1.

Desain, gambar dan jelaskan cara kerja sistem kontrol otomatis untuk sebuah ruangan dengan kondisi sebagai berikut :

a). AC akan beroprasi apabila pintu tertutup

1

3 2

KETERANGAN : 1. Push Button 2. Pintu 3. AC

Komponen yang digunakan : 1. Mikrokontroler tipe AT89S51 merupakan mikrokontroler keluarga MCS-51 dengan konfigurasi yang sama persis dengan AT89C51 yang cukup terkenal, hanya saja AT89S51 mempunyai fitur ISP (In-System Programmable Flash Memory). Fitur ini memungkinkan mikrokontroler dapat diprogram langsung dalam suatu sistem elektronik tanpa melalui Programmer Board atau Downloader Board. Mikrokontroler dapat diprogram langsung melalui kabel ISP yang dihubungkan dengan paralel port pada suatu Personal Computer.

Adapun fitur yang dimiliki Mikrokontroler AT89S51 adalah sebagai berikut : 1. 2. Sebuah CPU (Central Processing Unit) 8 bit yang termasuk keluarga MCS51. Osilator internal dan rangkaian pewaktu, RAM internal 128 byte (on chip).

4.1. pembagian dan operasi Boolean (bit) Kecepatan pelaksanaan instruksi per siklus 1 microdetik pada frekuensi clock 12 MHz 4 Kbytes Flash ROM yang dapat diisi dan dihapus sampai 1000 kali In-System Programmable Flash Memory Dengan keistimewaan diatas. Sehingga mikrokontroler AT89S51 ini mempunyai keistimewaan dari segi perangkat keras. 5. 6. Lima buah jalur interupsi (2 interupsi external dan 3 interupsi internal ) Sebuah port serial dengan kontrol serial full duplex UART. 9. pembuatan alat menggunakan AT89S51 menjadi lebih sederhana dan tidak memerlukan IC pendukung yang banyak. Adapun blok diagram dari mikrokontroler 89S51 diperlihatkan pada Gambar 1.masing-masing terdiri atas 8 jalur I/O Dua buah Timer Counter 16 bit. 10.3. Empat buah Programmable port I/O. 8. . Kemampuan melaksanakan operasi perkalian. 7.

7 (SCK) yang digunakan untuk jalur download program. Port 2 Port 2 ( pin 21-28 ) merupakan port dua fungsi yaitu sebagai I/O serbaguna. atau sebagai bus alamat byte tinggi untuk rancangan yang melibatkan memori eksternal.1 berikut ini : .Konfigurasi Pin Mikrokontroler AT89S51 Susunan pin mikrokontroler AT89S51 diperlihatkan pada Gambar 1. Mikrokontroler AT89S51 memiliki pin berjumlah 40 dan umumnya dikemas dalam DIP (Dual Inline Package). P1.2.5 (MOSI). P1. port ini memiliki multi fungsi. Port 1 Port 1 disediakan sebagai port I/O dan berada pada pin 1-8. Beberapa pin pada port ini memiliki fungsi khusus yaitu P1. Dalam rancangan sistem sederhana port ini sebagai port I/O serbaguna.6 (MISO). Masing-masing pin pada mikrokontroler AT89S51 mempunyai kegunaan sebagai berikut: Port 0 Port 0 merupakan port dua fungsi yang berada pada pin 32-39 dari AT89S51. Port 3 Port 3 adalah port dua fungsi yang berada pada pin 10-17. seperti yang terdapat pada tabel 1. Untuk rancangan yang lebih komplek dengan melibatkan memori eksternal jalur ini dimultiplek untuk bus data dan bus alamat.

1 P3. EA(External Access) Masukan sinyal terdapat pada pin 31 yang dapat diberikan logika rendah (ground) atau logika tinggi (+5V). Sinyal ALE membangkitkan pulsa sebesar 1/6 frekuensi oscillator dan dapat dipakai sebagai clock yang dapat dipergunakan secara umum. 8088 atau 8086.0 P3. Sinyal ALE dipergunakan untuk demultiplek bus alamat dan bus data. ALE (Address Latch Enable) Sinyal output ALE yang berada pada pin 30 fungsinya sama dengan ALE pada microprocessor INTEL 8085.6 P3.4 P3.2 P3. maka berada pada kondisi tidak aktif (high). Biasanya pin ini dihubungkan ke pin EPROM. Jika eksekusi program dari ROM internal atau dari flash memori (ATMEL AT89SXX). . Jika diberikan logika tinggi maka mikrokontroler akan mengakses program dari ROM internal (EPROM/flash memori).7 NAMEBIT ADDRESS RXD B0h TXD B1h INT0 B2h INT1 B3h T0 T1 WR RD B4h B5h B6h B7h ALTERNATE FUNCTION Receive data for serial port Transmit data for serial port External interrupt 0 External interrupt 1 Timer/counter 0 external input Timer/counter 1 external input External data memory write strobe External data memory read strobe PSEN (Program Store Enable) adalah sebuah sinyal keluaran yang terdapat pada pin 29.5 P3. Jika diberi logika rendah maka mikrokontroler akan mengakses program dari memori eksternal.3 P3.BIT P3. Fungsinya adalah sebagai sinyal kontrol untuk memungkinkan mikrokontroler membaca program (code) dari memori eksternal.

Tombol ini disebut juga dengan tombol start karena kontak akan menutup bila ditekan dan kembali terbuka bila dilepaskan. Diperlukan kapasitor penstabil sebesar 30 pF. XTAL1 adalah input ke pembalikan penguat osilator (inverting oscillator amplifier) dan input ke clock internal pengoperasian rangkaian. Pulsa transisi dari tinggi selama 2 siklus ke rendah akan mereset mikrokontroler.RST (Reset) Input reset pada pin 9 adalah reset master untuk AT89S51. Oscillator Oscillator yang disediakan pada chip dikemudikan dengan XTAL yang dihubungkan pada pin 18 dan pin 19. Sedangkan XTAL2 adalah output dari pembalikan penguat osilator. 2. Besar nilai XTAL sekitar 3 MHz sampai 33 MHz. Bila tombol ditekan maka kontak bergerak akan menyentuh kontak tetap sehingga arus listrik akan mengalir. .

tidak seperti sensor infrared kebanyakan yang terdiri dari IR LED dan fototransistor. Pyroelectric sensor. PIR (Passive Infrared Receiver) merupakan sebuah sensor berbasiskan infrared. Di dalam sensor PIR ini terdapat bagian-bagian yang mempunyai perannya masingmasing. dan comparator. PIR KC7783R merupakan sensor pendeteksi yang akan mengeluarkan output dengan level high antara 5-6 volt. yaitu Fresnel Lens. amplifier. PIR tidak memancarkan apapun seperti IR LED. Lampu 2. Sesuai dengan namanya ‘Passive’. sensor ini hanya merespon energi dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki oleh setiap benda yang terdeteksi olehnya.b). Sensor Suhu Komponen yang digunakan 1. . Lampu Menyala apabila ada orang yang menempati 2 1 2 KETERANGAN : 1. Benda yang bisa dideteksi oleh sensor ini biasanya adalah tubuh manusia. Akan tetapi. IR Filter.

Hal ini disebabkan karena adanya IR Filter yang menyaring panjang gelombang sinar inframerah pasif. Jadi. Mengapa bisa menghasilkan arus listrik. sensor akan menangkap pancaran sinar inframerah pasif yang dipancarkan oleh tubuh manusia yang memiliki suhu yang berbeda dari lingkungan sehingga menyebabkan material pyroelectric bereaksi menghasilkan arus listrik karena adanya energi panas yang dibawa oleh sinar inframerah pasif tersebut. Hal ini dikarenakan pancaran sinar inframerah pasif ini membawa energi panas. IR Filter dimodul sensor PIR ini mampu menyaring panjang gelombang sinar inframerah pasif antara 8 sampai 14 mikrometer. Prosesnya hampir sama seperti arus listrik yang terbentuk ketika sinar matahari mengenai solar cell. sehingga panjang gelombang yang dihasilkan dari tubuh manusia yang berkisar antara 9 sampai 10 mikrometer ini saja yang dapat dideteksi oleh sensor. Ketika manusia berada di depan sensor PIR dengan kondisi diam. Pancaran sinar inframerah inilah yang kemudian ditangkap oleh Pyroelectric sensor yang merupakan inti dari sensor PIR ini sehingga menyebabkan Pyroelectic sensor yang terdiri dari galium nitrida. Seperti tubuh manusia yang memiliki suhu tubuh kira-kira 32 derajat celcius. caesium nitrat dan litium tantalate menghasilkan arus listrik. Mengapa sensor PIR hanya bereaksi pada tubuh manusia saja. yang merupakan suhu panas yang khas yang terdapat pada lingkungan. maka sensor PIR akan menghitung panjang gelombang yang dihasilkan oleh tubuh manusia . Kemudian sebuah sirkuit amplifier yang ada menguatkan arus tersebut yang kemudian dibandingkan oleh comparator sehingga menghasilkan output.Sensor PIR ini bekerja dengan menangkap energi panas yang dihasilkan dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki setiap benda dengan suhu benda diatas nol mutlak. ketika seseorang berjalan melewati sensor.

Karena besaran yang berbeda inilah comparator menghasilkan output.tersebut. Ketika manusia berada di depan sensor PIR dengan kondisi diam. Panjang gelombang yang konstan ini menyebabkan energi panas yang dihasilkan dapat digambarkan hampir sama pada kondisi lingkungan disekitarnya. maka tubuh manusia itu akan menghasilkam pancaran sinar inframerah pasif dengan panjang gelombang yang bervariasi sehingga menghasilkan panas berbeda yang menyebabkan sensor merespon dengan cara menghasilkan arus pada material Pyroelectricnya dengan besaran yang berbeda beda. Rangkaian utama adalah rangkaian yang terdiri dari sensor. maka tubuh manusia itu akan menghasilkam pancaran sinar inframerah pasif dengan panjang gelombang yang bervariasi sehingga menghasilkan panas berbeda yang menyebabkan sensor merespon dengan cara menghasilkan arus pada material Pyroelectricnya dengan besaran yang berbeda beda. Panjang gelombang yang konstan ini menyebabkan energi panas yang dihasilkan dapat digambarkan hampir sama pada kondisi lingkungan disekitarnya. . Karena besaran yang berbeda inilah comparator menghasilkan output. Ketika manusia itu melakukan gerakan. OpAmp. Ketika manusia itu melakukan gerakan. Timer. Jadi sensor PIR tidak akan menghasilkan output apabila sensor ini dihadapkan dengan benda panas yang tidak memiliki panjang gelombang inframerah antar 8 sampai 14 mikrometer dan benda yang diam seperti sinar lampu yang sangat terang yang mampu menghasilkan panas. Comparator. transistor saklar. pantulan objek benda dari cermin dan suhu panas ketika musim panas. pantulan objek benda dari cermin dan suhu panas ketika musim panas. Jadi sensor PIR tidak akan menghasilkan output apabila sensor ini dihadapkan dengan benda panas yang tidak memiliki panjang gelombang inframerah antar 8 sampai 14 mikrometer dan benda yang diam seperti sinar lampu yang sangat terang yang mampu menghasilkan panas. maka sensor PIR akan menghitung panjang gelombang yang dihasilkan oleh tubuh manusia tersebut.

1 ditunjukkan rangkaian dasar pengendali tungku otomatis agar suhu tungku tetap terjaga pada jangkauan 50 derajat Celcius.1 Rangkaian Dasar Pengendali Tungku Dengan demikian program harus mampu menghidupkan tungku saat suhu kurang dari 150C dan mematikannya saat suhu lebih dari 500C. Diagram pewaktuan sistem ini diperlihatkan pada Gambar 11.7 DINGIN INT1 Kendali Tungku Gambar 11.7 digunakan untuk menghidupkan dan mematikan pemanas sesuai dengan logika aktif tinggi (1 = ON dan 0 = OFF).7 Gambar 11.2 di bawah ini.2 Diagram Pewaktuan Pengendali Tungku . jika T > 500C DINGIN = 0. Sensor temparatur dihubungkan ke INT0 dan INT1 dengan ketentuan: PANAS = 0.Pengendali Tungku Otomatis Pada Gambar 11. jika T < 150C AT8951 PANAS INT0 P1. T= 60oC T= 50oC T= 15oC PANAS DINGIN P1. P1.

W. Sedangkan pada baris ke-19.matikan tungku .vektor ext0 pada 0003H . tungku dibiarkan menyala.matikan tungku Code Source $MOD51 Pada program diatas. Jika terjadi interupsi dari EXT0.hidupkan tungku 0H UTAMA 0003H P1.7 pada baris ke-16).interupsi tepian negatif .hidupkan tungku . maka tiga instruksi berikutnya (baris ke-16 hingga ke-18) dibutuhkan untuk menghidupkan atau mematikan tungku. Karena kondisi masukan-masukan PANAS (P3.SKIP P1. program dari proses pengendalian tungku ini adalah sebagai berikut: ASEM-51 V1.vektor ext1 pada 0013H .7 pada baris ke-18. sehingga .5 1 V 1.3 ===================================================== Line I Addr 1: 2: 3: 4: 5: 6: 7: 8: 9: 10: 11: 12: 13: 14: 15: 16: 17: 18: 19: 20: 0030 0033 0035 0037 0039 003C 003E 75 A8 85 UTAMA: MOV D2 88 D2 88 D2 97 20 B2 02 C2 97 80 FE SKIP: SETB SETB SETB JB CLR SJMP END IE. interupsi dipersilakan oleh program. ON. atau suhunya kurang dari 60oC. Setelah itu. Heinz PAGE 1 MCS-51 Family Macro Assembler A S E M .cek. #85H IT0 IT0 P1.PANAS?.kalau ya. dengan cara memberikan instruksi CLR P1.7 P3. Secara keseluruhan. OFF. program akan menunggu.kalau tidak SKIP . pertama tungku dihidupkan (SETB P1. Namun. dan program menunggu. tiga instruksi pertama pada program utama (baris ke-13 hingga ke-15) digunakan untuk mengaktifkan interupsi dan menjadikan INT0 dan INT1 jenis interupsi tepian sisi negatif (negative edge trigerred).tetap (tungku dipanaskan) 0013 0015 D2 97 EXT1: 32 0003 0005 C2 97 EXT0: 32 0000 02 00 30 ORG LJMP ORG CLR RETI ORG SETB RETI ORG 30H 0013H P1.Maka.3 Copyright (c) 2002 by W.inisialisasi interrupt . Pada masa menunggu inilah. berarti sensor mendeteksi bahwa suhu tungku telah melebihi 60oC.2.interupsi tepian negatif . bila suhunya telah melebihi 60oC tungku akan dipadamkan.7 $ . Jika tidak panas.3) dan DINGIN (P3.2) saat itu belum diketahui.7 . pengendali akan diam untuk menunggu sampai ada interupsi terjadi. Kemudian.7 . masukan dari PANAS diperikasa (baris ke-17).

jika terdapat interupsi EXT1.tungku harus dipadamkan (instruksi ini terdapat pada baris ke-6). Demikian pula sebaliknya. . berarti sensor mendeteksi bahwa suhu tungku lebih rendah dari 60oC. sehingga tungku harus dinyalakan (instruksi ini terdapat pada baris ke-9).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful