Sunyoto, dkk.

TEKNIK MESIN INDUSTRI
JILID 1 SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

TEKNIK MESIN INDUSTRI
JILID 1
Untuk SMK
Penulis : Sunyoto Karnowo S. M. Bondan Respati : TIM : 17,6 x 25 cm

Perancang Kulit Ukuran Buku

SUN t

SUNYOTO Teknik Mesin Industri Jilid 1 untuk SMK /oleh Sunyoto, Karnowo, S. M. Bondan Respati ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xii, 204 hlm Daftar Pustaka : Lampiran. A Daftar Gambar : Lampiran. B ISBN : 978-979-060-085-0 ISBN : 978-979-060-086-7

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2008

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada d luar negeri untuk i mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

khususnya bidang keahlian Teknik Mesin. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Kritik dan saran demi perbaikan buku ini akan penulis terima dengan senang hati. Diharapkan buku ini dapat dijadikan pedoman atau rujukan bagi siswa dan guru SMK bidang keahlian Teknik Mesin khususnya. Tim Penulis i . Ucapan terimakasih penulis sampaikan juga kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penulisan buku ini. Buku ini banyak membahas tentang mesin-mesin konversi energi. dimana sesuai dengan silabus dalam KTSP bidang Teknik Mesin materi tersebut terdapat dalam mata pelajaran produktif kategori dasar kompetensi kejuruan. Standar Isi. antara lain Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). dan bidang keahlian lain pada umumnya. bidang keahlian Teknik Mesin terdiri dari 9 (sembilan) program keahlian dimana materi dasar kompetensi kejuruan diberikan kepada sembilan program keahlian tersebut. baik dari kalangan akademisi maupun praktisi. penulis dapat menyelesaikan buku ini. mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi seluruh pembaca dan masyarakat luas pada umumnya.PENGANTAR PENULIS Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas bimbingan dan petunjukNya. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktur Pembinaan SMK. Wassalam. Depdiknas yang telah memberi kepercayaan kepada penulis untuk menyelesaikan buku ini. Akhir kata. Sesuai spektrum Pendidikan Kejuruan Kurikulum Edisi 2004. Buku yang diberi judul ”Teknik Mesin Industri” ini disusun dengan memperhatikan rambu-rambu yang ada. Standar Kompetensi Lulusan.

perpindahan panas. Pada bagian akhir buku dibahas tentang turbin air. motor bakar. Konsep konversi energi diuraikan dengan membahas terlebih dahulu teori yang mendasari. mulai dari sejarah perkembngan sampai teknologi terbaru yang ada. Untuk pompa. Pembuktian secara kuantitatif terhadap konsep-konsep konversi energi dibatasi. Untuk melengkapi paparan konsep-konsep dasar pada setiap bab diberikan contoh-contoh aplikasinya. sehingga mereka mempunyai pengetahuan dasar tentang prinsip konversi energi dan mesin-mesinnya. Siswa dalam membaca buku ini diarahkan hanya untuk melogika teori dasar dengan tujuan mempermudah pemahaman. Penjelasan ditekankan pada konsep dasar. dan perpindahan panas. Mesin-mesin pompa dan kompresor. Buku ini memaparkan teori dasar konversi energi dan ditambah dengan penjelasan kontruksi-kontruksi mesin pada setiap bab. turbin gas. Uraian per bagian mengacu pada standar kompetensi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya bidang keahlian Teknik Mesin. Penjelasan pada setiap bab dilengkapi dengan gambar-gambar dan diagram untuk mempermudah pemahaman siswa. Pada mesin-mesin kalor. teori yang mendasari adalah termodinamika. Fokus pembahasan di dalam buku ini adalah mesin-mesin yang mengkonversi sumber-sumber energi yang tersedia di alam untuk menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan. ii . refrigerasi dan pengkondisian udara.ABSTRAK Buku Teknik Mesin Industri ini dibuat dengan harapan memberikan manfaat bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya bidang keahlian Teknik Mesin. seperti motor bakar. Pada bab-bab awal dipaparkan tentang dasar-dasar kejuruan serta ilmuilmu dasar meliputi mekanika fluida. turbin gas. mekanika fluida. kompresor dan turbin air teori dasar yang diuraikan adalah sama. dan turbin uap. dibahas detail dalam buku ini karena mesin-mesin tersebut dianggap sebagai alat bantu untuk pengoperasian mesin-mesin konversi. termodinamika. Selanjutnya dibahas tentang mesin–mesin panas. yaitu penerapan mekanika fluida. dan turbin uap.

................................... 19 B................. 26 iii ..5............................................... Tegangan tarik dan tekan.. 14 C.2...................... 14 C...DAFTAR ISI JILID 1 BAB 1 DASAR KEJURUAN ......................................... Bantalan............................................................................1.................................................. Proses Mesin Perkakas .............. 2 A................... Baja karbon ......... 3 A....................................................................7............... Besi cor................................. Roda gigi.................................................2................ Mesin bubut ............................... 1 A................ Mengenal Elemen Mesin..................3...............Transmisi ............ Mengenal material dan kemampuan proses ......2............... 21 C.......................................................6...................... 1 A........ Torsi........................... ...................................... Kerja bangku.................................................................. 21 B...... Mengenal Proses Pembentukan Logam ..............................1........................................... 21 B... 10 B....................... 7 B.... 3 B.............. 8 B........... Dasar ilmu statiska ................... 16 C........... 5 B.....................................4...3....................................................... Poros ................... Tegangan Geser................ Tegangan Maksimum ........................................1................................................ 1 A.................. 5 B.... 24 C............................................................5..... Pegas....................................................................................................... 11 C.......1.............. 19 A..................... Rasio poison ....... 2 A............................................. Mesin fris .............................................. Tegangan Bending ...... 4 B......1.................... 24 C...... Material non logam .................... Pembentukan plat .............................. 17 BAB 2 MEMAHAMI PROSES–PROSES DASAR KEJURUAN ....4........3.... Mengenal Proses Pengecoran Logam ......... Rem .................2....... 2 A.........................................................................2.....................

...............................54 F.........55 F................3.........................................................27 D.......................... Bahan bakar padat...............................................................................................2.......................... Bahan Bakar.................5.........3................... Penggolongan bahan baker....................66 A...... Viskositas ........................46 E..................5.......................................... Kondisi aliran fluida cair ........................................................2....46 E................66 A...........................64 BAB 3 MEREALISASIKAN KERJA AMAN BAGI MANUSIA.1.......................6.............................. Konduksi..................2.................................................... Penerapan K3 Bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan...................55 F................... Prosedur Penerapan K3..............4.............. Aliran fluida dalam pipa dan saluran ............ Hukum termodinamika .. Kebakaran dan Penanganannya.....70 A... Bentuk-bentuk energi D...........72 A..... Gas Ideal............................... Radiasi..38 D....................................................... ALAT DAN LINGKUNGAN.......43 E.........................33 D................... Dasar Fluida......................1.............................................................................59 G.................................56 G........................55 F........................................... Peraturan Perundangan K3.66 A........ Keselamatan dan Kesehatan Kerja .... Bahan-bakar cair............ Konveksi ..........57 G..........66 A..58 G.....4...... Kesehatan Kerja dan Lingkungan ......3......... Termodinamika ........ 48 E........... Massa jenis .............................1........................................................... Sifat energi ................ Kemampumampatan .............27 D...................2............. MENGENAL PROSES MESIN KONVERSI ENERGI .......................1................6......................................5.3....................1.49 E.........................46 E............ Tekanan ......................................50 E.......................................... 74 iv .....................................................68 A 4.....................D.............................................................................. Perpindahan Panas.......... Pendahuluan ...............3....2.......

............................................................................................................................... 129 D..........3. 117 C.............. Pompa CHOPPER ............................ Hal yang mempengaruhi NPSH yang tersedia......... 115 C......................................BAB 4 MENGGAMBAR TEKNIK......................................................................... 120 C........ Komponen-Komponen Pompa............................. Skala ..3........... Pompa lumpur (slurry) .......................................................... Pompa dengan volute ganda..................................................................................................... Kecepatan Spesifik.............................. Gambar Proyeksi ..................5............................................................................................................4................. Head Kerugian (Loss).............. Kop Gambar .....5..................... Pompa sembur ( jet pump) ........................ Kurva Karakteristik ............ 77 A..... 125 C....................................... Lambang Pengerjaan............................................ 82 C............ Head (Tinggi Tekan) ............................. Head statis total............................. 98 B............................................................7................ 107 D....................................... 113 B.................... Konstruksi Pompa Khusus ........................ Kertas gambar .................................................4.... 97 A..... Putaran dan jenis pompa....................................... 111 D............ 89 E............ 106 D....1.... 90 F..... 92 G.................... Pompa dengan Reccesed Impeller ................... 110 D..................................................... 128 C................ 104 D.... 110 D.................6............................... Pompa LFH (Low Flow High Head )...2. 77 B..... 99 C...... 106 D.................... Kerja................................................................ Ukuran dan Toleransi ...........................................................1...................... Klasifikasi Pompa ...... Pompa viscous ................................... 112 BAB 6 PERFORMANSI POMPA SENTRIFUGAL............................................................... 77 A............................................................. 117 C....... 93 BAB 5 DASAR POMPA ............. Head Hisap Positip Neto NPSH .. 129 v ......... Penyederhanaan gambar ............................. 108 D................ 113 A...................................................................... Alat Gambar ...1..................... Prinsip Kerja Pompa.......................... 83 D......2.......... Daya dan Efisiensi Pompa...

.................................130 E...157 vi ....................3...............133 F.................141 H................................... Pemilihan Penggerak Mula.....1................................156 C...........134 F..... Operasi Pompa pada Kapasitas tidak Normal .............................154 A................................150 BAB 7 GANGGUAN OPERASI POMPA.................................D......................................................2................134 F..............................................148 J... Operasi dengan kapasitas tidak penuh ............................ 142 I.........................133 E....................................................................... Proses kavitasi .............155 B......1.... Kapasitas........................................................... Kavitasi........134 F..................... Definisi .............................1.......137 G.............................. Pencegahan kavitasi ....... Pencegahan benturan air ................144 I....146 J...... Tekanan uap zat cair .... Kurva Head Kapasitas Pompa dan Sistem........146 J.........................................................................................................1.......... Pengaturan putaran ................. Pengaturan jumlah pompa...............1...........3.........................140 G.....145 I........................... Tekanan Berubah-ubah .......................................4.......132 E........ Pemilihan Pompa.............155 A................................................................ Pompa dengan penggerak turbin angin....................135 G.................. Operasi dengan kapasitas melebihi normal......................... Hal yang mempengaruhi efisiensi pompa ............................... Gejala Surjing .... Kerusakan akibat benturan air ...............................2..2....................148 J.....................154 A..................2...............1....133 E.............. Roda gigi transmisi ....... Pengaturan sudut sudu impeler ............1........ Benturan Air (Water Hammer) ................................. Kontrol Kapasitas Aliran .........................3. Grafik kerja berguna..............147 J............. Pengaturan katup...............................2..........................................................................2................................

............ 168 D..................................1.......... 202 G.................... 189 D......................3.................................................................................................. Temperatur Kompresi............................................................ 171 BAB 9 DASAR KOMPRESOR............. 159 A................ 162 C........... 194 E....... Komponen pompa gerak bolak-balik ..................... 194 E.......... Dasar Termodinamika Kompresi......... 164 C......... 162 C.......................2....................2..1... Proses Kompresi ... 188 D........... Prinsip Kerja Kompresor ....... vanes.............5..............4................................................................. Pompa Rotari . 199 G...... Pompa aksi langsung ............................................................................ 164 C........ Pemakaian..... Pompa daya .. 183 C..................... Penggunaan .................................... radial axial................. 163 C................................... Konstruksi kompresor sekrupKompresor sekrup injeksi minyak ...2......... Efisiensi volumetrik ............... 198 F....... 170 D........ 170 D......................................1.................. flexibel tube . Jenis Penggerak dan Spesifikasi Kompresor ............................... 180 A.......................... Pompa Gerak Bolak balik...................Cara kerja pemompaan ............................. 162 C........... 202 G........................................... Efisiensi Kompresor ......................................................JILID 2 BAB 8 POMPA PERPINDAHAN POSITIF ............................1.. Penggunaan Udara Mampat ............................. Konstruksi kompresor torak.............. Klasifikasi Pompa Perpindahan Positif.................2..... Efisiensi laju kerja adiabatik kompresor. Skrup..........................2.................................................. 211 vii .................... plunger dan circumferential pump... Konstruksi Kompresor Perpindahan positif................. 165 C... 189 D.6.... Kerkurangan pompa bolak-balik........... 159 B.....................1................................ Pompa roda gigi .................................... Lobe............................................... Klasifikasi Kompresor...................... Perbandingan Tekanan dan Kerja 192 E......................................................... 180 B..........................

.........245 A................. Kecepatan piston rata-rata.........1..............238 C......222 I..261 A.. Torsi dan Daya Mesin ..................1................................ Siklus Termodinamika Motor Bakar ..............2.. 261 A...........................2....... Perbandingan kompresi ( compression ratio)... 222 I................................262 C..........................218 H........ Perhitungan Daya Mesin ......................................................... Siklus udara ideal ...........................3......................................................................................2....... Propertis Geometri Silinder....2.................................223 I....1.................... Siklus 4 langkah .. Menghitung Efiseinsi Siklus Udara Ideal..222 I........................ Efisiensi siklus tekanan konstan............................................230 B...................................... Konstruksi kompresor jenis roots ........................251 B... Gangguan Kerja Kompresor dan Cara Mengatasinya ..................................254 BAB 12 PRESTASI MESIN .......................................................................1.......................................... Konstruksi kompresor sudu luncur..............................................................237 B................ Katup pengaman yang sering terbuka ....250 B.......262 B.................................... Daftar Istilah-Istilah Pada Motor Bakar ..2........................ Konstruksi Kompresor Rotari Aksial dan Radial .................215 G.......................................1...........................256 A...................................237 B..................... Pembebanan lebih dan pemanasan lebih pada motor pengerak..1...........245 A............... Sejarah Motor Bakar ..........3............ Siklus aktual .219 I........................................................ Volume langkah dan volume ruang baker................. Efesiensi dari siklus Otto .......................... Siklus 2 langkah ....4...279 viii ........258 A.............................................. Bunyi dan getaran .. 245 A.....4................................................................3.............. Daya indikator ........................5................... Daya poros atau daya efektif ............... Siklus 4 Langkah dan 2 Langkah...2..............................................265 C................240 BAB 11 SIKLUS MOTOR BAKAR .... Korosi ......................................252 B.....223 I....................................... Pemanasan lebih pada udara hisap ..................................224 BAB 10 DASAR MOTOR BAKAR A................ 264 C.G...........

........ 301 B................................................................C. 313 A.. 314 B................................................................. Kerugian daya gesek ...........8...........................................................................................1......................................... 304 A Sistim Pelumasan ............... Bantalan...........2..1....... 289 A..................3...2........... 289 B....3......................................................................... 296 B..................................................................................................7...... Laju pemakaian bahan bakar spesifik ....................... Poros engkol................................................................2............................6....................... Efisiensi termal efektif...............................6.................... 289 B................... 283 F.......................... Silinder......... 290 B....2................... 303 BAB 14 KELENGKAPAN MESIN..................................... Efisiensi volumetric.....................................................................3.......................................................................... Sistim ventilasi karter........Bagian-bagian utama pada sistim pelumasan tekan.... Efisiensi Mesin ....... Bentuk ruang bakar ....................... 308 A........................ 282 E............................... 295 B... Blok silinder ...................3.................. Bagian Mesin.....................5...........................1........................................... 280 D.............. Perhitungan performasi motor bakar torak ................4.................... Piston atau torak... 280 D........1. Efisiensi mekanik........... 279 D... Efisiensi termal indikator........... Roda gaya ...... 305 A...................................................................... Mekanik Katup ...... 292 B........................ Sistim Pendinginan ............ 281 D............................................ 279 D........... Saringan minyak pelumas ................................................................ Efisiensi termal ........ 313 A........................................................... 300 B........................ Kepala silinder ................... Mesin Motor Bakar ................. 304 A....................................................Minyak pelumas....... 295 B................................5...5..........................................................................1.............. Batang torak .................. 302 B........... 302 B...........4........... 311 A... 283 BAB 13 KOMPONEN MESIN .......................1................ 315 ix .........................................4... 281 D...................Model pelumasan ........................Tangkai pengukur minyak.........

..................... Turbin gas dengan pendingin sela (intercooler)..........................332 E..............330 D..............................346 B.......1.....................340 A.....................355 A..................................4.................................3............................................... Turbin impuls satu tahap ( Turbin De Laval) ............................. Turbin impuls gabungan........................................................................................368 BAB 18 KONTRUKSI TURBIN GAS............................ Asas Impuls dan Reaksi .........359 C.................. Modifikasi Turbin Gas .............2...... 351 A..............................................................342 B..................347 BAB 17 SIKLUS TERMODINAMIKA ....................1............. Turbin gas dua poros terpusat ............322 C............................................................... Turbin gas dengan regenerator........................................... Bahan bakar turbin gas ....... Turbin gas sistem tertutup ( langsung dan tidak langsung) ...............................................2................................................................. Turbin Reaksi...............................................................................358 B................. Rotor ...........352 A............320 JILID 3 BAB 15 TURBIN B..................357 A...........................................................2................. Sejarah Perkembangan ...........B...... Dasar Kerja Turbin Gas ...............................364 C.. Turbin gas dua poros terpisah..... Turbin Impuls ................. 370 A.. Segitiga Kecepatan............ Pendinginan air . Klasifikasi Turbin Gas ..............................................2..............364 C.........374 x .................. Reheater............315 B.......3......1....................324 D...................344 B........1 Turbin gas sistem terbuka ( langsung dan tidak langsung) .............................366 C..................................... dan Regenerato........................................... Efisiensi Turbin Gas...2.....................................327 D..........352 A.........336 BAB 16 TURBIN GAS ............................ Intercooler................... Proses pembakaran ...................................1........................................ Pendingin udara .........

............................................................................................................. 408 B...........................1............... 384 B............ 383 A................................................................................ 399 F...................................... Turbin Uap................................................... Kecepatan Putar Turbin dan Kecepatan Spesifik....... 420 xi ............................................................... 377 D...............Burner untuk bahan bakar cair ............ 391 C.........2...1. 394 D............... Sejarah Turbin Air .... 419 G.. Prinsip Peralian Energi Aliran ............ Daya Turbin....................................................................... 396 F................................................................. Perhitungan Performasi Turbin .... 395 E. 375 C................ 398 F............... Boiler 386 C....................... Superheater....................................................................................................... 405 A.............................3................................................................................... 401 BAB 20 PRINSIP DASAR ALIRAN .......... Aplikasi Turbin Gas .................................................................................................................. Head air....................................... 411 C. Kompresor........................... 380 E............................. Siklus Aktual dari Siklus Rankine .......................... Peralatan Sistem Tenaga Uap ...................................... 386 C...........1..................................... 381 BAB 19 MESIN TENAGA UAP.. 415 D........2.................... Ekonomiser ...........................................................................B.............. 417 F........ Turbin ..... Instalasi Pembangkit Tenaga Air.................. 416 E........... .... 397 F.................. Burner..................................... Ruang Bakar .......................................................................................... Kondensor ............................. Siklus Termodinamika Mesin Uap............ Energi Potensial Aliran Air ....... 385 C.......................... Burner dengan bahan-bakar gas............................................... Burner untuk bakar padat.............................3.............................. 414 C.

................................................2.................................................................. Turbin Impuls atau Turbin Tekanan Sama..........................424 A...........................4......423 A......................................5..... Daur Refrigerasi Kompresi Uap ..1...................... 458 G......438 D...... Perbandingan Karakteristik Turbin .......1..................................... Instalasi penkondisian udara pada Instalasi power plant ..............................437 C.. Peralatan Utama Sistem Refrigerasi Kompresi Uap................435 B......... Refrigeran ......................429 B..................................................... Pengkondisian udara Ruang Komputer .... Beban Pemanasan dan Pendinginan .........................435 B..................................... Perhitungan Koefisien Unjuk Kerja ........................................................................................................................................................................ 436 B.................... Pengkondisian udara untuk Automobil.............................444 BAB 23 SIKLUS KOMPRESI UAP............6......................... Sistem Pengkondisian Udara ..7.............................................................446 B. 437 B..................... Prinsip Kerja............................. Peralatan Pengkondisian udara................................................454 E...................455 F........2.....436 B..440 F.428 B.............2...............3. Refrigerasi Absorbsi .................................1........................436 B. Pengkondisian udara untuk industri ............................................................. Heat pump atau Pompa Kalor.. 436 B.....................446 A..............430 C... 429 B........................................................................ Penggunaan..........432 BAB 22 DASAR REFRIGERASI DAN PENGKONDISIAN UDARA ................................................. Turbin aliran ossberger .................................439 E............ Turbin Kaplan ................... Pengkondisian udara untuk Laboratorium...................434 B...................... Kualitas udara . Turbin Francis413 ................... Turbin Reaksi atau Turbin Tekan Lebih...... Klasifikasi Mesin Refrigerasi ..434 A................................................448 C.....................................BAB 21 KLASIFIKASI TURBIN AIR ...... Turbin pelton ....................459 xii ............................. Penyimpanan dan pendistribusian .......................................452 D.......... Pengkondisian udara pada rumah tangga ......................................................424 A...................

Dalam bahasan ini akan diulas beberapa dasar dari statika. karena dari dua hal tersebut dapat dicari kekuatan dari bahan. Ilmu statika mempelajari tentang kekuatan material berdasarkan kombinasi tegangan dan regangan baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Dalam membahas kekuatan tarik tidak lepas dari tegangan dan regangan.1). Dalam material tidak lepas dari tegangan dan regangan. Tegangan σ PL = = Modulus Young E atau E = Regangan e Ax Gambar 1.1 Profil tegangan dan regangan . regangan adalah pertambahan panjang dari material. bending dan puntir.1. Dalam tarik. Mudulus Young ini hanya berlaku pada daerah elastis dari sifat bahan. A. seperti kekuatan tarik. Dasar ilmu statiska Desain mesin tidak lepas dari ilmu statika. Kedua sifat ini diukur saat melakukan uji tarik atau tekan (Gambar 1.BAB 1 DASAR KEJURUAN A. Tegangan σ = Regangan e = P Daya = Luas Penampang A x perpanjang an = panjang mula L Hasil dari tegangan dan regangan jika dibagikan akan menghasilkan sebuah Modulus Young (E). Tegangan tarik dan tekan. sedangkan dalam tekan adalah pemendekkan dari bahan yang ditekan.

Akibat dari gaya ini terjadi tegagan bending yang dapat dihitung seperti di bawah ini: Tegangan Bending σ = dengan M = momen bending My I 2 . Tegangan dan regangan geser dapat dihitung dengan menggunakan persamaan di bawah ini: P A τ Regangan geser φ = dengan G = Modulus geser G x φ= L PL G= Ax Tegangan geser τ = Catatan A adalah paralel dua beban A.Rasio poison v= δB / B eB kekuatan beban langsung = = kekuatan beban pada sudut yang benar δL / L e L Satu hal yang perlu diketahui yaitu akibat dari gaya tarik yang terjadi adalah pengurangan diameter seperti terlihat dalam Gambar 2. Tegangan Bending Suatu kontruksi dari bahan tidak lepas dari beban atau gaya yang menekan tidak pada titik pusat sehingga terjadi bending.1 di bawah ini: Gambar 1.3.A.2 Profil tegangan dan regangan A. Pergeseran terjadi akibat adanya gaya yang menggeser benda sehingga terjadi tegangan dan regangan geser.Tegangan Geser Dalam bidang permesinan tidak lepas dari pergeseran.4.2.

A.Radius kurva R= EI M Bending modulus Z = I / y m dan σ m = M / Z Garis T h Gambar 1. Tegangan Maksimum σm = My m I dengan y m = harga maksimum y untuk tarik dan tegangan tekan A.6.5.7. Untuk batang ini ada yang menggunakan batang pejal dan batang berlubang.I y = momen kedua dari area = jarak titik pusat dengan titik beban A.3 Radius kurva A.Torsi Batang yang digunakan sebagai penghubung yang berputar akan terjadi momen puntir yang juga disebut Torsi. keduanya mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing.7. T = torsi Kapasitas torsi 16T πD 3 πD 3τ m T= 16 Kapasitas daya 3 .1 Batang pejal Pada batang pejal perhitungan kapasitas daya yang diterima dapat dihitung sebagai berikut: Maksimum tegangan geser τm = Dengan D = diameter.

L = panjang Gambar 1. Batang berlubang ini dapat memakai bahan yang lebih sedikit. tetapi kelemahan dari batang ini adalah lebih kaku dari batang pejal.5 Torsi pada batang berlubang B. Untuk mengatasinya dapat dipakai batang berlubang. roda gigi dan belt.π 2 ND3 P= τm 8 dengan N = jumlah putaran per detik Sudut putaran θ= 32TL rad πGD 4 Dengan G = shear modulus.θ = 8D πG ( D 4 − d 4 ) Gambar 1.T = π (D 4 − d 4 ) 16D Dengan. d = diameter dalam π 2 N ( D 4 − d 4 )τ m 32TL P= . bantalan. Perhitungan untuk mengetahui beban maksimum dapat dipakai persamaan di bawah ini: τm = π (D 4 − d 4 ) 16TD τm . Mengenal Elemen Mesin Dalam industri mesin yang sering dilihat pada otomotif adalah rem.4 Torsi pada batang pejal A.7. sehingga lebih mudah patah. Untuk itu perlu diperhitungkan dengan baik sebelum memakainya. 4 .2 Batang berlubang Batang pejal mempunyai kelemahan beban lenturnya yang lebih kecil. kopling. D = diameter luar.

B. Saat ini yan Gambar 1.8 Roda gigi metrik 5 .1.68 Lambang proses pengelasan g sering digunakan pada dunia otomotif adalah rem tromol dan rem cakram. Gambar 1. Gambar 1. Gambar 1.7 Rem Tromol Rem cakram ini sering digunakan pada rem depan sepeda motor atau mobil.2. Efisiensinya mendekati 98% sehingga roda gigi banyak dipakai untuk membuat transmisi motor penggerak ke poros yang digerakan.B.6 Rem Cakram Rem tromol ini sering digunakan pada rem belakang sepeda motor atau mobil yang beredar di Indonesia.Rem Rem adalah piranti pada alat yang bergerak untuk menghentikan laju. Roda gigi Roda gigi adalah elemen mesin berbentuk gigi yang berfungsi sebagai tramsmisi gerak putar dan daya dari komponen mesin satu ke lainnya.

Roda gigi helik Gambar 1.B.11 Roda gigi dobel helik 6 .9 Roda gigi spurs b.2. Roda gigi spur Gambar 1.10 Roda gigi helik c.1 Klasifikasi roda gigi a. Roda gigi dobel helik Gambar 1.

13 Roda gigi cacing B. 12 Roda gigi Bevel e. Klasifikasi bantalan ditunjukkan oleh gambar 1. Roda gigi Bevel Gambar 1. 7 .d.3 Bantalan Bantalan adalah piranti untuk memegang antara benda yang berputar dengan benda yang tidak bergerak (rangka) agar gesekan yang terjadi lebih halus tanpa mengeluarkan suara.14 di bawah ini. Roda gigi cacing Gambar 1.

menghaluskan tumbukan dan model pengontrolan gerakan lainnya.4. meredam getaran. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pegas adalah media penyimpan energi untuk 8 .14 Klasifikasi Bantalan B.Bantalan Bola Bantalan Roll Bantalan jarum Bantalan Roll taper Gambar 1. Pegas Pegas adalah elemen mesin yang berfungsi untuk mengontrol gerakan dengan cara menahan.

pengontrolan gerakan. Klasifikasi pegas adalah seperti dapat dilihat pada gambar 1.15 di bawah ini: Pegas helik tekan helik torsi Pegas helik conical Pegas daun Gambar 1.15 Klasifikasi Pegas 9 .

17 adalah macam-macam poros yang biasa dipakai pada komponenkomponen mesin.16 dan 1. pin Poros dengan pin pengunci untuk mematikan gerakan relatif komponen lain dengan poros. Poros Elemen mesin yang penting terutama untuk pembahasan mesinmesin konversi yaitu poros.5. Poros dengan splin untuk mematikan gerakan relatif komponen lain dengan poros Gambar 1. Gambar 1.16 Macam-macam Poros 10 . Semua mesin mempunyai poros yang berputar. Poros berfungsi sebagai batang penguhubung antar komponen mesin sekaligus memberikan energi yang dimiliki.B.

nilai ekonomis konstruksinya jika dibandingkan dengan pengatur putaran menggunakan pengubah frekuensi adalah lebih besar . Pada gambar 1. putaran pompa dapat divariasi untuk pengaturan kapasitas aliran. Dari contoh-contoh tersebut secara umum transmisi berfungsi mengubah jumlah putaran dan momen putaran mesin daya dan mengatur 11 . antara mesin dengan poros penerus dipasang transmisi. Dengan pemasangan transmisi sebagai pengatur putaran. Dengan kata lain untuk tujuan yang sama harga kontruksi transmisi lebih murah. Contoh lain pada instalasi pompa dengan penggerak motor bakar (diesel atau bensin) atau yang digerakan dengan motor listrik. Disamping fungsi tersebut. pemasangan transmisi sangat penting disamping sebagai penerus daya. Sebagai contoh pada kendaraan bermotor.Poros pada transmisi roda gigi Kopling poros untuk menghubungkan poros satu dengan lainnya dengan hubungan kaku Gambar 1. transmisi sebagai pengontrol putaran sehingga kendaran bermotor dapat dijalankan dengan mudah pada variasi kecepatan. Fungsi pemasangan transmis i tersebut adalah untuk meneruskan putaran dan daya mesin.6 Transmisi Transmisi merupakan komponen mesin yang penting untuk menghubungkan antara mesin penggerak dengan yang digerakan.19 adalah instalasi kompresor dengan penggerak motor listrik dengan atau tanpa pemasangan transmisi.17 Poros dengan penggunaannya B. dengan pemasangan transmisi.

efisiensinya tinggi. dan 12 . Pada gambar 1. Gambar 1.18 Kontruksi dasar dari pemasangan transmisi Perhitungan dasar transmisi adalah sebagai berikut Daya ∑ P = Pa + Pb + Pv = Ta ωa + Tbω b = 0 Pb Pa Daya Kerugian panas Pv = Pa (1 − η g ) Efisiensi transmisi η G = pengubah frekuensi motor listrik kompresor motor listrik transmisi kompresor Gambar 1. hal ini karena transmisi ini mudah pemasangannya.19 Instalasi kompresor dengan dan tanpa transmisi Komponen yang dipakai untuk membuat sebuah kontruksi transmisi yaitu 1.18 adalah kontruksi dasar sebuah transmisi dengan komponen-komponen gayanya. transmisi dengan roda gigi paling banyak digunakan. ukurannya relative kecil. mudah pengoperasiaannya.keduanya untuk kebutuhan kerja mesin. Roda gigi.

sabuk V dan sabuk gigi gambar 1. Transmisi jenis ini sangat cocok dipakai untuk menghubungkan dua poros mesin yang sejajar. keunggulan transmisi ini adalah kemampuan terhadap beban kejut dan tidak brisik. mudah dipasang dan dibongkar.21a . Beberapa model transmisi roda gigi dapat dilihat pada gambar 1. Akan tetapi transmisi jenis ini transmisi gayanya kaku. transmisi b. a. Transmisi dengan rantai Gambar 1. sabuk rata gigi Gambar1. sangat bising karena gesekan antara logam. Transmisi sabuk dibedakan menjadi tiga yaitu transmisi sabuk rata. Tetapi dibandingkan dengan transmisi roda gigi.20 Model transmisi roda gigi 2. transmisi rantai memiliki elemen kontruksinya banyak.21 Tramisi rantai 3. tidak memerlukan pelumasan. kontruksi sederhana dan murah.pemeliharaan mudah.22 13 . Transmisi sabuk Transmisi ini banyak dipakai untuk poros sejajar atau menyilang. dan sering tidak selaras putarannya.20 Gambar 1.

1 Besi cor Besi cor merupakan paduan dari besi dan karbon sehingga suhu cair pada kisaran 1200O C.22 Macam-macam sabuk C. 14 . Mengenal material dan kemampuan proses Secara garis besar material atau bahan dibedakan menjadi dua.22 berikut Gambar 1. yaitu bahan logam (metal) dan non logam. dan baja stainless. baja paduan. Hal ini lebih menguntungkan karena mudah dicairkan dan bahan bakar yang digunakan menjadi lebih irit. baja karbon. Karena itu besi cor merupakan bahan yang murah dan serba guna ditinjau dari segi desain produk. bentuk dari furnace lebih sederhana lihat gambar 1. C. Termasuk logam ferro adalah besi cor. Bahan logam dibedakan lagi mejadi logam besi (ferro) dan bukan besi (non ferro).sabuk rata sabuk bentuk sabuk gigi Gambar 1.23 Furnace dengan pemanas listrik Logam cair mudah dicor karena dapat mengisi cetakan yang rumit dengan mudah.

belerang (sulphur) dan phosphorus. keras.25 dapat dilihat redaman besi cor kelabu lebih baik dari pada baja. Besi abu-abu Dinamakan besi abu-abu karena warnanya yang abu-abu. Istilah tekniknya kapasitas peredam tinggi. tahan panas.68 Lambang proses pengelasan sehingga bahan ini sering dipakai untuk meredam getaran mesin sebagai landasan mesin dan alat berat.5-4. b. Bahan ini getas dengan kekuatan tarik rendah tetapi mudah untuk dicor. coopper dan zirconium. Besi Paduan Besi paduan adalah besi yang dicampur dengan paduan nikel. Paduan ini gunanya untuk mendapatkan besi yang kuat.25) Gambar 1. tahan aus. 15 . Gambar 1. mampu mesin dan mampu disambung dengan bahan lain.3-5% silikon ditambah manganese.Gambar 1. tetapi kadar karbon tinggi membentuk serpihan yang dapat menahan redaman getaran dengan baik.25 Amplitudo getaran besi cor dan baja Dari gambar 1. molydenum.3% karbon dan 0 . vanadium. Besi ini mempunyai kandungan 1. kromium. tahan karat. Hal ini disebabkan tingginya kadar carbon pada besi cor kelabu.24 Blok mesin dari besi cor a. (Lihat gambar 1.

Tembaga (Copper) Pada tipikal range 0. phosphorus. 2. digunakan untuk alat. d. Persentase pengguanaan 0-2%. oksidasi. 5. cobalt memberikan baja paduan tinggi pada temperatur tinggi.Molydenum Pada penggunaan 0.Mangan Pada range 0.05-0.5% memberikan tahan korosi dan kekuatan yield pada baja paduan. Baja ini paduan dari besi dan karbon dengan beberapa elemen seperti manganese. nikel dan kromium.2-0.Aluminium Bahan ini membuat tahan oksidasi sehingga tahan dari serangan karat tetapi mengurangi kekuatan dari bahan. Baja karbon Baja karbon sering digunakan dalm konstruksi baik untuk bangunan ataupun alat-alat permesinan. 4. Peningkatan kekuatan pada temperatur tinggi tetapi kehilangan keuletan (ductility).3-5% meningkatkan kekuatan temperatur tinggi. 16 .c. hambatan skala.Chrom Pada penggunaan 0. dan kekerasan. 3. dan baja karbon tinggi (>0. Pada proporsi yang tinggi memperbaiki tahan korosi. kelenturan dan kekerasan tanpa aspek keuletan. 6. 7.3-5% meningkatkan kekuatan. cetakan.3-2% mengurangi kerapuhan sulphur.6%C) dengan perlakuan panas mempunyai kekuatan dan kekerasan lebih baik tetapi rentan terhadap keuletan (ductility).25% digunakan untuk meningkatkan mampu mesin pada baja karbon. baja karbon sedang (0. memperbaiki ketahanan aus. Baja Paduan Berbeda dengan baja karbon. Bersama kromium. pegas dan lain-lain. silikon.3%C) dengan keuletan (ductility) yang tinggi dan mudah dibentuk. 8.Nikel Pada range 0.3-4%. Timah (Lead) Di atas 0. hambatan retak.Cobalt Bahan ini memperbaiki kekerasan dan hambatan skala juga memperbaiki sifat potong untuk baja alat dengan 8-10%.6%) dengan kekerasan dan kekuatan tinggi. Baja karbon mempunyai sifat yang unik dan dibagi tiga klasifikasi yaitu baja karbon rendah (0. sulphur. Bahan yang sering digunakan dalam baja paduan adalah: Efek dari penambahan paduan adalah 1. baja ini mempunyai proporsi paduan yang tinggi terhadap elemen paduannya. kekuatan dan kekerasan.3-0. Persentase 1-2% memperbaiki kekuatan dan kelenturan dan sifat non magnetis hingga 5%.

5% meningkatkan mampu mesin tetapi mengurangi keuletan dan mampu las.2-3% memperbaiki kekuatan dan kekerasan tetapi mengurangi keuletan.Vanadium Bahan ini memperbaiki sifat kekerasan dan jika dikombinasikan dengan karbon dapat tahan aus. Untuk logam non ferro banyak sekali jenisnya.9. yaitu termoplastik polimer yang apabila dipanaskan akan meleleh dan dapat dicetak kembali. keramik. Baja Stainless Baja karbon dengan campuran kromium 10% sehinggga tahan terhadap karat. dan matrik adalah penguat yang berbentuk serat yang diatur. 11. antara lain plastik. antara lain aluminium. titanium. Keramik Keramik adalah bahan yang pembuatannya menggunakan powder teknologi.Titanium Pada proporsi 0.Komposit Komposit adalah bahan yang terbuat dari resin dan matrik. e. Plastik Plastik adalah bahan berdasar polimer. Plastik ada dua macam. Material non logam juga banyak jenisnya. Masing-masing jenis logam tersebut mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang berbeda. timah.Silikon Dengan penggunaan range 0. resin sebagai pengikat biasanya plastik. Hal ini dilakukan karena titik lebur dari keramik tinggi sekali 17 . dan lain-lain. seng. timah. a.Sulphur (Belerang) Di atas 0.75% meningkatan kekuatan dan kekerasan pada baja maraging. c. Logam tersebut ada yang dalam bentuk logam murni dan ada yang campuran atau paduan. dan lain-lain. b. Oleh karena itu penggunaan logam tersebut juga disesuaikan dengan sifat-sifat yang dimiliki masingmasing jenis logam. komposit. tembaga.3-0. perak. 10. sedangkan termoset polimer adalah plastik yang apabila dipanaskan akan menjadi abu.Tungsten Bahan ini memberikan kekerasan tinggi dan kelenturan pada temperatur tinggi. Silikon bahan yang mudah teroksidasi (berkarat). 13. 12. Contoh logam non ferro paduan adalah perunggu (paduan tembaga dengan timah) dan kuningan (paduan tembaga dengan seng).

18 .(diatas 2000OC) sehingga untuk menyatukan dipanaskan hingga suhu sekitar 1200 sampai kulit dari butiran serbuk meleleh dan disatukan dengan butiran yang lain.

1 diatas menerangkan pembuatan baja dengan tanur yang dialiri gas O2 untuk mengurangi carbon. titanium. Bahan Baku Keluar gas Tanur tinggi Masuk gas Ladel Ladel Gambar 2.BAB 2 MEMAHAMI PROSES–PROSES DASAR KEJURUAN A. Bahan padat dicairkan sampai suhu titik cair dan dapat ditambahkan campuran bahan seperti chrom. silikon. Bahan baku berupa biji besi dimasukkan kedalam tanur dan dialiri gas. Mengenal Proses Pengecoran Logam Pengecoran adalah membuat komponen dengan cara menuangkan bahan yang dicairkan ke dalam cetakan.1 Tanur tinggi Gambar 2. Bahan disini dapat berupa metal maupun non-metal. aluminium dan lain-lain supaya bahan menjadi lebih baik. Bahan yang sudah cair dapat dituangkan ke dalam cetakan. Furnace adalah sebuah dapur atau tempat yang dilengkapi dengan heater (pemanas). Untuk mencairkan bahan diperlukan furnace (dapur kupola). . bagian bawah baja cair ditampung kedalam ladel yang kemudian dimasukan ke dalam cetakan.

3 Penuangan besi cor Cetakan untuk pengecoran dapat dibuat dengan pasir ataupun logam. Untuk komponen yang rumit dan tidak banyak jumlahnya biasanya memakai cetakan pasir. 20 .4 Gambar 2. Untuk bentuk cetakan dan hasil pengecoran dapat dilihat pada gambar 2. Dalam membuat cetakan yang perlu diperhatikan adalah porositas dan toleransi untuk sringkage (penyusutan) setelah penuangan. sedangkan komponen yang bentuk sederhana dan diproduksi masal dapat menggunaan cetakan logam. Porositas cetakan semakin tinggi semakin baik untuk mengeluarkan gas-gas yang terjebak di dalam cetakan.4 Cetakan pasir dan hasil dari pengecoran.Gambar 2.

Kerja Bangku Kerja bangku adalah pekerjaan produksi komponen atau alat yang menggunakan meja kerja. Pembentukan plat Pembentukan plat dari lembaran menjadi bentuk kotak atau cangkir dengan menggunakan tekanan dan cetakan (lihat gambar 2. Mengenal Proses Pembentukan Logam B. bor tangan. Gambar 2.B. palu.1. 21 . Contohnya membuat komponen menggunakan alat-alat seperti ragum. Pembentukan plat ini dapat juga menekuk dari bahan.5 Hasil proses pembentukan B. gerinda. kikir. Gambar2.29). Biasanya alat-alat ini digunakan untuk membuat benda kerja sederhana dan tingkat presisi yang tidak tinggi.6 Alat yang dipakai dalam kerja bangku. dan lain-lain alat kerja bangku.

hal ini untuk mempercepat pemotongan dari benda mentah. mesin penekuk plat.Mesin-mesin perkakas yang menggunakan motor listrik untuk memantu kerja bantu ada beberapa yaitu mesin bor. 1. Mesin bor Mesin bor gunanya untuk melubangi benda dan memperbesar lobang yang sudah ada. Gambar 2. 7 Mesin bor duduk 2. Mesin gergaji Mesin gergaji gunanya untuk memotong benda atau membelah benda. 22 . mesin pembengkok pipa dan lain-lainnya. mesin potong. berikut ditampilkan gambar mesin bor. mesin gergaji.

9 Mesin potong 23 . Gambar 2.8 Mesin gergaji 3.Gambar 2. Mesin potong Mesin potong gunanya untuk mempercepat pemotongan benda yang panjang.

31 dibawah menjelaskan mesin bubut dengan segala pirantinya. Pada gambar 1.10 Mesin bubut dengan pirantinya Proses mesin bubut ini dengan cara memutar benda kerja yang kemudian disayat dengan pahat membentuk serpihan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2. C.11 berikut ini: 24 . mesin bor dan lainlain. Biasanya mesin perkakas ini digunakan untuk finishing dari hasil pengecoran.Mesin bubut Mesin ini pada prinsipnya adalah benda kerja yang berputar dipotong menjadi komponen yang diinginkan dalam bentuk silinder atau kerucut. Mesin ini hanya dapat membuat benda-benda yang berbentuk silinder. Proses Mesin Perkakas Mesin perkakas adalah alat yang dipakai untuk memproduksi barang dari barang mentah ke barang jadi. mesin frais. Mesin-mesin perkakas yang sering digunakan yaitu mesin bubut.1. Untuk otomasi mesin-mesin yang sudah dilengkapi dengan komputer terus dikembangkan sehingga hasilnya lebih akurat.C. Tempat pahat Rahang pencekam Titik mati Penyangga benda kerja Kotak alat & peralatan Gambar 2.

bubut alur dan lain sebagainya.12 dibawah ini diperlihatkan macam-macam pahat dan penggunaannya.11 Proses pembubutan Dalam pembubutan perlu digunakan beberapa pahat. Gambar 2. Gambar 2.Gambar 2. pahat yang digunakan untuk bubut melintang.12 Macam-macam Pahat 25 .

2. Dengan mesin CNC produksi komponen dapat dipercepat dan lebih akurat. Bentuk mesin fris dan gerakannya dapat dilihat pada Gambar 2.C.14 berikut ini: Gambar 2. Bagian dari mesin fris adalah pencekam pahat yang berputar. dan bentuk lain yang diinginkan sesuai kemampuan mesin.14 Pahat untuk mesin fris Untuk otomasi mesin-mesin perkakas digabungkan dengan komputer sering juga disebut CNC (Computer Numerical Control) seperti yang digambarkan di bawah ini.Mesin fris Mesin fris ini pada prinsipnya tool atau pahat yang berputar mengurangi dimensi benda kerja. dan motor penggerak pahat. Mesin ini 26 .13 berikut ini Gambar 2. membuat alur. 13 mesin CNC fris vertikal Pahat untuk mesin fris berbeda dengan mesin bubut yang dapat dilihat pada gambar 2. roda gigi. meja yang dapat digerakkan maju mundur dan kanan kiri. Mesin ini juga dapat untuk menghaluskan permukaan. Mesin CNC ini dipakai untuk memproduksi massal.

perpindahan panas dan mekanika fluida sangat membantu para calon operator dan staf pemeliharan mesin-mesin industri. oli ).1. Jadi jelas pengetahuan dasar termodinamika sangat penting. fluida kerjanya adalah udara 27 . mesin-mesin tersebut disebut dengan benda kerja. Dua besaran tersebut sangat penting untuk dipahami karakteristiknya untuk pemahaman dasar keteknikan. Untuk pembahasan yang menyeluruh pembaca dapat merujuk pada buku teks yang ada pada daftar pustaka.1.1 Sistem termodinamika Untuk menganalisis mesin-mesin panas atau mesin-mesin fluida. Fluida atau zat alir yang dipakai pada benda kerja disebut dengan fluida kerja. Mengenal Proses Mesin Konversi Energi Pengetahuan dasar tentang termodinamika. keahlian khusus yang Gambar 2. Pembahasan ditekankan pada hal-hal khusus yang berkenaan dengan konsep dasar. karena dipakai untuk menganalisis kondisi operasi berbagai alat atau mesin yang berhubungan dengan panas dan kerja. Termodinamika Ilmu termodinamika adalah ilmu yang mempelajari hubungan panas dengan kerja. sedangkan kompresor. D. Konsep-konsep dasar akan dipakai dalam memahami prinsip-prinsip dasar kerja mesin-mesin industri. fluida kerjanya adalah zat cair (air. D. Sebagai contoh untuk pompa sebagai benda kerja.15 Mesin bubut CNC D.membutuhkan operator yang mempunyai dipersiapkan untuk menjalankan mesin CNC.

dimana perpindahan dan konversi energi atau massa akan dianalisis.1. yaitu setiap bagian tertentu.16 Grafik proses keadaan termodinamik 28 . yang volume dan batasnya tidak perlu tetap.Untuk membedakan benda kerja dengan lingkungan sekitarnya. pemodelan matematis banyak digunakan. dengan kata lain energi atau massa tidak melewati batas-batas sistem. akan diperoleh suatu rumusan matematik yang dapat mewakili permasalahan fisik sacara kuantitatif. Pemodelan matematik adalah suatu metode untuk mecari hubungan antara faktor-faktor fisik yang satu dengan yang lainnya menggunakan simbol-simbol dan koordinat matematik. Besaran sistem termodinamika dan keadaan sistem Dalam pembahasan setiap masalah yang berhubungan dengan kejadian-kejadian alam atau suatu proses fisika alam. untuk memudahkan pemahaman masalah tersebut. Adapun istilah-istilah yang sering disebut adalah sebagai berikut. Batas sistem adalah garis imajiner yang membatasi sistem dengan lingkungannya Sistem tertutup yaitu apabila sistem dan lingkungannya tidak terjadi pertukaran energi atau massa. T1 T V Gambar 2. benda kerja sering disebut dengan sistem. Dengan pemodelan tersebut. p keadaan 2 p V p keadaan 2 p2 T2 isotermis T1 =T2 ` isotermis T1 =T2 keadaan 1 p1.2. V1 vc keadaan 1 p1. Sistem dengan lingkungannya ada interaksi D. Sistem terbuka yaitu apabila energi dan massa dapat melintasi atau melewati batas-batas sistem.

sistem motor bakar akan berubah keadaannya apabila tekanan p kompresinya turun. Kapasitas jenis = massa massa Contoh Volume jenis = [2] Besaran intensif. Besaran-besaran pokok termodinamika Besaran temperatur dan tekanan adalah besaran yang menjadi pokok dari sistem termodinamika. Contoh perubahan keadaan termodinamika yaitu perubahan keadaan pada temperatur tetap (isotermis). Dalam termodinamika. Adapun definisi masing-masing besaran adalah sebagai berikut. Kerapatan ρ dan besaran-besaran lainnya. Sebagai contoh untuk p roses keadaan isotermis. Harga jenis = besaran ekstensif massa sistem volume Kapasitas . yaitu tenaga yang dihasilkan berkurang. Harga jenis adalah perbandingan antara besaran ekstensif dengan massa sistem atau zat.besaran ini akan mempengaruhi berbagai keadaan sistem termodinamika. temperatur.Dalam ilmu termodinamika koordinat-koordinat atau besaran fisik akan selalu melingkupi semua rumusan termodinamika adalah Voume V. karakteristik yang pasti khusus adalah tidak ada perubahan temperatur selama proses. [1] Besaran ekstensif. Misalkan. dan lainnya D. Contoh: tekanan. Contoh volume. Perubahan keadaan temodinamika digambarkan pada grafik hubungan tekanan dengan volume atau tekanan dengan temperatur. Proses keadaan selalu mempunyai satu atau lebih karakteristik yang spesifik.3. adalah besaran yang dipengarui oleh massa atau mol sistem. Disamping itu besaran temperatur dan tekanan adalah besaran dari hasil pengukuran secara langsung dari suatu proses keadaan sistem. kerja. Perubahan tersebut akan tetap berlangsung sebelum ada proses keadaan yang lainnya. kapasitas panas. adalah besaran yang tidak dipengarui oleh massa sistem. Dari besaran-besaran ekstensif diperoleh harga-harga jenis (spesifik value). Hal ini berbeda dengan besaran lainnya yang tidak berdasarkan pengukuran.1. Temperatur T. besaran sistem dibagi menjadi dua yaitu besaran ekstensif dan besaran intensif. entropi. Besaran. karena hubungan antar keduanya sangat penting untuk mecirikan proses keadaan sistem. Tekanan p. tetapi 29 . penggambarannya pada grafik p-v dan p-t adalah sebagai berikut Dari gambar di atas terlihat bahwa terjadi perubahan besaran pada keadaan satu ke keadaan dua.

energi suatu benda karena bergerak dengan kecepatan V. maka energinya dapat ditulis EK = 1 mV 2 2 Gambar 2.m atau Joule. Energi dan kerja mempunyai satuan yang sama. Bentuk-bentuk energi Energi adalah suatu besaran turunan dengan satuan N.2. benda jatuh dan lain-lain . 1. Ep = m. Sebagai contoh.R. Sedangkan kerja dapat didefinisikan sebagai usaha untuk memindahkan benda sejauh S (m) dengan gaya F (Newton).ΔT 2.diturunkan dari besaran temperatur dan tekanan. Kerja pada tekanan kostan W= pΔV D.h 30 . Kerja pada volume konstan W= m. Sebagai contoh.g. Sedang bentuk-bentuk energi lain dijelaskan di bawah ini : Energi Kinetik . sebagai contoh . energi potensial air adalah energi yang dimiliki air karena ketinggiannya dari permukaan. mobil yang bergerak.17 Pergerakan mobil dan Energi kinetik Energi potensial adalah energi yang tersimpan pada benda karena kedudukannya. kerja adalah besaran turunan dari tekanan atau temperatur.

Kerja mekanik (dW) tersebut sebanding dengan perubahan volume (dV) pada tekanan (p) tertentu. putaran poros engkol.5.x 2 Energi mekanik adalah energi total yaitu penjumlahan antara energi kinetik dengan energi potesial. adalah kerja yang dihasilkan dari proses ekspansi atau kerja yang dibutuhkan proses kompresi.h bendungan Gambar 2.18 Energi potensial air pada bendungan Energi potesial pegas adalah energi yang dimiliki oleh benda yang dihubungkan dengan pegas untuk berada pada kedudukan tertentu karena penarikan pegas. Δ W = pΔ V Sebagai contoh energi ini secara sederhana adalah pergerakan piston. Em = Ek + Ep Adapun energi atau kerja mekanik pada mesin-mesin panas. Ep = 0. silinder Δ W = pΔ V ΔV p piston 31 .k. dan lain lain.

pompa. dapat dirumuskan: ΔH = mc p ΔT Energi yang tersedia . Perbandingan antara jumlah energi 32 . bagian dari panas yang ditambahkan ke sistem yang dapat diubah menjadi kerja. energi dari gas karena pergerakan pada tingkat molekul. yaitu energi yang dbutuhkan atau dihasilkan benda untuk berputar dengan gaya sentrifugal F dimana energi tersebut pada r tertentu dari pusat putaran.Gambar 2. sejumlah panas yang ditambahkan pada 1 mol gas pada tekanan konstan. pada gas ideal hanya dipengaruhi oleh temperatur saja.m) Gambar 2.19 Energi atau kerja pada piston Energi mekanik pada benda-benda yang berputar misalnya poros mesin-mesin fluida (turbin. Entalpi (H). Dengan c panas jenis pada tekanan konstan atau volume konstan. dengan c p panas jenis pada tekanan konstan.20 Energi mekanik poros turbin gas Energi Aliran atau kerja aliran adalah kerja yang dilakukan oleh fluida yang mengalir untuk mendorong sejumlah massa m ke dalam atau ke luar sistem. atau kompresor) dinamakan Torsi. T= Fx r energi mekanik r Torsi= F x r (N. W energi aliran = pV Panas (Q) yaitu energi yang ditransfer ke atau dari subtansi karena perbedaan temperatur. energi ini dirumuskan: Q = mcΔT Energi dalam (U).

energi fluida (energi kinetik fluida) masuk turbin dan berekspansi. terjadi perubahan energi yaitu dari energi fluida menjadi energi mekanik putaran poros turbin. putaran poros turbin memutar poros generator listrik. Ilmu yang mempelajari perubahan energi dari energi satu ke lainnya disebut dengan ilmu konversi energi. D. Perubahan energi pada turbin adalah sebagai berikut. misalkan energi panas pembakaran menjadi energi mekanik mesin proses pembakaran meghasilkan energi panas silinder Δ W = pΔ V p piston energi panas energi mekanik proses perubahan energi Gambar 2.tersedia yang dapat diubah menjadi kerja dengan energi yang dimasukkan sistem adalah konsep efisiensi. Transformasi energi.3. Tingkat keberhasilan perubahan energi disebut dengan efisiensi. dan terjadi perubahan energi kedua yaitu dari energi mekanik menjadi energi listrik. Adapun sifat-sifat energi secara umum adalah : 1. Kemudian. 33 .21 Perubahan energi pada motor bakar Contoh yang lain adalah proses perubahan energi atau konversi energi pada turbin dan pompa. artinya energi dapat diubah menjadi bentuk lain. Sifat energi Energi di alam adalah kekal artinya energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi hanya dapat diubah dari energi satu ke energi lainnya (Hukum kekekalan energi).

Energi listrik Energi fluida masuk Energi mekanik putaran poros generato turbin air.23 Konversi energi pada pompa atau kompresor Pada Gambar 2.23 terlihat proses konversi energi dari energi listrik menjadi energi fluida. Prosesnya yaitu energi listrik akan diubah menjadi energi mekanik pada motor listrik. gas.air) Energi li t ik Energi mekanik putaran poros Energi fluida tekanan tinggi motor pompa atau fluida masuk energi listrik energi mekanik poros energi fluida poros Gambar 2. gas fluida ke luar energi fluida energi mekanik poros energi listrik poros Gambar 2. energi mekanik tersebut berupa 34 . uap.22 Konversi energi pada turbin ( uap.

W = FxS 35 . seperti yang telah dibahas di bab sebelumnya. air panas dan uap panas transfer panas tungku pembakaran energi panas Gambar 2.25 Tranfer energi panas dari tungku ke air di panci 3. fluida yang ke luar dari pompa mempunyai energi yang lebih tinggi dibanding sebelum masuk pompa. Energi dapat pindah ke benda lain melalui suatu gaya yang menyebabkan pergeseran. yaitu energi panas (heat) dapat ditransfer dari tempat satu ke tempat lainnya atau dari material satu ke material lainnya.putaran poros motor listrik yang akan diteruskan ke poros pompa.24 Pompa sebagai mesin Konversi energi 2. Transfer energi. fluida k fluida ke putaran poros dan impeler Gambar 2. sering disebut dengan energi mekanik. Pada pompa terjadi perubahan energi mekanik menjadi energi fluida.

26 Energi mekanik pergeseran translasi (linier) gaya F ` pergeseran S = 2 π r.nrev.27 Energi mekanik pergeseran rotasi ( angular) 36 .)xT nrev = jumlah putaran Torsi ( T ) = F x R Gambar 2.nrev R gaya F W = (2 π .gaya F ( N) gaya F pergeseran S (m) Gambar 2.

dan tidak banyak memerlukan komponen 37 . maka r W= T 2 π r.nrev = (2 π .28 Mesin-mesin konversi energi dengan kerja poros Energi mekanik putaran poros adalah yang paling sering digunakan untuk perhitungan mesin-mesin konversi energi. Alasan pemilihan gerak putaran poros mesin (mesin rotari) sebagai transfer energi atau kerja dibanding dengan putaran bolak-balik (reciprocating) adalah karena gerak rotari mempunyai efisiensi mekanik yang tinggi.nrev. getaran rendah.)xT (Kerja Mekanik Poros) r dimana nrev = adalah jumlah putaran kerja kerja pompa propeler pompa sentrifugal kerja kerja mobil Turbin i Ganbar 2. karena hampir sebagian besar mesin-mesin konversi adalah mesin-mesin rotari.T=FxR W = FxS dengan S =2 π r.nrev dan F = T .

1.mesin yang rumit. hukum ini menyatakan bahwa ENERGI TIDAK DAPAT DICIPTAKAN ATAU DILENYAPKAN. Hukum termodinamika I Hukum pertama termodinamika adalah hukum konversi energi. Energi adalah kekal. ΔQ Emasuk EP1 EK1 ED1 EA1 EP2 EK2 ED2 EA2 Eke luar ΔW Gambar 2. EP1 + EK1 + ED 1 + EA1 + ΔQ = EP2 + EK2 + ED 2 + EA2 + ΔW Untuk sistem terbuka dimana ada pertukaran energi dan massa dari sitem ke lingkungan atau sebaliknya.29 Dinamika perubahan energi pada suatu benda kerja Hukum pertama Termodinamika dapat ditulis sebagai berikut . tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan.4. Hukum termodinamika D.4. maka persamaan energi di atas dapat dijabarkan sebagai berikut V12 V22 mgZ1 + m + [U1 + p1V1 ] + ΔQ = mgZ 2 + m + [U 2 + p 2V2 ] + ΔW 2 2 dengan [ pV + U] = H dapat dituliskan kembali menjadi mgZ1 + m Emasuk V12 V2 + H1 + ΔQ = mgZ2 + m 2 + H2 + ΔW 2 2 V12 = mgZ1 + m + H1 + ΔQ 2 38 . Energi atau kerja langsung dapat ditransfer atau diterima peralatan tanpa peralatan tambahan. energi hanya dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya. D. 4.

Persamaan dapat ditulis kembali menjadi: ΔEP + ΔEK + ΔpV + ΔQ = ΔW + ΔU ΔQ = ΔW + ΔU Jadi untuk sistem tertutup persamaannya menjadi ΔQ = ΔW + ΔU ΔW ΔU ΔQ Gambar 2. maka suku EP. dimana massa tidak dapat melintas batas sistem.30 Proses perubahan energi pada sistem terbuka Jika Hukum termodinamika pertama dituliskan secara sederhana untuk sistem tertutup.Ekelua V22 = mgZ 2 + m + H 2 + ΔW 2 sederhana Jadi Hukum termo pertama dapat diutuliskan secara dengan persamaan berikut (untuk sistem terbuka) Emasuk = Ekeluar atau ΔEP + ΔEK + ΔH + ΔQ = ΔW Emasuk Eke luar Gambar 2.31 Proses perubahan energi pada sistem tertutup 39 . EK dan EA dapat dihilangkan dari persamaan.

D. Sebagai contoh pompa banyak dipakai sebagai alat sirkulasi air pada instalasi pembangkit daya tenaga uap. Di bawah ini ditunjukkan perhitungan kerja turbin sederhana. Konversi energi pada turbin Turbin adalah salah satu mesin konversi energi yang cukup penting. Pompa bekerja dengan penggerak dari 40 . Emasuk W Eke luar Gambar 2.2 Contoh-contoh aplikasi hukum termodinamika I Hukum-hukum termodinamika yang sudah diuraikan di atas adalah sangat berguna dalam menganalisis persoalan mesin-mesin konversi energi sederhana. Keduanya merupakan alat ekspansi yang menghasilkan kerja mekanik poros. Konversi pada pompa Pompa juga merupakan alat mesin konversi energi.Turbin di industri biasanya turbin uap atau gas. sebagai contoh di bawah ini diuraikan pemodelan termodinamikanya.4. 1. tetapi mesin ini banyak diaplikasikan sebagai alat bantu proses konversi.32 Konversi energi pada turbin Pada turbin terjadi proses ekspansi adiabatis sehingga ΔQ = 0 Δ EP dan Δ EK =0 V12 V22 mgZ1 − mgZ 2 + m −m + H 1 − H 2 + ΔQ = ΔW 2 2 ΔEP + ΔEK + ΔH + ΔQ = ΔW 0 + 0 + ΔH + 0 = ΔW jadi kerja turbin adalah ΔW = H 1 − H 2 2.

luar.33 Konversi pada pompa ΔEP + ΔEK + ΔH + ΔQ = ΔW dengan ΔEP + ΔEK + ΔQ = 0 ΔW = ΔH = ΔU + ΔpV ΔW = V [ p1 − p 2 ] ΔU = 0 ΔH = ΔpV maka kerja yang dibutuhkan pompa adalah 41 . Jadi mesin ini adalah pengguna energi. ke luar masuk pompa Gambar 2. Di bawah ini diberikan persoalan tentang pompa sentrifugal sederhana.

4.cerobong asap turbin uap .putaran poros engkol motor .knalpot mesin mobil atau motor .D.3 Hukum termodinamika II Tidak mungkin membuat siklus mesin yang mengubah energi panas yang ditambahkan. Konsep efisiensi seperti yang telah disebutkan yaitu: η= W net Qin dengan Wnet = Qin − Qout Sumber panas T tinggi.saluran buang turbin gas 42 .putaran rotor turbin gas atau uap . semuanya menjadi kerja. contoh − dapur atau furnace − ruang silinder motor − ruang bakar turbin gas Qmasuk mesin Wpositif = kerja mekanik .dan lain lain Qke luar lingkungan Temperatur rendah .

Adapun proses keadaan termodinamika adalah sebagai berikut. 2. untuk udara R = 286.1. temperatur (T) dan volume (V).34 Skema sederhana dari hukum termodinamika II D. Perumusannya adalah sebagai berikut: pv = mRT dengan R = Ru/M ( Konstanta gas) = 0.K ( untuk udara) Ru = 8.Gambar 2.5.K (konstanta gas ideal) D. Proses volume konstan p atm p1 n= ~ p1 V1 =V2 V m3 43 .2870 kJ/Kg. Ada tiga besaran yang selalu terkait dan dapat diukur langsung yaitu tekanan (p). Persamaan keadaan gas ideal Gas ideal adalah gas yang dalam setiap keadaan mematuhi persamaan keadaan gas ideal yaitu: pV = mRT pv = RT dengan R = adalah konstanta gas spesifik.8 J/KgK Pada suatu siklus termodinamika persamaan keadaan prosesnya selalu berubah mengikuti beberapa proses yang saling terkait.5. Gas ideal Aplikasi prinsip-prinsip dasar termodinamika pada mesin menggunakan fluida kerja yang dianggap ideal.31447 kJ/kmol.

37 Diagram p-v proses temperatur konstan 44 .36 Diagram p-v proses tekanan konstan 4. Proses temperatur konstan Pada proses ini konstanta n pada politropik berharga n = 1 dan T= C p atm p2 p1 V1 V2 V m3 Gambar 2.35 Diagram p-V proses volume konstan Pada proses ini konstanta n pada politropik berharga n = ~ dan V= C 3.Gambar 2. Prose tekanan konstan Pada proses ini konstanta n pada politropik berharga n = 0 dan p= C p atm p1=p2 isobarik p=c V m3 Gambar 2.

38 Diagram p-v proses adiabatik 6. Proses Adiabatis (dq = 0) Pada proses ini konstanta n pada politropik berharga n = 1 dan T= C p atm p2 p1 V1 V2 V m3 Gambar 2.5. secara umum pesamaan keadaan gas ideal dapat dirumuskan sebagai berikut [1] pV n = C [2] TV n−1 = C [3] T −1 p n− n n =C p atm n= ~ n=0 n=1 n=2 n=1. Proses politropik .4 V m3 45 .

E. perumusannya sebagai berikut : ρ ρ H 2O . Jika massa jenis fluida tidak terpengaruh oleh perubahan temperatur tekanan dinamakan fluida incompressible atau fluida tak mampu mampat. Dasar Fluida Definisi d fluida adalah substansi yang mengalir karena antar ari partikel satu dengan lainnya bebas. khususnya untuk fluida gas. dan kerapatan massa. massa jenis fluida tetap tidak berubah. Properti fluida yang lain yang berhubungan langsung dengan massa jenis adalah volume jenis. perubahan keduanya akan sangat mempengari massa jenis gas. Tekanan Jika permukaan suatu zat (padat. Untuk beberapa fluida massa jenisnya bergantung pada temperatur dan tekanan. Perumusan untuk menghitung spessific grafity adalah sebagai berikut S = E. Karakteristik fluida dapat dijelaskan dengan properti fluida. Untuk berat jenis adalah massa jenis fluida dikalikan dengan percepatan gravitasi atau berat fluida per satuan volume dirumuskan sebagi berikut : γ = ρg (kg/m 3)(m/s 2). Perumusannya adalah sebagai berikut : ρ= m kg/m 3 V Massa jenis fluida bervariasi bergantung jenis fluidanya. tekanan. Pada kondisi atmosfer.1. Adapun untuk spesific gravity adalah perbandingan antara massa jenis fluida dengan massa jenis air pada kondisi standar. Bila gaya yang tegak lurus terhadap permukaan dibagi dengan luasan permukaan A disebut dengan tekanan. Untuk fluida cairan pengaruh keduanya adalah kecil. Adapun properti fluida yaitu temperatur. dan spesific gravity. massa. Pada volume fluida yang tetap. Massa jenis Massa jenis suatu fluida adalah massa per volume. Secara umum fluida dibagi menjadi fluida compresible (mampu mampat) dan incompresible (tak mampu mampat). volume spesifik.22 kg/m 3 dan mercuri 13500 kg/m 3.Gambar 2. massa jenis air adalah 1000 kg/m 3. 1atm) massa jenis air adalah ρ = 1000 (kg/m 3). Volume jenis adalah kebalikan dari massa jenis yaitu volume fluida dibagi dengan massanya. cair dan gas) menerima gaya-gaya luar maka bagian permukaan zat yang menerima gaya tegak lurus akan mengalami tekanan. massa jenis udara 1.2.39 Diagram p-v proses politropik E. 46 . berat jenis. Pada kondisi standar( 40C.

maka : tekanan absolut (pabs )= tekanan atmosfer (patm) dikurangi tekanan pengukuran (pgauge) pabs = patm .01324 x 106 dyne/cm3 = 14. Apabila tekanan pengukuran di bawah tekanan atmosfer.2. Tekanan absolut bergantung pada tekanan pengukuran sistem. dan dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. tekanan absolute. dan tekanan atmosfer E.1 Hubungan Tekanan dengan ketinggian atau ke dalaman Apabila suatu benda berada pada ke dalaman tertentu pada sebuah zat maka untuk menghitung besarnya tekanan dapat menggunakan rumus sebagai berikut: p= F A 47 . maka : tekanan absolut (pabs )= tekanan pengukuran (pgauge) ditambah tekanan atmosfer (patm) pabs = pgauge + patm 2. lb/ft2] A Dalam termodinamika tekanan secara umum dinyatakan dalam harga absolutnya.01x10 5 N/m 2 tekanan pengukuran p gauge tekanan tekanan atmosfer (patm ) tekanan vakum pvakum tekanan pengukuran negatif di bawah patm Gambar tekanan mutlak pabs = patm +pgauge tekanan mutlak pabs = patm -pgauge tekanan pabs = 0 A.1 Pengukuran tekanan Gambar 2.2.6959 lb/in2 = 10332 kg/m 2 = 1.40 Hubungan tekanan pengukuran.p= F [ kg/m 2 . Apabila tekanan pengukuran sistem di atas tekanan atmosfer.pgauge 1 standar atmosfer = 1.

48 .5 atm h = 30 m p = 3 atm Gambar 2. tekanan air yang menyebur semakin besar. E.41 Hubungan ketinggian dengan tekanan Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa semakin dalam posisi lubang. Perumusannya adalah sebagai berikut : k= 1 1 ⎛ dv ⎞ 1 ⎛ dρ ⎞ =− ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ Ev v ⎜ dp ⎟ T ρ ⎜ dp ⎟ T ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Tanda negatif pada persamaan di atas menunjukkan bahwa apabila terjadi kenaikan tekanan.mg ρVg = dengan m = ρV . Perubahan tekanan dengan perubahan ketinggian tidak terlalu mencolok apabila zat mempunyai massa jenis kecil seperti udara atau gas. Kemampumampatan adalah sama dengan modulus elastisity Ev dengan nilai berkebalikan. Kemampumampatan Kemampumampatan (compressibillity) k suatu zat adalah pengaruh tekanan terhadap volume suatu zat pada temperatur konstan. h =10 m p = 1 atm h = 15 m p = 1.3. volume zat akan berkurang. untuk V = AH A A ρVg ρAHg rumusnya menjadi p = = = ρgH A A p= dari rumus tersebut dapat diketahui bahwa tekanan suatu zat bergantung dari ketinggian atau ke dalaman H.

maka tegangan gesernya akan sebanding dengan perbandingan perubahan kecepatan dv dengan tebal bagian fluida yang bergeser dikalikan dengan suatu konstanta. Pada temperatur tinggi fluida gas mempunyai viskositas yang besar. Perubahan properti gas sangat bergantung dari perubahan dari kondisi temperatur. Sebagai contoh. Viskositas suatu fluida sangat bergantung pada kondisi temperatur. τ Gambar 2.Secara sederhana fluida berdasarkan dari kompresibilitasnya dibagi menjadi dua yaitu fluida gas dan fluida cair. Viskositas Viskositas atau kekentalan adalah sifat fluida yang penting yang menunjukkan kemampuan fluida untuk mengalir. pada permukaan air laut udara mempunyai nilai k 20. E. Adapun besar gaya yang diperlukan untuk menggeser bagian fluida adalah: 49 . kemampum ampatan fluida gas (ideal) berkebalikan dengan nilai tekanannya. Kostanta tersebut dinamakan dengan viskositas (dinamik).000 kali dari nilai k air. hal ini berkebalikan dengan fluida cair. Untuk fluida gas yang terdiri dari partikel-partikel yang bergerak bebas dan betuknya mengikuti wadahnya maka perubahan tekanan akan banyak menimbulkan perubahan volume. dengan kenaikan temperatur viskositas zat cair semakin kecil (encer). Fluida dengan viskositas besar (kental) lebih sulit mengalir dibandingkan dengan fluida dengan viskositas kecil (encer).42 Gerak fluida pada fluida yang diam Apabila suatu fluida diberi tekanan yang akan menggeser bagian fluida setebal dy dengan kecepatan V menjadi V + dV. Untuk fluida gas ideal pada temperatur konstan ( isotermis) persamaan di atas dapat diubah menjadi: 1 ⎛ dρ ⎞ 1 ⎛ dρ ⎞ ⎜ ⎜ ⎟ ⎜ dp ⎟ = ρ ⎜ d ( ρRT ) ⎟ ⎟ ρ ⎝ ⎠T ⎝ ⎠T 1 1 1 = = k= Ev ρRT p k= Jadi pada kondisi isotermis.4.

Energi hilang -Energi terektrasi 50 .5. Adapun perumusan viskositas kinematik adalah sebagai berikut : υ = μ ρ E.1. Apabila nilai viskositas suatu fluida dibagi dengan nilai massa jenisnya akan ketemu besaran yang sering disebut dengan viskositas kinematik. sebaliknya semakin kecil tahanan. Perumusan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut : elemen fluida energi masuk (1) (1/2mv2 + mgZ + pV)1 Energi berubah Energi ditambahkan .Energi hilang -Energi terektrasi energi ke luar (2) (1/2mv2 + mgZ + pV)2 acuan dasar z = 0 Gambar 2. Jadi dapat disimpulkan bahwa kostanta tersebut adalah suatu tahanan fluida untuk mengalir (bergeser kontinyu). Gaya akan semakin besar apabila kostanta viskositas besar. akan fluida mudah mengalir.43 Perubahan energi pada penampang pipa Energi masuk + Energi berubah = Energi ke luar Energi berubah = Energi ditambahkan .5. Semakin besar tahanan semakin sulit untuk mengalir.F = τA = μA dV dy F dV =τ = μ A dy Jadi besar gaya persatuan luas untuk menggeser fluida sebanding dengan konstanta viskositas dikalikan dengan gradien kecepatannya. Persamaan dasar Bernoulli Fluida cair (takmampumampat) yang mengalir melalui suatu penampang sebuah pipa dan saluran apabila diabaikan faktor viskositi (fluida non viskositas) akan memenuhi hukum yang dirumuskan oleh Bernoulli. Aliran fluida dalam pipa dan saluran E.

Apabila Energi terekstrasi = 0 Maka persamaan energi dapat disederhanakan menjadi Energi masuk + Energi berubah = Energi ke luar Energi masuk + Energi hilang = Energi ke luar Energi masuk = (EK + EP + EA) 1 Energi masuk = ⎜ ⎜ 2 + mgZ + pV ⎟ ⎟ ⎝ ⎠1 Energi ke luar = (EK + EP + EA) 2

⎛ mV 2

⎛ mV 2 ⎞ Energi ke luar = ⎜ + mgZ + pV ⎟ ⎜ 2 ⎟ ⎝ ⎠ 21
Energi hilang = Elos Energi ditambahkan = E ad Persamaan Bernoulli djabarkan sebagai berikut :

⎛ mV 2 ⎞ ⎜ ⎜ 2 + mgZ + pV ⎟ + E ad - Elos ⎟ ⎝ ⎠1

=⎜ ⎜

⎛ mV 2 ⎞ + mgZ + pV ⎟ ⎟ ⎝ 2 ⎠2

⎛ mV 2 ⎞ ⎛ mV 2 ⎞ ⎜ + mgZ + pV ⎟ + E ad = ⎜ ⎜ 2 ⎟ ⎜ 2 + mgZ + pV ⎟ + Elos ⎟ ⎝ ⎠1 ⎝ ⎠2
Apabila penampang saluran pipa dianggap permukaan sempurna sehingga tidak ada gesekan antara aliran fluida cair dengan permukaan pipa dan tidak ada energi yang ditambahkan maka persamaan Bernoulli dapat disederhanakan menjadi:

Z Z
Gambar 2.44 Profil aliran fluida Energi masuk = Energi ke luar

51

( EP + EK + PV )1 = (EP + EK + PV )2
⎛ mV 2 ⎞ ⎛ mV 2 ⎞ ⎜ ⎜ 2 + mgZ + pV ⎟ = ⎜ 2 + mgZ + pV ⎟ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝ ⎠1 ⎝ ⎠2
dibagi dengan m (Nm)

⎛ ⎜ gZ + ⎜ ⎝ ⎛ ⎜ gZ + ⎜ ⎝

v 2 pV ⎞ ⎛ v 2 pV ⎟ = ⎜ gZ + + + m ⎟1 ⎜ m 2 2 ⎠ ⎝ v2 p ⎞ ⎛ v2 p ⎞ + ⎟ = ⎜ gZ + + ⎟ 2 ρ ⎟1 ⎜ 2 ρ ⎟2 ⎠ ⎝ ⎠

⎞ ⎟ ⎟ ⎠2 V 1 = m ρ

dibagi dengan g menjadi bentuk persamaan "head" (m)

⎛ v2 p ⎞ ⎛ v2 p ⎞ V 1 ⎜Z + ⎟ = ⎜Z + ⎟ dengan = + + ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 2 g ρg ⎠1 ⎝ 2 g ρg ⎠ 2 m ρ ⎝
dikalikan dengan gZ menjadi bentuk tekanan N/m 2

⎛ v2 ⎞ ⎛ v2 ⎞ ⎜ ρgZ + ρ + p ⎟ = ⎜ ρgZ + ρ + p ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 2 2 ⎝ ⎠1 ⎝ ⎠2
E.5.2. Energi "Head" Pada persamaan Bernoulli di atas sering dalam bentuk persamaan energi "Head".. Head adalah bentuk energi yang dinyatakan dalam satuan panjang "m" (SI). Head pada persamaan di atas terdiri dari head ketinggian "Z", head kecepatan "v 2/2g", dan head tekanan "

p ". Head ρg

ketinggian menyatakan energi potensial yang dibutuhkan untuk mengangkat air setinggi "m" kolom air. Head kecepatan menyatakan energi kinetik yang dibutuhkan untuk mengalirkan air setinggi "m" kolom air. Yang terakhir, head tekanan adalah energi aliran dari "m" kolom air yang mempunyai berat sama dengan tekanan dari kolom "m" air tersebut. E.5.3. Modifikasi Persamaan dasar Bernoulli Apabila penampang pipa di atas bukan permukaan sempurna sehingga terjadi gesekan antara aliran fluida dengan permukaan pipa maka persamaan energi menjadi:

⎛ mV 2 ⎞ ⎛ mV 2 ⎞ ⎜ ⎜ 2 + mgZ + pV ⎟ = ⎜ 2 + mgZ + pV ⎟ + Elos ⎟ ⎜ ⎟ ⎝ ⎠1 ⎝ ⎠2
Dalam bentuk head

52

⎛ v2 p ⎞ ⎛ v2 p ⎞ ⎜Z + ⎟ = ⎜Z + ⎟ + Hlos + + ⎜ ⎟ ⎜ 2 g ρg ⎠1 ⎝ 2 g ρg ⎟ 2 ⎝ ⎠
Hlos = kerugian aliran karena gesekan (friction) Apabila pada penampang saluran ditambahkan energi seperti pada gambar.

Hpump

Gambar 2.45 Penambahan energi pompa ke aliran Pompa akan memberikan energi tambahan pada aliran fluida sebesar Zad, sehingga persamaan menjadi :

⎛ v2 p ⎞ ⎛ v2 p ⎞ ⎜Z + ⎟ + H ad = ⎜ Z + ⎟ + Hlos + + ⎜ ⎟ ⎜ 2 g ρg ⎠1 2 g ρg ⎟ 2 ⎝ ⎝ ⎠ ⎛ v2 p ⎞ ⎛ v2 p ⎞ ⎜Z + ⎟ + H pompa = ⎜ Z + ⎟ + Hlos Hpompa = Had + + ⎜ ⎟ ⎜ 2 g ρg ⎠1 2 g ρg ⎟ 2 ⎝ ⎝ ⎠
E.5.4 Persamaan kontinuitas Fluida yang mengalir melalui suatu penampang akan selalu

memenuhi hukum kontinuitas yaitu laju massa fluida yang masuk m masuk

akan selalu sama dengan laju massa fluida yang ke luar m keluar , persamaan kontinuitasa adalah sebagai berikut :
• • •

m masuk = m keluar

( ρAV )1 = ( ρAV )2

m masuk

m keluar

Gambar 2.46 Profil saluran fluida

53

untuk fluida cair (takmampumampat) ρ1 = ρ 2

( AV )1 = ( AV )2

E.6 Kondisi aliran fluida cair E.6.1 Aliran laminar dan aliran turbulen Secara garis besar kondisi aliran fluida cair pada penampang sebuah saluran dibagi memjadi tiga kondisi yaitu aliran laminar, aliran transisi dan aliran turbulen. Pada aliran laminar zat cair mengalir sangat tenang, kecepatan aliran lambat. Apabila kecepatan fluida dinaikkan, aliran zat cair mulai sedikit bergejolak. Untuk selanjutnya kecepatan fluida cair dinaikkan terus sehingga aliran fluida sangat bergejolak dan sangat tidak teratur, timbul bunyi riak air yang saling bertumbukan. Kondisi aliran juga sangat dipengaruhi oleh kondisi permukaan penampang saluran (kekasaran). Pada gambar menunjukkan gambaran kondisi aliran zat cair pada penampang pipa.

Aliran laminar

Aliran turbulen

Gambar 2.47 Pola aliran Laminar dan turbulen E.6.2 Angka Reynolds Kondisi aliran fluida akan sangat bergantung dari kecepatan aliran fluida, semakin tinggi kecepatan akan mempengaruhi pola aliran, kondisi aliran akan berubah dari laminar menjadi turbulen. Besaran yang dapat menghubungkan antara kecepatan aliran (v), kondisi fluida (ρ , μ ), dan kondisi penampang diameter pipa (D) adalah angka Reynold (Re). Perumusannya adalah sebagai berikut :

Re = ρ

vD μ

Angka Reynold akan mewakili kondisi aliran, untuk angka Reynold : Re < 2000 Aliran Laminar 2000 < Re < 3500 Aliran Transisi

54

konveksi dan radiasi.48 Perpindahan kalor konduksi pada sebuah plat C. Perumasannya adalah: Q = h. Adapun perumusannya adalah sebagai berikut T1 >T2 T1 T2 Q = kA • dT dx • dX dengan Q = laju aliran kalor dal J/s k = adalah konduktivitas termal bahan dalam J/msK A= luas permukaan dalam m 2 dT/dX = adalah gradien suhu Gambar 2. peristiwa tersebut terus-menerus sampai semua air di dalam bejana menjadi panas dan kemudian mendidih.ΔT • • dengan Q = laju aliran kalor dal J/s 55 . kemudian dipanasi salah satu sisi dari balok besi tersebut. Dari peristiwa tersebut dapat dikatakan bahwa kalor berpindah dari satu sisi balok besi ke sisi yang lain melalui proses konduksi. Jadi konveksi adalah proses perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat tersebut.A. Perpindahan kalor melalui tiga cara yaitu konduksi. Jadi konduksi adalah proses perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat tersebut.2.Re>3500 Aliran Turbulen C.1 Konduksi Apabila sebatang besi berbentuk balok kemudian diletakkan di suatu tempat. Konveksi Proses pendidihan air di dalam suatu bejana apabila kita panasi akan terjadi aliran air dari bagian bawah bejana yang kena panas menuju permukaan kemudian air yang dingin dipermukaan turun ke dasar bejana. Perpindahan kalor dengan cara demikian disebut dengan konveksi. Perpindahan Panas Kalor merupakan suatu bentuk energi yang dapat pindah dari suatu tempat ke tempat lain. maka dalam waktu tertentu sisi yang lain dari balok akan panas. C.

atau ketel.m 2.K4 ΔT = perbedaan suhu yang dipanasi K A = luas permukaan dalam m 2 Perpindahan kalor konveksi ada dua yaitu: 1. tetapi terjadi kenaikan temperatur di dalam ruangan. kenaikan temperatur tersebut karena terjadi perpindahan panas radiasi matahari. Air yang kena panas menjadi lebih ringan sehingga naik ke permukaan digantikan oleh air yang dingin yang lebih berat. Proses pendinginan pada radiator mobil akan lebih cepat kalau dipasang kipas angin dari kipas dengan kecepatan V dan T1 T2 >T1 air panas air panas T2 Gambar 2.h = koefesien konveksi dalam J/s 4. 2.3. Radiasi Ruangan yang tertutup dari lingkungan dan diisolasi dengan kaca tembus cahaya sehingga tidak ada panas masuk melalui konduksi dan konveksi. Konveksi Paksa.K4 A = luas permukaan dalam m 2 ΔT = perbedaan suhu yang dipanasi K Tlingkungan jendela Truma 56 . Perumusannya adalah sebagai berikut: Q = σAΔT 4 • • dengan Q = laju aliran kalor dal J/s σ = konstanta dalam J/s.49 Proses penguapan dan pelepasan panas C. Konveksi Alamiah. Proses pemanasan air dalam bejana.m 2.

harus ada sumber energi yang harus dikonversi. Di bawah ini adalah data ketersedian bahan bakar di alam. Teknologi yang berkembang pesat adalah mesin-mesin yang mengkonversi sumber energi habis pakai. Bahan Bakar Proses konversi energi sebagai usaha untuk menghasilkan energi berguna yang langsung dapat dipakai manusia dapat melalui cara yang beragam. Apabila kedua syarat terpenuhi proses konversi energi akan berlangsung. ada alat atau mesin sebagai tempat proses konversi. Untuk isu pemanasan global sekarang ini sedang dicari solusinya untuk mencegah dan mengembalikan ke keseimbangan sistem alam. khususnya dari proses pembakaran bahan bakar fosil yang banyak menghasilkan polutan yang merusak lingkungan. Tanpa proses pembakaran energi tidak dapat diambil dari bahan bakar. Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa ketersediaan bahan bakar fosil di alam sudah semakin habis sehingga harus dicari sumber energi lain 57 . salah satu dari sekian banyak sumber energi adalah bahan bakar. Jadi bahan bakar adalah salah satu sumber energi yang penting. Untuk menghasilkan energi yang dapat dimampatkan bahan bakar harus melalui proses pembakaran. bahan bakar dibagi menjadi dua kategori yaitu bahan bakar yang dapat diperbaharui (renewable energi) dan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Adapun definisi dari bahan bakar adalah material. Dalam pemanfaatan sumber energi. kedua. zat atau benda yang digunakan dalam proses pembakaran untuk menghasilkan energi panas. Syarat terjadi proses konversi energi: pertama. dapat dinyatakan bahwa sumber energi adalah syarat pertama proses konversi.Gambar 2. Dari faktor ketersediaanya di alam.50 Proses perpindahan kalor radiasi pada jendela rumah D. pertama kebutuhan manusia akan energi semakin meningkat. Dari keterangan di atas. hal ini dapat dilihat dari volume penggunaan energi per harinya sudah besar. selalu ada dua hal yang menjadi perhatian utama yaitu ketersediaannya di alam dan efek samping proses konversi ke lingkungan. khususnya bahan bakar sekarang ini. Sebagai contoh. Karena kebergantungan masyarakat yang tinggi dengan ditunjang teknologi yang sudah maju. ketersediaannya sumber energi habis pakai di alam mulai kritis untuk beberapa tahun kemudian. Alasan yang kedua adalah kondisi lingkungan yang semakin kritis dengan adanya pemanasan global. Saat ini sedang banyak dikembangkan teknologi konversi energi yang dapat diperbaharui. Adapun proses pembakaran merupakan salah satu yang dianggap sebagai penyumbang pemanasan global. Adapun alasan dari dua hal tersebut adalah.

seperti energi air. Bahan bakar fosil. 58 . murah. D. energi angin dan energi dari bahan organik atau yang dikenal dengan biomassa. mudah dikelola. Bahan-bakar cair 3. Kelompok energi yang terakhir disebutkan adalah sumber energi yang paling ramah lingkungan karena tidak menghasilkan zat-zat polutan yang masuk ke lingkungan. Namun secara umum pemilihan bahan bakar yang akan digunakan adalah dengan pertimbangan kemampuan mesinnya sehingga untuk bahan bakar yang dipilih diperoleh energi berguna yang besar dengan efisiensi tinggi. jenis bahan bakar dilihat dari bentuk fisiknya terdiri dari bahan bakar padat. Untuk kepentingan tersebut industri tinggal menghitung efisiensi penggunaan jenis bahan-bakar. Pada pembangkitan ini digunakan sistem pembakit uap dengan boiler dimana air diuapkan.yang masih banyak tersedia di alam yaitu bahan bakar nuklir. Ketiga jenis bahan-bakar yang telah disebutkan di atas dapat digunakan untuk proses pembakaran. Jika dilihat dari ketersediaanya di alam. terdiri dari bahan bakar habis pakai dan bahan bakar tidak habis pakai. Penggolongan bahan bakar Seperti yang telah disebutkan d iatas. Disamping itu juga perlu dikembangkan teknologi yang dapat mengkonversi energi yang tidak habis pakai. Bahan-bakar gas Sebagai contoh penggunaan bahan bakar pada industri yaitu pada pusat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). bergantung pada perangkat mesin yang dipakai. energi matahari. yaitu: 1. Tabel 2. dapat juga digolongkan berdasar asalnya. Contoh lain adalah pusat pembakit listrik dengan turbin gas (PLTG). nilai kalor tinggi dan yang paling penting adalah energi berguna yang dihasilkan per massa bahan bakarnya harus tinggi. Untuk mesin turbin gas. Disamping penggolongan bahan bakar berdasarkan bentuk fisik dan ketersediaannya.1 Ketersedian bahan bakar habis pakai Bahan bakar Jenis Energi (Q) x 1018 Joule Fosil Batu bara 32 Fosil Minyak dan gas bumi 6 Fisi (nuklir) Uranium dan torium 600 Fusi (nuklir) Denterium 100 Pada industri bahan bakar yang digunakan mensyaratkan beberapa hal yaitu ketersediannya banyak. ketiga jenis bahan bakar di atas juga dapat digunakan semua. Adapun jenis bahan-bakar yang dapat digunakan dalam industri adalah: 1.1. cair dan gas. Pada proses penguapan dibutuhkan energi panas dari proses pembakaran. Bahan-bakar padat 2.

2. khususnya bensin atau solar biasanya ditambahkan bahan-bahan aditif dengan harapan akan mempengaruhi daya anti knocking atau daya letup dari bahan bakar. dan hasil kasar yang diperoleh disebut dengan minyak mentah atau crude oil. Laju pemakaiannya sejalan dengan perkembangan teknologi. Bahan-bakar cair D. Batu bara banyak digunakan untuk proses pembakaran pada dapur-dapur boiler pada mesin tenaga uap. sekarang banyak metode yang digunakan untuk menaikkan nilai kalor batu bara denga proses penambahan kandungan karbon atau dengan cara pengurangan unsur-unsur pengotornya. dan dalam hal ini menunjuk apa yang dinamakan dengan bilangan oktan (octane number) atau angka cetan pada solar. Untuk memperoleh bahan bakar yang siap pakai seperti bensin. Karakteristik inilah yang menentukan sifat–sifat dalam proses pembakaran. Dengan alasan tersebut. Minyak bumi merupakan bahan-bakar utama sejak pertama kali ditemukan. Proses pembakaran bahan bakar dalam motor bensin atau mesin pembakaran dalam sangat di pengaruhi oleh bilangan tersebut. lebih banyak digunakan istilah minyak tanah.2. minyak bumi harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Sebagai contoh. Bahan bakar mineral 3. minyak merupakan bahan bakar yang telah lama dipakai oleh masyarakat dalam kehidupan sehari–hari. minyak tanah dan lainnya. dimana sifat yang kurang menguntungkan dapat disempurnakan dengan jalan menambah bahan-bahan kimia ke dalam bahan bakar tersebut. batu bara nilai kalornya sangat bervariasi bergantung kandungan karbonnya. Setiap bahan bakar memiliki karakteristik dan nilai pembakaran yang berbeda–beda. termasuk Indonesia.2.1 Karakteritik bahan bakar cair minyak bumi Bahan bakar cair adalah bahan bakar mineral cair yang diperoleh ari hasil tambang pengeboran sumur minyak bumi. yang artinya minyak yang di hasilkan dari dalam tanah. solar. Bahan-bakar fosil lain yang banyak digunakan adalah batu bara. Sebut saja bensin dan solar untuk bahan bakar mineral yang banyak digunakan untuk bahan bakar mesin motor bakar. Sebelumnya. Hasil dari pengolahan minyak mentah ini akan menghasilkan bermacam bahan bakar yang memiliki kualitas yang berbeda-beda. 59 . D. Bahan bakar nabati atau organik Hingga saat ini bahan bakar yang paling sering dipakai adalah bahan bakar mineral cair dan fosil. Di banyak negara. Untuk bahan bakar cair.

60 . Pengoperasian fisik dari kilang minyak seperti: penguapan. khususnya untuk aplikasi pada motor dua langkah. dan pendinginan untuk menentukan jenis hidrokarbon yang besar karena dalam material tersebut merupakan bagian yang penting dalam minyak. oksigen.Gambar 2. dan nitrogen. penggesekan. seperti: pengilangan dan penyaringan. Yang perlu mendapat perhatian adalah senyawa belerang yang dalam proses pembakaran sangat korosif terhadapap material logam.51 Proses pengolahan minyak bumi Minyak bumi mentah banyak mengandung senyawa gabungan dari hidrogen dan karbon. seperti belerang. hal ini dilakukan untuk mengelompokkan senyawa belerang. Namun terkadang dengan adanya belerang efek pelumasan dari minyak cair tersebut adalah baik. dengan metode yang sama seperti sejumlah hidrokarbon aktif untuk menyediakan senyawa-senyawa tersebut. Unsur yang dapat terbakar adalah karbon dan hirogen sedangkan yang lainnya adalah pengisi. Dengan alasan tersebut. kandungan belerang pada minyak cair harus diminimalkan atau dihilangkan sama sekali. oksigen dan nitrogen. tetapi pengoperasian secara kimiawi.

dan merupakan komposisi isooctane dengan normalheptana.52 Proses destilasi bahan-bakar cair D. Bensin berasal dari kata benzana.2. lazim sebenarnya zat ini berasal dari gas tambang yang mempunyai sifat beracun. Bensin pada dasarnya adalah persenyawaan jenuh dari hidro karbon.2. senyawa molekulnya tergolong dalam kelompok senyawa hidrokarbon alkana. tetapi prinsipnya sama yaitu mendestilasi hidrokarbon pada suhu 1000 F dan campuran tersebut terdiri dari : 61 . Bentuk ikatan adalah rangkap. Yang disebut dengan neptha adalah semua minyak ringan dengan komposisi karbon yang sedang yaitu 5 sampai 11 ikatan tak jenuh. dan senyawa molekulnya disebut alkina.Gambar 2. dapat bereaksi dengan mudah terhadap unsur– unsur lain. Macam-macam bahan-bakar minyak Bensin adalah hasil dari pemurnian neptha yang komposisinya dapat digunakan untuk bahan bakar pada motor bakar. Proses pembuatan bensin yang digunakan pada motor bakar melalui beberapa cara. Neptha berbentuk cairan dengan karakteristik di antara bensin dan kerosin. Bahan bakar jenis ini biasa disebut dengan kata lain gasoline.

Pada motor percobaan. 2. Karakteristik bahan bakar bensin adalah mudah sekali menguap dan terbakar. Cracked nephta produk yang sama volatilnya. Casing head gasoline. Adapun di Indonesia. 1. bermacam–macam bensin dibandingkan dengan campuran isooctane dan normal heptana tersebut. Adapun sifat-sifat minyak solar yang lain adalah sebagai berikut. Reformed Nephta yaitu hasil yang sama volatilenya. Pertamina mengelompokkanya menjadi : bensin. Solar adalah bahan bakar minyak hasil sulingan dari minyak bumi mentah. jika dibandingkan dengan bensin 62 . 1. Tidak berwarna atau berwarna kuning muda dan berbau. pada mesin uji ini rasio kompresi dapat divariasi pas dengan yang diperlukan. gasolin yng diperoleh sebagai hasil dari proses destilasi kering natural gas. Dengan karakteristik tersebut bensin dalam proses pembakaran dalam ruang bakar sangat mudah meledak (detonasi) yang cenderung tidak terkontrol pada kondisi temperatur dan tekanan tinggi. Tidak mudah menguap dan pada temperatur normal tidak menguap. atau octane number. (2) Premium–grade.53 adalah mesin uji angka oktan (CFR cooperative fuel research). Jadi kualitas bensin dinyatakan dengan angka oktan. diperoleh dengan proses termis atau katalis dari destilasi sedang seperti minyak gas 4. Karakteritik bensin ditunjukkan oleh suatu bilangan yang menunjukkan kemampuan bensin terhadap detonasi yang disebut dengan angka oktan. Isooctane sangat tahan terhadap ketokan atau dentuman yang diberi angka oktan 100. bahan bakar ini mempunyai warna kuning coklat yang jernih. premium. Angka oktan adalah persentase volume isooctane di dalam campuran antara isooctane dengan normal heptana yang menghasilkan intensitas knocking atau daya ketokan dalam proses pembakaran ledakan dari bahan bakar yang sama dengan bensin yang bersangkutan. aviation gas dan super 98. dan (3) Third-grade Gassoline. Straight run nephta yaitu minyak bumi yang mendidih sampai suhu 4000 F. Semakin tinggi ON bahan bakar menunjukkan daya bakarnya semakin tinggi. Bensin yang ada di pasaran dikenal tiga kelompok: (1) Regular–grade.1. diperoleh dengan pengolahan termis atau dengan dehidrogenisasi katalisasi dari nephtha yang berat. Pada gambar 2. Bilangan oktan untuk bensin adalah sama dengan banyaknya persen isooctane dalam campuran itu. 2. heptane yang sangat sedikit tahan terhadap dentuman di beri bilangan 0. 3. Titik nyala atau temperatur minimum mulai terbakar bila di dekat api adalah 400 sampai 1000 C.

53 Mesin uji nilai oktan CFR Bahan-bakar solar yang baik adalah mempunyai titik nyalanya rendah atau mudah menyala. viskositasnya tepat. artinya pada suhu kamar tidak menguap. 3. Kualitas solar dinyatakan dengan angka setane atau cetane number (CN). Temperatur nyala atau flash point (temperatur dimana bahan bakar menyala dengan sendirinya tanpa pengaruh dari luar) adalah 3500. Minyak solar merupakan hasil dari pengolahan minyak bumi sama dengan bensin. mudah menguap dan mengandung belerang yang rendah. (lebih rendah dari temeratur nyala bensin 3800 C). tidak terlalu kental. dan titik nyalanya jauh lebih tinggi daripada bahan bakar bensin.yaitu sekitar 10-150 C. Penyangga dinding silinder Tuas worm Worm Dinding silinder Gambar 2. atau Dieseline. Minyak solar ini biasanya digunakan sebagai bahan bakar pada semua jenis motor diesel dan juga sebagai bahan bakar untuk pembakaran langsung di dalam dapur–dapur kecil yang menghendaki hasil pembakaran yang bersih. Pada temperatur biasa. ADO. Minyak ini sering disebut juga sebagai gas oil. HSD. Bilangan setane yaitu besar persentase volume normal cetane dalam campuranya dengan methylnapthalene yang menghasilkan karakteristik pembakaran yang sama dengan solar yang bersangkutan 63 . angka ini cukup tinggi dan aman untuk pemakaian.

Untuk keperluan instalasi daya pembangkitan dan untuk pemakaian di industri. Adapun pembakaran langsung yang dimaksud adalah pada sistem eksternal combustion engine atau mesin pembakaran luar. Sebagai penggantinya dipilih bahan bakar yang lebih murah namun ketersediaanya berlimpah. penggunaan bensin dan solar sangat tidak efisien. Minyak bakar banyak dipergunakan sebagai bahan bakar pada sistem pembakaran langsung dalam dapur-dapur industri yang besar atau pada pusat pembangkitan daya.3 Bahan bakar padat D. LDF dalam hal ini lebih encer. jernih. dan (3) Heavy Diesel Fuel (HDF) mempunyasi CN = 35. Ketersedian batu bara di alam masih cukup banyak dibandingkan dengan minyak bumi. Minyak ini disebut juga sebagai MFO (Medium Fuel Oil). Dewasa ini batu bara merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting.1 dan 2. LDF dan MDF sering dikatakan sebagai solar no. berat. 64 . minyak bakar sebelum digunakan harus melalui pemanasan awal terlebih dahulu. sehingga batu bara dapat menjadi pilihan utama di samping bahan bakar nuklir sebagai pengganti minyak bumi. berwarna hitam gelap. sedang MDF lebih gelap.syarat khusus.Secara umum solar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) Light Diesel Fuel (LDF) mempunyasi CN = 50. Salah satunya adalah minyak bakar. D. Minyak bakar adalah bahan bakar yang bukan berasal dari hasil penyulingan. misalnya: pada mesin uap. tetapi hanya cocok secara ekonomis diaplikasikan pada motor bakar saja.3. dan ringan. Minyak bensin dan solar seperti yang telah diuraikan di atas adalah minyak dengan kualitas prima. tetapi jenis residu. bahkan sejak pertama kali manusia mengenal api. dan lain sebagainya. Industri-industri khususnya yang menggunakan tenaga uap sangat bergantung pada batu bara. (2) Medium Diesel Fuel (MDF) mempunyasi CN = 50. Perbedaan kedua jenis solar ini terletak pada efek pelumasannya saja. Karakteristik bahan bakar padat Bahan bakar padat merupakan salah satu jenis sumber energi yang sudah lama dipakai.1. Karena viskositasnya tinggi. mesin turbin gas dapur-dapur baja. Manusia purba menggunkan ranting pohon dan batang pohon untuk membuat api. Dengan semakin berkembangya kemajuan teknologi manusia mulai mencari bahan bakar selain kayu dan selanjutnya ditemukan bahan bakar fosil yaitu batu bara. Minyak ini mempunyai tingkat kekentalan yang tinggi dan juga titik tuang (pour point) yang lebih tinggi dari pada minyak diesel. dan dalam pemakaiannya pada motor bakar diperlukan syarat.

4. Batu bara yang akan dibakar diumpankan dari feeder ke sebuah ruangan tertutup kemudian dari bawah dihembuskan udara bertekanan sehingga serbuk batu bara terangkat seperti fluida gas dengan pembakaran. rapat. Dengan kondisi serbuk batu bara mudah berinteraksi dengan oksigen sehigga dapat tercampur dengan lebih baik sebelum penyalaan. 3. zat terbang dan nilai kalornya secara umum digolongkan menjadi 4 yaitu : 1.3. Batu bara bitumin. Adapun prosesnya adalah sebagai berikut. Untuk keperluan tersebut secara praktis pada industriindustri yang menggunakan batu bara selalu terdapat fasilitas penghacur batu bara menjadi serbuk (pulvizer). keras. Adapun metode pembakaran bahan bakar padat batu bara yang banyak digunakan adalah sebagai berikut: 1.2. 2. 2. 3. 65 . Batu bara Subbitumin adalah batu bara yang sejenis bitumin dengan nilai kalor yang lebih rendah dengan kandungan zat terbang (volatil meter) yang lebih tinggi. Batu-bara antrasit adalah batu bara yang kualitasnya paling tinggi dengan kandungan karbon yang tinggi yaitu sekitar 86 sampai 98 %. Antrasit adalah batu bara yang mengkilap. Pembakaran dengan metode fluidisasi. Batu bara ini banyak terdapat di alam. Stoker mekanik. Batu bara lignit adalah batu bara dengan kualitas paling rendah dengan nilai kalor yang rendah juga.Batu bara berdasarkan kandungan karbon. Bahan bakar padat proses interaksi dengan oksigen akan terlalu lama apabila pada kondisi padat dengan dimensi besar. Pada metode ini batubara serbuk diumpankan dengan pengkabutan melalu burner yang disebut tanur silikon. D. Sistem ini merupakan sistem yang paling kuno dan masih secara luas digunakan. Batu-bara ini mempunyai kandungan karbon sekitar 20 sampai 40 %. Batu bara diumpankan melalui feeder ke conveyor mekanik sebagai tempat berlangsungnya proses pembakaran. dan rapuh. Pembakaran serbuk dengan tanur silikon. Proses pembakaran bahan bakar padat Proses pembakaran dapat berlangsung apabila bahan bakar bercampur dengan oksidan yaitu oksigen dan pada lingkungan bertemperur tinggi (ada penyalaan).

terdapat dua kerugian. utamanya di dunia industri modern.BAB 3 MEREALISASIKAN KERJA AMAN BAGI MANUSIA. kebakaran.2. Dengan menyadari arti penting keselamatan dan kesehatan kerja tersebut. Peraturan Perundangan K3 Terdapat banyak peraturan perundangan yang terkait dengan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. seorang pekerja harus mengetahui rambu-rambu. Pada prinsipnya. Peraturan Pemerintah. peraturan-perundangan (regulasi). Hal ini didasari pertimbangan bahwa apabila terjadi kecelakaan kerja. tidak dapat dinilai dengan uang. penyakit akibat kerja. dan proses produksi yang menuntut prosedur tertentu supaya terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. nyaman. Peraturan Menteri serta Surat Edaran Menteri. ALAT DAN LINGKUNGAN A. peralatan. Peraturan perundangan tersebut berupa Undang-Undang. Keputusan Menteri. terhindar dari kecelakaan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menangani K3. Kerugian yang bersifat materi dapat dicari gantinya serta dapat dinilai dengan uang. Salah satu Undang-Undang yang terkait dengan K3 adalah Undang- 66 . Secanggih apapun mesin yang digunakan atau sebesar apapun produksi yang dihasilkan. termasuk ledakan. maka sebelum terjun langsung di dunia kerja. tujuan utama penerapan K3 adalah agar kita dapat bekerja dengan aman. Keselamatan dan Kesehatan Kerja A. tetapi kerugian non materi. misalnya cacat. semua itu tidak ada artinya apabila merugikan manusia atau pekerja. Di dalam industri modern terdapat berbagai mesin. sakit. A.1 Pendahuluan Keselamtan dan kesehatan kerja (K3) merupakan bagian penting yang harus dipahami dan diterapkan dalam dunia kerja. Keputusan Presiden. serta teknis penerapan K3 di lapangan. prosedur penerapan K3. atau bahkan meninggal dunia. yaitu kerugian materi dan non materi. serta pencemaran lingkungan kerja.

b. Terkait dengan K3 di bidang pesawat uap dan bejana tekan. Pengupahan. 67 . Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: PER01/MEN/1982 tentang Bejana Tekan.MEN/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Tata Cara Penunjukan. dan mulai berlaku sejak 12 Januari 1970. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-04/MEN/1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja. terutama pada Bab X yang berisi tentang Perlindungan. d. Undangundang ini merupakan pengganti undang-undang tentang K3 pada masa pemerintahan Belanda. Paraturan Uap Tahun 1930 (Stoom Verordening 1930). e. Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja. UU No. Beberapa peraturan yang terkait dengan K3 di bidang industri yang perlu diketahui antara lain: a. terdapat Undang-Undang Uap Tahun 1930 (Stoom Ordonantie 1930). dan Penerangan di Tempat Kerja. 1 Th. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-04. Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 7 Tahn 1964 tentang Syarat-syarat Kesehatan. Kebersihan. yaitu Veiligheids Reglement Tahun 1910 (VR 1910 Stbl. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-01/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Kesehatan Kerja. i. terdapat beberapa peraturan yang merupakan penjabaran atau pelaksanaan dari Undang-undang tentang K3. 406). 13/MEN/1984 Tentang Pola Kampanye Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Undangundang ini terdiri dari 28 bab dan 193 Pasal. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja. 1970 terdiri dari 11 Bab dan 18 Pasal. namun disinggung juga tentang K3. dan Kesejahteraan.Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. k. h.MEN/1992 Cara Penunjukan. Walaupun Undang-undang ini banyak mengatur tentang ketenagakerjaan. Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja. f. g. j. Selain Undang-Undang. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-02. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja. dan mulai berlaku sejak 25 Maret 2003. c. Undang-Undang lain yang terkait dengan K3 adalah UndangUndang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

namun sekedar untuk diketahui. b. dipakai aatau dikempa gas di dalabotol baja. Bengkel-bengkel dan Bangunan-bangunan. oleh karena itu masing-masing bidang pekerjaan memerlukan prosedur penerapan K3 yang berbeda. Untuk mengetahui isinya. dipahami dan selanjutnya dapat diterapkan di lapangan. A. Peraturan Khusus B Peraturan Khusus tentang Instalasi-instalasi Listrik Arus Kuat dalam Pabrik. 3. Salah satu aspek yang perlu diketahui adalah pengetahuan tentang alat-alat pelindung diri. Banyaknya peraturan perundangan di atas tidak untuk dihafal.pabrik. d. yang tak kalah penting adalah menerapkan prosedur K3 di tempat kerja. Apabila tidak ditemukan di toko buku. dapat ditemui di perpustakaan-perpustakan atau di dinas/instansi terkait. Peraturan Khusus DD Peraturan Khusus untuk Bejana-bejana berisi udara yang dikempa dan dipergunakan untuk menggerakkan motor-motor bakar. Bengkelbengkel dimana dibuat. c. Prosedur Penerapan K3 Setelah mengetahui peraturan perundangan tentang K3. silinder atau bejana. terdapat beberapa Peraturan Khusus yang mengatur lebih detail tentang pelaksanaan K3. Pemakaian alat pelindung diri atau pekerja perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaannya. Bidang pekerjaan maupun tempat kerja bermacam-macam. Peraturan Khusus L Peraturan Khusus mengenai Usaha-usaha Keselamatan Kerja untuk Pekerjaan. Untuk mendapatkan undang-undang dan peraturan tersebut sebagian dapat dibeli di toko buku. demikian juga kaca 68 . Namun demikian terdapat beberapa prinsip dasar penerapan K3 yang berlaku secara umum. Peraturan Khusus AA Peraturan Khusus untuk Pertolongan Pertama pada Kecelakaan. Beberapa Peraturan Khusus yang perlu diketahui antara lain: a. Misalnya alat pelindung kepala bagi pekerja proyek bangunan dengan operator mesin bubut akan lain. Peraturan Khusus FF Peraturan Khusus mengenai Perusahan-perusahaan. para calon tenaga kerja dapat memilih dan membaca peraturan perundangan yang sesuai dengan bidang yang terkait langsung dengan pekerjaannya. Peraturan Khusus K Peraturan Khusus mengenai Pabrik-pabrik dan Tempat-tempat dimana bahanbahan yang dapat meledak diolah atau dikerjakan f.Sebagai penjabaran dari peraturan perundangan di atasnya. e.pekerjaan di Tangki-tangki Apung.

warna pakaian kerja. Secara umum. Alat pelindung muka dan mata (berbagai jenis kaca mata) c. wearpack. berbagai alat pelindung diri bagi pekerja meliputi: a. serta alat pelindung diri lain yang sudah ditentukan oleh masingmasing perusahaan. Alat pelindung kaki (berbagai macam sepatu) f. Alat pelindung kepala (berbagai macam topi.Berbagai macam alat pelindung diri Biasanya tiap perusahaan/industri mempunyai model. Alat pelindung hidung (berbagai macam masker) e. baju kerja) Gambar 3. Alat pelindung telinga (berbagai macam tutup telinga) d. Seorang pekerja tinggal mengikuti peraturan pemakaian pakaian kerja serta alat pelindung diri yang sudah ditentukan perusahaan.1. 69 . Alat pelindung tangan (berbagai macam sarung tangan) g. helm) b.mata bagi opertor mesin bubut tentu lain dengan kaca mata bagi operator las. Alat pelindung badan (apron.

maka pesawat ketel uap yang dioperasikan akan aman bagi operator maupun lingkungannya. Katup Pengaman (Safety Valve) Alat ini berfungsi untuk menyalurkan tekanan yang melebihi kapasitas tekanan ketel. Yang perlu diperhatikan adalah pada waktu membuka keran ini. Dengan adanya alat pengaman. utamanya tentang pompa. Apabila tidak ada katup pengaman. f. lemak. kompresor dan ketel uap. ketel pada kondisi tekanan dan suhu yang sudah rendah serta pembukaan dilakukan secara perlahan-lahan. Penerapan K3 Bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan Terkait dengan materi buku ini yang banyak mengulas tentang mesinmesin konversi energi. Berdasarkan Undang-Undang Uap Tahun 1930 pasal 12. Gelas Praduga (Water Level) Alat ini berfungsi untuk mengetahui kedudukan permukaan air dalam ketel uap. Perlengkapan ketel uap seperti yang disyaratkan dalam Undang Undang Uap terdiri dari: a.Perlu mendapatkan penekanan adalah kesadaran dan kedisiplinan pekerja untuk memakai pakaian dan alat-alat peindung diri tersebut. maka pembahasan tentang K3 dipilih yang berhubungan dengan pesawat uap dan bejana tekan. c. A 4. Hal ini dapat berakibat fatal. e. Contoh sederhana adalah pemakaian helm bagi pengendara sepeda motor. Keran Pembuang (Blow Down) Alat ini berfungsi untuk mengeluarkan kotoran berupa lumpur. pesawat uap harus dilengkapi dengan alat pengaman yang disesuaikan dengan penggolongan k etel uapnya. dan kotoran lain dari dala ketel. Pekerja tidak menyadari akibat atau dampak yang terjadi apabila terjadi kecelakaan kerja. mereka memakai helm apabila ada polisi saja. Lubang Pembersih 70 . b. Padahal pemakaian helm adalah demi keselamatan mereka sendiri. Manometer (Pressure Gauge) Alat ini berfungsi untuk mengetahui tekanan yang ada dalam ketel uap dan tekanan kerja yang diijinkan dari ketel uap harus dinyatakan dengan garis merah. Suling Tanda bahaya Alat ini berfungsi untuk memberi isyarat suara apabila air di dalam ketel melampaui batas terendah yang ditentukan. Kadang-kadang pekerja enggan memakai alat pelindung diri karena merasa kurang nyaman atau tidak bebas. d. ketel dapat meledak karena adanyanya tekanan lebih yang tidak mampu ditahan ketel.

air panas. Menyadari dampak yang timbul akibat gangguan atau kecelakaan kerja tersebut. mesin dan peralatan. c) Kualitas produksi jelek/tidak sesuai standar. baik menyangkut pekerja. Kecelakaan (accident) di atas dapat timbul karena beberapa hal. c. b. d) Hilangnya waktu kerja. g. dan f) Kerugian bagi pekerja yang tertimpa kecelakaan (sakit.Lubang pembersih berguna bagi petugas pemeriksa/pembersih ketel uap dalam membersihkan atau mengeluarkan kotorankotoran dari dalam ketel. Selain perlengkapan pengaman di atas. f. Konstruksi yang salah atau tidak memenuhi syarat b. Apabila sampai terjadi gangguan atau kecelakaan kerja. h. gas dan fluida lain Debu berbahaya Pencemaran lingkungan berupa asap/gas berbahaya Sentuhan listrik Kebakaran Ledakan Gangguan kesehatan Dan lain-lain. cacat. b) Produktivitas menurun. d. dan meninggal dunia). uap. antara lain: a. antara lain: a. Kecelakaan atau bahaya yang mungkin timbul dari pesawat uap dan bejana tekan bermacam-macam. kerugian yang timbul antara lain: a) Terganggunya proses produksi. atau terdapat alat pengaman tetapi tidak berfungsi dengan baik c. e) Biaya perbaikan pesawat. Semburan api. g. Tidak dilengkapi alat pengaman. Proses kerja yang tidak normal/tidak sesuai prosedur e. maupun lingkungan tempat kerja. yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah pemeliharaan dan pengawasan pesawat uap pada waktu operasional. Pelayanan yang tidak sesuai prosedur 71 . e. Pemeriksaan yang tidak teliti d. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atau kecelakaan kerja. maka penting untuk diperhatikan perlengkapan K3 bagi seorang pekerja. Plat Nama Plat nama berbentuk persegi panjang ukuran 140 x 80 mm dan harus dipasang pada ketel yang berguna untuk mengetahui data yang ada pada ketel uap.

tata letak peralatan dan bahan yang sembarangan. Kebakaran dan Penanganannya Dari berbagai jenis kecelakaan di tempat kerja. Secara teori. kebakaran atau api dapat terjadi karena 3 (tiga) unsur yang ada secara bersamaan. Oksige api Panas Baha Gambar 3. A. misalnya korban meninggal dunia. bukan hanya kerugian materi tetapi juga kerugian non materi. panas. kerugian yang ditimbulkannya pun cukup besar. Pemahaman 72 .f. percikan api.5. baik di tempat kerja umum dan lebih-lebih di industri. dan kadang-kadang oleh sebab yang sepele.2 Segitiga Api (Triangle of Fire) Dengan teori tersebut dapat dipahami bahwa apabila salah satu unsur tidak ada. yang perlu mendapatkan perhatian adalah kebakaran. Apabila sampai terjadi kebakaran. hubungan pendek listrik. ledakan tabung. Mengingat rawannya kebakaran serta besarnya kerugian yang mungkin timbul. dan bahan yang dapat terbakar. perlu dilakukan pengawasan kerja secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pemakaian/pengoperasian pesawat uap dan bejana tekan beserta instalasinya. Kecelakaan jenis ini paling rawan terjadi. Kebakaran dapat disebabkan oleh beberapa hal. yaitu: oksigen. maka penanganan tentang kebakaran perlu mendapat perhatian bagi pekerja. Terdapat cacat konstruksi pada saat pengoperasian Untuk mencegah dan menghindari kecelakaan kerja. pabrik atau bengkel. antara lain membuang puntung rokok sembarangan. maka kebakaran atau api tidak akan terjadi. dan lain-lain.

Tabel 3. Prinsip mengurangi oksigen (dilotion). d. solar. gas alam. Penerapan prinsip-prinsip pemadaman kebakaran di atas tidak dapat disamaratakan.tentang terjadinya api berguna dalam upaya pemadaman kebakaran. Tabel 3. alkohol. misalnya menutup dengan busa. c. dll Mengingat karakteristik bahan yang terbakar yang berbeda-beda. maka diperlukan media pemadaman yang berbeda pula sehingga proses pemadaman berhasil efektif. minyak pelumas. kain dan sejenisnya) Kelas B Kebakaran jenis bahan cair dan gas (bensin. seperti magnesium. misalnya menyemprotkan gas CO2. alumunium. b. terdapat 4 (empat) klasifikasi kebakaran. gemuk. tetapi harus memperhatikan jenis bahan apa yang terbakar dan media apa yang sesuai untuk memadamkannya.2 Jenis Media Pemadaman dan Aplikasinaya Jenis Media Pemadam Kebakaran Tipe Basah Tipe Kering Jenis Klasifikasi Kebakaran Clean Air Busa Powder CO2 Agent Kelas A Bhn padat VVV V VV V VVV*) spt. 04/Men/1980. Prinsip memutus rantai rangkaian api dengan media kimia e. kalium. Prinsip menutup bahan yang terbakar (starvation) . kayu. aspal. misalnya dengan menyemprotkan air. Kayu Bahan XX XX VV**) VV VVV berharga Kelas B Bahan cair XXX VVV VV V VVV Bahan gas X X VV V VVV 73 . seperti pada Tabel di bawah.1 Klasifikasi Kebakaran Kelas Jenis Kebakaran Kelas A Kebakaran bahan padat kecuali logam. dan meninggalkan arang dan abu (kertas. Klasifikasi kebakaran di Indonesia mengacu pada standar Amerika NFPA (National Fire Prevention Association). Per. Berdasarkanp NFPA. yang dimuat dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. seperti terlihat pada tabel di bawah. minyak tanah. Terdapat empat prinsip dalam pemadaman api. gas LPG dan sejenisnya) Kelas C Kebakaran pada peralatan listrik yang bertegangan Kelas D Kebakaran pada bahan logam. Prinsip mendinginkan (cooling). yaitu: a.

Suhu ideal sekitar 24-26º C. keletihan mental.Kelas C Kelas D Panel listrik XXX XXX VV XXX XXX Khusus Magnesium Alumunium. 6. menghirup udara kotor. maka dapat terjadi kondisi dimana pekerja tidak mengalami kecelakaan namun menderita sakit. Berbicara masalah keselamatan berarti terkait bagaimana supaya bekerja dengan selamat dan tidak terjadi kecelakaan. namun saling terkait. Sedangkan masalah kesehatan. sebenarnya terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan. Dalam uraian ini akan dibahas sedikit tentang faktor-faktor bahaya lingkungan yang dapat menimbulkan kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. orang yang terkena penyakit akan lebih mudah atau rawan mengalami kecelakaan kerja. Kalium. 2) Iklim Kerja. atau bekerja di lingkungan kerja yang tidak sehat. kecepatan gerakan udara dan suhu radiasi pad suatu tempat kerja. terkait bagaimana supaya pekerja dalam kondisi sehat atau tidak terkena penyakit akibat kerja. Lebih lanjut. Kedua hal ini berbeda. yaitu bunyi yang didengar sebagai suatu rangsangan pada telinga dan tidak dikehendaki. Kebisingan di atas batas normal (85 dB) harus dihindari guna mencegah gangguan syaraf. misalnya kebiasaan bekerja yang buruk. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Dalam uraian sebelumnya telah dijelaskan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang disingkat dengan K3. Pertama. Suhu yang terlalu tinggi 74 . Dengan demikian antara keselamatan dan kesehatan kerja saling terkait. yaitu suatu kombinasi dari suhu kerja. Apabila dicermati. dan untuk meningkatkan semangat kerja. Faktor-faktor tersebut antara lain: a. dll Keterangan: VVV: sangat efektif VV : dapat digunakan V : kurang tepat/tidak dianjurkan X : tidak tepat XX : merusak XXX: berbahaya *): tidak efisien **) : kotor/korosif VV X VVV XXX A. Peraturan perundangan yang khusus mengatur tentang kesehatan kerja telah disinggung dalam uraian sebelumnya. masalah keselamatan. Dengan pengertian ini. berdebu atau gas beracun. dan yang kedua masalah kesehatan. kelembaban udara. Faktor Fisik 1) Kebisingan.

dan kutu. Faktor Biologi Faktor biologis penyakit akibat kerja banyak ragamnya. Terdapat berbagai jenis bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu perlu diciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman dengan 75 . nyaman. jamur. misalnya: kelelahan mata. heat cramps. sinar matahari. kelelahan mental. bahan kimia mudah meledak. cepat.3) 4) 5) 6) dapat b erakibat dehidrasi. Radiasi. Kebutuhan akan intensitas penerangan dipengaruhi juga oleh tempat kerja dan jenis pekerjaan. heat stroke. c. dan eter. serta bahan kimia yang bersifat radioaktif. sinar ultra violet. hingga kerusakan sendi dan tulang. d. b. bakteri. gangguan syaraf. dapat berupa kondisi tempat kerja dengan tekanan udara terlalu rendah atau terlalu tinggi sehingga dapat menggangu kesehatan kerja. dan dapat menimbulkan kecelakaan kerja. kerusakan mata. yaitu efek negatif dari gelombang mikro. biasanya muncul bersamaan dengan kebisingan. Getaran. Penyakit akibat faktor biologis biasanya dapat menular. dan aman. Pekerja yang stress atau mengalami tekanan jiwa karena lingkungan kerja yang tidak kondusif akan berpengaruh besar pada produktivitas kerja. Gangguan kesehatan karena radiasi dapat berupa kerusakan kulit. bahan kimia beracun dan korosif misalnya asam chlorida. antara lain ammonium nitrat dan nitrogliserin. antara lain karena virus. merupakan suatu kondisi agar pekerja dapat mengamati benda yang sedang dikerjakan secara jelas. daya pantul. antara lain bahan kimia mudah terbakar. Tekanan Udara. dan heat exhaustion. sehingga upaya pencegahan akan lebih baik. Penerangan/Pencahayaan. dll). Faktor Psikologi Gangguan kesehatan tidak hanya yang terlihat namun dapat berupa gangguan psikologi atau kejiwaan dimana hal ini hanya terlihat dari perilaku pekerja. dapat berakibat pada kesehatan. Faktor Kimia Penanganan bahan kimia dalam industri memerlukan perhatian khusus agar dapat memberikan perlindungan optimal bagi pekerja. dan sinar infra merah. Apabila penerangan kurang. aseton. sakit kepala. misalnya dengan menjaga kebersihan lingkungan serta pemberian vaksinasi. masyarakat umum dan lingkungan sekitar. Intensitas penerangan dipengarhi oleh jenis sumber cahaya (lampu listrik. cacing. seperti benzena. hingga gangguan syaraf. dan ketajaman penglihatan. Efek getaran yang berlebihan dapat menggangu peredaran darah.

Faktor Ergonomi Ergonomi adalah ilmu penyesuaian peralatan dan perlengkapan kerja dengan kemampuan esensial manusia untuk memperoleh keluaran (output) yang optimum. hingga dapat menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. alat) dengan sosio-prosesual (kemampuan anggota badan. penerapan prinsip ergonomi merupakan penciptaan suatu kombinasi yang paling serasi antara dua sub sistem. target tidak tercapai. 76 . yaitu: tekno-struktural (perangkat keras. Dengan kata lain. Kombinasi hubungan mesin/alat dengan kemampuan manusia yang semakin baik dapat meningkatkan produktivitas. mesin.memanipulasi lingkungan fisik mauapun lingkungan sosial atau hubungan antar pekerja. e. indera manusia). sebaliknya apabila tidak seimbang dapat berakibat pada penurunan produktivitas. dalam mengatur ukuran tinggi rendahnya mesin harus disesuaikan dengan tinggi badan operator/pekerjanya sehingga si pekerja tidak mudah lelah. Misalnya.

Gambar.Kertas roti . keterangan gambar dan lain-lainnya.Kertas strimin . Mistar yang digunakan harus yang berstandar ISO (Internasional Standart Organization) seperti Rotring dan Steadler. pensil.BAB 4 MENGGAMBAR TEKNIK Gambar teknik adalah sarana yang penting untuk melukiskan daya cipta melalui garis. busur derajat. sang operator dapat memahami pekerjaannya. A. dan penghapus pensil.Kertas padalarang .Kertas kalkir 77 . mistar (lurus. kop gambar. Untuk itu dalam menggambar teknik perlu adanya beberapa aturan yang baku sehingga menghindari salah baca. skala. Aturan baku dalam mengambar teknik yaitu: ukuran. Yang lebih penting lagi gambar merupakan sarana dari pendesain untuk memberikan pekerjaan kepada operator. 4. kertas kalkir. A. pena. Lebih mudahnya sang insinyur tidak perlu menjelaskan secara detail kepada operator tetapi cukup dengan menunjukkan gambar.Kertas manila . simbolsimbol. Alat Gambar Sebelum menggambar ada beberapa alat yang perlu disiapkan seperti meja gambar. kertas gambar. garis yang dipakai. segitiga 45O. toleransi. segitiga 30O-60 O). lambang-lambang.1 Meja gambar Hal ini perlu adanya penyeragaman dalam persepsi gambar agar semua orang dapat membaca gambar dengan tepat dan benar.1 Kertas gambar Beberapa kertas yang adapat dipakai untuk menggambar teknik adalah: . Untuk beberapa gambar teks yang dipakai harus dengan standar tertentu.

3 Gambar 4.Ukuran gambar teknik sudah ditentukan berdasarkan standar.3 Bentuk pensil 78 . Ukuran pokok kertas gambar adalah A0. Bentuk pensil dapat dilihat pada gambar 4. Ukuran A1 diperoleh dengan membagi dua ukuran panjang A0. Ukuran A0 adalah 1 m 2 dengan perbandingan √2 : 1 untuk panjang : lebar.1 Ukuran kertas standar Ukuran Garis Ukuran Kertas Kiri 1.189 x 841 20 841 x 594 20 594 x 420 20 420 x 297 20 297 x 210 15 210 x 148 15 Seri A0 A1 A2 A3 A4 A5 Tepi C 10 10 10 20 5 5 Meja gambar Selot Gambar 4. Demikian seterusnya.1 Tabel 4. Pensil ada beberapa macam baik pensil batang maupun pensil mekanik. Pensil gambar terdiri dari batang pensil dan isi pensil.1. Ukuran A2 diperoleh dengan membagi dua ukuran panjang A1.2 Cara menempel kertas pada meja gambar A.2 Pensil Pensil adalah alat gambar yang paling banyak dipakai untuk latihan mengambar atau menggambar gambar teknik dasar. Ukuran kertas gambar dapat dilihat pada tabel 4.

3 Rapido Untuk rapido yang dipakai dalam untuk menggambar diatas kertas kalkir.1. Penggaris Penggarias digunakan untuk menggambar garis supaya lurus. Bentuk penggaris dapat dilihat pada gambar 1.4.Berdasarkan kekerasannya pensil dapat dibedakan menjadi: Tabel 4. dan 60o.4 Gambar 4.1. 45o.41 dibawah ini: 79 . Penggaris segitiga untuk menggambar sudut yang sederhana karena sepasang penggaris segitiga memiliki sudut 30o.4 Pena Rapido A. Sedangkan untuk mengukur sudut dapat menggunakan busur derajat.2 Klasifikasi pensil A. untuk rapido dapat dilihat pada gambar 4. penggaris lurus untuk membuat garis lurus. Banyak penggaris yang mempunyai fungsi berbeda-beda.

6.5. 80 . Jangka Jangka digunakan untuk membuat garis lingkaran dengan cara menancapkan salah satu ujung batang pada pusat lingkaran dan ujung yang lainnya berfungsi sebagai pensil menggambar lingkaran. berikut ini dapat dilihat gambar 1.6 Jangka A. Gambar 4.1.5 Satu set pengaris A. Penghapus lunak untuk menghapus goresan pensil dan penghapus keras untuk goresan tinta. Penghapus dan alat pelindung penghapus Ada dua macam bentuk penghapus yaitu lunak dan keras.43 pelindung penghapus.1. Untuk melindungi garis agar tidak ikut terhapus pada saat menghapus diperlukan alat pelindung penghapus.Gambar 4.

garis tebal digunakan untuk benda yang digambar .7 Pelindung penghapus A.9 hasil mal lengkung Menggambar garis harus mengikuti aturan yang berlaku.garis putus-putus untuk garis yang tidak kelihatan . Untuk itu diperlukan mal lengkung.garis putus titik dgunakan untuk menggambar garis tengah atau mirror 81 .7.8 Mal lengkung Hasil dari mal lengkung ini dapat dilihat pada gambar 4.garis tipis digunakan untuk ukuran .1. Garis-garis yang sering digunakan dalam menggambar yaitu: .Gambar 4. Mal lengkung Mal lengkung digunakan untuk membuat garis lengkung yang rumit dan tidak dapat dijangkau dengan jangka. contoh mal lengkung dapat dilihat dibawah ini: Gambar 4.9 berikut ini: Gambar 4.

Contoh kop gambar berserta bingkainya ada pada gambar 1. hal ini untuk menyeragamkan dan dapat ditelusuri si penggambar. Kop Gambar Dalam menggambar teknik perlu adanya bingkai dan kop gambar standar yang dipakai. tetapi kesulitan untuk meberikan ukuran dan skala.10 Gambar proyeksi amerika Dalam gambar manual ada juga yang dalam bentuk tiga dimensi seperti gambar proyeksi isometris.1 Gambar Isometris Komponen B.11 isometris sebagai berikut: Gambar 4. Proyeksi yang digunakan dapat menggunakan proyeksi Amerika maupun Eropa. sedangkan proyeksi Eropa yang digambar adalah bayangan dari tampak depan.Gambar mesin dengan manual biasanya dengan menggunakan proyeksi. Bedanya proyeksi Amerika yaitu menggambar dengan tampak bentuk sebenarnya.46 adalah proyeksi Amerika: Gambar 4. Contoh gambar 1. Dalam bentuk proyeksi isometris dapat dilihat langsung bentuk dari benda kerja tanpa harus membayangkan gabungan dari gambar seperti dalam gambar proyeksi ortogonal. Sebagai contohnya dapat dilihat gambar 4.48 dibawah ini: 82 . Dalam beberapa hal gambar isometris lebih mudah untuk dilihat.

83 . Jika titik penglilhatan tak terhingga maka proyeksi yang dihasilkan disebut proseksi sejajar seperti dalam gambar 4. cara proyeksi ini disebut proyeksi miring.13 proyeksi Pada proyeksi sejajar garis-garis proyeksi berdiri tegak lurus pada bidang proyeksi P.12 Kop Gambar dengan bingkainya C. Selain itu garis proyeksi dapat dibuat membuat sudut dengan bidang P.13b dan gambarnya disebut proyeksi sejajar. Gambar Proyeksi Untuk menyajikan sebuah benda tiga dimensi ke dalam sebuah bidang dua dimensi dipergunakan cara proyeksi. cara proyeksinya disebut proyeksi ortogonal.Gambar 4. Gambar 4. hal ini dapat dilihat pada gambar 4.13a dan gambarnya disebut gambar prespektif. Proyeksi dengan cara sudut pandang dari satu titik disebut proyeksi prespektif.

15 isometri 84 .15b. proyeksi miring dan proyeksi prespektif. maka benda dapat dilihat tiga muka dengan bagian yang sama panjang dan sudut yang sama yaitu 120O. kemuadian bagian belakang benda diangkat 35O 16’ gambar 4. Proyeksi ini disebut proyeksi isometri dengan panjang sisi lebih pendek dari sebenarnya. Tiga bentuk gambar aksonometri adalah isometri. Gambar 4. Gambar 4. dimetri dan trimetri.14 Proyeksi aksonometri dan ortogonal 1) Proyeksi isometri Pada gambar isometri benda tiga dimensi dilihat pada 45O seperti dalam gambar 4. Gambar yang dapat dilihat tiga muka disebut gambar aksonometri.14a. seperti yang dilihat pada gambar 4.15a. gambar yang demikian akan menyerupai bentuk aslinya (lihat gambar 4. Gambar aksonometri Gambar yang disajikan dalam proyeksi ortogonal hanya dapat dilihat dari satu pandangan saja. a.Cara proyeksi yang dipergunakan untuk gambar satu pandangan terdiri dari proyeksi aksonometri. jika benda tiga dimensi dimiringkan maka akan terlihat tiga muka secara bersamaan.14b).

16 dimetri 3) Proyeksi trimetri Proyeksi trimetri adalah proyeksi dengan skala pendekatan tiga sisi dan tiga sudut tidak sama.18): (a) Sumbu-sumbu pada kedudukan normal (b) Sumbu-sumbu pada kedudukan terbalik (c) Sumbu utama pada kedudukan horisontal 85 .17 trimetri b.2) Proyeksi dimetri Proyeksi doimetri adalah proyeksi yang menggambarkan benda tiga dimensi dengan perpendekan dua sisi dan dua sudut dengan garis horisontal sama (lihat gambar 4.16) Gambar 4. maka dalam mengambar aksonometri memakan waktu lebih lama. Untuk mempercepat penggambaran tiga dimensi maka ada cara lain dengan gambar isometri. Proyeksi ini dapat dilihat pada gambar 4. jadi gambar isometri lebih sederhana dan banyak dipakai untuk membuat gambar satu pandangan. Gambar isometri Pada proyeksi aksonemotri tidak terdapat panjang yang sebenarnya. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan dibawah ini: 1) Tentukan letak sumbu-sumbu isometri Letak sumbu isometri adalah (Gambar 4. Gambar 4.17. Gambar isometri adalah penggambaran dengan satu sisi yang dibuat sama ukuran dengan benda aslinya atau satu sumbu yang dibuat sama dengan aslinya.

gambar ini caranya dengan menggambar lebih dahulu tampak depan dengan ukuran sebenarnya.19 Gambar 4.18 sumbu isometri 2) Gambarlah benda tersebut dengan sisi-sisi yang akan memberikan panjang sisi yang sebenarnya. Dengan demikian satu sisi dibuat dengan ukuran sebenarnya seperti gambar ortogonal. Gambar proyeksi miring Pada gambar proyeksi miring adalah gabungan dari gambar ortogonal dan gambar isometri. Sudut yang menggambarkan kedalaman biasanya 30o.19 Proyeksi isometri c. 45o dan 60o terhadap sumbu horisontal. Sudut-sudut ini dipakai karena sudah banyak garisan segitiga yang mempunyai sudut ini. Peletakan benda dapat dibuat sesukanya. sejajar dengan sumbu isometri. Setelah itu garisgaris proyeksi dibuat miring membentuk sudut terhadap bidang proyeksi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.Gambar 4. tetapi biasanya yang memberikan keterangan paling banyak dibuat sejajar dengan bidang proyeksi vertikal (tampak depan). Skala pemendekan 86 .

Gambar 4.20 Proyeksi miring Secara sekilas proyeksi miring mirip dengan isometri untuk membedakannya dapat dilihat pada gambar 4.20. sisi sebelah depan yang diukur sesuai benda belakangnya baru diproyeksikan. ½ dan ¾ tergantung dari sudut yang dipergunakan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.21 Proyeksi Isometri dan Proyeksi miring 87 . Gambar 4.21. Dari gambar dapat dilhat jika proyeksi isometri yang didepan dan diukur sesuai dengan sebenarnya adalah sumbu dan proyksi miring.ditentukan yaitu 1/3.

22). tampak samping 88 . Dalam proyeksi ortogonal ada enam pandang untuk penggambarannya tetapi jika dua atau tiga gambar sudah memberikan informasi yang lengkap tidak perlu digambar semua.22 cara pandang gambar prespektif Gambar prespektif dapat digambar dengan dua atau tiga titik hilang untuk memperjelas gambar contohnya dapat dilhat pada gambar 4. Gambar proyeksi prespektif merupakan gambar pandangan tunggal yang terbaik. Proyeksi Ortogonal (gambar pandangan majemuk) Gambar proyeksi ortogonal sering disebut gambar kerja karena memberikan informasi yang lengkap dan tepat tentang benda tiga dimensi. Untuk gambar yang kecil tidak menguntungkan oleh karena itu jarang dipakai untuk menggambar komponen kecil. maka bidang gambar ini akan terbentuk sebuah bayangan dari benda tadi (Gambar 4. Gambar prespektif ini serupa dengan apa yang dilihat oleh manusia dan sering dipakai dalam arsitektur. Gambar proyeksi prespektif Gambar proyeksi prespektif adalah jika antara benda dan mata (titik penglihatan) diberi sebuah bidang gambar.23 Gambar 4.d. Jadi untuk proyeksi ortogonal tidak hanya terdapat satu gambar tapi beberapa gambar yang dilihat dari beberapa pandangan seperti tampak depan.23 titik hilang prespektif e. Gambar 4. tetapi cara menggambarnya yang sulit dan rumit dari pada cara yang lainnya.

24 Gambar 4. tampak bawah dan tampak belakang. 1:10. tampak atas. 1:5. Skala Skala adalah pemberian ukuran lebih kecil atau lebih besar dari ukuran bende yang sebenarnya. 1:100. Skala untuk memperkecil gambar yang sering dipakai yaitu 1:2.kanan dan kiri. dan seterusnya sedangkan untuk memperbesar gambar skala yang dipakai 89 . Pandangan yang ada dalam proyeksi ortogonal dapat dilihat pada gambar 4.24 Pandangan Ortogonal D. sebaliknya untuk benda yang kecil jika diberi ukuran akan sulit dibaca. Keterbatasan ukuran kertas membuat benda yang besar tidak dapat digambar pada kertas.

dan seterusnya. 10:1. Jika skalanya sama dengan benda aslinya maka dapat ditulis 1:1. 5:1.25 penyajian gambar poros Toleransi ditulis untuk pengerjaan yang memang tidak dapat mengukur dengan tepat seperti dalam pembubutan ataupun pengefraisan. Sebagai contoh dalam gambar 1. 90 .32 ditulis skala 5:1 maka benda aslinya adalah lebih kecil 1/5 dari gambar.25 Gambar 4. Batas toleransi ada batas atas dan batas bawah maka penulisan menggunakan tanda ±.26 memberikan informasi toleransi terhadap pembuatan silinder bertingkat. Gambar 4. Ukuran dan toleransi Ukuran diperlukan dalam gambar teknik untuk memberikan informasi kepada operator tentang besaran geometrik benda. Pandangan yang banyak diberikan ukuran adalah pandangan depan lihat gambar 4. E.yaitu 2:1. Untuk memberikan ukuran ini tidak boleh salah tafsir dan jelas tujuannya. Toleransi ini sangat berguna karena dalam pengerjaan komponen ketidak telitian tidak dapat dihindari sehingga operator dapat membuat ukuran benda lebih kecil atau lebih besar asal tidak melebihi dari batas toleransi.

untuk bagian mamu tukar dapat digolongkan pekerjaan sangat teliti dan pekerjaan biasa.1 sampai IT 16. IT 0. Standar ISO menuliskan kwalitas toleransi. IT 01 samapai dengan IT 4 digunakan untuk pengerjaan yang sangat teliti. Tabel 4.Gambar 4. seperti alat ukur.26 Ukuran beserta toleransinya Dalam penulisan toleransi mempunyai standar yang dikeluarkan oleh ISO/R286 (ISO System of Limits and Fits). Tingkat IT12 smapai IT 16 dipakai untuk pengerjaan kasar. IT 1 sampai dengan IT 16. Tingkat IT 5 sampai dengan IT 11 dipakai dalam bidang permesinan umum. Nilai toleransi meningkat dari IT 0. ada 18 kwalitas toleransi yaitu IT 01. instrumen optik dansebagainya.3 Nilai numerik untuk toleransi standar (metrik) 91 .

Penyederhanaan gambar Gambar teknik yang menyajikan secara lengkap akan membuat penggambar lebih lama mengerjakan untuk itu ada penyajian-ppenyajian gambar yang disederhanakan contohnya seperti ulir dan lubang senter. 28 Penyajian gambar ulir 92 .27 menunjukkan gambar ulir secara lengkap.F. Gambar 4.27 penyajian ulir lengkap Dari gambar diatas dapat disederhanakan menggambarkan seperti gambar 4.28 dibawah ini. dengan Gambar 4. Gambar 4.

Lambang arah pengerjaan dapat dituliskan pada samping kanan dari lambang pengerjaan sperti dalam Tabel 4. sedangkan a adalah angka kekasaran dalam mikrometer.29 Keterangan Gambar Ulir G. Lambang pengerjaan Untuk memperjelas pada operator mesin maka pada gambar perlu adanya lambang pengerjaan seperti kualitas kekasaran seperti pada gambar 1. dan lambang permukaan yang bahannya tidak boleh dibuang (c).30 lambang pengerjaan Dari gambar dapat dilihat lambang dasar permukaan (a).4 Lambang arah pengerjaan 93 . lambang pengerjaan mesin (b).Untuk lebih jelas dalam pengerjaan gambar ulir ini diberi keterangan sesuai dengan standart ISO seperti: Gambar 4.66 berikut ini: Gambar 4.4 berikut ini: Tabel 4.

Contohnya dapat dilihat dari Tabel 4.5 berikut: 94 .Lambang-lambang lain yang disertakan dalam gambar seperti penyambungan las.

Bahkan ada paket software yang sudah 95 .Tabel 4. Hal ini sekaligus mempermudah bagi operator untuk menerjemahkan gambar ke dalam pekerjaannya. sehingga gambar-gambar dalam bentuk tiga demensi dapat digambar dengan tepat sekaligus ukuran-ukurannya.5 Lambang proses pengelasan Saat ini sudah banyak software yang menawarkan paket menggambar dengan komputer.

Ada banyak software seperti AutoCad yang digunakan dalam menggambar teknik. Gambar 4. Untuk yang terakhir ini dalam mendesain proses produksi tidak perlu lagi mengetik CNC code tetapi dari gambar dapat diterjemahkan prosesnya melalui simulasi gambar.31 Gambar AutoCad 96 .dilengkapi dengan hardware pengerjaannya.

BAB 5 DASAR POMPA Pompa merupakan salah satu jenis mesin yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. Zat cair tersebut contohnya adalah air. pompa digunakan untuk menyuplai air umpan ke boiler atau membantu sirkulasi air yang akan diuapkan d iboiler. Sebagai contoh pada pembangkit listrik tenaga uap. tandon air pipa bagian tekan sumber air pompa motor listrik pipa bagian hisap Gambar 5. bensin atau air pendingin. pompa banyak digunakan untuk mensirkulasi air atau minyak pelumas atau pendingin mesin-mesin industri.1 Instalasi pompa Pada industri. Jadi pompa sangat penting untuk kehidupan manusia secara langsung yang dipakai di rumah tangga atau tidak langsung seperti pada pemakaian pompa di industri. Industri-industri banyak menggunakan pompa sebagai salah satu peralatan bantu yang penting untuk proses produksi. Pompa juga dipakai pada motor bakar yaitu sebagai pompa pelumas. 97 . serta fluida lainnya yang tak mampu mampat. oli atau minyak pelumas.

biasanya motor listrik atau motor bakar Poros pompa akan berputar aliran buang apabila penggeraknya berputar. rumah Karena poros pompa berputar pompa impeler dengan sudu-sudu impeler berputar. A.3] yang berfungsi sebagai tempat terjadi proses konversi energi dari energi mekanik putaran mejadi energi fluida head.sumur tandon pompa Gambar 5. Impeler dipasang pada poros pompa yang berhubungan dengan motor pengerak. Ada tiga bentuk head yang mengalami perubahan yaitu head tekan. zat cair yang poros ada di dalamnya akan ikut berputar sehingga tekanan dan aliran masuk kecepatanya naik dan terlempar dari tengah pompa ke saluran yang berbentuk volut atau spiral kemudian ke luar melalui nosel .2 Instalasi pompa pada rumah tangga Pada pompa akan terjadi perubahan dari dari energi mekanik menjadi energi fluida.3 Proses pemompaan 98 . Pada mesin-mesin hidrolik termasuk pompa. Prinsip Kerja Pompa Pada pompa terdapat sudu-sudu impeler [gambar 5. impeler Gambar 5. energi fluida ini disebut head atau energi persatuan berat zat cair. kecepatan dan potensial.

4. dengan pemasangan difuser pada sekeliling luar impeler. Klasifikasi Pompa Menurut bentuk impelernya. dan pompa aliran campuran arah aliran berbetuk kerucut mengikuti bentuk impelernya. pompa sentrifugal diklasifkasikan menjadi tiga. pompa dengan rumah berbentuk volut disebut dengan pompa volut. aliran air di dalam pompa akan ikut berputar karena gaya sentrifugal dari impeler yang berputar. 99 . Pompa radial mempunyai konstruksi yang mengakibatkan zat cair ke luar dari impeler tegak lurus dengan poros pompa. Pada gambar 5. Menurut bentuk rumah pompa. Dengan alasan itu. cut water impeler putaran impeler Gambar 5. Head total pompa juga dapat didefinisikan sebagai selisih head total (energi persatuan berat) pada sisi hisap pompa dengan sisi ke luar pompa.4 Perubahan energi zat cair pada pompa B. head kecepatan dan head potensial.Jadi fungsi impeler pompa adalah mengubah energi mekanik yaitu putaran impeler menjadi energi fluida (zat cair). Sedangkan untuk pompa axial. sedangkan rumah dengan difuser disebut pompa difuser Pada pompa difuser. Berbeda dengan pompa jenis tersebut.5]. zat cair yang masuk pompa akan mengalami pertambahan energi. impeler aliran axial dan impeler aliran radial dan axial [gambar 5. arah aliran akan sejajar dengan poros pompa. akan memperbaiki efisiensi pompa dan menambah kokoh rumah pompa. Dengan kata lain. pompa jenis ini banyak dipakai pada pompa besar dengan head tinggi. Pertambahan energi pada zat cair mengakibatkan pertambahan head tekan. Jumlah dari ketiga bentuk head tersebut dinamakan head total. yaitu impeler aliran radial.

pompa aliran campuran sering tidak menggunakan difuser, tetapi rumah volut karena zat cair lebih mudah mengalir dan tidak tersumbat, pompa jenis ini banyak dipakai pada pengolahan limbah

Gambar 5.5 Klasifikasi pompa berdasar bentuk impeller4

Gambar 5.6 Klasifiaksi pompa berdasar rumah pompa4 Menurut jumlah aliran yang masuk, pompa sentrifugal diklasifikasikan menjadi pompa satu aliran masuk dan dua aliran masuk [gambar 5.7]. Pompa hisapan tunggal banyak dipakai karena konstruksinya sederhana. Permasalahan pada pompa ini yaitu gaya aksial yang timbul dari sisi hisap, dapat di atasi dengan menambah ruang pengimbang, sehingga tidak perlu lagi menggunakan bantalan aksial yang besar. Untuk pompa dua aliran masuk banyak dipakai pada pompa berukuran besar atau sedang. Konstruksi pompa ini terdiri dua impeler saling membelakangi dan zat cair masuk dari kedua sisi impeler, dengan konstruksi seperti itu, permasalahan gaya aksial tidak muncul karena saling mengimbangi. Debit zat cair ke luar dua kali dari debit zat cair yang masuk lewat dua sisi impeler. Pompa jenis ini juga dapat beropersi pada putaran yang tinggi. Untuk aliran masuk yang lebih dari dua, prinsip kerjanya sama dengan yang dua aliran masuk.

100

dua aliran masuk

poros pompa

satu aliran masuk

1

2

Gambar 5.7 Klasifikasi pompa berdasarkan jumlah aliran masuk Jika pompa hanya mempunyai satu buah impeler disebut pompa satu tingkat [gambar 5.8], yang lainnya dua tingkat, tiga dan seterusnya dinamakan pompa banyak tingkat [gambar 5.9]. Pompa satu tingkat hanya mempunyai satu impeler dengan head yang relatif rendah. Untuk yang banyak tingkat mempunyai impeler sejumlah tingkatnya. Head total adalah jumlah dari setiap tingkat sehingga untuk pompa ini mempunyai head yang realtif tinggi. Konstruksi impeler biasanya menghadap satu arah tetapi untuk menghindari gaya aksial yang timbul dibuat saling membelakangi. Pada rumah pompa banyak tingkat, dapatnya dipasang diffuser, tetapi ada juga yang menggunakan volut. Pemasangan diffuser pada rumah pompa banyak tingkat lebih menguntungkan daripada dengan rumah volut, karena aliran dari satu tingkat ketingkat berikutnya lebih mudah dilakukan.
bagian tekan poros pompa bantalan poros impeler

bagian hisap

rumah pompa

Gambar 5.8 Pompa satu tingkat

101

bagian hisap

bagian tekan

impeler bantalan

rumah pompa

poros pompa

Gambar 5.9 Pompa banyak tingkat ( multistage) Berdasar dari posisi poros, pompa dibedakan menjadi dua yaitu pompa horizontal [gambar 5.10] dan vertikal [gambar 5.11]. Pompa poros horizontal mempunyai poros dengan posisi mendatar. sedangkan pompa poros tegak mempunyai poros dengan posisi tegak. Pompa aliran axial dan campuran banyak dibuat dengan poros tegak. Rumah pompa dipasang dengan ditopang pada lantai oleh pipa yang menyalurkan zat cair ke luar pompa. Posisi poros pompa adalah tegak dan dipasang sepanjang sumbu pipa air ke luar dan disambungkan dengan motor penggerak pada lantai. Poros ditopang oleh beberapa bantalan, sehingga kokoh dan biasanya diselubungi pipa selubung yang berfungsi untuk saluran minyak pelumas. Pompa poros tegak berdasar posisi pompanya ada dua macam yaitu pompa sumuran kering dan sumuran basah [gambar 5.12]. Sumuran kering pompa dipasang di luar tadah hisap, sedangkan sumuran basah sebaliknya.
poros mendatar

bagian tekan

bagian hisap

Gambar 5.10 Pompa horizontal

102

bagian tekan tumpuan

rumah pompa poros pompa

bagian hisap

Gambar 5.11 Pompa vertikal

Gambar 5.12 Pompa sumuran kering dan basah

103

Komponen berputar terdiri dari poros dan impeler.C. sedangkan komponen yang tetap adalah rumah pompa (casing). bantalan Gambar 5.13 Konstruksi pompa 104 . Komponen-Komponen Pompa Komponen-komponen penting pada pompa sentrifugal adalah komponen yang berputar dan komponen tetap. Komponen lainnya dapat dilihat secara lengkap seperti pada gambar di bawah. bantalan (bearing).

bagian ke luar penutup rumah bagian hisap bantalan rumah bantalan bantalan poros impeler rumah volur bagian bergerak Gambar 2.14 Konstruksi pompa khusus 105 .2 Konstruksi pompa bagian tetap sel perapat impeler poros pompa Gambar 5.

Sebagai contoh. D.D.15 Pompa sembur ( jet pump) 106 . Dengan alasan tersebut. Akan tetapi dalam perkembangannya. saat ini banyak dibuat pompa-pompa dengan keperluan khusus untuk melayani zat cair yang khsusus pula. Berbagai proses industri banyak membutuhkan pompa-pompa khusus yang melayani zat cair dengan karakteristik yang sangat beragam.1 Pompa sembur ( jet pump) rumah pompa motor listrik transmisi dan bantalan bagian buang bagian A aliran air bertekanandari sisi buang impeler Gambar 5. Pada dasarnya pompa didesain hanya untuk memindahkan air dari sumber air ke tempat yang akan dilayani. dimana bubur kayu ini karakteristiknya sangat berbeda dengan air. pada industri kertas zat cair yang akan dipindahkan adalah bubur kayu. penggunaan pompa meluas tidak hanya untuk fluida air saja. Konstruksi Pompa Khusus Pada bagian A sudah dijelaskan konstruksi pompa dengan komponen-komponennya.

akan dipercepat sehingga terjadi kevakuman yang besar pada bagian pompa berdekatan dengan impeler ( bagian A) Pemasangan venturi untuk kevakuman dapat diletakkan di dalam pompa Untuk pompa sembur dengan pemasangan venturi di luar pompa. dengan diameter sumur yang kecil. Dengan kondisi zat cair yang seperti di atas.2 Pompa viscous Pompa standar menggunakan impeler untuk memgubah energi mekanik menjadi energi fluida. penggunaan pompa dengan konstruksi standar sangat tidak menguntungkan. dengan demikian energi hisapan menjadi lebih besar atau dengan kata lain head hisap yang dapat di atasi pompa lebih besar. pompa tidak akan bermasalah. yaitu impeler. D. pompa yang digunakan harus khusus pula. 107 . Untuk operasi yang standar dengan kondisi zat cair standar. Pemeliharaan dan perawatan menjadi mahal dan performa pompa rendah. Untuk itu perlu dirancang pompa dengan kevakuman yang besar pada sisi hisapnya. tekanan vakum pada sisi hisap pompa standar tidak cukup kuat untuk menghisap zat cair pada ke dalaman zat cair melebihi kondisi operasi normal.]. transmisi dan bantalan. rumah pompa. Untuk mengatasinya. Pompa sembur dapat dilihat pada gambar 5.16 adalah pompa yang dibuat khusus untuk melayani dan beroperasi dengan zat cair yang mengandung udara atau gas dan partikel-partikel padatan. Proses perpindahan energinya dengan proses geseran. Impeler terdiri dari sudu-sudu (vane) impeler yang berbentuk tertentu yang dimaksudkan untuk memaksimalkan perubahan energi. Venturi mempunyai diameter yang kecil. dengan kondisi tersebut pompa standar tidak dapat digunakan. Fungsi venturi disini adalah untuk membuat kevakuman pada sisi hisap semakin besar.15 Konstruksi pompa sembur terdiri dari komponen-komponen pompa sentrifugal standar. prinsip kerjanya sama dengan pemasangan yang di dalam. saluran hisap dan buang. Gambar 5. komponenkomponen pompa khususnya impeler akan mengalami kerusakan pada sudu-sudu impellernya. Impelernya berbentuk disk datar. dimana zat cair bertekanan dari sisi buang yang disirkulasikan. komponen pompa yaitu pada impelernya harus dimodifikasi.15. Hal tersebut dikarenakan. sehingga dapat bekerja dengan kondisi tersebut di atas dengan aman dan performa tinggi.Pompa sembur dibuat untuk keperluan pemompaan zat cair (air atau minyak bumi) pada sumur yang sangat dalam. yaitu fluida cair akan dipindahkan dengan gaya geser impeler. Untuk kondisi khusus yaitu pada zat cair yang banyak terdifusi gas-gas atau udara atau untuk penggunaan zat cair yang mengandung partikel-partikel padatan. dan sebagai tambahan pada bagian hisap pompa dipasang venturi [gambar 5.

16 Pompa viscous Energi mekanik akan berpindah dari impeler ke fluida cair. dibuat pompa dengan volute ganda. cut water menjadi dua buah sehingga gaya hidrolik yang timbul akan saling menyeimbangkan. impeller pompa dapat mengalami keausan. Dengan volut ganda.17]. D. Penggunaan volute ganda akan meyebabkan pompa lebih awet dan hal ini mengurangi biaya perawatan.bagian buang rumah bantalan impeler disk bagian hisap Gambar 5. Keuntungan dengan penggunaan impeler dengan model disc adalah dapat digunakan dengan aman apabila zat cair banyak mengandung gas atau padatan. resiko kerusakan karena tumbukan rendah dengan kondisi seperti itu pompa lebih awet.3 Pompa dengan volute ganda Pada pompa dengan volute tunggal pada proses konversi energi selalu timbul gaya hidrolik (tekan fluida tak beraturan) terutama pada daerah cut water [gambar 5. Untuk mengatasi timbulnya gaya hidrolik yaitu pada daerah cut water di dalam pompa. Jenis impeler pompa ini adalah tebuka sehingga sangat menguntungkan apabila pompa bekerja dengan zat cair yag banyak mengandung partike padat. Akan tetapi biaya pembuatan pompa menjadi mahal dan performa pompa berkurang. sehingga tidak menimbukan efek yang negatif pada impeller. Gaya hidrolik tesebut sering berefek negatif tehadap komponen komponen di dalam pompa khusunya komponen yang berputar yaitu impeler. Karena ditumbuk berulang-ulang oleh gaya hidrolik. Adapun karakteristik operasi volute ganda dapat dilihat pada gambar. sehingga fluida cair mengalami kenaikan energi kecepatan yang akan diubah menjadi energi tekanan pada bagian buangnya. 108 .

titik masuk pertama impeller pompa aliran ke luar aliran masuk cutwater impeler Gambar 5.18 Volut tunggal dan ganda 109 .17 Cut Water bagian buang bagian buang cutwater cutwater impeler volut volut tunggal volut tunggal cutwater impeler volut ganda dinding volut ganda Gambar 5.

20 Pompa reccesed impeller 110 . pompa yang sering dipakai adalah pompa Chopper. Untuk keperluan tersebut. zat cair yang mengandung gas dan zat cair yang sensitif mudah menimbulkan gesekan. larutan partikel mata pisau zat cair dengan partikel padat impeller Gambar 5. baik limbah industri maupun limbah rumah tangga banyak dipasang pompa untuk menangani limbahlimbah cair yang banyak mengandung material/partikel padat (solid).5 Pompa dengan Reccesed Impeller Pompa volut (end suction) jenis ini banyak dipakai untuk jenis zat cair yang banyak mengandung partikel-partikel padat berserat.4 Pompa CHOPPER Pada instalasi pengolahan limbah. Pompa ini memiliki impeller yang mempunyai mata pisau sehingga partikel-partikel padat akan dihancurkan dan larut dalam air. recessed impeller permukaan tahan gesek dan abrasi Gambar 5.19 Pompa Chopper D. Pompa jenis ini juga banyak dipakai pada industri pengolahan kertas dan pulp.D.

atau tidak mengenai permukaan logam secara langsung sehingga tidak menimbulkan erosi dan abrasi. Pada proses pemompaan material padat lumpur akan teredam gaya tumbuknya pada rumah pompa dan impeler. Pompa ini juga mampu melayani zat cair yang banyak mengandung gas atau udara sampai 5 % dari total volume. dengan permukaan rumah pompa dan impeler yang dilapisi dari material tahan gesek.11 Pompa lumpur pembersih Gambar 5. tetapi dengan penggunaan pompa jenis ini masalah tersebut dapat diatasi. D. Sifat dari lumpur tersebut sangat abrasif sehingga sangat merusak pada komponenkomponen pompa. NPSH untuk pompa jenis ini adalah lebih tinggi dibanding dengan pompa biasa. pada komponen pompa yaitu pada rumah pompa dan impeler pompa dilapisi dengan bahan terbuat dari karet (rubber). seperti adukan semen. lapisan karet pada volut impeler Gambar 2.Pompa mempunyai impeler yang khusus (recessed impeller).6 Pompa lumpur (slurry) Banyak pompa dipakai pada instalasi pengolahan dengan zat cair dengan kandungan bahan/material padat yang berlebih dengan bentuk fisik lumpur. atau lumpur pasir. sehingga lebih tahan terhadap gesekan dan kavitasi. 111 . Karena jenis fluidanya adalah zat cair (lumpur) dengan kekentalan tinggi. Pada zat cair yang banyak mengandung serat pada pompa biasa akan mudah sekali mampat atau alirannya akan tersumbat oleh serat-serat. Sifat bahan pelapis yang terbuat dari karet sangat elastis.21 Pompa lumpur (slurry) Untuk mengatasi hal tersebut.

D. dengan debit kecil pada head yang tinggi.7 Pompa LFH (Low Flow High Head ) Bentuk sudu impeler pompa volut jenis ini adalah radial [Gambar 5. Pompa ini banyak dioperasikan untuk melayani instalasi dengan zat cair yang bersifat korosif. Jadi pompa ini dirancang khusus untuk bekerja pada debit yang kecil dengan performa yang normal.22 Pompa volut LFH Pompa ini beroperasi pada debit yang rendah karena pada aliran yang lebih tinggi pompa bekerja dengan risiko cepat rusak dan memerlukan perawatan yang lebih mahal. sudu-sudu radial impeller Gambar 5.22]. Untuk keperluan tersebut pada impeler dan rumah pompa (volut) dilapisi dengan material yang tahan korosi. 112 .

bensin atau air pendingin.1 Instalasi pompa Pada industri. oli atau minyak pelumas. serta fluida lainnya yang tak mampu mampat. Jadi pompa sangat penting untuk kehidupan manusia secara langsung yang dipakai di rumah tangga atau tidak langsung seperti pada pemakaian pompa di industri. pompa banyak digunakan untuk mensirkulasi air atau minyak pelumas atau pendingin mesin-mesin industri. Industri-industri banyak menggunakan pompa sebagai salah satu peralatan bantu yang penting untuk proses produksi. pompa digunakan untuk menyuplai air umpan ke boiler atau membantu sirkulasi air yang akan diuapkan d iboiler.BAB 5 DASAR POMPA Pompa merupakan salah satu jenis mesin yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. tandon air pipa bagian tekan sumber air pompa motor listrik pipa bagian hisap Gambar 5. Sebagai contoh pada pembangkit listrik tenaga uap. Pompa juga dipakai pada motor bakar yaitu sebagai pompa pelumas. Zat cair tersebut contohnya adalah air. 97 .

sumur tandon pompa Gambar 5. zat cair yang poros ada di dalamnya akan ikut berputar sehingga tekanan dan aliran masuk kecepatanya naik dan terlempar dari tengah pompa ke saluran yang berbentuk volut atau spiral kemudian ke luar melalui nosel . A.2 Instalasi pompa pada rumah tangga Pada pompa akan terjadi perubahan dari dari energi mekanik menjadi energi fluida. impeler Gambar 5. Ada tiga bentuk head yang mengalami perubahan yaitu head tekan. rumah Karena poros pompa berputar pompa impeler dengan sudu-sudu impeler berputar. biasanya motor listrik atau motor bakar Poros pompa akan berputar aliran buang apabila penggeraknya berputar. energi fluida ini disebut head atau energi persatuan berat zat cair. Prinsip Kerja Pompa Pada pompa terdapat sudu-sudu impeler [gambar 5. Impeler dipasang pada poros pompa yang berhubungan dengan motor pengerak.3] yang berfungsi sebagai tempat terjadi proses konversi energi dari energi mekanik putaran mejadi energi fluida head. Pada mesin-mesin hidrolik termasuk pompa.3 Proses pemompaan 98 . kecepatan dan potensial.

Jadi fungsi impeler pompa adalah mengubah energi mekanik yaitu putaran impeler menjadi energi fluida (zat cair).5]. Klasifikasi Pompa Menurut bentuk impelernya. Pompa radial mempunyai konstruksi yang mengakibatkan zat cair ke luar dari impeler tegak lurus dengan poros pompa. cut water impeler putaran impeler Gambar 5. aliran air di dalam pompa akan ikut berputar karena gaya sentrifugal dari impeler yang berputar.4 Perubahan energi zat cair pada pompa B. pompa sentrifugal diklasifkasikan menjadi tiga. head kecepatan dan head potensial. Berbeda dengan pompa jenis tersebut. Menurut bentuk rumah pompa. Pada gambar 5. sedangkan rumah dengan difuser disebut pompa difuser Pada pompa difuser. yaitu impeler aliran radial. Dengan kata lain. Head total pompa juga dapat didefinisikan sebagai selisih head total (energi persatuan berat) pada sisi hisap pompa dengan sisi ke luar pompa. impeler aliran axial dan impeler aliran radial dan axial [gambar 5. Dengan alasan itu. Sedangkan untuk pompa axial. zat cair yang masuk pompa akan mengalami pertambahan energi. Pertambahan energi pada zat cair mengakibatkan pertambahan head tekan.4. pompa jenis ini banyak dipakai pada pompa besar dengan head tinggi. pompa dengan rumah berbentuk volut disebut dengan pompa volut. 99 . arah aliran akan sejajar dengan poros pompa. dan pompa aliran campuran arah aliran berbetuk kerucut mengikuti bentuk impelernya. dengan pemasangan difuser pada sekeliling luar impeler. Jumlah dari ketiga bentuk head tersebut dinamakan head total. akan memperbaiki efisiensi pompa dan menambah kokoh rumah pompa.

Debit zat cair ke luar dua kali dari debit zat cair yang masuk lewat dua sisi impeler. pompa sentrifugal diklasifikasikan menjadi pompa satu aliran masuk dan dua aliran masuk [gambar 5.pompa aliran campuran sering tidak menggunakan difuser. Untuk aliran masuk yang lebih dari dua. Konstruksi pompa ini terdiri dua impeler saling membelakangi dan zat cair masuk dari kedua sisi impeler. sehingga tidak perlu lagi menggunakan bantalan aksial yang besar. Untuk pompa dua aliran masuk banyak dipakai pada pompa berukuran besar atau sedang. Pompa hisapan tunggal banyak dipakai karena konstruksinya sederhana. pompa jenis ini banyak dipakai pada pengolahan limbah Gambar 5. permasalahan gaya aksial tidak muncul karena saling mengimbangi.5 Klasifikasi pompa berdasar bentuk impeller4 Gambar 5. dapat di atasi dengan menambah ruang pengimbang. 100 . prinsip kerjanya sama dengan yang dua aliran masuk. Permasalahan pada pompa ini yaitu gaya aksial yang timbul dari sisi hisap.6 Klasifiaksi pompa berdasar rumah pompa4 Menurut jumlah aliran yang masuk.7]. Pompa jenis ini juga dapat beropersi pada putaran yang tinggi. dengan konstruksi seperti itu. tetapi rumah volut karena zat cair lebih mudah mengalir dan tidak tersumbat.

9]. Head total adalah jumlah dari setiap tingkat sehingga untuk pompa ini mempunyai head yang realtif tinggi. Pemasangan diffuser pada rumah pompa banyak tingkat lebih menguntungkan daripada dengan rumah volut. tetapi ada juga yang menggunakan volut. karena aliran dari satu tingkat ketingkat berikutnya lebih mudah dilakukan.8]. yang lainnya dua tingkat. Untuk yang banyak tingkat mempunyai impeler sejumlah tingkatnya.8 Pompa satu tingkat 101 . bagian tekan poros pompa bantalan poros impeler bagian hisap rumah pompa Gambar 5. dapatnya dipasang diffuser.dua aliran masuk poros pompa satu aliran masuk 1 2 Gambar 5. Konstruksi impeler biasanya menghadap satu arah tetapi untuk menghindari gaya aksial yang timbul dibuat saling membelakangi. Pada rumah pompa banyak tingkat. tiga dan seterusnya dinamakan pompa banyak tingkat [gambar 5. Pompa satu tingkat hanya mempunyai satu impeler dengan head yang relatif rendah.7 Klasifikasi pompa berdasarkan jumlah aliran masuk Jika pompa hanya mempunyai satu buah impeler disebut pompa satu tingkat [gambar 5.

10] dan vertikal [gambar 5. poros mendatar bagian tekan bagian hisap Gambar 5. sedangkan pompa poros tegak mempunyai poros dengan posisi tegak. Posisi poros pompa adalah tegak dan dipasang sepanjang sumbu pipa air ke luar dan disambungkan dengan motor penggerak pada lantai.11]. sehingga kokoh dan biasanya diselubungi pipa selubung yang berfungsi untuk saluran minyak pelumas.9 Pompa banyak tingkat ( multistage) Berdasar dari posisi poros.bagian hisap bagian tekan impeler bantalan rumah pompa poros pompa Gambar 5.10 Pompa horizontal 102 . Pompa poros horizontal mempunyai poros dengan posisi mendatar. Poros ditopang oleh beberapa bantalan. Sumuran kering pompa dipasang di luar tadah hisap. Rumah pompa dipasang dengan ditopang pada lantai oleh pipa yang menyalurkan zat cair ke luar pompa. pompa dibedakan menjadi dua yaitu pompa horizontal [gambar 5. Pompa aliran axial dan campuran banyak dibuat dengan poros tegak. Pompa poros tegak berdasar posisi pompanya ada dua macam yaitu pompa sumuran kering dan sumuran basah [gambar 5. sedangkan sumuran basah sebaliknya.12].

bagian tekan tumpuan rumah pompa poros pompa bagian hisap Gambar 5.12 Pompa sumuran kering dan basah 103 .11 Pompa vertikal Gambar 5.

bantalan (bearing). sedangkan komponen yang tetap adalah rumah pompa (casing). Komponen lainnya dapat dilihat secara lengkap seperti pada gambar di bawah.C. bantalan Gambar 5. Komponen-Komponen Pompa Komponen-komponen penting pada pompa sentrifugal adalah komponen yang berputar dan komponen tetap. Komponen berputar terdiri dari poros dan impeler.13 Konstruksi pompa 104 .

14 Konstruksi pompa khusus 105 .2 Konstruksi pompa bagian tetap sel perapat impeler poros pompa Gambar 5.bagian ke luar penutup rumah bagian hisap bantalan rumah bantalan bantalan poros impeler rumah volur bagian bergerak Gambar 2.

15 Pompa sembur ( jet pump) 106 . Sebagai contoh. D. Pada dasarnya pompa didesain hanya untuk memindahkan air dari sumber air ke tempat yang akan dilayani. Dengan alasan tersebut.1 Pompa sembur ( jet pump) rumah pompa motor listrik transmisi dan bantalan bagian buang bagian A aliran air bertekanandari sisi buang impeler Gambar 5. Berbagai proses industri banyak membutuhkan pompa-pompa khusus yang melayani zat cair dengan karakteristik yang sangat beragam. penggunaan pompa meluas tidak hanya untuk fluida air saja. Konstruksi Pompa Khusus Pada bagian A sudah dijelaskan konstruksi pompa dengan komponen-komponennya. saat ini banyak dibuat pompa-pompa dengan keperluan khusus untuk melayani zat cair yang khsusus pula. Akan tetapi dalam perkembangannya.D. dimana bubur kayu ini karakteristiknya sangat berbeda dengan air. pada industri kertas zat cair yang akan dipindahkan adalah bubur kayu.

dengan diameter sumur yang kecil. dan sebagai tambahan pada bagian hisap pompa dipasang venturi [gambar 5. Proses perpindahan energinya dengan proses geseran. yaitu impeler. akan dipercepat sehingga terjadi kevakuman yang besar pada bagian pompa berdekatan dengan impeler ( bagian A) Pemasangan venturi untuk kevakuman dapat diletakkan di dalam pompa Untuk pompa sembur dengan pemasangan venturi di luar pompa. dengan demikian energi hisapan menjadi lebih besar atau dengan kata lain head hisap yang dapat di atasi pompa lebih besar.]. pompa yang digunakan harus khusus pula. Impeler terdiri dari sudu-sudu (vane) impeler yang berbentuk tertentu yang dimaksudkan untuk memaksimalkan perubahan energi.16 adalah pompa yang dibuat khusus untuk melayani dan beroperasi dengan zat cair yang mengandung udara atau gas dan partikel-partikel padatan. pompa tidak akan bermasalah. Untuk operasi yang standar dengan kondisi zat cair standar. dengan kondisi tersebut pompa standar tidak dapat digunakan. Venturi mempunyai diameter yang kecil. saluran hisap dan buang. rumah pompa. Untuk itu perlu dirancang pompa dengan kevakuman yang besar pada sisi hisapnya. komponen pompa yaitu pada impelernya harus dimodifikasi. 107 . Impelernya berbentuk disk datar.15. Gambar 5. dimana zat cair bertekanan dari sisi buang yang disirkulasikan. Hal tersebut dikarenakan. Fungsi venturi disini adalah untuk membuat kevakuman pada sisi hisap semakin besar.2 Pompa viscous Pompa standar menggunakan impeler untuk memgubah energi mekanik menjadi energi fluida. penggunaan pompa dengan konstruksi standar sangat tidak menguntungkan.Pompa sembur dibuat untuk keperluan pemompaan zat cair (air atau minyak bumi) pada sumur yang sangat dalam. tekanan vakum pada sisi hisap pompa standar tidak cukup kuat untuk menghisap zat cair pada ke dalaman zat cair melebihi kondisi operasi normal. Pemeliharaan dan perawatan menjadi mahal dan performa pompa rendah. Dengan kondisi zat cair yang seperti di atas. Untuk kondisi khusus yaitu pada zat cair yang banyak terdifusi gas-gas atau udara atau untuk penggunaan zat cair yang mengandung partikel-partikel padatan. sehingga dapat bekerja dengan kondisi tersebut di atas dengan aman dan performa tinggi.15 Konstruksi pompa sembur terdiri dari komponen-komponen pompa sentrifugal standar. D. komponenkomponen pompa khususnya impeler akan mengalami kerusakan pada sudu-sudu impellernya. yaitu fluida cair akan dipindahkan dengan gaya geser impeler. Untuk mengatasinya. transmisi dan bantalan. Pompa sembur dapat dilihat pada gambar 5. prinsip kerjanya sama dengan pemasangan yang di dalam.

17].3 Pompa dengan volute ganda Pada pompa dengan volute tunggal pada proses konversi energi selalu timbul gaya hidrolik (tekan fluida tak beraturan) terutama pada daerah cut water [gambar 5. impeller pompa dapat mengalami keausan. Gaya hidrolik tesebut sering berefek negatif tehadap komponen komponen di dalam pompa khusunya komponen yang berputar yaitu impeler. Penggunaan volute ganda akan meyebabkan pompa lebih awet dan hal ini mengurangi biaya perawatan. D. Untuk mengatasi timbulnya gaya hidrolik yaitu pada daerah cut water di dalam pompa. Dengan volut ganda. Karena ditumbuk berulang-ulang oleh gaya hidrolik. sehingga tidak menimbukan efek yang negatif pada impeller. Jenis impeler pompa ini adalah tebuka sehingga sangat menguntungkan apabila pompa bekerja dengan zat cair yag banyak mengandung partike padat. sehingga fluida cair mengalami kenaikan energi kecepatan yang akan diubah menjadi energi tekanan pada bagian buangnya.16 Pompa viscous Energi mekanik akan berpindah dari impeler ke fluida cair. dibuat pompa dengan volute ganda. Akan tetapi biaya pembuatan pompa menjadi mahal dan performa pompa berkurang. resiko kerusakan karena tumbukan rendah dengan kondisi seperti itu pompa lebih awet. Keuntungan dengan penggunaan impeler dengan model disc adalah dapat digunakan dengan aman apabila zat cair banyak mengandung gas atau padatan. cut water menjadi dua buah sehingga gaya hidrolik yang timbul akan saling menyeimbangkan. Adapun karakteristik operasi volute ganda dapat dilihat pada gambar.bagian buang rumah bantalan impeler disk bagian hisap Gambar 5. 108 .

17 Cut Water bagian buang bagian buang cutwater cutwater impeler volut volut tunggal volut tunggal cutwater impeler volut ganda dinding volut ganda Gambar 5.18 Volut tunggal dan ganda 109 .titik masuk pertama impeller pompa aliran ke luar aliran masuk cutwater impeler Gambar 5.

larutan partikel mata pisau zat cair dengan partikel padat impeller Gambar 5. zat cair yang mengandung gas dan zat cair yang sensitif mudah menimbulkan gesekan.D.19 Pompa Chopper D. Pompa jenis ini juga banyak dipakai pada industri pengolahan kertas dan pulp.20 Pompa reccesed impeller 110 . baik limbah industri maupun limbah rumah tangga banyak dipasang pompa untuk menangani limbahlimbah cair yang banyak mengandung material/partikel padat (solid). Pompa ini memiliki impeller yang mempunyai mata pisau sehingga partikel-partikel padat akan dihancurkan dan larut dalam air. Untuk keperluan tersebut.5 Pompa dengan Reccesed Impeller Pompa volut (end suction) jenis ini banyak dipakai untuk jenis zat cair yang banyak mengandung partikel-partikel padat berserat.4 Pompa CHOPPER Pada instalasi pengolahan limbah. pompa yang sering dipakai adalah pompa Chopper. recessed impeller permukaan tahan gesek dan abrasi Gambar 5.

sehingga lebih tahan terhadap gesekan dan kavitasi. atau tidak mengenai permukaan logam secara langsung sehingga tidak menimbulkan erosi dan abrasi. Sifat dari lumpur tersebut sangat abrasif sehingga sangat merusak pada komponenkomponen pompa. lapisan karet pada volut impeler Gambar 2. tetapi dengan penggunaan pompa jenis ini masalah tersebut dapat diatasi.6 Pompa lumpur (slurry) Banyak pompa dipakai pada instalasi pengolahan dengan zat cair dengan kandungan bahan/material padat yang berlebih dengan bentuk fisik lumpur.Pompa mempunyai impeler yang khusus (recessed impeller). dengan permukaan rumah pompa dan impeler yang dilapisi dari material tahan gesek. D. Pada proses pemompaan material padat lumpur akan teredam gaya tumbuknya pada rumah pompa dan impeler. 111 .21 Pompa lumpur (slurry) Untuk mengatasi hal tersebut. Karena jenis fluidanya adalah zat cair (lumpur) dengan kekentalan tinggi. Sifat bahan pelapis yang terbuat dari karet sangat elastis. Pada zat cair yang banyak mengandung serat pada pompa biasa akan mudah sekali mampat atau alirannya akan tersumbat oleh serat-serat. atau lumpur pasir. NPSH untuk pompa jenis ini adalah lebih tinggi dibanding dengan pompa biasa. pada komponen pompa yaitu pada rumah pompa dan impeler pompa dilapisi dengan bahan terbuat dari karet (rubber). seperti adukan semen.11 Pompa lumpur pembersih Gambar 5. Pompa ini juga mampu melayani zat cair yang banyak mengandung gas atau udara sampai 5 % dari total volume.

7 Pompa LFH (Low Flow High Head ) Bentuk sudu impeler pompa volut jenis ini adalah radial [Gambar 5. 112 . dengan debit kecil pada head yang tinggi.22 Pompa volut LFH Pompa ini beroperasi pada debit yang rendah karena pada aliran yang lebih tinggi pompa bekerja dengan risiko cepat rusak dan memerlukan perawatan yang lebih mahal.D. Pompa ini banyak dioperasikan untuk melayani instalasi dengan zat cair yang bersifat korosif. Untuk keperluan tersebut pada impeler dan rumah pompa (volut) dilapisi dengan material yang tahan korosi.22]. Jadi pompa ini dirancang khusus untuk bekerja pada debit yang kecil dengan performa yang normal. sudu-sudu radial impeller Gambar 5.

BAB 6 PERFORMANSI POMPA SENTRIFUGAL A. Perumusannya adalah: ns = n Q0. Kecepatan Spesifik Pada gambar 6. dan perbandingan diameter impeler dapat ditentukan. impeler poros vane Gambar 6. Semakin besar head yang di inginkan. Terutama perbandingan D1/D2 yaitu perbandingan diameter impeler sisi masuk dan ke luar pompa.1 Ukuran-ukuran dasar pompa Dalam merancang pompa.1 memperlihatkan ukuran-ukuran dasar pompa sentrifugal.ukauran tersebut akan menentukan kapasitas pompa dan tinggi tekan pompa. Ukuran. maka D2/D1 harus dibuat besar. Zat cair akan masuk melalui sisi hisap dengan diameter D1. Diameter impeler sisi masuk adalah D1 dan pada sisi ke luar adalah D2. 75 113 . tinggi kenaikan pompa atau head. parameter-parameter pompa yaitu kapasitas pompa. Dengan mengetahui kecepatan spesifik. besaran yang paling penting untuk ditentukan adalah kecepatan sepesifik. sehingga dapat diperoleh suatu kerja gaya sentrifugal optimal.5 H 0.

Harga ns terus diperbesar sehingga akan diperoleh aliran campur. dimana arah aliran diagonal atau menyudut terhadap sumbu poros.2 Harga ns dengan bentuk impeler dan jenis pompa Pada gambar 6. Jadi. lebar saluran pada impeler akan bertambah besar. Semakin besar ns .Kecepatan spesifik ns adalah kecepatan putar yang sebenarnya n dari pompa pembanding yang mempunyai geometri sudu-sudu impeler sebangun dan dapat menghasilkan tinggi kenaikan H = 1m dan Q = 1 m/dt6. sebaliknya head total rendah dan kapasitas besar mempunyai ns besar Gambar 6. Untuk harga ns rendah. maka akan diperoleh arah aliran yaitu axial atau sejajar dengan sumbu poros. Jika ns dipebesar lagi. Dari perumusan kecepatan sepesifik di atas dapat disimpulkan bahwa pompa dengan head total yang tinggi dan kapasitas yang kecil cenderung mempunyai harga ns yang kecil. impeler berbentuk sentrifugal atau radial dengan pompa sentrifugal hisapan tunggal atau ganda.2 menunjukkan harga ns dalam hubungannya dengan bentuk impeler yang bersangkutan dan jenis pompa yang pas dengan harga ns . 114 . bentuk-bentuk impeler dapat ditentukan hanya dengan menentukan harga ns .

efisiensi dan daya (% harga normal kapasitas (%) Gambar 6.5 nilai ns besar dengan pompa aliran axial. head total. Pada kurva efisiensi. menunjukkan semakin besar nilai ns . harga head mengecil dan kapasitas atau debit menjadi besar. sebaliknya pada ns besar harganya maksimum. kapasitas pada tiga grafik mendekati bentuk busur dan hanya sedikit bergeser dari nilai optimumnya apabila kapasitasnya berubah.3 an mewakili nilai ns yang kecil dengan jenis pompa sentrifugal volut. Head pada kapasitas 0% semakin besar pada nilai-nilai ns besar.3 Grafik karakteristik pompa dengan ns kecil 115 . artinya pada nilai nilai ns besar. gambar 6. daya poros. Kurva daya terhadap kapasitas pada kapasitas 0% akan mempunyai harga minimum pada ns kecil.B. Kurva Karakteristik Kurva karakteristik menyatakan besarnya head total pompa. d efisiensi pompa terhadap kapasitasnya. Pada gambar 6. Dari gambar-gambar tersebut. kurva head kapasitas menjadi semakin curam.4 nilai ns sedang dengan jenis pompa aliran campur dan gambar 6.

head total.efisiensi dan daya (% harga normal ) kapasitas (%) Gambar 6.5 Grafik karakteristik pompa dengan ns besar 116 .4 Grafik karakteristik pompa dengan ns sedang Gambar sangat curam head total.efisiensi dan daya (% harga normal) kapasitas (%) Gambar 6.

head tekanan. Persamaanya adalah sebagai berikut : 2 ⎛ p ⎞ h statisisap = ⎜ Z + ⎟ ⎜ ρg ⎟1 ⎝ ⎠ ⎛ p ⎞ h statisbuan = ⎜ Z + ⎟ g ⎜ ρg ⎟ 2 ⎝ ⎠ ⎛ p p ⎞ hstatistota = ⎜ Z 2 + 2 − Z1 + 1 ⎟ l ⎜ ρg ρg ⎟ ⎝ ⎠ hstatistotal = hstatisbuang -hstatishisap 117 .C. terlihat bahwa persamaan Bernoulli dalam bentuk energi "head" terdiri dari empat bagian "head" yaitu head elevasi. head kecepatan. v = hv = head kecepatan sisi masuk dan ke luar (m) 2g p Δ = h p = head tekanan sisi masuk dan ke luar (m) ρg H losses = head kerugian (m) Δ H totalpompa = (hz + h p + hv ) + H losses C. Head ( Tinggi Tekan) Pada uraian tentang persamaan Bernoulli yang dimodifikasi untuk aplikasi pada instalasi pompa. Persamaan Bernoulli dalam bentuk energi head : ⎛ v2 p ⎞ ⎛ v2 p ⎞ ⎜Z + ⎟ + H pompa = ⎜ Z + ⎟ + H losses + + ⎜ ⎟ ⎜ 2 g ρg ⎠1 2 g ρg ⎟ 2 ⎝ ⎝ ⎠ 2 2 ⎛ v v p p ⎞ H pompa = ⎜ Z 1 − Z 2 + 1 − 2 + 1 − 2 ⎟ + H losses ⎜ 2 g 2 g ρg ρg ⎟ ⎝ ⎠ 2 ⎛ p v ⎞ H pompa = ⎜ ΔZ + Δ + Δ ⎟ + H losses ⎜ 2g ⎟ ρg ⎝ ⎠ ⎛ p ⎞ h statistota = ⎜ ΔZ + Δ ⎟ l ⎜ ρg ⎟ ⎝ ⎠ ΔZ = h z = head elevasi. Head statis terdiri dari head statis sisi masuk (head statis hisap) dan sisi ke luar (head statis hisap).1 Head statis total Head statis adalah penjumlahan dari head elevasi dengan head tekanan. perbedaan tinggi muka air sisi masuk dan ke luar (m). dan head kerugian (gesekan aliran).

7 Head statis total p1 = p2 = 1 atmosfer (tandon terbuka) 118 .6 Head statis total tekanan 1 atm Head statis tekanan 1 total atm Head statis buang Head statis hisap Gambar 6.Head statis total Hp2 Hp2 Hp1 Hp1 Head statis buang Head statis hisap permukaan acuan Gambar.6.

8 Head statis hisap [A] pompa di bawah tandon. [b] ujung mengambang 119 .Hp1 = ⎜ ⎜ ⎛ p ⎞ ⎟ =0 ⎟ ⎝ ρg ⎠1 p = 1 atmosfer Hp1 Z1-Zs = + Z1>Zs Z1-Zs = Z1<Zs Hp1 permukaan acuan permukaan acuan ⎛ p ⎞ h statisisap = ⎜ Z 1 − Z s + ⎟ ⎜ ρg ⎟ ⎝ ⎠ hstatisisap = + hstatisisap = − Gambar 6.9 Head statis buang [A] ujung terbenam. [b] pompa di atas tandon ujung terbenam Hp2 ujung mengambang Hp2 permukaan acuan permukaan acuan ⎛ p ⎞ h statisbuan = ⎜ Z 2 − Z s + ⎟ g ⎜ ρg ⎟ ⎝ ⎠ Gambar 6.

percabangan. dan perkatupan (valve) Hloss = Hgesekan + Hsambungan C.2.permukaan acuan v 2 v22 − v12 Δ = = hk 2g 2g v 2 v22 v1 ≈ 0 Δ = = hk 2g 2g Gambar 6. dan head kerugian di dalam belokan-belokan (elbow). untuk menghitung kerugian gesek dapat menggunakan perumusan sebagai berikut : v = CR p S q Luas penampang pipa [Jari jari hidrolik] R= saluran yang dibasai fluida hf S= [Gradien hidrolik] L 120 .2. Head Kerugian (Loss) Head kerugian yaitu head untuk mengatasi kerugian kerugian yang terdiri dari kerugian gesek aliran di dalam perpipaan.10 Head kecepatan C.1 Head kerugian gesek di dalam pipa [Hgesekan ] Aliran fluida cair yang mengalir di dalam pipa adalah fluida viskos sehingga faktor gesekan fluida dengan dinding pipa tidak dapat diabaikan.

2. Kerugian head dalam jalur pipa [Hsambungan ] Kerugian head jenis ini terjadi karena aliran fluida mengalami gangguan aliran sehingga mengurangi energi alirnya. untuk aliran laminar dan turbulen akan menghasilkan nilai koefesian yang berbeda.0005 D B.02 + Untuk pipa yang panjang menggunakan rumus sebagai berikut v = 0.p.85 h f = 1.66Q1.p.q = Koefesien –koefesien λ = Koefesien kerugian gesek g = Percepatan gravitasi m/s 2 L = Panjang pipa (m) D = Diameter dalam pipa (m) C. Adapun perumusan yang dipakai adalah sebagai berikut : A. 63 S 0.q = Koefesien –koefesien λ = Koefesien kerugian gesek g = Percepatan gravitasi m/s 2 L = Panjang pipa (m) D = Diameter dalam pipa (m) Perhitungan kerugian gesek di dalam pipa dipengarui oleh pola aliran. secara umum rumus kerugian head ini adalah : 121 . 54 R= S= Luas penampang pipa [Jari jari hidrolik] saluran yang dibasai fluida hf L [Gradien hidrolik] 10. Aliran Turbuen Re>4000 λ = 0.2.hf = λ L v2 [head kerugian gesek dalam pipa] D 2g dengan v = kecapatan rata-rata aliran di dalam pipa (m/s) C. hal ini karena karakteristik dari aliran tersebut.849CR 0. Aliran Laminar (Re< 2300) λ= 64 Re 0. 85 xL C D dengan v = kecepatan rata-rata aliran di dalam pipa (m/s) C.85 4.

Debit aliran yang dipompakan adalah sebesar 0. Pada ujung saluran pipa hisap dipasang katup dengan saringan. dengan 3 buah belokan lengkung 450 ( R/D = 2) dan satu belokan patah 300.5 0 .hf = f v2 2g dengan f = koefesien kerugian kerugian head ini banyak terjadi pada : A.046 sin 4 2 2 B.847⎜ ⎟ ⎥⎜ ⎟ ⎝ 2 R ⎠ ⎥ ⎝ 90 ⎠ ⎢ ⎣ ⎦ Untuk belokan patah f = 0. Dari data tersebut hitung head total pompa? 122 . Pada belokan (elbow) Untuk belokan lengkung koefesien kerugian dihitung dengan rumus 3 .5 m 3/menit melalui sebuah pipa besi cor dengan diameter dalam 60 mm. Perumusan untuk menghitung kerugian head karena pemasangan katup adalah sebagai berikut : hv = f v v2 2g dengan f v = koefesien kerugian katup Dari uraian di atas secara umum head total pompa dapat dituliskan sebagai berikut H totalpompa = (hz + h p + hv ) + H losses H totalpompa = hstatistota + hv + hgesekan + hsambunagn l Contoh Soal Sebuah istalasi pompa dipasang untuk melayani keperluan pengairan irigasi sawah. tetapi dengan pemasangan katup tersebut akan mengakibatkan kerugian energi aliran karena aliran dicekik. Pada perkatupan sepanjang jalur pipa Pemasangan katup pada instalasi pompa adalah untuk pengontrolan kapasitas. Selisih permukaan muka air yaitu dari permukaan sungai dengan permukaan sawah adalah 10 m. dan pada sisi buang dipasang katup cegah tutup cepat jenis pegas.946 sin 2 θ θ + 2. panjang pipa seluruhnya 20 m.5 ⎡ ⎛ D ⎞ ⎤⎛ θ ⎞ f = ⎢0.131 + 1.

847⎜ ⎟ ⎥⎜ ⎟ ⎝ 2 x 2 ⎠ ⎥⎝ 90 ⎠ ⎢ ⎣ ⎦ B. 85D 4.5 ⎡ ⎛ D ⎞ ⎤⎛ θ ⎞ f = ⎢0.6 katup cegah tutup cepat jenis pegas A.5 = 0.5 0 .85 hf = x 20 = 5.91 katup hisap dengan saringan 6.25 x3. 5 ](0.06m] 1/4 π D2 [1/4 π 0. 5 0.85 xL C1.94 m/s A 0.85 10.94 2 h f = 0.5 m 3/menit [ 0.v Q 0.165 elbow patah kasar 300 1.131 + 1.66Q1. 5 ⎡ ⎛ 1 ⎞ ⎤⎛ 45 ⎞ f = ⎢0.0083 v= = = 2.850.Menghitung kerugian head satu elbow lengkung 450 Koefesien gesek f f = 0.14x 0.07m 1001.Menghitung kerugian head satu elbow patah 300 Koefesien gesek f =0.00831.062] 20 m 100 [Pipa besi cor (tua)] 2 elbow 450 0.1 = 0.847(0.Jawab : Diketahui : Q Hz D A L C R/D f fv fv = = = = = = = = = = 0. 85 3 .1m v2 hf = f 2g Q = A.044 2 x 9.5) 0 .8 B. Menghitung kerugian pipa lurus hf = 10.66 x0.165 v2 hf = f 2g 123 .0036 2.25) [ 3.847⎜ ⎟ ⎥⎜ ⎟ ⎝ 2 R ⎠ ⎥ ⎝ 90 ⎠ ⎢ ⎣ ⎦ 3.131 + 1.131 + 1.06 4.0083 m 3/detik] 10 m 60 mm [ 0.

Menghitung kerugian head katup cegah tutup cepat jenis pegas Koefesien gesek fv = 6.8 C.165 2.6 v2 2g v2 hv = f v 2g hv = f v D.h f = 0. Sebuah tandon air terletak pada permukaan tanah dengan ketinggian permukaan air adalah 5 meter disediakan untuk melayani air bersih tersebut.Menghitung kerugian head katup hisap Koefesien gesek fv = 1.073m 2 x 9.94 2 = 0. Sebuah gedung bertingkat memerlukan sebuah instalasi pompa untuk melayani air bersih pada lantai 4 dengan ketinggian dari permukaan tanah adalah 15 m. dan satu katup cegah tutup cepat pada bagian buangnya ? 124 . terdapat lima elbow lengkung 90 0 (R/D=3). Menghitung head total pompa H totalpompa = (hz + h p + hk ) + H losses H totalpompa = hstatistota + hk + hgesekan + hsambunagn l hp =0 permukaan air terbuka hstatistota = (Z 2 − Z1 ) = 10m l Soal: 1. Hitung head total pompa apabila debit alirannya adalah 1 m 3/menit melalui pipa baja berdiameter 200mm.91 v2 hv = f v 2g v2 hv = f v 2g D. Menghitung head kecepatan ke luar hk = Δ v 2 v2 = 2g 2g 2 E.

Hitung head statis pompa pada instalasi pompa gambar berikut : Head statis total Hp2 Hp2 Hp1 Hp1 Head statis buang Head statis hisap permukaan acuan C. Ada dua macam NPSH yaitu NPSH tersedia pada instalasi dan NPSH yang diperlukan pompa. Pengurangan head yang dimiliki zat cair pada sisi hisapnya dengan tekanan zat cair pada tempat tersebut dinamakan Net Positif Suction Head (NPSH) atau nilai head positif neto. Perumusan dari NPSH tersedia dengan instalasi pompa: hav = patm puap − + hstatisisap − hlossisap ρg ρg = NPSH yang tersedia (m) Dimana hsv patm = head tekanan atmosfer (m) ρg puap = head tekanan uap jenuh (atm) ρg hstatisisap = head hisap statis (m) hlossisap = kerugian head di dalam pipa hisap (m) 125 . Head Hisap Positip Neto NPSH Gejala kavitasi terjadi apabila tekanan statis suatu aliran zat cair turun sampai di bawah tekanan uap jenuhnya. Kavitasi banyak terjadi pada sisi hisap pompa.2.3. untuk mencegahnya nilai head aliran pada sisi hisap harus di atas nilai head pada tekanan uap jenuh zat cair pada temperatur bersangkutan.

Jadi untuk menghindari kavitasi pada pompa harus dipenui persyaratan berikut . tekanan lebih rendah daripada tekanan pada lubang hisap pompa. NPSH tersedia ≥ NPSH yang diperlukan NPSH diperlukan berbeda untuk setiap pompa bergantung dari kondisi kerjanya.11 Koefesien kavitasi Gejala kavitasi terjadi pada titik terdekat setelah sisi masuk sudu impeler di dalam pompa. maka tekanan pada lubang masuk pompa dikurangi penurunan tekanan di dalam pompa. tekanan zat cair menjadi turun. Dengan kenaikan kecepatan. Untuk menghindari kavitasi karena kondisi tersebut. Di daerah tersebut. Harga NPSH yang diperlukan dapat juga menggunakan perumusan sebagai berikut : 126 . Hal ini disebabkan zat cair mengalir melalui nosel hisap sehingga kecepatannya naik. harus lebih tinggi dari pada tekanan uap jenuh air. Head tekanan yang sama dengan penurunan tekanan disebut NPSH yang diperlukan. Harga NPSH diperlukan diperoleh dari pabrik pembuat pompa.Gambar 6.

3 − − 5 − 0.8 m [NPSH diperlukan] NPSH tersedia = 10332 238. 75 0 H N.5 m 0 QN.3 Karena persyaratan terpenuhi yaitu : NPSH tersedia ≥ NPSH yang diperlukan 127 .5 m.6 m 998.3 kgf/m 2 (200 C .3 998.14 sehingga NPSH diperlukan dapat Hreq = σ HN Hreq = 0.14 x 20 m = 2.5 = 4.1 atm ( 1atm =10332 kgf/m 2) γ = 998.3 kgf/m 3 puapjenuh = 238. selidiki apakah pompa bekerja dengan aman tanpa kavitasi ? Diketahui : QN HN n T/p air = 1 m 3/menit = 20 m = 2500 rpm = 200 C . untuk pompa bentuk umum S = 1200 σ = koefesien kavitasi (gambar 6.11) QN . Apabila kerugian head pada sisi hisap pompa adalah 0. posisi lubang hisap pompa terletak 5 meter di atas permukaan air. 75 20 Ns = n Ns = 290 Dari gambar diketahui σ dihitung dengan rumus = 0. 5 = 2500 0.hreq S= ⎛n⎞ =⎜ ⎟ ⎝S⎠ ns σ 3/4 4 /3 2 QN / 3 [NPSH diperlukan] dengan Hreq = σ HN dimana S = kecepatan spesifik hisap pompa. 5 10 . HN = pada kondisi efisiensi maksimum Contoh Soal Instalasi air pada sebuah kantor menggunakan pompa ( S = 1200) dengan kondisi efisiensi maksimum mempunyai debit (QN ) 1 m 3/menit.1 atm) Hsatati hisap = 5 m Hlosshisap = 0. HN = 20 m pada putaran 2500 rpm. Air yang dipompa pada kondisi 200 C 1 atm.

500 C 2. Di bawah ini penjelasan masing-masing faktor yang dapat mempengaruhi dari perubahan tersebut. 1. [4] Kerugian gesekan pada sisi hisap. semakin besar kerugian gesek pada sisi hisap akan semakin menurunkan nilai NPSH tersedia 128 . jika saluran pada sisi hisap dipasang elbow lengkung 3 buah 900 (R/D = 2) dan pada ujung hisap dipasang katup dengan saringannya.8 m pompa beroperasi aman tanpa kavitasi. [2] Pengaruh dari tekanan dari zat cair yang dihisap. 30 0 C B. 12 meter 6. Zat cair cair yang dihisap pada tangki yang tertutup atau terbuka.4. [1] Pengaruh dari temperatur dari zat cair Tekanan uap dari zat cair dapat berubah menurut temperaturnya. Periksa kemungkinan terjadi kavitasi pada instalasi pompa seperti pada contoh soal. jika posisi lubang hisap pompa semakin naik menjadi A. Pada tekanan atmosfer yang rendah. NPSH tersedia juga rendah.6 m ≥ 2.4. Perubahan kondisi lingkungan akan mempengaruhi dari kinerja pompa. Soal : 1. Pada temperatur yang tinggi akan menaikkan tekanan uap dari zat cair sehingga akan mengurangi NPSH yang tersedia. Hal yang mempengaruhi NPSH yang tersedia Perancangan instalasi pompa harus banyak mempertimbangkan faktor faktor yang dapat mempengaruhi dari operasi pompa. C. Periksa kemungkinan terjadi kavitasi pada instalasi pompa seperti pada contoh soal. jika temperatur air yang dialirkan adalah : A. atau kondisi nstalasi pompa di tempat-tempat yang tinggi. pada i kondisi tersebut tekanan lingkungan rendah dibandingkan daerah lain. 400 C C. 8 meter B. semakin tinggi NPSH naik. khusunya pada perubahan dari NPSH tersedia. Periksa kemungkinan terjadi kavitasi pada instalasi pompa seperti pada contoh soal. maka NPSH yang tersedia juga dapat bervariasi pas dengan perubahan temperatur zat cair yang dihisap. [3] Kondisi ketinggian permukaan air pada tandon hisap relatif terhadap posisi hisap pompa.

Operasi pompa tidak terlalu berat dan sering dibongkar pasang secara ekonomis lebih menguntungkan menggunakan pompa poros mendatar. air berlumpur.C. head total pompa. Energi dari luar diubah menjadi putaran poros pompa dimana 129 . Pompa berukuran besar atau pompa khusus dapat digunakan untuk memenuhi kapasitas dan head yang dibutuhkan. 2. Putaran pompa juga harus memenuhi syarat aman dari kavitasi yaitu NPSH tersedia >= NPSH dperlukan. Jenis pompa poros mendatar atau tegak dapat menjadi pilihan dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : a. minyak bumi dan lainnya. Jika harga ns sudah diketahui menurut putarannya perlu diperiksa apakah masih dalam daerah yang pas dengan jenis pompa yang bersangkutan. maka kapasitas normal. permukaan air dalam. Dapat juga digunakan pompa-pompa berukuran sedang atau kecil produksi pabrik. Jenis pompa Pemakaian pompa untuk kapasitas dan head total tertentu dapat digunakan beberapa macam jenis pompa. 1. Daya dan Efisiensi Pompa Pompa merupakan mesin yang bekerja dengan menggunakan energi luar. pompa poros tegak menjadi pilihan utama. atau pompa harus bekerja otomatis dan luas ruangan yang tersedia untuk instalasi terbatas. d. permukaan hisap yang berfluktuasi. Pemilihan jenis pompa juga dapat berdasarkan pada kondisi pemasangannya seperti pompa yang digunakan untuk memompa zat acir khusus seperti air limbah. b. Dengan memakai putaran yang telah ditentukan. Kondisi pemasangan seperti mudah terkena banjir. maka putaran harus dipilih dari putaran standar yang ada untuk motor motor tersebut b. head normal pompa dan harga ns dapat ditentukaan. Jika menggunakan motor listrik sebagai penggerak pompa. Kerja.Putaran pompa Cara menentukan putaran pompa sebagai berikut . a. Jika pompa harus bekerja head hisap statis cukup besar. dan NPSH sudah ditentukan. selanjutnya putaran pompa dan jenis pompa dapat ditentukan juga. dapat menjadi pertimbangan untuk memilih pompa yang pas. c. D. Putaran dan jenis pompa Setelah kapasitas.5. Pemilihan pompa dengan putarannya harus dapat mengatasi kapasitas dan head yang diperlukan. dan juga pelaksanaan instalasi pompa harus memenuhi NPSH yang aman bagi timbulnya kavitasi.

98 Kopling hidrolik 0.15-0.95 Roda gigi 0. Perubahan energi dari satu kebentuk lainnya selalu tidak sempurna dan ketidaksempurnaan perubahan ini yang disebut dengan efisiensi. D.9-0.92-0. Dirumuskan dengan persamaan: berhubungan dengan kerja pompa.25 Motor Bakar Besar 0.1 faktor cadangan daya dari motor penggerak Motor Penggerak α Motor Induksi 0.95-0. Protor = ΣDayapengge rakXη motorpenggerak [3] Daya poros pompa atau daya efektif pompa adalah daya dihasilkan dari putaran rotor motor listrik dikalikan dengan efisiensi koplingnya. kerja berguna ini yang diterima air pada pompa.1-0. dihitung dengan persamaan: Pporos = di mana η transmisixProtor (1 + α ) η = efisiensi transmisi (tabel ) Protor = daya rotor (watt) Pr = daya poros ( watt) α = faktor cadangan (tabel) Tabel 5.impeler terpasang padanya.93 Sabuk V 0.97 [4] Daya air adalah kerja berguna dari pompa persatuan waktuya.2 Motor Bakar kecil 0.2 Tabel 5. Apabila pompa dengan kapasitas aliran sebesar Q dan head total H maka energi yang diterima air persatuan waktunya adalah: 130 .2 efisiensi berbagai jenis transmisi η Jenis Transmisi Sabuk rata 0.1 Definisi Ada beberapa definisi yang yaitu: [1] Efisiensi adalah perbandingan kerja berguna dengan kerja yang dibutuhkan mesin [2] Daya rotor (motor penggerak) adalah jumlah energi yang masuk motor penggerak dikalikan efisiensi motor penggerak. perumusan dari daya air adalah sebagai berikut.1-0.

Pair = γ ⋅ Q ⋅ H
di mana

γ = berat air persatuan volume N/m 3

Q = kapasitas (m3/dtk) H = head pompa (m) Pw = daya air (Watt)
[5] Efisiensi pompa didefinisikan sebagai perbandingan antar daya air dengan daya pada poros. Perumusan efisiensi adalah sebgai berikut:

η pompa =
η pompa =

P daya air = air daya pada poros Pporos

γ xQx H (1 + α ) η tranmisi xProtor

η pompa =

γ x Q x Hx (1 + α ) η transmisi xη motorpenggerak xΣdayapenggerak

Gambar berikut akan membantu memahami proses perubahan dari kerja pompa. Apabila semua satuan daya dikonversikan ke Horse power sehingga ada istilah-istilah sebagi berikut: − Untuk daya air dapat disebut Water Horse Power WHP − Untuk daya poros dapat disebut Brake Horse Power BHP − Untuk daya rotor dalam Horse power − Untuk daya penggerak masuk KW

kopling η Hp out BHp out WHp

motor listrik

Gambar 6.12 Pompa dan penggerak mula motor listrik

Contoh soal Sebuah pompa digunakan pada instalasi air pendingin pada sebuah pabrik. Dari data didapat head total pompa terpasang adalah 40 m, debit

131

aliran adalah 0,5 m3/menit. Pompa mempunyai efiseinsi kerja rata-rata 80%. Pompa digerakan dengan menggunakan motor bakar besar dengan transmisi yang digunakan adalah sabuk V. Apabila diketahui efisiensi motor bakar adalah 75%, berapa daya motor bakar yang digunakan penggerak pompa? Diketahui: H pompa = 40 m Q = 0,5 m 3/menit. η pompa = 80% η sabuk V = 95% [tabel] η motor bakar = 75% α penggerak = 0,15 [tabel] γ air = 1000 kg/m 3

η pompa =

γ x Q x Hx (1 + α ) η transmisi xη motorpenggerak xΣdayapenggerak γ x Q x Hx (1 + α ) η transmisi xη motorpenggerak xη pompa
1000 x

Σdayapenggerak =

0,5 x 40x (1 + 0,15) 60 Σ dayapenggerak = 0,95 x0,75 x0,8 Σ dayapenggerak = 0,67 KW
Soal : Seperangkat instalasi pompa menangani irigasi pada tambak udang. Debit yang dialirkan 2 m3/menit, head pompa = 10 m. Motor penggerak yang dipakai adalah motor bakar kecil dengan transmisi roda gigi. Daya penggerak adalah 1 KW dengan efisiensi 80%. Berapakah efisiensi kerja pompa pada kondisi tersebut?

E. Pemilihan Pompa
Penggunaan pompa pada industri, kantor atau rumah tangga harus seefektif mungkin sehingga kebutuhan daya penggerak dapat diminimumkan. Pemilihan pompa yang akan dipasang harus pas dengan kebutuhan. Kapasitas atau debit aliran dan head yang diperlukan untuk mengalirkan zat cair yang akan dipompa harus diketahui. Gejala kavitasi selama proses pemompaan juga harus diperhatikan, karena gejala ini akan menurunkan unjuk kerja pompa dan membutuhkan biaya perawatan yang besar. Utuk menghindari kavitasi tersebut, tekanan minumum pada sisi hisap pompa yang akan dipasang harus diketahui. Setelah mengetahui

132

tekanan hisap minimum kita dapat menentukan putaran pompa. Jadi dalam pemilihan pompa yang akan dipasang harus diperhatikan kebutuhan kapasitas aliran, head total aliran, dan putaran pompa. E.1 Kapasitas Kapasitas atau debit alian harus ditentukan terlebih dahulu menurut kebutuhan dari pemakai. Jadi harus dianalisis terlebih dulu seberapa besar debit zat cair yang dibutuhkan pemakai. Sebagia contoh pada rumah tangga kebutuhan air dalam sehari relatif lebih kecil dibandingkan kebutuhan air pada perkantoran atau industri.. E.2. Grafik kerja berguna Grafik hubungan antara head dan kapasitas adalah grafik dasar untuk memahami unjuk kerja dan operas pompa. Dari grafik tersebut menunjukkan bahwa dengan kenaikan kapasitas, head pompa akan menurun dan untuk kondisi sebaliknya, kenaikan head pompa, kapasitas menurun.

m3

m3
Gambar 6.13 Grafik kerja berguna E.3 Hal yang mempengaruhi efisiensi pompa Banyak faktor yang berpengaruh pada pompa sehingga dapat menurunkan atau menaikkan efisiensinya. Impeler merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh terhadap efisiensi pompa. Hal-hal berikut berhubungan dengan impeler pompa: a. b. c. d. e. Kecepatan impeler Diamter impeler Jumlah sudu impeler Ketebalan dari impeler udut pitch dari sudu impeler

133

Adapun faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi efisiensi pompa adalah sebagai: [1] Kondisi permukaan pada permukaan dalam pompa. Hal ini akan mempengaruhi harga dari kecepatan spesifik dari pompa. Memperbaiki kualitas dari permukaan dalam pompa akan memperkecil ns [2] Kerugian mekanis dari pompa Bantalan (bearing), paking (packing) dan sil (seal) dan lainnya dapat mengurangi energi dari poros pompa, sehingga dapat mengurangi efisiensi pompa. [3] Diameter impeler Mengurangi diameter impeler terpasang akan mengurangi efisiensi. Jadi tidak dibenarkan memotong impeler dari ukuran yang seharusnya. [4] Kekentalan zat cair. Pemiliha pompa yang tepat untuk zat cair yang akan dipompa akan menghindari operasi yang tidak tepat. Setiap zat cair memiliki kekentalan tertentu, dengan demikian pompa yang dioperasikan dengan zat cair dengan kekentalan melebihi dari yang seharusnya akan mengurangi efisiensi pompa. [5] Kondisi zat cair yang dipompa Apabila terdapat kandungan-kandungan material padat akan memperberat kerja pompa, sehingga pompa harus dirancang khusus, dengan demikian efisiensi pompa akan turun.

F. Kavitasi
F.1. Tekanan uap zat cair Tekanan uap dari zat cair adalah tekanan mutlak pada temperatur tertentu dimana pada kondisi tersebut zat cair akan menguap atau berubah fase dari cairan menjadi gas. Tekanan uap zat cair naik demikian juga dengan temperatur zat cair tersebut. Pada tekanan atmosfer temperatur pendidihan air pada suhu 100 0C, akan tetapi apabila kondisi tekanan zat cair tersebut diturunkan tekanannya di bawah 1 atm proses pendidihan memerlukan temperatur kurang dari 100 0C. Kondisi sebaliknya apabila kondisi tekanan zat cair naik labih dari 1 atm maka akan dibutuhkan temperatur yang lebih tinggi dari 100 0C Pada instalasi pompa penurunan tekanan terjadi disepanjang perpipaan terutama bagian pipa hisap, di dalam pompa sendiri penurunan tekanan pompa terjadi pada bagian nosel hisap, karena dibagian tersebut terjadi penyempitan saluran yang mengakibatkan kenaikan kecepatan dan penurunan tekanan. F.2. Proses kavitasi Dalam pembahasan mesin-mesin hidrolik termasuk pompa ada suatu gejala pada proses aliran zat cair yang cenderung mengurangi

134

apabila tekanan berkurang sampai cukup rendah. karena tekanannya berkurang sampai di bawah tekanan uap jenuhnya. maka pada keadaan head terendah harus diadakan pengamanan terhadap terjadinya kavitasi. Tempattempat bertekanan rendah atau berkecepatan tinggi mudah terjadi kavitasi. 135 .15]. 5.14. 3.16. Tidak dibenarkan untuk mengurangi laju aliran dengan menghambat aliran disisi hisap.unjuk kerja atau efisiensi dari pompa. Gejala kavitasi terjadi karena menguapnya zat cair yang sedang mengalir di dalam pompa atau di luar pompa. Kavitasi akan timbul apabila tekanannya terlalu rendah . kalau dioperasikan dalam jangka waktu lama akan terjadi kerusakan pada permukaan dinding saluran dan bagian pompa yang lainnya terutama impeler [gambar 6. Head total pompa harus ditentukan sedemikian hingga pas dengan yang diperlukan pada kondisi operasi yang sesungguhnya. Jika head pompa sangat berfluktuasi. sebaiknya diambil pipa yang berdiameter satu nomer lebih besar untuk mengurangi kerugian gesek. Permukaan dinding saluran akan berlubang-lubang karena erosi kavitasi sebagai akibat tumbukan gelembung gelembung yang pecah pada dinding secara terus menerus. Dalam beberapa hal terjadinya akavitasi tidak dapat dihindari dan tidak mempengaruhi performa pompa. Pipa Hisap harus dibuat sependek mungkin. 6. unjuk kerjanya mejadi turun. gejala tersebut adalah kavitasi. Pencegahan kavitasi Cara menghindari proses kavitasi yang paling tepat adalah dengan memasang instalasi pompa dengan NPSH yang tersedia lebih besar dari pada NPSH yang diperlukan. NPSH yang tersedia dapat diusahakan oleh pemakai pompa sehingga nilainya lebih besar dari NPSH yang diperlukan. 4. air pada suhu udara lingkungan yaitu sekitar 200 C-330 C akan mendidih dan menguap. 2. Air pada kondisi biasa akan mendidih dan menguap pada tekanan 1 atm pada suhu 1000 C. Gejala kavitasi yang timbul pada pompa biasanya ada suara berisik dan getaran. Jika terpaksa dipakai pipa hisap yang panjang. sehingga perlu dipilih bahan impeler yang tahan erosi karena kavitasi. F. terutama pada sisi hisap pompa [gambar 6. 6.17].3. Penguapan akan menghasilkan gelembung gelembung uap. Ketinggian letak pompa terhadap permukaan zat cair yang dihisap harus dibuat serendah mungkin agar head hisap statis lebih rendah pula. Berikut ini hal-hal yang diperlukan untuk instalasi pompa: 1.

16 Abrasi pada impeler 136 .15 Proses kavitasi Gambar 6.bagian tekan (difuser) tekanan tinggi gelembung-gelebung uap poros pompa nosel hisap tekanan rendah A Gambar 6.14 Proses kavitasi air ke luar pompa A air masuk pompa gelembung-gelebung uap Gambar 6.

JIka pompa tidak dioperasikan atau jarang diopersikan. karena akan lebih ekonomis . [A] Motor listrik 1. Pengaturan mudah g. Pemilihan Penggerak Mula Penggerak mula yang dipakai untuk meggerakan poros pompa dapat berasal dari dua macam tipe yang umum. b. Jika tenaga lisrik ada di sekitar instalasi pompa maka penggunaan listrik untuk penggerak pompa menjadi pilihan utama. yaitu motor listrik dan motor bakar. Keuntungan a. maka biaya penyambungan menjadi kendala utama dan pasti akan mahal 137 . Di bawah ini dijabarkan keuntungan dan kelebihan dari masing-masing penggerak mula tersebut. Ringan d. biaya beban tetap harus dibayar c. Masing-masing tipe mempunyai keuntungan dan kerugian untuk dipakai sebagai penggerak. Jika kondisi instalasi jauh dari sumber listrik. Tidak menimbulkan getaran e. Jika aliran listrik padam pompa tidak dapat dipakai sama sekali b. Pemeliharaan atau perawatan murah f.17 Kerusakan impeler karena kavitasi G. Kerugian a. Pengoperasiannya lebih mudah c. Tidak polusi suara dan udara 2.abrasi pecahan kerusakan akibat kavitasi Gambar 6.

motor listrik pompa Gambar 6. Biaya fasilitas tambahan lebih rendah c.18 Pompa tegak dengan penggerak motor listrik motor listrik pompa transmisi pondasi Gambar 6.19 Pompa dengan penggerak motor listrik [B] Motor torak 1. Mudah dipindah-pindah sampai daerah terpencil 138 .Keuntungan a. Operasi tidak bergantung dari tenaga listrik b.

2. Pengoperasian akan terganggu apabila pasokan bahan -bakar kurang d.Kerugian a. Memerlukan air pendingin yang jumlahnya lebih besar f. Mesin lebih mahal b.20 Pompa portable dengan penggerak motor bakar motor bakar pompa Gambar 6. Motor torak lebih berat dari pada motor listrik e.21 Pompa portable dengan penggerak motor bakar 139 . Biaya perawatan dan pemeliharaan akan mahal c. Getaran dan suara yang ditimbulkan sangat besar motor bakar pompa Gambar 6.

1 Roda gigi transmisi Jika putaran pompa lebih besar atau kecil dari sumber penggeraknya maka untuk memenuhi kebutuhan putaran yang tepat dipasang roda gigi transmisi.23 Instalasi pompa dengan sumber energi angin 140 . Roda gigi transmisi akan mengatur tingkat putaran pada pompa.G. Untuk pompa-pompa yang kecil dapat dipakai sabuk sebagai media transfer daya dari penggerak ke poros pompa. transmisi sabuk pompa Gambar 6.22 Penggunaan transmisi belt turbin angin head gesek dengan generator listrik tandon air pipa air kabel head tekan total head pemompaan ketinggian head air statis pemompaan dinding sumur pompa dengan motor listrik ke dalaman Gambar 6.

khususnya pada daerah dengan kecepatan angin tinggi. sehingga dapat diubah menjadi energi yang berguna untuk menggerakan pompa yaitu dengan pemasang turbin angin [gambar 6.24].23 dan 6.24 Pompa dengan penggerak mula turbin angin 141 . kecepatan angin dapat di atas rata-rata daerah lain. Memang ada kendala kalau kecepatan angin pada bulan-bulan tertentu sepanjang tahun tidak besar. Pompa banyak dipakai untuk drainase atau untuk aerasi pada tambaktambak.G. permasahan ketiadaan energi listrik untuk motor listrik mejadi teratasi. Pompa dengan penggerak turbin angin Turbin angin banyak dipakai sebagai penggerak pompa.2. Sebagai contoh pada daerah pantai. Tentunya dengan pemilihan penggerak mula yang dipakai adalah turbin angin. turbin angin poros penerus daya tandon air head gesek head tekan total head pemompaan ketinggian head pemompaan air statis dinding sumur ke dalaman pompa air Gambar 6. yang mengakibatkan kerja pompa tidak maksimal.

Pada operasinya. atau pompa harus melayani kebutuhan kapasitas yang besar dengan head yang rendah. disamping harus memenuhi head pompa. Pada titik ini menunjukkan bahwa head yang dibutuhkan sistem sama dengan head yang dapat diberikan pompa pada kapasitas yang sama. hal ini terjadi karena adanya perubahan kurva sistem S1 menjdi S2. Kenaikan tahanan pompa dapat terjadi karena katup pengaturan diperkecil pembukaannya. Head statis adalah head potensial dari beda ketinggihan permukaan dan beda tekanan statis pada kedua permukaan zat cair ditadah hisap dan ditadah ke luar. Head sistem adalah head yang diperlukan untuk megalirkan zat cair melalui sistem pipa.H. Pada Gambar 6. Head statis berubah dari Hst1 menjadi Hst2.27 menunjukkan perubahan dari titik kerja K1 mejadi K2.25. Dari grafik ini akan terbaca kemampuan dari pompa untuk memenuhi head pada kapasitas aliran tertentu. Pompa melayani kebutuhan head yang tinggi dengan kapasitas yang rendah. Kurva head laju aliran dari sistem berubah sebagai contoh karena head statis atau tahanan sistem pipa berubah.25 dapat dilihat terdapat titik perpotongan antara head pompa dengan sistem. head ini sama dengan head untuk megatasi kerugian gesek ditambah head statis sistem. Dari dua contoh di atas menunjukkan bahwa selama operasi pompa apabila terjadi perubahan head statis dan head kerugian gesek. seperti pompa harus dapat mengatasi head yang besarnya bergantung dari kapasitas atau laju aliran. Titik perpotong tersebut merupakan titik kerja pompa dan sistem.26 adalah contoh perubahan dari titik kerja. Kapasitasnya pun berubah dari Q1 menjadi Q2. 142 . Hubungan antara head dan kapasitas pompa dan sistem disajikan dalam grafik kurva head kapasitas seperti terlihat pada gambar 6. Dapat dilihat pada Gambar 6. ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan. Dari perubahan itu mengakibatkan kapasitas berubah dari Q1 menjadi Q2. akan menggeser kurva sistem dari pompa. pompa juga harus memenuhi head dari sistem instalasi. Apabila hal demikian terjadi maka titik kerja pompa sistem juga berubah. kurva sisitem berubah dari S1 ke S2 dan titik kerja berubah dari K1 menjadi K2. Dari grafik pada Gambar 6. Kurva Head Kapasitas Pompa dan Sistem Sebelum pelaksanaan instalasi pompa untuk keperluan tertentu. Sehingga titik kerja dari pompa juga akan berubah dan selanjutnya kapasitasnya pun berubah.

26 Kurva head pompa dengan variasi head statis 143 .25 Grafik kurva head kapasitas S (sistem) P (pompa) H (m) K2 head K1 S1 S2 Hst2 Hst1 kapasitas Q ( m ) 3 Q2 Q1 Gambar 6.P (pompa) head H (m) S (sistem) head tekanan (gesekan) head statis kapasitas Q ( m ) 3 Gambar 6.

28 head total.28 Grafik head kapasitas dengan variasi operasi pompa 144 melebihi normal .27 Kurva head pompa dengan kenaikan tahanan I.S (sistem) P (pompa) H (m) K2 K1 S2 S1 Hst2 kapasitas Q ( m 3) head Q2 Q1 Gambar 6.efisiensi dan daya (% harga normal normal kurang normal kapasitas (%) Gambar 6. Operasi Pompa pada Kapasitas tidak Normal Operasi instalasi pompa dengan melayani head tertentu akan berjalan normal dan mencapai harga efisiensi maksimum pada kapasitas aliran mencapai harga normal atau pada kapasitas penuh. seperti terlihat pada Gambar 6.

efisiensi operasinya rendah. Panas akan timbul pada impeler karena kurang pendinginan dari zat cair. Jadi.. Operasi dengan kapasitas tidak penuh Pompa yang beroperasi pada kapasitas tidak penuh akan timbul banyak permasalahan. daya poros yang diperlukan bertambah besar. ada dua kasus khusus operasi pompa yang tidak efisien. Gejala lain yang selalu muncul pada pompa dengan kapasitas aliran yang terlalu kecil atau bahkan mendekati nol. I. dan ini mengakibatkan kerugian. Kasus khusus yaitu pada kapasitas tidak penuh. Pada pompa volut dengan kondisi operasi tersebut gaya radial yang ditimbulkan sangat besar dan tidak seimbang. untuk operasi pompa pada kondisi kapasitas melebihi normal.29 Grafik head kapasitas pompa axial 145 . tetapi dengan head yang juga menurun. timbul suara dan getaran. Berikut ini penjelasan lebih lanjut kasus tersebut. daya poros bertambah turun. Untuk pompa radial pada kapasitas rendah.1. head total. Sebaliknya.efisiensi dan daya (% harga normal melebihi normal di bawah normal kapasitas (%) Gambar 6. pompa yang beroperasi pada kapasitas tidak penuh atau berlebih.Dari grafik di atas. pada pompa aksial daya poros semakin besar [Gambar 6. apabila pompa beroperasi lama akan menyebabkan poros pompa patah. dan ini adalah kerugian operasi. akibatnya efisiensinya menjadi turun. yaitu pompa akan mejadi panas.29]. gaya radial menjadi besar.

hal ini dilakukan untuk mencegah naiknya temperatur melebihi batas normal. Untuk mengatasinya. I.cara pengaturan. dan dapat mengakibatkan kerusakan. khususnya impeler. daya poros yang dibutuhkan akan naik. Kontrol Kapasitas Aliran Kebutuhan pelayanan kapasitas operasi pompa tidak selalu tetap. Berikut ini diuraikan cara. dengan kenaikan kapasitas aliran efisiensi menurun dan daya poros naik. pada kondisi ini penguapan zat cair sangat banyak dan menimbulkan kerusakan pada komponen pompa. J.Panas yang timbul pada operasi kapasitas tidak penuh akan terbawa aliran.5 pada pompa sentrifugal. khusus untuk pompa yang digunakan untuk pengisi ketel. kenaikan yang diizinkan harus diperhitungkan atas dasar kondisi dimana tidak akan terjadi penguapan pada ruang pengimbang. maka kerugian akan meningkat. Apabila pompa beroperasi dalam keadaan katup tertutup atau terbuka sangat kecil. tetapi disesuaikan dengan kebutuhan. Permasalahan lain yang timbul adalah terjadi kavitasi. Kerusakan akan lebih parah pada operasi pompa dengan zat cair panas. karena NPSH yang diperlukan akan naik. Hal ini mengakibatkan temperatur pompa akan naik dengan cepat. untuk itu. sedangkan panas yang dibawa ke luar sangat sedikit. Jika hal tersebut tidak dilakukan. temperatur akan naik dan menyebabkan kesulitan seperti kavitasi. Operasi dengan kapasitas melebihi normal Permasalahan akan timbul pada operasi pompa dengan kapasitas melebihi normal atau di atas titik efisiensi optimumnya. perlu dipilih motor penggerak berdaya besar. 146 . Untuk mengatasinya perlu disediakan NPSH pada laju aliran maksimum yang lebih besar dari pada NPSH yang diperlukan. Kenaikan temperatur pompa dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Δt = (1 − η )H 427η dimana Δt = adalah kenaikan temperatur ( 0C ) η = efisiensi pompa pada titik operasi H = head total pompa pada titik operasi Apabila pompa dengan head tinggi dioperasikan pada kapasitas rendah. motor akan mengalami pembebanan berlebih. Kenaikan temperatur yang diizinkan adalah 10 0C. sehingga kapasitas aliran harus diatur untuk menyesuiakan kebutuhan. Jika pompa sentrifugal dengan n rendah dan dioperasikan pada s kondisi kapasitas melebihi normal. sehingga mampu mengatasi operasi pompa yang berlaku. Dapat dilihat pada Gambar 6.2. sebagian zat cair terpaksa harus dibocorkan ke luar bila laju aliran sangat kecil.

Laju aliran diatur dengan menghambat aliran dengan mengubah-ubah pembukaan katup. Berbagai macam tipe katup untuk kontrol kapasitas dapat dilihat pada Gambar 6. selanjutnya pembukaan diperkecil sehingga kurva karakteristik menjadi S1. terutama pada sisi pipa ke luar pompa.J. pembukaan katup paling sempit pembukaan katup penuh Gambar 6. Titik operasinya akan berubah dari Po sampai P5. Pengaturan katup Pada instalasi pompa terdapat katup-katup untuk pengaturan kapasitas.31 dapat dilihat dengan mengubah-ubah katup kapasitas aliran berubah dari Q0 sampai Q5.31 Kurva head kapasitas dengan pengaturan katup 147 .1. sampai S5.30 Berbagai macam katup Pada grafik head kapasitas operasi pompa pada Gambar 6. Jika katup dibuka penuh maka mempunyai kurva karakteritik S0.30 Forged Copper Ball Valve Globe Valve External Skrup Ball Valve katup kontrol Gambar 6.

32 Kurva head kapasitas dengan pengaturan putaran J. J. Dari uraian di atas. Pengaturan sudut sudu impeler Untuk pompa-pompa yang besar dan bekerja pada instalasi pompa dengan kapasitas besar. kerugian yang ditimbulkan besar. Titik operasi berubah dari P0 sampai P2. Dapat dilihat pada grafik head kapaitas pada Gambar 6. kapasitas aliran semakin dikurangi. kapasitas akan berubah dari Q0 sampai Q2. 148 . Dengan kata lain. Untuk mengatur putaran dapat dilakukan dengan mengatur putaran motor penggerkanya. dengan mengubahubah putaran pompa dari n0. atau dengan mengubah perbandingan putaran pada alat transmisi daya porosnya. dapat mengubah kurva H dari pompa. pengaturan kapasitas dapat dilakukan dengan mengatur sudut sudu impeler.2.32. tidak mengubah kondisi saluran instalasi pompa. akan tetapi timbul tahanan katup sehingga menaikkan kerugian daya. Pengaturan putaran Pengaturan kapasitas dengan katup seperti telah diuraikan di atas. sehingga tidak ada kenaikan tahanan aliran. Pengaturan kapasitas dengan putaran memberikan kerugian yang lebih kecil dan efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan katup. sehingga titik perpotongan antara kurva H pompa dengan kurva H -Q -Q sistem menjadi bergeser. tahanan katup semakin besar dan kerugian head juga akan semakin besar.3. sampai n2. kondisi head turun Gambar 6. -Q sehingga titik perpotongan dengan kurva H-Q sistem berubah. pengaturan kapasitas dengan cara mengubahubah putaran pompa akan mengubah kurva karakteristik H-Q pompa. hal ini karena perubahan kapasitas aliran dengan metode ini. Pada gambar 6.33 dapat dilihat bahwa dengan mengubah sudut sudu.Dengan mengubah-ubah pembukaan katup kapasitas aliran mejadi berubah. terutama kerugian head aliran.

pengaturan sudut sudu impeler hanya mudah diterapkan untuk pompa yang besar. sering digunakan beberapa buah pompa untuk melayani kebutuhan laju aliran yang besar.34 Kurva head kapasitas dengan pengaturan jumlah pompa 149 . titik operasi pompa -Q pun bergeser dari P1 sampai P Dengan memasang pompa semakin 5. Pengaturan kapasitas dengan model ini sangat efektif terutama untuk perbedaan yang besar antara head statis sistem dan head statis pompa. dari Q1 sampai Q5. kapasitas aliran yang dihasilkan pun berubah dari Q0 sampai Q5. Kurva H pompa akan bervariasi. Pengaturan jumlah pompa Pada pusat instalasi pompa dengan kapasitas besar. Pada gambar adalah grafik H-Q instalasi pompa dengan 4 buah pompa dipasang paralel.Gambar 6. Tetapi. untuk pompa berukuran kecil akan mengalami kesukaran. J. Gambar 6.4.33 Kurva head kapasitas dengan pengaturan sudut impeler Karena titik perpotongan yang merupakan titik operasi pompa bergeser. Dengan demikian perubahan kebutuhan kapasitas pompa dapt dilakukan dengan mengurangi atau menambah jumlah pompa. banyak kapasitas alirannya semakin besar.

Pengaturan kapasitas dengan reservoir atau tandon 150 . Pengaturan dengan reservoir atau tandon Pengaturan kapasitas aliran pompa dapat dilakukan dengan memasang tandon sebagai penumpul air sementara. apabila jumlah air di dalam tangki surut sampai level tertentu. pompa secara otomatis akan bekerja untuk mengisi tangki tersebut sampai level air yang ditentukan.J. tandon air lantai atas perpipaan pelayanan air per tingkat dari sumber air lantai bawah pondasi pompa tandon bawah Gambar 6. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk pengaturan laju aliran model ini yaitu: [1] Penyedian air dengan tangki atas Model penyedian kapasitas aliran jenis ini dilakukan dengan memasang sebuah tangki atas dipuncak gedung-gedung atau di atas menara air. Pompa bekerja secara otomatis untuk mengisi tangki atas.35. Dari tangki atas air dibagikan ke tempat-tempat yang membutukan. kemudian air didistribusikan ke tempat yang membutuhkan pas dengan kapasitasnya. Kapasitas aliran diatur dengan memasang katup pada masing-masing jalur pipa sehingga pas dengan yang dibutuhkan.5.

[2]Penyedian air dengan tangki tekan Pelayanan air dengan kapasitas aliran yang dapat diatur dengan metode tangki tekan sangat efektif apabila pompa yang beroperasi tidak dapat melayani tempat-tempat yang tinggi. dipasang didekat pompa. dari sumber air pompa tandon bawah tangki tekan Gambar 6. Pompa bekerja otomatis merespon dari tekanan yang berkurang di dalam tangki tekan. Air dari sumber air dipompa ke tangki tekan kemudian disalurkan ketempat-tempat yang membutuhkan. Metode menggunakan tangki tekan. yang berupa bejana tertutup.36 Pengaturan kapasitas dengan tangki tekan 151 . Pemasangan kompresor akan sangat membantu untuk menyupali udara tekan ke tangki tekan. Udara mencegah pompa beroperasi secara berulang-ulang karena merespon tekanan di dalam tangki tekan. Atau head yang dimiliki pompa kecil untuk melayani head dari sistem.

NPSH tersedia ≥ NPSH yang diperlukan 7. Penggerak mula yang dipakai untuk meggerakan poros pompa dapat berasal dari dua macam tipe yang umum yaitu motor listrik dan motor bakar 152 . 6. daya poros. Pengurangan head yang dimiliki zat cair pada sisi isapnya dengan tekanan zat cair pada tempat tersebut dinamakan Net Positif Suction Head (NPSH) atau nilai head positif neto. dan efisiensi pompa terhadap kapasitasnya 3. Kurva karakteristik menyatakan besarnya head total pompa. Pengaruh dari tekanan dari zat cair yang dihisap. Kecepatan spesifik ns adalah kecepatan putar yang sebenarnya n dari pompa pembanding yang mempunyai geometri sudu-sudu impeler sebangun dan dapat menghasilkan tinggi kenaikan H = 1m dan Q = 1 m/dt3. Diamter impeler c. Kerugian gesekan pada sisi isap. percabangan. 2.Rangkuman 1. Head kerugian yaitu head untuk mengatasi kerugian kerugian yang terdiri dari kerugian gesek aliran didalam perpipaan. sudut pitch dari sudu impeler 9. Hal yang mempengarui NPSH yang tersedia a. Kecepatan impeler b. Pengaruh dari temperatur dari zat cair b. Ketebalan dari impeler e. dan head kerugian didalam belokan-belokan (elbow). Hal yang mempengarui efisiensi pompa a. semakin tinggi NPSH naik. d. Jumlah sudu impeler d. c. semakin besar kerugian gesek pada sisi isap akan semakin menurunkan nilai NPSH tersedia 8. Kondisi ketinggian permukaan air pada tandon isap relatif terhadap posisi isap pompa. Untuk menghindari kavitasi pada pompa harus dipenui persyaratan berikut . dan perkatupan (valve) 5. 4. Head statis adalah penjumlahan dari head elevasi dengan head tekanan.

Jelaskan tentang NPSH ! 5. Jelaskan tentang Head total pompa dan sebutkan faktor-faktor yang mempengaruinya! 3. coba anda jelaskan ! 153 .Soal 1. Jelaskan tentang kecepatan spesifik pompa! dan bagaimana kalau ada dua buah pompa mempunyai kecepatan spesifik yang sama? 2. Sebutkan faktor-faktor yang mempengarui performansi pompa! 4. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai NPSH tersedia adalah perubahan temperatur lingkungan instalasi.

sambungan. Di bawah ini diuraikan beberapa kemungkinan yang terjadi pada operasi pompa yang berhenti bekerja apabila listrik mati . terlihat apabila terjadi gangguan operasi pompa. masalah yang akan timbul adalah terjadi lonjakan tekanan yang tiba-tiba karena aliran terhalang dan berhenti.katup. misalnya katup. timbul tekanan yang melonjak dan diikuti fluktuasi tekanan di sepanjang pipa untuk beberapa saat. kemudian terjadi benturan air pada p eralatan. Kerusakan-kerusakan tersebut diakibatkan oleh gangguan-gangguan yang terjadi selama pompa beroperasi. Benturan Air (Water Hammer) Gejala benturan air sering terjadi pada operasi pompa dan pada kondisi ini banyak menimbulkan kerusakan pada peralatan instalasi. masalah akan timbul apabila listrik tiba-tiba mati yaitu motor listrik tidak bekerja. akibatnya pompa akan berhenti mendadak. yang biasa digunakan yaitu motor listrik atau motor bakar. dan komponenkomponen dalam pompa sendiri. poros pompa menggunakan penggerak dari luar. maka katup menutup penuh secara tibatiba. A. Dari dua sebab tersebut di atas. pipa-pipa. Aliran air akan terhalang impeler sehingga mengalami perlambatan yang mendadak. jatuhnya tekanan juga dapat menyebabkan kerusakan. hal tersebut menyebabkan lonjakan tekanan pada pompa dan pipa. Selama pompa beroperasi. Khusus untuk pompa yang meggunakan motor listrik sebagai penggeraknya. Karena kondisi tersebut. 154 . jika pengaturannya tidak benar. Kerusakan yang timbul disamping karena lonjakan tekanan. Benturan air dapat terjadi karena dua sebab yaitu: 1. Pompa mendadak berhenti bekerja Sebab pertama banyak terjadi pada waktu pengaturan kapasitas aliran. surging dan fluktuasi tekanan. Gangguan-gangguan yang sering terjadi adalah benturan air. Benturan air terjadi karena pada aliran terjadi kenaikan dan penurunan tekanan secara tiba-tiba. aliran akan terhenti dan seolah-olah zat cair membentur katup.BAB 7 GANGGUAN OPERASI POMPA Pada instalasi pompa sering dijumpai berbagai kerusakan peralatan. Penutupan katup secara tiba-tiba 2.

2 Pencegahan benturan air Proses terjadinya benturan air yaitu karena head pompa tidak dapat mengatasi head sistem sehingga terjadi tekanan negatif pada sisi ke luar pompa. A. dengan kata lain pompa bekerja sebagai turbin. Penguapan zat cair akan menghasilkan banyak gelembung-gelembung uap air yang dapat pecah dan menghantam dinding pipa atau pompa sehingga menimbulkan kerusakan. impeler setelah listrik mati tetap berputar tetapi akan segera berhenti secara berangsur angsur. [2] Pompa yang dilengkapi dengan katup pada sisi ke luar pompa. Di dalam pompa. 3. perpipaan dan pompa dapat pecah karena lonjakan tekanan. Pada waktu terjadi tekanan negatif pada aliran sisi ke luar pompa. Pada waktu listrik padam. Aliran balik dengan tekan positif akan membentur impeler pompa dan akan memutar impeler dengan putaran yang berlawanan dengan kerja pompa normal. Head pompa tidak lagi mengatasi head dari sistem mengakibatkan tekanan pada sisi ke luar pompa menjadi negatif. Peralatan instalasi pompa seperti katup. Kerusakan akibat benturan air Kerusakan yang ditimbulkan dari benturan air seperti yang telah disebutkan di atas adalah sebagai berkut : 1. Selanjutnya terjadi kenaikan tekanan yang drastis yang 155 . 4. Katup ini akan merespon aliran balik dengan langsung menutup aliran. pipa dapat mngempis dan pecah. Apabila instalasi pompa tidak diberi pengaman sehingga terjadi aliran balik yang akan memutar impeler pompa. Karena aliran terhenti sehingga head dan kapasitas menjadi hilang.[1] Pompa tidak dilengkapi katup pada sisi ke luar. kondisi ini menyebabkan aliran balik dari pipa sisi ke luar menuju pompa. Tekanan yang tadinya negatif menjadi positif pada pipa sisi kel uar pompa. A. kondisi ini mengakibatkan kerusakan pada motor penggeraknya. kondisi ini menyebabkan aliran balik dari sisi ke luar pompa menuju pompa. pompa tiba-tiba berhenti. 2. [3] Pompa dilengkapi dengan katup yang dapat diatur. Tekanan negatif yang timbul dapat menyebabkan penguapan zat cair apabila tekanan tersebut di bawah tekanan uap zat cair. putaran ini berkebalikan dari putaran normal pompa. tetapi impeler masih berputar karena gaya kelembaman bagian yang berputar. Putaran ini kan segera berhenti karena energi kinetiknya terserap air. Pemasangan katup ini akan mencegah aliran balik dari sisi ke luar pompa menuju pompa.1. Pemasangan katup pada sisi ke luar pompa untuk mencegah aliran balik akan lebih efektif apabila katup tersebut dapat diatur sehingga penutupannya tidak tiba-tiba sehingga alirannya tidak berhenti mendadak dan lonjakan tekanan dapat dihindari.

bagian atas bejana terisi udara bertekanan. Gejala Surjing Gejala surjing sering terjadi pada operasi pompa. Atau. sehingga pada waktu pompa head nya menurun tidak sampai terjadi surjing. sehingga pada waktu pompa mati impeler dapat terus berputar dan berhenti perlahan-lahan. [2] Pecegahan timbulnya lonjakan tekanan a. sehingga dihindari aliran balik yang besar. Penggunaan katup cegah (penutupan cepat). untuk mencegah terjadinya benturan air. Jenis katup yang biasa dipakai adalah jenis katup jarum. roda gaya tersebut dapat menyimpan energi. Memperbesar ukuran pipa. 156 . e. B. Roda gaya pada poros pompa. udara bertekanan akan e langsung mengisi sehingga tekanan tidak terlalu jatuh. katup ini dipasang ditempat dimana terjadi tekanan negatif sehingga udara dari atmosfer masuk ke dalam pipa untuk menyeimbangkan tekanan di dalam pipa dan di luar pipa. laju aliran berubah-ubah secara periodik dan pada aliran terjadi fluktuasi tekanan. Kamar udara. dengan demikian lonjakan tekanan dihindari. b. Untuk mecegah surjing harus dipilih pompa dengan head yang cukup tinggi. Hal ini dapat mencegah penurunan tekanan yang berlebihan. Penggunaan katup kontrol (penutupam lambat). c. katup putar dan katup kupu-kupu. [1] Pecegahan timbulnya tekanan negatif a. katup tersebut harus mampu mengontrol aliran agar tidak berhenti mendadak. Pada pemasangan katup pada sisi ke luar pompa untuk menahan aliran balik menuju pompa. Apabila terjadi t kanan negatif. dengan memperbesar ukuran pipa kecepatan aliran akan berkurang sehingga gaya yang ditimbulkan karena benturan akan berkurang. d. Penggunaan katup pelepas tekanan. tekanan negatif dan lonjakan tekanan harus dicegah.menuju impeler pompa. Bentuk pipa pada sisi ke luar harus menjamin tidak terjadi pemisahan kolom zat cair. Berdasarkan kondisi tersebut. Gejala ini timbul karena pompa beroperasi dengan head yang semakin menurun dan head sistem yang naik. kamar udara ini berbentuk bejana tertutup yang terisi air sampai ketinggihan tertentu. Pada permulaan bekerja katup tersebut harus mampu mencegah lairan yang menuju impeler. Katup laluan udara. b. kemudian selanjutnya menutup perlahan lahan sehingga aliran tidak berhenti mendadak dan lonjakan tekanan tidak terjadi. head pompa tidak mampu mengatasi head dari sistem secara normal. Katup ini harus menutup sesaat sebelum aliran balik terjadi. Katup pelepas tekanan dipasang pada jalur pipa untuk mengurangi lonjakan tekanan dengan cara melepaskan tekanan c.

pada jalur ke luar pompa d ipasang peredam bunyi yaitu kamar ekspansi. Denyut yang terus-menerus akan dirasakan sebagai fluktuasi tekanan yang merambat pada zat cair di dalam pipa ke luar. yang apabila setiap kali impeler berputar dan melewati daerah ini. Di dalam pompa ada daerah antara sisi luar impeler dan ujung dari volut (cut water). tekanan zat cair akan berdenyut. sehingga pada waktu pompa head nya menurun tidak sampai terjadi surjing. 3. khususnya pada pompa volut. Apabila denyut tekanan zat cair beresonansi dengan kolom air menyebabkan getaran dan bunyi. Untuk mecegah surjing harus dipilih pompa dengan head yang cukup tinggi.C. Ganguan-gangguan yang sering terjadi adalah benturan air. Kamar ekspansi akan memotong rambatan gelombang dari fluktuasi tekanan sehingga tidak sampai beresonansi dengan kolom air. 2. Untuk mencegah fluktuasi tekanan antara pompa dan jalur pipa ke luar.1 Fluktuasi tekanan pada pompa volut Rangkuman 1. Tekanan Berubah-ubah Gejala tekanan yang berubah-ubah atau berfluktuasi sepanjang aliran banyak terjadi pada pompa sentrifugal. surging dan fluktuasi tekanan. 157 . bagian tekan cut water aliran berdenyut rumah volut Gambar 7. Salah satu cara mencegah bentyran air yaitu memperbesar ukuran pipa.

Soal. Sebutkan cara-cara mengatasi gangguan tersebut ! 3.4. 2. 1. Sebutkan macam macam ganguan pada pompa dan kerusakan apa yang terjadi apabila gangguan-gangguan tersebut tidak segera diperbaiki. pada jalur keluar pompa dipasang peredam bunyi yaitu kamar ekspansi. Untuk mencegah dari fluktuasi tekanan antara pompa dan jalur pipa keluar. Jelaskan tentang Cut Water. apa pengaruhnya terhadap operasi pompa ! 158 .

Bernnet NB. Fundamentals and Technology of Combustion. John Wiley and Sons Ltd. Silalahi. 2000. Journal of the World Renewable Energi.. 2007. Heat Transfer and Fluid Flow. H.. "Renewable Energi". J. Y. Pompa dan Kompresor.. Hanpat Rai and Sons.. P. Dietzel.Lampiran : A DAFTAR PUSTAKA Ackermann. U.New York. Cengel. M. Bimbingan Teknis Calon Ahli K3 Sumakmur PK. 1993. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo Sularso dan Tahara. Jakarta Pradnya Paramita.Thermodynamics An Engineering Approach. The Ronald Press Company.A. 1996. Doe Fundamental Handbook of Thermodinamic. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 1997.Teori dan Perancangan Steam Turbines. T. Jakarta: PT. UK Shlyakin. R.C Mathur.L. Washington D. 1996. F. McGraw Hill. Delhi India. Gunung Agung ------------. England. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. 2005.Turbin.. Anonamius. A course in Internal Combustion Engine. Departement of Energy. Doland. dan Sharma.J.McGraw Hill. 1999. Hydro Power Engineering. Keselamatan Kerja & Pencegahan Kecelakaan. 1995. Edisi 3. New York. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah. Gunung Agung A-1 .S. A..1984. Pompa dan Kompresor .M. El-Mallahawy.A. Wind Power in Power Sistem. 1992. Jakarta: PT. Jakarta Erlangga. Nai Sarak Sayig. 2005.. 1980. Jakarta Erlangga.. 2000. F.P. Edisi 5 .

....................2 Profil tegangan dan regangan ........ 13 Gambar1................ 20 Gambar 2..................18 Kontruksi dasar dari pemasangan transmisi....................17 Poros dengan penggunaannya ......................24 Blok mesin dari besi cor.......................................4 Cetakan pasir dan hasil dari pengecoran ............................... 5 Gambar 1.........3 Penuangan besi cor........... 7 Gambar 1............20 Model transmisi roda gigi....................... 12 Gambar 1.............................Lampiran : B DAFTAR GAMBAR Gambar 1.........8 Roda gigi metrik........... 6 Gambar 1................... 6 Gambar 1.................................................................................................................................... 7 Gambar 1................................. 9 Gambar 1........................................................................................................ 6 Gambar 1......7 Rem Tromol ....14 Klasifikasi Bantalan.................1 Tanur tinggi .................................3 Radius kurva.............. 14 Gambar 1.... 19 Gambar 2...10 Roda gigi helik ............................................................... 11 Gambar 1.........11 Roda gigi dobel helik ................... 12 Roda gigi Bevel....................9 Roda gigi spurs............................4 Torsi pada batang pejal ..... 12 Gambar 1...............25 Amplitudo getaran besi cor dan baja ..... 0 Gambar 1..21 Tramisi rantai ................... 5 Gambar 1..................19 Instalasi kompresor dengan dan tanpa transmisi ..............................................1 Profil tegangan dan regangan ............... 15 Gambar 2....................... 3 Gambar 1...... 4 Gambar 1...................................5 Torsi pada batang berlubang.....22 Macam-macam sabuk ...........................................13 Roda gigi cacing ........ 20 B1 .... 1 Gambar 1............................................16 Macam-macam Poros......15 Klasifikasi Pegas....................... 2 Gambar 1. 14 Gambar 1............ 8 Gambar 1.. 4 Gambar 1.................. 5 Gambar 1..6 Rem Cakram................................................................................................................ 15 Gambar 1......................................................................23 Furnace dengan pemanas listrik........................................ 13 Gambar 1................

........................................................35 Gambar 2....35 Gambar 2..21 Gambar 2.........20 Energi mekanik poros turbin gas..............41 Gambar 2........25 Tranfer energi panas dari tungku ke air di panci ..11 Proses pembubutan ........12 Macam-macam Pahat ................6 Alat yang dipakai dalam kerja bangku.....................21 Perubahan energi pada motor bakar......39 Gambar 2..28 Mesin-mesin konversi energi dengan kerja poros.................33 Gambar 2.......15 Mesin bubut CNC .........27 Gambar 2.......23 Gambar 2.................24 Gambar 2.......................43 B2 ..................40 Gambar 2..........32 Gambar 2....................................32 Konversi energi pada turbin ........35 Diagram p-V proses volume konstan ............26 Energi mekanik pergeseran translasi (linier) ......21 Gambar 2.......36 Gambar 2.............14 Pahat untuk mesin fris..................................... 13 mesin CNC fris vertikal.....................25 Gambar 2.23 Konversi energi pada pompa atau kompresor ........................................ gas.............37 Gambar 2.......................................34 Gambar 2.........................23 Gambar 2...............25 Gambar 2.....27 Energi mekanik pergeseran rotasi ( angular) ..5 Hasil proses pembentukan...42 Gambar 2..........................................................16 Grafik proses keadaan termodinamik.....................................................31 Gambar 2.....................................22 Konversi energi pada turbin ( uap...............................................................air) ......34 Gambar 2..28 Gambar 2......................Lampiran : B Gambar2......24 Pompa sebagai mesin Konversi energi .......39 Gambar 2...26 Gambar 2...............................10 Mesin bubut dengan pirantinya ................19 Energi atau kerja pada piston........................33 Konversi pada pompa .........30 Proses perubahan energi pada sistem terbuka........26 Gambar 2... 7 Mesin bor duduk.......29 Dinamika perubahan energi pada suatu benda kerja..........9 Mesin potong......................................31 Proses perubahan energi pada sistem tertutup ........36 Ganbar 2....38 Gambar 2.................22 Gambar 2.................34 Skema sederhana dari hukum termodinamika II...8 Mesin gergaji ..................

.......... 72 Gambar 4.. 50 Gambar 2........... 60 Gambar 2..........................43 Perubahan energi pada penampang pipa ..............46 Profil saluran fluida E....... 80 Gambar 4.45 Penambahan energi pompa ke aliran.52 Proses destilasi bahan-bakar cair.................40 Hubungan tekanan pengukuran..49 Proses penguapan dan pelepasan panas .......2 Segitiga Api (Triangle of Fire) ......... 78 Gambar 4...7 Pelindung penghapus ................ 44 Gambar 2............................................ 79 Gambar 4...... 47 Gambar 2.....41 Hubungan ketinggian dengan tekanan .................................................................................37 Diagram p-v proses temperatur konstan ................................4 Pena Rapido ..50 Proses perpindahan kalor radiasi pada jendela rumah ................ dan tekanan atmosfer...................... 48 Gambar 2.......................... 51 Gambar 2...........................53 Mesin uji nilai oktan CFR ......38 Diagram p-v proses adiabatik .........42 Gerak fluida pada fluida yang diam ...................................................................... 80 Gambar 4.......1...................5 Satu set pengaris........................Berbagai macam alat pelindung diri .............. 61 Gambar 2............................................................... 56 Gambar 2.39 Diagram p-v proses politropik ...6 Kondisi aliran fluida cair....................... 78 Gambar 4.......................44 Profil aliran fluida ........................................... 63 Gambar 3......... 53 Gambar 2................ 69 Gambar 3................................ tekanan absolute........... 81 B3 .... 56 Gambar 2............1 Meja gambar...........................36 Diagram p-v proses tekanan konstan .............................. 53 Gambar 2...................51 Proses pengolahan minyak bumi.............. 55 Gambar 2..2 Cara menempel kertas pada meja gambar ...47 Pola aliran Laminar dan turbulen.... 45 Gambar 2........ 54 Gambar 2.............................................. 44 Gambar 2..... 49 Gambar 2.......Lampiran : B Gambar 2........6 Jangka ...........48 Perpindahan kalor konduksi pada sebuah plat................3 Bentuk pensil .. 77 Gambar 4.......................... 45 Gambar 2......

.............................90 Gambar 4...Lampiran : B Gambar 4.........13 Proyeksi.............................93 Gambar 4........................100 Gambar 5....................7 Klasifikasi pompa berdasarkan jumlah aliran masuk ........................86 Gambar 4...................................................................24 Pandangan Ortogonal ...........30 lambang pengerjaan..............29 Keterangan Gambar Ulir ...............................82 Gambar 4..........................................27 penyajian ulir lengkap.......87 Gambar 4...................23 titik hilang prespektif.......101 B4 ....84 Gambar 4.........4 Perubahan energi zat cair pada pompa ....86 Gambar 4.................................19 Proyeksi isometri ........2 Instalasi pompa rumah tangga ...............17 Trimetri ......81 Gambar 4............5 Klasifikasi pompa berdasar bentuk impeler..................................88 Gambar 4..1 Instalasi Pompa........15 Isometri................25 penyajian gambar poros..........83 Gambar 4..............................................85 Gambar 4..........................26 Ukuran beserta toleransinya ......................................................98 Gambar 5................................................................................. 28 Penyajian gambar ulir.....18 sumbu isometri ...........21 Proyeksi Isometri dan Proyeksi miring ........................................100 Gambar 5.......22 cara pandang gambar prespektif......8 Mal lengkung .....92 Gambar 4........................96 Gambar 5.................92 Gambar 4....................................83 Gambar 4....14 Proyeksi aksonometri dan ortogonal .............................99 Gambar 5..............................31 Gambar AutoCad ........................................20 Proyeksi miring..12 Kop Gambar dengan bingkainya......................82 Gambar 4................................98 Gambar 5.............................................................................................................................................6 Klasifiaksi pompa berdasar rumah pompa .................89 Gambar 4...............................................................97 Gambar 5..87 Gambar 4.........................................85 Gambar 4.16 Dimetri ....................................91 Gambar 4........11 Gambar Isometris Komponen .........93 Gambar 4.....81 Gambar 4.......88 Gambar 4..............10 Gambar proyeksi amerika ..........................................................................................84 Gambar 4.9 Hasil mal lengkung ........3 Proses pemompaan ......

.........21 Pompa lumpur (slurry) .. 126 Gambar 6..4 Grafik karakteristik pompa dengan ns sedang ......................16 Pompa viscous .......................5 Grafik karakteristik pompa dengan ns besar........................ 101 Gambar 5.................................................................................... 110 Gambar 5................... 116 Gambar 6...............................................18 Volut tunggal dan ganda................. 119 Gambar 6......... 108 Gambar 5..10 Head kecepatan................. 131 Gambar 6.................................14 Konstruksi pompa khusus...22 Pompa volut LFH ......... 110 Gambar 5. 104 Gambar 5.................. 119 Gambar 6........2 Harga ns dengan bentuk impeler dan jenis pompa...... 102 Gambar 5................. 103 Gambar 5...........20 Pompa reccesed impeller ............................... 115 Gambar 6.........................................6................................12 Pompa dan penggerak mula motor listrik .....17 Cut Water.......... 102 Gambar 5....................... 118 Gambar 6..........................Lampiran : B Gambar 5.......8 Pompa satu tingkat .............. 112 Gambar 6. 106 Gambar 5................................6 Head statis total ........................ 133 B5 ...10 Pompa horizontal...11 Koefesien kavitasi............................................................ 103 Gambar 5........................................... 111 Gambar 5..................... [b] ujung mengambang .........................13 Konstruksi pompa ..........9 Pompa banyak tingkat ( multistage) ...................11 Pompa vertikal ...........13 Grafik kerja berguna .9 Head statis buang [A] ujung terbenam........................8 Head statis hisap [A] pompa di bawah tandon....................... 114 Gambar 6............... 120 Gambar 6.............................15 Pompa sembur ( jet pump) ........................................................................... [b] pompa di atas tandon ........7 Head statis total p1 = p2 = 1 atmosfer (tandon terbuka)118 Gambar 6........12 Pompa sumuran kering dan basah. 105 Gambar 5... 116 Gambar.. 109 Gambar 5........................3 Grafik karakteristik pompa dengan ns kecil.................. 109 Gambar 5.......................... 113 Gambar 6........1 Ukuran-ukuran dasar pompa .......................19 Pompa Chopper............................................

.....18 Pompa tegak dengan penggerak motor listrik..136 Gambar 6...........................................1 Fluktuasi tekanan pada pompa volut...............33 Kurva head kapasitas dengan pengaturan sudut impeler..147 Gambar 6.......Lampiran : B Gambar 6.......................147 Gambar 6............35...................21 Pompa portable dengan penggerak motor bakar......17 Kerusakan impeler karena kavitasi .....25 Grafik kurva head kapasitas.............20 Pompa portable dengan penggerak motor bakar....137 Gambar 6...149 Gambar 6...................................141 Gambar 6..27 Kurva head pompa dengan kenaikan tahanan.....143 Gambar 6.....19 Pompa dengan penggerak motor listrik.138 Gambar 6......161 Gambar 8............157 Gambar 8......139 Gambar 6.........................139 Gambar 6................160 Gambar 8..29 Grafik head kapasitas pompa axial .................140 Gambar 6..............144 Gambar 6...............34 Kurva head kapasitas dengan pengaturan jumlah pompa ..........................................161 B6 ..1 Pompa perpindahan positif gerak bolak-balik ...138 Gambar 6...................................136 Gambar 6.......23 Instalasi pompa dengan sumber energi angin ...............32 Kurva head kapasitas dengan pengaturan putaran ............. Pengaturan kapasitas dengan reservoir atau tandon150 Gambar 6..................................2 Pompa perpindahan positif gerak putar (rotary).......22 Penggunaan transmisi belt...............148 Gambar 6.......24 Pompa dengan penggerak mula turbin angin ...31 Kurva head kapasitas dengan pengaturan katup.....30 Berbagai macam katup ............143 Gambar 6.............136 Gambar 6.........149 Gambar 6.......15 Proses kavitasi .3 Pompa perpindahan positif gerak putar (rotary)..............................28 Grafik head kapasitas dengan variasi operasi pompa144 Gambar 6..........140 Gambar 6.......................................145 Gambar 6.........14 Proses kavitasi ........................151 Gambar 7.....16 Abrasi pada impeler .......36 Pengaturan kapasitas dengan tangki tekan ..............26 Kurva head pompa dengan variasi head statis .....

... 186 B7 .......................10 Cara kerja pompa diagfragma penggerak mekanik.................. 176 Gambar 8......11 Pompa diagfragma penggerak hidrolik ........ 173 Gambar 8..17 Proses penekanan zat cait pada pompa 2 buah ulir.....7 Macam-macam katup ...................16 Pompa ulir dengan 3 buah ulir..........18 Pompa ulir dengan 2 buah ulir........... 164 Gambar 8.......................Lampiran : B Gambar 8.. 185 Gambar 9.8 Kompresor skrup atau ulir......................4 Pompa plunger tekanan tinggi ....4 Proses kerja dari kompresor torak kerja ganda ...........7 Kompresor jenis Root ......................... 177 Gambar 8....2 Kompresor udara penggerak motor bakar..... 163 Gambar 8.........................23 Radial plunger dan axial plunger rotary pump ................14 Pompa lobe .....13 Pompa roda gigi internal eksternal ..9 Pompa torak ...................................................5 Pompa plunger tekanan tinggi ................ 175 Gambar 8...............................20 Pompa vane (sliding vane rotary pump) ........15 Pompa lobe dengan 3 buah lobe... 166 Gambar 8....21 Pompa vane dengan 5 buah vane................................... 173 Gambar 8...22 Flexible tube pump ....................................................... 177 Gambar 9............... 172 Gambar 8................................1 Pompa ban ...... 168 Gambar 8..............6 Kapasitas aliran pada pompa torak ........................ 175 Gambar 8.................................................................. 180 Gambar 9....................5 Klasifikasi kompresor.................. 167 Gambar 8... 175 Gambar 8......... 170 Gambar 8...............................3 Proses kerja dari kompresor torak kerja tunggal ......................... 181 Gambar 9.. 164 Gambar 8..... 184 Gambar 9................ 183 Gambar 9......... 185 Gambar 9. 174 Gambar 8........................... 171 Gambar 8......... 169 Gambar 8............ 182 Gambar 9..19 Pompa ulir tunggal ( progresive cavity singgle skrup pump) ..................................8 Cara kerja pompa torak ............................12 Pompa diagfragma penggerak pegas mekanik ......24 Circumferential piston rotary pump......................................... 165 Gambar 8.....6 Kompresor Vane........................ 175 Gambar 8.................

.....209 Gambar 9....198 Gambar 9..17 Penghematan kerja pengkompresian dengan memasang kompresor dua tingkat ...........................................18 Grafik p -V Proses kompresi pada kompresor torak .....205 Gambar 9......34 Proses pemampatan pada kompresor sekrup injeksi minyak .........28 Konstruksi katup kompresor jenis kanal...............208 Gambar 9....................211 Gambar 9...........................187 Gambar 9.30 Pengaturan kapasitas kompresor ......217 B8 .........................13 Grafik tekanan kapasitas kompresor.....................19 Kompresor dengan penggerak motor lisrik .....................31 Pelumasan paksa pada kompresor................21 Kompresor torak dengan pendingin udara ..193 Gambar 9..206 Gambar 9.........19 Kompresor Roots ............202 Gambar 9.......29 Konstruksi katup kompresor jenis kepak..213 Gambar 9....................210 Gambar 9...........11 Kompresor sentrifugal satu tingkat............................36 Kompresor sekrup kecil kompak jenis injeksi minyak215 Gambar 9.......24 Konstruksi kompresor torak silinder ..........................191 kompresi isotermal dan ..................214 Gambar 9......204 Gambar 9..........23 Kompresor torak dengan pendingin air .......190 Gambar 9.................38 Kompresor Roots dengan 2 lobe...........................32 Pelumasan luar kompresor torak ....................186 Gambar 9....9 Kompresor torak kerja tunggal .......................187 Gambar 9.27 Konstruksi katup kompresor jenis pita.188 Gambar 9....Lampiran : B Gambar 9.....201 Gambar 9.....35 Kompresor sekrup injeksi minyak.14 Proses kompresi isotermal ...................................201 Gambar 9..................................33 Proses pemampatan pada kompresor sekrup ...37 Kompresor sudu jenis injeksi minyak .................204 Gambar 9.............10 Kompresor torak kerja ganda .216 Gambar 9..................206 Gambar 9..................26 Konstruksi katup kompresor jenis cincin .......193 Gambar 9.......203 Gambar 9.......................12 Kompresor banyak tingkat....206 Gambar 9......187 Gambar 9......16 Perbandingan kerja yang dibutuhkan untuk proses ............203 Gambar 9..........................25 Konstruksi kompresor torak silinder ..............................20 Konstruksi dari pompa vane dan kompresor vane ............

. 204 Gambar 10......11 Mesin Disel modern ..3 Mesin otto dan mesin disel .....1 Mesin pembakaran dalam .................19 Komponen mesin mekanik katup dan torak..... 201 Gambar 10......................................6 Otto langen engin generasi kedua ..... 206 Gambar 10........................................................... 250 Gambar 11... 197 Gambar 10....................4 Siklus gabungan .......................................5 Otto langen engin generasi pertama .............1 Siklus udara volume konstan................................................40 Kompresor tekanan sedang atau blower ...................Lampiran : B Gambar 9... 205 Gambar 10.................................................... 249 Gambar 11............ 210 Gambar 10....... 246 Gambar 11.............. 198 Gambar 10........ 248 Gambar 11..................10 Dasar kerja dari mesin Disel............................................... 206 Gambar 10.............. 251 Gambar 11.. 212 Gambar 10..................................... 213 Gambar 10...... 252 B9 ...........2 Siklus Udara Tekanan Konstan ...... 219 Gambar 9.............7 Bagan efisiensi kerja dari motor bakar ... 203 Gambar 10.............. 204 Gambar 10...................................16 Komponen-komponen mesin 4 tak dan 2 tak .... 220 Gambar 9.....7 Prinsip kerja mesin dengan konsep Beau de Rochas ...... 247 Gambar 11.............. 208 Gambar 10.... 199 Gambar 10.................................... 202 Gambar 10................. 200 Gambar 10...............9 Mesin Otto horizontal... 218 Gambar 9....................4 Mesin Lenoir ................38 Kompresor Roots...............6 Siklus aktual disel ...........5 Siklus aktual otto......................2 Mesin pembakaran dalam .... 211 Gambar 10.................................................................. 214 Gambar 11..........................................................41 Konstruksi kompresor aksial ................................................18 Komponen mesin tampak depan dan samping ......................3 Mesin pembakaran luar ...... 221 Gambar 10..14 Proses kerja 2 langkah ...........15 Mesin pembakaran dalam .........12 Mesin disel 2 langkah .......................8 Mesin Otto pertama ..................................................................42 Konstruksi kompresor aksial radial ..........17 Komponen mesin multi silinder.............

......................Lampiran : B Gambar 11...19 Diagram tekanan rata-rata .......291 Gambar 13.....266 Gambar 12.....................................11 Diagram indikator mesin uji mekanik......274 Gambar 12.....263 Gambar 12....253 Gambar 12.........294 Gambar 13...............258 Gambar 12......................................................................................16 Prinsip turbocharger pada motor bakar................................ 259 Gambar 12.................................................290 Gambar 13..261 Gambar 12..............17 Instalasi turbocharger pada motor-bakar ..............10 Mesin uji mekanis.....12 Diagram indikator mesin uji elektrik.......7 Kepala silinder..................................................7 Skema pengukuran torsi ............1 Keseimbangan energi pada motor bakar .......268 Gambar 12...........5 Langkah mesin ..............276 Gambar 12.......267 Gambar 12...................2 Diagram prose konversi energi pada motor bakar ...................................257 Gambar 12....................8 Model ruang bakar ....................................................................................................................................293 Gambar 13..2 Blok silinder model in line................8 Skema dinamometer ........1 Mesin dan komponen-komponennya .271 Gambar 12...........14 Kerja indikator total............................275 Gambar 12.............................................................................291 Gambar 13.273 Gambar 12....................6 Bak engkol..................15 Supercharger pada motor bakar ..............20 Diagram indikator rata-rata.....263 Gambar 12.290 Gambar 13...................................................272 Gambar 12.........8 Grafik efisiensi terhadap rasio kompresi mesin otto............................256 Gambar 12.............18 Perubahan diagram indikator dengan supercharging........................295 Gambar 13....3 Properties geometri silinder moto bakar...................5 Bentuk susunan silinder ................4 Model susunan blok silinder ....270 Gambar 12........9 Mesin uji elektrik................. 296 B 10 .....................3 Blok silinder model V-8..269 Gambar 12..277 Gambar 13....6 Volume langkah dan volume ruang bakar........4 Geometri silinder ..........260 Gambar 12.....13 Kerja indikator otto ............................

................... 325 Gambar 15................... 315 Gambar 14....................................... 301 Gambar 13........................... 300 Gambar 13....9 Peredaran minyak pelumas dan penyaring minyak..................11 Ring piston................................................................. 302 Gambar 14......13 Poros engkol.... 308 Gambar 14. 321 Gambar 14........16 Pendingin udara.... 298 Gambar 13..... 318 Gambar 14...................... 309 Gambar 14...2 Proses pelumasan percikan ...5 Mesin uap Newton gaya aksi rekasi ............14 Bantalan..............1 Mesin uap Hero 322 Gambar 15..........................8 Pengatur tekanan minyak ..10 Sirkulasi pelumas pada mesin multisilinder ...... 326 Gambar 15...........................4 Komponen pelumasan dan sirkulasi pelumas .............................. 326 B 11 ..14 Radiator ........13.......................... 321 Gambar 15.......................................................3 Sudu sudu impuls pada rotor turbin uap.......... 312 Gambar 14......................7 Pompa roda gigi jenis rotor...... 324 Gambar 15...........17 Pendingin udara paksa ... Model sirkulasi air pendingin .......9 Kontruksi torak.... 305 Gambar 14........................................ 299 Gambar 13..1 Pelumasan pada bantalan ..... 314 Gambar 14............................................. 313 Gambar 14....................................Lampiran : B Gambar 13......10 Model torak atau piston ............12 Sirkulasi pendingin air pada kondisi mesin dingin dan mesin panas ..............6 Pompa minyak pelumas jenis roda gigi .............................11 Proses pendinginan pada mesin . 312 Gambar 14........................... 297 Gambar 13............................. 311 Gambar 14................. 317 Gambar 14..................... 316 Gambar 14..................2 Azas impuls pada plat datar dan sudu..........................................................................15 Termostat.....4 Mesin uap Branca dengan turbin impuls ..........12 Kontruksi dari batang penghubung................ 310 Gambar 14.......5 Komponen-komponen pelumasan pada mesin disel 310 Gambar 14..................................... 320 Gambar 14.....3 Proses pelumasan paksa dan campur ...............

Lampiran : B
Gambar 15.6 Gaya aksi reaksi pada balon .....................................327 Gambar 15.7 Segitiga kecepatan pada sudu turbin impuls.............327 Gambar 15.8 Proses ekspansi pada nosel .....................................328 Gambar 15.9 Fungsi nosel ............................................................329 Gambar 15.10 Segitiga kecepatan sudu bergerak turbin reaksi .....330 Gambar 15.11 Bentuk sudu tetap turbin impuls ..............................331 Gambar 15.12 Turbin uap impuls satu tahap ..................................331 Gambar 15.13 Susunan turbin uap Curtiss .....................................333 Gambar 15.14 Segitiga kecepatan turbin uap Curtiss...................334 Gambar 15.15 Segitiga kecepatan turbin uap Rateau ...................335 Gambar 15.16 Susunan turbin uap Rateau.....................................336 Gambar 15.17 Susunan turbin uap Rateau.....................................337 Gambar 15.18 Susunan turbin uap Rateau.....................................338 Gambar 16.1 Mesin pembakaran dalam ( turbin gas dan motor bakar) .....................................340 Gambar 16.2 Perbandingan turbin gas dan mesin disel .................341 Gambar 16.3 Pesawat terbang pendahulu dengan turbin gas........343 Gambar 16.4 Perkembangan turbin gas menjadi mesin modern....343 Gambar 16.5 Turbin gas pesawat terbang......................................344 Gambar 16.6 Turbin gas untuk industri ( pembangkit listrik)..........345 Gambar 16.7 Ruang bakar dan proses pembakaran turbin gas .....347 Gambar 17.1 Diagram p-v dan T-s.................................................351 Gambar 17.2 Bagan kerja turbin gas sistem terbuka langsung ......352 Gambar 17.3 Bagan kerja turbin gas sistem terbuka tak langsung.......................................355 Gambar 17.4 Bagan kerja turbin gas sistem terbuka tak langsung......................................355 Gambar 17.5 Bagan kerja turbin gas sistem tertutup langsung ...........................................337

B 12

Lampiran : B
Gambar 17.6 Bagan kerja turbin gas sistem tertutup tak langsung..................................... 338 Gambar 17.7 Turbin gas industri dengan dua poros dan dua turbin............................ 339 Gambar 17.10 Bagan kerja turbin gas sistem terbuka tak langsung ........................................ dengan pemasangan pemanas awal atau REGENERATOR ....... 346 Gambar 17.11 Diagram t-s turbin gas dengan regenerator........... 346 Gambar 17.12 Diagram t-s turbin gas sistem tertutup dengan regenerator................................................ 347 Gambar 17.13 Diagram t-s turbin gas sistem terbuka dengan regenerator............................................... 348 Gambar 17.14 Diagram p-v kompresor bertingkat dengan intercooler ........................................................ 350 Gambar 17.15 Bagan dan diagram p-v turbin gas dengan intercooler, regenerator dan reheater................................................................ 351 Gambar 20.1 Turbin gas dan komponen-komponennya ............... 352 Gambar 20.2 Turbin gas dan komponen-komponennya ............... 353 Gambar 20.3 Turbin gas mini dan komponen-komponennya........ 354 Gambar 20.4 Pusat pembangkit tenaga gabungan ....................... 355 Gambar 20.5 Rotor Turbi gas ........................................................ 356 Gambar 20.6 Ruang bakar turbin gas ............................................ 357 Gambar 20.7 Ruang bakar turbin gas ............................................ 357 Gambar 20.8 Ruang bakar turbin gas pesawat terbang................. 358 Gambar 20.9 Ruang bakar turbin gas pindustri.............................. 359 Gambar 20.10 Kompresor tubin axial ............................................. 360 Gambar 20.11 Kompresor radial dengan diffuser........................... 360 Gambar 20.12 Bentuk dari sudu jalan turbin ................................. 360 Gambar 20.13 Turbin gas skala industri ........................................ 363

B 13

Lampiran : B

Gambar 21.1 Instalasi sistem pembangkit uap ...............................365 Gambar 21.2 Bagan siklus Rankin Gambar 21.3 Bagan siklus Rankin..................................................366 Gambar 21.4 Diagram siklus aktual Rankine .................................367 Gambar 21.5 Proses ireversibeliti pada pompa dan turbin .............368 Gambar 21.6 a. sirkulasi alamiah....................................................369 Gambar 21.6 b. sirkulasi paksa369 Gambar 21.7 Boiler pipa api (fire tubue boiler) ..............................370 Gambar 21.8 Boiler pipa api (fire tubue boiler) 2 pass....................371 Gambar 21.9 Boiler pipa api (fire tubue boiler) 2 pass....................371 Gambar 21.10 Boiler pipa air model horizontal ...............................372 Gambar 21.11 Boiler pipa air model vertikal ...................................372 Gambar 21.12 Bentuk sudu-sudu turbin uap ..................................373 Gambar 21.13 Model susunan sudu sudu pada TU........................373 Gambar 21.14 Turbin uap dan profil sudu sudu dengan segitiga kecepatan........................................................................................374 Gambar 21.16 Kondensor dengan pendingin udara .......................376 Gambar 21.17 Kondensor dengan pendingin air ............................376 Gambar 21.22. Vaporising burner ...................................................380 Gambar 21.23. Pressure jet burner................................................381 Gambar 21.24 Twin fluid atomizer burner. ......................................381 Gambar 21.26 Aerated burner. .......................................................382 Gambar 21.25 Non aerated burner382 Gambar 21.27 Pulvizer fuel burner .................................................384 Gambar 21.28.Underfeed stoker.....................................................384 Gambar 21.29 Fixed grate burner ...................................................385 Gambar 21.31.Fluidized bed stoker ................................................386 Gambar 22.1 Waduk sebagai sumber energi potensial air .............387 Gambar 22.2 Instalasi Turbin air pada aliran sungai.......................388

B 14

Lampiran : B
Gambar 22.3 Instalasi pembangkit listrik tenaga air (Micro Hydro) 388 Gambar 22.4 Roda air kuno ........................................................... 390 Gambar 22.5 Turbin Fourneyron .................................................... 390 Gambar 22.6 Turbin Fourneyron .................................................... 391 Gambar 22.7 Tipe turbin air yang paling populer .......................... 392 Gambar 22.8 Tingkat head sumber air ........................................... 393 Gambar 22.10 Perubahan energi pada instalasi turbin air ............. 396 Gambar 22.12 Prinsip impuls dan reaksi pada roda jalan pelton dan francis ............................................................................................. 399 Gambar 22.11 Prinsip impuls dan reaksi........................................ 398 Gambar 22.13 instalasi PLTA dengan turbin air jenis pelton 6 nosel ........................................................................ 402 Gambar 23.1 Kincir air.................................................................... 405 Gambar 23.2 Turbin inpuls dan proses penyemprotan ................. 406 Gambar 23.3 Roda jalan turbin pelton............................................ 407 Gambar 23.4 Instalasi Turbin Pelton poros horizontal.................... 407 Gambar 23.5 Instalasi turbin pelton poros vertikal ......................... 409 Gambar 23.6 Pengaturan nosel pada turbin pelton........................ 409 Gambar 23.7 Konstruksi dari turbin impuls ossberger.................... 410 Gambar 23.9 Aliran air masuk turbin Francis ................................. 412 Gambar 23.10 Instalasi turbin francis ............................................ 412 Gambar 23.11 Turbin kaplan dengan sudu jalan yang dapat diatur413 Gambar 23.12 Instalasi pembangkit dengan turbin kaplan ............ 414 Gambar 24.1 Refrigerator............................................................... 418 Gambar 24.2 Instalasi penyegar udara rumah ............................... 422 Gambar 24.3 Beban pendinginan................................................... 425 Gambar 24.4 Beban pemanasan.................................................... 426 Gambar 25.1 Prinsip dasar dari mesin pendingin dan pemanas.... 429 Gambar 25.2 Daur refrigersi carnot ................................................ 430

B 15

.........6 Diagram p-h daur kompresi uap......10 Mesin pendingin sekaligus pemanas .11 Skema refrigerasi absorpsi....437 Gambar 25..............8 Bagan mesin Air Conditioner...... 4 Daur refrigerasi kompresi uap ......................................7 Daur kompresi uap aktual ...................434 Gambar 25.............442 B 16 ..............9 Aliran refrigeran didalam saluran pipa.........................441 Gambar 25.................433 Gambar 25........................433 Gambar 25...3 Diagram t-s daur refrigerasi carnot Gambar 25..............Lampiran : B Gambar 25......5 Diagram t-s siklus kompresi uap ................................432 Gambar 25..........436 Gambar 25.............

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful