You are on page 1of 15

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI ANALITIK Identifikasi Asam dan Bahan Dasar Salep

Nama NIM Kelas

: Risa Rahayuni : 31110042 : Farmasi 3A

PROGRAM STUDI S1 FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA 2012

Lewis : Menurut definisi ini. HOMO dari basa dan LUMO dari asam bergabung membentuk orbital molekul ikatan. dan Lewis. Jadi. Lewis ini dapat mencakup asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang dapat dipindahkan. Definisi Lewis dapat pula dijelaskan dengan teori orbital molekul. Definisi yang pertama kali dikemukakan oleh Svante Arrhenius ini membatasi asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam air. Asam dan basa bersangkutan disebut sebagai pasangan asambasa konjugat. asam adalah penerima pasangan elektron dari basa. seperti besi(III) klorida. Bronsted-Lowry. Bronsted-Lowry : Menurut definisi ini. Arrhenius : Menurut definisi ini. Definisi yang dikemukakan oleh Gilbert N. asam adalah suatu zat yangmeningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+) ketika dilarutkan dalam air.PRAKTIKUM III ASAM dan BAHAN DASAR SALEP A. Secara umum. Bronsted dan Lowry secara terpisah mengemukakan definisi ini. yaitu definisi Arrhenius. Terdapat tig adefinisi asam yang umum diterima dalam kimia. atau Säure (bahasa Jerman) yang secara harfiah berhubungan dengan rasa masam. B. Dasar Teori Istilah asam merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam bahasa-bahasa Eropa seperti acid (bahasa Inggris). Dalam kimia. istilah asam memiliki arti yang lebih khusus. Pembagian senyawa asam : . suatu asam dapat menerima pasangan elektron pada orbital kosongnya yang paling rendah (LUMO) dari orbital terisi yang tertinggi (HOMO) dari suatu basa. yang mencakup zat-zat yang tak larut dalam air (tidak seperti pada definisi Arrhenius). Tujuan Untuk mengidentifikasi senyawa asam dan bahan dasar salep yang terdapat dalam suatu sampel. zuur (bahasa Belanda). asam adalah pemberi proton kepada basa.

dapat bercampur dengan air dalam segala perbandingan • Jumlah atom C 4-9.  Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi kertas lakmus merah. contoh : asam yang mempunyai gugus oxy. sukar larut dalam air Makin tinggi jumlah atom carbon. makin banyak gugus makin mudah larut. HA + H2O ↔ A. keto.+ H3O+  Tetapan asam adalah tetapan kesetimbangan untuk reaksi HA dengan air: . reaksi kesetimbangan berikut terjadi antara suatu asam (HA) dan air. contoh : asam benzoate  Berdasarkan konsitensinya : padat. dan asam bermatabat banyak  Berdasarkan kelarutannya • Jumlah atom C 1-4. Sifat asam fisika asam :  Mempunyai rasa asam dan bersifat korosif.  Menghantarkan arus listrik  Bereaksi dengan logam Sifat kimia asam :  Dalam air. makin sukar larut dalam air. dapat bercampur dalam ait dalam perbandingan tertentu • Jumlah atom C-9. Kristal  Berdasarkan mudah atau tidaknya menguap • Mudah menguap. cair. yang berperan sebagai basa. Menurut struktur kimia • Rantai alifatis jenuh. contohnya : asam yang bermatabat Satu • Tidak mudah menguap. contoh : asam undecylinat • Rantai benzene / aromatis. contoh : asam butirat • Rantai alifatis tidak jenuh. Pada asam aromatis kelarutan pada banyak jumlah gugus.

sejumlah kecil H3O+ ada dalam larutan. Basis Salep Dalam pemilihan dasar salep tergantung pada faktor-faktor seperti : 1. HBr. yang umumnya mengandung atom pusat ber-bilangan oksidasi tinggi yang dikelilingi oksigen.8 × 10-5. kesetimbangan reaksi berada jauh di kanan. dan HI.Stabilitas dan ketahanan sediaan jadi.  Asam kuat mencakup asam halida . Misalnya. juga cukup kuat. HF. kadang perlu menggunakan dasar salep yang kurang ideal untuk mendapatkan stabilitas salep yang diinginkan.Ketersediaan hayati. 4. 3.Sifat bahan obat yang dicampurkan. Asam kuat mempunyai nilai Ka yang besar (yaitu. terdapat banyak H3O+. Basis Salep digolongkan dalam 4 kelompok besar : . Kebanyakan asam organik merupakan asam lemah. H2SO4. Misalnya. hampir seluruh asam terurai).HCl.Khasiat yang diinginkan. nilai Ka untuk asam klorida (HCl) adalah 107. asam fluorida. 2. Dalam hal-hal tertentu tergantung pada jenis salep. (Tetapi. mencakup HNO3.  Larutan asam lemah dan garam dari basa konjugatnya membentuk larutan penyangga.) Asam-asam okso.terdapat bersama-sama dalam larutan. asam hanya terurai sebagian). Misalnya : obat-obat yang mudah terhidrolisis lebih stabil dalam dasar hidrokarbon daripada yang mengandung air meskipun obat tersebut lebih efektif dalam dasar yang mengandung air. sejumlah cukup banyak HA dan A. nilai Ka untuk asam asetat adalah 1. dan HClO4.  Asam lemah mempunyai nilai Ka yang kecil (yaitu. relatif lemah.

Contoh : lanolin dan cold cream c.  Yang sudah menjadi emulsi air-minyak (dasar emulsi). akan susah bercampur.a. Keuntungan: dapat diencerkan dengan air dan mudah menyerap cairan jika terjadi pada kelainan dermatologis. dimana preparat berair mungkin dapat dicampurkan hanya dalam jumlah sedikit saja. Salep ini dimaksudkan untuk memperpanjang kontak obat dengan kulit dan bertindak sebagai pembalut/penutup. Beberapa bahan obat lebih efektif menggunakan dasar salep ini dibandingkan dasar salep yang lain. lalu dicampurkan ke dalam dasar salep berlemak. Contoh : salep hidrofilik. Dasar salep yang memungkinkan bercampurnya sedikit penambahan jumlah larutan berair. Contoh : vaselin kuning dan putih. Dasar salep absorpsi Dibagi dalam 2 kelompok. salep kuning dan putih. antara lain :  Yang memungkinkan bercampur dengan air dan membentuk emulsi air dalam minyak. Bila lebih. b. larutan berair diabsorpsi ke dalam salep absorpsi. Contoh : paraffin hidrofilik dan lanolin anhidrat. Dasar salep hidrokarbon Dasar salep hidrokarbon ini dikenal sebagai dasar salep berlemak. Dasar salep yang dapat dicuci air Dasar salep ini adalah emulsi minyak dalam air (sering disebut krim) dan dinyatakan “dapat dicuci dengan air” karena mudah dicuci dengan air dari kulit dan pakaian sehingga lebih dapat diterima sebagai dasar kosmetik. bebas air.. Dasar salep ini digunakan sebagai emolien dan sifatnya sukar dicuci. Vaselin kuning boleh digunakan untuk mata. sedangkan yang putih tidak boleh karena masih mengandung H2SO4. tidak mengering dan tidak tampak berubah dalam waktu lama. paraffin dan minyak mineral. . Dasar salep untuk pencampuran larutan berair ke dalam larutan berlemak. Dalam melakukan hal ini sejumlah ekuivalen dari dasar salep berlemak dalam formula digantikan dengan dasar salep absorpsi.

NaOH .FeCl3 .H2SO4 .HNO3 .Na2CO3 . Alat dan Bahan a). C. atau malam) atau bahan padat.AgNO3 . Contoh : salep polietilenglikol. lanolin anhidrat. Dasar salep ini baik dicampurkan dengan bahan tidak berair (paraffin.Etanol . Dasar salep yang larut dalam air Kelompok ini disebut Dasar Salep Tidak Berlemak dan terdiri dari konstituen yang larut dalam air. Dasar salep ini lebih tepat disebut gel. maka larutan air tidak efektif dicampurkan ke dalam bahan dasar ini.Metil red .Resorcin . Bahan .HCl .Sampel nomor 112 dan sampel nomor 123 .d. Alat Tabung reaksi Rak tabung Gelas kimia Spirtus Kaki tiga Kawat kassa Pipet tetes b). Karena dasar salep ini mudah melunak dengan penambahan air.NH4Cl .CuSO4 .KmnO4 .

Prosedur ASAM Uji Pendahuluan Uji Golongan Uji Penegasan .D.

as. asetosal) . nikotinat) Dalam etanol (as. nikotinat. as.Asam benzoat Dalam air mendidih (as.Jenuh (as. borat) Pembagian :  Alifatis . borat. asetosal) Kelarutan : . as. asetat. folat) Uji Golongan  Golongan salisilat (as. argarikum) Aromatis . folat) Bau : .Serbuk (as. formiat) .Hablur (as.Putih kekuningan (as. diuretin)    FeCl3  Ungu Flouresensi NaOH  Ungu Esterifikasi  bau gandapura . folat. as. nikotinat. benzoat. asetosal. as. as. benzoat. as. benzoat. asetosal.Asetosal . sitrat.Tidak berbau (as. sulfanilat) . as. asetosal) Dalam kloroform (as.Tak jenuh (as. salisilat. tartrat.Putih (as.Dalam air (as. salilsilat) . as. borat. salipirin. salisilat) Dalam HCl (as. salilsilat. as. asetat) Warna : . as.Bentuk : . as.Kental (as. benzoat. as. sulfanilat) Uji pendahuluan . tartrat. oksalat. oksalat.Kuning ( as. as. folat. as. nikotinat.

2. 7. adeps lanae) . 9.Lunak (vaselin album. 8.Kuning (adeps lanae) Kelarutan : Dalam kloroform (vaselin album. vaselin flavum . vaselin flavum. 3. 11. Asam benzoat Asam borat Asam mefenamat Asam salisilat Asam folat Asam sitrat Asam pikrat Asam sulfanilat Asam asetat Asetosal Asam oksalat BAHAN DASAR SALEP Uji Pendahuluan Uji Penegasan Bentuk : .Uji Penegasan 1. 6. 10.Lemak (adeps lanae) Warna : Uji pendahuluan .Putih (vaselin album) . 4. 5.Putih kekuningan (vaselin flavum) .

Hijau anhidrat 3. Fouresensi - Sampel + CHCl3 + as. 2. asam . IDENTIFIKASI No Sampel 112  Uji Pendahuluan (Organoleptik) Bentuk = Serbuk hablur Warna = Kuning Bau = Tidak berbau Rasa = Pahit Kelarutan = Tidak larut dalam air  Uji Penggolongan  Sampel + FeCl3  Biru KEMUNGKINAN KESIMPULAN Asam tartrat Asam mefenamat. Data Hasil Praktikum NO 1.UJI PENEGASAN NO PEREAKSI ADEPS LANAE VASELIN ALBUM Ungu Kuning VASELIN FLAVUM Ungu Agak hijau 1. nikotinat  Uji Penegasan  Reaksi Cuprifil Asam tartrat tartrat. asetosal Bukan salisilat golongan  Sampel + pereaksi DAB Asam  agak hijau jernih asetosal. Sampel H2SO4 + CHCl3 + Coklat merah Orange - E. asam folat. asam sulfosalisilat. asam tartrat.

asam 2 ml H2SO4  Tercium salisilat sedikit bau balon  Sampel + 1 ml KmnO4 + 2 ml H2SO4  Bau seperti kelapa muda (asetaldehid)  Uji Penegasan  Sampel + H2SO4 + Asam sitrat resorcin  Biru  Reaksi Cuprifil Sampel + pereaksi Asam sitrat cuprifil  Agak hijau . asam benzoat. asam sitrat. No sampel 123  Uji Pendahuluan Bentuk = Granul Warna = Putih Bau = Tidak berbau Asam sitrat Asam borat. asam salisilat. Kelarutan = Larut dalam asam sulfonilat air  Uji penggolongan  Sampel + FeCl3  Bukan salisilat golongan Kuning busuk  Sampel + pereaksi DAB  Agak hijau jernih  Esterifikasi Sampel + 1 ml etanol + Asam sitrat.Sampel + CuSO4 + Asam tartrat NaOH  Biru  Sampel + resorcin + H2SO4 p  Merah 2.

dan ditunjukan lagi pada penambahan pereaksi cuprifil yang menghasilkan warna agak hijau. didapat bau seperti kelapa muda dan dugaan sampel berupa asam sitrat atau asam salisilat. . asam borat. putih.F. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam membentuk garam sitrat. Asam sitrat merupakan asam organik lemah. Pada uji golongan sampel diuji dengan penambahan FeCl3 yang menghasilakn warna kuning busuk. sitrat dapat mengikat ion-ion logam dengan pengkelatan. Untuk memastikan sampel dan untuk mendapatkan sampel yang lebih spesifik yaitu dengan melakukan penambahan H2SO4 dan resorcin menghasilkan warna biru. tidak berbau atau praktis tidak berbau. Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk mengendalikan pH larutan. sehingga digunakan sebagai pengawet dan penghilang kesadahan air. Kemudian dilakukan pengujian kembali dengan penambahan KMnO4 dan H2SO4 pada sampel. Ini menunjukan hasil positif yang menunjukan sampel tersebut berupa asam sitrat. Ini menandakan bahwa sampel bukan golongan salisilat karena golongan salisilat akan memberikan warna ungu pada penambahan FeCl3. Warna ini menguatkan bahwa sampel berupa asam sitrat karena sampel tidak akan memberikan reaksi positif pada uji cuprifil. Keasaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. ion yang dihasilkan adalah ion sitrat. asam benzoat. rasa sangat asam. Jika hal ini terjadi. Selain itu. Bentuk hidrat mekar dalam udara kering (Farmakope edisi III ’79). asam salisilat. Sesuai dengan literatur dugaan sampel berupa asam sitrat. Pembahasan Sampel No 123 Pada uji pendahuluan sampel pemeriannya berupa serbuk hablur granul sampai halus.

Reaksi cuprifil dilakukan pada uji penegasan dan menghasilkan warna biru. Dilihat dari kedua literatur tersebut sampel merupakan asam tartrat. sedangkan bentuk monohidrat didapatkan dari kristalisasi asam sitrat dalam air dingin. . Bentuk anhydrous asam sitrat mengkristal dalam air panas. kocok. Sesuai dengan data hasil pengamatan asam sitrat sangat mudah larut dalam air. Pada uji penggolongan sampel direaksikan dengan FECl3 dan menghasilkan warna biru. Bentuk monohidrat tersebut dapat diubah menjadi bentuk anhydrous dengan pemanasan di atas 74 °C. Mengandung tidak kurang dari 99. Seharusnya pada uji ini dilakukan penambahan NaOH berlebih. karena menghasilakn reaksi yang positif pada uji cuprifil. kemudian endapan disaring. pahit dan tidak larut dalam air juga etanol. dihitung terhadap anhidrat. Namun pada percobaan tidak dilakukan seperti itu dan terjadi kesalahan dalam menentukan sampel. Kesalahan juga terjadi pada uji golongan yang seharusnya merupakan golongan salisilat. agak sukar larut dalam eter. Dan sampel no 112 merupakan senyawa asetosal. maka akan menghasilkan larutan berwarna biru tua atau biru jernih. tidak berbau. mudah larut dalam etanol. Sampel 112 Pada uji organoleptik sampel berbentuk serbuk hablur dengan warna putih kekuningan.Struktur asam sitrat Asam sitrat berbentuk anhidrat atau mengandung satu molekul air hidrat. Ini menunjukan bahwa sampel bukan golongan salisilat.5 % C6H8O7.5 % dan tidak lebih dari 100.

 Sampel No 112 yaitu asetosal. G. Kesimpulan  Sampel No 123 yaitu asam sitrat. Pada proses pembuatan reaksi esterifikasi ini dibantu oleh suatu katalis asam untuk mempercepat reaksi. Pada percobaan ini reaksi yang terjadi adalah reaksi esterifikasi. . Pada pembuatan asetosal juga ditambahkan air untuk melakukan rekristalisasi berlangsung cepat dan akan terbentuk endapan. dimana bahan aktif dari asetosal yaitu asam salisitat direaksikan dengan asam asetat anhidrad atau dapat juga direaksikan dengan asam asetat glacial bila asam asetat anhidrad sulit untuk ditemukan. Endapan inilah yang merupakan asetosal. Tetapi pada penambahan katalis ini tidak terlalu berefek maka dilakukan lah pemanasan untuk mempercepat reaksinya.Asetosal atau yang lebih dikenal dengan nama aspirin ini dapat diidentifikasi dengan cara esterifikasi. Asam asetat anhidrad ini dapat digantikan dengan asam asetat glacial karena asam asetat glacial ini bersifat murni dan tidak mengandung air. Selain itu asam asetat anhidrad juga terbuat dari dua asam asetat galcial sehingga pada pereaksian volumenya semua digandakan.

wikipedia.com/doc/81577061/Laporan-Praktikum-Kfa-Asam 2012.com/farmasetika/basis-salep (26 September 2012.DAFTAR PUSTAKA http://www. 15.wikipedia._Basa.00) http://id.10) http://id.org/wiki/Aspirin (26 September 2012._Garam (25 September.org/wiki/Subjek:Kimia/Materi:Asam. Departemen Kesehatan RI. 21. Jakarta. 22.org/wiki/Asam_sitrat (25 Sptember 2012.00) Anonim. (25 september (25 September . 20.svg 2012.43) http://id.wikipedia.20) http://duniafarmasi. 21.scribd.wikibooks.org/wiki/Berkas:Zitronensäure_-_Citric_acid. 1979.53) http://id. 22. Farmakope Indonesia Edisi III.