You are on page 1of 3

Pentingnya Infrastruktur Jalan untuk Menunjang Perekonomian

Ir Putu Srinata MT Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Sesuai misi kebinamargaan, yakni meningkatkan pembangunan di bidang jalan dan jembatan dalam rangka meningkatkan aksesibilitas untuk mendukung pengembangan wilayah dan kelancaran distribusi barang dan jasa, serta penanggulangan bencana alam. Aksesibilitas adalah kemudahan untuk mencapai tujuan, menyangkut kenyamanan, keamanan dan memperpendek waktu tempuh (travel time). Sedangkan pengembangan wilayah, mengandung makna upaya membangkitkan potensi pada wilayah tertentu yang menjadi kawasan tumbuh, baik untuk pemukiman, perkebunan/pertanian, industri yang menjadi rencana kawasan pengembangan lainnya. Kelancaran distribusi, prasarana jalan yang dapat memberikan peran sebanyak-banyak dalam pelayanan jasa angkutan manusia, barang dan jasa yang dipastikan dapat menunjang perekonomian. Penanganan bidang jalan dan jembatan, sesuai UU Nomor 38 Tahun 2003 tentang Jalan dibagi berdasar tanggung jawab. Kewenangan penanganan, yaitu jalan nasional/negara ditangani oleh Kementerian PU di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Jalan Nasional. Jalan provinsi pada pemerintah provinsi dan jalan kabupaten/kota ditangani oleh pemerintah kabupaten/kota. Untuk kondisi tertentu, dapat saja dilakukan penanganan bersama, demi kepentingan pelayanan terhadap masyarakat. Di mana pengaturan dan MoU-nya disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Kita menyadari bersama, bahwa kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Kalimantan Barat masih sangat jauh dari kebutuhan. Ditinjau dari pelayanan ideal, hal ini disebabkan wilayah Kalimantan Barat sangat luas dengan jumlah penduduk yang menyebar di pedalaman dan tidak merata. Sedangkan panjang ruas jalan nasional 1.554,50 kilometer berada di jalan provinsi sepanjang 1.664 kilometer. Kondisi beberapa ruas jalan tersebut, penanganannya sudah melewati umur rencana. Namun sepanjang tahun hanya dapat dilaksanakan dengan tambal sulam (penanganan rutin), itu pun dananya sangat kecil. Penanganan ruas jalan nasional dilaksanakan oleh Balai Besar Penanganan Jalan dan Jembatan Nasional VIII yang berpusat di Banjarmasin. Balai ini mencakup empat provinsi di Kalimantan. Sedangkan Kepala Satuan Kerja dan PPK berada di provinsi masing-masing. Untuk di Kalimantan Barat ada empat satuan kerja pembangunan, yaitu Satuan Kerja Wilayah I sekaligus dibagi dengan PPK/selaku penanggung jawab ruas mulai dari Sambas-Singkawang-

Lingkar Sambas. yang menuju batas Kalimantan Tengah dan akses perbatasan. Untuk penanganan jalan provinsi dilakukan oleh Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum. Hal yang sangat penting di Kalimantan Barat. Melawi. Misalnya untuk pembangunan jalan di kawasan Kalbar. Satuan Kerja Tugas Pembantuan/SKPD menangani ruas jalan Mempawah-Pinyuh-SidasTanjung. Semangut–Putusibau-Lanjak-Badau. Sedangkan penanganan rutin (fungsional) dilaksanakan oleh UPJJ. Atasan langsungnya adalah kepala balai. upaya untuk melakukan koordinasi dengan Badan Pengelola Perbatasan dan Kerja Sama. Singkawang. pemerintah pusat telah memerhatikan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan melalui koordinasi pemerintah provinsi yang dilaksanakan secara berkelanjutan melalui musrenbang daerah sampai nasional. kabupaten. Kota Pontianak. berbicara masalah jalan lintas kabupaten yang ada di daerah perbatasan masih terbagi menjadi jalan provinsi. Pembebasan tanahnya telah dilakukan oleh pemerintah provinsi pada akhir 2010. Kementerian Pekerjaan Umum menganggarkan dana Rp 1. Kabupaten Mempawah-Landak. UPJJ Wilayah II menangani Kabupaten Sambas. Sambas–Aruk. Artinya. yang masih menghubungkan kota. Kaltim. UPJJ Wilayah V menangani Kabupaten Kayong Utara-Ketapang. yaitu pemeliharaan berkala dan peningkatan jalan dilaksanakan oleh Bina Marga.85 triliun dengan panjang jalan 1. Tanjung Harapan. dan NTT. kecamatan/desa di sekitar perbatasan. Peningkatan dana pusat untuk Kalimantan Barat cukup besar. yaitu Dirjen Bina Marga Kementerian PU di mana Kepala Dinas PU Provinsi Kalbar selaku Pembantu Atasan Langsung II. Tanjung–Entikong. Bengkayang. Mulai tahun 2011-2012 muncul lagi pembangunan Jembatan Tayan dengan LOAN pemerintahan Cina + APBN ± Rp 740 miliar. UPJJ Wilayah IV menangani Kapuas Hulu–Sintang. Sedangkan Perencanaan dan Pengawasan Teknik Jalan dan Jembatan di bawah Satker P2JN. Dari pusat sudah melakukan survei untuk jalan-jalan yang sudah eksisting. untuk pekerjaan peningkatan struktur.Pontianak-Tayan-Balai Bekuak-Aur Kuning-Sandai-Tayap–batas Kalteng. Untuk APBN murni masih menuntaskan Jalan Lintas Kalimantan Ruas Nanga Tayap-batas Kalteng.53 triliun untuk membangun infrastruktur wilayah perbatasan. Putussibau-Badau. yaitu UPJJ Wilayah I menangani ruas jalan provinsi di Kabupaten Kubu Raya. Khusus untuk kawasan perbatasan Kalimantan.521 kilometer yang saat ini telah tersambung sepanjang ± 400 kilometer. Wilayah III menangani akses perbatasan. serta pemerintah pusat. Prioritas untuk Kalimantan Barat yaitu penyelesaian jalan Lintas Kalimantan Poros Selatan. Untuk Pembantu Atasan I adalah Direktur Wilayah II Direktorat Jenderal Bina Marga. yang bertujuan untuk menyejahterakan rakyat yang selama ini masih banyak terisolasi. UPJJ Wilayah III menangani Sanggau–Sekadau. diperkirakan dibutuhkan dana sebesar Rp 7. Inilah yang menjadi pemikiran kita bersama. . Wilayah II menangani Tayan-Sosok-Sanggau-Sintang-Pinoh-Nanga Semangut. Aruk-Tayan-Sosok dan SosokSanggau. dan nonstatus. Pembagian tugasnya. Sambas-Aruk. Belum lagi dana-dana LOAN ADB untuk jalan Pemangkat-Tebas.

Tahun 2011 penanganan jalan nasional (APBN. Untuk dana lainnya masih belum turun. dilaksanakan secara multi years dengan akses Ledo-Batas Serawak. alokasi dana APBN Rp 881. pemerintah provinsi juga menangani jalan Lintas Kabupaten Sambas-Subah-Ledo dengan peningkatan jalan aspal luas 4-6 meter (variasi) dengan lebar badan jalan 14 meter.620. Sehingga dana loan dapat segera masuk ke Kalimantan Barat yang saat ini sedang tender. khususnya Direktorat Jenderal Bina Marga serta melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi dan Balai Besar. Mudah-mudahan alokasi dana ke depan selalu meningkat.000. Untuk 2012.333. masih diperlukan penanganan. Tetapi memang ada beberapa ruas jalan yang masih berupa jalan tanah dan atau yang kondisi jalan yang rusak.801 + loan (multi years). sehingga terjadi peningkatan dana pusat ke Kalimantan Barat tiap tahunnya terus meningkat. UPJJ Rp 56. APBD Bina Marga sebesar Rp 193. APBD Bina Marga Rp 168. sehingga kita dapat melakukan perbaikan jalan dan jembatan secara bertahap dan berkelanjutan. Kalau kita lihat secara global terutama jalan-jalan poros.616.535.453. Tahun 2012 apalagi dana loan yang dikucurkan ke Kalimantan Barat begitu besar. . perekonomian dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Dari tahun 2010. di bawah Balai Besar Jalan Nasional VII) sebesar Rp 901. UPJJ sebesar Rp 82.164.901.287. sudah banyak peningkatannya. karena pemerintah provinsi yang didukung oleh pemerintah kabupaten berhasil melakukan pembebasan tanah secara terkoordinasi. berupa dana pusat untuk penanganan jalan provinsi di kabupaten. guna pelayanan terhadap angkutan barang dan jasa ke depan yang lebih baik.Upaya pemerintah provinsi juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum.800.608.078.927. terutama pada musim hujan pada ruas jalan antarkota kecamatan/desa.