STATUS UJIAN DOKTER MUDA BAGIAN/SMF PSIKIATRI FK UNUD-RSUP SANGLAH DENPASAR Nama NIM Penguji : A. A.

Ayu Agung Pramaswari : 0802005134 : dr.

I.

IDENTITAS PENDERITA : INS : Baru : Laki-laki : 20 tahun : Belum menikah : Tamat SMA : Tidak bekerja : Hindu : Indonesia/Bali : Jalan Pandu Denpasar : 26 September 2012 (pukul 12.00 WITA)

Nama Baru/Ulangan Jenis Kelamin Umur Status Pernikahan Tingkat Pendidikan Pekerjaan Agama Bangsa / Suku Bangsa Alamat Tanggal Wawancara

II. RIWAYAT PENDERITA KELUHAN UTAMA: Autoanamnesis : Badan lemas Heteroanamnesis : Tidak mau makan (ibu pasien) AUTOANAMNESIS: Pasien merupakan pasien yang pernah dirawat di ruang lely RSUP Sanglah sejak tanggal 25 September 2012 hingga tanggal 3 Oktober 2012 dengan keluhan utama badan lemas. Pasien datang ditemani oleh ibunya, tampak duduk diatas tempat tidur menggunakan baju kaos lengan pendek berwarna hijau tua dan celana panjang selutut berwarna biru jeans. Rambut pasien

Sebelumnya pasien tinggal di rumah seorang balian selama . dan seterusnya dengan benar. dan siapa yang mengantar. “saya susah tidur. pasien menjawab ”masih sama seperti sebelumnya. saat ini sedang dimana. Roman muka pasien tampak lebih tua dibandingkan umurnya namun terlihat pucat dan pipi pasien tampak cekung.5 bulan yang lalu. Kontak visual selama wawancara juga cukup dimana pasien menatap mata pemeriksa saat menjawab Saat ditanya nama. rasanya kosong saja. dimana pasien menjawab dengan ”kalau jeruk bisa dimakan dan kalau bola tidak bisa dimakan”. kadang-kadang suka kepikiran sama yang enggak-enggak.. “Badan saya gampang sakit.pendek dan tersisir rapi. Kamar rasanya panas sekali. jadinya saya sedih”. Pasien juga mampu membedakan perbedaan buah jeruk dengan bola tenis. saya tidak betah”. jendela dan kasur”. dibawa oleh ibu saya ke rumah sakit untuk diperiksa”. Pasien juga mengeluhkan dirinya susah tidur sejak 1. Pasien terlihat kooperatif dengan menuruti semua perintah yang diberikan oleh pemeriksa. kosong. dan menerawang jauh. pucat. Pasien diperiksa dalam keadaan duduk. Roman muka pasien tampak datar namun sesekali tampak sedih dengan mata yang berkaca-kaca. Pasien mampu menyebutkan persamaan antara buah jeruk dan bola tenis. pasien mampu menjawab dengan benar. pandangan mata sayu. 86-7 yaitu 79. kira-kira jam 2 pagi baru saya bisa tidur. Pasien mampu melanjutkan peribahasa. Pasien dapat menjawab dengan benar hasil pengurangan 100-7 yaitu 93. tampak kondisi pasien lemas.perawakan pasien tampak kurus tidak terlalu tinggi dengan kulit sawo matang. umur alamat rumah. lemas sehingga nafsu makan saya jadi hilang. 93-7 yaitu 86. Pasien mengatakan baru pulang ke rumahnya sejak 1.5 bulan yang lalu. dan mampu mengingat kejadian saat pasien kecil. tetapi selama pemeriksaan pasien mampu menjawab semua pertanyaan pemeriksadengan lancar dan benar walaupun dengan suara yang agak pelan. Susilo bambang Yudhoyono” Pasien juga dapat menjawab dengan benar ketika ditanya nama wakil presiden Indonesia yaitu ”Budiono”.” dengan menjawab “berenang-renang ke tepian” yang menurut pasien berarti “bersakit-sakit dahulu. Mengenai bagaimana perasaannya saat ini. Pasien juga mampu mengingat tiga benda yang baru diucapkan pemeriksa yaitu ”pensil. Keluhan ini dirasakan pasien sejak 2 bulan yang lalu. “berakit-rakit ke hulu…. mampu mengingat kejadian tadi pagi. Saat ditanya siapa nama presiden Indonesia saat ini pasien dapat menjawab dengan benar yaitu ”SBY. Pasien mengatakan keluhannya saat ini adalah badannya lemas. yaitu sama-sama berbentuk bulat. bersenangsenang kemudian”. Pandangan mata pasien tampak sayu dan kosong. Kalau lagi kosong.

Jero istri tidak mengijinkan saya pergi keluar rumah. malah pasien kadang dipojokan atau disalahkan oleh ayahnya. maka ayahnya akan memperhatikan masalah kakaknya. tetapi saya merasa tertekan tinggal disana. Pasien sering melihat kedua orang tuanya ribut. sehingga beberapa orang tua temannya tidak memberi ijin anaknya untuk berteman dengan pasien.1 tahun terakhir. Satu tahun yang lalu pasien bertemu dan berkenalan dengan seorang balian di daerah tanjung bungkak setelah diperkenalkan oleh teman kuliahnya. seperti misalnya saat pasien mempunyai masalah. Malamnya saya juga . menyindir dan berbicara kasar. membersihkan air-air bekas ritual jero istri. Pasien juga mengatakan kedua kakak pasien tidak mau mengajak bicara pasien sejak SMP tanpa alasan yang jelas. ayahnya jarang mau mendengarkan. Pasien mengatakan merasa tidak nyaman tinggal di rumahnya sejak SMP. Hal itu masih terjadi hingga sekarang dan menyebabkan pasien merasa sangat tertekan berada di rumah. namun dengan syarat pasien harus bersedia tinggal di rumah balian tersebut untuk ngayah. menyapu. kalau keluar harus bersama jero istri. saya disediakan makanan dan terkadang diberikan uang oleh mereka. dimana saudarasaudara sepupunya seringkali menghina. Saat itu pasien mengaku tidak memiliki tempat untuk bercerita tentang masalahnya tersebut sehingga pasien sering meluapkannya dengan mengamuk atau merusak barang-barang yang ada di rumah. Selain itu pasien merasa diperlakukan tidak adil oleh ayahnya karena pasien merasa ayahnya jauh lebih menyayangi kakak-kakak perempuannya dibandingkan dirinya. Pasien juga mengatakan jika ayahnya sangat mudah terpengaruh oleh omongan saudara-saudaranya dan tidak pernah membela pasien sehingga hal itu menyebabkan pasien merasa tidak ada yang mendukungnya dan membuatnya tidak betah untuk tinggal di rumah. Saya ga bole memakai HP kecuali untuk menghubungi keluarga. Berbeda halnya jika kakaknya yang mempunyai masalah. Pasien berkata. karena pasien dikatakan saat ini banyak membuat kesalahan kesisipan dan sedang menjalankan hukuman karmapala sehingga hidupnya tidak pernah bahagia. ”Jero Istri dan Jero Lanang sangat baik. dan masalah yang di ributkan menurut pasien hal-hal sepele seperti masalah uang atau ibunya yang cemburu kepada ayahnya. Seringkali pasien diejek sebagai anak pemulung di depan teman-temannya yang sedang bermain ke rumahnya. Ditambah lagi perlakuan yang tidak baik dari saudara sepupunya yang tinggal satu rumah dengan pasien. Balian tersebut menjanjikan perbaikan situasi di rumah pasien dan memberikan pasien kesembuhan. dan mencari bunga. mengepel. atau sama sekali tidak mengajak bicara pasien sejak pasien kecil. Jam 8 pagi saya sudah harus selesai mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring.

diharuskan tidur satu tempat tidur dengan jero istri dan jero lanang. keinginan melakukan aktifitas juga tidak ada. dan kata-kata kasar lainnya. dan lama-kelamaan pasien tidak ada keinginan untuk makan. Pada malam hari saat pasien tidur. itu menyebabkan pola makannya menjadi tidak teratur. Semua hal tersebut membuat saya tertekan”. Pasien merasa sedang dihukum oleh tuhan sehingga ia merasa ingin berpuasa untuk menebus segala kesalahannya. Hampir 1 minggu setelah berada di rumah sendiri aktifitas merawat diri seperti mandi. Jika segala keinginan jero istri tidak dituruti. Selain tidak ada nafsu makan. dan kadang memainkan alat kelamin pasien hingga beberapa kali mengalami ereksi. Pasien juga merasa sulit tidur sejak 1. tetapi tidak sampai melakukan hubungan badan. hidung pasien ditarik. Pasien merasa dirinya menjadi mudah lelah sehingga malas untuk beraktivitas. ”Saat kerauhan suara jero berubah jadi besar. pasien mengaku sering mendapatkan perlakuan kasar dari jero istri berupa tamparan. Pasien mengaku lebih senang diam di rumahnya sendiri karena merasa lebih bebas dan tidak terkekang. sikat gigi. dirumah saja saya tidak pernah diperlakukan seperti ini. Saya frustasi. Pasien juga mengatakan dirinya susah untuk fokus dan konsentrasi saat ingin belajar. kenapa di rumah orang lain saya di beginiin” ucap pasien sambil mata tampak berkaca-kaca. Karena seringnya hal itu terjadi membuat pasien ketakutan dan tidak berani melawan. menganti baju tidak pernah dilakukan pasien hingga harus dipaksa oleh orang tuanya. Terkadang pasien merasa segala hal yang pasien alami karena perasaan berdosa pada dirinya sendiri.5 bulan yang lalu.5 bulan yang lalu sejak dijemput oleh ayahnya. Pasien baru bisa tertidur pukul 2 pagi. jeweran. Pasien . Saya takut jadinya. Namun pasien mengaku sejak 2 bulan yang lalu hingga saat ini nafsu makannya masih sangat menurun. Jika melihat ataupun membaui makanan pasien merasa mual dan ingin muntah. seperti tuhan sudah bersatu dengan jero. Pasien juga merasakan ayah pasien saat ini sudah lebih perhatian terhadap keadaan pasien dan kakak pasien yang sebelumnya tidak mau berbicara dengan pasien saat ini sudah mau berbicara dan dekat dengan pasien. pasien merasa jero istri beberapa kali sering memeluk pasien seperti bantal guling. Pasien pulang ke rumah 1. Pernah beberapa kali pasien mengutarakan keinginan untuk pulang tetapi jero istri menjadi kerauhan dan jika pasien sedang menjalani hukuman karma dan harus tinggal di tempat itu selama 5 tahun jika ingin selamat. Pasien mengatakan sesekali pulang kerumahnya namun hanya diberikan waktu 1 jam dan tidak diijinkan makan dirumah. Pasien sering merasa tidak enak untuk mengambil makanan karena merasa berada di rumah orang lain. dan sempat mengeluarkan sperma.

Pasien berkata. Kondisi yang pasien maksud adalah berulang kali pasien menyampaikan kepada ayahnya bahwa di rumahnya ada sesuatu yang membuat pasien tidak nyaman seperti ada kekuatan yang selalu mengganggu pasien. anggota tidak bisa digerakan saat tidur. ada wong samar. wujudnya seperti kuntilanak. dan dengan ini bapak menjadi mengerti kondisi rumah yang sebenarnya”. Dan semenjak pasien berada di rumah jero.” di belakang rumah saya. coba seandainya saya tidak di rumah jero. Pasien merasa jika itu merupakan pertanda jika pasien belum saatnya untuk meninggal. Pasien juga merasa jika keluarga besarnya hingga saat ini masih tidak mau berbicara dengannya sehingga pasien sering memikirkan bagaimana hubungan dengan keluarganya di masa yang akan datang. Saat melakukan tindakan itu. dan biasanya wong samar itu akan mencari tumbal. pasien sempat berpikiran untuk mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri kira-kira 1. juga ada untungnya. apakah suara-suara maupun bayangan yang pernah ia lihat sebagai perwujudan wong samar benar atau tidak karena seharusnya orang normal tidak bisa seperti itu.mengaku merasa bersalah pada orang tuanya karena ia menyadari banyak membuat kesalahan berupa sering mengamuk dan meminta uang kepada kedua orang tuanya.5 tahun yang lalu. Karena situasi rumah yang tidak mendukung. saya sering ketemu dengan wong samar lewat mimpi dan sesekali melihatnya langsung.” Kemudian pasien berkata “Jadi kita harus selalu berpikir positif kepada seseorang. Sejak saat itu pasien tidak pernah lagi berpikiran untuk mengakhiri hidupnya. keluhan yang selama ini dirasakan hilang semua. mungkin saya masih sering mengamuk dan merusak barang. Kadang-kadang saya dengar suaranya tertawa dari telinga saya. atau takut tidur di dalam kamar sendiri. tetapi ayahnya tidak peduli sehingga hal itu juga menjadi penyebab pasien sering melampiaskan dengan mengamuk. Dan pasien merasa jika perlakuan yang diperoleh jero istri merupakan hukuman yang tuhan kirim kepada dirinya. Pasien juga sering bertanya-tanya pada dirinya apakah sebenarnya makna dari ”kesisipan”. Pasien juga berkata. atau jadi orang tidak waras. Namun hal tersebut tidak sampai terjadi karena tali yang sudah digantung tiba-tiba lepas dan terjatuh. apakah benar dirinya ”kesisipan”. Pasien juga merasa bahwa selama berada di rumah pasien. pasien mengaku tidak ada bisikan-bisikan yang menyuruh pasien untuk mengakhiri hidupnya. Coba kalau saya tidak kenal jero mungkin saat ini saya tidak ada disini. “kita harus selalu berpikiran positif . Pasien menganggap dirinya tidak berguna karena hingga saat ini masih belum bisa menghasilkan uang dan membantu orang tuanya.misalnya perut terasa ditekan.

“sejak saya mengalami itu. Semenjak itu pasien mengaku dekat dengan pria tersebut. tidak percaya lagi dengan orang. pasien pergi untuk menginap ke tempat pria tersebut. Pasien mengaku sempat mengalami pelecehan seksual sebanyak dua kali. Disana saya ditelanjangi dan dicium-ciumi di seluruh badan dan kemudian disodomi”. Saat itu pasien diiming-imingi buku yang pasien suka sehingga pasien mau ikut dengan pria tersebut. pasien mengaku tidak berani karena badan pria tersebut jauh lebih besar dibandingkan dirinya dan pasien tidak tahu daerah tersebut. Pasien mengaku saat itu tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya dan pasien pulang tanpa menceritakan kejadian tersebut pada siapa-siapa. Saya merasa . kemudian pasien didatangi oleh seorang pria berkulit putih dan berpostur tinggi. Semenjak kejadian itu pasien mulai sering mengamuk di rumah dengan merusak pintu-pintu rumah. itu yang sering saya dengar melalui suara hati saya”. Saya ga tau nama daerahnya. termasuk kepada orang tuanya. saya lebih seneng mengurung diri. dan sejak saat itu pasien tidak mau menghubungi pria itu lagi. Pasien yang terbangun kemudian marah dan pergi berlari dari tempat itu. Pada suatu kali saat pasien sedang ada masalah dirumah. saya takut nanti lagi mengalami seperti itu. Pria tersebut kemudian meminta no hp pasien dan pada malam harinya pasien mengaku di sms oleh pria tersebut.sama orang. Pasien mengaku bercerita hingga lega dan tanpa terasa tertidur di tempat itu. Pasien semakin menutup diri dalam pergaulan dengan teman-temannya. Saat itu pasien sedang bermain di pantai bersama temannya. Perasaan pasien saat itu sangat geram dan marah. ”saya waktu itu ga ngerti apa. jangan pernah melihat sisi negatif seseorang. Pasien kemudian diajak ke tempat kost pria tersebut. Pasien kemudian diantar pulang kembali ke art center dan ditinggal seorang diri. Pelecehan seksual pertama dialami saat pasien kelas 2 SMP dimana pasien mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang pria yang lebih dewasa darinya yang pasien kenal di art center. atau melempar barang-barang yang ada di rumah. tibatiba pasien merasa ada yang menindih badannya dan ternyata pria tersebut sedang menindih pasien sambil mencium-ciuminya. saya ikut saja sama dia. Kejadian kedua terjadi saat pasien duduk di SMA kelas 1. Pasien juga mengatakan pernah mengalami pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu. setiap saya di ajak melancong saya tidak mau. Saat itu pasien tidak berusaha untuk kabur. Pasien mengaku merasa nyaman karena pria tersebut dianggap sudah seperti kakak sendiri dan pasien bebas bercerita tentang masalahnya di rumah kepada pria tersebut. Saat pasien tertidur. Pasien berkata.

Setelah kejadian tersebut pasien sesekali melakukan masturbasi dengan objek pacarnya sebagai inspirasi.bodoh dan kesal dengan diri sendiri karena saya dahulu terlalu lugu”. Pasien merasa lebih nyaman jika harus sendirian dibandingkan harus bersama dengan orang lain. Kakak pertama pasien saat ini sudah menikah. biasanya hanya flu. Pasien mengaku sejak kecil terpacu untuk selalu belajar dan mendapatkan nilai yang baik agar bisa membanggakan orang tua. Riwayat kejang dan jatuh seingat pasien tidak pernah. Pasien tidak pernah mengkonsumsi minuman keras maupun merokok dalam kesehariannya. dan lebih memilih untuk fokus untuk belajar. pasien pernah berpacaran atau berhubungan dengan wanita sebanyak dua kali saat duduk di bangku SMP kelas 2 dan saat kuliah. sedangkan kakak kedua pasien tinggal satu rumah dengan pasien. Namun pasien mengaku tidak pernah melakukan hubungan badan dengan pacar-pacar terdahulunya dikarenakan pasien takut pacarnya hamil. Pasien merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Pasien mengaku tidak pernah mengalami sakit khusus semenjak kecil. Mengenai hubungan dengan lawan jenis. Pasien mengaku sama sekali tidak menikmati perlakuan pelecehan seksual yang ia terima dan pasien merasa kesal dan ingin menonjok wajah pelaku pelecehan tersebut. Hal itu yang menyebabkan pasien hingga saat ini tidak mau menjalin hubungan kembali karena merasa trauma diperlakukan seperti itu lagi. selain karena orang tuanya juga sering mengontrol pasien kalau terlambat pulang. Hal ini menyebabkan pasien selalu minta dukungan dari orang-orang terdekatnya terutama orang tua untuk bisa membakitkan lagi . Pasien mengatakan saat ini dirinya sedang sakit dan ini dikarenakan dirinya yang terlalu banyak berpikir tentang kehidupan yang sudah ia alami. Pasien juga terkadang membuka situs dewasa yang berisikan adegan antara laki-laki dan perempuan. Pasien lebih senang menghabiskan waktunya untuk membaca di dalam kamar. Selain itu pasien sering merasa takut dan kesal jika dekat dengan sosok pria yang lebih dewasa dibandingkan dirinya. Pendidikan terakhir pasien adalah D2 pariwisata. Kedua kakak pasien adalah wanita dengan jarak umur yang tidak begitu jauh. Pasien mengaku orientasi seksualnya tidak berubah sejak kejadian pelecehan seksual sebelumnya terjadi. Mengenai pergaulan pasien dengan orang-orang disekitarnya. Kedua hubungan tersebut berakhir karena terdapat ketidakcocokan dimana pacar pasien berselingkuh. Dulu pasien sempat bercita-cita menjadi perawat namun akhirnya memilih pariwisata karena pasien merasa daya saing dalam bidang pariwisata lebih rendah dibandingkan perawat. Riwayat penggunaan NAPZA pada pasien disangkal. pasien mengaku saat ini tidak mempunyai teman dekat sama sekali.

jelas. jarang berbicara. Semenjak kecil pasien dikatakan orangnya polos. berbicara dengan suara yang pelan namun lancar dan jelas didengar. Pasien juga mulai berani mengucapkan kata-kata kasar kepada orang tuanya. dan penurut terhadap orang tua. Pasien juga tampak sering murung di rumah dan pandangannya sering kosong. pucat. jarang mau bergaul dengan teman. tidak bertenaga. Selama 2 bulan ini pasien hanya minum jus. ketika ditanya pasien hanya menjawab tidak apa-apa. HETEROANAMNESIS (Ibu pasien) Pasien dibawa ke rumah sakit Sanglah oleh ibunya. selalu memantau kegiatan pasien seperti meminta pasien langsung pulang kerumah bila sudah keluar dari sekolah. Tetapi semenjak pasien duduk di SMA kelas 1. jika dibelikan makan oleh ayahnya selalu diberikan kepada ibunya sehingga menurut ibunya berat badan pasien sangat jauh menurun (±15 kg). gerakan tubuh yang lambat. mengikuti semua instruksi dari pemeriksa. dibuktikan dengan pasien yang mendapatkan kelas unggulan dan selalu menjadi juara umum di sekolahnya walaupun hanya juara 2 atau juara 3 saat SMP dan SMA. mulai terlihat perubahan-perubahan pada diri pasien. Semakin hari kondisi pasien semakin lemas dan pucat. Saat dirumah pasien lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca buku. agar bisa belajar lagi terutama bahasa. pasien selalu tidak mau makan dan perutnya menjadi mual dan ingin muntah. dan lancar.teman sekolah dengan lebih memilih mengurung diri sendiri di dalam kamar. Sikap pasien tampak kooperatif. seperti “cai dadi . Setiap diberikan makanan. Selama wawancara pasien terlihat murung. tidak pernah menceritakan masalahnya pada siapapun. bersedia menjawab semua pertanyaan pemeriksa dengan suara yang pelan. karena sejak 2 bulan terakhir ini dikatakan tidak mau makan. Pasien ingin segera dapat membahagiakan orang tuanya. Menurut ibunya keluarga sangat perhatian dengan komang. Pasien dikatakan lebih sensitif. gampang marah tanpa sebab.motivasi hidupnya. dan itu tidak menjadi masalah buat pasien karena pasien sendiri memang lebih suka berada di rumah dibandingkan harus bergaul dengan teman-teman sebayanya. sehingga nanti bisa bekerja dan membantu orang tuanya mencari uang. Pasien ingin cepat pulang. Sesekali pasien tampak menangis. Prestasi pasien di sekolah juga baik. Hal ini dilakukan karena orang tuanya takut anaknya salah pergaulan. lemas. susu dan sepotong roti.

“adi kene hidupe” ucapan itu beberapa kali didengar oleh ibunya. dan sikat gigi. karena hampir setiap hari pasien harus bertemu dengan sepupunya. pucat. Sesekali orang tua pasien datang mengunjungi ke rumah jero dan disana dilihat anaknya diperlakukan seperti pembantu. Pasien akan kembali terlihat tenang setelah ibunya mendekat dan membaringkan pasien di pangkuan ibunya sambil mengelus-ngelus kepala pasien. dan seperti ketakutan saat pulang kerumah. karena melihat kondisi anaknya semakin memprihatinkan seperti tambah lemah. Keluarga iparnya sering menyindir. tetapi tidak diijinkan oleh jero. melempar barang-barang di rumah. menghina. Ibu pasien mengatakan sejak pasien SMP. Beberapa kali ibu pasien juga melihat anaknya menangis tanpa sebab sambil memegang kepalanya. ngelah panak muani besik. diantaranya kondisi pasien tampak lemas. begitu juga mengenai tidurnya pasien mulai . Namun perubahan prilaku tersebut tetapi tidak sampai mengganggu aktifitas sekolahnya. dimana pasien sama sekali tidak mau makan nasi. cai sing ngerti ape”. Ketika orang tuanya bertanya pasien hanya menjelaskan bahwa ini merupakan perintah jero dan harus sudah balik dalam waktu 1 jam saja. Dan perubahan yang paling mencolok. sehingga orang tuanya bersikeras meminta ijin kepada jero untuk mengajak anaknya pulang. kondisi pasien bertambah buruk. Selain itu. Hal ini sudah berlangsung lama dan menurut keluarga mungkin ini menjadi salah satu penyebab perubahan prilaku yang dialami oleh pasien. terjadi perubahan –perubahan dratis pada diri pasien. pasien mulai sering mengamuk.5 bulan yang lalu. kurus. setiap mencium makanan perasaannya seperti mau muntah. Sampai akhirnya 1. selama ini hubungan keluarga pasien dengan keluarga besarnya tidak baik. Ibu pasien juga tidak mengetahui alasan kakak pasien tidak mengajak bicara adiknya. Begitu juga keinginan merawat diri sudah tidak terlihat lagi pada diri pasien seperti hampir 1 minggu lebih anaknya tidak mandi. pucat dan seperti sakit. merusak barang-barang di rumah terutama daun pintu. dan semenjak pasien berada di rumah balian tersebut. Mengenai kondisi rumah yang dikatakan tidak baik yang berkaitan dengan saudara sepupunya dan kakak pasien dibenarkan oleh ibunya. Ketika sudah berada di rumah sendiri. bertambah kurus. Dan perubahan prilaku pasien ini masih sampai pasien duduk di bangku kuliah.anak tua sing ngerti apa. atau tidak mengajak berbicara keluarganya. ayahnya sedikit memaksa agar anaknya bisa diajak pulang ke rumah. ini dibuktikan dengan pasien tetap dapat mempertahankan prestasinya di sekolah. Dan mengenai pengobatan yang dilakukan pasien di rumah yang disebut sebagai jero dibenarkan oleh keluarga. kakak pasien tidak mau mengajak pasien berbicara hingga pasien pulang dari rumah balian.

tetapi kondisinya semakin lemah. Pasien dikatakan lugu. Kondisi kesehatan ibu dalam keadaan baik sewaktu hamil dan melahirkan pasien. Pasien dilahirkan secara normal. walaupun sudah diulang dilakukan di beberapa tempat pengobatan tradisional. semua di perlakukan sama di dalam mendidik. penyabar. benturan pada kepala. Riwayat kejang. berat badan waktu lahir 3kg. sehingga itu kadang membuat pasien kesal dan marah dan mungkin itu juga membuat anaknya melampiaskan dengan mengamuk. . ditolong oleh dokter di RSUP Sanglah. Menurut ayahnya. kondisi pasien seperti sangat berkaitan erat dengan pengaruh-pengaruh yang ditanamkan jero kepada anaknya selama 1 tahun berada di rumah balian tersebut. Kebiasaan merokok dan minum-minuman keras disangkal oleh keluarga pasien. dan sempat dilakukan perangsangan. Mengenai kondisi lingkungan rumah yang dikatakan dihuni oleh mahluk halus. dan merawat diri yang tidak ada perubahan. kesulitan tidur. Pasien tidak memiliki kelainan saat lahir. demam tinggi. Ayah dan ibu pasien adalah seorang yang polos. dan sakit khusus lainnya tidak ada. karena menurut anaknya sering diganggu dengan menekan perut pasien atau badannya tidak bisa digerakan. kedua kakaknya perempuan. ketakutan dan sempat berulang kali mengatakan harus balik ke rumah jero. cukup bulan. malas melakukan aktifitas. karena ayahnya sempat menanyakan kepada orang pinter.sering tidur sekitar jam 1 atau 2 malam. dan selalu menuruti perkataan orang tua. Keluarga mengatakan selama ini tidak perlakuan yang berbeda diantara ketiga anaknya. bukannya bertambah membaik selama dirawat jero. tetapi ayahnya menganggap hal yang sepele. tetapi dampaknya kepada pasien tidak begitu berhasil. Masalah ini memang berulang kali sering disampaikan kepada orang tuanya. tetapi keadaan tidak ingin makan. Pasien adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara. itu dibenarkan oleh ayahnya. Keluhan ini sudah di rasakan pasien saat duduk di bangku kuliah. hasilnya lumayan ada perubahan. pasien masih dikatakan sering ketakutan kalau harus tidur di dalam kamar. pemberian ASI dari lahir sampai pasien berumur kurang lebih 1 tahun. Tumbuh kembang pasien dikatakan normal seperti anak-anak lainnya namun pasien sejak kecil dikatakan pendiam dan tidak memiliki banyak teman. dan saat ditanya oleh orang tuanya pasien mengatakan karena kondisi rumah yang panas dan banyak yang dipikirkan. sehingga saat anaknya dibawa pulang. polos. dan sempat dilakukan percaruan di rumahnya. jarang memarahi pasien. Ayahnya sempat membawa anaknya ke beberapa tempat pengobatan tradisional untuk menghilangkan ingatan pasien dengan sosok seorang jero.

reguler. Hepar/Lien ttb Ekstremitas Status neurologi : GCS E4V5M6 Meningeal sign (kaku kuduk) : negatif Tenaga Tonus Tropik Reflek fisiologis Reflek patologis Gerakan involunter : 555 555 : : : : : (-) N N N + + 555 555 N N N N N + + : edema (-). PEMERIKSAAN FISIK Status Interna :  Status present: Tekanan darah Nadi : 88x/menit : 18x/menit Respirasi Suhu : 36. wheezing -/: distensi (-). Reflek pupil (+/+) isokor Leher : pembesaran kelenjar (-).III. kaku kuduk (-) Thorak : Cor : S1 S2 tunggal. rhonki -/-. murmur (-) Pulmo : vesikuler +/+. hangat (+) : 100/60 mmHg men .5oC  Status general : Kepala THT : kesan tenang : Normocephali Mata : anemia (-/-). ikterus (-/-). bising usus (+) normal.

b. tempat. ambivalen ada. ide-ide aneh ada. kontak verbal dan visual dengan pemeriksa cukup. Sensorium dan Kognisi o Kesadaran o Orientasi o Daya ingat o Wicara Berbahasa Konsentrasi o Perhatian o Berhitung o Berpikir abstrak o Intelegensi − Mood dan afek Mood Afek Keserasian − Proses pikir o Bentuk pikir : non logis non realis o Arus pikir Isi pikir : koheren. ruang) Jangka panjang : baik .Status psikiatri : a. ide bunuh diri ada riwayat. Deskripsi Umum: Penampilan : penampilan wajar. roman muka sesuai umur tampak sedih. : sedih : appropriate : serasi : baik : baik : baik : baik : sesuai tingkat pendidikan Segera Jangka pendek Menengah : baik : baik : baik : baik : baik : jernih : baik (waktu. perlambatan : waham tidak ada.

20 tahun (24 Juni 1992). Dan semenjak kuliah pasien mengeluh sering ketakutan tidur di kamar. Kejadian lain. ketakutan karena diperlakukan seperti pembantu dan dilecehkan secara seksual. namun sesekali juga pasien merasa beruntung karena sempat tinggal di rumah balian tersebut.Pencerapan o Halusinasi o Ilusi o Pseudahalusinnasi − Dorongan Instingtual : o Insomnia o Hipobulia o Raptus Psikomotor Tilikan IV. malas merawat diri dan melakukan aktifitas sehari-hari (penelantaran diri). alamat Jalan Pandu Denpasar. Selain itu pasien juga mengeluhkan sulit tidur. Pasien mengatakan dulu sering melihat makhluk halus yang berdiam di kamarnya dan terkadang mendengar suaranya tertawa di telinga pasien namun sudah tidak pernah di alami pasien sejak pasien tinggal di rumah : 5 : ada (tipe early) : ada : ada riwayat : menurun saat pemeriksaan : auditori dan visual ada (riwayat) : tidak ada : ada . dan kejadian sodomi kembali terulang sewaktu pasien SMA kelas 1. Bangsa Indonesia. lebih suka mengurung diri di dalam kamar. karena pasien merasakan ada kekuatan yang mengganggu. Sebelumnya pasien selama setahun tinggal di rumah seorang balian dan baru pulang ke rumahnya sejak 1. RESUME Pasien laki-laki berumur. Sesekali pasien merasa sangat kesal akan perlakuan jero balian tersebut.5 bulan yang lalu. Suku Bali. mulai mengucapkan kata-kata kasar. Semenjak itu pasien merasa kesal dan curiga dengan orang yang baru dikenal yang lebih dewasa dari pasien. datang ke RSUP Sanglah diantar ibunya dengan keluhan badan lemas dan tidak mau makan sejak 2 bulan terakhir. Pasien juga mulai bisa merasakan suara yang keluar dari hati yang menyuruhnya selalu berpikir positif. pasien merasa tertekan. sewaktu pasien SMP kelas 2 pernah mengalami pelecehan seksual (sodomi). beragama Hindu. pendidikan terakhir D2 Pariwisata. belum menikah. dan mengamuk dengan merusak pintu atau melempar barang-barang di rumah. Saat di rumah balian.

V. Orang tua pasien dikatakan sangat mengawasi anaknya. 2. perlambatan. dan psikomotor menurun saat pemeriksaan.9) VI. Semenjak kecil pasien sudah mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari saudara sepupunya seperti ucapan hinaan. persepsi terdapat pseudohalusinasi. Saat SMP kelas 2 pasien mengalami pelecehan seksual ( sodomi ) dari orang . lemas. halusinasi auditorik ada riwayat. Pola Asuh Pasien merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. 3. sindiran. dimana ayah pasien lebih menyayangi kakak perempuannya dibandingkan pasien. Prinsip itu sering ditanamkan ayahnya agar anaknya tidak salah pergaulan. raptus ada riwayat. Namun ayah dan ibu pasien memiliki karakter setiap mempunyai masalah selalu di hubungkan dengan hal-hal gaib sebagai penyebab masalah tersebut. Namun pasien sering merasa jika terdapat perlakuan yang tidak adil yang dilakukan oleh ayahnya. Disamping itu. di mana hubungan pasien dengan keluarga pamannya tidak baik. Kesan umum penampilan wajar. pucat. dorongan instingtual terdapat insomnia (tipe early). kontak visual dan verbal cukup.jero tersebut.2) 2. bentuk pikir non logis non realis. Episode depresi berat dengan gejala psikotik (F32. ide bunuh diri ada riwayat. isi pikir terdapat ide-ide aneh ada. Riwayat penyakit fisik berat dan yang diturunkan secara genetik juga tidak ada. Stres Psikososial Pasien tinggal dalam satu lingkungan pekarangan yang ditempati juga oleh 3 keluarga pamannya. kakak ke dua pasien sering mengalami kesurupan dimana kesurupan tersebut sering tidak memandang tempat. Prodormal Skizofrenia YTT (F20. Ayah pasien juga dikatakan jarang membela pasien ketika pasien ada masalah ataupun butuh tempat untuk bercerita. DIAGNOSIS BANDING 1. ambivalen. Genetik Orang tua pasien dan saudara pasien dikatakan tidak ada yang memiliki riwayat gangguan jiwa. dimana ayah pasien lebih suka kalau anaknya berada di rumah atau pulang sekolah langsung pulang kerumah. halusinasi visual ada riwayat. hipobulia ada. roman muka tampak murung. FORMULASI PSIKODINAMIKA 1. arus pikir koheren. mood dan afek terdapat sedih dan approriate.

Kadang pasien juga karakternya kaku. karena perlakuan balian yang menganggapnya seperti pembantu. pasien di katakan rajin sembahyang. mengamuk. 5. serta melampiaskan kemarahan dengan menghancurkan barang-barang di rumah 6. penurut kepada orang tua. tetapi disana. dan lebih cendrung berada dirumah dibandingkan harus bergaul dengan teman sebayanya bahkan lebih nyaman berada sendiri di dalam kamar seharian. Ini berlangsung sampai pasien kuliah di D2 pariwisata. karena masalah yang dihadapi hanya dipendam dan tidak mau diceritakan keorang lain. dan kejadian itu terulang kembali saat pasien di SMA kelas 1. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL  Aksis I  Aksis II : Episode depresi berat tanpa gejala psikotik (F32.2). menyebabkan kesulitan pribadi maupun social. Pasien juga percaya dengan adanya makhluk gaib karena dibesarkan di dalam keluarga yang percaya dengan hal gaib. Semenjak kejadian pelecehan seksual itu. gampang marah. jarang berbicara. dan displacemen. pasien menjadi lebih sensitif. Setahun terakhir pasien tinggal di rumah balian. dan ketakutan menghadapi konflik. Pasien melakukan persembahyangan pada hari-hari agama. dan lebih sering mengurung diri di dalam kamar. Pendidikan agama didapat sejak pasien bersekolah SD. 4. Saat akan ke sekolah pasien selalu berdoa. Mekanisme Pembelaan Ego Pasien memakai mekanisme represi. pasien tambah tertekan. tidak mempunyai teman dekat atau hubungan pribadi yang akrab. Ciri Kepribadian Premorbid Semenjak kecil pasien memang dikatakan orang yang polos. perasaan tegang dan ketakutan yang menetap terhadap suatu masalah. namun terkadang pasien sering bertanya-tanya apakah hal tersebut memang ada atau tidak. jika sore pasien biasanya sembahyang di merajan.yang baru dikenalnya. : Ciri Kepribadian Campuran (Skizoid dan Cemas). Kesehariannya. Selama ini pasien Hal ini tidak sampai . mulai sering mengucapkan kata kasar. serta menutup diri dari pergaulan. Budaya Pasien dibesarkan dalam keluarga beragama Hindu yang memegang aturan agama dan tradisi. VII. merasa diri tidak mampu menghadapi masalah. dan juga mendapatkan pelecehan seksual dari balian perempuan.

31. Aksis III Aksis IV : Kondisi medik umum pasien tidak ditemukan adanya kelainan : Masalah Psikososial dan Lingkungan : GAF 40 . PROGNOSIS − Diagnosis − Onset − Faktor genetik − Penyakit organik − Kepribadian premorbid − Pendidikan − Dukungan orang sekitar − Faktor pencetus − Status pernikahan − Sosial ekonomi − Kepatuhan berobat : depresi berat dengan gejala psikotik kurang baik : remaja : tidak ada : tidak ada : campuran skizoid dan cemas : D2 Pariwisata : ada : jelas : belum menikah : cukup : ada  kurang baik  baik  baik  kurang baik  baik  baik  baik  kurang baik  baik baik .  Aksis V VIII. − Marital therapy IX. USULAN PENATALAKSANAAN − Farmakologi o Fluoxetine 1x 20 mg o Risperidon 1x 1 mg − Psikoterapi supportif. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG − Tes Warteg − House Man Tree Test − Tes Mengarang − Hamilton Depression Rating Scale X.

pada kasus ini prognosis pasien adalah dubious . :5 baik Dari beberapa kriteria tersebut di atas.− Tilikan ad bonam (mengarah ke baik).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful