You are on page 1of 56

PRINSIP – PRINSIP PERTANIAN BERKELANJUTAN

PRINSIP – PRINSIP PERTANIAN BERKELANJUTAN Oleh : Sukardi Bendang * 1.Peka Terhadap Nilai-Nilai Budaya Petani Pertanian merupakan kebudayaan dan pertanian adalah kehidupan. Pada zaman dahulu nenek moyang kita melakukan kegiatan pertanian karena masalah kehidupan tanpa berorientasi pasar atau kepentingan ekonomi semata. Mereka menghasilkan makanan pokok sayur-sayuran dari lahan sendiri tanpa bergantung pada asupan luar seperti pupuk kimia, pestisida, dan bibit unggul produksi tertentu. Nenek moyang kita mampu mencukupi kebutuhan sosial mereka dari kelebihan hasil usaha dibidang pertaniannya. Mereka lahir, berkembang, dan mati diatas lahan dan usaha pertanian mereka. Mungkin ada pikiran yang mengatakan kalau kebutuhan sosial nenek moyang kita masih sedikit belum sebanyak kebutuhan sosial kita saat ini. Apakah untuk mencukupi kebutuhan sosialnya seorang petani harus menanam tanaman yang berorientasi pasar atau tujuan ekspor saja seperti kakau, karet, kopi dan lain-lain. Tanaman kakau belum tentu mampu mengatasi kelaparan seperti kasus di NTT beberapa tahun yang lalu. Tanaman casiavera atau kulit manis juga tidak mampu mengatasi kelaparan karena harganya yang rendah saat ini. Kemudian tanaman gambir yang hanya menempatkan petani pada posisi terendah (kuli) sebagai penerima bagian terkecil dan yang diuntungkan hanya tengkulak, pedagang besar, dan pengusaha-pengusaha india dan negara lain. Apakah seorang petani minimal untuk mencukupi kebutuhan dapurnya harus bergantung kepada penggunaan pupuk kimia, pestisida, dan bibit produk tertentu yang jika dibandingkan antara modal dan hasil akan menempatkan petani sebagai penerima bagian terkecil dari totalitas usaha pertanian mereka. Sah-sah saja jika petani menanam kakau, kopi, casiavera, cengkeh dan lain-lain, namun nilai-nilai yang diwariskan nenek moyang kita sangat layak untuk dipertimbangkan kembali. Setiap rumah tangga petani semestinya berfikir dan mampu menghasilkan kebutuhan pangan keluarganya dengan biaya murah dan sehat, misalnya untuk kebutuhan sayur memiliki dapur hidup yang diusahakan secara organik. Malu dong, ngakunya petani tapi untuk kebutuhan dapurnya 80% harus membeli. Pertanian berkelanjutan harus peka terhadap nilai-nilai budaya petani dan berbasiskan rumah tangga petani itu sendiri. 2. Menjaga Kelestarian Lingkungan Semenjak revolusi hijau dicanangkan dengan sistem intensifikasi pertanian tak dapat dipungkiri telah mengakibatkan berbagai kerusakan lingkungan, mulai dari tanah, air, udara bahkan tanaman dan makhluk hidup sudah tercemari bahan-bahan kimia sintetis. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida berimplikasi terhadap rusaknya struktur tanah, dan memusnahkan predator alami yang berkorelasi terhadap peningkatan populasi hama dan gulma yang resisten terhadap pestisida. Dalam pertanian organik tercermin hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alam, bagaimana mengolah alam ini secara bijak tanpa merusaknya. Kebutuhan untuk bertani bersumber dan dikembangkan dari kekayaan alam dan keanekaragaman hayati, seperti penggunaan pupuk dari dedaunan, kotoran ternak, dan penanaman yang tidak monokultur merupakan sebuah kearifan untuk melindungi keberlanjutan kesuburan lingkungan. 3. Memadukan Ilmu Pengetahuan

Jika dilihat dari sisi ilmu pengetahuan, pertanian organik harus mengkombinasikan sistem pertanian dan kearifan tradisional petani dengan ilmu pengetahuan pertanian yang terus berkembang. Sebetulnya pertanian organik bukanlah hal baru atau tiba-tiba dianggap premium di tengah hiruk pikuk pertanian konvensional saat ini. Jauh sebelum pertanian konvensional saat ini dikembangkan petani terdahulu telah melaksanakan sistem pertanian yang ramah lingkungan dengan ilmu atau sistem pertanian yang sering disebut dengan cara-cara atau kearifan tradisional petani. Mereka telah memiliki kebiasaan seperti penggunaan pupuk kandang, kompos, sampai kepada penggunaan ramuan nabati untuk mengusir hama dan memiliki cara dalam penyeleksian dan penyimpanan benih (bibit). Contoh-contoh lainnya ilmu atau kebiasaan petani pada zaman dahulu misalnya penggunaan daun nimba, tembakau dan abu untuk mengontrol rayap, penggunaan tangan sebagai pengukur kelembaban, penanaman yang tidak monokultur untuk mensiasati hama dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dibidang pertanian dewasa ini, misalnya penemuan bakteri penghancur, alat pengukur kelembaban, pengukur PH, kandungan pupuk dan bahan-bahan pembuat pupuk organik bisa diteliti dan bermacam-macam penemuan lainnya di bidang pertanian. Dalam melaksanakan pertanian organik harus menggali kembali kearifan tradisional petani memadukannya dengan ilmu pertanian saat ini sepanjang penemuan-penemuan baru di bidang pertanian ini tidak merusak lingkungan dan tidak menimbulkan ketergantungan baru. 4. Membangun Kemandirian Revolusi hijau dengan sistem intensifikasi pertaniannya mempunyai andil dalam memperbesar kelas sosial di kalangan petani antara petani kaya dan petani miskin (petani kecil dan buruh tani) dengan merubah pola hubungan petani pemilik dengan buruhnya menjadi semakin individual. Petani miskin yang merupakan mayoritas petani Indonesia menjadi semakin tak berdaya karena ketergantungan terhadap bahan atau asupan dari luar. Petani yang dulu berdaulat dengan bibit sendiri, pupuk sendiri, dan keanekaragaman hayati untuk pengedalian hama kini harus membali pupuk kimia, pestisida dan bibit. Jika dibandingkan antara modal dan hasil telah menjadikan petani kuli dilahannya sendiri tempat berladang perusahaan-perusahaan penghasil pupuk, pestisida dan bibit yang mayoritas di kuasai perusahaan asing. Pertanian organik harus mampu membangun kemandirian petani yang diawali dengan kemandirian rumah tangga petani dalam mencukupi kebutuhan sendiri yang dilanjutkan dengan kebutuhan pasar. Dalam berproduksi petani harus mampu menyediakan sarana produksi sendiri dengan mengelola sumber daya alam dan lingkungan. Untuk menghilangkan ketergantungan kepada pupuk dan pestisida petani dapat menggunakan bokhasi, kompos dan mengendalikan hama dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati yang ada. Petani juga harus membuat bank benih supaya tidak tergantung lagi kepada monopoli perusahaan bibit yang menerapkan hak kepemilikan intelektual. 5. Sebagai Gerakan Sosial Dalam konteks gerakan sosial kaum tani maka pelaku gerakan adalah petani itu sendiri baik pengorganisasian konsumen, maupun pihak lain diluar pertanian seperti nelayan, buruh bahkan pemuda agar gerakan pertanian organik menjadi luas lagi. Sebagai gerakan sosial harus

terus menerus menempatkan pertanian organik sebagai gagasan, indentitas, prinsip, nilai-nilai dan tujuan yang radikal bukan karena kepentingan pasar semata tapi menjadi konseptual yang berbasiskan rumah tangga petani pengganti konsepsi pertanian konvensional (revolusi hijau). Ada dua strategi utama dalam memperjuangkan konsep pertanian organik ini yaitu pertempuran di dunia ide dan pertempuran di basis material. Pertempuran di dunia ide dalam rangka melawan teori-teori, asumsi-asumsi, kampanye dan rekayasa psikologi individu maupun masyarakat, yang dilakukan oleh kalangan anti pertanian organik yang ekologis, berbasiskan rumah tangga petani dan untuk menghilangkan ketergantungan. Pertempuran di basis material bagaimana petani menguasai langsung sumber daya agraria dan praktek pertanian organik di lapangan (aksi sebagai bentuk perlawanan) tanpa harus menunggu kebijakan, teori-teori dan konsep pembangunan pertanian organik yang berpihak kepada petani di jalankan oleh pemerintah. Memang terdapat beberapa kalangan yang mengkhawatirkan bahwa kembali ke sistem produksi pangan organik akan mengakibatkan produksi nasional menurun. Tetapi pendapat tersebut sebenarnya tidak memiliki dasar ilmiah dan bukti empiris lapangan yang kuat. Buktinya ditingkat petani yang menerapkan pertanian padi organik justru mengalami peningkatan produktifitas bahkan dapat meningkatkan hasil 20-30%, dibanding sistem produksi ala revolusi hijau. Pertanian organik juga membuat perekonomian pedesaan kembali bergairah, karena produksi pupuk organik relatif padat karya sehingga dapat membuka lapangan kerja baru. Sistem peternakan kecil yang selama ini tergantikan oleh peternakan skala industri bisa hidup kembali karena produksi pupuk memerlukan kotoran ternak. Pemerintah tidak lagi perlu memberikan subsidi pembelian gas alam dan perawatan pabrik pupuk, tapi menggantikannya menjadi intensif buat petani untuk memproduksi pupuk organik termasuk membuat pelatihan. Petani dapat memberikan pupuk pada tanaman tepat waktu, dan arus kas keluar yang biasanya untuk membeli pupuk kimia, pestisida milik perusahaan asing akhirnya beredar antara sesama petani, peternak dan pedagang kecil.

SDM
ada hikikatnya sistem pertanian berkelanjutan adalah kembali kepada alam, yaitu sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras dan seimbang dengan lingkungan atau pertanian yang patuh dan tunduk pada kaidah-kaidah alamiah. Kata “berkelanjutan” sekarang ini digunakkan secara meluas dalam lingkup program pembangunan, keberlanjutan dapat diartikan sebagai ”menjaga agar suatu upaya terus berlangsung”, ”kemampuan untuk bertahan dan menjaga agar tidak merosot”. Dalam konteks

pertanian, keberlanjutan adalah pengelolaan sumberdaya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.

Upaya manusia yang mengingkari kaidah-kaidah ekonomi dalam jangka panjang biasanya hanya akan berakhir dengan kehancuran lingkungan, sekitar pertngahan tahun tujupuluhan duni diguncng dua krisis yaitu krisis energi dan krisis lingkunganm saat itu permintaan pasokan akan minyak bumi tinggi isedangkan pasokan cadangan minyak bumi terbatas, dan produksi rata-rata dilkukkan di negra timur tengah, sehingga mengakibatkan inflasi yang cukup tinggi, bagi negara-negara industri dan devisa bagi pemproduksi minyak.

Pada saat yang sama dunia dilanda krisis lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran berat, terutama hasil pembakaran petroleum dari kendaraan bermotor, mesin-mesin industri berat, dan sebgainya. Selain itu didunia pertanian terdapat booming pupuk kimia, obat-obatan pemberantas hama dan penyakit serta mesin-mesin pertanian berbahan bakar solar. Ternyata masuknya energi dari luar ekosistem memberikan dampak buruk baik anasir-anasir lingkungan dan membahayakan atau mengancam manusia.

1.

B. Pembahasan

Di negara-negar barat, setelah revolusi industri, industri pertanian memnag didominasi oleh teknologi modern, dengan menggunakkan pupuk kimia, pestisida, dan bahan kimia lainnya. Dimana dahulu arus pemikiran utamanya adalah bahwa dengan penggunaan alat modern maka akan meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan sehingga bisa meningkatkan keuntungan agribisnis yang cukup besar, seingga melupakan dampak eksternalitas negatif yang dtimbukannya. Sektor ini dipascu untuk menghasilkan bahan baku bagi agroindustri dan lahan kebutuhan pangan.

Namun demikian terdapat kesadaran baru pada tahunn1920-an untuk mempertimbangkan aspek biologis dan ekologis dalam pengelolaan industri-indistri pertanian. Amerika serikat memulai di tahun 1930-an dengan memunculkan konsep eco agriculture (pertanian lingkungan) sebagai solusi atas kemuduran produktivitas lahan dan bencana erosi. Pada tahun 1940an, mulai terdapat kesinambungan anatara

teknologi kimia dan bilogi, melalui konsep pengendalian hayati hama dan penyakit (biological control for pest and diseases)

Setelah perang dunia II penggunaan bahan kimia dan rekayasa teknologi meningkat lagi dan mencapai puncaknya pada tahun 1970-an., dimana pada tahun yang sama terjadi krisis energi. Semua negara berlomba-lomba memacu produktivitas industri pertanian untuk memenuhi bahan baku agroindustri. Semangat berkompetisi melahirkan teknologi-teknologi baru didunia pertanian seperti rekayasa genetika, kultur jaringan, dan teknologi canggih pertanian.

Dinegara-negara selatan seperti Indonesia, dicanangkan program intensiifikasi usaha tani, khususnya padi sebagai makanan pokok, dengan mendorong pemakaina benih varietas unggul (high variety vield), pupuk kimia dan obat-obatan pemeberantas hama dan penyakit. Kebijakkan pemerintah saat itumemang secara

jelas merekomondasaikan penggunaan energi luar yang dikenal dengan paket Panca Usaha Tani, yang salah satunya menganjurkan penggunaan pupuk kimia dan pestisida.

Terminologi pertanian berkelanjutan (susitainable agriculture) sebagai padanan istilah agroekosistem pertama kali dipakai sekitar awal tahun 1980-an oleh pakar pertanian FAO (Food Agriculture Organization) Argoekosistem sendiri mengacu pada modifikasi ekosistem alamiah dengan sentuhan campurtangan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, serat, dan kayu, untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Conway (1984) juga menggunakan istilah pertanian berkelanjutan dengan agro ekosistem yang berupaya memadukan antara produktivitas

(productivity), stabilitas (Stability), Pemerataan (equlity), jadi semakin jelas bahwa konsep agroekosistem atau pertanian berkelanjutan adalah jawaban kegamangan dampak green revolution anatara lain di tenggarai oleh semakin merosotnya produktivitas pertanian (leaffing off).

Kegagalan

pertanian

modern

memaksa

pakar

pertanian

dan

lingkungan

berpikir

keras

dan

mencobamerumuskan kembali sistem pertanian ramah lingkungan atauback to nature. Jadi sebenarnay sistem pertaninan berkelanjutan merupakan paradigma lama yang mulai diaktualisasikan kembali menjelang masuk abad ke 21 ini. Hal ini merupakan fenomena keteraturan siklus alamiah sesuai dengan pergantian abad.

Saat ini, negara-negara barat dilanda gelombang budaya teknologi tinggi (information technology) yang disertai pesatnya penggunaan teknologi super canggih dalam bidang telekomunikasi, misalnya penemuan internet, telepon seluler, dan lain sebagainya. Sementara, negara-negara selatan masih berada dalam masa transisi dari gelombang budaya pertanian ke gelombang budaya industri. Teknologi yang diadopsi oleh masyarakat manusia turut menentukkan semangat, corak, sifat, struktur, serta proses ekonomi, sosial, dan budaya.

Ada dua peristiwa penting yang melahirkan paradigma baru sistem pertanian berkelanjutan, peristiwa pertama adalah laporan Brundland dari komisi Dunia tentang Lingkungan dan Pembangunan pada tahun 1987, yang mendefinisikan dan berupaya mempromosikan paradigma pembangunan berkelanjutan. Peristiwa kedua adalah konfrensi dunia di Rio de Jeneri Brazil pada tahun 1992, yang memuat pembahasan agenda 21 dengan mempromosikan Sustainable Agriculture and Rural Development (SARD) yang membawa pesan moral pada dunia bahwa ”without better enviromental stewardship, development will be

undermined”berbagai agenda penting termasuk pembahasan bidang yang termasuk dalam pembahasan bidang pertanian dalam konferensi tersebut antara lain sebagai berikut :

Smsentara itu negara-negara berkembang misalnya Indonesia. Lahan-lahan sawah di pulau Jawa sebagai sentra produksi padi menunjukkan indikasi adanya oenuruanan produktifitas. perkebunan. untuk jangka pandek dan jangka panjang. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi. 3. Sawah-sawah mengalami kejenuhan berat atau pelandaian produktivitas karena pemakain pupuk kimia dan obat-obatan yang sudah melampaui ambang batas normal. 4. model. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound). 3. sistem pertanian harus selaras dengan normanoma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. kehutanan. Memasuki abad 21 ini. 2. sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. sejalan dengan tuntuan era globalisasi dan perdagangan bebas. peikanan. Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang. ekologi. tampaknya masih terpuruk an berkutat dengan dampak negatif green revolution. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just). Melakukan perawatan dan penigkatan SDA yang berbasis pertanian. ekonomi. 2. kesadaran akan ertabiab yang anah lingkungan semakin meningkat. Bernilai ekonomis (Economic Valueable). sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada.1. Memenimalkan damapak negatif aktivitas usaha pertanian yang dapat merugikan bagi kesuburan lahan dan kesehatan manusia. bagi kelangsungan kehidupan manusia. misalnya negara-negara Amerika dan negara-negara Eropa. Menjaga kontinuitas produksi dan keuntungan usaha dibidang pertanian dalam arti yangluas (pertanian tanaman pangan. sosial. Mungkin . dan teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. dan peternakan) untuk jangka panjang. ha ini terutama sekali dirasakan di negara-negara maju. dan budaya. baik bagi diri sendiri dan orang lain. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. metode. Mewujudkan keadilan sosoal antardesa dan antar sektor dengan pendekatan pembangunan pertanian berkelanjutan. diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran. serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi.

2. besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan. Kelayakan ekonomis (economic viability) Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) Diterima secara sosial (Social just) Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. 3. apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. 1993). 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan. Untuk itu. 4. Pezzy (1992) mencatat. sosial. partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. konsep pertanian berkelanjutan berorientasi keberlanjutan pada tiga dimensi sosial keberlanjutan. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan. termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. dan keberlanjutan ekologi alam (planet). keberlanjutan usaha ekonomi(profit). Dengan perkataan yaitu: lain. kehidupan manusia (people). pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan. termasuk pertanian berkelanjutan. . Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam memperoleh pendapatan tersebut. pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing. 5. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan. preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan.secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak. Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial). yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya. pengentasan kemiskinan. dan ekologi (Munasinahe.

Pertama. sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup.Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. skenario mala petaka yakni terjadinya spiral atau lingkaran resesi ekonomi-penyakit sosial-degradasi alam. Perekonomian yang tumbuh cukup pesat memungkinkan investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia serta perluasan dan perbaikan modal sosial. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan. Terpenuhinya kebutuhan hidup dan sosial mendorong terjadinya proses internalisasi kebutuhan akan kenyamanan lingkungan hidup dan kelestarin sumber daya alam. selanjutnya mendorong masyarakat melakukan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam sehingga kapasitas produksi sumber daya alam mengalami degradasi dan kesehatan lingkungan makin memburuk. yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur. Tekanan kemiskinan dan ancaman kelaparan mendorong timbulnya berbagai penyakit sosial seperti pencurian dan bahkan kekacauan sosial. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis. Dalam perspektif dinamis jangka panjang terdapat dua skenario ekstrim yang mungkin terjadi. sumber daya tanah. Sumber daya manusia. sosial. Resesi ekonomi yang dicirikan oleh pertumbuhan negative perekonomian dalam waktu yang cukup lama berdampak pada semakin meluasnya revelensi kemiskinan dan rawan pangan. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan. dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. modal sosial dan kapasitas produksi sumber daya alam menyebabkan resesi ekonomi berlanjut makin parah. alam dan lingkungan yang semakin baik selanjutnya akan dapat mempertahankan pertumbuhan ekonoimi berkalanjutan selanjutnya akan dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sehingga tercipta kondisi ideal yakni zaman keemasan adil dan makmur. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global . Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi. air dan agroklimat. serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. dan demikian seterusnya. Menurunnya kualitas sumber daya manusia.

kebijakan Negara penerima . Pada gilirannya. Dana Moneter Internasional dan Bank Pembangunan Asia. khususnya Negara Negara sedang berkembang yang membutuhkan bantuan pembangunan dari Negara dan lembaga donor pembiayaan pembangunan internasional. lembaga pembangunan. Selain secara langsung dalam penentuan proyek pembangunan. PPB yang pada dasarnya ialah operasionalisasi dari pertanian berkelanjutan. juga merupakan salah satu sumber keunggulan bersaing. khususnya di pasar internasional. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian.termasuk di Indonesia. Selain oleh warga dan organisasi masyarakat internasional. Itu berarti. kepatuhan terhadap standar pertanian berkelanjutan merupakan salah satu kunci bagi produk pertanian. organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Dalam kaitan inilah kasus penolakan pengiriman ekspor prodik pertanian semakin kerap terjadi pada beberapa tahun terakhir. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. Agar dapat dipercaya secara internasional maka perusahaan perusahaan haruslah memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga independent bereputasi internasional yang biasa disebut “ecolabel”. tekanan untuk memenuhi praktek pertanian berkelanjutan juga dilakukan melalui penentuan atau penetapan kebijakan domestik suatu Negara. Promosi dan pengawasan praktek pertanian berkelanjutan merupakan salah satu pertimbangan dalam perumusan kebijakan perdagangan suatu negara. Usaha agribisnis yang terbukti memenuhi standar PPB akan mampu mengalahkan perusahaan pesaing yang tidak memenuhi standar PPB. Kepatuhan terhadap praktek pembangunan pertanian berkelanjutan merupakan salah satu persyaratan bantuan oleh lembaga dan Negara donor. Gerakan pertanian berkelanjutan juga didorong sekuat kuatnya oleh lembaga lembaga donor pembangunan internasional seperti Bank Dunia. gerakan pertanian berkelanjutan juga sudah disepakati oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional. negara. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Karena itu.

Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil Kecukupan pangan merupakan masalah hidup dan matinya suatu bangsa. 1. dimana pemerintah merupakan agen pembangunan yang sangat menentukan keberhasilan pencapaian sasaran pembangunan. bersih (clean). sehingga kemandirian pangan merupakan prioritas tujuan pembangunan pertanian. Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu: 1. Petani dan pemerintah harus bekerja sama untuk mewujudkannya.berkemampuan(competent). merupakan tuntutan zaman yang harus diikuti. sehingga kemandirian pangan merupakan prioritas tujuan pembangunan pertanian. Pembangunan pertanian akan berhasil bila diawali dengan cara penyenggaraan pemerintah yang baik. dan secara publik dapat dipertanggung jawabkan(accountable). sementara pada saat bersamaan muncul gejala pelambatan produktivitas dan penurunan nilai tukar petani. berhasil dan dapat dipertanggung jawabkan. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana membangun pemerintah yang bersih. Di negara Indonesia juga menghadapi permasalahan dalam negeri yang berkaitan dengan produksi pangan yaitu: 1. Kecukupan pangan merupakan masalah hidup dan matinya suatu bangsa. memberikan hasil positif(credible). pengusaha agribisnis harus mematuhi standar praktek pertanian yang baik. Upaya meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi jumlah petani gurem. .bantuan tersebut akan mengarahkan dan memaksa pengusaha agribisnis mematuhi standar praktek pertanian berkelanjutan. Cara penyelenggaraan pmerintah yang baik(good goverment) sangat diperlukan dalam pelaksanaan pembangunan pertanian yaitu. Suka atau tidak suka. berkemampuan. senang atau tidak senang. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. Tantangan ke depan yang dihadapi dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan adalah meningkatnya derajat globalisasi perdagangan dunia yang tidak adil. Tantangan ke depan yang dihadapi dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan adalah meningkatnya derajat globalisasi perdagangan dunia yang tidak adil.

Bahkan hubungan diantara pelaku . 3. maka hal ini berarti bahwa permasalahan kemiskinan terkait dengan sektor pertanian. 1. Dengan demikian pelaku agribisnis hanya memikirkan kepentingan diri sendiri dan tidak menyadari bahwa mereka saling membutuhkan. Membangun system agribisnis terkoordanatif Struktur agribisnis kita saat ini dapat digolongkan sebagai tipe dispersal. membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan Krisis multidimensi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 telah mengakibatkan jumlah penduduk miskin pada tahun 1998 melonjak. Hubungan diantara sesama pelaku pelaku agribisnis praktis bersifat tidak langsung dan impersonal. Apabila hal ii dikaitkan dengan fakta bahwa sebagian besar mata pencaharian penduduk di wilayah pedesaan bergantung pada sektor pertanian. selain untuk meningkatkan nilai tambah juga meningkatkan dan memperluas pangsa pasar di dalam dan luar negeri.2. saat ini banyak yang melakukan pengembangan produk pertanian untuk mensiasati perdagangan dunia yang tidak adil. 4. Upaya mempertahankan momentum pertumbuhan tinggi produksi pangan dan membalikkan kecenderungan deselerasi pertumbuhan produksi menjadi akselerasi. Jaringan ahribisnis praktis hanya diikat dan dikoordinir oleh mekanisma pasar (harga). sektor pertanian akan lebih dikenal sebagai pengganda tenaga kerja. Pemerintah harus dapat mendorong perkembangan produk pertanian olahan primer. Pertumbuhan sector pertanian yang makin cepat akan memacu pertumbuhan sector-sektor lain secara lebih cepat melalui kaitan ke belakang dan ke depan dalam kegiatan produksi dan konsumsi. Upaya mengatasi fenomena ketidakpastian produksi. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian Pertumbuhan sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi perekonomian pedesaan. Sektor pertanian Indonesia. sehingga nilai tambah yang diperoleh masih sangat rendah dan kurang kompetitif di pasr dalam negeri maupun luar negeri. dan bukan sekedar pencipta kesempatan kerja. 1. Struktur dispersal dicirikan oleh tiadanya hubungan organisasi fungsional disetiap tingkatan usaha. Apabila hal ini dapat dilakukan maka sektor pertanian akan tumbuh dengan cepat dan tinggi lagi dibandingkan dengan yang telah selama ini dicapai. hingga saat ini masih sangat tergantung pada hasil primer. Mengurangi jumlah petani miskin. 1. dan Upaya meningkatkan daya saing produk pangan. Negara berkembang penghasil produk pertanian. Dengan demikian.

Srategi umum dalam upaya mewujudkan visi pembangunan pertanian adalah sebagai berikut: 1.1995). asosiasi pengusaha yang bersifat asimetri. efisiensi system IPTEK pertanian ini perlu didukung dengan sistem pendidikan pertanian yang mampu menghasilkan peneliti yang berkemampuan (competent) dan produktif (credible). Meningkatnya permintaan lahan akibat pertumbuhan penduduk selain menyebabkan penurunan luas baku lahan pertanian yang meningkatnya intensitas usahatani di daerah aliran sungai (DAS) hulu. 1969). bersifat serba gurem. 1. yaitu petani. yaitu agroindustri dan eksportir. khususnya di pulau Jawa. yang telah berlangsung sejak paruh kedua decade 1980-an. Penurunan luas baku lahan pertanian. Membangun system iptek yang efisien Permasalan utama yang dihadapi oleh Indonesia berkaitan dengan pemanfaatan IPTEK pertanian adalah belum terbangunnya secara efisien system IPTEK pertanian mulai dari hulu (penelitian tinggi dan strategi) sampai hilir (pengkajian spesifik lokasi dan diseminasi penelitian kepada petani). Struktur agribisnis yang bersifat dulistik inilah yang menytebabkan masalah transisi dalam agribisnis (Simatupang. bersifat serba kuat) ditambah pula sifat intrinsik permintaan dan penawaran komoditi pertanian yang sangat tidak elastis membuat rantai vertical agribisnis bersifat dualistic (Bell and Tai.. Melaksanakan manajemen pembangunan yang bersih. Efisiensi IPTEK di sektor pertanian ini perlu dibangun melalui sinkronisasi program litbang pertanian mulai dari hulu sampai hilir dan sinkronisasi program litbang pertanian dengan lembaga penelitian lainnya. 1. Tiadanya ikatan institusional. Juga perlu dibangun kembali sistem penyuluhan petani yang lebih efektif dan efisien. saat ini cenderung makin besar seiring dengan peningkatan konversi ke non pertanian. transparan dan bebas KKN b. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup Permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi banyak berkaitan dengan penurunan kualitas lingkungan di wilayah hulu yang berakibat langsung pada kualitas lingkungan di wilayah hilir.agribisnis cenderung berkembang menjadi bersifat eksploitatif yang pada akhirnya menjurus ke kematian bersama. kemampuan bisnis yang tidak berimbang (kutub hulu. Meningkatkan koordinasi dalam penyusunan kebijakan dan manajemen pembangunan pertanian . luas baku lahan sawah di luar Jawa juga telah mengalami penurunan. Pada beberapa tahun terakhir. khususnya lahan sawah. sedangkan kutub hilir. Selain itu.

mudah diperoleh rumah tangga. tersedia setiap saat disemua daerah. vitamin dan mineral serta turunannya yang bermanfaat bagi pertumbuhan kesehatan. Sejalan dengan itu maka peningkatan pendapatan rumah tangga merupakan faktor kunci dari peningkatan ketahanan pangan rumah tangga. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Ketahanan pangan diartikan sebagai terpenuhinya pangan dengan ketersediaa yang cukup. Keamanan pangan Program peningkatan ketahanan pangan merupakan fasilitas bagi terjaminnya masyarakat untuk memperoleh pyang cukup setiap saat. lemak. Pangan dalam arti luas mencakup pangan yang berasal dari tanaman. Meningkatkan ketersediaan prasarana dan sarana pertanian Meningkatkan inovasi dan diseminasi teknologi tepat guna Memoromosikan dan memproteksi komoditas pertanian Program pembangunan pertanian dirumuskan dalam tiga program yaitu: 1. aman dikonsumsi dan harga terjangkau. Distribusi dan ketersediaan pangan 1. Sasaran yang ingin dicapai adalah: . Ketahanan pangan mencakup konsep: 1. protein. Ketahanan rumah tangga berkaitan dengan kemampuan rumah tangga untuk dapat akses terhadap pangan di pasar. sehat dan halal. Diversifikasi pangan 1. Ketersediaan pangan b. Penerimaan oleh ketersediaan pangan d. Memperluas dan memanfaatkan basis produksi secara berkelanjutan d.1. 2. dengan demikian ketahanan pangan rumah tangga dipengaruhi oleh kemampuan daya beli atau pendapatan rum. Meningkatkan kapasitas dan memberdayakan sumber daya manusia pertanian 1. ternak dan ikan untuk memenuhi kebutuhan atas karbohidrat. 3.ah tangga.

6. Peningkatan produksi dan ketersediaan pangan Pengembangan diversifikasi produksi dan konsumsi pangan yang bertumpu pada sumber daya local penyusunan kebijakan dan pengendalian harga pangan 3. Kegiatan utama Program Peningkatan Ketahanan Pangan meliputi: 1. 3. Meningkatnya kontribusi sektor pertanian dalam perekonomian nasional terutama melalui peningkatan devisa. maka arah yang perlu ditempuh adalah memperluas cakupan kegiatan ekonomiproduktif petani. 2. Berkembangnya usaha pertanian agar produktif dan efisien menghasilkan berbagai produk pertanian yang mempunyai nilai tambah dan daya saing tinggi baik di pasar domestik maupun internasional b. 2. regional dan rumah tangga yang cukup. 5. 7. aman dan halal 2. Dengan demikian program ini dimaksudkan untuk memfasilitasi: 1. Meningkatnya keragaman produksi dan konsumsi pangan masyarakat Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengatasi kerawanan pangan. Kegiatan utama mencakup: . Program Peningkatan Nilai Tambah dan Dayasaing Produk Pertanian Dalam rangka meningkatkan pendapatan petani.1. Dicapainya ketersediaan pangan tingkat nasional. Peningkatan produksi pangan pokok Koordinasi kebijakan nketersediaan dan distribusi pangan Pengembangan sumber pangan alternative berbasis sumbar daya local Koordinasi penyusunan kebijakan harga pangan Koordinasi pengendalian harga Koordinasi penetapan standar kualitas dan keamanan pangan Pengawasan lalu lintas pertanian dan hewan serta penerapan GAO dan HACC produk pangan Koordinasi penanggulangan kasus/kejadian kerawanan pangan 1. Penanggulangan kasus atau kejadian kerawanan pangan Rencana tindak program meliputi: 1. 4. 8. Perluasan kegiatan ekonomi yang memungkinkan untuk dilakukan adalah peningkatan nilai tambah melalui pengolahan. 3.

3. Sistem pertanian industrial adalah sosok pertanian ideal yang merupakan keharusan agar usaha pertanian dapat .1. Peningkatan produksi dan mutu produk pertanian Pengembangan agro-industri pedesaan Pengembangan produk sesuai dengan standar internasional Penerapan kebijakan insentif Pengembangan informasi pasar Pengembangan sarana dan prasarana usaha Pengembangan pasar Perlindungan produk domestik Harmonisasi regulasi/deregulasi Rencana tindak program meliputi: 1. 8. 2. 2. 4. berkeadilan dan berkelanjutan guna menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pertanian “ dan diimplementasikan. Pengembangan produksi komoditas unggulan Perbaikan pasca panen Pengembangan kelembagaan pengolahan hasil pertanian Penerapan standar produk sesuai standar internasional Pengendalian harga produk pertanian Pengembangan jaringan informasi distribusi Pengembangan sarana pengolahan dan pemasaran Peningkatan market intelligent Perlindungan produk domestik Peningkatan kerjasama antar negara dibidang karantina C. 9. 6. 4. PENUTUP Keberhasilan pembangunan pertanian terletak pada keberlanjutan pembangunan pertanian itu sendiri. 5. 3. 5. 7. kearifan local serta ilmu pengetahuan dan teknologi berwawasan lingkungan. Sistem pertanian industrial dicirikan oleh usaha pertanian bernilai tambah tinggi dan terintegrasi dalam satu rantai pasok (supply chai ) berdasarkan relasi kemitraan sinergis dan adil dengan bertumpu pada sumber daya nasional. 9. Konsepsi pembangunan pertanian berkelanjutan tersebut diterjemahkan ke dalam visi pembangunan pertanian jangka panjang yaitu ”Terwujudnya sistem pertanian industrial berdaya saing. 8. 6. 7.

produksi ditujukan pada keluarga dan masyarakat subsisten. dan aspek ekologi. pengalaman nyata. Kecenderungan Dalam Pertanian Di Daerah Tropis Pada mulanya.2. Pertanian Global Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pertanian global. 6. meningkatkan mutu sumber daya manusia. keterampilan. dan dinamis. kepantasan budaya. yaitu nuansa ekologis. perluasan penanaman. BAB VI LEISA Sistem pertanian berkelanjutan memiliki lima dimensi/pandangan. Istilah sistem pertanian berkelanjutan yang popular adalah: better environment. dan institusi lokal. masalah lingkungan di Negara-negara berkembang sebagian besar disebabkan karena eksploitasi lahan yang berlebihan. Biasanya. pertanian di daerah tropis bergantung pada sumber daya alam. menunjukkan kinerja pertanian bisa dinilai secara parsial dengan membandingkan produksi pangan. dan menjaga kelestarian sumber daya melalui strategi kerja keras proaktif. aspek sosial. ekonomi. and better living. Aspek ekologi. Sistem-sistem pertanian yang bermacam-macam dan khas setempat telah berkembang melalui proses mencoba-coba yang panjang di mana akhirnya ditemukan keseimbangan antara masyarakat dan basis sumber dayanya. dan bahan bakar kayu dengan kebutuhan untuk produk-produk ini dalam suatu daerah atau Negara dan membandingkan tingkat pertumbuhan produksi pertanian dengan tingkat pertumbuhan penduduk. bahan serabut. . Aspek ekonomi.1.bertahan hidup dan tumbuh berkembang secara berkelanjutan dalam tatanan lingkungan persaingan global yang semakin ketat. Cara kerja sama antar anggota masyarakat telah dikembangkan dengan baik. kesadaran sosial. kelayakan ekonomis. better farming. dan pengundulan hutan. pengetahuan. Sehingga sudah seharusnya negara-negara dunia ketiga untuk mencanangkan program – program unggulan guna mempercepat diseminasi pertanian khususnya Indonesia dengan badan Litbang pertanian sehingga bisa mewujudkan pertanian industrial. 6. partisipatif. meningkatkan kualitas hidup. . dan pendekatan holistic yang bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan.

maka sistem pertanian di daerah tropis cenderung berubah ke salah satu dari dua keadaan ekstrem: 1. Areal LEIA semakin meluas seiring dengan meningkatnya pemiskinan . Pemanfaatan sumber daya lokal yang semakin intensif dengan sedikit atau sama sekali tak menggunakan input luar. Ada dua kekeliruan penilaian yang telah dilakukan sebelum pengenalan “revolusi hijau” sebagai berikut: 1. penyuluhan. dan pemasaran serta transportasinya baik. Sistem pertanian ini mengkonsumsi sumber-sumber yang tak dapat diperbarui. benih hibrida. Tidak terduganya ketergantungan yang semakin meningkat terhadap pestisida dan pupuk buatan. 2. serta input lainnya. Tidak terduga peningkatan harga pupuk kimia dan bahan bakar minyak serta penurunan harga-harga di pasar dunia internasional sebagai akibat produksi biji-bijian dunia yang berlebihan. Sistem pertanian seperti ini berorientasi pasar dan membutuhkan modal besar.Ketika kondisi untuk bertani berubah. ekonomi. sistem pertanian juga mengalami perubahan. pemanfaatan input buatan yang berlebihan dan tidak seimbang dalam sistem HEIA bisa menimbulkan dampak besar terhadap situasi ekologi. 2. beragam. Dipandang dari segi luas. Sebagai respon terhadap pengaruh asing dan kebutuhan serta aspirasi yang semakin besar dari penduduk yang jumlahnya semakin meningkat. Apa yang diperkenalkan oleh HEIA dengan bendera “revolusi hijau” telah menyalurkan sumber daya investasi yang langka ke dalam sistem pertanian dengan modal besar di beberapa daerah yang menyebabkan daerah menjadi sangat bergantung pada impor peralatan. basis sumber daya alam secara perlahan menjadi rusak. selanjutnya akan disebut (HEIA). selanjutnya disebut (LEIA). Namun demikian. Di mana adaptasi terhadap tekanan yang baru itu tidak cukup cepat. Perubahan ini mengakibatkan harga yang lebih tinggi di tingkat konsumen. Yang pertama diuntungkan adalah para suplaier pupuk buatan dan bahan bakar minyak. LEIA (Low external input agriculture) dipraktekkan di daerah yang dibersifat kompleks.Sistem pertanian tradisonal terus dikembangkan dalam suatu interaksi yang konstan dengan budaya dan ekologi lokal. seperti halnya bagi masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut. misalnya karena pertumbuhan jumlah penduduk atau pengaruh nilai-nilai asing. dan rentan risiko. HEIA (Height external input agriculture) sangat tergantung pada input kimia buatan (pupuk. Penggunaan input luar secara besar-besaran. seperti minyak bumi dan fosfat dalam tingkat yang membahayakan. hingga terjadi degradasi sumber daya alam. mekanisasi dengan memanfaatkan bahan bakar minyak dan juga irigasi. dan sosiopolitik. pestisida). LEIA paling banyak dijumpai di wilayah subsahara Afrika. Input tersebut telah mencemari sungai dan air tanah dalam tingkat yang membahayakan manusia. Uang tunai yang diperlukan untuk membeliinput buatan seringkali diperoleh dengan menjual produk pertanian. sedangkan yang tidak diperkirakan adalah harga yang lebih rendah di tingkat produsen. benih. HEIA bisa ditemukan pada daerah yang “kaya sumber daya alam” dan ”berpotensi besar” di negara-negara berkembang dan paling tersebar di Asia. HEIA hanya dimungkinkan di daerah di mana kondisi ekologinya relatif seragam dan bisa dengan mudah dikendalikan (misalnya daerah irigasi) dan di mana pelayanan penyaluran.

maka efisiensinya bahkan bisa lebih rendah lagi. 1. tetapi juga memiliki fungsi ekologis. erosi tanah. Pupuk buatan ini bisa mengganggu kehidupan dan keseimbangan tanah. Tanaman lahan kering di daerah tropis kehilangan sampai 40-50% nitrogen yang diberikan. bila unsur ini tidak diganti oleh pupuk buatan NPK. masyarakat memperkuat kemampuan mereka untuk mengubah input menjadi produk yang berguna. penggantian fungsi-fungsi ekologis oleh manusia ini telah berjalan lebih jauh daripada yang terjadi dalam sistem LEIA. mengakibatkan penggundulan hutan. besi. mangan. dan hewan tidak hanya memiliki fungsi produktif. .3. yang terjerat utang dan tidak memproduksi input HEIA sendiri.Pupuk Buatan Petani menghargai pupuk buatan karena efek yang cepat dan penanganannya relatif mudah. degradasi tanah. memompa unsur hara. 3. yang kemudian menyebabkan degradasi struktur tanah. kerentanan yang lebih tinggi terhadap kekeringan dan keefektifan yang lebih rendah dalam menghasilkan panenan. seng. dan budaya.3. Efisiensi pupuk buatan ini terbukti lebih rendah dari yang diharapkan.penduduk pedesaan di banyak negara dengan input luar yang semakin mahal dan dengan semakin tidak mampunya pemerintah negara-negara berkembang. seperti menghasilkan bahan organik. boron yang bisa mempengaruhi tanaman. penyakit. Dalam sistem LEIA yang berfungsi dengan baik.1. Keragaman diganti dengan keseragaman karena alasan efisiensi teknologi dan peluang pasar. Penggunaan LEIA secara berlebihan pada usaha tani dengan lahan sempit serta perluasannya kelahan pertanian baru yang seringkali marginal.Penggunaan Input Luar Di Daerah LEIA: Kebutuhan dan Batas-Batasnya 6. tanah dengan erosi tinggi dan tanah dengan kandungan bahan organik yang rendah. hewan. padi di sawah kehilangan nitrogen kurang dari 60-70%. Dengan menyeleksi dan memuliakan tanaman dan ternak. musim kemarau yang panjang. dan disintegrasi ekonomi. meningkatkan dekomposisi bahan organik. Penggunaan pupuk buatan NPK yang terus–menerus menyebabkan penipisan unsur-unsur mikro. dan mengendalikan erosi. hujan amat deras dan kemarau berkepanjangan. produksi lambat laun akan menurun dan munculnya hama dan penyakit akan meningkat. melindungi tanaman secara alami. dan peningkatan kerentanan terhadap serangan hama. Dalam sistem HEIA. sifat-sifat yang lain seperti ketahanan alami atau kemampuan bersaing akan hilang. Fungsifungsi ini menunjang keberlanjutan dan stabilitas usaha tani dan bisa dilihat sebagai penghasil input dalam. 6. 2. membuat cadangan unsur hara dalam tanah. Dalam proses ini. Aplikasi yang tidak seimbang dari pupuk mineral Nitrogen yang menyebabkan pengasaman bisa juga menurunkan pH tanah dan ketersediaan fosfor bagi tanaman. Bila kondisi kurang mendukung misalnya curah hujan yang tinggi. tanaman. tembaga. Banyak sistem pemanfataan lahan tropis tengah berada pada keadaan menurunnya kandungan unsur hara. mengimpor input tersebut. Berbagai keterbatasan pupuk buatan. dan kesehatan manusia. magnesium. pepohonan. hilangnya vegetasi pelindung. molybdenum. tumbuhan perdu lainnya.

yang kemudian memaksa penggunaan pestisida dalam dosis yang lebih tinggi. 2. hewan pemangsa serangga.3. 6. gulma. 6. mencegah deforestasi hutan. Hanya sebagian kecil pestisida yang dipakai di lahan mengenai organisme yang seharusnya dikendalikan. apakah itu serangga. Beberapa kerugian dan bahaya penggunaan pestisida: 1. Indonesia akan menurunkan GRK sampai 26% tahun 2020 dengan meningkatkan kebijakan dibidang kehutanan. reboisasi lahan. namun juga membutuhkan organisme yang berguna. atau hewan.Benih “Unggul” Bersama dengan faktor-faktor lain. tingkat dan risiko produksi pertanian. Meningkatnya permukaan air laut akan membawa konsekuansi besar bagi daerah delta yang rendah dan muara. Penggunaan pupuk buatan di negara maju dan negara berkembang memberikan andil pada resiko global yang muncul dari pelepasan nitrogen oksida (N2O) pada atmosfer dan lapisan diatasnya. mengurangi eksport hasil hutan. akan terjadi kekurangan suatu input secara keseluruhan yang oleh beberapa petani telah disesuaikan dengan usahanya.3. Ini bencana bagi petani yang harus menghasilkan tanaman dengan input luar yang rendah dalam kondisi yang beragam dan rawan resiko.3. penyakit. Hal ini bisa mengakibatkan perubahan pola. hal ini berarti akan meningkatkan harga pupuk atau jika negara tidak memiliki cukup nilai tukar mata uang asing untuk terus menerus mengimpor pupuk buatan atau bahan mentah untuk memproduksinya.Disamping keterbatasan agronomis atas penggunaan pupuk buatan. akan terserap dalam rantai makanan dan sangat membahayakan serangga. hama menjadi kebal terhadap pestisida. seperti musuh alami hama. dan bagi semua petani yang untuk alasan ekonomi maupun ekologi. mencegah kebarakan hutan. Di tingkat usaha tani. burung pemangsa. di mana kira-kira setengahnya adalah penduduk Dunia Ketiga. . dan pada akhirnya manusia. 5. promosi varietas unggul telah mengakibatkan banyak sekali varietas lokal yang hilang (erosi genetik). mencegah degradasi lahan. 4. Pestisida bukan hanya membunuh organisme yang menyebabkan kerusakan pada tanaman. Setiap tahun ribuan penduduk teracuni oleh pestisida. harus berproduksi dengan input kimia yang lebih sedikit pada masa yang akan datang. meningkatkan suhu global (efek rumah kaca) dan mengganggu kestabilan iklim. dan sebagainya. Pada lapisan stratosfer infra merah tertentu. 4. 3.2.Pestisida Pestisida merupakan bahan-bahan kimia atau alami yang memberantas populasi hama terutama dengan cara membunuh organisme hama. Pestisida yang tidak mudah terurai. keterbatasan suplai sumber daya (khususnya fosfat) untuk memproduksinya telah semakin tampak. Dari waktu ke waktu. penangangan limbah.

penggundulan hutan.6. 3. 5. 3. 2. 4. modal. 2. Fokusnya adalah pada bentuk. khususnya karena penggunaan bahan-bahan kimia pertanian yang berlebihan. serat. dan produk lainnya bagi konsumsi dan pengolahan umat manusia. keterampilan. Komunikasi dengan petani yang rendah. Suatu wilayah yang digunakan untuk produksi pertanian. disentegrasi sosial dan budaya serta marginalisasi petani yang lebih miskin.3.Irigasi Bagi petani LEIA di daerah kering di mana irigasi sangat penting. peningkatan sistem pertanian tadah hujan dengan konservasi air dan pengelolaan bahan-bahan organik lebih penting karena kemampuan investasi petani LEIA sangat terbatas.5. Input itu tidak ada atau ketersediaannya tak dapat diandalkan karena infrastruktur perdagangan dan pelayanannya lemah. dan bahaya serangan hama. khususnya. 6. kerusakan lingkungan. bahan bakar. Namun. harganya mahal. fasilitas perawatan dan suku cadangnya serta kondisi ekologi yang sulit menyebabkan peralatan cepat menjadi usang dan beresiko tinggi menjadi rusak. meningkatkan risiko kerusakan lingkungan karena erosi tanah. hilangnya keragaman dalam sistem pertanian yang mengakibatkan ketidakstabilan dan kerawanan terhadap risiko ekologi dan ekonomi.4. 6. misalnya suatu . 1. hambatan terhadap mekanisasi ini termasuk terbatasnya peralatan. Agroekologi Agroekosistem merupakan kesatuan tumbuhan dan hewan serta lingkungan kimia dan fisiknya yang telah dimodifikasi oleh manusia untuk menghasilkan makanan.5. tanah yang miring). 4. alternatif skala kecil ini akan sangat menarik. kalaupun ada. Bahaya-bahaya yang bisa muncul dalam mempromosikan pengenalan input semacam itu kedalam wilayah LEIA adalah. termasuk semua elemen lingkungan dan manusia. khususnya perempuan. 6.3.Mekanisasi Dengan Alat-Alat Bahan Bakar Minyak Dalam LEIA. Agroekologi merupakan studi agroekosistem yang holistik. pengerasan tanah. Input Luar dan Petani LEIA Beberapa alasan mengapa petani LEIA (Low external input agriculture) enggan atau tak mampu menggunakan input luar adalah: 1. input itu tidak begitu menguntungkan dalam kondisi-kondisi tertentu. input itu beresiko dan mungkin tidak efisien dalam kondisi ekologi yang beragam dan rentan (misalnya hujan yang tak teratur. Pemanfaatan traktor. dinamika dan fungsi hubungan timbal balik antar unsur-unsur tersebut serta proses di mana mereka terlibat. hilangnya sumber daya genetik setempat dan pengetahuan tradisional tentang peternakan yang berorientasi ekologi serta alternatif setempat terhadap input luar yang tidak bisa dipulihkan lagi.4. bahan bakar.

Dengan merancang sistem pertanian yang meniru alam. dan curah hujan. Yang tampak secara implisit dalam pekerjaan agroekologi adalah gagasan. petrokimia dan pupuk mineral dari luar dapat dipertahankan. Evaluasi teknik dan sistem pertanian lokal setempat menunjukkan pilihan-pilihan bagi peningkatan LEIA. maka perhatian perlu dipusatkan pada teknologi yang bisa memanfaatkan sumber daya lokal secara efisien. keberlanjutan praktekpraktek setempat bergantung pada model ekologi yang mereka anut. Sudah sering dipertanyakan berapa lama energi dari luar dan suplai unsur hara. interaksi pemaangsa-mangsa. mengkonservasi tanah dan air. Petani yang kini menerapkan HEIA. dan sebagainya. 6. Dalam banyak kasus.6. tanaman pangan. persaingan. Selain itu. kapasitas menahan air serta keberadaan unsur hara dan air tanpa pemanfaatan input buatan. bahwa dengan memahami hubungan-hubungan dan proses-proses ekologi ini. agroekologi serta metode pertanian tradisional lainnya meniru proses ekologi alami.lahan.rempah-rempah. padang rumput alami. Dengan mengintegrasikan beragam fungsi pemanfaatan lahan (misalnya memproduksi bahan pangan. misalnya daur unsur hara. maka pemanfaatan optimal bisa dilakukan dari sinar matahari. Karena sebagian besar petani tidak mampu untuk memanfaatkan input buatan itu atau hanya dalam jumlah yang sangat sedikit. simbiosis. pupuk hijau. dan perubahan turun-temurun. . mempertahankan kesuburan tanah) serta pemanfaatan beragam komponen biologis (ternak besar dan ternak kecil. tidak berwawasan lingkungan atau mencemarkan. agroekosistem bisa dimanipulasi untuk memperbaiki produksi dan bereproduksi secara lebih berkelanjutan dengan dampak negatif yang lebih sedikit terhadap lingkungan dan masyarakat serta kebutuhan akan input luar yang lebih sedikit. Kekuatan utama sistem pertanian terletak pada integrasi fungsional dari beragam sumber daya dan teknik pertanian. melindungi tanaman. sedangkan dari sudut lain bersifat boros. Sistem pertanian apa pun. kayu. Petani tradisional telah menemukan cara-cara untuk memperbaiki struktur tanah. apakah itu ”padat bahan kimia ” atau ”alamiah” di lihat dari berbagai sudut pandang bersifat melestarikan sumber daya. bisa saja mengurangi pencemaran dan biaya serta meningkatkan efisiensi input luar dengan menerapkan beberapa teknik LEISA. Namun dengan langsung mengganti anternatif nonkimia belum tentu akan membuat pertanian lebih berkelanjutan. dipandang sebagai suatu sistem yang kompleks di mana proses ekologi yang terjadi dalam kondisi alami juga ditemukan. stabilitas dan produktivitas sistem usaha tani sebagai suatu keseluruhan bisa ditingkatkan dan basis sumber daya alam bisa dikonservasikan. hijauan makanan ternak. dan sebagianya). Para ahli agroekologi kini menyadari bahwa tumpangsari. unsur hara tanah. Menuju Pertanian Berkelanjutan Dengan Input Luar Rendah (LEISA) Tidak ada satu metode pertanian yang secara tunggal memiliki kunci keberlanjutan. Misalnya penggunaan pupuk kandang secara tidak bijaksana dapat mencemarkan tanah dan permukaan seburuk pencemaran yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. pohon. sistem pertanian mereka kini (atau pada masa lalu) merupakan bentuk-bentuk pertanian ekologis yang lebih canggih dan tepat bagi kondisi-kondisi lingkungan yang khusus. bahan bakar minyak. Begitu pula pemakaian pestisida yang dibuat dari tumbuhan bisa sama bahayanya dengan pestisida kimia. LEISA (Low external input sustainable agriculture) merupakan suatu pilihan yang layak bagi petani dan bisa melengkapi bentuk-bentuk lain produksi pertanian.

pengolahan hasil pertanian) yang dikelola berdasarkan kemampuan lingkungan fisik. . hewan. Berusaha mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada dengan mengkombinasikan berbagai macam komponen sistem usaha tani. dan manusia. Istilah pertanian di sini di pakai dalam arti luas yang meliputi bukan hanya tanaman dan ternak. Dalam memanfaatkan input luar. Aliran barang dan jasa (ditunjukkan oleh anak panah) dalam suatu sistem usaha tani sederhana. dan sumber daya yang dimiliki petani. 2. Sistem Pertanian Sistem pertanian mengacu pada suatu susunan khusus dari kegiatan usaha tani (misalnya budi daya tanaman. Usaha tani dengan kegiatan-kegiatan yang serupa dikatakan mempraktekkan sistem pertanian tertentu. LEISA (Low external input sustainable agriculture) tidak bisa dipresentasikan sebagai solusi mutlak terhadap masalah-masalah pertanian dan lingkungan yang mendadak di dunia ini. termasu k sumber daya yang dimiliki bersama orang lain.1. yaitu tanaman. kemampuan. dan manusia sehingga saling melengkapi dan memberikan efek sinergi yang paling besar.7. tetapi juga sumber daya alam lainnya yang ada pada petani. air. dan sosioekonomis serta sesuai dengan tujuan.LEISA mengacu pada bentuk-bentuk pertanian sebagai berikut: 1. Gambar 6. fisik. peternakan. biologis. 6. iklim. perhatian utama diberikan pada maksimalisasi daur ulang dan minimalisasi kerusakan lingkungan. tanah. tetapi LEISA bisa memberikan kontribusi yang berharga untuk memecahkan beberapa permasalahan tersebut: LEISA terutama merupakan suatu pendekatan pada pembangunan pertanian yang ditujukan pada situasi di daerah-daerah pertanian tadah hujan yang terabaikan oleh pendekatan-pendekatan konvensional. Berusaha mencari cara pemanfaatan input luar hanya bila diperlukan untuk melengkapi unsur-unsur yang kurang dalam ekosistem dan meningkatkan sumber daya biologi.

Hasil usaha tani dapat digunakan sebagai input dalam. 2. pemompaan unsur hara. benih dan anakan unggul. air. 4. Suatu usaha tani merupakan agroekosistem yang unik: suaatu kombinasi sumber daya fisik dan biologis seperti bentuk-bentuk lahan. alat-alat. tanah. semuanya bisa menjadi bagian dari suatu sistem pertanian. Input dapat juga diperoleh dengan pertukaran hasil pertanian secara langsung. termasuk menyebarkan risiko dan memastikan bahwa produksi bisa berlangsung terus. dan pengalaman-pengalaman belajar. tanaman budi daya) dan hewan (liar dan piaraan). sedimen. .dan memanen madu serta hasil-hasil lainnya dari daerah hutan dan juga penggembalaan ternak yang ekstensif di padang rumput alami. daur ulang dan pemanfaatan pupuk luar sebagai pelengkap 3. tenaga buruh. berkebun. atau yang dihasilkan sendiri. dan sebagainya guna memenuhi berbagai macam kebutuhan mereka. bahan jerami dan anyaman. rumah tangga itu membutuhkaninput. Meminimalkan serangan hama dan penyakit terhadap tanaman dan hewan melalui pencegahan dan perlakuan yang aman. unsur hara. Untuk menjaga proses produksi terus berlangsung. rumah tangga petani mendapatkan hasil atau produk seperti tanaman. misalnya perembesan atau penguapan unsur hara atau erosi tanah. Meminimalkan kerugian sebagai akibat radiasi matahari. misalnya tenaga hewan. Berbagai anggota dari satu keluarga bisa memanfaatkan sumber daya alam dalam berbagai macam cara: membudidayakan tanaman. nitrogen yang diikat dari udara. Disamping menghasilkan bahan pangan. Dengan mempengaruhi komponen-komponen agroekosistem ini dan interaksinya. Menjamin kondisi tanah yang mendukung bagi pertumbuhan tanaman. transportasi). air. Sistem usaha tani LEIA biasanya sangat kompleks. misalnya informasi. kayu. dan jasa. menggembalakan ternak. Input dalam adalah yang diambil di usaha tani sendiri. kayu. pakan ternak. tumbuhan (tumbuhan liar. sisa tanaman. kegiatan ini juga memiliki fungsi yang lain. misalnya benih. berburu. pupuk buatan. biosida kimia. tenaga kerja keluarga. ditukar atau diberikan. sandang. pengelelolaan air. air hujan. khususnya melalui peningkatan nitrogen. mengumpulkan gulma. dijual. Prinsip-Prinsip Ekologi Dasar LEISA Prinsip-prinsip ekologi dasar pada LEISA bisa dikelompokkan sebagai berikut: 1. kayu dan hewan. Mengoptimalkan ketersediaan unsur hara dan menyeimbangkan arus unsur hara. air irrigasi. serat. 6. bahan bakar minyak. pepohonan. dan berbagai hasil sampingan seperti obat-obatan. misalnya energi matahari. energi. pupuk kandang. udara dan air dengan cara pengelolaan iklim mikro. Selama proses produksi beberapa kerugian terjadi sebagai akibat dari. Penjualan hasil memberikan uang tunai yang dapat dipakai untuk membeli berbagai macam barang atau jasa (misalnya pangan. dikonsumsi oleh rumah tangga petani (dan menghasilkan tenaga kerja keluarga). pupuk hijau. untuk membayar pajak dan/atau untuk mendapatkan input pertanian.Berburu. Input luaradalah input yang diperoleh dari luar usaha tani. memancing. pendidikan. mesin. khususnya dengan mengelola bahan-bahan organik dan meningkatkan kehidupan dalam tanah.8. dan pengendalian erosi.

pertukaran unsur-unsur gas. 4. pengurai seperti cacing tanah. serangga) dan manusia. Aliran Unsur Hara Unsur hara dalam bentuk larutan diserap dari tanah oleh akar tumbuhan dan disalurkan ke bagian-bagian hijau tumbuhan. yaitu karbon. Karena konsumsi bisa menggunakan lebih dari satu sumber makanan. boron.500 kg fauna tanah. . jamur dan bakteri mengkonsumsi kotoran dan jaringan dari hewan dan tumbuhan mati. bersama dengan CO2 dari udara. 6.10. struktur tanah yang meningkatkan pertumbuhan akar. hidrogen. Berbagai macam unsur hara terlibat dalam proses ini. yang kemudian bisa dikonsumsi oleh konsumen lainnya. Petani harus menyadari bagaimana proses-proses ini dipengaruhi dan bisa dimanipulasi guna membudidayakan tanaman yang sehat dan produktif. seng. kalium. Pada akhir rantai makanan. Suatu aturan pokok adalah bahwa dalam kondisi yang memadai sepersepuluh kandungan bahan organik dalam tanah terdiri dari hewan tanah. lapisan setebal 10 cm pada suatu tanah seluas 1 ha dengan kandungan bahan organik sebesar 1% kira-kira mengandung 1. Ini sama dengan berat 3-4 ekor sapi. Energi yang dibutuhkan untuk proses ini diambil dari cahaya matahari. tembaga. unsur hara itu digabungkan melalui proses fotosintesis ke dalam satuan-satuan rumit yang dibutuhkan untuk membentuk bagian-bagian tanaman yang berbeda. dan mangan yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman dan hewan. 3. suhu tanah yang meningkatkan kehidupan tanah dan pertumbuhan tanaman. belerang. Jadi. Humus ini memecah menjadi unsur hara yang bisa terurai dan dapat digunakan lagi untuk pertumbuhan tanaman. tidak adanya unsur-unsur toksik. kimiawi. 5. sehingga membentuk humus tanah. atau hewan. oksigen. ketersediaan air. manusia dan tumbuhan mati dikonsumsi oleh mikroorganisme tanah. dan magnesium. Perpindahan unsur hara dari tumbuhan hijau melalui pemakan tumbuhan ke pemakan hewan di sebut rantai makanan.9. kalsium. fosfor. Mikroorganisme ini pada gilirannya. udara. dan biologis di dalam tanah sangat dipengaruhi oleh iklim kehidupan tanaman dan hewan serta aktivitas manusia. misalnya hewan dikonsumsi oleh manusia. Jaringan tumbuhan dikonsumsi oleh hewan (herbivora. Mereka harus menciptakan dan/atau mempertahankan kondisi-kondisi tanah sebagai berikut: 1. bisa dimakan oleh organisme tanah yang lain. 6. Selain itu juga unsur-unsur hara mikro seperti besi. dan unsur hara tepat waktu dalam jumlah seimbang dan mencukupi. nitrogen. 2. Yang terpenting adalah unsur hara dasar (unsur hara makro). ketersediaan air. Di bagian hijau ini. Menjamin Kondisi Tanah yang Mendukung Pertumbuhan Tanaman Proses-proses fisik. rantai makanan saling berhubungan satu sama lain dan membentuk suatu jaringan makanan yang rumit.Saling melengkapi dan sinergi dalam penggunaan sumber daya genetik yang mencakup penggabungan dalam sistem pertanian terpadu dengan tingkat keanekaragaman fungsional yang tinggi. rayap. dan kapasitas penyimpanan.

pupuk atau konsentrat. aliran unsur hara kurang lebih melingkar. Semakin kuat angin. Penggunaan radiasi surya untuk pengeringan tanaman atau produk-produk tanaman dari hewan di lahan atau tempat penyimpanan.         . Unsur hara diambil dari larutan tanah dan tidak lagi tersedia bagi tumbuhan ketika bergabung melalui proses kimia dengan senyawa lain dalam tanah. Melalui pemberian makan sisa tumbuhan pada hewan dan pembuatan kompos. atau ketika dijadikan bagian dalam mikroorganisme sehingga tidak bisa dimobilisasikan lagi. Ada juga yang meninggalkannya sebagai produk-produk yang laku dijual atau diberikan. Unsur hara juga bisa dimobilisasi atau diperoleh di lahan pertanian dari perusakan partikel-partikel batuan kecil karena hujan dan angin. misalnya pemulsaan untuk menurunkan suhu tanah. limbah. Penutup untuk mencegah hilangnya radiasi pada malam hari. misalnya wereng coklat pada padi dan untuk membunuh patogen yang ada dalam tanah. unsur hara dapat di daur ulang di usaha tani. Akan tetapi pada titik-titik yang berbeda ada unsur hara yang memasuki lingkaran bersama debu. hujan. Pelestarian pepohonan pada tanah penggembalaan untuk memberikan naungan bagi ternak. Penaungan. misalnya tanaman yang suka teduh teduh seperti tanaman kopi atau sirih. Memanipulasi radiasi surya: Budi daya bertingkat ganda untuk mengoptimalkan pemantauan cahaya yang ada. tumbuh-tumbuhan dan hewan serta suhu dan kelembaban pada iklim mikro. petani dapat mencoba mempengaruhi aliran udara dengan mengubah penutup vegetasi atau dengan memberikan perlindungan dengan barisan vegetasi. Pupuk kandang dan sampah organik yang sama. erosi. perembesan (unsur hara larut dalam air dan mengalir perlahan ke dalam lapisan tanah yang lebih dalam) dan pembuangan sampah (seperti deposisi tinja di luar lahan pertanian). Unsur hara itu juga bisa dipindah dari satu tempat ke tempat lain. Dalam situasi di mana pengaruh aliran angin ini merusak pertanian. semakin meningkat dampak kekeringan dan dingin. Menggunakan tanaman penutup tanah dan mulsa untuk mengendalikan gulma Pemaparan pada radiasi surya untuk mengendalikan hama.1. pengecatan batang pohon dengan warna putih untuk mencegah pemanasan. aksi mikoriza dan pengikatan nitrogen dari atmosfer oleh mikroorganisme tertentu. atau dikonsentrasikan pada satu tempat. Irigasi untuk mempengaruhi suhu tanaman. Tanah kemungkinan tertiup jika tidak dilindungi secara memadai dari aliran udara. misalnya dari padang rumput ke lahan. atau sebagai hasil dari erosi (oleh angin atau air). Contoh-Contoh Pengelolaan Iklim Mikro (Stigter 1987b) 6. misalnya di pekarangan rumah.11. 6. khususnya kalau terjadi angin kering dan dingin ataupun tanahnya rentan. Aliran Udara Angin memiliki pengaruh positif dan negatif pada pertanian. Angin mempengaruhi suhu dan penguapan dari tanah.11. pepohonan yang tersebar. sedimen. Peningkatan atau penurunan penyerapan radiasi pada permukaan tanah. biogas dan sebagainya dari sisa-sisa tanaman.Di dalam suatu usaha tani. penguapan (difusi komponenkomponen nitrogen dari belerang ke dala udara).

misalnya dalam pembuatan hay. Tanah sangat peka terhadap radiasi. Memanipulasi aliran panas dan/atau uap lembab: Pemulsaan untuk mengatur untuk mengatur suhu dan kelembaban tanah Pemecah angin untuk melindungi tanaman dan hewan Perlindungan angin untuk pematangan tanaman. Menggunakan angin untuk menampi. Menanam di tempat –tempat yang lebih rendah atau di dalam lubang di mana memungkinkan perakaran yang lebih dalam Melindungi tanah terhadap aliran udara dan air yang erosif. Ketiga suhu tanah terlalu tinggi atau tanah terlalu kering. Pengendalian Erosi Erosi anah dapat terjadi sebagai akibat aliran radiasi. 6. sehingga satu jenis tanaman menciptakan kondisi yang mendukung (dalam hal naungan. kelembaban dan sebagainya) bagi tanaman lainnya. perlindungan dari angin. Mempengaruhi pada aliran udara atau kelembaban dengan mengubah kondisi tanah atau vegetasi.13. pagar hidup) yang masing-masing dengan ciri tajuk yang saling melengkapi. mulsa atau pengairan.2. Memanipulasi dampak mekanis angin. kondisi iklim mikro untuk produksi tanaman dan ternak bisa diperbaiki dan radiasi sinar matahari yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.12.3.       6. khususnya di daerah beriklim kering.      . Hal ini bisa juga dilakukan dengan struktur fisik (dinding. dan seringkali karena kombinasi ketiga-tiganya.14. penutup dan sebagainya). 6. 6. kehidupan tanah menjadi terancam. Dengan demikian. angin atau hujan es. dan humus pada lapisan atas terurai.11. Pemberian udara hangat untuk pengeringan lahan dan/atau tempat penyimpanan. angin atau air. 6. pertumbuhan dan berfungsinya akar menjadi tidak optimal. dengan meningkatnya kemampuan infiltrasi dan menurunkan penguapan (misalnya melalui pemulsaan dan pengolahan tanah). tumpang sari. hujan dan hujan es: Mengubah kecepatan dan/atau arah angin. misalnya setelah terjadi pengundulan dari vegetasi atau penutup mulsa. Melindungi tanaman dan produk terhadap dampak hujan. dengan meningkatkan infiltrasi ke dalam tanah (misalnya konservasi/pengumpulan air dan irigasi) atau dengan mengeluarkan kelebihan air dari lahan (melalui drainase). Memanipulasi embun jatuh. Pembuatan baris-baris hembusan angin untuk memungkinkan pengeringan yang cepat pada tajuk jika ada resiko serangan penyakit jamur. Pengelolaan Air Perbedaan dalam ketersediaan air tanah dan kelembaban udara menjadi alasan penting bagi perbedaan jenis vegetasi alam dan pertanian serta bagi tingkat produksi biomassa. Pengelolaam Iklim Mikro Petani bisa menggabungkan tanaman (penanaman bertingkat-tingkat. Petani bisa mempengaruhi ketersediaan air dan udara di dalam tanah dengan memperbaiki struktur tanah dan kapasitas penyimpanan (misalnya melalui pengelolaan bahan organik dan pengolahan tanah).11.

banyak praktek pengelolaan tradisional lainnya juga menunjukkan penyesuaian yang kuat terhadap lingkungan dan membantu atau mencegah penyakit hewan. Suatu cara untuk meminimalkan masalah hama dan penyakit yang ramah lingkungan dan sangat efektif adalah dengan memanfaatkan tanaman dan hewan yang secara lokal telah diadaptasikan. Pada penyakit tertentu.16.6. Kini tindakan ini biasanya didukung dengan tindakan pemerintah. Misalnya peternak menghindari untuk mengembalakan ternak pada daerah yang terinfeksi penyakit seperti antrax. Oleh karenanya. karena pada umumnya kurang rentan terhadap hama penyakit dibanding spesies hasil pengembangbiakan. Di samping strategi penggembalaan seperti itu. misalnya penyakit yang disebabkan karena virus. beberapa pertanyaan harus diajukan mengenai kebutuhan usaha tani. hewan dan manusia menuntut pendekatan sistem terpadu. Oleh karenanya. namun pada jenis penyakit lainnya vaksinasi harus diulang beberapa kali secara teratur untuk menjamin perlindungan. tetapi tidak dapat menghentikannya. dan lain-lain. flu. Perapian yang dibuat di tempat di mana ternak bermalam juga merupakan cara untuk mengusir serangga dari ternak. Pada musim hujan peternak menunda menggembalakan ternaknya hingga siang. pada umumnya mereka menganggap vaksin modern lebih efektif. misalnya dengan melakukan vaksinasi lingkar di sekeliling kawanan ternak yang telah terinfeksi. penggembala menggiring ternaknya ke tempat-tempat penggembalaan hanya pada musim kemarau dan menggiringnya pergi sebelum tempat-tempat itu terinfeksi dengan lalat-lalat penggigit di musim hujan. ternak tidak perlu ditempatkan di satu tempat saja. sehingga menurunkan kebutuhan akan pengobatan.Terkadang. karena bahaya serangan cacing di waktu pagi hari saat rumput-rumput masih berembun jauh lebih tinggi. yakni:  Apa ada pasar bagi tanaman atau ternak yang diusulkan dalam pola tanam atau usaha tani?  Apakan tanaman cocok bagi jenis tanah pada lahan yang ada? . Efek kumulatif dari berbagai praktek yang berbeda yang memberikan pengaruh pada hama dan penyakit mungkin merupakan suatu jaminan yang lebih baik daripada sebotol pestisida atau obat-obat kimia. Ketika merancang suatu pola tanam. Kebutuhan-kebutuhan usaha tani. banyak penggembala ternak tradisional mengambil tindakan karantina. Kebanyakan praktek usaha tani mempengaruhi pengendalian hama dan penyakit. Karantina dapat memperlambat penyebaran penyakit. Sering kali.15. perlindungan seumur hidup bisa dicapai dengan satu kali vaksinasi. tindakan seperti itu harus didukung dengan kampanye vaksinasi. ini merupakan satu-satunya cara untuk mencegah infeksi penyakit tertentu. Memilih Tanaman Untuk Pola Tanam Rancangan pola tanam harus memenuhi kebutuhan suatu usaha tani secara spesifik dan persyaratan keberlanjutan. penciptaan kondisi yang sehat bagi tanaman. 6. Ketika penykait berjangkit. Mobilitas ini memberikan kemungkinan untuk menghindari penyakit dan penulurannya dengan menghindari daerah-daerah berisiko tinggi. Meskipun beberapa orang yang memelihara ternak telah mengembangkan bentuk-bentuk vaksin mereka sendiri (imunisasi). Perlindungan Ternak Berbeda dengan tanaman. indukan dan varietas yang diperkenalkan dari daerah-daerah lain.

membawa unsur hara ke permukaan dan memungkinkan udara dan air memasuki tanah secara lebih mudah? Apakah pola tanam memberikan pengendalian serangga dan penyakit yang efektif? Apakah pola tanam secara efektif menggunakan kelembaban yang ada? Apakah praktek-praktek pelestarian kelembaban tercakup? Apakah tanaman yang serakah akan kelembaban diganti dengan tumbuh-tumbuhan yang lebih sedikit memerlukan tanaman? Apakah pola tanam memberikan suatu keragaman tanaman yang memadai untuk meningkatkan stabilitas dan meminimalkan resiko? Apakah tanaman menghindari pembentukan unsur-unsur yang tidak dikehendaki? 6. Kebiasaan hewan makan tumbuhan secara selektif dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan ”gulma”. Persyaratan pola tanam bagi keberlanjutan meliputi prinsip-prinsip berikut ini. Misalnya. Teknik ini dimanfaatkan. dampak injakan hewan ini dapat juga dimanfaatkan untuk mengganggu permukaan tanah sehingga mengakibatkan perkecambahan benih yang lebih baik (Otsyina et al. Memanfaatkan Interaksi Hewan-Tanaman dan Hewan-Hewan Pemanfaatan interaksi antara hewan dan tanaman serta antara hewan-hewan yang berbeda dapat juga menguntungkan petani. Dampak hewan terhadap tanaman dapat dimanfaatkan untuk mengelola vegetasi. maka bahaya penularan penyakit dan hewan-hewan peliharaan dapat dikurangi (Matthewman. 1987). Misalnya. Namun. Apakah pola tanam memberikan pengendalian gulma yang efektif? Apakah pola tanam memberikan keseimbangan antara produksi tanaman dengan pelestarian tanah? Apakah pola tanam membantu pembentukan tanah? Apakah pola tanam mencakup sistem perakaran yang menembus tanah rapat. keuntungan dapat diambil dari kenyataan bahwa vektor penyakit seperti lalat tsetse lebih menyukai inang-inang tertentu. Dengan pengetahuan pakan yang disukai berbagai macam hewan. 1980). Jika populasi hewan liar yang lebih disukai sebagai inang dipertahankan cukup tinggi pada suatu daerah di mana domba dan kambing digembalakan.17. sangat berguna mengurangi gangguan semak belukar yang tak dikehendaki di padang rumput. serta kebutuhan tunai dan subsistem bagi rumah tangga tani tersebut? Persayarat keberlanjutan. tekanan pengembalaan dapat dimanipulasi untuk menciptakan atau mempertahankan suatu komposisi vegetasi yang dikehendaki. Apakah tanaman cocok bagi kondisi kelembaban dan iklim usaha tani?  Dapatkan tanaman dibudidayakan dengan peralatan yang ada pada usaha tani atau dengan perubahan minimal pada peralatan?  Apakah tanaman memenuhi kebutuhan pakan dan pupuk hijau pada usaha taninya. misalnya hewan yang dibiarkan memakan rumput habis-habisan pada awal musim hujan untuk memungkinkan pertumbuhan tanaman leguminosa pada padang rumput Injakan kuku-kuku kaki ternak dapat memadatkan tanah dan menghancurkan vegetasi. jika tekanan penggembalaan sangat tinggi dalam jangka lama. misalnya oleh petani di Negeria untuk menyiapkan lahan yang akan ditanami tanaman sereal: mereka mengkonsentrasikan hewan-hewan mereka selama semalam pada suatu lahan sempit yang telah         . Ini mencakup manipulasi yang seksama terhadap populasi binatang. hewan pemakan rumput-rumputan seperti kambing.

Ketika hewan mengkonsumsi tumbuhan dan menghasilkan kotoran. dan kulit. Hewan memberikan berbagai produk. Beragamnya pemeliharaan ternak memperluas strategi penurunan risiko budi daya tanaman ganda hingga akan meningkatkan stabilitas penurunan risiko usaha tani. integrasi ternak ke dalam sistem pertanian penting. Pohon-pohon yang ada bisa menciptakan naungan bagi ternak. misalnya sebagai mas kawin. Seekor hewan dapat disembelih untuk konsumsi rumah tangga atau dijual untuk membeli bahan pangan ketika hasil panen tanaman tidak memenuhi kebutuhan keluarga. Jerami dan sisa-sisa tanaman lainnya. untuk pesta upacara dan sebagai hadiah atau pinjaman yang memperkuat ikatan sosial. Keesokan harinya benih ditaburkan pada permukaan tanah yang telah rusak. Ternak dapat meningkatkan produktivitas lahan dengan intensifikasi daur unsur hara dan energi. budi daya ternak campuran juga umum dalam sistem LEIA. Memelihara ternak untuk menjamin subsistensi khususnya pada daerah yang berisiko tinggi. Cara lain untuk memanfaatkan prinsip ini adalah dengan menghela sekawanan ternak dengan cepat pada sebidang lahan untuk merangsang regenerasi vegetasi alami dari persediaan benih yang ada di dalam tanah (Savory 1988). Penyebaran risiko dengan praktek budi daya ternak dan tanaman bisa mengakibatkan produktivitas lebih rendah dalam tiap sektor daripada usaha dengan satu sektor tunggal. unsur hara di daur ulang secara lebih cepat daripada ketika tumbuhan itu dibiarkan terurai secara alamiah. hewan juga memiliki fungsi sosiokultural. misalnya setelah perontokan merupakan sumbersumber makanan ternak yang penting dalam sistem usaha tani lahan sempit. telur. Dalam kondisi LEIA. petani bisa memperbaiki kondisi spesies hewan yang diinginkan. Ternak berfungsi sebagai penyangga. Dampak injakan kuku-kuku hewan yang cepat dan hebat ini tergantung pada jenis vegetasi dan tanah. Khususnya untuk:  Meningkatkan jaminan subsistens dengan memperbanyak jenis-jenis usaha untuk menghasilkan pangan untuk keluarga petani. Perlu dipertimbangkan secara cermat jenis dan bentuk vegetasi yang mana akan mendukung penarikan makhluk hidup yang akan memberikan manfaat bagi budi daya tanaman. Hewan bisa mempunyai beragam fungsi dalam sistem usaha tani lahan sempit.dibersihkan. Seperti budidaya tanaman ganda. susu. Dengan memelihara berbagai spesies. termasuk pembelian input untuk budi daya tanaman. tetapi produksi total per satuan luas bahkan bisa meningkat karena hasil dari tanaman dan ternak bisa diperoleh dari lahan yang sama. hewan pemamah biak dan babi. misalnya pada daerah kering. wol. Dengan manipulasi vegetasi dan mengubah iklim mikro. petani bisa mengeksploitasi cakupan sumber daya pakan yang lebih luas daripada jika hanya memelihara satu spesies. . Ternak yang digembalakan memindahkan unsur hara dari kandang ke lahan dan mengkonsentrasikannya pada daerah tertentu di lahan. dan yang bisa dipanen secara langsung sebagai pangan maupun untuk tujuan-tujuan lain yang berguna. transportasi dan penyimpanan unsur hara dan bahan-bahan organik dalam bentuk air kecing (urine) dan feses. seperti daging. misalnya unggas. Ternak itu sendiri dapat mengerjakan pengumpulan. Hewan-hewan dijual ketika diperlukan uang tunai untuk tujuan-tujuan tertentu.  Memindahkan unsur hara dan energi antara hewan dan tanaman melalui pupuk kandang dan pakan dari daerah pertanian dan melalui pemanfaatan hewan penarik. Selain itu.

kekeringan. penting untuk melakukan evaluasi tujuan rumah tangga petani dan sistem teknologi khusus yang dipakai. asam. dan ulat sutera dapat memiliki peranan penting dalam sistem usaha tani terpadu.itik.18. seperti sapi. misalnya untuk mengangkut produk dari lahan ke tempat penyimpanan atau pasar. Tanaman-tanaman ini bisa memanfaatkan unsur hara dan air dari lapisan tanah yang lebih dalam daripada tanaman-tanaman tahunan. pakan ternak terutama diambil dari lahan yang tidak cocok untuk budi daya tanaman (seperti lahan berbatu. . tergenang air. Memadukan produksi pakan ternak ke dalam rotasi tanaman pangan dapat meningkatkan keberlanjutan sistem usaha tani. 6. Beberapa hambatan yang paling sering ditemui dalam daerah-daerah LEIA adalah tanah yang terkikis. langkanya fasilitas kredit. asin. memperbaiki kesuburan tanah serta melindungi tanah selama tidak ada tanaman pangan. alkalin. Di samping ternak yang lebih konvensional. tidak adanya jaminan atau pembatasan hak atas lahan. Tanaman pakan ternak dapat memiliki peranan penting dalam alih unsur hara di tingkat usaha tani dengan memberikan kualitas pakan yang lebih baik. suatu proses transisi. sebagian energi yang didapat dari memakan tanaman pada lahan yang tidak terpakai dan lahan yang untuk sementara tidak ditanami dapat dieksploitasi untuk produksi tanaman. Bagian dari tanaman pakan ternak dapat juga dimanfaatkan sebagai pupuk hijau atau mulsa. ekologis dan sosial (LEISA). khususnya ketika melibatkan pohon-pohon yang sedang tumbuh dan hewan-hewan biakan. angin topan dan sebagainya. sumber daya genetik. Strategi Transisi Menuju LEISA Transisi merupakan proses perubahan dari suatu sistem usaha tani konvensional atau tradisional yang tidak seimbang ke sistem usaha tani yang seimbang secara ekonomis. masalah-masalah hama dan penyakit yang serius. Petani dapat mengolah lahan yang lebih luas dengan menggunakan ternak daripada dengan cangkul. domba. Kadang-kadang ternak makan hijauan secara berlebihan dan menyebabkan degradasi lingkungan pada padang rumput di daerah pemukiman penduduk. Dalam memanfaatkan tenaga ternak. Tanamannya juga dapat dipotong untuk pakan ternak.Di daerah LEIA. kambing. lereng curam. lebah. dan tata letak pertanian. Pada akhirnya. Tenaga hewan juga dapat dimanfaat untuk kegiatan pasca panen. penyebaran input yang tidak bisa diandalkan. basa. khususnya kalau rumput-rumputan dan tanaman polongan perenial serta belukar dan pepohonan termasuk didalamnya. daya dukung petani untuk menyesuaikan dengan perubahan ini akan sangat penting untuk keberhasilan transisi. strategi. lahan pinggiran dan lahan tergenang air) dan lahan yang untuk sementara tidak ditanami (lahan yang baru dipanen atau bera). seperti kelinci. Lahan-lahan ini seringkali berada di antara plot-plot yang ditanami dan dapat dijadikan tempat untuk menggembalakan dan menambatkan ternak. pemanfaatan tenaga hewan memerlukan tingkat input luar yang lebih rendah daripada pemanfaatan traktor. Untuk mengidentifikasi keterbatasan dan peluang suatu sistem usaha tani dengan pertimbangan keberlanjutan. banjir. marmot. Karena bajak dan pelana dapat diproduksi secara lokal. Karena memulihkan keseimbangan ekologi memerlukan waktu bertahuntahun. input. ternak akan menghasilkan kualitas kotoran yang lebih baik yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. ternak lain yang kurang konvensional. teknik. dan kerbau. air atau pepohonan. terbatasnya transport dan perdagangan. pembatasan dalam hubungan gender dan sebagainya.

Keterkaitan antara petani dan konsumen menjadi langkah awal atau kebangkitan transformasi pertanian subsisten ke arah sistem pertanian yang berorientasi pasar (market oriented). pembangunan pertanian berkelanjutan menjadi keharusan agar sumber daya alam yang ada sekarang ini dapat terus dimanfaatkan untuk kurun waktu yang relatif lama. pakar ekonomi pertanian dari Universitas Brawijaya Malang menyebutkan tiga alasan mengapa pembangunan pertanian di Indonesia harus berkelanjutan. tingginya permintaan akan buah-buahan dan sayuran organik yang bebas pestisida oleh orang asing dan tamu di hotel-hotel di Jakarta.22. Peningkatan permintaan produk-produk pertanian organik oleh konsumen (green consumen) akan mendorong petani untuk mengembangkan pertanian organik. peranan sektor pertanian Indonesia dalam sistem perekonomian nasional masih dominan. agrobisnis dan agroindustri memiliki peranan yang sangat vital dalam mendukung pembangunan sektor lainnya. Pertama. Dr. perkebunan. Penyebab pertanian tidak berkelanjutan Pertumbuhan penduduk dan kemiskinan Kebijakan pemerintah Kegagalan pasar (Market failure) Hak kepemilikan lahan (Property right) Marjinalisasi praktek dan pengetahuan lokal (Indegenous knowledge) 1. Indikator Pertanian Berkelanjutan Conway (1987) mengilustrasikan pembangunan agroekosistem setidaknya harus memenuhi empat indikator. terdapat empat kecenderungan positif yang mendorong sistem budi daya pertanian harus berkelanjutan. keterkaitan petani dan konsumen. stabilitas. sustainabilitas. 3. 5. Soekartawi (1995). Pengalaman masa lalu.21. dan kehutanan. sebagai negara agraris. Sektor pertanian akan tetap menduduki peran vital untuk mendukung kelangsungan kehidupan bangsa Indonesia. Misalnya. Kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto adalah sekitar 20% dan menyerap 50% lebih tenaga kerja di pedesaan. dan ekuitabilitas (kesamasarataan). perikanan. Mengapa Pertanian Harus Berkelanjutan Menurut pengamatan Dr. permintaan produk organik. misalnya program intensifikasi atau mekanisasi pertanian. 6. sektor agrobisnis dan agroindustri di tanah air mengalami booming karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.6. yaitu: produktivitas. Dari 210 juta penduduk Indonesia  150 juta orang mencari penghidupan dari sektor pertanian tanaman pangan. serta perubahan kebijakan. 2. yaitu perubahan sikap petani. Ketiga. Kedua. Peter Goering (1993). 4. yakni pada saat sektor industri dan perbankan mengalami krisis ekonomi. . sebagai negara agraris. peternakan. sebagai negara agraris. Produktivitas hasil panen diperoleh dengan cara menambah biaya input atau adopsi teknologi baru. Stabilitas sistem pertanian menggambarkan fluktuasi produksi hasil panen setiap waktu yang disebabkan oleh perubahan agroekosistem atau serangan hama dan penyakit.

sistem pertanian masukan luar rendah. sistem pertanian terpadu. Pertanian organik berupaya menjaga. penebangan hutan yang kurang bijaksana dan menyebabkan erosi. Ekuitabilitas usaha tani tinggi berarti sebagian besar orang dapat menikmati sejumlah hasil panen atau keuntungan dari produk pertanian. dan antibiotika pada ternak). kesuburan tanah yang semakin menurun. tidak merata atau rendah. atau sebaliknya. Kriteria sistem pertanian organik yang diberikan IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movement) setidaknya harus memenuhi enam prinsip standar (Seymour. pembuangan limbah ternak yang tidak pada tempatnya. yaitu sistem pertanian organik. 2. 6. Pertanian organik dapat meredam terjadinya polusi air dan udara dengan menghindari pembuangan limbah dan pembakaran sisa-sisa tanaman secara sembarangan serta menghindari penggunaan bahan sintetik yang dapat menjadi sumber polusi.25. Perbaikan tanah (soil improvement). Kendala sumber daya manusia. 6.23. pergiliran tanaman. dan memperbaiki kualitas kesuburan tanah melalui tindakan pemupukan organik.24. Pertanian organik berupaya mendayagunakan potensi lokalita yang ada sebagai suatu agroekosistem yang tertutup dengan memanfaatkan bahan-bahan baku atau input dari sekitarnya. Kendala aplikasi teknologi. 3. Meredam polusi (pollution abatement). Gerakan ini telah memberikan kontribusi kepada petani lokal untuk mengendalikan hama secara terpadu tanpa harus menggunakan pestisida buatan pabrik. . 6. Sistem Pertanian Organik Sistem pertanian organik (organic farming) atau pertanian ramah lingkungan merupakan salah satu alternatif solusi atas kegagalan sistem pertanian industrial.praktek-praktek usaha tani yang mengancam kelestarian lingkungan (seperti penggunaan pestisida. Sebagai contoh gerakan anti pestisida di kalangan petani di Boyolali mulai menampakkan hasil. dan sistem pengendalian hama terpadu. Model Sistem Pertanian Berkelanjutan Sistem pertanian berkelanjutan dapat dilaksanakan dengan menggunakan empat macam model.Sustainabilitas merupakan gambaran ketahanan sistem budi daya pertanian terhadap perubahan lingkungan atau ekonomi. ketersediaan volume air yang tidak menentu. Ekuitabilitas atau kesamarataan menggambarkan bahwa produksi pertanian dapat memberikan keuntungan yang merata atau tinggi. merawat. Produksi pangan (padi dan palawija) yang dibudidayakan petani di daerah Kabupaten Boyolali boleh dikatakan sudah bebas racun pestisida. Kendala Pertanian Berkelanjutan Implementasi pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia tidak mudah karena dihadapkan pada banyak kendala. konservasi lahan. 1997): 1. penggunaan hormon pertumbuhan. dan sebagainya. sebagai berikut: 1. dan kondisi agroklimat yang berubah-rubah 3. rata-rata tingkat pendidikan petani relatif rendah 2. Lokalita (localism). Kendala sumber daya alam.

terdapat dua model sistem pertanian terpadu (integrated agriculture management). Pertanian organik menghasilkan produkproduk pertanian berkualitas yang memenuhi standar mutu gizi dan aman bagi lingkungan serta kesehatan. sistem pertanian organik menjadi isu global dan mendapat respon di mana masyarakat sudah sangat sadar bahwa pertanian ramah lingkungan menjadi factor penentu kesehatan manusia dan kesinambungan lingkungan. . pestisida. yaitu sistem pertanian terpadu konvensional dan sistem pertanian terpadu dengan teknologi mikroorganisme. Saat ini. 7.26. karena hanya mengandalkan proses dekomposisi biomassa alamiah yang berlangsung sangat lambat. baik bagi kesehatan manusia ataupun bagi lingkungan. atau tumpang sari antara tanaman palawija dan peternakan. Sistem pertanian organik. Sistem pertanian organik tidak berorientasi jangka pendek. tetapi lebih pada pertimbangan jangka panjang untuk menjamin keberlanjutan kehidupan. Kontinuitas. 5. Manusia sebagai bagian dari sistem jagad raya bukan ditakdirkan menjadi penguasa alam raya. Bumi seisinya ini bukanlah milik kita tetapi merupakan titipan anak cucu kita. Rasional. 2. Dalam mengelola usaha tani organiknya. Model pertanian terpadu konvensional misalnya tumpang sari antara peternakan ayam dan balong ikan (longyam) di mana kotoran ayam yang terbuang dimanfaatkan sebagai pakan ikan. paling tidak memiliki tujuh keunggulan dan keutamaan sebagai berikut. Sistem Pertanian Terpadu Wididana (1999). Sistem pertanian organik tidak menciptakan ketergantungan atau bersifat netral sehingga tidak memihak pada salah satu bagian ataupun pelaku dalam sistem agroekosistem. Internal. 4. Praktek–praktek pertanian terpadu konvensional ini belum tentu merupakan siklus yang berkelanjutan. dan sebagainya). Pengelolaan pertanian organik menghindari sejauh mungkin penggunaan energi dari luar yang berasal dari bahan bakar fosil yang berupa pupuk kimia. 1. Netral. 6. Orisinil. bensin. 6. para petani organik memperoleh kepuasan dan mampu menghargai pekerja lainnya dengan upah yang layak. Global. 3. Sistem pertanian organik berbasis pada rasionalitas bahwa hukum keseimbangan alamiah adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kesempatan kerja (employment). Pemanfaatan energi (energy use). 6. Oleh karena itu. tetapi bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya. di mana sisa-sisa tanaman digunakan sebagai pakan ternak kambing atau sapi dan kotoran ternak digunakan sebagai pupuk kandang bagi pertanaman berikutnya. Sistem pertanian organik lebih mengandalkan keaslian atau orisinalitas sistem budi daya tanaman ataupun hewan dengan menghindari rekayasa genetika ataupun introduksi teknologi yang tidak selaras alam. Sistem pertanian organik selalu berupaya mendayagunakan potensi sumber daya alam internal secara intensif. baik untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. dan bahan bakar minyak (solar. 5. Sistem pertanian organik menempatkan keamanan produk pertanian. Aman. sebagai pertimbangan utama.Kualitas produk (quality of product). 4.

3 Nitrogen: fiksasi dari udara atau 3 Nitrogen: terutama berasal dari daur ulang bahan-bahan organic pupuk kimia. LEISA berupaya mempertahankan dan sedapat mungkin meningkatkan potensi sumber daya alam serta memanfaatkannya secara optimal. dan berkesinambungan. ternak. Metode LEISA tidak bertujuan memaksimalkan produksi dalam jangka pendek. perikanan. 6. Model sistem pertanian terpadu dengan teknologi mikroorganisme dengan memadukan budi daya tanaman. serasi. dan manusia. dan pengendalianhama:dengan mekanik. Tabel 6. misalnya penggunaan pupuk kimia dan pestisida seminimal mungkin atau bahkan tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida sama sekali. jaringan irigasi local distribusi terpusat. iklim.27. peternakan. dan pengolahan daur limbah secara selaras. ikan. Kebutuhan input budi daya tanaman menggunakan prinsip penggunaan masukan luar rendah (low external input). perkebunan. herbisida kimia dan insektisida.1. Pemanfaatan input luar dilakukan hanya bila diperlukan untuk melengkapi unsurunsur yang kurang dalam agroekosistem dan meningkatkan sumber daya biologi. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal yang ada dengan mengkombinasikan berbagai macam komponen sistem usaha tani. fisik. budaya. 4 Nutrisi lain: berasal dari tanah 4 Nutirisi lain: berasal dari dan daur ulang tanaman penambangan.diperlukan sentuhan teknologi yang mampu mempercepat proses pembusukan dan penguraian bahan-bahan organik menjadi unsure hara yang dibutuhkan oleh tanaman atau hewan. air. namun untuk mencapai tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam jangka panjang. Sumber daya produksi pertanian yang berasal dari internal dan eksternal Sumber daya internal Sumber daya Eksternal 1 Matahari: sumber energi dalam 1 Cahaya buatan: digunakan pada proses fotosintesis tumbuhan rumah kaca untuk produksi pangan 2 Air: berasal dari hijauan atau 2 Air:berasal dari waduk besar. atau sumur dalam. yaitu tanaman. 5 Gulma dan pengendali hama: 5 Gulma dan secara biologi. proses. dan impor. tanah. perhatian utama diberikan pada mekanisme daur ulang dan minimalisasi kerusakan lingkungan. dan manusia sehingga saling melengkapi dan memberikan efek sinergi yang paling besar. 6 Benih:diproduksi dari usaha tani 6 Benih:hibrida atau varietas lain sendiri yang diperjual-belikan 7 Mesin pertanian:dirakit dan 7 Mesin pertanian: dibeli dan . 2. Sistem Pertanian Masukan Luar Rendah Metode LEISA mengacu pada bentuk-bentuk pertanian sebagai berikut: 1. Dalam memanfaatkan input luar.

Pupuk hijau (green manuring). Pengendalian biologi (biological control). yaitu: . Dalam pengelolaan hama terpadu (PHT) Indonesia sebenarnya kaya akan tumbuhan yang mengandung senyawa toksik alami. Young dan Burton (1992). Juss) yang mengandung senyawa alami aktif sebagai insektisida (azadirachtin. Rotasi tanaman 3. Silvi-pasture. sebatas hal tersebut sungguh-sungguh penting atau mendesak dan tidak ada pilihan lain. 7.dirawat oleh petani dan sering digunakan masyarakat 8 Tenaga kerja: berasal dari 8 Tenaga kerja: bersifat upahan keluarga sendiri atau di sekitar atau tenaga buruh dari luar. salanin. 10 Manajemen:mengandalkan 10 Manajemen: dari pedagang sesama petani dan komunitas input. 6. dibenamkan ke dalam tanah. dan sebagainya. atau dikenakan langsung pada serangga (Martono dan Muni. 8. Model LEISA masih menjaga toleransi keseimbangan antara pemakaian input internal dan input eksternal. meliantriol. lokal Sumber: Francis dan King (1988) op. kekhawatiran penurunan produktivitas secara drastis dapat dihindari. Beberapa manfaat yang diraih selama program PHT. misalnya penggunaan pupuk organik diimbangi dengan pupuk TSP. antara lain sebagai berikut: 1. dan nimbin). pemakaian pestisida hayati dilakukan bersama-sama dengan pestisida sintesis. Dengan model LEISA. yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida nabati.sebab penggunaan input-input luar masih diperkenankan. PPL. antara lain nimba (Azadirachta indica A. Dosis pemakaian antara 20 -30 kg biji nimba per hektar. Sistem pertanian berkelanjutan harus dibangun dengan fondasi sumber daya yang dapat diperbaharui yang berasal dari lingkungan usaha tani dan sekitarnya. 5. 2. Pengklasifikasian sumber daya internal dan eksternal akan sangat membantu dalam memahami dan mengembangkan pertanian dengan model LEISA. Pengelolaan hama terpadu (integrated pest management). Agroforestri 4. Beberapa contoh teknologi pertanian yang potensial untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Merupakan perpaduan antara tanaman hutan atau kayu-kayuan dan rerumputan hijauan pakan ternak sehingga konservasi lebih terjamin dan kebutuhan hijauan pakan ternak tercukupi tanpa merusak lingkungan. Tumpang sari (intercroping). 1999).cit. usaha tani 9 Modal: bersumber dari keluarga 9 Modal: pinjaman dari lembaga dan masyarakat sekitar usaha pelepas uang secara kredit tani. Konservasi lahan (conservation tillage). Pemakaian dapat dilakukan dengan cara disemprotkan.

terutama pengeluaran untuk membeli insektisida 2. dengan cara merawat dan menjaga cadangan sumber daya atau modal yang mampu menghasilkan suatu keuntungan. 6. masalah keracunan dapat dikurangi 6. polusi udara. dan 8. terutama wereng. 7. dan belut sawah) dapat diselamatkan. tidak muncul lagi 4.28. Pertanian Berkelanjutan dan Pembangunan Pedesaan Sistem pertanian berkelanjutan berkaitan erat dengan pembangunan pedesaan (sustainable agriculture and rural development. dapat dikatakan 65% lebih penduduk Indonesia mencari penghidupan dari sektor pertanian yang tersebar di pelosok-pelosok pedesaan. sejauh kita mampu memberikan kualitas sumber daya yang lebih baik bagi generasi mendatang. Sebagai negara agraris.Pengeluaran petani dapat dihemat. dan sebagainya. tanah. SARD) karena selama ini aktivitas produksi dan konsumsi pertanian terbesar berada di daerah pedesaan. kesadaran akan bahaya racun pestisida meningkat 5. pelestarian keanekaragaman budaya dan kekayaan budaya lintas wilayah. perhatian utama ditujukan pada pemerataan (equity) atau keadilan. 1. ikan. segala program pembangunan di pedesaan seharusnya tidak terlepas dari upaya-upaya mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan yang mampu memenuhi kebutuhan bahan pangan dan menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat untuk meraih taraf kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik. Konsep sosial berkelanjutan berorientasi pada manusia dan hubungan pelestarian stabilitas sosial dan sistem budaya. Dengan kata lain. baik dalam kehidupan sekarang sampai akhir hayat. Pendekatan ekonomi berkelanjutan berbasis pada konsep maksimalisasi aliran pendapatan antargenerasi. produksi setiap musim panen lebih mantap 3. katak. termasuk upaya mereduksi berbagai konflik sosial yang bersifat merusak. bencana alam. dan air oleh insektisida dapat diminimalkan. Perhatian utama pembangunan berkelanjutan adalah menjaga kesejahteraan umat manusia. pendekatan kebijakan pembangunan berkelanjutan dapat dilihat dari tiga sudut pandang (Munasinghe dan Cruz. serta pemanfaatan praktek-praktek pengetahuan local yang berorientasi jangka panjang dan berkelanjutan. hewan bermanfaat (misalnya lebah. hutang yang harus kita dibayar. Dalam perspektif sosial. Tinjauan aspek lingkungan berkelanjutan terfokus pada upaya menjaga stabilitas sistem biologis dan lingkungan fisik. Oleh karena itu. Eksplorasi dan substitusi penggunaan sumber daya memungkinkan untuk dilakukan. organisme non-hama benar-benar berperan sebagai sahabat untuk mengatasi seranganhama. 1995). . wabah hama. dengan bagian utama menjaga kelangsungan hidup masing-masin subsistem menuju stabilitas yang dinamis dan menyeluruh pada ekosistem. Upaya optimalisasi dan efisiensi penggunaan sumber daya yang langka menjadi keharusan dalam menghadapi berbagai isu ketidakpastian. Secara konsepsional. keberlanjutan sumber mata pencaharian mereka tetap terjamin untuk masa sekarang dan masa mendatang. Cadangan sumber daya saat ini adalah warisan bagi generasi mendatang yang tidak boleh berkurang.

Untuk melaksanakan kegiatan pertanian manusia berusaha memanfaatkan sumber daya secara berlebihan sehingga merusak kondisi lingkungan dan biologi. 1997a). TINJAUAN PUSTAKA Istilah Pertanian Menurut Sanganatan (1989) bahwa Istilah umum ―pertanian‖ berarti kegiatan menanami tanah dengan tanaman yang nantinya menghasilkan suatu yang dapat dipanen. yang satu tidak menunjukkan campur tangan manusia dan lebih menggantungkan pada kondisi alam. maka pengertiannya akan berbeda. Bahan-bahan tersebut mempunyai peranan yang cukup besar dalam meningkatkan produksi tanaman. Keberlanjutan sumber daya tanah terpengaruh secara nyata. Istilah yang kedua ―pertanian organik‖ campur tangan manusia lebih insentif untuk memanfaatkan lahan dan berusaha meningkatkan hasil berdasarkan prinsip daur-ulang yang dilaksanakan sesuai dengan kondisi setempat (Sutanto. Akan tetapi dua istilah ―pertanian alami‖ dan ―pertanian organik‖ kita kaji lebih mendalam. tanah dan air.WCED (1987) mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai "pembangunan untuk memenuhi kebutuhan umat manusia saat ini. Dengan demikian adalah kurang tepat apabila kedua istilah ini dipadankan. Istilah yang pertama ―pertanian alami‖ mengisyaratkan kukuatan alam mampu mengatur pertumbuhan tanaman. BAB II. akibatnya terjadi percepatan kerusakan sumber daya alam. . tanpa menurunkan atau menghancurkankemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya". pestisida dan bahan pembenah tanah lainnya. yang ditunjukkan dengan meningkatkan jumlah masukan dari luar usaha tani yang harus diberikan dari tahun ke tahun untuk memperoleh target hasil yang sama. termasuk: pupuk kimia. sedang campur tangan manusia tidak diperlukan sama sekali. dan kegiatan pertanian merupakan campur tangan manusia terhadap tetumbuhan asli dan daur hidupnya. sedang yang lain menitikberatkan pada campur tangan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam tanpa menimbulkan efek negatif dalam jangka panjang. Dalam pertanian modern campur tangan ini semakin jauh dalam bentuk masukan bahan kimia pertanian.

Tanah tanpa diolah atau dibalik. Pertanian berkelanjutan dengan masukan teknologi rendah (LISA) adalah membatasi ketergantungan pada pupuk anorganik dan bahan kimia pertanian lainnya. bahan tanaman untuk kompos—pertanian alami bersifat harmonis dengan kondisi ekologi.  Tidak dilakukan pemberantasan gulma baik melalui pengolahan tanah maupun penggunaan herbisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila pertanian organik dilaksanakan dengan baik dengan cepat memulihkan tanah yang sakit akibat penggunaan bahan kimia pertanian. dan kualitas tanah ditingkatkan dengan pemberian bahan organik karena akan terjadi . penyakit dan hama tanaman dikelola melalui pergiliran tanaman. air. dan menjelaskan prinsip pertanian alami:  Tanpa olah tanah. Organisasi ini bertujuan memberikan pendidikan/pelatihan keada petani dalam menghasilkan makanan organik melalui pertanian alami. bioherbisida.Pemahaman Pertanian Alami dan Pertanian Organik Seringkali terdapat pemahaman yang keliru tentang ―pertanian alami‖ dan ―pertanian organik‖. Gulma. Hal ini mengacu pada proses daur-ulang tanaman dan hewan yang terjadi di bawah tegakan hutan. Sinar matahari. Kedua istilah tesebut praktek sering dianggap sama. baik mengangkut memasuknya perakaran tanaman maupun kegiatan mikrobia tanah.  Tidak digunakan sama sekali pupuk kimia maupun kompos. kemudian berkembang di 23 negara dengan anggota lebih dari 1 juta orang. insektisida organik yang dikombinasikan dengan pengelolaan tanaman yang baik. maka kita dianggap kembali pada pertanian tradisional dan tanaman yang kita produksi akan turun drastis. mikro fauna dan cacing tanah. tamanan penutup tanah maupun penggenangan sewaktu-waktu akan membatasi dan menekan pertumbuhan gulma. Sistem ini berkembang dengan mengandalkan kekuatan alam yang terdiri atas sumber daya matahari. Hal ini terjadi apabila fauna tanah dan mikroorganisme yang bermanfaat dipulihkan kehidupannya. Pemasarannya dilaksanakan melalui toko khusus makanan organik MOA. Pada prinsipnya tanah mengolah sendiri. Kesalahan persepsi yang sekarang berkembang bahwa apabila kita tidak melaksanakan pertanian modern. Tanah dibiarkan begitu saja.  Sama sekali tidak tergantung pada bahan kimia. Mereka juga berusaha untuk menghasilkan produksi tanaman yang berkelanjutan dengan cara memperbaiki kesuburan tanah menggunakan sumber daya alami seperti mendaur-ulang limbah pertanian. dan tanah dengan sendirinya akan memelihara kesuburannya. Istilah pertanian organik menghimpun seluruh imajinasi petani dan konsumen yang secara serius dan bertanggung jawab menghindarkan bahan kimia dan pupuk yang bersifat meracuni lingkungan dengan tujuan untuk memperoleh kondisi lingkungan yang sehat. hujan dan tanah merupakan kekuatan alam yang secara langsung akan mengatur keseimbangan kehidupan alami. Pertanian alami terbebas dari penggunaan pupuk kimia atau bahan agrokimia yang lain. Akan tetapi beberapa pendapat di bawah ini membuat lebih jelas. Dengan demikian pertanian organik merupakan gerakan ―kembali ke alam‖. pertanian campuran. Menurut MOA Internasional yang diprakarsai oleh Mokichi Okada (1881-1955) pada bulan Januari 1935. Dengan demikian pertanian alami mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap bumi yang kita tempati. Pemakaian mulsa jerami. Fukuoka (1985) mengemukakan empat langkah menuju pertanian alami.

penyesuaikan waktu tanam dan pemanenan. meningkatkan kemampuan tanaman legum dalam menambat nitrogen. Hama tanaman dapat dikendalikan dengan menggunakan beberapa metode selain penggunaan bahan kimia pertanian. Pemanfaatan insekta steril dan insekta feromon untuk mengendalikan hama makin populer. Keragaman ekosistem dapat dikembangkan melalui pergiliran tanaman. hutantani dan agrihortikultur. Pengolahan tanah dan cara-cara budi daya yang lain dan penggunaan spesies yang eksoktik dapat digunakan untuk mengendalikan hama. Seresah dedaunan yang berasal dari tanaman yang lebih tinggi menyebabkan terjadinya keseimbangan hara apabila digunakan sebagai mulsa atau dicampur langsung dengan tanah lapisan olah. Dengan demikian konsep ―pertanian alami dan organik‖ dapat diuji dari sudut keamanannya terhadap manusia. Penambangan hara dari bagian tanah di bawah permukaan dapat terjadi dengan cara melaksanakan pertanaman campuran hutan-padang rumput (silvopature). harus dikembangkan secara teradu sehingga merupakan bagian dari ―pertanian organik‖. Ternak ruminansia. Tahap pertama produksi dan konservasi biomassa adalah memobilisasi bahan organik. pergiliran dan pengendalian secara biologis perlu diadaptasikan. cara pertanaman termasuk rotasi. Melalui proses pengomposan aerob. maka kualitas dan kuantitas kompos dapat ditingkatkan. baik persilangan multigenetik dan varietas spesifik. Berkenaan dengan hal ini. tanpa harus melakukan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. demikian juga inokulan mikrobia yang sesuai. menggunakan bahan dasar biomassa. musuh alam. Patogen dapat dikendalikan tanpa menggunakan bahan kimia. Dalam melaksanakan pertanian organik perlu menyertakan tanaman legum dalam pergiliran tanaman. iklim. dan penggunaan pupuk hijau: rumput. sanitasi. dan pengelolaan tanaman. gulma untuk bahan kompos sejauh limbah pertanaman dan limbah ternak selalu dimonitor. Selain mengendalikan secara mekanis dengan mencabut gulma dan mengembalikannya diantara barisan tanaman. Semua ini hanya mungkin dilakukan di kebun atau pekarangan. tetapi kurang berfungsi di sawah atau ladang. perikanan. Inokulan komposit untuk proses pengomposan dan inokulan rhizobium dan bakteri pelarut fosfat digunakan sehingga pertumbuhan tanaman legum lebih efektif. Gatra kedua dihindarkan penggunaan bahan kimia dalam pertanian organik adalah untuk mencari metode alternatif mengendalikan gulma. Melalui pengolahan tanah yang baik dapat diketahui kebutuhan hara tanaman serta kondisi lingkungan dan ekologi dapat diperbaiki dan dilindungi tanpa harus tergantung pada pupuk kimia dan pestisida. Metode pengomposan yang sesuai dan waktu pemanfaat bahan organik perlu diperhatikan. Kelengasan tanah dipertahankan dengan menggunakan mulsa dan tanaman penutup tanah. sedikit saja tanah yang rusak akibat pengolahan yang dalam. dan kotoran ternak. mengubah pH. Bahkan nematoda dapat dikendalikan melalui metode yang disebutkan di atas. Pertanian organik cenderung melindungi tanah dari kerusakan akibat erosi. dengan demikian memperhatikan faktor mortalitas. dan ternak unggas. Kurang lebih terdapat 70 jenis tanaman yang ada di USA untuk mengendalikan gulma. . Semua metode ini berdasarkan pada strategi ekologis dalam mengendalikan hama. kimia dan biologi tanah. penyakit dan hama. Meningkatkan keragaman semua kehidupan tetapi tetap harmonis dengan alam.perubahan sifat fisik. sisa petanaman. pemberoan tanah dan pengendalian hayati telah dicoba untuk dilaksanakan. hewan. flora dan fauna tanah. Di antara metode yang tersedia.

pupuk kimia/pabrik. pelonggokan (accumulation) senyawa kimia di dalam tanah maupun perairan. dari gatra ekonomi akan lebih menghemat devisa negara untuk mengimpor pupuk. . Korea. Afrika. produksi pangan dunia meningkat secara dramatis. penurunan keragaman hayati. zat pengatur tumbuh dan pertanaman monokultur. kerusakan hutan. serta dari gatra lingkungan dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem. bahan kimia pertanian. Karena harga energi fosil meningkat dan sumber minyak makin menurun. herbisida. teknologi modern (pertanian tergantung bahan kimia) berdasarkan pertimbangan fisik dan ekonomi dianggap berhasil menanggulangi kerawanan pangan. penurunan kesuburan tanah. Sampai saat ini masih merupakan dilema berkepanjangan antara usaha meningkatkan produksi pangan dengan yang menggunakan dan setiap produk tidak waktu agrokimia dan usaha pelestarian yang lingkungan sama yang berusaha mengendalikan/membatasi penggunaan bahan-bahan tersebut. serta memberi banyak kesempatan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan petani. Penggunaan pupuk pabrik dan pestisida berlebihan terkendali mempunyai dampak terhadap dan lingkungan: cenderung penggunaannya meningkat. 1989). Amerika. Taiwan). 1990). Di Asia. pertanian organik dilaksanakan sebelum pupuk kimia diperkenalkan secara meluas pada tahun 1960. dan Amerika Latih. maka pupuk organik sebagai pupuk alternatif mulai populer kembali setelah cukup lama tidak pernah dimanfaatkan dalam program pemupukan. Pertanian organik akan banyak memberikan keuntungan ditinjau dari gatra peningkatan kesuburan tanah dan peningkatan produksi tanaman maupun ternak. erosi dan kerusakan lainnya. seperti desertifikasi.Perkembangan Pertanian Organik Pertanian organik berkembang secara cepat terutama di negara-negara Eropa. Pada waktu dunia mengalami krisis energi fosil yang terjadi pada tahun tujuh puluhan. Akan tetapi pada kenyataannya program revolusi hijau hanya dapat berhasil di wilayah dengan sumber daya tanah dan air yang baik. telah berupaya mengembalikan teknologi alternatif. terutama di daratan China. Sistem ini selama berabad-abad mampu mencukupi kebutuhan pangan penduduk terpadat di dunia yang pada saat ini telah melampaui satu milyar. Krisis ini juga banyak melanda negara sedang berkembang sehingga mengalami kesulitan dalam memproduksi pupuk maupun mengimpor pupuk yang harganya mahal. Petani China dalam mempertahankan dan meningkatkan kesuburan lahan pertanian dengan cara menambahkan endapan lumpur danau atau sungai. pestisida. Melalui program revolusi hijau. selinitas. Sejak saat itu banyak negara mulai mengganti pupuk pabrik dengan pupuk organik sebagai sumber nutrisi tanaman (FAO. kemangkusannya (efficiency) menurun. banyak negara industri yang semula sebagai penganjur digunakannya pupuk pabrik maupun racun kimia pemberantas hama. berdampak negatif terhadap lingkungan (Sanganatan. tetapi ternyata harus dibayar mahal dengan makin meningkatnya kerusakan/degradasi yang terjadi di permukaan bumi. Menurut pakar ekologi. dan Asia timur (Jepang. sehingga mampu mengatasi kerawanan pangan terutama di negara-negara Asia. Di samping itu. serta infrastruktur mendukung. Penginkatan produksi pangan tidak terlepas dari penggunaan produk teknologi modern seperti benih unggul. Teknologi ―revolusi hijau‖ lebih banyak dilaksanakan di lahan persawahan yang mempunyai infrastruktur mendukung.

Membatasi kehilangan hasil panen akibat aliran panas. kerapuhan lingkungan. terutama pengelolaan bahan organik dan meningkatkan kehidupan biologi tanah. tetapi harus bersifat spesifik lakasi (site spesific) dengan mempertimbangkan kearifan tradisional (indigenous knowledge) dari masingmasing lokasi. termasuk: benih hibrida berlabel. Membatasi terjadinya kehilangan hasil panen akibat hama dan penyakit dengan melaksanakan usaha preventif melalui perlakuan yang aman. Faktor-faktor kebijakan pemerintah dan sosio-politik sangat menentukan arah pengembangan sistem pertanian sebagai unsur pengembangan ekonomi. seperti yang dikembangkan oleh nenek moyang kita turun-temurun sebelum diperkenalkan pertanian modern. pengelolaan air dan pencegahan erosi. dan (iii) daur hara dalam sistem pertanian harus lebih ditingkatkan dan bersifat lebih tertutup. penambahan dan daur pupuk dari luar usaha tani. Kita mulai sadar tentang potensi teknologi. Prinsip Ekologi Pertanian Organik Masalah yang sering timbul adalah kesalahan persepsi tentang pertanian organik yang menerapkan masukan teknologi berenergi rendah (LEISA). dan kemampuan budi daya manusia dalam merusak lingkungan. penyerapan hara. pertanian organik sejalan dengan pengembangan pertanian dengan masukan teknologi rendah (low-input technologi) dan upaya menuju pembangunan pertanian berkelanjutan. . Pemanfaatan sumber genetika (plasma nutfah) yang saling mendukung dan bersifat sinergisme dengan cara mngkombinasikan fungsi keragaman sistem pertanian terpadu. Optimalisasi ketersediaan dan keseimbangan daur hara. Sebetulnya sistem pertanian ini tetap memanfaatkan teknologi modern. Penerapan suatu teknologi tidak dapat digeneralisir begitu saja untuk semua tempat. udara dan air dengan cara mengelola iklim mikro. Meskipun budi daya organik dengan segala aspeknya jelas memberikan keuntungan kepada pembangunan pertanian rakyat dan penjagaan lingkungan. Menurut Harwood (1990) ada tiga kesepakatan yang harus dilaksanakan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. termasuk konservasi sumber daya lahan. Ada yang berpendapat sistem pertanian dengan masukan teknologi berenergi rendah adalah bertani secara primitif atau tradisional. melaksanakan konservasi tanah dan air. ialah: (i) produksi pertanian harus ditingkatkan tetapi efisien dalam pemanfaatan sumber daya. Sudah saatnya kita mulai memperhatikan sistem pertanian yang sepadan baik dari lingkungan biofisik maupun lingkungan sosial ekonomi. maka prinsip ekologi dapat digunakan sebagai panduan dalam mengembangkan pertanian organik. (ii) proses biologi harus dikontrol oleh sistem pertanian itu sendiri (bukan tergantung pada masukan yang berasal dari pertanian). Suatu hal yang perlu dicatat bahwa ketersediaan sumber daya alam ada batasnya. melalui fiksasi nitrogen. serta pengolahan tanah yang berasaskan konservasi. Prinsip ekologi dalam penerapan pertanian organik dapat dipilahkan sebagai berikut:      Memperbaiki kondisi tanah sehingga menguntungkan pertumbuhan tanaman. Memperhatikan pengalaman studi agroekologi pertanian tradisional diwilayah tropika basah. namun penerapannya tidak mudah dan banyak menghadapi kendala.Pada prinsipnya.

Pertanian Berwawasan Lingkungan Pengertian umum yang saat ini digunakan untuk memahami pertanian berkelanjutan adalah prinsip. 2. dan bagi yang mengkonsumsi hasil-hasil pertanian. metode. Dalam tiga dekade terakhir kebutuhan pangan dunia meningkat akibat jumlah penduduk yang teus bertambah. serta menggunakan pendekatan holistik. hama dan penyakit. kemalaratan (continuity) dan identitas masing-masing usaha tani. hasil panen secara fisik merupakan ukuran keberhasilan kelestarian produksi pertanian. Pada prinsipnya. secara ekologi dapat dipertanggungjawabkan. Ciri-ciri pertanian berkelanjutan dan berwawasan lingkungan adalah: 1. iklim. termasuk tanah. sehingga kecenderungan hasil yang terukur dalam jangka panjang . dan secara budaya sesuai dengan kondisi setempat. mampu mendukung dan menopang kehidupan masyarakat pedesaan dengan meningkatkan kesempatan kerja. Untuk mempertahankan sistem usaha tani tetap produktif dan sehat. tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat yang bekerja atau hidup di lingkungan pertanian. Pada saat ini. pertanyaan yang timbul apakah keseimba-ngan lingkungan dan kapasitas produksi dari sumber daya lahan yang tersedia dapat dipertahankan tanpa menimbulkan konflik antara manusia dan lingkungan. dan falsafah yang betujuan agar pertanian layak dan menguntungkan secara ekonomi. maka dunia perlu memperhatikan bahwa peningkatan produksi pangan yang ada sekarang tidak dapat dipertahankan lagi. aliran hara terjadi secara konstan. tidak mengurangi dan merusah kesuburan tanah. 3. Unsur hara yang hilang atau terangkut bersama hasil panen. Tetapi pengukuran kelestarian semacam ini memerlukan ketersediaan data yang baik dalam kurun waktu yang lama. tidak meningkatkan erosi. secara sosial dapat diterima. Masingmasing prinsip tersebut mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap produktivitas. melestarikan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di lahan pertanian dan pedesaan serta melestarikan sumber daya alam dan keragaman hayati. atau harus terjadi keseimbangan hara di dalam tanah setiap waktu. menyediakan penghidupan yang layakdan mantap bagi para petani. maka jumlah hara yang hilang dari dalam tanah dan tidak melebihi hara yang ditambahkan. mampu menghasilakan pangan yang terbeli dengan kualitas gizi yang tinggi serta menekan atau meminimalkan kandungan bahan-bahan pencemat kimia maupun bekteri yang membahayakan. 4. keamanan. 5. BAB IV. dan menekan ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbarukan. mampu meningkatkan produksi pertanian dan menjamin keamanan pangan di dalam negeri. 6. pelindian dan volatilisasi harus digantikan. tergantung pada kesempatan dan pembatas faktor lokal (kendala sumber daya) dan dalam banyak hal sangat tergantung pada permintaan pasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Apakah Pertanian Sekarang Sudah Berkelanjutan? Peduduk dunia makin meningkat. dengan alasan pertumbuhan dan hasi pertanian sangat tergantung pada banyak faktor. erosi. berkeadilan. praktek.Prinsip di atas dapat diterapkan pada beberapa macam teknologi dan strategi pengembangan.

ketersediaan air. Teknologi yang pertama cukup berhasil di wilayah dengan infrastruktur mendukung. karena banyak faktor yang mempengaruhi perubahan kesuburan tanah yang terjadi secara sangat lambat. Pengembangan jenis tanaman pohon yang cepat tumbuh di sekitar lokasi dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk meningkatkan bahan organik. Beberapa hal yang menjadi kendala: (a) ketersediaan bahan organik terbatas dan takarannya harus banyak. bahkan tidak banyak membantu. 2. dan ada kesan masih terabaikan. Peluang Pengembangan Pertanian Organik Setiap orang kurang lebih mempunyai pendangan yang sama bahwa diperlukan usha meningkatkan produktivitas lahan dan melaksanakan konservasi tanah dalam mengantisipasi kebutuhan pangan dan degradasi lahan yang makin meningkat. Problem dan Prospek Pertanian Organik Sampai saat ini masih berkembang pemahaman yang keliru tentang pertanian organik: (i) biaya mahal. Kompos yang diperkaya – bahan dasar pembuatan kompos dianekaragamkan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia setempat. sedang teknologi yang kedua pengembagannya masih sangat terbatas. secara rinci dapat dilihat di bawah ini. serta (iv) produksi rendah. misalkan jenis tanah. (iii) kembali pada sistem pertanian tradisional. ketersediaan modal. 1. pengumpulan. Dengan demikian. Metode yang telah diuji dan diperbaiki. Walaupun tampak lebih sederhana untuk menerapkan indek kelestarian penggunaan lahan yang berlaku secara global. Ada dua macam praktek pertanian yang berkembang: (1) Teknologi Revolusi Hijau (khusnya sawah). termasuk teknologi EM dan teknologi lainnya perlu pengujian lebih lanjut dan dimasyarakatkan untuk memperbaiki kualitas kompos. (d) tidak adanya bonus harga produk pertanian organik. ada beberapa peluang yang perlu diperhatikan.3. . Dalam melaksanakan program tersebut. Hal ini karena sistem pertanian yang berkembang di suatu tempat sangat tergantung pada faktor lokal. akan lebih baik apabila kita mempunyai indikator tanah dan peramalan yang dapat digunakan lebih awal dalam memberikan peringatan kemungkinan terjadinya penurunan hasil. Garis besar sejarah pembangungan pertanian di Indonesia sebelum diperkenalkan teknologi revolusi hijau sampai sekarang dapat dilihat pada gambar 1. tetapi melalui IPTEK telah membawa Indonesia dari negara pengimpor beras terbesar menjadi negara swasembada pangan pada tahun 1984. Tetapi akan banyak menhadapi kendala di daerah yang beriklim relatif kering. Peningkatan biomassa – sebagai sumber utama masukan organik hanya mungkin dilaksanakan di daerah yang mempunyai curah hujan cukup tinggi. (ii) memerlukan banyak tenaga kerja. dan merupakan salah satu komponen pertanian organik. Meskipun cukup banyak kritik yang dilontarkan dengan teknologi hijau. pengolahan tanah. 1997b). dan (2) Teknologi Tanah Kering. (c) menghadapi persaingan dengan kepentingan lain dalam memperoleh sisa pertanaman dan limbah organik.harus dipisahkan dari data akibat variasi iklim dan pengolahan yang kurang baik. Akan tetapi. dan masingmasing tempat mempunyai kombinsi yang berbeda (Sutanto. kesuburan tanah. prosesing dan pemanfaatan biomassa memerlukan pandangan yang sama. iklim. tetapi dalam praktek sangat sulit untuk ditetapkan. (b) transportasi mahal karena bahan bersifat ruah.

Pengetahuan/Teknologi Tradisional – meskipun cukup banyak teknologi tradisional yang telah berkembang terutama dalam menghasilkan tanaman. Pada waktu ini keberhasilannya masih terbatas. sampah kota dan pemukiman digunakan untuk menimbun lahan yang rendah atau cekungan untuk memperluas lahan yang dipersiapkan untuk mendirikan bangunan terutama di kota-kota besar. Di Indonesia. jerami padi diminati pabrik kertas. APA ITU PESTISIDA? Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. bakteria dan virus. dan dapat menghadapi persaingan dengan kepentingan lain dalam memperoleh sisa pertanaman dan limbah organik dalam jumlah yang cukup. . perlindungan tanaman tehadap serangan hama dan penyakit. ampas tebu digunakan sendiri oleh pabrik gula sebagai bahan bakar. takarannya harus banyak. karena produksinya belum dapat memenuhi jumlah kebutuhan. Pestisida hayati – cukup banyak bahan dasar tumbuh-tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk perlindungan tanaman yang pada saat ini perhatian dan penggunaannya masih sangat terbatas. Misalnya. Masih cukup banyak wilayah Indonesia yang memerlukan perhatian. karena masih mementingkan dan mengunggulkan budi daya kimiawi. Lebih sepadan mengembangkan pupuk hayati berdasarkan potensi mikroorganisme yang ada di Indonesia. kebijakan yang berlangsung belum memikirkan ke arah itu. tungau. yaitu serangga.Perspektif gatra teknis pembangunan pertanian di Indonesia 1. 3. penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur). limbah panen digunakan untuk makanan ternak. namun masih diperlukan usaha menggali kembali kearifan tradisional dengan tinjauan ilmiah dan mengembangkan teknologi yang akrab dengan lingkungan. Prospektif Pertanian Organik di Indonesia Dalam penerapannya pertanian organik banyak menghadapi kendala berupa keruahan(bulkiness) pupuk organik. Kita perlu meneladan negaranegara yang lebih maju dan berkembang dalam mencukupi kebutuhan pupuk hayati. kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis). Bioteknologi yang menjadi dasar pengembangan pupuk hayati baru pada tahap awal pengembangan. temasuk alih teknologi 2. Hal ini membuka peluang lebih besar dalam menggali keragaman sumber daya hayati kita untuk dikembangkan menjadi pestisida hayati. tikus. Sedang pupuk hayati yang harus diimpor perlu dikembangkan teknologinya di Indonesia. burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. tumbuhan pengganggu. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas. Pupuk hayati masih berada pada taraf awal pengembangan. Pupuk hayati – yang sudah dimasyarakatkan diperbesar produksinya untuk memberikan kesempatan yang lebih luas pada petani memanfaatkan pupuk hayati. siput.

Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman. Pemerintah saat ini tidak lagi memberi subsidi terhadap pestisida . dan tepat takaran). Dalam pengendalian hama tanaman secara terpadu. rayap. . kecoak. Sedangkan bahan aktif yang terdaftar telah mencapai 353 jenis. Aman terhadap diri dan lingkungannya. yang dimaksud hama adalah meliputi semua hewan yang mengganggu kesejahteraan hidupnya. khususnya untuk pertanian dan kehutanan pada tahun 2008 hingga kwartal I tercatat 1702 formulasi yang telah terdaftar dan diizinkan penggunaannya. siput. pestisida adalah sebagai alternatif terakhir.BBagi kehidupan rumah tangga. pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk:  memberantas atau mencegah hama atau penyakit yang merusak tanaman. kecuali yang tergolong pupuk memberantas atau mencegah hama luar pada ternak dan hewan piaraan memberantas atau mencegah hama air memberantas atau mencegah binatang dan jasad renik dalam rumah tangga memberantas atau mencegah binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang dilindungi. tanah dan air. yang terpenting adalah baik pemerintah maupun swasta terus menerus memberi penyuluhan tentang bagaimana penggunaan pestisida secara aman dan benar. ulat. Di Indonesia untuk keperluan perlindungan tanaman. Dan belajar dari pengalaman. kutu. ganggang serta kehidupan lainnya yang terbukti mengganggu kesejahteraannya. dengan penggunaan pada tanaman. benar dalam arti 5 tepat (tepat jenis pestisida. nyamuk. Namun kenyataannya di lapangan petani masih banyak menggunakannya. Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). bagian tanaman atau hasil pertanian        memberantas gulma mematikan daun dan mencegah pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman. kumbang. seperti lalat. Menyikapi hal ini. penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama. tepat waktu. tungau. tepat sasaran. ngengat. namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali. tepat cara aplikasi.

Dalam konsep Pengendalian Terpadu Hama. sumber daya hayati dan lingkungan pada umumnya. Pengalaman di Amerika Latin menunjukkan bahwa dengan menggunakan pestisida dapat meningkatkan hasil 40 persen pada tanaman coklat. Pestisida masih diperlukan. Idealnya teknologi pertanian maju tidak memakai pestisida. Di Pakistan dengan menggunakan pestisida dapat menaikkan hasil 33 persen pada tanaman tebu. seperti komponen hayati efisien untuk mengendalikan hama tertentu meninggalkan residu dalam waktu yang tidak diperlukan tidak boleh persistent. dalam bidang kesehatan dan rumah tangga untuk mengendalikan vektor (penular) penyakit manusia dan binatang pengganggu kenyamanan lingkungan. ternyata pestisida dapat membantu mengatasi masalah hama padi. tentu saja dapat mengancam kesehatan manusia. Prinsip penggunaannya adalah:      harus kompatibel dengan komponen pengendalian lain. Untuk itu penggunaan pestisida yang tidak bijaksana jelas akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan manusia. . dan berdasarkan catatan dari FAO penggunaan pestisida dapat menyelamatkan hasil 50 persen pada tanaman kapas. Pada umumnya pestisida yang digunakan untuk pengendalian jasad pengganggu tersebut adalah racun yang berbahaya. Tetapi sampai saat ini belum ada teknologi yang demikian. labeling) harus memenuhi persyaratan keamanan yang maksimum     harus tersedia antidote untuk pestisida tersebut sejauh mungkin harus aman bagi lingkungan fisik dan biota relatif aman bagi pemakai (LD50 dermal dan oral relatif tinggi) harga terjangkau bagi petani. jadi harus mudah terurai dalam perdagangan (transport. penyimpanan. Pestisida dengan cepat menurunkan populasi hama.PERANAN PESTISIDA Pestisida tidak hanya berperan dalam mengendalikan jasad-jasad pengganggu dalam bidang pertanian saja. dan kehilangan hasil karena hama dapat ditekan. bahkan penggunaannya semakin meningkat. namun juga diperlukan dalam bidang kehutanan terutama untuk pengawetan kayu dan hasil hutan yang lainnya. Dalam bidang pertanian pestisida merupakan sarana untuk membunuh hama-hama tanaman. Pengalaman di Indonesia dalam menggunakan pestisida untuk program intensifikasi. hingga meluasnya serangan dapat dicegah. pestisida berperan sebagai salah satu komponen pengendalian. dalam bidang perumahan terutama untuk pengendalian rayap atau gangguan serangga yang lain. pengepakan.

varietas unggul. Memang tersedia cara lainnya. Usaha intensifikasi pertanian yang dilakukan dengan menerapkan berbagai teknologi maju seperti penggunaan pupuk. Dan tampaknya saat ini yang dapat diandalkan untuk melawan jasad pengganggu tersebut yang paling manjur hanya pestisida. maka dapat dikatakan bahwa peranan pestisida sangat besar dan merupakan sarana penting yang sangat diperlukan dalam bidang pertanian. namun tidak mudah untuk dilakukan. yang berarti melakukan perombakan ekosistem. Pestisida saat ini masih berperan besar dalam menyelamatkan kehilangan hasil yang disebabkan oleh jasad pengganggu.Dengan melihat besarnya kehilangan hasil yang dapat diselamatkan berkat penggunaan pestisida. 7aDAMPAK REVOLUSI HIJAU BAGI LINGKUNGAN PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2011 BAB I . perbaikan pengairan dan pola tanam akan menyebabkan perubahan ekosistem yang sering diikuti oleh meningkatnya problema serangan jasad pengganggu. sering kali diikuti dengan timbulnya masalah serangan jasad pengganggu. waktu dan biaya yang besar. hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu yang tidak dapat diharapkan efektifitasnya. Demikian pula usaha ekstensifikasi pertanian dengan membuka lahan pertanian baru. kadang-kadang memerlukan tenaga yang banyak.

Mempelajari ampak positif dari revolusi hijau. Mengubah dari pertanian yang tadinya menggunakan teknologi tradisional menjadi pertanian yang menggunakan teknologi lebih maju atau modern. Revolusi hijau memang pernah meningkatkan produksi gabah dan swasembada beras karena pada waktu itu pemerintah mengkomandokan untuk penanaman padi. kesuburan tanah merosot/tandus. kualitas tanaman pangan semakin meningkat.PENDAHULUAN 1. Selain memiliki dampak negatif. Di Indonesia. revolusi hijau pun memiliki dampak positif. 5. Mempelajari dampak negatif dari revolusi hijau. Dengan adanya revolusi hijau ini terjadi pertambahan produksi pertanian yang berlipat ganda sehingga tercukupi bahan makanan pokok asal serelia. penggunaan pupuk kimia. revolusi hijau dikenal sebagai gerakan Bimas (bimbingan masyarakat) yaitu merupakan program nasional untuk meningkatkan produksi pangan. 4. penggunaan pestisida dan lain-lain.1 Latar Belakang Revolusi hijau adalah usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan.2 Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui: Mengetahui pengertian dan ciri-ciri dari revolusi hijau. pemaksaan pemakaian bibit impor. Memahami pelaksanaan dan penerapan dari revolusi hijau. Upaya pemerintah terhadap revolusi hijau tersebut. seperti meningkatkan peroduktivitas tanaman pangan. tanah mengandung residu (endapan pestisida). keseimbangan ekosistem rusak dan terjadi peledakan serangan dan jumlah hama. . khususnya swasembada beras. 2. 1. peningkatan produksi pangan menyebabkan kebutuhan primer masyarakat industri menjadi terpenuhi dan keberhasilan mencapai swasemada beras. Namun berakibat terhadap berbagai organisme penyubur tanah musnah. 1. 3.

Pemberian input yang seringkali over dan tidak bijaksana. termasuk Indonesia. Revolusi Hijau menjadikan tanah sebagai media. Revolusi hijau selain memperburuk kehidupan petani juga menyebabkan semakin dikuasainya sebagian besar alat produksi di tangan segelintir orang. Revolusi hijau telah berhasil mengubah sikap para petani. telah mengakibatkan proses dehumanisasi dipedesaan. 2002). khususnya sub-sektor pertanian pangan. pemakaian pupuk kimia. Akan tetapi. dan penggunaan varietas unggul sebagai bahan tanam berkualitas. namun pada tingkat mikro revolusi hijau tersebut telah menimbulkan berbagai masalah sendiri (Soetrisno. Revolusi Hijau menggambarkan perubahan fundamental dalam pemakaian teknologi budidaya pertanian yang dimulai pada tahun 1950-an hingga 1980-an di banyak negara berkembang. Di Indonesia sendiri setelah sekian lama menerapkan teknologi pertanian ini. penerima penghargaan Nobel Perdamaian 1970. yaitu : penyediaan air melalui sistem irigasi. dan pengetahuan. Di Indonesia telah dibangun pabrik pupuk PUSRI. Tiongkok. 1999). Revolusi Hijau menandai berdirinya pabrik-pabrik pupuk dan pestisida kimia skala makro di berbagai negara. Orang yang dipandang sebagai konseptor utama gerakan ini adalah Norman Borlaug. Berkurangnya kesuburan tanah yang . Artinya tanah bersifat pasif. melalui penerapan paket teknologi modern. Revolusi hijau adalah penghalang terbesar bagi gagasan reformasi agraria dan land reform. Dengan begitu. Petrokimia Gresik. politik. menerima segala input (kimia) yang dimasukkan ke dalamnya. lambat laun memberikan dampak negatif untuk kesuburan tanah tersebut. Bangladesh. Kritik lain yang muncul adalah bahwa Revolusi Hijau tidak dapat menjangkau seluruh strata negara berkembang karena ia tidak memberi dampak nyata di Afrika. yakni meningkatkan produktifitas sub-sektor pertanian pangan. Pada akhirnya Revolusi Hijau mendapat kritik sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan kelestarian lingkungan karena mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. Pupuk Kujang. sehingga mampu mencapai swasembada pangan. meskipun revolusi hijau mampu mencapai tujuan makronya. Revolusi hijau secara kultural.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Revolusi hijau atau yang biasa dikenal BIMAS bagi petani tujuan utamanya adalah untuk menaikkan produktifitas sektor pertanian. Vietnam. seperti India. penerapan pestisida kimia untuk mengatasi serangan organisme pengganggu. terutama di Asia. Pupuk Kaltim dan Pupuk Iskandar Muda sebagai pabrik pupuk terbesar di ASEAN pada saat itu. dan juga mengakibatkan tergusurnya petani perempuan di sawah. ekonomi. Hasil yang nyata adalah tercapainya swasembada (kecukupan penyediaan) sejumlah bahan pangan di beberapa negara yang sebelumnya selalu kekurangan persediaan pangan (pokok). Thailand. dampak negatif yang ditimbulkan sangat dirasakan oleh petani di hampir seluruh wilayah pertanian. Perubahan tersebut sangat berpengaruh terhadap kenaikan produktivitas sub-sektor pertanian pangan. Revolusi Hijau menitikberatkan pada empat pilar penting. program tersebut tidak akan mengantarkan terwujudnya petani sejati (Sukoco.

makin tidak terjangkaunya harga pupuk dan pestisida kimia. Jenis tanaman unggul itu mempunyai ciri berumur pendek. Demikian juga keharusan pemupukan. antara lain sebagai berikut. Dalam dekade awal. Revolusi Hijau merupakan bagian dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem pertanian pada abad sekarang ini. tingginya tingkat serangan hama pengganggu. Revolusi Hijau dapat meningkatkan pendapatan petani. melambungnya harga bibit unggul dan timbulnya problem lingkungan dan kesehatan manusia (Jayakesumah. petani. tenaga kerja yang dibutuhkan lebih banyak. Revolusi Hijau merangsang dinamika ekonomi masyarakat karena dengan hasil melimpah akan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat pula di masyarakat (Sambas. c. tersedia cukup air. tetapi juga memberikan dampak negatif bagi kehidupan umat manusia. asal memenuhi syarat. merosotnya produktifitas pertanian. Keuntungan Revolusi Hijau bagi umat manusia. Dengan paket teknologi. Revolusi Hijau adalah proses keberhasilan para teknologi pertanian dalam melakukan persilangan (breeding) antar jenis tanaman tertentu sehingga menghasilkan jenis tanaman unggul untuk meningkatkan produksi bahan pangan. a. Revolusi Hijau menyebabkan munculnya tanaman jenis unggul berumur pendek sehingga intensitas penanaman per tahun menjadi bertambah (dari satu kali menjadi dua kali atau tiga kali per dua tahun). Segala upaya dan banyak dana disediakan untuk mendukung program ini sehingga pada tahun 1984. 2011). b. Lahirnya Revolusi Hijau melalui proses panjang dan akhirnya meluas ke wilayah Asia dan Afrika. d. termasuk Indonesia. Indonesia pernah . Namun. terkandung pandangan atau harapan bahwa dengan masuknya petani ke dalam arus utama kehidupan ekonomi. Akibatnya. Revolusi Hijau mulai mendapat perhatian setelah Thomas Robert Malthus (1766–1834) mulai melakukan penelitian dan memaparkan hasilnya. negara kita juga menerapkan revolusi hijau yang menjadi prioritas program pemerintah pada masa Orde Baru. Tidak terkecuali.ditandai dengan kian mengikisnya bahan organik tanah. Revolusi hijau telah memainkan peranan yang sangat vital dalam mengatasi kelaparan di berbagai negara berkembang. Revolusi Hijau pada dasarnya adalah suatu perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional ke cara modern. Dalam hal ini. biaya produksi memang bertambah. Revolusi Hijau dapat merangsang kesadaran petani dan masyarakat pada umumnya akan pentingnya teknologi. pemberantasan hama dan penyakit akan menambah kebutuhan tenaga kerja. tersedia bahan kimia pemberantas hama dan penyakit. c. d. Malthus menyatakan bahwa kemiskinan adalah masalah yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Revolusi Hijau dapat memberikan keuntungan bagi kehidupan umat manusia. tersedia bahan kimia pemberantas rerumputan pengganggu. tingkat produksi yang dihasilkannya akan memberikan sisa keuntungan jauh lebih besar daripada usaha pertanian tradisional. dan masyarakat pada umumnya akan menjadi sejahtera. b. antara lain: a. 2011). revolusi hijau mengalami perkembangan yang pesat dan dapat mencukupi kebutuhan pangan sesuai laju pertambahan penduduk dunia. pemupukan teratur. memberikan hasil produksi berlipat ganda (dibandingkan dengan jenis tradisional) dan mudah beradaptasi dalam lingkungan apapun.

Teknik ini dilakukan dikarenakan perhitungan pragmatis. Bahan kimia sintetik yang digunakan dalam pertanian. bahwa jika tanaman yang sama. 2008).mencapai swadaya beras. suatu hal yang sebelumnya tidak mungkin terjadi. Pertanian revolusi hijau juga dapat disebut sebagai kegagalan karena produknya sarat kandungan residu pestisida dan sangat merusak ekosistem lingkungan dan kesuburan tanah. Akhirnya terjadi inefisensi produksi dan melemahkan kegairahan bertani. Tumbuhan yang ditanam terspesialisasi. Petani tidak banyak mempunyai pilihan didalam memilih jenis padi yang akan ditanam karena sudah ditentukan oleh pemerintah. antara lain: penyediaan air melalui sistem irigasi.1 Pembahasan Materi Revolusi hijau merupakan usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Melalui penerapan teknologi nontradisional ini. Disamping itu pestisida telah menyebabkan imunitas pada beberapa hama. Bahan pestisida diyakini telah merusak ekosistem dan habitat beberapa binatang yang justru menguntungkan petani sebagai predator hama tertentu. . Revolusi hijau mendasarkan diri pada empat pilar penting. Peningkatan tersebut dengan cara mengubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Jadi mempermudah merawatnya 1. maka kebutuhan akan obat dan pupuk juga akan sama. yakni pertanian dengan memanfaatkan atau menggunakan teknologi lebih maju dari waktu sebelumnya. Revolusi hijau diterapkan diseluruh Indonesia terlebih pada daerah-daerah yang dikenal sebagai sentra produksi pangan (Suwantoro. BAB III PEMBAHASAN 3. Berikut ciri-ciri dari revolusi hijau adalah sebagai berikut. Lebih lanjut resiko kerusakan ekologi menjadi tak terhindarkan dan terjadinya penurunan produksi membuat ongkos produksi pertanian cenderung meningkat. penerapan pestisida sesuai dengan tingkat serangan organisme pengganggu. kimia dan biologi tanah. terjadi peningkatan hasil tanaman pangan berlipat ganda dan memungkinkan penanaman tiga kali dalam setahun untuk padi pada tempat-tempat tertentu. atau istilah lainnya monokultur. pemakaian pupuk kimia secara optimal. pupuk misalnya telah merusak struktur. dan penggunaan varietas unggul sebagai bahan tanam berkualitas.

Penggunaan bibit yang unggul yang tahan terhadap penyakit tertentu dan juga hanya cocok ditanam di lahan tertentu. 3. 4. 7. maka semakin hari umur tanaman makin pendek. digantikan oleh mesin traktor. Petani menggunakan bibit padi hasil pengembagan Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI=International Rice Research Institute) yang bekerjasama dengan pemerintah. Berikut adalah pelaksanaan dan penerapan dari revolusi hijau: Pemerintah memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada petani. a) b) c) d) e) 2. Pola pertanian berubah dari pola subsistensi menjadi pola kapital dan komersialisasi. . Negara membuka investasi melalui pembangunan irigasi modern dan pembagunan industri pupuk nasional. bibit padi unggul tersebut lebih dikenal dengan bibit IR. Usaha pertanian tersebut akan menghasilkan bahan makanan dan sekaligus sebagai stabilisator lingkungan. Dan dengan penelitian terus menerus. Usaha ini menguntungkan karena dapat mencegah kegagalan panen pokok. Dampaknya adalah semakin hemat tenaga kerja. 6. Pengembangan teknik kultur jaringan untuk memperoleh bibit unggul yang diharapkan yang tahan terhadap serangan penyakit dan hanya cocok ditanam di lahan tertentu. Kegiatan pemasaran hasil produksi pertanian berjalan lancar sering perkembangan teknologi dan komunikasi. 1. Tumbuhan yang ditanam terspesialisasi atau yang dikenal dengan monokultur. Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menggalakan revolusi hijau ditempuh dengan cara: Intensifikasi Pertanian Intensifikasi Pertanian di Indonesia dikenal dengan nama Panca Usaha Tani yang meliputi : Pemilihan Bibit Unggul Pengolahan Tanah yang baik Pemupukan Irigasi Pemberantasan Hama Ekstensifikasi Pertanian Ekstensifikasi pertanian yaitu memperluas lahan tanah yang dapat ditanami dengan pembukaan lahanlahan baru (misalnya mengubah lahan tandus menjadi lahan yang dapat ditanami. 2. 4. mencegah penurunan pendapatan para petani. 8. 3. tetapi akan memerlukan modal yang besar. serta daerah rawan dengan maksud untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah tersebut.2. memperluas sumber devisa. Misalnya bajak oleh binatang. Pemanfaatan teknologi maju. 5. Pemerintah mendirikan koperasi-koperasi yang dikenal dengan KUD (Koperasi Unit Desa). Rehabilitasi Pertanian Merupakan usaha pemulihan produktivitas sumber daya pertanian yang kritis. yang membahayakan kondisi lingkungan. 1. membuka hutan). yaitu menanami lahan dengan satu jenis tumbuhan saja. Diversifikasi Pertanian Usaha penganekaragaman jenis tanaman pada suatu lahan pertanian melalui sistem tumpang sari. 3. Kemajuan teknologi dengan teknik kultur jaringan. memungkinkan memperoleh varietas tertentu sesuai dengan yang diharapkan.

dikarenakan pengembangan serealia (sebagai sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah. Memudarnya sistem kekerabatan dalam masyarakat yang awalnya menjadi pengikat hubungan antar lapisan. 17. 4. 6. . Akan tetapi. 14. 2.1. 7. Penurunan keanekaragaman hayati. 4. 6. Berkurangnya keanekaragaman genetik jenis tanaman tertentu yang disebabkan oleh penyeragaman jenis tanaman tertentu yang dikembangkan. Harga tanah yang tinggi tidak terjangkau oleh kemampuan ekonomi petani lapisan bawah sehingga petani kaya mempunyai peluang sangat besar untuk menambah luas tanah. Adanya mekanisme pertanian mengakibatkan cara bertani tradisional menjadi terpinggirkan. Adapun dampak positif dari revolusi hijau adalah sebagai berikut. antara lain: 1. Munculnya komersialisasi produksi pertanian Muncul sikap individualis dalam hal penguasaan tanah Terjadi perubahan struktur sosial di pedesaan dan pola hubungan antarlapisan petani di desa dimana hubungan antar lapisan terpisah dan menjadi satuan sosial yang berlawanan kepentingan. 3. Rasa kegotong royongan semakin menurun. 11. Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan lahan dan tanaman pada pupuk. 12. Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten Penggunaan pupuk buatan dan pestisida secara berlebihan akan mengakibatkan lahan pertanian menjadi tidak subur lagi. terdapat dampak negatif dari revolusi hijau. Muncul kesenjangan ekonomi karena pengalihan hak milik atas tanah melalui jual beli. Indonesia berhasil mencapai swasembada beras. 10. Sektor pertanian mampu menjadi pilar penyangga perekonomian Indonesia terutama terlihat ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi sehingga orang beralih usaha ke sektor agrobisnis. 2. Pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat Peningkatan produksi pangan menyebabkan kebutuhan primer masyarakat industri menjadi terpenuhi. 9. Menyebabkan tingkat pendapatan pun akan berbeda. 5. Mulai ada upaya para petani untuk beralih pekerjaan ke jenis yang lain seiring perkembagan teknologi. Kekurangan bahan pangan dapat teratasi. Daerah yang tadinya hanya dapat memproduksi secara terbatas dan hanya untuk memenuhi kebutuhan minimal masyarakatnya dapat menikmati hasil yang lebih baik karena revolusi hijau. 15. 5. 16. 3. Penurunan produksi protein. 7. Memberikan lapangan kerja bagi para petani maupun buruh pertanian. 8. 13. Muncul kesenjangan yang terlihat dari perbedaan gaya bangunan maupun gaya berpakaian penduduk yang menjadi lambang identitas suatu lapisan sosial.

Saat ini kita juga mengenal sebuah konsep Low Eksternal Input Sustainable Agriculture (LEISA) yang merupakan penyangga dari konsep pertanian terpadu dan pertanian yang berkelanjutan. hal tersebut ternyata tidak dibarengi dengan profesionalisme dan perencanaan yang matang sehingga tidak mengedepankan konsep keberlanjutan. 1986 cit. Seiring dengan seruan revolusi hijau dan gerakan swasembada pangan. Pertanian berkelanjutan menurut definisi dari Gips. Pengusahaan lahan pertanian yang begitu intensif mengambil hara dalam bentuk hasil panenan tidak diimbangi dengan pengembalian input yang sesuai. Berbagai usaha pertanian terus dikembangkan seiring permintaan produk yang begitu tinggi. dengan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan bagi lingkungan maupun sosial serta meminimalkan input eksternal. sehingga menyebabkan degradasi lahan dan kerusakan lingkungan yang efeknya berkepanjangan bahkan tidak hanya terjadi di wilayah pengusahaan pertanian namun berimbas ke daerah lain yang memiliki hubungan perairan terutama daerah sedimentasi maupun muara sungai. Pemanfaatan teknologi pengelolaan lahan serta konservasi sumberdaya air sangat penting untuk diterapkan dalam suatu sistem pertanian yang berkelanjutan. 2. kita harus mengedepankan konsep keberlanjutan. Dalam konsep ini dikedepankan dua hal : yang pertama adalah memanfaatkan limbah pertanian terutama sisa budidaya menjadi pakan ternak dan yang kedua adalah mengubah limbah peternakan menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kembali dalam proses budidaya tanaman. (1999) adalah 6.1. Konsep ini mengedepankan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku pola pertanian terpadu. . Konsep ini menjadi salah satu dasar bagi pengembangan pertanian yang berkelanjutan. Konsep LEISA merupakan penggabungan dua prinsip yaitu agro-ekologi serta pengetahuan dan praktek pertanian masyarakat setempat/tradisional. 4. Usaha pertanian disebutkan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam kerusakan lingkungan pada beberapa dekade terakhir. Berbagai masukan teknologi diberikan dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara memuaskan. Namun demikian. Mantap secara Ekologis. Karena konsep sistem pertanian yang berkelanjutan tergantung pada seluruh kemajuan dari sisi kesehatan manusia serta kesehatan lahan. Dengan pemahaman akan hubungan dan proses ekologi. Peningkatan penduduk yang begitu besar harus dimbangi dengan pemenuhan kebutuhan pangan secara cepat pula. usaha pertanian dilakukan dengan sangat intensif. Reijntjes. 5. Dalam mengembangangkan suatu sistem pertanian. Agro-ekologi merupakan studi holistik tentang ekosistem pertanian termasuk semua unsur lingkungan dan manusia. sehingga nantinya akan menjaga kelestarian usaha pertanian agar tetap eksis dan memiliki nilai efektifitas. untuk mengejar produksi yang tinggi. agroekosistem dapat dimanipulasi guna peningkatan produksi agar dapat menghasilkan secara berkelanjutan. 3. Kerusakan lahan akibat praktek usaha yang dilakukan manusia telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap perubahan kesimbangan lingkungan yang berakibat pada terjadinya perubahan iklim yang drastis serta terjadinya berbagai bencana. Isu kerusakan lingkungan saat menjadi semakin santer di berbagai media masa. efisiensi serta produktifitas yang tinggi.

Keberlanjutan ekonomis ini bisa diukur bukan hanya dalam hal produk usaha tani yang langusng namun juga dalam hal fungsi seperti melestarikan sumber daya alam dan meminimalkan resiko. dari manusia. karena bagaimanapun kelestarian lingkungan (agrekosistem) yang merupakan sumber kehidupan masyarakat kita di masa lalu.7. misalnya pertambahan jumlah penduduk. Yang berarti bahwa sumber daya dan kekuasaan didistribusikan sedemikian rupa sehingga kebutuhan dasar semua anggota masyarakat terpenuhi dan hak-hak mereka dalam penggunaan lahan. hewan serta masyarakat dipertahankan melalui proses biologis (regulasi sendiri). Yang berarti bahwa kualitas sumber daya alam dipertahankan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan. seperti kepercayaan. Kerusuhan sosial bisa mengancam sistem sosial secara keseluruhan. kini dan masa mendatang. kerjasama dan rasa sayang. kebijakan. Sumber daya lokal dipergunakan sedemikian rupa sehingga kehilangan unsur hara. Yang berarti bahwa. hewan. Integritas budaya dan spiritual masyarakat dijaga dan dipelihara. kejujuran. Manusiawi 13. Yang berarti bahwa masyarakat pedesaan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi usaha tani yang berlangsung terus. serta mendapatkan penghasilan yang mencukupi untuk mengembalikan tenaga dan biaya yang dikeluarkan. Semua orang memiliki kesempatan untuk berperan serta dalam pengambilan keputusan baik di lapangan maupun di dalam masyarakat. 12. Martabat dasar semua makhluk hidup dihormati. dan lainlain. 8. 10. dan hewan sampai organisme tanah ditingkatkan. Hal ini meliputi bukan hanya pengembangan teknologi yang sesuai. tanaman. permintaan pasar. Luwes 15. Tekanannya adalah pada penggunaan sumber daya yang bisa diperbarui. Adil 11. bantuan teknis serta peluang pemasaran terjamin. Apabila kita telah dapat menghayati dan meresapi konsep pertanian berkelanjutan maka kedepan tentunya kita akan dapat meminimalisir terjadinya kerusakan lingkungan sekaligus memelihara tatanan sosial yang sehat di masyarakat kita. Bisa berlanjut secara ekonomis 9. Kedua hal ini akan terpenuhi jika tanah dikelola dan kesehatan tanaman. modal yang memadai. dan energi bisa ditekan serendah mungkin serta mampu mencegah pencemaran. dan manusia dihargai. Yang berarti bahwa petani bisa cukup menghasilkan untuk pemenuhan kebutuhan dan atau pendapatan sendiri. 14. semua bentuk kehidupan tanaman. . dan hubungan serta institusi menggabungkan nilai kemanusiaan yang mendasar. 16. harga diri. namun juga inovasi dalam arti sosial dan budaya. biomassa. termasuk sistem pertaniannya.

17. .