You are on page 1of 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan Sub pokok bahasan Sasaran Hari/tanggal Tempat Penyuluh I.

: Asam Urat (Gout) : Asam Urat dan Penanganannya : Warga RT. 08 RW VI Kelurahan Sawunggaling : Jumat/ 22 Februari 2013 : Ruang Balai RT. 08/RW VI, Joyoboyo Belakang, Kel. Sawunggaling, : Paskalia Rambu Ndai Mbati

Waktu : 30 menit (16.00-16-30)

Tujuan Instruksional a. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah mendapatkan penyuluhan selama 1 x 10 menit tentang tentang perawatan asam urat (Gout) diharapkan masyarakat dapat memahami dan menerapkan secara benar di rumah. b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Setelah mendapatkan penyuluhan, keluarga mampu : 1. Menjelaskan pengertian asam urat (Gout) 2. Menyebutkan penyebab asam urat (Gout) 3. Menyebutkan tanda dan gejala asam urat (Gout) 4. Menyebutkan nilai normal asam urat (Gout) 5. Menyebutkan makanan yang harus dikurangi/dihindari bagi penderita asam urat (Gout) 6. Bagaimana cara penanganan asam urat (Gout)

II.

Peserta

Warga RT.08/RW VI Kelurahan Sawunggaling

III. No. 1

Tahap Kegiatan Waktu 2 menit Kegiatan Penyuluh a. Memberikan salam dan memperkenalkan diri b. Menyampaikan tujuan penyuluhan c. Apersepsi dengan menanyakan gejala dan pengetahuan masyarakat mengenai asam urat (Gout). Menjelaskan isi materi tentang perawatan dan diet asam urat 10 menit (Gout) Menjawab pertanyaan Keluarga a. Peserta menjawab salam b. Peserta menyimak, mendengarkan c. Peserta menjawab dengan benar a. Peserta mendengarkan dengan seksama Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya hal-hal yang 5 menit Mengeveluasi pada masyarakat secara belum dipahami. verbal Peserta menjawab beberapa yang pertanyaan dilontarkan

Tahap Pembukaan

Pelaksanaan

10 Menit

Penutup

3 Menit

a. Menyimpulkan kegiatan b. Mengakhiri

penyuluh hasil a. Peserta memperhatikan kegiatan b. Peserta menjawab salam

dengan mengucapkan salam IV. V. Metode Ceramah Diskusi dan Tanya jawab Media

Leaflet, flipchart dan wireless

VI.

Materi (penjelasan terlampir) 1. Pengertian asam urat (Gout) 2. Penyebab asam urat (Gout) 3. Tanda dan gejala asam urat (Gout) 4. Nilai normal asam urat (Gout) 5. Makanan yang harus dihindari atau dikurangi pada penderita asam urat (Gout) 6. Cara penanganan asam urat (Gout)

VII.

Setting Tempat

Peserta duduk berhadapan dengan penyuluh VIII. Evaluasi 1. Evaluasi Struktur a. SAP sudah siap satu hari sebelum dilaksanakan kegiatan b. Alat dan tempat siap c. Penyuluh dan peserta siap 2. Evaluasi Proses a. Alat dan tempat dapat digunakan sesuai rencana. b. Peserta bersedia untuk mengikuti kegiatan yang telah direncanakan. 3. Evaluasi Hasil 1. 2. 3. 4. 5. 6. Apa yang dimaksud dengan asam urat (Gout)? Sebutkan penyebab asam urat (Gout)? Sebutkan tanda dan gejala asam urat (Gout)? Sebutkan nilai normal dari asam urat (Gout)? Sebutkan makanan yang harus dihindari atau dikurangi pada penderita Sebutkan cara penanganan pada penderita asam urat (Gout)?

asam urat (Gout)?

MATERI PENYULUHAN 1. Pengertian Penyakit asam urat (Gout) merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang 2. Penyebab asam urat (Gout) Ada 2 yang menjadi penyebab asam urat, yaitu faktor: 3. Genetik (keturunan) Faktor makanan Usia Kegemukan/obesitas

Tanda dan Gejala asam urat (Gout) Kesemutan dan ngilu Nyeri pada daerah yang terkena terutama pada malam hari dan pagi hari waktu Sendi yang terkena asam urat kelihatan bengkak, kemerahan, dan panas. Bila nyerinya berlebihan si penderita bisa tidak bisa berjalan.

baru bangun tidur.

4.

Kadar Asam Urat Normal Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 6 mg/dl

5.

Pantangan dan Diet Pantangan Pada Penderita Asam Urat (Gout)


Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden Ekstrak daging seperti abon dan dendeng

Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden) Daging kambing, daging sapi, daging kuda Bebek, angsa dan kalkun Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun pepaya, kangkung Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega Makanan kaya protein dan lemak Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang. Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan stroberi. Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat. Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi. Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup. Jangan minum aspirin. Jangan bekerja terlalu keras/kelelahan. Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup. Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan.

Diet Pada Asam Urat (Gout):

6.

Cara Penanganan pada Penderita Asam Urat (Gout) a.


b.

Kompres Hangat pada daerah yang terasa nyeri Melakukan pengobatan dan pengontrolan hingga kadar asam urat kembali normal. Kontrol makanan yang dikonsumsi.

c.

d.
e.

Banyak minum air putih. Olahraga yang teratur DAFTAR PUSTAKA

Dangoes Marilyn E. 1993. RencanaAsuhanKeperawatan. Edisi 3. EGC, Jakarta. Lynda Juall. 2000.DiagnosaKeperawatan, EGC, Jakarta. Mansjoer, Arif 1999, KapitaSelektaKedokteran, Edisi 3, Media Aesculapis, Jakarta. RahmadJuwono. 1996.IlmuPenyakitDalam.Edisi 3, FKUI, Jakarta. SjaifoellahNoer. 1998. StandarPerawatanPasien, Monica Ester, Jakarta. InstalasiGiziPerjan RS Dr. CiptoMangunkusumodanAsosiasiDietisien Indonesia. Diet; EdisiBaru, Jakarta, 2004, PT GramediaPustakaUtama Penuntun

Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani W. I, Setiowulan W, Kapita SelektaKedokteran Edisi ke-3 jilid 1, Media Aesculapius FakultasKedokteran UI, Jakrta, 1999.