Amalia Juliannur

 Suatu keadaan yang ditandai oleh bangkitan

(seizure) berulang sebagai akibat dari adanya gangguan fungsi otak secara intemiten, yang disebabkan oleh lepas muatan listrik abnormal dan berlebihan di neuron-neuron secara paroksismal, dan disebabkan oleh berbagai etiologi.

 Bangkitan epilepsi (epileptic seizure) adalah manifestasi klinik dari bangkitan serupa (stereotipik). . berlangsung secara mendadak dan sementara dengan atau tanpa perubahan kesadaran. bukan disebabkan oleh suatu penyakit otak akut (unprovoked). disebabkan oleh hiperaktifitas listrik sekelompok sel saraf di otak.

 Status epilepsi ditegakan apabila kejang yang terjadi bersifat kontinu. sedangkan secara klinis durasi 4-5 menit sudah cukup untuk menegakkan diagnosis status epileptikus.  Durasi kejang secara traditional adalah 15-30 menit. berulang dan disertai gangguan kesadaran pada periode interiktal. .

 Bangkitan parsial yang berkembang menjadi kunvulsi tonik-klonik umum .Klasifikasi Epilepsi menurut International League Against Epilepsy (ILAE) 1981  Bangkitan Parsial (fokal dan lokal)  Bangkitan parsial sederhana   Motorik Sensorik  Bangkitan parsial kompleks (bangkitan parsial sederhana yang diikuti dengan gangguan kesadaran).

 Bangkitan Umum (konvulsi dan nonkonvulsi)  Absens  Mioklonik  Klonik  Tonik  Tonik-klonik  Atonik  Bangkitan yang tidak diklasifikasikan .

Etiologi  Idiopatik  Kriptogenik  Simptomatik .

Anamnesis Pemeriksaan Fisis Pemeriksaan Penunjang .

dan perkembangan bayi atau anak  Riwayat terapi epilepsi sebelumnya  Riwayat penyakit epilepsi dalam keluarga . Pola/bentuk bangkitan  Lama bangkitan  Gejala sebelum. kelahiran. selama dan pasca bangkitan  Frekuensi bangkitan  Faktor pencetus  Ada/tidak adanya penyakit lain yang diderita  Usia pada saat terjadinya bangkitan pertama  Riwayat pada saat dalam kandungan.

.

.

 Bangkitan umum lena  Gangguan kesadaran mendadak  Selama bangkitan kegiatan motorik terhenti dan pasien diam tanpa reaksi  Mata memandang ke depan  Mungkin terdapat automatisme  Pemulihan kesadaran segera tanpa perasaan bingung  Sesudah itu pasien menunjukan aktivitas semula .

kaku (fase tonik) selama 1030 detik. diikuti gerakan kejang kelojotan pada kedua lengan dan tungkai (fase klonik) selama 30-60 detik. Bangkitan umum tonik-klonik  Dapat didahului prodromal seperti jeritan. sentakan. dapat disetai mulut berbusa  Selesai kejang pasien menjadi lemas (fase flaksid)dan tampak bingung  Pasien sering tidur setelah bangkitan selesai . mioklonik  Kehilangan kesadaran.

.

 Bangkitan parsial sederhana  Tidak terjadi perubahan kesadaran  Bangkitan dimulai dari lengan. tungkai atau muka (unilateral/fokal) kemudian menyebar pada sisi yang sama (jacksonian march)  Kepala mungkin berpaling ke arah bagian tubuh yang mengalami kejang (adversif) .

 Bangkitan parsial kompleks  Bangkitan fokal disertai terganggunya kesadaran  Diikuti oleh automatisme yang stereotipik seperti mengunyah.  Kepala mungkin berpaling ke arah bagian tubuh yang mengalami kejang (adversif) . tertawa dan kegiatan motorik lainnya tanpa tujuan yang jelas. menelan.

 Bangkitan umum sekunder  Berkembang dari bangkitan parsial sederhana atau kompleks yang dalam waktu singkat menjadi bangkitan umum  Bangkitan parsial dapat berupa aura  Bangkitan umum yang terjadi biasanya bersifat kejang tonik-klonik .

Tipe Bangkitan lini pertama lini ke-2 tambahan lini ke -3 tambahan Lena Mioklonik Sodium valproate Lamotrigin Sodium valproate Ethusuximide Topiramate Levetiracetam Zonisamide Lamotrigin Oxcarbazepine Levetiracetam Zonisamide Lamotrigin Clobazam Clonazepam Phenobarbital Topiramate Levetiracetam Pirimidon Tonik klonik Sodium valproate Carbamazepine Phenitoin Phenobarbital Sodium valproate Carbamazepine Phenitoin Phenobarbital Oxcarbazepine Lamotrigin Topiramate Gabapentin Sodium valproate Atonik Parsial Lamotrigin Topiramate Sodium valproate Levetiracetam Zonisamide Felbamate Tiagabine Vigabatrin Felbamate Pirimidon Tdak terklasifikasikan Lamotrigin Topiramate Levetiracetam .

AOE Dosis Awal (mg/hari) Dosis rumatan Dosis Anak (mg/hari) (mg/kg/hari) Waktu Paruh Carbamazepin Fenitoin 400-600 200-300 400-1600 200-400 10-30 3-8 12 + 6 jam 24 + 12 jam Fenobarbital 50-100 50-200 500-2500 3-7 15-40 96 + 12 jam 12 + 6 jam Asam Valproat 500-1000 .

Algoritma STATUS EPILEPSI ANAMNESA Pasien Epilepsi -Tanpa obat -Dengan obat -Obat tidak memadai -Obat cukup: -Tiba-tiba henti obat Gangguan cerna Kurang tidur Alcohol Narkotik Stress psikis erat PEMERIKSAAN FISIK -Umum -Neurologis: Kesadaran. fungsi luhur Bukan Pasien Epilepsi -Trauma -Tumor -Infeksi otak/meningen -Keracunan kehamilan -Demam tingi -Intoksikasi -Ganguan metabolik -Gangguan elektrolit -Tiak diketahui PEMERIKSAAN PENUNJANG -Laboratorium. motorik. maka pemeriksaancaitan otak lengkap dapat dilakukan -CT-scan otak dapat dipertimbangkan pada kasus-kasus khusus (tumor/trauma otak. Creatinin. pengamblan 50 ml sampel darah: periksa Hb.Lanjutkan dengan Algoritma terapi pada status epileptikus .Mg. Diffcount.Na. AGDA -EEG (elektro ensefalo grafi) -Pungsi Lumbal. otonom.Ca. saraf kranial.Ureum. stroke hemoragic) . sensorik. Glukosa. K. stelah pasien tenang dan tidak ada kontra indikasi LP. leukosit.

````````````` .