik ssesuai dengan nomor gradenya. viskositas cairan hidolik diklasifikasikan menjadi beberapa viscosity Grade dan nomor gradenya yang diambil kira-kira pertengahan antara viskositas min.80 ISO VG 100 100 90. Max. ke viskositas max.20 74.06 ISO VG 7 6.48 ISO VG 10 10 9.88 3.20 ISO VG 46 46 41.00 ISO VG 1000 1000 900. 545 .20.00 1100.00 242.00 ISO VG 220 220 198.00 Nomor VG dapat diperoleh melalui angka pembulatan dari pertengahan diantara viskositas min.• Engler.12 7.00 506.80 35.132 VK 33 Menurut standar ISO.00 ISO VG 15 15 13.0oC Viscosity Grade cSt at 40.50 16.00 748. ISO VG 2 2. Berikut ini adalah grading berdasarkan SAE dan konversinya dengan ISO-VG. Misal : ISO VG 22 .00 352.

Tabel 17. Aplikasi penggunaan oli hirolik sesuai dengan gradenya SAE Classes 30 20-20W 100 68 10 W 5W 46 32 22 (15) 10 For open air aplplicationsmobile hydraulic In colder areas At normal temperatures ISO-VG Areas of application Stationary instalations in closed areas at high temperatures

14.1.3.2 Viscosity margins Maksud dari viscosity margins adalah batas-batas atas dan bawah yang perlu diketahui. Karena untuk viskositas yang terlalu rendah akan mengakibatkan daya pelumas kecil, daya perapat kecil sehingga mudah bocor. Sedangkan apabila viskositas telalau tinggi juga akan meningkatkan gesekan dalam cairan sehingga memerlukan tekanan yang lebih tinggi. Berikut ini diberikan gambaran tentang batas viskositas yang iideal: Tabel 18. Batas viskositas ideal Kinematic Viscosity Lower Ideal viscosity range

mm 2 10 s 15 to 100 mm 2 s

Upper limit

750

mm 2 s

546

Tabel 19. Kesetaran ke-empat sistem satuan viskositas.
saybolt
Kinematic
Centisrokes

saybolt
Enginer Degrees Kinematic
Centisrokes

Redwood1 Second

Universal Second

Redwood1 Second

Universal Second

Enginer Degrees

2.0 2.5 3.0 3.5 4.0 4.5 5.0 5.5 6.0 6.5 7.0 7.5 8.0 8.5 9.0 9.5 10.0 10.5 11.0 11.5 12.0 12.5 13.0 13.5 14.0 14.5 15.0 15.5 16.0 16.5 17.0 17.5 18.0 18.5 19.0 19.5 20.0 20.5 21.0 21.5 22.0 22.5 23.0 23.5 24.0 24.5 25.0 26 27 28 29 30

31 32 33 35 36 37 39 40 41 43 44 45 46 48 49 51 52 54 55 57 58 60 62 64 65 67 68 70 72 74 75 77 79 81 82 84 86 88 90 92 94 96 97 99 101 103 105 109 113 117 121 125

32.6 34.4 36.0 37.6 39.1 40.7 42.3 44.0 45.6 47.2 48.8 50.4 52.1 53.8 55.5 57.2 58.9 60.7 62.4 64.2 66.9 67.9 69.8 71.7 73.6 75.5 77.4 79.3 81.3 83.3 85.3 87.4 89.4 91.5 93.6 95.7 97.8 99.9 102.0 104.2 106.4 106.5 110.7 112.8 115.0 117.1 119.3 124.0 128.5 133.0 137.5 141.7

1.12 1.17 1.22 1.26 1.31 1.35 1.39 1.44 1.48 1.52 1.56 1.61 1.65 1.71 1.75 1.80 1.84 1.89 1.94 1.98 2.03 2.08 2.13 2.18 2.23 2.28 2.33 2.39 2.44 2.50 2.55 2.60 2.65 2.71 2.77 2.83 2.88 2.94 3.00 3.06 3.11 3.17 3.23 3.29 3.35 3.41 3.47 3.59 3.71 3.83 3.96 4.08

33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 62 64 65 66 67 68 69 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 90 92 94 96 98

137 141 145 149 153 157 161 165 169 173 177 181 185 189 193 197 201 205 209 213 218 222 226 230 234 238 242 246 250 254 258 262 266 271 275 279 283 287 295 303 311 319 328 336 344 352 360 369 377 385 393 401

155.2 159.7 164.3 168.8 173.3 178.0 182.4 187.0 191.5 195.0 200.5 205.0 209.8 214.5 219.0 223.7 228.3 233.0 237.5 242.2 246.8 251.5 256.0 260.7 265.3 270.0 274.7 279.2 284.0 288.5 293.5 297.7 302.4 307.0 311.7 316.3 321.0 325.5 335 344 353 363 372 381 391 400 410 419 428 438 447 456

4.46 4.58 4.71 4.84 4.95 5.10 5.22 5.35 5.48 5.61 5.74 5.87 6.00 6.13 6.26 6.38 6.51 6.64 6.77 6.90 7.04 7.17 7.30 7.43 7.56 7.69 7.82 7.95 8.04 8.18 8.31 8.45 8.58 8.72 8.85 8.98 9.11 9.24 9.51 9.77 10.03 10.30 10.56 10.82 11.09

547

31 32

129 133

146.0 150.7

4.21 4.33

100 102

410 418

465 475

14.1.3.3 Viskometer VisKometer adalah alat untuk mengukur besar viskositas suatu cairan. Ada beberapa macam viskometer antara lain : - Ball Viscometer atau Falling sphere Viscometer.

Gambar 82. Viskometer

Besar viskositas kinematik adalah kecepatan bola jatuh setinggi h dibagi dengan berat jenis cairan yang sedang diukur. (lihat gambar) 14.1.3.4 Capillary viscometer Cara pengukurnya adalah sebagi berikut : (lihat gambar). Cairan hydrolik yang akan diukur dituangkan melalui lubang A hinga ke kointener E yang suhunya diatur. Melalui kapiler C zat cair dihisap hingga naik pada labu D sampai garis L1, kemudian semua lubang ditutup. Untuk mengukurnya, buka bersama-sama lubang A, B dan C dan hitung waktu yang digunakan oleh cairan untuk turun sampai se l2. waktu tersebut menunukan viskostis cairan,. Makin kental cairan hydrolik akan makin lama untuk turun dan berarti viskostis makin besar.
Gambar 83. Capillary viscometer

548

14.1.4 Indeks Viskositas (viscosity Index) Yang dimaksud dengan indeks viskositas atau viscosity index (VI) ialah angka yang menunjukan rentang perubahan viskositas dari suatu cairan hydrolik berhubungan dengan perubahan suhu. Sehingga viscosity index ini digunakan sebagai dasar dalam menentukan karakteristik kkentalan cairan hydrolik berhubungan dengan perubahan temperatur. Mengenai viskositas indeks ditetapkan dalam DIN ISO 2909. Cairan hydrolik memiliki viscositas index tinggi apabila terjadinya perubahan viskositas kecil (stabil) dalam rentang perubahan suhu yang relatif besar. Atau dapat dikatakan bahwa cairan hydrolik ini dapat digunakan dalam rentang perubahan suhu yang cukup besar. Cairan hirdrolik terutama oli hydrolik diharapkan memiliki viscosity index (VI) = 100. bahkan kebanyakan oli hydrolik diberi tambahan (additive) yang disebut “ VI improvers “ tinggi juga disebut multigrade oils. Untuk mengetahui perubahan viskositas ini perhatikan Ubbelohde’s viscosity-temperature diagram berikut ini

14.1.5 Viscosity-pressure characteristics Karakteristik kekentalan dan tekanan pada cairan hydrolik sangat penting untuk diketahui karena dengan meningkatnya tekanan hydrolik maka meningkat pula viscosity index. Gambar berikut ini menunjukan diagram viscosity pressure characteristic .

549

Sifat-sifat cairan hidrolik Kode Sifat Khusus HL Meningkatkan kemapuan mencegah korosi dan kestabilan oli hydrolik Penggunaan HLP HV Digunakan pada sistem yang bekerja pada suhu tinggi dan untuk tempat yang mungkin tercelup air Seperti pada Meningkatkan HL. Karakteristik atau sifat-sifat yang diperlukan antara lain adalah : Tabel 20. ketahanan terhadap pemakaian juga digunakan aus untuk sistem yang gesekanya tinggi Meningkatkan indek Seperti viskositas (VI) pemakaian HLP. juga digunakan secara meluas untuk sistem yang fluktuasi perubahan temperatur cukup tinggi 550 .14.6 Karakteristik Cairan Hydrolik yang dikehendaki. Cairan hydrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi persyaratan dalam menjalankan fungsinya.1.

antara lain: 14. Bentuk pompa hydrolik roda gigi dapat dilihat pada gambar berikut.2 Komponen Hydrolik Komponen Hydrolik memiliki symbol dan komponen yang tidak jauh berbeda dengan Pneumatik. Adapun jenis-jenis pompa hydrolik. oli hydrolik akan terhisap masuk. kemudian diteruskan ke ruang kompressi.1. 551 . Tekanan pompa hydrolik dapat mencapai 100 bar.14. akibatnya oli akan terisap masuk ke dalam ruang pumpa.1 Pompa Hydrolik Pompa hydrolik berfungsi untuk mengisap fluida oli hydrolik yang akan disirkulasikan dalam sistim hydrolik. selanjutnya dikompresikan ke luar pompa hingga tekanan tertentu. antara lain: 14.1. Perputaran roda gigi yang saling berlawanan arah akan mengakibatkan kevakuman pada sisi hisap. Bila volume pada ruang pompa membesar. Sistim hydrolik merupakan siklus yang tertutup. Pompa H ydrolik Roda Gigi 14. karena fluida oli disirkuliskan ke rangkaian hydrolik selanjutnya akan dikembalikan ke tangki penyimpan oli.2.1 Pompa Roda Gigi Pompa ini terdiri dari 2 buah roda gigi yang dipasang saling merapat. Adapun komponen utama sistim hydrolik.2. Gambar 84.2.2 Pompa Sirip Burung Pompa ini bergerak terdiri dari dari banyak sirip yang dapat flexible bergerak di dalam rumah pompanya. Oli yang bertekanan akan dialirkan ke sistim hydrolik. maka akan mengalami penurunan tekanan.

2. bila rotor berputar secara eksentrik. Gerak putar dari poros pompa diubah menjadi gerakan torak translasi. Pompa Hydrolik Sirip Burung 14. maka piston2 pada stator akan mengisap dan mengkompressi secara bergantian.2.1. Gambar 86.3 Pompa Torak Aksial Pompa hydrolik ini akan mengisap oli melalui pengisapan yang dilakukan oleh piston yang digerakkan oleh poros rotasi. sehingga menghasilkan alira oli /fluida yang kontinyu.1.Gambar 85. 552 .4 Pompa Torak Radial Pompa ini berupa piston-piston yang dipasang secara radial. Pompa Hydrolik Torak Aksial 14. kemudian terjadi langkah hisap dan kompressi secara bergantian. Gerakan torak ini akan berlangsung terus menerus. Sehingga aliran oli hydrolik menjadi kontinyu.

Gambar 88. 553 . Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda gigi helix yang saling bertautan.Gambar 87. yang satu mempunyai bentuk cekung.3 Silinder Hydrolik Penggerak Ganda Silinder Hydrolik penggerak ganda akan melakukan gerakan maju dan mundur akibat adanya aliran fluida/oli hydrolik yang dimasukkan pada sisi kiri (maju) dan sisi kanan (mundur) seperti yang terlihat pada gambar 89.1. sedangkan lainnya berbentuk cembung. dibanding pneumatik. Silinder Hydrolik bergerak secara translasi sedangkan motor hydrolik bergerak secara rotasi. aktuator hydrolik dapat berupa silinder hydrolik.2. 14. Dilihat dari daya yang dihasilkan aktuator hydrolik memiliki tenaga yang lebih besar (dapat mencapai 400 bar atau 4x107 Pa). Pompa Torak Radial 14. maupun motor hydrolik. Pompa Sekrup 14.2. sehingga dapat memindahkan fluida oli secara aksial ke sisi lainnya.2.2 Aktuator Hydrolik Seperti halnya pada sistim pneumatik. Tekanan Fluida akan diteruskan melalaui torak selanjutnya menjadi gerakan mekanik melalaui stang torak.5 Pompa Sekrup Pompa ini memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan (engage).

Selanjutnya motor hydrolik dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 554 . Buldozer. Gambar 89. bego. menggeser. seperti. Aliran Minyak hydrolik yang bertekanan tinggi akan diteruskan memutar roda gigi yang terdapat dalam ruangan pompa selanjutnya akan dirubah menjadi gerak rotasi untuk berbagai keperluan.2. Karena daya yang dihasilkan besar.4 Aktuator Rotasi 14. Aplikasi penggunaan sistim Hydrolik pada alat berat 14.4. Silinder Hydrolik Penggerak Ganda Gambar 90. dll. dll. Motor hydrolik ini prinsip kerjanya berlawanan dengan roda gigi hydrolik.2.1 Motor Hydrolik roda gigi Motor Hydrolik merupakan alat untuk mengubah tenaga aliran fluida menjadi gerak rotasi. menekan.Gerakan maju dan mundur dari gerakan stang torak ini dapat digunakan untuk berbeagai keperluan dalam proses produksi. seperti mengangkat. maka silinder ini banyak digunakan pada peralatan berat.

Klasifikasi Hydrolik dalam Penampang dan Skema 555 . katup pengatur tekanan. bagian tenaga (power pack) bagian sinyal. Secara garis besar dapat dilihat dalam skema di bawah ini: Aktuator Pemroses sinyal Sinyal Sumber tenaga (Power Pack) Gambar 92. dan katup satu arah. antara lain. Motor Hydrolik Roda Gigi 15 Pengendalian Hydrolik 15. dan pengendalian sinyal.1 Kasifikasi Pengenalian Hydrolik Sistim hydrolik terdiri dari beberapa bagian.Gambar 91. Bagian tenaga terdiri dari pompa hydrolik. pemroses sinyal.

1 Prinsip Hukum Pascal Perhitungan gaya hydrolik Torak pada bejana berhubungan dengan luas penampang berbeda. Gambar 93. maka pegas akan membuka dan mengalirkan fluida ke saluran pembuangan. Macam-macam model katup pembatas tekanan 16. 556 . antara lain: a) Katup pembatas tekanan.2 Katup Pengatur Tekanan Katup pengatur tekanan terdapat beberapa model. katup ini dilengkapi dengan pegas yang dapat diatur.15. Bila tekanan hydrolik berlebihan. Dasar-Dasar Perhitungan Hydrolik 16.

F2 = 4000 N.25mm = . berapa diameter torak besar agar dapat menghasilkan gaya 4000 N ? Jawaban: Diketahui : F1 = 150 N. S1 = = 5 mm S2 A1 A2 50cm 2 557 .3mm ≈ 100 mm 150 N 2 d2 = 2. S1 = A2 .d 22 d2 2 4 π . jadi S2 = 1 . Bila luas penampang A1 pada gambar di atas = 10 cm 2. S2 . Suatu mesin press memiliki gaya tersedia sebesar 150 N. d1 = 20 mm Ditanya : berapa d2 ? Jawab : 2 d F1 = 12 F2 d2 d1.4000 N = 103. dan A2 = 50 cm2 = S1 = 25 mm. Prinsip Hukum Pascal P1 = P2 = Pe = F1 = A1 F2 atau A2 F1 A = 1 F2 A2 2 A1 4 = d1 .F2 = F1 ( 20mm) 2. bila diameter torak kecil = 20 mm. jadi : S1 A2 = S2 A1 Contoh Soal : 1.d12 Bila V1 = V2.F1 Torak F2 A Pe A2 Gambar 94. maka : A1 . = A2 π . berapa panjang langkah piston 2 (S2) ? Jawab: S1 A2 A 10cm 2 .

Jawaban: Saat maju V maju = Q/A = 20 ltr/mnt / 20dm2 / mnt 20dm2 / mnt 20 dm2 / mnt Vmaju = = = = 50 dm2 / mnt 2 2 2 2 2 2 π .V Δt Δt Gambar 96.083m/dtk Gambar 95.( d1 − d2 ) 4 = 5m / 60dtk = 0.2 Perhitungan Kecepatan Torak Contoh soal : Bila d1 = 100 cm2 dan d2 = 70 cm. besarnya tekanan absolut dikalikan dengan volumenya sama dengan konstan. V2 558 .ΔL = = A.(10 − 7 ) cm 0. V1 = Pabs2 . Gas pada keadaan tertutup.4dm π . hitung kecepatan torak saat maju dan mundur.16. berlaku : Pabs1 . Tekanan absolute Tekanan di dalam silinder merupakan tekanan absolut. Perhitungan Kecepatan Torak Q= ΔV A.

Perlakuan yang kurang atau bahkan tidak baik terhadap cairan hydrolik atau semakin menambah mahalnya harga sistem hydrolik sedangkan apabila kita mentaati aturan-aturan tentang perlakuan/pemeliharaan cairan hydrolik maka kerusakan cairan maupun kerusakan komponen sistem akan terhindar dan cairan hydrolik maupun sistem akan lebih awet.L1 25.˜ A= F2 3090. L2 F1. Suatu silinder tertutup memiliki tekanan absolut 100 bar. Panduan pemeliharaan cairan hydrolik • Simpanlah cairan hydrolik (drum) pada tempat yang kering. V2 Q = A1 . S2 = p .A. Gunakan juga peralatan yang bersih untuk memasukkannya. V1 = Pabs .Contoh soal: 1. V P= W p.90 Pabs .10 . 20 dm 3 = 2000dm 3 5 2 1 x 10 N / m 2. 20 ltr = 1 . V1 = Pabs2 .Q = t t 16. V1 = A2 . V2 100 .V =P. bila tekanannya diturunkan menjadi 1 bar.3 Pemeliharaan Cairan Hydrolik Cairan hydrolik temasuk barang mahal. L1 = F2 . V2 V2 = 100 x 105 N/m 2 . dingin dan terlindungi (dari hujan.η 25. A2 . 559 . V2 W = F2 .95mm F2 = = = 3090.73cm 2 5 Pe. • Pastikan menggunakan cairan hydrolik yang benar-benar bersih untuk menambah atau mengganti cairan hydrolik kedalam sistem. Jawaban: F1 .91 = = 13. Bila gaya cekam seperti pada gambar memiliki gaya 4000 N. berapa volumenya? Pabs1 .91N L2 110mm F2 = Pe. hitunglah diamter piston yang ideal. Sebuah silinder Hydrolik digunakan untuk mencekam benda kerja dengan tekanan 25 bar.105 N / m2. volumenya 20 ltr. panas dan angin). S2 = p .

Perbaikilah dengan segera bila terjadi kebocoran dan tugaskan seorang maitenanceman yang terlatih. demikian pula seluruh sistem harus dibilas (flushed) secara baik dan benar-benar bersih. 560 . bila perlu pasang pendingin (cooling) atau bila terjadi periksalah penyebab terjadinya gangguan. pastikan bahwa komponen dan seal-sealnya cocok dengan cairan yang baru. Pompa Hydrolik Jadi pemantauan atau monitoring cairan hydrolik perlu memperhatikan panduan tersebut di atas disamping harus memperhatikan lingkungan kerja maupun lingkungan penyimpanan cairan hydrolik. Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki yang rapat-sambung sendiri yang ada pada saluran balik. atau pasang unloading pump atau excessive resistence. Bila akan mengganti cairan hydrolik (apa lagi bila cairan hydrolik yang berbeda). Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan. Gambar 97. (periksa dengan pemasok cairan hydrolik). Buatlah interval penggantian cairan hydrolik sedemikian rupa sehingga oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar. Pantaulah (monitor) dan periksalah secara berkala dan berkesinambungan kondisi cairan hydrolik.• • • • • • • • Pompakanlah cairan hydrolik dari drum ke tangki hydrolik melalui saringan (pre-filter). Cegah jangan sampai terjadi kontamisnasi gunakan filter udara dan filter oli yang baik.

pompa ini juga termasuk pressure umbalanced. Saluran tekan (outlet) 16.5 Pompa Roda Gigi Tipe Geretor Pompa ini terdiri atas inner rotor yang dipasak dengan poros penggerak dan rotor ring. Ini bertujuan untuk membentuk rongga pemompaan. Terjadinnya penyedotan di ruang NO : 4 ini. Penyedotan terjadi karena adanya rongga antara gigi inner outer ring gear. 5. Oli masuk ke sedotan roda gigi yang berputar. 6. Rotor ring atau outer rotor yang merupakan roda gigi dalam diputar oleh inner rotor yang mempunyai jumlah gigi satu lebih kecil dari jumlah gigi outer ring gear. 561 . 4. Di Titik No 5 ini oli didesak/ditekan oleh pasangan gigi. 3. Seperti external gear pump. Cara kerja pompa ini dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 98.4 Pompa Roda Gigi dalam Tipe Crescent Pompa ini cocok untuk tekanan tinggi dan untuk cairan hydrolik yang bervariasi. Inner rotor dan outer rotor berputar searah. Ukurannya lebih kecil dari external gear pump pada penghasilan pompa yang sama dan tingkat kebisinginnya lebih kecil. Pompa Roda Gigi Tipe Crescent Keterangan gambar: 1.16. Saluran oli masuk (inlet) 2.

Dibuat demikian agar tekanan radial dari cairan hydrolik saling meniadakan sehingga terjadilah keseimbangan (balanced) Vane (kipas) yang bentuknnya seperti gambar dipasang pada poros beralur (slots) karena adanya gaya sentrifugal selama rotor berputar maka vane selalu merapat pada rumah pompa sehingga terjadilah proses pemompaan. Gambar 100.6 Balanced Vane (Pompa Kipas Balanced) Pompa ini menggunakan rumah pompa yang bagian dalamnnya berbentuk elips dan terdapat dua buah lubang pemasukkan (inlet) serta dua buah lubang pengeluaran outlet yang posisinnya saling berlawanan arah. Balanced Vance 562 . Pompa Roda Gigi Tipe Gerotor 16.Gambar 99.

Bent Axis Piston Pump 563 . Gambar 102.8 Bent Axis Piston Pump (Pompa Torak dengan Poros Tekuk) Pada pompa ini blok silinder berputar pada satu sudut untuk dapat memutar poros.7 Pompa Torak Radial (Radial Piston Pump) Pompa piston ini gerakan pemompaannya radial yaitu tegak lurus poros. Batang torak dipasang pada flens poros penggerak dengan menggunakan ball joint.16. Pompa ini dapat mencapai tekanan hingga 63 Mpa. Radial Piston Pump 16. Piston digerakan oleh sebuah poros engkol (eccentric crankshaft) sehingga besar langkah piston adalah sebesar jari-jari poros engkol. Gambar 101. Besar langkah piston tergantung pada besar sudut tekuk Fixed displacement piston pump besar sudut (offset engle) berkisar 25°. Pada langkah pemompaan cairan ditekan dari setiap silinder melalui check valve ke saluran tekan. Penghisapan terjadi pada waktu piston terbuka sehingga oli hydrolik dari crankshaft masuk ke dalam silinder.

Gambar berikut ini menunjukan salah satu konstruksi tangki hydrolik. Kopiling adalah komponen penyambung yang menghubungkan penggerak mula (motor listrik) dengan pompa hydrolik.9 Instalasi Pompa Hydrolik 16. (a) (a) 564 .1 Kopiling.16. Contoh-contoh bahan kopling.9.9.2 Tangki hydrolik (Reservoir ) Tangki hydrolik (reservoir) merupakan bagian dari instalasi unit tenaga yang konstruksinya ada bermacam -macam. Kopling ini mentrasfer momen puntir dari motor ke pompa hydrolik. Kopling juga menseimbangkan/mentolerir adanya error alignment (ketidak sentrisan) antara poros motor dengan poros pompa. Untuk memenuhi persyaratan tersebut di atas maka pada umumnya kopling dibuat dari bahan : • Karet (Rubber couplings) • Roda gigi payung (Spiral bevel gear cupling) • Clucth dengan perapat plastik (square tooth cluth with plastic inseres) 16. Kopling merupakan bantalan diantara motor dan pompa yang akan mencegah terjadinnya hentakan/getaran selama motor mentrasfer daya ke pompa dan selama pompa mengalami hentakan tekanan yang juga akan sampai ke motor. ada yang berbentuk silindris dan ada pula yang berbentuk kotak.

5 Filter (Saringan) Filter berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran atau kontaminan yang berasal dari komponen sistem hydrolik seperti bagian-bagian kecil yang mengelupas.3 Fungsi /tugas tangki hydrolik Sebagai tempat atau tandon cairan hydrolik. Sesuai dengan tempat pemasangannya. kontaminasi akibat oksidasi dan sebagainya. penggerak mula.4 Baffle Plate Baffle Plate berfungsi sebagai pemisah antara cairan hydrolik baru datang dari sirkulasi dan cairan hydrolik yang akan dihisap oleh pompa. Tempat pemisahan air.9.9. udara dan pertikel-partikel padat yang hanyut dalam cairan hydrolik. 16. untuk mengendapkan kotoran dan juga memisahkan udara serta air sebelum dihisap kembali ke pompa. Tempat memasang komponen unit tenaga seperti pompa. Ukuran tangki hydrolik berkisar antara 3 s/d 5 kali penghasilan pompa dalam liter/menit dan r uang udara di atas permukaan cairan maksimum berkisar antara 10 s/d 15 %. 16. dipasang pada saluran hisap dan kemungkinannya di dalam tangki. Tangki Hydrolik Reservoir (a) dan simbolnya (b) 16. ada macam-macam filter yaitu : • Suction filter. Menghilangkan panas dengan menyebarkan panas ke seluruh badan tangki. Juga berfungsi untuk memutar cairan yang baru datang sehingga memiliki kesempatan lebih lama untuk menyebarkan panas.9. katup-katup akumulator dan lain-lain.(b) Gambar 103. 565 .

10 Pengetesan Efisiensi Pompa Hydrolik Efiensi ialah perbandingan antara output dan input dinyatakan dalam persen (%). kebocoran dapat terjadi pada pompa hydrolik. sehingga dalam hal ini perbandingan antara volume cairan hydrolik secara efisien menghasilkan daya sebanding dengan penghasilan pompa disebut efisiensi volumetrik. • Gambar 104. dipasang pada saluran balik untuk menyaring agar kotoran jangan masuk ke dalam tangki. katupkatup. Kebanyakan sistem hydrolik selalu memasang suction filter.(?v ).V n = putaran pompa (r.) Q = n. dipasang pada saluran tekan dan berfungsi untuk mengamankan komponen-komponen yang dianggap penting.m) V = volume cairan yang dipindahkan tiap putaran (cm³) Penghasilan pompa tergantung pada besar tekanan kerja sistem hydrolik. Secara keseluruhan. Perbedaan antara output dan input dikarenakan adanya kerugian-kerugian diantaranya terjadinya kebocoran di dalam pompa sehingga akan mengurangi volume output. Semakin besar tekanan penghasilan pompa (Q) akan semakin berkurang.p. Gambar menunjukan proses penyaringan. • Return line filter. aktuator dan setiap konektor. Suction Filter 16.Pressure line filter. Informasi kita temukan pada diagram karakteristik pompa : 566 . Penghasilan pompa (misal pompa roda gigi) secara teoritis dapat dihitung dengan rumus : Q = penghasilan pompa teoritis (liter/min.

kebocoran 1. Q(p=230) = 8. Jadi efesiensi volumetrik (?v ) = 94 % Untuk pompa yang lama.3 l/min Jadi efisiensi volumetrik (?v ) = 87 % 16. Susunan urutannya dapat kita jelaskan sebagai berikut : Isyarat (Sinyal) masukan atau input element yang mendapat energi langsung dari pembangkit aliran fluida (pompa hydrolik) yang kemudian diteruskan ke pemroses sinyal.7 l/min. QL= 1. kebocoran 6 % pada p = 230 bar. Q(p=0)= 10 l/min. 567 .• • • Apabila p = 0.11 Unit Pengatur (Control Element) Cara-cara pengaturan/pengendalian di dalam sistem hydrolik. Garis lengkung pada diagram menunjukan efisien volumetrik pompa (?v ) Diagram 105. penghasilan pompa berkurang karena adanya kebocoran dan secara logika semakin tinggi tekanan akan makin besar pula kebocoran. Q(p=0)= 10 l/min.6 l/min. Efisiensi Volumetrik Contoh : Ukuran pompa yang baru . Isyarat Pemroses atau processing element yang memproses sinyal masukan secara logic untuk diteruskan ke final control element. penghasilan pompa Q penuh (Q teoristis) Apabila p > 0.4 l/min.3 % pada p= 230 bar. Q(p=230)= 9. QL= 0.

Katup Buka-Tutup (Shut-Off Valves).. Demikian juga bila viskositas terlalu kental.Sinyal pengendali akhir (final control element) akan mengarahkan output yaitu arah gerakan aktuator (working element) dan ini merupakan hasil akhir dari sitem hydrolik.... Apabila viskositas terlalu rendah maka film oli yang terbentuk akan sangat tipis sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan. Katup Pengatur Tekanan (Pressure Control Valves) d... 17..1 Soal-Soal a........... katup popet digolongkan menjadi : Katup Bola (Ball Seat Valves) Katup Kones (Cone Popet Valves) Katup Piringan (Disc Seat Valves) o Katup Geser (Slide Valves) Longitudinal Slide Plate Slide (Rotary Slide Valves) Menurut fungsinya katup-katup dikelompokan sebagai berikut : a.. Oleh karena itu perlu cairan yang tahan api............... 568 .2 Kunci Jawaban a.. Katup Pengontrol Aliran (Flow Control Valves) e.... Menurut desain konstruksinya katup-katup tersebut dikelompokan sebagai berikut : o Katup Poppet (Poppet Valves) yaitu apabila untuk menutup katup tersebut dengan cara menekan anak katup (bola atau kones atau piringan) mendapat dudukan ..... tenaga pompa akan semakin berat untuk melawan gaya viskositas cairan 2) Indeks Viskositas yang baik Dengan viscosity index yang baik maka kekentalan cairan hydrolik akan stabil digunakan padansistem dengan perubahan suhu kerja yang cukup fluktuatif........ Katup Pengarah (Directional Control Valves) b.... Menurut jenis katupnya. Bagaiman cara pemeliharaan cairan hidrolik? 17........ Cairan hidrolik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut : 1) Kekentalan (Viskositas) yang cukup Cairan hydrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi fungsinya sebagai pelumas. Sebutkan dan jelaskan syarat-syarat cairan hidrolik? b. Katup Satu Arah (Non Return Valves) c............... Soal formatif..... Komponen-komponen kontrol tersebut di a tas biasa disebut katup-katup (Valves).. 3) Tahan api (tidak mudah terbakar) Sistem hydrolik sering juga beroperasi ditempat-tempat yang cenderung timbul api atau berdekatan dengan api... 17.......

dingin dan terlindungi (dari hujan. 569 . 2) Pastikan menggunakan cairan hydrolik yang benar-benar bersih untuk menambah atau mengganti cairan hydrolik kedalam sistem. 8) Minimal compressibility Secara teoritis cairan adalah uncomprtessible (tidak dapat dikempa). b. karena air akan mengakibatkan terjadinya korosi bila berhubungan dengan llogam. 7) Cegah jangan sampai terjadi kontamisnasi gunakan filter udara dan filter oli yang baik. 5) Tahan dingin Tahan dingin adalah bahwa cairan hydrolik tidak mudah membeku bila beroperasi pada suhu dingin. Pemeliharaan Cairan Hydrolik 1) Simpanlah cairan hydrolik (drum) pada tempat yang kering. 6) Buatlah interval penggantian cairan hydrolik sedemikian rupa sehingga oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar. Disamping itu. Hal ini untukk menantisipasi terjadinya block (penyumbatan) oleh cairan hydrolik yang membeku. Gunakan juga peralatan yang bersih untuk memasukannya.5 % volume untuk setiap penekanan 80 bar oleh karena itu dipersyaratkan bahwa cairan hydrolik agar seminimal mungkin dpat dikempa. 7) Demulsibility (Water separable) Yang dimaksud dengan de-mulsibility adalah kemampuan cairan hydrolik. Titik beku atau titik cair yang dikehendaki oleh cairan hydrolik berkisar antara 10°-15° C dibawah suhu permulaan mesin dioperasikan (star-up). 6) Tahan korosi dan tahan aus Cairan hydrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi karena dengan tidak terjadi korosi maka kontruksi akan tidak mudah aus dengan kata lain mesin akan awet. dengan adanya busa tadi kemungkinan terjilat api akan lebih besar. 5) Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki yang rapat-sambung sendiri yang ada pada saluran balik. 3) Pompakanlah cairan hydrolik dari drum ke tangki hydrolik melalui saringan (pre-filter). 4) Pantaulah (monitor) dan periksalah secara berkala dan berkesinambungan kondisi cairan hydrolik. (periksa dengan pemasok cairan hydrolik).4) Tidak berbusa (Foaming) Bila cairan hydrolik banyak berbusa akan berakibat banyak gelembung-gelembung udara yang terperangkap dlam cairan hydrolik sehingga akan terjadi compressable dan akan mengurangi daya transfer. panas dan angin). Tetapi kenyataannya cairan hydrolik dapat dikempa sampai dengan 0.

b... 18 Rangkuman BAB VIII. katup roll dan sebagainya) pemroses sinyal 570 .. Udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang berbahaya..... 9) Perbaikilah dengan segera bila terjadi kebocoran dan tugaskan seorang maitenanceman yang terlatih. Udara mudah disimpan di tabung.. Secara garis besar urutan kerja sistem pneumatik dimulai dari sumber energi udara bertekanan (kompresor)sinyal input (katup tekan.. e.... Sistem pneumatik memiliki aplikasi yang luas seperti menambah tekanan ban. bila perlu pasang pendingin (cooling) atau bila terjadi periksalah penyebab terjadinya gangguan.... melepas velg mobil... Sistem Pneumatik Pneumatik merupakan ilmu yang mempelajari tentang teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa)....8) Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan.. f.. g. Kecepatan dan daya dorong yang mudah diatur. pengepakan industri makanan dan sebagainya. Menimbulkan suara bising. Fluida yang digunakan merupakan udara yang memiliki ketersediaan yang tak terbatas di alam. h.... 1. Sistem pneumatik memiliki keuntungan sebagai berikut : a. misal kering.. c... c... Mudah terjadi kebocoran.. dan mengandung sedikit pelumas agar mengurangi gesekan pada katup-katup dan aktuator.. Udara yang bertekanan mudah mengembun. Aman. alat pemasang kampas rem tromol mobil. demikian pula seluruh sistem harus dibilas (flushed) secara baik dan benar-benar bersih. sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi persyaratan tertentu. 10) Bila akan mengganti cairan hydrolik (apa lagi bila cairan hydrolik yang berbeda)... b. Udara memiliki banyak manfaat serta mudah dimanfaatkan. pembuka pintu otomatis. pastikan bahwa komponen dan seal-sealnya cocok dengan cairan yang baru. dongkrak.... Udara mudah disalurkan dari suatu tempat ke tempat lain... atau pasang unloading pump atau excessive resistence. Selain keuntungan di atas. Memerlukan instalasi penghasil udara bertekanan (kompresor)...... sistem pneumatik juga memiliki kekurangan diantaranya sebagai berikut : a.. d... Udara dapat fleksibel digunakan pada berbagai temperatur yang diperlukan. d. memiliki tekanan yang cukup.

tidak berbusa. tahan api. Katup-katup pneumatik diberi nama berdasarkan pada: a) Jumlah lubang/saluran kerja ( port). sehingga sistem hidrolik jarang digunakan pada industri makanan maupun obat-obatan. d) Jenis penggerak katup. silinder ganda.3. minimla konpressibility. dll) pengendali sinyal (katup pengendali sinyal) aktuator atau output (silinder penggerak tunggal. Sedangkan kelebihan sistem hidrolik diantaranya adalah . Sistem hidrolik juga memiliki kelemahan dan kelebihan. rotari dll). OR. dengan kata lain katup ini berfungsi untuk mengendalikan arah gerakan aktuator. Syarat-syarat cairan hidrolik yang digunakan harus memiliki kekentalan (viskositas) yang cukup. Ruang/Posisi (14 12) Ruang/Posisi 4 a 2 12 14 a b 5 1 b 3 Nomor Lubang/Port (1. Katup berfungsi untuk mengatur atau mengendalikan arah udara kempa yang akan bekerja menggerakan aktuator. Fluida yang digunakan (oli) harganya mahal. NOR. dan d) Nama tambahan lain sesuai dengan karakteristik katup.4 ) 2. Disini akan dijelaskan cara penamaan katup pneumatik 5/2.atau prosessor (katup kontrol. 571 . Apabila terjadi kebocoran akan mengotori sistem. Sistem Hidrolik Fluida yang digunakan dalam sistem hidrolik adalah oli. tahan korosi dan tahan aus. memiliki indek viskositas yang baik.2. b) Jumlah posisi kerja. Kelemahan sistem hidrolik sebagai berikut : a.5. b. tahan dingin.

katup satu arah dll) aktuator (silinder hidrolik atau rotari). Aktuator hidrolik Aktuator hydrolik dapat berupa silinder hydrolik.a. Silinder hydrolik bergerak secara translasi sedangkan motor hydrolik bergerak secara rotasi. pompa sirip burung. pompa torak aksial. pompa torak radial dan pompa sekrup. Tidak berisik. Komponen-komponen sistem hidrolik sebagai berikut : a. Pompa hidrolik Pompa hidrolik berfungsi mengisap fluida oli hydrolik yang akan disirkulasikan dalam sistim hydrolik. Urutan kerja sistem hidrolik dimulai dari sumber tenaga (pompa) sinyal (katup hidrolik) katup pemroses sinyal (katup cekik. b. Tenaga yang dihasilkan sistem hidrolik besar sehingga banyak diaplikasikan pada alat berat seperti crane. Oli juga bersifat sebagai pelumas sehingga tingkat kebocoran lebih jarang dibandingkan dengan sistem pneumatik. Macam-macam pompa hidrolik diantaranya adalah pompa roda gigi. kerek hidrolik dll. 572 . c. maupun motor hydrolik. b.

Penggunaan robot dalam sistem otomasi Industri Selanjutnya secara berangsur angsur mulai memanfaatkan komponen elektronik-mekanik seperti relay. Pada tahun 1932. Perkembangan selanjutnya telah semakin cepat setelah ditemukannya komponen mikroelektronik dalam bentuk IC (Integrated Circuit) pada awal tahun 1960–an. membahas desain servo mekanisme relay yang mampu mengikuti dengan baik masukan yang berubah. Teknologi Otomasi semakin berkembang dengan pesat sejak munculnya mikroprosesor pada tahun 1973. Sejarah Perkembangan Otomasi Industri …. Pada dekade 1940-1950 pemakaian sistem kontrol otomatis telah berkembang.BAB IX PROSES PRODUKSI INDUSTRI MODERN 1. Nyquist mengembangkan suatu prosedur yang relatif sederhana untuk menentukan kestabilan sistem loop tertutup pada basis respon loop terbuka terhadap masukan tunak (Steady State) Sinusoida. Teknologi Otomasi mulai ada sejak berabad-abad yang lalu. baik yang secara khusus misalnya 573 . mulai tahun 1960 dengan berkembangnya perangkat peralatan (plant) dengan multi masukan dan multi keluaran maka sistem kontrol menjadi semakin kompleks. Pada tahun 1934. dan komponen elektronik seperti transistor. Hazien memperkenalkan istilah servo mekanisme untuk sistem kontrol posisi. terutama sejak ditemukannya komponen cam dan governor. Gambar 1. sejak itu teknolologi otomasi telah memasuki berbagai sektor kegiatan manusia.

Gambar 2. Mesin suci dan sebagianya. Sedangkan fleksibel automation sudah menggunakan sistem pengatur berbasis komputer. dewasa ini makin berkembang dengan dimasukkannya pengertian tentang kemampuan untuk mengatur pengolahan data secara mandiri. Pada dasarnya teknologi otomasi dibedakan menjadi dua. Kontruksi fixed automation biasanya masih menggunakan peralatan mekanik. sehingga proses pencuciannya dapat diprogram seperti yang diharapkan.di dalam dunia manufaktur. maupun secara umum dalam berbagai bentuk barang yang ada di sekeliling kita seperti Telefak. Mesin cuci modern biasanya menggunakan sistem otomasi loop tertutup. Proses produksi industri manufaktur mobil maupun sepeda motor di Indonesia sudah semakin pesat. Dalam aplikasinya kegiatan proses produksi kedua cakupan pengertian di atas pada dasarnya sangat banyak digunakan. Penggunaan robot dalam sistem otomasi Industri mobil Teknologi Otomasi yang pada awalnya banyak diartikan sebagai pemakaian suatu sistem pengatur yang mampu menggerakan suatu kontruksi mekanik (manipulator) secara mandiri tanpa campur tangan manusia. Meski dengan jumlah karyawan yang sedikit namun mampu menghasilkan produk yang banyak dan dengan kualitas yang sama baiknya. yaitu fixed automation (otomasi tetap) dan flexible Automation (otomasi fleksibel). Sebagai contoh 574 . Pengertian teknologi otomasi yang didefisinikan sebagai penggunaan sistem pengatur yang mampu menggerakkan suatu manipulator atau kontruksi mekanik secara mandiri tanpa campur tangan manusia melahirkan suatu disiplin ilmu baru yang disebut sebagai mekatronika. Sistem pengatur berbasis komputer dirancang agar mudah dirubah sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi. Meningkatnya kualitas hidup berdampak pada gaji tenaga kerja terampil yang semakin mahal. Sales dan Marketing. sistem pengisian tandon otomatik. Proses otomasi yang dapat kita lihat sehari-hari antara lain: mesin cuci otomatik. Setiap perusahaan selalu berusaha untuk efisien dan efektif dalam melakukan proses produksinya. termasuk biaya tenaga kerja.penggunaan robot industri. sedangkan teknolgi otomasi yang banyak di terapkan adalah dalam bidang produksi. AGV dsb nya. juga penggunaan mesin perkakas CNC. dan juga mekanik. Rancangan konstruksi dari berbagai peralatan di atas ada yang dapat dibuat secara umum sehingga dapat diproduksi secara masal. seperti mesin perkakas CNC robot industri. Fleksible Automation akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan mikroeletronika yang mendasar Pemanfaatan teknologi otomasi pada proses produksi meliputi bidang yang sangat luas. Dalam pembahasan selanjutnya. Industrial Engineering banyak yang lebih berupa pengolahan secara otomatis data elektronis. Teknologi modern ditandai dengan penggunaan fleksible automation yang semakin meluas. hidrolik. pengering tangan otomatik. Production Planning dan Control. gerakan robot dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan. Pemilihan peralatan yang sesuai dengan proses produksi yang hendak dilakukan merupakan tahap awal yang sangat menentukan tinggi rendahnya effisiensi proses produk tersebut. Sebagian besar aplikasinya dimanfaatkan secara luas dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Otomasi Teknik Produksi …. 2. berbagai jenis conveyor. Inventory Control. Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan antara lain dengan cara mengurangi biaya produksi. dan sebagainya. namun ada pula yang harus dirancang secara khusus untuk jenis pemakian tertentu seperti mesin-mesin khusus. Jiq dan Fixtures. tanpa melakukan penggantian peralatan yang salah tersebut secara keseluruhan. akan dibahas lebih jauh teknologi otomasi yang diterapkan dalam industri pengolahan serta pemesinan logam. elektrik. Pemilihan yang salah merupakan cacat bawaan yang akan sukar untuk diperbaiki nantinya. dari kegiatan seperti pada bagian Product Design. yang bertujuan mendapatkan keuntungan yang sebesarbesarnya dengan biaya yang serendah-rendahnya. Pembahasan akan lebih diarahkan pada teknologi otomasi dalam bentuk pengaturan gerak manipolator atau konstruksi mekanik yang terdapat dalam berbagai bentuk peralatan pabrik. Pemanfaatan teknologi otomasi dalam proses produksi merupakan sebagian kecil saja dari penggunaan teknologi tersebut. 575 . Pengaturan yang akan dikembangkan berbasisi pada sistem kontrol pneumatik. Engineering.

Masing-masing aktuator memiliki kelebihan dan kelemahan. listrik. Penggeser pneumatik dan robot industri yang siap menggantikan tenaga manusia 576 . Menurut Thomas Krist yang dikutip Dines Ginting (1993). misalnya lebih fleksibel dan bersih. namun mudah terbakar bila dibebani lebih. dan lain-lain. menempa. belakangan ini istilah otomatisasi tidak lagi banyak digunakan. Istilah otomasi berasal dari otomatisasi. Pneumatik d apat dibebani lebih. ``Otomasi`` adalah mengubah penggerakan atau pelayanan dengan tangan menjadi pelayanan otomatik pada penggerakan dan gerakan tersebut berturut-turut dilaksanakan oleh tenaga asing (tanpa perantaraan tenaga manusia). jenuh. Padahal tenaga kerja terampil sebagai manusia pada umumnya memiliki keterbatasan seperti kelelahan. Hidrolik mampu menghasilkan daya besar. pneumatik.Tenaga kerja terampil umumnya menuntut gaji yang besar. Gambar 3. Gerakan-gerakan yang biasa dilakukan manusia seperti menggeser. sakit. Dengan kata lain banyak perusahaan melakukan otomasi produksinya. bahkan kadang menuntut kenaikan gaji melalui demonstrasi yang dapat menghentikan aktivitas perusahaan. dan aman. namun memiliki keterbatasan temperatur dan cenderung kotor. Terutama suatu penempatan yang menguntungkan dari unsur-unsur pelayanan adalah mengurangi banyaknya gerakan-gerakan tangan sampai seminimum mungkin. dan lain-lain telah dapat digantikan oleh gerakan aktuator mekanik. Jadi otomasi menghemat tenaga manusia. Pemilihan aktuator tersebut akan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan. mengangkat. hydrolik. Dewasa ini perusahaan selalu berupaya untuk mengganti pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh manusia untuk digantikan dengan mesin-mesin dalam rangka efisiensi dan peningkatan kualitis produksinya. namun untuk menghasilkan udara bertekanan diperlukan peralatan mahal seperti kompresor dan katup-katup. bersih.

Pada saat itu PLC penggunaannya masih terbatas pada fungsi-fungsi kontrol relay saja. Gambar 4. dimana akan mengurangi resiko kecelakaan kerja dan meningkatkan kenyamanan peroduksi. PLC awalnya merupakan sebuah kumpulan dari banyak relay yang pada proses sekuensial dirasakan tidak fleksibel dan berbiaya tinggi dalam proses otomatisai dalam suatu industri. Kerja tersebut dilakukan karena adanya prosesor pada PLC yang memproses program sistem yang dinginkan. sedangkan otomasi lengkap berarti semuanya dapat dikerjakan oleh mesin. Dalam beberapa tahun ini perkembangan full otomasi telah berkembang pesat terutama pada industri manufaktur mobil maupun industri yang lain. tenaga manusia hanya bertindak sebagai programmer dari mesin tersebut.Penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin akan meningkatkan produktivitas dan efensiensi kerja. Robot Industri dalam proses manufacturig 3. Faktor ini juga sangat menentukan kedayagunaan dan manfaat ekonomis dari produksi. 3. Otomasi sebagian berarti sistem masih memerlukan tenaga kerja untuk mengoperasikan mesin. industri kimia dan tungku pengecoran logam bertemperatur tinggi. Selanjutnya hasil rancangan PLC mulai berbasis pada bentuk komponen solid state yang memiliki fleksibelitas tinggi.1 Sejarah PLC Secara historis PLC (Programmable Logic Controllers) pertama kali dirancang oleh Perusahaan General Motor (GM) sekitar pada tahun tahun 1968. PLC (Programmable Logic Controllers) …. 577 . Namun dalam perkembangannya PLC merupakan sistem yang dapat dikendalikan secara terprogram. Penggantian ini sangat tepat terutama pada industri bahan dasar. Pengalihan gerakan dari tenaga manusia ke mesin dapat dilakukan sebagian maupun keselurahan.

modul Fuzzy dan lain-lain. (h) Beberapa jenis dan tipe PLC dilengkapi dengan modul-modul untuk tujuan kontrol kontinu. Hal ini terkait dengan perangkat lunak pemrograman yang semakin user friendly.2 Pengenalan Dasar PLC Pada dasarnya PLC (Programmable Logic Controllers) merupakan sistem relay yang dikendalikan secara terprogram. Beberapa perkembangan perangkat keras maupun perangkat lunak PLC antara lain: (a) Ukuran semakin kecil dan kompak. (c) Memiliki kemampuan komunikasi dan sistem dokumentasi yang semakin baik. Sehingga mampu untuk menjawab permasalahan kebutuhan kontrol yang komplek dengan jumlah input/output mencapai ribuan. 3. PLC dilengkapi dengan port masukan (inputport) dan keluaran (outputport). instruksi dan kemampuan lainya yang beragam. seperti jumlah input/output. kepadatan komponen serta dari segi fungsinnya seiring perkembangan teknologi solid state. PID. Adanya masukan dan keluaran PLC secara modul akan lebih mempermudah proses 578 .(a) (b) Gambar 5. baik dari segi ukuran. Kerja tersebut dilakukan karena adanya prosesor pada PLC yang memproses program yang dinginkan. Relay tunggal (a) dan Sistem relay pada mesin CNC (b) Saat ini PLC telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Perkembangan dewasa ini pada dasarnya dilakukan agar memenuhi dan memberikan solusi bagi kebutuhan pasar yang sangat luas. (d) Jumlah input/output yang semakin banyak dan padat. misalnya modul ADC/DAC. Perusahaan PLC saat ini sudah memulai memproduksi PLC dengan beberapa ukuran. (g) Pemrograman relatif semakin mudah. (b) Jenis instruksi/fungsi semakin banyak dan lengkap. (f) Waktu eksekusi program yang semakin cepat.

PLC Omron type ZEN (a) dan Siemens (b) Agar lebih mengenal fungsi dan cara kerja PLC pada umumnya. Pada dasarnya PLC terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).pengawatan (wiring) sistem. seperti contoh berikut berikut: (a) (b) Gambar 6. biasanya dibuat PLC Training Unit untuk keperluan pelatihan bagi siswa maupuin praktisi industri agar lebih mendalami dan memahaminya 579 . Adapun jenis hardware dapat berupa unit PLC berbagai merek. dan lain lain. seperti OMRON. Siemens. LG.

Logika pensaklaran AND seperti sakelar NO dan NOT AND seperti saklar NC. akan tetapi berupa sebuah fungsi yaitu FUN (01). Instruksi tersebut dibutuhkan jika urutan kerja sistem kendali lebih dari 580 . Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada sistem kendali hanya membutuhkan satu kondisi logic saja untuk satu output. Instruksi END tidak ditampilkan pada tombol operasional programming console. Simbol logika LOAD dan LOAD NOT.1 LOAD (LD) dan LOAD NOT (LD NOT) LOAD adalah sambungan langsung dari line dengan logika pensakelarannya seperti sakelar NO.Gambar 7. Simbol ladder diagram dari LD dan LD NOT seperti Gambar 8 di bawah ini: LD LD NOT Gambar 8.3. karena penyambungannya seri. 3.2 AND dan NOT AND (NAND) Jika memasukkan logika AND maka harus ada rangkaian yang berada di depannya. sedangkan LOAD NOT logika pensakelarannya seperti sakelar NC. Instruksi-instruksi dasar PLC Instruksi (perintah program) merupakan perintah agar PLC dapat bekerja seperti yang diharapkan. Pada setiap akhir program harus di instruksikan kalimat END yang oleh PLC dianggap sebagai batas akhir dari program.3. PLC Training Unit 3. 3.3.

Logika AND dan NOT AND (NAND) S1 0 0 1 1 S2 0 1 0 1 AND 0 0 0 1 NAND 1 1 1 0 3. Simbol ladder diagram dari AND dan NOT AND seperti Gambar 9. Simbol logika AND dan NOT AND Tabel 1.3 OR dan NOT OR OR dan NOT OR (NOR) dimasukkan seperti saklar posisinya paralel dengan rangkaian sebelumnya. Simbol ladder diagram dari OR dan OR NOT seperti gambar 11. di bawah ini: AND NOT AND Gambar 9. Logika pensaklaran OR seperti saklar NO dan logika pensaklaran NOT OR seperti saklar NC. di bawah ini: OR Gambar 10. Simbol logika OR dan NOT OR NOT OR 581 .3.satu kondisi logic yang terpenuhi semuanya untuk memperoleh satu output. instruksi tersebut dibutuhkan jika urutan kerja sistem kendali membutuhkan salah satu saja dari beberapa kondisi logic terpasang paralel untuk mengeluarkan satu output.

Logika OR dan NOT OR (NOR) S1 0 0 1 1 S2 0 1 0 1 OR 0 1 1 1 NOR 1 0 0 0 Tabel 3. Aturan aljabar saklar AND 0n a=0 1n a=a 0 a 1 a an a=a an a=0 a a a a an b = bn a a b b a an bn c = (a n b) n c = a n (b n c) a b c a b c a b c 582 .Tabel 2.

Aturan aljabar saklar OR 0va=a 0 1va=1 1 ava=a a ava=a a a a a a avb = bva a b b a avbvc = (a v b) v c = a v (b v c) a a b c a b c b c 3.3. di bawah ini OUT OUT NOT Gambar 11.Tabel 4. 583 . Simbol logika OUT dan OUT NOT. Logika pensaklaran OUT seperti sakelar NO dan logika pensaklaran OUT NOT seperti sakelar NC.4 OUT dan OUT NOT Digunakan untuk mengeluarkan Output jika semua kondisi logika ladder diagram sudah terpenuhi. . Simbol ladder diagram dari OUT dan OUT NOT seperti Gambar 11.

.Nilai TIMER/COUNTER bersifat menghitung mundur dari nilai awal yang ditetapkan oleh program.3. Simbol ladder diagram dari AND LD seperti gambar 12.3.5 AND LOAD (AND LD) Digunakan untuk kondisi logika ladder diagram yang khusus dimaksudkan untuk mengeluarkan satu keluaran tertentu. 3. 584 . Simbol ladder diagram dari OR LD seperti gambar 13 di bawah ini: OR LD Gambar 13.Jumlahnya bergantung dari masing-masing tipe PLC.3.3. Simbol logika AND LOAD. di bawah ini: AND LD Gambar 12. maka kontak NO TIMER/COUNTER akan bekerja. 3. maka nomor tersebut tidak boleh lagi dipakai lagi sebagai TIMER/COUNTER yang lain. Jika suatu nomor sudah dipergunakan sebagai TIMER/COUNTER. Setelah hitungan tersebut mencapai angka nol.7 TIMER (TIM) dan COUNTER (CNT) . Simbol logika OR LOAD.6 OR LOAD (OR LD) Digunakan untuk kondisi logika ladder diagram yang khusus dimaksudkan untuk mengeluarkan satu keluaran tertentu.

TIMER mempunyai batas hitungan antara 0000 sampai 9999 dalam bentuk BCD (binary Code Decimal) dan dalam orde sampai 100 ms. misalnya untuk menjalankan atau menghentikan motor. Sistem PLC memiliki jumlah device masukan sesuai dengan sistem yang diinginkan. 585 . 3. level switch. Device Masukan Device masukan merupakan perangkat keras yang digunakan untuk memberikan sinyal kepada modul masukan. memperlihatkan macammacam sim bol masukan. Ada bermacam -macam device masukan yang dapat digunakan dalam pembentukan suatu sistem kendali seperti misalnya: selector switch. Gambar15. Simbol ladder diagramnya seperti Gambar 14 di bawah ini: N SV CP R TIMER Keterangan : N : Nomor T/C SV : Set Value COUNTER Keterangan : CP : Pulsa R : Reset Gambar 14. Simbol logika TIMER dan COUNTER. Dalam hal tersebut seperti misalnya device masukan yang digunakan adalah push button yang bekerja secara Normally Open (NO) ataupun Normally Close (NC).. Fungsi dari device masukan untuk memberikan perintah khusus sesuai dengan kinerja device masukan yang digunakan. flow switch. Sedangkan COUNTER mempunyai orde angka BCD dan mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999. proximity sensors dan lain-lain. foot switch.4.

Sistem PLC dapat memiliki beberapa modul masukan. NO Limit Switch d. 586 .Keterangan : a. Modul Masukan Modul masukan adalah bagian dari sistem PLC yang berfungsi memproses sinyal dari device masukan kemudian memberikan sinyal tersebut ke prosesor. NO Pushbutton b. Pada umumnya modul masukan ditempatkan pada sebuah rak. NO Flow Switch Gambar 15. Contoh simbol device masukan 3. Pada jenis PLC tertentu terdapat modul masukan yang ditempatkan langsung satu unit dengan prosesor ataupun catu daya dan tidak ditempatkan dengan sistem rak. Gambar 16 memperlihatkan modul masukan atau keluaran yang penempatannya menggunakan rak. NC Pushbutton c.5. yang berarti modul tersebut dapat melayani beberapa device masukan. Masing-masing modul mempunyai jumlah terminal tertentu.

memperlihatkan contoh gambar device programmer. Device programmer memperbolehkan pemakai untuk melakukan pengubahan program kendali baru (modifikasi) atau memeriksa benar atau tidaknya program yang telah diisikan ke dalam memori. Device programmer membuat program PLC menjadi lebih fleksibel. Gambar 17 dan Gambar 18. Device Masukan Program Device masukan program berfungsi sebagai sarana untuk memasukkan atau mengisikan program ke dalam prosesor PLC yang disebut dengan pengisi program (program loader). 587 . Hal ini sangat membantu untuk keperluan perawatan ketika timbul masalah terhadap sistem. Slot Modul masukan atau keluaran PLC 3. handled programmer dan device programmer yang memang khusus dibuat oleh pembuat PLC. Gambar 17.Gambar 16. Desktop. Program Loader sering disebut sebagai device programmer yaitu alat yang digunakan untuk melakukan pengisian program ke CPU. Jenisjenis device programmeran yang sering digunakan adalah desktop.6.

(a) Simbol lampu indicator (b) Motor listrik dan simbolnya 588 . sirine. Sistem PLC mempunyai beberapa device keluaran seperti motor listrik. (OMRON) 3. lampu indikator.Gambar 18. memperlihatkan contoh simbol dari device keluaran yang sering digunakan. Handled Programmer. Gambar 19.7. Device Keluaran Device keluaran adalah komponen-komponen yang memerlukan sinyal untuk mengaktifkan komponen tersebut.

9.8. 3. Diagram kerja tiga komponen utama di atas. dikurangi ataupun dirancang ulang untuk mendapatkan sistem yang lebih fleksibel. Perangkat Lunak PLC Pemrogramman PLC terdiri dari instruksi-instruksi dasar PLC yang berbentuk logika pengendalian sistem kendali yang diinginkan. Bahasa programmeran biasanya telah disesuaikan dengan ketentuan dari pembuat PLC itu sendiri. Catu daya yang digunakan untuk mengaktifkan device keluaran tidak langsung dari modul keluaran tetapi berasal dari catu daya dari luar. Sinyal tersebut diteruskan ke prosesor dan akan diolah sesuai dengan 589 . Urutan kerja dari gambar diagram blok di atas dimulai dari device masukan yang akan memberikan sinyal pada modul masukan. akan dijelaskan lebih rinci dengan gambar diagram blok sistem PLC seperti terdapat pada Gambar 20. bagian masukan/keluaran. Contoh device keluaran dan simbolnya 3. Modul Keluaran PLC dapat mempunyai beberapa modul keluaran tergantung dari ukuran dan aplikasi sistem kendali. Dalam hal ini setiap pembuat PLC memberikan aturan-aturan tertentu yang sudah disesuaikan dengan programmeran CPU yang digunakan PLC.10. Sistem PLC memiliki tiga komponen utama yaitu unit prosesor. Perangkat Keras PLC Sistem PLC menggunakan prinsip pemodulan yang memiliki beberapa keuntungan. seperti komponen-komponennya dapat ditambah. 3. dan device pemrograman. Device keluaran disambungkan ke modul keluaran dan akan aktif pada saat sinyal diterima oleh modul keluaran dari prosesor sesuai dengan program sistem kendali yang telah diisikan ke memorinya.(c) Katup penggerak Solenoid Gambar 19. sehingga modul keluaran sebagai sakelar yang menyalurkan catu daya dari catu daya luar ke device keluaran.

NC dan dalam bentuk penyimbolan. Ladder Logic Ladder logic adalah bahasa programmeran dengan bahasa grafik atau bahasa yang digambar secara grafik. Banyaknya titiktitik keluaran terletak di modul keluaran. tetapi d alam programmerannya simbol-simbol tersebut dipresentasikan sebagai fungsi komponen sebenarnya. Hubungan Input/Output (I/O) dengan Perangkat Lunak Pada saat pemrogram (programmer) bekerja dengan bahasa ladder logic. Untuk lebih mempermudah pemahaman mengenai hubungan I/O dengan perangkat lunak 590 . Diagram Blok PLC 3. Untuk memudahkan pemahamannya. Diagram ini menyerupai diagram dasar yang digunakan logika kendali sistem kontrol panel dimana ketentuan instruksi terdiri dari koil-koil. koil relay masukan berada di luar perangkat sehingga tidak dapat tergambar di perangkat lunak dan hanya memiliki kontak-kontak pada perangkat lunak.11.program yang dibuat. NO. Simbol-simbol tersebut tidak dapat dipresentasikan sebagai komponen. Sinyal dari prosesor kemudian diberikan ke modul keluaran untuk mengaktifkan device keluaran. programmer harus mengerti hubungan I/O dengan perangkat lunak. 3. titik masukan modul masukan dapat dianggap sebagai koil relay yang masingmasing memiliki alamat tertentu. Gambar 20.12. Programmeran tersebut akan memudahkan programmer dalam mentransisikan logika pengendalian khususnya bagi programmer yang memahami logika pengendalian sistem kontrol panel.

memproses dan memberikan informasi ke modul keluaran. Prosesor adalah bagian dari Central Processing Unit (CPU) dari PLC yang menerima. sehingga jika keadaan ON maka sinyal mengalir menuju modul masukan (dengan anggapan pemahaman bahwa terdapat koil) hal tersebut mengakibatkan kontak dari unit input di dalam perangkat lunak akan bekerja. koil keluaran perangkat lunak memiliki internal relay yang dapat digunakan sebagai pengunci (holding). Sinyal selanjutnya mengalir melalui holding relay tersebut dan lampu akan menyala terus dan akan mati apabila pushbutton 2 ditekan karena terputusnya tegangan dalam hal ini karena pushbutton 2 sebagai NC.13. Gambar 21. menganalisa. 3. Hal 591 . Gambar 21 memperlihatkan bahwa apabila push button 1 ditekan maka unit input X1 menjadi ON. Di dalam CPU PLC dapat dibayangkan seperti sekumpulan ribuan relay. Peristiwa itu tersebut mengakibatkan koil keluaran perangkat lunak menerima sinyal tersebut sehingga unit output sebagai kontak koil akan bekerja.Gambar 21 memperlihatkan gambar hubungan antara I/O dengan perangkat lunak. Processor Prosesor adalah bagian pemroses sistem PLC yang membuat keputusan logika. Keputusan yang telah dibuat berdasarkan program tersimpan dalam memori. Karena sebagai device masukan berupa push button 1 ON saat ditekan saja (NO) maka untuk membuat lampu itu menyala terus. Hubungan antara I/O dengan perangkat lunak. Apabila lampu indikator sebagai device keluaran. kejadian tersebut mengakibatkan lampu menyala. Sesuai dengan prinsip pemahaman bahwa titik masukan sebagai koil relay yang mempunyai kontak di perangkat lunak.

Apabila data dapat diubah. CPU PLC (OMRON) 592 .tersebut bukan berarti di dalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil tetapi berisi rangkaian elektronika digital yang dapat sebagai kontak NO dan NC relay. Ada bermacam-macam jenis serpih memori dalam bentuk Integrated Circuit (IC). Gambar 22. karena RAM dapat dibaca dan ditulis data untuk disimpan di RAM. Masing-masing jenis memori memiliki keuntungan dan kerugian dan dipilih untuk spesifikasi yang terbaik untuk aplikasinya. Memori tersebut hanya digunakan untuk membaca saja dan jenis memori tersebut tidak memerlukan catu daya cadangan karena isi memori tidak akan hilang meskipun catu daya terputus Programmable Read Only Memory (PROM) adalah jenis lain dari memori yang bekerja hampir menyerupai ROM. memperlihatkan contoh CPU PLC yang menggunakan sistem RAM. RAM disebut juga sebagai memori baca/tulis. Pada aplikasi PLC diperlukan catu daya cadangan yang digunakan untuk menjaga agar isi dari memori tidak hilang apabila tiba-tiba catu daya hilang. Read Only Memory (ROM) adalah jenis memori yang semi permanen dan tidak dapat diubah dengan pengubah program. RAM digunakan untuk keperluan memori karena RAM mudah diubah dengan cepat ketika dibandingkan dengan jenis memori yang lain. Kerugian jenis memori tersebut adalah diperlukannya catu daya untuk menjaga agar memory tetap bekerja. Gambar 22. maka dapat diadakan programmeran. Salah satu jenis memori yang digunakan dalam CPU PLC adalah Random Access Memory (RAM). PROM di rancang untuk diisi dengan program yang terprogram. Programmeran ulang dari PROM membutuhkan perlengkapan khusus yaitu PROM Programmer dimana PLC sendiri tidak dapat melakukannya. dengan satu pengecualian yaitu bisa di program. Memori berfungsi sebagai tempat dimana informasi tersebut disimpan.

dan Group 2 High density I/O unit area. IR input dan IR output adalah IR yang berhubungan dengan terminal input dan output pada PLC. kontrol bit PLC. 3. Terdapat juga IR yang fungsinya untuk SYSMAC BUS area. Sedangkan IR work area tidak dihubungkan ke terminal PLC.2. kondisi CPU PLC.Bit atau contact yang terdiri dari 1 bit. Optical I/O unit area.4 Holding Relay Holding relay (HR) dapat difungsikan untuk menyimpan data (bit-bit penting) karena tidak hilang walaupun sumber tegangan PLC mati. Special I/O Unit area.2. Dapat menunjukkan kondisi PLC yang disebabkan oleh kegagalan sumber tegangan. Link system digunakan untuk tukar-menukar informasi antar dua PLC atau lebih dalam satu sistem kendali yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dengan menggunakan PLC minimum dua unit.2 Memori PLC 3. memori PLC dan lain-lain. akan tetapi berada dalam internal memory PLC dan fungsinya untuk pengolahan logika program.14.5 Link Relay Link relay (LR) digunakan untuk data link pada PLC link system . kondisi input/output unit. 3. ditulis XXX . 3. 3.2.2 Special Relay Special relay (SR) merupakan relay yang menghubungkan fungsi-fungsi khusus seperti flag (misalnya: instruksi penjumlahan terdapat kelebihan digit pada hasilnya [carry flag]. dua angka yang paling belakang menunjukkan nomor contact dan sisa angka yang depan menunjukkan nomer channel.14.14. 593 . kondisi special I/O.2.Word atau channel yang terdiri dari 16 bit.14. 3.3.3 Auxiliary Relay (AR) Auxiliary relay terdiri dari flags dan bit untuk tujuan khusus. ditulis XXXXXX. IR output dan juga IR work area (untuk pengolahan data pada program).14.1 Internal Relay Internal relay (IR) mempunyai pembagian fungsi seperti IR input. informasi kondisi PLC. dan system clock (pulsa).2.1 Aturan dasar penulisan memori PLC adalah : .14 Data dan Memory PLC 3.14.14.

3. Untuk TIM 000 sampai dengan TIM 015 dapat dioperasikan secara interrupt untuk mendapatkan waktu yang lebih presisi. 3. 594 .2. > DM setup DM setup berfungsi untuk kondisi default (kondisi kerja saat PLC aktif). Macam-macam DM adalah sebagai berikut: > DM read/write • Pada DM read/write data-data program dapat dihapus dan ditulis oleh program yang dibuat.8 Data Memory Data memory (DM) berfungsi untuk menyimpan data-data program karena isi DM tidak akan hilang (reset) walaupun sumber tegangan PLC mati.2. sehingga sangat berguna untuk manipulasi data program.6 Temporary Relay Temporary relay (TR) berfungsi untuk menyimpan sementara kondisi logika program pada ladder diagram yang mempunyai titik percabangan khusus.2. Pesan-pesan kesalahan system PLC yang di simpan berupa kode-kode angka tertentu. Tentu saja setup PLC tersebut disesuaikan dengan sistem kontrol yang bersangkutan. > DM history Log • Pada DM history log disimpan informasi-informasi penting pada saat PLC terjadi kegagalan sistem operasionalnya. mengatur dan mendefinisikan sistem kerja special I/O unit.14. > DM special I/O unit • DM special I/O berfungsi untuk menyimpan dan mengolah hasil dari special I/O unit. Pada DM inilah kemampuan kerja suatu PLC didefinisikan untuk pertama kalinya sebelum PLC tersebut diprogram dan dioperasikan pada suatu sistem kontrol.3.7 Timer/Counter Timer/counter (T/C) untuk mendefinisikan suatu waktu tunda /time delay (timer) ataupun untuk menghitung ( counter). Kapasitas tergantung dari pada masingmasing tipe PLC yang dipakai.14.2.14. 3. ada yang mempunyai orde 10 ms yaitu TIMH(15). Untuk timer mempunyai orde 100 ms.9 Upper Memory Upper memory (UM) berfungsi untuk menyimpan dan menjalankan program.14. > DM link test area • DM link test area berfungsi untuk menyimpan informasiinformasi yang menunjukan status dari system link PLC.

⇒ Programmeran PLC ada dua macam yaitu dengan diagram ladder dan bahasa mnemonic. Gambar catu daya yang sering digunakan dengan sistem rak diperlihatkan pada gambar 23. Catu daya dalam mengaktifkan proses kerja PLC. Besarnya tegangan catu daya yang dipakai disesuaikan dengan karakteristik PLC. ⇒ Memori yang sifatnya dapat menyimpan data program jika listrik mati adalah DM dan HR. Catu daya dalam merupakan bagian dari unit PLC itu sendiri sedangkan catu daya luar yang memberikan catu daya kepada seluruh bagian dari sistem termasuk didalamnya untuk memberikan catu daya pada catu daya dalam dari PLC. 595 . hanya ada channel/word saja. sedangkan memori yang lainnya akan hilang.10 Catu Daya (Power Supply) Sistem PLC memiliki dua macam catu daya dibedakan berdasarkan fungsi dan operasinya yaitu catu daya dalam dan catu daya luar.14.2. Timer dan Counter juga dapat dibayangkan seperti pada umumnya dan mempunyai kontak NO dan NC. DM dapat difungsikan untuk menyimpan data-data penting yang tidak boleh hilang waktu sumber tegangan mati a memanipulasi tau program. Programmeran biasanya membuat diagram ladder terlebih dahulu dan kemudian baru menterjemahkannya dalam bahasa mnemonic. 3. kontak NO dan NC. atau bisa juga langsung digambar ladder diagram pada layar monitor.⇒ Semua memori (selain DM dan UM) dapat dibayangkan sebagai relay yang mempunyai koil. Bagian catu daya dalam PLC sama dengan bagian-bagian yang lain di mana terdapat langsung pada satu unit PLC atau terpisah dengan bagian yang lain dari atau sistem rak. Gambar 23. ⇒ DM tidak mempunyai kontak. Catu Daya.

Tampilan menu utama dari program SYSWIN dapat dilihat pada gambar berikut.1 Pembuatan diagram ladder (diagram tangga) Pembuatan diagram ladder dapat dilakukan dengan cara klik kiri mouse pada menu perintah sesuai dengan yang dikehendaki 596 . > Upload Program Merupakan perintah untuk melihat isi program dalam PLC > Down Load Program Merupakan perintah untuk mentransfer program yang telah dibuat ke dalam PLC > Run Perintah untuk menjalankan program yang telah di tranfer ke PLC > Stop Perintah untuk menghentikan program yang sedang dijalankan di PLC > Monitoring Perintah untuk melihat kondisi pada saat PLC bekerja 3.16 Cara pengoperasian SYSWIN 3. Tampilan menu utama program SYSWIN (OMRON) Beberapa perintah program yang penting dan perlu dipahami adalah sebagai berikut: > Connect Connect merupankan perintah program untuk penyambungan antara komputer dengan PLC.3.16.15. Programman PLC dasar Omron Dengan Komputer Programman PLC dasar merk OMRON menggunakan bahasa program dari OMRON juga yaitu SYSWIN. Gambar 24.

597 . Pembuatan diagram ladder 1. Klik simbol ini 3. Langkah selanjutnya memberikan alamat yang dikehendaki pada perintah tersebut. Klik simbol ini 4.kemudian memindahkan mouse ke layar tampilan yang dituju. Tampilan Ladder Diagram Langkah sbb: 1. Untuk membuat ladder baru lagi di bawahnya maka posisikan mouse pad End of blok kemudian klik dua kali maka posisi End of blok akan turun dan kita dapat menggunakannya baris kosong tersebut untuk membuat diagram ladder baru. Ketikan alamat 1001 lalu enter 2. Sebagai contoh membuat diagram ladder berikut: Gambar 25. Ketikan alamat 0001 lalu enter Gambar 26.

Click simbol FUN 2. Pada menu Online pilih Mode 598 . Akhir dari diagram tangga menggunakan END Setelah sebuah program diagram ladder dibuat kemudian untuk menjalankannya atau memasukkannya ke dalam PLC harus melewati langkah sebagai berikut: 1. Untuk mengakhiri prongram maka harus diakhiri dengan perintah END sebelum program tersebut dijalankan caranya sebagai berikut: 1. Pilih perintah Download Program lalu enter 4. Ketikan END lalu enter Gambar 27.2. Pastikan PLC sudah tersambung dan ter-conect dengan PLC 2. Sorot menu Online 3.

Catu daya Pada gambar di atas apabila dibuat program dengan menggunakan diagram ladder sebagai berikut : Gambar 30. Jika input saklar ditekan maka output berupa lampu akan menyala 2.16. PLC. STOP untuk menghentikan program 7. Tetapi jika sakelar dilepas maka lampu juga akan mati 599 . RUN untuk menjalankan program dalam PLC 6. Penyambungan perangkat Input.Gambar 28. Ladder diagram Maka kerja dari rangkaian tersebut adalah: 1. Output.2 Cara Penyambungan Dan Logika Laddernya Gambar 29. Untuk keperluan monitoring jalannya program dapat dipilih pada menu Online yaitu Monitoring 3. Akhir dari diagram tangga menggunakan END 5.

Apabila dikehendaki lampu tetap menyala meskipun sakelar hanya sekali tekan maka perlu ditambahi dengan pengunci sebagai berikut:

010.01

Gambar 31. Ladder diagram dengan pengunci.

Kebalikan dari kerja rangkaian di atas (Gambar 31) apabila dibuat program dengan menggunakan diagram ladder sebagai berikut :

Gambar 32. Ladder diagram kebalikan dari kerja rangkaian di atas

Maka kerja dari rangkaian tersebut adalah: 1. Jika input saklar tidak ditekan maka output berupa lampu akan menyala 2. Jika input saklar ditekan maka output berupa lampu akan mati Untuk penyambungan yang lebih dari satu channel maka cara penyambungan adalah sebagai berikut:

600

Gambar 33. Cara penyambungan perangkat Input dan Output lebih dari satu channel.

Oleh karena keterbatasan PLC dimana spesifikasi dari masukannya dan keluarannya adalah dengan tegangan dan arus yang kecil maka cara penyambungan dari pelaratan keluarannya jika menggunakan lampu untuk tegangan dan arus tinggi adalah menggunakan peralatan relay seperti gambar di bawah ini. Untuk arus dan tegangan yang lebih besar dapat mengguankan Magnetic Contactor. Tegangan yang disambungkan ke relay ataupun Magnetic Contactor disesuaikan dengan tegangan dari relay atau Magnetic Contactor tersebut.

Gambar 34. Penambahan relay untuk memperbesar kemampuan arus .

601

Rangkaian Input dan Output di dalam Unit CPU PLC OMRON CPM1A-XXCDR dapat dilihat pada Gambar 35 dan Gambar 36 di bawah ini.

Gambar 35. Rangkaian Input Unit CPU PLC OMRON CPM1A-XXCDR

Gambar 36. Rangkaian Output dalam Unit CPU PLC OMRON CPM1A -XXCDR. (351352 modul pelatihan PLC OMRON)

3.17 Penggunaan Fungsi Bit Kontrol 3.17.1 LATCHING / SELF HOLDING Fungsi ini berfungsi sebagai penahan dirinya sendiri pada suatau rangkaian ladder PLC.
A B

B

Gambar 37. Rangkaian latching

602

Pada gambar diagram ladder di atas bisa kita lihat, antar output B baris pertama dengan input B pada baris kedua memiliki alamat yang sama yaitu B, yang berarti bahwa bila ada tegangan sekejap dari rangkaian di atas maka output akan tetap ON. Sehingga cara mematikannya (OFF) yaitu dengan memberikan input berupa ladder NC (normally close), seperti pada gambar di bawah ini
A NC B

B

Gambar 38. Diagram ladder latching

3.17.2 KEEP Fungsi keep sama seperi pada fungsi lacthing hanya saja lebih sederhana dalam pembuatan ladernya karena telah memiliki tanda sendiri pada pemrogramannya seperti pada SYSWIN atau pun SYSMAC.
A

KEEP

B

200.00

Gambar 39. Tanda KEEP

Secara umum fungsi keep memiliki aturan seperi gambar dibawah ini.

Gambar 40. Aturan KEEP

Dengan S sebagai set, yang berfungsi sebagai pemicu adanya KEEP. R sebagai reset yaitu untuk mengembalikan ke keadaan semula dan B atau bit yaitu memberikan output berupa latching atau mempertahankan dirinya sendiri.

603

17. DIFU dan DIFD DIFU atau Differentia Up dan DIFD (Differentia Down)digunakan untukmenciptakan bit ON pada satu siklus. 604 . 3. SET dan RESET Fungsi set memerintahkan agar output selalu dalam keadaan ON.3. Perbedaannya terletak pada aktif tinggi (up) dan aktif rendah (down).17. Gambar 42.4 SET dan RESET Penggunaan set dan reset hampir mirip dengan latching tetapi biasanya digunakan pada aplikasi yang panjang sehingga akan memudahkan dalam pembuatan program.3 DIFU dan DIFD Gambar 41. Berbeda dengan Reset. memerintahkan agar output dalam keadaan OFF.

3.18 Contoh Aplikasi Dan Pembuatan Diagram Ladder Menggunakan Syswin 3. Gambar 44. Rangkaian switch relay Keterangan : SW1 = Switch 1 SW2 = Switch 2 Pada gambar sirkuit di atas. Kita dapat mensimulasikan atau mentransfer ke dalam diagram ladder. Pada gambar di atas terdiri dari dua input dan satu output. koil akan menjadi aktif bila terminal + (positif) dan terminal – (negative) pada baterai terhubung. Input terdiri dari dua switch yaitu switch 1 dan switch 2 sedangkan output adalah koil.1 Aktivasi Koil Sekarang akan kita bandingkan diagram ladder di atas dengan menggunakan aplikasi sirkuit di bawah ini.18. Gambar 43. Diagram ladder aplikasi koil 605 .

kemudian muncul form dialog untuk pengisian addres / alamat 3. sehingga akan muncul dialog form 7. isikan alamat untuk switch 1 (missal : 000. 2. tempatkan pada work area. Klik Menu à Block à Insert Block. dan tekan OK 8. Isikan alamat output.Pembuatan diagram ladder pada software Syswin 1. dan akan muncul form dialog bok 9. Tempatkan pada area kerja.01) 4. Klik symbol atau open output pada toolbar symbol 6. klik gambar open contact atau pada sisi kiri yaitu toolbar simbol.02) 5.01. missal 000. Ok 606 . klik kembali pada toolbar symbol dan masukan alamat / addres yang berbeda dengan address switch 1 (missal 000. Pilih BELOW Current Network.

Masing masing sensor bertugas untuk mengontrol posisi ketinggian minyak pelumas. Aplikasi PLC 607 .2 Minyak Pelumas Aplikasi di bawah ini adalah mengontrol minyak pelumas yang dikeluarkan dalam sebuah tangki. akan muncul dialog. Gambar 45. Pilih END(01) dan tekan Ok Hasil program seperti dibawah ini 3.10.18. Dengan menggunakan dua sensor yaitu sensor bagian atas dan sensor bagian bawah. Klik Menu à Function à Basic instruction à Program Control Instruction. 11.

2 berupa input dan 1 berupa output. Diagram ladder Pembuatan diagram ladder pada Software Syswin 3. 2. Pengalamatan peralatan input dan output Input Sensor Bawah Sensor Atas Addres 000. Maka dibutuhkan 3 input dan output. kemudian kita membuatnya dalam diagram ladder. Sensor dapat berupa sensor optik apabila tercelup dalam cairan atau minyak pelumas maka akan OFF disini motor akan OFF sehingga tidak memompa minyak.00 Internal Relay 010. input dan output maupun internal relay. kemudian muncul form d ialog bok untuk pengisian addres / alamat 608 .4 sebagai berikut 1. Apabila sensor tidak tercelup dalam minyak pelumas maka sensor akan ON dan menghidupkan motor dan memompa minyak pelumas ke dalam tangki.00 000.01 Output Motor Addres 010. Tempatkan pada work area. Klik gambar open contact pada sisi kiri yaitu toolbar simbol. Gambar 46.00 Setelah membagi alamat-alamat.Pada saat volume minyak pelumas menyentuh sensor bawah motor akan memompa minyak pelumas menuju tangki dan berhenti ketika minyak pelumas menyentuh sensor bagian atas. Sistem ini disebut dengan NC (Normally closed) Tabel 5.

dan tekan OK (disini bukan sebagai output tetapi internal relay) Klik Menu à Block à Insert Block. missal 000. Klik gambar open contact pada sisi kiri yaitu toolbar simbol.05. sehingga akan muncul dialog form dialog. 8. 5. dan akan muncul form dialog bok 9. Tempatkan pada work area. 7. Ok 10. Pilih BELOW Current Network. kemudian muncul form dialog bok untuk pengisian addres / alamat 609 .3.00) Klik kembali pada toolbar symbol dan Klik pada work area kemudian masukan alamat / addres yang berbeda dengan address sensor atas (missal 000. 11. Isikan alamat output.01) Klik symbol atau open output pada toolbar symbol Tempatkan pada area kerja. 6. Isikan alamat untuk sensor atas (missal : 000. 4.

12.05 13.00 . 001.00 15. Klik pada toolbar symbol dan Klik pada work area baris kedua blok pertama. Isikan alamat yang sama dengna internal relay diatas untuk sensor atas yaitu 000. Klik kembali pada toolbar symbol dan Klik pada work area baris ketiga blok pertama. kemudian masukan alamat / addres yang sama dengan internal relay.00). Klik pada selection tools. kemudian masukan alamat / addres yang sama dengan internal relay. 14. Klik symbol atau open output pada toolbar symbol pada work area pada baris ketiga blok ketiga. 16. 001. dan berikan alamat 610 . kemudian Klik pada blok pertama yang kita buat (alamat 000. setelah terlihat gelap klik pada vertical line dan klik pada blok kedua baris pertama sehingga akan timbul garis penghubung ke bawah.

Awalnya tangki dalam keadaan kosong. Hubungkan blok pertama dan ketiga pada baris ketiga dengan garis horizontal pada toolbar symbol. Ketika sensor 1 tercelup oleh air pompa berhenti sehingga volume air secara perlahan turun. Beberapa saat kemudian sensor air volume air terus menurun sehingga kini sensor 1 dalam keadaan bebas atau tidak tercelup air dan pompa masih terus hidup. 18. 3. pompa air hidup sehingga mulai mengisi air dari keadaan awal kosong.3 Pengisian tangki air otomatis Sistem pengisian tangki air secara otomatis dapat dijelaskan pada gambar di bawah ini. Sampai ketinggian air menyentuh sensor 2 pompa kembali menyala dan terus berulang. Tempatkan pada area kerja. sehingga akan muncul dialog form dialog. Saat air menyentuh sensor 2 pompa air masih hidup dan pengisian air terus berlanjut sampai sensor 1 . masukan Function END pada bris terakhir.17.18. 19. Sensor 2 Sensor 1 Pompa air Gambar 47. Sistem kerja pengisian air otomatis 611 .

00 000.01 Pompa air 001. 2. Daftar alamat pada input dan output Addres Output Addres 000. Tempatkan pada work area. sedangkan output berupa pompa air. 00000 00001 10000 10000 END Gambar 48. Perlu diperhatikan bahwa sistem di atas memiliki input dan output (i/o) sebanyak tiga bagian dengan dua input dan satu output. kemudian muncul form dialog box untuk pengisian addres / alamat 3. Isikan alamat untuk sensor atas 612 .4 1. Diagram ladder Contoh pembuatan diagram ladder pada progam computer jenis syswin 3. Tabel 6.Langkah selanjutnya adalah membagi alamat input dan output pada Programmable Logic Control (PLC). Klik gambar closed contact pada sisi kiri yaitu toolbar simbol. Pada kasus di atas menggunakan alamat-alamat PLC jenis OMRON.00 Setelah dibuat alamat pada input dan output PLC selanjutnaya adalah membuat diagram ladder.00 Input Sensor 1 Sensor 2 Internal relay 010. Input terdiri dari sensor 1 dan sensor 2.

00 7. Klik symbol atau open output pada toolbar symbol sebelah ladder kedua.Tempatkan pada area kerja. Isikan alamat output. 6. Klik pada selection tools. 9. Klik kembali closed contact pada toolbar simbol dan Klik pada work area samping ladder pertama. 8. Klik gambar open contact pada sisi kiri yaitu toolbar simbol.4. setelah terlihat gelap klik pada vertical line dan klik pada blok kedua baris pertama sehingga akan timbul garis penghubung ke bawah. kemudian masukan alamat / addres yang berbeda dengan address sensor . sesuai dengna ladder yang telah kita tentukan yaitu 010. Tempatkan pada work area baris kedua blok pertama kemudian muncul form dialog bok untuk pengisian addres / alamat 613 .01). kemudian Klik pada blok kedua yang kita buat (alamat 000. 5. sehingga akan muncul form dialog.

Alamat input dan output PLC Alamat Output 000.00. 614 .18.30.4 dapat disesuaikan dengan contoh program syswin di atas.4 Alarm dan sistem penyalan lampu Suatu pabrik tiap pukul 07.04 Input Jam 07. masukan Function END pada bris terakhir.02 010.01 010.04 Pada tabel di atas kita menjadi mengerti alamat masing masing input dan output PLC. Isikan alamat yang sama dengan output yaitu 01.00 010.30 Jam 12. open contact disini berfungsi sebagai internal relay sebagai proses latching atau self holding.10.01 Lampu ruang kantor 000.30 membunyikan alarm yang menandakan karyawan untuk masuk bekerja bersaman dengan alarm yang berbunyi lampu dalam kantor dan lampu ruang kerja secara otomatis akan menyala dan lampu llingkungan perusahaan akan padam.30 Jam 16.30 Jam 11.00 Alarm 000. Alamat input di tentukan dengan waktu dan alamat output di hubungkan dengan lampu dan alarm.30 Jam 17.30 alarm berbunyi untuk waktu istirahat dan pukul 12.02 Lampu ruang kerja 000.03 010. Table 7. 11. Pengaplikasian pada program syswin 3.30 Alamat 010.30 alarm berbunyi tanda masuk kembali.30 sebagai tanda jam bekerja telah berakhir. Lampu lingkungan perusahaan akan menyala pukul 17. Alarm akan berbunyi lagi pada pukup 16. Kemudian pada pukul 11. 3.03 Lampu lingkungan 000.

000.02 000. Diagram Ladder aplikasi sistem alarm 615 .01 000.04 000.00 000.03 000.00 000.03 END Gambar 49.01 000.03 010.05 000.05 T000 #50 010.03 000.00 000.00 000.01 001.04 000.02 000.

Ladder logic adalah bahasa program dengan bahasa grafik atau bahasa yang digambar 616 .. Device masukan program berfungsi sebagai sarana untuk memasukkan atau mengisikan program ke dalam prosesor PLC yang disebut dengan pengisi program (program leader). out dan out not. Otomasi adalah mengubah penggerakan atau pelayanan dengan tangan menjadi penggerakan oleh tenaga asing (tanpa perantaraan tenaga manusia) secara otomatik. Instruksi-instruksi dasar PLC adalah load dan load not. jadi otomasi menghemat tenaga manusia. or load. PLC dilengkapi dengan port masukan (inputport) dan keluaran (outputport).. Rangkuman IX .4. Cara kerja PLC dapat dilihat pada diagram berikut : Device masukan merupakan perangkat keras yang digunakan untuk memberikan sinyal kepada modul masukan. timer dan counter. or dan not or. and load... Programmable Logic Controllers (PLC) Pada dasarnya PLC (Programmable Logic Controllers) merupakan sistem relay yang dikendalikan secara terprogram. and dan not and. Modul masukan adalah bagian dari sistem PLC yang berfungsi memproses sinyal dari device masukan kemudian memberikan sinyal tersebut ke prosesor. PLC terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Dalam sebuah program tentunya mempunyai cara atau perintah-perintah khusus. 1.

Device keluaran adalah komponen-komponen yang memerlukan sinyal untuk mengaktifkan suatu komponen. Soal Formatif a. Berikan contoh penggunaan sistem PLC selain contoh-contoh di atas. Gambar diagram leadernya dan jelaskan cara kerja sistem tersebut? 617 . modul keluaran sebagai sakelar yang menyalurkan catu daya dari catu daya luar ke device keluaran. 5. Sebutkan perangkat-perangkat keras PLC dan jenis-jenis PLC berdasarkan IO yang dimiliki? c.secara grafik. Sebutkan dan jelaskan instruksi-instruksi dasar pada PLC ! b.

618 .

selain tenaga kerja manusia tersedia dalam jumlah banyak juga industri tidak perlu membeli mesinmesin yang harganya sangat mahal. Awalnya industri tertarik pada ongkos tenaga kerja yang murah. Teknologi yang dapat berkembang biasanya teknologi yang dapat mempermudah kehidupan manusia. Robot siap menggantikan tenaga manusia Fenomena tersebut semakin dirasakan oleh dunia industri yang mengandalkan pada tenaga kerja masal. Dahulu orang bepergian dengan berjalan kaki. enuh. Pengenalan Robot Kemajuan sains dan teknologi dewasa ini telah dirasakan membuat kualitas hidup manusia semakin baik. Tenaga kerja menjadi andalan bagi kelangsungan proses produksinya. tidak mengenal jenuh. kesehatan. Tenaga kerja juga memiliki keterbatasan yang bersifat manusiawi seperti 619 . Penggunaan tenaga kerja manusia juga memiliki resiko pemogokan masal. dan menuntut upah besar. demonstras i. maka orang cukup dengan duduk dan mengendarai susuai dengan keinginannnya. antara lain: a) memiliki keterbatasan yang manusiawi. dan j sebagainya. emosi yang labil. seperti.BAB X TEKNOLOGI ROBOT 1. Kenyataan dilapangan menunjukan bahwa penggunaan tenaga kerja masal memiliki beberapa kelemahan. tidak menunutut gaji tinggi dan tidak akan demo menunutut kenaikan gaji/upah buruh. Gambar 1. selanjutnya menggunakan hewan. lelah. dengan diciptakannya mobil. Meningkatnya kebutuhan manusia telah berupaya berfikir bagaimana agar pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh manusia dapat digantikan oleh mesin yang dapat bekerja 24 jam.

yaitu dari k ata robota yang berarti tenaga kerja/buruh. elektrik. robot harus digunakan karena radiasi nuklir sangat berbahaya bagi manusia. Di bidang sosial robot banyak membantu sebagai pengganti bagian tubuh yang mengalami kecacatan fisik. pneumatik hingga berkembang menjadi robot-robot industri. menggeser. Istilah robot berasal dari rusia. Robot digunakan pada industri perakitan.istirahat yang cukup. baik secara mekanik. Sehingga untuk mempelajari bagian selanjutnya kita tidak akan menemukan kesuilitan untuk mendefinisikan. Adapun beberapa istilah yang dimaksud antara lain: 620 .1 Istilah Robot Sebagai pemahaman awal maka perlu diketahui beberapa istilah dasar dari robot. Kelemahan tersebut akan berdampak pada kualitas dan kuantitas produk terganggu. pengelasan. Kemudian diawal abad ke 20 ilmuwan Cekoslowakia. Karel Capek (1890-1938) memperkenalkan istilah robot dengan membuat seperangkat mesin yang diberi nama Rosum’s Universal Robots (RUR). Penggunaan robot pada sebuah laboratorium 1. Sebagai contoh dalam industri nuklir. peleburan. Gambar 2. Belajar dari kelemahan-kelemahan di atas maka manusia terpacu untuk membuat mesin yang dapat menggantikan fungsi tenaga kerja manusia. pengecatan dan telah digunakan pada bidang militer sebagai peralatan penjinak bom. bidang kedokteran sebagai peralatan operasi otomatis. mengelas dan lain-lain. Robot dapat digunakan secara rutin terus menerus tanpa merasakah kebosan atau digunakan pada lingkungan yang sangat berbahaya. pergi ke Toilet dan berbagai keperluan yang bersifat pribadi. Menurut National bureu of Standar robot adalah Aplikasi robot sebagian besar pada bidang industri bertujuan untuk meningkatkan produktivitas produksi. seperti mengangkat. Peralatan tersebut berkembang secara pesat.

melipat. memilki banyak fungsi yang didesain untuk memindahkan material. menjangkau objek. Lengan yang memberikan gerakan robot untuk memutar. dan Power (daya). Gambar 3 memberikan gambaran tentang bagian dasar dan bagian tambahan. kontroler. Kontroler membentuk sistem kontrol yang akan menentukan input dan output suatu robot. peralatan atau peralatan khusus Suatu peralatan yang bertugas sebagai penendali dari gerakan robot. yaitu : Manipulator. manipulator terdiri dari beberapa segmen dan sambungan (joint). Efektor sering ditemukan pada beberapa sistem robot.Robot : Kontroler : Manipulator : Joint Open loop : : Peralatan yang dapat diprogram ulang. Joint atau sambungan merupakan hubungan antara lengan (arm) dengan lengan yang lain sehinga dipisahkan oleh sumbu (axis) Lup terbuka adalah suatu sistem kontrol yang tidak memiliki feedback atau umpan balik. Gerakan ini di sebut dengan derajat kebebasan robot atau jumlah sumbu yang ada pada robot. tetapi sifatnya tidak harus ada. Komponen dasar manipulator robot 621 . Feedback digunakan pada close loop (lup tertutup) 1.2 Komponen Dasar Sistem robot memiliki tiga komponen dasar. suku cadang (part). yaitu bagian dasar dan bagian tambahan.2. 1.1 Manipulator Manipulator memiliki dua bagian. Apendage Apendage Base Gambar 3. sehingga suatu peralatan tidak dapat mengenali kesalahan sebagai pembanding kerja selanjutnya.

Bagian actuator ini akan dijelaskan pada selanjutnya. Kontroler berfungsi untuk mengontrol pergerakan dari manipulator. Manipuator digerakkan oleh actuator atau disebut sistem drive. Data dalam memori dapat di keluarkan atau di edit sesuai dengan yang dibutuhkan. Actuatuator atau sistem drive menyebabkan gerakan yang bervariasi dari manipulator. Dahulu kontroler dibuat dari drum mekanik yang bekerja step by step secara sequential. Actuator bisa menggunakan elektrik. Kontroler menyimpan informasi yang berkaitan dengan data-data robot. 1. dan sangat sederhana. Bagian tambahan merupakan perluasan dari bagian dasar. hidrolik ataupun pneumatik.2 Gambar 4 . Bagian ujungnya terpasang efektor yang berfungsi untuk mengambil/mencekam material.2. Rel berfungsi sebagai path atau alur sehinga memungkinkan robot untuk bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya dalam satu area kerja. Gambar 4. Informasi tersebut kemudian disimpan didalam memori. dalam hal ini data gerakan robot yang telah diprogram sebelumnya. memberikan gambaran sebuah kontroler dan manipulator robot. Kontroler Kontroler merupakan jantung dari sistem robot sehingga keberadaanya sangat penting. Dimasa sekarang kontroler menggunakan PLC (programmable logic kontrol) yang dapat bekerja dengan pergerakan yang sangat kompek dari sistem robot. Kontroler sendiri diatur oleh sebuah informasi atau program yang diisikan dengan menggunakan bahasa pemgrograman tertentu.Bagian dasar manipulator bisa kaku terpasang pada lantai area kerja ataupun terpasang pada rel. Robot dan kontroler 622 . bisa disebut juga lengan/arm.

Gambar 5a.1. Catu daya hidrolik Gambar 5c. Catu daya listrik 623 . Gambar 5a. yaitu bagian untuk kontroler dan bagian untuk manipulator. hidrolik ataupun ketiganya. Power supply dalam suatu sistem robot dibagi menjadi dua bagian. 5b dan 5c memberikan keterangan tentang power supply. Catu daya pneumatik Gambar 5b. Bagian kontroler menggunakan elektrik sedangkan bagian manipulator bisa menggunakan elektrik.2.3 Power Suply (Catu Daya) Power supply adalah sebuah unit yang menyediakan tenaga pada kontroler dan manipulator sehingga dapat bekerja. pneumatik.

pneumataik (grifer). mengisi botol.4 Efektor Efektor dapat ditemukan hampir semua aplikasi robot. penyemprot cat ataupun hanya berupa penjempit objek.2. Efektor robot Efektor jika disamakan dengan manusia seperti jari-jari tangan yang dapat digerakan untuk memindah/mengangkat materilal ataupun peralatan yang dapat digunakan untuk mengelas. dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan. Gambar 6. mengecat. menempa. 624 .1. maupun hydrolik. Sebagai contoh efektor dapat berupa peralatan las. elektrik. Efektor berfungsi sebagai bagian terakhir yang menghubungkan antara manipulator dengan objek yang akan dijadikan kerja dari robot. walaupun keadaannya bukan merupakan komponen dasar dari sistem robot. Kerja efektor dapat berupa mekanik.

Semakin berat beban yang dapat dikerjakan oleh manipulator maka semakin tinggi teknologi robot. Masing-masing memiliki karakteristik sendiri yang sangat unik sehingga sangat jelas perbedaan antara ketiga level tersebut. yaitu: Rendah (low) teknologi.3 Gerakan Robot Gerakan robot dapat diklasifikasikan menjadi dua. Tingkatan teknologi robot dapat dibedakan dengan mengetahui karakteristik masing-masing robot. Payload (muatan) Payload adalah kapasitas beban yang dapat dikerjakan oleh manipulator. Sumbu ini akan menentukan derajat kebebasan atau kebebasan bergerak dari robot. Gerakan base travel dapat di aplikasikan ke dalam base manipulator yang kaku pada lantai ataupun bebas dalam alur (path). b. a. 625 . Base manipulator jenis kaku 1. Axes kontrol menggunakan feedback sehingga gerakannya tergantung dari gerakan terakhir dan umpan balik sistem. base travel dapat dikategorikan kedalam lup terbuka sehingga tidak ada feedback dalam sistem. yaitu gerakan base travel dan gerakan axes kontrol. medium teknologi dan teknologi tinggi (high technology). Gambar 7.4 Tingkatan Teknologi Robot memiliki tiga tingkatan/level teknologi. Secara sistem kontrol..1. yaitu Sumbu (axes) Karakteristik pertama dari teknologi robot adalah seberapa banyak sumbu yang dapat ditemukan dalam sebuah robot. Kapasitas berat diukur dari batas antara efektor dan manipulator.

05 sampai 0. Aktuasi dapat menggunakan 3 dari penggerak (pneumatik. Robot ini memiliki hanya satu pekerjaan khusus secara terus menerus.001. y dan z. Aktuasi Aktuasi dibedakan menurut jenis penggerak yang digunakan oleh robot. Semakin besar informasi yang dapat disimpan dalam memori maka semakin tinggi teknologi robot. Semakin tinggi siklus waktu yang dimiliki robot maka semakin tinggi tingkat teknologi. Sedangkan sistem kontrol dapat dibedakan antara loop terbuka dan loop tertutup yang masing masing akan dijelaskan pada bagian selanjutnya. hydrolik dan elektrik). Siklus waktu akan mempengaruhi kecepatan dari proses produksi suatu industri. seperti pada material handling (penanganan material). 1. Siklus waktu tergantung pada payload dan panjang dari lengan manipulator. y dan z secara berulang kali. y dan z yang sama pula. Akurasi (ketelitian) Akurasi adalah posisi robot dalam melakukan kerja secara berulang kali. Kontroler Dua hal yang penting dari kontroler adalah memori dan sistem kontrol.1 Low Teknologi Robot teknologi rendah (low technology) digunakan dalam lingkungan industri untuk pekerjaan yang tidak memiliki tingkat kerumitan yang tinggi. Kerja selanjutnya robot melakukan kerja dengan bidang kartesian x. Aktuasi berkaitan dengan payload. Sumbu gerakanya bisaanya naik dan turun. semakin pengggerak (drive) memiliki payload yang besar maka semakin tinggi teknologinya. Apabila suatu robot melakukan kerja pertama dengan posisi pada bidang kartesian x.4. Masing masing tergantung dari payload yang di kerjakan pada robot. Payload Robot teknologi rendah memiliki kapasitas beban diantara 3 – 13 kg.c. Axes Robot hanya memiliki maksimal 4 sumbu gerakan dan bisaanya gerakan akhir dikontrol oleh mekanik bukan sensor yaitu bisa berupa limit switch. Akurasi Berkisar antara 0.025 mm. Bisa berupa pneumatik. Cycle time (siklus waktu ) Siklus waktu adalah waktu yang dibutuhkan oleh robot untuk bergerak dari lokasi satu ke lokasi lainnya. dan operasi perakitan.001 mm pada bidang kartesian x. hidrolik atau elektrik. Sampai pada kerja yang ke 1000 robot mulai kehilangan akurasi 0. 626 . d. yaitu x-0. f. operasi tekan. e.

Robot jenis medium teknologi memiliki sumbu yang lebih 627 . efektor las. press (tekan) dan sebagainya.Kontroler Menggunakan sistem kontrol terbuka (open loop) dan memiliki kapasitas memori yang kecil. Memiliki lebih banyak sumbu pada manipulatornya dan memiliki area kerja yang luas sehingga jangkauan gerakannya menjadi lebih besar. Cycle Time Cycle time 1.4. Robot dapat menangani beban melalui wrist sampai 150 kilogram. Open loop tidak bisa mengendalikan kesalahan yang terjadi dalam lingkungan karena tidak memiliki umpan balik (feedback).0 detik dengan pencapain gerakan manipulator 25 sampai 65 centimeter. sebagai contoh. Robot jenis ini memiliki tugas yang lebih komplek dan adanya wrist dapat meningkatkan Cycle time operasi robot. Payload Sumbu Kontroler Gambar 8. Hubungan antara akurasi dengan kerja yang komplek menimbulkan tingkat akurasi yang menurun. Robot low technology 1. Wrist adalah suatu peralatan sebagai dudukan dari efektor. cat.2 Teknologi Medium Robot dari jenis ini memiliki fitur yang lebih canggih dari jenis sebelumnya. Pada gerakan berputar dapat mencapai 150 centimeter / detik. Payload Robot memiliki memiliki kapasitas maksimal beban yang lebih tinggi dari low teknologi. Sumbu Robot memiliki 4 sampai 6 sumbu sehingga derajat kekebasan robot lebih tinggi. Didalam wrist bisa diletakkan bermacam macam efektor. Dilengkapi dengan wrist pada ujung lengannya.

Aktuasi Kontroler

banyak karena tugasnya yang semakin komplek sehingga akurasi dan pengulangan pergerakan bernilai lebih rendah dari jenis robot teknologi rendah yang memiliki sumbu sedikit. Akurasi robot jenis medium teknologi berkisar 0.2 milimeter hingga mencapai 1.3 milimeter. Robot memiliki 2 jenis penggerak yaitu hidrolik dan elektrik. Hal tersebut disebabkan beban yang dikerjakan lebih berat. Memiliki memori yang cukup besar dan sistem kontrol menggunakan loop tertutup, sehingga apabila ada kesalahan pada lingkungan maka robot dapat membandingkan antara input dan output untukmenentukan kerja selanjutnya

Gambar 9. Robot las pada jalur perakitan

Gambar 10. Robot dalam proses manufactur

628

1.4.3 Robot Teknologi Tinggi Robot dengan teknologi tinggi dapat kita temui pada material handling, press transferring, pengecatan, pengelasan. Robot jenis ini memiliki sumbu hingga mencapai 16 atau bisa melebihi. Memiliki payload sampai 150 kilogram dan cycle time dan akurasinya hampir sama dengan robot jenis medium. Tipe aktuasi dengan menggunakan penggerak elekrik dan hidrolik. Elektrik dimaksudkan mudah dalam menentukan posisi sedangkan hidrolik dimaksudkan untuk tugas yang sangat berat. Secara ringkas data dari jenis teknologi robot dapat di rangkum dalam table berikut dibawah ini : Tabel 1. Properties teknologi robot Rendah Medium 2–4 5–6 3 – 13 14 – 150 5 - 10 1.0 0.05 – 0025 2 – 1.3 Pneumatik, hidrolik. Hidrolik dan Elektrik elektrik Memori rendah, Memori open loop sedang, lup tertutup Tinggi 7 – 16 150 lebih 1.0 2. – 0.4 Hidrolik dan elektrik Memori besar, lup tertutup

Sumbu Payload Cycle time Akurasi Aktuasi Kontroler

2. Operasi dan Fitur Manipulator

….

Bagian sebelumnya telah kita definisikan tentang komponen dasar robot, yaitu : kontroler, manipulator, dan sumber power . Masing-masing komponen harus ada pada sebuah sistem robot agar robot dapat bekerja dengan baik. Bagian ini akan menjelaskan tentang operasi dan fitur dasar dari manipulator yaitu gerakan sumbu lengan, wrist, penggerak, jangkauan area dan penghubung Geometri lengan manipulator dibagi menjadi empat sistem koordinat yaitu: kartesian koordinat, polar koordinat, silindrikal koordinat dan artikulasi koordinat. Manipulator digerakan oleh penggerak, bisa berupa pneumatik, hidrolik dan elektrik. Masing masing penggerak (drive) memiliki kelebihan dan kelemahan masing masing. Manipulator bergerak dalam jangkauan area tertentu yang disebut dengan kerja jangkauan. Kerja jangkauran manipulator dihitung dengan kebebasan mutlak atau tidak adanya penghalang. 2.1 Sistem Koordinat Lengan Robot (Arm Geometry) Sumbu robot bergerak dalam rangka untuk menyelesaiakan suatu kerja. Gerakan tersebut diklasifikasikan menjadi 4 koordinat yaitu : kartesian, silindrikal, polar d artikulasi koordinat. Masingan

629

masing koordinat sistem menyebabkan gerakan dari lengan manipulator. Pergerakan ini disebut dengan geometri lengan (arm geometry). Sitem pergerakan lengan robot dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, antara lain:, a) translasiara lain: gerak full translasi (FT), semua gerakan lengan dalam bentuk lurus (lihat gambar 12), b) gerak rotasi, translasi, translasi (RTT), diawali dengan rotasi selanjutnya lengan robot bergerak translasi dan translasi (lihat gambar 13), c) gerakan lengan robot full rotasi (FR), robot ini dalam setiapgerakannya selalu melakukan rotasi pada lengan-lengannya (lihat gambar 11, dan 14).

Gambar 11. Sistem Persumbuan Robot

Gambar 12. Gerak Robot Total Translasi (TT)

630

Gambar 13. Gerak Robot Rotasi,Translasi, Translasi (RTT)

Gambar 14. Gerak Robot Full Rotasii, Translasi (RTT)

2.1.1

Koordinat Kartesian Sesuai dengan sudut pandang matematika, koordinat kartesian di kenal dengan tiga sumbu dasar, bidang X bidang Y dan bidang Z. , masing-masing bidang tersebut dihubungkan dengan gerakan lengan manipulator dari titik awal sehingga akan membentuk suatu titik tertentu dengan gerakan lurus vertical maupun horizontal. Gambar 15. menjelaskan tentang tiga sumbu dasar pada sistem koordinat kartesian. X, Y dan bidang Z di identifikasi sebagai gerakan manipulator. Manipulator bergerak melalui ruang hanya melalui bidang X, Y dan Z sebagai sarana untuk mencapai target.

631

Daerah ini berfungsi sebagai operasi keamanan robot apabila terjadi kesalahan gerakan. Gerakan tersebut disesuaikan dengan kerja robot. Masing masing gerakan tersebut membentuk volume silinder sehingga disebut koordinat silinder. Aplikasi koordinat kartesian 2. Pada sebagian aplikasi koordinat silindrikal yang diterapkan pada sistem robot. ? (theta) atau gerakan rotasi biasanya memiliki sudut 3000. sehingga tidak menimbulkan kerusakan akibat benturan.2 Silindrikal Koordinat Koordinat silinder membentuk tiga derajat kebebasan atau tiga sumbu yaitu ? (theta) atau sumbu rotasi. turun).Gambar 15. mundur) dan vertica l(naik. sisa sudut 600 disebut dead zone atau daerah mati. Bidang R dan bidang Z membentuk gerakan horizontal (maju. Bidang Z membentuk gerakan naik dan turun atau vertical. 632 .1. sedangkan R membentuk gerakan horizontal atau maju dan mundur.

Sistem koordinat ini juga disebut sebagai sistem spherical atau sistem bola karena jangkauan area dari robot membentuk volume bola.1.Gambar 16.3 Gambar 17. gerakan ß (beta) atau gerakan melingkar dan sumbu R gerakan horizontal. yaitu sumbu beta diletakan berbatasan dengan base manipulator dan maka sumbu R akan menjadi sumbu Z atau bergerak secara vertical 2. Prinsip koordinat polar dan aplikasinya 633 . Gambar 17 menunjukan gerakan sumbu polar. Apabila antara theta dan beta dibalik posisi. Sumbu ? (theta) dan sumbu R memiliki persamaan sumbu ? ( theta) dan sumbu R pada koordinat silindrikal. Prinsip Koordinat silindrikal dan aplikasinya Koordinat Polar Koordinat polar memiliki tiga sumbu yaitu ? (theta) atau gerakan rotasi.

Koordinat Artikulasi Koordinat artikulasi adalah koordinat yang terdiri dari tiga sumbu yaitu : ? (theta). 2. Penambahan dari sumbu pada wrist ini memberikan pergerakan yang sangat fleksibel untuk robot. 2. Koordinat ini memiliki 2 sumbu yang dapat melipat yaitu pada sumbu W dan sumbu U. sehingga apabila gerak rotasi antara sumbu U dan sumbu W digabungkan akan membentuk gerakan yang sangat fleksibel. penggerak ini tidak dapat digunakan.1 Penggerak Pneumatik Dalam industri robot. Maka penambahan wrist (pergelangan tangan) pada ujung lengan memberikan tambahan mobilitas untuk gerakan robot. sebagai contoh desain wrist dengan dua roll dan tidak memiliki pitch atau dua pitch dan satu dua roll dan dua yaw. Udara tersebut masuk ke dalam silinder pneumatik dan menggerakan mekaniknya. Pneumatik digunakan untuk menggerakan sumbu dengan mengalirkan udara bertekanan. Kelemahan dari sistem penggerak ini adalah terbatasnya jumlah muatan / payload yang dapat diterima. sehingga koordinat ini menjadi lebih fleksibel dan banyak digunakan dalam industri. perbedaanya terletak pada fluida yang digunakan. pada sistem robot terdapat tiga jenis sistem penggerak. terdapat 30% penggunaan sistem penggerak pneumatik. Penambahan wrist juga meningkatkan luar area jangkauan robot.2 2.1. Dalam mendesain wrist tergantung pada kebutuhan aplikasi robot.4 634 . Sistem pneumatik ini lebih murah dibandingkan dengan sistem penggerak hidrolik maupun elektrik. sumbu W (lengan atas) dan sumbu U (siku).3 Sistem Pengerak Manipulator Untuk bisa beroperasi / bergerak maka manipulator membutuhkan sistem penggerak. Pada hidrolik menggunakan 2.3. yaitu : pneumatik. hidrolik dan elektrik. Sumbu W memberikan pergerakan seperti sumbu ß (beta) yang terdapat pada koordinat polar. Pada bagian atasnya terdapat sumbu W yang bergerak rotasi vertical. 2. Penggerak ini bekerja hampir sama dengan pneumatik. Masing-masing gerakan memiliki keterbatasan. Masing-masing sumbu bisa dibuat ganda. Koordinat artikulasi yang memiliki gerakan rotasi yang dihasilkan dari sumbu ? (theta). sehingga untuk sistem robot yang membutuhkan muatan yang besar. Penggerak Hidrolik Penggerak hidrolik digunakan 45 % dalam industri robot. Sumbu U berputar vertikan seperti sumbu W.3.2 Rotasi Wrist Dari keempat koordinat sistem yang telah kita pelajari menjelaskan tentang gerakan manipulator dalam sistem robot.

2. Penggerak hidrolik mempunyai kemampuan lebih besar dari muatan yang dapat diterima oleh penggerak pneumatik.3. Koordinat kartesian memiliki jangkauan empat persegi pangjan (rectangular). hal ini terjadi karena desain robot memiliki fungsi yang komplek pada bagian bawah dibandingkan dengan baign atas. Silinder terhubung dengan sumbu manipulator sehinnga timbul gerakan pada actuator. Motor ini dihubungkan ke sumbu manipulator dengan memakai gigi reduksi untuk mengurangi jumlah putaran. Masing masing jangkauan kerja berbeda tergantung dari koordinat geometri yang pernah kita pelajari terdahulu. Penggunaan sistem penggerak hidrolik memiliki dua kerugian. Gambar di bawah ini menunjukan jangkauan kerja dari sistem koordinat artikulasi pandangan samping. 635 .karena menggunakan sistem derajat pada putarannya. Jangkauan kerja membentuk cabikan seperti bulan sabit. maka fluida/cairan akan mengotori lantai dan dapat menyebabkan kondisi yang tidak aman. apabila terjadi kebocoran pada sistem.cairan (minyak) untuk menggerakan silinder hidrolik. jangkaun kerja koordinat polar adalah bola (spherical). Pencapaian robot dalam menjangkau objek disebut dengan jangkauan kerja. Penggerak elektrik dapat bekerja dengan beban dengan berat sekitar 3 sampai 80 kilogram.3 Penggerak Elektrik Penggerak elektrik menggunakan motor AC maupun DC. pengecoran dan pengecatan. sedangkan jangkauan kerja koordinat artikulasi adalah bentuk cabikan (tearshape). jangkauan kerja koordinat silindrikal adalah silindrikal. Pertama.4 Jangkauan Kerja Hal yang paling penting untuk diketahui adalah seberapa jauh robot dapat menjangkau objek. sistem ini memiliki harga yang sangat mahal. Kedua. 2. Penggunaan motor stepper atau motor langkah dapat memberikan akurasi kerja robot. Manipulator penggerak hidrolik digunakan pada aplikasi las. Gigi reduksi juga berfungsi untuk meningkatkan tenaga putaran yang dibutuhkan robot. sehingga dapat meningkatkan jumlah beban.

Gambar 19. sehingga jangkauan kerja antara kanan dan kiri membentuk sudut 142. Jangkauan kerja koordinat silindrikal pandangan atas Gambar di bawah menunjukkan jangkauan kerja dari sistem koordinat silindrikal pandangan samping. Robot pada contoh tersebut memiliki titik awal pada ketinggian 700 milimeter di atas lantai dan memiliki jangkauan kerja atas setinggi 500 milimeter. Daerah mati atau 636 . Dapat kita lihat deadzone (daerah mati) terletak pada bagian belakang robot dan membentuk sudut 750.Gambar 18. Jangkaun kerja koordinat silindrikal Gambar di bawah menunjukkan jangkauan kerja sistem koordinat melalui pandangan atas.50. Jangkauan kerja membentuk sudut 2850 dengan titik awal pada 00.

jangkauan kerja sumbu R. Gambar 20. Robot memiliki jangkauan kerja sebesar ±1500. Mulai 637 . Jangkauan kerja sisi atas 3.dead zone merupakan daerah yang tidak bisa dikerjakan oleh operasi robot. Gambar 21. bahkan sebagian besar industri sudah menerapkan teknologi ini. daerah mati sebesar 600. Jangkauan kerja robot sisi samping Gambar di bawah memperlihatkan jangakaun kerja robot sisi atas. ke arah depan sepanjang 500 milimeter. Terdapat banyak aplikasi robot kita temukan di dunia industri. Aplikasi Robot ….

Robot material handling Pada gambar diatas menunjukan operasi material handling pada sebuah area kerja. robot digunakan sebagai peralatan yang berfungsi untuk bekerja secara terus menerus dan berulang dengan model yang sama. Bila terjadi keterlambatan waktu dalam pemindahan material maka material yang lain akan menumbuk dibelakang material sebelumnya. Konveyor memindahkan material dari lokasi 638 . Pada reaktor nuklir. 3.1 Penanganan Material Salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan dalam indsutri adalah proses dimana material-material harus dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainya. Area kerja Gambar 22. Robot las pada industri kendaraan bermotor melakukan pengelasan pada t tik-titik tertentu secara terus-menerus i tanpa rasa kebosanan dan sakit seperti halnya manusia. Penerapan robot pada proses material handling sangat menguntungkan dari segi waktu dan akurasi. robot akan mendeteksi setiap material yang melewati ataupun menyentuh sensor. menggunakan tenaga manusia sehingga kurang efektif dan efisien. Proses tersebut dinamakan material handling atau penanganan material. Beberapa robot yang dilengkapapi dengan sensor. Material handling/penanganan material sering dilakukan pada semua jenis industri. Material tersebut harus berpindah dengan posisi yang tepat dan dalam waktu yang tepat pula. Proses ini memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lainya. Robot berfungsi memindahkan material tersebut dengan waktu yang akurat pada lokasi yang tepat. Contoh aplikasi material handling adalah ketika sebuah material yang berjalan pada konveyor setiap beberapa detik harus dikeluarkan dan ditempatkan pada lokasi yang berbeda. Aplikasi di atas sebelum ditemukannya sistem robot.dari industri perakitan. Robot seperti ini memberikan manfaat pada tempat yang memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi. robot digunakan sebagai perubah batang uranium sehingga tidak menimbulkan radiasi pada manusia.

area kerja lain menuju area kerja sebuah robot material handling. palletizing dan line tracking. Manipulator robot harus bisa menjangkau material dari konveyor untuk di pindahkan pada konveyor yang lain. Pada gambar tersebut juga diperlihatkan tentang jangkauan robot pada material.1 Gambar 23. tertanam pada lantai ataupun pada posisi yang tidak dapat berubah posisi. posisi base manipulator kaku. Line Tracking 639 . Pergerakan manipulator tersebut bisa menggunakan mekanisme rel atapun roda. 3.1. Aplikasi robot material handling di bagi menjadi dua. Pada palletizing. Robot palletizing Line Tracking Berbeda dengan palletizing.2 Gambar 24. robot material handling dengan tipe line tracking memiliki base manipulator yang dapat bergerak.1. Palletizing Palletizing yaitu apabila suatu robot dalam industri melakukan kerja dengan memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lainnya tanpa robot melakukan gerakan berpindah tempat. Gambar 23 menunjukkan proses palletizing 3. Robot memindahkan lokasi material dari lokasi konveyor lama menuju konveyor baru yang akan diproses pada area kerja yang lain.

• Komponen dilokasikan pada posisi yang diketahui oleh robot. yaitu : • Uap dan kabut pada udara. Gambar 25. robot menggunakan sensor untuk memberi petunjuk tentang lokasi komponen dan mengambilnya untuk diletakan pada lokasi baru. Robot telah mengetahui kemana akan pergi dan mengambil komponen. 640 . Proses perakitan menggunakan baut. Robot perakitan dengan pelangkap kamera 3. Penggunaan proses ini secara manual dapat menimbulkan keadaan berbahaya. ada beberapa cara yang dilakukan robot untuk melakukan proses tersebut.2 Perakitan Robot assembly menggabungkan beberapa komponen untuk menjadi komponen baru atau menggabungkan komponen sub assembly menjadi komponen sub assembly yang lebih kompleks. Cara ini. yaitu dengan menggunakan robot.3 Pengecatan Sebagian besar produk industri dari material besi sebelum dikirim ke bagian penjualan harus terlebih dahulu dilakukan pengecatan sebagai akhir dari proses produksi. sekrup ataupun keling.3. Fungsi ini sangat bermanfaat bagi industri karena lebih efektif dan efisien untuk mempercepat produksi. komponen yang akan dirakit harus lokasikan pada sekitar robot. Teknologi untuk melakukan pengecatan ini dapat secara manual maupun secara otomatis. Untuk melokasikan komponen tersebut. mur. Sistem visi dari robot digunakan sebagai sensor input untuk tujuan mengambil komponen. Dalam rangka melaksankan tugas perakitan. • Komponen dilokasikan pada posisi dan orientasi yang jelas. Cara ini mirip dengan cara kedua perbedaan terletak pada orientasi robot. • Komponen dilokasikan dengan area tertentu.

ventilasi lingkungan harus dijaga dalam keadaan yang segar. penggunaan bahan dasar proses pengecatan menjadi lebih efektif. • Konsisten dalam menyelesaikan pekerjaan. Melakukan proses pengecatan secara manual memberikan dampak negative berupa kebakaran. • Pemakaian energi yang rendah. • Mengurangi pemakaian material cat. Keutungan dari penggunaan robot pengecat adalah : • Mengganti operator dari lingkungan yang berbahaya. keracuanan dan sebagainya. produk kayu olahan seperti mebel. Pada proses pengecatan manual. kabut hasil pengecatan akan mudah terhirup sehingga akan menimpulkan potensi kanker dari pekerja.• Bunyi dari nosel. maka penggunaan robot sebagai peralatan untuk prooses pengecatan merupakan alternative yang sangat bermanfaat bagi industri. Energy dibutuhkan untuk mengontrol proses ini sehingga dengan robot ini akan mengurangi penggunaan energi. Suara tersebut dapat menimbulkan gangguan pendengaran bagi telinga manusia • Resiko kebakaran. Oleh karena berbahayanya sistem pengecatan secara manual. alat penyemprot menghasilkan suara yang gaduh yang keluar dari nosel. Robot ini banyak digunakan pada produk industri seperti bodi mesin. sehingga pertukaran udara menjadi lebih baik. • Potensi resiko kanker. Pada penggunaan robot ini. Gambar 26. Hal tersebut dikarenakan tenaga manusia memiliki beberapa aspek yang dapat menyebabkan pekerjaan menjadi tidak konsisten seperti : kebosanan dan sebagainya. bodi kendaraan dan komponen lain pada bidang otomotif. Jenis robot aplikasi dalam pengecatan 641 . perbandingan kualitas dari hasil pengecatan antara tenaga manusia dengan robot sangat kontras. kabut yang dihasilkan dari proses pengecatan merupakan materi yang mudah terbakar sehingga potensi untuk terjadinya kebakaran. produk porselin dan berbagai macam produk dalam industri.

penggunaan robot akan menghilangkan rasa ketidaknyamanan. dengan menggunakan aplikasi robot maka produktifitas akan meningkat. 642 . Dengan memiliki sumbu banyak. Aplikasi pada robot pengelasan Keuntungan dari robot las adalah : • Produktifitas tinggi. robot dapat menjangkau berbagai area objek. pengelasan menggunakan las secara manual memiliki produktifitas yang rendah. apalagi bila prosesnya terjadi secara terus menerus dengan proses yang sama. Kontroler menggunakan memori yang cukup tinggi. Robot ini menggunakan koordinat artikulasi yang memiliki 6 sumbu. hal ini dimaksudkan untuk menampung program kerja yang dapat dikerjakan pada berbagai macam produk. Robot tidak akan mengalami kelelahan seperti halnya pada manusia. Dengan menghilangkan sebab di atas yang sering terjadi pada proses las manual maka lingkungan pengelasan dengan menggunakan robot menjadi sangat aman. Peningkatan ini disebabkan oleh factor kelelahan. 3. • Kualitas yang sangat baik. peningkatan kualitas produk dihubungkan dengan akurasi y ang tinggi dan kerja yang tepat. • Tingkat keamanan yang tinggi. hal ini dimaksudkan uap racun yang keluar dari cat tidak akan menimbulkan kerusakan pada penggerak sistem ini. Robot ini dibagi menjadi jenis yaitu las busur dan las titik.4 Pengelasan Robot pengelasan secara luas telah digunakan dalam industri. Gambar 27. Berbeda dengan penggerak elektrik yang dapat menimbulkan hubungan singkat pada rangkaiannya sehingga motor listrik dapat mengalami kerusakan. Sistem penggerak robot ini sebagian besar menggunakan penggerak hidrolik.Sebagian besar robot menggunakan manipulator dengan koordinat artikulasi yang memiliki enam sumbu sampai sepuluh sumbu. kelelahan dan lingkungan yang berbahaya.

Efektor …. Gambar 28. bahan mentah dan peralatan-peralatan lain. sehingga penggunaan aplikasi robot akan meningkatkan kualitas hasil pengelasan. Efektor merupakan peralatan khusus untuk tujuan khusus. Penggunaan efektor yang bervariasi dalam industri dapat di bedakan menjadi dua bagian. Bisaanya efektor yang didesain secara khusus oleh industri sesuai dengan tujuan industri tersebut. Efisiensi kerja penggunaan robot pada aplikasi pengecatan 4. perlu pertimbangan khusus. Tujuan utama dari sistem robot adalah untuk melakukan kerja tertentu dalam industri.Pada pekerjaan pengelasan busur secara manual dengan tenaga manusia tidak bisa dijaga akurasi dan konsistennya. Efektor ini dipasang pada ujung manipulator atau pada wrist. 643 . yaitu : 4. Sehingga dalam menerapkan efektor pada sistem robot.1 Gripprer Gripper adalah sebuah efektor yang berfungsi untuk menggenggam dan menahan objek. Kerja ini dilakukan oleh sebuah manipulator yang dilengkapi oleh efektor. sebagai fungsi dari robot. botol. Efektor dapat juga diadaptasi dengan membeli secara komersil yang telah tersedia di pasaran untuk diterapkan secara langsung. Objek ini merupakan sebuah komponen yang akan dipindahkan o leh robot dapat berupa kertas.

hidrolik dan elektrik. Sumber tenaga yang berikan pada gripper ini bisa berupa pneumatik. yaitu : gripper tunggal dan gripper ganda. 4.Gambar 29.1 Gripper Mekanik Mekanikal gripper didesain untuk menggenggam dan menahan objek dengan memberikan kontak pada objek. Gripper tunggal diartikan bahwa hanya ada satu peralatan untuk menggenggam dan menahan yang dipasang pada wrist. 4. Finger ini dapat dilepas dan dipasang sehingga sangat fleksibel pemakaiannya. Aplikasi tangan menggunakan gripper mekanik 644 . Gambar 30.3. Jenis gripper menggunakan penggerak pneumatik. Bisaanya menggunakan finger/jari mekanik yang disebut dengan jaws. Gripper ganda diartikan bahwa ada dua peralatan yang berfungsi sebagai penggenggam dan penahan objek yang dipasang pada wrist. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan tujuan dari sistem robot.2 Klasifikasi gripper Menurut jumlah peralatan penggenggam dan penahan. gripper dapat diklasifikasikan menjadi dua.3 Jenis Gripper 4.

Pembangkit kevakuman 3. yaitu : mangkok dan sistem ruang hampa. yaitu pompa vakum dan 645 . Mangkok terbuat dari karet.4. dibagi menjadi dua. Udara terkompresi 2. Persyaratan ini harus dipenuhi sehingga gripper ini dapat bekerja dengan baik. Penyaring 5. dan halus. bersih. Objek yang ditangani oleh jenis gripper ini adalah objek rata.3. mangkok Gripper jenis ini memiliki dua komponen. Contoh sistem vakum Keterangan gambar 28 : 1. Gambar 32. dan membuat tekanan negatif atau menghisap sehingga objek akan menempel pada mangkok. Aplikasi griper vakum Mangkok vakum disebut juga mngkok hisap digunakan sebagai gripper yang berfungsi untuk mengangkat dan menahan objek. Aliran 4. Mangkuk berbatasan dengan objek dan berfungsi untuk menggenggam dan menahan objek.2 Gripper Ruang Hampa / Mangkok Vakum Gambar 31. Sistem vakum menghasilkan hisapan pada mangkok.

646 . Keuntungan menggunakan gripper magnetic adalah : • Ukuran komponen yang bisa bervariasi. sehingga menimbulkan kevakuman. Pada gripper magnet menggunakan electromagnet saat menghisap dan melepas komponen yang akan ditangani menggunakan metode on dan off arus yang mengalir pada electromagnet. sehingga menimbulkan hisapan atau tarikan pada komponen yang akan di handel. Pompa ini memberikan kehampaan yang tinggi dengan biaya yang murah dibandingkan dengan sistem venturi.sistem venturi. Kelemahan sistem ini adalah kesulitan pada pengontrolan. Electromagnet menggunakan sumber arus dan lebih mudah untuk dikontrol dibandingkan dengan menggunakan magnet permanen. maka kemungkinan besar akan tertarik. Pompa vakum menggunakan piston (dengan menggunakan motor listrik) untuk membuat hampa udara. Berbeda dengan pompa vakum sistem venturi menggunakan sebuah nosel yang dilewati oleh udara. Lingkungan yang mempunyai daya ledak tinggi akan membahayakan arus listrik yang mengalir pada elektromagnet.3. yaitu menggunakan electromagnet dan menggunakan maget permanen.3 Gambar 33. kemungkinan tertariknya material lain berasal dari besi. Gripper magnetic dapat dibagi menjadi dua kategori. Permanen magnet sering digunakan pada penanganan material yang berada pada lingkungan berbahaya seperti ledakan. Saat gripper mendekat pada komponen atau objek untuk menangkat. Gripper Magnetik Gripper magnet bekerja karena efek bidang magnet. dari kecil hingga komponen yang besar. Aplikasi gripper magnet Keuntungan permanen magnet adalah tidak dibutuhkannya arus tambahan yang berarti akan menghemat energi pada sistem robot. 4.

Sistem kerja griper menggunakan magnet Sensor Robot Dalam melakukan kerja robot membutuhkan kemampuan untuk merasakan objek. Sensor tersebut akan menghitung dan menganalisis informasi yang diterima oleh robot. Sensor dan transduncer diklasifikasikan menjadi dua jenis menurut bentuk sinyal yang dikonversi. Sedangkan. yang memiliki panca indra. maka robot memerlukan sensor sebagai peralatan untuk mengukur. kecepatan menjadi bentuk variabel yang lain. Dapat menangani beberapa komponen. temperatur.4 647 . tergantung dari jumlah gripper yang dipasangkan pada wrist. tekanan. Seperti halnya pada manusia. Pada griper vakum tidak bisa menangani hal tersebut. 4. Setiap sensor harus dilakukan kalibrasi sebelum digunakan. Kalibrasi adalah suatu prosedur yang berhubungan antara variabel yang diukur dan sinyal output yang dirubah/ konversi sehingga hasil dari pengukuran sensor sesuai dengan keadaan yang nyata. 4.• • Mempunyai kemampuan untuk menangani logam yang berlubang. sehingga akan timbul kerja akibat dari informasi tersebut.4 Sensor Dan Transducer Transducer adalah peralatan yang merubah variabel fisik seperti gaya. yaitu : sinyal analog dan sinyak digital. Gambar 34.3. sensor adalah sebuah transducer yang digunakan untuk mengkonversi besaran fisik di atas menjadi besaran listrik sehingga dapat dianalisa dengan rangkaian listrik tertentu.

sensor non-kontak bekerja tidak d engan sentuhan objek ada. perubahan tekanan dan perubahan elektromagetik yang disebabkan karena adanya objek yang bersinggungan dengan sensor. Komponen yang berjalan pada sensor pertama kali akan menyentuh sensor. Sensor non-kontak dapat berupa.5 Sensor Kontak Kontak sensor adalah sensor yang bekerja dengan sentuhan. melainkan menggunakan radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh sensor. karena dapat digunakan bersama komputer digital dan sensor analog.Sensor analog yaitu suatu sensor yang memberikan sinyal analog seperti tegangan dan arus. Sejajar dengan LED dipasang alat penerima atau receiver cahaya. Contoh sederhana sensor ini dalam aplikasi robot dapat ditunjukan pada sebuah konveyor berjalan tegak lurus di depan robot dan sensor (limit switch). Berbagai macam tipe limit switch 4.6 Sensor Non-Kontak Berbeda dengan sensor kontak. Gambar 35. sehingga akan mengaktifkan/menonaktifkan sensor. peralatan optik seperti LED (Light Emitting Diode) yang dipasang pada manipulator robot. Sinyal ini dapat di artikan nilai variabel fisik yang diukur. Sensor akan mengirimkan sinyal elektrik menuju kontroler dan kontroler akan mengukur dan menghitung data informasi kemudian akan mengirimkan perintah kepada robot untuk melakukan kerja tertentu. Sensor non-kontak mengukur perubahan temperatur. Ketika 648 . 4. Sensor digital adalah seuatu sensor yang memberikan output sinyal digital sensor digital ini lebih banyak digunakan dalam industri.

Gambar 36. Terdapat dua bagian sensor. Sensor non-kontak aplikasi warna Pada gambar di atas sebuah konveyor berjalan membawa material dengan berbagai macam warna. maka ada perubahan sinyal dari 0 (off) ke 1 (on). Sensor telah memiliki warna tujuan yang tersimpan di dalam memori sensor. Photoelectric Gambar di atas merupakan aplikasi dari sensor non-contact jenis photoelektrik. transmitter dan emitter. Apabila warna tujuan dikenali oleh sensor maka sensor mengirimkan sinyal kontroler sehingga tindakan segera dilakukan oleh manipulator. Apabila pancaran terhalang oleh material maka sinyal akan dikirimkan ke kontroler sehingga kontroller akan memberikan reaksi pada sistem.komponen atau objek yang melewati sensor tersebut akan sehingga cahaya yang keluar dari LED tidak bisa diterima oleh receiver. Akibat dari proses tersebut. Data tersebut dikirim ke kontroler dan akan diproses. 649 . Transmiter memancarkan cahaya yang akan diterima emitter. Gambar 37. hasil proses ini akan dikerjakan oleh manipulator robot untuk melakukan tindakan tertentu.

Sensor jarak Sebuah transmitter suara dipancarkan pada sebuah material atau objek. Transmitter menerima pancaran suara kembali dan menghitung jarak antara transmitter dengan material.Gambar 38. Transmitter data Sebuah manipulator dilengkapi dengan infra merah dan mendeteksi material untuk dilakukan penanganan. Saat material menerima pancaran tersebut maka material akan memancarkan kembali ke transmitter. Sebuah kontroler/komputer melakukan tindakan pengambilan material ketika ketika sinyal dari sensor telah mendapatkan data. 650 . Gambar 39.

Ketika komponen atau objek yang berada tepat di bawah kamera. Data informasi tersebut akan diproses.1 Strain Gages Sensor ini mengukur ketegangan pada material dengan menggunakan perubahan tahanan pada sebuah kawat. Strain gages 651 .7 Sensor Gaya Dan Momen 4. tinggi t. dan lebar w. Tahanan/ resistance dicari dengan menggunakan dimensi dari sebuah kawat. Apabila kawat memiliki panjang l. memiliki tahanan R terdeformasi atau berubah bentuk. Selanjutnya keputusan kontroler akan dikirim ke manipulator untuk menentukan langkar kerja dari robot.Gambar 40. Kawat akan menjadi lebih panjang dan menurun luasannya. Gambar 41.7. 4. Perubahan bentuk tersebut akan menyebabkan perubahan pada tahanan R. apakah objek tersebut merupakan objek yang menjadi harapan kontroler atau tidak. maka kamera akan mengirimkan data-data objek menuju kontroler. Aplikasi sensor non-contact menggunakan kamera dan laser Contoh lain dari sensor non-kontak adalah sensor kamera. keteganan dapat dicari dengan perubahan tahanan ini.

juga digunakan sebagai sensor tekanan.7. dan proses kontrol serta proses lainnya dalam industri.8.8 Sensor Temperatur 4. Sensor piezoelectric merupakan peralatan yang sangat bermanfaat untuk pengukuran dalam berbagai proses. Kawat susunan rosette pada strain gages Piezoelectric Sensor piezoelectric merupakan peralatan yang menggunakan prinsip efek piezoelektric untuk mengukur tekanan. Pada susunan uniaxial. Kejadian ini disebut piezoelectric. Gambar 42 . yaitu uniaxial dan rosette. Kristal ini berfungsi sebagai sensor gaya.Pada strain gages terdapat dua bentuk susunan kawat. kawat disusun searah dengan arah teganan. Perubahan ini akan menyebabkan perubahan kapasitas pada kristal.1 Resistive Temperature Detectors (Rtd) Ketika kawat dipanaskan maka tahanannya akan meningkat. Strain gages uniaxial Kawat susunan rossete disusun dengan horizontal. sehingga temperatur dapat diukur menggunakan perubahan tahanan ini. Sensor ini digunakan sebagai kontrol kualitas. Gambar 43.2 652 . percepatan dan tegangan dengan merubah kedalam sinyal listrik. Ketika kristal mengalami ketegangan jarak atom-atomnya pada kristal akan berubah. Susunan ini menyebabkan kurang sensitive. 4. Resistive Temperature Detectors (RTD) menggunakan kawat yang 4.

RTD membutuhkan waktu relatif lama untuk respon balik 4. Material. Berbagai macam aplikasi RTD Keuntungan resistive temperature detector (RTD). Kawat sensor ini bisa dibuat menggunakan tembaga. sehingga untuk perubahan temperatur yang kecil kurang sensitif.2 Termokopel Setiap logam memiliki potensial alami. nikel.dibungkus menggunakan bahan isolator (penghantar panas yang buruk) sebagai pelindung. atau paduan antara logam dan nikel. RTD memiliki kepekaan yang kurang. 653 . Tabel 2. adalah : • • • • Tingkat akurasi yang tinggi Cocok untuk aplikasi dengan ketelitian yang tinggi Operasi kerja yang luas Penyimpangan kecil Keterbatasan RTD • • Dibandingkan dengan thermistor. Termokopel menggunakan dua metal yang berbeda untuk membangkitkan tegangan. Tegangan inilah yang akan digunakan sebagai penentuan temperatur.8.260 Tahanan (ohm) 100 120 10 Gambar 44. ketia dua logam yang berbeda bersentuhan satu sama lain maka akan timbul perbedaan potensial atau biasa disebut tegangan. variasi temperature dan tahanan bahan Material Platina Nikel Tembaga Variasi Temperatur(oC) -200 – 850 -80 – 300 -200 .

Aplikasi thermokopel Tabel dibawah ini menunjukan jenis logam dan jangkaun temperatur dan jangkauan tegangan dari bermacam jenis logam Tabel 3..07 Tungstenrhodium/platina 4.8.97 – 50.74 Platina-rhodium / 0 – 1450 Platina 0-2670 0 . Peralatan ini memiliki respon yang cepat terhadap perubahan temperatur.3 Thermistors Thermistor adalah sebuah peralatan yang memakai resistan/ tahanan untuk mengukur perubahan temperatur. Jangkauan temperatue dan jangkauan tegangan Material Jangkauan Jangkauan temperature (oF) tegangan (mV) -5. Gambar 45.60 – 17.37.28 Besi / konstantan -8. Ketika tahanan menurun maka maka temepratur akan meningkat. Thermistor merupakan peralatan yang murah dan terbuat dari manik-manik atau permukaan logam. 654 .78 Chromel / -200 – 900 konstantan -5.82 Tembaga / -200 – 400 konstantan 0 – 870 0 – 42. Ini terjadi karena panas akan mengurangi gerak elektron pada semikonduktor.82 – 68. sehingga temperatur dan resistan saling bertolak belakang.63 Chromel / aluminium -200 – 1250 0 – 16.

9 Sensor Cair dan Gas Carian dan gas merupakan fluida yang di dalamnya bisa diukur dengan beberapa parameter.9.Gambar 46. Gambar (a) menunjukan gambar pipa bourden.1 Pressure Tube tekana n senso r tekana tekanan tekanan a) pipa bourden Gambar 47. dan sensor terpasang kaku. 4. Saat tekanan di dalam pipa lebih tinggi dari pada tekanan lingkungan maka pipa akan meluruskan posisi sensor yang terpasang pada ujung 655 . Thermistor 4. kepadatan. Tabung tekanan b) baffle Gambar di atas menunjukan aplikasi sensor tekanan. kekentalan dan tekanan. antara lain kecepatan aliran.

Sensor tekanan Aliran fluida Gambar 48. Tabung pitot untuk mengukur aliran gas 656 . Aliran gas Tabung penghubun sensor Gambar 49. terletak horizontal. Pada bagian tengah terdapat bagian pipa yang dipersempit dan dihubungkan dengan pipa dengan diameter lebih kecil dan dipasang sebuah sensor atau tranducer yang akan mengetahui informasi tekanan.pipa dan akan menjadi panjang ketika tekanan naik. Ketika aliran fluida mengalir melewati sebuah pipa.2 Katup Venturi Gambar di bawah ini menunjukan alat venturi.9. pada bagian tengah terdapat penyempitan. Venturi 4. Tabung dengan diameter kecil ini dihubungkan dengan pipa ukuran lebih besar dan dihubungkan dengan tekanan. Terdapat perbedaan tekanan antara bidang penyempitan dengan bidang sebelum penyempitan.3 Pitot tubes Kecepatan aliran gas dapat diukur menggunakan apa yang dinamakan tabung pitot. sehingga bida diperoleh data perbedaan tekanan tersebut. 4. Sedangkan pada jenis baffle posisi sensor.9.

Cahaya akan diterima detektor bila cakram berada pada posisi lubang. Ketika magnet bergerak mengikuti putaran poros di bawah koil maka akan timbul induksi listrik. Porost Vout t magnet Gambar 50.4. Cahaya yang keluar dari emitter akan diterima oleh detektor dengan melewati cakram.10 Sensor Jarak dan Sudut 4.1 Tachometer Tachometer adalah sebuah peralatan yang mengukur kecepatan putaran. 657 .2 Encoders Encoder adalah sebuah peralatan menggunakaan sebuah cakram yang berlubang dan berputar. Gambar 51.10. Dua bagian sisi yaitu sisi bagian atas dan sisi bagian bawah. Dengan sebuah poros. Prinsip kerja tachometer dengan pulsa listrik yang dihasilkan.10. Setiap magnet berputar sekali maka akan timbul pulsa listrik pada koil. Sisi bagian atas terdapat emitters yang mengeluarkan sinyal dan bagian bawah sebagai detektor sinyal. Aplikasi tachometer 4. magnet dan sebuah koil.

inti magnetik bagian dalam.11 Linear Position 4. Gambar 53. Gambar 52. inti magnet bagian luar.1 Linear Variable Differential Transformers (Lvdt) LVDT mengukur jarak linear dengan area yang terbatas. Pada inkrimental encoder memiliki dua pulsa output yang berfungsi untuk menentukan jarak dan menentukan kecepatan. Aplikasi encoder 4. LVDT terdiri dari koil bagian tengan.11. Absolute encoder akan menghitung posisi dari poros untuk menentukan sudut poros. Arus AC dialirkan 658 .light emitters light detectors Shaftotates r Note: this type of encod commonly used in com puter mice with a r oller ball. koil bagian kiri dank oil bagian kanan. Cakram encoder Encoder memiliki dua jenis yaitu : absolute encoder dan inkrimental encoder.

Saat koil bagian tengah tidak menerima induksi maka tidak ada tegangan yang keluar (sinyal keluar). LVDT juga digunakan untuk mengukur tekanan dengan menggunakan pipa Bourden. Aplikasi LVDT Peralatan LVDT sangat akurat sebagai peralatan untuk menghitung jarak lurus. 659 . Gambar 55. Kelemahan sensor ini adalah harga yang sangat mahal 4.12. sensor ini menggunakan elektroda yang bersentuhan dengan fluida.pada koil luar . Sinyal keluar ini menunjukan posisi dari inti. sehingga menimbulkan kemagnetan inti. Banyak digunakan dalam indsutri seperti mengukur dimensi sebuah komponen.12 Sensor Kimia 4. Rangkaian LVDT Pada LVDT terjadi tarikan ke arah bidang magnet. Batang Penggerak AC Gambar 54.1 PH Sensor ini dapat mengukur pH dalam jangkauan 0 sampai 14. Sehingga akan menginduksi koil bagian kiri.

katup pneumatik. Aktuator adalah sebuah peralatan yang menghasilkan gaya sebagai gerakan dari robot. inti besi sebagai piston gerak linier.2 Conductivity Pemgukuran conductivity dikakukan secara langsung dengan menggunakan tegangan dua pelat yang digabungkan di dalam cairan dan sekaligus mengukur arus. Cara kerja solenoid ini hampir sama dengan motor (AC/DC). Pada gambar di bawah ini merupakan contoh aplikasi solenoid elektromekanik. tegangan off tegangan on Gambar 56.12. dan pegas sebagai pemegang inti besi. Prinsip kerja solenoid Solenoid banyak diterapkan pada industri seperti solenoid elektro-mekanik (AC/DC) . Saat tegangan dimatikan makan posisi inti besi akan kembali seperti semula karena tarikan dari pegas. Ketika tegangan masuk pada koil sehingga terjadi aliran arus maka koil akan berubah menjadi bidang magnet sehigga akan menarik inti besi ke dalam koil sampai menuju titik tengah koil. Masing-masing sumber energi disalurkan menuju aktuator sehingga menghasilkan kerja untuk sistem robot. Sumber energi aktuator dapat dibagi menjadi listrik dan fluida (udara dan minyak). 5 Aktuator …. katup hidrolik. perbedaannya terletak pada gerakan yang dihasilkan yaitu linear dan rotasi.4. . 660 . Conductivity banyak diaplikasikan di bidang induksi frekuensi tinggi sebagai alternative.1 Solenoids Solenoid merupakan aktuator yang terdiri dari koil atau gulungan kawat. 5.

dll). Gerak yang dihasilkan silinder akibat dari gerakan linear atau maju dan mundur dari sebuah piston. Katup banyak digunakan pada industri ataupun transportasi. penggerak magnet/solenoid. Gambar 58. antara lain: Penggerak manual (tuas. Katup memiliki berbagai macam jenis antara lain: Katup ¾.Gambar 57. Penggerak katup memiliki berbagai jenis. Pembahasan tentang katup dapat dilihat pada pembahasan tentang Pneumatik/Hydrolik. pedal. Katup 5. dll). bisa berupa udara (pneumatik) ataupun minyak (hidrolik).2 Katup Katup adalah peralatan yang berfungsi untuk mengatur aliran fluida sebagai penggerak aktuator. silinder jenis hidrolik memiliki kemampuan kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan silinder jenis pneumatik. Selenoid elektro-mekanik 5. katup 5/2 dsb.3 Silinders Silinder merupakan jenis aktuator yang digerakan oleh fluida. udara. 661 . knop. Pemilihan jenis silinder tergantung dari kerja yang dibebankan.

662 . Apabila fluida masuk ke dalam tabung akibatnya piston akan bergerak mendorong pegas sampai pada titik tertentu.apabila fluida masuk dari sisi satunya maka akan mendorong piston bergerak pada titik A+ 5. Arus yang datang melalui sikat sehingga akan menyebabkan motor berputar.3. stator (bagian yang diam).2 Gambar 60.1 Motor DC Motor DC merupakan salah satu jenis aktuator yang paling banyak digunakan dalam industri ataupun sistem robot. Bagian magnet pada stator bisa menggunakan electromagnet dan magnet permanent. fluida masuk melalui sisi depan sehingga mendorong piston bergerak mundur A. Prinsip kerja motor ini menggunakan magnet untuk menghasilkan kerja yaitu putaran.1 Silinder Penggerak Tunggal Silinder jenis ini menghasilkan kerja dalam satu arah saja. Motor DC terdiri dari armature yang berputar dan bagian magnet sebagai stator (bagian yang diam). Silinder penggerak ganda 5.5. Gambar 59. sedangkan pata stator terdapat koil yang berfungsi sebagai magnet listik apabila dialirkan arus. Motor diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu AC (arus searah) dan DC (arus bolak balik). Silinder gerak tunggal Silinder Penggerak Ganda Pada silinder penggerak ganda terdapat dua lubang inlet dan outlet.4. Pada stator terdapat inti magnet.3. 5.4 Motor Listrik Motor listrik terdiri dari rotor (bagian yang bergerak).

Armature masih bergerak dan sampai pada posisi vertical tegak lurus tepat pada bidang non-magnet sehingga armature akan terus bergerak. 663 . Saat koil atau lilitan dalam armature dialiri arus listrik maka armature akan menjadi magnet. Akibatnya magnet stator dan magnet rotor (armature)akan saling bertolak belakang sehingga armature akan berputar. Akibatnya kutub utara armature bertemu dengan kutub utara stator dan kutub selatan armature bertemu kutub selatan stator sehingga saling bertolak belakang dan menyebabkan armature (rotor) berputar kembali seperti pada posisi gambar 27b. Gambar 61b. sehingga sisi armature sebelah kiri menjadi magnet kutub utara dan sisi armature sebelah kanan menjadi magnet kutub selatan. motor shunt dan motor compound. Armature bergerak sampai pada posisi kutub yang berpasangan (kutub utara armature dengan kutub utara stator dan kutub selatan armature dengan kutub selatan stator). Pada motor compound memiliki kombinasi seri dan parallel pada armature dan electromagnet.Motor DC dengan stator electromagnet dibagi menjadi 3 jenis. Prinsip kerja motor DC Gambar di atas dapat di jelaskan sebagai berikut : Gambar 61a. Kemudian komutator membalik arus yang menuju armature sehingga bidang magnet pada armature berubah. yaitu motor seri. Jenis motor shunt antara armature dan electromagnet terhubung secara parallel. Pengaturan pada motor ini lebih mudah dibandingkan dengan motor seri. Gambar 61c. Motor seri memiliki artmature yang dihubungkan dengan electromagnet secara seri. Motor jenis ini memiliki karakteristik torque yang tinggi pada putaran awal. Gambar 61.

Perawatan yang mudah Perawatan menjadi mudah karena motor AC tidak menggunakan sikat yang secara periodic harus diganti. Motor AC dibuat untuk menghasilkan kecepatan yang konstan (tetap) sehingga untuk menghasilkan putaran yang bervariasi memerlukan sistem control yang cukup rumit. Efisiensi tinggi b. Pada motor DC sistem control dibuat dengan mengatur tegangan sedangkan pada motor AC untuk menghasilkan kecepatan yang bervariasi dengan mengatur tegangan dan frekuensi. pompa. tetapi aplikasi motor yang tidak membutuhkan variasi kecepatan banyak ditemukan dindustri. Motor AC tidak menggunakan rectifier seperti pada motor DC. Kehandalan yang tinggi c. mixer dan peralatan rumah tangga lainnya. Gambar 62. Walaupun motor AC sebagian besar digunakan untuk memutarkan peralatan yang membutuhkan kecepatan konstan tetapi penggunaan dengan kontrol kecepatan mulai sering dilakukan dalam berbagai aplikasi industri.4. Harga yang relativ murah. Prinsip kerja motor AC Kelebihan dari motor AC adalah sebagai berikut : a.5. Harga yang murah dibandingkan dengan motor DC dikarenakan motor AC tidak menggunakan sikat sebagaimana sikat yang digunakan pada motor DC. Disamping kelebihan diatas motor AC memiliki kelemahan pada pengontrolannya. Walaupun motor AC memiliki kelemahan terebut di atas.2 Motor Ac Motor AC merupakan jenis motor yang banyak digunakan pada dunia modern sekarang ini. d.seperti kipas. 664 .

Aplikasi motor AC Motor Steper Motor stepper atau bisa disebut motor langkah merupakan salah satu jenis dari motor DC. mulai dari 0 0 sampai 90 0. Bagian motor steper.4. Perbedaan dengan motor DC biasa adalah motor stepper memiliki langkah putaran tergantung pada jumlah stator. rotor merupakan magnet yang permanent sedangkan pada bagian stator menggunakan electromagnet. Apabila semua stator telah menjadi magnet maka rotor dapat menyelesaikan satu putaran. Gerak putaran rotor langkah demi langkah berputar menuju sesuai dengan kemagnetan stator. 5. Rotor akan bergerak bila masing masing stator menjadi magnet dengan dialiri arus listrik.Gambar 63. Motor stepper/motor langkah 665 . Langkah menggunakan derajat putaran.3 Gambar 64.

1b. 2b dan kembali ke 1a. Dengan menjumlahkan sudut maka akan didapat berapa posisi yang dikehendaki dari peralatan. 6. akibatnya rotor akan bergerak satu putaran penuh dari 1a. Tes Formatif……………………………………………. Masing masing memiliki perbedaan dalam penggunaannya. Robot bergerak dalam empat sumbu koordinat. Sebutkan dan jelaskan tiga komponen utama sistem robot? b.Motor steper banyak digunakan dalam berbagai aplikasi peralatan yang memiliki ketapatan putaran yang tinggi seperti dalam bidang robot sehingga tidak memerlukan sensor untuk menentukan posisi. Prinsip kerja motor stepper Pada gambar di atas. 2a.. motor steper variable relucatance dan jenis motor steper hybrid. Putaran tersebut menghasilkan gerakan dan sudut beberapa derajat. Gambar 65. sebutkan dan jelaskan koordinat tersebut? 666 . 6. rotor yang berupa magnet permanen (tetap) akan bergerak dari stator 2b kearah stator 1a. Apabila rotor diberikan tegangan secara bergilir ke stator 1a.1 Soal-Soal a. Besarnya langkah tergantung pada jumlah stator sehingga tidak ada peningkatan galat (error) dari posisi putaran motor. 2b dan kembali ke 1a maka semua stator akan menjadi magnet secara bergantian. 2a. Motor steper dibagi menjadi tiga jenis yaitu motor steper magnet permanent. 1b.

Sistem robot memiliki memiliki tiga komponen dasar. Informasi tersebut kemudian disimpan didalam memori. Kontroler berfungsi untuk mengontrol pergerakan dari manipulator. Data dalam memori dapat di keluarkan atau di edit sesuai dengan yang dibutuhkan. 3) Power Suply (Catu Daya) Power supply adalah sebuah unit yang menyediakan tenaga pada kontroler dan manipulator sehingga dapat 667 . hidrolik ataupun pneumatik. 2) Kontroler Kontroler menyimpan informasi yang berkaitan dengan data data robot. Gambar 1 memberikan gambaran tentang bagian dasar dan bagian tambahan. Actuatuator atau sistem drive menyebabkan gerakan yang bervariasi dari manipulator. Bagian tambahan merupakan perluasan dari bagian dasar. Manipuator digerakan oleh actuator atau disebut sistem drive. bisa disebut juga lengan /arm. 1) Manipulator Manipulator memiliki dua bagian. dalam hal ini data gerakan robot yang telah deprogram sebelumnya. Apendage Apendage Base Bagian dasar manipulator bisa kaku terpasang pada lantai area kerja ataupun terpasang pada rel. Bagian ujungnya terpasang efektor yang berfungsi untuk mengambil/mencekam material. yaitu bagian dasar dan bagian tambahan. Rel berfungsi sebagai path atau alur sehinga memungkinkan robot untuk bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya dalam satu area kerja. yaitu : Manipulator. kontroler. Actuator bisa menggunakan elektrik. dan Power (daya).6. Kontroler sendiri diatur oleh sebuah informasi atau program yang diisikan dengan menggunakan bahasa pemgrograman tertentu.2 Kunci Jawaban a. Bagian actuator ini akan dijelaskan pada selanjutnya.

Bidang Z membentuk gerakan naik dan turun atau vertical. Sebagai contoh efektor dapat berupa peralatan las. Y dan bidang Z di identifikasi sebagai gerakan manipulator. Masing masing gerakan tersebut membentuk volume silinder sehingga disebut koordinat silinder. 1) Koordinat Kartesian Sesuai dengan sudut pandang matematika. hidrolik ataupun ketiganya. 2) Silindrikal Koordinat Koordinat silinder membentu tiga derajat kebebasan atau tiga sumbu yaitu ? (theta) atau sumbu rotasi. Bagian kontroler menggunakan elektrik sedangkan bagian manipulator bisa menggunakan elektrik. koordinat kartesian di kenali dengan tiga sumbu dasar. Efektor berfungsi sebagai bagian terakhir yang menghubungkan antara manipulator dengan objek yang akan dijadikan kerja dari robot. X. Y dan Z sebagai sarana untuk mencapai target. polar dan artikulasi koordinat. Koordinat ini memiliki 2 sumbu yang dapat 668 . bidang Y dan bidang Z.bekerja. 3) Koordinat Polar Koordinat polar memiliki tiga sumbu yaitu ? (theta) atau gerakan rotasi. Pergerakan ini diebut dengan geometri lengan (arm geometry). yaitu bagian untuk kontroler dan bagian untuk manipulator. penyemprot cat ataupun hanya berupa penjempit objek. gerakan ß (beta) atau gerakan melingkar dan sumbu R gerakan horizontal. Manipulator bergerak melalui ruang hanya melalui bidang X. 4) Koordinat Artikulasi Koordinat artikulasi adalah koordinat yang terdiri dari tiga sumbu yaitu : ? (theta). sumbu W (lengan atas) dan sumbu U (siku). Masing masing koordinat sistem menyebabkan gerakan dari lengan manipulator. Power supply dalam suatu sistem robot dibagi menjadi dua bagian. walaupun keadaannya bukan merupakan komponen dasar dari sistem robot. sedangkan R membentuk gerakan horizontal atau maju dan mundur. b. pneumatik. Sistem koordinat ini juga disebut sebagai sistem spherical atau sistem bola karena jangkauan area dari robot membentuk volume bola. Gerakan sumbu robot diklasifikasikan menjadi 4 koordinat yaitu : kartesian silindrikal. bidang X. masing masing bidang tersebut dihubungkan dengan gerakan lengan manipulator dari titik awal sehingga akan membentuk suatu titik tertentu dengan gerakan lurus vertical maupun horizontal. 4) Efektor Efektor dapat ditemukan hampir semua aplikasi robot.

melipat yaitu pada sumbu W dan sumbu U. yaitu: Rendah (low) teknologi. medium teknologi dan teknologi tinggi (high technology). Kontroler membentuk sistem kontrol yang akan menentukan input dan output suatu robot. yaitu : Manipulator. Gerakan ini di sebut dengan derajat kebebasan robot atau jumlah sumbu yang ada pada robot. tetapi sifatnya tidak harus ada. sedangkan jangkauan kerja koordinat artikulasi adalah bentuk cabikan (tear-shape). keteletian (akurasi). silindrikal. Sistem robot memiliki memiliki tiga komponen dasar. Gerakan tersebut diklasifikasikan menjadi 4 koordinat yaitu : kartesian. Masing masing jangkauan kerja berbeda tergantung dari koordinat geometri yang digunakan. Rangkuman BAB X……………………………………. Sumbu robot bergerak dalam rangka untuk menyelesaiakan suatu kerja. Power supply : Sebuah unit yang menyediakan tenaga pada kontroler dan manipulator sehingga dapat bekerja. jangkaun kerja koordinat polar adalah bola (spherical). 669 . Efektor sering ditemukan pada beberapa sistem robot. Efektor : Efektor berfungsi sebagai bagian terakhir yang menghubungkan antara manipulator dengan objek yang akan dijadikan kerja dari robot. polar d artikulasi koordinat. Manipulator : Lengan yang memberikan gerakan robot untuk memutar. suku cadang (part). melipat. Hal-hal yang digunakan dalam penentuan tingkatan robot adalah sumbu (axes). kontroler. peralatan atau peralatan khusus. Robot memiliki tiga tingkatan/level teknologi. Hal yang paling penting lain dari sebuah robot adalah jangkauan kerja (seberapa jauh robot dapat menjangkau objek). dan Power (daya). Power supply dalam suatu sistem robot dibagi menjadi dua bagian. muatan (payload). jangkauan kerja koordinat silindrikal adalah silindrikal. siklus waktu (cycle time). aktuasi dan sistem kontrol yang digunakan. Robot merupakan peralatan yang dapat diprogram ulang. menjangkau objek. manipulator terdiri dari beberapa segmen dan sambungan (joint). sehingga koordinat ini menjadi lebih fleksibel dan banyak digunakan dalam industri. Kontroler : Suatu peralatan yang bertugas sebagai penendali dari gerakan robot. 7. Masingan masing koordinat sistem menyebabkan gerakan dari lengan manipulator (arm geometry). memilki banyak fungsi yang didesain untuk memindahkan material. Koordinat kartesian memiliki jangkauan empat persegi pangjan (rectangular). yaitu bagian untuk kontroler dan bagian untuk manipulator.

Robot sekarang telah banyak diaplikasikan dalam dunia industri seperti pengecatan. Aktuator (output) yang digunakan dapat berupa selenoid. 670 . katup. pengelasan dan lain sebagainya. line tracking. silinder dan motor listrik. Dengan adanya robot diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. perakitan.

4. menguasai prosedur penerapan K3. maupun komponen baru namun berdimensi tidak standar. Perkembangan tuntutan konsumen yang memerlukan kualitas tinggi telah mendorong para ahli untuk menciptakan mesin-mesin yang lebih presisi dan modern yang masih terus berkembang hingga sekarang. Bagian keempat memnahas tentang g ambar teknik mesin yang terdiri dari mengenal alat menggambar teknik. mengenal proses pembentukan logam. 5. memahami proses -proses dasar kejuruan dan merealisasikan kerja aman bagi manusia. mengenal mesin konversi energi serta rangkuman dari materi tersebut. dan teknologi robot. 2. mengenal material dan mineral serta rangkuman dari materi tersebut. Keterbatasan tersebut antara lain pada kesulitan untuk mendapatkan kualitas yang sama persis antara produk yang satu dengan lainya. proses produksi industri modern. Materi tentang memahami dasar-dasar kejuruan membahas tentang statika dan tegangan. Namun selain kelebihan di atas mesin perkakas tangan memiliki kelemahan yaitu kurang memiliki daya saing bila harus melakukan produk masal. dan lingkungan. Terutama untuk mengerjakan benda kerja dengan bentuk spesifik dan berdimensi khusus seperti penggantian komponen yang sudah tidak beredar di pasaran. Teknik produksi industri mesin dari alat-alat perkakas tangan. Sedangkan materi tentang kompetensi kejuruan akan membahas tentang gambar teknik. mengenal komponen elemen mesin. lembar kerja. Simpulan Secara garis besar buku ini terdiri dari materi kompetensi dasar kejuruan dan kompotensi kejuruan. membaca gambar teknik dan rangkumanya. proses produksi berbasis komputer. proses produksi dengan perkakas tangan. 3. alat. biasanya u ntuk keperluan perawatan dan perbaikan mesin dan komponen. Materi tantang memahami prose-proses dasar kejuruan terdiri dari mengenal proses pengerjaan logam.BAB XI PENUTUP 1. menerapkan prosedur K3 secara tepat dan benar serta rangkumannya. 1. dan mesin konvensional hingga saat ini masih diperlukan. Kompetensi dasar kejuruan terdiri dari tiga pembahasan utama antara lain memahami dasar-dasar kejuruan. sistem pneumatik hidrolik. Dengan adanya pembahasan tersebut diharapkan buku ini memberikan gambaran 671 . Bagian merealisasikan kerja aman bagi manusia alat dan lingkungan membahas tentang mengenal regulasi K3. proses produksi dengan mesin konvensional.

7. Lebih mudah karena programmer tidak perlu menghitung letak koordinat suatu titik. Oleh karena itu b agian ketiga telah memaparkan tentang teknik produksi industri mesin berbasis pada komputer seperti: Computer Aided Design (CAD). Teknik ini akan sangat membantu industri maupun siswa agar dapat membuat benda kerja dengan presisi meskipun memiliki design rumit namun menjadi mudah dikerjakan. mengetap dan menyenei. fungsi mesin bubut konvensional. yang lengkap tentang teknik produksi industri mesin secara keseluruhan. namun cukup membuat gambar/design benda kerja secara bebas pada Software AutoCAD. menyambung. jenis-jenis mesin bubut konvensional. Bagian ini telah memaparkan bagaimana memproduk suatu benda kerja dengan menggunakan mesin perkakas.pengikat kepala lepas. mata bor. Produk benda kerja yang memerlukan penyelesaian lebih presisi dari pekerjaan perkakas tangan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin konvensional. sumbu pembawa. pengepasan ekor burung. dan frais. (tail stock) . setelah itu dibahas tentang pembuatan benda kerja dengan menggunakan mesin perkakas CNC. c) alat potong d) perhitungan pemakanan benda kerja Adanya tuntutan konsumen yang semakin presisi menuntut proses produksi yang lebih akurat dengan bantuan komputer. Buku ini akan mengupas teknik produksi industri mesin yang menggunakan peralatan mesin konvensional seperti teknik menggunakan mesin biubut. eretan (carrage). transporter. c) lembar pekerjaan yang meliputi alas penindih kertas. melipat. menyekerap. pengepasan persegi. penggores. mengebor. Gambar tersebut selanjutnya dapat ditransfer ke bentuk (N/G code) kalimat-demi kalimat yang dapat digunakan oleh mesin perkakas CNC untuk dikerjakan (dieksikusi). mesin bubut standar. seperti mesin bubut. Adapun pembahasan teknik produksi industri rmesin perkakas tangan meliputi berbagai bidang antara lain: a) kerja bangku yang terdiri dari mengikir. tuas-tuas pengatur kecepatan sumbu utama. mesin bubut berat. melainkan dengan 672 . dengan mesin frais. memahat. mereamer. Keuntungan dari software ini adalah programmer tidak perlu menghitung setiap titik koordinat dalam suatu benda kerja. mal mata bor. kepala lepas. dan menggerinda. melukis. b) kerja pelat yang meliputi membengkok. menyetempel. menekuk. roda pemutar. menggergaji. mesin bubut sedang. sumbu utama (mesin spindle). kotak dan pengasahan penitik.6. pahat tangan. Bagian selanjutnya teknik mentransfer data dari gambar AutoCAD ke program mesin perkakas CNC. keran pendingin. bagian ini membahas tentang: pengertian mesin bubut konvensional. mesin bubut ringan. alas mesin (bed). b) bagian utama mesin bubut konvensional. Adapun bagian yang telah dibahas antara lain: a) mesin bubut konvebsional.

unit pengatur (control element). klasifikasi sistim pneumatik. Gambar bebas benda kerja tersebut akan diterjemahkan oleh mesin CNC melalui software CNC Keller Q Plus. prinsip hukum pascal. unit penggerak (working element = aktuator). 8. 9. balanced vane (pompa kipas balanced). bent axis piston (pompa torak dengan poros. keuntungan kerugian/kelemahan pneumatik. meliputi: Manipulator Arm Geometry. pompa torak radial (radial piston pump). katup pneumatik. karakteristik udara kempa. pneumatik. efektifitas pneumatik. Oleh karena itu bagian ini telah membahas tentang system control pnuematik dan hydrolik. Rotasi Wrist. pengertian sistem kontrol pneumatik. perhitungan kecepatan. untuk saluran 1. komponen hydrolik.menggunakan osnap dan fungsi lain dalam AutoCAD. keuntungan dan kerugian penggunaan udara kempa. pompa dan aktuator hydrolik. konduktor dan konektor.2 (x). pengendalian tak langsung. Pada PLC dijelaskan mulai dari sejarah perkembangan. dasar-dasar perhitungan hydrolik. kecepatan torak. gaya torak (f) udara yang diperlukan. komponen Dasar. Bagian kesembilan akan membahas tentang proses industri teknologi modern yang meliputi sejarah perkembangan otomasi industri. pengendalian hydrolik. pompa roda gigi dalam tipe geretor. perangkat keras. analisa aliran fluida (v). 10. materi tersebut meliputi pembahasan tentang: a) pengertian pneumatik. type of mounting (cara-cara pengikat). pemeriksaan udara kempa dan peralatan. katup-katup pneumatik. air motor (motor pneumatik). aplikasi penggunaan pneumatik. perhitungan daya kompressor. unit pengolahan udara bertekanan (air serviceunit). diagram karnaught. aplikasi sistem kerja pneumatik pengendalian langsung silinder sederhana. simbol logika. Proses produksi berbasis pada sistem kontrol pneumatic/hydrolik merupakan bagian yang sedang berkembang. bagian ini akan membahas tentang: istilah Robot. kompressor (pembangkit udara kempa). instalasi pompa hidrolik. peralatan sistem pneumatik. pengetesan efesiensi pompa hidrolik. Sistem 673 . b) Operasi dan Fitur Manipulator. perangkat lunak. PLC (progammable Logic Controller). pemeliharaan cairan hydrolik. dan lainnya. Gerakan Robot. tekanan udara. Tingkatan Teknologi. kode G. Dari software ini data gambar akan dirubah ke bahasa pemrogramman mesin CNC seperti kode N. otomasi teknik produksi. instruksi dasar sampai diagram ladder dan aplikasinya dan sebgainya. tekuk). pompa roda gigi dalam tipe crescent. perhitungan tekanan. Pada bagian kesepuluh penulis membahas tentang TEKNOLOGI ROBOT yang meliputi: a) Pengenalan Robot. dasar perhitungan pneumatik. sistem kontrol pneumatik. aplikasi pneumatik dalam proses produksi penggeser benda/pintu.

antara lain: 1. 674 . Sensor Gaya dan Momen. Aplikasi Robot. Penanganan Material. Pada bagian terakhir berupa bagian penutup. Sensor Kontak.Penggerak Manipulator. Bagi kalangan praktisi industri buku ini dapat dijadikan pegangan dalam mengatasi permasalahan yang ada di industri. Perakitan dan Pengencangan. 2. Buku ini sebaiknya digunakan untuk pedoman pengajaran mata diklat teknik permesinan dan tenik otomasi industri untuk kalangan sekolah menengah kejuruan bidang teknik mesin dan praktisi industri mesin. yang berisi simpulan dan saran. c) Efektor meliputi: Gripper. Jangkauan Kerja. pengelasan. Jenis Gripper. Klasifikasi Gripper. Sensor dan Tranduser. Sensor NonKontak. Saran Pada kesempatan ini penulis mengajukan beberapa saran demi kemajuan sains dan teknologi di Indonesia. sensor Temperaptur 11. 3. 2. Masukan dan saran dari pembaca yang budiman sangat kami harapkan demi kesempurnaan buku ini di masa yang akan datang.

2001. 1991. Singapore. Dasar Dasar Kontrol Pneumatik. Mesin Konversi Energi. Solingen. Katsuhiko Ogata : Teknik Kontrol Automatik (Sistem Pengaturan Jilid 1) . Lilih Dwi P. Hollebrandse. 2001 Pakpahan : Kontrol Otomatik . Menggambar Teknik Mesin. Verlag. Yogyakarta Richard C. Deutschdtiflng fur Internationale Entwikcklung. and Computer-Integrated Manufacturing : Pearson Education . 2001.. Hadi. Pelayanan EMCO 3A. 1992. Jakarta Sugihartono. Keller Didaktik and Technik.Tata McGrawHill. and Aplication. Wuppertal. Modern Control Technology Component And Stystem Handbook. Croser P. Jakarta. EMCO Maier dan Co. 1994. Stamford 1999 Depdikbud. 1997. Sudibyo dan Djumarso. 1987. 2001. CNC Didaktik. Pengantar Ilmu Teknik Pneumatika. Jakarta: PT Rosda Jayaputra. Festo Didaktik. Gottfried Nist(1994). Bandung. EMCO Meier (1992). Lilih Dwi P.M. Yogyakarta : Penerbit Andi Siegfried K eller. Penggerak Mula Turbin. Laboratorium CNC – BLPT Surabaya. Pelayanan EMCO 2A. Homburg. Gramedia. Singapore.. 1983 Sachur Rheinhard. Teknik Pemrograman Dan Aplikasi CNC. Europah Lehrmittel Groover M. Keller Didaktik and Technik. 1990. Haan-Gruiten. 1990. 1977.Karl. Industrial Robotics Technology. 2000. Wuppertal. Esslingen Daryanto. 1999 Keller. Instandhalttungsmanagement. Bandung Cliffs. Esslingen Croser P. 1988. Schulungsunterlagen CNC Maho 432.J.P. ITB. 1988. Penerbit Erlangga . 1986 Harapan Utama. New Delhi. 2006. Penerbit tarsito. Mechanical Engineering Handbook. 1988. Pneumatic Systems Principles and Maintenance. 1998. 1988. Mesin Bubut CNC Dasar. Soedjono. Jugendlexikan der Tecknik. Q Plus Frasen CNC Qualifizierung. Pneumatik. 1985 Pudjananta dan Narsuhud. Semarang: Lembaga Keterampilan Komputer Harapan Utama. Koln Delman kilian. Depdikbud. Festo Didaktik. Buku CNC Milling – TU 3A (Mesin Freis Dasar) . Hallem. Buku CNC Milling – TU 2A (Mesin Bubut Dasar) . Mcgraww-Hill Book Co. Jakarta. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Hallem. Groover: Automation Production systems. Pengetahuan Dasar Mesin CNC.1 DAFTAR PUSTAKA Aris Munandar. 1992. Hydrolik. New york. Q Plus Drehen CNC Qualifizierung. Solo: ATMI ST Mikael Sugiharto. Andi Offset. Steurn und Regeln im Maschinenbau. Siegfried Keller. 1998. J. 1985 . EMCO Mikell P. Maier dan Co. Petunjuk Penggunaan Mesin CNC EMCO TU-3A. Mannheim. Laboratorium CNC – BLPT Surabaya. Omega Engineering. Bandung: Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Bandung. Toleransi. Programming. Penerbit Erlangga . Jakarta. CRC Press LLC. Jakarta Keith Frank. Gehlen Setiawan. 2006. Majumdar. Materi Pengajaran AutoCAD 2000. PT. 1991. Penerbit Erlangga . dkk. Austria. 1984 Peter Patient.LAMPIRAN A. Programmable Logic Controller (PLC) dan Perancangan Sistem Kontrol. Inc. Soewito. Pradya Paramitha. Dorf : Sistem Pengaturan . CNC Technik. Jakarta. dkk. 1995. Iwan. dkk. Jakarta Dieter.

Semarang.my www.net www. Jakarta: Salemba Infotek.jp/eng/index.playrobot.com www. Unnes Sumbodo.sabah.webstergriffin.en. Yudhistira. 2002.honda.html www.20k www.com www.gov.com world.wikipedia.com/index3.co.net/ . Menguasai AutoCAD 2002. 2006.htm embedded-system.fanucrobotics. Jakarta Wahana Komputer.jpg .compserv. Wirawan. www. Dasar-dasar Sistem Pneuamtik/Hydrolik. Q Plus Frasen.omron.omron.hondacompany. 2004. www.22k www. 1998.LAMPIRAN A. cnc-keller.com www.roboticsonline. 1983.de www.com embedded-system. PDTM Teknologi dan Industri.plcs.com/ASIMO/ www. Gambar Teknik. Unnes Supriyono dan Almeriany.com www.html .Wikipedia. Wirawan.com/images/robot_arm01. Dasar-dasar Sistem Pemrogramman mesin CNC.zen.automation.net/kuka-kr-1000-titan-6-axis. Solo: ATMI ST Mikael Umaryadi.com/id/search/automation system www.2 Sumbodo. Semarang.com/comp%20robot_ind.

......................................................................... 62 64 99 103 BAB V PROSES PRODUKSI DENGAN PERKAKAS TANGAN Tabel 1............................................. Pemegangan kikir untuk berbagai kebutuhan pengerjaan ............... Jenis bukaan gigi gergaji dan fungsinya ............... 138 139 141 173 174 175 178 178 179 200 200 204 BAB VI PROSES PRODUKSI MESIN KONVENSIONAL Tabel 1..................................................................................... Tabel 8.................. Tingkatan suaian basis poros ..... Tabel 8.................. Cutting speed untuk mata bor ............. Kertas gambar berdasarkan ukuranya ......... Pengelompokan kikir berdasarkan penampang dan penggunaanya ......... Tabel 7............................................................................................. 246 254 261 262 263 302 303 304 319 320 321 322 322 323 323 338 338 .......................................... Tabel 9....................................... Tabel 3........................................... Tabel 12... Satu set cutter midul sistem diameter pitch............. Langkah pengeboran berbagai jenis pekerjaan .... Kecepatan potong untuk HSS dalam m/menit........ Daftar kecepatan potong pembubutan................................................. Tabel 6.............................. Tabel 13.................................. Tabel 7................................... Kecepatan potong pahat HSS (High Speed Steel) ............................ Kecepatan keliling yang disarankan ...... Tabel 2................. Tabel 10..... Daftar kecepatan potong mesin frais .......... Tabel 3........ Perbedaan mesin bubut konvensional dengan CNC ....................................... Tabel 8...... Tabel 11....... Hubungan cutting speed dengan bahan ...... Penggunaan sudut tatal dan sudut bebas pahat bubut.. Perbandingan ketebalan garis bantu dengan garis gambar ....... Ukuran utama roda gigi diameteral pitch........................... Tabel 15...................................... Tabel 6..................... Tabel 12............................ Tabel 3.......1 DAFTAR TABEL BAB I MEMAHAMI DASAR -DASAR KEJURUAN Tidak ada tabel BAB II MEMAHAMI PROSES-PROSES DASAR KEJURUAN Tidak ada tabel BAB III MEREALISASIKAN KERJA AMAN BAGI MANUSIA............................ Tabel 14...................... Kecepatan pemakanan pergigi untuk HSS................................................ Tabel 9..................................... Pensil berdasarkan kekerasan ...... Tingkat kehalusan dan penggunaanya ................................................ ALAT DAN LINGKUNGAN Tidak ada tabel BAB IV GAMBAR TEKNIK Tabel 1............................... Tabel 11................................. Tabel 4.................. Tingkatan suaian basis lubang ..................................... Pengelom pokan kikir berdasarkan kekerasan gigi dan kegunaanya......................................... Tabel 4............ Tabel 2.............. Tabel 4 Tabel 5......... Macam-macam ketebalan garis .... Kecepatan potong untuk beberapa jenis bahan... Ukuran utama roda gigi sistem module.. Tabel 5.....................................................LAMPIRAN B.............. Jumlah gigi tiap panjang 1 inchi berikut fungsinya ................. Tabel 2...... Tabel 16...... Satu set cutter dengan 15 nomir.... Tabel 10............ Pemilihan nomor pisau sistem module........... Tingkat kekerasan batu gerinda dan penggunaanya ....... Jenis daun gergaji berikut fungsinya ............... Kecepatan pemakanan untuk pahat HSS .......... Kecepatan pemakanan (feeding)....

............... Tabel 3............................. Jenis dan simbol katup pemroses sinyal....... Simbol dan keterangan rangkaian kontrol pint bus otomatis ................................................... Nilai penyimpangan poros untuk tujuan umum .................................. Nilai penyimpangan lubang untuk tujuan umum ...... Tabel 5...................................... Kesetaraan dari berbagai satuan viscositas oli hidrolik....... Tabel 6.................................................................................................................. Jenis penggerak katup........................................ Arti kode M pada mesin CNC .................... Tabel 12....... Tabel 8................................. Tabel 6................ Tabel 18a Tanel 18b Tabel 19a Tabel 19b Tabel 1.................. Logika katup NOR....................................... PROSES PRODUKSI INDUSTRI MODERN Logika AND dan NOT AND ........ Nilai penyimpangan lubang untuk tujuan umum .............. Tabel 4................................................................................................ Tabel 19.............................................. Tabel 20............................. Simbol logika katup AND .................................................................... Harga tingkatan suaian menurut ISO .......... 339 340 341 342 343 410 420 422 428 430 437 441 497 498 500 502 503 503 504 504 505 508 518 520 522 523 544 545 546 546 547 550 581 582 582 583 608 612 614 BAB VII PROSES PRODUKSI BERBASIS KOMPUTER BAB VIII Tabel 1......................... Perbandingan macam -macam cairan hidrolik ............... BAB X TEKNOLOGI ROBOT Propertis teknologi robot .......... Jenis -jenis cairan hidrolik tahan api.... Siklus pemrograman dengan EMCO TU 2A .................... Tabel 5....... Aplikasi penggunaan hidrolik dengan tingkatanya................................................ Logika OR dan NOT OR ........ Tabel 15............. Logika pengendalian sistem sederhana langsung.. Tabel 4................................................ Tabel 14....... CNC EMCO TU 2A ........2 Tabel 17.............................................................. Arti kode lainya ................. BAB IX Tabel 1.................................. Tabel 11........ Tabel 2...... 653 Jangkauan temperature dan jangkauan tegangan ..... Tabel 7....................... Siklus program pembuatan pion catur dengan CNC EMCO TU 2A ....... Simbol logika katup OR.... Nilai penyimpangan poros untuk tujuan umum ................ SISTEM PNEUMATIK DAN HYDROLIK Jenis dan simbol katup sinyal pneumatik .................. Jenis dan simbol katup pembatas tekanan.............. Tabel 2................. Tabel 6.......... Batas viskositas ideal.............................................................................. Alamat input dan output PLC ... Tabel 3.......... Koordinat hasil perhitungan titik .......................... Logika katup NAND........................... Tabel 4............. Tabel 17..................................................... Tabel 16................................................ Tabel 2............................................................................................................... Tabel 7............................................ Tabel 3.................... Siklus pemrograman pembuatan asbak rokok dengan.. Tabel 5..... Tabel 2........................ Klasifikasi viskositas cairan hidrolik................... Tabel 18...................................................... 654 ...................................................... Tabel 13........ Jenis dan Simbol Komponen Sistim Pneumatik Lainnya (FESTO FluidSIM)....................... Aturan aljabar saklar AND ......................................LAMPIRAN B....................................................... Simbol dan logika katup NOT............................ Logika sistem diagram gerak silinder melalui dua katup ............. Siklus pembuatan ulir G 33 ....... Pengalamatan input dan output ............... Aturan aljabar saklar OR............................................................................................................... Tabel 1.............................................. Tabel 3.. Tabel 10...... Tabel 9........... Tabel 7....................... Daftar alamat pada input dan output ................................ 629 Material variasi temperature dan tahanan bahan . Karakteristik cairan hidrolik yang dikehendaki .................................

.............. Gambar 32.... 19 Bantalan gelinding khusus................... Gambar 25.........8 Kesetimbagan benda pada bidang miring...................................... Gambar 23.... Gambar 16....................................... Gambar 13............................ 40 Pengerjaan Logam dengan mesin bubut.......6 Gaya F 1 dan F2 yang mebentuk sudut a.............. Gambar 12..................... Gambar 31................. 13 Tegangan puntir.................... Gambar 9.............................................................................. 38 Pengolahan Logam Manual................. Gambar 6.................................4 Menyusun gaya lebih dari dua buah secara Analitis.................................................. Gambar 28.......... Gambar 29. 31 Pengecoran logam pada cetakan pasir....................... Gambar 8...LAMPIRAN C.............................................................................................2 Menyusun dua buah gaya menjadi gaya Resultan (F). 43 Gambar 4.. Gambar 3........ Gambar 15....... menutupi permukaan pola dalam rangka cetak dengan pasir.............................. 20 Dapur pengolahan bijih besi menjadi besi..................... Gambar 26...........5 Menyusun lebih dari dua buah gaya secara poligon.........................................................................8 Dua gaya pada batang membentuk kesetimbagan.......... Gambar 8........................................................................................................ 12 Tegangan lengkung pada batang rocker arm ....................................................................... Gambar 22. Gambar 17........2 Titik tangkap gaya (A) pada garis kerja gaya ........................ preses penuangan (d).............. Gambar 7......6 Dua buah gaya sama sejajar berlawanan arah dan berjarak L.......... 16 Beban lentur murni pada lengan robot.. 10 Tegangan Normal........................................................ Gambar 7........ Gambar 5................................................................... Gambar 21..... (c) cetakan siap...4 Menguraikan gaya (proyeksi) sumbu X dan Y ............................................................................................... Gambar 27.......................................... 12 Tegangan Geser... 23 Gambar 1...................... Gambar 6...................................... Gambar 10........ Gambar 19. ............................ Gambar 12.. 34 Turbin air produk hasil pengecoran logam ................................ Gambar 14.. Gambar 30...... 30 Diemensi benda kerja yang akan dibuat (a).. Gambar 20... 36 Die Casting.......... Gambar 2........ 17 Beban puntir dan lentur pada arbor saat pemakanan..................... 19 Bantalan radial............................................................... Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4.... BAB II Gambar 1............3 Menyusun Gaya lebih dari dua buah secara grafis ..... MEMAHAMI PROSES-PROSES DASAR KEJURUAN Logam cair sedang dituangkan ke dalam cetakan..................................................1 DAFTAR GAMBAR JILID 1 BAB I MEMAHAMI DASAR -DASAR KEJURUAN Perpindahan benda dari A ke B akibat gaya F..........9 Tegangan yang timbul pada penampang A-A.......3 Menyusun lebih dari dua buah gaya secara poligon....... 16 Kontruksi poros transmisi.................... Gambar 9..................................................... 29 Proses Pengecoran logam ..... Gambar 24.................................................... dan produk pengecoran ....... 14 Kontruksi poros kereta api............... 16 Poros transmisi dengan beban puntir.................. 42 Mesin pengerollan (rolling)..........5 Jarak (L) garis gaya (F) terhadap titik perputaran (o)........................................................... Gambar 11........................................... Gambar 11......................................... 36 Salah satu produk Die Casting............. Gambar 10... 15 Kontruksi poros kereta api....................... 10 Tegangan tarik pada batang penampang luas A...................... 19 Bantalan aksia. 11 Tegangan tekan.................................................................... Gambar 5.......................................... 1 Gaya gesek pada roda mobil................................................................ 18 Bantalan luncur dilengkapi alur pelumas .............................................. 35 Turbin air produk hasil pengecoran logam...... Gambar 18............... 41 Produk pengolahan logam dengan mesin CNC..................................

.......... Gambar 32..................... Gambar 20 PLTA................................................... Gambar 27.................................................. 69 Jenis jangka........................................ 73 Mesin gambar rol. 70 Membuat lingkaran besar dengan alat penyambung.......................................... Gambar 31....................... 58 Tanda harus mengenakan sarung tangan ................................................ Gambar 9.................................................................................................................................................................................. 59 Mengisap serbuk fiber menggunakan vacum ..... 81 2 ... 69 Kedudukan pena tarik saat menarik garis .... 59 BAB IV GAMBAR TEKNIK Gambar 1... Gambar 16.... Gambar 24.......... 80 Perspektif dengan tiga titik hilang................................. 67 Rapido.......................................................................................................... Gambar 15......... 72 Mal bentuk geometri.......................... 47 siklus motor bensin 4 langkah.................................... Gambar 5........... 79 Perspektif dengan satu titik hilang......................................... Gambar 24........................................................................... 68 Cara menggunakan penggaris -T....................... 48 Turbin Air ...................................... Gambar 6.... 75 Proyeksi isometris .......................................................................... 68 Cara menggunakan penggaris segitiga...... Gambar 4................................. 80 Macam-macam pandangan.......................................... DAN LINGKUNGAN Gambar 21.................. 81 Bidang proyeksi........ 65 Pensil batang ............... Gambar 12... Gambar 11...................................... konversi energi dari energi potensial....... Gambar 18....... 70 Plat pelindung penghapus ................................... 50 Sebuah sistem turbin gas............................................. 77 Proyeksi isometris kedudukan horisontal..... 77 Proyeksi isometris dengan kedudukan terbalik................ 66 Cara menarik garis ................. Gambar 22........ 45 Salah satu reaktor nuklir . Gambar 17...................... 59 Menekuk plat/selang fiber menggunakan sarung tangan ......... 73 Proyeksi piktorial.... Gambar 23................................ 50 BAB III MEREALISASIKAN KERJA AMAN BAGI MANUSIA....................... 44 Accu sebagai bentuk energi kimia............................................................. 46 Pemanfaatan energi angin ............................................................................... 46 Mesin konversi dari panas ke uap................................................. 66 Pensil mekanik...................................... Gambar 30.............................. 72 Contoh penggunaan mal lengkung. Gambar 7.... Gambar 23...............................LAMPIRAN C.......... Gambar 22.................................................................. 80 Perspektif dengan dua titik hilang............................................. 79 Proyeksi miring.................... 71 Busur derajat............ 78 Proyeksi dimetris ..................................................................................................... Gambar 25................................................................................ ALAT... dan energi listrik............ Gambar 19...................... Gambar 13............ Gambar 17............................................... 78 Kubus dengan proyeksi dimetris............................................................................................... 71 Mal lengkung................... Gambar 18..................... Tanda harus mengenakan kacamata .......... Gambar 19............................................................................................ 58 Pekerja menggunakan kacam ata dan masker.................................................. Gambar 33.................................. Gambar 16........ Gambar 21................. Gambar 26................... Cara penempelan kertas di atas meja gambar non magnetik.................................................................................. 73 Mesin gambar lengan ........................... Gambar 20............. Gambar 8..................................... 76 Penyajian proyeksi isometris ............................ Gambar 3.................................................... energi mekanik............................................................................................ Gambar 25........... Gambar 14....................................................... Gambar 15........................................................... Gambar 29................................................................. Gambar 14.................. Gambar 28............. 72 Meja gambar......... 58 Tanda harus mengenakan penutup telinga......................................2 Gambar 13....................... 67 Penggaris T dan sepasang penggaris segitiga....................... Gambar 24....................................................................................................................... Gambar 2.......

................ 90 Penentuan pandangan depan..........................................................................................................................106 Jarak antara garis ukur..................3 Gambar 34......... Gambar 50............................................................................................................................ Gambar 69............................................. 99 Potongan separuh................................................................................................................110 Penunjukan ukuran pengerjaan khusus ...... 98 Potongan dudukan poros ......................... Gambar 72.......... 91 Penggunaan tiga pandangan ................................... Gambar 43......................113 Penempatan anak panah dan ukuran di dalam lingkaran............................................................................ Gambar 73...................................... Gambar 37................................. 93 ................................107 Penulisan angka ukuran........LAMPIRAN C............. Gambar 42.....................104 Angka ukuran dan arsiran.... Gambar 75................................................... Gambar 57.............................101 Contoh penggunaan arsiran............................................ 86 Proyeksi Eropa ......... Gambar 38.......... 86 Anak panah ...................................................... 84 Pandangan proyeksi Eropa ...................... Gambar 76........... Gambar 45... Gambar 70...................... 97 Penempatan potongan dengan diputar dan dipindah........ Gambar 63b............................................................ 89 Pemilihan pandangan utama....................... 95 Penempatan gambar potongan.. Gambar 53.. Gambar 82................... Gambar 81.........101 Potongan bercabang atau meloncat....................... Gambar 49...................101 Potongan putar..................... 89 Pembedaan bentuk benda dengan satu pandangan..... 90 Pandangan utama............ Gambar 59................................................. Gambar 62a.....113 ........................105 Cara penarikan garis dan ketebalanya ..... 88 Gambar pandangan....... 96 Penempatan potongan dengan diputar............... Gambar 54... 83 Pemutaran dengan jangka ..................... Gambar 41................................. 90 Penggunaan dua pandangan................................... Gambar 56.......................... 97 Potongan jari-jari pejal.................................................................................103 Arsiran pada bidang luas dan bidang berdampingan...................................................... Gambar 60........................................................................................... 88 Gambar satu pandangan................................. Gambar 36............................................................. 84 Garis sumbu berimpit dengan gambar............ Gambar 83..... Gambar 44...............................................110 Pengukuran ketirusan......................................................................... 83 Potongan garis yang bersudut 45o .............. Gambar 51.... 93 Tanda pemotongan................102 Sudut ketebalan garis arsiran............... Gambar 65........................................ Gambar 63a................ Gambar 77.... 98 Potongan penuh................. 86 Proyeksi Amerika ................................... 82 Pembukaan objek gambar di kuadran I ........................... Gambar 52...... 87 Contoh penggambaran anak panah .................. 85 Pandangan proyeksi Amerika ..................... Gambar 71.................. Gambar 40........................................................................................................... Gambar 61................................................ 91 Bentuk benda dari hasil pandangan...................... Gambar 80.......................................... Gambar 74...................................................................................................112 Pengukuran jari-jari........ Gambar 62b................................................ 87 Penerapan Proyeksi Amerika.................................................................................. Gambar 79. Proyeksi di kuadran I .......................................................................... 87 Penerapan Proyeksi Eropa .......................................................... Gambar 55........................... Gambar 48......................... 84 Garis sumbu terpisah dengan gambar................ Gambar 58a Gambar 58b Gambar 58c...... 94 Tanda pemotongan dengan gelombang dan zigzag... Gambar 46................... Gambar 66................... Gambar 47.................108 Ukuran tambahan............ 93 ........................................................... Gambar 67. 85 Contoh pandangan proyeksi Amerika .............................103 Arsiran benda tipis.............................................................111 Penunjukan ukuran pada bagian yang simetris .......... Gambar 68...................................... Gambar 64...................................................................................................... 92 ................................. Gambar 39.................................................................... Gambar 78.................................................................100 Potongan sebagian ............................................................................................................................... Gambar 84...........................104 Macam-macam arsiran...............................................................................................111 Pencantuman simbol-simbol ukuran............. Gambar 35......................................

...................................126 Penulisan ukuran dan tolerans i pada gambar kerja.................128 Suaian Longgar.......124 Penulisan toleransi suaian dan nilai penyampangan .............................122 Pembuatan gambar mur dan baut.........131 Proyeksi isometris .....134 Gambar Benda Kerja ............... 135 Pencekaman benda kerja ...................................126 kelonggaran dan kesesakan antara poros dan lubang........124 Penulisan toleransi dan nilai penyimpangan nol.............................................................................................................. Gambar 9. 137 Spesifikasi kikir .......................... Gambar 2............. Gambar 119........................................128 Penandaan Kualitas Permukaan ........................114 Ukuran sejajar............................................ 138 Gerakan badan dan mulut .....122 Batas atas dan batas bawah toleransi........................... Gambar 91......................125 Jenis -jenis penulisan yoleransio pada ukuran sudut.116 Pengukuran berimpit............................ 137 Kikir single cut dan kikir double cut ....4 Gambar 85...125 Penulisan batas -batas ukuran dalam satu arah.......................................................................132 Potongan A-A..........................124 Penulisan suaian standar ISO........................................ Gambar 93.............................. Gambar 121.......................... Gambar 90.............. Gambar 111....................... Gambar 112..........118 Pengukuran berjarak sama............................................................................................................................................135 Ragum ........................ Gambar 117..........129 Suaian tramsisi.................................. 137 Spesifikasi kikir berdasarkan penampangnya ..............119 Pengukuran alur pasak....................... Penempatan anak panah dan ukuran di luar lingkaran...........133 Macam-macam arsiran..........................123 berbagai macam ukuran dan penyimpangan...........................................124 jenis -jenis penulisan toleransi pada gambar susunan.......................................................... Gambar 103................................................................. PROSES PRODUKSI DENGAN PERKAKAS TANGAN Ketinggian ragum untuk pengerjaan umum kerja bangku ..................... Gambar 101...........................133 Potongan B-B.......... Gambar 99......... Gambar 109........................... Gambar 124............................................120 Pengukuran profil............ Gambar 104.. Gambar 97.... 142 Posisi kaki terhadap sumbu ........................ 136 Bagian bagian utama kikir ........... 142 Kikir gigi tunggal arah pemakanan lurus dengan 4 ......... Gambar 118..................................................................................................113 Penunjukan ukuran ............ Gambar 87...................................................125 Penulisan batas -batas ukuran....... Gambar 114..... Gambar 7.................................................................................................115 Ukuran berimpit.................................................................................................................129 Suaian paksa.............................................131 Proyeksi dimetris ........123 Penulisan toleransi simetris ............... Gambar 8.................................... Gambar 5................................................................................................................................... Gambar 120...................................121 Pengukuran mur............................... Gambar 113.....129 Proyeksi piktorial..... Gambar 10.....................................114 Ukuran berantai ... Gambar 96......... Gambar 100..................................................135 BAB V Gambar 1.. Gambar 92................... Gambar 95....................................................................................................................................................................................................121 Pembuatan gambar baut.......................... Gambar 6............................. Gambar 3............................ Gambar 102.115 Ukuran kombinasi..............132 Proyeksi miring....... Gambar 126.... Gambar 89......................................................................................................................................................................................................... Gambar 86.................................... Gambar 122...................... Gambar 105...............................................................................120 Pembuatan gambar mur............. Gambar 115........................................................................................................ Gambar 123....................... Gambar 98................................................ Gambar 94................................118 Pengukuran berjarak sama..................................... Gambar 125........................... Gambar 106....LAMPIRAN C......... Gambar 116............. Gambar 88.................................... Gambar 108...124 Penulisan toleransi dan nilai penyimpangan............................................................................ Gambar 107........................117 Pengukuran koordinat..... Gambar 110.........119 Pengukuran pada lubang.................................. Gambar 4.........................

.................................................... Pengikiran radius luar ............................................................................. Gambar 14................... Pengukuran dengan jangka tusuk ......................................... Penitik garis ...................... Gambar 23............ Menggaris sebuah bidang ..... Memeriksa dengan mal radius .................................................................... Jangka tusuk (spring divider ) ................................. Gambar 34.................................................................. Pemeriks aan hasil pengikiran radius ..... Penggunaan balok gores ....................... Pemeriksaan kerataan hasil pengikiran dengan pisau perata ................................................................ ............................................................... Bidang dasar 1...................................... Gambar 18................................. Set mal radius dalam satu tangkai ....................................................... Gambar 43......... Pengukuran kesikuan 90o.......................... Mengukur tebal dan kesejajaran ....... Jangka bengkok ................................. Pengukur tinggi .............................................. Penitik pusat .............. Penggunaan siku-siku ................. Memeriksa ulir baut dan mal ulir ................................................ Siku-siku ............................................................. Balok gores ....... Gambar 21................................... Gambar 13...................... Siku-siku geser ........... Mistar baja .................................................................. Menghilangkan kulit yang keras dengan ujung ............................ Gambar 54........................ Gambar 47............. Gambar 45...................... Gambar 48......................................................................................... Memeriksa diameter dalam ................................................................................................................ Pemeriksaan hasil pegikiran miring ........ Gambar 44.................................................... Gambar 28... Gambar 19............................ Gambar 17.................... Set mal radius dalam ikatan cincin................ kesikuan dan kesejajaran dalam penggambaran .. Busur derajat . Gambar 51............................................................. Gambar 22.. Gambar 40............................................................... Pengikiran radius dalam ................................................ Gambar 41.................. Penggunaan jangka garis ....................................................................................................................... Jangka kaki ..... Penggunaan busur derajat ...... Palu ...................................... Gambar 53............ Gambar 24.. Gambar 12..... Gambar 50.................................. Penggunaan mistar sorong .......................................................... Gambar 39......................................................................................................................................................... Gambar 60............................................................ Gambar 33............................................... Siku-siku kombinasi ............................................................................ Gambar 35..................... Gambar 56.............................................................5 sumbu kikir ............................ Gambar 52........... Mengukur tinggi / tebal ............................. Penggunaan penitik garis .......................................... Gambar 49............. Jangka sorong ............. Gambar 32............................................ Penggunaan mistar baja .... Gambar 16....................................................... Gambar 59........................................... Gambar 55................. Kikir gigi ganda degan arah pemakanan lurus dengan sumbu kikir . Pengukuran 45 o ................................................ Gambar 36...................................................................... Gambar 31........................ Gambar 57................ Jangka tongkat .... Penggores ........................................................................................... Gambar 25a Gambar 25b Gambar 26........................................... Gambar 27............................................................................ 2 dan 3 ............................ Gambar 20............................................................. Gambar 42.....................................................LAMPIRAN C................................................... Pemakaian penggores .................................................................. Gambar 38.................................................... Gambar 58................. Gambar 29.................................................... Pengunaan penitik pusat ........................................... Jangka garis ............. Gambar 46.... Gambar 37............................................................. Satu set mal ulir ................................... 143 143 144 144 145 145 146 146 139 139 148 148 149 149 149 150 150 150 151 152 152 152 153 153 154 155 155 155 156 156 157 157 157 158 158 158 158 159 159 160 160 161 161 162 162 162 163 163 163 163 164 164 Gambar 11... Gambar 15..................................................... Kikir gigi tunggal arah pemakanan tidak satu sumbu dengan sumbu kikir ..... Tangkai palu.......... Penggunaan jangka tongkat ......................................... Bidang dasar sebagai dasar ukuran.................................. Pita ukur ............................................ Gambar 30.........

.................................... 190 Sney ............................................................... 186 Memahat benda yang lebar .................. 189 Posisi stempel .................... 181 Pahat .............................................................................................................. Gambar 62.......................... 165 Balok vee ......................................................... 187 Garis bantu stempel .................................................................................. 188 Susunan stempel ..... Palu lunak ............................................. Gambar 95............................................... 170 Sudut mata bor ............................................. 166 Penggunaan balok vee .............. Gambar 106............ Gambar 90........................................................................................ Gambar 87.............................. 179 Pemegangan sengkang gergaji ..................... 172 Reamer (Peluas)........ 180 Sudut awal penggergajian ............................. 168 Bor pilin kisar besar sudut sayat lancip ................................... 167 Bor pilin spiral kecil .............6 Gambar 61.................................... Gambar 103................................. Gambar 101......................................... 183 Pahat dam . Gambar 110.................. 178 Pemasangan daun gergaji pada sengkang .................... Gambar 86......... 180 Membuat alur (permulaan menggergaji) ........... Gambar 105................... Gambar 80....................... Gambar 108.... 183 Pahat alur ..... Gambar 69.............................................................167 Mata bor pilin kisar sedang .............................................................................................................. 186 Memahat benda kerja yang tidak dijepit dengan Catok ragum ...... 165 Penggunaan palu ......................................................................................................... 189 Tap ................. 171 Mesin bor tiang .......................................................... 184 Cara menggenggam pahat .......................... Gambar 94. Gambar 68.................................................. Gambar 72.......................................................................................................................... 169 Kaliber mata bor . Gambar 78.................................................. Gambar 89.......................... 184 Pahat kuku . 168 Bor pilin kisar besar .............. Gambar 97............................ Gambar 74............................................ Gambar 85...................................................................... Gambar 98. Gambar 88................................. 176 Peluas yang dapat distel ... 169 Bentuk kepala mata bor ... Gambar 107. Gambar 63................................ 177 Penggunaan reamer ........................ Gambar 113................................................... 177 Gergaji tangan ................ 165 Penggunaan meja ............................................................................... Gambar 83................ Gambar 75............................................................. Gambar 82................................................................................................................................. Gambar 96................................................................ 168 Bor pembenam ............................................ 183 Pahat alur minyak ......................................................... Gambar 111................................. Gambar 104............ 172 Bor dada mekanik tertutup ... Gambar 77........... Gambar 84.. Gambar 102... 166 Bagian-bagian mata bor .............. 176 Peluas tirus ........................................................................................... 172 Bor dada mekanik terbuka ................. 181 Posisi daun gergaji tagal lurus terhadap sengkang Gergaji .................................................... 172 Bor pistol ....................... Gambar 100.................................................................................... Gambar 81... 185 Memahat baja pelat .......... Gambar 114......................................... Gambar 93.................................................................................... 170 Penjepit bor ..... Gambar 65.......................................... Gambar 92. Gambar 112..... Gambar 76....................................................................................... Gambar 79............................................. Gambar 99.................................................................................. 171 Sarung pengurang ........................ 187 Posisi pahat pada saat akhir pemahatan ........................................................ 184 Pahat diamon .... 182 Pahat ....................................................... 169 Mata bor pembenam kapala baut ......................................................... 191 6 ........................................................................... 168 Bor pilin kisar besar sudut sayat kecil ...................................................................... Gambar 71. 187 Posisi pahat pada waktu memahat ...... Gambar 109....................................................................................................................................................................................................................................................................... Gambar 91.................................................................................. 181 Pemotongan benda kerja .......... 165 Meja perata . Gambar 70.............LAMPIRAN C................. 171 Mesin bor bangku............................. Gambar 67............ Gambar 73.................................................................................. 185 Memperhatikan mata pahat ................................ Gambar 66...... Gambar 64................................

. Gambar 116.. 217 Penitik........... 193 Pemegangan penuh pada posisi jauh dari rumah Snei .............................................7 Gambar 115................... 206 Melipat tepi .................................................... Gambar 154............... Gambar 132....... 210 Proses mematri ............................................................................... Gambar 150......................................................... Gambar 129........... Gambar 134......................... Gambar 118...................................................... Gambar 167........... Gambar 149....... 201 Roda gerinda struktur pori-pori ..................................... Gambar 151.................................................................................................................................................................. 208 Landasan alur . Gambar 152.................................... 196 Menyekerap .. 197 Mesin gerinda tiang . 217 Bukaan kotak ....... penggores dan mata bor ........ Gambar 145.................................................................................................................... 201 Roda gerinda lurus .......... Gambar 135.................. Gambar 168...................... Gambar 159......................................... 210 Memasang baut pemanas ......................................................... 195 Sekerap setengah bundar ...... 219 ....................................................................................................... Gambar 131................................................................... Gambar 124....................................... 216 Sambungan ekor burung ............................................................. 210 Sambungan keling ....... Gambar 137................................................................................................................................. Gambar 125... Tangkai pemutar .............................................. Gambar 141................................................................................................... Gambar 161............................... Gambar 144............... Gambar 164.... 191 Proses mengetap ..................................................................................................................... 208 Landasan tepi bundar ............................................. 207 Landasan rata ................................................................. 194 Penggunaan snei ....................... 194 Sekerap tangan ........... Gambar 136................... 207 Mesin roll ........................................ Gambar 166........................................... 193 Posis i tangan pada awal menyenei ............................... Gambar 162......................................................................LAMPIRAN C............ 207 Landasan tepi lurus ........................................................................................................................................................... Gambar 138............................. 208 Sambungan sekerup ..................... 199 Roda gerinda struktur terbuka ........................................................................................................................... Gambar 147................ 209 Sambungan lipatan .. pahat tangan................................................................. Gambar 157.......................................................... 202 Penandaan roda gerinda ............................................ 211 Jenis penguatan .. 208 Landasan ½ bola .................................. Gambar 117.... 198 Roda gerinda lunak .................................................................... 213 Alas penindih kertas ......... 211 Pengutan tepi ............................................. 195 Sekerap keruk ................... 204 Pengikatan roda gerinda pada mesin spindel mesin ......... 216 Dimensi sambungan ekor burung ........................................... Gambar 120................................. 206 Mesin lipat ................................ Gambar 128..... Gambar 156..................... 213 Mal mata bor ............... Gambar 143............................................ Gambar 153... 214 Dimensi mal mata bor ...................................... 215 Dimensi pengepasan persegi .................... Gambar 119........................................................................................ 196 Sekerap segi tiga ...... 202 pemeriksaan roda gerinda .................................... Gambar 163............................................ 193 Mengecek ketegakan lurus mengetap ........201 Roda gerinda struktur padat ................................................................................ 212 Penguatan tepi dengan kawat .. 205 Keselamatan kerja menggerinda .. Gambar 160................................ 197 Proses pelepasan butiran pemotong ......................................... Gambar 130............................................... 196 Sekerap bulat hidung sapi ......... 195 Sekerap mata bulat ....................................... Gambar 158........ Gambar 140.......... 212 Mesin putar kombinasi ................................... Gambar 148........................................ 207 Landasan pipa ............................................ Gambar 126............... Gambar 165........... Gambar 127...... Gambar 146........................... 191 Dimensi ulir ................ Gambar 142........................................... 215 Pengepasan persegi ................................................. Gambar 123...................... Gambar 133................................................. Gambar 122........ Gambar 121............................ 205 Mengasah / mendreser roda gerinda ....... 199 Roda gerinda keras .............. Gambar 139.... Gambar 155..........................................................................................................................................................

.

Alat pengatur arah. Komponen pembersih (filter). Kumparan kawat yang dapat dialiri listrik.1 GLOSARY PLC CNC Pneumatik Hydrolik Sensor N Code G Code Griffer Inkremental Absolute Polar Feeding Actuator Katup Compressor Arbor Cekam Cutter Air Service Unit Balamced Vane Bent Axis Piston Processor Power Supply Ladder Logic Selenoida Memory : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Programmable Logic Controlled Computer Numerically Controolled Ilmu tentang pemanfaatan udara bertekanan Fluida untuk meneruskan tenaga Masukan ke dalam sistem atau sinyal Kode kalim at dalam pemrograman mesin CNC Kode instruksi dalam pemrograman mesin CNC Lengan robot untuk mengambil material Pengukuran berdasarkan pada perubahan panjang lintasan Pengukuran berdasarkan pada perubahan panjang lintasan Pengukuran berdasarkan pada perubahan besar sudut lintasan Kecepatan asutan dalam pemakanan benda kerja Penggerak benda kerja atau output dari suatu sistem. Tempat dudukan alat potong mesin frais. . pemberi pelumas pengatur tekanan fluida sistem. tekanan maupun kecepatan fluida dari sistem. Pusat pengolah semua masukan dari sesnsor untuk disalurkan pada output. Penyimpan data dalam computer. Pisau penyayat benda kerja. Tempat untuk menjepit benda kerja pada mesin bubut.LAMPIRAN D. Catu daya Diagram tangga yang digunakan dalam PLC. Pompa kipas balanced. Pompa torak dengan poros tekuk. Alat pembangkit tekanan fluida.

.

1 INDEX A Air Service Unit 472 Aktuator 485 Aktuator 651 Anak Panah84 Aplikasi 461 Arm Geometry620 Asutan 425 AutoCAD 348 B Balanced Vane554 Bent Axis Piston 555 Bit 594 Bubut 220 Bus 513 C Centrifugal Casting34 Cetakan 29 CNC 239 coinage de making 458 Computer Aided Design (CAD) 345 Computer Numerically Controlled (CNC) 394 Crescent 553 Cutter 279 Cutting Speed 253 D Device 577 Die Casting 35 Dividing Head 293 Drilling 459 E EDM (Electrical Discharge Machining) 457 Efektifitas 462 Efektor 634 Ekor 212 Ekspandable Mold Casting 31 Elemen 14 EMCO 426 F Frais 271 G Gambar Perspektif 77 Gambar Potongan90 Garis Arsiran100 Gear Cutters 313 Geretor 553 Gips 32 Gripper 634 H Hidrolik 533 J Jangka 66 K K3 53 Katup 652 Katup 479 Kempa 461 Kerja Bangku 130 Kertas 62 Kimia 650 Klasifikasi 465 Komite 55 Kompressor 466 Konduktor 477 Koordinat 420 Kotak 213 L Ladder597 Linear 649 Logam 20 M Mal 210 Manipulator 620 Meja Gambar 70 Melukis 143 Memahat 178 Membengkok 202 Mengebor 163 Mengetap 186 Menggam bar 62 Menggergaji 173 Menggerinda 193 Mengikir 130 Menyambung 205 Menyekerap 191 Menyenei 186 Menyetempel 184 Mereamer171 Mesin Gambar 70 Metal Working 38 Mineral 20 Modul 578 Momen 642 Mounting 501 O OMRON 588 Otomasi 565 P Pascal 548 Pasir 31 Pelat 202 Pendinginan 37 Pengecatan 631 Pengecoran 28 Pengelasan 633 Penggaris 65 Penghapus 68 Penindih 209 Pensil 63 1 .LAMPIRAN E.

LAMPIRAN E.2 Perakitan 631 Plaster Casting33 Plat 527 PLC 569 Pneumatik 461 Polar 346 Poros 14 Processor 583 Profil 527 Prosedur 58 Proyeksi 79 Proyeksi Dimentris 76 Proyeksi Isometris 73 Proyeksi Miring (Sejajar) 77 Proyeksi Piktorial 72 R Radial Piston Pump 555 Ragum 527 Rapido 65 Rehabilitasi 59 Resin 34 ROBOT 610 Rotary Table 294 S Sand Casting 32 Selenoids 651 Sensor 639 Silinders 652 Simbol 55 Software 434 Solid 378 Statika 1 SYSWIN 588 T Tegangan 1 Temperatur 643 Tranduser 638 V Vernier Caliper 325 W Wire Cut 459 Wrist 625 2 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful