You are on page 1of 10

Judul

Agroforestri : Ketersediaan Air Melalui Kajian Infiltrasi Tanah di DAS Brantas Hulu

Alur Pikir
Ahli fungsi hutan Vegetasi di atas permukaan tanah Kapasita infiltrasi dan laju infiltrasi

Kekasaran permukaan

Porositas Tanah

Ketersediaan air Daerah resapan air DAS Brantas hulu

Agroforestri

Kesehatan masyarakat

Pohon

Seresah

Akar

Kelestariaan sumberdaya alam terjaga

karena adanya perbaikan sifat fisik tanah. Kondisi yang dapat terlihat yakni kekasaran permukaan tanah dan porositas tanah menurun. Sehingga kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi perlu diperhatikan. Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas bagian hulu merupakan salah satu daerah dengan tingkat ahli fungsi lahan paling cepat. Tanah dengan agregat lemah akan mudah didespersikan oleh air. sebagai sumber air untuk bagian hilir maupun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi dapat dijadikan sebagai parameter ketersediaan air dalam tanah. . kadangkadang ada komponen ternak atau hewan lainnya sehingga terbentuk interaksi ekologis dan ekonomis antara tanaman berkayu dengan komponen lainnya.Pendahuluan Dampak negatif pertambahan jumlah penduduk yang sering diikuti oleh terjadinya ahli funsi lahan (AFL) diantaranya adalah terjadi banjir dan kekeringan. Sistem agroforestri sederhana merupakan sistem pertanian dimana pepohonan ditanam secara tumpangsari dengan satu atau lebih jenis tanaman semusim. Model infiltrasi digunakan untuk mengetahui tentang berapa besar limpasan permukaan atau genangan (ponding) yang dapat terinfiltrasi. Sehingga.. banyak ditemukan ahli fungsi lahan hutan menjadi sistem pertanian monokultur khususnya tanaman hortikultura sayur. yang mana terdapat beraneka ragam jenis pohon. Selain itu juga berfungsi dalam pembentukan dan pemantapan agregat tanah (Suprayogo et al. Kondisi hutan pada bagian hulu DAS sangat memprihatinkan. Sedangkan sistem agroforestri kompleks merupakan sistem pertanian menetap yang melibatkan banyak jenis pepohonan (berbasis pohon) baik sengaja ditanam maupun yang tumbuh secara alami pada sebidang lahan dan dikelola mengikuti pola tanam menyerupai hutan. Agroforestri adalah sistem penggunaan lahan yang mengkombinasikan tanaman berkayu dengan tanaman tidak berkayu atau dapat pula dengan rerumputan. Keberadaan tanaman dapat memperbesar kapasitas infiltrasi tanah. Perubahan tataguna lahan tersebut memberikan dampak terhadap perubahan keregaman vegetasi pada lokasi tersebut. 2003). guna menekan limpasan air permukaan dan meningkatkan jumlah air yang masuk ke dalam tanah. Laju infiltrasi dan kemampuan maksimum infltrasi akan berbeda untuk penggunaan lahan yang berbeda. Usaha untuk menaikkan volume air yang masuk dan menempati ruang pori di dalam tanah. daya infiltrasinya terhadap ukuran butir-butir tanah halus akan kecil dan peka terhadap erosi atau erodibilitasnya besar (Suplirahim. DAS Brantas hulu merupakan daerah resapan air. Sehingga infiltrasi pada daerah tersebut harus diperhatikan. 2007). seperti pembentukan struktur dan peningkatan porositas. Agroforestri dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua). yaitu sistem agroforestri sederhana dan sistem agroforestri kompleks.

Peranan dari tanaman adalah melindungi tanah dari pukulan hujan secara langsung dengan jalan mematahkan energi kinetiknya melalui tajuk. 2004). ranting. air yang berasal dari curah hujan yang jatuh pada suatu wilayah sebagian akan diserap oleh tajuk pohon. . Pada sistem kopi campuran dengan kelerengan curam. sebagian lagi oleh tajuk tanaman semusim melalui proses intersepsi. maka pola sebaran akar dalam tanah juga cukup bervariasi. Hasil tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kopi naungan yang hanya mencapai 94 mm.05) dengan sistem agroforestri berbasis kopi maupun kopi monokultur.09 mm menit-1 (dengan seresah) dan berbeda nyata (p<0. dan batangnya. Kopi campuran tanpa seresah memiliki nilai terkecil 1.05 mm menit-1 (tanpa seresah) dan 5. Hutan pada kemiringan datar memiliki laju infiltrasi tertinggi sekitar 5. dan yang lainnya lolos ke permukaan tanah. mengakibatkan perbedaan jumlah air yang ditahan tajuk kedua jenis tanaman itu. Dengan serasah yang dijatuhkannya akan terbentuk humus yang berguna untuk menaikkan kapasitas infiltrasi tanah (Rahim. Pada tanah hutan dengan diversitas tanaman yang cukup tinggi. Dengan kondisi persebaran akar yang demikian dapat mengurangi besarnya limpasan permukaan.. jumlah pori makro cukup tinggi bila dibandingkan sistem penggunaan lahan lainnya. Hal ini meningkatkan peluang penyimpanan air dalam tanah.Tajuk pohon dan tanaman semusim yang berbeda. Akibatnya jumlah air yang lolos dan mencapai permukaan tanah di bawah pohon dan di bawah tanaman semusim juga berbeda.01 mm menit-1. yaitu 104 mm (Widianto et al. Agroforestri melalui tutupan kanopi dapat mempengaruhi laju infiltrasi melalui kondisi porositas tanah tergantung dari tutupannya. 2003). Pada sistem agroforestri. Hasil pengukuran limpasan permukaan pada lahan kopi campuran di kelerengan curam cukup besar.

agar air memperoleh kesempatan meresap dan dimanfaatkan dengan efektif oleh masyarakat. guna pemanfaatan sebagai penyedia air maupun peningkatan kesehatan masyarakat.Dalam pengelolaan laju infiltrasi juga timbul pemikiran dan usaha yaitu mempertahankan ketersediaan air melalui kondisi kekasaran permukaan dan porositas tanah. . Dengan demikian dapat dipahami komponen masukan dan keluaran dalam kesetimbangan air pada berbagai sistem agroforestri. Untuk menjawab tantangan tersebut perlu dilakukan upaya pelestarian sumber daya air .

Supangat : Balai Penelitian Kehutanan Solo Hutan berfungsi sebagai penjaga keseimbangan sistem hidrologi dan pengendali erosi tanah yang efektif. gerakan kapiler. tekstur tanah juga mempengaruhi kapasitas infiltasi tanah. Pada tanaman tua dengan perakaran yang telah berkembang optimal.84 cm/jam dijumpai pada tegakan pinus KU VII (tanaman pinus yang telah tua). Infiltrasi diukur dengan menggunakan infiltrometer cincin ganda (double ring infiltrometer). Tanah bertekstur pasir terbukti memiliki kapasitas infiltrasi yang lebih besar dibandingkan tanah bertekstur lempung. Keberadaan tanaman dapat memperbesar kapasitas infiltrasi tanah. seperti pembentukan struktur dan peningkatan porositas. abaik pada tegakan dengan tekstur tanah lempung maupun berpasir. sedangkan kapasitas infiltrasi terendah 23. karena adanya perbaikan sifat fisik tanah.29 cm/jam dijumpai pada tegakan pinus KU I (tanaman pinus yang masih muda). Kapasitas infiltrasi tanah tertinggi 182. Di samping kelas umur tanaman. kapasitas infiltrasi semakin meningkat seiring dengan bertambahnya kelas umur tanaman (penelitian pada tanaman jati pada jurnal). dan porositas tanah. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa semakin tua umur atau semakin tinggi kelas umur (KU) tanaman pinus. maka laju infiltrasi akan semakin meningkat. Silinder yang lebih besar berfungsi sebagai penyangga yang bersifat menurunkan efek batas yang timbul oleh adanya silinder. Desa Somagede. Kabupaten Kabumen. Namun untuk tekstur tanah yang sama. Lokasi penilitian dilakukan di hutan tanaman pinus pada Sub DAS Silengkong dan Sub DAS Watujali.RESUME 5 JURNAL Judul : Kapasitas Infiltrasi Tanah pada Berbagai Kelas Umur Pinus (Soil Infiltration Capacities at Various Age Classes of Pine) Penulis Penerbit : Dona Octavia dan Agung B. Perubahan fungsi hidrologi dapat diamati melalui parameter infiltrasi tanah. Laju infiltrasi di ukur dalam satuan panjang (penurunan air) per satuan waktu. . yaitu satu infiltrometer silinder (ukuran diameter 10 cm) ditempatkan di dalam infiltrometer silinder yang lebih besar (ukuran diameter 13 cm). Kecamatan Sempor. Infiltrasi adalah proses pergerakan/ masuknya air ke dalam lapisan tanah yang dikendalikan oleh gaya gravitasi. Pengukuran hanya dilakukan terhadap silinder yang kecil. laju infiltrasi lebih tinggi dibandingkan tanaman yang masih muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas infiltrasi tanah di bawah tegakan pinus pada berbagai kelas umur.

Pengaruh tutupan pohon terhadap aliran air adalah dalam bentuk : (a) intersepsi air hujan. Fahmuddin Agus. dan laju drainase yang berhubungan dengan jaringan drainase pada skala lansekap. Kurniatun Hairiah. Bruno Verbist. Didik Suprayogo. tajuk pohon dapat megintersepsi dan menyimpan sejumlah air hujan dalam bentuk lapisan tipis air (waterfilm) pada permukaan daun dan batang yang selanjutnya akan mengalami evaporasi sebelum jatuh ke tanah. Kriteria dan indikator fungsi DAS akan mempunyai arti penting dalam proses negosiasi. Vegetasi lapisan seresah melindungi permukaan tanah dari pukulan langsung tetesan air hujan yang dapat menghancurkan agregat tanah. . 1 Kegiatan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sudah dilaksanakan pada berbagai belahan bumi lebih dari satu abad. Peran sistem penggunaan lahan pada suatu bentang lahan (lansekap) dapat dinilai dari sudut perubahan tingkat evapotranspirasi yang berhubungan dengan keberadaan pohon. namun masih terdapat kelemahan yang mendasar dalam hal penetapan kereteria dan indikator fungsi hidrologi DAS. Gamal Pasya. dan Farida Penerbit : Agrivita Vol. (b) sistem penggunaan lahan kebun lindung. 26 No. dan (c) pendekatan sistem pendukung negosiasi. laju infiltrasi tanah yang berhubungan kondisi fisik tanah. Metode pendekatan yang dilakukan melalui (a) hubungan fungsi hidrologi dengan tutupan lahan oleh pohon. Aplikasi kriteria dan indikator fungsi DAS dilakukan pada “Benchmark” Sumberjaya dan telah diuraikan pada berbagai sumber. bila keduanya dapat dipahami dan dimengerti secara transparan serta bisa dimonitor oleh multi pihak. (d) serapan air.Judul : Peranan Agroforestri dalam Mempertahankan Fungsi Hidrologi Derah Aliran Sungai (DAS) Penulis : Meine van Noordwijk. Selama kejadian hujan. dan (e) drainase lansekap. (c) infiltrasi air. (b) daya pukul air hujan. sehingga terjadi pemadatan tanah.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa nilai laju infiltrasi awal pada lahan eucalyptus sebesar 9.167 mm/menit. Untuk laju infiltrasi konstan dengan porositas tanah. pada lahan jagung didapatkan hasil 8. dan berdampak pada daerah resapan air hujan. 2 (Agustus 2009) 88-96 Ketersediaan air di dalam tanah sangat berpengaruh pada perubahan tata guna lahan di suatu daerah. Faktor lain yang mempengaruhi tingginya laju infiltrasi yaitu porositas dan berat isi tanah. infiltrasi awal (f0) dan infiltrasi konstan (fc). Bambang Suharto. sedang bagian bawahnya relatif masih kering. dan Wulan Ruhunnatiqah Hijriyati Penerbit : Jurnal Teknologi Pertanian Vol. Metode infiltrasi yang digunakan yakni metode holton.Judul : Evaluasi Laju Infiltrasi pada Beberapa Penggunaan Lahan Menggunakan Metode Infiltrasi Horton di Sub DAS Coban Rondo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Penulis : Ruslan Wirosoedarmo.477 mm/menit. Laju infiltrasi tergantung pada besarnya air dalam tanah. Hubungan yang terjadi antara infiltrasi konstan dengan berat isi tanah yaitu berbanding terbalik. dan 7. 10 No. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisika Kimia Jurusan Tanah Fakultas Pertanian dan Laboratorium Daya Mesin Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya dan di Sub DAS Coban Rondo Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Metode ini mempunyai tiga parameter yang menentukan proses infiltrasi dalam tanah yaitu parameter K. . Ketika air jatuh pada tanah kering. Terdapat perbedaan yang besar dari gaya kapiler antara permukaan atas tanah dengan yang ada di bawahnya. kadar air tanah dan juga bahan organikmempunyai hubungan yang berbanding lurus. Ketersediaan air dapat diukur dengan menggunakan acuan pemahaman mengenai infiltrasi dan laju infiltrasi yang terjadi serta faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi tersebut. permukaan atas dari tanah tersebut menjadi basah.330 mm/menit untuk lahan kosong.

Jenis permukaan yang digunakan dapat berupa lapisan tanah yang homogen dan tanaman yang sejenis. 23a/DIKTI/KEP/2004 Pertumbuhan penduduk dan makin beragamnya aktifitas. Infiltrasi tersebut penting untuk menjaga ketersediaan air tanah pada daerah tersebut. Model tersebut mengkonversikan hujan atau tampungan dengan jenis permukaan suatu areal tertentu. Akreditasi No. lapisan tumbuh di permukaan tanah. tumbuhan penutup dan ketinggian tanaman. dan udara dalam tanah. Untuk menghasilkan unit resapan yang lebih handal. perlu dilakukan modifikasi yang lebih lanjut jenis dan ketebalan lapisan. Keadaan ini menyebabkan perubahan tataguna lahan. Tyas Ilhami. banjir.Judul : Kajian Unit Resapan dengan Lapisan Tanah dan Tanaman dalam Menurunkan Limpasan Permukaan Penulis Penerbit : Burhan Barid. misalnya: model infiltrasi. Dan ratarata penurunan air pada lapisan sebesar 1. Beberapa permasalahan air meliputi pencemaran air. karakteristik tanah. keadaan permukaan tanahnya. . pemampatan oleh orang dan hewan.13 No. penggundulan hutan. ISSN 0854-4549. waktu terlama yang dibutuhkan adalah 37 menit pada debit besar.4 Desember 2007. Berdasarkan analisis perhitungan yang telah diperoleh bahwa terjadi penurunan debit limpasan pada awal limpasan. Beberapa model hidrologi dikembangkan untuk menentukan keseimbangan air. Penundaan Q puncak limpasan dapat terjadi sampai 28 menit. Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah : kelembapan tanah. dan unsur-unsur lainnya. penyumbatan oleh bahan-bahan halus. : Berkala Ilmiah Teknik Keairan Vol. Proses pengeringan. dan Fadli F. umumnya lahan terbuka menjadi lahan terbangun. pemampatan oleh curah hujan. kesempatan meresap dalam tanah. Infiltrasi dipengaruhi volume hujan atau tampungan. yang semuanya memerlukan tempat. Model infiltrasi digunakan untuk mengetahui tentang berapa besar limpasan permukaan atau genangan (ponding) yang dapat terinfiltrasi. Ruang infiltrasi ini dipengaruhi oleh debit dan kualitas limpasan.09 cm/menit. terganggunya fungsi resapan. Ruang infiltrasi sering menggunakan pendekatan model pada lahan. jenis dan karakteristik tanahnya. Model infiltrasi yang akan dikembangkan adalah pada ruang infiltrasi di lahan. Hujan yang digunakan umumnya dengan intensitas tetap dan terjadi merata.

lisimeter. Laju infiltrasi terkecil pada penggunaan lahan sawah tadah hujan tahun 1997 adalah 0. Konversi lahanlahan pertanian menjadi non pertanian di Sub DAS Coban Rondo serta pembukaan lahan baru dengan penebangan hutan untuk kepentingan budidaya tanaman pangan atau penggunaan lahan yang lain dapat dan telah mengakibatkan kemampuan tanah untuk meresapkan air berkurang yang pada akhirnya mengakibatkan pengaruh lain yaitu terjadinya erosi pada lahan. Untuk menentukan infiltrasi dengan cara buatan dimana infiltrasi berfunsi sebagai suatu faktor dalam proses limpasan permukaan dapat dilakukan dengan menggunakan infiltrometer. berdiameter besar yang mengitari suatu daerah dalam tanah. dan lain sebagainya.004 cm/jam (di Desa Pujon Lor Titik I).205 cm/jam (di Desa Pujon Lor Titik I). Faktor yang ada dalam persamaan ini diantaranya : laju infiltrasi pada saat t (cm). Persamaan holton ialah salah satu persamaan empirik untuk menghitung besarnya laju infiltrasi. dimana air awal yang masuk ke dalam tanah cenderung lebih cepat. Selama intensitas hujan (laju penyediaan air) lebih kecil dari kapasitas infiltrasi. Infiltrometer ialah suatu tabung baja silindris pendek. banjir. 1 Maret 2010: 34-46 Ahli fungsi hutan mengakibatkan berkurangnya kemampuan lahan untuk melakukan infiltrasi. Pengembangan derah dengan kemiringan lahan lebih besar dari 8%. Analisa yang telah dilakukan sebagai berikut. Laju infiltrasi ditentukan oleh besarnya kapasitas infiltrasi dan laju penyediaan air. kapasitas infiltrasi pada penyimpanan yang tersedia. karena semakin dalamnya profil tanah yang basah akibat infiltrasi dan pada akhirnya hanya tarikan gravitasi saja yang menyebabkan air bergerak ke bawah.802 cm/jam (di Desa Pujon Lor Titik IV). Didapatkan hasil bahwa laju infiltrasi konstan berbanding lurus dengan konduktifitas hidraulik jenuh (KHJ). sedimentasi.852 cm/jam dan tahun 2005 adalah 0. kekeringan. Pengembangan pertanian pada lahan dengan kemiringan tersebut cukup berisiko karena akan mengakibatkan banjir dan lahan mudah tererosi karena air hujan yang turun akan langsung melimpas karena tidak dapat diserap oleh vegetasi setempat. dan simulator curah hujan. maka laju infiltrasi sama dengan intensitas hujan. bila fc1997 = fc2005.Judul : Analisis Laju Infiltrasi dengan Menggunakan Metode Holton Berdasarkan Penggunaan Lahan di Sub DAS Coban Rondo Malang Penulis Penerbit : Yasintha : Sipil UNWIRA Vol. . dan tahun 2005 sebesar 0. besarnya tampungan pada lapisan permukaan. Kemudian cenderung melambat akibat akibat berkurannya hisapan matrik tanah. 1 No. dan laju infiltrasi akhir. maka laju infiltrasi (f) terbesar untuk penggunaan lahan hutan tahun 1997 sebesar 1.

Kurniatun Hairiah. Oleh : INPUTRI EDDYANTI ROCHMANA 0910480091 KELAS G MINAT MANAJEMEN SUMBERDAYA LAHAN PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012 .TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAH METODE ILMIAH “Revisi ke-2” Dosen : Prof. Ir. PhD.