P. 1
Teknik Pencatatan Rekam Medis

Teknik Pencatatan Rekam Medis

|Views: 68|Likes:
Published by mohammad_haqqi

More info:

Published by: mohammad_haqqi on Mar 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2014

pdf

text

original

Teknik pencatatan, komponen dasar pendokumentasian

Tungpalan (1983) mengatakan bahwa “Dokumen adalah suatu catatan yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti dalam persoalan hukum“. Sedangkan pendokumentasian adalah pekerjaan mencatat atau merekam peristiwa dan objek maupun aktifitas pemberian jasa (pelayanan) yang dianggap berharga dan penting. teknik dan jenis pencatatan kadang terdapat perbedaaan pada satu tempat dengan tempat lain tetapi pada prinsipnya adalah adanya pendokumentasian keperawatan / kebidanan yang dapat di jadikan standar operasional sebagai tanggung jawab dan tanggung gugat. teknik teknik pencatatan 1. TEKNIK PENCATATAN 1. Menulis nama pasen pada setiap halaman catatan perawat/bidan 2. Mudah dibaca, sebaiknya menggunakan tinta warna biru atau hitam 3. Akurat, menulis catatan selalu dimulai dengan menulis tanggal, waktu dan dapat dipercaya secara faktual 4. Ringkas, singkatan yang biasa digunakan dan dapat diterima, dapat dipakai. Contoh : Kg untuk Kilogram 1. Pencatatan mencakup keadaan sekarang dan waktu lampau 2. Jika terjadi kesalahan pada saat pencatatan, coret satu kali kemudian tulis kata “salah” diatasnya serta paraf dengan jelas. Dilanjutkan dengan informasi yang benar “jangan dihapus”. Validitas pencatatan akan rusak jika ada penghapusan. 3. Tulis nama jelas pada setiap hal yang telah dilakukan dan bubuhi tanda tangan 4. Jika pencatatan bersambung pada halaman baru, tandatangani dan tulis kembali waktu dan tanggal pada bagian halaman tersebut. JENIS-JENIS PENCATATAN Ada dua jenis pencatatan : 1. Catatan Pasen secara Tradisional Catatan pasen secara tradisional merupakan catatan yang berorientasi pada sumber dimana setiap sumber mempunyai catatan sendiri. Sumber bisa didapat dari perawat, dokter, atau tim kesehatan lainnya. Catatan perawat terpisah dari catatan dokter dan catatan perkembangan. Biasanya catatan ditulis dalam bentuk naratif. Sistem dokumentasi yang berorientasi pada sumber yang ditulis secara terpisah-pisah sulit menghubungkan keadaan yang benar sesuai perkembangan pasien. Catatan tradisional umumnya mempunyai enam bagian, yaitu : catatan khusus, lembar catatan dokter, lembar riwayat medik, lembar identitas, catatan keperawatan, dan laporan khusus lainnya. 1. Catatan Berorientasi pada Masalah

keluhan utama. baik mengenai permasalahan dan tindak lanjut yang dibutuhkan CATATAN PERKEMBANGAN PASEN (SUSUNAN PENCATATAN) . Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh dr. Pada umumnya catatan ini terdiri dari beberapa macam bentuk. atau masalah sosial. yaitu : 1. atau hasil laboratorium yang abnormal. data dasar diperlukan tergantung dari unit atau jenis asuhan yang akan diberikan. Daftar Masalah. Catatan Perkembangan Pasen. Data Dasar. Secara menyeluruh sistem ini dikenal dengan nama “Problem Oriented Method”. Adalah semua catatan yang berhubungan dengan keadaan pasen selama dalam perawatan. tanggal pencatatan. 3. riwayat penyakit sekarang dan sebelumnya. Daftar memberikan keuntungan bagi perawat sebagai perencana keperawatan. dimana dikembangkan satu sistem pencatatan dan pelaporan dengan penekanan pada pasien tentang segala permasalahannya. serta mengevaluasi dan mengkaji perkembangan pasen. serta menyebutkan masalahnya. dan lain-lain. masalah pasien didapat dari hasil kajian. maka disarankan untuk membuat suatu format yang baku. Rencana. penyuluhan. pemeriksaan fisik. laboratorium. Riwayat kesehatan keluarga. kumpulan gejala. merencanakan terapi. Lawrence Weed dari USA. 2. diagnosa.Pencatatan yang berorientasi pada masalah berfokus pada masalah yang sedang dialami pasen. identitas. POR adalah suatu konsep. Masalah yang ada mungkin banyak sehingga perlu diatur menurut prioritas masalah dengan memberi nomor. masalah psikologis. misalnya: data dasar unit kebidanan akan berbeda dengan unit bedah. Komponen dasar POR terdiri dari empat bagian. Problem Oriented Method (POR) merupakan suatu alat yang efektif untuk membantu tim kesehatan mengidentifikasi masalah-masalah pasen. Rencana disesuaikan dengan tiap masalah yang ada. Catatan secara Naratif (Notes) Catatan akan Pulang/Sembuh (Discharge Notes) • • Dokter maupun perawat membuat kesimpulan tentang keadaan pasen selama dirawat. Pencatatan dasar masalah dapat berupa gejala-gejala. Tiap pelayanan dapat menerapkan konsep ini dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setempat. antara lain : • Catatan Berkesinambungan (Flow Sheet)Digunakan untuk mencatat hasil observasi perawatan secara umum. Dengan demikian perawat dapat merencanakan sesuai kebutuhan pasen. khususnya pada keadaan pasen yang sering berubah-ubah dengan cepat.

Respons pasen terhadap tindakan perawat sekaligus melihat Data objektif dan subjektif yang mendukung masalah Tindakan yang segera harus dilakukan untuk mengatasi tindakan yang telah dilakukan berhasil/tidak . A : Action. R. A. R membantu perawat untuk mengatur pemikirannya dan memberikan struktur yang dapat meningkatkan pemecahan masalah yang kreatif. A . : Planning à Apa yang dilakukan terhadap masalah : Implementation à Bagaimana dilakukan : Evaluation à Respons pasen terhadap tindakan keperawatan : Revised à Apakah rencana keperawatan akan dirubah D . masalah R : Respons. D : Data.Ada beberapa bentuk format dokumentasi yang dapat digunakan perawat untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah pasen antara lain. A : Analisys : Kesimpulan dari objektif dan subjektif P : Planning : Rencana tindakan yang akan dilakuakan berdasarkan analisis 2. S OAPIER Format SOAPIER lebih tepat digunakan apabila rencana pasien ada yang akan dirubah dan proses evaluasi mulai dilakukan. Komunikasi yang terstruktur akan mempermudah konsistensi penyelesaian masalah di antara tim kesehatan. S : Subjective : Pernyataan atau keluhan dari pasen O : Objective : Data yang diobservasi oleh perawat atau keluarga. S : Subjective à Pernyataan atau keluhan pasien O : Objective à Data yang diobservasi A : Analisis à Kesimpulan berdasarkan data objektif dan subjektif P I E R 3. : 1. Format dokumentasi D. S O A P Format SOAP umumnya digunakan untuk pengkajian awal pasen.

http://blog.ilmukeperawatan.com/teknik-pencatatan-komponen-dasarpendokumentasian.html .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->