PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA

OLEH : Nyoman Endy Triatmaja I Gusti Ngr. Dion Adi Putra Wayan Aryanata Meiyana Chandra W. Manurung ( 1004405002 ) ( 1004405004 ) ( 1004405077 ) ( 1004405106 )

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN 2012

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................................................................... i KATA PENGANTAR .................................................................................................................................... ii DAFTAR ISI .................................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................... 1 1.1 Pendahuluan .................................................................................................................................... 1 1.2 Pembatasan Masalah .................................................................................................................................... 2 1.3 Gambaran Umum Sistem Dan Cara Kerja .................................................................................................................................... 2 1.3.1 Komponen Pada PLTS .................................................................................................................................... 2 1.3.2 Cara Kerja Sistem PLTS

................................................................................................................................................. 7 2...............................................2...........................................9 2..............................................................2.....2 Perhitungan Daya...........1 Daya Radiasi Matahari ..........................................................................................................1 Contoh Permasalahan Dalam Perencanaan Sistem ......................................................................................1 Model Matematis Perencanaan Sistem ..................................... 10 BAB III PERMASALAHAN DALAM PENGEMBANGAN ............ 6 BAB II MODEL MATEMATIS DAN PERHITUNGAN DAYA . 12 3..................................................................................................................................1 Pengembangan PLTS ................................................................................ 12 ........... 12 3...................................................................................................................10 2..............................1................................2Menentukan Besaran Radiasi Matahari........ 8 2...1..................1 Sistem Off-Grid ................................ 7 2...............................................................................................

.........................................................1......1................................1....................................................................................................................................................... 20 BAB IV PENUTUP .................2..................................................................1 Pemanfaatan Atap Rumah .....1 Sistem Pembangkit Listrik Individual ......1.........3...............1..............................4 Karakteristik Konsumsi Bahan Bakar .................................2 Sistem On-Grid ........................................1.............. 19 3...................................... 12 3........................................................................1........................3 Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida .......................2 Fotovoltaik Sebagai Arsitektur Bangunan ........................ 16 3............ 13 3............................2 Permasalahan Dan Pengembangan PLTS di Indonesia ............................1..1..........1................................ 14 3........1.......................................................................................................................................2 Sistem Pembangkit Listrik Terpusat ........... 17 3.............................. 18 3..................3 Pembangkit Listrik Terpusat .............. 18 3........................................2.....................................2.1................................................................

................................ 21 4................ 22 DAFTAR PUSTAKA .............................................. plutonium...................................................................................................... batu bara dan lainya yang tiada hentinya........................................................................... uranium. hujan asam rusaknya lapisan ozon hingga hilangya hutan tropis......... Salah satunya dengan .......................................... tidak seperti bahan bakar nonfosil..................... Padahal kita tahu bahwa bahan bakar fosil tidak dapat diperbaharui.........2 Saran ................1 Simpulan ............................................... 21 4...................................... gerakan hemat energi sudah merupakan keharusan di seluruh dunia............. 23 BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan Kondisi bumi kita kian lama kian mengenaskan karena tercemarnya lingkungan dari efek rumah kaca (greenhouse effect) yang menyebabkan global warming.... Dengan kondisi yang sudah sedemikian memperhatinkan.................. Semua jenis polutan itu rata-rata akibat dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi..................................

energy panas bumi. 2. dari bahan bakar fosil beralih ke bahan bakar non-fosil. oleh karena itu kami akan membahas mengenai : 1. PLTS adalah salah satu pembangkit listrik yang sangat sederhana dan mudah dipasang baik dalam skala kecil seperti di rumah maupun dalam skala besar. Mengingat Indonesia merupakan daerah tropis. Bahan dasar silicon. Duniapun sudah mulai merubah tren produksi dan penggunaan bahan bakarnya. Alat ini digunakan secara individual sebagai alat pendeteksi cahaya pada kamera maupun digabung seri maupun paralel untuk memperoleh suatu harga tegangan listrik yang dikehendaki sebagai pusat penghasil tenaga listrik. terutama tenagasurya yang tidak terbatas. maka sangatlah baik jika PLTS dikembangkan dengan sungguh-sungguh. 3. dimana Becquerel mendeteksi adanya tegangan foto ketika sinar matahari mengenai elektroda pada larutan elektrolit. Efek fotovoltaik ini ditemukan oleh Becquerel pada tahun 1839. tenaga matahari. dan lainya.2 Pembatasan Masalah Permasalahan mengenai PLTS begitu luas. 1. Gambaran sistem secara umum dari PLTS dan cara kerjanya. sehingga PLTS merupakan salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik yang sangat ramah lingkungan. Model matematis perhitungan daya dari PLTS. tenaga air. Sel surya atau fotovoltaik pada PLTS dapat berupa alat semikonduktor penghantar aliran listrik yang dapat secara langsung mengubah energi surya menjadi bentuk tenaga listrik secara efisien. Bahan ini terbuat dari silikon berkristal tunggal. Bahan ini sampai saat ini masih menduduki tampat paling atas dari urutan biaya pembuatan bila dibandingkan energi listrik yang diproduksi oleh pesawat konvensional.menghemat bahan bakar dan menggunakan bahan bakar non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga angin. . Permasalahan dalam pengembangan PLTS.

• Panel surya Monocristalline merupakan panel surya yang paling efisien diantara yang lainnya. tipe polikristal ini memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibanding monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama Gambar1.panel surya dibagi menjadi 2 yaitu : • Panel Surya Pollycristalline merupakan panel surya yang diman memiliki susunan krital acak.1 Panel Surya Pollycristaline panel surya ini memiliki kelebihan yaitu dapat bekerja atau menghasilkan daya pada saat cuaca sedang mendung atau itensitas cahaya yang kurang. . Bentuk moduler dari panel surya memberikan kemudahan pemenuhan kebutuhan pemenuhan listrik untuk berbagai skala kebutuhan. Panel surya : panel surya merupakan alat yang berfungsi sebagai merubah cahaya matahari menjadi listrik.1 Gambaran Umum Sistem dan Cara Kerja Komponen dalam PLTS Pada umumnya komponen-komponen dalam sistem Fotovoltaik terdiri dari: a.dengan ukuran yang sama monokristal dapat menghasilkan daya 15% lebih besar dibandingkan dengan polikristal.3 1.3.1.berdasarkan jenis.

panel surya ini dapat bekerja di segala kondisi pencahayaan.pengaplikasian panel surya ini biasanya terdapat pada mainan anak – anak atau kalkulator.panel surya ini juga memiliki kekurangan.adapun itu adalah jika cuaca mendung maka tingkat efisiensinya akan turun sangat drastic. • Panel Surya Amourphouse Panel surya Amorphous dibuat dengan menyemprotkan silikon ke kaca di lapisan sangat tipis. Gambar1. dan umumnya dikenal sebagai panel surya film tipis.Gambar 1. termasuk lingkungan berawan atau teduh.3 Panel Surya Tipe Amourphouse • Battery control regulator (BCR) : .2 Panel Surya Tipe Monocristaline Namun dibalik kelebihan yang dimiki.

digunakanlah BCR sebagai alat dimana tegangan output panel surya disesuaikan dengan input battery. Penggunaan inverter dari dalam Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah untuk perangkat yang menggunakan AC (Alternating Current). Gambar 1. Gambar1. • Inverter Inverter merupakan perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC).4 Battery Control Regulator Sebagai contoh jika satu panel surya menghasilkan tegangan 17 Volt.5 Inverter Arus DC ke AC .maka untuk menghindari kerusakan pada saat charger baterai.Pada dasarnya di dalam 1 set panel surya anda akan mendapatkan battery control regulator. sedangkan baterai hanya bisa menerima tegangan 12 Volt. fungsi dari battery control regulator ini adalah mengatur volt yang keluar dari modul panel surya sehingga volt yang keluar dari panel surya tidak melebihi batas. panel surya/solar cell menjadi AC. Inverter mengkonversi DC dari perangkat seperti batere.

tetapi untuk beban AC digunakan Inverter yang mengubah energi Listrik.6 Baterai Penyimpan 1. Saat penggunaan Daya atau Energy Listrik yang tersimpan dalam Battery dapat di gunakan langsung atau bisa berbarengan saat Solar Cell melakukan penyerapan panas matahari untuk daya atau beban DC. lalu dialirkan ke Control Charger yang ada dalam BCR ( Box Control Re-charger) kemudian di simpan dalam battery . Beban dapat berupa lampu penerangan atau peralatan elektronik dan peralatan lainnya yang membutuhkan listrik Gambar 1. Gambar 1.2 Cara Kerja Sistem PLTS Adapun cara kerja dari PLTS adalah yang pertama Tenaga Panas Matahari diserap oleh Solar Cell ( Panel Surya ) yang diletakan di atas rumah.3.7 Cara Kerja PLTS .• Baterai : Berfungsi menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh Panel Surya (Solar Panel) sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan beban.

Jumlah Pemakaian Dimana : n = banyaknya beban/peralatan elektronik yg digunakan Pbeban = daya yang dibutuhkan untuk dapat menggunakan peralatan tsb. Jumlah baterai (Imax) = . Jumlah daya yang dibutuhkan per hari (Watt) Besar arus yang dihasilkan panel (Ampere hour) Jumlah unit baterai (Ampere hour) Maka dari ke-3 poin tersebut. b.BAB II MODEL MATEMATIS DAN PERHITUNGAN DAYA 2. Jenis panel surya terdapat beberapa jenis dengan daya yang dihasilkan berbeda. maka dalam instalasinya memerlukan kebutuhan daya seperti: a. b. Namun. dapat diberi persamaan matematisnya : a. c. di Indonesia dipakai 120 Wp yaitu 120 Wh per hari dengan perkiraan selama 5 jam maksimum tenaga surya per hari. Maka. Jumlah panel ygdipakai = c. Lama pemakaian = lama pemakaian peralatan per hari (dalam satuan jam).1 Model Matematis Perencanaan Sistem Pembangkit listrik tenaga surya sangat bergantung pada sinar matahari.

48 .Dimana : Vs = daya baterai (volt/Ampere hour) 2. • • Televisi 21” dengandaya 100 watt selama 5 jam sehari Kulkas 360 liter daya 135 watt selama 24 jam sehari.1. • Komputer daya 150 watt selama 6 jam Maka tentukan jumlah panel dan baterai yang digunakan jika kebutuhan baterai minimum! Proses: a.1 Contoh permasalahan dalam perencanaan sistem Diketahui sebuah rumah tangga membutuhkan : • Penerangan 10 lampu CFL dengandaya 15 watt digunakan 4 jam sehari. Jumlah Pemakaian = [(15x10x4) + (100x5) + (135x24x1/3) + (150x6)] = 2090 Watt hour b. Tetapi. Jumlah panel = = = 3. karena compressor tak selalu hidup maka diperkirakan daya yang digunakan dikalikan 1/3.

dan 3. 2.1 Diagram Alur Konversi Daya . Rugi Daya. Output Daya Diagram konversi daya pada PLTS dapat digambarkan sebagai berikut. baterai yang digunakan memiliki kemampuan 12 volt / 100 Amp dan baterai digunakan minimum (hanya digunakan 50% pemenuhan kebutuhan listrik.48 batere 100 Ah = 4 batere 100 Ah 2.Maka pembulatan keatas. Rugi Daya Gambar 2. dibutuhkan 4 panel surya.2 Perhitungan Daya Dalam perhitungan daya dapat dibagi menjadi tiga blok perhitungan daya yaitu : 1. c. Jumlah pemakaian Baterai Imax = Dimana. Imax = = 3. Input Daya.

2.2 Menentukan Besaran Radiasi Matahari Jarak rata-rata antara bumi dan matahari R = 1. Radiasi yang dipancarkan melalui permukaan matahari mempunyai variasi panjang gelombang dari yang paling panjang (gelombang radio) sampai yang paling pendek (gelombang sinar X dan sinar γ).49 x 108 km dan rata-rata radiasi matahari = 376 W/m2.75 mikron. Cahaya violet mempunyai panjang gelombang 0. 2. .1 Daya Radiasi Matahari Fusi termonuklir pada inti dari matahari membesaskan energi dalam bentuk radiasi elektromagnetik dengan frekuensi tinggi. yang memberikan rangsangan energi yang lebih besar adalah semakin pendek panjang gelombangnya. dengan panjang gelombang berkisar antara 0. Suatu teori yang akhir-akhir ini dapat diterima para ahli mengatakan bahwa radiasi gelombang elektromagnetik merupakan kombinasi dari gelombang elktrik arus bolak-balik berkecepatan tinggi dengan gelombang medan magnetik yang menumbuhkan partikel-partikel energi dalam bentuk foton. Gelombang energi yang memancar dari ruang angkasa memberikan pancaran radiasi dengan panjang gelombang yang berbeda-beda.2. Inframerah mempunyai panjang gelombang lebih besar yang juga tidak tampak pandang oleh manusia.75 mikron. Demikian pula warna merah mempunyai panjang gelombang 0.35 mikron yang merupakan sinar cahaya yang tidak tampak pandang.35 sampai 0. Meskipun matahari memancarkan gelombang cahaya pada berbagai panjang gelombang.Dari diagram diatas dapat ditentukan efisiensi dari sistem PLTS yaitu : 2. Radiasi gelombang elektromagnetik dikelompokan berdasarkan panjang gelombang. cahaya dari matahari yang tampak dari pandangan manusia hanya 46% dari cahaya total yang dipancarkan.

sekitar 6%-10% akan mampu menghasilkan tenaga listrik sebesar 140 Watt pada luasan pancaran surya sebesar 1 m2.0 kalori/cm2. S merupakan besaran dari konstanta rapat radiasi surya pada ruang hampa angkasa. .menit = 2.0 Langleys/menit = 2 x 103 kalori/m2menit = 1/3 x 103 kalori/m2s Bila dikalikan dengan konstanta joule yang besarnya 4. Besaran rapat radiasi surya dapat menumbuhkan energi pada sel surya yang dipasang pada satelit dan dengan efisiensi yang rendah.sedangkan besar rapat radiasi adalah : = 2.184 joule/kal. akan menghasilkan besaran rapat radiasi matahari (S) : S = 1/3 x 103 x 4.186 = 1396 W/m2 S = 1396 W/m2 ~ 442 Btu/ft2jam. sedang besarnya S pada permukaan bumi hanya berkisar 947 W/m2 mendekati 300 Btu/ft2 jam.

PLTS dapat dikoneksikan secara off-grid ataupun on-grid. Untuk daerah-daerah pedalaman yang sulit dijangkau bila dibangun jaringan listrik. Sistem ini umumnya mempunyai tegangan kerja 12 volt DC. Secara umum.1 Sistem Pembangkit Listrik Individual (Solar Home System) PLTS untuk penerangan yang paling sederhana adalah system pembangkit individual yang umum disebut Solar Home System (SHS). industri.1.1. Bisa juga untuk alasan pribadi seperti membangun sistem pembangkit mandiri untuk tujuan komersil. 3. Penerapan PLTS tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan penerangan saja. Sistem ini biasanya terpasang karena belum adanya listrik jaringan.1 Sistem off-grid Sistem off-grid adalah sistem pembangkit yang tidak terhubung dengan jaringan listrik AC dari PLN. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai beberapa macam sistem energi surya fotofoltaik off-grid. Karena penerapan atau cara kerja PLTS yang cukup sederhana tanpa membangun akses jaringan listrik dengan harga yang mahal.BAB III PERMASALAHAN DALAM PENGEMBANGAN Pengembangan PLTS Penerapan PLTS di Indonesia dijadikan solusi bagi PLN untuk menekan angka ratio elektrifikasi yang saat ini mencapai 55-60%. komersil dan pemerintahan. maka PLN menjadikan PLTS sebagai solusi atas permasalahan tersebut. 3. Secara koneksinya. aplikasi PLTS dapat dikategorikan untuk kebutuhan rumah tangga.1. dengan pertimbangan penyambungan jaringan PLN akan memakan biaya yang sangat mahal karena faktor lokasi yang terlalu pedalaman. dengan kapasitas modul .

2 Sistem Pembangkit Listrik Terpusat Sistem energi surya fotovoltaik terpusat dipasang di daerah terpencil dengan pola penyebaran rumah yang terkumpul atau jumlah rumah untuk setiap km2 nya cukup banyak. Yang paling banyak terdapat dipasar adalah sistem dengan kapasitas modul surya 50Wp. seperti pada gambar 50 berikut ini: Gambar 3. lampu DC 12 volt. dan stop kontak.1 Solar Home System SHS ini umumnya dipasang pada rumah-rumah didaerah terpencil dengan pola penyebaran rumah yang terpencar. SHS selain terdiri dari modul surya juga terdiri dari komponen-komponen lain seperti baterai dengan kapasitas 70Ah. sistem pengontrol kondisi baterai (BCR).1. 3.surya berkisar antara 50Wp sampai dengan 300Wp. karena itu diperlukan inverter untuk merubah arus searah menjadi arus bolak-balik. .1. Sistem terpusat ini umumnya mempunyai keluaran sistem tegangan 220 V AC.

Gambar 3. Blok diagram Sistem PLTH dapat dilihat pada gambar 52 dibawah ini: Gambar 3. sumber energi matahari-anginmikrohidro.1.3 Sistem pembangkit listrik tenaga hibrida .2 Sistem pembangkit listrik terpusat 3. seperti misalnya sumber energi matahari dengan diesel.1.3 Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida Sistim pembangkit listrik tenaga hibrid (PLTH) adalah suatu sistim pembangkit listrik dengan menggunakan beberapa sumber energi.

Pada kondisi tanpa beban (beban nol).1. Kekurangannya antara lain: • • • Biaya operasi dan pemeliharaan relatif agak mahal. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Hibrida PV-Genset Kelebihan-kelebihan sistem hibrid PV-genset adalah sebagai berikut: • • • • a. Masih diperlukan transportasi penyediaan bahan bakar. • • Memerlukan pemeliharaan yang rutin. Layanan purna jual relatif mudah diperoleh. Daya listrik tersedia sesuai dengan kebutuhan.4 Karakteristik Konsumsi Bahan Bakar Konsumsi bahan bakar pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sangat bervariasi sesuai perubahan beban. 3. diesel tetap memerlukan sejumlah bahan bakar yang selanjutnya konsumsi tersebut akan meningkat sesuai dengan meningkatnya jumlah beban. Biaya Investasi (Rp/kW) relatif murah.Pada sistem hibrida sumber energi matahari dengan pembangkit diesel dirancang untuk pengoptimasian sistem diesel guna memenuhi kebutuhan beban yang bervariasi sebagai fungsi waktu. Secara teknis handal.1. Perlu pengoperasian yang ekstra aktif agar sistem selalu bekerja efisien pada kondisi beban yang bervariasi (harus dihindarkan pengoperasian genset disel pada beban rendah). Pada jam-jam tertentu akan menimbulkan kebisingan dan polusi udara. Jika konsumsi bahan bakar dikonversikan menjadi spesific fuel consumption .

55kW yang dioperasikan 24 jam/hari untuk memenuhi kebutuhan daya beban konstan 3kW.4 Kurva SFC dan konsumsi bahan bakar Sebagai ilustrasi dapat dicontohkan sebuah PLTD kapasitas 4.5 Profil beban dengan konsumsi bahan bakar diesel genset . akan diperoleh kurva seperti ditunjukan pada gambar 4. Gambar 3. Gambar 3. dengan kurva beban seperti pada gambar 5.(SFC) dalam satuan kWh/liter.

2 Sistem On-Grid Sistem energi surya fotovoltaik on-grid.1.69 kWh/ltr.6 Kurva beban harian dan konsumsi bahan bakar Oleh karena sistem PLTD sangat tidak efisien jika dioperasikan pada beban rendah. maka diperlukan upaya penyediaan dan pemilihan sistem pembangkit yang lebih efisien. memerlukan bahan bakar 1. . Sebagai ilustrasi. Salah satu alternatif yang banyak digunakan adalah sistem pembangkit listrik hibrida.8 Ltr/jam atau dengan SFC 1. Gambar 3. pada saat produksi listrik sistem energi alternatif rendah atau tidak mencukupi. sedikit lebih rendah dari SFC pada kondisi beban sebelumnya. Jika dibandingkan dengan kondisi beban berbeda seperti profil beban yang ditunjukan pada gambar 55. menghubungkan sistem energi alternatif tersebut dengan jaringan PLN. Sebaliknya pada saat produksi listrik sistem energi alternatif berlebih. jaringan PLN menggantikan fungsi baterai berfungsi sebagai back-up daya. Hal ini menunjukan bahwa operasi diesel relatif efisien.87kWh/ltr. dapat disalurkan dan dijual ke jaringan PLN dengan sistem metering. 3.12 Ltr/jam atau dengan SFC 2.Sesuai kurva pada gambar 53 diperoleh bahwa operasi sistem PLTD dengan beban 3 kW. maka operasi sistem PLTD memerlukan bahan bakar 0.

1 Pemanfaatan Atap Rumah Gambar 3. biaya komponen-komponen pendukung dalam hal ini penyangga modul dapat ditekan. dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti suhu lingkungan.3.2. Salah satu tujuan utamanya adalah menambah pendapatan melalui penjualan listrik ke pihak PLN. dengan modul . tembok dan kanopi. Pemasangan modul surya dengan memanfaatkan area atap rumah berbeda dengan pemasangan dengan penyangga modul. Dengan demikian.1.1.2. 3. Aplikasi ini umumnya dihubungkan secara ongrid.7 SESF on-grid pada aplikasi atap rumah Atap rumah dapat dimanfaatkan sebagai area pemasangan modul surya dengan sudut kemiringan tertentu. konstruksi bangunan dan sudut penyinaran matahari.2 Fotovoltaik sebagai Arsitektur Bangunan Integrasi modul surya ke dalam arsitektur bangunan atau Buildingintegrated PV (BIPV) merupakan aplikasi dengan mengganti komponen umum dalam struktur bangunan seperti atap.

2. Gambar 3. salah satu keunggulan disain BIPV yang efisien adalah mengurangi emisi yang berasal dari gedung. karena energi berlebih langsung dipasok ke jaringan PLN. Selain suplai listrik dari energi yang bebas polusi dan unsur keindahan. Sistem ini tanpa baterai untuk menyimpan energi. SESF on-grid terpusat dipasang di daerah dengan pola penyebaran rumah yang terkumpul atau jumlah rumah untuk setiap km2-nya cukup banyak.fotovoltaik yang pemasangannya pada saat proses konstruksi.1.8 Contoh arsitektur bangunan pemadam kebakaran dengan modul fotovoltaik1 3.3 Pembangkit Listrik Terpusat Seperti halnya sistem energi surya fotovoltaik terpusat off-grid. 1 .

3. Piranti utama PLTS yaitu modul fotovoltaik . Modul surya memiliki efisiensi konversi yang rendah dibandingkan jenis pembangkit lainnya.9 Pembangkit listrik on-grid terpusat 3. 6. modul surya harus cukup mendapatkan penyinaran matahari (tergantung pada musim). Memerlukan area yang luas untuk pemasangan modul surya untuk mendapatkan daya keluaran yang tinggi. Tingginya biaya investasi 2. batre (accu) masih diimpor dari negara lain . Harga modul surya (skala kecil) masih mahal sehingga biaya pembangkitan yangdihasilkan juga mahal.2 Permasalahan dalam Pengembangan PLTS di Indonesia 1. 5.Gambar 3. Untuk bekerja dengan baik. 4.

2. kecepatan gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada permitivitas ( ) dan permeabilitas ( ). Pemantulan tipe specular c. Pantulan tipe specular b.BAB IV PENUTUP Simpulan 1. Menurut perhitungan secara teoritik. Prpagasi gelombang dapat digolongkan pada 3 tipe yaitu a. Pemantulan tipe corner reflektor 5. Intensitas gelombang dinyatakan sebagai harga rata-rata dari 4. Polarisasi eleptik . Polarisasi dapat digolongkan menjadi dua tipe yaitu : a. Polarisasi Sirkular b. Gelombang Elektromagnetik dapat dinyatakan sebagai berikut 3.

Pola spektral tersusun oleh respon spektral beberapa panjang gelombang terhadap suatu obyek. 8.2 Saran Dengan mengetahui pengertian gelombang elektromagnetik dan persamaan Maxwell yang menunjang dalam teori elektromagnetik ini diharapkan dapat dikembangkan dalam aplikasi sehari-hari khususnya dalam satelit pencitraan.6. . 4.. besarnya nilai pantul ditangkap oleh sensor dalam bentuk sinyal energi. Sinar matahari yang dipancarkan ke permukaan bumi sebagian dipantulkan kembali ke angkasa. 9. Dalam penginderaan jauh sinar matahari dijadikan sumber energi yang dimanfaatkan dalam “pemotretan” muka bumi. Penginderaan jauh memanfaatkan energi yang diterima sensor dari pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik dari obyek di muka bumi. setiap obyek memiliki karakteristik yang berbeda dalam interaksinya dengan suatu panjang gelombang elektromagnetik. 7.

2009.unesa.Ulaby.Edminister.ac.com/2009/12/23/gelombangelektromagnetik/. [2]. Gelombang Elektromagnetik. [4].id/2009/09/14/konsep-gelombang-elekromagnetiksebagai-dasar-penginderaan-jauh/. Pengindraan Jauh. 2010.blog. Diakses pada 25 Mei 2012. Fawwaz T (2005).Ashifia. http://ashfia.id/web/index.php/penginderaan-jauh. University of Michigan : Pearson Education.http://geo. . Diakses pada 20 Maret 2012. Joseph A. Electromagnetics for Engineers. Elektromagnetika. Jakarta : Penerbit Erlangga. (1993)._____.fis. Konsep Gelombang Elektromagnetik.blog.uns. [5].ac. Diakses pada 25 Mei 2012.UNESA. 2009.http://fisikarudy. [3].DAFTAR PUSTAKA [1].

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful