Wirawan Sumbodo dkk

TEKNIK PRODUKSI MESIN INDUSTRI
SMK JILID 3

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

TEKNIK PRODUKSI MESIN INDUSTRI
Untuk SMK

JILID 3
Penulis Pendukung : Wirawan Sumbodo : Sigit Pujiono Agung Pambudi Komariyanto Samsudin Anis Widi Widayat : TIM : 17,6 x 25 cm

Perancang Kulit Ukuran Buku SUM t

SUMBODO, Wirawan Teknik Produksi Im esin Industri untuk SMK Jilid 3 /oleh Wirawan Sumbodo, Sigit Pujiono, Agung Pambudi, Komariyanto, Samsudin Anis, Widi Widayat ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xii, 206 hlm Daftar Pustaka : LAMPIRAN A. Glosarium : LAMPIRAN D. Indeks : LAMPIRAN E. ISBN : 978-979-060-139-0 ISBN : 978-979-060-139-2

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2008

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada d luar negeri untuk i mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

mesin konvensional hingga mesin perkakas yang berbasis komputer dan yang otomatis. Bersama ini Penulis sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi baik material maupun spiritual dari persiapan hingga terbentuknya buku ini. taufiq dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan buku dengan judul “Teknik Produksi Industri Mesin” dengan baik. Penulis iv . Meskipun penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk penyempurnaan buku ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. namun tentu masih terdapat kesalahan atau kekurang sempurnaan.KATA PENGANTAR Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat. Teknik produksi industri mesin mempunyai peranan yang penting. Semoga buku ini bermanfaat bagi perkembangan teknik produksi industri mesin pada khususnya dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya. Perkembangan dunia industri mendorong kemajuan yang pesat dalam teknik industri. mulai dari penggunaan perkakas tangan. Buku ini disusun guna membantu peningkatan pengetahuan maupun skill dalam teknik produksi industri mesin baik di dunia pendidikan maupun non pendidikan.

.

. 32 1.............................................. 38 Mengenal Proses Pembentukan Logam ......................................................... 33 1..............9 Pengecoran Sentrifugal (Centrifugal Casting).................................1 Poros ............................ 43 3... 21 3.................................. 29 1.............................2 Macam-Macam Energi ..............6 Pengecoran dengan Pasir (Sand Casting) ........... PETA KOMPETENSI ............................................................................DAFTAR ISI Hal KATA SAMBUTAN .... 4............ 47 Rangkuman.......... Beton. v ..........11 Kecepatan Pendinginan...............3 Berbagai Jenis Sumber Daya Mineral .................................................. 25 BAB II MEMAHAMI PROSES-PROSES DASAR KEJURUAN .................. iii iv v xii JILID 1 BAB I MEMAHAMI DASAR-DASAR KEJURUAN 1.......................................... 5.................................... 9 2..........2 Mineral .......................... 39 Mengenal Proses Mesin Konversi Energi .......... 51 2............... 14 3.... 3................3 Klasifikasi Mesin Konversi Energi ...... Mengenal Material dan Mineral ................................................................ 22 3.................... DAFTAR ISI ....................................................7 Pengecoran dengan Gips (Plaster Casting)............................................................................4 Pengecoran Cetakan Ekspandable (Ekspandable Mold Casting) ................... 30 1...............................................................................................................................................................................................4 Pemurnian Mineral .............. Mengenal Proses Pengecoran Logam ............................ 36 1........ 39 2..................... 34 1................................. 29 1....1 Pengertian ...........................................................................................................2 Pembuatan Cetakan Manual .................................................2 Tegangan ......................................... 35 1.................... 20 3................................................10 Die Casting............................ 20 3........................................ 22 4................. 1 1.........................1 Statika ...................................................... 43 3.......................................... KATA PENGANTAR .................................8 Pengecoran dengan Gips................ Statika dan Tegangan ..... Rangkuman . 1 1....................................................................................................................... 35 1..................................................... 33 1............................................................................... atau Plastik Resin.............................................................................. 51 Tes Formatif......................................................... 29 1....................3 Pengolahan pasir Cetak .............................................................................................. 32 1.......................... Mengenal Komponen/Elemen Mesin .......................1 Berbagai Macam Sifat Logam ...5 Pengecoran dengan Gips ....................................1 Pengertian Energi ...................... 14 2......................................... 44 3..........1 Pengolahan Logam (Metal Working) .....

74 Membaca Gambar Teknik ..................................... 55 1... 60 3.113 3..................................................... 72 1.......... 67 1............................................................................................. Menguasai Prosedur Penerapan K3 ..... 74 2...14 Pengukuran Ketebalan.............................. 56 1............................................................. 3............................................................... 74 2........................................ 69 1......................................................4 Tugas dan Tanggung Jawab Pegawai.......... 65 1.....4 Proyeksi Miring (Sejajar) ..................................................13 Penulisan Angka Ukuran......................9 Mesin Gambar ......8 Simbol Proyeksi dan Anak Panah.......1 Proyeksi Piktorial ..5 Jangka ...................... Mengenal Alat Menggambar Teknik ............................................................11 Garis Arsiran........................................................................4 Langkah Kerja........ 75 3..............105 3......................................................................... Menerapkan Prosedur K3 Secara Tepat dan Benar...................................................................................................................................... 92 3.................................. 57 2................................................7 Bidang-Bidang Proyeksi.................................130 Soal Latihan (tes formatif)...................2 Pensil Gambar ...1 Pengertian............................................... 75 3. 55 1.................3 Rapido .......................................6 Macam-macam Pandangan........................................ 74 2.............................. ALAT DAN LINGKUNGAN Mengenal Regulasi K3 .. 61 4........3 Tugas dan Tanggung Jawab Perusahaan ........................ 70 1................. 56 1....................3 Proyeksi Dimentris ................................ 81 3..... 87 3............. 68 1............................7 Alat-alat Penunjang Lainnya .............................5 Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja ............................1 Kertas Gambar ..................... 75 3.....................................................15 Toleransi.................................BAB III MEREALISASIKAN KERJA AMAN BAGI MANUSIA................2 Bahan ..........8 Meja Gambar ..............................................................................................................................16 Suaian .......................................................................... 74 2..................................................................................................................135 2.............................................................................................. 78 3................................................................1 Tanggungjawab Perusahaan pada Lingkungan Kerja..............2 Sasaran Undang-Undang..................................... Rangkuman.... 79 3.............................................................................................. BAB IV GAMBAR TEKNIK 1...................................................3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja.......... 65 1..........................102 3..........................................9 Penentuan Pandangan.......................... 79 3........ 73 Lembar Kerja ...128 Rangkuman ............5 Gambar Perspektif ...................... 4........................................................................................................... vi ................................................................................................................................ 60 3............................................................................. 86 3.................................................. 5.............108 3..................... 71 1........................ 57 2........................................................................ 62 1............123 3....2 Rehabilitasi........................... 66 1...........................2 Proyeksi Isometris ........................................ 55 1...........1 Simbol Keselamatan Kerja............................................................................................................10 Gambar Potongan....................1 Alat ......................6 Penghapus dan alat Pelindung Penghapus ........... 81 3........................................4 Penggaris ...........................12 Ukuran pada Gambar Kerja................................................... 57 3..............

......................................................................................................... 184 1...9 Kecepatan Potong (Cutting Speed)...........................262 1.........................................7 Alat Kelengkapan Mesin Bubut...........................2 Jenis -jenis Mesin Frais ........................... 179 1.........276 2..........2 Kunci Jawaban .....................................................2 Mal mata bor..... 208 2.. Mesin Frais Konvensional .................................... 4.......... 208 2. 211 Lembar Pekerjaan.......3 Pengepasan Persegi ............8 Alat potong...........................................6 Pengasahan penitik....................................224 2...................................................................pahat tangan dan mata bor......................... 5...........................................3 Alat-alat Potong (cutter) Mesin Frais ...........2 Fungsi Mesin Bubut Konvensional .................................................. 150 1..1 Pengertian ...........................7 Menyetempel ........ 229 1..............................6 Perbedaan Mesin Bubut Konvensional dengan CNC........................................278 2.....................................................................247 1..........12 Tes Formatif.. 217 3...BAB V PROSES PRODUKSI DENGAN PERKAKAS TANGAN 1............219 3............................................................................................................ 215 3.....4 Jenis -jenis Bahan Pisau....................265 1...............10 Waktu Pengerjaan................................................................ 190 1......................................................................................................................................................1 Pengertian Mesin Bubut Konvensional ...........................4 Bagian-bagian Utama Mesin Bubut Konvensional (Biasa) ............................ dan menekuk....................................11 Cara Membubut....penggores.....5 Perlengkapan Mesin Frais .....2 Menyambung ............ 227 1...................5 Menggergaji .3 Mengebor ............................................. 197 1...........................................................5 Dimensi Utama Mesin Bubut.....................................4 Pengepasan Ekor Burung............................................................................................................247 1....................................................177 1..................... 199 Kerja Pelat ...................... 238 1.................................................220 Rangkuman .... 286 2..............................224 5...... 215 3...........8 Mengetap dan Menyenei .................................................................... 224 5.................................................................. 3.....................................4 Mereamer ............................ 137 1...... 295 vii .................................................................................................................................................... 216 3.................................................................................1 Soal-soal .10 Menggerinda .............5 Kotak......................... melipat......................................260 1............................... Mesin Bubut Konvensional ......1 Membengkok...... 280 2............................................................................................... 227 1....... 294 2..............246 1............ 169 1.........................253 1....................................................................................6 Memahat...................................................................................... 137 1..................................9 Menyekerap ..............222 Tes Formatif ........................................................................................ 192 1...................1 Mengikir ................................................................2 Melukis .........................................................................................................3 Jenis -jenis Mesin Bubut Konvensional ................. 227 1...............1 Alas penindih kertas .............218 3................................................................................... 278 2....... JILID 2 BAB VI PROSES PRODUKSI DENGAN MESIN KONVENSIONAL 1......................... Kerja Bangku ..........................................

....................... 468 viii ......................402 2...........9 Membuat Benda Kerja Menggunakan mesin CNC................... Rangkuman ................10 Membuat Benda Kerja Berbasis Software AutoCAD ...................354 1......1 Peralatan Keselamatan Kerja pada Proses Produksi.................................................... Keselamatan Kerja Pada Saat Proses Produksi..................................... 353 1.......................................................................386 2.........337 5.....................345 5................................................................306 2...........................7 Penggunaan Rotary Table .................. 331 3.............................. Computer Numerically Controlled (CNC) ...............1 Pengertian CAD ............2 Dasar-dasar Pemrograman Mesin CNC.....................1 Pengkodean Toleransi.356 1..............................................11 Jenis -jenis Pemotongan/pemakanan pada Mesin Frais..2 Cara Kerja .........................................3 Gerakan Sumbu Utama pada Mesin CNC......................... 402 2...............6 Penggunaan Kepala Pembagi (Dividing Head).................................4 Kabel EDM (Wire Cut EDM) .............5 Siklus Pemrograman ...........................2 Metode Pengukuran ....... Computer Aided Design (CAD) ......................... 305 2................ EDM (Electrical Discharge Machining) ...........346 6....................................................................337 4..... 366 3..2 Resiko-resiko dalam mengoperasikan mesin perkakas dan cara menghindarinya. 331 3.............. Relatif.....................1 Sejarah Mesin CNC........................9 Waktu Pengerjaan ...................................................................436 2...........443 3..........12 Pisau Roda Gigi (Gear Cutters).............. 303 2.....467 3.........................409 2................................................. 300 2...................................................3 Drilling EDM..............11 Soal Formatif.................3 Sistem Koordinat Absolut...... 301 2............................428 2...............................................................................434 2.............5 Membuat Gambar Solid 3D dengan AutoCAD..........................................2..........................................................442 2............ 332 4.............................350 BAB VII PROSES PRODUKSI BERBASIS KOMPUTER 1..........6 Menentukan titik koordinat benda Kerja......7 Kecepatan Potong dan Kecepatan Asutan..................................................................4 Perintah Menggambar Pada AutoCAD .....................421 2............................ 331 3......467 4...............................................8 Mengoperasikan mesin CNC EMCO TU 2A.........................................................................................................433 2........................320 3................................................................ Teknik Pengukuran pada Proses Produksi ..2 Pembuatan alat cetak logam (coinage de making) .........................405 2..................................4 Standarisasi Pemrograman Mesin Perkakas CNC.....................................349 1..........................................10 Langkah-langkah pengoperasian Mesin Frais ...................1 Jenis Pengukuran ................... Polar........354 1..................................................8 Kecepatan Potong (Cutting Speed)......345 5....3 Alat Ukur Mistar Geser (Vernier Caliper) dan Mikrometer Luar (Outside Micrometer) ........................ Rangkuman ............... 465 3.............. 301 2...................................................... Pembacaan Toleransi pada Gambar Kerja ............................ 466 3........................................................1 EDM Konvensional .....................................................................................409 2..........................................................................................................................................

.... 511 9..........3 Pemotong Plat ................................ 516 9.............. 474 7.................................... 517 10....3 Pemeriksaan Udara Kempa dan Peralatan .......... 535 11............................................2 Komponen Hidrolik................. 514 9... 516 10................ 520 11....................3 Kecepatan Torak .....................................JILID 3 BAB VIII SISTEM PNEUMATIK DAN HYDROLIK 1.................................... 535 11................... 4......541 14............................... 480 7..................................................................... 515 9.....1 Keuntungan .........................4 Konduktor dan Konektor ......................... 473 7....... 521 11................................................... Aplikasi Pneumatik dalam Proses Produksi ......1 Pengertian Sistem Kontrol Pneumatik .............................................5 Katup-Katup Pneum atik ...................................................................................... Pengertian Pneumatik .....................................1 Pengendalian Langsung Silinder Sederhana ....................... 484 7...................... 485 7... 537 12....................................... Klasifikasi Sistim Pneumatik ....................................2 Pengendalian Tak Langsung Silinder Penggerak Ganda ...................................1 Tekanan Udara .................................................................................. 472 6....................................... Pengangkat dan Penggeser Material Full Pneumatik . 515 9....................2 Analisa Aliran Fluida (V) .... 471 5.................... 538 13........................................................ Sistem Kontrol Pneumatik ...... 493 7.........................1 Kompressor (Pembangkit Udara Kempa) ..2 Unit Pengolahan Udara Bertekanan (Air Service Unit) ...........................................................4 Membuat Profil Plat ....................................................................................................1 Cara Kerja ...............................7 Pengubahan Tekanan ....... 474 7...... 538 14............ Pengendalian Hidrolik .................................537 13....... 513 9.......................................... 510 9........................................................................................................................................................................................................................... 469 Efektifitas Pneumatik ...... 497 7........3 Pengendalian Gerak Otomatis Silinder Penggerak Ganda ................. Dasar Perhitungan Pneumatik ... System Hidrolik ................................................................1 Pintu Bus ................................. 518 10.................................................2 Kunci Jawaban ..................................5 Udara yang Diperlukan .....6 Unit Penggerak (Working Element = Aktuator) ......................................... 509 8....................................................................... 510 8.........................................4 Gaya Torak (F) ...... Peralatan Sistem Pneumatik ....2 Kerugian/Kelemahan Pneumatik ......................................................555 15............................................ Analisis Kerja Sistem Pneumatik ....................................................................................................541 14....1 Cairan Hidrolik.................... 536 12............................................556 ix ........................................................... 470 Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Udara Kempa ... 535 11............. 469 Aplikasi Penggunaan Pneumatik ........555 15................ 487 7........................................ 469 Karakteristik Udara Kempa ..........2 Penahan/Penjepit Benda (ragum)......................................1 Soal-soal ........1 Klasifikasi Pengendalian Hidrolik................................8 Jenis -Jenis Katup Pneumatik ..................... Tes Formatif ............................................................................................................................................................ 471 5..................... 538 13................551 15...........................................................9 Model Pengikat (Type if Mounting) ............................................... 2.. 3.....................................................................7 Air Motor (Motor Pneumatik) ................. 496 7...........5 Pengangkat dan Penggeser Benda .................................... 514 9.............................................. 5....... 521 11..... 517 10............6 Perhitungan Daya Kompressor ...........................................2 Katup Pengatur Tekanan.........................

.................................................17 Penggunaan Fungsi Bit Kontrol ............ 619 620 621 625 627 629 629 2..................................................................................... 580 3..............6 Balanced Vane (Pompa Kipas Balanced) ................................................................................... 589 3............................................................... 577 3.........13 Processor ................................. 577 3...................................2 Kunci jawaban...... 596 3.9 Perangkat Lunak PLC ...................................605 Rangkuman .............. 566 16..............5 Pompa Roda Gigi dalam Tipe Geretor ....................................................................................................................................................................................... 588 3......................................................................................... 562 16................................................................................... 587 3......................5 Modul Masukan ............................................. 1.................................... BAB X TEKNOLOGI ROBOT 1............................. 564 16.568 17................................................................................................................... Dasar-Dasar Perhitungan Hydrolik ......................................................11 Ladder Logic .................................................................................. Operasi dan Fitur Manipulator ....... 3.................1 Sejarah PLC ............................................. 567 17.......................................... 593 3...................................................................4 Tingkatan Teknologi .................................................................8 Bent Axis Piston (Pompa Torak dengan Poros Tekuk) ...................2 Komponen Dasar ........... 556 16................... Soal Formatif ...1 Soal-soal... 591 3.....15 Programman Dasar PLC OMRON dengan Komputer...........................................................................2 Pengenalan Dasar PLC ...........10 Perangkat Keras PLC .........4 Pompa Roda Gigi dalam Tipe Crescent ........ 563 16........................2 Perhitungan Kecepatan Torak ..................................................................................3 Instruksi-instruksi Dasar PLC ............................................................................... 575 PLC (Programmable Logic Controller) ..14 Data dan Memory PLC ..........8 Modul Keluaran ... 556 16...............7 Device Keluaran ............................. 1. x ................ 558 16......................................................................................... 1.......................... 589 3....................................................... 590 3............1 Prinsip Hukum Pascal ...............568 17....3 Gerakan Robot ....... 586 3........ 559 16...............10 Pengetesan Efesiensi Pompa Hidrolik...............7 Pompa Torak Radial (Radial Piston Pump) .............................. 602 3...... 561 16........................................................568 18. 561 16.............................. 2.590 3............16 Cara pengoperasian SYSWIN .......................................................... 573 Otomasi Teknik Produksi .............................18 Contoh Aplikasi dan Pembuatan Diagram Ladder Menggunakan Syswin ....................... Pengenalan Robot ......... Sejarah Perkembangan Otomasi Industri............................................................ 589 3................................................................... 596 3.......................................... 585 3......... 1............ 578 3....................................................................................................................................................................................616 4.............................1 Istilah Robot ...................................6 Device Masukan Program .................................. 563 16..................3 Pemeliharaan Cairan Hydrolik .......................9 Instalasi Pompa Hidrolik .................11 Unit Pengatur (Control Element) .................. Rangkuman........1 Sistem Koordinat Lengan Robot (Arm Geometry) ............................ 2....12 Hubungan Input/Output (I/O) dengan Perangkat Lunak ............570 BAB IX PROSES PRODUKSI INDUST RI MODERN 1...............4 Device Masukan ......................................16..................

........... 643 4.......................................... DAFTAR TABEL LAMPIRAN C..............................................12 Sensor Kimia .....4 Sensor dan Tranduser ............ 634 2.......................................... 657 4.....................................11 Linear Position ....... 642 Efektor .............................................5 Sensor Kontak ................................................................................................................................................7 Sensor Gaya dan Momen ...... GLOSARIUM LAMPIRAN E........................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN B.......................... 651 4........................ 660 5.........2 Katup .4 Jangkauan Kerja ..........2 Rotasi Wrist ............................................ 6.................................................. 634 2............. 662 Tes Formatif ................ 5......... 640 3..................................................................................................................4 Motor Listrik .......1 Gripper .......................................................................................................................................... 640 3........................................................................................ 674 LAMPIRAN A................................................................................................................................................... 2............ 648 4.......... 652 4.... 644 4.............................1 Selenoids .......................................3 Silinders ..............................................3.......666 Rangkuman .. 647 4................10 Sensor Jarak dan Sudut .................................. 655 4.......2 Klasifikasi Gripper ................................. 661 5.................................3 Jenis Gripper ..669 BAB XI PENUTUP 1........................................... 659 Aktuator .....................................................................................................................8 Sensor Temperatur ......... 638 3......... Kesimpulan ... 644 4................ 635 Aplikasi Robot ...................................................................................................................................................6 Sensor Non-Kontak .............................1 Penanganan Material ......... 661 5......................................9 Sensor Cair dan Gas .................................................................. 2........................ 671 Saran ......................... 648 4.................................. 658 4............................... 637 3....2 Perakitan ................................................................................................................................................ INDEX xi ............................................................................................................ 660 5......................................................... 643 4...........................................4 Pengelasan ....................................... DAFTAR GAMBAR LAMPIRAN D..................... 4...... 7..............................3 Pengecatan .....3 Sistem Penggerak Manipulator ...........

.

Proses Kejuruan dan K3 Memahami Gambar Teknik Pneumatik/Hidraulik xii .PETA KOMPETENSI TEKNIK PRODUKSI INDUSTRI MESIN Proses Produksi Konvensional Proses Produksi Berbasis Komputer Otomatis Industri Peralatan Perkakas Tangan CNC / EDM Robotik Peralatan Kerja Bangku CAD PLC Memahami Dasar.

.

.

industri pengepakan barang maupun industri yang lain. mengangkat. Karakteristik udara dapat diidentifikasikan sebagai berikut : a) Udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah... industri obat-obatan. dan lain sebagainya. Sifat-sifat udara senantiasa mengikuti hukum-hukum gas. sistem pneumatik memiliki apliaksi yang luas karena udara pneumatik bersih d mudah didapat.3 kg/m³. antara lain menambah tekanan udara ban mobil/motor. Jaman dahulu kebanyakan orang sering menggunakan udara bertekanan untuk berbagai keperluan yang masih terbatas...BAB VIII SISTEM PNEUMATIK DAN HYDROLIK 1. menekan.. seperti silinder pneumatik. nitrogen. argon. Gerakan mekanik tersebut dapat dilakukan juga oleh komponen pneumatik... neon dan xenon. Aplikasi Penggunaan Pneumatik……………………………. rotasi maupun gabungan 469 .. Pengertian Pneumatik…………………………………………. Belajar pneumatik sangat bermanfaat mengingat hampir semua industri sekarang memanfaatkan sistem pneumatik. 2.... yaitu ‘pneuma’ yang berarti napas atau udara......... gas 21 % vol. Udara dipermukaan bumi ini terdiri atas campuran dari bermacam -macam gas. misalnya untuk melakukan gerakan mekanik yang selama ini dilakukan oleh tenaga manusia. Dalam sistem pneumatik udara difungsikan sebagai media transfer dan sebagai penyimpan tenaga (daya) yaitu dengan cara dikempa atau dimampatkan... d) Berat jenis udara 1. baik tekanan di atas 1 atmosfer maupun tekanan di bawah 1 atmosfer ( acum). melepaskan ban mobil dari peleknya.. c) Udara dapat dikempa (dipadatkan).... robot pneumatik translasi.... Udara termasuk golongan zat fluida karena sifatnya yang selalu mengalir dan bersifat compressible (dapat dikempa). e) Udara tidak berwarna 3... membersihkan kotoran... Karakteristik Udara Kempa. motor pneumatik. Penggunaan udara bertekanan sebenarnya masih dapat dikembangkan untuk berbagai keperluan proses produksi. b) Volume udara tidak tetap... dan 1 % gas lainnya seperti carbon dioksida.. dan sejenisnya. Komposisi dari macam-macam gas tersebut adalah sebagai berikut : 78 % vol........ seperti menggeser. krypton. Sekarang.. Banyak industri an yang menggunakan sistem pneumatik dalam proses produksi seperti industri makanan. Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani. Sehingga v pneumatik merupakan ilmu yang mempelajari teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa).. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik penggunaan udara bertekanan. mendorong.... helium.

baik berupa silinder/stang torak yang bergerak translasi. Pemilihan penggunaan udara bertekanan (pneumatik) sebagai sistim kontrol dalam proses otomasinya. dan flexibel. Efektifitas Pneumatik …………………………………………… Sistim gerak dalam pneumatik memiliki optimalisasi/efektifitas bila digunakan pada batas-batas tertentu. tidak peka terhadap perubahan suhu dan sebagainya. misalnya untuk keperluan mengangkat plat baja dan sejenisnya melalui katup karet hisap flexibel. dapat juga bekerja pada tekanan udara di bawah 1 atmosfer (vacuum). Karena tahan terhadap perubahan suhu. bersih dari kotoran dan zat kimia yang merusak. Perpaduan dari gerakan mekanik oleh aktuator pneumatik dapat dipadu menjadi gerakan mekanik untuk keperluan proses produksi yang terus menerus (continue). akan disimpan dalam suatu tabung penampung. anjang langkah 1 s/d 2. 4. untuk keperluan pendidikan biasanya berkisar antara 4 sampai dengan 8 bar. Selain itu udara yang terdapat di sekitar kita cenderung bersih dari kotoran dan zat kimia yang merugikan. maka penumatik banyak digunakan pula pada industri pengolahan logam dan sejenisnya. Gerakan bolak balik (translasi). Adapun efektifitas penggunaan udara bertekanan dapat dilihat pada grafik berikut: 470 . tenaga yang diperlukan 2 s/d 15 bar.000 mm. Udara yang digunakan dalam pneumatik sangat mudah didapat/diperoleh di sekitar kita. Sebelum digunakan udara dari kompressor diolah agar menjadi kering. maupun motor pneumatik yang bergerak rotasi. makanan. Udara dapat diperoleh dimana saja kita berada. Adapun batas-batas ukuran yang dapat menimbulkan optimalisasi penggunaan pneumatik antara lain: diameter piston antara 6 s/d 320 mm. karena pneumatik mempunyai beberapa keunggulan. aman dari bahaya ledakan dan hubungan singkat. serta tersedia dalam jumlah banyak. terutama pada proses perakitan (manufacturing). Pemakaian pneumatik dibidang produksi telah mengalami kemajuan yang pesat. Setelah melalui regulator udara dapat digunakan menggerakkan katub penggerak (aktuator). dapat dibebani lebih. antara lain: mudah diperoleh. elektronika. Secara umum udara yang dihisap oleh kompressor. Udara juga dapat dibebani lebih tanpa menimbulkan bahaya yang fatal. mudah didistribusikan melalui saluran (selang) yang kecil. dan mengandung sedikit pelumas. kimia dan lainnya.keduanya. obat-obatan. dan berputar (rotasi) pada aktuator selanjutnya digunakan untuk berbagai keperluan gerakan yang selama ini dilakukan oleh manusia atau peralatan lain.

transportasi barang.. melalui peralatan 471 . udara dapat fleksibel digunakan pada berbagai temperatur yang diperlukan. Penggunaan secara nyata pada industri antara lain untuk keperluan: membungkus (verpacken).1 Keuntungan Penggunaan udara kempa dalam sistim pneumatik memiliki beberapa keuntungan antara lain dapat disebutkan berikut ini : • Ketersediaan yang tak terbatas. pasah. mengatur distribusi material.) 5. udara tersedia di alam sekitar kita dalam jumlah yang tanpa batas sepanjang waktu dan tempat. 5. Melalui gerakan rotasi pneumatik dapat digunakan untuk. panjang dan berliku. mengisi material. memotong. memutar mengencangkan dan mengendorkan mur/baut. menguji. udara mudah disalurkan/pindahkan dari satu tempat ke tempat lain melalui pipa yang kecil. menumpuk/menyusun material.. • Fleksibilitas temperatur. Efektifitas udara bertekanan (Werner Rohrer. memposisikan benda kerja. membentuk profil plat. mengebor. memutar benda kerja. mengarahkan aliran material ke berbagai arah. penggerak poros.ltr/cm Tekanan Kerja/Pe 15 bar 10 bar 8 bar 6 bar 4 bar 2 bar mm Diameter Torak (D) Gambar 1.. proses finishing (gerinda. Keuntungan dan Kerugian Penggunaan udara Kempa . • Mudah disalurkan. menggeser benda kerja... membuka dan menutup pada pintu. menahan dan menekan benda kerja.1990) Penggunaan silinder pneumatik biasanya untuk keperluan antara lain: mencekam benda kerja.. dll.

berbeda dengan sistim elektrik yang dapat menimbulkan kostleting hingga kebakaran. udara dapat melaju dengan kecepatan yang dapat diatur dari rendah hingga tinggi atau sebaliknya. udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang berbahaya dengan jumlah kandungan pelumas yang dapat diminimalkan sehingga sistem pneumatik aman digunakan untuk industri obat-obatan. tabung pelumas. udara mudah dimanfaatkan baik secara langsung misal untuk membersihkan permukaan logam dan mesin-mesin. Bila Aktuator menggunakan silinder pneumatik. regulator. Selain itu dapat dipasang pembatas tekanan atau pengaman sehingga sistim menjadi aman. udara dapat disimpan melalui tabung yang diberi pengaman terhadap kelebihan tekanan udara. Salah satu sifat udara bertekanan adalah ingin selalu menempati ruang yang kosong dan tekanan udara susah dipertahankan dalam waktu bekerja. • Mudah terjadi kebocoran. serta mengandung pelumas yang diperlukan untuk peralatan pneumatik. makanan. seperti kompressor. sedangkan sistim motor turbin dapat mencapai 450. Mudah dimanfaatkan. 472 . Oleh karena itu diperlukan seal agar udara tidak bocor. Aman. bersih.• • • • • yang dirancang untuk keadaan tertentu. Kebocoran seal dapat menimbulkan kerugian energi. memenuhi kriteria tertentu. bahkan dalam kondisi yang agak ekstrem udara masih dapat bekerja. maka kecepatan torak dapat mencapai 3 m/s. Dapat disimpan. dan minuman maupun tekstil Pemindahan daya dan Kecepatan sangat mudah diatur.000 rpm. 5. Bersih. yaitu melalui peralatan pneumatik untuk menghasilkan gerakan tertentu. Bagi motor pneumatik putarannya dapat mencapai 30. misalnya kering. Peralatan pneumatik harus dilengkapi dengan peralatan kekedapan udara agar kebocoran pada sistim udara bertekanan dapat ditekan seminimal mungkin. Oleh karena itu sistem pneumatik memerlukan instalasi peralatan yang relatif mahal.2 Kerugian/Kelemahan Pneumatik Selain memiliki kelebihan seperti di atas. maupun tidak langsung. dll. pneumatik juga memiliki beberapa kelemahan antara lain: • Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara. Udara kempa harus dipersiapkan secara baik hingga memenuhi syarat. udara dapat dibebani lebih dengan aman selain itu tidak mudah terbakar dan tidak terjadi hubungan singkat (kotsleiting) atau meledak sehingga proteksi terhadap kedua hal ini cukup mudah.000 rpm. pengeering. penyaring udara.

Sistim elemen pada pneumatik memiliki bagian-bagian yang mempunyai fungsi berbeda. Secara garis besar sistim elemen pada pneumatik dapat digambarkan pada skema berikut : KLASIFIKASI CONTOH Out put = (Aktuator) Pengendali Sinyal = Katup Pengendali Sinyal Pemroses Sinyal/Prossesor = Katup kontrol AND. Pneumatik menggunakan sistim terbuka. dll Sumber Energi Udara bertekanan = Kompressor Gambar 2. Tuas. dll Sinyal Input = Katup Tekan. • Mudah Mengembun. Klasifikasi Elemen Sistim Pneumatik (FESTO FluidSIM) 473 . Cara mengatasinya adalah dengan memasang peredam suara pada setiap saluran buangnya. NOR.Menimbulkan suara bising. Sensor. Roll. udara yang keluar cukup keras dan berisik sehingga akan menimbulkan suara bising terutama pada saluran buang. dan mengandung sedikit pelumas agar mengurangi gesekan pada katup-katup dan aktuator. Udara yang bertekanan mudah mengembun. misal kering. OR. Klasifikasi Sistim Pneumatik…………………………………. • 6. memiliki tekanan yang cukup. Diharapkan setelah diketahuinya keuntungan dan kerugian penggunaan udara kempa ini kita dapat membuat antisipasi agar kerugian-kerugian ini dapat dihindari. sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi persyaratan tertentu. artinya udara yang telah digunakan akan dibuang ke luar sistim.

axial dan ejector. Secara garis besar kompressor dapat diklasifikasikan seperti di bawah ini. yaitu Positive Displacement kompressor. bila tekanan udaranya melebihi ketentuan. (Turbo). 7. maka katup pengaman akan terbuka secara otomatis. dan Dynamic kompressor. Peralatan Sistem Pneumatik…………………………………. secara lengkap dapat dilihat dari klasifikasi di bawah ini: KOMPRESSOR Positiv displacement Dynamic (Turbo) Reciprocating Rotary Centrifugal Axial Ejector Piston Lebyrinth Diaphragm Lobe (roots) Liquid (water) ring Sliding vane Mono screw Twin (screw) ring Gambar 3. terdiri dari Reciprocating dan Rotary.7. sedangkan Dynamic kompressor.1 Klasifikasi Kompressor Secara garis besar kompressor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian. Tabung udara bertekanan pada kompressor dilengkapi dengan katup pengaman. 7. Pemilihan jenis kompresor yang digunakan tergantung dari syarat-syarat pemakaian yang harus dipenuhi misalnya dengan tekanan kerja dan volume udara yang akan diperlukan dalam sistim peralatan (katup dan silinder pneumatik). Positive Displacement kompressor. Klasifikasi Kompresor (Majumdar.1 Kompressor (Pembangkit Udara Kempa) Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan dengan cara menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan di dalam tangki udara kempa untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik).1. (turbo) terdiri dari Centrifugal.2001) 474 . Kompressor dilengkapi dengan tabung untuk menyimpan udara bertekanan. sehingga udara dapat mencapai jumlah dan tekanan yang diperlukan.

atau mesin penggerak akan mati secara otomatis. maka katup pengaman akan terbuka. Gambar 4.7. Kompresor Torak Resiprokal 7.1. Pemampatan (pengompresian) udara tahap kedua lebih besar.2 Kompresor Torak Dua Tingkat Sistem Pendingin Udara Kompresor udara bertingkat digunakan untuk menghasilkan tekanan udara yang lebih tinggi. sehingga perlu mengalami proses pendinginan dengan memasang sistem pendingin. Pemasukan udara diatur oleh katup masuk dan dihisap oleh torak yang gerakannya menjauhi katup. pada umumnya bila tekanan dalam tabung telah melebihi kapasitas. sehingga udara di atas torak bertekanan tinggi.1. Metode pendinginan yang sering digunakan misalnya dengan sistem udara atau dengan sistem air bersirkulasi. Gerakan mengisap dan mengkompressi ke tabung penampung ini berlangsung secara terus menerus. Udara masuk akan dikompresi oleh torak pertama.1 Kompresor Torak Resiprokal (reciprocating kompressor) Kompresor ini dikenal juga dengan kompresor torak. Pada saat terjadi pengisapan. selanjutnya dimasukkan dalam silinder kedua untuk dikompresi oleh torak kedua sampai pada tekanan yang diinginkan. Pada saat gerak kompressi torak bergerak ke titik mati bawah ke titik mati atas. karena dilengkapi dengan torak yang bekerja bolak-balik atau gerak resiprokal. kemudian didinginkan.1.1. temperatur udara akan naik selama terjadi kompresi. Proses tersebut berlangsung terus-menerus hingga diperoleh tekanan udara yang diperlukan. Tabung penyimpanan dilengkapi dengan katup satu arah. selanjutnya di masukkan ke dalam tabung penyimpan udara. sehingga udara luar akan masuk ke dalam silinder secara alami. 475 . tekanan udara di dalam silinder mengecil. sehingga udara yang ada dalam tangki tidak akan kembali ke silinder.

Kompresor Diafragma 476 . sedangkan dua tingkat atau lebih tekanannya hingga 15 bar.3 Kompresor Diafragma (diaphragma compressor) Jenis Kompresor ini termasuk dalam kelompok kompresor torak. Oleh karena itu kompressor diafragma banyak digunakan pada industri bahan makanan. Adanya pemisahan ruangan ini udara akan lebih terjaga dan bebas dari uap air dan pelumas/oli. 7.1. obat-obatan dan kimia. Namun letak torak dipisahkan melalui sebuah membran diafragma.Gambar 5. perbedaannya terdapat pada sistem kompresi udara yang akan masuk ke dalam tangki penyimpanan udara bertekanan. Udara yang masuk dan keluar tidak langsung berhubungan dengan bagian-bagian yang bergerak secara resiprokal.1. untuk kompressor satu tingkat tekanan hingga 4 bar. Dari gerakan diafragma yang kembang kempis itulah yang akan menghisap dan menekan udara ke tabung penyimpan. Prinsip kerjanya hampir sama dengan kompresor torak.. tetapi menggerakkan sebuah membran (diafragma) dulu. Torak pada kompresor diafragma tidak secara langsung menghisap dan menekan udara. Kompresor Torak dua Tingkat Sistem Pendinginan Udara Batas tekanan maksimum untuk jenis kompresor torak resiprokal antara lain. Gambar 6. farmasi.

dapat menghantarkan dan menghasilkan udara secara terus menerus dengan mantap. Gambar 7. mempunyai lubang-lubang masuk dan keluar. Ketika rotor mulai berputar.1.5 Kompresor Sekrup (Screw) Kompressor Sekrup memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan (engage).1.4. Jika roda-roda gigi tersebut berbentuk lurus. Kompresor Rotari Baling-baling Luncur (FESTO Transparan) 7.7.1. yang satu mempunyai bentuk cekung. Bahkan suaranya tidak berisik dan halus dalam .1.4 Konpresor Putar (Rotary Compressor) 7. Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda gigi helix yang saling bertautan. sehingga dapat memindahkan udara secara aksial ke sisi lainnya. Balingbaling luncur dimasukkan ke dalam lubang yang tergabung dalam rotor dan ruangan dengan bentuk dinding silindris.1.1 Kompressor Rotari Baling-baling Luncur Secara eksentrik rotor dipasang berputar dalam rumah yang berbentuk silindris. energi gaya sentrifugal baling-balingnya akan melawan dinding. Roda-roda gigi kompressor sekrup harus diletakkan pada rumah-rumah roda gigi dengan benar sehingga betul-betul dapat menghisap dan menekan fluida. 477 . maka kompressor ini dapat digunakan sebagai pompa hidrolik pada pesawat-pesawat hidrolik. Keuntungan dari kompressor jenis ini adalah mempunyai bentuk yang pendek dan kecil. sehingga menghemat ruangan.1. sedangkan lainnya berbentuk cembung. Karena bentuk dari rumah baling-baling itu sendiri yang tidak sepusat dengan rotornya maka ukuran ruangan dapat diperbesar atau diperkecil menurut arah masuknya (mengalirnya) udara.

Torak membuat penguncian pada bagian sisi yang bertekanan. sehingga dapat berputar tepat pada dinding. Prinsip kompresor ini ternyata dapat disamakan dengan pompa pelumas model kupu-kupu pada sebuah motor bakar. Kompressor Model Root Blower 7. Berbeda jika dibandingkan dengan pompa pelumas pada motor bakar.1.1. karena fluidanya adalah minyak pelumas maka film-film minyak sendiri sudah menjadi bahan perapat antara dinding rumah dan sayap-sayap kupu itu. Sayap kupu-kupu di dalam rumah pompa digerakan oleh sepasang roda gigi yang saling bertautan juga. Kompresor aliran udara ada yang dibuat dengan arah masuknya udara secara aksial dan ada yang secara radial. Gambar 9.6 Kompressor Root Blower (Sayap Kupu-kupu) Kompressor jenis ini akan mengisap udara luar dari satu sisi ke sisi yang lain tanpa ada perubahan volume.1. Arah aliran udara dapat dirubah dalam satu roda turbin atau lebih untuk 478 .1. 1994) 7. Dilihat dari konstruksinya. Beberapa kelemahannya adalah: tingkat kebocoran yang tinggi.Gambar 8. Kebocoran terjadi karena antara baling-baling dan rumahnya tidak dapat saling rapat betul.7 Kompresor Aliran (turbo kompressor) Jenis kompresor ini cocok untuk menghasilkan volume udara yang besar. Kompresor Sekrup (Gottfried Nist.

Gambar 10. udara akan terisap masuk ke dalam ruangan isap lalu dikompressi dan akan ditampung pada tangki penyimpanan udara bertekanan hingga tekanannya sesuai dengan kebutuhan.1. Bila kompressornya bertingkat. 7. sampai beberapa tingkat sesuai yang dibutuhkan. 1994) 7. Teringat pula alat semacam ini adalah seperti kompresor pada sistem turbin gas atau mesin-mesin pesawat terbang turbo propeller. Dari tingkat pertama masuk lagi ke tingkat berikutnya.8 Kompressor Aliran Radial Percepatan yang ditimbulkan oleh kompressor aliran radial berasal dari ruangan ke ruangan berikutnya secara radial. Kompresor Aliran Radial (Gottfried Nist. maka dari tingkat pertama udara akan dipantulkan kembali mendekati sumbu. 479 .1. Energi kinetik yang ditimbulkan menjadi energi bentuk tekanan. Pada lubang masuk pertama udara dilemparkan keluar menjauhi sumbu. Putaran cepat ini mutlak diperlukan untuk mendapatkan aliran udara yang mempunyai tekanan yang diinginkan. Jadi pengisapan dan penekanan udara terjadi saat rangkaian sudu-sudu pada rotor itu berputar secara cepat.9 Kompresor Aliran Aksial Pada kompresor aliran aksial. udara akan mendapatkan percepatan oleh sudu yang terdapat pada rotor dan arah alirannya ke arah aksial yaitu searah (sejajar) dengan sumbu rotor. Prinsip kerja kompressor radial akan mengisap udara luar melalui sudu-sudu rotor. Bedanya.1. Semakin banyak tingkat dari susunan sudu-sudu tersebut maka akan semakin tinggi tekanan udara yang dihasilkan.1. pada kompresor ini tenaga mekanik dari mesin akan memutar rotor sehingga akan menghasilkan udara bertekanan. jika pada turbin gas adalah menghasilkan mekanik putar pada porosnya. Tetapi.menghasilkan kecepatan aliran udara yang diperlukan.

kadar air yang tinggi dapat merimbulkan korosi dan kemacetan pada peralatan pneumatik. Gambar 12. sedangkan kompressor berdaya besar memerlukan motor listrik 3 phase atau mesin diesel.Gambar 11. b) mengandung kadar air rendah. Penggerak kompressor yang sering digunakan biasanya berupa motor listrik dan motor bakar seperti gambar 12. antara lain. Penggunaan mesin bensin atau diesel biasanya digunakan bilamana lokasi disekitarnya tidak terdapat aliran listrik atau cenderung non stasioner. sehingga kompressor dapat bekerja secara optiomal. 480 .2 Unit Pengolahan Udara Bertekanan (Air Service Unit) Udara bertekanan (kempa) yang akan masuk dalam sistem pneumatik harus harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi persyaratan. Kompressor berdaya rendah menggunakan motor listrik dua phase atau motor bensin. Kompressor Torak berpindah (Moveble) 7. Kompresor Aliran Aksial 7. a) tidak mengandung banyak debu yang dapat merusak keausan komponen-komponen dalam sistem pneumatik.1. Kompresor yang digunakan di pabrik-pabrik kebanyakan digerakkan oleh motor listrik karena biasanya terdapat instalasi listrik dan cenderung stasionar (tidak berpindah-pindah).2 Penggerak Kompresor Penggerak kompressor berfungsi untuk memutar kompressor.

seperti tertera dalam bagan di bawah ini: Filter Udara Motor/mesin Tabung Penampung FR/L Unit Katup 3/2 Way Valve Gambar 13. terlebih dahulu disaring agar tidak ada partikel debu yang merusak kompresor. pelumas sangat diperlukan untuk mengurangi gesekan antar komponen yang bergerak seperti pada katup-katup dan aktuator. sebelum udara atmosfer dihisap kompresor. dsb. antara lain : • Filter Udara (air filter). Regulator dan Lubrication/pelumasan agar lebih memenuhi syarat. Kompresor digerakkan oleh motor listrik atau mesin bensin/diesel tergantung kebutuhan. Filter Udara 481 .2. selanjutnya melalui katup saru arah udara dimasukan ke FR/L unit. Tabung penampung udara bertekanan akan menyimpan udara dari kompresor. Gambar 14.c) mengandung pelumas. Distribusi Sistem Pengolahan Udara Bertekanan 7. berfungsi sebagai alat penyaring udara yang diambil dari udara luar yang masih banyak mengandung kotoran. yang terdiri dari Filter. Secara lengkap suplai udara bertekanan memiliki urutan sebagai berikut: Filter udara. oli residu. Filter berfungsi untuk memisahkan partikel-partikel yang terbawa seperti debu. Setelah memenuhi syarat kemudian baru ke sistim rangkaian pneumatik.1 Peralatan Pengolahan Udara Bertekanan Pengolahan udara bertekanan agar memenuhi persyaratan diperlukan peralatan yang memadai.

Sebelum digunakan harus ada sistim pengolahan udara bertekanan untuk membersihkan dan mengeringkan sebelum digunakan. Berfungsi untuk menyimpan udara bertekanan hingga pada tekanan tertentu hingga pengisian akan berhenti. kemudian dapat digunakan sewaktu-waktu diperlukan Gambar 15. Tangki Udara • Pengering udara (air dryer) Gambar 16. Kompressor Torak 482 . Pengering Udara • Kompresor berfungsi untuk menghisap udara atmosfir kemudian dimampatkan ke tabung penyimpan hingga tekanan tertentu.• Tangki udara . Gambar 17.

Untuk mengatur besar kecilnya udara yang masuk. sehingga udara yang disuplai sesuai dengan kebutuhan kerjanya. Gambar 19. Udara Kering Udara Basah Air Kondensasi Gambar 18. katup. sambungan. selanjutnya akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Tabung Pelumas • Regulator udara bertekanan Udara yang telah memenuhi persyaratan. Pemisah Air • Tabung pelumas Komponen sistim pneumatik memerlukan pelumasan (lubrication) agar tidak cepat aus. serta dapat mengurangi panas yang timbul akibat gesekan. diperlukan keran udara yang terdapat pada regulator. Adapun unit pengolahan udara dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 483 . Oleh karena itu udara bertekanan/mampat harus mengandung kabut pelumas yang diperoleh dari tabung pelumas pada regulator.• Pemisah air udara bertekanan yang keluar melalui filter masih mengandung uap air. Kelembaban dalam udara bertekanan dapat menyebabkan korosi pada semua saluran. alat-alat yang tidak dilindungi sehingga harus dikeringkan dengan cara memisahkan air melalui tabung pemisah air.

kandungan oli pelumas dan sebagainya. Prosedur pemantauan penggunaan udara kempa yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut: a) Frekuensi pemantauan.3 Pemeriksaan Udara Kempa dan Peralatan Sebelum mengaktifkan sistem pneumatik. air akan mengalir secara alami ke tabung penampung air. Tabung Pelumas Unit pengolahan udara bertekanan memiliki jaringan instalasi perpipaan yang sudah dirancang agar air dapat terpisah dari udara. Unit Pengolahan Udara Bertekanan (Gottfried Nist. 1994) FR/L Unit 1 . Untuk menjebaknya maka intalasi pipa diberi kemiringan. kandungan air embun. Air memiliki masa jenis (Rho) yang lebih tinggi sehingga cenderung berada di bagian bawah. Secara lengkap unit pengolahan udara bertekanan dapat dilihat dalam skema berikut : Penampung udara antara Tabung Penampung Udara Mampat Kompressor Penampung cairan kondensasai Udara Kempa siap pakai Pneumatik Gambar 21. misalnya setiap akan memulai bekerja perlu memantau kebersihan udara. selanjutnya dibuang. Sedangkan udara kering diambil dari bagian atas instalasai agar memiliki kadar air yang rendah. udara kempa dan peralatannya perlu diperiksa terlebih dahulu.2% Menurun 7.Gambar 20. b) Tekanan udara perlu 484 .

7 bar.4 Konduktor dan Konektor 7. sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi konduktor adalah untuk menyalurkan udara kempa yang akan membawa/mentransfer tenaga ke aktuator. kuningan atau aluminium. Dengan demikian kompressor harus membangkitkan tekanan 6. Pipa ini juga disebut konduktor kaku (rigid) dan cocok untuk instalasi yang permanen. e) Katup pengaman/regulator tekanan udara perlu dipantau apakah bekerja dengan baik. Selang fleksible yang biasanya terbuat dari piastik dan biasa digunakan untuk instalasi yang frekuensi bongkar-pasangnya lebih tinggi.5 bar. silinder dan lain-lain umumnya dirancang untuk tekanan antara 8 -10 bar. Kehilangan tekanan dalam perjalanan udara kempa karena bengkokan (bending). d) Terjadi pencemaran (kontaminasi) pada silencers. c) Pengeluaran udara buang apakah tidak berisik/bising. Macam-macam konduktor : Pipa yang terbuat dari tembaga. 7.5 . Pengalaman praktik menunjukkan bahwa tekanan kerja pada umumnya sekitar 6 bar. baja.1 Konduktor (Penyaluran) Penginstalan sirkuit pneumatik hingga menjadi satu sistem yang dapat dioperasikan diperlukan konduktor.4. Tabung (tube) yang terbuat dari tembaga. b) Terjadi oiled-up pada valve. g) Setiap sambungan (konektor) perlu dipantau agar dipastikan cukup kuat dan rapat karena udara kempa cukup berbahaya. 485 . kuningan.dipantau apakah sesuai dengan ketentuan.1 s. Peralatan sistim pneumatik seperti valve. galvanis atau stenlees steel. Apabila suplai udara kempa tidak sesuai dengan syaratsyarat tersebut di atas maka berakibat kerusakan seperti berikut : a) Terjadi cepat aus pada seal (perapat) dan bagian-bagian yang bergerak di dalam silinder atau valve (katup-katup). Ini termasuk konduktor yang semi fleksible dan untuk instalasi yang sesekali dibongkar-pasang. bocoran restriction dan gesekan pada pipa dapat menimbulkan kerugian tekanan yang diperkirakan antara 0. d) Udara buang perlu dipantau pencampuranya.d 0.

Gambar 22. Jenis-Jenis Konduktor

7.4.2 Konektor Konektor berfungsi untuk menyambungkan atau menjepit konduktor (selang atau pipa) agar tersambung erat pada bodi komponen pneumatik. Bentuk ataupun macamnya disesuaikan dengan konduktor yang digunakan. Adapun nacam-macam konektor dapat kita lihat pda gambar berikut.

Gambar 23. Macam-Macam Konektor

486

7.5 Katup-Katup Pneumatik Katup berfungsi untuk mengatur atau mengendalikan arah udara kempa yang akan bekerja menggerakan aktuator, dengan kata lain katup ini berfungsi untuk mengendalikan arah gerakan aktuator. Katup-katup pneumatik diberi nama berdasarkan pada: a) Jumlah lubang/saluran kerja (port), b) Jumlah posisi kerja, d) Jenis penggerak katup, dan d) Nama tambahan lain sesuai dengan karakteristik katup. Berikut ini contoh-contoh penamaan katup yang pada umumnya disimbolkan sebagai berikut : Ruang/Posisi (14 12) Ruang/Posisi

4
a a

2 12 b
b

14

5
Nomor Lubang/Port (1,3,5,2,4 )

1

3

Gambar 24. Detail Pembacaan Katup 5/2

Dari simbol katup di atas menunjukkan jumlah lubang/port bawah ada tiga (1,3,5) sedangkan di bagian output ada 2 port (2,4). Katup tersebut juga memiliki dua posisi/ruang yaitu a dan b. Penggerak katup berupa udara bertekanan dari sisi 14 dan 12. Sisi 14 artinya bila disisi tersebut terdapat tekanan udara, maka tekanan udara tersebut akan menggeser katup ke kanan sehingga udara bertekanan akan mengalir melalui port 1 ke port 4 ditulis 14. Demikian pula sisi 12 akan mengaktifkan ruang b sehingga port 1 akan terhubung dengan port 2 ditulis 12. Berdasarkan pada data-data di atas, maka katup di atas diberi nama :

KATUP 5/2 penggerak udara bertekanan
Contoh lain :

Katup ini memiliki tiga port dan dua posisi/ruang, penggerak knop dan pembalik pegas, maka katup tersebut diberi nama :
Gambar 25. Katup 3/2 knop, pembalik pegas

487

Katup-katup pneumatik memiliki banyak jenis dan fungsinya. Katup tersebut berperan sebagai pengatur/pengendali di dalam sistem pneumatik. Komponen-komponen kontrol tersebut atau biasa disebut katup-katup (Valves) menurut desain kontruksinya dapat dikelompokan sebagai berikut : a. Katup Poppet (Poppet Valves) Katup Bola (Ball Seat Valves) Katup Piringan (Disc Seat Valves) b. Katup Geser (Slide valves) Longitudinal Slide Plate Slide Sedangkan menurut fungsinya katup-katup dikelompokkan sebagai berikut : a) Katup Pengarah (Directional Control Valves) b) Katup Satu Arah (Non Return Valves) c) Katup Pengatur Tekanan (Pressure Control Valves) d) Katup Pengontrol Aliran (Flow Control Valves) e) Katup buka-tutup (Shut-off valves) Sedangkan susunan urutannya dalam sistem pneumatik dapat kita jelaskan sebagai berikut : Sinyal masukan atau input element mendapat energi langsung dari sumber tenaga (udara kempa) yang kemudian diteruskan ke pemroses sinyal. Sinyal pemroses atau processing element yang memproses sinyal masukan secara logic untuk diteruskan ke final control element. Sinyal pengendalian akhir (final control element) yang akan mengarahkan output yaitu arah gerakan aktuator (working element) dan ini merupakan hasil akhir dari sistem pneumatik. 7.5.1 Katup Pengarah (Directional Control Valves) Katup 3/2 Way valve (WV) penggerak plunyer, pembalik pegas (3/2 DCV plunger actuated, spring centered), termasuk jenis katup piringan (disc valves) normally closed (NC).

Gambar 26. Katup 3/2 Knop Pembalik Pegas

488

Katup 4/2 penggerak plunyer, kembali pegas (4/2 DCV plunger actuated, spring centered), termasuk jenis katup piringan ( disc seat valves)

Gambar 27. Katup 4/2 Plunyer Pembalik Pegas

Katup 4/3 manually jenis plate slide valves.

Gambar 28. Katup 4/3 Plunyer Pembalik Pegas

Katup 5/2, DCV-air port jenis longitudinal slide.

Gambar 29. Katup 5/2 Plunyer Penggerak Udara Bertekanan

489

2 Shuttle Valve Katup ini akan mengalirkan udara bertekanan dari salah satu sisi.5. Macam-macam katup searah : 7. Gambar 30.3 Katup DuaTekan Katup ini dapat bekerja apabila mendapat tekanan dari kedua saluran masuknya. maka katup akan menutup.2 Katup Satu Arah (Non Return Valves) Katup ini berfungsi untuk mengatur arah aliran udara kempa hanya satu arah saja yaitu bila udara telah melewati katup tersebut maka udara tidak dapat berbalik arah. Shuttle Valve 7. Udara dari arah kiri (lihat gambar 30) akan menekan pegas sehingga katup terbuka dan udara akan diteruskan ke kanan. Katup ini juga disebut katup “OR” (Logic OR function). baik sisi kiri saja atau sisi kanan saja.5.5.5.2. Bila udara mengalir dari arah sebaliknya. Katup satu arah dalam sistem elektrik identitik dengan fungsi dioda yang hanya mengalirkan arus listrik dari satu arah saja. namun bila udara mengalir secara 490 .2. Bila udara yang mengalir dari satu sisi saja.1 Katup Satu Arah Pembalik Pegas Katup satu arah hanya bisa mengalirkan udara hanya dari satu sisi saja. maka katup akan menutup dan udara tidak bisa mengalir kearah kiri. Gambar 31. Sehingga katup ini juga digolongkan pada katup pengarah khusus. dan saluran Y secara bersamasama (lihat gambar 32). Katup satu arah dan simbolnya 7.7. yaitu saluran X.

Katup Dua Tekan 7. Gambar 32. Gambar 34. Katup Buang Cepat 7.4 Katup Buang Cepat (Quick Exhoust Valve) Gambar 33. maka katup akan membuka. katub ini berfungsi untuk mengatur besar-kecilnya tekanan udara kempa yang akan keluar dari service unit dan bekerja pada sistim pneumatik (tekanan kerja).5 Katup Pengatur Tekanan Pressure Regulation Valve. sehingga katup ini juga disebut “AND” (Logic AND function). Pressure Regulation Valve 491 .5.bersamaan dari kedua sisinya.5.

7. Udara akan mengalir dahulu ke tabung penyimpan.6 Katup Pembatas Tekanan/Pengaman (Pressure Relief Valve) Katup ini berfungsi untuk membatasi tekanan kerja maksimum pada sistem.8 Time Delay Valve (Katup Penunda) Katup ini berfungsi untuk menunda aliran udara hingga pada waktu yang telah ditentukan.5. Apabila terjadi tekanan lebih maka katup out-let akan terbuka dan tekanan lebih dibuang. bila suda penuh baru akan mengalir ke saluran lainnya. jadi tekanan udara yang mengalir ke sistem tetap aman. 7. Perhatikan gambar berikut : Gambar 35. Time Delay Valve 492 .5. hanya fungsinya berbeda yaitu untuk membuat urutan kerja dari sistem. Gambar 36. Squence Valve 7.7 Sequence Valve Prinsip kerja katup ini hampir sama dengan relief valve.5. Katup penunda ini juga dikenal pula dengan timer.

Shut of Valve 7.9 Katup Pengatur Aliran (Flow Control Valve) Katup ini berfungsi untuk mengontrol/mengendalikan besarkecilnya aliran udara kempa atau dikenal pula dengan katup cekik. Lihat gambar berikut : Gambar 38..10 Shut of Valve Katup ini berfungsi untuk membuka dan menutup aliran udara. b) Adjustable flow control yaitu lubang laluan dapat disetel dengan baut penyetel. c) Adjustable flow control dengan check valve by pass. Macam-macam aktuator : a) Linear Motion Aktuator (Penggerak Lurus) Single Acting Cylinder (Silinder Kerja Tunggal) 493 . Adapun penampang dan simbol flow control valve adalah sebagai berikut: Gambar 37.7.5. Katup Pengatur Aliran Udara 7.6 Unit Pengerak (Working Element = Aktuator) Unit ini berfungsi untuk menghasilkan gerak atau usaha yang merupakan hasil akhir atau output dari sistim pneumatik.5. Macam-macam flow control: a) Fix flow control yaitu besarnya lubang laluan tetap (tidak dapat disetel). karena akan mencekik aliran udara hingga akan menghambat aliran udara. Hal ini diasumsikan bahwa besarnya aliran yaitu jumlah volume udara yang mengalir akan mempengaruhi besar daya dorong udara tersebut.

7. dan silinder.2 Silinder Penggerak Ganda (Double Acting Cyinder) Silinder ini mendapat suplai udara kempa dari dua sisi. seal. Silinder kerja ganda ada yang memiliki batang torak ( piston road) pada satu sisi dan ada pada kedua pula yang pada kedua sisi. Jenis Single Acting Cylinder (a) dan Simbolnya (b) Silinder Pneumatik sederhana terdiri dari beberapa bagian. Konstruksinya hampir sama dengan silinder kerja tunggal. batang torak. Silinder kerja tunggal hanya dapat memberikan tenaga pada satu sisi saja.Double Acting Cylinder (Penggerak Putar) b) Rotary Motion Actuator (Limited Rotary Aktuator) Air Motor (Motor Pneumatik) Rotary Aktuator (Limited Rotary Aktuator) Pemilihan jenis aktuator tentu saja disesuaikan dengan fungsi. 494 . a) b) Gambar 39. pegas pembalik.6. beban dan tujuan penggunaan sistim pneumatik. Secara detail silinder pneumatik sederhana pembalik pegas dapat dilihat pada gambar 39a. yaitu torak. Konstruksinya yang mana yang akan dipilih tentu saja harus disesuaikan dengan kebutuhan.1 Single Acting Cylinder Silinder ini mendapat suplai udara hanya dari satu sisi saja. Untuk mengembalikan keposisi semula biasanya digunakan pegas.6. Gambar berikut ini adalah gambar silinder kerja tunggal. Silinder sederhana akan bekerja bila mendapat udara bertekanan pada sisi kiri. selanjutnya akan kembali oleh gaya pegas yang ada di dalam silinder pneumatik. Keuntungannya adalah bahwa silinder ini dapat memberikan tenaga kepada dua belah sisinya. 7.

atau melalaui katup sinyal ke katup pemroses sinyal (processor) kemudian baru ke katup kendali. Pengaturan ini tergantung pada banyak sedikitnya tuntutan yang harus dipenuhi pada gerakan aktuator yang diperlukan. dan silinder. yaitu torak. batang torak. 7.6. Jadi dengan sistem cushion ini kita memberikan bantalan atau pegas pada akhir langkah.Gambar 40.2. Cushioning Gambar 41. Double Acting Cylinder with Cushioning 495 . Double Acting Cylinder dan simbolnya Silinder pneumatik penggerak ganda akan maju atau mundur oleh karena adanya udara bertekanan yang disalurkan ke salah satu sisi dari dua saluran yang ada. Sumber energi silinder pneumatik penggerak ganda dapat berupa sinyal langsung melalui katup kendali. Secara detail silinder pneumatik dapat dilihat seperti gambar 40.1 Double Acting Cylinder With Cushioning Cushion ini berfungsi untuk menghindari kontak yang keras pada akhir langkah. Silinder pneumatik penggerak ganda terdiri dari beberapa bagian. seal.

Gambar 42. c) Motor roda gigi. d) Motor aliran. Motor Piston Radial dan Motor Axial Gambar 43. Motor pneumatik ini telah cukup berkembang dan penggunaanya telah cukup meluas.7. Macam-macam motor pneumatik. c) Gear Motor. b) Motor baling-baling luncur. motor pneumatik dibedakan menjadi : a) Motor torak. Cara kerja motor pneumatik berupa piston translasi kemudian dikonversi menjadi gerakan berputar/rotasi dimana udara bertekanan dialirkan melalui torak atau baling-baling yang terdapat pada porosnya. antara lain: a) Piston Motor Pneumatik. 496 . Rotari Vane Motor Menurut bentuk dan konstruksinya. b) Sliding Vane Motor . Berikut contoh-contoh motor pneumatik. d) Turbines (High Flow).7 Air Motor (Motor Pneumatik) Motor pneumatik mengubah energi pneumatik (udara kempa) menjadi gerakan putar mekanik yang kontinyu.

panas dan dingin. h) Arah putaran mudah dibolak-balik.8 Jenis-jenis Katup Pneumatik Tabel 1. b) Batas kecepatan cukup lebar. c) Ukuran kecil sehingga ringan. e) Tidak peka terhadap debu. Simbol dan Gambar Katup Sinyal Pneumatik LAMBANG PENAMPANG NAMA Katup tekan 3/2 dengan pegas pembalik Katup NOT 3/2 dengan pegas pembalik 497 . d) Ada pengaman beban lebih.Gambar 44. f) Tahan terhadap ledakan. cairan. Jenis dan Simbol Motor Pneumatik/Rotary Actuator Ada beberapa kelebihan penggunaan motor pneumatik. g) Mudah dalam pemeliharaan. 7. antara lain: a) Kecepatan putaran dan tenaga dapat diatur secara tak terbatas.

tuas. antara lain: Tabel 2. Jenis-jenis penggerak katup SIMBOL KETERANGAN Penekan pada umumnya Penggerak katup oleh knop SIMBOL KETERANGAN Melalui sentuhan Penggerak katup oleh pegas 498 . dan lain-lain. terdapat beberapa jenis penggerak katup. antara lain penekan manual. Sesuai dengan standar Deutsch Institut fur Normung (DIN) dan ISO 1219. roll.= Katup tuas 3/2 dengan penahan Katup Roll 3/2 Katup tuas 4/2 dengan penahan/tuas Simbol penekan katup sinyal memiliki beberapa jenis.

8. Katup ini bekerja bila tombol roll pada katup tertekan secara manual melalui nok yang terdapat pada silinder Pneumatik atau karena adanya sistim mekanik lainnya. Katup akan bekerja dan memberikan reaksi apabila ujung batang piston (batang penekan) sudah mendekat dan menyentuh pada roller-nya. Saat rooler tertekan maka terlihat bahwa lubang 1 berhubungan dengan saluran 2. dan lubang 1 tertutup sehinggga tidak terjadi kerja apa-apa. Hal ini akan berakibat bahwa udara bertekanan dari lubang 1 akan diteruskan ke saluran 2. sedangkan saluran 3 menjadi tertutup. Gambar 45. Saluran 2 akan berfungsi sebagai pemberi sinyal pada katup berikutnya.1 Katup 3/2 dengan Penekan Roll Katup ini sering digunakan sebagai saklar pembatas yang dilengkapi dengan roll sebagai tombol. Saat posisi katup pneumatik belum tertekan yaitu saat katup tidak dioperasikan.1. Katup Sinyal Roll 3/2 499 . Aplikasinya nanti adalah saluran 2 itu akan dihubungkan pada katup pemroses sinyal berikutnya. saluran 2 berhubungan dengan 3.Penggerak katup oleh tuas Penggerak katup oleh pedal kaki Penggerak katup oleh roll Penggerak katup oleh roll tak langsung (berlengan) Penggerak katup oleh magnet Penggerak katup oleh magnet dua sisi Penggerak katup oleh udara Penggerak katup magnet/ mekanik dua sisi 7.

Katup pemroses sinyal terdiri dari beberapa jenis. maka hasil pengolahan sinyal akan dikirim ke katup kendali yang akan diteruskan ke aktuator agar menghasilkan gerakan yang sesuai dengan harapan. seperti yang tampak dalam simbol dan gambar penampang berikut ini: Tabel 3. dan lain-lain.8. katup satu tekan (OR).Katup sinyal roll ini akan bekerja apabila ujung roller tertekan oleh nok aktuator atau lainnya. saat maju atau mundur.2 Katup Pemroses Sinyal (Prossesor) Output yang dihasilkan oleh katup sinyal akan diproses melalui katup pemroses sinyal (prosesor). Jenis dan Simbol Katup Pemroses Sinyal Pneumatik LAMBANG PENAMPANG NAMA Katup dua tekan (AND) Katup satu tekan (OR) Katup aliran satu arah dengan pembalik pegas 500 . katup pembatas tekanan. Katup pneumatik pada dasarnya identik dengan saklar pada rangkaian listrik. katup pengatur aliran udara (cekik) satu arah. katup NOT. antara lain katup dua tekan (AND). Katup pemroses sinyal terletak antara katup sinyal dan katup pengendalian. Katup semacam ini dapat berfungsi sebagai pembatas gerakan atau pencegah gerakan yang berlebihan. namun terbatas pada katup pengatur aliran/cekik yang mengatur kecepatan torak. Beberapa katup pemroses sinyal dapat pula dipasang sebelum aktuator. Sebagai pengolah input/masukan dari katup sinyal. maka katup tersebut juga disebut saklar pembatas. 7.

3 Katup Pengatur Tekanan (Pressure Control Valve) Katup pengatur tekanan digunakan untuk mengatur tekanan udara yang akan masuk ke dalam sistim pneumatik.8. Katup pengatur tekanan udara akan bekerja pada batas-batas tekanan tertentu. Katup 501 .Katup aliran satu arah tanpa pegas Katup pengatur aliran (Cekik) satu arah Katup OR dengan tekanan tertentu Cekik dua arah Katup Pengatur tekanan udara penyetel pegas Secara detail fungsi dan mekanisme kerja katup pemroses sinyal dapat dijelaskan sebagai berikut: 7.

2) saja atau dari arah Y (1. Bila telah melewati tekanan yang diperlukan maka katup ini akan membuka secara otomatis.4) secara bersama-sama maka katup ini akan dapat bekerja sesuai fungsinya. untuk membatasi daya yang bekerja.8.4. Secara simbolik dapat dituliskan sebagai berikut : 502 . Sesuai fungsinya katup pengatur tekanan dapat disimbolkan sebagai berikut : Tabel 4. Jenis dan Simbol Katup Pembatas Tekanan Pressure regulator Pressure relief valve Pressure regulator with self relieving Sequence valve 7.pengatur tekanan udara berfungsi mengatur tekanan agar penggerak pneumatik dapat bekerja sesuai dengan tekanan yang diharapkan.8. Untuk mendapatkan tekanan yang sesuai dengan keperluan dapat dilakukan dengan cara mengatur putaran pegas yang ada. 7. Biasanya dikenal juga dengan istilah cekik. Fungsi dari pemasangan flow control valve pada rangkaian pneumatik antara lain untuk membatasi kecepatan maksimum gerakan piston/motor pneumatik. udara akan dikeluarkan.4) saja maka katup tidak akan bekerja (udara tidak dapat keluar ke A).2) dan Y (1. hingga tekanan yang diperlukan tidak berlebihan.1 Katup AND (Two Pressure Valve) Katup dua tekan akan bekerja apabila mendapat tekanan dari dua sisi secara bersama-sama. Tetapi apabila mendapat tekanan dari X (1.4 Katup Pengatur Aliran (Flow Control Valve) Katup ini digunakan untuk mengatur volume aliran yang berarti mengatur kecepatan gerak piston (aktuator). serta untuk menyeimbangkan aliran yang mengalir pada cabang-cabang rangkaian pneumatik. Apabila katup ini mendapat tekanan dari arah X (1.

Simbol dan Tabel Logika katup AND PENAMPANG SIMBOL SIMBOL LOGIKA RANG. Demikian pula pada pneumatik.X1 TABEL LOGIKA X1 X2 A 0 0 1 0 1 0 0 0 1 X2 0 1 1 7. atau kedua-duanya.8. Arus listrik dapat mengalir pada salah satu penghantar.4. udara bertekanan dapat dialirkan pada salah satu sisi atau kedua sisinya secara bersamaan. Katup OR dapat digambarkan dan disimpulkan sebagai berikut: Tabel 6.2 Katup OR (One Pressure Valve) Katup OR akan bekerja bila dari salah satu sisi katup terdapat udara bertekenan. Simbol dan Tabel Logika katup OR PENAMPANG SIMBOL SIMBOL LOGIKA 503 . Dalam sistim elektrik katup OR diidentikkan dengan rangkaian parallel. PNUAMATIK ELEKTRIK .Tabel 5. baik dari sisi kiri X atau (X1) atau sisi kanan Y atau (Y2).

demikian pula sebaliknya. bila output OR adalah ON. Katup ini biasanya dipakai untuk Emergency. Logika katup NOR X2 A ( OR) A (NOR) 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 504 . Dalam pneumatik katup NOT dapat diartikan bahwa udara bertekanan akan mengalir melalui katup NOT bila tidak diberi aksi.3 Katup NOT (Negations Valve) Katup ini akan selalu bekerja berlawanan dengan sinyal yang masuk.4. Simbol dan Tabel Logika katup NOT Simbol Pneumatik Logik Kontrol Tabel Logika X 0 1 A 1 0 7.8.4 Katup NOR (Not OR) Katup ini akan bekerja selalu berlawanan dengan output katup OR.RANGKAIAN PNEUAMATIK ELEKTRIK TABEL LOGIKA X1 X2 0 1 0 1 A 0 1 1 1 . Tabel 7. Tabel Logika katup NOR dapat dijelaskan dalam tabel logika berikut: X1 0 0 1 1 Tabel 8. bila sinyal dalam kondisi ON maka outputnya (A) akan OFF (mati).4. sedangkan pada posisi OFF maka outputnya akan ON.8. maka output NOR berupa OFF.X1 X2 0 0 1 1 7. namun sebaliknya udara bertekanan tidak dapat diteruskan bila katup NOT diberi aksi.

8. penggerak hydrolik. yaitu sisi kiri ruang a.7. Katup NAND dapat digambarkan sebagai berikut : Tabel 9. Dalam pneumatik. Setiap ruang terdiri dari 5 saluran/port. 3. Letak katup pengendali biasanya sebelum aktuator. 5/3. bila output katup AND adalah ON. 4/2. dan sisi kanan ruang b. logika katup NAND X1 0 0 1 1 X2 0 1 0 1 A (AND) 0 0 0 1 A (NAND) 1 1 1 0 7. dan 5.4. Katup pengendali sinyal terdiri dari beberapa jenis.5 Katup Pengendali Sinyal Sinyal yang telah diolah atau diproses selanjutnya akan dikirim ke katup pengendali. penggerak elektrik. udara bertekanan akan diteruskan ke sistim pneumatik bila outputnya tidak AND. katup 5/2. Katup ini akan secara langsung mengendalikan aktuator baik berupa silinder pneumatik maupun motor pneumatik. maka output NAND berupa OFF. dan akan berhenti bila inputnya AND. penggerak mekanik. yaitu mengaktifkan aktuator maju (setzen/S) atau mengembalikan aktuator ke posisi semula/mundur (rucksetzen/R). antar lain. Katup Kendali 5/2 Katup di atas terdiri dari 2 ruang. yaitu saluran 1.5 Katup NAND (Not AND) Katup ini akan bekerja selalu berlawanan dengan output katup AND. Salah satu contoh cara pembacaan katup pengendali adalah sebagai berikut: a b Gambar 46.8. demikian pula sebaliknya. dan sebagainya. dan lain-lain. Dilihat 505 . Pada sisi kiri dan kanannya terdapat kode penggerak katup tersebut misalnya penggerak udara bertekanan. Katup pengendalian biasanya memiliki dua kemungkinan. 4. 3/2. 2.

dan dua saluran buang yang diberi kode 3 dan 5. Selain itu terdapat dua ruang yang diberi nama ruang a dan ruang b.dan 5. Gambar 47. Bagian atas (output) terdapat dua saluran (port) yang diberi kode nomor 2 dan 4 yang akan dihubungkan dengan aktuator. dan dua saluran buang yang diberi kode 3. Pada bagian bawah (input) terdapat saluran masuk udara kempa yang diberi kode nomor 3. masing-masing diberi nomor 1.8. Pada bagian bawah (input) terdapat saluran masuk udara kempa yang diberi kode nomor 3. sehingga aktuator bergerak mundur. Kedua saluran genap tersebut akan dihubungkan dengan aktuator. k atup pengendali sinyal terdiri dari beberapa jenis antara lain: 7. Selain itu terdapat dua ruang yang diberi nama ruang a dan ruang b. sedangkan bagian atas (output) terdapat dua saluran (port) yang diberi kode nomor 2 dan 4. 2. 506 . dan 5.1 Katup Kendali 5/2 penggerak udara kempa Katup kenndali 5/2 penggerak udara kempa ini terdiri dari lima port. masing-masing diberi nomor. 3.2 Katup Kendali 5/2 penggerak udara kempa dan Mekanik Katup kendali 5/2 penggerak udara kempa dan mekanik ini terdiri dari lima port. aktuator bergerak maju. 4. Sisi 12 untuk mengaktifkan ruangan b yang berdampak saluran 1 terhubung dengan saluran 2.dari jenis penggerak katupnya. dan sisi 12. Perbedaannya dengan katup di atas adalah Kedua ruang dapat diaktifkan/digeser oleh tenaga mekanik dan oleh udara bertekanan. Biasanya penggerak mekanik difungsikan untuk melakukan cheking apakah katup dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Penampang dan Simbol Katup Kendali 5/2 Pengggerak Udara Kempa 7. Kedua ruang diaktifkan/digeser oleh udara bertekanan dari sisi 14.8.5.5. Pada umumnya sisi 14 akan mengaktifkan ruang a sehingga port 1 terhubung dengan port 4.

5. 507 .8.8.3 Katup Kendali 5/2 penggerak Magnet Katup kendali 5/2 penggerak udara magnet ini prinsipnya sama dengan katup kendali sebelumnya. Perbedaannya katup ini dilengkapi kumparan/spull yang dililitkan ke inti besi.Gambar 48.2 Katup Kendali 5/2 Penggerak Udara Kempa dan Pegas Katup kendali 5/2 penggerak udara kempa dan pembalik pegas ini prinsipnya sama dengan katup kendali sebelumnya. Penampang dan Simbol Katup Kendali 5/2 Pengggerak Mekanik Udara Kempa dan Pembalik Pegas 7. Perbedaannya katup ini dilengkapi pegas. maka inti besi akan menjadi magnet.5. Biasanya katup ini digunakan untuk sistem elektropneumatik atau elektro hydrolik. Magnet ini akan mengeser ruangan katup sesuai dengan gerakan yang diinginkan. Biasanya pembalik pegas ini difungsikan untuk mempertahankan katup agar tetap ke posisi semula setelah bergeser. Gambar 49. Penampang dan Simbol Katup Kendali 5/2 Pengggerak Mekanik dan Udara Kempa 7. yang berfungsi untuk mengembalikan katup ke posisi semula secara otomatis bila udara bertekanan penggerak katup tersebut terputus. Bila kumparan dilalui arus.

tiga atau lebih saluran udara yang saling bersilangan Berfungsi sebagai peredam suara agar tidak bising Penampung udara bertekanan Dipasang sebelum masuk ke penampung 508 . jenis dan simbol komponen pneumatik lainnya juga terdiri dari berbagai jenis seperti dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 10. Jenis dan Simbol Komponen Sistim Pneumatik Lainnya (FESTO FluidSIM) Simbol Nama Keterangan atau Sumber udara bertekanan Sumber udara bertekanan berasal dari kompresor Saluran Kontrol Saluran tenaga/kerja Saluran berhubungan Saluran bersilangan Filter udara Tangki penampung udara Filter udara Saluran kontrol antar peralatan pneumatik Saluran kerja dari kompresor Dua. tiga atau lebih saluran udara yang saling berhubungan Dua.Gambar 50. Simbol Katup Kendali 5/2 Pengggerak Magnet Selain sistem penggerak katup.

Berikut ini gambar-gambar cara pengikatan.9 Model Pengikat (Types Of Mounting) Cara-cara pengikat silinder (aktuator) pada mesin atau pesawat dapat dilaksanakan/dirancang dengan pengikat permanen atau remanen tergantung keperluan. 509 . berfungsi untuk mengaktifkan aktuator setelah waktu tertentu 7. Regulator dan Lubrication Pemanas udara Pelumasan FR/L Unit Katup timer/tunda waktu.Pemisah air Berfungsi untuk memisahkan air dari udara Pengering udara sebelum masuk ke instalasi pneumatik Pencampuran udara dengan pelumas agar mengurangi keausan pada peralatan pneumatik FR/L unit merupakan Unit pelayanan udara bertekanan yang terdiri dari Filter.

dan katup kendali.. Masukan (input) diperoleh dari katup sinyal..... Sistim kontrol pneumatik merupakan bagian pokok sistim pengendalian yang menjadikan sistem pneumatik dapat bekerja secara otomatis. selanjutnya diproses melalui katup pemroses sinyal kemudian ke katup kendali sinyal.. Tipe-Tipe Mounting 8....... Komponen yang ada dalam rangkaian sistim pneumatik harus dapat bekerja sama satu dengan lainnya agar menghasilkan gerakan output aktuator yang sesuai dengan kebutuhan. 8... seperti katup sinyal..... Sistim Kontrol Pneumatik..1 Pengertian Sistim Kontrol Pneumatik Sistim udara bertekanan tidak terlepas dari upaya mengendalikan aktuator baik berupa silinder maupun motor pneumatik.. Adanya sistim kontrol pneumatik ini akan mengatur hasil kerja baik gerakan..... agar dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan.... Bagian pemroses sinyal dan pengendali sinyal dikenal dengan bagian kontrol...... Bagian kontrol akan mengatur gerakan aktuator (output) agar sesuai dengan kebutuhan.....Gambar . Bagian ini akan mendiskripsikan tentang komponen-komponen sistim kontrol pneumatik. urutan gerak.. arah 510 .. katup pemroses sinyal.... akan dijelaskan pula tentang Karnaught Diagram. Type Of Mounting Gambar 51.. Selain itu untuk memudahkan secara teoritis...... kecepatan.

2. Dasar Perhitungan Pneumatik………………………………… Dasar perhitungan pneumatik merupakan bagian yang akan membahas tentang perhitungan dasar dalam pneumatik. Selengkapnya dapat dilihat di bawah ini : 511 . baik secara mekanik maupun elektrik yang akan menimbulkan reaksi pada sistim kontrol pneumatik. roll. b. Katup-katup tersebut akan mengendalikan gerakan aktuator agar menghasilkan sistim gerakan mekanik yang sesuai dengan kebutuhan. f) satuan gaya dan g) satuan temperatur. e) satuan energi. kecepatan torak (V). melalui penekan manual.gerakan maupun kekuatannya. c) dan saluran udara yang dituliskan dalam bentuk angka. Katup sinyal akan menghasilkan sinyal/sensor sebagai masukan (input) guna diproses ke katup pemroses sinyal. dan setersunya. dan c) Katup pengendalian. Sebelum melaksanakan perhitungan pneumatik terlebih dahulu harus mengetahui konversikonversi satuan yang sering dipakai dalam perhitungan dasar pneumatik. Gaya Torak (F) dan dasar perhitungan daya motor. seperti contoh berikut ini: 9. perhitungan debit aliran udara (Q). Dengan sistim kontrol pneumatik ini sistem pneumatik dapat didesain untuk berbagai tujuan otomasi dalam suatu mesin industri. b) satuan volume. Fungsi dari sistim kontrol pneumatik ini untuk mengatur atau mengendalikan jalannya tenaga fluida hingga menghasilkan bentuk kerja (usaha) yang berupa tenaga mekanik melalui silinder pneumatik maupun motor pneumatik. tuas. Menurut fungsinya katup-katup tersebut dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu: a) Katup Sinyal (sensor). 3. Sedangkan jenis penekannya (aksi) mempunyai beberapa pilihan missal. tuas.. misal saluran 1. b) Katup pemroses sinyal (processor). Bagian ini akan mendeskripsikan tentang perhitungan tekanan udara (P). c) satuan tekanan. Unit katup sinyal merupakan gabungan dari berbagai katup yang berfungsi memberikan input (sinyal) pada suatu unit prosesor (pemroses sinyal) agar menghasilkan gerakan aktuator yang sesuai dengan kebutuhan. roll. d) satuan massa. Adapun konversi satuan tersebut antara lain : a) satuan panjang. menghentikan atau mengarahkan fluida yang melalui katup tersebut. dan sebagainya. Perintah tersebut berupa aksi. bisa melalui penekan. Katup sinyal dilambangkan dengan katup yang terdiri dari beberapa ruangan (misal: ruang a. Katup sinyal adalah suatu alat yang menerima perintah dari luar untuk mengalirkan. Bentuk-bentuk dari sistim kontrol pneumatik ini berupa katup (valve) yang bermacam -macam.

15 = 10 -3 m 3 = 1 dm 3 = 3.9869 atm Energi 1 torr = 1 mm Hg 1J = 1 kg-m 2 /s 2 = 1.174 Ib m = 14.01325 x 10 5 N/m 2 1 Pa = 1 N/m 2 1 bar = 1.602 x 10 .4482 N = 1 kg-m/s 2 = 0.186 J 1 Btu = 252.19 J 1W = 1 J/s Temperatur/suhu C=5 R=4 F=9 o R = 4/5 x oC o C = 5/4 x oR o F = (9/5 x oC) + 32o o C = 5/9 x (oF-32o) 1 °K = 1.16 kal 1 in. 800 dyne Tekanan 1 kPa = I000 N/m 2 = 20.491 Ibf /in 2 = 1.4805 gal Massa .45359237 kg 1Ibf = 7000 grain 1N 1 kg = 1000 g 1 ton 1 ton = 1000 kg 1 slug = 32.5939 kg = 444. Hg = 0.Volume 1 ft = 0.7854 liter = 28.05504 kJ 1 ft-lbf = 1.8 °R °K = °C + 273.3558 J 1dyne/cm 2 = 10 -1 N/m 2 1 ev = 1.22481 Ib f 512 .6093 km 1 inch3 1 km = 1000 m 1m = 100 cm 1 cm = 0.540 cm 1 gal 1 mile = 5280 ft 1ft3 = 1.3084 m 1liter 1 inch = 2.317 liter = 16.886 Ibf /ft2 1 atm = 760 torr = 1.01934 Ibf /in2 = 10 7 erg 1 erg = 1 dyne-cm 1 kalori = 4.Gaya 1 Ib (m) = 0.3937 inch = 7.933 × 10 -2 psi 1 mm Hg = 0.387 cm 3 = 4.Satuan panjang .105 Pa 1 bar = 0.

memiliki persamaan : ΔP = 1.V. Pe = A. Sistim Tekanan dalam Pneumatik Udara yang mengalir ke saluran sistem pneumatik akan mengalami penurunan tekanan (head losses) akibat adanya gesekan sepanjang saluran dan belokan. maka P1 = ?. h ? P = Pe – P atm = ?. h . g. h (kPa) Pe Gambar 52. Pe Dimana : A h Pe W = berat benda = m.6 x10 3 xQ1.85 xL Pa d 5 xPabs Dimana : L = panjang salura (m) D = Diameter dalam saluran (m) Q = Debit aliran udara (m3/s) Pabs = Tekanan absolute dalam Pa (N/m 2) Catatan : 1 bar = 105 (N/m 2) = 105 Pa (Pascal) 513 .g = ?.A. g.1 Tekanan Udara P atm A.9. g A = luas penampang P atm = tekanan atmosfer Pe = tekanan pengukuran Dengan mengeliminasi A.h.1 = ?. Penurunan tekanan tersebut menurut Majumdar: 2001.g = ?. P atm + W. g.

Debit Aliran Udara (Q) Q (m3/dtk) = A (m2) . maka debit udara akan tetap. maka kecepatan torak saat maju akan lebih kecil dibandingkan dengan saat torak bergerak mundur. Analisa Debit Udara V1 A2 = V2 A1 9. Vmaju = Q A Q An Vmundur = Dimana : V = kecepatan torak (m/s) Q = debit aliran udara (ltr/mnt) A = luas Penampang Torak (m2) An= A-Ak (m2) Gambar 54. namun kecepatannya akan berubah. maka akan memiliki debit aliran Q (m3/dtk) sebesar A (m2) x V (m/dtk).9. V (m/dtk) Bila melewati melalui saluran yang memiliki perbedaan luas penampang A. Analisis Kecepatan Torak 514 .2 Analisa Aliran Fluida (V) Udara yang melewati saluran dengan luas penampang A (m2) dengan kecepatan udara mengalir V (m/dtk).3 Kecepatan T orak (V) Suatu silinder pneumatik memiliki torak dengan luas dan memiliki luas penampang stang torak. sebandang dengan perubahan luas penampangnya Q1 = Q2 . sehingga Gambar 53.

(N) n Ak Gambar 55.9. S. n .. Analisis Gaya Torak Dimana: F = Gaya torak (N) Pe = Tekanan kerja/effektif (N/m 2) A = Luas Penampang (m2) An = A-Ak (m2) Ak = Luas batang torak (m2) 9.4 Gaya Torak (F) Fmaju = Pe . 515 .5 Udara yang Diperlukan (Q) n Ak Gambar 56.A. An .η …(N) Fmundur = Pe . S. (Pe + Patm) =.η .(ltr/mn) Patm (Pe + Patm) Patm (lt/mnt) Q mundur = An. n .. Analisis Debit Udara Q maju = A....

7 Pengubahan Tekanan (kW) Gambar 58.6 Perhitungan Daya Kompresor P2 = Q . Analisis Daya Pompa P2 η P2 = Daya output pompa P1 = Daya Motor (kW) 9. Pe 600 P1 = Gambar 57.3 x103 x10 −12 m3 /s (Majumdar.3 t ( ) 9. Pe P2 = Q . Analisis Tekanan pada Penampang Berbeda 516 .Dimana: S = Langkah torak (m) Pe = Tekanan (N/m 2) A = Luas Penampang (m2) An = A-Ak (m2) Ak = Luas batang torak (m2) n = Banyaknya langkah (kali/menit) Kebutuhan udara bertekanan yang diperlukan (Q) juga dapat dicari melalui rumus: Q = 0.S P + 101. 2001) 101.7854 D 2 .

Analisis Kerja Sistim Pneumatik 10.η A2 Dimana : Pe1 = Tekanan awal (N/m 2) Pe2 = Tekanan akhir (N/m 2) A 1 = Luas Penampang 1 A 2 = Luas Penampang 2 10. Udara bertekanan akan diteruskan ke silinder sederhana pembalik pegas (1.1 melalui saluran 2 ke saluran 3 selanjutnya dikembalikan ke udara luar (atmosfer). Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk menggeser/ mengangkat benda kerja paling sederhana.1 ON Gambar 59. Udara sisa yang ada di dalam silinder 1. maka silinder 1.1 Pengendalian Langsung Silinder Sederhana 1. maka udara bertekanan dari kompressor akan mengalir ke katup tekan 3/2 pembalik pegas (1. Bila katup 1. karena tanpa melalui katup pemroses sinyal.1) melalui saluran 1 ke saluran 2.0). Rangkaian tersebut termasuk dalam kategori pengendalian langsung.1 akan kembali dengan sendirinya akibat adanya gaya pegas di dalamnya. Pengendalian Silinder Sederhana Secara Langsung Cara Kerja : Bila katup sinyal/sensor ditekan secara manual.Pe2 = Pe1 . sehingga bergerak ke kanan (ON). A1 . 517 .1 OF 1.0 akan dikeluarkan melalui katup 1.1 di lepas.

Logika untuk sistim di atas adalah sebagai berikut: Katup 1. Penggunaan silinder pneumatik sederhana pembalik pegas pada mesin ini sangat rawan. Gambar 60. dan bila tidak diberi sinyal. Rangkaian tersebut dapat digunakan bilamana bendanya ringan dan gesekan benda seminal mungkin.2 Pengendalian Tak Langsung Silinder Penggerak Ganda Pengendalian tak langsung pada sistim pneumatik karena udara bertekanan tidak langsung disalurkan untuk menggerakkan aktuator. Adapun sistim kendali tak langsung dapat dilihat pada gambar 61 di bawah ini: 518 . karena saat silinder harus kembali ke posisi semula memerlukan tenaga besar. sehingga dengan gaya pegas pembalik yang ada dapat mengembalikan silinder ke posisi semula dengan mudah. Penggeser Benda Kerja 10. Idealnya untuk mesin penggeser seperti di bawah ini menggunakan silinder penggerak ganda. rangkaian tersebut masih harus banyak mengalami penyempurnaan. namun agar dapat bekerja secara otomatis. Dimana tekanan udara yang ada dapat digunakan untuk gerak maju dan mundur silinder pneumatik secara sempurna. melainkan disalurkan ke katup kendali terlebih dahulu. baru kemudian udara bertekanan akan mengalir menggerakan aktuator.0 (A) 0 0 1 1 Rangkaian ini dapat juga disebut identity. silinder tidak bergerak. silinder langsung bekerja. Rangkaian ini dapat digunakan untuk menggeser benda kerja.1 (S1) Silinder 1.Tabel 11. karena bila diberi sinyal. Setelah katup bergeser.

2 ON .2 ditekan secara manual sesaat. Silinder 1. Udara dari kompresor akan mengalir melalui saluran 1 ke 4 diteruskan ke pengatur aliran (cekik) kemudian ke Silinder 1. maka udara bertekanan dari kompresor akan mengalir ke katup kendali 1. sehingga katup kendali 5/2 akan bergeser ke kanan.3 ON .OF Gambar 61.1 melalui sisi 14.0 Melalui Dua Katup Cara Kerja : Bila katup sinyal 1. Rangkaian dan Diagram Gerak Silinder 1.1.0 akan kembali bila katup sinyal 1.OF 1.3 ditekan/diaktifkan sesaat sehingga udara akan mengalir ke katup 519 .0.0 akan bergerak ke kanan secara perlahan-lahan sesuai dengan pengaturan cekik. Silinder 1.

Silinder Penggerak Ganda akan bergerak maju dan mundur secara otomatis.4.3 (S2) Silinder 1. Pengendalian Otomatis Silinder Penggerak Ganda 520 . Udara dari kompresor akan menglir ke silinder pneumatik melalui saluran 1 ke 2 diteruskan ke silinder dari sisi kanan. bila katup 1.0 (A) 0 0 ? 0 1 0 1 0 1 1 1 * Keterangan : ? = tergantung posisi sebelumnya * = tak tentu 10.1 kembali ke kiri melalui sisi 12.kendali 1.3 Pengendalian Gerak Otomatis Silinder Penggerak Ganda Aplikasi dari gerakan ini dapat digunakan untuk menekan atau menggeser benda kerja sampai titik tertentu hingga menekan katup roll 1.1 yang menyebabkan katup 1.2 diganti penekan roll kemudian dipasang bersama dengan katup roll 1. kemudian silinder akan kembali secara otomatis.3.2 (S1) Katup 1. Klasifikasi rangkaian ini dapat dituliskan sebagai berikut : AKTUATOR Pengendali Katup pengendali Katup pemroses sinyal Katup sinyal Sumber energi Gambar 62. Tabel 12. Silinder akan kembali secara berlahan sesuai dengan pengaturan cekik. Logika untuk sistim di atas adalah sebagai berikut: Katup 1.

1 Pintu Bus dengan Kontrol Pneumatik Silinder pneumatik penggerak ganda diletakkan di sisi dalam salah satu daun pintu lipat bus..2 1. 11. Aplikasi Gerak Silinder 1.0 akan kembali secara otomatis bila telah menekan katup roll 1.. Bagian pangkal silinder penggerak ganda diikatkan pada bodi mobil mekakui engsel. A - 11. Aplikasi Pneumatik dalam Proses Produksi..2 and 1.3 1.4 akan aktif secara bersamaan atau dapat ditulis sebagai 1. sehingga gerakan maju mundur stang torak akan memudahkan pintu bus membuka dan menutup dengan 521 ...2 ? 1.4 Gambar 63..2 ? 1.0 Penggerak Ganda Aplikasi dari sistim gerak ini dapat digunakan pada mesin penekuk plat otomatis seperti di bawah ini: 1. maka silinder 1.0 akan bergerak maju..Sistim gerak silinder penggerak ganda dapat dilihat pada diagram gerak silinder 1..4 Gambar 64. Diagram Gerak Silinder 1.3 START 1.0 di bawah ini..4)...2 dan 1. Bila katup 1.2 ditekan maka katup 1.4 aktif pada posisi awal dan knop katup 1.. demikian pula pada ujung batang torak silinder.4 (1.3 1.. silinder 1.0 A+.........

Tabel 13. Simbol dan keterangan rangkaian kontrol pintu bus otomatis. = Silinder kerja ganda 522 .fleksibel.4 (Y) 5 1 2 1V 4 1. maka rangkaiannya adalah sebagai berikut: Diagram Rangkaian Kontrol Pintu Bus Otomatis Silinder 1 A 1S 1 1V 5 1V6 4 1.2 (X) 3 1V3 1V 2 1V 1 S1 1S 1 2 1 0Z 1 3 Pintu bus 1S2 S2 S3 2 1S 3 2 3 1 Sopir S4 1S 4 2 1 Sopir 1 3 3 Gambar 65. sedangkan pintu bus akan membuka bila batang torak silinder pneumatik penggerak ganda tersebut bergerak mundur (A -). Pintu bus akan menutup bila batang torak silinder pneumatik penggerak ganda bergerak maju (A+). Diagram Rangkaian Kontrol Pintu Bus Otomatis. Agar dapat bekerja seperti di atas.

= Katup kontrol aliran satu arah = Katup 5/2 dengan kontrol full pneumatik = Katup tunda waktu = Katup balik fungsi “ATAU” = Katup batas 3/2 dengan pegas pembalik 523 .

= Katup tombol 3/2 dengan pegas pembalik = Katup tuas 3/2 dengan penahan = Unit pelayanan udara (FR/L Unit) = Sumber udara mampat = Saluran kontrol = Saluran kerja 524 .

1.2 (X) 1S1 1 1V4 1. Diagram Tahap Perpindahan 11.1 Simbol Logika 1S2 1S3 ≥1 ≥1 1V4 1. Simbol logika untuk gerakan pintu bus 525 .Diagram Tahap Perpindahan 1S2 1S3 1S4 2 1 3=1 0 1S1 Gambar 66.4 (Y) 1S4 (a) Gerakan pintu bus membuka (silinder mundur) (b) Gerakan pintu menutup (silinder maju) Gambar 67.

mundur (pintu membuka) 0 1 0 0 0 sil. Tabel Logika Gerakan Pintu Bus 1S1 1S2 1S3 1S4 1V 4 1.2 (X) dan saluran 1.2 Untuk Saluran 1.2 (X) Persamaan matematisnya : X = ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) X = ( S1Λ S 2 Λ S3 ΛS 4 ) ∨ ( S1Λ S 2 ΛS 3Λ S 4 ) ∨ ( S1 ΛS 2 ΛS 3 ΛS 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 Λ S3 Λ S 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 Λ S 3ΛS 4 ) ∨ ( S1 ΛS 2 ΛS 3 ΛS 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1Λ S 2 ΛS3 ΛS 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 Λ S 3Λ S 4 ) ∨ ( S1 ΛS 2 Λ S 3 ΛS 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) 526 . mundur (pintu membuka) 0 0 1 0 0 sil. mundur (pintu membuka) 1 0 0 0 1 sil.Table 11.1.2 (X) dan 1. mundur (pintu membuka) 0 0 1 1 0 sil.2 (X) 1. mundur (pintu membuka) 0 1 1 0 0 sil.4 (Y) 11.4 (Y) 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 A KETERANGAN 0 0 0 0 tidak tentu 0 0 0 1 0 sil. mundur (pintu membuka) 0 1 1 1 0 sil. mundur (pintu membuka) 0 1 0 1 0 sil.4 (Y) * = ada tekanan udara pada kedua saluran 1. maju (pintu menutup) 1 0 0 1 * tidak tentu 1 0 1 0 * tidak tentu 1 0 1 1 * tidak tentu 1 1 0 0 * tidak tentu 1 1 0 1 * tidak tentu 1 1 1 0 * tidak tentu 1 1 1 1 * tidak tentu Keterangan : = tidak ada tekanan udara pada saluran 1.

1.2 (X) Untuk saluran 1.4 (Y) Persamaan matematisnya : Y = ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S 1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1Λ S 2 ΛS 3 ΛS 4 ) ∨ ( S 1ΛS 2 Λ S 3Λ S 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 Λ S 3 ΛS 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 ΛS 3 Λ S 4 ) ∨ ( S 1ΛS 2 ΛS 3ΛS 4 ) Y = ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S 1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1 Λ S 2 Λ S 3 Λ S 4 ) ∨ ( S1Λ S 2 ΛS 3 ΛS 4 ) ∨ ( S 1ΛS 2 Λ S 3Λ S 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 Λ S 3 ΛS 4 ) ∨ ( S1ΛS 2 ΛS 3 Λ S 4 ) ∨ ( S 1ΛS 2 ΛS 3ΛS 4 ) 527 .11. Diagram Karnought untuk saluran 1.3 Diagram Karnought : S2 X = S2 ∨ S3 ∨ S4 S1 0 S4 0 S3 Gambar 68.

Ketika katup S4 dioperasikan.1.2 (X) masih terdapat udara mampat sehingga kondisi ini 528 . udara mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 dan selanjutnya diteruskan ke katup V1. saluran 3 tertutup. pada saluran 1. Pada saat yang bersamaan. Sehingga aliran udara pada katup S1 adalah saluran 1 terbuka.4 Diagram Karnought S2 S1 1 1 1 1 1 1 1 1 S4 Y = S1 S3 Gambar 69. aliran udara dari saluran 1 ke saluran 2 menuju saluran 1. Aliran udara ini akan mengaktifkan katup V1 sehingga udara dari kompresor akan mengalir ke katup V4 melalui saluran 1.2 (X) pada katup V4 melalui katup V3. Dengan gerakan A.(silinder mundur) maka pintu bus akan terbuka. akan mengaktifkan katup S1. Hal ini dimungkinkan dengan mengoperasikan katup S4. maka pintu dikondisikan terbuka terus. saluran 3 tertutup.11.4 (Y) Cara Kerja Rangkaian Pintu Bus dengan Kontrol Pneumatik Pada saat bus sedang menunggu penumpang di terminal. Pada saat kondisi pintu bus terbuka maksimal. saluran 1 terbuka.4 (Y). Udara mendorong silinder ke belakang (A-). Aliran udara pada katup V4 adalah udara masuk saluran 1 keluar saluran 2 menuju saluran silinder bagian depan melalui katup V6. halte ataupun tempat-tempat pemberhentian bus lainnya. Udara dalam silinder bagian belakang didorong keluar menuju saluran 4 dan keluar saluran 5 pada katup V4 melalui katup V5. Diagram Karnought untuk saluran 1.

4 (Y) akan mendorong katup V4 sehingga aliran udara pada katup V4 adalah udara dari kompresor masuk saluran 1 diteruskan ke saluran 4 menuju katup V5 dan kemudian masuk ke saluran silinder bagian belakang. sopir/kondektur bus harus menutup pintu bus terlebih dahulu. Udara mampat pada saluran 1. Membuka pintu bus dengan menggunakan katup S4 Pada saat bus akan berangkat. (lihat gambar 70) Silinder 1 A 1 S1 1V5 1V6 1 V4 1.2 (X) akan mengalir ke katup V3 menuju saluran 2 dan dibuang melalui saluran 3 pada katup S4. pintu bus akan segera tertutup (lihat gambar 71) 529 .tidak akan mempengaruhi posisi katup V4. Akibatnya udara pada saluran 1. Untuk itu maka katup S4 harus dikembalikan ke posisi semula.2 (Y) 5 1 3 1V3 1V1 1S1 2 1S4 Sopir 2 S1 3 S4 1 3 1 Gambar 70. Dengan gerakan maju ini (A+). Saluran 1 tertutup dan saluran 3 terbuka. Posisi silinder masih dalam kondisi awal dan posisi pintu bus masih dalam keadaan terbuka terus.4 (Y) 4 2 1. Udara pada bagian depan akan didorong ke luar melewati katup V6 menuju saluran 2 dan dibuang melalui saluran 3 pada katup V4.

maka untuk membuka pintu. penumpang tinggal menekan katup S2. Selanjutnya diteruskan ke silinder melalui saluran bagian depan. Pada waktu katup S2 ditekan maka saluran 1 terbuka dan saluran 3 tertutup. Silinder bergerak mundur (A-) dan pintu bus terbuka (lihat gambar 72). Udara mendorong silinder ke belakang.4 (Y) 5 1 2 1V4 1. Aliran udara dari saluran 1 menuju saluran 2 untuk selanjutnya diteruskan ke V2 dan V3.Silinder 1 A 1S1 1V5 1V6 4 1.2 (X) 3 1V3 1V1 1S1 2 1S4 2 Sopir S1 1 3 S4 1 3 Gambar 71. 530 . Udara pada bagian belakang silinder akan didorong ke luar melalui katup V5 menuju saluran 4 dan dibuang melalui saluran 5. Aliran udara pada katup V4 udara masuk saluran 1 menuju saluran 2 kemudian diteruskan ke katup V6. kemudian menuju ke katup V4 melalui saluran 1.2 (X). Menutup pintu bus dengan menggunakan katup S4 Apabila di tengah perjalanan ada penumpang yang akan turun.

Dengan terbukanya katup S1. Sehingga udara pada saluran 1.Silinder 1 A 1S1 1V5 1V 6 1V4 4 1.4 (Y). 531 .4 (Y) 5 1 2 1. Pada saat udara masuk ke saluran 1.2 (X) tidak ada udara mampat karena pada saat katup S2 dilepas maka posisi akan kembali ke posisi awal. Membuka pintu bus dengan menggunakan katup S2 Pada waktu pintu terbuka maksimal maka akan mengaktifkan katup S1. maka katup V1 akan mengalirkan udara dari kompresor menuju katup V4 melalui saluran 1.2 (X) akan segera dibuang ke udara bebas melalui saluran 3 pada katup S2.4 (Y). pada saluran 1.2 (X) 3 1V 3 1V 2 1V1 1S 1 2 2 Pintu bus 1S2 S1 1 3 S2 1 3 Gambar 72. Akibatnya silinder akan bergerak maju (A+) dan pintu bus akan segera menutup kembali (lihat gambar 73).

maka saluran 1 terbuka.4 (Y) 5 1 3 1V3 2 1.2 (X) pada katup V4 melalui katup V2 dan katup V3. Ketika katup ditekan. udara mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 untuk selanjutnya diteruskan ke saluran 1. maka untuk membuka pintu bus. dilakukan oleh sopir atau kondektur bus tersebut yaitu dengan cara menekan katup S3. Selanjutnya masuk ke silinder melalui saluran bagian depan. Silinder bergerak mundur (A-) dan pintu bus akan terbuka (lihat gambar 75) 532 .Silinder 1 A 1S1 1V 5 1V 6 1V4 4 1. Menutup pintu bus dengan menggunakan katup S2 Apabila akan menaikkan penumpang di tengah perjalanan. Aliran udara ini akan mengubah arah aliran pada katup V4 yaitu udara masuk dari saluran 1 ke saluran 2 menuju katup V6. saluran 3 tertutup.2 (X) 1V 2 1V1 Pintu bus 2 1S1 2 1S 2 S1 1 3 S2 1 3 Gambar 74.

533 . Akibatnya udara dari kompresor akan mengalir dari saluran 1 ke saluran 4 menuju katup V5 menuju silinder bagian belakang.2 (X) 5 1 3 1V3 1V2 1V1 1S 1 2 1S3 2 Sopir S1 1 3 S2 1 3 Gambar 75. Dengan terbukanya katup V1.4 (Y) 4 2 1. maka udara dari kompresor akan masuk ke katup V4 melalui saluran 1. Membuka pintu bus dengan menggunakan katup S3 Pada saat pintu terbuka maksimal maka akan mengaktifkan katup S1 sehingga udara dari kompresor akan mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 menuju katup V1.Silinder 1 A 1S 1 1V5 1V 6 1V4 1.4 (Y). Maka silinder akan bergerak maju (A+) dan pintu akan tertutup kembali (lihat gambar 76).

seperti di bawah ini : 534 . Sedangkan katup V2 dan V3 merupakan katup balik fungsi “ATAU” yang memungkinkan pintu bus dapat dioperasikan dengan menggunakan beberapa jenis katup pneumatik menurut situasi dan kondisi pada saat pintu bus tersebut dioperasikan. membuat profil pada plat. Sistim pneumatik juga bisa digunakan untuk melakukan gerakan yang selama ini digerakan oleh tenaga manusia seperti menekan/ menyetempel benda kerja. Katup ini berfungsi untuk memberikan selang waktu pintu bus menutup kembali setelah pintu bus terbuka.2 (X) 3 1V3 1V2 1V1 2 1S1 1 S3 2 Sopir S1 1 3 S3 1 3 Gambar 76. memotong. Katup V1 merupakan katup tunda waktu.Silinder 1 A 1S 1 1V5 1 V6 4 1. dan lain-lain. Menutup pintu bus dengan menggunakan katup S3 Fungsi-fungsi katup V5 dan V6 adalah untuk mengatur kecepatan gerak pintu bus pada saat membuka dan menutup.4 (Y) 5 1 2 1V4 1.

yang dihubungkan dengan profil menekan plat. A. Pemotong Material 11.(kembali ke Posisi Awal).11. Setelah selesai dengan penekanan siolinder pneumatik kembali ke Posisi Awal (A-). Ujung silinder pneumatik diberi slide untuk pengarahkan mata pisau gergaji Gambar 78. Tombol penekan dibuat dua 535 .4 Membuat profil plat Benda kerja berupa plat diletakan di atas landasan berupa profil sesuai bentuk yang diinginkan.2 Penahan/penjepit benda (ragum) Arah gerakan silinder pneumatik penggerak ganda pada ragum di bawah ini adalah : A+ (menekan/menahan). Ragum pneumatik 11.(melepaskan kembali ke posisi awal) Gambar 77.3 Pemotong plat Arah gerakan silinder pneumatik penggerak ganda: A+ (memotong). Silinder pneumatik yang digunakan berupa silinder pneumatik penggerak ganda. A. Gerakan menekan benda kerja diawali dengan naiknya stang torak ke atas (A+) selanjutnya akan menekan tuas mekanik.

Silinder B kembali ke Posisi Awal (B-). B+. Untuk membuat kontrol tersebut dapat menggunakan sistem Full Pneumatik. selanjutnya silinder pneumatik A kembali turun ke posisi semula (A-). Pengangkat dan Penggeser Benda 536 . B-. silinder B mendorong material ke konveyor atas (B+).buah. A-. menekan satu buah tombol. sehingga siklusnya dapat ditulis: A+. Proses pembuatan profil plat 11.5 Pengangkat dan Penggeser Benda Arah gerakan silinder pneumatik penggerak ganda mengangkat material ke posisi atas (lihat Gambar 80). sedangkan untuk mengangkat dilakukan dengan. maupun PLC (Programmable Logic Kontrol) Gambar 80. agar tidak terjadi kecelakaan pada lengan tangan saat penekanan. Gambar 79. silinder A naik/mengangkat (A+). elektropneumatik. ketika sampai di atas.

Silinder B menjadi bergerak ke kanan (B+) hingga menekan katup 1.3 mengakibatkan udara mengalir dari 537 . ditersukan ke katup kontrol 2.2.. melalui sisi 14. Batang torak slinder 1. Aktifnya katup 1.1 (5/2 Way Valve). Tertekannya katup 2.B. Udara bertekanan akan diteruskan keluar melalui saluran 16 menuju ke katup kontrol 1.0 akan mengangkat material sampai ketinggian tertentu (A+). yaitu sisi 10 dan 11. Pengangkat dan Penggeser Material Full Pneumatik.0 terletak pada arah vertical. sehingga saluran 1 akan terhubung dengan 4 diteruskan ke silinder bagian kiri. Silinder pneumatik penggerak ganda 1.A-.2 ditekan. Selanjutnya stang torak silinder 2.0 akan menggeser material ke konveyor lainnya (B+).0 akan kembali ke posisi awal (A-) selanjutnya silinder 2.1 (5/2 Way Valve) melalui sisi 14. Siklus A+.B+. Pada ujung batang toraknya diletakan plat sebagai tempat dudukan silinder 2. sehingga katup AND akan mendapat suplai udara bertekanan dari dua sisi.12..2 mengakibatkan udara dari konpressor mengalir dari saluran 1 ke 2.4.tersebut akan berlangsung secara terus menerus selama suplai u dara dari katup 3/2 penggerak tuas 0. Gambar 81. akibatnya silinder A akan bergerak ke kanan hingga ujung stang torak menekan katup 2. sehingga mengakibatkan katup kontrol bergeser ke kanan sehingga saluran 1 akan terhubung dengan saluran 4..3 (3/2 Way Valve). Pengangkatan benda 12.2 dan katup 1.0. udara akan mengalir dari kompresor ke katup 1. Tombol start 1..2 dihentikan.. Udara bertekanan akan masuk ke sisi torak silinder bagian kiri.0 juga akan kembali ke posisi awal (B-).1 Cara kerja Untuk mengaktifkan rangkaian harus menekan terlebih dahulu tuas katu 3/2 Way valve ke posisi ON. Silinder 1.

Apabila tombol Strat 1. dengan jumlah kandungan pelumas yang dapat diminimalkan sisterm pneumatik aman digunakan untuk industri obat-obatan. sehingga katup 1. sehingga silinder B akan kembali ke posisi awal (B-). udara mudah disalurkan/pindahkan dari satu tempat ke tempat lain melalui pipa yang kecil. maka siklus tersebut akan terus berlangsung seperti di atas. Gambarkan secara singkat cara kerja sistem pneumatik beserta dengan komponen-komponen yang digunakan? c. hubungan singkat (kotsleiting) atau meledak sehingga proteksi terhadap kedua hal ini cukup mudah. udara tersedia di alam sekitar kita dalam jumlah yang tanpa batas sepanjang waktu dan tempat. bahkan dalam kondisi yang agak ekstrem udara masih dapat bekerja.3 akan menyebabkan udara dari komporesor akan mengalir ke katup kontrol 2. Sistem pneumatik memiliki keuntungan dan kelemahan sebagai berikut : 1) Keuntungan/kelebihan a) Ketersediaan yang tak terbatas. melalui peralatan yang dirancang untuk keadaan tertentu. 13. dan minuman maupun tekstil 538 .1 dari sisi 12. makanan. e) Bersih.3. Tertekannya katup 2. Rumus? 13. sehingga silinder A akankembali ke posisi awal (A-). udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang berbahaya. demikian seterusnya.1 Soal-Soal a. c) Fleksibilitat Temperatur. udara dapat fleksibel digunakan pada b erbagai temperatur yang diperlukan. berbeda dengan sistim elektrik yang dapat menimbulkan kostleting hingga kebakaran. udara dapat dibebani lebih dengan aman selain itu tidak mudah terbakar. Tes Formatif…………………………………………… 13.2 ditekan. sehingga katup 2. b) Mudah disalurkan.1 akan kembali bergeser ke kiri. Sebutkan jenis-jenis katup beserta kegunaanya? d.1 dari sisi 12.kompresor menuju katup kontrol 1. d) Aman. hingga menekan katup 2. Udara dari kompresor akan melalui saluran 1 ke 2 diteruskan ke sisi silinder sebelah kanan. Sebutkan kelebihan dan kekurangan sistem pneumatik dibandingkan dengan sistem yang lain? b.1 akab kembali ke posisi semula. panjang dan berliku. Udara dari kompresor akan mengalir dari saluran 1 ke 2 diteruskan ke ke sisi silinder sebelah kiri.2 Kunci Jawaban a.

misal kering. seperti kompressor. pengeering. Pneumatik menggunakan sistim terbuka. yaitu melalui peralatan pneumatik untuk menghasilkan gerakan tertentu. h) Mudah dimanfaatkan. penyaring udara. Udara kempa harus dipersiapkan secara baik hingga memenuhi syarat. serta mengandung pelumas yang diperlukan untuk peralatan pneumatik. g) Dapat disimpan. misalnya kering. udara dapat disimpan melalui tabung yang diberi pengaman terhadap kelebihan tekanan udara. maka kecepatan torak dapat mencapai 3 m/s. Oleh karena itu diperlukan seal agar udara tidak bocor. dll. Selain itu dapat dipasang pembatas tekanan atau pengaman sehingga sistim menjadi aman. b) Mudah terjadi kebocoran. Bila Aktuator menggunakan silinder pneumatik. regulator. sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi persyaratan tertentu. memiliki tekanan 539 . udara mudah dimanfaatkan baik secara langsung misal untuk membersihkan permukaan logam dan mesin-mesin. udara yang keluar cukup keras sehingga berisik sehingga akan menimbulkan suara bising terutama pada saluran buang. maupun tidak langsung. sedangkan sistim motor turbin dapat mencapai 450.. udara dapat melaju dengan kecepatan yang dapat diatur dari rendah hingga tinggi atau sebaliknya. 2) Kerugian/Kelemahan Pneumatik a) Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara. bersih. Cara mengatasinya adalah dengan memasang peredam suara pada setiap saluran buangnya. sehingga memerlukan instalasi peralatan yang relatif mahal. Kebocoran seal dapat menimbulkan kerugian energi. Selain itu tekanan udara susah dipertahankan dalam waktu bekerja. d) Mudah Mengembun. artinya udara yang telah digunakan akan dibuang ke luar sistim.000 rpm. tabung pelumas.000 rpm. memenuhi kriteria tertentu. Peralatan pneumatik harus dilengkapi dengan peralatan kekedapan udara agar kebocoran pada sistim udara bertekanan dapat ditekan seminimal mungkin. c) Menimbulkan suara bising. Bagi motor pneumatik putarannya dapat mencapai 30. Salah satu sifat udara bertekanan adalah ingin selalu menempati ruang yang kosong.f) Pemindahan daya dan Kecepatan sangat mudah diatur. Udara yang bertekanan mudah mengembun.

Contoh katup pemroses sinyal adalah katup cekik satu arah. OR. 540 . Katup sinyal dipasang antara kompresor dengan katup pemroses sinyal. Contoh katup sinyal adalah katup 3/2 baik penggerak roll.yang cukup. Roll. tetapi ada yang dipasang antara katup kendali dengan aktuator. Sensor. Katup pemroses sinyal biasanya dipasang antara katup sinyal sengan katup kendali. Jenis-jenis katup pneumatik sebagai berikut : 1) Katup sinyal Katup yang berfungsi sebagai saklar udara bertekanan dari kompresor ke katup pemroses sinyal atau langsung ke katup kendali. Tuas. dan mengandung sedikit pelumas agar mengurangi gesekat pada katup-katup dan aktuator. NOR. tekan dan lain-lain. tuas. dll Sumber Energi Udara bertekanan = Kompressor c. 2) Katup pemroses sinyal Katup pemroses sinyal berfungsi mengatur udara bertekanan dari katup sinyal ke katup kendali. time delay dan lain-lain. katup cekik duah arah. Secara garis besar sistim elemen pada pneumatik dapat digambarkan pada skema berikut : KLASIFIKASI CONTOH Out put = (Aktuator) Pengendali Sinyal = Katup Pengendali Sinyal Pemroses Sinyal/Prossesor = Katup kontrol AND. b. dll Sinyal Input = Katup Tekan.

1.1 Cairan Hydrolik Cairan hydrolik yang digunakan pada sistem hydrolik harus memiliki ciri-ciri atau watak (propertiy) yang sesuai dengan kebutuhan..1 Syarat Cairan Hydrolik 14...... • Sebagai pelumas untuk bagian-bagian yang bergerak......1..... Contoh katup kendali adalah katup 5/2 baik yang selenoid (elektrik) maupun yang full pneumatik. 14.... Cairan hydrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi fungsinya sebagai pelumas. • Pencegah korosi.......1.. Apabila viskositas terlalu rendah maka film oli yang terbentuk akan sangat tipis sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan.3) Katup kendali Katup kendali berfungsi mengalirkan udara bertekanan dari katup pemroses sinyal ke aktuator... Katup kendali juga yang mengendalikan/mengatur aktuator (silinder) akan bergerak maju atau mundur......1 Kekentalan (Viskositas) yang cukup.... Property cairan hydrolik merupakan hal-hal yang dimiliki oleh cairan hydrolik tersebut sehingga cairan hydrolik tersebut dapat melaksanakan tugas atau fungsingnya dengan baik.. 14........2 Indeks Viskositas yang baik Dengan viscosity index yang baik maka kekentalan cairan hydrolik akan stabil digunakan pada sistem dengan perubahan suhu kerja yang cukup fluktuatif.1.. Katup kendali dipasang antara katup pemroses sinya dengan katuator.... • Sebagai pengirim isyarat (signal) 14.. Sistem Hydrolik. • Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan tekanan pada akhir langkah... tenaga pompa akan semakin berat untuk melawan gaya viskositas cairan 14.1.. • Sebagai pendingin komponen yang bergesekan.. Adapun fungsi/tugas cairan hydolik: pada sistem hydrolik antara lain: • Sebagai penerus tekanan atau penerus daya.. • Penghanyut bram/chip yaitu partikel-partikel kecil yang mengelupas dari komponen. Demikian juga bila viskositas terlalu kental.. 541 .

14.1. dengan adanya busa tadi kemungkinan terjilat api akan lebih besar.1.1.1.1.1.7 Demulsibility (Water separable) Yang dimaksud dengan de-mulsibility adalah kemampuan cairan hydrolik. Hal ini untuk menantisipasi terjadinya block (penyumbatan) oleh cairan hydrolik yang membeku. 14.1.5 % volume untuk setiap penekanan 80 bar oleh karena itu dipersyaratkan bahwa cairan hydrolik agar seminimal mungkin dpat dikempa.1.6 Tahan korosi dan tahan aus Cairan hydrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi karena dengan tidak terjadi korosi maka kontruksi akan tidak mudah aus dengan kata lain mesin akan awet.14. Titik beku atau titik cair yang dikehendaki oleh cairan hydrolik berkisar antara 10°-15° C dibawah suhu permulaan mesin dioperasikan (star-up).1.1.1.5 Tahan dingin Tahan dingin adalah bahwa cairan hydrolik tidak mudah membeku bila beroperasi pada suhu dingin. Disamping itu. Menurut standar DIN 51524 dan 512525 dan sesuai dengan karakteristik serta komposisinya oli hydrolik dibagi menjadi tiga (3) kelas : • Hydraulic oil HL • Hydraulic oil HLP 542 .4 Tidak berbusa (Foaming) Bila cairan hydrolik banyak berbusa akan berakibat banyak gelembung-gelembung udara yang terperangkap dlam cairan hydrolik sehingga akan terjadi compressable dan akan mengurangi daya transfer. Tetapi kenyataannya cairan hydrolik dapat dikempa sampai dengan 0.1. 14.1.8 Minimal compressibility Secara teoritis cairan adalah uncomprtessible (tidak dapat dikempa). 14. Oleh karena itu pi perlu cairan yang tahan api. karena air akan mengakibatkan terjadinya korosi bila berhubungan dengan logam. 14.1.1 Oli hydrolik (Hydraulic oils) Oli hydrolik yang berbasis pada minyak mineral biasanya digunakan secara luas pada mesin-mesin perkakas atau juga mesinmesin industri. 14.2 Macam-macam cairan hydrolik Pada dasarnya setiap cairan dapat digunakan sebagai media transfer daya. Tetapi sistem hydrolik memerlukan persyaratanpersyaratan tertentu seperti telah dibahas sebelumnya berhubung dengan konstruksi dan cara kerja sistem.2. 14.3 Tahan api (tidak mudah terbakar) Sistem hydrolik sering juga beroperasi ditempat-tempat yang cenderung timbul a atau berdekatan dengan api.

g : water glyco 0-0. e.g : phosphate ether 543 . Cairan hydrolik semacam ini digunakan oleh sistem hydrolik pada tempat-tempat mesin-mesin yang resiko kebakarannya cukup tinggi seperti : • • • • • Die casting machines Forging presses Hard coal mining Control units untuk power station turbines Steel works dan rolling mills Pada dasarnya cairan hydrolik tahan api ini dibuat dari campuran oli dengan air dari oli sintetis.2 Cairan Hydroik tahan Api (Low flammability) Yang dimaksud cairan hydrolik tahan api ialah cairan hydrolik yang tidak mudah atau tidak dapat terbakar.• Hydraulic oil HV Pemberian kode dengan huruf seperti di atas artinya adalah sebagai berikut : Misalnya oil hydrolik dengan kode : HLP 68 artinya : H = Oli hydrolik L = kode untuk bahan tambahan oli (additive) guna meningkatkan pencegahan korsi dan/atau peningkatan umur oli P = kode untuk additive yang meningkatkan kemampuan menerima beban. Tabel berikut ini menunjukan jenis-jenis cairan hydrolik tahan api tersebut : Tabel 14. 68 = tingkatan viskositas oli 14.1. 35-55 e.2.1 HFD 24317 Anhydrolis liquid. Jenis-jenis cairan hidrolik tahan api Persentase (%) No Pada Lembar Komposisi Kode Standar VDMA kandungan Air HFA 24320 Oil-water emulsion 80-98 HFB 24317 Water-oil emulsion 40 HFC 24317 Hydrolis solusion.

Perbandingan antara macam-macam cairan hydrolik tersebut di atas dapat kita lihat pada tabel berikut : Tabel 15. Jadi 1 St = 100 cSt.3.5 F F-G F E 65 4 14.1. Dalam sistem standar internasional satuan viskositas ditetapkan sebagai viskositas kinematik (kinematic viscosity) dengan satuan ukuran mm²/s atau cm²/s. nama satuan viskositas ini disesuaikan dengan nama penemunya yaitu Sir Gabriel Stokes (1819-1903).1 Satuan viskositas Besar atau kecilnya viskositas ditentukan oleh satuan satuan pengukuran. Properties Seal compalibility Lubricating quality Temp.3 Viskositas (Kekentalan) Viskositas cairan hydrolik akan menunjukkan berapa besarnya tahanan di dalam cairan itu untuk mengalir.1. terdapat satuan yang lain yang juga digunakan dalam sistem hydrolik yaitu : • Redwood 1. Jadi semakin kental kondisi cairan dikatakan viskositasnya semakin tinggi. Apabila cairan itu mudah mengalir dapat dikatakan cairan tersebut memiliki viskositas rendah atau kondisinya encer. to oil P G G E 65 1 E E E F-G 50 4 G F F E 65 8 F G G F-G 50 1. Perbandingan macam-macam cairan hidrolik Type of Fluid Petrol Oil Water Glycol Phosphor Ester Oil-in Water Oil Synthetic Free resistance Viscosity lemp. 14. satuan viskositas diukur dalam sekon dengan simbol (R1) • Saybolt Universal. Satuan mm²/s disebut centi-Stokes (cSt). Satuan cm²/s dikenal dengan satuan Skotes (St). dimana: 1 cm²/s = 100 mm²/s . range (oC) above ideal Relative cost comp. satuan viskositas juga diukur dalam sekon dan dengan simbol (SU) 544 . Selain satuan centi-Stokes (cSt).

00 ISO VG 150 150 135.00 ISO VG 1500 1500 1350.00 506.20 ISO VG 46 46 41.20 ISO VG 32 32 28.88 3.80 dan 24.00 165. Berikut ini adalah grading berdasarkan SAE dan konversinya dengan ISO-VG.00 ISO VG 460 460 414.2 1.00 1100. dan viskositas max.14 5. viskositas cairan hidolik diklasifikasikan menjadi beberapa viscosity Grade dan nomor gradenya yang diambil kira-kira pertengahan antara viskositas min.00 352.• Engler.132 VK 33 Menurut standar ISO.2 2. Max.6 4.00 ISO VG 220 220 198. Secara faktual sering dijumpai bahwa pelumas gear box juga sering digunakan juga untuk instalasi hydrolik maka frade menurut SAE juga dibahas disini.12 7.00 ISO VG 15 15 13.0oC Viscosity Grade cSt at 40.00 ISO VG 680 680 612. ISO VG 2 2.00 110.10 VK • SU = 4. seperti yang ditunjukan dalam Tabel berikut ini :Tabel 16.00 ISO VG 1000 1000 900.52 ISO VG 5 4. Misal : ISO VG 22 .00 242.06 ISO VG 7 6.00 Nomor VG dapat diperoleh melalui angka pembulatan dari pertengahan diantara viskositas min.60 ISO VG 68 68 61.98 2.80 ISO VG 100 100 90.00 11.42 ISO VG 3 3.8 6.20.80 24.00 748.635 VK VK = Viskositas Kinematik • E = 0.00 1650. ke viskositas max.0oC Min.40 50. 545 .50 16. Juga dijelaskan disini aplikasi penggunaan oli hydrolik ssesuai dengan nomor gradenya. Klasifikasi viskositas cairan hidrolik Kinematic Viscosity ISO Mid-Point Viscosity Limits cSt at 40.80 35.20 74. angka 22 diambil dari rata-rata antara 19.00 ISO VG 320 320 288. satuan viskositas diukur dengan derajat engler (E°) Untuk cairan hydrolik dengan viskositas tinggi dapat digunakan faktor berikut: • R1 = 4.48 ISO VG 10 10 9.50 ISO VG 22 22 19.

Tabel 17. Aplikasi penggunaan oli hirolik sesuai dengan gradenya SAE Classes 30 20-20W 100 68 10 W 5W 46 32 22 (15) 10 For open air aplplicationsmobile hydraulic In colder areas At normal temperatures ISO-VG Areas of application Stationary instalations in closed areas at high temperatures

14.1.3.2 Viscosity margins Maksud dari viscosity margins adalah batas-batas atas dan bawah yang perlu diketahui. Karena untuk viskositas yang terlalu rendah akan mengakibatkan daya pelumas kecil, daya perapat kecil sehingga mudah bocor. Sedangkan apabila viskositas telalau tinggi juga akan meningkatkan gesekan dalam cairan sehingga memerlukan tekanan yang lebih tinggi. Berikut ini diberikan gambaran tentang batas viskositas yang iideal: Tabel 18. Batas viskositas ideal Kinematic Viscosity Lower Ideal viscosity range

mm 2 10 s 15 to 100 mm 2 s

Upper limit

750

mm 2 s

546

Tabel 19. Kesetaran ke-empat sistem satuan viskositas.
saybolt
Kinematic
Centisrokes

saybolt
Enginer Degrees Kinematic
Centisrokes

Redwood1 Second

Universal Second

Redwood1 Second

Universal Second

Enginer Degrees

2.0 2.5 3.0 3.5 4.0 4.5 5.0 5.5 6.0 6.5 7.0 7.5 8.0 8.5 9.0 9.5 10.0 10.5 11.0 11.5 12.0 12.5 13.0 13.5 14.0 14.5 15.0 15.5 16.0 16.5 17.0 17.5 18.0 18.5 19.0 19.5 20.0 20.5 21.0 21.5 22.0 22.5 23.0 23.5 24.0 24.5 25.0 26 27 28 29 30

31 32 33 35 36 37 39 40 41 43 44 45 46 48 49 51 52 54 55 57 58 60 62 64 65 67 68 70 72 74 75 77 79 81 82 84 86 88 90 92 94 96 97 99 101 103 105 109 113 117 121 125

32.6 34.4 36.0 37.6 39.1 40.7 42.3 44.0 45.6 47.2 48.8 50.4 52.1 53.8 55.5 57.2 58.9 60.7 62.4 64.2 66.9 67.9 69.8 71.7 73.6 75.5 77.4 79.3 81.3 83.3 85.3 87.4 89.4 91.5 93.6 95.7 97.8 99.9 102.0 104.2 106.4 106.5 110.7 112.8 115.0 117.1 119.3 124.0 128.5 133.0 137.5 141.7

1.12 1.17 1.22 1.26 1.31 1.35 1.39 1.44 1.48 1.52 1.56 1.61 1.65 1.71 1.75 1.80 1.84 1.89 1.94 1.98 2.03 2.08 2.13 2.18 2.23 2.28 2.33 2.39 2.44 2.50 2.55 2.60 2.65 2.71 2.77 2.83 2.88 2.94 3.00 3.06 3.11 3.17 3.23 3.29 3.35 3.41 3.47 3.59 3.71 3.83 3.96 4.08

33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 62 64 65 66 67 68 69 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 90 92 94 96 98

137 141 145 149 153 157 161 165 169 173 177 181 185 189 193 197 201 205 209 213 218 222 226 230 234 238 242 246 250 254 258 262 266 271 275 279 283 287 295 303 311 319 328 336 344 352 360 369 377 385 393 401

155.2 159.7 164.3 168.8 173.3 178.0 182.4 187.0 191.5 195.0 200.5 205.0 209.8 214.5 219.0 223.7 228.3 233.0 237.5 242.2 246.8 251.5 256.0 260.7 265.3 270.0 274.7 279.2 284.0 288.5 293.5 297.7 302.4 307.0 311.7 316.3 321.0 325.5 335 344 353 363 372 381 391 400 410 419 428 438 447 456

4.46 4.58 4.71 4.84 4.95 5.10 5.22 5.35 5.48 5.61 5.74 5.87 6.00 6.13 6.26 6.38 6.51 6.64 6.77 6.90 7.04 7.17 7.30 7.43 7.56 7.69 7.82 7.95 8.04 8.18 8.31 8.45 8.58 8.72 8.85 8.98 9.11 9.24 9.51 9.77 10.03 10.30 10.56 10.82 11.09

547

31 32

129 133

146.0 150.7

4.21 4.33

100 102

410 418

465 475

14.1.3.3 Viskometer VisKometer adalah alat untuk mengukur besar viskositas suatu cairan. Ada beberapa macam viskometer antara lain : - Ball Viscometer atau Falling sphere Viscometer.

Gambar 82. Viskometer

Besar viskositas kinematik adalah kecepatan bola jatuh setinggi h dibagi dengan berat jenis cairan yang sedang diukur. (lihat gambar) 14.1.3.4 Capillary viscometer Cara pengukurnya adalah sebagi berikut : (lihat gambar). Cairan hydrolik yang akan diukur dituangkan melalui lubang A hinga ke kointener E yang suhunya diatur. Melalui kapiler C zat cair dihisap hingga naik pada labu D sampai garis L1, kemudian semua lubang ditutup. Untuk mengukurnya, buka bersama-sama lubang A, B dan C dan hitung waktu yang digunakan oleh cairan untuk turun sampai se l2. waktu tersebut menunukan viskostis cairan,. Makin kental cairan hydrolik akan makin lama untuk turun dan berarti viskostis makin besar.
Gambar 83. Capillary viscometer

548

14.1.4 Indeks Viskositas (viscosity Index) Yang dimaksud dengan indeks viskositas atau viscosity index (VI) ialah angka yang menunjukan rentang perubahan viskositas dari suatu cairan hydrolik berhubungan dengan perubahan suhu. Sehingga viscosity index ini digunakan sebagai dasar dalam menentukan karakteristik kkentalan cairan hydrolik berhubungan dengan perubahan temperatur. Mengenai viskositas indeks ditetapkan dalam DIN ISO 2909. Cairan hydrolik memiliki viscositas index tinggi apabila terjadinya perubahan viskositas kecil (stabil) dalam rentang perubahan suhu yang relatif besar. Atau dapat dikatakan bahwa cairan hydrolik ini dapat digunakan dalam rentang perubahan suhu yang cukup besar. Cairan hirdrolik terutama oli hydrolik diharapkan memiliki viscosity index (VI) = 100. bahkan kebanyakan oli hydrolik diberi tambahan (additive) yang disebut “ VI improvers “ tinggi juga disebut multigrade oils. Untuk mengetahui perubahan viskositas ini perhatikan Ubbelohde’s viscosity-temperature diagram berikut ini

14.1.5 Viscosity-pressure characteristics Karakteristik kekentalan dan tekanan pada cairan hydrolik sangat penting untuk diketahui karena dengan meningkatnya tekanan hydrolik maka meningkat pula viscosity index. Gambar berikut ini menunjukan diagram viscosity pressure characteristic .

549

Karakteristik atau sifat-sifat yang diperlukan antara lain adalah : Tabel 20.14. ketahanan terhadap pemakaian juga digunakan aus untuk sistem yang gesekanya tinggi Meningkatkan indek Seperti viskositas (VI) pemakaian HLP.6 Karakteristik Cairan Hydrolik yang dikehendaki. Cairan hydrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi persyaratan dalam menjalankan fungsinya. juga digunakan secara meluas untuk sistem yang fluktuasi perubahan temperatur cukup tinggi 550 .1. Sifat-sifat cairan hidrolik Kode Sifat Khusus HL Meningkatkan kemapuan mencegah korosi dan kestabilan oli hydrolik Penggunaan HLP HV Digunakan pada sistem yang bekerja pada suhu tinggi dan untuk tempat yang mungkin tercelup air Seperti pada Meningkatkan HL.

1. Adapun jenis-jenis pompa hydrolik. Pompa H ydrolik Roda Gigi 14. Adapun komponen utama sistim hydrolik. selanjutnya dikompresikan ke luar pompa hingga tekanan tertentu. Tekanan pompa hydrolik dapat mencapai 100 bar.1 Pompa Roda Gigi Pompa ini terdiri dari 2 buah roda gigi yang dipasang saling merapat.2 Komponen Hydrolik Komponen Hydrolik memiliki symbol dan komponen yang tidak jauh berbeda dengan Pneumatik. Sistim hydrolik merupakan siklus yang tertutup. Oli yang bertekanan akan dialirkan ke sistim hydrolik.1. Bentuk pompa hydrolik roda gigi dapat dilihat pada gambar berikut. Bila volume pada ruang pompa membesar.2 Pompa Sirip Burung Pompa ini bergerak terdiri dari dari banyak sirip yang dapat flexible bergerak di dalam rumah pompanya. maka akan mengalami penurunan tekanan. antara lain: 14.2. akibatnya oli akan terisap masuk ke dalam ruang pumpa.2. antara lain: 14. karena fluida oli disirkuliskan ke rangkaian hydrolik selanjutnya akan dikembalikan ke tangki penyimpan oli.1 Pompa Hydrolik Pompa hydrolik berfungsi untuk mengisap fluida oli hydrolik yang akan disirkulasikan dalam sistim hydrolik. Gambar 84.2.14. 551 . Perputaran roda gigi yang saling berlawanan arah akan mengakibatkan kevakuman pada sisi hisap. oli hydrolik akan terhisap masuk. kemudian diteruskan ke ruang kompressi.

Pompa Hydrolik Sirip Burung 14.Gambar 85.1. Gambar 86. Gerakan torak ini akan berlangsung terus menerus. Sehingga aliran oli hydrolik menjadi kontinyu.1. maka piston2 pada stator akan mengisap dan mengkompressi secara bergantian. 552 .4 Pompa Torak Radial Pompa ini berupa piston-piston yang dipasang secara radial. bila rotor berputar secara eksentrik.3 Pompa Torak Aksial Pompa hydrolik ini akan mengisap oli melalui pengisapan yang dilakukan oleh piston yang digerakkan oleh poros rotasi. Gerak putar dari poros pompa diubah menjadi gerakan torak translasi. kemudian terjadi langkah hisap dan kompressi secara bergantian.2. Pompa Hydrolik Torak Aksial 14.2. sehingga menghasilkan alira oli /fluida yang kontinyu.

maupun motor hydrolik. sedangkan lainnya berbentuk cembung.3 Silinder Hydrolik Penggerak Ganda Silinder Hydrolik penggerak ganda akan melakukan gerakan maju dan mundur akibat adanya aliran fluida/oli hydrolik yang dimasukkan pada sisi kiri (maju) dan sisi kanan (mundur) seperti yang terlihat pada gambar 89. sehingga dapat memindahkan fluida oli secara aksial ke sisi lainnya. aktuator hydrolik dapat berupa silinder hydrolik.5 Pompa Sekrup Pompa ini memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan (engage).1. Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda gigi helix yang saling bertautan.2. dibanding pneumatik. 553 . Dilihat dari daya yang dihasilkan aktuator hydrolik memiliki tenaga yang lebih besar (dapat mencapai 400 bar atau 4x107 Pa). Pompa Torak Radial 14. Silinder Hydrolik bergerak secara translasi sedangkan motor hydrolik bergerak secara rotasi. Pompa Sekrup 14. yang satu mempunyai bentuk cekung.2.2 Aktuator Hydrolik Seperti halnya pada sistim pneumatik.2. Tekanan Fluida akan diteruskan melalaui torak selanjutnya menjadi gerakan mekanik melalaui stang torak.Gambar 87. Gambar 88. 14.

4. Silinder Hydrolik Penggerak Ganda Gambar 90.2. menekan. seperti. Karena daya yang dihasilkan besar. menggeser. bego. Selanjutnya motor hydrolik dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 554 .2. seperti mengangkat.Gerakan maju dan mundur dari gerakan stang torak ini dapat digunakan untuk berbeagai keperluan dalam proses produksi.1 Motor Hydrolik roda gigi Motor Hydrolik merupakan alat untuk mengubah tenaga aliran fluida menjadi gerak rotasi. dll. Motor hydrolik ini prinsip kerjanya berlawanan dengan roda gigi hydrolik. Aliran Minyak hydrolik yang bertekanan tinggi akan diteruskan memutar roda gigi yang terdapat dalam ruangan pompa selanjutnya akan dirubah menjadi gerak rotasi untuk berbagai keperluan. maka silinder ini banyak digunakan pada peralatan berat. Buldozer. Aplikasi penggunaan sistim Hydrolik pada alat berat 14. Gambar 89.4 Aktuator Rotasi 14. dll.

Klasifikasi Hydrolik dalam Penampang dan Skema 555 . pemroses sinyal. katup pengatur tekanan. dan katup satu arah. Bagian tenaga terdiri dari pompa hydrolik. Motor Hydrolik Roda Gigi 15 Pengendalian Hydrolik 15. bagian tenaga (power pack) bagian sinyal.Gambar 91. Secara garis besar dapat dilihat dalam skema di bawah ini: Aktuator Pemroses sinyal Sinyal Sumber tenaga (Power Pack) Gambar 92.1 Kasifikasi Pengenalian Hydrolik Sistim hydrolik terdiri dari beberapa bagian. antara lain. dan pengendalian sinyal.

maka pegas akan membuka dan mengalirkan fluida ke saluran pembuangan.1 Prinsip Hukum Pascal Perhitungan gaya hydrolik Torak pada bejana berhubungan dengan luas penampang berbeda. Bila tekanan hydrolik berlebihan.2 Katup Pengatur Tekanan Katup pengatur tekanan terdapat beberapa model. 556 . Gambar 93. Dasar-Dasar Perhitungan Hydrolik 16. Macam-macam model katup pembatas tekanan 16.15. antara lain: a) Katup pembatas tekanan. katup ini dilengkapi dengan pegas yang dapat diatur.

bila diameter torak kecil = 20 mm.F2 = F1 ( 20mm) 2. dan A2 = 50 cm2 = S1 = 25 mm. S2 . S1 = = 5 mm S2 A1 A2 50cm 2 557 . berapa diameter torak besar agar dapat menghasilkan gaya 4000 N ? Jawaban: Diketahui : F1 = 150 N. jadi S2 = 1 . berapa panjang langkah piston 2 (S2) ? Jawab: S1 A2 A 10cm 2 . = A2 π .4000 N = 103.d 22 d2 2 4 π . Prinsip Hukum Pascal P1 = P2 = Pe = F1 = A1 F2 atau A2 F1 A = 1 F2 A2 2 A1 4 = d1 . jadi : S1 A2 = S2 A1 Contoh Soal : 1.25mm = . F2 = 4000 N. maka : A1 . S1 = A2 . Bila luas penampang A1 pada gambar di atas = 10 cm 2.F1 Torak F2 A Pe A2 Gambar 94. Suatu mesin press memiliki gaya tersedia sebesar 150 N.3mm ≈ 100 mm 150 N 2 d2 = 2.d12 Bila V1 = V2. d1 = 20 mm Ditanya : berapa d2 ? Jawab : 2 d F1 = 12 F2 d2 d1.

V2 558 .2 Perhitungan Kecepatan Torak Contoh soal : Bila d1 = 100 cm2 dan d2 = 70 cm.4dm π . Jawaban: Saat maju V maju = Q/A = 20 ltr/mnt / 20dm2 / mnt 20dm2 / mnt 20 dm2 / mnt Vmaju = = = = 50 dm2 / mnt 2 2 2 2 2 2 π . hitung kecepatan torak saat maju dan mundur. V1 = Pabs2 . berlaku : Pabs1 .(10 − 7 ) cm 0.ΔL = = A.V Δt Δt Gambar 96.083m/dtk Gambar 95. Tekanan absolute Tekanan di dalam silinder merupakan tekanan absolut. Gas pada keadaan tertutup. Perhitungan Kecepatan Torak Q= ΔV A. besarnya tekanan absolut dikalikan dengan volumenya sama dengan konstan.( d1 − d2 ) 4 = 5m / 60dtk = 0.16.

L1 25.10 .˜ A= F2 3090. panas dan angin). V1 = A2 .η 25. V1 = Pabs2 . Sebuah silinder Hydrolik digunakan untuk mencekam benda kerja dengan tekanan 25 bar. V1 = Pabs .3 Pemeliharaan Cairan Hydrolik Cairan hydrolik temasuk barang mahal. Perlakuan yang kurang atau bahkan tidak baik terhadap cairan hydrolik atau semakin menambah mahalnya harga sistem hydrolik sedangkan apabila kita mentaati aturan-aturan tentang perlakuan/pemeliharaan cairan hydrolik maka kerusakan cairan maupun kerusakan komponen sistem akan terhindar dan cairan hydrolik maupun sistem akan lebih awet. dingin dan terlindungi (dari hujan. berapa volumenya? Pabs1 . hitunglah diamter piston yang ideal. V P= W p. volumenya 20 ltr. V2 Q = A1 . Bila gaya cekam seperti pada gambar memiliki gaya 4000 N. L1 = F2 . bila tekanannya diturunkan menjadi 1 bar. Jawaban: F1 . 20 ltr = 1 .A. A2 . • Pastikan menggunakan cairan hydrolik yang benar-benar bersih untuk menambah atau mengganti cairan hydrolik kedalam sistem. V2 100 .73cm 2 5 Pe.V =P.91 = = 13.Contoh soal: 1.90 Pabs .Q = t t 16. V2 V2 = 100 x 105 N/m 2 . Panduan pemeliharaan cairan hydrolik • Simpanlah cairan hydrolik (drum) pada tempat yang kering.105 N / m2.91N L2 110mm F2 = Pe. Gunakan juga peralatan yang bersih untuk memasukkannya. 559 . 20 dm 3 = 2000dm 3 5 2 1 x 10 N / m 2. V2 W = F2 . Suatu silinder tertutup memiliki tekanan absolut 100 bar. S2 = p .95mm F2 = = = 3090. S2 = p . L2 F1.

560 . Gambar 97. Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan. Bila akan mengganti cairan hydrolik (apa lagi bila cairan hydrolik yang berbeda). Perbaikilah dengan segera bila terjadi kebocoran dan tugaskan seorang maitenanceman yang terlatih. bila perlu pasang pendingin (cooling) atau bila terjadi periksalah penyebab terjadinya gangguan. demikian pula seluruh sistem harus dibilas (flushed) secara baik dan benar-benar bersih. pastikan bahwa komponen dan seal-sealnya cocok dengan cairan yang baru. (periksa dengan pemasok cairan hydrolik).• • • • • • • • Pompakanlah cairan hydrolik dari drum ke tangki hydrolik melalui saringan (pre-filter). atau pasang unloading pump atau excessive resistence. Buatlah interval penggantian cairan hydrolik sedemikian rupa sehingga oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar. Cegah jangan sampai terjadi kontamisnasi gunakan filter udara dan filter oli yang baik. Pompa Hydrolik Jadi pemantauan atau monitoring cairan hydrolik perlu memperhatikan panduan tersebut di atas disamping harus memperhatikan lingkungan kerja maupun lingkungan penyimpanan cairan hydrolik. Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki yang rapat-sambung sendiri yang ada pada saluran balik. Pantaulah (monitor) dan periksalah secara berkala dan berkesinambungan kondisi cairan hydrolik.

Oli masuk ke sedotan roda gigi yang berputar. Seperti external gear pump.4 Pompa Roda Gigi dalam Tipe Crescent Pompa ini cocok untuk tekanan tinggi dan untuk cairan hydrolik yang bervariasi. Saluran tekan (outlet) 16. Penyedotan terjadi karena adanya rongga antara gigi inner outer ring gear. 5. Inner rotor dan outer rotor berputar searah. Ukurannya lebih kecil dari external gear pump pada penghasilan pompa yang sama dan tingkat kebisinginnya lebih kecil. 4.5 Pompa Roda Gigi Tipe Geretor Pompa ini terdiri atas inner rotor yang dipasak dengan poros penggerak dan rotor ring. Saluran oli masuk (inlet) 2. 3. 6. Cara kerja pompa ini dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 98.16. Di Titik No 5 ini oli didesak/ditekan oleh pasangan gigi. Pompa Roda Gigi Tipe Crescent Keterangan gambar: 1. Terjadinnya penyedotan di ruang NO : 4 ini. pompa ini juga termasuk pressure umbalanced. 561 . Rotor ring atau outer rotor yang merupakan roda gigi dalam diputar oleh inner rotor yang mempunyai jumlah gigi satu lebih kecil dari jumlah gigi outer ring gear. Ini bertujuan untuk membentuk rongga pemompaan.

Balanced Vance 562 . Dibuat demikian agar tekanan radial dari cairan hydrolik saling meniadakan sehingga terjadilah keseimbangan (balanced) Vane (kipas) yang bentuknnya seperti gambar dipasang pada poros beralur (slots) karena adanya gaya sentrifugal selama rotor berputar maka vane selalu merapat pada rumah pompa sehingga terjadilah proses pemompaan. Gambar 100. Pompa Roda Gigi Tipe Gerotor 16.6 Balanced Vane (Pompa Kipas Balanced) Pompa ini menggunakan rumah pompa yang bagian dalamnnya berbentuk elips dan terdapat dua buah lubang pemasukkan (inlet) serta dua buah lubang pengeluaran outlet yang posisinnya saling berlawanan arah.Gambar 99.

16. Bent Axis Piston Pump 563 . Gambar 101.8 Bent Axis Piston Pump (Pompa Torak dengan Poros Tekuk) Pada pompa ini blok silinder berputar pada satu sudut untuk dapat memutar poros. Penghisapan terjadi pada waktu piston terbuka sehingga oli hydrolik dari crankshaft masuk ke dalam silinder. Batang torak dipasang pada flens poros penggerak dengan menggunakan ball joint. Pada langkah pemompaan cairan ditekan dari setiap silinder melalui check valve ke saluran tekan. Piston digerakan oleh sebuah poros engkol (eccentric crankshaft) sehingga besar langkah piston adalah sebesar jari-jari poros engkol. Pompa ini dapat mencapai tekanan hingga 63 Mpa. Besar langkah piston tergantung pada besar sudut tekuk Fixed displacement piston pump besar sudut (offset engle) berkisar 25°.7 Pompa Torak Radial (Radial Piston Pump) Pompa piston ini gerakan pemompaannya radial yaitu tegak lurus poros. Radial Piston Pump 16. Gambar 102.

9. Kopling juga menseimbangkan/mentolerir adanya error alignment (ketidak sentrisan) antara poros motor dengan poros pompa. (a) (a) 564 .9 Instalasi Pompa Hydrolik 16. Untuk memenuhi persyaratan tersebut di atas maka pada umumnya kopling dibuat dari bahan : • Karet (Rubber couplings) • Roda gigi payung (Spiral bevel gear cupling) • Clucth dengan perapat plastik (square tooth cluth with plastic inseres) 16.1 Kopiling. Kopiling adalah komponen penyambung yang menghubungkan penggerak mula (motor listrik) dengan pompa hydrolik. ada yang berbentuk silindris dan ada pula yang berbentuk kotak.9.2 Tangki hydrolik (Reservoir ) Tangki hydrolik (reservoir) merupakan bagian dari instalasi unit tenaga yang konstruksinya ada bermacam -macam. Kopling ini mentrasfer momen puntir dari motor ke pompa hydrolik. Contoh-contoh bahan kopling. Kopling merupakan bantalan diantara motor dan pompa yang akan mencegah terjadinnya hentakan/getaran selama motor mentrasfer daya ke pompa dan selama pompa mengalami hentakan tekanan yang juga akan sampai ke motor.16. Gambar berikut ini menunjukan salah satu konstruksi tangki hydrolik.

Ukuran tangki hydrolik berkisar antara 3 s/d 5 kali penghasilan pompa dalam liter/menit dan r uang udara di atas permukaan cairan maksimum berkisar antara 10 s/d 15 %. Tangki Hydrolik Reservoir (a) dan simbolnya (b) 16. Sesuai dengan tempat pemasangannya. katup-katup akumulator dan lain-lain. untuk mengendapkan kotoran dan juga memisahkan udara serta air sebelum dihisap kembali ke pompa.3 Fungsi /tugas tangki hydrolik Sebagai tempat atau tandon cairan hydrolik.5 Filter (Saringan) Filter berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran atau kontaminan yang berasal dari komponen sistem hydrolik seperti bagian-bagian kecil yang mengelupas.9. Tempat memasang komponen unit tenaga seperti pompa. udara dan pertikel-partikel padat yang hanyut dalam cairan hydrolik. Tempat pemisahan air. 565 .9. dipasang pada saluran hisap dan kemungkinannya di dalam tangki. ada macam-macam filter yaitu : • Suction filter. penggerak mula. Juga berfungsi untuk memutar cairan yang baru datang sehingga memiliki kesempatan lebih lama untuk menyebarkan panas. 16. 16. kontaminasi akibat oksidasi dan sebagainya.9.(b) Gambar 103.4 Baffle Plate Baffle Plate berfungsi sebagai pemisah antara cairan hydrolik baru datang dari sirkulasi dan cairan hydrolik yang akan dihisap oleh pompa. Menghilangkan panas dengan menyebarkan panas ke seluruh badan tangki.

Penghasilan pompa (misal pompa roda gigi) secara teoritis dapat dihitung dengan rumus : Q = penghasilan pompa teoritis (liter/min. dipasang pada saluran tekan dan berfungsi untuk mengamankan komponen-komponen yang dianggap penting.Pressure line filter. katupkatup. aktuator dan setiap konektor.m) V = volume cairan yang dipindahkan tiap putaran (cm³) Penghasilan pompa tergantung pada besar tekanan kerja sistem hydrolik. Suction Filter 16.V n = putaran pompa (r. dipasang pada saluran balik untuk menyaring agar kotoran jangan masuk ke dalam tangki. Gambar menunjukan proses penyaringan. kebocoran dapat terjadi pada pompa hydrolik. • Return line filter. Informasi kita temukan pada diagram karakteristik pompa : 566 .10 Pengetesan Efisiensi Pompa Hydrolik Efiensi ialah perbandingan antara output dan input dinyatakan dalam persen (%). Secara keseluruhan.(?v ).) Q = n. Perbedaan antara output dan input dikarenakan adanya kerugian-kerugian diantaranya terjadinya kebocoran di dalam pompa sehingga akan mengurangi volume output. sehingga dalam hal ini perbandingan antara volume cairan hydrolik secara efisien menghasilkan daya sebanding dengan penghasilan pompa disebut efisiensi volumetrik.p. Kebanyakan sistem hydrolik selalu memasang suction filter. Semakin besar tekanan penghasilan pompa (Q) akan semakin berkurang. • Gambar 104.

QL= 0. 567 .3 l/min Jadi efisiensi volumetrik (?v ) = 87 % 16. kebocoran 1. Jadi efesiensi volumetrik (?v ) = 94 % Untuk pompa yang lama. Susunan urutannya dapat kita jelaskan sebagai berikut : Isyarat (Sinyal) masukan atau input element yang mendapat energi langsung dari pembangkit aliran fluida (pompa hydrolik) yang kemudian diteruskan ke pemroses sinyal.• • • Apabila p = 0. Isyarat Pemroses atau processing element yang memproses sinyal masukan secara logic untuk diteruskan ke final control element.7 l/min. Garis lengkung pada diagram menunjukan efisien volumetrik pompa (?v ) Diagram 105. Q(p=0)= 10 l/min. Q(p=230)= 9. Q(p=230) = 8. QL= 1. kebocoran 6 % pada p = 230 bar. penghasilan pompa Q penuh (Q teoristis) Apabila p > 0.3 % pada p= 230 bar. Efisiensi Volumetrik Contoh : Ukuran pompa yang baru . penghasilan pompa berkurang karena adanya kebocoran dan secara logika semakin tinggi tekanan akan makin besar pula kebocoran.6 l/min.4 l/min. Q(p=0)= 10 l/min.11 Unit Pengatur (Control Element) Cara-cara pengaturan/pengendalian di dalam sistem hydrolik.

.......... Katup Pengontrol Aliran (Flow Control Valves) e.. Katup Satu Arah (Non Return Valves) c..... katup popet digolongkan menjadi : Katup Bola (Ball Seat Valves) Katup Kones (Cone Popet Valves) Katup Piringan (Disc Seat Valves) o Katup Geser (Slide Valves) Longitudinal Slide Plate Slide (Rotary Slide Valves) Menurut fungsinya katup-katup dikelompokan sebagai berikut : a........ Sebutkan dan jelaskan syarat-syarat cairan hidrolik? b..... Bagaiman cara pemeliharaan cairan hidrolik? 17... Apabila viskositas terlalu rendah maka film oli yang terbentuk akan sangat tipis sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan..... tenaga pompa akan semakin berat untuk melawan gaya viskositas cairan 2) Indeks Viskositas yang baik Dengan viscosity index yang baik maka kekentalan cairan hydrolik akan stabil digunakan padansistem dengan perubahan suhu kerja yang cukup fluktuatif... Menurut desain konstruksinya katup-katup tersebut dikelompokan sebagai berikut : o Katup Poppet (Poppet Valves) yaitu apabila untuk menutup katup tersebut dengan cara menekan anak katup (bola atau kones atau piringan) mendapat dudukan .. Demikian juga bila viskositas terlalu kental. Katup Buka-Tutup (Shut-Off Valves).. Menurut jenis katupnya.. Oleh karena itu perlu cairan yang tahan api. 17.......... Komponen-komponen kontrol tersebut di a tas biasa disebut katup-katup (Valves).....1 Soal-Soal a...... 3) Tahan api (tidak mudah terbakar) Sistem hydrolik sering juga beroperasi ditempat-tempat yang cenderung timbul api atau berdekatan dengan api....... Cairan hidrolik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut : 1) Kekentalan (Viskositas) yang cukup Cairan hydrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi fungsinya sebagai pelumas.2 Kunci Jawaban a.Sinyal pengendali akhir (final control element) akan mengarahkan output yaitu arah gerakan aktuator (working element) dan ini merupakan hasil akhir dari sitem hydrolik... Katup Pengarah (Directional Control Valves) b.. 17............. Soal formatif.. Katup Pengatur Tekanan (Pressure Control Valves) d.. 568 .......

4) Tidak berbusa (Foaming) Bila cairan hydrolik banyak berbusa akan berakibat banyak gelembung-gelembung udara yang terperangkap dlam cairan hydrolik sehingga akan terjadi compressable dan akan mengurangi daya transfer. 3) Pompakanlah cairan hydrolik dari drum ke tangki hydrolik melalui saringan (pre-filter). Disamping itu. 569 . Gunakan juga peralatan yang bersih untuk memasukannya. b. 8) Minimal compressibility Secara teoritis cairan adalah uncomprtessible (tidak dapat dikempa). 2) Pastikan menggunakan cairan hydrolik yang benar-benar bersih untuk menambah atau mengganti cairan hydrolik kedalam sistem. Tetapi kenyataannya cairan hydrolik dapat dikempa sampai dengan 0. Hal ini untukk menantisipasi terjadinya block (penyumbatan) oleh cairan hydrolik yang membeku. Titik beku atau titik cair yang dikehendaki oleh cairan hydrolik berkisar antara 10°-15° C dibawah suhu permulaan mesin dioperasikan (star-up).5 % volume untuk setiap penekanan 80 bar oleh karena itu dipersyaratkan bahwa cairan hydrolik agar seminimal mungkin dpat dikempa. 7) Demulsibility (Water separable) Yang dimaksud dengan de-mulsibility adalah kemampuan cairan hydrolik. dengan adanya busa tadi kemungkinan terjilat api akan lebih besar. 6) Buatlah interval penggantian cairan hydrolik sedemikian rupa sehingga oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar. 7) Cegah jangan sampai terjadi kontamisnasi gunakan filter udara dan filter oli yang baik. 5) Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki yang rapat-sambung sendiri yang ada pada saluran balik. Pemeliharaan Cairan Hydrolik 1) Simpanlah cairan hydrolik (drum) pada tempat yang kering. 6) Tahan korosi dan tahan aus Cairan hydrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi karena dengan tidak terjadi korosi maka kontruksi akan tidak mudah aus dengan kata lain mesin akan awet. (periksa dengan pemasok cairan hydrolik). karena air akan mengakibatkan terjadinya korosi bila berhubungan dengan llogam. dingin dan terlindungi (dari hujan. panas dan angin). 5) Tahan dingin Tahan dingin adalah bahwa cairan hydrolik tidak mudah membeku bila beroperasi pada suhu dingin. 4) Pantaulah (monitor) dan periksalah secara berkala dan berkesinambungan kondisi cairan hydrolik.

. Udara mudah disalurkan dari suatu tempat ke tempat lain... misal kering... h. Selain keuntungan di atas.... Aman. e. Kecepatan dan daya dorong yang mudah diatur... dan mengandung sedikit pelumas agar mengurangi gesekan pada katup-katup dan aktuator. pembuka pintu otomatis.. 10) Bila akan mengganti cairan hydrolik (apa lagi bila cairan hydrolik yang berbeda)...... demikian pula seluruh sistem harus dibilas (flushed) secara baik dan benar-benar bersih. sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi persyaratan tertentu.. Memerlukan instalasi penghasil udara bertekanan (kompresor).. melepas velg mobil. b. bila perlu pasang pendingin (cooling) atau bila terjadi periksalah penyebab terjadinya gangguan.. 18 Rangkuman BAB VIII..... d. d... Udara memiliki banyak manfaat serta mudah dimanfaatkan. atau pasang unloading pump atau excessive resistence. sistem pneumatik juga memiliki kekurangan diantaranya sebagai berikut : a. Sistem pneumatik memiliki keuntungan sebagai berikut : a.... katup roll dan sebagainya) pemroses sinyal 570 . c. Secara garis besar urutan kerja sistem pneumatik dimulai dari sumber energi udara bertekanan (kompresor)sinyal input (katup tekan. b. Udara mudah disimpan di tabung.. Sistem Pneumatik Pneumatik merupakan ilmu yang mempelajari tentang teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa). pengepakan industri makanan dan sebagainya. g. Fluida yang digunakan merupakan udara yang memiliki ketersediaan yang tak terbatas di alam.... 9) Perbaikilah dengan segera bila terjadi kebocoran dan tugaskan seorang maitenanceman yang terlatih.... Udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang berbahaya..... memiliki tekanan yang cukup. Sistem pneumatik memiliki aplikasi yang luas seperti menambah tekanan ban.8) Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan. Mudah terjadi kebocoran. f... Udara yang bertekanan mudah mengembun. Menimbulkan suara bising. c.... alat pemasang kampas rem tromol mobil. Udara dapat fleksibel digunakan pada berbagai temperatur yang diperlukan. dongkrak.. pastikan bahwa komponen dan seal-sealnya cocok dengan cairan yang baru.. 1..

Syarat-syarat cairan hidrolik yang digunakan harus memiliki kekentalan (viskositas) yang cukup. tahan api. tahan korosi dan tahan aus. 571 . tidak berbusa. Disini akan dijelaskan cara penamaan katup pneumatik 5/2. sehingga sistem hidrolik jarang digunakan pada industri makanan maupun obat-obatan. Kelemahan sistem hidrolik sebagai berikut : a. dan d) Nama tambahan lain sesuai dengan karakteristik katup. Sistem Hidrolik Fluida yang digunakan dalam sistem hidrolik adalah oli. memiliki indek viskositas yang baik. Sistem hidrolik juga memiliki kelemahan dan kelebihan. Katup berfungsi untuk mengatur atau mengendalikan arah udara kempa yang akan bekerja menggerakan aktuator. d) Jenis penggerak katup.3. minimla konpressibility. b) Jumlah posisi kerja. b.2. NOR. rotari dll). Sedangkan kelebihan sistem hidrolik diantaranya adalah . Apabila terjadi kebocoran akan mengotori sistem. Katup-katup pneumatik diberi nama berdasarkan pada: a) Jumlah lubang/saluran kerja ( port). Ruang/Posisi (14 12) Ruang/Posisi 4 a 2 12 14 a b 5 1 b 3 Nomor Lubang/Port (1.5. OR.atau prosessor (katup kontrol. dengan kata lain katup ini berfungsi untuk mengendalikan arah gerakan aktuator. silinder ganda. dll) pengendali sinyal (katup pengendali sinyal) aktuator atau output (silinder penggerak tunggal. Fluida yang digunakan (oli) harganya mahal. tahan dingin.4 ) 2.

b. pompa torak aksial. c. Tenaga yang dihasilkan sistem hidrolik besar sehingga banyak diaplikasikan pada alat berat seperti crane. Macam-macam pompa hidrolik diantaranya adalah pompa roda gigi. Silinder hydrolik bergerak secara translasi sedangkan motor hydrolik bergerak secara rotasi. b. Komponen-komponen sistem hidrolik sebagai berikut : a. Oli juga bersifat sebagai pelumas sehingga tingkat kebocoran lebih jarang dibandingkan dengan sistem pneumatik. kerek hidrolik dll. pompa torak radial dan pompa sekrup. pompa sirip burung. katup satu arah dll) aktuator (silinder hidrolik atau rotari). Urutan kerja sistem hidrolik dimulai dari sumber tenaga (pompa) sinyal (katup hidrolik) katup pemroses sinyal (katup cekik.a. maupun motor hydrolik. Pompa hidrolik Pompa hidrolik berfungsi mengisap fluida oli hydrolik yang akan disirkulasikan dalam sistim hydrolik. Tidak berisik. Aktuator hidrolik Aktuator hydrolik dapat berupa silinder hydrolik. 572 .

Teknologi Otomasi semakin berkembang dengan pesat sejak munculnya mikroprosesor pada tahun 1973. Teknologi Otomasi mulai ada sejak berabad-abad yang lalu. terutama sejak ditemukannya komponen cam dan governor.BAB IX PROSES PRODUKSI INDUSTRI MODERN 1. Pada tahun 1934. baik yang secara khusus misalnya 573 . Hazien memperkenalkan istilah servo mekanisme untuk sistem kontrol posisi. Pada dekade 1940-1950 pemakaian sistem kontrol otomatis telah berkembang. membahas desain servo mekanisme relay yang mampu mengikuti dengan baik masukan yang berubah. sejak itu teknolologi otomasi telah memasuki berbagai sektor kegiatan manusia. Pada tahun 1932. dan komponen elektronik seperti transistor. Perkembangan selanjutnya telah semakin cepat setelah ditemukannya komponen mikroelektronik dalam bentuk IC (Integrated Circuit) pada awal tahun 1960–an. Gambar 1. Penggunaan robot dalam sistem otomasi Industri Selanjutnya secara berangsur angsur mulai memanfaatkan komponen elektronik-mekanik seperti relay. Sejarah Perkembangan Otomasi Industri …. Nyquist mengembangkan suatu prosedur yang relatif sederhana untuk menentukan kestabilan sistem loop tertutup pada basis respon loop terbuka terhadap masukan tunak (Steady State) Sinusoida. mulai tahun 1960 dengan berkembangnya perangkat peralatan (plant) dengan multi masukan dan multi keluaran maka sistem kontrol menjadi semakin kompleks.

sehingga proses pencuciannya dapat diprogram seperti yang diharapkan. Meski dengan jumlah karyawan yang sedikit namun mampu menghasilkan produk yang banyak dan dengan kualitas yang sama baiknya. Kontruksi fixed automation biasanya masih menggunakan peralatan mekanik. Proses produksi industri manufaktur mobil maupun sepeda motor di Indonesia sudah semakin pesat. Dalam aplikasinya kegiatan proses produksi kedua cakupan pengertian di atas pada dasarnya sangat banyak digunakan. Gambar 2. Mesin cuci modern biasanya menggunakan sistem otomasi loop tertutup. Penggunaan robot dalam sistem otomasi Industri mobil Teknologi Otomasi yang pada awalnya banyak diartikan sebagai pemakaian suatu sistem pengatur yang mampu menggerakan suatu kontruksi mekanik (manipulator) secara mandiri tanpa campur tangan manusia. yaitu fixed automation (otomasi tetap) dan flexible Automation (otomasi fleksibel). Sebagai contoh 574 . Sedangkan fleksibel automation sudah menggunakan sistem pengatur berbasis komputer. Pengertian teknologi otomasi yang didefisinikan sebagai penggunaan sistem pengatur yang mampu menggerakkan suatu manipulator atau kontruksi mekanik secara mandiri tanpa campur tangan manusia melahirkan suatu disiplin ilmu baru yang disebut sebagai mekatronika. maupun secara umum dalam berbagai bentuk barang yang ada di sekeliling kita seperti Telefak. Sistem pengatur berbasis komputer dirancang agar mudah dirubah sesuai dengan kebutuhan. dewasa ini makin berkembang dengan dimasukkannya pengertian tentang kemampuan untuk mengatur pengolahan data secara mandiri. Pada dasarnya teknologi otomasi dibedakan menjadi dua.di dalam dunia manufaktur. Mesin suci dan sebagianya.

yang bertujuan mendapatkan keuntungan yang sebesarbesarnya dengan biaya yang serendah-rendahnya. Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi. Setiap perusahaan selalu berusaha untuk efisien dan efektif dalam melakukan proses produksinya. Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan antara lain dengan cara mengurangi biaya produksi. namun ada pula yang harus dirancang secara khusus untuk jenis pemakian tertentu seperti mesin-mesin khusus. Pemilihan yang salah merupakan cacat bawaan yang akan sukar untuk diperbaiki nantinya. elektrik. Pembahasan akan lebih diarahkan pada teknologi otomasi dalam bentuk pengaturan gerak manipolator atau konstruksi mekanik yang terdapat dalam berbagai bentuk peralatan pabrik. Pemilihan peralatan yang sesuai dengan proses produksi yang hendak dilakukan merupakan tahap awal yang sangat menentukan tinggi rendahnya effisiensi proses produk tersebut. sistem pengisian tandon otomatik. sedangkan teknolgi otomasi yang banyak di terapkan adalah dalam bidang produksi. Dalam pembahasan selanjutnya. termasuk biaya tenaga kerja. tanpa melakukan penggantian peralatan yang salah tersebut secara keseluruhan. Inventory Control. Jiq dan Fixtures. dan juga mekanik. Pengaturan yang akan dikembangkan berbasisi pada sistem kontrol pneumatik. Teknologi modern ditandai dengan penggunaan fleksible automation yang semakin meluas. AGV dsb nya. Fleksible Automation akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan mikroeletronika yang mendasar Pemanfaatan teknologi otomasi pada proses produksi meliputi bidang yang sangat luas. 2. Rancangan konstruksi dari berbagai peralatan di atas ada yang dapat dibuat secara umum sehingga dapat diproduksi secara masal. Sales dan Marketing. Engineering. Meningkatnya kualitas hidup berdampak pada gaji tenaga kerja terampil yang semakin mahal. Industrial Engineering banyak yang lebih berupa pengolahan secara otomatis data elektronis. seperti mesin perkakas CNC robot industri. gerakan robot dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan. Proses otomasi yang dapat kita lihat sehari-hari antara lain: mesin cuci otomatik. 575 . hidrolik. Otomasi Teknik Produksi …. Production Planning dan Control. berbagai jenis conveyor. juga penggunaan mesin perkakas CNC. dari kegiatan seperti pada bagian Product Design. pengering tangan otomatik. dan sebagainya. akan dibahas lebih jauh teknologi otomasi yang diterapkan dalam industri pengolahan serta pemesinan logam.penggunaan robot industri. Pemanfaatan teknologi otomasi dalam proses produksi merupakan sebagian kecil saja dari penggunaan teknologi tersebut. Sebagian besar aplikasinya dimanfaatkan secara luas dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

bersih. Jadi otomasi menghemat tenaga manusia. ``Otomasi`` adalah mengubah penggerakan atau pelayanan dengan tangan menjadi pelayanan otomatik pada penggerakan dan gerakan tersebut berturut-turut dilaksanakan oleh tenaga asing (tanpa perantaraan tenaga manusia). Hidrolik mampu menghasilkan daya besar. listrik.Tenaga kerja terampil umumnya menuntut gaji yang besar. Istilah otomasi berasal dari otomatisasi. Gerakan-gerakan yang biasa dilakukan manusia seperti menggeser. Pneumatik d apat dibebani lebih. dan lain-lain telah dapat digantikan oleh gerakan aktuator mekanik. Dengan kata lain banyak perusahaan melakukan otomasi produksinya. jenuh. Penggeser pneumatik dan robot industri yang siap menggantikan tenaga manusia 576 . Terutama suatu penempatan yang menguntungkan dari unsur-unsur pelayanan adalah mengurangi banyaknya gerakan-gerakan tangan sampai seminimum mungkin. menempa. Gambar 3. dan lain-lain. Padahal tenaga kerja terampil sebagai manusia pada umumnya memiliki keterbatasan seperti kelelahan. sakit. namun memiliki keterbatasan temperatur dan cenderung kotor. Dewasa ini perusahaan selalu berupaya untuk mengganti pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh manusia untuk digantikan dengan mesin-mesin dalam rangka efisiensi dan peningkatan kualitis produksinya. bahkan kadang menuntut kenaikan gaji melalui demonstrasi yang dapat menghentikan aktivitas perusahaan. dan aman. namun untuk menghasilkan udara bertekanan diperlukan peralatan mahal seperti kompresor dan katup-katup. pneumatik. namun mudah terbakar bila dibebani lebih. Pemilihan aktuator tersebut akan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan. Masing-masing aktuator memiliki kelebihan dan kelemahan. mengangkat. misalnya lebih fleksibel dan bersih. Menurut Thomas Krist yang dikutip Dines Ginting (1993). hydrolik. belakangan ini istilah otomatisasi tidak lagi banyak digunakan.

577 . Dalam beberapa tahun ini perkembangan full otomasi telah berkembang pesat terutama pada industri manufaktur mobil maupun industri yang lain.Penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin akan meningkatkan produktivitas dan efensiensi kerja. Penggantian ini sangat tepat terutama pada industri bahan dasar. 3. Otomasi sebagian berarti sistem masih memerlukan tenaga kerja untuk mengoperasikan mesin. Namun dalam perkembangannya PLC merupakan sistem yang dapat dikendalikan secara terprogram. Faktor ini juga sangat menentukan kedayagunaan dan manfaat ekonomis dari produksi. Pengalihan gerakan dari tenaga manusia ke mesin dapat dilakukan sebagian maupun keselurahan. dimana akan mengurangi resiko kecelakaan kerja dan meningkatkan kenyamanan peroduksi. sedangkan otomasi lengkap berarti semuanya dapat dikerjakan oleh mesin. Gambar 4. Robot Industri dalam proses manufacturig 3. tenaga manusia hanya bertindak sebagai programmer dari mesin tersebut. Pada saat itu PLC penggunaannya masih terbatas pada fungsi-fungsi kontrol relay saja. industri kimia dan tungku pengecoran logam bertemperatur tinggi. Selanjutnya hasil rancangan PLC mulai berbasis pada bentuk komponen solid state yang memiliki fleksibelitas tinggi. PLC awalnya merupakan sebuah kumpulan dari banyak relay yang pada proses sekuensial dirasakan tidak fleksibel dan berbiaya tinggi dalam proses otomatisai dalam suatu industri. Kerja tersebut dilakukan karena adanya prosesor pada PLC yang memproses program sistem yang dinginkan.1 Sejarah PLC Secara historis PLC (Programmable Logic Controllers) pertama kali dirancang oleh Perusahaan General Motor (GM) sekitar pada tahun tahun 1968. PLC (Programmable Logic Controllers) ….

misalnya modul ADC/DAC.(a) (b) Gambar 5. Kerja tersebut dilakukan karena adanya prosesor pada PLC yang memproses program yang dinginkan. (d) Jumlah input/output yang semakin banyak dan padat. PLC dilengkapi dengan port masukan (inputport) dan keluaran (outputport). (h) Beberapa jenis dan tipe PLC dilengkapi dengan modul-modul untuk tujuan kontrol kontinu. Relay tunggal (a) dan Sistem relay pada mesin CNC (b) Saat ini PLC telah mengalami perkembangan yang luar biasa.2 Pengenalan Dasar PLC Pada dasarnya PLC (Programmable Logic Controllers) merupakan sistem relay yang dikendalikan secara terprogram. Perusahaan PLC saat ini sudah memulai memproduksi PLC dengan beberapa ukuran. baik dari segi ukuran. modul Fuzzy dan lain-lain. instruksi dan kemampuan lainya yang beragam. (c) Memiliki kemampuan komunikasi dan sistem dokumentasi yang semakin baik. kepadatan komponen serta dari segi fungsinnya seiring perkembangan teknologi solid state. Adanya masukan dan keluaran PLC secara modul akan lebih mempermudah proses 578 . (b) Jenis instruksi/fungsi semakin banyak dan lengkap. (f) Waktu eksekusi program yang semakin cepat. Sehingga mampu untuk menjawab permasalahan kebutuhan kontrol yang komplek dengan jumlah input/output mencapai ribuan. PID. (g) Pemrograman relatif semakin mudah. Hal ini terkait dengan perangkat lunak pemrograman yang semakin user friendly. seperti jumlah input/output. Perkembangan dewasa ini pada dasarnya dilakukan agar memenuhi dan memberikan solusi bagi kebutuhan pasar yang sangat luas. 3. Beberapa perkembangan perangkat keras maupun perangkat lunak PLC antara lain: (a) Ukuran semakin kecil dan kompak.

biasanya dibuat PLC Training Unit untuk keperluan pelatihan bagi siswa maupuin praktisi industri agar lebih mendalami dan memahaminya 579 . Adapun jenis hardware dapat berupa unit PLC berbagai merek.pengawatan (wiring) sistem. LG. PLC Omron type ZEN (a) dan Siemens (b) Agar lebih mengenal fungsi dan cara kerja PLC pada umumnya. seperti contoh berikut berikut: (a) (b) Gambar 6. seperti OMRON. Pada dasarnya PLC terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Siemens. dan lain lain.

3.3. Logika pensaklaran AND seperti sakelar NO dan NOT AND seperti saklar NC.Gambar 7. Instruksi ini dibutuhkan jika urutan kerja pada sistem kendali hanya membutuhkan satu kondisi logic saja untuk satu output. Simbol ladder diagram dari LD dan LD NOT seperti Gambar 8 di bawah ini: LD LD NOT Gambar 8. Pada setiap akhir program harus di instruksikan kalimat END yang oleh PLC dianggap sebagai batas akhir dari program.1 LOAD (LD) dan LOAD NOT (LD NOT) LOAD adalah sambungan langsung dari line dengan logika pensakelarannya seperti sakelar NO. PLC Training Unit 3.3.2 AND dan NOT AND (NAND) Jika memasukkan logika AND maka harus ada rangkaian yang berada di depannya. 3. Instruksi-instruksi dasar PLC Instruksi (perintah program) merupakan perintah agar PLC dapat bekerja seperti yang diharapkan. Instruksi END tidak ditampilkan pada tombol operasional programming console. sedangkan LOAD NOT logika pensakelarannya seperti sakelar NC. Simbol logika LOAD dan LOAD NOT. akan tetapi berupa sebuah fungsi yaitu FUN (01). karena penyambungannya seri. 3. Instruksi tersebut dibutuhkan jika urutan kerja sistem kendali lebih dari 580 .

di bawah ini: OR Gambar 10. Logika pensaklaran OR seperti saklar NO dan logika pensaklaran NOT OR seperti saklar NC. Simbol ladder diagram dari AND dan NOT AND seperti Gambar 9. Logika AND dan NOT AND (NAND) S1 0 0 1 1 S2 0 1 0 1 AND 0 0 0 1 NAND 1 1 1 0 3.satu kondisi logic yang terpenuhi semuanya untuk memperoleh satu output. Simbol ladder diagram dari OR dan OR NOT seperti gambar 11. Simbol logika AND dan NOT AND Tabel 1. Simbol logika OR dan NOT OR NOT OR 581 .3 OR dan NOT OR OR dan NOT OR (NOR) dimasukkan seperti saklar posisinya paralel dengan rangkaian sebelumnya. di bawah ini: AND NOT AND Gambar 9.3. instruksi tersebut dibutuhkan jika urutan kerja sistem kendali membutuhkan salah satu saja dari beberapa kondisi logic terpasang paralel untuk mengeluarkan satu output.

Aturan aljabar saklar AND 0n a=0 1n a=a 0 a 1 a an a=a an a=0 a a a a an b = bn a a b b a an bn c = (a n b) n c = a n (b n c) a b c a b c a b c 582 .Tabel 2. Logika OR dan NOT OR (NOR) S1 0 0 1 1 S2 0 1 0 1 OR 0 1 1 1 NOR 1 0 0 0 Tabel 3.

Logika pensaklaran OUT seperti sakelar NO dan logika pensaklaran OUT NOT seperti sakelar NC. Aturan aljabar saklar OR 0va=a 0 1va=1 1 ava=a a ava=a a a a a a avb = bva a b b a avbvc = (a v b) v c = a v (b v c) a a b c a b c b c 3.Tabel 4. di bawah ini OUT OUT NOT Gambar 11.4 OUT dan OUT NOT Digunakan untuk mengeluarkan Output jika semua kondisi logika ladder diagram sudah terpenuhi. Simbol ladder diagram dari OUT dan OUT NOT seperti Gambar 11.3. 583 . . Simbol logika OUT dan OUT NOT.

Nilai TIMER/COUNTER bersifat menghitung mundur dari nilai awal yang ditetapkan oleh program. Simbol logika AND LOAD.3. Simbol ladder diagram dari OR LD seperti gambar 13 di bawah ini: OR LD Gambar 13. Setelah hitungan tersebut mencapai angka nol. 584 . Simbol ladder diagram dari AND LD seperti gambar 12.5 AND LOAD (AND LD) Digunakan untuk kondisi logika ladder diagram yang khusus dimaksudkan untuk mengeluarkan satu keluaran tertentu.3.3. di bawah ini: AND LD Gambar 12. Simbol logika OR LOAD.3. 3. maka kontak NO TIMER/COUNTER akan bekerja.7 TIMER (TIM) dan COUNTER (CNT) .6 OR LOAD (OR LD) Digunakan untuk kondisi logika ladder diagram yang khusus dimaksudkan untuk mengeluarkan satu keluaran tertentu. 3. Jika suatu nomor sudah dipergunakan sebagai TIMER/COUNTER. .Jumlahnya bergantung dari masing-masing tipe PLC. maka nomor tersebut tidak boleh lagi dipakai lagi sebagai TIMER/COUNTER yang lain.

misalnya untuk menjalankan atau menghentikan motor. Dalam hal tersebut seperti misalnya device masukan yang digunakan adalah push button yang bekerja secara Normally Open (NO) ataupun Normally Close (NC).. proximity sensors dan lain-lain. Simbol ladder diagramnya seperti Gambar 14 di bawah ini: N SV CP R TIMER Keterangan : N : Nomor T/C SV : Set Value COUNTER Keterangan : CP : Pulsa R : Reset Gambar 14. level switch. foot switch. Sedangkan COUNTER mempunyai orde angka BCD dan mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999. 3. flow switch. Gambar15.4. 585 .TIMER mempunyai batas hitungan antara 0000 sampai 9999 dalam bentuk BCD (binary Code Decimal) dan dalam orde sampai 100 ms. Device Masukan Device masukan merupakan perangkat keras yang digunakan untuk memberikan sinyal kepada modul masukan. Sistem PLC memiliki jumlah device masukan sesuai dengan sistem yang diinginkan. Ada bermacam -macam device masukan yang dapat digunakan dalam pembentukan suatu sistem kendali seperti misalnya: selector switch. memperlihatkan macammacam sim bol masukan. Simbol logika TIMER dan COUNTER. Fungsi dari device masukan untuk memberikan perintah khusus sesuai dengan kinerja device masukan yang digunakan.

NO Pushbutton b. Contoh simbol device masukan 3.5. Modul Masukan Modul masukan adalah bagian dari sistem PLC yang berfungsi memproses sinyal dari device masukan kemudian memberikan sinyal tersebut ke prosesor. Masing-masing modul mempunyai jumlah terminal tertentu. NO Flow Switch Gambar 15. NO Limit Switch d. Gambar 16 memperlihatkan modul masukan atau keluaran yang penempatannya menggunakan rak. yang berarti modul tersebut dapat melayani beberapa device masukan. NC Pushbutton c. Pada jenis PLC tertentu terdapat modul masukan yang ditempatkan langsung satu unit dengan prosesor ataupun catu daya dan tidak ditempatkan dengan sistem rak. Pada umumnya modul masukan ditempatkan pada sebuah rak. Sistem PLC dapat memiliki beberapa modul masukan.Keterangan : a. 586 .

587 . Hal ini sangat membantu untuk keperluan perawatan ketika timbul masalah terhadap sistem. Gambar 17 dan Gambar 18. Program Loader sering disebut sebagai device programmer yaitu alat yang digunakan untuk melakukan pengisian program ke CPU. Desktop. Device programmer membuat program PLC menjadi lebih fleksibel. Gambar 17. Slot Modul masukan atau keluaran PLC 3. memperlihatkan contoh gambar device programmer. Device Masukan Program Device masukan program berfungsi sebagai sarana untuk memasukkan atau mengisikan program ke dalam prosesor PLC yang disebut dengan pengisi program (program loader). Jenisjenis device programmeran yang sering digunakan adalah desktop.Gambar 16. Device programmer memperbolehkan pemakai untuk melakukan pengubahan program kendali baru (modifikasi) atau memeriksa benar atau tidaknya program yang telah diisikan ke dalam memori.6. handled programmer dan device programmer yang memang khusus dibuat oleh pembuat PLC.

7. (OMRON) 3. Gambar 19.Gambar 18. (a) Simbol lampu indicator (b) Motor listrik dan simbolnya 588 . sirine. memperlihatkan contoh simbol dari device keluaran yang sering digunakan. Handled Programmer. lampu indikator. Device Keluaran Device keluaran adalah komponen-komponen yang memerlukan sinyal untuk mengaktifkan komponen tersebut. Sistem PLC mempunyai beberapa device keluaran seperti motor listrik.

Perangkat Keras PLC Sistem PLC menggunakan prinsip pemodulan yang memiliki beberapa keuntungan.10. sehingga modul keluaran sebagai sakelar yang menyalurkan catu daya dari catu daya luar ke device keluaran. bagian masukan/keluaran. Device keluaran disambungkan ke modul keluaran dan akan aktif pada saat sinyal diterima oleh modul keluaran dari prosesor sesuai dengan program sistem kendali yang telah diisikan ke memorinya. Sistem PLC memiliki tiga komponen utama yaitu unit prosesor.9. dikurangi ataupun dirancang ulang untuk mendapatkan sistem yang lebih fleksibel. Modul Keluaran PLC dapat mempunyai beberapa modul keluaran tergantung dari ukuran dan aplikasi sistem kendali.8. Contoh device keluaran dan simbolnya 3. Perangkat Lunak PLC Pemrogramman PLC terdiri dari instruksi-instruksi dasar PLC yang berbentuk logika pengendalian sistem kendali yang diinginkan. akan dijelaskan lebih rinci dengan gambar diagram blok sistem PLC seperti terdapat pada Gambar 20.(c) Katup penggerak Solenoid Gambar 19. Urutan kerja dari gambar diagram blok di atas dimulai dari device masukan yang akan memberikan sinyal pada modul masukan. Bahasa programmeran biasanya telah disesuaikan dengan ketentuan dari pembuat PLC itu sendiri. 3. Diagram kerja tiga komponen utama di atas. dan device pemrograman. Dalam hal ini setiap pembuat PLC memberikan aturan-aturan tertentu yang sudah disesuaikan dengan programmeran CPU yang digunakan PLC. Sinyal tersebut diteruskan ke prosesor dan akan diolah sesuai dengan 589 . 3. Catu daya yang digunakan untuk mengaktifkan device keluaran tidak langsung dari modul keluaran tetapi berasal dari catu daya dari luar. seperti komponen-komponennya dapat ditambah.

Gambar 20. NO. Programmeran tersebut akan memudahkan programmer dalam mentransisikan logika pengendalian khususnya bagi programmer yang memahami logika pengendalian sistem kontrol panel. Untuk memudahkan pemahamannya. Simbol-simbol tersebut tidak dapat dipresentasikan sebagai komponen. Diagram Blok PLC 3. Untuk lebih mempermudah pemahaman mengenai hubungan I/O dengan perangkat lunak 590 . Sinyal dari prosesor kemudian diberikan ke modul keluaran untuk mengaktifkan device keluaran. koil relay masukan berada di luar perangkat sehingga tidak dapat tergambar di perangkat lunak dan hanya memiliki kontak-kontak pada perangkat lunak. Diagram ini menyerupai diagram dasar yang digunakan logika kendali sistem kontrol panel dimana ketentuan instruksi terdiri dari koil-koil. 3.program yang dibuat. titik masukan modul masukan dapat dianggap sebagai koil relay yang masingmasing memiliki alamat tertentu. Hubungan Input/Output (I/O) dengan Perangkat Lunak Pada saat pemrogram (programmer) bekerja dengan bahasa ladder logic.12. Banyaknya titiktitik keluaran terletak di modul keluaran. programmer harus mengerti hubungan I/O dengan perangkat lunak. Ladder Logic Ladder logic adalah bahasa programmeran dengan bahasa grafik atau bahasa yang digambar secara grafik. tetapi d alam programmerannya simbol-simbol tersebut dipresentasikan sebagai fungsi komponen sebenarnya. NC dan dalam bentuk penyimbolan.11.

Karena sebagai device masukan berupa push button 1 ON saat ditekan saja (NO) maka untuk membuat lampu itu menyala terus. kejadian tersebut mengakibatkan lampu menyala. menganalisa. Sinyal selanjutnya mengalir melalui holding relay tersebut dan lampu akan menyala terus dan akan mati apabila pushbutton 2 ditekan karena terputusnya tegangan dalam hal ini karena pushbutton 2 sebagai NC. Processor Prosesor adalah bagian pemroses sistem PLC yang membuat keputusan logika. Apabila lampu indikator sebagai device keluaran. Keputusan yang telah dibuat berdasarkan program tersimpan dalam memori. Hal 591 . sehingga jika keadaan ON maka sinyal mengalir menuju modul masukan (dengan anggapan pemahaman bahwa terdapat koil) hal tersebut mengakibatkan kontak dari unit input di dalam perangkat lunak akan bekerja. Hubungan antara I/O dengan perangkat lunak.13. Prosesor adalah bagian dari Central Processing Unit (CPU) dari PLC yang menerima. Gambar 21 memperlihatkan bahwa apabila push button 1 ditekan maka unit input X1 menjadi ON. koil keluaran perangkat lunak memiliki internal relay yang dapat digunakan sebagai pengunci (holding). Di dalam CPU PLC dapat dibayangkan seperti sekumpulan ribuan relay.Gambar 21 memperlihatkan gambar hubungan antara I/O dengan perangkat lunak. memproses dan memberikan informasi ke modul keluaran. Sesuai dengan prinsip pemahaman bahwa titik masukan sebagai koil relay yang mempunyai kontak di perangkat lunak. Gambar 21. Peristiwa itu tersebut mengakibatkan koil keluaran perangkat lunak menerima sinyal tersebut sehingga unit output sebagai kontak koil akan bekerja. 3.

maka dapat diadakan programmeran. Apabila data dapat diubah. memperlihatkan contoh CPU PLC yang menggunakan sistem RAM.tersebut bukan berarti di dalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil tetapi berisi rangkaian elektronika digital yang dapat sebagai kontak NO dan NC relay. RAM digunakan untuk keperluan memori karena RAM mudah diubah dengan cepat ketika dibandingkan dengan jenis memori yang lain. Memori berfungsi sebagai tempat dimana informasi tersebut disimpan. CPU PLC (OMRON) 592 . Kerugian jenis memori tersebut adalah diperlukannya catu daya untuk menjaga agar memory tetap bekerja. Read Only Memory (ROM) adalah jenis memori yang semi permanen dan tidak dapat diubah dengan pengubah program. Ada bermacam-macam jenis serpih memori dalam bentuk Integrated Circuit (IC). Gambar 22. karena RAM dapat dibaca dan ditulis data untuk disimpan di RAM. RAM disebut juga sebagai memori baca/tulis. Gambar 22. Memori tersebut hanya digunakan untuk membaca saja dan jenis memori tersebut tidak memerlukan catu daya cadangan karena isi memori tidak akan hilang meskipun catu daya terputus Programmable Read Only Memory (PROM) adalah jenis lain dari memori yang bekerja hampir menyerupai ROM. PROM di rancang untuk diisi dengan program yang terprogram. Programmeran ulang dari PROM membutuhkan perlengkapan khusus yaitu PROM Programmer dimana PLC sendiri tidak dapat melakukannya. Masing-masing jenis memori memiliki keuntungan dan kerugian dan dipilih untuk spesifikasi yang terbaik untuk aplikasinya. Salah satu jenis memori yang digunakan dalam CPU PLC adalah Random Access Memory (RAM). dengan satu pengecualian yaitu bisa di program. Pada aplikasi PLC diperlukan catu daya cadangan yang digunakan untuk menjaga agar isi dari memori tidak hilang apabila tiba-tiba catu daya hilang.

5 Link Relay Link relay (LR) digunakan untuk data link pada PLC link system .1 Internal Relay Internal relay (IR) mempunyai pembagian fungsi seperti IR input. kondisi special I/O.14.3.2. informasi kondisi PLC.2 Special Relay Special relay (SR) merupakan relay yang menghubungkan fungsi-fungsi khusus seperti flag (misalnya: instruksi penjumlahan terdapat kelebihan digit pada hasilnya [carry flag]. kondisi CPU PLC. ditulis XXX .Bit atau contact yang terdiri dari 1 bit.14. IR input dan IR output adalah IR yang berhubungan dengan terminal input dan output pada PLC. 3.14.2. ditulis XXXXXX. 3.2. 593 .2 Memori PLC 3.2.4 Holding Relay Holding relay (HR) dapat difungsikan untuk menyimpan data (bit-bit penting) karena tidak hilang walaupun sumber tegangan PLC mati.14. 3. Dapat menunjukkan kondisi PLC yang disebabkan oleh kegagalan sumber tegangan. Link system digunakan untuk tukar-menukar informasi antar dua PLC atau lebih dalam satu sistem kendali yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dengan menggunakan PLC minimum dua unit. Optical I/O unit area.1 Aturan dasar penulisan memori PLC adalah : .Word atau channel yang terdiri dari 16 bit.14 Data dan Memory PLC 3. dua angka yang paling belakang menunjukkan nomor contact dan sisa angka yang depan menunjukkan nomer channel. Terdapat juga IR yang fungsinya untuk SYSMAC BUS area.14. 3. akan tetapi berada dalam internal memory PLC dan fungsinya untuk pengolahan logika program.3 Auxiliary Relay (AR) Auxiliary relay terdiri dari flags dan bit untuk tujuan khusus.2. dan Group 2 High density I/O unit area. kondisi input/output unit. kontrol bit PLC. 3. memori PLC dan lain-lain. dan system clock (pulsa).14.14. Special I/O Unit area. Sedangkan IR work area tidak dihubungkan ke terminal PLC. IR output dan juga IR work area (untuk pengolahan data pada program).

2. > DM link test area • DM link test area berfungsi untuk menyimpan informasiinformasi yang menunjukan status dari system link PLC. 3. Macam-macam DM adalah sebagai berikut: > DM read/write • Pada DM read/write data-data program dapat dihapus dan ditulis oleh program yang dibuat.14. 3. Kapasitas tergantung dari pada masingmasing tipe PLC yang dipakai. Tentu saja setup PLC tersebut disesuaikan dengan sistem kontrol yang bersangkutan. mengatur dan mendefinisikan sistem kerja special I/O unit.14.7 Timer/Counter Timer/counter (T/C) untuk mendefinisikan suatu waktu tunda /time delay (timer) ataupun untuk menghitung ( counter).2.2.14. 3. Pesan-pesan kesalahan system PLC yang di simpan berupa kode-kode angka tertentu. > DM special I/O unit • DM special I/O berfungsi untuk menyimpan dan mengolah hasil dari special I/O unit.2. Untuk TIM 000 sampai dengan TIM 015 dapat dioperasikan secara interrupt untuk mendapatkan waktu yang lebih presisi. > DM history Log • Pada DM history log disimpan informasi-informasi penting pada saat PLC terjadi kegagalan sistem operasionalnya.9 Upper Memory Upper memory (UM) berfungsi untuk menyimpan dan menjalankan program.8 Data Memory Data memory (DM) berfungsi untuk menyimpan data-data program karena isi DM tidak akan hilang (reset) walaupun sumber tegangan PLC mati. > DM setup DM setup berfungsi untuk kondisi default (kondisi kerja saat PLC aktif).6 Temporary Relay Temporary relay (TR) berfungsi untuk menyimpan sementara kondisi logika program pada ladder diagram yang mempunyai titik percabangan khusus. 594 . Pada DM inilah kemampuan kerja suatu PLC didefinisikan untuk pertama kalinya sebelum PLC tersebut diprogram dan dioperasikan pada suatu sistem kontrol. sehingga sangat berguna untuk manipulasi data program. ada yang mempunyai orde 10 ms yaitu TIMH(15). Untuk timer mempunyai orde 100 ms.14.3.

DM dapat difungsikan untuk menyimpan data-data penting yang tidak boleh hilang waktu sumber tegangan mati a memanipulasi tau program. kontak NO dan NC. ⇒ DM tidak mempunyai kontak. sedangkan memori yang lainnya akan hilang. 3. Catu daya dalam merupakan bagian dari unit PLC itu sendiri sedangkan catu daya luar yang memberikan catu daya kepada seluruh bagian dari sistem termasuk didalamnya untuk memberikan catu daya pada catu daya dalam dari PLC. ⇒ Programmeran PLC ada dua macam yaitu dengan diagram ladder dan bahasa mnemonic. hanya ada channel/word saja.2. Bagian catu daya dalam PLC sama dengan bagian-bagian yang lain di mana terdapat langsung pada satu unit PLC atau terpisah dengan bagian yang lain dari atau sistem rak. Catu daya dalam mengaktifkan proses kerja PLC. Besarnya tegangan catu daya yang dipakai disesuaikan dengan karakteristik PLC. Catu Daya. Timer dan Counter juga dapat dibayangkan seperti pada umumnya dan mempunyai kontak NO dan NC.⇒ Semua memori (selain DM dan UM) dapat dibayangkan sebagai relay yang mempunyai koil. Gambar catu daya yang sering digunakan dengan sistem rak diperlihatkan pada gambar 23.10 Catu Daya (Power Supply) Sistem PLC memiliki dua macam catu daya dibedakan berdasarkan fungsi dan operasinya yaitu catu daya dalam dan catu daya luar. Programmeran biasanya membuat diagram ladder terlebih dahulu dan kemudian baru menterjemahkannya dalam bahasa mnemonic. ⇒ Memori yang sifatnya dapat menyimpan data program jika listrik mati adalah DM dan HR. atau bisa juga langsung digambar ladder diagram pada layar monitor. 595 . Gambar 23.14.

Tampilan menu utama dari program SYSWIN dapat dilihat pada gambar berikut.1 Pembuatan diagram ladder (diagram tangga) Pembuatan diagram ladder dapat dilakukan dengan cara klik kiri mouse pada menu perintah sesuai dengan yang dikehendaki 596 .15.16. Programman PLC dasar Omron Dengan Komputer Programman PLC dasar merk OMRON menggunakan bahasa program dari OMRON juga yaitu SYSWIN.3. > Upload Program Merupakan perintah untuk melihat isi program dalam PLC > Down Load Program Merupakan perintah untuk mentransfer program yang telah dibuat ke dalam PLC > Run Perintah untuk menjalankan program yang telah di tranfer ke PLC > Stop Perintah untuk menghentikan program yang sedang dijalankan di PLC > Monitoring Perintah untuk melihat kondisi pada saat PLC bekerja 3. Gambar 24. Tampilan menu utama program SYSWIN (OMRON) Beberapa perintah program yang penting dan perlu dipahami adalah sebagai berikut: > Connect Connect merupankan perintah program untuk penyambungan antara komputer dengan PLC.16 Cara pengoperasian SYSWIN 3.

Klik simbol ini 4. Langkah selanjutnya memberikan alamat yang dikehendaki pada perintah tersebut.kemudian memindahkan mouse ke layar tampilan yang dituju. Sebagai contoh membuat diagram ladder berikut: Gambar 25. Untuk membuat ladder baru lagi di bawahnya maka posisikan mouse pad End of blok kemudian klik dua kali maka posisi End of blok akan turun dan kita dapat menggunakannya baris kosong tersebut untuk membuat diagram ladder baru. Ketikan alamat 0001 lalu enter Gambar 26. Tampilan Ladder Diagram Langkah sbb: 1. Ketikan alamat 1001 lalu enter 2. Klik simbol ini 3. Pembuatan diagram ladder 1. 597 .

Sorot menu Online 3. Pastikan PLC sudah tersambung dan ter-conect dengan PLC 2.2. Pilih perintah Download Program lalu enter 4. Click simbol FUN 2. Akhir dari diagram tangga menggunakan END Setelah sebuah program diagram ladder dibuat kemudian untuk menjalankannya atau memasukkannya ke dalam PLC harus melewati langkah sebagai berikut: 1. Ketikan END lalu enter Gambar 27. Pada menu Online pilih Mode 598 . Untuk mengakhiri prongram maka harus diakhiri dengan perintah END sebelum program tersebut dijalankan caranya sebagai berikut: 1.

RUN untuk menjalankan program dalam PLC 6. Output.Gambar 28. Jika input saklar ditekan maka output berupa lampu akan menyala 2. STOP untuk menghentikan program 7. Tetapi jika sakelar dilepas maka lampu juga akan mati 599 .2 Cara Penyambungan Dan Logika Laddernya Gambar 29. Akhir dari diagram tangga menggunakan END 5.Catu daya Pada gambar di atas apabila dibuat program dengan menggunakan diagram ladder sebagai berikut : Gambar 30.16. Penyambungan perangkat Input. Ladder diagram Maka kerja dari rangkaian tersebut adalah: 1. Untuk keperluan monitoring jalannya program dapat dipilih pada menu Online yaitu Monitoring 3. PLC.

Apabila dikehendaki lampu tetap menyala meskipun sakelar hanya sekali tekan maka perlu ditambahi dengan pengunci sebagai berikut:

010.01

Gambar 31. Ladder diagram dengan pengunci.

Kebalikan dari kerja rangkaian di atas (Gambar 31) apabila dibuat program dengan menggunakan diagram ladder sebagai berikut :

Gambar 32. Ladder diagram kebalikan dari kerja rangkaian di atas

Maka kerja dari rangkaian tersebut adalah: 1. Jika input saklar tidak ditekan maka output berupa lampu akan menyala 2. Jika input saklar ditekan maka output berupa lampu akan mati Untuk penyambungan yang lebih dari satu channel maka cara penyambungan adalah sebagai berikut:

600

Gambar 33. Cara penyambungan perangkat Input dan Output lebih dari satu channel.

Oleh karena keterbatasan PLC dimana spesifikasi dari masukannya dan keluarannya adalah dengan tegangan dan arus yang kecil maka cara penyambungan dari pelaratan keluarannya jika menggunakan lampu untuk tegangan dan arus tinggi adalah menggunakan peralatan relay seperti gambar di bawah ini. Untuk arus dan tegangan yang lebih besar dapat mengguankan Magnetic Contactor. Tegangan yang disambungkan ke relay ataupun Magnetic Contactor disesuaikan dengan tegangan dari relay atau Magnetic Contactor tersebut.

Gambar 34. Penambahan relay untuk memperbesar kemampuan arus .

601

Rangkaian Input dan Output di dalam Unit CPU PLC OMRON CPM1A-XXCDR dapat dilihat pada Gambar 35 dan Gambar 36 di bawah ini.

Gambar 35. Rangkaian Input Unit CPU PLC OMRON CPM1A-XXCDR

Gambar 36. Rangkaian Output dalam Unit CPU PLC OMRON CPM1A -XXCDR. (351352 modul pelatihan PLC OMRON)

3.17 Penggunaan Fungsi Bit Kontrol 3.17.1 LATCHING / SELF HOLDING Fungsi ini berfungsi sebagai penahan dirinya sendiri pada suatau rangkaian ladder PLC.
A B

B

Gambar 37. Rangkaian latching

602

Pada gambar diagram ladder di atas bisa kita lihat, antar output B baris pertama dengan input B pada baris kedua memiliki alamat yang sama yaitu B, yang berarti bahwa bila ada tegangan sekejap dari rangkaian di atas maka output akan tetap ON. Sehingga cara mematikannya (OFF) yaitu dengan memberikan input berupa ladder NC (normally close), seperti pada gambar di bawah ini
A NC B

B

Gambar 38. Diagram ladder latching

3.17.2 KEEP Fungsi keep sama seperi pada fungsi lacthing hanya saja lebih sederhana dalam pembuatan ladernya karena telah memiliki tanda sendiri pada pemrogramannya seperti pada SYSWIN atau pun SYSMAC.
A

KEEP

B

200.00

Gambar 39. Tanda KEEP

Secara umum fungsi keep memiliki aturan seperi gambar dibawah ini.

Gambar 40. Aturan KEEP

Dengan S sebagai set, yang berfungsi sebagai pemicu adanya KEEP. R sebagai reset yaitu untuk mengembalikan ke keadaan semula dan B atau bit yaitu memberikan output berupa latching atau mempertahankan dirinya sendiri.

603

Perbedaannya terletak pada aktif tinggi (up) dan aktif rendah (down).17. memerintahkan agar output dalam keadaan OFF.3. 3. SET dan RESET Fungsi set memerintahkan agar output selalu dalam keadaan ON.17.4 SET dan RESET Penggunaan set dan reset hampir mirip dengan latching tetapi biasanya digunakan pada aplikasi yang panjang sehingga akan memudahkan dalam pembuatan program. Berbeda dengan Reset. Gambar 42. DIFU dan DIFD DIFU atau Differentia Up dan DIFD (Differentia Down)digunakan untukmenciptakan bit ON pada satu siklus.3 DIFU dan DIFD Gambar 41. 604 .

Gambar 44.18 Contoh Aplikasi Dan Pembuatan Diagram Ladder Menggunakan Syswin 3. Kita dapat mensimulasikan atau mentransfer ke dalam diagram ladder. koil akan menjadi aktif bila terminal + (positif) dan terminal – (negative) pada baterai terhubung. Pada gambar di atas terdiri dari dua input dan satu output. Diagram ladder aplikasi koil 605 .18.3. Gambar 43.1 Aktivasi Koil Sekarang akan kita bandingkan diagram ladder di atas dengan menggunakan aplikasi sirkuit di bawah ini. Rangkaian switch relay Keterangan : SW1 = Switch 1 SW2 = Switch 2 Pada gambar sirkuit di atas. Input terdiri dari dua switch yaitu switch 1 dan switch 2 sedangkan output adalah koil.

isikan alamat untuk switch 1 (missal : 000. Tempatkan pada area kerja. missal 000. dan akan muncul form dialog bok 9. Klik symbol atau open output pada toolbar symbol 6.01) 4. klik kembali pada toolbar symbol dan masukan alamat / addres yang berbeda dengan address switch 1 (missal 000. klik gambar open contact atau pada sisi kiri yaitu toolbar simbol. Pilih BELOW Current Network. 2. Isikan alamat output.Pembuatan diagram ladder pada software Syswin 1. Ok 606 . sehingga akan muncul dialog form 7. tempatkan pada work area. Klik Menu à Block à Insert Block. kemudian muncul form dialog untuk pengisian addres / alamat 3. dan tekan OK 8.02) 5.01.

Pilih END(01) dan tekan Ok Hasil program seperti dibawah ini 3. akan muncul dialog. 11. Aplikasi PLC 607 . Gambar 45.10. Klik Menu à Function à Basic instruction à Program Control Instruction.2 Minyak Pelumas Aplikasi di bawah ini adalah mengontrol minyak pelumas yang dikeluarkan dalam sebuah tangki. Dengan menggunakan dua sensor yaitu sensor bagian atas dan sensor bagian bawah.18. Masing masing sensor bertugas untuk mengontrol posisi ketinggian minyak pelumas.

Maka dibutuhkan 3 input dan output. Klik gambar open contact pada sisi kiri yaitu toolbar simbol. 2. Sistem ini disebut dengan NC (Normally closed) Tabel 5. Pengalamatan peralatan input dan output Input Sensor Bawah Sensor Atas Addres 000. Apabila sensor tidak tercelup dalam minyak pelumas maka sensor akan ON dan menghidupkan motor dan memompa minyak pelumas ke dalam tangki.01 Output Motor Addres 010. input dan output maupun internal relay.4 sebagai berikut 1.Pada saat volume minyak pelumas menyentuh sensor bawah motor akan memompa minyak pelumas menuju tangki dan berhenti ketika minyak pelumas menyentuh sensor bagian atas. Tempatkan pada work area.00 Setelah membagi alamat-alamat.00 Internal Relay 010.00 000. kemudian kita membuatnya dalam diagram ladder. Diagram ladder Pembuatan diagram ladder pada Software Syswin 3. kemudian muncul form d ialog bok untuk pengisian addres / alamat 608 . Sensor dapat berupa sensor optik apabila tercelup dalam cairan atau minyak pelumas maka akan OFF disini motor akan OFF sehingga tidak memompa minyak. Gambar 46. 2 berupa input dan 1 berupa output.

00) Klik kembali pada toolbar symbol dan Klik pada work area kemudian masukan alamat / addres yang berbeda dengan address sensor atas (missal 000. dan akan muncul form dialog bok 9. sehingga akan muncul dialog form dialog. 4. Klik gambar open contact pada sisi kiri yaitu toolbar simbol.05.01) Klik symbol atau open output pada toolbar symbol Tempatkan pada area kerja. 5. kemudian muncul form dialog bok untuk pengisian addres / alamat 609 . 7. Isikan alamat untuk sensor atas (missal : 000. Pilih BELOW Current Network.3. missal 000. 8. Ok 10. Isikan alamat output. Tempatkan pada work area. dan tekan OK (disini bukan sebagai output tetapi internal relay) Klik Menu à Block à Insert Block. 11. 6.

001. dan berikan alamat 610 . 14.12. 16.05 13. Klik pada selection tools. 001. kemudian masukan alamat / addres yang sama dengan internal relay.00 15. setelah terlihat gelap klik pada vertical line dan klik pada blok kedua baris pertama sehingga akan timbul garis penghubung ke bawah. Klik kembali pada toolbar symbol dan Klik pada work area baris ketiga blok pertama. Klik pada toolbar symbol dan Klik pada work area baris kedua blok pertama. kemudian masukan alamat / addres yang sama dengan internal relay.00 .00). Klik symbol atau open output pada toolbar symbol pada work area pada baris ketiga blok ketiga. Isikan alamat yang sama dengna internal relay diatas untuk sensor atas yaitu 000. kemudian Klik pada blok pertama yang kita buat (alamat 000.

Hubungkan blok pertama dan ketiga pada baris ketiga dengan garis horizontal pada toolbar symbol.18. Saat air menyentuh sensor 2 pompa air masih hidup dan pengisian air terus berlanjut sampai sensor 1 .17. Awalnya tangki dalam keadaan kosong. Sampai ketinggian air menyentuh sensor 2 pompa kembali menyala dan terus berulang. masukan Function END pada bris terakhir.3 Pengisian tangki air otomatis Sistem pengisian tangki air secara otomatis dapat dijelaskan pada gambar di bawah ini. 19. 18. Beberapa saat kemudian sensor air volume air terus menurun sehingga kini sensor 1 dalam keadaan bebas atau tidak tercelup air dan pompa masih terus hidup. Tempatkan pada area kerja. Ketika sensor 1 tercelup oleh air pompa berhenti sehingga volume air secara perlahan turun. Sensor 2 Sensor 1 Pompa air Gambar 47. Sistem kerja pengisian air otomatis 611 . 3. sehingga akan muncul dialog form dialog. pompa air hidup sehingga mulai mengisi air dari keadaan awal kosong.

4 1. 2.00 Input Sensor 1 Sensor 2 Internal relay 010. 00000 00001 10000 10000 END Gambar 48.00 000. sedangkan output berupa pompa air. Isikan alamat untuk sensor atas 612 . Tabel 6. Daftar alamat pada input dan output Addres Output Addres 000. Input terdiri dari sensor 1 dan sensor 2.00 Setelah dibuat alamat pada input dan output PLC selanjutnaya adalah membuat diagram ladder.Langkah selanjutnya adalah membagi alamat input dan output pada Programmable Logic Control (PLC). Diagram ladder Contoh pembuatan diagram ladder pada progam computer jenis syswin 3. Perlu diperhatikan bahwa sistem di atas memiliki input dan output (i/o) sebanyak tiga bagian dengan dua input dan satu output. Tempatkan pada work area. Pada kasus di atas menggunakan alamat-alamat PLC jenis OMRON. Klik gambar closed contact pada sisi kiri yaitu toolbar simbol. kemudian muncul form dialog box untuk pengisian addres / alamat 3.01 Pompa air 001.

kemudian Klik pada blok kedua yang kita buat (alamat 000. sehingga akan muncul form dialog. 9. 6. 8. Klik gambar open contact pada sisi kiri yaitu toolbar simbol. Klik pada selection tools. Isikan alamat output. sesuai dengna ladder yang telah kita tentukan yaitu 010. Klik symbol atau open output pada toolbar symbol sebelah ladder kedua.00 7. kemudian masukan alamat / addres yang berbeda dengan address sensor . setelah terlihat gelap klik pada vertical line dan klik pada blok kedua baris pertama sehingga akan timbul garis penghubung ke bawah.01).4. Klik kembali closed contact pada toolbar simbol dan Klik pada work area samping ladder pertama. 5.Tempatkan pada area kerja. Tempatkan pada work area baris kedua blok pertama kemudian muncul form dialog bok untuk pengisian addres / alamat 613 .

30 sebagai tanda jam bekerja telah berakhir. masukan Function END pada bris terakhir.30.18.02 Lampu ruang kerja 000.00.30 alarm berbunyi tanda masuk kembali.4 dapat disesuaikan dengan contoh program syswin di atas.00 Alarm 000. Lampu lingkungan perusahaan akan menyala pukul 17.30 Jam 16.30 Alamat 010.04 Input Jam 07.4 Alarm dan sistem penyalan lampu Suatu pabrik tiap pukul 07. 11. 614 .30 alarm berbunyi untuk waktu istirahat dan pukul 12.01 Lampu ruang kantor 000. Table 7. Isikan alamat yang sama dengan output yaitu 01.30 Jam 11. 3.30 membunyikan alarm yang menandakan karyawan untuk masuk bekerja bersaman dengan alarm yang berbunyi lampu dalam kantor dan lampu ruang kerja secara otomatis akan menyala dan lampu llingkungan perusahaan akan padam. open contact disini berfungsi sebagai internal relay sebagai proses latching atau self holding. Alamat input dan output PLC Alamat Output 000. Kemudian pada pukul 11.00 010. Alarm akan berbunyi lagi pada pukup 16.03 010.02 010.30 Jam 12.03 Lampu lingkungan 000.04 Pada tabel di atas kita menjadi mengerti alamat masing masing input dan output PLC. Alamat input di tentukan dengan waktu dan alamat output di hubungkan dengan lampu dan alarm.10. Pengaplikasian pada program syswin 3.30 Jam 17.01 010.

04 000.05 000.03 000. Diagram Ladder aplikasi sistem alarm 615 .00 000.03 END Gambar 49.02 000.03 010.000.01 000.00 000.01 001.01 000.02 000.00 000.00 000.05 T000 #50 010.03 000.04 000.

1. out dan out not. Modul masukan adalah bagian dari sistem PLC yang berfungsi memproses sinyal dari device masukan kemudian memberikan sinyal tersebut ke prosesor. PLC terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Programmable Logic Controllers (PLC) Pada dasarnya PLC (Programmable Logic Controllers) merupakan sistem relay yang dikendalikan secara terprogram. Ladder logic adalah bahasa program dengan bahasa grafik atau bahasa yang digambar 616 . Device masukan program berfungsi sebagai sarana untuk memasukkan atau mengisikan program ke dalam prosesor PLC yang disebut dengan pengisi program (program leader). Otomasi adalah mengubah penggerakan atau pelayanan dengan tangan menjadi penggerakan oleh tenaga asing (tanpa perantaraan tenaga manusia) secara otomatik. or load. jadi otomasi menghemat tenaga manusia.. PLC dilengkapi dengan port masukan (inputport) dan keluaran (outputport). timer dan counter. Cara kerja PLC dapat dilihat pada diagram berikut : Device masukan merupakan perangkat keras yang digunakan untuk memberikan sinyal kepada modul masukan. and dan not and...4.. and load. or dan not or. Instruksi-instruksi dasar PLC adalah load dan load not. Rangkuman IX . Dalam sebuah program tentunya mempunyai cara atau perintah-perintah khusus.

modul keluaran sebagai sakelar yang menyalurkan catu daya dari catu daya luar ke device keluaran.secara grafik. 5. Soal Formatif a. Device keluaran adalah komponen-komponen yang memerlukan sinyal untuk mengaktifkan suatu komponen. Berikan contoh penggunaan sistem PLC selain contoh-contoh di atas. Sebutkan dan jelaskan instruksi-instruksi dasar pada PLC ! b. Sebutkan perangkat-perangkat keras PLC dan jenis-jenis PLC berdasarkan IO yang dimiliki? c. Gambar diagram leadernya dan jelaskan cara kerja sistem tersebut? 617 .

618 .

tidak menunutut gaji tinggi dan tidak akan demo menunutut kenaikan gaji/upah buruh. Tenaga kerja menjadi andalan bagi kelangsungan proses produksinya. tidak mengenal jenuh. demonstras i. Gambar 1.BAB X TEKNOLOGI ROBOT 1. Teknologi yang dapat berkembang biasanya teknologi yang dapat mempermudah kehidupan manusia. Robot siap menggantikan tenaga manusia Fenomena tersebut semakin dirasakan oleh dunia industri yang mengandalkan pada tenaga kerja masal. seperti. antara lain: a) memiliki keterbatasan yang manusiawi. kesehatan. emosi yang labil. Dahulu orang bepergian dengan berjalan kaki. Tenaga kerja juga memiliki keterbatasan yang bersifat manusiawi seperti 619 . Kenyataan dilapangan menunjukan bahwa penggunaan tenaga kerja masal memiliki beberapa kelemahan. selanjutnya menggunakan hewan. dengan diciptakannya mobil. enuh. dan menuntut upah besar. Penggunaan tenaga kerja manusia juga memiliki resiko pemogokan masal. maka orang cukup dengan duduk dan mengendarai susuai dengan keinginannnya. selain tenaga kerja manusia tersedia dalam jumlah banyak juga industri tidak perlu membeli mesinmesin yang harganya sangat mahal. lelah. dan j sebagainya. Pengenalan Robot Kemajuan sains dan teknologi dewasa ini telah dirasakan membuat kualitas hidup manusia semakin baik. Awalnya industri tertarik pada ongkos tenaga kerja yang murah. Meningkatnya kebutuhan manusia telah berupaya berfikir bagaimana agar pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh manusia dapat digantikan oleh mesin yang dapat bekerja 24 jam.

menggeser. baik secara mekanik. Menurut National bureu of Standar robot adalah Aplikasi robot sebagian besar pada bidang industri bertujuan untuk meningkatkan produktivitas produksi. Kelemahan tersebut akan berdampak pada kualitas dan kuantitas produk terganggu. yaitu dari k ata robota yang berarti tenaga kerja/buruh. pneumatik hingga berkembang menjadi robot-robot industri. Penggunaan robot pada sebuah laboratorium 1. pengecatan dan telah digunakan pada bidang militer sebagai peralatan penjinak bom. robot harus digunakan karena radiasi nuklir sangat berbahaya bagi manusia. bidang kedokteran sebagai peralatan operasi otomatis. pergi ke Toilet dan berbagai keperluan yang bersifat pribadi. Istilah robot berasal dari rusia.1 Istilah Robot Sebagai pemahaman awal maka perlu diketahui beberapa istilah dasar dari robot. seperti mengangkat. Gambar 2. Adapun beberapa istilah yang dimaksud antara lain: 620 . mengelas dan lain-lain. elektrik. Peralatan tersebut berkembang secara pesat. pengelasan.istirahat yang cukup. Belajar dari kelemahan-kelemahan di atas maka manusia terpacu untuk membuat mesin yang dapat menggantikan fungsi tenaga kerja manusia. Robot digunakan pada industri perakitan. Kemudian diawal abad ke 20 ilmuwan Cekoslowakia. peleburan. Robot dapat digunakan secara rutin terus menerus tanpa merasakah kebosan atau digunakan pada lingkungan yang sangat berbahaya. Karel Capek (1890-1938) memperkenalkan istilah robot dengan membuat seperangkat mesin yang diberi nama Rosum’s Universal Robots (RUR). Sehingga untuk mempelajari bagian selanjutnya kita tidak akan menemukan kesuilitan untuk mendefinisikan. Di bidang sosial robot banyak membantu sebagai pengganti bagian tubuh yang mengalami kecacatan fisik. Sebagai contoh dalam industri nuklir.

Komponen dasar manipulator robot 621 . Gambar 3 memberikan gambaran tentang bagian dasar dan bagian tambahan. menjangkau objek.2. kontroler. sehingga suatu peralatan tidak dapat mengenali kesalahan sebagai pembanding kerja selanjutnya. manipulator terdiri dari beberapa segmen dan sambungan (joint). melipat. peralatan atau peralatan khusus Suatu peralatan yang bertugas sebagai penendali dari gerakan robot. yaitu : Manipulator. tetapi sifatnya tidak harus ada. Apendage Apendage Base Gambar 3. Kontroler membentuk sistem kontrol yang akan menentukan input dan output suatu robot. suku cadang (part).Robot : Kontroler : Manipulator : Joint Open loop : : Peralatan yang dapat diprogram ulang. 1. Feedback digunakan pada close loop (lup tertutup) 1. yaitu bagian dasar dan bagian tambahan. Efektor sering ditemukan pada beberapa sistem robot. Joint atau sambungan merupakan hubungan antara lengan (arm) dengan lengan yang lain sehinga dipisahkan oleh sumbu (axis) Lup terbuka adalah suatu sistem kontrol yang tidak memiliki feedback atau umpan balik. Gerakan ini di sebut dengan derajat kebebasan robot atau jumlah sumbu yang ada pada robot. memilki banyak fungsi yang didesain untuk memindahkan material.1 Manipulator Manipulator memiliki dua bagian.2 Komponen Dasar Sistem robot memiliki tiga komponen dasar. dan Power (daya). Lengan yang memberikan gerakan robot untuk memutar.

Bagian tambahan merupakan perluasan dari bagian dasar. Kontroler sendiri diatur oleh sebuah informasi atau program yang diisikan dengan menggunakan bahasa pemgrograman tertentu. Dimasa sekarang kontroler menggunakan PLC (programmable logic kontrol) yang dapat bekerja dengan pergerakan yang sangat kompek dari sistem robot. Kontroler menyimpan informasi yang berkaitan dengan data-data robot. Gambar 4. bisa disebut juga lengan/arm. Dahulu kontroler dibuat dari drum mekanik yang bekerja step by step secara sequential. dan sangat sederhana. memberikan gambaran sebuah kontroler dan manipulator robot. 1. Kontroler berfungsi untuk mengontrol pergerakan dari manipulator. Kontroler Kontroler merupakan jantung dari sistem robot sehingga keberadaanya sangat penting.Bagian dasar manipulator bisa kaku terpasang pada lantai area kerja ataupun terpasang pada rel. Robot dan kontroler 622 .2. Manipuator digerakkan oleh actuator atau disebut sistem drive. Informasi tersebut kemudian disimpan didalam memori. Rel berfungsi sebagai path atau alur sehinga memungkinkan robot untuk bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya dalam satu area kerja. Data dalam memori dapat di keluarkan atau di edit sesuai dengan yang dibutuhkan. Actuatuator atau sistem drive menyebabkan gerakan yang bervariasi dari manipulator.2 Gambar 4 . Bagian actuator ini akan dijelaskan pada selanjutnya. dalam hal ini data gerakan robot yang telah diprogram sebelumnya. hidrolik ataupun pneumatik. Bagian ujungnya terpasang efektor yang berfungsi untuk mengambil/mencekam material. Actuator bisa menggunakan elektrik.

Gambar 5a.2.1. pneumatik. Power supply dalam suatu sistem robot dibagi menjadi dua bagian. Gambar 5a. Catu daya listrik 623 . Catu daya pneumatik Gambar 5b.3 Power Suply (Catu Daya) Power supply adalah sebuah unit yang menyediakan tenaga pada kontroler dan manipulator sehingga dapat bekerja. hidrolik ataupun ketiganya. Bagian kontroler menggunakan elektrik sedangkan bagian manipulator bisa menggunakan elektrik. yaitu bagian untuk kontroler dan bagian untuk manipulator. Catu daya hidrolik Gambar 5c. 5b dan 5c memberikan keterangan tentang power supply.

Efektor berfungsi sebagai bagian terakhir yang menghubungkan antara manipulator dengan objek yang akan dijadikan kerja dari robot. menempa. mengisi botol.2. maupun hydrolik. walaupun keadaannya bukan merupakan komponen dasar dari sistem robot. dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan. 624 . Efektor robot Efektor jika disamakan dengan manusia seperti jari-jari tangan yang dapat digerakan untuk memindah/mengangkat materilal ataupun peralatan yang dapat digunakan untuk mengelas. elektrik. Gambar 6.4 Efektor Efektor dapat ditemukan hampir semua aplikasi robot. pneumataik (grifer). penyemprot cat ataupun hanya berupa penjempit objek.1. Sebagai contoh efektor dapat berupa peralatan las. Kerja efektor dapat berupa mekanik. mengecat.

medium teknologi dan teknologi tinggi (high technology). yaitu gerakan base travel dan gerakan axes kontrol. Gambar 7. a. 625 . Masing-masing memiliki karakteristik sendiri yang sangat unik sehingga sangat jelas perbedaan antara ketiga level tersebut. b. Sumbu ini akan menentukan derajat kebebasan atau kebebasan bergerak dari robot.3 Gerakan Robot Gerakan robot dapat diklasifikasikan menjadi dua. Secara sistem kontrol.1.4 Tingkatan Teknologi Robot memiliki tiga tingkatan/level teknologi. yaitu: Rendah (low) teknologi. base travel dapat dikategorikan kedalam lup terbuka sehingga tidak ada feedback dalam sistem. Semakin berat beban yang dapat dikerjakan oleh manipulator maka semakin tinggi teknologi robot. Gerakan base travel dapat di aplikasikan ke dalam base manipulator yang kaku pada lantai ataupun bebas dalam alur (path). Tingkatan teknologi robot dapat dibedakan dengan mengetahui karakteristik masing-masing robot.. Base manipulator jenis kaku 1. yaitu Sumbu (axes) Karakteristik pertama dari teknologi robot adalah seberapa banyak sumbu yang dapat ditemukan dalam sebuah robot. Kapasitas berat diukur dari batas antara efektor dan manipulator. Payload (muatan) Payload adalah kapasitas beban yang dapat dikerjakan oleh manipulator. Axes kontrol menggunakan feedback sehingga gerakannya tergantung dari gerakan terakhir dan umpan balik sistem.

Semakin besar informasi yang dapat disimpan dalam memori maka semakin tinggi teknologi robot. Bisa berupa pneumatik. Robot ini memiliki hanya satu pekerjaan khusus secara terus menerus. semakin pengggerak (drive) memiliki payload yang besar maka semakin tinggi teknologinya. 1. Aktuasi Aktuasi dibedakan menurut jenis penggerak yang digunakan oleh robot.c. Semakin tinggi siklus waktu yang dimiliki robot maka semakin tinggi tingkat teknologi. Kerja selanjutnya robot melakukan kerja dengan bidang kartesian x. y dan z yang sama pula. Aktuasi dapat menggunakan 3 dari penggerak (pneumatik. y dan z secara berulang kali. f. Siklus waktu tergantung pada payload dan panjang dari lengan manipulator. Aktuasi berkaitan dengan payload. Cycle time (siklus waktu ) Siklus waktu adalah waktu yang dibutuhkan oleh robot untuk bergerak dari lokasi satu ke lokasi lainnya. Akurasi Berkisar antara 0. y dan z.001. operasi tekan. seperti pada material handling (penanganan material). Kontroler Dua hal yang penting dari kontroler adalah memori dan sistem kontrol. Akurasi (ketelitian) Akurasi adalah posisi robot dalam melakukan kerja secara berulang kali. Payload Robot teknologi rendah memiliki kapasitas beban diantara 3 – 13 kg. hidrolik atau elektrik.05 sampai 0. e. Masing masing tergantung dari payload yang di kerjakan pada robot. Sampai pada kerja yang ke 1000 robot mulai kehilangan akurasi 0.4. yaitu x-0. Sumbu gerakanya bisaanya naik dan turun. Axes Robot hanya memiliki maksimal 4 sumbu gerakan dan bisaanya gerakan akhir dikontrol oleh mekanik bukan sensor yaitu bisa berupa limit switch. hydrolik dan elektrik). 626 .1 Low Teknologi Robot teknologi rendah (low technology) digunakan dalam lingkungan industri untuk pekerjaan yang tidak memiliki tingkat kerumitan yang tinggi.025 mm. d. Apabila suatu robot melakukan kerja pertama dengan posisi pada bidang kartesian x. dan operasi perakitan. Siklus waktu akan mempengaruhi kecepatan dari proses produksi suatu industri.001 mm pada bidang kartesian x. Sedangkan sistem kontrol dapat dibedakan antara loop terbuka dan loop tertutup yang masing masing akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.

efektor las. press (tekan) dan sebagainya.0 detik dengan pencapain gerakan manipulator 25 sampai 65 centimeter. Memiliki lebih banyak sumbu pada manipulatornya dan memiliki area kerja yang luas sehingga jangkauan gerakannya menjadi lebih besar. Didalam wrist bisa diletakkan bermacam macam efektor. Robot jenis medium teknologi memiliki sumbu yang lebih 627 . sebagai contoh. Robot low technology 1. Cycle Time Cycle time 1.2 Teknologi Medium Robot dari jenis ini memiliki fitur yang lebih canggih dari jenis sebelumnya. Wrist adalah suatu peralatan sebagai dudukan dari efektor. Payload Robot memiliki memiliki kapasitas maksimal beban yang lebih tinggi dari low teknologi.4.Kontroler Menggunakan sistem kontrol terbuka (open loop) dan memiliki kapasitas memori yang kecil. Pada gerakan berputar dapat mencapai 150 centimeter / detik. Robot dapat menangani beban melalui wrist sampai 150 kilogram. Dilengkapi dengan wrist pada ujung lengannya. Robot jenis ini memiliki tugas yang lebih komplek dan adanya wrist dapat meningkatkan Cycle time operasi robot. Open loop tidak bisa mengendalikan kesalahan yang terjadi dalam lingkungan karena tidak memiliki umpan balik (feedback). Hubungan antara akurasi dengan kerja yang komplek menimbulkan tingkat akurasi yang menurun. Payload Sumbu Kontroler Gambar 8. Sumbu Robot memiliki 4 sampai 6 sumbu sehingga derajat kekebasan robot lebih tinggi. cat.

Aktuasi Kontroler

banyak karena tugasnya yang semakin komplek sehingga akurasi dan pengulangan pergerakan bernilai lebih rendah dari jenis robot teknologi rendah yang memiliki sumbu sedikit. Akurasi robot jenis medium teknologi berkisar 0.2 milimeter hingga mencapai 1.3 milimeter. Robot memiliki 2 jenis penggerak yaitu hidrolik dan elektrik. Hal tersebut disebabkan beban yang dikerjakan lebih berat. Memiliki memori yang cukup besar dan sistem kontrol menggunakan loop tertutup, sehingga apabila ada kesalahan pada lingkungan maka robot dapat membandingkan antara input dan output untukmenentukan kerja selanjutnya

Gambar 9. Robot las pada jalur perakitan

Gambar 10. Robot dalam proses manufactur

628

1.4.3 Robot Teknologi Tinggi Robot dengan teknologi tinggi dapat kita temui pada material handling, press transferring, pengecatan, pengelasan. Robot jenis ini memiliki sumbu hingga mencapai 16 atau bisa melebihi. Memiliki payload sampai 150 kilogram dan cycle time dan akurasinya hampir sama dengan robot jenis medium. Tipe aktuasi dengan menggunakan penggerak elekrik dan hidrolik. Elektrik dimaksudkan mudah dalam menentukan posisi sedangkan hidrolik dimaksudkan untuk tugas yang sangat berat. Secara ringkas data dari jenis teknologi robot dapat di rangkum dalam table berikut dibawah ini : Tabel 1. Properties teknologi robot Rendah Medium 2–4 5–6 3 – 13 14 – 150 5 - 10 1.0 0.05 – 0025 2 – 1.3 Pneumatik, hidrolik. Hidrolik dan Elektrik elektrik Memori rendah, Memori open loop sedang, lup tertutup Tinggi 7 – 16 150 lebih 1.0 2. – 0.4 Hidrolik dan elektrik Memori besar, lup tertutup

Sumbu Payload Cycle time Akurasi Aktuasi Kontroler

2. Operasi dan Fitur Manipulator

….

Bagian sebelumnya telah kita definisikan tentang komponen dasar robot, yaitu : kontroler, manipulator, dan sumber power . Masing-masing komponen harus ada pada sebuah sistem robot agar robot dapat bekerja dengan baik. Bagian ini akan menjelaskan tentang operasi dan fitur dasar dari manipulator yaitu gerakan sumbu lengan, wrist, penggerak, jangkauan area dan penghubung Geometri lengan manipulator dibagi menjadi empat sistem koordinat yaitu: kartesian koordinat, polar koordinat, silindrikal koordinat dan artikulasi koordinat. Manipulator digerakan oleh penggerak, bisa berupa pneumatik, hidrolik dan elektrik. Masing masing penggerak (drive) memiliki kelebihan dan kelemahan masing masing. Manipulator bergerak dalam jangkauan area tertentu yang disebut dengan kerja jangkauan. Kerja jangkauran manipulator dihitung dengan kebebasan mutlak atau tidak adanya penghalang. 2.1 Sistem Koordinat Lengan Robot (Arm Geometry) Sumbu robot bergerak dalam rangka untuk menyelesaiakan suatu kerja. Gerakan tersebut diklasifikasikan menjadi 4 koordinat yaitu : kartesian, silindrikal, polar d artikulasi koordinat. Masingan

629

masing koordinat sistem menyebabkan gerakan dari lengan manipulator. Pergerakan ini disebut dengan geometri lengan (arm geometry). Sitem pergerakan lengan robot dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, antara lain:, a) translasiara lain: gerak full translasi (FT), semua gerakan lengan dalam bentuk lurus (lihat gambar 12), b) gerak rotasi, translasi, translasi (RTT), diawali dengan rotasi selanjutnya lengan robot bergerak translasi dan translasi (lihat gambar 13), c) gerakan lengan robot full rotasi (FR), robot ini dalam setiapgerakannya selalu melakukan rotasi pada lengan-lengannya (lihat gambar 11, dan 14).

Gambar 11. Sistem Persumbuan Robot

Gambar 12. Gerak Robot Total Translasi (TT)

630

Gambar 13. Gerak Robot Rotasi,Translasi, Translasi (RTT)

Gambar 14. Gerak Robot Full Rotasii, Translasi (RTT)

2.1.1

Koordinat Kartesian Sesuai dengan sudut pandang matematika, koordinat kartesian di kenal dengan tiga sumbu dasar, bidang X bidang Y dan bidang Z. , masing-masing bidang tersebut dihubungkan dengan gerakan lengan manipulator dari titik awal sehingga akan membentuk suatu titik tertentu dengan gerakan lurus vertical maupun horizontal. Gambar 15. menjelaskan tentang tiga sumbu dasar pada sistem koordinat kartesian. X, Y dan bidang Z di identifikasi sebagai gerakan manipulator. Manipulator bergerak melalui ruang hanya melalui bidang X, Y dan Z sebagai sarana untuk mencapai target.

631

Masing masing gerakan tersebut membentuk volume silinder sehingga disebut koordinat silinder. sisa sudut 600 disebut dead zone atau daerah mati. Pada sebagian aplikasi koordinat silindrikal yang diterapkan pada sistem robot. Bidang Z membentuk gerakan naik dan turun atau vertical. Gerakan tersebut disesuaikan dengan kerja robot. Bidang R dan bidang Z membentuk gerakan horizontal (maju. ? (theta) atau gerakan rotasi biasanya memiliki sudut 3000. sedangkan R membentuk gerakan horizontal atau maju dan mundur.2 Silindrikal Koordinat Koordinat silinder membentuk tiga derajat kebebasan atau tiga sumbu yaitu ? (theta) atau sumbu rotasi. mundur) dan vertica l(naik. Daerah ini berfungsi sebagai operasi keamanan robot apabila terjadi kesalahan gerakan. 632 . Aplikasi koordinat kartesian 2. sehingga tidak menimbulkan kerusakan akibat benturan.Gambar 15.1. turun).

Gambar 17 menunjukan gerakan sumbu polar. Sistem koordinat ini juga disebut sebagai sistem spherical atau sistem bola karena jangkauan area dari robot membentuk volume bola.1. Prinsip koordinat polar dan aplikasinya 633 . gerakan ß (beta) atau gerakan melingkar dan sumbu R gerakan horizontal. Sumbu ? (theta) dan sumbu R memiliki persamaan sumbu ? ( theta) dan sumbu R pada koordinat silindrikal.3 Gambar 17.Gambar 16. Apabila antara theta dan beta dibalik posisi. Prinsip Koordinat silindrikal dan aplikasinya Koordinat Polar Koordinat polar memiliki tiga sumbu yaitu ? (theta) atau gerakan rotasi. yaitu sumbu beta diletakan berbatasan dengan base manipulator dan maka sumbu R akan menjadi sumbu Z atau bergerak secara vertical 2.

Pneumatik digunakan untuk menggerakan sumbu dengan mengalirkan udara bertekanan. Kelemahan dari sistem penggerak ini adalah terbatasnya jumlah muatan / payload yang dapat diterima. hidrolik dan elektrik.1. sehingga koordinat ini menjadi lebih fleksibel dan banyak digunakan dalam industri. Udara tersebut masuk ke dalam silinder pneumatik dan menggerakan mekaniknya. Masing-masing sumbu bisa dibuat ganda. 2. terdapat 30% penggunaan sistem penggerak pneumatik.3. Sumbu U berputar vertikan seperti sumbu W. sehingga untuk sistem robot yang membutuhkan muatan yang besar. yaitu : pneumatik.2 Rotasi Wrist Dari keempat koordinat sistem yang telah kita pelajari menjelaskan tentang gerakan manipulator dalam sistem robot.4 634 . Sistem pneumatik ini lebih murah dibandingkan dengan sistem penggerak hidrolik maupun elektrik. Koordinat ini memiliki 2 sumbu yang dapat melipat yaitu pada sumbu W dan sumbu U. Maka penambahan wrist (pergelangan tangan) pada ujung lengan memberikan tambahan mobilitas untuk gerakan robot. pada sistem robot terdapat tiga jenis sistem penggerak. Penggerak ini bekerja hampir sama dengan pneumatik. sebagai contoh desain wrist dengan dua roll dan tidak memiliki pitch atau dua pitch dan satu dua roll dan dua yaw. Penambahan dari sumbu pada wrist ini memberikan pergerakan yang sangat fleksibel untuk robot. 2. Penambahan wrist juga meningkatkan luar area jangkauan robot.Koordinat Artikulasi Koordinat artikulasi adalah koordinat yang terdiri dari tiga sumbu yaitu : ? (theta). sehingga apabila gerak rotasi antara sumbu U dan sumbu W digabungkan akan membentuk gerakan yang sangat fleksibel. Koordinat artikulasi yang memiliki gerakan rotasi yang dihasilkan dari sumbu ? (theta).3.1 Penggerak Pneumatik Dalam industri robot.2 2. 2. Dalam mendesain wrist tergantung pada kebutuhan aplikasi robot. Pada bagian atasnya terdapat sumbu W yang bergerak rotasi vertical. Pada hidrolik menggunakan 2. Penggerak Hidrolik Penggerak hidrolik digunakan 45 % dalam industri robot. Masing-masing gerakan memiliki keterbatasan. sumbu W (lengan atas) dan sumbu U (siku). Sumbu W memberikan pergerakan seperti sumbu ß (beta) yang terdapat pada koordinat polar. perbedaanya terletak pada fluida yang digunakan.3 Sistem Pengerak Manipulator Untuk bisa beroperasi / bergerak maka manipulator membutuhkan sistem penggerak. penggerak ini tidak dapat digunakan.

cairan (minyak) untuk menggerakan silinder hidrolik. pengecoran dan pengecatan.3 Penggerak Elektrik Penggerak elektrik menggunakan motor AC maupun DC. Kedua. Motor ini dihubungkan ke sumbu manipulator dengan memakai gigi reduksi untuk mengurangi jumlah putaran. jangkauan kerja koordinat silindrikal adalah silindrikal. Koordinat kartesian memiliki jangkauan empat persegi pangjan (rectangular). sedangkan jangkauan kerja koordinat artikulasi adalah bentuk cabikan (tearshape). Penggerak elektrik dapat bekerja dengan beban dengan berat sekitar 3 sampai 80 kilogram. Masing masing jangkauan kerja berbeda tergantung dari koordinat geometri yang pernah kita pelajari terdahulu. sehingga dapat meningkatkan jumlah beban. Penggunaan motor stepper atau motor langkah dapat memberikan akurasi kerja robot.3. 2. Jangkauan kerja membentuk cabikan seperti bulan sabit. Penggerak hidrolik mempunyai kemampuan lebih besar dari muatan yang dapat diterima oleh penggerak pneumatik. Pertama. Gambar di bawah ini menunjukan jangkauan kerja dari sistem koordinat artikulasi pandangan samping. maka fluida/cairan akan mengotori lantai dan dapat menyebabkan kondisi yang tidak aman. hal ini terjadi karena desain robot memiliki fungsi yang komplek pada bagian bawah dibandingkan dengan baign atas. 2. Gigi reduksi juga berfungsi untuk meningkatkan tenaga putaran yang dibutuhkan robot.karena menggunakan sistem derajat pada putarannya.4 Jangkauan Kerja Hal yang paling penting untuk diketahui adalah seberapa jauh robot dapat menjangkau objek. 635 . Silinder terhubung dengan sumbu manipulator sehinnga timbul gerakan pada actuator. jangkaun kerja koordinat polar adalah bola (spherical). apabila terjadi kebocoran pada sistem. Penggunaan sistem penggerak hidrolik memiliki dua kerugian. Manipulator penggerak hidrolik digunakan pada aplikasi las. sistem ini memiliki harga yang sangat mahal. Pencapaian robot dalam menjangkau objek disebut dengan jangkauan kerja.

Jangkauan kerja koordinat silindrikal pandangan atas Gambar di bawah menunjukkan jangkauan kerja dari sistem koordinat silindrikal pandangan samping. Daerah mati atau 636 . Jangkaun kerja koordinat silindrikal Gambar di bawah menunjukkan jangkauan kerja sistem koordinat melalui pandangan atas. Gambar 19. Jangkauan kerja membentuk sudut 2850 dengan titik awal pada 00.Gambar 18. sehingga jangkauan kerja antara kanan dan kiri membentuk sudut 142.50. Dapat kita lihat deadzone (daerah mati) terletak pada bagian belakang robot dan membentuk sudut 750. Robot pada contoh tersebut memiliki titik awal pada ketinggian 700 milimeter di atas lantai dan memiliki jangkauan kerja atas setinggi 500 milimeter.

Robot memiliki jangkauan kerja sebesar ±1500. Jangkauan kerja robot sisi samping Gambar di bawah memperlihatkan jangakaun kerja robot sisi atas. bahkan sebagian besar industri sudah menerapkan teknologi ini. Jangkauan kerja sisi atas 3. daerah mati sebesar 600. Aplikasi Robot …. Mulai 637 . Gambar 21. Gambar 20.dead zone merupakan daerah yang tidak bisa dikerjakan oleh operasi robot. jangkauan kerja sumbu R. ke arah depan sepanjang 500 milimeter. Terdapat banyak aplikasi robot kita temukan di dunia industri.

Area kerja Gambar 22. Robot berfungsi memindahkan material tersebut dengan waktu yang akurat pada lokasi yang tepat. Material tersebut harus berpindah dengan posisi yang tepat dan dalam waktu yang tepat pula. robot digunakan sebagai peralatan yang berfungsi untuk bekerja secara terus menerus dan berulang dengan model yang sama. menggunakan tenaga manusia sehingga kurang efektif dan efisien.1 Penanganan Material Salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan dalam indsutri adalah proses dimana material-material harus dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainya. Beberapa robot yang dilengkapapi dengan sensor.dari industri perakitan. robot akan mendeteksi setiap material yang melewati ataupun menyentuh sensor. Robot las pada industri kendaraan bermotor melakukan pengelasan pada t tik-titik tertentu secara terus-menerus i tanpa rasa kebosanan dan sakit seperti halnya manusia. Proses tersebut dinamakan material handling atau penanganan material. Konveyor memindahkan material dari lokasi 638 . Robot material handling Pada gambar diatas menunjukan operasi material handling pada sebuah area kerja. Penerapan robot pada proses material handling sangat menguntungkan dari segi waktu dan akurasi. 3. Proses ini memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lainya. Aplikasi di atas sebelum ditemukannya sistem robot. Contoh aplikasi material handling adalah ketika sebuah material yang berjalan pada konveyor setiap beberapa detik harus dikeluarkan dan ditempatkan pada lokasi yang berbeda. Pada reaktor nuklir. Material handling/penanganan material sering dilakukan pada semua jenis industri. Robot seperti ini memberikan manfaat pada tempat yang memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi. robot digunakan sebagai perubah batang uranium sehingga tidak menimbulkan radiasi pada manusia. Bila terjadi keterlambatan waktu dalam pemindahan material maka material yang lain akan menumbuk dibelakang material sebelumnya.

area kerja lain menuju area kerja sebuah robot material handling. Robot memindahkan lokasi material dari lokasi konveyor lama menuju konveyor baru yang akan diproses pada area kerja yang lain. Pada gambar tersebut juga diperlihatkan tentang jangkauan robot pada material.1 Gambar 23. tertanam pada lantai ataupun pada posisi yang tidak dapat berubah posisi. Aplikasi robot material handling di bagi menjadi dua. Pada palletizing. Robot palletizing Line Tracking Berbeda dengan palletizing. 3.2 Gambar 24. Gambar 23 menunjukkan proses palletizing 3. Manipulator robot harus bisa menjangkau material dari konveyor untuk di pindahkan pada konveyor yang lain. posisi base manipulator kaku. Line Tracking 639 . palletizing dan line tracking. Pergerakan manipulator tersebut bisa menggunakan mekanisme rel atapun roda. robot material handling dengan tipe line tracking memiliki base manipulator yang dapat bergerak. Palletizing Palletizing yaitu apabila suatu robot dalam industri melakukan kerja dengan memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lainnya tanpa robot melakukan gerakan berpindah tempat.1.1.

sekrup ataupun keling. Robot telah mengetahui kemana akan pergi dan mengambil komponen. yaitu : • Uap dan kabut pada udara. 640 . • Komponen dilokasikan dengan area tertentu. Cara ini. Untuk melokasikan komponen tersebut.3 Pengecatan Sebagian besar produk industri dari material besi sebelum dikirim ke bagian penjualan harus terlebih dahulu dilakukan pengecatan sebagai akhir dari proses produksi. mur. Fungsi ini sangat bermanfaat bagi industri karena lebih efektif dan efisien untuk mempercepat produksi. Penggunaan proses ini secara manual dapat menimbulkan keadaan berbahaya.3. robot menggunakan sensor untuk memberi petunjuk tentang lokasi komponen dan mengambilnya untuk diletakan pada lokasi baru. • Komponen dilokasikan pada posisi yang diketahui oleh robot. • Komponen dilokasikan pada posisi dan orientasi yang jelas. Gambar 25. Robot perakitan dengan pelangkap kamera 3.2 Perakitan Robot assembly menggabungkan beberapa komponen untuk menjadi komponen baru atau menggabungkan komponen sub assembly menjadi komponen sub assembly yang lebih kompleks. komponen yang akan dirakit harus lokasikan pada sekitar robot. Sistem visi dari robot digunakan sebagai sensor input untuk tujuan mengambil komponen. ada beberapa cara yang dilakukan robot untuk melakukan proses tersebut. Teknologi untuk melakukan pengecatan ini dapat secara manual maupun secara otomatis. Proses perakitan menggunakan baut. Cara ini mirip dengan cara kedua perbedaan terletak pada orientasi robot. Dalam rangka melaksankan tugas perakitan. yaitu dengan menggunakan robot.

Energy dibutuhkan untuk mengontrol proses ini sehingga dengan robot ini akan mengurangi penggunaan energi. kabut yang dihasilkan dari proses pengecatan merupakan materi yang mudah terbakar sehingga potensi untuk terjadinya kebakaran. penggunaan bahan dasar proses pengecatan menjadi lebih efektif. Oleh karena berbahayanya sistem pengecatan secara manual. ventilasi lingkungan harus dijaga dalam keadaan yang segar. Pada proses pengecatan manual. Jenis robot aplikasi dalam pengecatan 641 . Keutungan dari penggunaan robot pengecat adalah : • Mengganti operator dari lingkungan yang berbahaya. bodi kendaraan dan komponen lain pada bidang otomotif. • Pemakaian energi yang rendah. Robot ini banyak digunakan pada produk industri seperti bodi mesin. kabut hasil pengecatan akan mudah terhirup sehingga akan menimpulkan potensi kanker dari pekerja. • Konsisten dalam menyelesaikan pekerjaan. • Potensi resiko kanker. Hal tersebut dikarenakan tenaga manusia memiliki beberapa aspek yang dapat menyebabkan pekerjaan menjadi tidak konsisten seperti : kebosanan dan sebagainya. produk kayu olahan seperti mebel.• Bunyi dari nosel. Melakukan proses pengecatan secara manual memberikan dampak negative berupa kebakaran. alat penyemprot menghasilkan suara yang gaduh yang keluar dari nosel. sehingga pertukaran udara menjadi lebih baik. • Mengurangi pemakaian material cat. perbandingan kualitas dari hasil pengecatan antara tenaga manusia dengan robot sangat kontras. produk porselin dan berbagai macam produk dalam industri. keracuanan dan sebagainya. Pada penggunaan robot ini. Suara tersebut dapat menimbulkan gangguan pendengaran bagi telinga manusia • Resiko kebakaran. maka penggunaan robot sebagai peralatan untuk prooses pengecatan merupakan alternative yang sangat bermanfaat bagi industri. Gambar 26.

Berbeda dengan penggerak elektrik yang dapat menimbulkan hubungan singkat pada rangkaiannya sehingga motor listrik dapat mengalami kerusakan. Peningkatan ini disebabkan oleh factor kelelahan. Robot tidak akan mengalami kelelahan seperti halnya pada manusia. Dengan memiliki sumbu banyak. apalagi bila prosesnya terjadi secara terus menerus dengan proses yang sama. hal ini dimaksudkan untuk menampung program kerja yang dapat dikerjakan pada berbagai macam produk. Dengan menghilangkan sebab di atas yang sering terjadi pada proses las manual maka lingkungan pengelasan dengan menggunakan robot menjadi sangat aman. penggunaan robot akan menghilangkan rasa ketidaknyamanan. pengelasan menggunakan las secara manual memiliki produktifitas yang rendah. kelelahan dan lingkungan yang berbahaya. 3. • Tingkat keamanan yang tinggi. Kontroler menggunakan memori yang cukup tinggi. dengan menggunakan aplikasi robot maka produktifitas akan meningkat. Robot ini dibagi menjadi jenis yaitu las busur dan las titik. Aplikasi pada robot pengelasan Keuntungan dari robot las adalah : • Produktifitas tinggi. 642 .4 Pengelasan Robot pengelasan secara luas telah digunakan dalam industri. • Kualitas yang sangat baik. hal ini dimaksudkan uap racun yang keluar dari cat tidak akan menimbulkan kerusakan pada penggerak sistem ini. robot dapat menjangkau berbagai area objek. peningkatan kualitas produk dihubungkan dengan akurasi y ang tinggi dan kerja yang tepat. Robot ini menggunakan koordinat artikulasi yang memiliki 6 sumbu. Gambar 27.Sebagian besar robot menggunakan manipulator dengan koordinat artikulasi yang memiliki enam sumbu sampai sepuluh sumbu. Sistem penggerak robot ini sebagian besar menggunakan penggerak hidrolik.

sebagai fungsi dari robot. Bisaanya efektor yang didesain secara khusus oleh industri sesuai dengan tujuan industri tersebut. Gambar 28. yaitu : 4. 643 . botol. Efektor …. Efektor dapat juga diadaptasi dengan membeli secara komersil yang telah tersedia di pasaran untuk diterapkan secara langsung. Efisiensi kerja penggunaan robot pada aplikasi pengecatan 4. Objek ini merupakan sebuah komponen yang akan dipindahkan o leh robot dapat berupa kertas.1 Gripprer Gripper adalah sebuah efektor yang berfungsi untuk menggenggam dan menahan objek. bahan mentah dan peralatan-peralatan lain. Tujuan utama dari sistem robot adalah untuk melakukan kerja tertentu dalam industri. perlu pertimbangan khusus. sehingga penggunaan aplikasi robot akan meningkatkan kualitas hasil pengelasan. Efektor ini dipasang pada ujung manipulator atau pada wrist. Penggunaan efektor yang bervariasi dalam industri dapat di bedakan menjadi dua bagian. Kerja ini dilakukan oleh sebuah manipulator yang dilengkapi oleh efektor.Pada pekerjaan pengelasan busur secara manual dengan tenaga manusia tidak bisa dijaga akurasi dan konsistennya. Efektor merupakan peralatan khusus untuk tujuan khusus. Sehingga dalam menerapkan efektor pada sistem robot.

masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan tujuan dari sistem robot. Jenis gripper menggunakan penggerak pneumatik. 4. Aplikasi tangan menggunakan gripper mekanik 644 .Gambar 29. Gambar 30.2 Klasifikasi gripper Menurut jumlah peralatan penggenggam dan penahan. Bisaanya menggunakan finger/jari mekanik yang disebut dengan jaws. Finger ini dapat dilepas dan dipasang sehingga sangat fleksibel pemakaiannya.3 Jenis Gripper 4. Sumber tenaga yang berikan pada gripper ini bisa berupa pneumatik.1 Gripper Mekanik Mekanikal gripper didesain untuk menggenggam dan menahan objek dengan memberikan kontak pada objek. gripper dapat diklasifikasikan menjadi dua. 4. Gripper ganda diartikan bahwa ada dua peralatan yang berfungsi sebagai penggenggam dan penahan objek yang dipasang pada wrist. hidrolik dan elektrik.3. Gripper tunggal diartikan bahwa hanya ada satu peralatan untuk menggenggam dan menahan yang dipasang pada wrist. yaitu : gripper tunggal dan gripper ganda.

3. Mangkok terbuat dari karet. Mangkuk berbatasan dengan objek dan berfungsi untuk menggenggam dan menahan objek.2 Gripper Ruang Hampa / Mangkok Vakum Gambar 31. Aliran 4. dan halus. Penyaring 5.4. yaitu pompa vakum dan 645 . Contoh sistem vakum Keterangan gambar 28 : 1. Udara terkompresi 2. Gambar 32. bersih. yaitu : mangkok dan sistem ruang hampa. Sistem vakum menghasilkan hisapan pada mangkok. dan membuat tekanan negatif atau menghisap sehingga objek akan menempel pada mangkok. Persyaratan ini harus dipenuhi sehingga gripper ini dapat bekerja dengan baik. mangkok Gripper jenis ini memiliki dua komponen. Aplikasi griper vakum Mangkok vakum disebut juga mngkok hisap digunakan sebagai gripper yang berfungsi untuk mengangkat dan menahan objek. Pembangkit kevakuman 3. dibagi menjadi dua. Objek yang ditangani oleh jenis gripper ini adalah objek rata.

maka kemungkinan besar akan tertarik. 646 . sehingga menimbulkan hisapan atau tarikan pada komponen yang akan di handel. Pompa vakum menggunakan piston (dengan menggunakan motor listrik) untuk membuat hampa udara. kemungkinan tertariknya material lain berasal dari besi. Permanen magnet sering digunakan pada penanganan material yang berada pada lingkungan berbahaya seperti ledakan. sehingga menimbulkan kevakuman. 4. Pompa ini memberikan kehampaan yang tinggi dengan biaya yang murah dibandingkan dengan sistem venturi. Lingkungan yang mempunyai daya ledak tinggi akan membahayakan arus listrik yang mengalir pada elektromagnet. Electromagnet menggunakan sumber arus dan lebih mudah untuk dikontrol dibandingkan dengan menggunakan magnet permanen. Keuntungan menggunakan gripper magnetic adalah : • Ukuran komponen yang bisa bervariasi.3 Gambar 33.sistem venturi. Pada gripper magnet menggunakan electromagnet saat menghisap dan melepas komponen yang akan ditangani menggunakan metode on dan off arus yang mengalir pada electromagnet. Gripper magnetic dapat dibagi menjadi dua kategori. Berbeda dengan pompa vakum sistem venturi menggunakan sebuah nosel yang dilewati oleh udara. Gripper Magnetik Gripper magnet bekerja karena efek bidang magnet. Kelemahan sistem ini adalah kesulitan pada pengontrolan. dari kecil hingga komponen yang besar.3. yaitu menggunakan electromagnet dan menggunakan maget permanen. Aplikasi gripper magnet Keuntungan permanen magnet adalah tidak dibutuhkannya arus tambahan yang berarti akan menghemat energi pada sistem robot. Saat gripper mendekat pada komponen atau objek untuk menangkat.

tergantung dari jumlah gripper yang dipasangkan pada wrist.4 647 . temperatur. Setiap sensor harus dilakukan kalibrasi sebelum digunakan. Gambar 34. Sedangkan. 4.3. sehingga akan timbul kerja akibat dari informasi tersebut.4 Sensor Dan Transducer Transducer adalah peralatan yang merubah variabel fisik seperti gaya. yang memiliki panca indra. 4. maka robot memerlukan sensor sebagai peralatan untuk mengukur. tekanan. kecepatan menjadi bentuk variabel yang lain. Seperti halnya pada manusia. Pada griper vakum tidak bisa menangani hal tersebut.• • Mempunyai kemampuan untuk menangani logam yang berlubang. Dapat menangani beberapa komponen. Sensor dan transduncer diklasifikasikan menjadi dua jenis menurut bentuk sinyal yang dikonversi. sensor adalah sebuah transducer yang digunakan untuk mengkonversi besaran fisik di atas menjadi besaran listrik sehingga dapat dianalisa dengan rangkaian listrik tertentu. Kalibrasi adalah suatu prosedur yang berhubungan antara variabel yang diukur dan sinyal output yang dirubah/ konversi sehingga hasil dari pengukuran sensor sesuai dengan keadaan yang nyata. Sistem kerja griper menggunakan magnet Sensor Robot Dalam melakukan kerja robot membutuhkan kemampuan untuk merasakan objek. yaitu : sinyal analog dan sinyak digital. Sensor tersebut akan menghitung dan menganalisis informasi yang diterima oleh robot.

Sensor analog yaitu suatu sensor yang memberikan sinyal analog seperti tegangan dan arus. sensor non-kontak bekerja tidak d engan sentuhan objek ada. Sensor akan mengirimkan sinyal elektrik menuju kontroler dan kontroler akan mengukur dan menghitung data informasi kemudian akan mengirimkan perintah kepada robot untuk melakukan kerja tertentu. Sejajar dengan LED dipasang alat penerima atau receiver cahaya.5 Sensor Kontak Kontak sensor adalah sensor yang bekerja dengan sentuhan.6 Sensor Non-Kontak Berbeda dengan sensor kontak. Sinyal ini dapat di artikan nilai variabel fisik yang diukur. sehingga akan mengaktifkan/menonaktifkan sensor. melainkan menggunakan radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh sensor. Sensor non-kontak mengukur perubahan temperatur. Ketika 648 . Berbagai macam tipe limit switch 4. Sensor non-kontak dapat berupa. perubahan tekanan dan perubahan elektromagetik yang disebabkan karena adanya objek yang bersinggungan dengan sensor. Sensor digital adalah seuatu sensor yang memberikan output sinyal digital sensor digital ini lebih banyak digunakan dalam industri. Contoh sederhana sensor ini dalam aplikasi robot dapat ditunjukan pada sebuah konveyor berjalan tegak lurus di depan robot dan sensor (limit switch). Gambar 35. 4. Komponen yang berjalan pada sensor pertama kali akan menyentuh sensor. peralatan optik seperti LED (Light Emitting Diode) yang dipasang pada manipulator robot. karena dapat digunakan bersama komputer digital dan sensor analog.

Photoelectric Gambar di atas merupakan aplikasi dari sensor non-contact jenis photoelektrik. Akibat dari proses tersebut. Sensor non-kontak aplikasi warna Pada gambar di atas sebuah konveyor berjalan membawa material dengan berbagai macam warna. Apabila pancaran terhalang oleh material maka sinyal akan dikirimkan ke kontroler sehingga kontroller akan memberikan reaksi pada sistem.komponen atau objek yang melewati sensor tersebut akan sehingga cahaya yang keluar dari LED tidak bisa diterima oleh receiver. Apabila warna tujuan dikenali oleh sensor maka sensor mengirimkan sinyal kontroler sehingga tindakan segera dilakukan oleh manipulator. Sensor telah memiliki warna tujuan yang tersimpan di dalam memori sensor. 649 . Data tersebut dikirim ke kontroler dan akan diproses. Terdapat dua bagian sensor. Gambar 36. transmitter dan emitter. hasil proses ini akan dikerjakan oleh manipulator robot untuk melakukan tindakan tertentu. maka ada perubahan sinyal dari 0 (off) ke 1 (on). Transmiter memancarkan cahaya yang akan diterima emitter. Gambar 37.

Transmitter data Sebuah manipulator dilengkapi dengan infra merah dan mendeteksi material untuk dilakukan penanganan. Sebuah kontroler/komputer melakukan tindakan pengambilan material ketika ketika sinyal dari sensor telah mendapatkan data. Sensor jarak Sebuah transmitter suara dipancarkan pada sebuah material atau objek. Transmitter menerima pancaran suara kembali dan menghitung jarak antara transmitter dengan material. Gambar 39.Gambar 38. 650 . Saat material menerima pancaran tersebut maka material akan memancarkan kembali ke transmitter.

Data informasi tersebut akan diproses. 4. Gambar 41. Apabila kawat memiliki panjang l. Aplikasi sensor non-contact menggunakan kamera dan laser Contoh lain dari sensor non-kontak adalah sensor kamera. Strain gages 651 . apakah objek tersebut merupakan objek yang menjadi harapan kontroler atau tidak. dan lebar w. Tahanan/ resistance dicari dengan menggunakan dimensi dari sebuah kawat.Gambar 40. keteganan dapat dicari dengan perubahan tahanan ini.7. memiliki tahanan R terdeformasi atau berubah bentuk. Selanjutnya keputusan kontroler akan dikirim ke manipulator untuk menentukan langkar kerja dari robot. Kawat akan menjadi lebih panjang dan menurun luasannya. maka kamera akan mengirimkan data-data objek menuju kontroler. Perubahan bentuk tersebut akan menyebabkan perubahan pada tahanan R.7 Sensor Gaya Dan Momen 4. tinggi t. Ketika komponen atau objek yang berada tepat di bawah kamera.1 Strain Gages Sensor ini mengukur ketegangan pada material dengan menggunakan perubahan tahanan pada sebuah kawat.

Sensor piezoelectric merupakan peralatan yang sangat bermanfaat untuk pengukuran dalam berbagai proses.Pada strain gages terdapat dua bentuk susunan kawat.1 Resistive Temperature Detectors (Rtd) Ketika kawat dipanaskan maka tahanannya akan meningkat. Perubahan ini akan menyebabkan perubahan kapasitas pada kristal. Susunan ini menyebabkan kurang sensitive.8. Kawat susunan rosette pada strain gages Piezoelectric Sensor piezoelectric merupakan peralatan yang menggunakan prinsip efek piezoelektric untuk mengukur tekanan. Sensor ini digunakan sebagai kontrol kualitas.8 Sensor Temperatur 4. dan proses kontrol serta proses lainnya dalam industri. yaitu uniaxial dan rosette. Pada susunan uniaxial.7. Kristal ini berfungsi sebagai sensor gaya. Gambar 42 . Gambar 43. Kejadian ini disebut piezoelectric. percepatan dan tegangan dengan merubah kedalam sinyal listrik. juga digunakan sebagai sensor tekanan. kawat disusun searah dengan arah teganan.2 652 . Ketika kristal mengalami ketegangan jarak atom-atomnya pada kristal akan berubah. 4. sehingga temperatur dapat diukur menggunakan perubahan tahanan ini. Strain gages uniaxial Kawat susunan rossete disusun dengan horizontal. Resistive Temperature Detectors (RTD) menggunakan kawat yang 4.

adalah : • • • • Tingkat akurasi yang tinggi Cocok untuk aplikasi dengan ketelitian yang tinggi Operasi kerja yang luas Penyimpangan kecil Keterbatasan RTD • • Dibandingkan dengan thermistor. RTD membutuhkan waktu relatif lama untuk respon balik 4.8. Tabel 2. sehingga untuk perubahan temperatur yang kecil kurang sensitif. ketia dua logam yang berbeda bersentuhan satu sama lain maka akan timbul perbedaan potensial atau biasa disebut tegangan. Kawat sensor ini bisa dibuat menggunakan tembaga. RTD memiliki kepekaan yang kurang. 653 .260 Tahanan (ohm) 100 120 10 Gambar 44. nikel. Tegangan inilah yang akan digunakan sebagai penentuan temperatur. variasi temperature dan tahanan bahan Material Platina Nikel Tembaga Variasi Temperatur(oC) -200 – 850 -80 – 300 -200 . Termokopel menggunakan dua metal yang berbeda untuk membangkitkan tegangan.2 Termokopel Setiap logam memiliki potensial alami. atau paduan antara logam dan nikel. Berbagai macam aplikasi RTD Keuntungan resistive temperature detector (RTD).dibungkus menggunakan bahan isolator (penghantar panas yang buruk) sebagai pelindung. Material.

74 Platina-rhodium / 0 – 1450 Platina 0-2670 0 .82 Tembaga / -200 – 400 konstantan 0 – 870 0 – 42.37.82 – 68. Aplikasi thermokopel Tabel dibawah ini menunjukan jenis logam dan jangkaun temperatur dan jangkauan tegangan dari bermacam jenis logam Tabel 3. Thermistor merupakan peralatan yang murah dan terbuat dari manik-manik atau permukaan logam. Jangkauan temperatue dan jangkauan tegangan Material Jangkauan Jangkauan temperature (oF) tegangan (mV) -5. Ini terjadi karena panas akan mengurangi gerak elektron pada semikonduktor.8.60 – 17.07 Tungstenrhodium/platina 4.97 – 50. 654 .78 Chromel / -200 – 900 konstantan -5.63 Chromel / aluminium -200 – 1250 0 – 16. Gambar 45. Peralatan ini memiliki respon yang cepat terhadap perubahan temperatur. Ketika tahanan menurun maka maka temepratur akan meningkat. sehingga temperatur dan resistan saling bertolak belakang.3 Thermistors Thermistor adalah sebuah peralatan yang memakai resistan/ tahanan untuk mengukur perubahan temperatur.28 Besi / konstantan -8..

kepadatan. antara lain kecepatan aliran.9. Saat tekanan di dalam pipa lebih tinggi dari pada tekanan lingkungan maka pipa akan meluruskan posisi sensor yang terpasang pada ujung 655 . Thermistor 4. dan sensor terpasang kaku.9 Sensor Cair dan Gas Carian dan gas merupakan fluida yang di dalamnya bisa diukur dengan beberapa parameter. Gambar (a) menunjukan gambar pipa bourden.1 Pressure Tube tekana n senso r tekana tekanan tekanan a) pipa bourden Gambar 47. kekentalan dan tekanan.Gambar 46. Tabung tekanan b) baffle Gambar di atas menunjukan aplikasi sensor tekanan. 4.

terletak horizontal. sehingga bida diperoleh data perbedaan tekanan tersebut.9. Venturi 4. Aliran gas Tabung penghubun sensor Gambar 49. Tabung pitot untuk mengukur aliran gas 656 . Tabung dengan diameter kecil ini dihubungkan dengan pipa ukuran lebih besar dan dihubungkan dengan tekanan.3 Pitot tubes Kecepatan aliran gas dapat diukur menggunakan apa yang dinamakan tabung pitot. Pada bagian tengah terdapat bagian pipa yang dipersempit dan dihubungkan dengan pipa dengan diameter lebih kecil dan dipasang sebuah sensor atau tranducer yang akan mengetahui informasi tekanan. Ketika aliran fluida mengalir melewati sebuah pipa. Sensor tekanan Aliran fluida Gambar 48. Terdapat perbedaan tekanan antara bidang penyempitan dengan bidang sebelum penyempitan.pipa dan akan menjadi panjang ketika tekanan naik. Sedangkan pada jenis baffle posisi sensor. 4.2 Katup Venturi Gambar di bawah ini menunjukan alat venturi.9. pada bagian tengah terdapat penyempitan.

657 . Cahaya yang keluar dari emitter akan diterima oleh detektor dengan melewati cakram. Ketika magnet bergerak mengikuti putaran poros di bawah koil maka akan timbul induksi listrik.4. magnet dan sebuah koil. Sisi bagian atas terdapat emitters yang mengeluarkan sinyal dan bagian bawah sebagai detektor sinyal. Gambar 51. Aplikasi tachometer 4.10. Prinsip kerja tachometer dengan pulsa listrik yang dihasilkan.2 Encoders Encoder adalah sebuah peralatan menggunakaan sebuah cakram yang berlubang dan berputar. Dengan sebuah poros. Dua bagian sisi yaitu sisi bagian atas dan sisi bagian bawah. Porost Vout t magnet Gambar 50. Cahaya akan diterima detektor bila cakram berada pada posisi lubang.10.1 Tachometer Tachometer adalah sebuah peralatan yang mengukur kecepatan putaran.10 Sensor Jarak dan Sudut 4. Setiap magnet berputar sekali maka akan timbul pulsa listrik pada koil.

Arus AC dialirkan 658 . Gambar 52. Absolute encoder akan menghitung posisi dari poros untuk menentukan sudut poros. Aplikasi encoder 4.11 Linear Position 4. Cakram encoder Encoder memiliki dua jenis yaitu : absolute encoder dan inkrimental encoder. LVDT terdiri dari koil bagian tengan. inti magnetik bagian dalam.light emitters light detectors Shaftotates r Note: this type of encod commonly used in com puter mice with a r oller ball. inti magnet bagian luar. koil bagian kiri dank oil bagian kanan. Pada inkrimental encoder memiliki dua pulsa output yang berfungsi untuk menentukan jarak dan menentukan kecepatan. Gambar 53.1 Linear Variable Differential Transformers (Lvdt) LVDT mengukur jarak linear dengan area yang terbatas.11.

LVDT juga digunakan untuk mengukur tekanan dengan menggunakan pipa Bourden. Sehingga akan menginduksi koil bagian kiri. Gambar 55. Sinyal keluar ini menunjukan posisi dari inti.pada koil luar . Aplikasi LVDT Peralatan LVDT sangat akurat sebagai peralatan untuk menghitung jarak lurus. Batang Penggerak AC Gambar 54. Saat koil bagian tengah tidak menerima induksi maka tidak ada tegangan yang keluar (sinyal keluar). Rangkaian LVDT Pada LVDT terjadi tarikan ke arah bidang magnet. Banyak digunakan dalam indsutri seperti mengukur dimensi sebuah komponen.12.12 Sensor Kimia 4. sehingga menimbulkan kemagnetan inti. Kelemahan sensor ini adalah harga yang sangat mahal 4.1 PH Sensor ini dapat mengukur pH dalam jangkauan 0 sampai 14. sensor ini menggunakan elektroda yang bersentuhan dengan fluida. 659 .

dan pegas sebagai pemegang inti besi. Cara kerja solenoid ini hampir sama dengan motor (AC/DC).4. . Aktuator adalah sebuah peralatan yang menghasilkan gaya sebagai gerakan dari robot. katup hidrolik. 660 . 5 Aktuator …. Sumber energi aktuator dapat dibagi menjadi listrik dan fluida (udara dan minyak). Saat tegangan dimatikan makan posisi inti besi akan kembali seperti semula karena tarikan dari pegas. Prinsip kerja solenoid Solenoid banyak diterapkan pada industri seperti solenoid elektro-mekanik (AC/DC) . Masing-masing sumber energi disalurkan menuju aktuator sehingga menghasilkan kerja untuk sistem robot. Ketika tegangan masuk pada koil sehingga terjadi aliran arus maka koil akan berubah menjadi bidang magnet sehigga akan menarik inti besi ke dalam koil sampai menuju titik tengah koil. Pada gambar di bawah ini merupakan contoh aplikasi solenoid elektromekanik. perbedaannya terletak pada gerakan yang dihasilkan yaitu linear dan rotasi. 5.2 Conductivity Pemgukuran conductivity dikakukan secara langsung dengan menggunakan tegangan dua pelat yang digabungkan di dalam cairan dan sekaligus mengukur arus.1 Solenoids Solenoid merupakan aktuator yang terdiri dari koil atau gulungan kawat.12. Conductivity banyak diaplikasikan di bidang induksi frekuensi tinggi sebagai alternative. inti besi sebagai piston gerak linier. tegangan off tegangan on Gambar 56. katup pneumatik.

knop. pedal. Gerak yang dihasilkan silinder akibat dari gerakan linear atau maju dan mundur dari sebuah piston. Pembahasan tentang katup dapat dilihat pada pembahasan tentang Pneumatik/Hydrolik. antara lain: Penggerak manual (tuas. Pemilihan jenis silinder tergantung dari kerja yang dibebankan.Gambar 57. dll). Penggerak katup memiliki berbagai jenis. 661 . Katup memiliki berbagai macam jenis antara lain: Katup ¾. bisa berupa udara (pneumatik) ataupun minyak (hidrolik). silinder jenis hidrolik memiliki kemampuan kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan silinder jenis pneumatik. katup 5/2 dsb. Katup banyak digunakan pada industri ataupun transportasi.2 Katup Katup adalah peralatan yang berfungsi untuk mengatur aliran fluida sebagai penggerak aktuator. Selenoid elektro-mekanik 5. udara.3 Silinders Silinder merupakan jenis aktuator yang digerakan oleh fluida. dll). penggerak magnet/solenoid. Katup 5. Gambar 58.

Motor diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu AC (arus searah) dan DC (arus bolak balik). Pada stator terdapat inti magnet. Arus yang datang melalui sikat sehingga akan menyebabkan motor berputar. 662 .apabila fluida masuk dari sisi satunya maka akan mendorong piston bergerak pada titik A+ 5. Silinder penggerak ganda 5.1 Silinder Penggerak Tunggal Silinder jenis ini menghasilkan kerja dalam satu arah saja.2 Gambar 60.3.3. Bagian magnet pada stator bisa menggunakan electromagnet dan magnet permanent.4. stator (bagian yang diam). fluida masuk melalui sisi depan sehingga mendorong piston bergerak mundur A. Motor DC terdiri dari armature yang berputar dan bagian magnet sebagai stator (bagian yang diam). Prinsip kerja motor ini menggunakan magnet untuk menghasilkan kerja yaitu putaran.5. Silinder gerak tunggal Silinder Penggerak Ganda Pada silinder penggerak ganda terdapat dua lubang inlet dan outlet. Apabila fluida masuk ke dalam tabung akibatnya piston akan bergerak mendorong pegas sampai pada titik tertentu. 5. sedangkan pata stator terdapat koil yang berfungsi sebagai magnet listik apabila dialirkan arus.4 Motor Listrik Motor listrik terdiri dari rotor (bagian yang bergerak).1 Motor DC Motor DC merupakan salah satu jenis aktuator yang paling banyak digunakan dalam industri ataupun sistem robot. Gambar 59.

Armature masih bergerak dan sampai pada posisi vertical tegak lurus tepat pada bidang non-magnet sehingga armature akan terus bergerak. Kemudian komutator membalik arus yang menuju armature sehingga bidang magnet pada armature berubah. Pengaturan pada motor ini lebih mudah dibandingkan dengan motor seri. sehingga sisi armature sebelah kiri menjadi magnet kutub utara dan sisi armature sebelah kanan menjadi magnet kutub selatan.Motor DC dengan stator electromagnet dibagi menjadi 3 jenis. Motor seri memiliki artmature yang dihubungkan dengan electromagnet secara seri. Armature bergerak sampai pada posisi kutub yang berpasangan (kutub utara armature dengan kutub utara stator dan kutub selatan armature dengan kutub selatan stator). 663 . Gambar 61b. Prinsip kerja motor DC Gambar di atas dapat di jelaskan sebagai berikut : Gambar 61a. Gambar 61. Akibatnya kutub utara armature bertemu dengan kutub utara stator dan kutub selatan armature bertemu kutub selatan stator sehingga saling bertolak belakang dan menyebabkan armature (rotor) berputar kembali seperti pada posisi gambar 27b. motor shunt dan motor compound. yaitu motor seri. Jenis motor shunt antara armature dan electromagnet terhubung secara parallel. Pada motor compound memiliki kombinasi seri dan parallel pada armature dan electromagnet. Motor jenis ini memiliki karakteristik torque yang tinggi pada putaran awal. Gambar 61c. Akibatnya magnet stator dan magnet rotor (armature)akan saling bertolak belakang sehingga armature akan berputar. Saat koil atau lilitan dalam armature dialiri arus listrik maka armature akan menjadi magnet.

tetapi aplikasi motor yang tidak membutuhkan variasi kecepatan banyak ditemukan dindustri. Perawatan yang mudah Perawatan menjadi mudah karena motor AC tidak menggunakan sikat yang secara periodic harus diganti. 664 .4. Walaupun motor AC sebagian besar digunakan untuk memutarkan peralatan yang membutuhkan kecepatan konstan tetapi penggunaan dengan kontrol kecepatan mulai sering dilakukan dalam berbagai aplikasi industri. pompa.2 Motor Ac Motor AC merupakan jenis motor yang banyak digunakan pada dunia modern sekarang ini. Kehandalan yang tinggi c. mixer dan peralatan rumah tangga lainnya. Pada motor DC sistem control dibuat dengan mengatur tegangan sedangkan pada motor AC untuk menghasilkan kecepatan yang bervariasi dengan mengatur tegangan dan frekuensi. Motor AC tidak menggunakan rectifier seperti pada motor DC. Prinsip kerja motor AC Kelebihan dari motor AC adalah sebagai berikut : a.seperti kipas. d.5. Walaupun motor AC memiliki kelemahan terebut di atas. Harga yang murah dibandingkan dengan motor DC dikarenakan motor AC tidak menggunakan sikat sebagaimana sikat yang digunakan pada motor DC. Efisiensi tinggi b. Gambar 62. Harga yang relativ murah. Disamping kelebihan diatas motor AC memiliki kelemahan pada pengontrolannya. Motor AC dibuat untuk menghasilkan kecepatan yang konstan (tetap) sehingga untuk menghasilkan putaran yang bervariasi memerlukan sistem control yang cukup rumit.

3 Gambar 64. rotor merupakan magnet yang permanent sedangkan pada bagian stator menggunakan electromagnet. Aplikasi motor AC Motor Steper Motor stepper atau bisa disebut motor langkah merupakan salah satu jenis dari motor DC. 5. Apabila semua stator telah menjadi magnet maka rotor dapat menyelesaikan satu putaran. Rotor akan bergerak bila masing masing stator menjadi magnet dengan dialiri arus listrik. Motor stepper/motor langkah 665 . Langkah menggunakan derajat putaran. Bagian motor steper. Gerak putaran rotor langkah demi langkah berputar menuju sesuai dengan kemagnetan stator.Gambar 63. Perbedaan dengan motor DC biasa adalah motor stepper memiliki langkah putaran tergantung pada jumlah stator. mulai dari 0 0 sampai 90 0.4.

Dengan menjumlahkan sudut maka akan didapat berapa posisi yang dikehendaki dari peralatan.Motor steper banyak digunakan dalam berbagai aplikasi peralatan yang memiliki ketapatan putaran yang tinggi seperti dalam bidang robot sehingga tidak memerlukan sensor untuk menentukan posisi. Motor steper dibagi menjadi tiga jenis yaitu motor steper magnet permanent. 1b. sebutkan dan jelaskan koordinat tersebut? 666 . Besarnya langkah tergantung pada jumlah stator sehingga tidak ada peningkatan galat (error) dari posisi putaran motor.. Putaran tersebut menghasilkan gerakan dan sudut beberapa derajat. 6. Sebutkan dan jelaskan tiga komponen utama sistem robot? b. motor steper variable relucatance dan jenis motor steper hybrid. 2a. 2a. 6. Masing masing memiliki perbedaan dalam penggunaannya. rotor yang berupa magnet permanen (tetap) akan bergerak dari stator 2b kearah stator 1a. 2b dan kembali ke 1a maka semua stator akan menjadi magnet secara bergantian. Tes Formatif……………………………………………. 2b dan kembali ke 1a. Prinsip kerja motor stepper Pada gambar di atas. Robot bergerak dalam empat sumbu koordinat. 1b. Apabila rotor diberikan tegangan secara bergilir ke stator 1a.1 Soal-Soal a. akibatnya rotor akan bergerak satu putaran penuh dari 1a. Gambar 65.

1) Manipulator Manipulator memiliki dua bagian. Manipuator digerakan oleh actuator atau disebut sistem drive. hidrolik ataupun pneumatik. kontroler. Data dalam memori dapat di keluarkan atau di edit sesuai dengan yang dibutuhkan. Actuator bisa menggunakan elektrik. yaitu bagian dasar dan bagian tambahan. 3) Power Suply (Catu Daya) Power supply adalah sebuah unit yang menyediakan tenaga pada kontroler dan manipulator sehingga dapat 667 . Gambar 1 memberikan gambaran tentang bagian dasar dan bagian tambahan. Kontroler berfungsi untuk mengontrol pergerakan dari manipulator. Bagian tambahan merupakan perluasan dari bagian dasar. Bagian actuator ini akan dijelaskan pada selanjutnya. Kontroler sendiri diatur oleh sebuah informasi atau program yang diisikan dengan menggunakan bahasa pemgrograman tertentu. Rel berfungsi sebagai path atau alur sehinga memungkinkan robot untuk bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya dalam satu area kerja. bisa disebut juga lengan /arm. dan Power (daya). 2) Kontroler Kontroler menyimpan informasi yang berkaitan dengan data data robot. yaitu : Manipulator. Actuatuator atau sistem drive menyebabkan gerakan yang bervariasi dari manipulator. Bagian ujungnya terpasang efektor yang berfungsi untuk mengambil/mencekam material. Apendage Apendage Base Bagian dasar manipulator bisa kaku terpasang pada lantai area kerja ataupun terpasang pada rel. Sistem robot memiliki memiliki tiga komponen dasar. dalam hal ini data gerakan robot yang telah deprogram sebelumnya.6.2 Kunci Jawaban a. Informasi tersebut kemudian disimpan didalam memori.

Pergerakan ini diebut dengan geometri lengan (arm geometry). pneumatik. Koordinat ini memiliki 2 sumbu yang dapat 668 . bidang X. Power supply dalam suatu sistem robot dibagi menjadi dua bagian. yaitu bagian untuk kontroler dan bagian untuk manipulator. Masing masing koordinat sistem menyebabkan gerakan dari lengan manipulator. 3) Koordinat Polar Koordinat polar memiliki tiga sumbu yaitu ? (theta) atau gerakan rotasi. Efektor berfungsi sebagai bagian terakhir yang menghubungkan antara manipulator dengan objek yang akan dijadikan kerja dari robot. koordinat kartesian di kenali dengan tiga sumbu dasar. penyemprot cat ataupun hanya berupa penjempit objek. Y dan bidang Z di identifikasi sebagai gerakan manipulator. sumbu W (lengan atas) dan sumbu U (siku). gerakan ß (beta) atau gerakan melingkar dan sumbu R gerakan horizontal. X. hidrolik ataupun ketiganya. polar dan artikulasi koordinat. Manipulator bergerak melalui ruang hanya melalui bidang X. walaupun keadaannya bukan merupakan komponen dasar dari sistem robot. b. 4) Koordinat Artikulasi Koordinat artikulasi adalah koordinat yang terdiri dari tiga sumbu yaitu : ? (theta). 4) Efektor Efektor dapat ditemukan hampir semua aplikasi robot. masing masing bidang tersebut dihubungkan dengan gerakan lengan manipulator dari titik awal sehingga akan membentuk suatu titik tertentu dengan gerakan lurus vertical maupun horizontal. Bagian kontroler menggunakan elektrik sedangkan bagian manipulator bisa menggunakan elektrik. 1) Koordinat Kartesian Sesuai dengan sudut pandang matematika. 2) Silindrikal Koordinat Koordinat silinder membentu tiga derajat kebebasan atau tiga sumbu yaitu ? (theta) atau sumbu rotasi. Gerakan sumbu robot diklasifikasikan menjadi 4 koordinat yaitu : kartesian silindrikal. Sistem koordinat ini juga disebut sebagai sistem spherical atau sistem bola karena jangkauan area dari robot membentuk volume bola. bidang Y dan bidang Z. Sebagai contoh efektor dapat berupa peralatan las. Masing masing gerakan tersebut membentuk volume silinder sehingga disebut koordinat silinder. Y dan Z sebagai sarana untuk mencapai target. Bidang Z membentuk gerakan naik dan turun atau vertical.bekerja. sedangkan R membentuk gerakan horizontal atau maju dan mundur.

silindrikal. Gerakan ini di sebut dengan derajat kebebasan robot atau jumlah sumbu yang ada pada robot. Hal yang paling penting lain dari sebuah robot adalah jangkauan kerja (seberapa jauh robot dapat menjangkau objek). Manipulator : Lengan yang memberikan gerakan robot untuk memutar.melipat yaitu pada sumbu W dan sumbu U. sedangkan jangkauan kerja koordinat artikulasi adalah bentuk cabikan (tear-shape). yaitu : Manipulator. tetapi sifatnya tidak harus ada. aktuasi dan sistem kontrol yang digunakan. Efektor : Efektor berfungsi sebagai bagian terakhir yang menghubungkan antara manipulator dengan objek yang akan dijadikan kerja dari robot. Robot memiliki tiga tingkatan/level teknologi. keteletian (akurasi). Hal-hal yang digunakan dalam penentuan tingkatan robot adalah sumbu (axes). muatan (payload). Masing masing jangkauan kerja berbeda tergantung dari koordinat geometri yang digunakan. medium teknologi dan teknologi tinggi (high technology). Efektor sering ditemukan pada beberapa sistem robot. 669 . Sumbu robot bergerak dalam rangka untuk menyelesaiakan suatu kerja. Kontroler : Suatu peralatan yang bertugas sebagai penendali dari gerakan robot. Power supply dalam suatu sistem robot dibagi menjadi dua bagian. Power supply : Sebuah unit yang menyediakan tenaga pada kontroler dan manipulator sehingga dapat bekerja. yaitu: Rendah (low) teknologi. melipat. siklus waktu (cycle time). Kontroler membentuk sistem kontrol yang akan menentukan input dan output suatu robot. memilki banyak fungsi yang didesain untuk memindahkan material. Rangkuman BAB X……………………………………. menjangkau objek. suku cadang (part). manipulator terdiri dari beberapa segmen dan sambungan (joint). peralatan atau peralatan khusus. Gerakan tersebut diklasifikasikan menjadi 4 koordinat yaitu : kartesian. Sistem robot memiliki memiliki tiga komponen dasar. sehingga koordinat ini menjadi lebih fleksibel dan banyak digunakan dalam industri. polar d artikulasi koordinat. yaitu bagian untuk kontroler dan bagian untuk manipulator. Robot merupakan peralatan yang dapat diprogram ulang. dan Power (daya). 7. Masingan masing koordinat sistem menyebabkan gerakan dari lengan manipulator (arm geometry). jangkauan kerja koordinat silindrikal adalah silindrikal. kontroler. Koordinat kartesian memiliki jangkauan empat persegi pangjan (rectangular). jangkaun kerja koordinat polar adalah bola (spherical).

line tracking. 670 . perakitan. silinder dan motor listrik. katup. pengelasan dan lain sebagainya. Dengan adanya robot diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan.Robot sekarang telah banyak diaplikasikan dalam dunia industri seperti pengecatan. Aktuator (output) yang digunakan dapat berupa selenoid.

sistem pneumatik hidrolik. proses produksi industri modern. mengenal komponen elemen mesin. dan lingkungan. 2. Perkembangan tuntutan konsumen yang memerlukan kualitas tinggi telah mendorong para ahli untuk menciptakan mesin-mesin yang lebih presisi dan modern yang masih terus berkembang hingga sekarang. Sedangkan materi tentang kompetensi kejuruan akan membahas tentang gambar teknik. Namun selain kelebihan di atas mesin perkakas tangan memiliki kelemahan yaitu kurang memiliki daya saing bila harus melakukan produk masal. maupun komponen baru namun berdimensi tidak standar. Dengan adanya pembahasan tersebut diharapkan buku ini memberikan gambaran 671 . memahami proses -proses dasar kejuruan dan merealisasikan kerja aman bagi manusia. dan mesin konvensional hingga saat ini masih diperlukan. lembar kerja. menerapkan prosedur K3 secara tepat dan benar serta rangkumannya. membaca gambar teknik dan rangkumanya. Simpulan Secara garis besar buku ini terdiri dari materi kompetensi dasar kejuruan dan kompotensi kejuruan. Teknik produksi industri mesin dari alat-alat perkakas tangan. 3. alat. Materi tentang memahami dasar-dasar kejuruan membahas tentang statika dan tegangan. Materi tantang memahami prose-proses dasar kejuruan terdiri dari mengenal proses pengerjaan logam. mengenal material dan mineral serta rangkuman dari materi tersebut. Bagian keempat memnahas tentang g ambar teknik mesin yang terdiri dari mengenal alat menggambar teknik. proses produksi dengan perkakas tangan. 1. Keterbatasan tersebut antara lain pada kesulitan untuk mendapatkan kualitas yang sama persis antara produk yang satu dengan lainya.BAB XI PENUTUP 1. menguasai prosedur penerapan K3. proses produksi dengan mesin konvensional. mengenal mesin konversi energi serta rangkuman dari materi tersebut. dan teknologi robot. 5. proses produksi berbasis komputer. biasanya u ntuk keperluan perawatan dan perbaikan mesin dan komponen. Terutama untuk mengerjakan benda kerja dengan bentuk spesifik dan berdimensi khusus seperti penggantian komponen yang sudah tidak beredar di pasaran. Bagian merealisasikan kerja aman bagi manusia alat dan lingkungan membahas tentang mengenal regulasi K3. 4. Kompetensi dasar kejuruan terdiri dari tiga pembahasan utama antara lain memahami dasar-dasar kejuruan. mengenal proses pembentukan logam.

kepala lepas. keran pendingin. Teknik ini akan sangat membantu industri maupun siswa agar dapat membuat benda kerja dengan presisi meskipun memiliki design rumit namun menjadi mudah dikerjakan. c) alat potong d) perhitungan pemakanan benda kerja Adanya tuntutan konsumen yang semakin presisi menuntut proses produksi yang lebih akurat dengan bantuan komputer. melukis. menyambung.6. alas mesin (bed). Keuntungan dari software ini adalah programmer tidak perlu menghitung setiap titik koordinat dalam suatu benda kerja. Produk benda kerja yang memerlukan penyelesaian lebih presisi dari pekerjaan perkakas tangan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin konvensional. melainkan dengan 672 . sumbu pembawa. eretan (carrage). Gambar tersebut selanjutnya dapat ditransfer ke bentuk (N/G code) kalimat-demi kalimat yang dapat digunakan oleh mesin perkakas CNC untuk dikerjakan (dieksikusi). tuas-tuas pengatur kecepatan sumbu utama. penggores. b) bagian utama mesin bubut konvensional. yang lengkap tentang teknik produksi industri mesin secara keseluruhan. Bagian selanjutnya teknik mentransfer data dari gambar AutoCAD ke program mesin perkakas CNC. transporter. mata bor. fungsi mesin bubut konvensional. mesin bubut standar. mesin bubut ringan. pahat tangan. jenis-jenis mesin bubut konvensional. Adapun pembahasan teknik produksi industri rmesin perkakas tangan meliputi berbagai bidang antara lain: a) kerja bangku yang terdiri dari mengikir. Adapun bagian yang telah dibahas antara lain: a) mesin bubut konvebsional. sumbu utama (mesin spindle). menyetempel. Lebih mudah karena programmer tidak perlu menghitung letak koordinat suatu titik. setelah itu dibahas tentang pembuatan benda kerja dengan menggunakan mesin perkakas CNC. menyekerap. melipat. mengebor. dan menggerinda. c) lembar pekerjaan yang meliputi alas penindih kertas. (tail stock) . Bagian ini telah memaparkan bagaimana memproduk suatu benda kerja dengan menggunakan mesin perkakas. memahat. mesin bubut berat. menekuk. dengan mesin frais. seperti mesin bubut.pengikat kepala lepas. mal mata bor. kotak dan pengasahan penitik. pengepasan persegi. mengetap dan menyenei. bagian ini membahas tentang: pengertian mesin bubut konvensional. 7. b) kerja pelat yang meliputi membengkok. Oleh karena itu b agian ketiga telah memaparkan tentang teknik produksi industri mesin berbasis pada komputer seperti: Computer Aided Design (CAD). menggergaji. Buku ini akan mengupas teknik produksi industri mesin yang menggunakan peralatan mesin konvensional seperti teknik menggunakan mesin biubut. roda pemutar. namun cukup membuat gambar/design benda kerja secara bebas pada Software AutoCAD. dan frais. mesin bubut sedang. pengepasan ekor burung. mereamer.

pneumatik. untuk saluran 1. Rotasi Wrist. Pada PLC dijelaskan mulai dari sejarah perkembangan. unit penggerak (working element = aktuator). bent axis piston (pompa torak dengan poros. komponen hydrolik. PLC (progammable Logic Controller). katup pneumatik. bagian ini akan membahas tentang: istilah Robot. air motor (motor pneumatik). simbol logika. konduktor dan konektor. pemeriksaan udara kempa dan peralatan. unit pengatur (control element). pompa roda gigi dalam tipe crescent. pompa torak radial (radial piston pump). pengertian sistem kontrol pneumatik.2 (x). dasar-dasar perhitungan hydrolik. pemeliharaan cairan hydrolik. kompressor (pembangkit udara kempa). 10. 8. sistem kontrol pneumatik. prinsip hukum pascal. pengetesan efesiensi pompa hidrolik. pompa roda gigi dalam tipe geretor. Sistem 673 . Tingkatan Teknologi. Oleh karena itu bagian ini telah membahas tentang system control pnuematik dan hydrolik. perhitungan tekanan. perangkat lunak. klasifikasi sistim pneumatik. dasar perhitungan pneumatik. aplikasi penggunaan pneumatik. pengendalian tak langsung. instalasi pompa hidrolik. kecepatan torak. aplikasi sistem kerja pneumatik pengendalian langsung silinder sederhana. b) Operasi dan Fitur Manipulator. Proses produksi berbasis pada sistem kontrol pneumatic/hydrolik merupakan bagian yang sedang berkembang. karakteristik udara kempa. Pada bagian kesepuluh penulis membahas tentang TEKNOLOGI ROBOT yang meliputi: a) Pengenalan Robot. Gerakan Robot. gaya torak (f) udara yang diperlukan. materi tersebut meliputi pembahasan tentang: a) pengertian pneumatik. peralatan sistem pneumatik. keuntungan kerugian/kelemahan pneumatik. katup-katup pneumatik. unit pengolahan udara bertekanan (air serviceunit). perhitungan daya kompressor. otomasi teknik produksi. perangkat keras. meliputi: Manipulator Arm Geometry. pengendalian hydrolik. Bagian kesembilan akan membahas tentang proses industri teknologi modern yang meliputi sejarah perkembangan otomasi industri. Dari software ini data gambar akan dirubah ke bahasa pemrogramman mesin CNC seperti kode N. aplikasi pneumatik dalam proses produksi penggeser benda/pintu. type of mounting (cara-cara pengikat). pompa dan aktuator hydrolik. tekanan udara. 9. kode G.menggunakan osnap dan fungsi lain dalam AutoCAD. diagram karnaught. Gambar bebas benda kerja tersebut akan diterjemahkan oleh mesin CNC melalui software CNC Keller Q Plus. perhitungan kecepatan. analisa aliran fluida (v). efektifitas pneumatik. komponen Dasar. balanced vane (pompa kipas balanced). keuntungan dan kerugian penggunaan udara kempa. dan lainnya. tekuk). instruksi dasar sampai diagram ladder dan aplikasinya dan sebgainya.

Jangkauan Kerja. Bagi kalangan praktisi industri buku ini dapat dijadikan pegangan dalam mengatasi permasalahan yang ada di industri. Aplikasi Robot. Buku ini sebaiknya digunakan untuk pedoman pengajaran mata diklat teknik permesinan dan tenik otomasi industri untuk kalangan sekolah menengah kejuruan bidang teknik mesin dan praktisi industri mesin. 2. Sensor Gaya dan Momen. Saran Pada kesempatan ini penulis mengajukan beberapa saran demi kemajuan sains dan teknologi di Indonesia. 2. 3. Masukan dan saran dari pembaca yang budiman sangat kami harapkan demi kesempurnaan buku ini di masa yang akan datang. c) Efektor meliputi: Gripper. Pada bagian terakhir berupa bagian penutup. antara lain: 1. Klasifikasi Gripper. Sensor dan Tranduser. 674 . Penanganan Material. Perakitan dan Pengencangan. Sensor Kontak. Jenis Gripper. yang berisi simpulan dan saran. Sensor NonKontak.Penggerak Manipulator. pengelasan. sensor Temperaptur 11.

1985 . Yogyakarta : Penerbit Andi Siegfried K eller. Dorf : Sistem Pengaturan . Programmable Logic Controller (PLC) dan Perancangan Sistem Kontrol. Lilih Dwi P. Toleransi.1 DAFTAR PUSTAKA Aris Munandar. Bandung. Yogyakarta Richard C. Esslingen Daryanto. Katsuhiko Ogata : Teknik Kontrol Automatik (Sistem Pengaturan Jilid 1) . 1984 Peter Patient. 1997. 1991. Sudibyo dan Djumarso. Europah Lehrmittel Groover M. 1986 Harapan Utama. 1985 Pudjananta dan Narsuhud.LAMPIRAN A. Depdikbud. Maier dan Co. Austria. Keller Didaktik and Technik. Mannheim. Jakarta. Laboratorium CNC – BLPT Surabaya. Mechanical Engineering Handbook. Mesin Konversi Energi. Pelayanan EMCO 2A. Pengetahuan Dasar Mesin CNC. 1987. 1991. Croser P. Menggambar Teknik Mesin. Penerbit Erlangga . Gramedia. Pneumatic Systems Principles and Maintenance. Haan-Gruiten. Hollebrandse. 2001 Pakpahan : Kontrol Otomatik . Keller Didaktik and Technik. Omega Engineering. Gottfried Nist(1994). Lilih Dwi P. Petunjuk Penggunaan Mesin CNC EMCO TU-3A. Singapore. Programming. Q Plus Frasen CNC Qualifizierung.Karl. Wuppertal. Singapore. Jakarta. 2001. Andi Offset. PT. Pneumatik. Stamford 1999 Depdikbud. 1988. Pelayanan EMCO 3A.. CRC Press LLC. Jakarta: PT Rosda Jayaputra. Jakarta Sugihartono. Jakarta Dieter. 2006. Pradya Paramitha.Tata McGrawHill. Soedjono. dkk. 1999 Keller. Pengantar Ilmu Teknik Pneumatika. Bandung: Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Bandung. 2000. Solingen. Semarang: Lembaga Keterampilan Komputer Harapan Utama. Wuppertal. Modern Control Technology Component And Stystem Handbook.P. 1990. EMCO Meier (1992). Homburg. Buku CNC Milling – TU 2A (Mesin Bubut Dasar) . Inc. Schulungsunterlagen CNC Maho 432. 1988. Bandung Cliffs. 2001. Mcgraww-Hill Book Co. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Penerbit Erlangga . 1990. 2001. 1992. Festo Didaktik. 1995. J. Mesin Bubut CNC Dasar. Iwan. Hadi.M. New Delhi. EMCO Mikell P. Jakarta. Hallem. 1983 Sachur Rheinhard. Deutschdtiflng fur Internationale Entwikcklung. Penggerak Mula Turbin. CNC Technik. dkk. 2006. Festo Didaktik. Laboratorium CNC – BLPT Surabaya. Industrial Robotics Technology. and Aplication. Majumdar. Jugendlexikan der Tecknik. Hallem.J. dkk. 1994. Dasar Dasar Kontrol Pneumatik. 1988. 1998. 1998. Groover: Automation Production systems. 1988. Soewito. Penerbit tarsito. Penerbit Erlangga . Buku CNC Milling – TU 3A (Mesin Freis Dasar) . and Computer-Integrated Manufacturing : Pearson Education . ITB.. Materi Pengajaran AutoCAD 2000. Gehlen Setiawan. Teknik Pemrograman Dan Aplikasi CNC. Q Plus Drehen CNC Qualifizierung. Siegfried Keller. Jakarta Keith Frank. Solo: ATMI ST Mikael Sugiharto. Verlag. EMCO Maier dan Co. Instandhalttungsmanagement. 1977. Hydrolik. Koln Delman kilian. Steurn und Regeln im Maschinenbau. 1992. Jakarta. New york. Esslingen Croser P. CNC Didaktik.

jp/eng/index. Yudhistira. 2006.my www.net www.htm embedded-system. Jakarta Wahana Komputer.com www. Dasar-dasar Sistem Pemrogramman mesin CNC. Semarang.zen.roboticsonline.en.gov.com/ASIMO/ www.2 Sumbodo.automation.20k www. www. Semarang. Jakarta: Salemba Infotek. Unnes Sumbodo.webstergriffin. 2002.22k www.com embedded-system. Wirawan. www.com world.wikipedia. Solo: ATMI ST Mikael Umaryadi.html . Dasar-dasar Sistem Pneuamtik/Hydrolik.Wikipedia.LAMPIRAN A.co.omron. Unnes Supriyono dan Almeriany.playrobot.compserv.com/images/robot_arm01. Wirawan. Gambar Teknik. 2004.com www.com www.com/index3. PDTM Teknologi dan Industri.net/ .de www. cnc-keller.honda.plcs.omron.html www. 1983.hondacompany.com/id/search/automation system www.sabah. 1998.com/comp%20robot_ind.fanucrobotics. Menguasai AutoCAD 2002.net/kuka-kr-1000-titan-6-axis.jpg .com www. Q Plus Frasen.

......... Kertas gambar berdasarkan ukuranya ............................... Tabel 4.................................. Tabel 2........... Tabel 9................ Tabel 4 Tabel 5.. Tabel 8........ Tabel 4..................... Tabel 15.............. Jumlah gigi tiap panjang 1 inchi berikut fungsinya ............. 246 254 261 262 263 302 303 304 319 320 321 322 322 323 323 338 338 ....LAMPIRAN B............................................... Tingkatan suaian basis poros ........ Tabel 13...... Tabel 3........... Tabel 8................................... ALAT DAN LINGKUNGAN Tidak ada tabel BAB IV GAMBAR TEKNIK Tabel 1...... Perbedaan mesin bubut konvensional dengan CNC . Tabel 3.......................... Tabel 14............. Tingkat kehalusan dan penggunaanya ......................................... Tabel 12.......... Tabel 6........................ Kecepatan potong pahat HSS (High Speed Steel) ........................ Daftar kecepatan potong pembubutan.................................... Pemilihan nomor pisau sistem module........................ Ukuran utama roda gigi sistem module...................................................... Hubungan cutting speed dengan bahan ................................................................. Kecepatan potong untuk beberapa jenis bahan. Jenis daun gergaji berikut fungsinya ..................................... Macam-macam ketebalan garis ..................... Tabel 7... Tingkatan suaian basis lubang ............................................................ Kecepatan pemakanan pergigi untuk HSS.......................................... Tabel 8....................................... Kecepatan pemakanan untuk pahat HSS ............... Pengelom pokan kikir berdasarkan kekerasan gigi dan kegunaanya................................................................. Pensil berdasarkan kekerasan ......................... Cutting speed untuk mata bor ...1 DAFTAR TABEL BAB I MEMAHAMI DASAR -DASAR KEJURUAN Tidak ada tabel BAB II MEMAHAMI PROSES-PROSES DASAR KEJURUAN Tidak ada tabel BAB III MEREALISASIKAN KERJA AMAN BAGI MANUSIA............................ Daftar kecepatan potong mesin frais ..... Tabel 3..... Tabel 7.............................................. Pemegangan kikir untuk berbagai kebutuhan pengerjaan .... Tabel 10........................................................ Jenis bukaan gigi gergaji dan fungsinya ................................................................................... Tabel 2.............................. Tabel 6...... 138 139 141 173 174 175 178 178 179 200 200 204 BAB VI PROSES PRODUKSI MESIN KONVENSIONAL Tabel 1........ Tabel 11....................................... 62 64 99 103 BAB V PROSES PRODUKSI DENGAN PERKAKAS TANGAN Tabel 1............ Tabel 10........................................ Tabel 9.......................................... Kecepatan pemakanan (feeding).... Pengelompokan kikir berdasarkan penampang dan penggunaanya ................. Kecepatan keliling yang disarankan . Langkah pengeboran berbagai jenis pekerjaan ........... Tabel 11....... Perbandingan ketebalan garis bantu dengan garis gambar ....................... Penggunaan sudut tatal dan sudut bebas pahat bubut...... Tabel 16....... Tabel 5.................................................... Tabel 2................... Satu set cutter midul sistem diameter pitch................... Satu set cutter dengan 15 nomir................. Tingkat kekerasan batu gerinda dan penggunaanya .... Kecepatan potong untuk HSS dalam m/menit... Ukuran utama roda gigi diameteral pitch....... Tabel 12......

............ Tabel 19.... Tabel 18............................................................................ Simbol dan logika katup NOT................... Siklus pemrograman dengan EMCO TU 2A ....................... Jenis penggerak katup......................... Karakteristik cairan hidrolik yang dikehendaki .................. Tabel 4.......... Nilai penyimpangan poros untuk tujuan umum . Koordinat hasil perhitungan titik ....... 653 Jangkauan temperature dan jangkauan tegangan ..... Siklus pemrograman pembuatan asbak rokok dengan........................ Tabel 2...... Jenis -jenis cairan hidrolik tahan api.. Tabel 4........... Tabel 3................ BAB X TEKNOLOGI ROBOT Propertis teknologi robot ........ Tabel 13.... CNC EMCO TU 2A .............. Tabel 7....... Perbandingan macam -macam cairan hidrolik ......................... Simbol dan keterangan rangkaian kontrol pint bus otomatis ............................... 629 Material variasi temperature dan tahanan bahan ............ Batas viskositas ideal.................................................. Tabel 17................ Tabel 1... Tabel 4.............. Tabel 11..... Simbol logika katup AND .................................................. Tabel 5......... Tabel 8......... Aplikasi penggunaan hidrolik dengan tingkatanya......... Tabel 12............................ Nilai penyimpangan poros untuk tujuan umum .. Tabel 20.......... Aturan aljabar saklar AND .................................................... 654 ...................... Tabel 6............................................ Harga tingkatan suaian menurut ISO .... Jenis dan simbol katup pemroses sinyal....................................... Logika sistem diagram gerak silinder melalui dua katup ............ Daftar alamat pada input dan output .............. Logika pengendalian sistem sederhana langsung...................................................... Tabel 2................................................ Aturan aljabar saklar OR............................. Tabel 5................... Tabel 6.. Tabel 2........................... Nilai penyimpangan lubang untuk tujuan umum ................................................ Tabel 3...... Arti kode lainya ...................................... Pengalamatan input dan output ............................................................................................................................................................................... Tabel 15............................ Simbol logika katup OR.......... SISTEM PNEUMATIK DAN HYDROLIK Jenis dan simbol katup sinyal pneumatik ..........LAMPIRAN B.... 339 340 341 342 343 410 420 422 428 430 437 441 497 498 500 502 503 503 504 504 505 508 518 520 522 523 544 545 546 546 547 550 581 582 582 583 608 612 614 BAB VII PROSES PRODUKSI BERBASIS KOMPUTER BAB VIII Tabel 1................................. Tabel 10.................... Nilai penyimpangan lubang untuk tujuan umum ........................................................................................................................ Tabel 3.....2 Tabel 17.................. Tabel 9........................................................................... Alamat input dan output PLC ... Tabel 7......................... Logika katup NOR.......................................... Tabel 2. Siklus pembuatan ulir G 33 ...................................... Jenis dan Simbol Komponen Sistim Pneumatik Lainnya (FESTO FluidSIM)............ Logika OR dan NOT OR ............................................................. Kesetaraan dari berbagai satuan viscositas oli hidrolik........... Siklus program pembuatan pion catur dengan CNC EMCO TU 2A ............................................. Tabel 18a Tanel 18b Tabel 19a Tabel 19b Tabel 1..... Tabel 14.......................................................... Tabel 5............................................................................ Klasifikasi viskositas cairan hidrolik........................................................... Jenis dan simbol katup pembatas tekanan........................................ PROSES PRODUKSI INDUSTRI MODERN Logika AND dan NOT AND .............................. Tabel 3............................................................................................... Arti kode M pada mesin CNC .......... Logika katup NAND.................................... Tabel 7............................. BAB IX Tabel 1.................................... Tabel 16......... Tabel 6..

.............5 Menyusun lebih dari dua buah gaya secara poligon............................................... Gambar 32.. Gambar 23........ Gambar 16........................................ Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4..................... 36 Die Casting.......................... Gambar 8. 12 Tegangan lengkung pada batang rocker arm ..9 Tegangan yang timbul pada penampang A-A.................................................................. Gambar 7... Gambar 25....... Gambar 7........................ 19 Bantalan radial...... Gambar 8........... Gambar 20.................................................. Gambar 22.. Gambar 27... 16 Kontruksi poros transmisi.................................................. 1 Gaya gesek pada roda mobil......................................................4 Menyusun gaya lebih dari dua buah secara Analitis... 10 Tegangan Normal... 43 Gambar 4.......8 Kesetimbagan benda pada bidang miring.......................................................................... 10 Tegangan tarik pada batang penampang luas A.. Gambar 14........................ Gambar 17..... 13 Tegangan puntir.......................... 42 Mesin pengerollan (rolling).................6 Dua buah gaya sama sejajar berlawanan arah dan berjarak L................... Gambar 3......................................................... menutupi permukaan pola dalam rangka cetak dengan pasir......3 Menyusun lebih dari dua buah gaya secara poligon...................... 36 Salah satu produk Die Casting... 34 Turbin air produk hasil pengecoran logam ................. Gambar 9................. 29 Proses Pengecoran logam . Gambar 12.......................1 DAFTAR GAMBAR JILID 1 BAB I MEMAHAMI DASAR -DASAR KEJURUAN Perpindahan benda dari A ke B akibat gaya F............................................... 20 Dapur pengolahan bijih besi menjadi besi................................. Gambar 11............................ Gambar 13........... Gambar 24....... MEMAHAMI PROSES-PROSES DASAR KEJURUAN Logam cair sedang dituangkan ke dalam cetakan.................................... 31 Pengecoran logam pada cetakan pasir....... Gambar 5......................... 35 Turbin air produk hasil pengecoran logam.................8 Dua gaya pada batang membentuk kesetimbagan............ .........5 Jarak (L) garis gaya (F) terhadap titik perputaran (o)............................................... 11 Tegangan tekan.................................................. 40 Pengerjaan Logam dengan mesin bubut................................................................................ 16 Beban lentur murni pada lengan robot........... Gambar 10............ 19 Bantalan aksia..... Gambar 15................ Gambar 19...................... Gambar 12....... 16 Poros transmisi dengan beban puntir.... Gambar 29... Gambar 6...LAMPIRAN C...................................................................... 17 Beban puntir dan lentur pada arbor saat pemakanan...... preses penuangan (d).......................................................................................................... Gambar 6........................................ Gambar 5............3 Menyusun Gaya lebih dari dua buah secara grafis ......................... Gambar 2............................. 30 Diemensi benda kerja yang akan dibuat (a)..... 14 Kontruksi poros kereta api............... Gambar 28............................................. 15 Kontruksi poros kereta api..................... Gambar 10.................................2 Menyusun dua buah gaya menjadi gaya Resultan (F)..6 Gaya F 1 dan F2 yang mebentuk sudut a............................... Gambar 26.....................4 Menguraikan gaya (proyeksi) sumbu X dan Y ................... 38 Pengolahan Logam Manual.......2 Titik tangkap gaya (A) pada garis kerja gaya ............................................................... Gambar 31.............................. 23 Gambar 1........................................................ (c) cetakan siap........................................ 12 Tegangan Geser................... 41 Produk pengolahan logam dengan mesin CNC........... 18 Bantalan luncur dilengkapi alur pelumas ...... Gambar 30........................................................................... Gambar 9.... Gambar 11........................................................................................ 19 Bantalan gelinding khusus............... Gambar 18..... dan produk pengecoran ..................................... BAB II Gambar 1............................ Gambar 21.......

........................................................................................... Cara penempelan kertas di atas meja gambar non magnetik......................................... Gambar 11................... Gambar 29................................ dan energi listrik.................. 44 Accu sebagai bentuk energi kimia................................. 79 Proyeksi miring......................... 58 Tanda harus mengenakan penutup telinga........ Gambar 30..... 66 Pensil mekanik................................................... DAN LINGKUNGAN Gambar 21.. Gambar 5............................. Gambar 23................................... Gambar 19.................... Gambar 13.............. Gambar 6................ Gambar 28... Gambar 23................................................................................. 69 Kedudukan pena tarik saat menarik garis .......................................... 50 Sebuah sistem turbin gas............................................................. 81 Bidang proyeksi.... 69 Jenis jangka.............................................................................................. Gambar 20............ 48 Turbin Air .............................................................................................. 68 Cara menggunakan penggaris -T................ 73 Mesin gambar lengan ..................................................... 65 Pensil batang ................. Gambar 22.............. 77 Proyeksi isometris dengan kedudukan terbalik........ 73 Proyeksi piktorial...................................................................................... 67 Penggaris T dan sepasang penggaris segitiga.............................................. 80 Macam-macam pandangan................................................... 66 Cara menarik garis ......................................................................................... 46 Pemanfaatan energi angin .... Gambar 27................... Tanda harus mengenakan kacamata .............................. 76 Penyajian proyeksi isometris ............ 67 Rapido............................ 70 Membuat lingkaran besar dengan alat penyambung................ 45 Salah satu reaktor nuklir ........................ Gambar 3........... Gambar 25................................................................ 59 BAB IV GAMBAR TEKNIK Gambar 1....................... Gambar 9.......... Gambar 22....................... Gambar 24................................................................... Gambar 7........ 81 2 ...... Gambar 8........... Gambar 18......................... 71 Busur derajat.......................................................................................................................................... Gambar 18...................... 72 Mal bentuk geometri.................................................................................. 46 Mesin konversi dari panas ke uap... Gambar 4................ 75 Proyeksi isometris .... 72 Meja gambar....................... 73 Mesin gambar rol................................... Gambar 2............................................................................ 79 Perspektif dengan satu titik hilang... 68 Cara menggunakan penggaris segitiga.............. Gambar 14........ 77 Proyeksi isometris kedudukan horisontal.................................................................................................. 78 Kubus dengan proyeksi dimetris................................................................................................ ALAT.................................................... Gambar 21......LAMPIRAN C........................................................ 80 Perspektif dengan dua titik hilang....... 58 Tanda harus mengenakan sarung tangan ....................................................... Gambar 20 PLTA....... 80 Perspektif dengan tiga titik hilang.. Gambar 25.......................................................................................................... 59 Mengisap serbuk fiber menggunakan vacum ... Gambar 12............................................................. Gambar 19...... 58 Pekerja menggunakan kacam ata dan masker..... Gambar 17...................... Gambar 15..................................................................... 72 Contoh penggunaan mal lengkung.............................. Gambar 15........... Gambar 24... Gambar 17............................................... Gambar 31.. Gambar 16.................. 70 Plat pelindung penghapus ...................................... Gambar 33....................................... 47 siklus motor bensin 4 langkah..... konversi energi dari energi potensial............................ 59 Menekuk plat/selang fiber menggunakan sarung tangan ............................ 71 Mal lengkung.....................................................................2 Gambar 13..... 78 Proyeksi dimetris ................... Gambar 24.......................... Gambar 26.......... Gambar 16................................................................................................... 50 BAB III MEREALISASIKAN KERJA AMAN BAGI MANUSIA.. Gambar 32...................................... Gambar 14....... energi mekanik................................

.......................................................... Gambar 83.. Gambar 37........................................... Gambar 42....... Gambar 82..... 95 Penempatan gambar potongan..................................113 ..................113 Penempatan anak panah dan ukuran di dalam lingkaran.............. Gambar 74....................................................................................... Gambar 63b................................................................110 Pengukuran ketirusan.................................................................................................................................... 84 Garis sumbu berimpit dengan gambar........................................................................................................................................................ Gambar 62b.............. 97 Potongan jari-jari pejal...................................................... 83 Potongan garis yang bersudut 45o ........... Gambar 66............. Gambar 39....... 89 Pembedaan bentuk benda dengan satu pandangan............................................................................................................................................101 Contoh penggunaan arsiran...................................... 88 Gambar satu pandangan................ Gambar 63a................................................................................... 97 Penempatan potongan dengan diputar dan dipindah...................... Gambar 50.....................................................LAMPIRAN C.................... 86 Anak panah ..................... Gambar 77............... Gambar 44............................105 Cara penarikan garis dan ketebalanya ................................................ Gambar 78.............................................................. Gambar 36.........................................108 Ukuran tambahan......................103 Arsiran benda tipis..................................101 Potongan bercabang atau meloncat......... 87 Penerapan Proyeksi Amerika... 82 Pembukaan objek gambar di kuadran I ................................................................................................ 93 ............... Gambar 35................................................. Gambar 79................................................................. 84 Garis sumbu terpisah dengan gambar.......... 92 .......................103 Arsiran pada bidang luas dan bidang berdampingan.. 94 Tanda pemotongan dengan gelombang dan zigzag............... Proyeksi di kuadran I .............................................................. Gambar 62a...........................................112 Pengukuran jari-jari............................110 Penunjukan ukuran pengerjaan khusus ................................... Gambar 40.................. Gambar 51.................................................................................. 87 Contoh penggambaran anak panah ............... Gambar 80.... Gambar 65...102 Sudut ketebalan garis arsiran....................................................................... Gambar 81................................ Gambar 68...... Gambar 53................................ 99 Potongan separuh................................ Gambar 57.......................... 86 Proyeksi Amerika ....................................................... Gambar 47...................................................................................................................................................... 96 Penempatan potongan dengan diputar.......................... 85 Pandangan proyeksi Amerika ... Gambar 38........................ 85 Contoh pandangan proyeksi Amerika ...... 98 Potongan dudukan poros ................... 89 Pemilihan pandangan utama..... Gambar 69.... 88 Gambar pandangan..............104 Angka ukuran dan arsiran.......................... Gambar 61... Gambar 49......................... Gambar 72................................. Gambar 58a Gambar 58b Gambar 58c....................... 83 Pemutaran dengan jangka ......... Gambar 54..................106 Jarak antara garis ukur........................ Gambar 70................................101 Potongan putar............ Gambar 71.. 98 Potongan penuh.. Gambar 41...................... Gambar 64....111 Pencantuman simbol-simbol ukuran................................................. Gambar 48........................... 84 Pandangan proyeksi Eropa ..100 Potongan sebagian ................................... 93 Tanda pemotongan........... Gambar 60.................................................. Gambar 56.........................................104 Macam-macam arsiran.............................. 90 Pandangan utama............................ Gambar 73....... Gambar 59............................................................................................................................................................................. 90 Penggunaan dua pandangan....................... 86 Proyeksi Eropa ................. Gambar 43.. Gambar 45.................................................. 90 Penentuan pandangan depan... 91 Bentuk benda dari hasil pandangan.............................................. 87 Penerapan Proyeksi Eropa ........................111 Penunjukan ukuran pada bagian yang simetris ......................................... 93 ............... 91 Penggunaan tiga pandangan ..................... Gambar 67.................................................................................... Gambar 46...................................................................................................... Gambar 75... Gambar 76............................................107 Penulisan angka ukuran....... Gambar 52...........3 Gambar 34............ Gambar 55.................. Gambar 84......

..113 Penunjukan ukuran ... Gambar 124................................ Gambar 100.................. 138 Gerakan badan dan mulut ......................................124 Penulisan toleransi dan nilai penyimpangan nol....................................... Gambar 105......................................................................... Gambar 2.............................. Gambar 106...............129 Suaian tramsisi...125 Penulisan batas -batas ukuran.................................................................. 136 Bagian bagian utama kikir ....... 137 Spesifikasi kikir berdasarkan penampangnya .......................................122 Batas atas dan batas bawah toleransi............ Gambar 119. Gambar 112..................134 Gambar Benda Kerja ...........................................129 Suaian paksa.................................................................121 Pembuatan gambar baut.............124 Penulisan toleransi suaian dan nilai penyampangan ................................................... 135 Pencekaman benda kerja ........133 Potongan B-B.....................................124 Penulisan toleransi dan nilai penyimpangan.........................................114 Ukuran sejajar... Gambar 96........................................114 Ukuran berantai ................................................................................................................................................................... Gambar 94......................................................................................................................... Gambar 101...................... PROSES PRODUKSI DENGAN PERKAKAS TANGAN Ketinggian ragum untuk pengerjaan umum kerja bangku .......................... Gambar 122................... Gambar 95........................128 Suaian Longgar............ Gambar 8...................................................................................................120 Pembuatan gambar mur.118 Pengukuran berjarak sama....................126 Penulisan ukuran dan tolerans i pada gambar kerja..........115 Ukuran berimpit.........................................................123 Penulisan toleransi simetris ........................................................................................ Gambar 10......................135 BAB V Gambar 1......... Gambar 9........................................................................................................................125 Jenis -jenis penulisan yoleransio pada ukuran sudut.................123 berbagai macam ukuran dan penyimpangan.. Gambar 108......................................132 Potongan A-A....................115 Ukuran kombinasi.......................................................................................................... Gambar 91...........................................................................................................................................................LAMPIRAN C....................................... Gambar 113...........131 Proyeksi dimetris ...............................................................119 Pengukuran pada lubang... Gambar 114.......... Gambar 118......................... Gambar 92........................................ Gambar 110.......................................................................... Gambar 102................... Gambar 123.....................122 Pembuatan gambar mur dan baut...........120 Pengukuran profil.....................132 Proyeksi miring.........................119 Pengukuran alur pasak....................................................... Gambar 103................................................................................................................. 137 Spesifikasi kikir ................. Gambar 98............................................... Gambar 121................................ Gambar 5....... Gambar 125. Gambar 111.............128 Penandaan Kualitas Permukaan ........................ 137 Kikir single cut dan kikir double cut ............................................ Gambar 3................121 Pengukuran mur............116 Pengukuran berimpit.....131 Proyeksi isometris .......... Gambar 107.....124 jenis -jenis penulisan toleransi pada gambar susunan............................................................................... Gambar 4....................................... Gambar 88.............. Gambar 89................... Gambar 117...................... Gambar 7........................... Gambar 93.................................................................. Penempatan anak panah dan ukuran di luar lingkaran.... Gambar 104....133 Macam-macam arsiran......................... Gambar 86................... 142 Posisi kaki terhadap sumbu ....124 Penulisan suaian standar ISO............................. Gambar 120................ Gambar 115............ Gambar 109..........................................125 Penulisan batas -batas ukuran dalam satu arah................126 kelonggaran dan kesesakan antara poros dan lubang........................................ Gambar 97......................................................... Gambar 90..........................118 Pengukuran berjarak sama.................................................. Gambar 87.......................4 Gambar 85............. Gambar 99.............129 Proyeksi piktorial..... Gambar 116....135 Ragum .117 Pengukuran koordinat........ 142 Kikir gigi tunggal arah pemakanan lurus dengan 4 ................................... Gambar 126........................ Gambar 6............................

...................................................... 143 143 144 144 145 145 146 146 139 139 148 148 149 149 149 150 150 150 151 152 152 152 153 153 154 155 155 155 156 156 157 157 157 158 158 158 158 159 159 160 160 161 161 162 162 162 163 163 163 163 164 164 Gambar 11... Set mal radius dalam satu tangkai ............................................... Gambar 20.............. Gambar 57..... Gambar 41.................................................................................................................................................. Jangka bengkok .............................................................. Memeriksa ulir baut dan mal ulir ............ Gambar 29...................................................................... Gambar 46......................................................... Gambar 14..................... Siku-siku ................ Gambar 45................................. Menghilangkan kulit yang keras dengan ujung .............................. Mengukur tebal dan kesejajaran ............................ Bidang dasar 1.................................................................................................................................. Gambar 42.................... Mengukur tinggi / tebal ............................................................... Siku-siku kombinasi ................ Gambar 32.... Penggunaan busur derajat ......................... Gambar 35.............................................. Memeriksa dengan mal radius ........................................................... Gambar 30................................. Pengikiran radius dalam ........................................................................ Jangka garis ....... Gambar 28............................................................................................................................................... Gambar 21......................... Penitik garis ......................................................... Gambar 23.......... Jangka tusuk (spring divider ) ........................................................................................................................ Gambar 40......... Gambar 56................... Gambar 49............................................................................................................................................................. Kikir gigi ganda degan arah pemakanan lurus dengan sumbu kikir ...................... Penggunaan mistar baja .................... Gambar 60............... Set mal radius dalam ikatan cincin......... Palu .................................................................................................................... Gambar 27.................................... Gambar 52.. Penitik pusat . Gambar 31............................................................................ kesikuan dan kesejajaran dalam penggambaran .............................. Mistar baja ..................... Pengunaan penitik pusat ........... Gambar 58......................... Gambar 44.............. Gambar 59....... Gambar 48........................................................................... Gambar 24......................................................................................................... Penggunaan jangka garis ........... Pengukur tinggi ......... Pengukuran 45 o ..... Tangkai palu.................................................................................. ................................................... Jangka kaki ................................. Gambar 34................ Gambar 25a Gambar 25b Gambar 26.. Pita ukur ........................ Pengukuran kesikuan 90o..................................................................................................... Gambar 12.................................. 2 dan 3 ....... Gambar 33................................................... Gambar 16................5 sumbu kikir ......................................... Gambar 50............................. Kikir gigi tunggal arah pemakanan tidak satu sumbu dengan sumbu kikir .......................................................................................................... Pemeriks aan hasil pengikiran radius .................................................... Pemakaian penggores .... Gambar 51.................... Balok gores ........................................................................ Gambar 53..... Gambar 47....................... Gambar 15...................... Pemeriksaan hasil pegikiran miring ................. Jangka tongkat .................... Bidang dasar sebagai dasar ukuran.................. Pengukuran dengan jangka tusuk ............................ Penggunaan jangka tongkat ................................ Penggunaan balok gores ...................... Pemeriksaan kerataan hasil pengikiran dengan pisau perata ... Pengikiran radius luar ................................................................... Gambar 36................................ Gambar 38............................................. Gambar 13..................... Penggores ..................... Gambar 22...... Gambar 18.............................................................. Gambar 17.................................................... Menggaris sebuah bidang ................ Gambar 54........................................... Memeriksa diameter dalam ..................................... Penggunaan siku-siku ......................... Gambar 43.......LAMPIRAN C...... Gambar 55...................................................................................... Satu set mal ulir . Siku-siku geser ................ Gambar 37........................... Gambar 19................. Jangka sorong .................... Penggunaan penitik garis .... Gambar 39.... Busur derajat ..................... Penggunaan mistar sorong ..

........................................................................................ Gambar 105.......................... 171 Mesin bor bangku.............................. Gambar 75................... 165 Penggunaan meja ............................................. 179 Pemegangan sengkang gergaji ................................................................... Gambar 101.............................. 166 Bagian-bagian mata bor ............ 176 Peluas yang dapat distel ............................................... 188 Susunan stempel .......................................................................... 185 Memahat baja pelat .......... 180 Membuat alur (permulaan menggergaji) ............. 171 Mesin bor tiang ... 178 Pemasangan daun gergaji pada sengkang ........ 189 Posisi stempel ...................... Gambar 102............................................................................................... Gambar 89...... 166 Penggunaan balok vee .......................................... 183 Pahat dam .................................................. Gambar 70. Gambar 80............ 168 Bor pembenam ................................... Gambar 65....................................................................................................................6 Gambar 61......... 170 Penjepit bor ............ Gambar 66.................................................................................................................................... 165 Meja perata ..................................................................................... Gambar 93................................................... 184 Pahat kuku ............................................................................................................... 181 Pemotongan benda kerja .................................................................................... 171 Sarung pengurang ..... Gambar 67. 181 Posisi daun gergaji tagal lurus terhadap sengkang Gergaji ...................................................................................................... Gambar 76.......................... 184 Cara menggenggam pahat ...... Gambar 74......................... 169 Mata bor pembenam kapala baut ..................................................................... 167 Bor pilin spiral kecil ................... 187 Posisi pahat pada saat akhir pemahatan ................ 185 Memperhatikan mata pahat ...................................... 172 Bor dada mekanik terbuka ........................................................................... Gambar 83.........................................167 Mata bor pilin kisar sedang ......................................... 176 Peluas tirus ........................................... Gambar 110...................... 172 Bor dada mekanik tertutup ................... 165 Penggunaan palu ..................................... 169 Bentuk kepala mata bor ............. Gambar 68........ Gambar 113.... Gambar 99....................................................................................................................................................... 172 Reamer (Peluas)..................... Gambar 85.................................................... 181 Pahat ..................... Gambar 82....................................................................................................................... 187 Garis bantu stempel .............. Gambar 104..................... Gambar 79.......................... 172 Bor pistol ........... 177 Penggunaan reamer ..................... Gambar 88................................................ 168 Bor pilin kisar besar sudut sayat lancip ............... Gambar 69.. 180 Sudut awal penggergajian .....................LAMPIRAN C... Gambar 95.............................................. 168 Bor pilin kisar besar .......................................... 186 Memahat benda yang lebar ... Gambar 98............................................................................ Gambar 86......................................... Gambar 97..... Gambar 71.... 170 Sudut mata bor ..... Gambar 64................. Gambar 96................................................ Gambar 62....................................................................................... Gambar 81......................................... 186 Memahat benda kerja yang tidak dijepit dengan Catok ragum ................................................................ Gambar 112................. 168 Bor pilin kisar besar sudut sayat kecil ........................................... Gambar 78................................................................ 189 Tap ............................................ Gambar 106......................................... 177 Gergaji tangan .................................................................................................... Gambar 94....................................... Gambar 72. 191 6 ................................ 183 Pahat alur minyak ........... Gambar 111...................................... 165 Balok vee .... Gambar 108....................................................................................................... Gambar 92................................................................. Gambar 109.................................. Gambar 107....... Gambar 77......................... 187 Posisi pahat pada waktu memahat ................................. Gambar 73.......... Gambar 87.......................................................................................... Gambar 91................................................................ 190 Sney . 183 Pahat alur .............................................. Gambar 90...................................................... 184 Pahat diamon ....... 169 Kaliber mata bor .......... Gambar 84................... Palu lunak ......... Gambar 100..... Gambar 63......... 182 Pahat ........................................... Gambar 103....................... Gambar 114............................................

............................................ Gambar 117............................... Gambar 163................................................... Gambar 144.................................................... Gambar 148. 197 Proses pelepasan butiran pemotong ............................. Gambar 146....................................................................................... Gambar 126................ 207 Landasan rata .... Gambar 149.................................. Gambar 140.................................................................................... Gambar 161............................................ 207 Landasan pipa ................................ Gambar 120........... Gambar 130...................... Gambar 156...................................................................................... Gambar 134............. 216 Sambungan ekor burung ............... 211 Jenis penguatan ............................................................................................................. 213 Mal mata bor .. Gambar 145...................................... Gambar 141.............. 217 Penitik........ Gambar 154.................................................. 193 Mengecek ketegakan lurus mengetap ............................................................................................... Gambar 142................................................... 208 Sambungan sekerup ......................... 212 Mesin putar kombinasi .............. Gambar 160...................... 206 Mesin lipat .... Gambar 162....................... penggores dan mata bor .. 197 Mesin gerinda tiang ..................... Gambar 165.......... 207 Mesin roll ................................................. 199 Roda gerinda struktur terbuka ............ Gambar 119........................................................................................................ 208 Landasan ½ bola ................................................ Gambar 116.................. 210 Memasang baut pemanas .......................................... 195 Sekerap keruk ................................................. Gambar 150................ 210 Sambungan keling ............................................................................. 196 Sekerap segi tiga .......... Gambar 127...............201 Roda gerinda struktur padat ........................................................... Gambar 137.................................... 201 Roda gerinda lurus ....................................... 195 Sekerap setengah bundar .......................................... Gambar 118..........................................................................................LAMPIRAN C................ 202 Penandaan roda gerinda ............................ Gambar 164............................................ Gambar 151................................................................................................................................................ 209 Sambungan lipatan ............................................ 204 Pengikatan roda gerinda pada mesin spindel mesin .................... Gambar 123.............. Gambar 138................................................... Gambar 168................................................... 194 Penggunaan snei ............................................. 206 Melipat tepi .............................................. Tangkai pemutar ..................... Gambar 122........................... 194 Sekerap tangan ......... 215 Pengepasan persegi ....... 217 Bukaan kotak ........................ 207 Landasan tepi lurus .............................................................. 212 Penguatan tepi dengan kawat ...................................................... 211 Pengutan tepi ........................................... Gambar 167.... 196 Menyekerap .................. Gambar 121......................................................... 191 Dimensi ulir ........................... 216 Dimensi sambungan ekor burung ....................... Gambar 159........................ 193 Posis i tangan pada awal menyenei .......... Gambar 133....... 191 Proses mengetap ..................7 Gambar 115......... 208 Landasan tepi bundar ................ Gambar 136.................................... Gambar 157.. 193 Pemegangan penuh pada posisi jauh dari rumah Snei ...... pahat tangan........................................... 195 Sekerap mata bulat ............................................................. 205 Mengasah / mendreser roda gerinda .............. Gambar 166..................................... 199 Roda gerinda keras ...................................................................................... 208 Landasan alur .. Gambar 132...................................... Gambar 158.. 201 Roda gerinda struktur pori-pori ..................................................................... 213 Alas penindih kertas ..... 202 pemeriksaan roda gerinda ....................................... 198 Roda gerinda lunak ............................................ Gambar 143......................... Gambar 147....................... 214 Dimensi mal mata bor .................................................................................................................................... 215 Dimensi pengepasan persegi ........................................................................................................ Gambar 139............................................................... Gambar 125.......................................................................................... Gambar 135... 219 ..................................... 210 Proses mematri ........................... 196 Sekerap bulat hidung sapi ..... Gambar 131. 205 Keselamatan kerja menggerinda ... Gambar 124.................................... Gambar 129...................... Gambar 128.......... Gambar 155... Gambar 152..................................................................................... Gambar 153...............

.

Pompa kipas balanced. pemberi pelumas pengatur tekanan fluida sistem.1 GLOSARY PLC CNC Pneumatik Hydrolik Sensor N Code G Code Griffer Inkremental Absolute Polar Feeding Actuator Katup Compressor Arbor Cekam Cutter Air Service Unit Balamced Vane Bent Axis Piston Processor Power Supply Ladder Logic Selenoida Memory : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Programmable Logic Controlled Computer Numerically Controolled Ilmu tentang pemanfaatan udara bertekanan Fluida untuk meneruskan tenaga Masukan ke dalam sistem atau sinyal Kode kalim at dalam pemrograman mesin CNC Kode instruksi dalam pemrograman mesin CNC Lengan robot untuk mengambil material Pengukuran berdasarkan pada perubahan panjang lintasan Pengukuran berdasarkan pada perubahan panjang lintasan Pengukuran berdasarkan pada perubahan besar sudut lintasan Kecepatan asutan dalam pemakanan benda kerja Penggerak benda kerja atau output dari suatu sistem. Pisau penyayat benda kerja. . Penyimpan data dalam computer. Pusat pengolah semua masukan dari sesnsor untuk disalurkan pada output. Tempat dudukan alat potong mesin frais. Alat pembangkit tekanan fluida. Pompa torak dengan poros tekuk. Catu daya Diagram tangga yang digunakan dalam PLC. Tempat untuk menjepit benda kerja pada mesin bubut. Alat pengatur arah. Kumparan kawat yang dapat dialiri listrik. Komponen pembersih (filter).LAMPIRAN D. tekanan maupun kecepatan fluida dari sistem.

.

LAMPIRAN E.1 INDEX A Air Service Unit 472 Aktuator 485 Aktuator 651 Anak Panah84 Aplikasi 461 Arm Geometry620 Asutan 425 AutoCAD 348 B Balanced Vane554 Bent Axis Piston 555 Bit 594 Bubut 220 Bus 513 C Centrifugal Casting34 Cetakan 29 CNC 239 coinage de making 458 Computer Aided Design (CAD) 345 Computer Numerically Controlled (CNC) 394 Crescent 553 Cutter 279 Cutting Speed 253 D Device 577 Die Casting 35 Dividing Head 293 Drilling 459 E EDM (Electrical Discharge Machining) 457 Efektifitas 462 Efektor 634 Ekor 212 Ekspandable Mold Casting 31 Elemen 14 EMCO 426 F Frais 271 G Gambar Perspektif 77 Gambar Potongan90 Garis Arsiran100 Gear Cutters 313 Geretor 553 Gips 32 Gripper 634 H Hidrolik 533 J Jangka 66 K K3 53 Katup 652 Katup 479 Kempa 461 Kerja Bangku 130 Kertas 62 Kimia 650 Klasifikasi 465 Komite 55 Kompressor 466 Konduktor 477 Koordinat 420 Kotak 213 L Ladder597 Linear 649 Logam 20 M Mal 210 Manipulator 620 Meja Gambar 70 Melukis 143 Memahat 178 Membengkok 202 Mengebor 163 Mengetap 186 Menggam bar 62 Menggergaji 173 Menggerinda 193 Mengikir 130 Menyambung 205 Menyekerap 191 Menyenei 186 Menyetempel 184 Mereamer171 Mesin Gambar 70 Metal Working 38 Mineral 20 Modul 578 Momen 642 Mounting 501 O OMRON 588 Otomasi 565 P Pascal 548 Pasir 31 Pelat 202 Pendinginan 37 Pengecatan 631 Pengecoran 28 Pengelasan 633 Penggaris 65 Penghapus 68 Penindih 209 Pensil 63 1 .

2 Perakitan 631 Plaster Casting33 Plat 527 PLC 569 Pneumatik 461 Polar 346 Poros 14 Processor 583 Profil 527 Prosedur 58 Proyeksi 79 Proyeksi Dimentris 76 Proyeksi Isometris 73 Proyeksi Miring (Sejajar) 77 Proyeksi Piktorial 72 R Radial Piston Pump 555 Ragum 527 Rapido 65 Rehabilitasi 59 Resin 34 ROBOT 610 Rotary Table 294 S Sand Casting 32 Selenoids 651 Sensor 639 Silinders 652 Simbol 55 Software 434 Solid 378 Statika 1 SYSWIN 588 T Tegangan 1 Temperatur 643 Tranduser 638 V Vernier Caliper 325 W Wire Cut 459 Wrist 625 2 .LAMPIRAN E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful