P. 1
Tugas B. Indonesia

Tugas B. Indonesia

|Views: 1|Likes:
Published by Sari Fitrianingsih
Kritik untuk tugas Bahasa Indonesia
Kritik untuk tugas Bahasa Indonesia

More info:

Published by: Sari Fitrianingsih on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2014

pdf

text

original

Menurut Dr. H. Syamsul Arifin, M.

Pd di dalam bukunya yang berjudul “Leadership: Ilmu dan Seni Kepemimpinan mengenai pemimpin formal, pemimpin informal dan etika profesi pemimpin adalah sebagai berikut:

1. Pemimpin Formal Orang yang ditunjuk oleh organisasi/lembaga sebagai pemimpin, berdasarkan keputusan dan pengangkatan resmi untuk memangku suatu jabatan dalam struktur organisasi dengan segala hak dan kewajiban yang berkaitan dengannya, untuk mencapai sasaran organisasi. Ciri-ciri:
1. Berstatus sebagai pemimpin selama masa jabatan tertentu (legitimitas)

2. Harus memenuhi persyaratan formal 3. Didukung oleh organisasi formal 4. Mendapatkan balas jasa (materi dan immaterial) serta emolument (keuntungan ekstra) 5. Terdapat mutasi dan mencapai promosi 6. Ada hukuman dan sanksi 7. Memiliki kekuasaan dan wewenang

2. Pemimpin Informal Orang yang tidak mendapatkan pengangkatan formal sebagai pemimpin, tetapi karena memiliki sejumlah kualitas, dapat mencapai kedudukan sebagai orang

Ciri-ciri: 1. Ditunjuk oleh rakyat atau masyarakat. ditinggalkan oleh massa 3. Profesi adalah suatu lapangan kegiatan (a field of activity) dimana terdapat kriteria seperti berikut: 1) Pengetahuan (knowledge) 2) Aplikasi yang kompeten (competent application) 3) Tanggungjawab sosial (social responsibility) 4) Kontrol diri (self control) 5) Sanksi masyarakat (community sanction) . Tidak dapat dimutasi dan mencapai promosi 6.yang mampu mempengaruhi kondisi psikis dan perilaku suatu kelompok atau masyarakat. Tidak memiliki penunjukkan formal/legitimitas 2. Biasanya tidak mendapatkan imbalan balas jasa (diberikan secara sukarela) 5. Hukuman dalam bentuk rasa respek berkurang. Tidak memperoleh dukungan dari suatu organisasi formal 4. pribadi tidak diakui. kepemimpinan berlangsung selama rakyat/masyarakat mengakuinya 3. Etika Profesi Pemimpin a.

Etika juga didefinisikan sebagai filsafat tentang moral. yaitu: 1) Pengabdian pada kepentingan umum 2) Jaminan keselamatan. jadi penyelidikan tentang moral. serta 3) Moral pemimpin d.b. kebaikan dan kesejahteraan bagi bawahan/masyarakat 3) Menjadi pengingat dan pemersatu dalam segala gerak upaya 4) Penggerak/dinamisator daripada setiap kegiatan Etika ialah penyelidikan filsafat mengenai kewajiban-kewajiban manusia dan tentang perkara yang baik dan buruk. Kriteria etika profesi pemimpin: . karena itu pula etika adalah filsafat mengenai praxis manusia yang harus berbuat menurut aturan dan norma tertentu. Etika tidak membahas kondisi/keadaan manusia. Profesi kepemimpinan harus dilandaskan kepada paham dasar yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan luhur. melainkan tentang bagaimana manusia itu seharusnya bertingkah laku. c. dan dapat dibedakan dari tingkah laku yang buruk. Etika profesi pemimpin ialah pembahasan mengenai: 1) Kewajiban-kewajiban pemimpin 2) Tingkah laku pemimpin yang baik.

Sikap susila/moral yang dewasa ialah sikap bertanggungjawab berdasarkan kebebasan pribadinya atau asas otonom. Tanggung jawab moral itu menuntut kepada pemimpin agar dia terus-menerus memperbaiki segala sesuatu yang ada. yaitu mengontrol pikiran. Jadi harus ada kontrol diri dan kontrol sosial. emosi. keterampilan. pelanggaran-pelanggaran dihukum dan ditindak dengan tegas . keterampilan sosial. kebaikan) 6) Dikenal sanksi. keinginan dan segenap perbuatannya. Karena itu kesalahan-kesalahan harus segera dibetulkan. baik yang ada pada diri sendiri maupun yang ada di luar dirinya supaya lebih banyak ditegakkan unsur keadilan. Sehingga termunculkan sikap moral yang baik dan bertanggungjawab 5) Selalu melandaskan diri pada nilai-nilai etis (kesusilaan. kesejahteraan yang lebih merata 4) Memiliki kemampuan mengontrol diri. selalu bertanggungjawab secara etis/susila. perintah dan larangan yang harus ditaati oleh pemimpin demi kesejahteraan hidup bersama dan demi efisiensi organisasi. kemahiran teknis serta pengalaman 2) Kompeten melakukan kewajiban dan tugas-tugas kepemimpinan 3) Mampu bersikap susila dan dewasa. maka segenap tindakan dan kesalahan pemimpin itu dikontrol. disesuaikan dengan norma kebaikan. mampu membedakan hal-hal yang baik dari yang buruk dan memiliki tanggungjawab sosial yang tinggi.1) Pemimpin harus memiliki satu atau beberapa kelebihan dalam pengetahuan. kebahagiaan. Oleh adanya norma.

e. seperti berikut: . Etika dan nilai profesi pemimpin memberikan landasan kepada setiap pemimpin untuk selalu: 1) Bersikap kritis dan rasional. biasa menghargai orang lain dan diri sendiri 4. kebaikan dan keterbukaan 4) Nilai diskresi (discretion = sederhana. berani mengemukakan pendapat sendiri dan berani bersikap tegas sesuai dengan rasa tanggung jawab etis (susila) sendiri 2) Bersikap otonom (bebas. tanpa dipaksa atau dilabeli. antara lain: 1) Nilai-nilai kesejahteraan dan kebaikan 2) Nilai kepentingan umum 3) Nilai kejujuran. penyakit kepemimpinan dalam birokrasi publik ialah. mampu membedakan apa yang patut dikatakan dan apa yang harus dirahasiakan) 5) Nilai kesopanan. Patologi (Penyakit) Pemimpin Dilihat dari fenomena dan harapan. mempunyai pemerintahan diri. Etika didukung oleh bermacam-macam nilai. penuh pikir. berhak untuk membuat norma dan hukum sendiri sesuai dengan suara hati nurani yang tulus bersih) 3) Memberikan perintah-perintah dan larangan-larangan yang adil dan harus ditaati oleh setiap lembaga dan individu f.

Tak adanya penegasan . 2. semakin kurang tampaknya waktu bagi orang lain. yaitu: 1.1. hanya lewat hubungan lah akan terjadi perubahan. Lemahnya akuntabilitas Hans Finzel (2002: 19-220) dalam bukunya the top ten mistake leader make. Mendahulukan pekerjaan administratif ketimbang urusan sumber daya manusia Semakin besar peran kepemimpinannya. Senantiasa mengandalkan kewenangan formal yang dimiliki 3. Sikap memerintah (top down) Kebanyakan orang secara alamiah bersifat memerintah. sumber daya manusia adalah peluang. semakin besar peran kepemimpinannya semakin penting tugas mengembangkan sumber daya manusianya. 3. Rendahnya kompetensi 4. para pemimpin yang efektif memandang dirinya di dasar piramida yang terbalik. ada 10 kesalahan yang kerap dibuat oleh pemimpin. Rendahnya kemampuan manajerial dalam mengolah sumber daya organisasi 5. Dalam menjalankan roda birokrasi belum digerakkan oleh visi dan misi (baru setaraf konsep) 2. kepemimpinan dengan sikap melayani jauh lebih langka. bukan interupsi.

Semua orang membutuhkan penegasan dan pujian. para pemain besar dalam sebuah organisasi adalah seperti pemegang sahamnya. orang yang lain daripada yang lain membuat kekacauan karena memang sifat dari kekacauan demi kebaikan institusi sendiri. Mereka harus memiliki suara dalam arah jalan organisasinya. Kediktatoran dalam pengambilan keputusan Diktator menyangkal nilai individu. tak ada yang lebih membuat frustrasi orang-orang yang bekerja untuk anda ketimbang pendelegasian yang ceroboh dengan terlalu banyak maksud tersembunyi. organisasi-organisasi besar biasanya membunuh sikap lain daripada yang lain sebelum sempat berakar. belajarlah membawa tingkatan penegasan yang berbeda-beda. organisasiorganisasi datar adalah model untuk masa depan 6. dia yang mengerjakan yang seharusnya memutuskan bagaimana hal itu dikerjakan. belajar lah mengenali sikap yang lain daripada yang lain yang benar berguna. 5. 4. sama seperti menjadikan hubungannya segalanya dengan terlaksana. juga kita banyak cenderung pengetahuan meremehkan kuasa sentuhan kemurahan pribadi yang terkecil. ilmu kepemimpinan lunak. . Pendelegasian yang disesali Terlalu mengatur adalah salah satu dosa pokok kepemimpinan yang buruk. Tak ada tempat bagi orang yang lain daripada yang lain Orang yang lain daripada yang lain bisa menyelamatkan kita dari kemerosotan menuju pelembagaan.

membimbing adalah fungsi yang tak dapat dikompromikan dalam kepemimpinan yang sukses. konsentrasi seorang pemimpin hendaknya bukan pada masa lalu atau masa sekarang. merelakan kepemimpinan adalah seperti mengirimkan anak-anak anda kuliah.7. visi adalah kesibukan utama pemimpin yang . jangan pernah meremehkan kuasa dari budaya organisasi anda. melainkan pada masa depan. Sukses tanpa pengganti Kesombongan membuat seseorang lebih erat memegangi kepemimpinannya. menyelesaikannya dengan baik adalah ukuran penting dari keberhasilan dalam kepemimpinan. Tidak tahu apa-apa tentang budaya organisasi Budaya organisasi adalah cara kami mengerjakan segalanya di sini. 10. komunikasi harus dijadikan obsesi kepemimpinan yang efektif. semakin besar kelompoknya. kalau dibiarkan tidak tahu apa-apa. Kekacauan komunikasi Jangan pernah berasumsi bahwa semua orang mengetahui segalanya. orang cenderung mengarang kabar burung. sakit rasanya. mengembangkan serta mengubah budaya harus menjadi salah satu prioritas utama kepemimpinan. kerendahan hati membuat seseorang rileks serta rela. 8. Tidak fokus ke masa depan Masa depan mendekati kita dengan kecepatan yang luar biasa. namun harus dilakukan. semakin harus diperhatikan komunikasinya. belajar lah menghargai nilai-nilai yang berbeda dari nilainilai anda. 9.

Penyakit yang kerap menyerang pemimpin ialah “AIDS” dengan singkatang sebagai berikut: 1. Angkuh 2.efektif. Dengki 4. organisasi diciptakan kembali dengan generasi pemimpin yang baru. Serakah . Iri 3.

nilai dan berani mengambil keputusan. Tugas pemimpin adalah meminimalisir kerugian dari kesalahan dalam mengambil keputusan dan memaksimalisir keuntungan dalam mengambil keputusan. Kartini Kartono menyimpulkan dari berbagai definisi bahwa pemimpin adalah pribadi yang memiliki kecakapan khusus. Nilai dari seorang pemimpin akan menentukan apakah ia dapat menjadi pemimpin yang efektif atau tidak. dengan segala hak dan kewajiban yang berkaitan dengannya untuk mencapai sasaran organisasi yang telah ditetapkan. pemimpin Formal dan pemimpin informal. Pemimpin informal adalah orang yang tidak mendapatkan . Sedangkan keberanian mengambil keputusan adalah inti dari kepemimpinan. Pemimpin formal adalah orang yang oleh organisasi tertentu ditunjuk sebagai pemimpin. Visi mencerminkan untuk kedalaman dan dan keluasan pemahaman pola2 yang dan memungkinkan mendeteksi membentangkan kecenderungan2 dimasa depan yang membimbing pemimpin untuk masa depan. Sebagai pemimpin tuntutan pertama yang harus dimilikinya adalah ia harus punya visi kemana sesuatu yang akan dipimpinnya akan dibawa dan selanjutnya bagaimana strategi serta inplementasinya. berdasarkan keputusan dan pengangkatan resmi untuk memangku suatu jabatan dalam struktur organisasi.Sedangkan Dra. dengan atau tanpa pengangkatan resmi dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya. untuk melakukan usaha bersama mengarah pada pencapaian sasaran-sasaran tertentu. Kepemimpinan professional yang unggul harus memiliki serangkaian kepemimpinan yaitu: visi. Pemimpin terbagi atas dua yaitu.

Karena organisasi telah memilih pemimpin formal dan memberikan mereka tanggung jawab khusus. namun karena memiliki sejumlah kualitas unggul. dia mencapai kedudukan sebagai orang yang mampu mempengaruhi kondisi psikis dan perilaku suatu kelompok atau masyarakat. Seringkali. dikatakan bahwa Pemimpin-pemimpin formal memiliki kekuasaan dan kekuatan atas posisi resmi mereka.pengangkatan formal. mereka mungkin menggunakan pengaruh mereka untuk mempengaruhi pekerja agar menjadi tidak kooperatif. hal ini dapat mengganggu atau merusak usaha dari kepemimpinan formal di dalam organisasi. Pemimpin informal tidak memiliki kekuasaan resmi. Harris. Pemimpin informal dapat membantu atau merusak tatanan kepemimpinan dalam sebuah organisasi. biasanya telah diberikan pelatihan khusus untuk menyiapkan peran mereka sebagai pemimpin. sebab mereka dipilih secara resmi oleh organisasi mereka untuk memimpin organisasi. Mereka tidak dipilih oleh organisasi secara spesifik untuk menjadi pemimpin tapi orang-orang yang berinteraksi dengan mereka secara tidak langsung atau tidak resmi menunjuk/menganggap mereka sebagai pemimpin. pemimpin . oleh Elaine K. Di sisi lain. Third Edition. Sedangkan menurut buku Customer Service: A Practical Approach. peran informal ini menjadi sebuah peran yang diambil ketika diperlukan. tapi mereka memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. sebab jika pemimpin informal tidak mendukung tujuan dari sebuah organisasi atau seorang manajer. Sebagai contoh. maka pemimpin formal harus memiliki level akuntabilitas tinggi dan bertanggungjawab kepada atasannya di kemudian hari. Sebelumnya.

informal yang suportif akan kepemimpinan formal dan tujuan organisasi dapat menjadi energi tambahan yang menyemangati karyawan-karyawan agar bekerja sama dengan baik. 2002. Kristinsson. Elaine K. Harris. Educational Leaders as Ethical Professionals.D. Profesionalisme dibentuk dari: 1) Knowledge (pengetahuan) 2) Skill (keterampilan) 3) Care (perhatian) a) Komitmen fondasional terhadap organisasi b) Komitmen terhadap moralitas c) Komitmen terhadap standar praktik Referensi: 1. Sigurðu. dalam Educational Leaders as Ethical Professionals tentang Profesi adalah: Badan kolektif yang berisi orang-orang professional atau sebuah pekerjaan yang memerlukan orang yang berkualifikasi dan siap bekerja/melayani sesuai aturan. memiliki karakteristik struktural. Third Edition. Menurut Sigurður Kristinsson. Customer Service: A Practical Approach. otonomi. . Published Date: July 05. orientasi intelektual dan memiliki fungsi sosial/pelayanan yang penting. 2. Ph. organisasi dan kode etik. monopoli dan peraturan sendiri. ijin kerja. Karakteristik esensial dari sebuah keprofesian adalah dasar pendidikan yang tinggi.

Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin . Pemimpin Informal dan Etika Profesi Pemimpin Sari Fitrianingsih/I1A009003 Program Studi Pendidikan Dokter.Blok Kepemimpinan Tugas Kritik Mengenai Pemimpin Formal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->